Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Organisasi dalam 72 Tahun Indonesia Merdeka

Banyuwangi, Mujahidin Cyber. Halal bihalal PCNU Banyuwangi yang diselenggarakan berdekatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia digunakan oleh warga NU Banyuwangi sebagai ajang siliturahmi sekaligus menegaskan Komitmen NU dalam mengawal NKRI.

Kegiatan tersebut bertempat di Pondok Pesantren Darul Falah, Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam kesempatan ini KH Masykur Ali, Ketua PCNU Banyuwangi kembali mengingatkan warga Nahdliyin Banyuwangi akan perjuangan Ulama NU dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Organisasi dalam 72 Tahun Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Organisasi dalam 72 Tahun Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Organisasi dalam 72 Tahun Indonesia Merdeka

“Sebelum NU lahir, sebelum Indonesia merdeka, ulama pesantren sudah melakukan lompatan yang sangat cerdas. Mulai zaman penjajahan hingga kemerdekaan. Kiai NU yang dianggap kolot, melakukan trobosan brilian dengan mendirikan Tashwirul Afkar sebagai solusi akan kebuntuan pendidikan, ? untuk memperkuat ekonomi masyarakat, Ulama NU juga mendirikan Nahdlatut Tujjar sebagai benteng ekonmi masyarakat melawan monopoli VOC,” tegas Kiai Masykur.

Dalam sambutanya, dia juga menjelaskan mengenai peranan NU secara organisatoris dalam upaya perumusan Dasar Negara. Pada Tahun 1936 sebelum Indonesia merdeka NU telah berdiri. Dalam Mukatmar Banjarmasin telah merumuskan bentuk Negara Darussalam (Negara Damai) bukan Negara Islam.

Bukan hanya itu, Kiai Masykur juga menjelaskan soal peranan strategis NU dalam perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan. Merespon kedatangan sekutu yang hendak kembali merebut kemerdekaan, Ulama NU mengeluarkan resolusi jihad Nahdlatul Ulama 22 oktober 1945 yang menjadi embrio pertemupuran dahsyat 10 November 1945 di surabaya.

Mujahidin Cyber

Di akhir sambutanya Kiai Masykur juga menyinggung isu Nasional terkait pembubaran HTI. Di era saat ini, ketika Indonesia didera isu Radikalisme yang berujung pada perongrongan ideologi Pancasila, NU berada di garda depan dalam mempertahankan pancasila sebagai kesepakatan pendiri bangsa.

Mujahidin Cyber

“Jika NU mendukung pembuaran HTI bukan karena NU dekat pemerintah. Tapi ini merupakan Komitmen Kebangsaan yang telah disepakati oleh para Ulama pendiri Bangsa. Kebacuut jika pengurus NU malah ikut HTI,” tegas Kyai Masykur dengan suara lantang. (Anang Lukman Afandi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Pahlawan Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin

Jepara, Mujahidin Cyber

Haul merupakan peringatan untuk menceritakan keistimewaan salafus sholikhin tujuannya agar umat yang mendengar kisah ulama masa silam memperoleh pelajaran berharga dan semakin termotivasi mengikuti jejak-jejak yang dikisahkan. 

Demikian inti ceramah Habib Umar Muthohar dalam Haul Sultan Hadlirin ke-479 yang dilaksanakan di halaman Masjid Astana desa Mantingan kecamatan Tahunan, Jum’at (29/3). 

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin

Menurutnya hal itu sejalan dengan yang dikatakan Imam Junaid bahwasanya menceritakan orang sholih akan menjadi tentara Allah. 

Mujahidin Cyber

Selanjutnya, Habib Umar suatu ketika ditanya kelompok yang tidak sejalan. “Habib kenapa orang-orang NU memperingati Haul. Itu bid’ah Bib,” tirunya. 

Kemudian penceramah asal Semarang menerangkan bahwasanya salafus sholihin memiliki banyak keistimewaan yang patut diceritakan. 

Mujahidin Cyber

“Tidak seperti kelompokmu tidak ada yang pantas dihaulkan. Apa mau menghaulkan upin-ipin,” terangnya seraya disambut gelak tawa ribuan jamaah yang hadir. 

Nabi Muhammad imbuh Syuriyah PCNU kota Semarang menjelaskan bahwa setiap tahun ia merayakan haul sayyidus suhada, Hamzah. Hal itu lanjutnya Nabi juga memperingati Haul. Karenanya, dengan memperingati haul sambungnya akan menambah berkah. Berkah dalam segala hal.   

Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi mengungkapkan melalui kegiatan tersebut merupakan bukti untuk nguri-nguri jasa pendahulu. Marzuqi menyatakan jika memperoleh urusan tidak ada salahnya tawasul dengan salafus sholihin. Karena mereka lanjutnya dekat dengan Allah. 

Sementara itu atas nama prakata panitia, H Sutarya mengatakan haul demi haul pihaknya bermaksud meningkatkan kualitas kegiatan. Tahun ini katanya kegiatan ditambah dengan lomba mewarnai, shalawat dan presentasi sejarah Sultan Hadlirin. 

“Hal itu kami laksanakan agar anak cucu nanti semakin kenal dengan sosok Sultan Hadlirin,”  harapnya. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Humor Islam, Pahlawan Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Januari 2018

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah

Brebes, Mujahidin Cyber. Jelang Ujian Nasional 2015, sebanyak 251 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes mengikuti istighotsah. Istighotsah digelar sebagai upaya menanamkan kepercayaan diri kepada para siswa ketika menghadapi UN yang bakal digelar 13-15 April mendatang.?

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah

“Kami ingin menanamkan kepercayaan diri para siswa agar tenang dan pasti dalam menghadapi Ujian Nasional,” terang Kepala MAN 1 Brebes Drs H Tobari MAg, di sela-sela istighosah di Masjid Nurul Ilmi madrasah setempat, Sabtu (4/4).

Tobari menjelaskan, meskipun UN tahun ini tidak menjadi syarat mutlak kelulusan, tetapi dengan adanya istighotsah para siswa lebih percaya diri dan berbuat jujur. Karena ilmu yang telah ditempuh selama tiga tahun harus diuji dan kebermanfaatannya akan terasa di masyarakat ketika dilalui dengan proses kejujuran. “Orang jujur pasti mujur,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

Madrasah Aliyah, lanjutnya, diharapkan menjadi Madrasah yang unggul dalam bidang akademisi, vokasi, agama dan reguler. “MAN 1 Brebes, kami harapkan menjadi MAN yang unggul dalam bidang Agama,” paparnya.

Mujahidin Cyber

Kepada para siswa, Tobari mengingatkan untuk makin giat belajar. “Camkanlah, UN sudah dekat maka tiada hari tanpa belajar,” ajak Tobari ketika menyampaikan sambutan istighotsah.

Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan Drs Rokhidin menjelaskan, Istighotsah diikuti 251 siswa dari jurusan IPA, IPS dan Agama. Para siswa datang ke sekolah ba’da Ashar, selanjutnya sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan sholat gerhana bulan (khusuf) dengan Imam KH Jaerukhi dan Khotib Muh Rokhidin.

Istighotsah dan dzikir juga dipimpin Pengasuh Majelis Taklim al-Ikhlas Pasarbatang Brebes KH Jaerukhi. “Allah SWT, akan memberikan segala sesuatu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Bila Prasangka hamba-Nya baik maka akan berhasil baik, begitu juga sebaliknya,” tutur KH Jaerukhi sembari menyitir sebuah hadits.

Salah seorang siswa Dea mengaku mendapat kedamaian hati setelah mengikuti istighotsah dan dzikir. Dia mantap betul untuk mengikuti UN, dan berjanji tidak akan mengecewakan orang tuanya, dengan jalan meraih nilai yang tinggi secara jujur. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Pahlawan, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Banyumas, Mujahidin Cyber - Musik calung biasanya ditabuh untuk mengiringi aksi penari kuda lumping atau ronggeng. Berpadu dengan kendang, bonang, kenong, dan gong, musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu ini semakin menambah daya tarik pertunjukan.

Pada malam Idul Fitri 1437 Hijriah, musik calung menjadi sajian istimewa karena menyertai arak-arakan takbir keliling yang digagas oleh Karang Taruna Kadus 4 Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Takbir keliling berlangsung sekitar dua jam, dimulai setelah pelaksanaan shalat isya, Selasa (5/7).

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Takbir keliling ini memasuki dan mengambil rute jalan desa di wilayah Kadus 4 Desa Samudra yang meliputi RW 06, RW 07, dan RW 08. Tak kurang dari enam ratus orang warga terlibat dalam kegiatan yang menempuh jarak sepuluh kilometer pulang pergi.

Mujahidin Cyber

Selain menghadirkan musik calung, takbir keliling juga menggunakan obor dengan bahan bakar minyak tanah, sebagai penerang. Jadilah malam lebaran ini, rombongan takbir keliling mengulari desa, membelah kegelapan, dan menggemakan takbir bercampur suara calung.

Kepala RW 07 Desa Samudra, Yuswo Hadi Yuwono mengatakan takbir keliling dengan pawai obor dan musik calung bertujuan menunjukkan syiar Islam di wilayahnya. Musik calung, tambah pria satu anak ini, digunakan untuk mengakrabkan kembali tradisi yang ada di Desa Samudra. Sekadar catatan, di Kadus 4 saja terdapat beberapa komunitas penggiat musik calung, baik yang digerakkan oleh para orang tua usia 50-an, maupun yang diaktifkan para remaja dan kaum muda.

Mujahidin Cyber

Adapun obor digunakan untuk mengingatkan kembali bahwa pada masa-masa dahulu sebelum masyarat mengenal alat penerangan modern, mereka sangat dekat dengan obor saat bepergian pada malam hari. Obor juga menyimpan filosofi, bahwa kehadiran dan ajaran agama Islam adalah penerang dalam kehidupan sehari-hari umat manusia.

Wilayah Desa Samudra secara umum berada dalam tradisi ke-Islaman yang menjunjung ajaran ahlussunah wal jamaah. Kegiatan ke-NU-an yang cukup menonjol di desa ini adalah GP Ansor dan Muslimat NU. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Warta Mujahidin Cyber

Kamis, 04 Januari 2018

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

Solo, Mujahidin Cyber



Ratusan santri Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN), yang digelar di halaman pondok, Sabtu (22/10). Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah pengurus Muslimat NU Kota Solo, mahasiswa UNU Solo dan tamu undangan lainnya, antara lain Sekretaris Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Alissa Wahid.

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

Dalam amanatnya, pembina upacara, Mukhlis Suranto, mengungkapkan tugas yang semakin berat, diemban para santri di zaman sekarang.?

“Yang menjadi penekanan pada Hari Santri ini, tugas santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan Islam Aswaja, menangkis paham yang dapat merongrong bangsa, ini merupakan perjuangan yang sangat berat,” tegas Kepala SMA Al-Muayyad itu.

Pada kesempatan itu, Suranto juga memaparkan scara singkat kronologi terjadinya Resolusi Jihad. Dijelaskan bahwa menjelang meletusnya Perang 10 November 1945 di Kota Surabaya, serta peperangan melawan penjajah di daerah-daerah lainnya, Presiden Soekarno mengirim utusan ke Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menanyakan fatwa tentang berjihad demi membela bangsa.

Pertanyaan ini, kemudian dimusyawarahkan Hadratussyaikh bersama ulama lainnya, hingga akhirnya tercetuslah Resolusi Jihad, yang menjadi kobaran semangat para pejuang dalam melawan penjajah. “Resolusi Jihad ini dimotori oleh para ulama dan kiai,” kata Suranto.

Mujahidin Cyber

Upacara Hari Santri di Al-Muayyad juga dimeriahkan dengan pekikan mars lagu “Ayo Mondok” dan “Ya Ahlal Wathon". (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Pahlawan, Bahtsul Masail Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 29 Desember 2017

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PBB PMII) Hery Haryanto Azumi menyatakan keberadaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak akan efektif.

"Lembaga ini tidak akan efektif," kata Hery di sela-sela seminar "Kontroversi Amandemen UUD 45 dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia" yang digelar PMII di Jakarta, Kamis.

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif

Menurut Hery, ada beberapa alasan Wantimpres, yang sembilan orang anggotanya dilantik Presiden Susilo Bambang Yuhoyono, Rabu (11/4), tidak efektif.

Pertama, Presiden Yudhoyono sendiri sudah punya tim yang bertugas memberi masukan padanya sebelum membuat suatu kebijakan. Artinya, bisa jadi keberadaan Wantimpres hanya formalitas.

Kedua, meski pembentukan Wantimpres merupakan amanat UU No 19/2006, namun pengisian personilnya tergantung presiden. Hal itu membuka peluang terjadinya akomodasi kepentingan politik tertentu.

"Saya tidak meragukan kapasitas dan kompetensi orang-orang yang dipilih. Hanya saja, karena ini adalah proses politik, maka anggota Wantimpres mewakili golongan tertentu. Ini hanyalah soal legitimasi," kata Hery.

Mujahidin Cyber

Akibatnya, lanjut Hery, posisi Presiden Yudhoyono bisa makin sulit dan terjepit dengan kepentingan yang dibawa masing-masing kelompok yang diwakili anggota Wantimpres.

Sebenarnya, kata Hery, soal Wantimpres tak perlu diangkat ke permukaan. Jika butuh masukan bisa saja Presiden meminta nasihat kepada elemen masyarakat, seperti ormas, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa. 

Mujahidin Cyber

"Dengan begitu, Presiden benar-benar tahu apa yang masyarakat inginkan, jadi responsif. Tidak seperti sekarang," katanya.

Pada bagian lain Hery menilai penunjukan orang-orang yang duduk di Wantipres lebih didasari pada upaya konsolidasi politik menjelang Pemilu 2009.

"SBY (Presiden Yudhoyono, red) tentu ingin menjabat dua periode. Sebagai orang yang paham komunikasi politik, tentu orang-orang yang dipilih adalah mereka yang punya akses politik," katanya.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Lukman Hakim Saefudin menyatakan, sembilan orang yang telah ditunjuk sebagai anggota Wantimpres harus bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya..

"Jika Wantimpres tidak berhasil maka otomatis presiden juga tidak berhasil," kata Ketua Pimpinan Harian Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PHP PPP) itu. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Pahlawan, IMNU Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid

Makassar, Mujahidin Cyber. Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) menggandeng Pengurus Cabang NU Kota Makassar,  mengadakan Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 Provinsi Sulawesi Selatan, di Aula Masjid Syura, Jl. Sunu 3 Makassar, Senin (4/12).

Pelatihan ini dihadiri oleh beberapa organisasi banom NU dan pemuda remaja masjid mengangkat tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI.

"Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, seperti Ansor, IPNU, IPPNU,  dan Fatayat serta remaja-remaja masjid se Kota Makassar," ungkap Ketua Panitia, Hasnawi Makkatutu saat menyampaikan laporannya.

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid

Ketua PCNU Makassar yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Abd Wahid Thahir, yang membuka acara tersebut dalam sambutannya mengungkapkan, revitalisasi artinya menghidupkan kembali. Menurutnya pemuda saat ini mulai mati dalam menjaga kedaulatan dan memakmurkan NKRI.

"Dengan adanya kegiatan ini merupakan sebuah bentuk keprihatinan terhadap masjid dan remaja masjid serta pemuda sekarang ini yang ada, di mana remaja masjid sekarang ini banyak melakukan kajian-kajian di luar dari konsep Ahlussunnah wal jamaah atau paham paham yang merongrong kedaulatan NKRI," ujarnya.

Acara pembukaan ini ditutup dengan doa oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Makassar, KH Abdul Mutthalib A. (Shaifullah Rusmin/Kendi Setiawan)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kiai, Pahlawan, Makam Mujahidin Cyber

Senin, 18 Desember 2017

PPIM: Siswa dan Mahasiswa Lebih Toleran ke Non-Muslim daripada Sesama Muslim

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pada awal Oktober lalu Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan sebuah survei tentang sikap keberagamaan generasi Z di sekolah dan universitas di Indonesia. Survei ini melibatkan 2181 sampel di 34 provinsi dan 68 kabupaten kota. Sampel tersebut terbagi atas empat kategori: 264 guru, 58 dosen, 1522 siswa, dan 337 mahasiswa. Semua responden dalam survei ini adalah penganut agama Islam.

Survei ini menggunakan dua alat ukur yaitu self report dengan menggunakan computer assisted instruction (CAI) seperti memberikan kuesioner kepada responden dan implicit assosciation test. Untuk mengontrol kualitas hasil survei, maka dilakukan spot check 5 persen sampel. Sementara margin of error survei ini adalah 2,7 persen.  

Direktur PPIM Saiful Umam menjelaskan, yang menjadi fokus survei ini adalah soal intoleransi dan radikalisme di kalangan generasi Z, mereka yang lahir di atas tahun 1995. Di dalam survei ini, intoleransi dibagi menjadi dua kategori: intoleransi internal antar sesama umat Islam dan intoleransi eksternal antara umat Islam dengan non-Islam. 

PPIM: Siswa dan Mahasiswa Lebih Toleran ke Non-Muslim daripada Sesama Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
PPIM: Siswa dan Mahasiswa Lebih Toleran ke Non-Muslim daripada Sesama Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

PPIM: Siswa dan Mahasiswa Lebih Toleran ke Non-Muslim daripada Sesama Muslim

“Masing-masing ada sikap dan opini. Opini adalah persepsi, sedangkan sikap lebih kepada keterlibatan mereka (pada aksi-aksi intoleransi dan radikalisme),” kata Saiful saat memaparkan hasil survei di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (8/11).

Dari hasil survei, Saiful menyebutkan bahwa tingkat toleransi umat Islam terhadap umat agama lainnya lebih tinggi dari pada toleransinya kepada sesama umat Islam yang berbeda paham keagamaan, baik dari segi opini maupun aksi. Ia menduga, tingginya angka intoleransi terhadap sesama umat agama Islam adalah salah satunya karena dimasukannya pertanyaan soal Ahmadiyah dan Syi’ah.

Mujahidin Cyber

Siswa dan mahasiswa yang memiliki opini intoleran internal adalah 51,1 persen dan sikap intoleran internalnya adalah 34,1 persen. Sementara siswa dan mahasiswa yang memiliki opini intoleran eksternal adalah 34,3 persen dan sikap intoleran eksternalnya adalah 17,3 persen.

“Siswa dan mahasiswa lebih toleran kepada penganut agama lain dari pada kelompok yang dipersepsikan berbeda paham keagamannya (meski satu agama Islam). Mereka lebih bisa menerima orang Kristen daripada orang Ahmadiyah, Syiah, atau sempalan lainnya,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Setidaknya, ada empat faktor penting yang menjadikan siswa dan mahasiswa menjadi intoleran yaitu guru, akses internet untuk pengetahuan agama, persepsi tentang kinerja pemerintah, dan persepsi tentang umat Islam sebagai korban. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Pemurnian Aqidah, Meme Islam Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Tasikmalaya,? Mujahidin Cyber. Pada era banjirnya informasi yang masuk dan gerakan radikal yang mulai kelihatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian khusus untuk menjaga tradisi agar masyarakat memiliki pegangan. PCNU Tasikmalaya berupaya untuk menyemarakkan tradisi Aswaja dengan melibatkan pemuda dan remaja setempat.

Ketua Panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Tatang Sunarya mengatakan, gerakan-gerakan ormas yang mencoba menyebarkan paham radikalisme mulai masuk di tengah-tengah warga NU. Mereka sedikit-banyak mengubah segala tradisi dan pemikiran warga. Ini membuat pengurus harian NU Tasikmalaya resah.

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

“Seperti halnya dulu di masjid-masjid kampung itu marhabaan, dibaan, pengajian dan memakmurkan masjid itu gampang dijumpai dan kaum muda menjadi aktornya. Namun susah kita mencari hal-hal seperti itu sekarang,” kata Tatang ketika ditemui Mujahidin Cyber di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmlaya, Senin (26/12).

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalya ini melanjutkan, di era global ini apapun bisa masuk tanpa ada filter seperti isu-isu yang berseliweran di media sosial. Tak sedikit orang koar-koar tak jelas dan termakan isu sehingga membuatnya tak karuan mencaci sana-sini dan membabi buta. Bahkan paham-paham radikal dan sebagainya sangat deras masuk ke tengah masyarakat.

Hal-hal semacam ini terjadi karena tak kuatnya basis keilmuan dan pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mantap. Kelemahan inilah yang membuat mereka mudah terbakar emosi.

Mujahidin Cyber

Karenanya pembinaan-pembinaan itu sangat dibutuhkan. PCNU Tasikmalaya memilih pembinaan itu dalam bentuk syiar terhadap tradisi dan lewat cara yang massif mengikuti cara global sekarang harus dilakukan.

Konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Cipasung, Kamis (29/12) kali ini menitikberatkan pada hal-hal itu. Panitia mengusung tema Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global.?

Mujahidin Cyber

“Tema ini menjadi PR besar buat kami. Dalam persidangan nanti kami berharap ditemukan keputusan-keputusan terbaik untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota santri lahir dan batin,” kata Tatang. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Pahlawan, Nasional Mujahidin Cyber

Sabtu, 02 Desember 2017

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani

Jombang, Mujahidin Cyber. Banyak orang yang tidak mengetahui keberadaan Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama atau LPPNU. Termasuk warga dan pengurus NU sendiri. Upaya memperkenalkan kiprah lembaga ini harus terus dilakukan.

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Pertanian NU Mesti Sering Sapa Petani

Keluhan akan  hal ini disampaikan Ketua Pengurus Wilayah LPPNU Jawa Timur Wazir Wicaksono saat bertemu sejumlah kelompok tani dan perikanan, serta pegiat UMKM di Jombang, Jawa Timur, Rabu (25/3). Kenyataan ini harus menjadi acuan bagi pengurus untuk kerap menyapa masyarakat, khususnya petani.

“Padahal kalau kita membuka sejarah, peran NU dalam membina dan mendampingi petani telah teruji,” katanya. Saat peristiwa Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) tahun 1965, NU telah mendampingi petani dengan Pertanu atau Persatuan Tani Nahdlatul Ulama, lanjutnya.

Mujahidin Cyber

Dengan kiprah dan rentang sejarah yang demikian panjang ini semestinya warga NU sudah bisa memahami kiprah NU dalam mendamping petani. “Namun kalau kemudian sekarang banyak yang mempertanyakan, mungkin hal tersebut terkait intensitas para pengurus LP2NU dalam mendampingi petani,” tandas pria yang kerap disapa Pak Wazir ini.

Mujahidin Cyber

Seiring dengan perkembangan zaman, ada banyak tugas berat yang diemban oleh LPPNU. “Yang kita urusi di samping pertanian, juga perkebunan dan peternakan,” ungkap Pak Wazir. Demikian juga kelautan dan perikanan, hutan dan tata ruang, energi hayati, pembangunan desa hingga lingkungan hidup, lanjutnya.

“Praktis, dengan tugas yang kian besar itu mengharuskan kami untuk bisa menjadi tempat berdiskusi dan dimintai pertimbangan terkait peraturan yang akan digulirkan,” terangnya.

Kendati demikian, tugas utama dari kepengurusan LPPNU di sejumlah tingkatan adalah melakukan pendidikan kepada petani. “Karena zaman telah berubah maka para petani harus selalu diberikan informasi terkait perkembangan pertanian terbaru,” ungkapnya.

Yang terbaru adalah akan diberlakukannya peringatan dini terkait perubahan cuaca di beberapa daerah. “Ini sangat penting agar petani bisa melakukan persiapan bagi komoditas yang akan ditanam,” terangnya. Karena musin yang ada selama ini kurang bersahabat dan kadang di luar prediksi, lanjutnya.

Dengan pantauan satelit yang bisa diakses di sejumlah desa tersebut, maka para petani dapat dengan tepat menanam tanaman yang sesuai dengan musimnya.  “Karena ilmu yang selama ini digunakan untuk memprediksi musim ternyata tidak sesuai dalam kenyataan,” katanya. Hal ini terbukti, ada yang menanam komoditas tertentu lantaran diperkirakan memasuki musim kemarau, namun ternyata masih terjadi hujan. Akibatnya, tanaman gagal panen dan sejenisnya.

“Tugas berat inilah yang diemban pengurus LPPNU di daerah agar keberadaannya semakin dirasakan masyarakat, khususnya petani,” pungkas Pak Wazir. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Pahlawan, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Senin, 27 November 2017

Bersama PMII, Kader NU Ini Salurkan Bantuan Gempa di Gampong Terisolir

Pidie Jaya, Mujahidin Cyber - Selama tiga hari, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banda Aceh bersama Coin Foundation menyebarkan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan beberapa kebutuhan logistik pada korban gempa tepatnya di Gampong Lhok Puuk Kecamatan Panteraja yang sampai sejauh ini masih terisolir dan belum mendapat bantuan secara maksimal.

Coin Foundation adalah lembaga sosial milik kader NU asal Mataram yang bergerak dalam bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan dan lembaga sosial anak.

Bersama PMII, Kader NU Ini Salurkan Bantuan Gempa di Gampong Terisolir (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama PMII, Kader NU Ini Salurkan Bantuan Gempa di Gampong Terisolir (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama PMII, Kader NU Ini Salurkan Bantuan Gempa di Gampong Terisolir

Melalui arahan Ketua PCNU Pidie Jaya, PMII bersama Coin Foundation bergerak menuju lokasi yang memang belum banyak mendapat bantuan seperti lokasi-lokasi yang dekat dengan posko di jalan raya Banda Aceh Medan. Lokasi yang dimaksud adalah Gampong Lhok Puuk.

Mujahidin Cyber

Ketua PMII Banda Aceh Akmaluddin beserta rombongan menuju ke lokasi bersama Direktur Coin Foundation Abdul Aziz, Senin (19/12). Mereka langsung menuju camp pengungsian yang berpusat di pesantren asuhan Tgk Jamaluddin.

"Setelah kemarin, Ahad (18/12) kami memberikan bantuan berupa 300 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak di Gampong Meunasah Cut, Dayah Teumanah dan Gampong Dayah Pangwa. Kemudian kami mendapat arahan dari PCNU Pidie Jaya untuk meninjau langsung keadaan di Gampong Lhok Puuk yang letaknya sangat jauh dari pusat kota," ujarnya.

Dari hasil wawancara dengan Sekdes setempat, di Gampong Lhok Puuk terdiri atas 133 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 560 jiwa, satu masjid dan 33 rumah warga rusak total (tidak termasuk rusak ringan). Tidak ada korban jiwa namun ada 3 warga patah tulang dan 18 orang luka ringan saat kejadian gempa beberapa waktu lalu.

Mujahidin Cyber

Lokasi gampong yang begitu jauh dan pelosok tidak mematahkan semangat Abdul Aziz untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyatakat yang betul-betul membutuhkan. Bahkan ia memutuskan untuk bermalam di tempat pengungsian bersama warga setempat.

"Bantuan ini didedikasikan sebagai pengabdian kami terhadap saudara-saudara yang betul-betul membutuhkan. Dalam konteks masyarakat, tidak hanya pada persoalan hidup yang harus mengais tanpa henti, juga pada persoalan kesejahteraan yang terkadang harus tergadaikan oleh sistem yang tidak diindahkan," kata Aziz yang juga Mabincab PMII Mataram.

Sementara itu, Selasa (20/12) Aziz juga menyempatkan diri datang dan memberikan bantuan logistik pada warga Gampong Muka Blang yang berjarak kurang lebih lima kilometer dari Lhok Puuk.

Bantuan yang dibawa adalah hasil penggalangan dana dari PMII Mataram juga dari persatuan mahasiswa Lombok Barat yang diamanahkan melalui Aziz agar diberikan kepada korban gempa di Pidie Jaya. (Fauzi E/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tokoh, Pahlawan Mujahidin Cyber

Senin, 20 November 2017

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Bogor, Mujahidin Cyber. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Makruf Amin menegaskan bahwa penetapan hari santri penting karena merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap peran ulama dan santri.

“Penetapan hari santri itu berarti ada pengakuan terhadap peran santri, tentu saja peran ulama, di dalam kehidupan berbangs adan bernegara, baik sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan. Itu yang penting,” demikian penegasan KH. Makruf Amin saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Pendidik dan Kependidikan Keagamaan dengan tema “Hari Santri dalam Perspektif Lembaga Keagamaan”, Bogor, Kamis (23/04) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Menurut Kiai Makruf, penanaman rasa cinta tanah air sudah ditanamkan sejak dulu kepada para santri di lingkungan pesantren. Bahkan, lanjut Kiai Makruf, di pesantren dikenal ungkapan hubbul wathan minal Iman. “Intinya cinta Tanah Air itu termasuk dari pada iman. Itu penanaman yang hidup di dalam pesantren,” jelas Kiai Makruf.

Mujahidin Cyber

“Oleh karena itu, para ulama mengajarkan kita untuk mencintai Tanah Air dan merasa memiliki. Kalau orang jawa istilahnya handarbeni negara,” tambahnya.

Kiai Makruf menggarisbawahi bahwa semangat membela tanah air yang diyakini para ulama dan santri bahkan terus dipegang erat ketika Indonesia merdeka. Ini ditunjukan ketika proses pembahasan dasar negara, demi kemaslahatan yang lebih luas, para ulama dan santri mau berkompromi untuk tidak menjadikan negaranya sebagai negara Islam. “Jika ulama ingin negara ini negara Islam, tentu tidak akan terbentuk NKRI,” tegasnya.?

Mujahidin Cyber

Momentum

Disinggung mengenai waktu yang akan ditetapkan sebagai hari santri, Kiai Makruf mengaku tidak mempunyai pilihan tertentu. “Bagi saya tanggal tidak penting, yang penting ada hari santri, perlu ada ittifak,” tegasnya.

Namun demikian, Kiai Makruf mengingatkan para peserta FGD dengan dua momentum besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Momentum yang pertama adalah tahapan perjuangan yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai kebangkitan agama (religious revival).

Menurutnya, perjuangan ulama dan santri di Indonesia ? dalam membebaskan negara dari kolonialisme sudah dilakukan jauh sebelum lahirnya ? Kebangkitan Nasional. ? “Sebelum itu (Kebangkitan Nasional), sudah ada perlawanan-perlawanan terhadap Belanda yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai religious revival atau kebangkitan agama, mulai dari Diponegoro, Imam Bonjol, dan lainnya,” jelasnya.?

“Pemberontakan yang terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, seperti Geger Cilegon itu adalah pemberontakan kaum ulama,” tambahnya.?

Momentum kedua adalah Resolusi Jihad. Menurut Kiai Makruf, Kebangkitan Nasional tidak serta merta muncul, tapi ada prolognya berupa proses kebangkitan ulama. Dari proses itu, lahirlah apa yang kita sebut dengan fatwa jihad yang kemudian menjadi Resolusi Jihad yang memberikan dorongan kepada para santri dan ulama berjuang melawan penjajahan.

“Karena itu saya sependapat perlu ada penetapan hari santri karena adanya gerakan para ulama sampai munculnya kebangkitan nasional dan gerakan mempertahankan pemerintahan,” tegasnya.?

Kiai Makruf menambahkan bahwa semangat para ulama untuk bela Tanah Air dan mengusir penjajah ini terus terpelihara sampai era setelahnya, yaitu revolusi kemerdekaan dan pesantren tetap menjadi basis perlawanan kolonialisme. Menurutnya, santri dan ulama menjadi faktor penting perlawanan penjajahan, baik Belanda maupun Jepang. Mereka mempunyai pengaruh kuat untuk menggerakakan perlawanan.?

“Fatwa ulama menjadi faktor penting tumbuhnya jiwa pantang menyerah para laskar. Dalam kontek inilah fatwa jihad Syekh Hasyim yang kemudian menjadi Resolusi Jihad menjadi faktor penting dalam setiap perlawanan,” tuturnya.

Kiai Makruf membuka ruang pertimbangan untuk penetapan ? hari santri, apakah akan mengambil momentum Resolusi Jihad, atau ditarik ke belakang ketika terjadi kebangkitan awal. “Tentang hari itu tinggal dipilih saja. Ada beberapa momentum: Resolusi Jihad, momentum ketika terjadi gerakan yang oleh Sartono disebut sebagai kebangkitan agama. Semua menggambarkan bahwa itu perjuangan dan pergerakan para ulama dan santri di Indonesia,” tutupnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Hikmah, Aswaja Mujahidin Cyber

Minggu, 19 November 2017

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber. Menyambut dan memperingati Hari Pahlawan 10 November, NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan menggelar acara “Santunan dan Makan Bersama dengan Anak Yatim”. Kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Ahad, 13 November 2016 di Restauran McD Perempatan Duren, Tangerang Selatan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa dan peran para pahlawan dengan semangat berbagi, beramal dan berbahagia bersama anak yatim,” tutur Ketua Panitia Rizky Subagia, saat dihubungi Mujahidin Cyber, Selasa (2/11) malam.

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Rizky menambahkan sasaran peserta kegiatan ini adalah anak yatim berusia di bawah 12 tahun atau mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Rizky menyampaikan, untuk para Donatur yang ingin ikut berbagi kebahagian bersama dalam kegiatan tersebut, Panitia menyediakan Paket Infaq sekaligus undangan menghadiri kegiatan.?

Mujahidin Cyber

“Ada tiga Paket Infaq yang disediakan Panitia. Para Donatur dapat memilih salah satu dari Paket-paket Infaq yang kami sediakan,” lanjut Rizky.

Ada pun Paket Infaq yang dapat dipilih adalah:

Paket Infaq 1 dengan menyumbang senilai Rp. 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah). Dengan mengambil paket ini, donatur dapat mengikuti kegiatan makan bersama dengan anak yatim di lokasi kegiatan.

Paket Infaq 2 senilai Rp. 125. 000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah), yang akan memungkinkan para Donatur makan bersama dengan anak yatim, dan pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis untuk anak yatim.?

Mujahidin Cyber

Paket Infaq 3 senilai Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah). Donatur akan makan bersama dengan anak yatim, pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis, dan pemberian uang santunan.

Sebanyak minimal 100 anak yatim ditargetkan akan terlibat dalam kegiatan ini. Paniti membuka layanan informasi dan pendaftaran Donatur melalui Kantor NU-Care Tangerang Selatan di nomor 081313165757 dan Rizky Subagia di nomor kontak 085730449167. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Syariah, Pahlawan Mujahidin Cyber

Kamis, 16 November 2017

IPPNU Sayangkan Masih Ada Sekolah yang Melarang Jilbab

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) menyayangkan masih adanya sekolah di Indonesia yang melarang siswanya berjilbab. Hal ini menyusul kasus siswi SMAN 2 Denpasar Bali yang mengaku disuruh pindah sekolah gara-gara ingin mengenakan jilbab.

IPPNU Sayangkan Masih Ada Sekolah yang Melarang Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Sayangkan Masih Ada Sekolah yang Melarang Jilbab (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Sayangkan Masih Ada Sekolah yang Melarang Jilbab

Seperti diwartakan, pihak sekolah melarang Anita, seorang siswi SMAN 2 Denpasar, mengenakan jilbab dengan alasan tidak sesuai dengan ketentuan mengenai seragam yang berlaku. Kasus mencuat setelah Anita melaporkan kejadian itu ke sejumlah lembaga advokasi dan bantuan hukum.

Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU Farida Farichah kepada Mujahidin Cyber, Selasa (7/1) mengatakan, berjilbab merupakan hak warga negara karena menyangkut keimanan seseorang. Para kaum terdidik harus memahami Indonesia ini adalah multi agama dimana semua warga negara bebas menjalankan ajaran agama yang diyakininya.

Mujahidin Cyber

“Munculnya pelarangan berjilbab di kalangan kaum pendidik ini harus menjadi perhatian dan harus diwaspadai karena ini akan memberikan dampak panjang pada mindset siswanya yang nantinya akan berpengaruh kepada mindset generasi penerus bangsa,” kata Farida.

Dikatakannya, IPPNU mendukung langkah dan tindakan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim untuk memberikan sanksi terhadap sekolah SMAN 2 Denpasar.

Mujahidin Cyber

“Semoga kasus ini jadi pembelajaran bagi semua sekolah dimanapun diseluruh Indonesia. Pemahaman tentang Indonesia merupakan negara multi agama, multi etnis dan multi budaya ini merupakan kerangka dasar pembentukan karakter kebangsaan. Dan ini harus dipahamkan kepada kaum pendidik dan yang dididik,” kata Farida.

Pihaknya berharap kalangan LSM dan organisasi perempuan yang mau menyuarakan kebebasan berjilbab, seperti halnya mereka menyuarakan dan menuntut kebebasan berekspresi termasuk  kebebasan berpakaian seperti beberapa waktu lalu.

Sementara itu terkait ketentuan penggunaan jilbab di lingkungan kepolisian, IPPNU berharap pihak Polri tidak menunda-nunda ketentuan mengenai jilbab bagi polisi wanita. “Tidak ada alasan yang mendasar bagi Polri untuk menunda keputusan tersebut,” katanya.

“Dukungan kami untuk kebebasan berjilbab bukan karena semata-mata hanya perintah agama tetapi ini salah satu dukungan terbentuknya Indonesia yang demokratis dimana masyarakatnya bisa menjalankan perintah agamanya dan tidak mengganggu kepentingan orang lain,” tambahnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaSantri, Pahlawan, Humor Islam Mujahidin Cyber

Rabu, 08 November 2017

Pelatihan Pelatih Nasional Pagar Nusa Digelar di Yogyakarta

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pelatihan Pelatih Pencak Silat Pagar Nusa Tingkat Nasional diselenggarakan di Yogyakarta mulai Senin (3/3) hari ini. Kegiatan dipusatkan di Gedung Youth Centre Jalan Kebonagung Getas, Kalongan, Tlogohadi Mlati Sleman, yang dibuka secara resmi pukul 09.00 WIB pagi.

Pelatihan Pelatih Nasional Pagar Nusa Digelar di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Pelatih Nasional Pagar Nusa Digelar di Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Pelatih Nasional Pagar Nusa Digelar di Yogyakarta

Pelatihan yang akan berlangsung hingga satu pekan tidak hanya akan diisi dengan latihan pencak silat. Para guru silat juga akan dibekali dengan materi ke-NU-an dan kepemimpinan.

Ketua Umum Pimpinan pagar Nusa Gus Aizuddin Abdurrahman mengatakan, pelatihan pelatih tingkat nasional itu ditujukan untuk memelihara kontinuitas sekaligus regenerasi pelatih pencak silat sebagai tradisi dan prestasi dimulai dari tingkat nasional, hingga wilayah dan cabang.

Mujahidin Cyber

Kegiatan pelatihan pelatih tingkat nasional itu masih merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari Lahir atau Harlah ke-28 Pagar Nusa yang telah dimulai sejak awal Januari 2014 lalu.

Kegiatan lainnya yang telah berlangsung antara lain bedah buku tentang Pangeran Diponegoro bertajuk “Kuasa Ramalan” dan buku “Lasykar Ulama-Santri dan Resolusi Jihad”, Silaturrahim Nasional (Silatnas) Majelis Pendekar dan Halaqah Pagar Nusa, dan acara puncak peringatan Harlah ke-28 Pagar Nusa di Pondok pesantren Walisongo Cibinong, Jawa Barat. (A. Khoirul Anam)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan Mujahidin Cyber

PC IPNU Balikpapan Gelar Istighotsah Jelang UN

Balikpapan, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kota Balikpapan menggelar Istighotsah, zikir dan doa bersama dalam rangka kesiapan ujian nasional Ahad 8/4/2012.

Kegiatan zikir dan doa yang berlangsung di masjid Daruussalam Km 1,5 Kota Balikpapan dipimpin oleh Kiai Ahmad Muhlasin selaku Wakil Rais Syuriyah PC NU Kota Balikapan. Kegiatan ini dihadiri ratusan pelajar dari MAN 1, MTsN 1, MTs Darussalam Kota Balikpapan, dan perwakilan PCNU Kota Balikpapan.

PC IPNU Balikpapan Gelar Istighotsah Jelang UN (Sumber Gambar : Nu Online)
PC IPNU Balikpapan Gelar Istighotsah Jelang UN (Sumber Gambar : Nu Online)

PC IPNU Balikpapan Gelar Istighotsah Jelang UN

Jumiko, Ketua PC IPNU Kota Balikapan dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan istighotsah dan doa bersama adalah usaha mendoakan pelajar SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK se- Kota Balikpapan yang akan menghadapi ujian nasional. UN untuk tingkat SMA/SMK berlangsung tanggal 16 April 2012. Diharapkan kegiatan ini meningkatkan motivasi para pelajar menjelang UN. 

H.Muslih Umar, wakil ketua tanfidziyah PCNU Kota Balikapapan dalam tausiyahnya memberikan motivasi serta amalan untuk para pelajar yang akan menghadapi UN. Sehingga Para pelajar nanti dalam menghadapi UN bisa tenang dan bisa mengerjakan soal UN dengan baik dan benar serta mendapat kelulusan 100%.

Mujahidin Cyber

PC IPNU Kota Balikpapan mengadakan kegiatan tahun ini karena mendapat sokongan moril dari para wali murid, mereka menginginkan anaknya tidak hanya berkutat pada nilai-nilai akademik di sekolah tapi juga mendapatkan nilai-nilai spiritual melalui kegiatan ini. 

 

Mujahidin Cyber

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Pahlawan, Tegal Mujahidin Cyber

Sabtu, 28 Oktober 2017

PMII FISIP UIN Gunung Jati Galang Dana untuk Banjir Bandung

Bandung, Mujahidin Cyber. Rayon PMII Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Sunan Gunung Jati Bandung tergerak untuk menggalang dana bagi korban banjir di wilayah khususnya Bandung Selatan. Mereka mengadakan aksi tanggap bencana banjir yang merendam beberapa kelurahan di kecamatan Bale Endah, kabupaten Bandung.

PMII FISIP UIN Gunung Jati Galang Dana untuk Banjir Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII FISIP UIN Gunung Jati Galang Dana untuk Banjir Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII FISIP UIN Gunung Jati Galang Dana untuk Banjir Bandung

Menurut salah seorang peserta aksi Anggra Nugraha, penggalangan dana untuk korban dinilai penting bagi PMII karena wujud aktualisasi semangat nilai pergerakan PMII.

“Menolong korban bencana merupakan salah satu bentuk aktualisasi NDP tersebut,” kata Anggra, bidang Kaderisasi Rayon PMII FISIP UIN Sunan Gunung Jati kepada Mujahidin Cyber, Kamis (1/1).

Mujahidin Cyber

Sebelumnya, kader-kader PMII FISIP memusatkan penggalangan dana di depan kampus UIN Sunan ? Gunung Jati dan dekat Samsat kota Bandung. Dana yang terkumpul mencapai 1,5 juta rupiah dan beberapa pakaian layak pakai.

Mujahidin Cyber

Dana tersebut lalu dibelanjakan sejumlah logistik yang dibutuhkan para pengungsi, seperti pakaian dalam, pembalut dan popok bayi serta multivitamin. Kemudian logistik-logistik ini diberikan langsung kepada lurah di daerah Baleendah dan Dayeuhkolot.

Bantuan tersebut, Anggra berharap, semoga dapat bermanfaat bagi korban bencana di sebagai bentuk kepedulian PMII terhadap sesama bangsa indonesia.

“Kami minta agar Pemerintah segera melakukan langkah-langkah strategis sehingga tidak terjadi bencana seperti ini lagi,” kata Anggra.

Untuk kader-kader PMII, lanjut Anggra, mereka harus dibimbing melalui pendidikan dan kegiatan yang bersifat formal, non formal maupun informal agar para kader senantiasa melek terhadap realita sosial di sekitarnya.

“Kita harus dorong kader PMII terhadap kegiatan pendidikan, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat sehingga dapat menciptakan kader tidak sekedar doyan mengkritik, tapi dapat juga menjadi problem solver di lingkungannya,” tegas mahasiswa Sosiologi itu.

Banjir kali ini termasuk banjir paling besar dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Biasanya banjir hanya selutut orang dewasa. Tetapi, tahun ini banjir mencapai perut orang dewasa. Bahkan ada yang mencapai ketinggian 3 meter. Sehingga banyak warga yang rumahnya terendam banjir lantas mengungsi. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Sholawat Mujahidin Cyber

Selasa, 17 Oktober 2017

Cara Ketum PBNU Ajak Gerakkan Wakaf Uang NU Mesir

Kairo, Mujahidin Cyber

Di tengah-tengah orasi kebangsaan tentang peran ulama Nusantara di Gedung Fakultas Bahasa Arab Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak ratusan peserta dialog untuk ikut serta dalam gerakan wakaf uang.

Gerakan wakaf uang tersebut diinisiasi Pengurus Cabang Istimewa Mesir Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir untuk memperlancari kegiatan ke-NU-an di sana, termasuk pembangunan sekretariat PCINU Mesir.

Cara Ketum PBNU Ajak Gerakkan Wakaf Uang NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ketum PBNU Ajak Gerakkan Wakaf Uang NU Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ketum PBNU Ajak Gerakkan Wakaf Uang NU Mesir

"Bismillahirrahmanirrahim, gerakan wakaf uang PCI NU Mesir, resmi saya luncurkan," kata Kiai Said dalam sambutannya di hadapan sekitar 750 warga Indonesia di Kairo, Rabu (1/3).

Mujahidin Cyber

Ajakan wakaf uang disambut pertama kali oleh Kiai Said Aqil sendiri. Sembari berdiri, Kiai Said membuka tasnya dan mengambil beberapa lembar mata uang dolar US. "Saya wakaf 1000 US Dolar. Silakan yang lain menyusul," katanya.

Mujahidin Cyber

Disusul kemudian wakaf 1000 US Dolar dari Duta Besar RI untuk Mesir Helmy Fauzi. Kemudian 2000 US Dolar dari Tubagus Mansyur, salah satu pengurus Syuriyah PCINU Mesir. Berikutnya ratusan peserta dialog yang lain ikut serta waqaf.  Dalam waktu singkat di forum tersebut telah terkumpul dana ratusan juta rupiah.

Selain menyaksikan peluncuran gerakan waqaf uang PCINU Mesir, Kiai Said juga melantik pengurus baru Jamiyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (Jatman) PCINU Mesir. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Pahlawan Mujahidin Cyber

Senin, 16 Oktober 2017

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar

Bondowoso, Mujahidin Cyber. Upaya menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap pilar bangsa harus dikenalkan kepada generasi muda. Karena merekalah yang kelak akan meneruskan estafet perjuangan bangsa.

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar

Semangat inilah yang kini tengah ditumbuh kembangkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bondowoso. Mereka secara maraton menyelenggarakan cerdas cermat empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan hari ini di ruangan Sababina Pemkab Bondowoso. Kegiatan diikuti 61 kelompok dari seluruh SMA dan MA.

Salah seorang panitia, Abdul Wasik menandaskan bahwa kegiatan ini dalam upaya memperkenalkan serta menanamkan eksistensi Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita ingin empat pilar kebangsaan itu dipahami dengan baik dan benar,” katanya kepada Mujahidin Cyber (4/3).

Mujahidin Cyber

Keberadaan bangsa Indonesia dengan berbagai kekhasan yang dimiliki hendaknya dapat dipahami oleh seluruh komponen di dalamnya. “Keanekaragaman budaya, bahasa, adat istiadat mestinya dapat dijadikan media untuk memperkaya bangsa ini,” tandasnya. 

IPNU merasa prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan atas nama agama, demikian juga kegagalan para penegak hukum dalam menjaga NKRI. “Yang juga tidak kalah mengkhawatirkan adalah disharmoni antara umat beragama,” ungkapnya.

Mujahidin Cyber

“Generasi muda diharapkan dapat memiliki pemahaman yang komprehensif seputar empat pilar kebangsaan ini,” katanya. Karena tanpa itu, keanekaragaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia bukan menjadi media pemersatu. “Yang terjadi malah bisa sebagai alat disintegrasi bangsa,” lanjutnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara PC IPNU Bondowoso dengan DPR RI.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Pahlawan, Warta Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 September 2017

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal

Majalengka, Mujahidin Cyber. Pondok Pesantren al-Mizan yang tergabung ke dalam Yayasan al-Mizan, Langengsari, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat menyelenggarakan sunatan massal bagi 30 anak dari keluarga tidak mampu dan kaum dhu’afa, Selasa, (27/1) dalam rangka harlah Al-Mizan dan lembaga-lembaganya seperti SMA, SMK, MTs dan pondok pesantren.

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal

Pembina Yayasan al-Mizan Zaenal Muhyidin, S.Ag. mengatakan, kegiatan ini agar al-Mizan lebih mendekatkan diri pada pelayanan masyarakat khususnya akan kebutuhan sunatan.?

“Mahalnya biaya sunatan bagi keluarga tidak mampu menjadi beban tersendiri sehingga kita tergerak untuk membantu kebutuhan mereka,” tuturnya.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, orang tua dari Prasetio Putra Asofa, Ahmad Sahir mengatakan, masyarakat merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini dan berharap al-Mizan selalu bisa berkontribusi melayani masyarakat kecil.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini beban kami menjadi ringan dan semoga amal pengurus al-Mizan serta guru-guru menjadi barokah,” ungkapnya. (Tata Irawan/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Daerah, Pahlawan Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock