Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri

Kediri, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bojonegoro, Selasa (18/2), membantu korban letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bantuan tersebut disalurkan melalui Pengurus Cabang NU (PCNU) Kediri yang membuka posko di Desa Pandantoyo, Kecamatan Gancar, Kabupaten Kediri.?

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri

Ketua PC LPBI NU Bojonegoro Rakhmad Maulana menjelaskan, pihaknya melakukan aksi kemanusiaan di lokasi berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Kelud, tepatnya di daerah Tegalrejo, Babadan, Kediri. Lokasi tersebut dipilih setelah berkoordinasi dengan Ketua PCNU Kabupaten Kediri HM Sulaiman Lubis.

"Para relawan akan melakukan bersih-bersih sisa abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud. Serta akan dilakukan pula pembagian bingkisan. 562 bungkus," sambungnya sembari berharap pemberian bantuan tersebut dapat meringankan beban penderitaan korban bencana alam letusan Gunung Kelud.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Kediri HM Sulaiman Lubis yang menerima langsung bantuan tersebut berterima kasih kepada LPBINU Bojonegoro yang turut peduli terhadap kesulitan masyarakat Kediri.

Mujahidin Cyber

"Saya juga minta doa restunya, mudah-mudahan Kediri diberi kekuatan oleh Allah, agar mampu menyikapi bencana alam dengan bijaksana," harapnya.

Ditambahkan, letusan Gunung Kelud di Kediri ini mengakibatkan sekitar sekitar 65 ribu warga Kediri menjadi korban, seitar 37 ribu di antaranya adalah Nahdliyin. Mereka tersebar di beberapa lokasi yang jaraknya berdekatan dengan gunung. Setelah terjadi letusan Jumat (14/2) malam, Sabtu berikutnya PCNU mendirikan posko peduli bencana.

"Posko ini didirikan Sabtu hingga selesai dinyatakan Kelud aman," jelas Sulaiman.

Menurut Sulaiman, masyarakat masih membutuhkan sembako, susu anak-anak, pembalut wanita dan lainnya. Bantuan dari LPBINU Bojonegoro langsung didistribusikan ke masyararakat setempat.

Informasi yang didapat Mujahidin Cyber di lapangan menyebutkan, Gunung Kelud sudah mengalami letusan sebanyak tujuh kali ini, di antaranya pada tahun 1586, 1901, 1919, 1951, 1966, 1999 dan 2014 sekarang ini. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Kyai, Humor Islam Mujahidin Cyber

Selasa, 13 Februari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Mujahidin Cyber dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Mujahidin Cyber

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Mujahidin Cyber

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Kyai Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak

Blitar, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar mengeluarkan instruksi agar seluruh pengurus harian NU, lembaga dan badan otonom (banom) NU untuk mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang akan diselenggarakan pada akhir Agustus 2016 mendatang di Blitar.

“Kita intruksikan semua pengurus dan banom untuk mengikutinya. Masing-masing banom harus mengirim minimal tiga orang,” ujar Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat (Gus Dain) kepada Mujahidin Cyber, Kamis (11/8) pagi.

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak

Menurut Gus Dain, PKPNU ini merupakan langkah konkret bagi NU untuk mencetak kader-kader NU yang berkualitas dan mampu untuk memahami tatakelola organisasi dengan baik dan benar sebagai modal untuk mengembangkan NU agar menjadi organisasi yang berdaya guna.

Mujahidin Cyber

“Selain itu juga sebagai upaya mengader para calon pimpinan NU melalui kegiatan yang terarah dan terukur supaya bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan NU ke depan. Karena kemajuan NU ke depan juga berada di tangan para pengurus dan kader-kader muda NU,” terangnya.

Pendidikan ini diadakan dalam rangka memberikan bekal dan wawasan khazanah keilmuan yang luas. “Dari pelatihan ini. Harapannya kader NU mampu melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan yang dilanggengkan oleh para masyayikh pendiri NU. Terlebih belakangan ini banyak bermunculan ajaran atau kelompok radikal yang mencoba menyerang ajaran-ajaran NU yang dianggap menghalang-halangi langkah dan gerakan ajarannya.”

Tujuan lainnya untuk memberikan wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlus sunah wal Jamaah (Aswaja), keorganisasian, wawasan global, spiritual, serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme, fundamentalisme, tambahnya.

Mujahidin Cyber

Kaderisasi adalah salah satu hal terpenting dalam proses pengembangan organisasi. Tanpa kaderisasi, organisasi bertumbuh dengan sendirinya tanpa adanya kepahaman yang sama tentang visi dan misi organisasi di antara para kader.

"Fungsi dari jamiyyah (organisasi) NU yang terpenting adalah melindungi jamaahnya. Bila jamiyyah tak mampu melindungi kesatuan dan cita-cita jamaahnya, maka organisasi telah kehilangan arti pentingnya," terangnya.

Untuk itu semua pengurus dan badan otonom cabang kita wajibkan untuk ikut dalam pendidikan ini supaya ada pemahaman yang tentang  visi dan misi organisasi, tegasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Ubudiyah, Pesantren Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

KH Idris Marzuki Wafat

?Jakarta, Mujahidin Cyber. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita duka datang lagi dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pengasuh Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Idris Marzuki meninggal dunia.

KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Idris Marzuki Wafat

Kiai Idris Marzuki kembali ke Rahmatullah pada sekitar pukul 09.45 WIB di Rumah Sakit Graha Amarta Surabaya selama beberapa hari.

Sementara itu dihubungi Mujahidin Cyber, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang juga alumni Pesantren Lirboyo sedang dalam perjalanan bertakziyah ke Kediri, Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Allahummaghfirahu warhamhu waafihi wafu anhu. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Kiai, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Jumat, 05 Januari 2018

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Surabaya, Mujahidin Cyber. Menjadi pegiat organisasi di Nahdlatul Ulama hendaknya diniati untuk berkhidmat demi meninggikan panji dan kalimat Allah SWT, bukan untuk memperoleh kedudukan apalagi keuntungan materi. Hal inilah yang membedakan dengan para aktivis di organisasi lain.

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

"Saat aktif di NU, jangan sekali-kali memiliki motivasi merebut jabatan, apalagi untuk mendapatkan keuntungan materi," kata Nyai Hj Nur Zainab Nur, Ahad (24/7). Pesan ini disampaikannya saat acara halal bi halal dan silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Puteri Pelajar Nahdlatul Ulama lintas generasi di aula PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah ? Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jatim yang tetap semangat meskipun hadir dengan menggunakan kursi roda tersebut mengingatkan para aktifis kekinian untuk bisa belajar ketulusan kepada para pendahulu. "Untuk dapat melakukan konsolidasi, dulu kami harus rela numpang truk karena kendaraan memang terbatas dan tidak memiliki ongkos yang cukup," terangnya.

Demikian pula untuk memantau perkembangan organisasi, undangan rapat sering dititipkan lewat secarik kertas untuk dapat memastikan akan melaksanakan koordinasi di waktu dan tempat yang ? telah ditentukan. "Kami sangat menghargai kesempatan bertemu," kenangnya.

Mujahidin Cyber

Meskipun sebagai pelajar perempuan, para pegiat IPPNU kala itu tidak ingin dipandang sebelah mata oleh kalangan Ikatan Pelajar NU atau IPNU. "Saat akan ada rapat bersama IPNU, kami melakukan rapat sebelumnya untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus membagi siapa yang akan menjadi juru bicara," katanya disambut aplaus hadirin.

Nyai Hj Nur Zainab Nur kemudian menceritakan bagaimana para pelajar perempuan NU kala itu harus mendatangi para pengusaha dan kantor pemerintah untuk mendapatkan dana ketika hendak menyelenggarakan kegiatan. "Satu demi satu kami datangi," kata perempuan yang kini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Di akhir paparannya, kembali mantan Ketua PW Muslimat NU Jatim ini mengingatkan para aktifis IPNU dan IPPNU era kekinian untuk menjaga ketulusan niat dan juga kekompakan. "Jaga terus niat kalian dan tetap kompak," pungkasnya.

Mujahidin Cyber

Sejumlah ketua dan aktifis PW IPNU dan IPPNU Jatim dari berbagai angkatan hadir pada kegiatan tersebut. Bahkan mantan Ketua Umum PP IPNU, H Abdullah Azwar Anas turut hadir dan memberikan sambutan. Bupati Banyuwangi dua periode tersebut juga mengundang seluruh hadirin untuk bergabung pada acara halal bihalal yang diselenggarakan Majelis Alumni IPNU tingkat nasional, 28 Juli mendatang. Kegiatan akan dilaksanakan di Banyuwangi sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi wisata kebanggaan kota paling timur di Jatim tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai Mujahidin Cyber

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba

Sidoarjo, Mujahidin Cyber. Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2015, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo meminta dukungan kepada pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan peredaran narkoba. Pihak pimpinan PMII setempat menganggap di beberapa titik di Sidoarjo masih merupakan kawasan rawan narkoba.

Ketua PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa menegaskan, melalui momentum peringatan HANI yang jatuh setiap 26 Juni, PMII berharap supaya daerah rawan itu mendapatkan penanganan secara serius.

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba

"Bahwasanya Sidoarjo masih sangat rawan akan peredaran gelap narkoba. Seperti di kecamatan Tarik, Taman, dan Krian merupakan daerah rawan yang perlu penanganan secara serius oleh pihak terkait," ungkap Gigin, Jumat (26/6).

Mujahidin Cyber

Selain itu, lanjut Gigin, gerakan bersama untuk melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dalam menyadarkan masyarakat, dan harus didukung oleh pemerintah.

Mujahidin Cyber

"Kami berharap, tahun 2015 ini, di Sidoarjo penggunanya semakin berkurang dan yang sudah terlanjur menggunakan narkoba supaya segera direhabilitasi. Pengguna narkoba itu lebih baik direhabilitasi daripada dipenjarakan," tegas Gigin.

Selain meminta dukungan pihak terkait, pimpinan PMII Sidoarjo juga membalut peringatan hari anti narkoba internasional dengan bagi-bagi takjil kepada para pengendara di jalan A Yani, sebelah timur alun-alun Sidoarjo. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Kyai Mujahidin Cyber

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul

Seoul, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj didaulat menjadi pembicara utama dalam konferensi internasional para pemimpin agama di Kota Seoul, Korea Selatan, Sabtu (17/9) atau yang disebut Internatioanl Religious Leaders Conference untuk memperingati 2 tahun Commemoration of WARP Summit.

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul

Keterangan ini diperoleh dari Staf Ahli Ketum PBNU Muhammad Nabil Haroen dalam akun twitter pribadinya @nabil_haroen. Dia ikut mendampingi Kiai Said dalam lawatan international yang diantaranya membahas perdamaian dunia melalui peran para tokoh agama.

Dalam cuitannya itu, pria yang kerap disapa Nabil ini mengunggah 3 buah foto yang diantaranya memperlihatkan Kiai Said sedang menyampaikan pidato di atas podium dan di hadapan para pemimpin agama se-dunia.?

Foto-foto lainnya memperlihatkan para pembicara utama lainnya selain Ketum PBNU diantaranya Martin de Jesus Barahona Pascacios (El-Salvador) dia adalah Archbishop Emeritus of the El Salvador Anglican Church, Dr Itthapana Dhamalankara Thero (Sri Lanka), ia merupakan Mahanayaka of the Kotte Sri Kalyani Samagridharma Maha Sanga Sabha, dan Nikhil Chandra Narayanbhai Trivedi (USA), saat ini dia menjabat sebagai High Priest of the International Society for Krishna Consciousness (SKCON), Brooklyn.?

Dari para pembicara utama tersebut, masing-masing menyampaikan tema tersendiri terkait peran para pemimpin agama, HAM international, kemanusiaan, perdamaian dunia, radikalisme global, dan lain-lain. Kiai Said sendiri menyampaikan pidato bertema: Religious Leader’s Solidarity in Truth, The World Peace and Cessation of War.?

Mujahidin Cyber

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga perdamaian dunia HWPL, International Women’s Peace Group (IWPG), International Youth Peace Gruop (IPYG), dan didukung oleh Seoul Metropolitan Goverment. (Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Kyai, RMI NU Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock