Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus

Jombang, Mujahidin Cyber. Tantangan yang dihadapi generasi muda kian keras dan mengkhawatirkan. Diperlukan persiapan ekstra sebelum mereka berkiprah di masyarakat atau berbaur dengan komunitas baru.

KH Zaimuddin As’ad Wijaya SU, Sabtu (27/7) kemarin mengingatkan sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri Darul Ulum (MAN DU) Rejoso Peterongan Jombang bahwa generasi muda menghadapi tantangan yang tidak ringan, khususnya dalam hal akidah.

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus

Saat memastikan diri untuk melanjutkan studi ke sejumlah kampus di kota-kota terkenal, maka yang akan dihadapi adalah banyaknya ideologi Islam transnasional.?

Mujahidin Cyber

Salah seorang Majlis Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) ini mengingatkan bahwa di sejumlah kampus ternama itu sudah jamak ditemukan aliran yang akan mengenalkan Islam secara puritan.?

“Mereka akan mempersoalkan amaliah yang sebelumnya telah terbiasa dilakukan di lingkungan pesantren dan sekolah,” katanya saat membuka kegiatan Nuzulul Qu’an di Islamic Center PPDU.?

Mujahidin Cyber

Gus Zu’em, sapaan akrabnya juga mengingatkan bahwa tidak sedikit kalangan yang akan “meminang” mahasiswa baru menjadi pengantin dan diajak untuk melakukan tinbdakan terorisme dengan pendekatan agama.

“Karena itulah pemahaman keislaman ala aswaja hendaknya menjadi pengetahuan dasar bagi para siswa khususnya alumnus pesantren Darul Ulum,” ungkapnya pada acara yang dihadiri para guru, karyawan dan siswa-siswi MAN DU ini.

Ustadz Yusuf Suharto sebagai narasumber pertama memberikan gambaran sekilas tentang sejarah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja). Alumnus Ma’had Ali ini menandaskan bahwa pilihan untuk berada di barisan Aswaja adalah tepat karena telah sesuai dengan pendapat mayoritas ulama yang bisa dipertanggungjawabkan integritasnya.

“Aswaja lebih menekankan kepada akidah dengan melakukan kritik terhadap aliran qadariyah dan jabariyah yang cenderung berseberangan,” tandas Direktur Aswaja Center PCNU Jombang ini.

Namun ketika Aswaja dibawa ke Indonesia, telah melakukan sejumlah modivikasi dengan memperhatikan dan menghargai kearifan lokal berupa budaya dan hal lain yang telah melekat di bumi Nusantara.?

Narasumber kedua, Ustadz Sholihuddin tidak menampik kalau klaim yang disandarkan kepada amaliyah NU dengan tahayyul bid’ah dan churafat atau TBC. Sehingga tidak sedikit yang mengajak warga NU termasuk para mahasiswa dan kalangan terpelajar untuk “kembali kepada al-Qur’an”.

Terhadap hal ini, Ketua PC Lembaga Ta’lif wan Nashr (LTN) NU Jombang ini justru mengharapkan para siswa MAN DU untuk meladeni tantangan tersebut. Dengan sedikit berseloroh, Gus Sholihuddin mengatakan bahwa “Yang dimaksud dengan kembali kepada al-Qur’an itu adalah kembali kepada terjemahan al-Qur’an,” tandasnya.

Sebenarnya kalau mau melakukan klarifikasi maupun debat dengan kelompok ini sangatlah mudah. “Mereka tidak memiliki kapasitas untuk mendalami al-Qur’an secara benar dan pandangannya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Bedah buku “Landasan Amaliah NU” ini merupakan rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an yang sebelumnya diisi khatmil Qur’an dan dilanjutkan buka puasa bersama.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Pendidikan Mujahidin Cyber

Sabtu, 17 Februari 2018

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri

Kediri, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bojonegoro, Selasa (18/2), membantu korban letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bantuan tersebut disalurkan melalui Pengurus Cabang NU (PCNU) Kediri yang membuka posko di Desa Pandantoyo, Kecamatan Gancar, Kabupaten Kediri.?

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri

Ketua PC LPBI NU Bojonegoro Rakhmad Maulana menjelaskan, pihaknya melakukan aksi kemanusiaan di lokasi berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Kelud, tepatnya di daerah Tegalrejo, Babadan, Kediri. Lokasi tersebut dipilih setelah berkoordinasi dengan Ketua PCNU Kabupaten Kediri HM Sulaiman Lubis.

"Para relawan akan melakukan bersih-bersih sisa abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud. Serta akan dilakukan pula pembagian bingkisan. 562 bungkus," sambungnya sembari berharap pemberian bantuan tersebut dapat meringankan beban penderitaan korban bencana alam letusan Gunung Kelud.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Kediri HM Sulaiman Lubis yang menerima langsung bantuan tersebut berterima kasih kepada LPBINU Bojonegoro yang turut peduli terhadap kesulitan masyarakat Kediri.

Mujahidin Cyber

"Saya juga minta doa restunya, mudah-mudahan Kediri diberi kekuatan oleh Allah, agar mampu menyikapi bencana alam dengan bijaksana," harapnya.

Ditambahkan, letusan Gunung Kelud di Kediri ini mengakibatkan sekitar sekitar 65 ribu warga Kediri menjadi korban, seitar 37 ribu di antaranya adalah Nahdliyin. Mereka tersebar di beberapa lokasi yang jaraknya berdekatan dengan gunung. Setelah terjadi letusan Jumat (14/2) malam, Sabtu berikutnya PCNU mendirikan posko peduli bencana.

"Posko ini didirikan Sabtu hingga selesai dinyatakan Kelud aman," jelas Sulaiman.

Menurut Sulaiman, masyarakat masih membutuhkan sembako, susu anak-anak, pembalut wanita dan lainnya. Bantuan dari LPBINU Bojonegoro langsung didistribusikan ke masyararakat setempat.

Informasi yang didapat Mujahidin Cyber di lapangan menyebutkan, Gunung Kelud sudah mengalami letusan sebanyak tujuh kali ini, di antaranya pada tahun 1586, 1901, 1919, 1951, 1966, 1999 dan 2014 sekarang ini. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Kyai, Humor Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengungkapkan wafatnya Rais ‘Aam KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan kehilangan besar bagi Nahdliyin. Mbah Sahal, demikian Kiai Sahal disapa di kesehariannya, dinilai sebagai sosok orang tua, guru, sekaligus panutan yang selalu bisa mengayomi.

?

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan

“Nahdlatul Ulama dan seluruh keluarga besarnya, Nahdliyin, baru saja kehilangan orang tua, guru, dan juga panutan,” kata Kiai Said di Jakarta, Jumat (24/1/2014).

? Dalam kenangannya, Kiai Said sudah melihat begitu alimnya seorang Mbah Sahal dari karyanya, yaitu kitab Ushul Fiqh Thoriqotul Husul. Secara pribadi Kiai Said mengenal Mbah Sahal sebagai seorang ulama yang teguh dalam memegang pendirian.

Mujahidin Cyber

? “Sejak zaman Orde Baru sampai sekarang. Sejak eranya Gus Dur, Pak Hasyim, dan dengan saya, Beliau adalah Rais ‘Aam yang teguh memegang pendirian. Prinsipnya tidak pernah berubah, sekali bilang khitah ya tetap khitah. Beliau tidak takut dicerca dan dikritik, lurus, dan tidak sombong ketika dipuji,” kenang Kiai Said.

Mujahidin Cyber

? Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam keseharian berduet dengan Mbah Sahal sejak tahun 2010 yang merupakan hasil Muktamar ke-32 di Makasar, merasa senang karena di setiap agenda rapat dapat menjalankan tugas kepemimpinan secara bersama-sama.?

“Alhamdulillah, di era saya ini Mbah Sahal bisa selalu hadir setiap ada rapat. Itu yang tidak terjadi sebelumnya,” ujarnya.

?

Menegaskan kembali instruksi yang sudah dikeluarkan PBNU, Kang Said meminda seluruh Nahdliyin untuk melaksanakan salat ghaib dan membaca doa serta tahlil, sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Sahal.

?

“Insya Allah Mbah Sahal mendapatkan tempat terbaik,” tutup Kang Said.?

Rais ‘Aam PBNU KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh, meninggal dunia pada Jumat (24/1) dinihari sekitar pukul 01.15 WIB. Jenazah Kiai yang juga menjabat Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut dimakamkan pukul 09.25 WIB pagi tadi di kompleks pemakaman Syeikh Ahmad al-Mutamakkin, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Halaqoh, Kajian Mujahidin Cyber

Rabu, 07 Februari 2018

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan!

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf mengatakan, organisasi-organisasi di bawah NU herus berpegang teguh pada keislaman dan keindonesian. Sangat tepat, dalam Harlah ke-63, Fatayat NU mengambil tema “Meneguhkan karakter keislaman dan keindonesiaan”.

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan! (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan! (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan!

Hal itu diungkapkan Slamet pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-63 Fatayat NU di gedung Langen Palikrama, Pegadaian, Jakarta Pusat, Rabu, (24/4).

Kata Slamet, keislaman dan keindonesiaan harus menjelma dalam pemikiran, pandangan, dan perrbuatan sehari-hari Fatayat NU, “Organisasi di bawah NU tak boleh mengabaikan kondisi bangsa, kondisi umat Islam,” katanya.

Mujahidin Cyber

Slamet juga mengatakan, bangsa ini tengah terjadi “pertarungan” antara pemikiran leberal dan fundamental. Kekuatan keduanya mempengaruhi persoalan-persoalan kebijakan negara dan perundang-undangan. Juga masuk ke dalam tradisi-tradisi dalam masyarakat, “NU, selalu berada di jalan tengah. Tidak liberal dan fundamental,” tegasnya.

Slamet berpesan, dalam konteks keindonesiaan, kader Fatayat NU harus waspada kepada pemikiran yang mengabaikan peran-peran umat Islam yang turut mendirikan bangsa ini. Juga organisasi yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar negara.

Mujahidin Cyber

Sekarang ada organisasi yang menganggap Indonesia hanya alamat, karena negara bangsa itu tidak. Demokrasi dianggap barang haram. Mereka berpandangan bahwa negara-negara Islam harus tergabung dalam kekhalifahan.

Tapi, sambung Slamet, bagi NU, Indonesia bukan sekadar alamat, “Indonesia adalah negara yang digayuh para ulama. Indonesia adalah prinsip-prinsip, termasuk di dalamnya Pancasila,” jelasnya.    

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Syariah Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

Depok,Mujahidin Cyber. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa merangkul para Ulama untuk mensosialisasikan program pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Terlebih lagi, pengurangan tersebut telah menimbulkan goncangan dan dampak bagi warga miskin. 

Menurutnya, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) diyakini menjadi penguat atas keberlanjutan mencapai kebutuhan dasar, seperti sekolah, ekonomi rumah tangga, serta layanan kesehatan. Terlebih lagi, di kalangan para Ulama biasa bersentuhan dan mengelola diniyah atau madrasah. Untuk itu, mereka bisa merespon dan memberikan data siswa di madrasah yang mungkin di lingkungannya tidak terdaftar formal dalam  pendidikan atau di bawah umur 18 tahun.  

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

"Tentunya, bisa  diintegrasikan melalui Kementerian Agama. Harapannya, supaya dapat Kartu Indonesia  Pintar supaya dapat dana operasional dan agar  dapat dana tunjangan fungsional. Kategori itu kan sudah ada di Mendibud dan Menag. Kita dari Kemensos hanya  approfal jumlahnya. Tapi, pendataannya di Dikbud dan Depag.  Kalau yayasan  langsung ke Kementerian Sosial atau mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial tingkat 2,"ujarnya dalam  Rapat Kerja Nasional Jamiyyatul Qurro wal Huffazh Nahdlatul Ulama dan Peresmian Gedung Al-Quran Centre, Al-Hikam, Beji.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, pada  tahun 2015  alokasi untuk  KIP sebesar 16,5 juta. Dengan jumlah tersebut, dia mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta anggaran agar dinaikkan menjadi 20 juta dengan asumsi cakupannya diperluas. Padahal, tahun 2014 sebanyak 11,5 juta dan tak terserap sebesar 4,5 juta.  

Mujahidin Cyber

"Ini PR kita bagaimana agar bisa dipercepat. Saya mencontohkan, Menkumham saja  minta  untuk 160 ribu  narapidana agar mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan dapat 30 ribu.  Kalau dulu semuanya berbasis rumah tangga. Sekarang cakupannya luas  sampai anak drop out dan anak terlantar,"paparnya.

Mimpi Khofifah

Dirinya berimpi saat berada  di tim transisi, agar pendidikan Diniyah, Madrasah dan ustad bisa menjadi target. Terlebih lagi, peran dan posisinya sangat strategis. Yaitu mewujudkan Islam  Rahmatan lil Alamin (Islam rahmat bagi alam semesta).  

"Perannya agar bisa dirasakan sampai ke  Asia. Mestinya  ini kita tangkap dalam mewujudkan peradaban keemasan Islam Rahmatan lil Alami di Asia. Kalau teror bom, kan bukan dari  Islam. Sebagai catatan peradaban Islam tampak di Pesantren yang  menghadirkan Islam penuh damai," paparnya.

Dalam acara tersebut, selain para alim ulama juga  tampak hadir Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin juga menjadi narasumber. (aan humaidi/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Ubudiyah, Halaqoh Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang menjadi rujukan para ahli hadis maupun lembaga pendidikan Islam di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari merupakan jalur pertama dari sanad kitab hadis masyhur tersebut.

? ?

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Berikut ini sanad Kitab Shahih Bukhari, dari KH Hasyim Asy’ari melalui jalur Syaikh Mahfud Termas sampai kepada penulis hadits, yakni Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari yang terdiri dari jalur pertama dan kedua:

Jalur pertama:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfud Termas.?

Mujahidin Cyber

3. Dari Syaikh Muhammad Abu Bakar Syatha Al-Makki.?

4. Dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

5. Dari Syaikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi

6. Dari Syaikh Muhammad bin Ali As-Syinwani

Mujahidin Cyber

7. Dari Syaikh Isa bin Ahmad Al-Barawi

8. Dari Syaikh Muhammad Ad-Dafri

9. Dari Syaikh Salim bin Abdillah Al-Bashri

10. Dari ayahnya: Abdillah bin Salim Al-Bashri

11. Dari Syaikh Muhammad bin Alaudin Al-Babili

12. Dari Syaikh Salim bin Muhammad As-Sanhuri

13. Dari Najm Muhammad bin Ahmad Al-Ghaytho

14. Dari Syaikh Al-Islam Zakariya bin Muhammad Al-Anshari

15. Dari Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani

16. Dari Ibrahim bin Ahmad At-Tanukhi

17. Dari Abil Abbas Ahmad bin Thalib Al-Hajar

18. Dari Husain bin Mubarak Az-Zabidi Al-Hambali

19. Dari Abil Waqt Abdil Awwal bin Isa As-Sijzi

20. Dari Abil Hasan Abdul Rahman bin Mudzaffar bin Dawud Ad-Dawudi

21. Dari Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad As-Srakhsi

22. Dari Abi Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar Al-Firabri

23. Dari Penyusunnya (orang yang menghimpun hadits), yakni: Al-Imam Al-Hafid Al-Hujjah Abi Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim Al-Bukhari

Jalur kedua:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfudz Termas

3. Dari Sayyid Husain Al-Habsyi

4. Dari Ayahnya Muhammad Husain Al-Habsyi

5. Dari Umar bin Abdul Karim Al-Attar

6. Dari Sayyid Ali bin Abdil Bar Al-Wina’i

7. Dari Abdil Qadir bin Ahmad bin Muhammad Al-Andalusi

8. Dari Muhammad bin Abdillah Al-Idirsi

9. Dari Al-Quthb Muhammad bin Alauddin An-Nahruwali

10. Dari ayahnya

11. Dari Abil Futuh Ahmad bin Abdillah At-Thawusi

12. Dari Baba Yusuf Al-Hirawi

13. Dari Muhammad bin Syadzikhat Al-Farghani

14. Dai Abi Luqman Yahya bin Ammar Al-Khuttalani

15. Dari Muhammad bin Yusuf Al-Farbary

16. Dari Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari

Demikianlah sanad Kitab Shahih sampai KH Hasyim Asy’ari. Dari KH Hasyim Asy’ari inilah kebanyakan para ulama Indonesia setelahnya menimba ilmu.

Sumber:

Kitab Kifayatul Mustafid li Ma Ala minal Asanid, Karya Syaikh Mahfud Termas.

(Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Kamis, 25 Januari 2018

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber - Rabu, jam tiga sore Perpustakaan PBNU tampak lengang. Tampak dua pengunjung yang sedang membaca, Kepala Perpustakaan H Syatiri, dan pegawai yang sedang berkutat dengan kerjanya. Berbagai buku, dokumen-dokumen NU dan banom-banomnya memenuhi rak-rak buku yang berjajar, foto tokoh-tokoh NU terpasang ditembok dengan gagah.

Pelayanannya sangat ramah, pegawai perpustakaan yang dipimpin H Syatiri akan dengan senang hati membantu para pengunjung yang membutuhkan bahan-bahan tentang ke-NUan.

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

H Syatiri saat ditemui di ruangan yang dikelolanya, Rabu (8/2) mengatakan bahwa pengunjung yang datang ke perpustakaan adalah orang yang betul-betul mencari informasi tentang ke-Nuan di antaranya: peneliti, mahasiswa, dan ada wartawan. Karena menurutnya, sumber rujukan informasi tentang ke-Nuan yang cukup memadai dapat ditemukan di perpustakaan PBNU.

Sejak perpustakaan pindah secara fisik dari Kantor Lakpesdam NU di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 2006, kini perkembangan koleksi perpustakaan sangat pesat. Dari 2500 koleksi tahun 2006, koleksi berkembang menjadi 9000 koleksi pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 ini meningkat lagi mencapai 12000 koleksi.

Mujahidin Cyber

Tapi peningkatan dan pengembangan Perpustakaan PBNU tidak berjalan mulus, karena persoalan terus menghampiri. Sebagaimana persoalan pendanaan yang diutarakannya.

Menurutnya, saat perpustakaan dikelola Lakpesdam, pendanaannya berasal dari Asia Foundation, tapi di tengah jalan bantuan untuk program pengembangan perpustakaan tersebut terhenti.

Mujahidin Cyber

“Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Sejak pemutusan bantuan tersebut otomatis perpustakaan yang dikelolanya terkena dampak, tidak ada lagi biaya operasional.

“Sekarang belum bisa membeli buku baru secara rutin. Padahal buku-buku tentang ke-NUan, karya tokoh-tokoh banyak terbit setiap bulan,” imbuhnya.

Tapi H Syatiri tidak kehilangan akal demi berkembangnya Perpustakaan PBNU. Ia berinisiatif dengan cara memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti menghadiri Kongres Muslimat November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan pameran NU Expo di Surabaya Desember 2016.

Tidak berhenti di pameran dan acara-acara seremonial, ia juga menjalin hubungan secara personal dengan para penulis, penerbit, dan pengamat untuk terus mengembangkan perpustakaan PBNU.

“Banyak yang men-support, banyak yang membantu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih punya obsesi mengembangkan perpustakaan untuk dijadikan pilot project. Hal tersebut supaya bisa dikembangkan di perpustakaan wilayah, dan cabang NU. Perpustakaan masing-masing daerah nantinya memiliki khazanah ke-Nuan daerahnya, karya-karya ulama daerahnya, dan juga sejarah NU daerahnya.

“Itu yang masih sangat minim sekali, dan yang harus digarap NU di daerah-daerah,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Hikmah, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock