Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern

Jakarta, Mujahidin Cyber

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia menggelar stadium generale atau kuliah umum, Jumat (26/2/2016) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, kedua perguruan tinggi NU ini juga menggelar diskusi dengan membahas persoalan sufisme modern.

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertajuk ‘Sufism in the Modern World’ Direktur Pascasarjana Islam Nusantara H Mastuki Hs, dari Sadra Institute, Abdul Aziz Abbaci yang juga intelektual asal Aljazair, dan Direktur PT Mizan Publika Haidar Bagir. Adapun moderatornya yaitu Ajat Sudrajat.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan bedah buku berjudul ‘Pergulatan Islam di Dunia Kontemporer’. Buku yang ditulis oleh Carl W Ernst setelah Peristiwa 11 September itu merupakan pengantar ringkas kepada Islam dan peradaban muslim bagi publik luas, berbasis pada semangat ilmiah, mengangkat isu-isu kunci tentang doktrin dan peradaban Islam sejak kelahiran hingga perkembangan mutahirnya.

Mastuki Hs sekilas menerangkan tentang diskursus tasawuf di Nusantara sejak abad 15 (zaman Wali Songo) berlanjut munculnya ulama-ulama kesohor dari ranah Melayu seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Nuruddin Ar-Raniry, Abdurrauf Singkil, dan lain-lain beserta pemikiran tasawuf yang mewarnai sejarah mereka.?

Mastuki juga memaparkan tengang neo-sufisme dan ‘urban sufism”. ? Sementara itu, Haidar Bagir menyampaikan tasawuf sangat relevan dengan zaman sekarang, di mana kehidupan manusia yang semakin materilistis dan hedonis. Hal ini juga diamini oleh narasumber ketiga Abdul Aziz Abacci yang berusaha menerangkan hasil penelitian tentang Wahdatul Wujud.

Mujahidin Cyber

Seminar dihadiri oleh Ketua PP ISNU Ali Masykur Musa, Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi, Ketua PBNU H M Sulton Fatoni, pengurus bidang penjaminan mutu LPTNU Mansur Maksum, Wakil Rektor UNU Indonesi, Ketua I Bidang Akademik STAINU Jakarta Imam Bukhori, dan para mahsiswa yang memadati aula lantai 8 Gedung PBNU Jakarta.

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan ini, STAINU Jakarta dan UNU Indonesia juga meresmikan Pusat kajian Islam Nusantara yang akan menjadi corong akademis tentang khazanah Islam Nusantara.

Secara khusus, Haidar Bagir sebagai Direktur Mizan mengatakan bahwa di masa yang kana depan mendatang, sangat mungkin dilakukan kerja sama penerbitan buku-buku karangan intelektual Nahdlatul Ulama dan lembaga-lembaga yang bernaung di bawahnya. Tujuannya agar pemikiran-pemikiran intelektual NU dapat dibaca kalangan luas, tidak hanya dalam bentuk disertasi-disertasi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Maret 2018

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan, seorang pemimpin jangan terlalu banyak beretorika. Pemimpin harus memperbanyak berbuat baik dan berperilaku baik sebagai contoh kepada anak-anak yang merupakan calon pemimpin untuk meneruskan perjuangan pembangunan.

Hal ini disampaikan Hasan Aminuddin dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darul Muttaqin di Desa Alastengah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Jum’at (17/2) sore.

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika (Sumber Gambar : Nu Online)
Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika (Sumber Gambar : Nu Online)

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika

“Seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh nyata dan tidak hanya sekedar berwacana,” katanya.

Mujahidin Cyber

Hasan menjelaskan, bersedekah merupakan hal dan perilaku yang sangat penting. Seseorang yang ikhlas untuk bersedekah, niscaya akan dilipatgandakan rezekinya. “Janganlah pernah mengemis di jalan-jalan untuk kepentingan pembangunan masjid,” pintanya.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Hasan meminta para panitia pembangunan masjid agar senantiasa mendatangi dan bertamu kepada para dermawan yang benar-benar ikhlas, “Terima kasih kepada orang yang pernah berjasa dan menyerahkan pelaksanaan pembangunan ini pada ahlinya, sehingga masjid ini bermanfaat sebagai tempat ibadah untuk generasi sampai ke generasi,” pungkasnya.

Ketua panitia Taufik menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan masyarakat yang mau mendukung pelaksanaan pembangunan Masjid Darul Muttaqin tersebut. “Mudah-mudahan pembangunan masjid ini bisa selesai sesuai dengan harapan bersama sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk upacara serah-terima akta ikrar wakaf untuk pembangunan Masjid Darul Muttaqin oleh Kepala KUA/PPAIW Kecamatan Paiton Sahro kepada ketua nadzir (pengelola wakaf) Kusnadi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua MWCNU Paiton Moh Barzan, dan sejumlah kiai yang ada di Kecamatan Paiton. Serta para pengurus badan otonom NU, baik IPNU-IPPNU serta GP Ansor. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Kiai Mujahidin Cyber

Rabu, 28 Februari 2018

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako

Way Kanan, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Negeri Besar, Way Kanan, Lampung, batal menggelar pasar murah yang rencananya digelar, Rabu (21/6). Bahkan bahan pokok yang sedianya dijual justru langsung dibagikan kepada warga yang kurang mampu.

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako

“ Ada 50 paket bahan pokok, berisi gula pasir dua kilogram, satu kilogram tepung terigu dan satu liter minyak goreng. Setiap paket rencananya dijual dengan harga Rp35 ribu,” ujar Ketua PAC Ansor Negeri Besar Imam Muhtadi melalui Ketua Ranting Ansor Tegal Mukti, Filial Saadilah.

Namun paket sembako murah itu, yang rencananya dijual dikatakannya tidak jadi dijual. Justru dibagikan secara cuma-cuma 50 paket Sembako kepada masyarakat kurang mampu di Kampung Tegal Mukti Bahkan.?

“Semua paket sembako murah dibeli Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) yang ada di Negeri Besar dan sembako langsung dibagi kepada warga yang kurang mampu,”bebernya.?

Masih menurut Saat, dari hasil penjulan sembako murah itu, keuntungannya, didonasikan untuk ? pembangunan sarana air wudhu Masjid Al Falakusaadah Kampung Way Pisang Kecamatan Way Tuba yang digalang bersama komunitas Kampung Lebah.

Mujahidin Cyber

” Satu paket disepakati dibeli KBNU tetap dengan harga Rp50 ribu, sesuai harga pasar. ? Dan Rp5 ribu untuk donasi pembangunan sarana air wudhu. ? Kami doakan semua donatur mendapat berkah dunia dan akhirat”tandasnya.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto mengapresiasi kemampuan kader Ansor Negeri Besar menangkap gagasan dan mengucapkan terima kasih atas semangat, energi dan keberanian kader PAC Ansor Negeri Besar.

"Kader Ansor harus selalu memberi manfaat dengan segala keterbatasan yang ada. Satu syaratnya memiliki kreativitas. Atas nama organisasi, saya menghaturkan terima kasih kepada jajaran KBNU Negeri Besar yang terus memfasilitasi eksistensi Gerakan Pemuda Ansor. Yakinlah, catatan kebaikan tak akan pernah terlewatkan dari Malaikat Raqib," kata Gatot. (Erli Badra / Muslim Abdurrahman)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai Mujahidin Cyber

Kamis, 22 Februari 2018

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk

Riyadh, Mujahidin Cyber. Presiden AS Barack Obama pada Rabu (20/4) bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di ibu kota Kerajaan Arab, Riyadh, sebelum pertemuan puncak pemimpin negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Obama menggaris-bawahi pentingnya untuk mempercepat kegiatan melawan ISIS dan menyambut baik peran penting Arab Saudi dalam koalisi melawan kelompok teror, demikian isi pernyataan Gedung Putih.

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk

Kedua pemimpin tersebut juga membahas krisis regional di Suriah, Yaman dan Irak, dan tantangan yang ditimbulkan oleh kegiatan Iran.

Itu adalah kunjungan keempat Obama ke negara yang kaya akan minyak di Teluk tersebut sejak ia memangku jabatan pada 2009.

Mujahidin Cyber

Kerajaan itu dipandang sebagai salah satu sekutu paling strategis Washington di Timur Tengah, tapi hubungan bilateral mereka tegang gara-gara kesepakatan nuklir yang dicapai dengan Iran tahun lalu.

Beberapa jam sebelum Obama bertemu dengan Raja Salman, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Teluk mengenai kerja sama militer dan perkembangan terkini di Timur Tengah, kata Xinhua, Kamis pagi. Pembicaraan tersebut meliputi apa yang digambarkan sebagai kegiatan Iran yang merusak kestabilan dan kelompok ISIS, kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif Az-Zayani.

Negara GCC dan Amerika Serikat telah sepakat untuk melakukan patroli gabungan guna menghentikan pengiriman senjata Iran sampai ke Yaman, kata Az-Zayani.

Mujahidin Cyber

Kepala Pertahanan AS itu mendesak anggota GCC agar lebih terlibat dalam membantu Pemerintah Irak memerangi ISIS dan membangun kembali daerah tempat gerilyawan telah diusir.

GCC terdiri atas Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pertemuan puncak tersebut dilancarkan setelah Obama mengkritik peran regional Arab Saudi, yang memicu reaksi keras dari keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Dalam wawancara belum lama ini dengan Atlantic, Obama menggambarkan Arab Saudi dan sekutu lain AS sebagai "pengendara bebas" dalam kebijakan luar negeri AS", dan mengkritik apa yang ia pandang sebagai pendanaan Riyadh buat sikap nontoleransi agama.

Hampir setahun lalu, pada Mei 2015, Obama menjamu para pemimpin negara Teluk di Gedung Putih dan Camp David, pertemuan pertama dengan para pemimpin negara Teluk setelah kesepakatan kerangka kerja mengenai pembatasan program nuklir Iran.

Selain Kuwait dan Qatar, pemimpin dari empat negara lain GCC absen dalam pertemuan puncak 2015 tersebut. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Kiai Mujahidin Cyber

Jumat, 16 Februari 2018

Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Globalisasi yang menyentuh seluruh aspek kehidupan umat manusia merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari. Namun demikian, aspek negatif yang dibawanya dapat dinetralisir dengan nilai-nilai keagamaan.



Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi

“Madrasah berada diantara kompetisi peradaban, ia sangat diharapkan untuk menetralisir pengaruh globalisasi melalui pendidikan Islam yang didasarkan rahmatan lil alamiin,” kata Prof Dr Muhammad Firdaus dalam acara seminar Pendidikan Madrasah dan Tantangan Global di Jakarta, Rabu (23/7).

Pendidikan madrasah diharapkan mampu mengkombinasikan antara kemampuan akademik dan profesionalitas dengan nilai-nilai spiritual sehingga menjadi pribadi yang utuh dan tangguh.

Mujahidin Cyber

“Bagaimana mengisi spiritualitas yang memberi keseimbangan baru sebagai SDM yang professional, kreatif, inovatif, tetapi religius dan memiliki akhlakul karimah,” tandasnya.

Hal tersebut bisa dicapai dengan desain kurikulum akademik dan non akademik yang baik dan fasilitas proses belajar yang mendukung. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kiai, Hadits, Sholawat Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

KH Idris Marzuki Wafat

?Jakarta, Mujahidin Cyber. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita duka datang lagi dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pengasuh Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Idris Marzuki meninggal dunia.

KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Idris Marzuki Wafat

Kiai Idris Marzuki kembali ke Rahmatullah pada sekitar pukul 09.45 WIB di Rumah Sakit Graha Amarta Surabaya selama beberapa hari.

Sementara itu dihubungi Mujahidin Cyber, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang juga alumni Pesantren Lirboyo sedang dalam perjalanan bertakziyah ke Kediri, Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Allahummaghfirahu warhamhu waafihi wafu anhu. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Kiai, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog

Purworejo, Mujahidin Cyber. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi tahun ini, komunitas santri daerah mengikuti lomba blog yang digelar pesantren An-Nawawi, Purworejo, Jawa Tengah. Peserta perlombaan ini merupakan komunitas santri yang mewakili daerah masing-masing.

Seorang pengurus An-Nawawi Ridwan Haris mengatakan, perlombaan blog bukanlah perorangan, tetapi lebih merupakan tim organisasi daerah.

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog

"Di Pesantren ini seluruh santri terwadahi dalam organisasi berdasarkan asal daerahnya. Di antaranya KESSAP (Purworejo), Ikatrima (Magelang), Iktrimen (Kebumen), Hiswon (Wonosobo, Yogyakarta) Hisban (Banyumas, Cilacap, Jakarta) serta Hisanda (Luar Jawa)," terangnya, Jumat (17/1).

Mujahidin Cyber

Penilaian perlombaan ini, menurut Ridwan, diukur dari desain blog, konten foto serta naskah tulisan berita. Sementara itu panitia lomba membebaskan peserta untuk memilih tema di lingkungan mereka sehari-hari seperti tema kebersihan, mengaji, belajar, pondok pesantren, dan maulid nabi.

Mujahidin Cyber

Ridwan berharap para santri memiliki keterampilan menuangkan ide dan gagasannya di dunia maya. Menurutnya, percepatan arus informasi di dunia maya seperti saat ini harus diimbangi dengan pengisian konten-konten positif.

Meskipun menempuh pendidikan di pesantren, mereka memiliki kesempatan yang sama dengan pelajar sekolah mengingat santri sangat memiliki potensi untuk mengimbangi konten negatif yang marak di dunia maya.

Selain itu, lanjut Ridwan, dunia maya saat ini sangat efektif untuk dijadikan sebagai media dakwah. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Islam, Budaya, Kiai Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock