Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuran Ambarawa (1)

Pada usia 19 tahun KH Saifuddin Zuhri dipilih menjadi pemimpin Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Daerah Jawa Tengah Selatan, dan Konsul Nahdlatul Ulama Daerah Kedu merangkap guru madrasah. Berbarengan dengan itu, ia aktif dalam dunia kewartawanan, menjadi koresponden kantor berita Antara dan beberapa harian dan majalah.

Sebagai Komandan Divisi Hizbullah Jawa tengah dan Anggota Dewan Pertahanan Daerah Kedu, ia memimpin laskar Hizbullah untuk bersama-sama pasukan TKR dibawah pimpinan Kolonel Soedirman dan berbagai kelaskaran rakyat lainnya, ikut bertempur di Ambarawa yang terkenal dan berhasil mengusir penjajah.

KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuran Ambarawa (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuran Ambarawa (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuran Ambarawa (1)

Pertempuran Ambarawa sendiri terjadi karena Sekutu harus segera mengungsikan orang-orang Eropa di Ambarawa dan sekitarnya yang berjumlah sekitae 10.000 orang. Sebenranya, Sekutu dan Pemerintah Indonesia sudah sepakat untuk mengungsikan orang-orang Eropa tersebut secara damai, namun dalam praktiknya Sekutu mempersenjatai mereka. Sudah begitu, Belanda dengan NICA membonceng pasukan Sekutu untuk kembalo menjajah Indonesia. Mau tidak mau, rakyat Indonesia harus memberikan perlawanan secara maksimal.

Mujahidin Cyber

Dalam perang Ambarawa yang berlangsung hampir 20 hari tersebut, pasukan Sekutu yang dibantu sedadu-serdadu NICA dan bekas tentara Nippon tidak mampu menahan serangan-serangan rakyat dan akhirnya terpukul mundur ke arah Semarang.

Mujahidin Cyber

KH Saifuddin Zuhri bersama pasukan tempurnya dari Hizbullah, sebelum bergabung dengan TKR dan tentara kelaskaran rakyat lainnya dalam perang Ambarawa, terlebih dahulu telah melakukan mobilisasi kekuatan tempur untuk menyerang Inggris di Magelang. Magelang jatuh ke tangan Sekutu satu minggu setelah berkobarnya pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945. Tentara Inggris yang membawa bendera Sekutu itu menguasai jalan raya Ambarawa-Semarang dan Ambarawa-Magelang berkat pasukan tank dan pesawat terbang mereka.

Namun, ketika KH Saifuddin Zuhri bersama Letkol M. Sarbini dan Letkol A. Yani membicarakan tentang rencanan serangan serentak mengepung markas Sekutu di Magelang, dengan membuat gerakan ‘mencekik leher’ dari berbagai arah, tiba-tiba datang kuriri mengabarkan bahwa Sekutu sedang membuat gerakan mundur meninggalkan Magelang menuju Ambarawa.

Bersama-sama pasukan lain dari TKR dan laskar lainnya, Hizbullah melakukan pengejaran terhadap tentara Inggroos untuk membebaskan kota Ambarawa dan sekitarnya.

Dari tanggal 23 November hingga 12 Desember 1945, terjadilah pengepungan dan serangan rakyat Indonesia terhadap Sekutu yang menduduki Ambarawa. Berbagai pasukan rakyat yang terdiri atas TKR, Hizbullah, Sabilillah, Barisan Pemberontakan, Laskar Rakyat, dan lain-lain mengepung Ambarawa dari berbagai jurusan. Tembak-menembak terjadi di desa Jambu, Bedono, Pringsurat, Ngipik, dan Suruh.

Setelah hampir 20 hari pertempuran sengit itulah, akhirnya pada 15 Desember 1945, Ambarawa kembali ke pelukan Republik Indonesia dan membuktikan kepada internasional bahwa bangsa Indonesia akan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sungguh-sungguh.

Disarikan dari, “Riwayat Perjuangan dan Pengabdian Prof KH Saifuddin Zuhri untuk Negara dan Bangsa”

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara Mujahidin Cyber

Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan

Jember, Mujahidin Cyber - Perhatian Pemkab Jember terhadap guru ngaji cukup tinggi. Selain memperoleh insentif Rp. 1,2 juta per tahun, sekitar 13.500 guru ngaji yang telah terverifikasi juga menerima insentif lain. Para guru ngaji berhak menerima layanan kesehatan gratis dari rumah sakit milik pemerintah daerah dan Puskesmas.

"Kalau bapak-bapak sakit, langsung ke rumah sakit. Gratis. Kalau petugas rumah sakit tidak mau melayani, silakan kasih tahu buku tabungannya," kata Bupati Jember Faida saat menyerahkan honor guru ngaji tahap kedua di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Sukowono, Jember, Ahad (18/6).

Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan

Buku tabungan yang dimaksud adalah buku tabungan BRI yang telah diperoleh guru ngaji untuk mencairkan honor, dan itu menjadi identitas yang bersangkutan sebagai guru ngaji yang telah terverifikasi.

Selain insentif uang, Pemkab Jember juga membuka peluang bagi anak-anak guru ngaji untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di perguruan tinggi. Sebab Pemkab Jember telah mengalokasikan anggaran beasiswa bagi 5.000 orang.

Mujahidin Cyber

"Saya berharap dari 5.000 itu nantinya ada anak-anak dari para guru ngaji," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Itu semua, menurut Faida, merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada para guru ngaji yang telah berjuang untuk membentuk generasi yang Qurani.

"Sebab sejatinya, membangun Jember adalah membangun sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang unggul adalah sumber daya yang Qurani," kata Faida. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Jakarta, Mujahidin Cyber - Panitia Hari Santri 2016 bersama para juri kompetisi film pendek dokumenter menyeleksi 42 karya yang memenuhi kriteria yang dibuat panitia. Para juri setelah menonton film berkali-kali akhirnya memilih empat karya yang layak menyandang juara.

“Sebenarnya ada 57 karya kiriman peserta. Hanya saja dari 57 itu, yang masuk kriteria hanya 42 karya. Yang lain tidak masuk karena tidak menandatangani surat pernyataan,” kata Hamzah Sahal, salah seorang panitia yang menangani kompetisi film pendek dokumenter saat penyeleksian berlangsung di Kantor Mujahidin Cyber, Gedung PBNU Lantai Lima, Jakarta Pusat, Jumat (27/1) siang.

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)
Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Juri kompetisi yang tampak hadir antara lain adalah Susi Ivvaty (wartawan), Nurman Hakim (sutradara), dan Savic Ali (Direktur Mujahidin Cyber).

Mujahidin Cyber

Mereka awalnya memilih lima karya nominator. Tetapi para juri setelah melewati perdebatan dan pertimbangan matang kemudian menganulir satu dari lima karya tersebut. Dengan demikian nominator tersisa hanya empat karya.

Menurut para juri, pemilihan nominator ini lebih ditentukan oleh kesesuaian konten dengan tema.

Mujahidin Cyber

Panitia kompetisi yang terbuka untuk umum ini menyediakan hadiah total sebesar Rp 50 juta. Juara pertama 25 juta. Juara kedua 15 juta. Juara ketiga 10 juta.

Panitia kompetisi mengangkat tiga tema yang dapat dipilih para peserta. Pertama, Kita dan Pancasila. Kedua, Islam Menerima Perbedaan. Ketiga, Pesantren dan Agenda Perubahan.

Pengiriman karya dialamatkan ke kantor Redaksi Mujahidin Cyber, Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Penerimaan karya dimulai sejak 25 September 2016. Kompetisi film pendek dokumenter ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri 2016.

“Tadinya peserta harus kirim karyanya via pos. Ini agak sulit. Tapi kami pikir cukup kirim via email atau link pribadi. Penerimaan karya ditutup pada 10 Januari 2017 kemarin,” kata Hamzah.

Para juri menyebutkan empat nominator yang lolos kriteria berdasarkan tema adalah karya film pendek dokumenter dengan judul Iman Berbagi, Satu Jalan, Bukan K Tapi U, dan Jihad Sosial. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Nusantara, RMI NU Mujahidin Cyber

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin

Jepara, Mujahidin Cyber

Haul merupakan peringatan untuk menceritakan keistimewaan salafus sholikhin tujuannya agar umat yang mendengar kisah ulama masa silam memperoleh pelajaran berharga dan semakin termotivasi mengikuti jejak-jejak yang dikisahkan. 

Demikian inti ceramah Habib Umar Muthohar dalam Haul Sultan Hadlirin ke-479 yang dilaksanakan di halaman Masjid Astana desa Mantingan kecamatan Tahunan, Jum’at (29/3). 

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin

Menurutnya hal itu sejalan dengan yang dikatakan Imam Junaid bahwasanya menceritakan orang sholih akan menjadi tentara Allah. 

Mujahidin Cyber

Selanjutnya, Habib Umar suatu ketika ditanya kelompok yang tidak sejalan. “Habib kenapa orang-orang NU memperingati Haul. Itu bid’ah Bib,” tirunya. 

Kemudian penceramah asal Semarang menerangkan bahwasanya salafus sholihin memiliki banyak keistimewaan yang patut diceritakan. 

Mujahidin Cyber

“Tidak seperti kelompokmu tidak ada yang pantas dihaulkan. Apa mau menghaulkan upin-ipin,” terangnya seraya disambut gelak tawa ribuan jamaah yang hadir. 

Nabi Muhammad imbuh Syuriyah PCNU kota Semarang menjelaskan bahwa setiap tahun ia merayakan haul sayyidus suhada, Hamzah. Hal itu lanjutnya Nabi juga memperingati Haul. Karenanya, dengan memperingati haul sambungnya akan menambah berkah. Berkah dalam segala hal.   

Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi mengungkapkan melalui kegiatan tersebut merupakan bukti untuk nguri-nguri jasa pendahulu. Marzuqi menyatakan jika memperoleh urusan tidak ada salahnya tawasul dengan salafus sholihin. Karena mereka lanjutnya dekat dengan Allah. 

Sementara itu atas nama prakata panitia, H Sutarya mengatakan haul demi haul pihaknya bermaksud meningkatkan kualitas kegiatan. Tahun ini katanya kegiatan ditambah dengan lomba mewarnai, shalawat dan presentasi sejarah Sultan Hadlirin. 

“Hal itu kami laksanakan agar anak cucu nanti semakin kenal dengan sosok Sultan Hadlirin,”  harapnya. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Humor Islam, Pahlawan Mujahidin Cyber

Senin, 01 Januari 2018

Mapaba PMII Umar Tamim Unipdu Jombang Usung Tema "Cinta"

Jombang, Mujahidin Cyber?

Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba), merupakan kaderisasi formal tingkat pertama di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam momen tersebut, nilai kepercayaan juga keyakinan peserta terhadap PMII harus benar-benar sampai.

Mapaba PMII Umar Tamim Unipdu Jombang Usung Tema Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba PMII Umar Tamim Unipdu Jombang Usung Tema Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba PMII Umar Tamim Unipdu Jombang Usung Tema "Cinta"

Seperti halnya Mapaba yang digelar Rayon Fakultas MIPA Komisariat Umar Tamim Unipdu Jombang dengan mengusung tema "Cinta" sebagai indikator kegiatan dianggap sangat tepat untuk menanamkan nilai kepercayaan dan keyakinan anggota dalam memilih PMII sebagai wadah berproses di luar dunia akademiknya.?

"Cinta yaitu Cerdas, Ilmiah, Nasionalis, Tanggung Jawab dan Agamis, seperti yang tertera dalam tema Mapaba," kata Rista Handani, Ketua PMII Rayon Fakultas MIPA Komisariat Umar Tamim Unipdu Jombang, Kamis (13/10).?

Sementara upaya untuk menanamkan nilai-nilai tersebut, Rista mengungkapkan, salah satunya terdapat pada konsep atau teknis panitia Mapaba, yaitu membentuk tim fasilitator, penerapan beragam model di forum, juga didukung dengan sejumlah materi Mapaba.?

Mujahidin Cyber

"Dalam tema panjang kita, yakni "Menyiapkan Geneasi Setia Organisasi yang Berjiwa Cinta" itu, memang membutuhkan berbagai upaya dari panitia Mapaba, juga kerja sama yang baik dengan Pengurus Cabang PMII," ujarnya.?

Sekedar diketahui, Mapaba berlangsung di Graha Gus Dur Jombang selama kurang lebih dua hari, Kamis-Jumat (13-14/10). Pantauan Mujahidin Cyber, segenap peserta tampak antusias mengikuti rentetan acara. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Nusantara Mujahidin Cyber

Sabtu, 23 Desember 2017

Kader Prematur Tanpa Peran

Oleh Muhammad Aras Prabowo?



Radikalisme dan terorisme adalah sebuah permasalahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, hal tersebut bisa mengancam kedaulatan negara. Apa lagi radikalisme yang telah berkamuflase menjadi kelompok terorisme. Betul, bahwa tidak semua radikalisme adalah terorisme, namun awal dari terorisme adalah radikalisme.?

Kader Prematur Tanpa Peran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Prematur Tanpa Peran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Prematur Tanpa Peran

Seperti yang diketahui bahwa aksi terorisme adalah perilaku melanggar undang-undang, oleh sebab itu terorisme adalah kelompok terlarang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa tahun terakhir kelompok yang merasa dirinya paling benar ini kadang mengusik ketentraman masyarakat Indonesia. Aksi terornya menimbulkan kepanikan, bahkan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.

Aksinya yang brutal membuat terorisme manjadi kejahatan luar biasa yang harus diperangi oleh setiap elemen di dalam masyarakat. Peran aktif masyarakat akan mempersempit perkembangan kelompok tersebut. Keikutsertaan masyarakat dalam menghambat kelompok terorisme akan banyak membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan radikal-terorisme di setiap wilayah.

Berdasarkan data dari riset terhadap 110 pelaku tindak pidana terorisme Research on Motivation and Root Causes of Terorism yang dilaksanakan oleh The Indonesian Research Team tahun 2012; Kementerian Luar Negeri, INSEP, dan Densus 88 menunjukkan profil pelaku aksi terorisme menurut usia sebagai berikut : di bawah 21 tahun 11,8%, 21 sampai dengan 30 tahun 47,3%, 31 sampai dengan 40 tahun 29,1% dan 40 tahu ke atas 11,8%. Data tersebut menunjukkan bahwa usia 21 sampai dengan 30 tahun yang mendominasi pelaku aksi terorisme. Berdasarkan usianya, pelaku ini banyak dari kalangan pemuda dan usia produktif dan sebagian dari mereka pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Disinyalir bahwa perguruan tinggi tidak lupuk dari virus radikalisme, termasuk organisasi yang akhir-akhir ini masih hangat dan menjadi pembicaraan atas pembubarannya dikarenakan menentang Pancasila serta ingin mengganti sistem pemerintahan menjadi khilafah.

Mujahidin Cyber

Melihat fenomena tersebut, pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) begitu massif menggalang peran dan pelibatan masyarakat dalam pencegahan radikal-terorisme. Salah satu program BNPT adalah pelibatan mahasiswa dalam menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi. Program ini diharapkan dapat memberikan kesadaran dan pengetahuan mahasiswa mengenai radikalisme dan terorisme. Pada akhirnya peran aktif mahasiswa di dalam kampus sangat dibutuhkan untuk menghambat dan mempersempit perkembangan kelompok tersebut.

Mahasiwa sebagai kelompok intelektual kampus dengan jiwa nasionalisme bisa membantu peran pemerintah dalam melakukan pencegahan radikalisme di perguruan tinggi. Selain sikap nasionalisme, sikap toleransi menjadi salah satu sikap yang harus terus dijaga dan dihidupkan dalam setiap diskusi-diskusi dalam kampus. Beberapa organisasi kemahasiswan dalam kampus juga diharapkan perannya dalam malakukan pencegahan dan menghambat paham radikal dan intoleransi di dalam kampus.

Mujahidin Cyber

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah salah satu organisasi kemahasiwaan yang sangat diharapkan untuk mengemban peran tersebut. ? Mencegah radikalisme, terorisme dan kelompok-kelompok ekstrim yang berniat menggantikan Pancasila sebagai dasar negara adalah asas dan tertuang dalam tujuan PMII yaitu komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, dalam asas PMII sangat jelas bahwa PMII berasaskan Pancasila. Oleh karenanya, PMII harus menjadi garda terdepan di perguruan tinggi dalam menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme.

PMII harus menguatkan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ideologi untuk mengemban peran tersebut. ? Tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Itidal atau tegak lurus. Tasamuh atau toleransi, yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama.

Pemahaman kader PMII mengenai konsep Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) menjadi sangat penting, sebab ini dilakukan demi merajut ukhuwah kelompok Ahlussunnah, memantapkan dan meluruskan pemahaman, memadamkan fitnah, serta membentengi diri dari akidah di luar Ahlussunnah wal Jama’ah, termasuk dari kelompok radikalisme dan terorisme.

Kederisasi tanpa penguatan ideologi yang matang, PMII hanya akan menciptakan kader prematur tanpa peran. Bukan tidak mungkin, jika kader PMII juga terjangkit virus radikalisme dan terorisme. Saat ini bukan hanya kuantitas yang dibutuhkan dalam setiap kaderisasi PMII, tetapi kualitas adalah hal yang harus di kedepankan. Apa lagi PMII telah terkontaminasi dengan politik praktis, maka peran tersebut akan menjadi mustahil untuk diembannya. Mereka hanya sibuk mengurusi politisi dan pemenangan partai dan calon kepala daerah.

Fenomena tersebut diharapkan dapat menyadarkan PMII untuk kembali ke kampus dan mengemban perannya dalam membumikan aswaja, tidak memberikan ruang bagi paham radikal di kampus. Masjid kampus harus diambil alih dan diisi dengan paham moderat yang telah lama dikembangkan dan diajarkan oleh para ulama di Nahdatul Ulama (NU). Tabayyun kepada para ulama NU setempat di seluruh wilayah harus ditingkatkan oleh PMII, bukan justru menghadap kepada para politikus yang meracuni dengan pemikiran politik praktis.

Penulis adalah kader PMII Makassar (PMII RE UMI Makassar)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Bahtsul Masail, Olahraga Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) akan menebar 1000 bunga di Bundaran Hotel Indonesia, jalan raya MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/6). Tebar bunga merupakan bagian dari aksi damai PP IPPNU dengan tajuk ‘1000 Bunga Untuk Indonesia Bebas Narkoba’.

Aksi damai ini rencananya akan diikuti oleh sedikitnya 80 orang. Mereka terdiri dari pengurus PP IPPNU, kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba, rombongan dan kader Badan Narkotika Nasional (BNN).

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Selain membagikan bunga, peserta aksi ini membagikan stiker dan liflet yang bertuliskan semangat antinarkoba. Pembagian bunga dan stiker dimaksudkan untuk menyadarkan publik bahwa gerakan antinarkoba merupakan tanggung jawab semua pihak selain pemerintah.

Mujahidin Cyber

Aksi damai ini juga akan diramaikan dengan orasi oleh kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba Angkatan I. Orasi mereka bertajuk ‘Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’.

Mujahidin Cyber

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pelajar NU atas masalah narkoba yang penyalahgunaannya terus meningkat terutama di kalangan remaja,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah, Senin (24/6).

Tujuan aksi ini, menurut Farida, diharapkan dapat menggugah kepedulian publik terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kalangan pelajar NU ingin mengajak masyarakat untuk menyelamatkan remaja Indonesia sebagai generasi bangsa agar terbebas dari pengaruh narkoba dan imbasnya.

Imbasnya antara lain, penularan HIV/AIDS dan penurunan daya pikir, tutup Farida.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Fragmen, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock