Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi

Damaskus, Mujahidin Cyber. Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah, mengapresiasi sikap politik Indonesia yang ikut membantu dalam upaya rekonsiliasi terhadap konflik yang terjadi di Suriah.

?

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi

"Saya kagum atas sikap Indonesia dalam menyikapi krisis di Suriah, dimana selalu menekankan mendorong solusi politik dan rekonsiliasi dengan tetap menghormati kedaulatan Suriah. Indonesia adalah contoh negara Muslim moderat yang dapat diterima oleh semua pihak,” ungkap Ketua Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah, Syeikh Jabir Mahmud Isa saat buka bersama di hotel Damarose, Damaskus, Jumat (25/6) waktu setempat.?

Menurut Syeikh Jabir, sikap politik Indonesia terhadap konflik Suriah sangat berbeda dengan negara lain yang justru malah mengintervensi sehingga hanya memperlambat proses rekonsiliasi dan perdamaian, memperpanjang krisis serta penderitaan di Suriah.?

Dijelaskan pula oleh Syeikh Jabir bahwa Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah merupakan inisiatif sipil independen kemanusiaan, bukan dibawah Pemerintah Suriah, yang bertujuan untuk membantu para warga Suriah yang bergabung dengan pemberontak agar dapat reintegrasi dan hidup normal kembali sebagai rakyat sipil setelah menyerahkan diri kepada pemerintah. Organisasi ini juga membantu membebaskan tentara atau warga Suriah yang diculik atau ditahan oleh para pihak yang bertikai.?

Mujahidin Cyber

Menanggapi sambutan hangat dari Syeikh Jabir Mahmud Isa, Dubes RI Suriah, Djoko Harjanto mengharapkan semoga inisiatif dan upaya mulia yang dilakukan oleh Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional ini terus dapat menghasilkan capaian-capaian yang signifikan dalam membantu penyelesaian secara politik dalam krisis yang telah berlangsung lebih dari lima tahun ini.

“Sejak meletusnya krisis di Suriah, Indonesia terus mendukung segala solusi politik diplomasi damai, dan menolak segala intervensi asing,” ujar Dubes Djoko. “Indonesia juga terus mendukung Suriah dalam perang melawan terorisme.”

Buka puasa bersama berlangsung penuh kekeluargaan itu berlangsung dengan diiringi musik religi dan tari sufi maulawiyah yang menambah semarak dan syahdunya sore hari di bulan Ramadhan itu.(Red-Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Hikmah, Pesantren, AlaNu Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Pengasuh pesantren Walisongo Sragen Kiai Ma’ruf Islamuddin menyampaikan begitu besarnya peran pesantren mulai dari pendidikan hingga penghematan BBM. Dengan konsep mukim pesantren, para santri dengan sendirinya, kata Kiai Ma’ruf, tidak membutuhkan kendaraan bermotor untuk sampai ke ruang belajar mereka.

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf saat mengisi pengajian MWCNU Mojogedang, Jum’at (29/8).

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM

Kiai Ma’ruf melanjutkan, sebenarnya menitipkan putra-putri belajar di pesantren mengandung banyak sekali manfaat. Di pesantren para santri tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam. Di sini saja, terdapat penghematan biaya jajan pulsa.

Mujahidin Cyber

“Sekolah mereka juga ada di dalam kompleks pesantren. jadi mereka tidak perlu bingung lagi bagaimana berangkat ke sekolah saat terjadi kelangkaan BBM. Mereka cukup berjalan kaki. Kecuali penghematan stok BBM, pesantren dengan demikian turut serta menghemat subsidi BBM,” ujar Kiai Ma’ruf.

Hanya saja biaya pendidikan di pesantren masih terkesan mahal. Pasalnya, biayanya per bulan itu dengan angka. Sementara pengeluaran biaya pendidikan di sekolah nonpesantren tidak tertera sekaligus sehingga terkesan kecil.

Mujahidin Cyber

Namun coba sekarang dihitung lagi, kata Kiai Ma’ruf yang kini diamanahkan sebagai Ketua RMI NU Sragen di tengah ratusan warga. Misalnya biaya per bulan di pesantren sebesar 400.000 yang mencakup biaya ngaji, sekolah, makan,tidur, air dan listrik.

“Sementara di rumah bapak-ibu tidak pernah menghitung biaya makan sehari, kemudian sekolah, uang saku, uang bensin, uang pulsa, dan uang bermain. Sekarang bapak-ibu sudah bisa membandingkan, murah mana sebenarnya biaya pesantren dengan nonpesantren?” tandas Kiai Ma’ruf. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah Mujahidin Cyber

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah

Oleh H. Mahbub Djunaidi

Anak-anak, kasih unjuk rapor kepada orang tuamu. Bagi yang naik kelas, boleh bersenang hati. Bagi yang tidak, boleh murung, asal tidak banyak. Ini merupakan pentung ke kepalamu supaya lain kali belajar lebih baik. sekarang kamu boleh pulang, sampai ketemu habis lebaran,” kata menir van Daalen seraya mengusap batang hidupnya, suatu kebiasaan sebagian besar bangsa Belanda yang hidup di bawah permukaan laut.

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah

Beresoknya, beduk puasa berdentam-dentam. Lepas sahur, anak-anak senewen itu masuk keluar kampung menabuh kaleng rombeng, kemudian duduk berjuntai di batang belimbing hingga lohor, sesudah itu tidur telungkup menekan perut keras-keras ke ubin langgar hingga hampir maghrib. Jika saat berbuka puasa tiba, mereka nyaris menelan seluruh isi bumi. Tapi ini tidak berlangsung lama, sembahyang tarawih, yang mereka lakukan sambil sekali dua menyikut rusuk temannya.

Mujahidin Cyber

Dalam hubungan ini C. Snouk Hurgronje benar: pokoknya jangan sentuh agama Islam, bisa berabe. Toh kultur Jawa masih kuat, mampu memproduksi penduduk paling taat kepada atasannya seluruh dunia. Jangan main paksa - seperti disaksikan Van der Plas di Madura tahun 1919 - murid sekolah bolos disuruh bersila di pendapa asisten Wedana seraya dicoreti punggungnya dengan tulisan “Je Maintiendrai”. Kapan pun juga main paksa tidak bisa menyelesaikan soal.

Dan dalam hubungan sentuh agama Islam ini, kolonialisme Belanda pada umumnya cukup bijak. Buat apa bikin perkara dengan mereka kalau maksud sedalam-dalamnya adalah soal rezeki, urusan perdagangan, een mercantile betrekking? Seyogianya menghormati pesantren-pesantren di Jawa pada umumnya terletak di tengah lautan kebun tebu agar supaya santri Buntet di Cirebon atau Tebuireng di Jombang tidak mengobrak-abrik pabrik sambil menggulung kain sarung hingga lutut. Gula, yang merupakan gabus tempat kerajaan Belanda mengapung, tidak boleh terancam.

Mujahidin Cyber

Zaman berganti, dan kini giliran Kawasaki-san berdiri di depan kelas. “Anak-anak, kasih unjuk rapor kepada orang tuamu. Bagi yang naik kelas, boleh bersenang hati. Bagi yang tidak, boleh murung, asal jangan banyak-banyak. Ini merupakan pentung ke kepalamu supaya lain kali belajar lebih baik. Sekarang kamu boleh pulang, sampai ketemu habis lebaran.” Sesudah menyanyikan lagu kebangsaan Kimigayo dan Seikerei itu berhamburan ke luar kelas bagai kelereng tumpah dari dosnya. Seperti biasa, esok hari beduk puasa berdentam-dentam, dan seperti biasa mereka bergolek-golek di lantai langgar. Satu dua juga yang diam-diam menggigit mangga muda di belakang kakus.

Dalam hubungan ini, H.J. Benda dalam ‘The Cresent and The Rising Sun’ benar: biarpun Bupati Bandung Wiranatakusumah menyimpan motif tersendiri menggalakkan Baitul Mal di beberapa keresidenan Jawa Barat, pemerintah Dai Nippon mendiamkan saja demi mencegah kortsluiting dengan Islam. Dan biarpun pemuka Islam menyimpan keinginan sendiri menghadapi latihan Hizbullah di Lemahabang, Jepara pura-pura bersungguh hati demi “Asia Timur Raya”.

Di alam merdeka tentu keadaan berbeda. Anak-anak sekolah tambah jangkung, lebar dada dan tebal pantatnya. Ini berkat gizi cukup dan kemakmuran yang makin merata, terutama berkat kegesitan orang tua masing-masing. Jangan dibilang lagi tingkat kecerdasan mereka yang semakin meninggi, sebagian disebabkan karena orang sekarang mempunyai cara mengukurnya, dengan bantuan mesin yang tidak bisa dibantah. Akibat mereka yang ingin sekolah jauh lebih banyak jumlahnya dari bangku yang tersedia, maka yang berhasil duduk dengan sendirinya merupakan makhluk pilihan, bagai ayam Bangkok di antara ayam kampung.

Betapa istimewanya, mereka punya guru, baik lelaki maupun perempuan. Menjelang hari puasa, pendidik itu tegak berdiri di depan kelas. ”Anak-anak, sesuai panggilan zaman, kamu dpersiapkan untuk berjalan-jalan dari planet ke planet, atau menyuruk jauh ke dalam perut bumi. Karena itu, kamu musti belajar keras, tak terkecuali di bulan puasa. Satu hari terlewat berarti rugi dua puluh lima tahun.”

Tempo, 26 Mei 1979

 

H. MAHBUB DJUNAIDI, dijuluki pendekar pena. Menulis naskah drama, cerpen, novel, dan terutama kolom; penulis tetap rubrik Asal-Usul di Kompas selama 7 tahun. Juga penerjemah. Selain itu, ia  politikus, tapi lebih suka dibilang sastrawan. Ditunjuk KH Saifuddin Zuhri memimpin harian Duta Masyarakat. Dalam urusan jurnalistik, ia pernah bilang, "Fakta harus dijunjung tinggi sebagaimana mertua".

Anak Betawi kelahiran Tanah Abang, Jakarta, 1933, ini pernah aktif di IPNU, PMII, GP Ansor, Pertanu, Lesbumi, hingga salah seorang ketua PBNU. Mahbub wafat tahun 1995. Pramudya Ananta Toer, orang yang dikaguminya di samping Soekarno, berkenan menyampaikan sambutan perpisahan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Minggu, 28 Januari 2018

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, umat Islam kembali kehilangan pewaris Nabi yang mendunia. Salah seorang ulama Ahlussunnah dunia di Damaskus Suriah Syekh Wahbah Az-Zuhaili atau Wahbah bin Musthofa Az-Zuhaili wafat pada Sabtu sore (8/8) pada usianya yang ke 83 tahun. Syekh Wahbah merupakan salah satu ulama terkemuka asal Suriah diabad ini, anggota daripada Dewan Fiqh di Makkah, Jeddah, India, Amerika dan Sudan.

Syekh Prof.Dr.Wahbah Az Zuhaili adalah cerdik cendikia (alim allamah) yang menguasai berbagai disiplin ilmu (mutafannin). seorang ulama fikih kontemporer peringkat dunia, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam melalui kitab-kitab fikihnya. Beliau dilahirkan di desa Dir `Athiah, utara Damaskus, Syiria pada tahun 1932 M. dari pasangan Mustafa dan Fatimah binti Mustafa Sa`dah.Ayah beliau berprofesi sebagai pedagang sekaligus seorang petani. Beliau mulai belajar Al Quran dan sekolah ibtidaiyah di kampungnya. Dan setelah menamatkan ibtidaiyah di Damaskus pada tahun 1946 M. beliau melanjutkan pendidikannya di Kuliah Syar`iyah dan tamat pada 1952 M. Ketika pindah ke Kairo beliau mengikuti kuliah di beberapa fakultas secara bersamaan, yaitu di Fakultas Syariah, Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al Azhar dan Fakultas Hukum Universitas `Ain Syams.

Syekh memperoleh ijazah sarjana syariah di Al Azhar dan juga memperoleh ijazah takhassus pengajaran bahasa Arab di Al Azhar pada tahun 1956 M. Kemudian memperoleh ijazah Licence (Lc) bidang hukum di Universitas `Ain Syams pada tahun 1957 M, Magister Syariah dari Fakultas Hukum Universitas Kairo pada tahun 1959 M dan Doktor pada tahun 1963 M. Gelar doktor di bidang hukum (Syariat Islam) beliau peroleh dengan predikat summa cum laude (Martabatus Syarof Al-Ula) dengan disertasi berjudul "Atsarul Harbi Fil Fiqhil Islami, Dirosah Muqoronah Bainal Madzahib Ats-Tsamaniyah Wal Qonun Ad-Dauli Al-Am" (Beberapa pengaruh perang dalam fiqih Islam, Kajian perbandingan antara delapan madzhab dan undang-undang internasional).

Sungguh catatan prestasi yang sangat cemerlang. Satu catatan penting bahwa, Syekh Wahbah Az Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Ini semua menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Menurut beliau, rahasia kesuksesannya dalam belajar terletak pada kesungguhannya menekuni pelajaran dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengganggu belajar. Moto hidupnya adalah, “Inna sirron najah fil-hayat, ihsanus shilah billahi `azza wa jalla”, (Sesungguhnya, rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Alloh `Azza wa jalla). Karir Akademis Setelah memperoleh ijazah Doktor, pekerjaan pertama Syekh Wahbah Az Zuhailli adalah staf pengajar pada Fakultas Syariah, Universitas Damaskus pada tahun 1963 M, kemudian menjadi asisten dosen pada tahun 1969 M dan menjadi profesor pada tahun 1975 M.

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)
Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Sebagai guru besar, ia menjadi dosen tamu pada sejumlah univesritas di negara-negara Arab, seperti pada Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Adab Pascasarjana Universitas Benghazi, Libya; pada Universitas Khurtum, Universitas Ummu Darman, Universitas Afrika yang ketiganya berada di Sudan. Beliau juga pernah mengajar pada Universitas Emirat Arab. Beliau juga menghadiri berbagai seminar internasional dan mempresentasikan makalah dalam berbagai forum ilmiah di negara-negara Arab termasuk di Malaysia dan Indonesia. Akan tetapi, di Medan belum pernah. Ia juga menjadi anggota tim redaksi berbagai jurnal dan majalah, dan staf ahli pada berbagai lembaga riset fikih dan peradaban Islam di Siria,Yordania, ArabSaudi,Sudan, India, dan Amerika.

Syekh Wahbah Az Zuhaili sangat produktif menulis, mulai dari artikel dan makalah sampai kepada kitab besar yang terdiri atas beberapa jilid. Baru-baru ini beliau merampungkan penulisan ensiklopedia fiqih yang beliau tulis sendiri brjudul, "Mausatul Fiqhil Islami Wal-Qodhoya Al-Muashiroh" yang telah diterbitkan Darul Fikr dalam 14 jilid.

Di antara karya-karya beliau adalah Al Fiqhul Islami wa AdillatuhAt Tafsir Al MunirAl Fiqhul Islami fi uslubih Al JadidNadhoariyatudh Dhorurot Asy Syari`yahUshuul Fiqh Al IslamiAdz-Dzarai`ah fs Siyasah Asy Syari`ahAl `Alaqot ad-Dualiyah fil IslamJuhud Taqnin Al Fiqh Al IslamiAl Fiqhul Hanbali Al Muyassar.Al Fiqhul Hanafi Al MuyassarAl Fiqhus Syafii Al Muyassar Dr.Badi` As Sayyid Al Lahham dalam biografi Syekh Wahbah yang ditulisnya dalam buku yang berjudul, "Wahbah Az Zuhaili al -`Alim, Al Faqih, Al Mufassir" menyebutkan 199 karya tulis Syekh Wahbah selain jurnal, beliau juga500-an karya dalam bentuk makalah ilmiah. Demikian produktifnya Syekh Wahbah dalam menulis sehingga Dr. Badi` mengumpamakannya seperti Imam As Suyuthi dimasa lampau. (Red: Anam)

Mujahidin Cyber

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Ulama, Hikmah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Kamis, 25 Januari 2018

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber - Rabu, jam tiga sore Perpustakaan PBNU tampak lengang. Tampak dua pengunjung yang sedang membaca, Kepala Perpustakaan H Syatiri, dan pegawai yang sedang berkutat dengan kerjanya. Berbagai buku, dokumen-dokumen NU dan banom-banomnya memenuhi rak-rak buku yang berjajar, foto tokoh-tokoh NU terpasang ditembok dengan gagah.

Pelayanannya sangat ramah, pegawai perpustakaan yang dipimpin H Syatiri akan dengan senang hati membantu para pengunjung yang membutuhkan bahan-bahan tentang ke-NUan.

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

H Syatiri saat ditemui di ruangan yang dikelolanya, Rabu (8/2) mengatakan bahwa pengunjung yang datang ke perpustakaan adalah orang yang betul-betul mencari informasi tentang ke-Nuan di antaranya: peneliti, mahasiswa, dan ada wartawan. Karena menurutnya, sumber rujukan informasi tentang ke-Nuan yang cukup memadai dapat ditemukan di perpustakaan PBNU.

Sejak perpustakaan pindah secara fisik dari Kantor Lakpesdam NU di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 2006, kini perkembangan koleksi perpustakaan sangat pesat. Dari 2500 koleksi tahun 2006, koleksi berkembang menjadi 9000 koleksi pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 ini meningkat lagi mencapai 12000 koleksi.

Mujahidin Cyber

Tapi peningkatan dan pengembangan Perpustakaan PBNU tidak berjalan mulus, karena persoalan terus menghampiri. Sebagaimana persoalan pendanaan yang diutarakannya.

Menurutnya, saat perpustakaan dikelola Lakpesdam, pendanaannya berasal dari Asia Foundation, tapi di tengah jalan bantuan untuk program pengembangan perpustakaan tersebut terhenti.

Mujahidin Cyber

“Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Sejak pemutusan bantuan tersebut otomatis perpustakaan yang dikelolanya terkena dampak, tidak ada lagi biaya operasional.

“Sekarang belum bisa membeli buku baru secara rutin. Padahal buku-buku tentang ke-NUan, karya tokoh-tokoh banyak terbit setiap bulan,” imbuhnya.

Tapi H Syatiri tidak kehilangan akal demi berkembangnya Perpustakaan PBNU. Ia berinisiatif dengan cara memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti menghadiri Kongres Muslimat November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan pameran NU Expo di Surabaya Desember 2016.

Tidak berhenti di pameran dan acara-acara seremonial, ia juga menjalin hubungan secara personal dengan para penulis, penerbit, dan pengamat untuk terus mengembangkan perpustakaan PBNU.

“Banyak yang men-support, banyak yang membantu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih punya obsesi mengembangkan perpustakaan untuk dijadikan pilot project. Hal tersebut supaya bisa dikembangkan di perpustakaan wilayah, dan cabang NU. Perpustakaan masing-masing daerah nantinya memiliki khazanah ke-Nuan daerahnya, karya-karya ulama daerahnya, dan juga sejarah NU daerahnya.

“Itu yang masih sangat minim sekali, dan yang harus digarap NU di daerah-daerah,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Hikmah, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Rabu, 03 Januari 2018

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) akan memberi pengarahan kepada peserta Pendidikan Kader Dai NU yang berjumlah 95 orang. Mereka akan dibekali materi untuk mematangkan persiapan menghadapi Ramadhan.

“Tujuannya agar mereka menyiapkan diri pada Ramadhan ini secara maksimal. Bulan suci ini jangan sampai berlalu begitu saja, harus diisi amal shalih sebanyak-banyaknya, seperti tadarrus, sedekah, qiyamul lail (ibadah malam), i’tikaf, dan lain-lain,” kata Pengurus Pusat LDNU KH Zakky Mubarak di Jakarta, Selasa (25/6).

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai

Menurut dia, pengarahan ini efektif dilakukan karena para dai didikan LDNU mayoritas memiliki majelis taklim. Para dai diharapkan akan membangkitkan semangat masyarakat untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan positif.

Mujahidin Cyber

Zakky juga mendorong warga NU untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual saja. “Saya mengharap Nahdliyin juga memanfaatkan waktu ini untuk menambah pengetahuan agama baik dengan mendatangi forum kajian atau membaca buku,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

LDNU pada Ramadhan tahun akan kembali menggelar kajian kitab kuning secara rutin, di samping mengelola sejumlah kegiatan keagamaan lain, sepeti tarawih, kultum, dan bukan bersama, di Masjid an-Nahdlah di gedung PBNU, Jakarta.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Bahtsul Masail, Hikmah Mujahidin Cyber

Senin, 01 Januari 2018

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat

Pamekasan, Mujahidin Cyber. Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Toronan Barak Leke, Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, RKH Ahmad Mawardi Baidlawi, wafat, Selasa (16/2). Rois Syuriah PCNU Pamekasan yang berumur 74 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir di kediamannya sekitar pukul 00.30 WIB.

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat

Sebelum wafat, almarhum sempat dirawat di klinik kesehatan di Kelurahan Kangenan. Sebab, penyakit maagnya kambuh.





Atas persetujuan keluarga, almarhum dibawa pulang dari klinik sekitar sejam sebelum wafat. Kondisi fisik yang kritis, membuat dirinya menghadap Sang Pencipta.

Mujahidin Cyber

Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Pesantren Miftahul Ulum Toronan Berek Leke, Selasa pagi. Sejumlah ulama dari berbagai pesantren di Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan kepulauan mengikuti prosesi pemakaman.

Mujahidin Cyber

Kiai Ahmad Mawardi Baidlawi selama dua periode menjabat sebagai Rois Syuriah NU Cabang Pamekasan bersama KH. Abdul Ghaffar Muzakki. Selama pengabdiannya di PCNU Pamekasan, almarhum dikenal memiliki kepribadian yang baik.

"Beliau ulama yang tawadhu, alim, dan sabar selama memimpin NU di Pamekasan. Termasuk mungkin Rois yang paling sabar adalah beliau. Penuh kesederhanaan," ujar tokoh pemuda NU Madura, Dr. Muhammad Fudoli. (Hairul Anam/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Halaqoh Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock