Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep

Sumenep – Kepengurusan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (PC ISNU) Sumenep Jawa Timur masa khidmat 2017-2021 akhirnya dilantik hari ini, Rabu (31/1). Kegiatan dilangsungkan di gedung Islamic Centre, Batuan.

Achmad Junaidi dalam sambutan atas nama panitia menyampaikan bahwa semestinya pelantikan lebih awal. Apalagi kepengurusan telah berjalan satu tahun. “Namun karena ada sejumlah kendala, baru bisa dilakukan awal tahun ini,” katanya. 

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep

Sedangkan Ketua PC ISNU Sumenep H. Muhammad Husnan mengemukakan bahwa pengurus yang baru harus menjalankan apa yang telah diikrarkan. Sejumlah tugas berat sesuai kapasitas sarjana NU menjadi perhatiannya bersama pengurus. 

Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana kiprah para sarjana mampu memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan daerah, khususnya Sumenep. "Kita harus terus memberikan sumbangan pemikiran kepada pemangku kebijakan di Kabupaten Sumenep," tegas M Husnan.

Pelantikan dihadiri Pimpinan Pusat ISNU yang diwakili Sekretaris Jenderal Mohammad Kholid Syeirozi. Pada kegiatan tersebut juga diselenggarakan dialog dengan tema  Tata Kelola Migas Merah Putih dalam Bingkai Nawacita. (Mahrus/Ibnu Nawawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Aswaja Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Sabtu, 03 Februari 2018

Di Jatibarang, Madrasah Jadi Pilihan Orang Tua untuk Didik Anak

Brebes, Mujahidin Cyber. Kendati bukan pilihan utama, namun madrasah masih menjadi pilihan orang tua untuk pendidikan anak-anak Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyyah Jatibarang, misalnya, masih jadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Demikian disampaikan Kepala MTs Asy Syafi’iyyah Jatibarang H Akhmad Rosyidi saat berbincang dengan Mujahidin Cyber di ruang kerjanya, Kamis (26/1).

Terbukti, lanjut Rosyidi, di madrasah tersebut mampu menggaet 764 siswa dan siswi pada tahun pelajaran 2016/2017 ini. Bahkan sempat mencapai rekor jumlah 1004 murid tahun 2004. “Kami juga mewajibkan seluruh keluarga besar madrasah maupun yayasan wajib memasukan anak-anaknya ke madrasah ini,” tuturnya.?

Di Jatibarang, Madrasah Jadi Pilihan Orang Tua untuk Didik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jatibarang, Madrasah Jadi Pilihan Orang Tua untuk Didik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jatibarang, Madrasah Jadi Pilihan Orang Tua untuk Didik Anak

Madrasah yang terletak di Jalan Raya Timur no 10 Jatibarang, Brebes memiliki 44 guru dan 16 TU. Sebanyak 33 guru sudah bersertifikasi dan 16 guru juga sudah impassing. Dari perjuangan keras para pejuang pendidikan, telah membuktikan prestasi akademik dengan meraih NEM tertinggi tingkat MTs se-Kabupaten Brebes atas nama Syaiful Alami pada ujian nasional 2015/2016 lalu.

Madrasah yang berdiri sejak Juni 1974 tersebut, pada awalnya menempati MI Asy Asyafi’iyyah di Jatibarang Kidul selama tiga tahun. Kemudian pindah lagi ke MI Asy Syafiiyah 2 di Jatibarang Lor. Lima tahun kemudian, baru mampu membeli tanah berikut bangunan kelasnya. “Alhamdulillah, sekarang memiliki tanah seluas 20.000 meter persegi,” ungkapnya.

Sekolah dibawah naungan Yayasan Asy Syafi’iyyah Jatibarang memiliki 23 rombongan belajar (rombel) dengan rincian Kelas 7 sebanyak 6 rombel, kelas 8 sebanyak 9 rombel dan kelas 9 sebanyak 8 rombel.?

Mujahidin Cyber

Madrasah ini juga memiliki keunggulan berupa muatan lokal Baca Tulis Quran (BTQ), life skill tambal ban, membuat telur asin, memasak dan wira usaha lainnya. “Sebelum memulai pelajaran, para siswa membaca Asmaul Husna, dan setiap Jumat ngaji baca Al-Quran bareng,” terangnya.

Menyinggung persiapan Ujian Nasional, Rosyidi menjelaskan, kalau madrasahnya belum bisa mengikuti UNBK karena siswa belum bisa menyesuaikan akibat dihapusnya mata pelajaran TIK. “Anak-anak banyak yang mahir pegang ponsel, tapi untuk mengoperasikan laptop maupun komputer,” ucapnya beralasan.

Mujahidin Cyber

Sekabupaten Brebes, kata Rosyidi baru empat MTs yang ditunjuk untuk UNBK. “Tapi kami menyanggupi baru tahun 2019,” pungkasnya. (Wasdiun)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Aswaja Mujahidin Cyber

Rabu, 31 Januari 2018

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Menjelang datangnya bulan Ramadhan, kalangan abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta yang diutus langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X mengadakan Upacara Labuhan di Gunung Lawu, Jumat (30/5) sore. Dipilihnya Gunung Lawu sebagai lokasi upacara karena dulu sempat dijadikan tempat pertapaan para Raja Mataram.

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu

Dalam Upacara Labuhan ini, juru kunci Gunung Lawu dipasrahi ubo rampe atau sesaji oleh para abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta. Ubo rampe tersebut dimaksudkan sebagai lambang terima kasih kepada Allah swt. yang memberi keberkahan bagi masyarakat setempat.

Tradisi ini rutin dilakukan setiap tanggal 30 Rajab atau sebulan sebelum memasuki bulan Ramadan. “Ini juga sebagai ungkapan syukur kepada leluhur yang telah membantu berjuang untuk Kerajaan Mataram di masa lalu,” kata Abdi Dalem Widyo Budoyo, Kanjeng Mas Tumenggung Hardoyudo.

Mujahidin Cyber

Abdi dalem telah menyiapkan ubo rampe yang dimasukkan dalam dua kotak kayu berwarna merah yang bertuliskan Redi Lawu Kanemah dan Redi Lawu Kasepuhan. Selain ubo rampe, juru kunci gunung setinggi 3.265 meter ini juga diberikan kain adat jawa oleh abdi dalem.

Mujahidin Cyber

Setelah diterima, aneka ubo rampe dibawa ke Pepunden di Dusun Nano, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu untuk diarak bersama warga setempat. Untuk kemudian tepat pada pertengahan malam, dibawa naik ke puncak Lawu.

Kepala Lingkungan Dusun Nano, Surono mengaku senang bisa menyambut para utusan Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Ini memang sebuah tradisi yang harus dipertahankan,” tuturnya. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Pemurnian Aqidah, Aswaja Mujahidin Cyber

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

Jepara, Mujahidin Cyber. Pengasuh pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara KH Nuruddin Amin (Gus Nung) membawa sedikitnya 125 jamaah haji asal Jepara. Salah satu ciri khas dari Jamaah Haji Nusantara KBIH Arafah Bangsri Jepara untuk jamaah laki-laki yang berjumlah 58 orang ialah blangkon.

Gus Nung menyatakan bahwa jamaah haji tidak melulu menggunakan kopiah haji. Menurutnya, jamaah haji tetapi boleh mengenakan blangkon sebagai tutup kepala.

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

“Wong kaji ora kudu nganggo kopiah putih tapi ugo oleh nganggo blangkon,” kata Gus Nung.

Mujahidin Cyber

Sementara 67 jamaah putri belum mengenakan ciri khusus.

Mujahidin Cyber

Sejak dipublikasikan di jejaring sosial fesbuk, penanda khusus ini banyak menuai apresiasi dari pelbagai kalangan netizen.

Dipilihnya blangkon sebagai identitas bukan tanpa alasan. Menurut Gus Nung, blangkon memiliki ciri yang sangat spesifik dan tiada duanya. Saat dihubungi via jejaring sosial suami Hj Hindun Anisah ini menjawab bahwa blangkon dari segi bentuknya sudah mirip dengan sorban hanya saja motifnya kain batik.

“Blangkon ini ciri khas Keraton Mataram Ngayogyokarto Hadiningrat. Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan Islam Jawa yang ada di tanah Nusantara,” tutur Ketua KBIH Arafah.

Sejak digulirkan ide menarik ini, puluhan jamaah memberi respon yang positif. Tujuannya selain memudahkan untuk mengidentifikasi teman di tanah haramain juga mereka nyaman memakainya setiap ada aktivitas maupun jamaah rutin di masjid.

Identitas blangkon masih terinspirasi dari Islam Nusantara yang dikonseptualisasikan Muktamar Ke-33 NU. Dengan memakai blangkon pihaknya ingin menunjukkan corak keislaman yang spesifik di salah satu bagian Indonesia yang diidentifikasi sebagai Islam Nusantara.

“Makanya kami sengaja mempraktikkan pengamalan Islam Nusantara dengan wujud memakai blangkon,” terangnya, Kamis (27/8) lalu.

Tutup kepala ini dikenakan ketika berangkat ke masjid serta kegiatan-kegiatan KBIH di tanah suci kecuali saat sedang ihram. Misalnya saat Arbain, ziarah ke Jabal Uhud, Ziarah ke Masjid Quba, Jannatul Baqi Al-Ghorqod, Ziarah Madinah serta aktivitas ibadah yang lain.

Tahun ini KBIH Arafah berangkat dari 24 Agustus hingga 4 Oktober 2015. KBIH ini menempati Kloter 12 SOC (sebelumnya kloter 13) dari Jepara. Maju satu kloter akibat akumulasi jamaah yang belum keluar visa hajinya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Olahraga Mujahidin Cyber

Minggu, 28 Januari 2018

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, umat Islam kembali kehilangan pewaris Nabi yang mendunia. Salah seorang ulama Ahlussunnah dunia di Damaskus Suriah Syekh Wahbah Az-Zuhaili atau Wahbah bin Musthofa Az-Zuhaili wafat pada Sabtu sore (8/8) pada usianya yang ke 83 tahun. Syekh Wahbah merupakan salah satu ulama terkemuka asal Suriah diabad ini, anggota daripada Dewan Fiqh di Makkah, Jeddah, India, Amerika dan Sudan.

Syekh Prof.Dr.Wahbah Az Zuhaili adalah cerdik cendikia (alim allamah) yang menguasai berbagai disiplin ilmu (mutafannin). seorang ulama fikih kontemporer peringkat dunia, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam melalui kitab-kitab fikihnya. Beliau dilahirkan di desa Dir `Athiah, utara Damaskus, Syiria pada tahun 1932 M. dari pasangan Mustafa dan Fatimah binti Mustafa Sa`dah.Ayah beliau berprofesi sebagai pedagang sekaligus seorang petani. Beliau mulai belajar Al Quran dan sekolah ibtidaiyah di kampungnya. Dan setelah menamatkan ibtidaiyah di Damaskus pada tahun 1946 M. beliau melanjutkan pendidikannya di Kuliah Syar`iyah dan tamat pada 1952 M. Ketika pindah ke Kairo beliau mengikuti kuliah di beberapa fakultas secara bersamaan, yaitu di Fakultas Syariah, Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al Azhar dan Fakultas Hukum Universitas `Ain Syams.

Syekh memperoleh ijazah sarjana syariah di Al Azhar dan juga memperoleh ijazah takhassus pengajaran bahasa Arab di Al Azhar pada tahun 1956 M. Kemudian memperoleh ijazah Licence (Lc) bidang hukum di Universitas `Ain Syams pada tahun 1957 M, Magister Syariah dari Fakultas Hukum Universitas Kairo pada tahun 1959 M dan Doktor pada tahun 1963 M. Gelar doktor di bidang hukum (Syariat Islam) beliau peroleh dengan predikat summa cum laude (Martabatus Syarof Al-Ula) dengan disertasi berjudul "Atsarul Harbi Fil Fiqhil Islami, Dirosah Muqoronah Bainal Madzahib Ats-Tsamaniyah Wal Qonun Ad-Dauli Al-Am" (Beberapa pengaruh perang dalam fiqih Islam, Kajian perbandingan antara delapan madzhab dan undang-undang internasional).

Sungguh catatan prestasi yang sangat cemerlang. Satu catatan penting bahwa, Syekh Wahbah Az Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Ini semua menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Menurut beliau, rahasia kesuksesannya dalam belajar terletak pada kesungguhannya menekuni pelajaran dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengganggu belajar. Moto hidupnya adalah, “Inna sirron najah fil-hayat, ihsanus shilah billahi `azza wa jalla”, (Sesungguhnya, rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Alloh `Azza wa jalla). Karir Akademis Setelah memperoleh ijazah Doktor, pekerjaan pertama Syekh Wahbah Az Zuhailli adalah staf pengajar pada Fakultas Syariah, Universitas Damaskus pada tahun 1963 M, kemudian menjadi asisten dosen pada tahun 1969 M dan menjadi profesor pada tahun 1975 M.

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)
Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Sebagai guru besar, ia menjadi dosen tamu pada sejumlah univesritas di negara-negara Arab, seperti pada Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Adab Pascasarjana Universitas Benghazi, Libya; pada Universitas Khurtum, Universitas Ummu Darman, Universitas Afrika yang ketiganya berada di Sudan. Beliau juga pernah mengajar pada Universitas Emirat Arab. Beliau juga menghadiri berbagai seminar internasional dan mempresentasikan makalah dalam berbagai forum ilmiah di negara-negara Arab termasuk di Malaysia dan Indonesia. Akan tetapi, di Medan belum pernah. Ia juga menjadi anggota tim redaksi berbagai jurnal dan majalah, dan staf ahli pada berbagai lembaga riset fikih dan peradaban Islam di Siria,Yordania, ArabSaudi,Sudan, India, dan Amerika.

Syekh Wahbah Az Zuhaili sangat produktif menulis, mulai dari artikel dan makalah sampai kepada kitab besar yang terdiri atas beberapa jilid. Baru-baru ini beliau merampungkan penulisan ensiklopedia fiqih yang beliau tulis sendiri brjudul, "Mausatul Fiqhil Islami Wal-Qodhoya Al-Muashiroh" yang telah diterbitkan Darul Fikr dalam 14 jilid.

Di antara karya-karya beliau adalah Al Fiqhul Islami wa AdillatuhAt Tafsir Al MunirAl Fiqhul Islami fi uslubih Al JadidNadhoariyatudh Dhorurot Asy Syari`yahUshuul Fiqh Al IslamiAdz-Dzarai`ah fs Siyasah Asy Syari`ahAl `Alaqot ad-Dualiyah fil IslamJuhud Taqnin Al Fiqh Al IslamiAl Fiqhul Hanbali Al Muyassar.Al Fiqhul Hanafi Al MuyassarAl Fiqhus Syafii Al Muyassar Dr.Badi` As Sayyid Al Lahham dalam biografi Syekh Wahbah yang ditulisnya dalam buku yang berjudul, "Wahbah Az Zuhaili al -`Alim, Al Faqih, Al Mufassir" menyebutkan 199 karya tulis Syekh Wahbah selain jurnal, beliau juga500-an karya dalam bentuk makalah ilmiah. Demikian produktifnya Syekh Wahbah dalam menulis sehingga Dr. Badi` mengumpamakannya seperti Imam As Suyuthi dimasa lampau. (Red: Anam)

Mujahidin Cyber

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Ulama, Hikmah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom

Jakarta, Mujahidin Cyber

Vivi Normasari, salah satu korban pengeboman Hotel JW Marriott tahun 2003 silam mengeluhkan sikap wartawan. Menurutnya para wartawan seperti tidak punya hati nurani saat korban pengeboman dalam keadaan luka parah dan meminta tolong wartawan hanya sibuk mengambil gambar atau merekam video.

Vivi menceritakan hal tersebut dalam Short Course “Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media” di Hotel Ibis Budget, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (25/5).

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom

Diceritakan Vivi, akibat peristiwa JW Marriott, ia menghadapi situasi hilangnya rasa percaya diri. Sebelum pengeboman JW Marriott, ia sedang menyiapkan rencana pernikahannya. Ia juga sebagai karyawan sebuah bank. 

Peristiwa pengeboman Hotel JW Marriott menyebabkan Vivi harus menjalani masa sulit. Vivi mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, rasa takut menghadapi pernikahan, termasuk kehilangan pekerjaan. Vivi pun harus menjalani fisioterapi untuk menyembuhkan luka fisiknya dan memulihkan trauma psikologis melalui Bimbingan dan Konseling.

Mujahidin Cyber

Luka batin dan trauma yang dialami Vivi akhirnya perlahan mencair. Bersama Aliansi Indonesia Damai (AIDA), kini Vivi menjadi salah satu agen perdamaian yang salah satu kegiatannya mengampanyekan pesan damai ke sekolah-sekolah menengah di Indonesia.

Kepada masyarakat, Vivi menyampaikan pesan moral, dampak tragedi bom sangat mengubah kehidupa seseorang; aksi kekerasan di belahan bumi mana pun tidak dapat ditolerir baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan beragama yang kita anut. 

“Kita hidup tidak sendirian, oleh karena itu kepedulian terhadap sesama menjadi penting,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Aswaja, AlaSantri, Olahraga Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Solo, Mujahidin Cyber. Setelah beberapa bulan dinanti, majalah Serambi Al-Muayyad kembali terbit. Majalah yang dikelola para santri pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo ini, akan diluncurkan saat peringatan haul KH Umar Abdul Mannan, Jumat (18/7) mendatang.

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)
Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Kepada Mujahidin Cyber, seorang redaktur Serambi Al-Muayyad Miftahul Abrori menuturkan, edisi keenam ini membahas hubungan antara tiga sesepuh sekaligus pendiri pesantren Al-Muayyad. Mereka ialah KH Abdul Mannan, KH Ahmad Umar dan KH Ahmad Shofawi.

“Salah satu penulis Muhammad Ishom mengangkat tulisan ini agar lebih banyak orang memahami hubungan para sesepuh. Sebab sebelumnya, kami sering ditanya perihal tersebut. Mereka yang bertanya tidak hanya dari kalangan internal pesantren Al-Muayyad, tetapi juga dari kalangan masyarakat luas,” terang Miftah.

Mujahidin Cyber

Redaksi Serambi Al-Muayyad kali ini, Miftah melanjutkan, menyajikan kisah inspiratif seseorang warga negara Indonesia dalam menjaga keimanannya selama tinggal di Negeri Paman Sam. Redaksi juga mengulas tema terkait Pilpres, Ramadhan, dan Piala Dunia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Aswaja, Amalan Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock