Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian

Pamekasan, Mujahidin Cyber. Bertempat di Gedung Multi Centre Lantai II, STAIN Pamekasan melangsungkan ekspos hasil penelitian internasional Indonesia-Malaysia, Kamis (29/12). Penelitian tersebut mengerucut pada pengaruh human capital, structural capital, dan customer capital terhadap informasi asimetris dan akuntabilitas kinerja anggaran bank umum syariah di negara negara Indonesia dan Malaysia.

Acara tersebut menghadirkan peneliti dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof Madya Dr Shofian Ahmad selaku Deputy Dean for Graduate Studies and International Relations, Faculty of Islamic Studies UKM. Selain itu, terlihat Eric Kurniawan selaku pimpinam BRIS KC Pamekasan. Tampak pula Ketua STAIN Pamekasan Dr H Muhammad Kosim beserta jajaran petinggi kampus dan para mahasiswa.

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian

Penelitian unggulan internasional yang diungkap dalam kesempatan itu merupakan hasil jerih payah Sri Handayani, Shofian Ahmad, Fatati Nuryana, dan Ainurrahman Hidayat. Latar belakang penelitian tidak lepas dari bank umum syariah di Indonesia yang meningkat tajam mulai 1992 sampai 2016, menjadi 13 bank yang hampir menyamai jumlah bank syariah di Malaysia.

"Perkembangan bank umum syariah seyogyanya diikuti dengan pengelolaan yang sesuai dengan kepentingan nasabah dan bank," ujar Sri Handayani.

Ditegaskan, bank syariah akan menjadi besar jika didukung dengan modal intelektual yang meliputi human capital, structural capital, structural capital, dan customer capital. Akan tetapi, penilaian kinerja perusahaan seringkali hanya didasarkan pada aktiva berwujud (tangible assets), sementara aktiva tidak berwujud (intangible assets) kurang diperhatikan.

Mujahidin Cyber

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Pamekasan Muhammad Kosim menegaskan, pihaknya pernah ke Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Meskipun secara fisik kampus UKM tidak semegah STAIN, tetapi fasilitas keilmuannya cukup memadai.

"Seperti perpustakaan UKM yang cukup lengkap dan canggih. Ke depannya kita akan terus menjalin kerja sama dalam bidang penelitian maupun forum ilmiah," tukasnya.

Usai memberi sambutan, Muhammad Kosim dan Shofian Ahmad teken kontrak MoU. Itu sebagai wujud nyata jalinan kerja sama STAIN Pamekasan dengan UKM secara berkesinambungan. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber AlaNu, Tokoh Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

Jombang, Mujahidin Cyber. Selama tiga minggu, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri Jawa Timur meneliti pengelolaan keuangan di Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT Jombang. Mereka yang berjumlah lima orang ini ingin mempraktikkan sejumlah pengetahuan yang telah diraih selama berada di kampus.

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dana Sosial Pesantren Tebuireng Jadi Sasaran Riset Mahasiswa

"Kami dari Fakultas Syariah Program Studi Ekonomi Syariah," kata Krisna Winata Putra, pimpinan kelompok tersebut saat dikonfirmasi Mujahidin Cyber, Rabu (11/2).

Para mahasiswa sejak tanggal 9 hingga 28 Februari mendatang akan meneliti lebih dekat bagaimana LSPT mendapatkan dana sosial dari para donatur, pengadministrasian, penyaluran dana untuk kegiatan sosial, hingga pelaporan kepada khalayak.

Mujahidin Cyber

"Para peserta juga terlibat dalam kegiatan yang diselenggarakan LSPT, khususnya saat memberikan santunan kepada sejumlah kalangan," kata Krisna, sapaan akrabnya.

Mujahidin Cyber

Seperti pada kegiatan penyaluran bantuan. Bersama salah seorang pengurus, mereka diikutkan kegiatan penyaluran paket susu formula kepada masyarakat. "Kami menyaksikan, bantuan ini tidak semata diberikan kepada kalangan muslim, juga masyarakat yang beragama lain," tandas mahasiswa kelahiran Kediri ini. Bagi para mahasiswa, apa yang dilakukan LSPT adalah cerminan rasa solidaritas membantu masyarakat kurang mampu dengan tanpa membedakan agama dan keyakinan, lanjutnya.

Keterlibatan dengan kegiatan LSPT juga mereka rasakan saat pemberian santunan kepada para 200 fakir miskin dan kaum dluafa di Masjid Ulul Albab yang berada di lingkungan Pesantren Tebuireng. Selama acara berlangsung, para mahasiswa ikut dalam kegiatan shalat dhuha berjamaah, mendengarkan mauidhah hasanah, pemberian santunan dan layanan kesehatan secara gratis.

Bagi mahasiswa semester 6 ini, pengalaman mengikuti sejumlah kegiatan LSPT merupakan hal menarik dan berharga. "Hal ini juga menjadi pembanding dengan ilmu yang selama ini kami peroleh di kampus," ungkapnya.

Meskipun belum genap semingu terlibat dalam kegiatan LSPT, para mahasiswa merasa bahwa secara umum pengelolaan keuangan di lembaga sosial ini lumayan baik. "Apalagi kami dibantu dengan keterbukaan informasi yang disampaikan pengurus," katanya. Keberadaan majalah dan website juga menjadi sarana dalam menyampaikan informasi keadaan keuangan yang masuk serta digunakan sejumlah kegiatan, lanjutnya.

Waktu 3 minggu akan benar-benar dioptimalkan para mahasiswa untuk mendapatkan gambaran pengelolaan administrasi dan keuangan LSPT. "Kami juga akan memberikan saran serta masukan kepada lembaga ini sesuai dengan ilmu yang telah kami dapatkan selama kuliah," pungkas Krisna. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tokoh Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat

Waykanan, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Waykanan menyatakan syukur atas pelaksanaan pilkada di daerah setempat yang berlangsung damai dan tertib. Suasana damai pemilihan ini menandai peningkatan pemahaman masyarakat setempat dalam perbedaan pilihan politik.

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Damai, GP Ansor Waykanan Apresiasi Warga Setempat

"Pesta demokrasi 9 Desember 2015 telah usai. Patut disyukuri perhelatan di Waykanan berlangsung dan berakhir damai. Suatu penanda proses dan pemahaman demokrasi berlangsung baik di masyarakat," ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Kamis (10/12).

Pilkada Waykanan diikuti pasangan nomor urut 1 Bustami Zainudin dan Adinata (Adin Bustami) diusung PDI Perjuangan, Gerindra, PKB, dan Nasdem. Serta pasangan nomor urut 2 Raden Adipati Surya dan Edward Anthony (Berani) diusung Demokrat, PAN, Hanura dan PKS.

Mujahidin Cyber

Berdasarkan data KPU setempat sebanyak 337.827 pemilih terdiri atas pemilih lelaki berjumlah 172.810. sedangkan pemilih perempuan berjumlah sebanyak 165.017 orang sebagai pemilik suara yang bisa menggunakan suaranya di 780 TPS yang ada.

Berdasarkan hitung cepat Rakata Institute dari data masuk 95,10 persen dengan tingkat partisipasi 67,72 persen, Bustami-Adinata mendulang suara 39,73 persen. Lalu Berani meraup 60,27 persen.

Mujahidin Cyber

"Jabatan adalah amanah. Siapapun yang terpilih, tugas kami sebagai pemuda adalah berpartisipasi dalam pembangunan, bukan sebaliknya. Ini kami buktikan pada 2015, GP Ansor Waykanan dibantu sejumlah pihak seperti Tim Penggerak PKK, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu menggelar Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau Sanlat BPUN," kata Gatot lagi.

Gatot mengucapkan selamat kepada anggota Dewan Pembina Gerakan Pemuda Ansor Waykanan H Raden Adipati Surya dan Ketua PD Muhammadiyah Waykanan Dr H Edward Anthoni atas perolehan suara terbanyak pada Pilkada 9 Desember 2015. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tokoh, Tegal Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel

Banjarmasin, Mujahidin Cyber 

Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan orientasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk pondok pesantren dan majelis taklim Muslimat NU di Hotel Amaris, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (17/11).



PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Adakan Orientasi Germas di Kalsel



Pembukaan dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kalimantan Selatan H. Gusti Burhanuddin. 

Mujahidin Cyber





Mujahidin Cyber

Hadir pula dari Pendamping Promkes Kementrian Kesehatan RI Ismoyowati. Ia menyampaikan 5 Nawacita program Indonesia Sehat Germas.





“Standar SPM sehat diharapkan dari pemerintah kabupaten kota untuk preventif dan sistematis dalam pelaksanaan Germas,” katanya. 





Ia menambahkan, kesehatan tidak bisa dilakukan aendiri- sendiri, tetapi harus bersama-sama seluruh komponen bangsa, harus sadar dan mampu hidup sehat sehingga sejajar dengan bangsa-bangsa lain.





“Maka lini pondok pesantren dan majelis taklim akan mengadakan RTL (Rencana Tindak Lanjut, red.) program yang tidak membumbung tinggi, tapi yang realistis bisa dilaksanakan di pondok pesantren dan majelis taklim,” jelasnya. 





Ketua Tim Germas PP Muslimat NU Hj. Erna Soefihara menyatakan, bidikan peserta orientasi adalah pimpinan pondok pesantren dan pimpinan majelis taklim sangat tepat sekali.





Karena, kata dia, anggota Muslimat NU bisa dipastikan memiliki dan akrab dengan majelis taklim. Selain itu, anggota Muslimat di masyarakat kebanyakan adalah ibu-ibu Muslimat. 





Acara itu diwarnai simulasi senam sehat Germas hingga doorprize. (A-Moez/Abdullah Alawi). Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Tokoh, AlaSantri Mujahidin Cyber

Minggu, 28 Januari 2018

Gandeng Malaysia, Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Koperasi Saudagar

Jakarta, Mujahidin Cyber - Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) melalui Koperasi Saudagar Indonesia, Kamis (18/8) malam, menandatangani nota kesepahaman dengan Ar Rahnu Yayasan Pembangunan Ekonomi Islam Malaysia (Yapeim) di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ar Rahnu merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pegadaian syariah di bawah Yapeim. Ia menjadi program resmi pemerintah Malaysia yang menyediakan mikro kredit secara mudah bagi rakyat kecil.

Gandeng Malaysia, Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Koperasi Saudagar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Malaysia, Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Koperasi Saudagar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Malaysia, Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kembangkan Koperasi Saudagar

Turut hadir dalam kesempatan itu Direktur Divisi Perencanaan Strategis Perdana Menteri Malaysia Dato Shahlan Ismail, Ketua Yapeim Dato Abibullah, Ketua HPN Abdul Kholik, dan sejumlah perwakilan HPN daerah. Prosesi penandatanganan MoU disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Mujahidin Cyber

Abibullah di hadapan forum menyinggung soal masih tertinggalnya umat Islam di sektor ekonomi. Menurutnya, lembaga-lembaga perekonomian mesti diperkuat perannya. Ia berharap kerja sama ini dapat mendorong perekonomian masyarakat kecil di bawah.

Mujahidin Cyber

"Orang-orang non-Muslim tak pernah mendengar hadits Nabi tangan di atas lebih baik darpada tangan di bawah tapi mengapa mereka bisa menguasai ekonomi? Ini menjadi bahan introspeksi kita," ujarnya.

Shahlan menambahkan, di antara program yang bisa dilakukan adalah mendirikan supermarket-supermarket yang menampung dagangan para pelaku usaha kecil menengah yang selama ini tak mungkin ditampung di mal-mal besar. Termasuk juga membangunkan warung-warung klontong bagi sebagian mereka.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said mengaku prihatin dengan kondisi perekonomian umat Islam secara umum. Baginya, sebagaimana di belahan dunia lain, muslimin Indonesia menghadapi ironi sebagai negara kaya namun dikuasai para pemodal asing. Ia mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan kian massif dilakukan.

Abdul Kholik menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, Yapeim merupakan mitra lama HPN karena itu ia optimis kemitraan ini akan berjalan dengan baik. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tokoh Mujahidin Cyber

Sabtu, 27 Januari 2018

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tahun ini diprediksi mengalami perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan. Namun demikian, keputusan dua ormas terbesar di Indonesia ini tentang 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri diperkirakan serentak 28 Juli 2014.

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Warga NU diperkirakan akan mulai berpuasa pada 29 Juni 2014. Sementara Muhammadiyah sudah lebih dulu memastikan akan berpuasa pada 28 Juni 2014.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Hadi mengungkapkan bahwa penetapan sementara itu berdasarkan pada hasil rapat koordinasi (Rakor) PWNU Jawa Timur pada 2 Juni lalu. Pada rapat tersebut, diperkirakan awal bulan Ramadhan jatuh pada Ahad 29 Juni 2014.

Mujahidin Cyber

“Hal itu karena berdasarkan metode rukyatul hilal (melihat langsung bulan sabit). Posisi hilal ada pada titik 0,085 derajat. Perlu dicatat, ini penghitungan sementara,” ujarnya, Jumat (20/6) sore di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Probolinggo.

Pada posisi itu kata Kiai Syaiful Hadi, pada posisi itu bulan sangat dimungkinkan tidak terlihat secara kasat mata. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. “Sehingga terlihatnya hilal pada posisi 0,085 derajat itu yang tepat di hari Ahad, pertanda dimulainya puasa,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Pandangan itu berdasarkan hasil pemaparan tim rukyatul hilal PWNU Jawa Timur. Menurut Ketua Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur KH. Sholeh Hayat, posisi itu berdasarkan peredaran bulan pada awal Sya’ban.

“Penetapan sementara ini berdasarkan pergeseran bulan. Tetapi keputusan resminya tunggu nanti, pada 29 Sya’ban atau 27 Juni. Saat itu NU akan melakukan rukyatul hilal,” tegasnya.

Diketahui, selama ini selain menggunakan metode hisab (penghitungan matematis) untuk memprediksi, NU juga memakai metode rukyat atau melihat langsung hilal untuk memastikan hasil akhir. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Geram Penyelewengan Dana Desa, Mendes PDTT Sebut Bulan Madu Telah Usai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, pemerintah telah sepakat untuk tidak main-main dengan penyelewengan dana desa. Ia memastikan, perangkat desa yang terbukti terlibat penyelewengan akan langsung dipecat.

Geram Penyelewengan Dana Desa, Mendes PDTT Sebut Bulan Madu Telah Usai (Sumber Gambar : Nu Online)
Geram Penyelewengan Dana Desa, Mendes PDTT Sebut Bulan Madu Telah Usai (Sumber Gambar : Nu Online)

Geram Penyelewengan Dana Desa, Mendes PDTT Sebut Bulan Madu Telah Usai

"Bulan madu sudah selesai. Kalau kemarin diingetin terus, saat ini kalau masih macem-macem lagi, masih main-main kita tangkap. Kita libatkan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), data informasi lengkap tidak mungkin tidak ketahuan," ujar Menteri Eko usai koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri di Jakarta, Kamis (10/8).

Menteri Eko mengungkapkan, pada tahun 2016 Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mendapat laporan pengaduan masyarakat terkait dana desa sebanyak 932 pengaduan. 200 laporan diantaranya diserahkan kepada KPK, 167 diserahkan kepada kepolisian, sisanya merupakan permasalahan administrasi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 kasus yang mendapat vonis. Untuk tahun ini, lanjutnya, laporan pengaduan yang diterima sebanyak 300 pengaduan dan terus dipantau oleh Satgas Dana Desa.

Menurut Menteri Eko, permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan dana desa sebenarnya jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penerima dana desa yang mencapai 74.910 desa. Meski demikian, ia tetap melakukan koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, untuk menyempurnakan kekurangan-kekurangan yang mungkin terjadi dalam pengelolaan dana desa.

Mujahidin Cyber

"Tentu setiap satu kesalahan kita tidak terima. Persoalan ini (penyelewengan dana desa) adalah persoalan penanganan korupsi. Penanganan korupsi bukan ditangani dengan pembentukan lembaga pengawas baru lagi, karena tidak menjamin korupsi tidak terjadi. (Solusi) Ya kita tangani korupsinya," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Menteri Eko mengakui, 40 persen kepala desa di Indonesia hanya berpendidikan SD dan SMP. Namun menurutnya, hal tersebut bukanlah alasan untuk meragukan kemampuan desa untuk mengelola dana desa.

"Kenyataannya mereka (kepala desa) bisa belajar. Kalau kita lihat dana desa tahun 2015 sebanyak Rp20,8 Triliun hanya terserap 82 persen. Tahun 2016 dinaikkan oleh Pak Presiden sebesar Rp46,98 Triliun. Angka penyerapan naik dari 82 persen menjadi 97 persen. Artinya mereka belajar dan selalu kita kasih pendampingan," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, ia telah sepakat untuk melakukan penguatan aparatur desa. Menurutnya, peningkatan kualitas aparat desa jauh lebih penting dibandingkan harus mempermasalahkan ijazah pendidikan.

"Soal ijazah tidak menjadi alasan. Karena Kepala Desa kan dipilih langsung oleh masyarakat. Yang penting dia mampu untuk melakukan, menggerakkan, mengorganisir masyarakat desanya. Mampu menyusun perencanaan dengan baik, mampu mempertanggungjawabkan keuangan desa dengan baik, itu saja intinya," terangnya.

Tjahjo Kumolo mengaku telah berbagi tugas dengan Menteri Eko dalam menangani desa. Menurutnya, Kementerian Dalam Negeri dalam hal ini akan fokus pada penguatan aparatur desa. Sedangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi fokus pada perencanaan, pembangunan, dan evaluasi pembangunan.

"Urusan desa ini yang bertanggungjawab langsung ya Bupati. Jangan Kemendagri dan Kemendes yang menjangkau langsung semua desa," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tokoh Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock