Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan, seorang pemimpin jangan terlalu banyak beretorika. Pemimpin harus memperbanyak berbuat baik dan berperilaku baik sebagai contoh kepada anak-anak yang merupakan calon pemimpin untuk meneruskan perjuangan pembangunan.

Hal ini disampaikan Hasan Aminuddin dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darul Muttaqin di Desa Alastengah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Jum’at (17/2) sore.

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika (Sumber Gambar : Nu Online)
Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika (Sumber Gambar : Nu Online)

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika

“Seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh nyata dan tidak hanya sekedar berwacana,” katanya.

Mujahidin Cyber

Hasan menjelaskan, bersedekah merupakan hal dan perilaku yang sangat penting. Seseorang yang ikhlas untuk bersedekah, niscaya akan dilipatgandakan rezekinya. “Janganlah pernah mengemis di jalan-jalan untuk kepentingan pembangunan masjid,” pintanya.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Hasan meminta para panitia pembangunan masjid agar senantiasa mendatangi dan bertamu kepada para dermawan yang benar-benar ikhlas, “Terima kasih kepada orang yang pernah berjasa dan menyerahkan pelaksanaan pembangunan ini pada ahlinya, sehingga masjid ini bermanfaat sebagai tempat ibadah untuk generasi sampai ke generasi,” pungkasnya.

Ketua panitia Taufik menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan masyarakat yang mau mendukung pelaksanaan pembangunan Masjid Darul Muttaqin tersebut. “Mudah-mudahan pembangunan masjid ini bisa selesai sesuai dengan harapan bersama sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk upacara serah-terima akta ikrar wakaf untuk pembangunan Masjid Darul Muttaqin oleh Kepala KUA/PPAIW Kecamatan Paiton Sahro kepada ketua nadzir (pengelola wakaf) Kusnadi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua MWCNU Paiton Moh Barzan, dan sejumlah kiai yang ada di Kecamatan Paiton. Serta para pengurus badan otonom NU, baik IPNU-IPPNU serta GP Ansor. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Kiai Mujahidin Cyber

Kamis, 22 Februari 2018

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk

Riyadh, Mujahidin Cyber. Presiden AS Barack Obama pada Rabu (20/4) bertemu dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di ibu kota Kerajaan Arab, Riyadh, sebelum pertemuan puncak pemimpin negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Obama menggaris-bawahi pentingnya untuk mempercepat kegiatan melawan ISIS dan menyambut baik peran penting Arab Saudi dalam koalisi melawan kelompok teror, demikian isi pernyataan Gedung Putih.

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Bertemu Raja Saudi Sebelum Pertemuan Dewan Kerjasama Teluk

Kedua pemimpin tersebut juga membahas krisis regional di Suriah, Yaman dan Irak, dan tantangan yang ditimbulkan oleh kegiatan Iran.

Itu adalah kunjungan keempat Obama ke negara yang kaya akan minyak di Teluk tersebut sejak ia memangku jabatan pada 2009.

Mujahidin Cyber

Kerajaan itu dipandang sebagai salah satu sekutu paling strategis Washington di Timur Tengah, tapi hubungan bilateral mereka tegang gara-gara kesepakatan nuklir yang dicapai dengan Iran tahun lalu.

Beberapa jam sebelum Obama bertemu dengan Raja Salman, Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengadakan pembicaraan dengan timpalannya dari Teluk mengenai kerja sama militer dan perkembangan terkini di Timur Tengah, kata Xinhua, Kamis pagi. Pembicaraan tersebut meliputi apa yang digambarkan sebagai kegiatan Iran yang merusak kestabilan dan kelompok ISIS, kata Sekretaris Jenderal GCC Abdullatif Az-Zayani.

Negara GCC dan Amerika Serikat telah sepakat untuk melakukan patroli gabungan guna menghentikan pengiriman senjata Iran sampai ke Yaman, kata Az-Zayani.

Mujahidin Cyber

Kepala Pertahanan AS itu mendesak anggota GCC agar lebih terlibat dalam membantu Pemerintah Irak memerangi ISIS dan membangun kembali daerah tempat gerilyawan telah diusir.

GCC terdiri atas Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Pertemuan puncak tersebut dilancarkan setelah Obama mengkritik peran regional Arab Saudi, yang memicu reaksi keras dari keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Dalam wawancara belum lama ini dengan Atlantic, Obama menggambarkan Arab Saudi dan sekutu lain AS sebagai "pengendara bebas" dalam kebijakan luar negeri AS", dan mengkritik apa yang ia pandang sebagai pendanaan Riyadh buat sikap nontoleransi agama.

Hampir setahun lalu, pada Mei 2015, Obama menjamu para pemimpin negara Teluk di Gedung Putih dan Camp David, pertemuan pertama dengan para pemimpin negara Teluk setelah kesepakatan kerangka kerja mengenai pembatasan program nuklir Iran.

Selain Kuwait dan Qatar, pemimpin dari empat negara lain GCC absen dalam pertemuan puncak 2015 tersebut. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Kiai Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

Kudus, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Kudus mengadakan selamatan dengan pembacaan manaqib menjelang Pelatihan Fasilitator (Latfas), Kamis (7/5) di Gedung MWCNU Mejobo Kudus, Jawa Tengah.

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

PC IPNU-IPPNU Kudus telah menyelesaikan beberapa program kerjanya.  Maka selain sebagai doa selamatan, manaqib ini juga sebagai agenda tasyakuran atas kesuksesan berbagai agenda yang telah terlaksana.

“Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas suksesnya seluruh agenda sedari kita pelantikan tanggal 9 November 2014 hingga hari ini,” ujar Joni Prabowo, Ketua Umum PC IPNU Kudus.

Mujahidin Cyber

Usai pelantikan, IPNU-IPPNU Kudus lekas berkegiatan antara lain, pelatihan kepemimpinan bagi anggota Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik), Diklatama DKC CBP dan KPP, Lakmud dan Makesta pada tahun 2014 lalu.

Mujahidin Cyber

Juga suksesi atas serangkaian kegiatan penyambutan hari lahir IPNU dan IPPNU, tim apresiasi seni 54, tim redaksi majalah Pilar 2015, tim Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) kerjasama Yayasan Mata Air, manajemen pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), dan usaha akomodasi atribut IPNU-IPPNU oleh tim perekonomian.

“Sementara besok pun kita sudah akan mulai agenda terdekat kita, yakni pagi jam delapan ada pembukaan Latfas di tempat ini juga, serta siangnya pembukaan BPUN di ponpes Zainal Husain. Ini acara kita bersama dan butuh dukungan dan bantuan,” papar Joni saat sambutan manaqib.

Pembacaan manaqib sore itu dipimpin oleh Dwi Saifullah, mantan Ketua IPNU Kudus periode sebelumnya. Acara diikuti oleh para pengurus harian, departemen, tim redaksi majalah Pilar, Forkapik, serta para tamu undangan. (Istahiyyah/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail Mujahidin Cyber

Sabtu, 03 Februari 2018

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda

Jombang, Mujahidin Cyber. Sistem dan konsep kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) masih perlu perbaikan. Fakta riil Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan organisasi pemuda justru banyak diisi kader berusia di atas 40-an.

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto hal itu menyebabkan kesenjangan antara kader tua dan yang muda. Dan banyak kader Ansor maupun Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang enggan masuk ke NU.

Ia mengusulkan pada Kongres nanti ada pembahasan dan setrategi khusus dalam menyelesaikan kondisi demikian. Setidaknya dengan menghidupkan Pandu Ansor dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan kesenjangan kaderisasi tersebut.

Mujahidin Cyber

“Pandu Ansor dapat menjadi magnet sendiri di kalangan para pemuda untuk tertarik masuk ke dalam Ansor atau NU. Pandu Ansor juga termasuk salah satu organisasi kepanduan di Indonesia yang diakui, bahkan pernah menjadi kontingen dalam Jambore Pandu Dunia,” katanya kepada Mujahidin Cyber, Senin pagi (23/11). ?

Mujahidin Cyber

Menurut pandangan Gus Antok, sapaan akrabnya keberlangsungan organisasi selain ditunjang oleh kekuatan ideologisasi juga ditunjang oleh adanya sistem kaderisasi yang peka zaman dan tertib. Kaderisasi adalah upaya regenerasi secara sempurna, organisai tanpa regenerasi akan mengalami stagnasi dan entropi (pembusukan).

“Maka harus ada upaya untuk membenahi permasalahan-permasalahan kaderisasi itu. Sistem kaderisasi di Ansor yang sudah ada sudah cukup baik, hanya perlu ada penekanan kembali pada kader muda yang baru hadir di Ansor, agar semangatnya tetap menggelora dan Ansor menjadi wadah yang menarik untuk diikuti dan beraktualisasi diri,” ungkapnya.

Sampai saat ini PC GP Ansor Jombang tengah merumuskan beberapa upaya untuk menghidupkan Pandu Ansor dengan intensif, mereka bertekad menyampaikan dan memperjuangkan buah hasil pikirannya mengingat organisasi kepanduan sangat dibutuhkan ke depan.

“Bahwa Pandu Ansor, juga merupakan gerakan yang sadar dan bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Upaya menghidupkan Pandu Ansor ini untuk mengembalikan kaderisasi Ansor pada jenjang-jenjang usia tertentu. Hal ini dirasa sangat efektif menjawab permasalahan kaderisasi di tubuh Ansor.

“Pandu Ansor merupakan sebutan bagi kader dan anggota GP Ansor, yang meliputi usia? 18-25 tahun. Pada kelompok kader atau anggota usia di atas 25 tahun dapat tersebar dalam struktural Ansor maupun Banser di semua tingkatan,” terangnya.

Sementara proses pendidikan kepanduan Ansor ini mulai dikenalkan di lingkungan sekolah, kampus dan masyarakat umum sebab Pandu Ansor adalah sistem kaderisasi untuk pemula yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat.

Terahir Gus Antok menegaskan bahwa Pandu Ansor adalah jawaban atas problematika anak-anak muda kita, mengembalikan pada jati diri keislaman dan keindonesiaan, agar tidak tergerus pengaruh arus idelogi liberal, Wahabi, komunisme dan ideologi yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara kesatuan republik Indonesia. (Syamsul/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Bahtsul Masail, Nasional Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015

Bondowoso, Mujahidin Cyber? . Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) Kabupaten Bondowoso mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru tahun 2015 yang di adakan oleh Polisi Resort (Polres) Bondowoso. Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Kantor Bupati Bondowoso Jl. Letnan Karsono Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Rabu (23/12) pagi.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso Muzammil bahwa apel tersebut diikuti 1 peleton Banser yang berisi 35 personil dibawah komando Ketua Kasat Banser Susilo.

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bondowoso Ikuti Apel Operasi Lilin Semeru 2015

Apel tersebut, tambah dia, untuk membantu pengamanan dalam menghadapi hari Natal dan Tahun Baru. "Kegiatan untuk menjaga keamanan dalam rangka hari Natal dan Tahun Baru dimulai pada hari ini sampai dengan tanggal 5 Januari 2016," katanya.

Mujahidin Cyber

Dengan apel tersebut, Muzammil berharap toleransi umat beragama di Bondowoso tetap terjaga dan.(Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Gus Dur: Amandemen UUD 1945, Bangsa Indonesia akan Kehilangan Pegangan

Jakarta, Mujahidin Cyber

Amandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945 terus menuai pro dan kontra. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengkhawatirkan jika UUD 1945 diamandemen, maka bangsa Indonesia akan kehilangan pegangan.

Hal itu disampaikannya pada acara peringatan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 di Tugu Proklamasi, Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, Rabu (5/7). Hadir pada acara tersebut Guruh Soekarnoputra, Soetardjo Surjogoeritno dan sejumlah tokoh nasionalis lainnya.

Gus Dur: Amandemen UUD 1945, Bangsa Indonesia akan Kehilangan Pegangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Amandemen UUD 1945, Bangsa Indonesia akan Kehilangan Pegangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Amandemen UUD 1945, Bangsa Indonesia akan Kehilangan Pegangan

“Bangsa Indonesia memerlukan instrumen dasar untuk mencapai tujuannya. Instrumen dasar itu adalah UUD 1945. (UUD 1945, red) tidak perlu diubah-ubah, karena kita akan kehilangan pegangan,“ terang Gus Dur.

Mantan Ketua Umum PBNU itu meminta bangsa Indonesia agar tetap mempertahankan UUD 1945 dan juga Pancasila. Ia meyakini UUD 1945 dan Pancasila dapat menyatukan segala perbedaan serta menyelesaikan segala persoalan bangsa.

Dalam kesempatan itu Gus Dur mengomentari sikap politik Amien Rais. Menurutnya, mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu telah membuat kesalahan karena telah mengamandemen konstitusi tersebut.

Mujahidin Cyber

Gus Dur menginginkan amandemen UUD 1945 dikembalikan ke UUD 1945 zaman Presiden Soekarno.

"Untuk mencapai keadilan pusat dan daerah tidak perlu mengubah instrumen dasar, karena bisa menimbulkan kekisruhan seperti timbulnya kekerasan oleh sekelompok massa," ujar Gus Dur.

Mujahidin Cyber

Gus Dur lantas mencontohkan kekerasan yang dilakukan anggota Front Pembela Islam (FPI) kepada dirinya beberapa waktu lalu saat akan menghadiri seminar tentang RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP).

"Kok bisa massa pegang senjata tajam di tempat umum, padahal itu kan melanggar UU. Polisi yang melihat membiarkan saja, ini kan keliru," kata Gus Dur. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri

Lampung Tengah, Mujahidin Cyber - Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Halal Bihalal sekaligus koordinasi di halaman Pesantren Nurul Qodiri Kecamatan Way Pangubuan Kabupaten Lampung Tengah, Ahad (16/7).

Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Slamet Anwar mengatakan, “Agenda halal bihalal tahun initelah dihadiri oleh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah meliputi Mustasyar, Syuriyah, tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom dan MWCNU.”

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri

“Yang teristimewa lagi halal bihalal NU Kabupaten Lampung Tengah juga dihadiri dari unsur pengurus Pimpinan Pusat Fatayat NU, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim.

Mujahidin Cyber

Pengasuh Pesantren Nurul Qodiri yang juga Ketua PCNU Lampung Tengah KH Imam Suhadi mengucapkan rasa syukur karena bisa bersilaturahmi kembali dengan keluarga besar NU Lampung Tengah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada dzuriyyah almaghfurlah KH Abdul Chalim (kiai kharismatik di Lampung), Hj Chusnunia Chalim.

Hj Chusnunia menyampaikan terima kasih. Ia mengatakan, ia gembira bisa sowan di Pesantren Nurul Qodiri Lampung Tengah ini sekaligus halal bihalal.

“Semoga dalam momen bulan Syawwal ini dan selanjutnya kita kembali dalam keadaan fitri. Semoga jajaran pengurus keluarga besar NU Kabupaten Lampung Tengah senantiasa istiqamah mengawal dan melestarikan ajaran ahlussunah wal jamaah an-nahdliyyah,” kata mantan aktivis PB PMII ini.

Mujahidin Cyber

Hadir dalam halal bihalal PCNU Lampung Tengah Mustasyar NU Lampung Tengah KH Ikhwanul Faruq, para kiai pesantren, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, Ketua Pagar Nusa Lampung Tengah Saprin, Ketua ISNU Lampung Tengah M Nasir, Ketua IPNU Lampung Tengah Andi Sobihin, pengurus Fatayat NU Lampung Tengah, pengurus Pergunu Lampung Tengah, anggota DPRD Lampung H Midi Iswanto, dan warga NU Way Pangubuan dan ratusan santri Nurul Qodiri. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pemurnian Aqidah, Bahtsul Masail, Hadits Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock