Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2018

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai

Karanganyar, Mujahidin Cyber. PAC GP Ansor Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti dalam rangka pelebaran sungai yang berlokasi di Dukuh Ngobaran Desa Pojok Mojogedang, Ahad (22/2) lalu.

Perlebaran sungai tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dampak longsor yang sering terjadi pada saat air memenuhi sungai.

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai

Menurut Ketua PAC Ansor Mojogedang Danang, mengungkapkan, bahwa hujan deras yang terjadi beberapa saat lalu mengakibatkan sungai di Dukuh Ngobaran tersebut penuh air atau banjir. 

Mujahidin Cyber

“Saking derasnya aliran air hingga mengakibatkan tanah disamping sungai tersebut ikut longsor”, ungkapnya kepada Mujahidin Cyber, Senin (23/2) lalu.

Padahal, lanjutnya, tepat pinggiran sungai yang tanahnya longsor tersebut terdapat rumah. Sehingga jika hal ini tidak segera diantisipasi, maka dikhawatirkan rumah tersebut akan amblas terbawa longsor yang disebabkan banjir.

Mujahidin Cyber

“Saat ini jarak rumah dan sungai tinggal sekitar satu meter, jika sungai tidak segera dilebarkan ke arah pinggiran sawah disebelahnya, maka rumah tersebut bisa saja tergerus air,” imbuhnya.

Dirinya berharap dengan pelebaran sungai ini akan meminimalisir dampak banjir, sehingga dalam hal tidak ada pihak yang dirugikan. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Meme Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

Jakarta, Mujahidin Cyber - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa peristiwa gerhana matahari total jatuh pada Rabu pagi, 9 Maret 2016. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab Lembaga Falakiyah PBNU dengan menggunakan markaz Jakarta.

“Gerhana matahari total (GMT) insya Allah terjadi pada 9 Maret yang bertepatan dengan 29 Jumadil Ulam 1437 H,” kata Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazali Masroeri.

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

Berdasarkan hisab lembaga ini, gerhana matahari total yang akan terlihat dari Indonesia terjadi dalam beberapa fase dengan Waktu Indonesia Barat.

Mujahidin Cyber

Fase pertama adalah awal gerhana matahari sebagian yang jatuh pada pukul 6:30. Sementara fase awal gerhana matahari total bertepatan pada pukul 7:22. Fase pertengahan gerhana matahari total berlangsung pada pukul 7:23. Sementara akhir gerhana matahari total jatuh pada jam 7:24. Sedangkan akhir gerhana matahari sebagian berlangsung pada jam 8:34.

Di luar daerah WIB gerhana matahari terjadi sesuai dengan waktu setempat. Menurut Lembaga Falakiyah PBNU, GMT akan melewati wilayah di Indonesia antara lain Palembang, Bangka Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera. Sedangkan wilayah Indonesia lainnya akan mengalami gerhana matahari sebagian.

LF PBNU mengajak umat Islam secara umum memanfaatkan momen ini untuk melakukan pengamatan, shalat gerhana, dzikir, kegiatan sosial, atau aktivitas kefalakiyahan lainnya.

Mujahidin Cyber

Gerhana matahari merupakan fenomena yang sangat langka terjadi. Dalam setahun fenomena gerhana matahari terjadi 2-5 kali. Fenomena ini bisa hanya disaksikan oleh warga di beberapa tempat di belahan bumi,” kata staf harian LF PBNU Khairurraji di Jakarta, Kamis (18/2) siang.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang jika diamati dari bumi terlihat bulan menutupi matahari sehingga terjadi kontak yang disebut dengan gerhana matahari. Gerhana matahari akan terjadi pada saat ijtima (konjungsi) di mana bulan dan matahari berada pada salah satu titik simpul atau di dekatnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara?

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber. Kenapa kalangan santri begitu intensif dan berkomitmen kuat dalam membela bangsa dan negara? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Wakil Sekjen PBNU KH Abdul Mun’im Dz, Rabu (22/2) dalam diskusi yang digelar Islam Nusantara Center, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.?

Mun’im mengutip potongan-potongan ayat dalam surat Al-Balad berbunyi, la uqsimu bihadzal balad, faqqur roqobah, au ith’amun. Maqrabah.

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara?

“Makanya aneh jika ada yang mengharamkan nyanyi lagu padamu negeri, itu kan mereka tidak membaca surat ini. Allah saja bersumpah pada negeri, kok kita berjanji pada negara tidak boleh,” terang penulis buku Fragmen Sejarah NU ini.

Kemudian, lagu kebangsaan Shubbanul Wathan yang diciptakan oleh KH Wahab Chasbullah semakin memperkuat komitmen kebangsaan santri. Berisi seruan pembelaan terhadap tanah air dan ancaman jika ada yang berani mengganggu negeri Indonesia.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut, Kiai Mun’im menjelaskan kenapa NU begitu kuat memegang tradisi. Dalam Aswaja ada kaidah Al-’Adah Muhakkamah, sebagaimana juga dikutip dari Al-Imam asy-Syafi’i dalam Kitab al-Umm, Jilid 7, hal. 246 yang berbunyi, “Dalam setiap membangun komunitas muslim, di dalamnya selalu terdapat budaya yang telah mapan, maka hormatilah tradisi yang ? telah berjalan tersebut.”?

Oleh karen itu, sejak dulu para Wali dan ulama di Nusantara sudah paham betul dalam menyikapi tradisi yang kuat di wilayah penyebaran Islam. Para wali punya strategi dakwah menghormati budaya nasional, yaitu tadrij: bersifat gradual tidak instan, taklilut taklif: tidak memberatkan masyarakat, ‘adamul haraj: tidak mengancam siapapun.

Keakraban dengan tradisi lokal tersebut menjadi modal kuat perjuangan para ulama-ulama selanjutnya. Sehingga tidak heran jika para ulama mengajarkan kecintaan terhadap tanah air dan menolak segala bentuk penajajahan.

Mujahidin Cyber

“Artinya sanad perjuangan itu terus bersambung. Ini berkaitan dengan sanad tadi, Sanad itu perlu disambung, tidak hanya berhenti di Bung Karno. Bagaimana Islam Nusantara itu anti terhadap kolonialisme,” tukas Mun’im.

Untuk membuktikannya Kiai Mun’im menjelaskan garis besar sejarah ketersambungan sanad perjuangan itu. Ia menyebutkan bahwa Anti kolonialisme ini sudah dimulai sejak perjuangan awal para wali dan pejuang Islam abad ke 16 hingga abad ke-19 Pangeran Diponegoro. Kemudian dilanjutkan oleh para pasukkannya di mana Pesantren menjadi pusat perlawanan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Meme Islam, Pertandingan Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Kader NU Probolinggo Ikuti Pendidikan Kader Penggerak

Probolinggo, Mujahidin Cyber



Sedikitnya 150 orang kader NU di Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan Pendidikan Kader Penggerak (PKP) di Pondok Pesantren Nurul Hasan Desa Lemahkembar Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jumat hingga Ahad (25-27/8).

Para kader NU yang mengikuti PKP ini terdiri dari 100 orang pengurus ranting, 25 orang pengurus MWC, 5 orang pengurus Gerakan Pemuda Ansor, 5 orang pengurus Pergunu, 5 orang pengurus IPNU, 5 orang pengurus Lesbumi dan 5 orang pengurus Ishari.

Kader NU Probolinggo Ikuti Pendidikan Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Probolinggo Ikuti Pendidikan Kader Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Probolinggo Ikuti Pendidikan Kader Penggerak

Para kader NU ini diberikan materi tentang ke-NU-an, sejarah NU dan perjuangan NU dalam kemerdekaan.?

“Tujuan PKP ini adalah selain memenuhi AD/ART juga bertujuan meningkatkan militansi dan kecintaan pada NU secara kelembagaan dan keorganisasian,” ujar Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH A. Dafiq.

Mujahidin Cyber

Menurut Dafiq, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk melatih para kader NU dalam memperbaiki SDM (Sumber Daya Manusia) sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap NU. Sehingga bisa menumbuhkan semangat dalam membesarkan organisasi.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini para kader NU ini bisa semakin memantapkan diri untuk berkhidmah dalam organisasi NU. Sehingga ke depan, organisasi NU di Kabupaten Probolinggo bisa semakin maju dan berkembang serta mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga NU di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, News Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK

Jombang, Mujahidin Cyber. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Kaum Nahdliyin Peduli Desa (KNPD) Jombang mengkritisi penggunaan Dana Desa untuk kegiatan PKK. Kritik ini menyoal dana yang dikucurkan Kemendes digunakan "piknik" rombongan PKK ke TMII di Jakarta beberapa waktu lalu.

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK

"KNPD Jombang akan melayangkan gugatan secara hukum atas keberadaan Perbub No: 12/2016 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, penggunaan dan pertanggung jawaban Dana Desa (DD) yang dinilai salah sasaran," ujar Zainuddin Koordinator KNPD, Kamis (11/8).?

Dikatakannya, sejak mencuatnya rombongan PKK se-Jombang beserta rombongan SKPD dan juga dihadiri Bupati Nyono Suharli ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dalam kegiatan yang dikabarkan untuk promosi tersebut, kalangan muda Nahdliyin intensif berdiskusi. "Dan tadi malam kesimpulan diskusi, kita akan lakukan gugatan atas Perbup itu," imbuhnya.

Tidak kurang 40 peserta diskusi dari kalangan muda Nahdliyin yang digelar di kantor Yalatif Foundation, Bandung Diwek Jombang, bersilang pendapat. Dan perlu mengingatkan kepada pemerintah daerah. "Karena dalam Perbup tersebut sudah ada penyebutan nominal angka dalam setiap alokasi penggunaan DD. Ini secara tidak langsung mengebiri kebebasan desa. Padahal desa yang mengetahui kebutuhan dalam menentukan penggunaan anggaran untuk kepentingan warganya," ungkap Zainudin menambahkan.

Mujahidin Cyber

Karena itu, menurut KNPD, Perbup yang dijadikan cantolan dalam pengalokasian kebutuhan program desa ini dinilai justru mengebiri desa. "Makanya KNPD mengambil kesimpulan, perlu melayangkan gugatan agar Perbup itu dicabut, dan perlu ada pembenahan," tambahnya.

Sekedar diketahui, diskusi tentang dana desa yang ia gelar sebenarnya sebagai tindak lanjut atas santernya kabar tentang acara PKK Kabupaten Jombang ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarata.?

Mujahidin Cyber

Sedikitnya 400 orang lebih yang terdiri, Pengurus TP PKK Kabupaten Jombang, Ketua TP PKK Kecamatan, serta TP PKK Desa se-Kabupaten Jombang yang berjumlah 306 desa serta dari Kepala SKPD Lingkup Pemkab Jombang memenuhi ? acara pagelaran seni budaya di Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Yang disesalkan, anggaran yang digunakan PKK dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Kantor Perwakilan Pemprov Jatim di Jakarta dengan surat Nomor 005/5423/218/2016 tertanggal 27 Juli 2016 itu berasal dari DD. Rinciannya, masing-masing desa mengalokasikan Rp3 juta untuk kegiatan ini. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Meme Islam, Fragmen Mujahidin Cyber

Kamis, 11 Januari 2018

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

Brebes, Mujahidin Cyber. Satkorwil Banser Jawa Tengah menurunkan anggotanya di sepanjang ruas tiga lintasan arus mudik Lebaran 2014. Mereka mendirikan posko terpadu untuk membantu keamanan dan kelancaran arus mudik di jalur utara, tengah, dan selatan di Jateng.

Setiap Satkorcab Banser di Jateng mendirikan tiga sampai enam posko. Dalam posko itu, anggota Banser menyediakan tempat istirahat dan makanan ringan. Hal ini tampak terlihat dari posko Satkorcab Banser Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal.

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jateng Amankan Jalur Utara, Tengah, dan Selatan

"Walau dengan keadaan terbatas , kami selaku Banser merasa terpanggil untuk ikut berperan dalam arus mudik tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena, ini adalah salah satu tugas banser dalam membantu masyarakat," kata Agus Subekti, anggota Banser dari Satkoryon Belik.

Mujahidin Cyber

"Kami siap membuka layanan selama H-7 sampai dengan H+5," tambah Aupeiyadi dari Balalin setempat.

Posko Banser ini ditempatkan terutama di daerah yang padat dan ramai serta tempat yang rawan. "Kami tempatkan Banser di daerah alternatif Karangreja yang banyak tanjakan dan tikungan untuk menunjukkan arah di jalur alternatif setelah jembatan Comal belum normal 100%. Penempatan ini diharapkan berdampak positif sera mengurangi risiko kecelakaan pemudik," kata Kasatkorcab Banser Purbalingga, Musalim.

Mujahidin Cyber

Satkorwil Banser Jateng mengapresiasi kesigapan Banser cabang. "Kami menaruh respek yang tinggi kepada sahabat Banser yang tanpa kenal waktu, tenaga, dan pikiran 24 jam nonstop seharian untuk membantu sesama tanpa pamrih,” ujar Satkorwil Jateng Faizin Maryadi yang sempat mengontrol anggotanya di sejumlah posko.

Didampingi Ketua GP Ansor Jateng Ikhwanudin, Faizin berharap kerja sosial ini menimbulkan empati dan rasa tanggung jawab moral di tiap-tiap cabang. (Herry Budhi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam Mujahidin Cyber

Rabu, 10 Januari 2018

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas

Surabaya, Mujahidin Cyber. Dulu, kehebatan NU dilihat dari kualitas pemimpinnya. Bukan semata megahnya tempat ibadah, lembaga pendidikan, maupun pesantren hingga layanan ekonomi, dan kesehatan. Momentum muktamar hendaknya mengembalikan seleksi kepengurusan kepada pribadi yang memiliki kualitas.

Demikian disampaikan oleh Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Prof Dr KH Ali Maschan Moesa, Ahad, (15/3) di Surabaya.

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Standar Pemilihan Pengurus NU Harus Berdasar Kualitas

“NU adalah ulama, yang mana titik tekannya pada kualitas ibadah dan keikhlasan yang berujung pada masing-masing personal,” terangnya.

Mujahidin Cyber

Guru besar Universitas Islam Negeri Sunam Ampel Surabaya ini justru mengkhawatirkan kalau seleksi kepengurusan di NU ternyata tidak lagi mengindahkan kualitas. "Saya malah mengkhawatirkan hal ini justru akan menimbulkan kekeroposan di NU sendiri," ungkapnya.

Hal ini juga sama seperti ketika banyak takmir yang membanggakan biaya renovasi masjidnya dengan angka yang fantastis. "Tapi coba tanyakan, siapa saja yang istiqomah melaksanakan shalat jamaah lima waktu di masjid tersebut," terangnya.

Mujahidin Cyber

Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan oleh NU adalah bagaimana bisa memperbaiki kualitas orangnya, dalam hal ini adalah para pengurus yang dipilih.

"Mungkin para pengurus tidak bisa mencontoh secara utuh sosok KH Hasyim Asyari yang demikian ikhlas," kata mantan Ketua PWNU Jatim dua periode ini. Demikian juga bagaimana sosok KH Abdul Wahab Chasbullah yang dengan uangnya sendiri mampu mendatangi sejumlah kiai di tanah air untuk diajak bergabung dengan NU.

Bayangkan, katanya, bagaimana orang NU tidak semata membanggakan kulit, namun substansinya ternyata keropos. "Soal banyaknya kampus NU yang diminati warga, itu adalah wadah," sergahnya. Namun dalam setiap pembicaraan, nyaris tidak ada yang mencoba membincang kualitas.

Bagi Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Husna Surabaya ini, sudah saatnya mulai didefinisikan secara jelas siapa warga dan pengurus NU  yang sebenarnya. Jangan sampai semua orang mengaku sebagai orang NU namun perilaku yang ditampilkan ternyata jauh dari kriteria sebagai ulama. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, Quote Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock