Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Mujahidin Cyber dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Mujahidin Cyber

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Mujahidin Cyber

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Kyai Mujahidin Cyber

Senin, 12 Februari 2018

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Mujahidin Cyber - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Mujahidin Cyber Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Mujahidin Cyber

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

Mujahidin Cyber

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Makam, Santri Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi

Surabaya, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya? meminta Wali Kota Tri Rismaharini untuk segera merealisasikan janjinya menata ulang Taman Bungkul menjadi ruang terbuka hijau bernuansa religi.

Demikian salah satu hasil keputusan Komisi Rekomendasi Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Kota Surabaya yang digelar pada 26-27 Maret 2016, di salah satu hotel di Trawas Mojokerto.

PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi

“Dulu Bu Risma juga pernah mengatakan akan meminta bantuan tim dari ITS untuk membuat design Taman Bungkul dengan nuansa religi. Kami ingin tahu sejauh mana progress-nya,” kata Ketua PCNU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/3)

Mujahidin Cyber

Muhibbin mengaku sangat bangga dengan keberadaan Taman Bungkul seperti sekarang ini. Tamannya rindang dan lebih tertata rapi. Hingga mendapat penghargaan kelas dunia sebagai salah satu taman kota terbaik. Hanya saja, dia mengingatkan kalau di dekat Taman Bungkul ada makam seorang waliyullah yang sangat dihormati oleh warga Nahdliyin.

“Peziarah merasa terganggu dengan acara-acara yang diadakan di Taman Bungkul.? Sound system ribuan watt mengusik kekhusukan peziarah yang sedang berdoa, berzikir dan membaca Al-Quran di Taman Bungkul,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Karena itu, dia meminta polisi tidak memberikan izin keramaian untuk acara yang menggunakan pengeras suara yang memekakkan telinga di Taman Bungkul. Selain itu, Taman Bungkul juga masih jadi tempat jujugan muda mudi untuk pacaran yang cenderung ke perbuatan maksiat.

Muskercab NU Kota Surabaya itu dibuka oleh Sekretaris PWNU Jatim Muzakki dan dihadiri sejumlah kiai NU. Di antaranya KH Asep Syaifuddin Chalim, KH Mas Sulaiman, dan KH Mas Yusuf Muhajir, KH Mas Mahfudz.

Muskercab diikuti sekitar 170 peserta dari 24 pengurus MWC (Majelis Wakil Cabang), lembaga dan badan otonom (Banom) NU Surabaya. Mereka sangat antusias membahas program-program untuk masa khidmad selama 5 tahun ke depan.

Sejumlah program itu dibahas di Komisi Pengembangan Dakwah dan Budaya, Komisi Pengembangan Pendidikan, Komisi Pengembangan Perekonomian, Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Umat, Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Komisi Pengembangan paham Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), Komisi Advokasi dan Optimalisasi Aset, dan Komisi Rekomendasi. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Jakarta, Mujahidin Cyber

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menilai bahwa berbagai bencana bisa ditimbulkan hanya karena membiarkan sampah tanpa bisa memanfaatkannya. Sebab itu, LPBINU berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan meluncurkan gerakan nasional ‘Mengubah Sampah Menjadi Berkah’.

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Kegiatan peluncuran dilakukan di halaman Gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2/2016) serta dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dalam gerakan ini, Ketua Pengurus Pusat LPBINU M Ali Yusuf mengatakan bahwa kegiatan ini akan didukung oleh berbagai program produktif seperti Bank Sampah, Shadaqah Sampah, Daur Ulang, Komposting, Biopori, dan Urban Farming.

“Istilah Bank Sampah kami pilih untuk memahamkan kepada masyarakat bahwa sampah juga mempunyai nilai dan menyimpan pendapatan,” ujar M Ali Yusuf di sela-sela kegiatan.

Mujahidin Cyber

Ali Yusuf menjelaskan, sampah juga menjadi problem darurat mengingat Indonesia berada di urutan kedua penghasil sampah terbanyak di laut setelah Filipina. “Padahal di laut, sampah baru bisa hancur setelah 50-100 tahun,” terang Yusuf.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya memaparkan, LPBINU telah meluncurkan ide cerada terkait penanganan sampah. Menurut Kang Said, persoalan sampah tidak akan pernah selesai mengingat gaya hidup masyarakat yang semakin hedonis dan materialis.

“PBNU mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergabung bersama NU melalui LPBINU dengan memanfaatkan sampah menjadi barang-barang kerajinan, kompos, dan lain-lain,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Dalam kegiatan tersebut, juga berdiri stan-stan yang menampilkan produk-produk kreatif hasil olahan sampah. Bahkan untuk program Bank Sampah, LPBINU juga meluncurkan Buku Tabungan. Nasabah dari program ini tak lain yaitu masyarakat pengumpul sampah itu sendiri.

Kegiatan ini juga menampilkan fashion show dengan memakai baju-baju cantik hasil olahan sampah.?

Agenda ke depan, PBNU dan LPBINU juga akan mengadakan pertemuan dengan salah satu kelurahan di Jakarta, yaitu Kelurahan Kenari Kecamatan Senen, Jakarta Pusat untuk menyosialisasikan programprogram tersebut. Dalam agenda yang akan dilaksanakan 3 Maret 2016 tersebut, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama direncakan akan hadir. Sosialisasi kegiatan konkret serupa akan digencarkan di setiap daerah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, AlaNu, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah

Jakarta, Mujahidin Cyber. Panitia Muktamar Ke-33 NU menyatakan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat baik di twitter maupun di fesbuk perihal sayembara logo Muktamar NU 2015. Pihak panitia hingga kini masih menerima sambutan positif dan dukungan dari publik.

Melihat besarnya perhatian dan apresiasi masyarakat, pihak panitia membuka sebesar-besarnya partisipasi publik dalam sayembara ini. Panitia dengan senang hati menerima kiriman karya-karya dari masyarakat.

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah

“Sayembara logo terbuka untuk umum tanpa latar belakang apapun demi syi‘ar melihat NU sebagai organisasi besar,” kata salah seorang dewan juri sayembara logo Muktamar Ke-33 NU, Hamzah Sahal di Jakarta, Rabu (4/2) siang.

Mujahidin Cyber

Selain via website Mujahidin Cyber, TV 9 Surabaya, twitter, dan fesbuk, pihak panitia juga mencetak poster sayembara untuk disebarkan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

“Kita akan sebarkan poster ini ke semua PWNU, komunitas-komunitas kreatif, para pegiat desain, kampus-kampus, dan lembaga-lembaga sosial lainnya,” ujar Hamzah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Santri, Hadits Mujahidin Cyber

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia

Kuala Lumpur,Mujahidin Cyber? . Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia mengirimkan amggota 8 mobil untuk memeriahkan kemerdekaan negara tersebut. Perayaan bertajuk Sehati Sejiwa tersebut didukung 3 parlemen, yaitu Wangsa Maju, Setiawangsa, dan Titiwangsa.?

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia

Konvoi yang dibuka Ketua Parlemen Wangsa Maju Datok Syafii sepanjang 35 km. Dimulai dari (Titiwangsa) dan berakhir di kmp sungai Mulia goMbak.

“Konvoi ini total diikuti 40 mobil, dan alhamdulillah kita berhasil mengirimkan 8 (mobil, red),” tutur Ketua PCI Muslimat NU Malaysia Mimin Mintarsih pada Ahad (13/9) petang.

Mujahidin Cyber

Muslimat juga mengadakan perlombaan untuk anak dan remaja. Di antaranya adalah mewarnai, sepeda hias, bersolek, dan beberapa acara olahraga.?

Mujahidin Cyber

“Kami fokus pada anak dan remaja karena merekalah sesungguhnya masa depan bangsa,” tambah Mimin berapi-api.?

Jika sedari awal dididik dan dibentuk dengan baik, lanjutnya, mereka pasti akan menjadi generasi yang baik di kemudian hari.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Pasomaja (Paguyuban Solidaritas Masyarakat Jawa) dan IKMP (Ikatan Keluarga Merah Putih). “Kami di Malaysia berusaha untuk saling bekerja sama, mengeratkan lagi tali kerukunan antara Indonesia dan Malaysia,” kata Tuan Hj Jakfar Pengerusi KRT kmp Sungai Mulia Gombak.

Dukungan penuh juga ditunjukkan lembaga pemerintahan, mulai dari DBKL (Dewan Bandaraya Kuala Lumpur), Baitul Mal, Jabatan Penerangan, Jabatan Keselamatan, Jabatan Kesehatan, JPJ (Jabatan Pengangkutan Jalan), dan beberapa instansi lainnya. Adapun semua pendanaan ditanggung Jabatan Penerangan. (Aziz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Santri Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Sebuah kebahagiaan bagi orang tuanya yang masih dalam keadaan sehat dan masih bersama kita. Terlebih sosok ibu yang telah susah payah melahirkan ke dunia ini. Ibu adalah sosok yang paling berjasa dan dapat menghantarkan ke surga.

"Apa kabar ia hari ini? Sudahkah kita menjenguknya? Semakin hari semakin bertambah tua umurnya. Hari-harinya sudah mulai ditinggal pergi anak-anaknya. Di rumah sendiri tak berdaya dengan kondisi kesehatan yang semakin membuatnya tak berdaya. Keinginan bekerja masih ada, namun tenaga sudah tidak mendukung keinginannya. Akhirnya hanya bisa mengubur semua isi hatinya sambil berharap ada anak yang memperhatikan dan peduli dengannya. Apakah kita peduli dengan hal ini? Apakah kita merasakan apa yang mereka inginkan dan rasakan selama ini?" demikian ajakan renungan yang disampaikan Basridho saat menjadi khotib pada Shalat Idul Fitri 1438 H yang dilaksanakan di Halaman Pendopo Pringsewu, Ahad (25/6).

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua

Menurut Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sukoharjo ini, Idul Fitri merupakan waktu tepat bagi kita untuk memberikan perhatian lebih dengan mengunjungi dan bersimpuh di depan mereka, meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kita buat selama ini kepada mereka.

"Inilah saat penting bagi kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita. Inilah ladang amal bagi kita selaku anak yang berbakti kepada orang tua. Jika kita dengan ikhlas peduli, memberi kasih sayang dan membantu meringankan beban hidupnya, yakinlah, surga balasannya. Jasa dan perjuangan mereka tidak akan bisa kita balas dan bayar lunas. Demi Allah, sebanyak apa pun yang pernah kita berikan, apa pun yang pernah kita serahkan kepada orang tua kita, tidak akan setimpal dengan perjuangan dan pengorbanan mereka membesarkan kita," kata Ketua Ranting NU Kelurahan Pringsewu Barat ini.

Mujahidin Cyber

Ia juga mengajak untuk mengingat perjuangan orang tua ketika kita masih kecil tak bisa berbuat apa-apa. Dengan penuh cinta orang tua kita menggendong kita, mencium kita dan merawat kita sampai kita bisa seperti sekarang ini.

"Bagaimana sebaliknya ketika saat ini mereka tergeletak sakit sendirian di rumahnya? Sempatkah kita menengoknya? Berapa kali kita mengusap keningnya, menyuapinya dan menggantikan pakaiannya ketika ia terbaring sakit diatas tempat tidurnya? Seringkah kita memeluknya dengan penuh cinta sembari tersenyum sebagaimana ia lakukan saat kita kecil di pangkuannya?" tanyanya.

Di hari nan fitri inilah lanjutnya waktu yang tepat bagi seorang anak untuk meraih kedua tangannya yang sudah nampak keriput dimakan usia. "Rengkuhlah tubuhnya, ciumlah tangan yang dulu kekar mengasuh kita, namun sekarang sudah lemah seraya bersimpuh meminta maaf kepadanya. Mintalah keridhoan dan keikhlasannya untuk bekal hidup kita. Dan marilah berdoa agar ia selalu mendapatkan perlindungan dan kesehatan serta kemudahan dari Allah SWT. Semoga mereka tetap terjaga iman islamnya dan ketika ia dipanggil oleh Allah SWT mereka menjadi hamba yang husnul khatimah dan kita diberikan ketabahan dalam menghadapinya," katanya dengan nada suara yang bergetar.

Namun jika orang tua kita saat ini sudah tidak bersama kita lagi di dunia, ia mengajak untuk meluangkan waktu untuk berziarah ke makam mereka. "Lihat dan bersihkanlah pusara mereka yang menunggu doa dari kita dan keluarga. Ia pastinya akan tersenyum melihat kehadiran dan doa yang kita kirimkan. Sebaliknya mereka pasti akan sangat bersedih ketika kita tidak datang mendoakan karena hanya itulah yang mereka harapkan dialam sana," ajaknya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pondok Pesantren, Santri, Internasional Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock