Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Organisasi dalam 72 Tahun Indonesia Merdeka

Banyuwangi, Mujahidin Cyber. Halal bihalal PCNU Banyuwangi yang diselenggarakan berdekatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia digunakan oleh warga NU Banyuwangi sebagai ajang siliturahmi sekaligus menegaskan Komitmen NU dalam mengawal NKRI.

Kegiatan tersebut bertempat di Pondok Pesantren Darul Falah, Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam kesempatan ini KH Masykur Ali, Ketua PCNU Banyuwangi kembali mengingatkan warga Nahdliyin Banyuwangi akan perjuangan Ulama NU dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Organisasi dalam 72 Tahun Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Organisasi dalam 72 Tahun Indonesia Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banyuwangi Tegaskan Komitmen Organisasi dalam 72 Tahun Indonesia Merdeka

“Sebelum NU lahir, sebelum Indonesia merdeka, ulama pesantren sudah melakukan lompatan yang sangat cerdas. Mulai zaman penjajahan hingga kemerdekaan. Kiai NU yang dianggap kolot, melakukan trobosan brilian dengan mendirikan Tashwirul Afkar sebagai solusi akan kebuntuan pendidikan, ? untuk memperkuat ekonomi masyarakat, Ulama NU juga mendirikan Nahdlatut Tujjar sebagai benteng ekonmi masyarakat melawan monopoli VOC,” tegas Kiai Masykur.

Dalam sambutanya, dia juga menjelaskan mengenai peranan NU secara organisatoris dalam upaya perumusan Dasar Negara. Pada Tahun 1936 sebelum Indonesia merdeka NU telah berdiri. Dalam Mukatmar Banjarmasin telah merumuskan bentuk Negara Darussalam (Negara Damai) bukan Negara Islam.

Bukan hanya itu, Kiai Masykur juga menjelaskan soal peranan strategis NU dalam perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan. Merespon kedatangan sekutu yang hendak kembali merebut kemerdekaan, Ulama NU mengeluarkan resolusi jihad Nahdlatul Ulama 22 oktober 1945 yang menjadi embrio pertemupuran dahsyat 10 November 1945 di surabaya.

Mujahidin Cyber

Di akhir sambutanya Kiai Masykur juga menyinggung isu Nasional terkait pembubaran HTI. Di era saat ini, ketika Indonesia didera isu Radikalisme yang berujung pada perongrongan ideologi Pancasila, NU berada di garda depan dalam mempertahankan pancasila sebagai kesepakatan pendiri bangsa.

Mujahidin Cyber

“Jika NU mendukung pembuaran HTI bukan karena NU dekat pemerintah. Tapi ini merupakan Komitmen Kebangsaan yang telah disepakati oleh para Ulama pendiri Bangsa. Kebacuut jika pengurus NU malah ikut HTI,” tegas Kyai Masykur dengan suara lantang. (Anang Lukman Afandi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Pahlawan Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin

Jepara, Mujahidin Cyber

Haul merupakan peringatan untuk menceritakan keistimewaan salafus sholikhin tujuannya agar umat yang mendengar kisah ulama masa silam memperoleh pelajaran berharga dan semakin termotivasi mengikuti jejak-jejak yang dikisahkan. 

Demikian inti ceramah Habib Umar Muthohar dalam Haul Sultan Hadlirin ke-479 yang dilaksanakan di halaman Masjid Astana desa Mantingan kecamatan Tahunan, Jum’at (29/3). 

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin

Menurutnya hal itu sejalan dengan yang dikatakan Imam Junaid bahwasanya menceritakan orang sholih akan menjadi tentara Allah. 

Mujahidin Cyber

Selanjutnya, Habib Umar suatu ketika ditanya kelompok yang tidak sejalan. “Habib kenapa orang-orang NU memperingati Haul. Itu bid’ah Bib,” tirunya. 

Kemudian penceramah asal Semarang menerangkan bahwasanya salafus sholihin memiliki banyak keistimewaan yang patut diceritakan. 

Mujahidin Cyber

“Tidak seperti kelompokmu tidak ada yang pantas dihaulkan. Apa mau menghaulkan upin-ipin,” terangnya seraya disambut gelak tawa ribuan jamaah yang hadir. 

Nabi Muhammad imbuh Syuriyah PCNU kota Semarang menjelaskan bahwa setiap tahun ia merayakan haul sayyidus suhada, Hamzah. Hal itu lanjutnya Nabi juga memperingati Haul. Karenanya, dengan memperingati haul sambungnya akan menambah berkah. Berkah dalam segala hal.   

Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi mengungkapkan melalui kegiatan tersebut merupakan bukti untuk nguri-nguri jasa pendahulu. Marzuqi menyatakan jika memperoleh urusan tidak ada salahnya tawasul dengan salafus sholihin. Karena mereka lanjutnya dekat dengan Allah. 

Sementara itu atas nama prakata panitia, H Sutarya mengatakan haul demi haul pihaknya bermaksud meningkatkan kualitas kegiatan. Tahun ini katanya kegiatan ditambah dengan lomba mewarnai, shalawat dan presentasi sejarah Sultan Hadlirin. 

“Hal itu kami laksanakan agar anak cucu nanti semakin kenal dengan sosok Sultan Hadlirin,”  harapnya. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Humor Islam, Pahlawan Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Januari 2018

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah

Brebes, Mujahidin Cyber. Jelang Ujian Nasional 2015, sebanyak 251 siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Brebes mengikuti istighotsah. Istighotsah digelar sebagai upaya menanamkan kepercayaan diri kepada para siswa ketika menghadapi UN yang bakal digelar 13-15 April mendatang.?

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, 251 Siswa MAN 1 Brebes Ikuti Istighotsah

“Kami ingin menanamkan kepercayaan diri para siswa agar tenang dan pasti dalam menghadapi Ujian Nasional,” terang Kepala MAN 1 Brebes Drs H Tobari MAg, di sela-sela istighosah di Masjid Nurul Ilmi madrasah setempat, Sabtu (4/4).

Tobari menjelaskan, meskipun UN tahun ini tidak menjadi syarat mutlak kelulusan, tetapi dengan adanya istighotsah para siswa lebih percaya diri dan berbuat jujur. Karena ilmu yang telah ditempuh selama tiga tahun harus diuji dan kebermanfaatannya akan terasa di masyarakat ketika dilalui dengan proses kejujuran. “Orang jujur pasti mujur,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

Madrasah Aliyah, lanjutnya, diharapkan menjadi Madrasah yang unggul dalam bidang akademisi, vokasi, agama dan reguler. “MAN 1 Brebes, kami harapkan menjadi MAN yang unggul dalam bidang Agama,” paparnya.

Mujahidin Cyber

Kepada para siswa, Tobari mengingatkan untuk makin giat belajar. “Camkanlah, UN sudah dekat maka tiada hari tanpa belajar,” ajak Tobari ketika menyampaikan sambutan istighotsah.

Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan Drs Rokhidin menjelaskan, Istighotsah diikuti 251 siswa dari jurusan IPA, IPS dan Agama. Para siswa datang ke sekolah ba’da Ashar, selanjutnya sholat maghrib berjamaah, dilanjutkan dengan sholat gerhana bulan (khusuf) dengan Imam KH Jaerukhi dan Khotib Muh Rokhidin.

Istighotsah dan dzikir juga dipimpin Pengasuh Majelis Taklim al-Ikhlas Pasarbatang Brebes KH Jaerukhi. “Allah SWT, akan memberikan segala sesuatu sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Bila Prasangka hamba-Nya baik maka akan berhasil baik, begitu juga sebaliknya,” tutur KH Jaerukhi sembari menyitir sebuah hadits.

Salah seorang siswa Dea mengaku mendapat kedamaian hati setelah mengikuti istighotsah dan dzikir. Dia mantap betul untuk mengikuti UN, dan berjanji tidak akan mengecewakan orang tuanya, dengan jalan meraih nilai yang tinggi secara jujur. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Pahlawan, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Banyumas, Mujahidin Cyber - Musik calung biasanya ditabuh untuk mengiringi aksi penari kuda lumping atau ronggeng. Berpadu dengan kendang, bonang, kenong, dan gong, musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu ini semakin menambah daya tarik pertunjukan.

Pada malam Idul Fitri 1437 Hijriah, musik calung menjadi sajian istimewa karena menyertai arak-arakan takbir keliling yang digagas oleh Karang Taruna Kadus 4 Desa Samudra Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Takbir keliling berlangsung sekitar dua jam, dimulai setelah pelaksanaan shalat isya, Selasa (5/7).

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Takbiran dengan Musik Calung

Takbir keliling ini memasuki dan mengambil rute jalan desa di wilayah Kadus 4 Desa Samudra yang meliputi RW 06, RW 07, dan RW 08. Tak kurang dari enam ratus orang warga terlibat dalam kegiatan yang menempuh jarak sepuluh kilometer pulang pergi.

Mujahidin Cyber

Selain menghadirkan musik calung, takbir keliling juga menggunakan obor dengan bahan bakar minyak tanah, sebagai penerang. Jadilah malam lebaran ini, rombongan takbir keliling mengulari desa, membelah kegelapan, dan menggemakan takbir bercampur suara calung.

Kepala RW 07 Desa Samudra, Yuswo Hadi Yuwono mengatakan takbir keliling dengan pawai obor dan musik calung bertujuan menunjukkan syiar Islam di wilayahnya. Musik calung, tambah pria satu anak ini, digunakan untuk mengakrabkan kembali tradisi yang ada di Desa Samudra. Sekadar catatan, di Kadus 4 saja terdapat beberapa komunitas penggiat musik calung, baik yang digerakkan oleh para orang tua usia 50-an, maupun yang diaktifkan para remaja dan kaum muda.

Mujahidin Cyber

Adapun obor digunakan untuk mengingatkan kembali bahwa pada masa-masa dahulu sebelum masyarat mengenal alat penerangan modern, mereka sangat dekat dengan obor saat bepergian pada malam hari. Obor juga menyimpan filosofi, bahwa kehadiran dan ajaran agama Islam adalah penerang dalam kehidupan sehari-hari umat manusia.

Wilayah Desa Samudra secara umum berada dalam tradisi ke-Islaman yang menjunjung ajaran ahlussunah wal jamaah. Kegiatan ke-NU-an yang cukup menonjol di desa ini adalah GP Ansor dan Muslimat NU. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Warta Mujahidin Cyber

Kamis, 04 Januari 2018

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

Solo, Mujahidin Cyber



Ratusan santri Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN), yang digelar di halaman pondok, Sabtu (22/10). Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah pengurus Muslimat NU Kota Solo, mahasiswa UNU Solo dan tamu undangan lainnya, antara lain Sekretaris Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Alissa Wahid.

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

Dalam amanatnya, pembina upacara, Mukhlis Suranto, mengungkapkan tugas yang semakin berat, diemban para santri di zaman sekarang.?

“Yang menjadi penekanan pada Hari Santri ini, tugas santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan Islam Aswaja, menangkis paham yang dapat merongrong bangsa, ini merupakan perjuangan yang sangat berat,” tegas Kepala SMA Al-Muayyad itu.

Pada kesempatan itu, Suranto juga memaparkan scara singkat kronologi terjadinya Resolusi Jihad. Dijelaskan bahwa menjelang meletusnya Perang 10 November 1945 di Kota Surabaya, serta peperangan melawan penjajah di daerah-daerah lainnya, Presiden Soekarno mengirim utusan ke Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menanyakan fatwa tentang berjihad demi membela bangsa.

Pertanyaan ini, kemudian dimusyawarahkan Hadratussyaikh bersama ulama lainnya, hingga akhirnya tercetuslah Resolusi Jihad, yang menjadi kobaran semangat para pejuang dalam melawan penjajah. “Resolusi Jihad ini dimotori oleh para ulama dan kiai,” kata Suranto.

Mujahidin Cyber

Upacara Hari Santri di Al-Muayyad juga dimeriahkan dengan pekikan mars lagu “Ayo Mondok” dan “Ya Ahlal Wathon". (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Pahlawan, Bahtsul Masail Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 29 Desember 2017

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PBB PMII) Hery Haryanto Azumi menyatakan keberadaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak akan efektif.

"Lembaga ini tidak akan efektif," kata Hery di sela-sela seminar "Kontroversi Amandemen UUD 45 dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia" yang digelar PMII di Jakarta, Kamis.

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif

Menurut Hery, ada beberapa alasan Wantimpres, yang sembilan orang anggotanya dilantik Presiden Susilo Bambang Yuhoyono, Rabu (11/4), tidak efektif.

Pertama, Presiden Yudhoyono sendiri sudah punya tim yang bertugas memberi masukan padanya sebelum membuat suatu kebijakan. Artinya, bisa jadi keberadaan Wantimpres hanya formalitas.

Kedua, meski pembentukan Wantimpres merupakan amanat UU No 19/2006, namun pengisian personilnya tergantung presiden. Hal itu membuka peluang terjadinya akomodasi kepentingan politik tertentu.

"Saya tidak meragukan kapasitas dan kompetensi orang-orang yang dipilih. Hanya saja, karena ini adalah proses politik, maka anggota Wantimpres mewakili golongan tertentu. Ini hanyalah soal legitimasi," kata Hery.

Mujahidin Cyber

Akibatnya, lanjut Hery, posisi Presiden Yudhoyono bisa makin sulit dan terjepit dengan kepentingan yang dibawa masing-masing kelompok yang diwakili anggota Wantimpres.

Sebenarnya, kata Hery, soal Wantimpres tak perlu diangkat ke permukaan. Jika butuh masukan bisa saja Presiden meminta nasihat kepada elemen masyarakat, seperti ormas, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa. 

Mujahidin Cyber

"Dengan begitu, Presiden benar-benar tahu apa yang masyarakat inginkan, jadi responsif. Tidak seperti sekarang," katanya.

Pada bagian lain Hery menilai penunjukan orang-orang yang duduk di Wantipres lebih didasari pada upaya konsolidasi politik menjelang Pemilu 2009.

"SBY (Presiden Yudhoyono, red) tentu ingin menjabat dua periode. Sebagai orang yang paham komunikasi politik, tentu orang-orang yang dipilih adalah mereka yang punya akses politik," katanya.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Lukman Hakim Saefudin menyatakan, sembilan orang yang telah ditunjuk sebagai anggota Wantimpres harus bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya..

"Jika Wantimpres tidak berhasil maka otomatis presiden juga tidak berhasil," kata Ketua Pimpinan Harian Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PHP PPP) itu. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Pahlawan, IMNU Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid

Makassar, Mujahidin Cyber. Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM-PBNU) menggandeng Pengurus Cabang NU Kota Makassar,  mengadakan Pelatihan Pemuda Pelopor Tahun 2017 Provinsi Sulawesi Selatan, di Aula Masjid Syura, Jl. Sunu 3 Makassar, Senin (4/12).

Pelatihan ini dihadiri oleh beberapa organisasi banom NU dan pemuda remaja masjid mengangkat tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI.

"Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan, seperti Ansor, IPNU, IPPNU,  dan Fatayat serta remaja-remaja masjid se Kota Makassar," ungkap Ketua Panitia, Hasnawi Makkatutu saat menyampaikan laporannya.

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Penting Hidupkan Kembali Peran dan Fungsi Masjid

Ketua PCNU Makassar yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, H. Abd Wahid Thahir, yang membuka acara tersebut dalam sambutannya mengungkapkan, revitalisasi artinya menghidupkan kembali. Menurutnya pemuda saat ini mulai mati dalam menjaga kedaulatan dan memakmurkan NKRI.

"Dengan adanya kegiatan ini merupakan sebuah bentuk keprihatinan terhadap masjid dan remaja masjid serta pemuda sekarang ini yang ada, di mana remaja masjid sekarang ini banyak melakukan kajian-kajian di luar dari konsep Ahlussunnah wal jamaah atau paham paham yang merongrong kedaulatan NKRI," ujarnya.

Acara pembukaan ini ditutup dengan doa oleh Wakil Rais Syuriah PCNU Makassar, KH Abdul Mutthalib A. (Shaifullah Rusmin/Kendi Setiawan)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kiai, Pahlawan, Makam Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock