Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Pilihlah Pemimpinmu dengan Bebas Merdeka

Jakarta,Mujahidin Cyber

Ketua PBNU Robikin Emhas mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih pada Pilkada serentak di 101 daerah Indonesia Rabu (15/2) untuk menentukan pemimpin lima tahun mendatang dengan cara bebas dan merdeka.

Bebas dan merdeka tersebut, menurut dia, tanpa ada intimidasi dari pihak mana pun. “Artinya keputusan pemilih untuk memilih pasangan calon tidak dipengaruhi hal-hal yang dilarang ketentuan berlaku termasuk money politic,” ujarnya di gedung PBNU, Jakarta Selasa (14/2).

Pilihlah Pemimpinmu dengan Bebas Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilihlah Pemimpinmu dengan Bebas Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilihlah Pemimpinmu dengan Bebas Merdeka

Semakin bebas merdeka menjatuhkam pilihan para pemilik hak pilih, kata Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut, maka akan jelas hasilnya, yaitu kepemimpinan yang maslahat bagi masyarakat di daerah masing-masing.

Mujahidin Cyber

Selain bebas merdeka, lanjutnya, pengguna hak pilih harus latar belakang kandidat. Boleh saja orang punya program yang baik, tapi perlu dilihat track recordnya. Apakah visi dan misinya memcerminkan otentisitas gagasan kandidat atau sekadar pencitraan?” kata alumni Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang tersebut.

Hal itu, menurut dia, bisa dilihat dari perilku sosial, politik, keagamaan pasangan calon tersebut. “Perilaku sehari-sehari pasangan calon sebagai warga negara, bisa dijadikan petunjuk utk melihat apakah visi dan misi dan program itu pencitraan atau sesuatu yang lahir dari hati dan pikirannya,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara bagi penyelenggara Pilkada di 101 daerah tersebut, Robikin meminta supaya berlaku adil sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Selama ini yang menjadi momok Pilkada adalah di penghitungan suara. Diharapkan masyarakat berperan aktif melakukan pengawasan, baik proses berjalan pemungutan suara, maupun saat penghitungan suara di TPS. Dan saat proses tabulasi perolehan masing-masing paslon hingga tabulasi suara di kabupaten,” pintanya.

Menurut dia, makin tinggi masyarakat memantau pemungutan, penghitungan dan tabulasi suara, maka semakin rendah kesempatan pihak tertentu untuk melakukan kecurangan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak

Blitar, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar mengeluarkan instruksi agar seluruh pengurus harian NU, lembaga dan badan otonom (banom) NU untuk mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang akan diselenggarakan pada akhir Agustus 2016 mendatang di Blitar.

“Kita intruksikan semua pengurus dan banom untuk mengikutinya. Masing-masing banom harus mengirim minimal tiga orang,” ujar Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat (Gus Dain) kepada Mujahidin Cyber, Kamis (11/8) pagi.

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak

Menurut Gus Dain, PKPNU ini merupakan langkah konkret bagi NU untuk mencetak kader-kader NU yang berkualitas dan mampu untuk memahami tatakelola organisasi dengan baik dan benar sebagai modal untuk mengembangkan NU agar menjadi organisasi yang berdaya guna.

Mujahidin Cyber

“Selain itu juga sebagai upaya mengader para calon pimpinan NU melalui kegiatan yang terarah dan terukur supaya bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan NU ke depan. Karena kemajuan NU ke depan juga berada di tangan para pengurus dan kader-kader muda NU,” terangnya.

Pendidikan ini diadakan dalam rangka memberikan bekal dan wawasan khazanah keilmuan yang luas. “Dari pelatihan ini. Harapannya kader NU mampu melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan yang dilanggengkan oleh para masyayikh pendiri NU. Terlebih belakangan ini banyak bermunculan ajaran atau kelompok radikal yang mencoba menyerang ajaran-ajaran NU yang dianggap menghalang-halangi langkah dan gerakan ajarannya.”

Tujuan lainnya untuk memberikan wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlus sunah wal Jamaah (Aswaja), keorganisasian, wawasan global, spiritual, serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme, fundamentalisme, tambahnya.

Mujahidin Cyber

Kaderisasi adalah salah satu hal terpenting dalam proses pengembangan organisasi. Tanpa kaderisasi, organisasi bertumbuh dengan sendirinya tanpa adanya kepahaman yang sama tentang visi dan misi organisasi di antara para kader.

"Fungsi dari jamiyyah (organisasi) NU yang terpenting adalah melindungi jamaahnya. Bila jamiyyah tak mampu melindungi kesatuan dan cita-cita jamaahnya, maka organisasi telah kehilangan arti pentingnya," terangnya.

Untuk itu semua pengurus dan badan otonom cabang kita wajibkan untuk ikut dalam pendidikan ini supaya ada pemahaman yang tentang  visi dan misi organisasi, tegasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Ubudiyah, Pesantren Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

Depok,Mujahidin Cyber. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa merangkul para Ulama untuk mensosialisasikan program pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Terlebih lagi, pengurangan tersebut telah menimbulkan goncangan dan dampak bagi warga miskin. 

Menurutnya, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) diyakini menjadi penguat atas keberlanjutan mencapai kebutuhan dasar, seperti sekolah, ekonomi rumah tangga, serta layanan kesehatan. Terlebih lagi, di kalangan para Ulama biasa bersentuhan dan mengelola diniyah atau madrasah. Untuk itu, mereka bisa merespon dan memberikan data siswa di madrasah yang mungkin di lingkungannya tidak terdaftar formal dalam  pendidikan atau di bawah umur 18 tahun.  

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

"Tentunya, bisa  diintegrasikan melalui Kementerian Agama. Harapannya, supaya dapat Kartu Indonesia  Pintar supaya dapat dana operasional dan agar  dapat dana tunjangan fungsional. Kategori itu kan sudah ada di Mendibud dan Menag. Kita dari Kemensos hanya  approfal jumlahnya. Tapi, pendataannya di Dikbud dan Depag.  Kalau yayasan  langsung ke Kementerian Sosial atau mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial tingkat 2,"ujarnya dalam  Rapat Kerja Nasional Jamiyyatul Qurro wal Huffazh Nahdlatul Ulama dan Peresmian Gedung Al-Quran Centre, Al-Hikam, Beji.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, pada  tahun 2015  alokasi untuk  KIP sebesar 16,5 juta. Dengan jumlah tersebut, dia mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta anggaran agar dinaikkan menjadi 20 juta dengan asumsi cakupannya diperluas. Padahal, tahun 2014 sebanyak 11,5 juta dan tak terserap sebesar 4,5 juta.  

Mujahidin Cyber

"Ini PR kita bagaimana agar bisa dipercepat. Saya mencontohkan, Menkumham saja  minta  untuk 160 ribu  narapidana agar mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan dapat 30 ribu.  Kalau dulu semuanya berbasis rumah tangga. Sekarang cakupannya luas  sampai anak drop out dan anak terlantar,"paparnya.

Mimpi Khofifah

Dirinya berimpi saat berada  di tim transisi, agar pendidikan Diniyah, Madrasah dan ustad bisa menjadi target. Terlebih lagi, peran dan posisinya sangat strategis. Yaitu mewujudkan Islam  Rahmatan lil Alamin (Islam rahmat bagi alam semesta).  

"Perannya agar bisa dirasakan sampai ke  Asia. Mestinya  ini kita tangkap dalam mewujudkan peradaban keemasan Islam Rahmatan lil Alami di Asia. Kalau teror bom, kan bukan dari  Islam. Sebagai catatan peradaban Islam tampak di Pesantren yang  menghadirkan Islam penuh damai," paparnya.

Dalam acara tersebut, selain para alim ulama juga  tampak hadir Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin juga menjadi narasumber. (aan humaidi/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Ubudiyah, Halaqoh Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Menulis Itu Seperti Memasak

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber. Saat ditanya terkait penulisan dan perkembangan media sosial pada Forum Dialog Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyyah di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu (16/10), Direktur Mujahidin Cyber Savic Ali mengibaratkan sebuah tulisan seperti sebuah makanan.

"Ada makanan yang sehat tapi nggak enak. Ada juga makanan enak tapi nggak sehat. Begitu juga sebuah tulisan. Ada yang sebenarnya menarik isinya tapi tidak dikemas dengan baik. Ada tulisan yang isinya sebenarnya biasa saja tapi karena dikemas dengan baik maka jadi menarik," terangnya.

Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menulis Itu Seperti Memasak

Savic menambahkan bahwa dalam menulis diperlukan tahapan-tahapan seperti memasak diantaranya mengumpulkan bahan, meracik bumbu dan memasaknya. "Menulis juga harus mampu mempertimbangkan bahan-bahannya dan melihat sisi aktualitas apa yang sedang menjadi permasalahan hangat ditengah-tengah masyarakat," tambahnya.

Terkait dengan platform tulisan diinternet, founder islami.co ini mengajak kepada segenap praktisi media untuk mengisi konten dunia maya dengan platform yang mudah diakses seperti website dengan berbagai jenis domain.

Ia juga mengajak kepada netizen untuk bersindikasi dalam mengisi konten-konten positif didunia maya. "Silahkan saling berbagi konten baik itu tulisan berita, artikel dan sejenisnya untuk lebih menyiarkan konten sejuk didunia maya dan tentunya mencantumkan sumber aslinya," ajaknya.

Mujahidin Cyber

Disamping untuk mewarnai dunia maya dengan konten positif, sindikasi dan kerjasama ini dilakukan sebagai upaya antisipasi jika ada informasi penting di website hilang karena website tersebut mati. Jika sudah menyebar lanjutnya, maka informasi penting tersebut masih dapat diakses di situs lainnya.

Mujahidin Cyber

Pada kesempatan tersebut Savic juga memaparkan kondisi bagaimana saat ini internet menjadi media yang sangat praktis untuk menyebarkan ide dan syiar. Dengan kreativitas simpel dan murah siapapun saat ini dapat menyebarkan informasi dengan mudah.

"Kalau kita ngadakan pengajian, kita harus mengumpulkan orang dengan melakukan persiapan tempat, biaya, waktu dan lain sebagainya. Namun melalui media dunia maya kita dapat menggelar pengajian yang jumlah penontonnya malah bisa lebih banyak," ujarnya.

Metode dakwah via online inilah menurutnya yang digunakan oleh sebagian kelompok konservatif dalam menyebarkan pemikiran-pemikirannya. "Saat ini 20 video di you tube dikuasai oleh kelompok ultra konservatif," katanya selain website keagamaan pun masih dikuasai oleh kelompok ini.

Oleh karenanya Ia mengajak netizen khususnya para kiai dan tokoh agama untuk mewarnai dunia maya saat ini dengan konten positif. "Silahkan para kiai memberikan pencerahan melalui dunia maya. Biar yang muda mengolah dan mempublikasikannya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Ulama, PonPes Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur

Kudus, Mujahidin Cyber. Selama bulan Muharram, banyak masyarakat mengadakan peringatan haul makam leluhur, seperti para wali, pendiri desa/kota, atau lainnya. Mereka mengemas acara dengan berbagai bentuk, dari tahtimul Quran, tahlilan, hingga ganti luwur (penutup makam) dan pengajian umum.

Di Kudus, kegiatan haul tradisi buka luwur makam para wali atau ulama besar sudah menjadi kebiasaan yang turun-temurun. Sejak awal Muharram, buka luwur makam Sunan Kudus diadakan selama sepekan mulai 1-10 Muharram. Kemudian berlanjut pada haul santrinya Sunan Kedu di Desa Gribig (13 muharram), dan buka luwur Sunan Muria setiap 15 Muharram sebagai puncak acaranya.

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur

Di sejumlah desa, masyarakat hampir secara? berurutan waktunya juga memperingati? haul. Terakhir, tepatnya Sabtu-Ahad (22-23/11) ini, warga desa Padurenan Gebog Kudus memperingati haul ulama asal Madura, Raden Muhammad Syarif, di Kompleks Makam dan Masjid Asy-syarief desa setempat.

?

Mujahidin Cyber

Menurut pengurus Syuriah PCNU Kudus KH Ahmad Asnawi, tradisi haul para wali atau ulama besar merupakan wujud rasa menghormati dan mencintai para leluhur. Dikatakan, ulama yang peringati haul ini diyakini memiliki peran penting terhadap tumbuh kembangnya ajaran Islam di masing-masing tempat.

Mujahidin Cyber

"Sudah sewajarnya, masyarakat menghormatinya karena waliyullah berdakwah agama Islam yang dibawa dari pendahulunya, termasuk ajaran Rasulullah guna mencerahkan semua umat," katanya di depan jamaah Masjid Asysyarif Padurenan Gebog Kudus, Jumat (21/11).

KH. Ahmad Asnawi mengajak masyarakat melanjutkan estafet perjuangan para wali atau ulama pendahulu seraya menjaga warisannya seperti pendidikan, madrasah, ajaran ilmunya ataupun amalannya.

"Sikap menjaga warisannya inilah yang sebetulnya menjadi hakekat cinta (haqiqatul mahabbah) yang sebenarnya kepada para wali, ulama dan leluhur. Ini harus kita uri-uri (lestarikan) dan lestarikan dalam bentuk tradisi haul," tandasnya.

?

Pernyataan senada juga disampaikan Sekretaris PCNU Kudus Agus Hari Ageng. Menurutnya, di samping harus dijaga sebagai budaya, haul memiliki nilai-nilai budi luhur terkait ajaran? wali. ?

?

"Karena haul atau buka luwur jangan hanya dimaknai sebatas tradisi ritual belaka. Tetapi terkandung makna meneladanitokoh atau wali? Allah," terangnya kepada Mujahidin Cyber.

Ia mengharapkan tradisi ini harus dilestarikan sebagai upaya mengingatkan ajaran atau amalam dari sosok? yang penuh budi pekerti. Dengan demikian, tidak kehilangan jati dirinya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai agama. (Qomarul Adib/Mahbib)

?



Foto: Suasana? acara khatmil Quran sebagai rangkaian peringatan haul Raden Muhammad Syarief desa Padurenan Gebog Kudus, Sabtu (22/11).

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Kamis, 25 Januari 2018

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader

Bandung Barat, Mujahidin Cyber. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat sedang gencar menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) untuk Anak Cabang. Akhir pekan ini baru selesai PKD dan Diklatsar di Pimpinan Anak Cabang Gunung Halu.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bandung Barat, Cecep Nedi Sugilar mengatakan, kegiatan berlangsung dari Jumat (31/1) sampai Ahad (2/2) tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hikmah, Desa Tamanjaya.? ?

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader

Kegiatan tersebut, kata Cecep, diikuti 90 peserta PKD dan 30 peserta Diklatsar. “Mereka perwakilan dari anak Ranting/Rw se-Kecamatan Gununghalu,” katanya melalui pers rilis yang dikirim ke Mujahidin Cyber Ahad (2/2).

Mujahidin Cyber

Cecep menambahkan, pelatihan semacam ini sudah empat kali dilakukan di tingkat cabang, kemudian akan diwajibkan untuk setiap Pimpinan Anak Cabang, “Bulan Februari ini, insya Allah PAC Cipeundeuy,” kata ketua periode 2013- 2017 ini.

Mujahidin Cyber

Pada pembukaan, kata Cecep, hadir Ketua Majelis Musyawarah Cabang NU Kecamatan Gunung Halu KH Dadan M. Daud. Kiai Dadan menyampaikan kebanggaanya bahwa PC Ansor Bandung Barat menjadi nominator PC GP Ansor terbaik se-indonesia pada Harlah GP Ansor di Surabaya lalu.

Kemudian Kiai Dadan mengatakan, sudah saatnya pengkaderan mulai menyentuh grassroot karena merekalah yang akan berperang langsung dengan faham-faham baru yang menentang Islam Ahlussunah wal-Jamaah.

Kiai Dadan juga mengimbau anak-anak muda NU tersebut membentengi para kader di tingkat bawah dengan paham Aswaja An-Nahdiyah. “Jadikan PKD di PAC dengan peserta anak ranting ini sebagai momentum kebangkitan Ansor di Bandung Barat,” pinta Kiai Dadan.

Hadir pada pembukan Sekretari Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar dan H Ali Kurniawan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Humor Islam, Berita, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Senin, 08 Januari 2018

Pelajar NU Kota Tangerang Kembangkan Media Cetak dan Online

Tangerang, Mujahidin Cyber. Pelajar NU Kota Tangerang mengembangkan media cetak dan online untuk kalangan pelajar dan santri. Media ini diberi nama MAJAS (Media Pelajar dan Santri) Kota Tangerang yang diharapkan mampu memberikan informasi mengenai kegiatan pelajar dan santri di Kotanya serta sarana dakwah Ahlusunnah wal Jamaah di era teknologi.

“Kehadiran MAJAS merupakan sarana untuk menginformasikan kegiatan pelajar dan santri Kota Tangerang dan sarana menjaga paham Ahlusunnah wal Jamaah di arus Teknologi dan Globalisasi yang semakin canggih,” ujar Zulbiyadi Fadlan, Pemimpin Umum MAJAS Kota Tangerang juga Ketua PAC IPNU Neglasari Kota Tangerang, Selasa (17/11).

Pelajar NU Kota Tangerang Kembangkan Media Cetak dan Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kota Tangerang Kembangkan Media Cetak dan Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kota Tangerang Kembangkan Media Cetak dan Online

Sebelumnya Tim Redaksi MAJAS bertemu dan diberi arahan oleh Redaktur Mujahidin Cyber, Mahbib Khoiron dan Abdullah Alawi. Mereka berpesan untuk mengembangkan media baca dan tulis di era serba teknologi, saat bertemu Kantor Redaksi Mujahidin Cyber, Gedung PBNU lt. 5, Sabtu, 14 November 2015 lalu.

Mujahidin Cyber

Pimpinan Redaksi MAJAS Kota Tangerang, Ayu Dahlia juga menjelaskan,MAJAS berupaya membuat tampilan beritanya semenarik mungkin dan kedepannya akan menambah media-media lain seperti Tabloid dan Majalah.

Mujahidin Cyber

“Saat ini media yang dikembangkan baru Buletin, kedepannya Kami akan menambah media lain seperti Tabliod dan Majalah,” jelas Ayu.?

Siti Rosdiana selaku Redaktur MAJAS Kota Tangerang dan Pengurus PAC IPPNU Neglasari Kota Tangerang berharap, agar pelajar dan santri Kota Tangerang tumbuh jiwa baca dan tulis.?

“Kami juga akan memberikan pelatihan jurnalistik kepada pelajar dan santri dengan masuk ke sekolah dan pesantren di Kota Tangerang dengan menyosialisasikan MAJAS sebagai sarana dakwah Aswaja,” ujarnya.?

Saat ini Kantor Redaksi MAJAS berada di Kantor PCNU Kota Tangerang, Jl Mayjend Soetoyo No16, Komplek Alun-alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Humor Islam, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Jumat, 05 Januari 2018

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor

Metro, Mujahidin Cyber. Memperingati 83 tahun hari lahir Gerakan Pemuda Ansor, Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung bekerja sama dengan Paguyuban Purwoasri Bersatu menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif dengan menurunkan kader Banser yang telah teruji menyembuhkan masyarakat sejumlah provinsi di Indonesia.

"Ini upaya mematuhi apa disampaikan Rasulullah Muhammad SAW, sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, daripada ngalor-ngidul,kesana kemari pamer bendera, pamer simbol, lebih baik berbuat," ujar Kasatkorwil Banser Lampung Tatang Sumantri, di Metro, Kamis (6/4).

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Lampung Dan Masyarakat Metro Gelar Baksos Peringati Harlah Ansor

Tatang menambahkan, bakti sosial penyembuhan alternatif ATS Metode tersebut digelar di Masjid Ar Rohim, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro, Sabtu 8 April 2017, pukul 08.00-16.00 WIB. Informasi dan pendaftaran, Asiten Perbekalan (Askal) Satkorwil Banser Lampung, Maryanto di nomor 081272469630.

Satkorwil Banser Lampung, kata dia menambahkan, menurunkan Asinfokom Satkornas Banser Gatot Arifianto untuk menyembuhkan 70 masyarakat Metro yang sakit.

Aktivis Gusdurian, motivator, praktisi Hypnosis, Kultivasi Energi Ilahi, Neo Neuro-Lingusistic Programing dan Aji Tapak Sesontengan itu, ujar Tatang lagi, akan berupaya menyembuhkan sejumlah penyakit seperti alergi dingin, mata minus dan plus, nyeri persendian, sakit pinggang, sakit gigi, migrain, vertigo, saraf kejepit, sakit tengkuk, lemah syahwat, ? asam urat, asma, bronchitis hingga diabetes.

"Saya sakit maag akut. Alhamdulillah sembuh dengan penyembuhan relatif cepat dan tidak sakit," ujar Ketua PC GP Ansor Pare-Pare, Sulawesi Selatan, Edi Rahmadi.

Mujahidin Cyber

Pernyataan senada disampaikan Aba Rouf, warga Paser, Kalimantan Timur. Saat mengikuti kegiatan, ? penyakit maagnya kambuh.

"Setelah disentuh sebentar oleh sahabat Gatot selaku instruktur kegiatan, Alhamdulillah ada perbaikan. Tidak terasa sakit, langsung ada reaksi, sekitar tiga menit. Saya membuktikan sendiri jadi saya yakin bukan dibuat-buat," kata Rouf lagi.

?

Mujahidin Cyber

Warga Muna, Sulawesi Tenggara, Farahu juga memberikan kesaksian mengenai ATS Metode. Saat mengikuti kegiatan dan Gatot menjadi instruktur, dirinya terserang demam ? sehingga keluar dari ruang ber-AC.

"Tapi setelah disentuh-sentuh sebentar tanpa sakit oleh instruktur kami, ada perubahan sehingga tak berapa lama berani masuk ruangan ber-AC lagi," kata Farahu. (Erli Badra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Sejarah Mujahidin Cyber

Selasa, 02 Januari 2018

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk

Ponorogo, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sampung berkolaborasi dengan PAC GP Ansor Sukorejo menyelenggarakan rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selama tiga hari berturut-turut, mulai Jum’at (1/2) sampai dengan Ahad (3/2). Tiga acara besar dilaksanakan dengan sukses.

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk

Pada hari Jum’at, pengajian maulid menghadirkan pembicara KH Marzuki Mustamar (Ketua PCNU Kota Malang). Bersama masyarakat Desa Poh Ijo didukung oleh Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Ponoro pada hari Sabtu (2/2) malam digelar Istighostah dalam rangka haul Gus Dur.

Pada Ahad (3/2) giliran Satkorcab Banser Ponorogo menggelar pembaretan alumni Diklatsar Banser. Acara terakhir ini tidak lepas dari campur tangan dua PAC di wilayah barat laut Ponorogo ini.

Mujahidin Cyber

Pengajian bersama KH Marzuki Mustamar menyisakan kesan tersendiri bagi masyarakat. Betapa tidak, lazimnya pengajian baru dimulai pukul 20.00 WIB, tapi kali ini pada pukul 18.30 dimulai dan pukul 20.00 WIB pengajian sudah selesai. Pasalnya, KH. Marzuki Mustamar masih harus tampil di dua tempat, di Pendopo Kabupaten Ponorogo dan Desa Josari dalam tema yang sama.

Mujahidin Cyber

“Seumur-umur baru kali ini saya mengikuti pengajian yang selesai pada pukul 20.00 WIB. Alhamdulillah, pengunjung membludak dan kerja panitia memuaskan,” ungkap Soegijanto, Kepala Desa Poh Ijo. Pria bertubuh tinggi besar yang terkenal dermawan ini sangat berperan penting atas kesuksesan acara ini.

Gairah pengajian sehari sebelumnya rupanya berimbas pada acara hari kedua. Jama’ah Istighosah sudah mulai menyemut selepas maghrib meskipun acara baru direncanakan setelah Isya’. Syaiful Islam selaku koordinator Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Ponorogo memimpin istighostah disambung dengan lantunan shalawat al-banjari yang dipersembahkan oleh PAC IPNU Sukorejo. Jama’ah istigostah begitu larut menghayati setiap bait lantunan shalawat. Acara ini juga dihadiri Syamsul Ma’arif Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo. 

Hari terakhir menjadi puncak kesuksesan acara. Supriyanto selaku Ketua PAC GP Ansor Sukorejo terlihat bersemangat memimpin barisan parade budaya mengiringi barisan alumni Diklatsar yang melakukan long march dari Desa Poh Ijo menuju Desa Tulung. Rute ini menempuh jarak 16 km.

“Capek rasanya tidak terasa begitu kaki menginjakkan kaki di Tulung. Semula diperkirakan 5-6 jam baru sampai, ini 4 jam lebih sedikit sudah finish, padahal peserta berjalan pelan karena harus mengiringi parade budaya,” kata Supriyanto yang sehari-hari bekerja sebagai guru MA ini.

Parade budaya yang pelaksanaannya dibawah kendali Muhaimin dari PAC Sukorejo menampilkan kesenian Gajah-gajahan dan drumband dari 4 sekolah, yaitu SDN Pohijo, MTsN Bogem Sampung, MTs Al-Azhar Carangrejo dan RA Muslimat Tulung. Menurut Moh. Mas’ud Ketua PAC Sukorejo, para peserta parade budaya menawarkan diri ikut tampil tanpa dihubungi panitia.

“Awalnya kami merasa bingung, bagaimana mengemasnya, tapi akhirnya lancar juga,” kata pria yang baru saja menikah ini.

Sebanyak 100 orang alumni Diklatsar mengikuti pembaretan dipimpin Ahmad Subkhi al Kalibek Kasatkorcab Banser Ponorogo. Sebelumnya Idam Mustofa Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo didaulat menyampaikan sambutan. Semua Kasatkoryon dan jajaran Satkorcab berkenan menyematkan baret kepada 10 anggota yang pada malam sebelumnya berhasil menemukan pin Diklatsar.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : M. Wahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Mujahidin Cyber

Minggu, 31 Desember 2017

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Jepara, Mujahidin Cyber. KH Ahmad Kholil, Rais Syuriah PCNU kabupaten Jepara meninggal dunia di RS Telogorejo Semarang, Kamis (4/9) malam. Pengasuh pesantren Al-Falah Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, itu wafat dalam usia 72 tahun.

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Dari Telogorejo jenazah dipulangkan pukul 11.00 wib sampai di kediamannya 00.30 WIB. Jum’at (5/9) pagi prosesi pemakaman jenazah. Dalam prosesi itu hadir ribuan jamaah memadati kompleks pesantren putra-putri.

Sederet ulama yang turut hadir diantaranya KH Asyhari Syamsuri, KH Asynawi, KH Abi Jamroh, KH Kamil Ahmad dan masih banyak lagi. Sejumlah pejabat juga hadir H Subroto Wakil Bupati Jepara, H Muhdi Kankemenag Jepara, Muhammad Zahid Kepala Dikpora Jepara, H Muhtarom Rektor Unisnu, H Hendro Martojo mantan Bupati Jepara dan sederet nama lain.

Mujahidin Cyber

H Ali Irfan Muhtar, ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara mengemukakan almarhum merupakan sosok yang rendah diri. Hal lain diuraikan Subroto. Menurut Wakil Bupati Jepara itu Kyai Kholil sosok yang bijaksana dan mempunyai etos kerja tinggi.

Mujahidin Cyber

Disamping itu, Subroto menyebut ia sosok panutan bagi siapapun. KH Kamil Ahmad, mewakili PCNU Jepara menambahkan, Kyai Kholil yang menjadi Rais Syuriah PCNU 3 periode itu pribadi tawaduk nan santun.

“Hari ini kita kehilangan tokoh tauladan,” paparnya saat memberikan ucap sambutan di aula pesantren putra.

Sementara itu, KH Makmun Abdullah Hadziq memberikan pesan kepada santri. Agar tetap ngremboko (eksis, red) pesantren harus tetap dihidupkan. Yang menghidupkan tambah pengasuh pesantren Balekambang itu adalah santri, alumni dan umat.

“Jangan sampai sepeninggal kyai, santri boyong. Pesantren harus tetap dilestarikan. Nyantrinya ditambah minimal 2 tahun. Kalo boyong dosa,” pesannya pada santri.

Almarhum dishalatkan 23 kali di pesantren dan Masjid Baitus Salam. Jenazahnya dikebumikan di makam Syaikhona desa Bakalan bersama nyai Hj. Halimah. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) akan menebar 1000 bunga di Bundaran Hotel Indonesia, jalan raya MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/6). Tebar bunga merupakan bagian dari aksi damai PP IPPNU dengan tajuk ‘1000 Bunga Untuk Indonesia Bebas Narkoba’.

Aksi damai ini rencananya akan diikuti oleh sedikitnya 80 orang. Mereka terdiri dari pengurus PP IPPNU, kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba, rombongan dan kader Badan Narkotika Nasional (BNN).

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Selain membagikan bunga, peserta aksi ini membagikan stiker dan liflet yang bertuliskan semangat antinarkoba. Pembagian bunga dan stiker dimaksudkan untuk menyadarkan publik bahwa gerakan antinarkoba merupakan tanggung jawab semua pihak selain pemerintah.

Mujahidin Cyber

Aksi damai ini juga akan diramaikan dengan orasi oleh kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba Angkatan I. Orasi mereka bertajuk ‘Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’.

Mujahidin Cyber

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pelajar NU atas masalah narkoba yang penyalahgunaannya terus meningkat terutama di kalangan remaja,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah, Senin (24/6).

Tujuan aksi ini, menurut Farida, diharapkan dapat menggugah kepedulian publik terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kalangan pelajar NU ingin mengajak masyarakat untuk menyelamatkan remaja Indonesia sebagai generasi bangsa agar terbebas dari pengaruh narkoba dan imbasnya.

Imbasnya antara lain, penularan HIV/AIDS dan penurunan daya pikir, tutup Farida.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Fragmen, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Menjaga Anak-Anak dari Perangkap Prostitusi

Berita penangkapan jaringan penyedia prostitusi anak untuk laki-laki penyuka sesama jenis pada 30 Agustus oleh patroli cyber Polri di kawasan wisata Puncak Jawa Barat menunjukkan rentannya anak-anak Indonesia, terutama di lokasi wisata, untuk diperdagangkan menjadi penyedia jasa pemuas seksual. Anak-anak yang masih polos, yang menjadi harapan orangtuanya, dibujuk oleh para germo untuk melayani laki-laki dengan kelainan orientasi seksual. Rayuan untuk melakukan tindakan seks menyimpang ini bisa merubah orientasi seksual mereka saat dewasa kelak. Akhirnya mereka juga mengalami penyimpangan seksual dan kelak, mencari korban baru. Begitulah siklus yang sangat mengerikan terjadi. 

Bisa jadi apa yang terungkap saat ini hanya bagian puncak dari sebuah gunung es masalah prostitusi anak, terutama di daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata di mana para turis ingin keluar dari peradaban dan kehidupan normal yang penuh aturan etika dan kesopansantunan, menuju pemenuhan hasrat penuh kebebasan. Berkembangnya jasa prostitusi merupakan bagian dari 3 S, sun, sex, and sea yang dijual dalam industri wisata. Indonesia, menurut laman therichest.com  menduduki posisi keempat dalam hal tujuan paling populer dalam wisata seks sedangkan peringkat tertinggi diduduki oleh Thailand. Di luar transaksi seks konvensional di lokalisasi atau melalui daring (online), di kawasan wisata Puncak dikenal adanya kawin kontrak, yaitu perkawinan yang dibatasi waktu hanya beberapa hari atau beberapa bulan, tergantung lamanya turis tinggal. Biasanya mereka yang terlibat dalam perkawinan yang menurut para ulama tidak sah ini datang dari turis Timur Tengah. Ini sebenarnya juga merupakan versi wisata seks dalam bentuk tersendiri. Para pria penyuka sesama jenis, juga berusaha mencari kenikmatan seks dengan mengincar anak-anak sebagai korban. Dan kini, mereka yang berorientasi seperti ini secara global terus meningkat.

Menjaga Anak-Anak dari Perangkap Prostitusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Anak-Anak dari Perangkap Prostitusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Anak-Anak dari Perangkap Prostitusi

Selain, Indonesia dan  Thailand, di Kawasan ASEAN, Kamboja dan Philipina menjadi tujuan wisata seks. Dengan adanya fakta seperti ini, para pemangku kepentingan jangan sampai menutup mata dengan hanya melihat pundi-pundi rupiah yang didapat tetapi mengabaikan dampak negatif yang memiliki pengaruh terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam panjang. Apalagi, transaksi seks yang dilakukan secara daring yang bisa dilakukan dari mana saja dan menjangkau siapa saja, tak terbatas sebagaimana prostitusi tradisional yang biasanya di lokalisir di tempat-tempat tertentu saja. Tentu upaya pengawasan prostitusi daring ini juga harus diperketat.

Pada daerah-daerah yang rentan terhadap eksploitasi anak ini, para orangtua diharap semakin waspada dalam mengawasi perilaku putra-putrinya. Dalam banyak kejadian, orangtua baru tahu setelah kasus tersebut terungkap oleh pihak yang berwajib. Kebanyakan korban berlatar belakang keluarga miskin yang mana orangtua sibuk mencari penghasilan, sedangkan anak-anaknya yang kurang pengawasan ini mudah diiming-imingi uang untuk memenuhi keinginannya akan barang-barang mahal yang sebenarnya belum dibutuhkan. Dalam hal ini tokoh agama setempat juga harus dengan tekun membimbing masyarakat yang rentan terhadap pengaruh budaya negatif dari para pendatang.

Sebenarnya kesadaran masyarakat tentang perlindungan anak-anak dari cengkeraman prostisusi kini semakin meningkat. Penutupan sejumlah tempat prostitusi kini sebagian besar didasarkan pada alasan untuk melindungi anak-anak dari perdagangan seks. Di tempat tersebut, germo selalu mencari gadis muda untuk dijadikan penarik minat laki-laki hidung belang. Tentu, gadis-gadis tersebut hanya bisa dimasukkan dalam ladang prostitusi dengan berbagai tipu daya dan pemaksaan. Jika siklus ini bisa diputus, tentu prostitusi bisa dikurangi. Upaya penutupan lokalisasi tidak mudah karena banyak pihak yang mengais rejeki dari situ. Keberanian walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam menutup lokalisasi Dolly bisa menjadi contoh bagi pemimpin daerah lain untuk melakukan hal yang sama. Tentu dengan tidak melupakan pendekatan kemanusiaan pada mereka yang selama ini mencari penghidupan dari situ.  

Bagi-anak-anak yang terjerat dalam persoalan prostitusi ini, pendampingan sangat diperlukan untuk memulihkan mereka dari trauma psikologis. Mereka perlu mendapat dukungan agar bisa hidup kembali dalam situasi normal dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Mujahidin Cyber

Bagi germo dan pembeli jasa seks anak, tentu perlu ada hukuman seberat-beratnya sebagai efek jera bagi kemungkinan kejadian yang sama di masa mendatang. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Brebes, Mujahidin Cyber. Keberadaan Gerakan Pemuda Ansor diharapkan dapat membawa maslahat bagi lingkungan sekitarnya. Setiap kader GP Ansor harus mampu menyentuh persoalan lokalitas yang berkembang sekarang.

Harapan itu disampaikan Wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor Rizqon Halal Syah saat menghadiri Rakercab Pengurus Cabang (PC) Ansor Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Al-Falah Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (11/9).

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

"Ansor saat ini perlu penguatan kader sebagai bekal untuk menjawab persoalan kekinian dan kedisinian. Ansor harus menyentuh persoalan yang ada," kata Rizqon Syah.

Mujahidin Cyber

Rizqon juga berharap program kerja yang dirumuskan pada Rakercab tersebut bisa menjadi wadah yang berguna dalam mencetak kader andal di masa mendatang.? Sebab, masa depan NU dan bangsa juga tidak lepas dari proses kaderisasi saat ini. Sehingga identitas kultural Jamiah Nahdlatul Ulama harus diperkokoh untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah.

Mujahidin Cyber

Ketua PC Ansor Brebes, Ahmad Munsip menjelaskan, sejumlah program yang telah dirancang berbagai bidang kerja yang meliputi arah maslahat untuk internal seperti penguatan kelembagaan maupun kemandirian. Di samping itu juga program yang bersifat eksternal baik yang bersinggungan dengan peran serta dalam pembangunan daerah, penyiapan SDM serta aksi sosial kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pihaknya mengaku akan fokus lebih dulu pada penataan kelambagaan, pemberdayaan kader dan penguatan identitas kultural Aswaja.

"Program kerja ke depan arahnya revitalisasi gerakan menuju optimalisasi kader dan kemandirian organisasi secara internal. Insya Allah periode kali ini akan dibentuk LPK (lembaga pendidikan dan keterampilan) sebagai wadah pembinaan di bidang keterampilan anggota “ terang Munsip

? ? ? ?

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Ansor Jawa Tengah, Solahudin, pengurus lembaga pendidikan dan kederisasi, keanggotaan dan organisasi, IPTEK Pers dan Kajian Strategis, dakwah dan pengembangan pesantren, lingkungan hidup dan perdagangan, advokasi dan perlindungan HAM, seni budaya dan lahraga serta lembaga perekonomian dan? ketenagakerjaan.

Rakercab juga akan diisi dengan Ansor Bershalawat di lapangan Jatirokeh yang akan diisi dengan majelis dzikir dan sholawat rijalul ansor bersama sejumlah ulama. Di antaranya, Habib Umar Muthohar dari Semarang dan Habib Masoleh Bin Yahya dari Cirebon. Kegiatan Ansor Bersholawat juga akan dipandu oleh group Qosidah Akhbabul Mustofa asuhan Habib Lutfi Bin Yahya dari Kota Pekalongan. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Status Puasa Orang Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadhan

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Mujahidin Cyber yang kami hormati. Langsung saja kami akan menanyakan mengenai keabsahan puasa orang yang tidur sepanjang hari di bulan puasa Ramadhan. Misalnya orang ini tidur sepanjang hari sampai Maghrib sehingga ia tidak merasakan beratnya berpuasa atau seolah-olah tidak berpuasa. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Faisal/Wonosobo)

Jawaban

Status Puasa Orang Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Status Puasa Orang Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Status Puasa Orang Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadhan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. secara pribadi kami tidak bisa membayangkan orang yang sedang menjalani puasa tidur mulai pagi sampai waktu Maghrib. Kalau toh itu memang ada, maka dalam pandangan kami tindakan ini termasuk kategori tindakan keterlaluan.

Mujahidin Cyber

Kendati demikian, tidur sepanjang hari di bulan Ramadhan tidak dengan serta merta mempengaruhi keabsahan puasa tersebut. Dengan kata lain, puasanya tetap dianggap sah. Setidaknya inilah menurut pandangan madzhab Syafi‘i dan mayoritas ulama.

Mujahidin Cyber

Tetapi ada pandangan lain yang dikemukakan oleh Abu Thayyib bin Salamah dan Abu Said Al-Ishthakhriy yang menyatakan tidak sah. Begitu juga Al-Bandaniji telah meriwayatkan pandangan ini dari Ibnu Suraij. Demikian dikemukakan Muhyiddin Syaraf An-Nawawi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Apabila seorang yang berpuasa tidur sepanjang hari sedangkankan ia telah berniat puasa pada malam harinya, maka puasanya sah. Demikian menurut pandangan madzhab Syafi‘i, dan pandangan ini juga dianut oleh mayoritas ulama. Tetapi, menurut Abu Thayyib bin Salamah dan Abu Said Al-Ishthakhriy puasa seperti itu tidaklah sah. Sedangkan Al-Bandaniji juga meriwayatkan pandangan ini dari Ibnu Suraij. Dalil semuanya bersumber dari Al-Quran,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VI, halaman 384).

Kendati demikian, para ulama ini sepakat jika seseorang yang berpuasa tidur, kemudian bangun sebentar di siang hari, kemudian tidur lagi di seluruh waktu siang, maka puasanya tetap sah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dan mereka (para ulama) telah bersepakat bahwa apabila seorang yang berpuasa bangun sebentar dari tidur di siang hari, kemudian tidur lagi, maka sah puasanya,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab, juz VI, halaman 384).

Berangkat dari penjelasan singkat ini, maka orang yang berpuasa sebaiknya menghindari tidur seharian mulai fajar sampai waktu Maghrib. Meskipun mayoritas ulama menganggap sah puasanya tetapi ada beberapa ulama yang berpandangan sebaliknya.

Di samping itu, jika tidur selama seharian, maka jelas ia akan meninggalkan kewajiban lain yaitu shalat Zuhur dan Ashar sehingga jangan sampai puasa dijadikan alasan untuk meninggalkan kewajiban yang lain karena jelas hal ini tidak diperbolehkan.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Syariah Mujahidin Cyber

Sabtu, 02 Desember 2017

Inilah Sejumlah Fakta Terkait Serangan pada Perayaan Hari Nasional Perancis

Jakarta, Mujahidin Cyber. Serangan teror truk besar menggilas dan menembaki kerumunan warga yang tengah merayakan Hari Nasional Perancis, Bastille Day merenggut 80 korban jiwa, Kamis malam waktu setempat.

Berikut hal-hal yang perlu diketahui terkait serangan tersebut dikuti dari The Guardian:

Inilah Sejumlah Fakta Terkait Serangan pada Perayaan Hari Nasional Perancis (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Sejumlah Fakta Terkait Serangan pada Perayaan Hari Nasional Perancis (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Sejumlah Fakta Terkait Serangan pada Perayaan Hari Nasional Perancis

1. Sebuah truk besar melindas kerumunan orang yang merayakan Hari Bastille di kota sebelah Selatan Perancis, Nice

2. Truk yang sengaja menabrak kerumunan itu menewaskan 80 orang, termasuk beberapa anak-anak dan 18 orang lain terluka parah, serangan itu dikategorikan sebagai sebuah serangan teroris

3. Pengemudi truk ditembak mati oleh polisi. Mereka tengah mencoba memastikan apakah dia memiliki kaki-tangan

Mujahidin Cyber

4. Otoritas mengatakan pengemudi menembaki kerumunan sambil menyetir truk yang berisi penuh dengan senjata dan granat

5. Para saksi mengatakan pengemudi menyetir secara zig-zag sehingga dia bisa menabrak sebanyak mungkin orang. Dilaporkan dia mengemudi ke arah kerumunan sepanjang 2 kilometer dengan kecepatan 50 kilometer per jam.

6. Laporan-laporan yang tak terkonfirmasi di media Perancis mengatakan sebuah kartu tanda pengenal milik seorang penduduk berusia 31 tahun di Nice yang memiliki kebangsaan ganda Perancis-Tunisia ditemukan di dalam truk

Mujahidin Cyber

7. Tak ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan

8. Presiden Perancis, François Hollande mendeskripsikan serangan sebagai sebuah "kejadian ganjil" dan mengatakan tentara akan dikerahkan untuk mendukung polisi, utamanya di perbatasan negara tersebut. Dia mengatakan serangan itu bercirikan "serangan teroris" dan bersumpah Perancis akan senantiasa lebih kuat dari pada para fanatik yang hendak menyerangnya

9. Keadaan darurat negara tersebut yang awalnya akan berakhir pada 26 Juli, kini diperpanjang hingga tiga bulan

10. Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve, mengatakan: "Kita sedang berperang dengan teroris yang ingin menyerang kita dengan risiko apapun dan yang sangat bengis"

11. Hollande tengah dalam perjalanan ke Paris dari Avignon untuk memimpin sebuah pertemuan terkait keamanan dan pertahanan darurat jam 09.00 pada Jumat. Setelah itu dia dijadwalkan menuju Nice. Cazeneuve sudah berada di Nice.

12. Para pemimpin dunia, termasuk Barack Obama dan Hillary Clinton mengutuk serangan tersebut. Donald Trump menunda pengumuman bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 16 November 2017

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris

Tasikmalaya, Mujahidin Cyber

Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari Kota Tasikmalaya KH Cecep Ridwan Bustomi berpesan kepada para alumni dan santri untuk tidak terbujuk atas maraknya terorisme yang mengatasnamakan Islam. Pasalnya, sudah jelas segala bentuk perusakan di bumi ini tidak disukai Allah SWT.

KH Cecep Bustomi menyampaikan hal itu dalam peringatan haul ke-48 pendiri NU di Tasikmalaya, Almarhum KH Bustomi, sekaligus peringatan hari lahir ke-96 Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kamis (14/7) malam.

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris

Cecep berharap tidak ada alumni dan santri yang bertentangan dengan haluan Negara. Bagi pesantren, ujarnya, yang terpenting damai dan seandainya ada yang mengajak masuk organisasi yang sudah jelas menjurus hal di luar ketentuan Negara, maka segera lapor ke pesantren atau kepolisian. "Terpenting mengamalkan ilmu. Meski sedikit tapi bermanfaat," ucapnya.

Mujahidin Cyber

Haul dan Milad dihadiri ribuan santri dan alumni dari berbagai kota di Jawa Barat dan luar Jawa. Termasuk para pejabat setempat seperti Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya, ketua alumni Pesantren Bahrul Ulum yang juga Ketua Forum Sikaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tasikmalaya KH Nono Nurul Hidayat, mantan Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H Adang Ismail, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Arief Fajarudin beserta Wakapolres, serta Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya Haris Sanjaya.

Cecep juga menyinggung soal kasus penghinaan melalui media sosial Facebook kepada Pesantren Bahrul Ulum oleh oknum ormas Islam radikal yang menyatakan bahwa pesantren yang berdiri tahun 1920 itu membiarkan peredaran miras di Tasikmalaya. Hal ini, kata Cecep, pihaknya maklumi dan maafkan. Namun proses hukum harus terus berlanjut.

Mujahidin Cyber

"Maka mumpung ada Kapolres di sini, jangan sampai santri dan alumni yang bergerak menangkap oknum ormas itu. Silakan tegakkan hukum karena menghina apalagi fitnah meski di media sosial ada undang-undangnya," tutur Cecep.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Arief Faharudin yang saat itu hadir menjamin proses hukum terus berlanjut dan saat ini sedang menunggu keterangan ahli dari ahli bahasa terkait pendiskreditan oknum ormas yang suka melakukan swiping diberbagai kota. (Nurjani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Sunnah, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Rabu, 25 Oktober 2017

Presiden Buka Munas IX MUI

Surabaya, Mujahidin Cyber. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Muktamar Nasional (Munas) ke-IX Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pembukaan dilakukan ? di Gedung Grahadi, Komplek Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur, di Surabaya, ? Selasa (25/8).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan jajaran, Pengurus MUI se-Indonesia, para ketua Ormas Islam, para ulama, dan tokoh nasional lainnya sebagaimana dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Presiden Buka Munas IX MUI (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Buka Munas IX MUI (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Buka Munas IX MUI

Dalam Munas yang mengangkat tema; “Islam Wasathiyah untuk Indonesia dan Dunia yang Berkeadilan dan Berkeadaban” tersebut, Presiden menyatakan bahwa di Indonesia ada dua arus besar Islam; Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan Presiden mengatakan bahwa dua sungai yang tidak pernah kering ini, pada akhirnya akan bertemu dalam satu muara yang mulia tujuannya, yakni untuk Indonesia dan Dunia yang berkeadilan, berkeadaban dan Rahmatan lil alamin.

Mujahidin Cyber

Presiden melihat, MUI sebagai wadah berbagai ormas Islam, mampu menjadi pelopor Umat Tengahan.

Mujahidin Cyber

“Umat Tengahan yang menjunjung nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, inklusif, rukin dan damai. MUI akan mampu menjadi tenda besar sejati untuk umat Islam yang majemuk. Dialog sangat penting demi tegaknya Umat Tengahan,” kata Presiden

Presiden berharap, MUI mampu menjadi pelopor untuk mewujudkan Umat Tengahan tersebut. Pemerintah siap menjadikan MUI sebagai mitra strategis. Pemerintah terbuka untuk mendapat masukan dan bertukar pikiran.

Selanjutnya, Presiden mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan pro aktif untuk menjaga kondisi Indonesia untuk tetap stabil.

“Jika kita stabil, maka keilmuan Islam akan berkembang dan maju. Kita harus meningkatkan dzikir, fikir, kerja keras dan beramal shaleh untuk mengimplementasikan cita-cita kita sebagai masyarakat yang mandiri, bermartabat, dan berperadaban tinggi,” urai Presiden. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tokoh, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Kamis, 19 Oktober 2017

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Brebes, Mujahidin Cyber. Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU dengan menggunakan fasilitas gadget mampu menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Lewat program Pilihanku, selama setahun ini Mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget, para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Dalam refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Nia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu merubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.?

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoaks tentang KB,” pujinya.

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS saja tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.?

Mujahidin Cyber

Kusnia yang juga Ketua 2 Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dipersilahkan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk mensukseskan program KB.

Sebab, BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurang 65 ribu PLKB. “Kehadiran Motivator di tengah-tengan masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.?

Mujahidin Cyber

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU, karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.?

Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota PC Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama hanya mensosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB. Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu.

Sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensive. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK dan dasa wisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk melakukan ajakan ber KB. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Nahdlatul, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Rabu, 11 Oktober 2017

Embah Maemun Zubair Sebut 3 Model Penghafal Al-Quran

Rembang, Mujahidin Cyber. Para penghafal Al-Quran memiliki kecenderungan berbeda-beda. Mereka yang menghafal Al-Quran tidak selalu saleh. Mustasyar PBNU KH Maemun Zubair menyebutkan sedikitnya 2 jenis kecenderungan watak mereka di samping kecenderungan pertama.

Embah Maemun Zubair Sebut 3 Model Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Embah Maemun Zubair Sebut 3 Model Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Embah Maemun Zubair Sebut 3 Model Penghafal Al-Quran

Dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan harlah ke-47 Pesantren Al-Anwar yang diselenggarakan Himpunan Mutakharijin Mutakharijat Al-Anwar (HIMMA), tiga kecenderungan penghafal Al-Qur’an menjadi bahasan ceramah Embah Maemun.

“Pertama, dzalimun li nafsih ialah penghafal Al-Qur’an namun dzalim (menganiaya) terhadap diri sendiri dengan tindakan maksiatnya. Kedua, Muqtashid ialah penghafal Al-qur’an dengan jumlah dan mutu amal ibadahnya sedang-sedang saja,” terang Embah Mun, Kamis (9/1).

Mujahidin Cyber

Sedangkan yang ketiga, sabiqun bil khairat. Mereka ialah penghafal yang sukses mengkaji Al-Qur’an, mengamalkan, mengajarkan, dan membimbing orang lain untuk mengamalkan Al-Qur’an, sebut Embah Maemun di hadapan ribuan santrinya.

Mujahidin Cyber

Kendati demikian, Allah menyediakan ganjaran surga ‘Adn yang berisi perhiasan berupa gelang-gelang emas dan mutiara. Mereka akan mengenakan pakaian sutra.

“Namun melalaikan hafalan qur’an adalah dosa besar” pesan Embah Maemun kepada para hadirin yang diikuti pembacaan surat Al-Fathir ayat 32-33.

Menurut Kiai Maemun, banyak sahabat Rasul yang tidak hafal 30 juz Al-Quran. Tetapi mereka menghafal al-Baqarah disertai pemahaman maknanya dengan penuh resapan. Sedangkan di zaman sekarang banyak orang menghafal 30 juz namun sedikit ayat bahkan mungkin tidak satupun ayat yang dipahami dan diresapi maknanya, pungkas Embah Maemun. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Ubudiyah, Aswaja Mujahidin Cyber

Rabu, 27 September 2017

Suasana Khidmat Upacara HUT RI di Pesantren Al-Badriyyah Mranggen

Demak, Mujahidin Cyber. Berbeda dengan upacara-upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RI pada umumnya, dengan berpakaian khas ala santri, ratusan santri Pondok Pesantren Al-Badriyyah Suburan Mranggen, Demak, Jawa Tengah menggelar upacara bendera di komplek pondok pesantren setempat, Kamis (17/8).

Dengan kostum khas ala santri, yakni sarungan dan berpeci, ratusan santri dengan penuh khidmat mengikuti prosesi upacara bendera. Meski terkesan sangat sederhana namun ratusan santri tersebut tampak begitu khidmat, terutama ketika diingatkan soal perjuangan ulama zaman perjuangan.

Suasana Khidmat Upacara HUT RI di Pesantren Al-Badriyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Suasana Khidmat Upacara HUT RI di Pesantren Al-Badriyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Suasana Khidmat Upacara HUT RI di Pesantren Al-Badriyyah Mranggen

Dalam prosesi acara yang disiapkan, juga tidak kalah dengan upacara resmi pada umumnya. Ada pengibaran bendera, mengheningkan cipta sampai selesai. Begitu bendera merah putih berkibar di tiang yang berada di tengah lapangan, gerak hormat dilakukan secara tegas oleh peserta upacara.

Suasana khidmat tambah terasa ketika pemimpin upacara meminta peserta untuk mendoakan para pahlawan kemerdekaan yang gugur saat melawan penjajah. Santri peserta upacara khusyuk saat berdoa.

Mujahidin Cyber

"Upacara ini memang sengaja kami gelar agar para santri memiliki jiwa patriotisme. Kegiatan ini juga ? merupakan kegiatan pondok pesantren yang diadakan secara rutin setiap HUT RI di dalam pesantren. Tanpa mengurangi esensi nilai peringatan, pesertanya keluarga pesantren dan para santri," kata Abdul Fattah, salah seorang santri.

Pengasuh Pondok pesantren Al Badriyyah Mranggen Demak, KH Muhibbin Muhsin al-hafidz, dalam amanatnya yang disampaikan oleh Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia tidak bisa terlepas dari jerih payah para ulama dan santri.

Ia menambahkan upacara seperti ini sangat penting dilakukan. Harapannya, santri juga bisa memiliki nilai patriotisme dan memiliki rasa kecintaan kepada tanah air. Pemakaian atribut santri dalam upacara HUT RI sekaligus mengingatkan mereka tentang sejarah perebutan kemerdekaan yang tidak lepas dari peran ulama dan santri.

“KH Hasyim Asyari adalah contoh ulama yang mampu menggelorakan semangat jihad bagi santri untuk melawan penjajah. Bung Tomo adalah satu diantara ribuan santri yang terbakar semangat jihadnya untuk berjuang melawan penjajah. Pencipta lagu 17 Agustus 1945 juga seorang ulama, Habieb Husein Al-Mutahar. Mranggen adalah basis perjuangan para santri di Jateng. Semua ulama dan santri berkomitmen menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Upacara ini juga bermaksud ingin memperlihatkan bahwa santri komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI. Penguatan nasionalisme untuk santri juga penting dalam rangka menangkal penyebaran paham radikal, khususnya di lingkungan pesentren. Maka, dalam visi misinya, pesantren berkomitmen kuat memegang ajaran Ahlussunah Waljamaah ala NU. Ajaran itu sejalan dengan semangat Pancasila dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Santri harus memiliki nasionalisme. Kalau tidak berbahaya, NKRI bisa hancur. Sehingga santri tidak hanya melulu belajar kitab. Tetapi, bisa mengingat bahwa kemerdekaan ini juga tidak lepas dari perjuangan para syuhada’ yang berasal dari pondok pesantren, dan kita wajib mengingat perjuangannya,” imbuhnya.?

Upacara ditutup dengan menyanyikan bersama ‘Yalal Wathon’ membakar semangat ratusan santri Al-Badriyyah. Di bawah terik yang menyengat, mereka menyanyikannya dengan suara lantang sambil mengepal tangan. (Ben Zabidy/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Doa, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock