Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Jepara, Mujahidin Cyber. …Ya Rabbi shalli ala rasul/ Muhammadin sirril ula/ wal anbiya’ wal mursalin/ al ghurri khatman awwala// when we are meeting/ everything will be beautiful/ one of heart one of the soul/ for studying together// disaat kita sedang berkumpul/ semua menjadi indah/ satu hati satu jiwa/ belajar bersama-sama…?



Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Penggalan salawat Asnawiyah mahakarya KH Raden Asnawi, Kudus diaransemen menjadi salawat bertajuk “Soulmate”—gubahan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia oleh Ali Mahmudi (37).

Lantunan salawat dalam 3 bahasa itu nyaring berkumandang usai materi bahasa Inggris di MTs Nurul Islam Kriyan, MTs/ MA Miftahul Ulum Sukosono, MTs Mathaliul Huda Bugel, pesantren Nurul Huda Bugel dan Universal English Course (UEC).

Ya, begitulah English Salawat yang dipopulerkan lelaki kelahiran Jepara 18 Juli 1976 yang juga memperoleh restu langsung dari Ketua LP Maarif NU kabupaten Jepara, H Zubaidi Masyhud, Juli 2011 lalu. Kemudian salawat yang merupakan salah satu ? bentuk wujud nyata mahabbah kepada Rasulullah dilanggengkan di tempat ia mengajar bahasa Inggris, hingga kini.

Mujahidin Cyber

Awal mula suami Sofiatun (30) terinspirasi tatkala di rumah mertuanya desa Troso RT.04 RW.10 kecamatan Pecangaan dilaksanakan pertemuan selapanan Jamiyyah Qurra’ Wal Huffadz (JQH) kecamatan Pecangaan-Kalinyamatan. Usai mendengar salawat Asnawiyah itu ia pun memperoleh insiprasi kemudian menggubah salawat itu menjadi soulmate.

Tak hanya salawat karya mbah Asnawi, “Syiir tanpo waton” Gus Dur dan “Dauni” pun digubahnya—menjadi salawat Arab-Inggris yang isinya bentuk penghormatan kepada guru maupun spirit belajar.

Tujuannya kata Ali, lulusan IKIP PGRI Semarang ingin meminimalisir pandangan Bahasa Inggris adalah murni pelajaran umum. Menurutnya lewat Bahasa Inggris bisa juga untuk menyampaikan moral value (pesan moral) kepada peserta didik. Sama seperti Habib Syekh menyampaikan pesan moral melalui salawat dan syiiran bahasa Jawanya.

Hal itu baginya juga sejalan dengan pendidikan karakter yang didengung-dengungkan oleh pemerintah. “Karakter yang dimiliki oleh siswa madrasah dan santri berbeda dengan siswa umum. Siswa yang membaca English salawat dan dipahami isinya bisa saja meneteskan air mata,” akunya.

Mujahidin Cyber

Lewat English Salawat ayah dari Ulya Fairuz Zahiro (5) hendak membuktikan Bahasa Inggris bukanlah pelajaran yang menakutkan tetapi akan menjadi mapel disukai. Apalagi dengan membaca salawat selain untuk mengharapkan syafaat dunia akhirat juga untuk kesuksesan dalam belajar.?

Kontributor: ? Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Nahdlatul, Olahraga Mujahidin Cyber

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Media pemberitaan di lingkungan NU harus menjadi tradisi dan gerakan di masa depan. Globalisasi yang ditandai dengan makin kuatnya peran media harus dimanfaatkan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk mengukuhkan gerakan.

Ketua Lajnah Talif wan Nasyr (LTN) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta HM. Lutfi Hamid mengatakan di Graha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta (12/12).

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat

Ia menambahkan, memasuki era yang penuh tantangan tersebut jangan sampai NU menjadi orang pasif, melainkan aktif untuk mengisi globalisasi. Untuk itu, NU harus bergerak berani dan cepat melalui media pemberitaan.

Mujahidin Cyber

"Jangan sampai kaum muda menjadi pemain pasif. Kita harus aktif. Mari gerakkan semua potensi, khususnya media untuk mengisi peradaban di masa depan," tegas Lutfi yang juga Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sleman DIY.

Mujahidin Cyber

Lutfi juga menegaskan bahwa media NU DIY, yakni Majalah Bangkit, dengan mengangkat tema "Koruptor Mati tak perlu Disholati" mendapatkan apresiasi sangat besar dari pengunjung Expo KPK beberapa hari lalu (9-11 Desember).

"Hampir semua pengunjung sangat apresiasi dengan tema Majalah Bangkit. Karena stand Bangkit juga dikunjungi oleh Presiden Jokowi," tegas Lutfi yang juga santri KH Ali Maksum Krapyak.

Dalam Expo KPK tersebut, lanjut Lutfi, Bangkit hadir dibagikan gratis, termasuk kepada para Menteri yang hadir, komisioner KPK, peserta acara Mata Najwa, para gubernur, bupati, walikota, dan lainnya.

"Ini membuktikan bahwa komitmen NU sangat besar dalam memberantas korupsi. Majalah Bangkit akan selalu hadir memberikan yang terbaik kepada bangsa ini," tegas Lutfi yang juga aktif dalam menulis berbagai buku. (madun/abdullah alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pemurnian Aqidah, AlaSantri, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Rabu, 07 Februari 2018

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar

Majalengka, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PC PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Majalengka menggelar latihan rutin bagi pelajar di Majalengka untuk belajar seni bela diri NU. 

Kegiatan kali ini bertempat di halaman Balai Desa Banjaransari, Cikijing, Majalengka, Selasa (10/2) pagi dan diikuti oleh 30 siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Cikijing.

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar

Maman Rais Ketua Pagar Nusa Majalengka mengatakan, agenda ini dilaksanakan setiap hari selasa untuk SD, sabtu untuk SMP, dan ahad untuk SMA tiap seminggu sekali.

Mujahidin Cyber

"Memang kegiatan ini sudah berjalan selama 4 bulan dan baru fokus menggarap Kecamatan Cikijing untuk mengenalkan seni bela diri NU pada pelajar," ujar Maman disela-sela melatih.

Mujahidin Cyber

Maman menambahkan, garapannya ini baru sebatas melatih anak-anak usia pelajar, belum menggarap ke level mahasiswa dan kecamatan-kecamatan lain.

Ia berharap, kedepan unit kegiatan mahasiswa perguruan tinggi di Majalengka bisa bekerjasama dengan PMII Majalengka karena baru kader IPNU dan IPPNU yang menyatakan siap berlatih pencak silat.

“Kami juga berharap, PCNU Majalengka dan pihak pemerintah daerah bisa membantu memfasilitasi kami untuk menyosialisasikan kegiatan ini pada masyarakat,” harapnya. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan GP Ansor Probolinggo menggelar jalan sehat bertajuk Mlaku Bareng Bersama Rakyat, Ahad (23/7) pagi. Pihak Pemkab juga menyediakan hadiah utama berupa dua paket umrah yang akan berangkat ke tanah suci Desember 2017 mendatang.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 ribu peserta yang terdiri atas semua elemen masyarakat baik dari dalam maupun luar Kabupaten Probolinggo. Pihak panitia juga menyiapkan ratusan hadiah hiburan yang disediakan oleh panitia.

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat

Mlaku Bareng ini mengambil rute sejauh 5 kilometer dengan start di halaman depan Eks-Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu dan finish di obyek wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending.

Mujahidin Cyber

Turut serta dalam kesempatan ini Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari dan jajaran Forkopimda, Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin beserta segenap jajaran pengurus PCNU Probolinggo serta Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis, dan Komandan Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.

Mujahidin Cyber

Mlaku Bareng yang digagas oleh GP Ansor Probolinggo ini disambut antusias oleh segenap elemen masyarakat. Tidak hanya peserta, pengguna jalanpun turut menikmati aksi peserta yang menggunakan kostum unik mulai dari bersarung hingga memakai blangkon.

Muchlis mengatakan, event jalan sehat Mlaku Bareng Bersama Rakyat ini untuk semakin mempererat tali silatirahmi usai Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. “Momentum usai lebaran, kita isi dengan silaturahmi dan mempererat tali silaturahmi. Serta untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Sementara Hj Puput Tantriana Sari mengatakan, kegiatan mlaku bareng ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan banyak membawa nilai positif. “Kegiatan semacam ini tentunya memberikan banyak manfaat. Selain menyehatkan juga dapat semakin mempererat tali silaturrahmi,” ujarnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Internasional Mujahidin Cyber

Sabtu, 27 Januari 2018

PMII UPI Kirim Qunut Nazilah untuk Pendidikan Nasional

Bandung, Mujahidin Cyber. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menggelar aksi qunut nazilah untuk pendidikan nasional, di kampus mereka, Bandung, pada Kamis siang (2/5).

PMII UPI Kirim Qunut Nazilah untuk Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UPI Kirim Qunut Nazilah untuk Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UPI Kirim Qunut Nazilah untuk Pendidikan Nasional

PMII UPI menilai, pendidikan nasional dalam keadaan carut-marut sehingga layak dikirim qunut nazilah, “Pembacaan qunut nazilah menjadi simbol dari sikap perlawanan atas berbagai kejahatan dan kecurangan yang dilakukan para pejabat di lingkungan pendidikan,” kata Asep Abdul Aziz selaku humas aksi kepada Mujahidin Cyber melalui pers rilis yang dikirim Kamis malam (2/5).

Aziz, begitu ia disapa, menambahkan, Rasulullah melakukan qunut nazilah pada saat peperangan dan terkena musibah, “Saat ini dunia pendidikan mengalami krisis yang sama,” terangnya.

Mujahidin Cyber

Ketua Komisaritat PMII UPI, M. Ridwan Hidayatulloh, mewakili teman-temannya menyatakan sikap, yaitu, pertama PMII mendukung UPI sebagai lembaga pendidikan yang mencetak kader pendidik.

Mujahidin Cyber

Kedua, PMII mengecam UPI yang telah melakukan praktik komersialisasi, liberalisasi dan kapitalisasi pendidikan. Ketiga, PMII akan mengawal keberlangsungan pendidikan di UPI sampai titik penghabisan.

Sementara kordinator aksi, Surya Dienulloh mengatakan, perlu ada reorientasi dan rekonstruksi pendidikan, baik dalam sistem maupun dalam manajemennya, “Apalagi di UPI yang notabene merupakan kampus pendidikan,” katanya.

Ia berharap Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang biasa diperingati tiap 2 Mei, jadi awal kebangkitan pendidikan Indonesia yang sedang terpuruk.

Aksi yang diikuti 50 orang tersebut ditutup dengan pembacaan doa bersama. Kemudian mereka membubarkan diri dengan tertib.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Kemenag Antusias dengan Gerakan Ansor Way Kanan

Way Kanan, Mujahidin Cyber. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung H Helmi, di Blambangan Umpu, Senin (12/10), menyatakan pihaknya menyambut baik hal-hal positif dilakukan gerakan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di daerah itu.

"Kami sambut baik penyerahan buku migrasi aman dari GP Ansor dan penjelasan program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau Sanlat BPUN. Kami tentu akan teruskan informasi program pendidikan tersebut kepada seluruh madrasah aliyah yang ada di Way Kanan," ujar Helmi.

Kemenag Antusias dengan Gerakan Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Antusias dengan Gerakan Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Antusias dengan Gerakan Ansor Way Kanan

Menggandeng alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), dan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Way Kanan. PC GP Ansor Way Kanan berbagi ratusan buku dari International Organization for Migration (IOM) ke sejumlah perpustakaan. Selain itu, penjelasan singkat mengenai Sanlat BPUN juga dilampirkan pada setiap buku dibagikan.

Mujahidin Cyber

BPUN  merupakan program utama dari Yayasan Mata Air. Secara garis besar BPUN berbicara tentang tiga hal: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah. Di Way Kanan, program yang diselenggarakan melalui GP Ansor digelar pertama kali pada pertengahan 2015, diikuti 14 alumni pelajar SMA dan meloloskan lima pelajar.

Mujahidin Cyber

Sejumlah kepala sekolah dan para peserta program yang memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui pendampingan dibidang akademik dan penguatan soft skill tersebut menyatakan angkat topi.  

Helmi yang mengaku mulai paham dengan Sanlat BPUN mengapresiasi positif. "Kita selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama sangat antusias menyambut baik hal-hal semacam dilakukan Gerakan Pemuda Ansor ini," ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah MA di Way Kanan sekitar 17. Rata-rata siswa kelas 12 per tahun sekitar 500 orang. "Kami berharap peserta BPUN di 2016 semakin meningkat. Apalagi pemerintah pusat menyediakan bea siswa yang tinggal dijemput namun tentunya perlu persiapan salah satunya melalui Sanlat BPUN," ujar Ketua Alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 Disisi Saidi Fatah menambahkan.

Karena itu, sebagai upaya mengenalkan BPUN yang bermanfaat, GP Ansor dan alumni Sanlat BPUN bergerak memasuki institusi terkait supaya pada 2016 puluhan anak-anak muda Way Kanan bisa kuliah ke PTN dan jurusan diinginkan. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)

Foto: Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung H Helmi (kiri) menerima buku migrasi aman dan lampiran penjelasan program Sanlat BPUN dari Ketua Alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 Disisi Saidi Fatah (kanan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Mujahidin Cyber

Minggu, 24 Desember 2017

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

Pada tahun 1988, sastrawan Ahmad Tohari (AT) berada di Tanah Suci Mekkah bersama Gus Dur, Cak Nur, juga Prof Quraish Shihab. Bersama-sama mereka menunaikan ibadah haji. Di Masjidil Haram, usai melaksanakan Thawaf Wada, Gus Dur mendekati Pak AT, dan terjadilah percakapan.

"Ehmm, ehmm, Sampeyan sekarang sudah bergelar KH ya, Kang?" Tutur Gus Dur, sambil mengulum senyum.

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

"Ah, bisa saja Sampeyan ini, Gus," timpal AT.

Mujahidin Cyber

"Eh, Sampeyan jangan Ge-eR dulu!"

Mujahidin Cyber

"Kenapa, Gus?"

"Gelar KH buat Sampeyan itu bukan Kiai Haji, tapi Kang Haji," seloroh Gus Dur, yang kemudian dilanjut tawa keduanya. (Wahyu Noerhadi)

*Kisah di atas diceritakan langsung oleh Pak AT ketika beliau sedang di Jakarta, sebelum menghadiri undangan dari Sekretaris Negara pada Selasa (3/05/2017).



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Nahdlatul, Pesantren Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock