Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

Jember, Mujahidin Cyber. Seorang pendeta Kotlik di Jember, Jawa Timur, Romo Deni menyambut posisitf acara Refleksi 1 Tahun Asparagus Jember yang digelar di Pondok Pesantren AlFauzan Ajung, Jumat (13/10) malam.

Menurut Romo Deni, dengan diundang dan hadir pada kegiatan tersebut, dirinya bisa menjalin komunikasi dan tukar informasi, sehingga tahu keberadaan Islam dan pesantren yang sebenarnya.

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

"Kita semua saudara. Kebetulan kami Katolik, dan Saudara Islam. Perbedaan itu tidak boleh memecah belah,” katanya.

Ia menegaskan perbedaan merupakan keindahan. Dengan bertemu, bisa saling menghargai, dan berusaha mengenal pesantren.

Mujahidin Cyber

“Agar kami tidak takut sama kiai, dan kiai tidak takut sama kami,” jelasnya.

Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kembali mengingatkan pentingnya kesederhanaan yang diperolah dari pesantren. Dengan kesederhanaan dan kemandirian, pesantren tetap bertahan dalam  situasi dan kondisi bagaimanapun.

“Dengan kemandirian, kesederhanan serta keikhlasan para Kiai NU, pesantren jadi  basis kekuatan besar perjuangan merebut kemerdekaan, jadi kesetiaan para kiai dan pesantren terhadap negara tidak bisa diragukan lagi," tegas alumni Pesantren Annuqoyah di Guluk-Guluk Sumenep Madura.

Pengasuh Pesantren Silo ini berharap nilai-nilai yang dimiliki oleh para kiai terdahulu tetap dipertahankan oleh para Lora-lora dan Gus-gus.

"Moto Asparagus, Menjaga tradisi menjalin silaturahmi. Itu sangat tepat," tegasnya.

Mujahidin Cyber

 

Kembangkan Potensi 

Menurut Wabup, potensi yang dimiliki pesantren di Jember sangat besar. 

“Ada 570 lebih pesantren di Jember, dengan ratusan ribu santri. Potensi inilah yang harus banyak menjadi renungan oleh para Lora-lora dan Gus-gus,” katanya. 

Salah satu contoh, sambung Wabup, berapa kwintal jumlah kebutuhan beras per hari, berapa banyak buku-buku yang dibutuhkan, dan kebutuhan lainnya.

“Kalau Asparagus bisa  merajut  potensi ekonomi itu, sungguh akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Masalah managemen itu bisa dilakukan, ada Universitas Jember di sini,"  lanjutnya.

Hal yang penting adalah bagaimana tetap merajut potensi yang ada, lantaran para santri biasanya sangat kreatif.

“Dalam keadaan terjepit akan muncul kreatifitas,” kata Wabup.

Menurutnya masalah bantuan hanyalah suplemen.

“Jika bergantung ke atas, akan rapuh. Tapi kalau kita mandiri akan bisa bertahan,” tandasnya. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, Internasional, Doa Mujahidin Cyber

Jumat, 23 Februari 2018

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Jakarta, Mujahidin Cyber

Para pemuka agama Kristen menyatakan penyesalannya atas penodaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang terjadi di Batu Malang. Aksi pelecehan tersebut disebarkan dalam sebuah VCD yang kini mulai beredar di Batu dan sekitarnya.

Dalam pernyataan lembaga geraja tingkat nasional terhadap isu SARA di Malang. Para pimpinan geraja menyatakan penyesalannya sehubungan terjadinya peristiwa di Batu-Malang yang benuansa SARA, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan tidak sejalan dengan semangat kerukunan antar umat beragama yang kini sedang dibangun dalam kehidupan masyarakat majemuk Indonesia.

Selanjutnya pimpinan geraja-geraja di Indonesia menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Batu-Malang tidak berada dalam koordinasi pimpinan gereja-geraja di Indonesia.

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Pimpinan gereja-geraja di Indonesia mengharapkan agar peristiwa tersebut tidak mencederai hubungan antara umat beragama di Indonesia dalam upaya bersama untuk memberi kontribusi bagi kehidupan bangsa, dan meminta pejabat berwenang untuk memproses mereka yang terlibat, secara hukum.

Peryataan tersebut diungkapkan dalam kunjungan para pemuka geraja ke PBNU dan ditandatangani oleh Ketua Umum Persatuan Gereja-Geraja Indonesia Pdt. Dr. AA. Yewangoe, Wakil Sekum Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indonesia Pdt. Ing Dahlan Setiawan dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia Pdt. Suhandoko Wirhaspati, Kamis, 5 April 2005.

Mujahidin Cyber

Baik fihak geraja maupun PBNU berharap agar masalah tersebut tidak berubah menjadi masalah nasional. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah meminta fihak keamanan di Malang dan NU di Batu untuk menganbil tindakan antisipasi agar masalah ini tidak membesar.

“Kami takut masalah ini menjadi besar karena saat ini informasi bisa menyebar dengan cepat,” tutur Yewangoe.

Ditambahkannya bahwa tindakan sekelompok orang radikal tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. “Untuk menunjukkan keluhuran agama, tidak boleh dengan melecehkan agama lain. Untuk menegangi tidak dengan mematikan lilin orang lain,” tuturnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi. “Pemeluk agama yang sholeh tidak akan merusak agama lainnya. Karena itu, pembuat provokasi ini harus ditindak,” paparnya.

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut menuturkan jika dua kelompok agama yang radikal bertemu, mereka bisa menimbulkan pertentangan dan anarkisme yang akan mendorong umat pada tindakan kekerasan. “Karena itu polisi harus bertindak agar kesalahan ini tidak ditimpakan pada umat,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

World Conference on Religion and Peace tersebut meminta agar masing-masing agama bisa menakan terjadinya radikalisme dimasing-masing agama. Ia juga meminta agar dakwah dilakukan dengan memperhatikan budaya yang Indonesiawi.

“Jangan sampai kalau umat Islam ada masalah, lapornya ke Arab Saudi, demikian juga kalau Kristen ada masalah, lapornya ke Amerika. Nanti situasinya malah semakin ruwet,” katanya.

Karena itu proses dialog antar para pemimpin agama dan saling menjaga kerukunan menjadi sangat penting dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik SARA di Indonesia. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Internasional Mujahidin Cyber

Kamis, 15 Februari 2018

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Makassar, Mujahidin Cyber?



KH Abdullah Syamsul Arifin mengajak kepada seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan untuk selalu menjaga karakter keaswajaan dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai cita-cita luhur para pendiri NU.

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Hal ini disampaikan di hadapan 100 pengurus Muslimat NU se-Sulawesi Selatan yang mengikuti Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda), Ahad (23/4) yang dilaksanakan selama tiga hari 22-24 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Karakter Aswaja, menurut kiai yang akrab disapa Gus Aab itu, di antaranya, attwassuth yakni sikap tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri dan kanan, kedua tawazun yakni keseimbangan, ketiga tasamuh yakni toleransi.

Berbicara toleransi, kata Gus Aab, tentunya tidak harus meninggalkan garis hablum minallah, dengan menggadaikan aqidah.

Mujahidin Cyber

"Dan yang keempat adalah itidal yang berarti tegak lurus. Ibarat NU adalah kereta, sebagai penumpang, jangan membawa NU menuruti kemauan penumpang, tetapi penumpang harus mengikuti sopirnya," tambah Ketua PCNUJember.

Di sisi lain dalam memahami sunnah Nabi yang terpenting adalah esensinya, tanpa harus membenturkan antara sahabat dengan Nabi. Hal ini bisa dijumpai dalam pengamalan shalat sunnah Tarawih, azan dua kali pada shalat Jumat dan lain sebagainya.?

Tak hanya itu, Gus Aab menyoroti keberadaan organisasi sempalan. Menurutnya, jangan karena baru membaca satu dua buku, seenaknya saja membidaahkan amalan NU. Padahal tidak menguasai ilmu ijtihadi sebagaimana yang selalu disampaikan para ulama NU.

Pengajian akbar aswaja ini selain dihadiri peserta Rakorda Muslimat NU, juga dihadiri pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan di antaranya Wakil Ketua Arfah Shiddiq, Wakil Ketua Abd Rahim Mas P Sanjata, dan sivitas akademika Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional Mujahidin Cyber

Khatam Al-Qur’an, Santri TPQ Nurus Shibyan Ziarahi KH Arwani

Kudus, Mujahidin Cyber. Setelah khatam belajar Al-Qur’an, sebanyak 23 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurus Shibyan Dusun Sudimoro Karangmalang Gebog Kudus berziarah ke makam ulama ahli Al-Qur’an KH Arwani Amin Sabtu (19/4).

Didampingi para guru, mereka tahlilan dan berdo’a bersama di atas makam yang berada satu Komplek Pondok Yanbu’ul Qur’an Kudus, Jawa Tengah.

Khatam Al-Qur’an, Santri TPQ Nurus Shibyan Ziarahi KH Arwani (Sumber Gambar : Nu Online)
Khatam Al-Qur’an, Santri TPQ Nurus Shibyan Ziarahi KH Arwani (Sumber Gambar : Nu Online)

Khatam Al-Qur’an, Santri TPQ Nurus Shibyan Ziarahi KH Arwani

Salah seorang guru yang mendampingi, Mahfudz Nahrowi, mengatakan kegiatan ziarah ini merupakan rangkaian acara peringatan Khatmil Qur’an TPQ Nurus Shibyan yang biasa diadakan setiap tahun sekali. Tujuannya, untuk mengenalkan lebih dekat KH Arwani, sosok ulama dan? guru Al-Qur’an yang sangat ikhlas dan tawadhu supaya dapat menginspirasi santri sebagai teladan.

Mujahidin Cyber

“Ziarah ini dikhususkan santri yang sudah khatam belajar Al-Qur’an. Apalagi kesehariannya belajar Al-Qur’an menggunakan kitab Yanbu’a karangan Pengasuh pesantren Yanbu’ul Qur’an sini sehingga kita juga untuk tabarrukan kepada beliau,” terangnya kepada Mujahidin Cyber usai ziarah.

?

Kegiatan ini, imbuh Nahrowi, sebagai upaya menanamkan amaliah aswaja sejak dini serta menambah semangat belajar menuntut ilmu dengan dorongan spiritual. “Dengan Demikian, santri TPQ ini akan terbiasa melakukan aktivitas ziarah karena sudah pernah mempraktikkannya,” ujarnya.

?

Mujahidin Cyber

Kepada yang khatam, Nahrowi mengharapkan santri selalu tetap belajar Al-Qur’an dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang diperoleh dari TPQ. “Lanjutkan belajar di Madrasah Diniyah maupun pesantren dan jangan lupa deres Qur’an setiap hari,” harapnya.

?

Peringatan khotmil Qur’an di TPQ Nurus Shibyan ini akan ditutup dengan pengajian khataman pada Sabtu malam (26/4) bersama pembicara KH Sunarto Abdurrahman dari Kudus. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sidang lanjutan kasus penggelapan aset tanah milik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan terdakwa Salim Muhammad (75) diisi dengan kesaksian oleh 2 orang saksi yang diajukan terdakwa. Salim mengajukan saksi yang meringankan dalam sidang yang dipimpin Heru Pramono SH di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu.

Saksi pertama, H. Luwandi, salah seorang guru, menjelaskan, sekolah di bawah Yayasan Waqfiyah yang dimiliki PBNU itu telah dipindah. Ia mengaku telah menerima uang sebesar Rp 2 Milyar untuk pendirian bangunan dan sewa tanah selama 30 tahun.

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan (Sumber Gambar : Nu Online)
Salim Ajukan Saksi yang Meringankan (Sumber Gambar : Nu Online)

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan



Dalam negosiasi awal, ia meminta dana sebesar Rp 9 Milyar untuk merenovasi bangunan dan pembelian tanah. Namun, akhirnya tercapai kesepakatan sebesar Rp 2 Milyar. Sebenarnya ia masih membutuhkan dana untuk membangun tiga kelas, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh Salim.

Saksi kedua, Liacun menjelaskan bahwa ia telah menerima uang sebesar Rp 1.25 Milyar dari Salim untuk pembelian tanah yang dimilikinya.

Kesaksian-kesaksian tersebut menguatkan bukti yang memang sudah ada sebelumnya. Namun, perihal penarikan deposito sebesar Rp 10 Milyar, pembelian rumah di Jalan KS Tubun senilai lebih dari Rp 1.2 M, pembelian rumah di Jalan MT Haryono dan Kedoya yang semuanya tidak ada kaitannya dengan kepentingan Yayasan Waqfiyah NU tidak dijelaskan.

Mujahidin Cyber

Kasus ini bermula dari surat dari Pemerintah DKI Jakarta agar Yayasan Waqfiyah NU yang berlokasi di Kuningan Selatan meminta agar lembaga pendidikan ini dipindah karena lokasi tersebut ditetapkan bukan untuk daerah pendidikan. Dalam prosesnya, terdapat dana yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga PBNU, selaku pemilik yayasan mengajukan tuntutan. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pendidikan, Pemurnian Aqidah, Internasional Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan GP Ansor Probolinggo menggelar jalan sehat bertajuk Mlaku Bareng Bersama Rakyat, Ahad (23/7) pagi. Pihak Pemkab juga menyediakan hadiah utama berupa dua paket umrah yang akan berangkat ke tanah suci Desember 2017 mendatang.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 ribu peserta yang terdiri atas semua elemen masyarakat baik dari dalam maupun luar Kabupaten Probolinggo. Pihak panitia juga menyiapkan ratusan hadiah hiburan yang disediakan oleh panitia.

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat

Mlaku Bareng ini mengambil rute sejauh 5 kilometer dengan start di halaman depan Eks-Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu dan finish di obyek wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending.

Mujahidin Cyber

Turut serta dalam kesempatan ini Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari dan jajaran Forkopimda, Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin beserta segenap jajaran pengurus PCNU Probolinggo serta Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis, dan Komandan Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.

Mujahidin Cyber

Mlaku Bareng yang digagas oleh GP Ansor Probolinggo ini disambut antusias oleh segenap elemen masyarakat. Tidak hanya peserta, pengguna jalanpun turut menikmati aksi peserta yang menggunakan kostum unik mulai dari bersarung hingga memakai blangkon.

Muchlis mengatakan, event jalan sehat Mlaku Bareng Bersama Rakyat ini untuk semakin mempererat tali silatirahmi usai Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. “Momentum usai lebaran, kita isi dengan silaturahmi dan mempererat tali silaturahmi. Serta untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Sementara Hj Puput Tantriana Sari mengatakan, kegiatan mlaku bareng ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan banyak membawa nilai positif. “Kegiatan semacam ini tentunya memberikan banyak manfaat. Selain menyehatkan juga dapat semakin mempererat tali silaturrahmi,” ujarnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Internasional Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Sebuah kebahagiaan bagi orang tuanya yang masih dalam keadaan sehat dan masih bersama kita. Terlebih sosok ibu yang telah susah payah melahirkan ke dunia ini. Ibu adalah sosok yang paling berjasa dan dapat menghantarkan ke surga.

"Apa kabar ia hari ini? Sudahkah kita menjenguknya? Semakin hari semakin bertambah tua umurnya. Hari-harinya sudah mulai ditinggal pergi anak-anaknya. Di rumah sendiri tak berdaya dengan kondisi kesehatan yang semakin membuatnya tak berdaya. Keinginan bekerja masih ada, namun tenaga sudah tidak mendukung keinginannya. Akhirnya hanya bisa mengubur semua isi hatinya sambil berharap ada anak yang memperhatikan dan peduli dengannya. Apakah kita peduli dengan hal ini? Apakah kita merasakan apa yang mereka inginkan dan rasakan selama ini?" demikian ajakan renungan yang disampaikan Basridho saat menjadi khotib pada Shalat Idul Fitri 1438 H yang dilaksanakan di Halaman Pendopo Pringsewu, Ahad (25/6).

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua

Menurut Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sukoharjo ini, Idul Fitri merupakan waktu tepat bagi kita untuk memberikan perhatian lebih dengan mengunjungi dan bersimpuh di depan mereka, meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kita buat selama ini kepada mereka.

"Inilah saat penting bagi kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita. Inilah ladang amal bagi kita selaku anak yang berbakti kepada orang tua. Jika kita dengan ikhlas peduli, memberi kasih sayang dan membantu meringankan beban hidupnya, yakinlah, surga balasannya. Jasa dan perjuangan mereka tidak akan bisa kita balas dan bayar lunas. Demi Allah, sebanyak apa pun yang pernah kita berikan, apa pun yang pernah kita serahkan kepada orang tua kita, tidak akan setimpal dengan perjuangan dan pengorbanan mereka membesarkan kita," kata Ketua Ranting NU Kelurahan Pringsewu Barat ini.

Mujahidin Cyber

Ia juga mengajak untuk mengingat perjuangan orang tua ketika kita masih kecil tak bisa berbuat apa-apa. Dengan penuh cinta orang tua kita menggendong kita, mencium kita dan merawat kita sampai kita bisa seperti sekarang ini.

"Bagaimana sebaliknya ketika saat ini mereka tergeletak sakit sendirian di rumahnya? Sempatkah kita menengoknya? Berapa kali kita mengusap keningnya, menyuapinya dan menggantikan pakaiannya ketika ia terbaring sakit diatas tempat tidurnya? Seringkah kita memeluknya dengan penuh cinta sembari tersenyum sebagaimana ia lakukan saat kita kecil di pangkuannya?" tanyanya.

Di hari nan fitri inilah lanjutnya waktu yang tepat bagi seorang anak untuk meraih kedua tangannya yang sudah nampak keriput dimakan usia. "Rengkuhlah tubuhnya, ciumlah tangan yang dulu kekar mengasuh kita, namun sekarang sudah lemah seraya bersimpuh meminta maaf kepadanya. Mintalah keridhoan dan keikhlasannya untuk bekal hidup kita. Dan marilah berdoa agar ia selalu mendapatkan perlindungan dan kesehatan serta kemudahan dari Allah SWT. Semoga mereka tetap terjaga iman islamnya dan ketika ia dipanggil oleh Allah SWT mereka menjadi hamba yang husnul khatimah dan kita diberikan ketabahan dalam menghadapinya," katanya dengan nada suara yang bergetar.

Namun jika orang tua kita saat ini sudah tidak bersama kita lagi di dunia, ia mengajak untuk meluangkan waktu untuk berziarah ke makam mereka. "Lihat dan bersihkanlah pusara mereka yang menunggu doa dari kita dan keluarga. Ia pastinya akan tersenyum melihat kehadiran dan doa yang kita kirimkan. Sebaliknya mereka pasti akan sangat bersedih ketika kita tidak datang mendoakan karena hanya itulah yang mereka harapkan dialam sana," ajaknya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pondok Pesantren, Santri, Internasional Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock