Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Nahdlatul Ulama memprediksi hari pertama puasa Ramadlan 1433 H jatuh pada Sabtu tanggal 21 Juli 2012.?

“Tapi NU melalui Lajnah Falakiyah, belum menentukan, karena NU akan merukyah. Prediksi kan boleh, tapi tidak boleh memastikan karena menunggu hasil rukyah tanggal 19 Juli.”?

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Demikian ditegaskan Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH A. Ghazali Masroeri di hadapan pengurus lajnah, banom, dan lembaga NU, serta para wartawan dari berbagai media, di gedung PBNU, (18/7) dengan tema Menyambut Ramadlan 1433 H.?

Mujahidin Cyber

Menurut prediksi hisab NU, pada Jumat (20/7) nanti, hilal masih belum sampai kriteria visible. “Prediksinya tinggi hilal baru 1 derajat 38 menit 26 detik. Jadi, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal.”

Mujahidin Cyber

Sesuai kesepakatan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) visibilitas hilal adalah dua derajat.

“NU tidak menentukan jauh-jauh hari karena Rasulullah tidak mengajarkannya. Selain itu, ilmu hisab bagi NU adalah untuk memandu mengarahkan dan mengontrol rukyah. Atau dengan ? lain perkataan untuk menghasilkan rukyah yang berkualitas,” tambahnya.

Di sisi lain, sambung Kiai Ghazali, rukyah sebagai instrumen pula untuk uji verifikasi atas hipotesis hisab. “Hitungan manusia itu bener apa nggak?” ujarnya.?

Kalau kita hanya menggunakan hisabnya saja, tidak mau melakukan rukyah atau observasi langsung, ilmu hisab jadi stagnan dan mandeg.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah Mujahidin Cyber

Minggu, 11 Februari 2018

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti shalat jenazah KH Muhammad Najid Muchtar, Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama tadi siang, Sabtu (14/4), di Masjid Syahid UIN Jakarta. Jajaran Bengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta dosen dan para petinggi UIN turut menyalatkan jenasah mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN itu.

Salah seorang pembantu rektor UIN Sudarmanto saat memberikan sambutan atas nama UIN Jakarta mengatakan, Najid Muchtar adalah seorang guru sekaligus dai yang bersahaja. "Kesahajaan beliau telah mewariskan amal untuk Islam dan bangsa ini," katanya sembari merinci kiprah almarhum di bidang pendidikan Islam khususnya di lingkup UIN Jakarta.

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menambahkan, Najid Muchtar adalah seorang yang ihlas dalam mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Almarhum tidak pernah mengejar kemasyhuran dan lebih suka menghindari perdebatan masalah-masalah keagamaan yang tidak penting. Dikatakan, almarhum adalah sosok yang tidak pernah mengeluh, sederhana dan apa adanya, serta tidak pernah memperturutkan keinginan.

"Satu persatu ulama telah dipanggil, dunia terasa berat. Beliau ini memang tidak pernah dipanggil "pak kiai" tapi itu tidak penting. Kiai kan tidak harus dipanggil kiai, hanya gelar saja. Panggilan kiai bukan merupakan standar keilmuan," kata Hasyim.

Jenazah dimakamkan di komplek pemakaman UIN Jakarta yang terletak tidak jauh dari kampus UIN.? Sejumlah mahasiswa, dosen dan petinggi UIN, keluarga almarhum, serta para pengurus NU mengikuti prosesi pemakaman, tabur bunga, dan pembacaan talqin atau upacara menuntun mayyit agar lancar ketika ditanya oleh Malaikat penanya, Mungkar-Nakir. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sejarah, Budaya, Khutbah Mujahidin Cyber

Sabtu, 10 Februari 2018

Manusia yang Sempurna Shalatnya adalah Manusia Paripurna

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu KH Sujadi menegaskan bahwa seseorang yang melakukan shalat secara sempurna berikut dengan rangkaian ibadah yang mengiringi seperti wudhu, dzikir dan sebagainya merupakan insan yang paripurna.

Hal ini disampaikannya dalam Kajian Tafsir Surat Al-Maun pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) yang dilaksanakan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (16/4).

Manusia yang Sempurna Shalatnya adalah Manusia Paripurna (Sumber Gambar : Nu Online)
Manusia yang Sempurna Shalatnya adalah Manusia Paripurna (Sumber Gambar : Nu Online)

Manusia yang Sempurna Shalatnya adalah Manusia Paripurna

Hikmah dari paripurnanya shalat seseorang menurut Alumni Pesantren Al-Asyariyyah Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini dapat terlihat dari kesehatan lahir dan bathin yang terus mengiringinya dalam kehidupan. 

"Banyak sekali nilai-nilai kesehatan dalam rangkaian ibadah shalat yang dilakukan dengan sempurna," katanya sembari mencontohkan bagaimana beberapa penyakit yang dapat sembuh melalui kualitas rangkaian ibadah shalat.

Di antaranya adalah penyakit pernafasan yang dapat sembuh dengan menyedot air melalui hidung saat berwudhu dan anggota tubuh yang sakit dapat sembuh dengan mengusapkan bekas air wudhu yang masih menempel dibagian yang sakit tersebut. 

Mujahidin Cyber

"Ini hal sepele tapi jangan menyepelekan barang sepele," tegas kiai yang juga Bupati Pringsewu terpilih untuk 5 tahun ke depan ini.

Kesempurnaan kualitas saat pelaksanaan shalat lanjutnya, dapat dilakukan dengan menyatukan hati, pikiran, ucapan dan tindakan shalat. "Seseorang yang tidak bisa menyatukan hal ini akan terlihat pengaruhnya dalam mental dan prilakunya ketika diluar sholat. Dan Rasul mengatakan bahwa  ini adalah shalatnya orang munafik," tegasnya.

Oleh karenanya dimomen bulan Rajab 1438 H ini, ia mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas shalat dengan dengan ikhlas karena Allah SWT. "Jangan sampai ada riya dalam shalat kita. Rasulullah menyabdakan bahwa di neraka ada lubang besar yang diperuntukkan bagi orang yang pamer atau riya dalam shalatnya," katanya.

Ia juga mengajak untuk senantiasa menghadirkan hati dalam shalat kepada Allah dan jangan sekali-kali memikirkan bentuk fisik dari Allah. "Tafakkaruu fi kholqillah walaa tafakkaruu fi dzaatillah. Berpikirlah tentang ciptaan Allah dan janganlah memikirkan dzat Allah. Jika ada sampai terlintas bentuk Allah seperti ini dan seperti itu  bisa dipastikan itu bukan Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Solo, Mujahidin Cyber. Akhir pekan lalu (24/5), Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menggelar acara kontes pemilihan ajang Puteri Fatayat NU wilayah Jawa Tengah yang bertempat di Gedung Asrama Haji Islamic Centre Manyaran, Semarang.

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Dalam kesempatan tersebut, peserta dari perwakilan Fatayat Magelang, Aini Chabibah, berhasil mengalahkan para pesaingnya dan berhak untuk dinobatkan menjadi Puteri Fatayat NU Jawa Tengah tahun 2015.

Ketua Umum PW Fatayat NU Jawa Tengah Khizanaturrohmah menjelaskan, kegiatan Kontes Puteri Fatayat 2015 ini, masih menjadi rangkaian dari kegiatan Harlah Fatayat NU yang diperingati pada 24 April lalu.

Mujahidin Cyber

“Acara ini diikuti 60-an peserta dari 35 pengurus cabang Fatayat se-Jawa Tengah. Seleksi peserta sudah dilaksanakan sejak bulan April. Dari jumlah tersebut kemudian dipilih 25 finalis yang tampil dalam acara final pemilihan Puteri Fatayat NU,” terang Khizanaturrohmah, saat ditemui Mujahidin Cyber di Solo belum lama ini.

Mujahidin Cyber

Ditambahkan dia, pihak panitia juga membuka kesempatan bagi para wanita di luar Fatayat yang ingin mengikuti kegiatan ini. “Tujuan kita, juga untuk mengenalkan Fatayat NU kepada masyarakat, agar mereka juga tertarik untuk masuk Fatayat,” ujar dia.

Meski demikian, lanjut Khiz, para peserta yang mengikuti kegiatan ini mesti memiliki beberapa kriteria. Kriteria tersebut antara lain brain, beauty, religius, dan berakhlakul karimah. “Yang tidak kalah penting mereka juga mesti menguasai materi Aswaja,” imbuhnya.

Selain kegiatan pemilihan Puteri Fatayat NU 2015 ini, Fatayat Jateng juga menggelar berbagai event kegiatan “Festival Budaya Islami 2015” yang berupa ? fashion show, seminar beauty class, focus group discussion, dan festival hadroh. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan

Bojonegoro, Mujahidin Cyber. Merasa prihatin melihat bobroknya pendidikan di Indonesia, terutama di Kabupaten Bojonegoro Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia? Bojonegoro melakukan aksi turun jalan, Kamis (8/5). Mereka menuntut perbaikan pendidikan.

Puluhan aktivis PMII memulai aksinya dari sekretariat PC PMII di jalan Pondok Pindang, dilanjutkan melakukan orasi di Bunderan Adi Pura. Rencananya aksi tersebut berpindah ke kantor Dinas Pendidikan, DPRD dan diakhiri di Pemkab Bojonegoro.

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan

Korlap kasi demo, Akhmad Zainul Hasan mengakan, aksi demo ini menutut pemerinh, agar menuntaskan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bojonegoro. Serta meningkatkan moralitas elemen dunia pendidikan di Bojonegoro.

Mujahidin Cyber

"Jadikan Bojonegoro sebagai kota pendidikan, perjelas kinerja guru PNS, perbaiki pembangunan infrastruktur di pedesaaan," teriaknya saat berorasi di Bunderan Adipura.

Selain itu para aktivis mahasiswa itu menilai kurukulum berbasis muatan lokalitas dan moralitas, serta permasalahan kejujuran UN. Makanya PC PMII Bojonegoro turun jalan.

Mujahidin Cyber

Mereka juga meminta kepada pemerintah agar segera, untuk pembenahan sistem pendidikan yang terpaku oleh kepentingan globalisasi dan Industralisasi. Jadikan UN sebagai tolak ukur dan pemetaan pendidikan nasional bukan sebagai syarat kelulusan siswa semata. "Perhatikan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Guru Honorer," jelasnya.

Ditambahkan, merosotnya moral pendidikan di Bojonegoro, karena penegakkan dasar sila Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab tidak diterapkan. Oleh sebab itu sistemnya tidak ada yang benar dan menyesatkan, pendidikan di Indonesia ini bukan mendidik tapi meruntuhkan alias pembodohan.

"Karena tidak menerapkan budaya lokal dan karakter orang Indonesia adab tidak lagi dipakai melainkan hanya sebagai simbol semata," pungkasnya.[Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Sejarah, Lomba Mujahidin Cyber

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU

Tangerang, Mujahidin Cyber. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang memberikan beasiswa bagi kader muda NU yang berniat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar cukup membawa bukti sertifikat mengikuti pengkaderan atau surat rekomendasi dari pimpinan cabang atau ranting.?

Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU, Muhamad Qustulani menjelaskan program beasiswa ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan sumber daya generasi muda NU di Tangerang.

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU

"Seperti Banser, Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU atau IPPNU diharapkan bisa kuliah di kampus NU," kata Qustulani, Rabu (1/6).

STISNU akan memberikan diskon pendaftaran kuliah hingga 35% dari total awal studi Rp 650.000. Mereka cukup membayar Rp 400.000 serta gratis infaq gedung sebesar Rp 2.000.000.

KH A. Baijuri Khotib, Ketua STISNU Nusantara menambahkan, program ini juga berlaku untuk kalangan santri dan masyarakat umum. Syaratnya hampir sama, bagi santri cukup membawa surat rekomendasi dari pesantren. Sedangkan untuk masyarakat umum, mendapat rekomendasi dari pengurus NU atau pesantren setempat.

"Ini adalah komitmen kampus terhadap NU dan pesantren di Tangerang," ujar Baijuri.

Mujahidin Cyber

Saat ini STISNU Nusantara Tangerang memiliki dua program studi, yaitu Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga. Program keahlian khusus mahasiswa untuk Hukum Ekonomi Syariah (Syariat Virtual) merupakan program sertifikasi keahlian dari bank dan lembaga ekonomi lain. Sedangkan program Hukum Keluarga, yaitu syariah pendidikan, mahasiswa akan dibekali materi kependidikan yang disertifikasi oleh Badan Akreditasi Provinsi. (Qustulani Muhamad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Quote, Sejarah Mujahidin Cyber

Selasa, 23 Januari 2018

Sembilan Prioritas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pada Bab III Renstra Kementerian Agama 2015-2019 yang berisi Arah Kebijakan dan Strategi Kementerian Agama disebutkan, penyelenggaraan program penelitian pengembangan dan pendidikan pelatihan Kementerian Agama terkait erat dengan kebijakan dalam hal penguatan tata kelola pembangunan bidang agama dan bidang pendidikan pada Kementerian Agama. Lebih khusus lagi dalam penyediaan hasil penelitian dan pengembangan sebagai landasan bagi perumusan kebijakan, serta peningkatan kualitas aparatur Kementerian Agama melalui pendidikan dan pelatihan. 

Sembilan Prioritas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Prioritas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Prioritas Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama

Hal itu juga sesuai dengan Visi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yaitu: Terwujudnya bahan penyusunan kebijakan berbasis penelitian dan pengembangan, dan tersedianya sumberdaya manusia profesional di lingkungan Kementerian Agama. Hasil yang hendak dicapai dari program penelitian pengembangan dan pendidikan pelatihan di bidang kelitbangan adalah meningkatnya pemanfaatan data dan informasi serta rancangan kebijakan berbasis penelitian dan pengembangan. 

Indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan tersebut adalah persentase hasil penelitian dan pengembangan yang digunakan oleh pimpinan dan unit-unit teknis Kementerian Agama serta masyarakat yang pada tahun 2016 ditargetkan sebanyak 67%. Sedangkan dibidang kediklatan hasil yang ingin dicapai adalah meningkatnya kualitas aparatur Kementerian Agama yang berintegritas, profesional, bertanggungjawab, inovatif, dan berketeladanan. 

Selain itu persentase sumber daya manusia pejabat struktural, fungsional tertentu, dan 2 fungsional umum yang mengikuti diklat yang pada tahun 2016 ditargetkan sebanyak 22%. Untuk mencapai sasaran Program Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama, ada 9 (sembilan) kegiatan prioritas yang dilaksanakan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang meliputi fungsi agama dan fungsi pendidikan. 

Mujahidin Cyber

Kegiatan prioritas tersebut adalah Pembinaan Administrasi dan Tugas Teknis Lainnya Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (fungsi agama, penanggung jawab Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur?an); Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan (fungsi agama, penanggung jawab Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan); Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (fungsi pendidikan, penanggung jawab Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan); Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Keagamaan (fungsi agama, penanggung jawab Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan); Penelitian dan Pengembangan Lektur dan Khazanah Pendidikan Keagamaan (fungsi pendidikan, penanggung jawab Kepala Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan).

Berikutnya adalah Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Administrasi (fungsi agama, penanggangjawab Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi); Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Pendidikan (fungsi pendidikan, penanggang jawab Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan);. Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Keagamaan (fungsi agama, penanggang jawab Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan); dan Dukungan Manajemen dan Pelaksananaan Tugas Lainnya Badan Litbang dan Diklat (fungsi agama, penanggangjawab Sekretaris Badan Litbang dan Diklat. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sejarah Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock