Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

Jember, Mujahidin Cyber. Seorang pendeta Kotlik di Jember, Jawa Timur, Romo Deni menyambut posisitf acara Refleksi 1 Tahun Asparagus Jember yang digelar di Pondok Pesantren AlFauzan Ajung, Jumat (13/10) malam.

Menurut Romo Deni, dengan diundang dan hadir pada kegiatan tersebut, dirinya bisa menjalin komunikasi dan tukar informasi, sehingga tahu keberadaan Islam dan pesantren yang sebenarnya.

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

"Kita semua saudara. Kebetulan kami Katolik, dan Saudara Islam. Perbedaan itu tidak boleh memecah belah,” katanya.

Ia menegaskan perbedaan merupakan keindahan. Dengan bertemu, bisa saling menghargai, dan berusaha mengenal pesantren.

Mujahidin Cyber

“Agar kami tidak takut sama kiai, dan kiai tidak takut sama kami,” jelasnya.

Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kembali mengingatkan pentingnya kesederhanaan yang diperolah dari pesantren. Dengan kesederhanaan dan kemandirian, pesantren tetap bertahan dalam  situasi dan kondisi bagaimanapun.

“Dengan kemandirian, kesederhanan serta keikhlasan para Kiai NU, pesantren jadi  basis kekuatan besar perjuangan merebut kemerdekaan, jadi kesetiaan para kiai dan pesantren terhadap negara tidak bisa diragukan lagi," tegas alumni Pesantren Annuqoyah di Guluk-Guluk Sumenep Madura.

Pengasuh Pesantren Silo ini berharap nilai-nilai yang dimiliki oleh para kiai terdahulu tetap dipertahankan oleh para Lora-lora dan Gus-gus.

"Moto Asparagus, Menjaga tradisi menjalin silaturahmi. Itu sangat tepat," tegasnya.

Mujahidin Cyber

 

Kembangkan Potensi 

Menurut Wabup, potensi yang dimiliki pesantren di Jember sangat besar. 

“Ada 570 lebih pesantren di Jember, dengan ratusan ribu santri. Potensi inilah yang harus banyak menjadi renungan oleh para Lora-lora dan Gus-gus,” katanya. 

Salah satu contoh, sambung Wabup, berapa kwintal jumlah kebutuhan beras per hari, berapa banyak buku-buku yang dibutuhkan, dan kebutuhan lainnya.

“Kalau Asparagus bisa  merajut  potensi ekonomi itu, sungguh akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Masalah managemen itu bisa dilakukan, ada Universitas Jember di sini,"  lanjutnya.

Hal yang penting adalah bagaimana tetap merajut potensi yang ada, lantaran para santri biasanya sangat kreatif.

“Dalam keadaan terjepit akan muncul kreatifitas,” kata Wabup.

Menurutnya masalah bantuan hanyalah suplemen.

“Jika bergantung ke atas, akan rapuh. Tapi kalau kita mandiri akan bisa bertahan,” tandasnya. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, Internasional, Doa Mujahidin Cyber

Sabtu, 10 Februari 2018

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah

Blora, Mujahidin Cyber



Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor kembali mengadakan pelatihan pengembangan budidaya tanaman buah, Jumat (30/9). Kali ini kegiatan digelar di Pondok Pesantren al Banjari Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemenaker dan Pemerintah Kabupaten Blora.

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah

Di acara pembukaan, Wakil Bupati Blora menyampaikan tentang pentingnya mengembalikan kedaulatan pangan di Indonesia, dengan memanfaatkan segala potensi pertanian yang ada di daerah masing-masing. Blora, katanya, bisa menjadi sentra buah-buahan dari berbagai macam jenis, deperti kelengkeng, pepaya, mangga, dan lainya.

Ketua PP GP Ansor Bidang Pertanian, Kedaulatan Pangan dan ESDM Hadi Musa Said mengatakan pihaknya akan terus melakukan kaderisasi di berbagai bidang, termasuk dengan mengadakan pelatihan budidaya tanaman buah. Ia berharap, persepsi bahwa pertanian identik dengan kemiskinan dapat hilang.

“Menjadi petani juga bisa menjadi kaya kalau tahu ilmunya. Siapa bilang jadi petani itu miskin, sekarang sudah banyak petani dan menjadi pengusaha sukses. Indonesia adalah negeri agraris yang seharusnya kaya raya dengan alam yang sangat subur,” ujar pria yang akrab disapa Adhe ini.

Menurutnya, GP Ansor harus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan menghidupkan kembali semangat bertani di masyarakat. Kader-kader Ansor, lanjut Adhe, harus menjadi pelopor di semua lini, tak terkecuali di sektor kedaulatan pangan.

Mujahidin Cyber

“Pemerintah punya kewajiban untuk bersama-bersama membangun kembali kebangkitan petani Indonesia. Hasil-hasil pertanian dan buah lokal harus menjadi tuan di Indonesia,” tuturnya.

Para peserta pelatihan diajarkan bagaimana bertani buah dengan baik disertai praktik langsung di sentra buah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Adhe menjelaskan, GP Ansor juga berencana akan membuat kelompok-kelompok tani yang dikoordinasi cabang-cabang sampai tingkat ranting GP Ansor.

Kepala BBPP Kemenaker Sri Indarti yang hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa generasi muda harus bangkit dari tidurnya dan menjadi pengusaha-pengusaha yang sukses. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” katanya. (Red: Mahbib)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Ulama Mujahidin Cyber

Sabtu, 03 Februari 2018

PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman

Jember, Mujahidin Cyber. PCNU Jember membuka pelaung ? bagi Nahdliyin untuk menempuh pendidikan di Yaman secara gratis. "Ini program nyata untuk meningkatkan kemampuan kader NU atau santri."?

PCNU Jember Buka  Beasiswa ke Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman

Demikian disampaikan oleh Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad usai menerima kunjungan Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Iman Al-Syafii di Mukalla, Hadramut, Yaman, Syaikh Muhammad bin Ali Ba’athiyyah Al-Dau’ani, di aula PCNU Jember, Senin malam (11/3).?

Menurut Kiai Muhyiddin, pihak Yaman akan menanggung biaya akomodasi dan pendidikan selama kuliah.?

Mujahidin Cyber

“Jadi calon mahasiswa hanya menanggung tiket sekitar Rp. 18 juta. Itu saja. Di sana semuanya ditanggung perguruan tinggi bersangkutan,” jelasnya pada Mujahidin Cyber.

Mujahidin Cyber

Penulis beberapa buku tentang Aswaja itu menambahkan, pendidikan yang disediakan bagi program beasiswa tersebut setingkat dengan program D2 dan S1. Dikatakannya, tidak ada syarat khusus bagi calon ? mahasiswa untuk menempuh pendidikan di negara tersebut kecuali syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melanjutkan ke strata D2 dan S1.?

“Tapi yang pasti, harus bisa bahasa Arab dan baca kitab kuning,” ungkapnya.

Tawaran peluang tersebut mendapat sambutan hangat dari salah seorang pengurus MWCNU Ajung, Nurhadi. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan betul oleh kader NU. Sebab, tidak banyak orang yang berkesempatan menimba ilmu di Yaman secara gratis.?

“Ini kesempatan emas. Saya kira kita mempunyai cukup banyak kader yang memenuhi syarat untuk sekoah di Yaman,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Syaikh Muhammad bin Ali dan rombongan juga bertemu dengan para kiai dan Ketua MWCNU. Dalam kesempatan itu, Syaikh Muhammad bin Ali juga memberikan ijazah kepada para hadirin untuk mengaji kitab-kitab yang ditulisnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Aryudi A. Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Menulis Itu Seperti Memasak

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber. Saat ditanya terkait penulisan dan perkembangan media sosial pada Forum Dialog Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyyah di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu (16/10), Direktur Mujahidin Cyber Savic Ali mengibaratkan sebuah tulisan seperti sebuah makanan.

"Ada makanan yang sehat tapi nggak enak. Ada juga makanan enak tapi nggak sehat. Begitu juga sebuah tulisan. Ada yang sebenarnya menarik isinya tapi tidak dikemas dengan baik. Ada tulisan yang isinya sebenarnya biasa saja tapi karena dikemas dengan baik maka jadi menarik," terangnya.

Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menulis Itu Seperti Memasak

Savic menambahkan bahwa dalam menulis diperlukan tahapan-tahapan seperti memasak diantaranya mengumpulkan bahan, meracik bumbu dan memasaknya. "Menulis juga harus mampu mempertimbangkan bahan-bahannya dan melihat sisi aktualitas apa yang sedang menjadi permasalahan hangat ditengah-tengah masyarakat," tambahnya.

Terkait dengan platform tulisan diinternet, founder islami.co ini mengajak kepada segenap praktisi media untuk mengisi konten dunia maya dengan platform yang mudah diakses seperti website dengan berbagai jenis domain.

Ia juga mengajak kepada netizen untuk bersindikasi dalam mengisi konten-konten positif didunia maya. "Silahkan saling berbagi konten baik itu tulisan berita, artikel dan sejenisnya untuk lebih menyiarkan konten sejuk didunia maya dan tentunya mencantumkan sumber aslinya," ajaknya.

Mujahidin Cyber

Disamping untuk mewarnai dunia maya dengan konten positif, sindikasi dan kerjasama ini dilakukan sebagai upaya antisipasi jika ada informasi penting di website hilang karena website tersebut mati. Jika sudah menyebar lanjutnya, maka informasi penting tersebut masih dapat diakses di situs lainnya.

Mujahidin Cyber

Pada kesempatan tersebut Savic juga memaparkan kondisi bagaimana saat ini internet menjadi media yang sangat praktis untuk menyebarkan ide dan syiar. Dengan kreativitas simpel dan murah siapapun saat ini dapat menyebarkan informasi dengan mudah.

"Kalau kita ngadakan pengajian, kita harus mengumpulkan orang dengan melakukan persiapan tempat, biaya, waktu dan lain sebagainya. Namun melalui media dunia maya kita dapat menggelar pengajian yang jumlah penontonnya malah bisa lebih banyak," ujarnya.

Metode dakwah via online inilah menurutnya yang digunakan oleh sebagian kelompok konservatif dalam menyebarkan pemikiran-pemikirannya. "Saat ini 20 video di you tube dikuasai oleh kelompok ultra konservatif," katanya selain website keagamaan pun masih dikuasai oleh kelompok ini.

Oleh karenanya Ia mengajak netizen khususnya para kiai dan tokoh agama untuk mewarnai dunia maya saat ini dengan konten positif. "Silahkan para kiai memberikan pencerahan melalui dunia maya. Biar yang muda mengolah dan mempublikasikannya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Ulama, PonPes Mujahidin Cyber

Rabu, 31 Januari 2018

Seribu Pelajar-Santri Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng

Rembang, Mujahidin Cyber. Terbitnya Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Nomor 420/006752/2015 tentang penyelenggaraan sekolah lima hari di seluruh Kabupaten se-Jateng membuat pelajar dan santri di Lasem melakukan aksi protes.

Pada Ahad (27/9) pagi sedikitnya seribu pelajar sekolah NU dan santri sejumlah pondok pesantren menggelar apel serta deklarasi penolakan terhadap kebijakan tersebut yang mulai diujicobakan di beberapa daerah.



Seribu Pelajar-Santri Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Pelajar-Santri Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Pelajar-Santri Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng

Khoirul Anwar, pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Lasem berpendapat, jika sekolah lima hari diterapkan dan siswa harus berangkat pagi pulang sore, kemungkinan besar mereka tidak mempunyai waktu belajar di madrasah atau mengaji.

Mujahidin Cyber

Menurut Anwar, kebijakan tersebut merugikan anak. Karena, tambahnya, bila pelajar dipaksa belajar hingga sore hari, dengan sendirinya waktu untuk mereka mengaji juga terkurangi.

Mujahidin Cyber

"Kalau sekolah cuma lima hari, kami sebagai pelajar akan merasa dirugikan. Apalagi kalau mereka sampai tidak bisa sekolah madrasah, tentu akan lebih merugikan lagi. Jika kepandaian tidak dibekali dengan akhlak yang baik besar kemungkinan akan melahirkan koruptor,” tuturnya.

Sebagai simbol penolakan, seribu pelajar menandatangani lembaran kain putih 1 kali lima meter. Mereka berharap, dengan adanya aksi ini, Gubernur Jawa Tengah mau meninjau ulang surat edaran, yang disebut sebagian pihak dibuat secara sepihak oleh Ganjar Pranowo. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama Mujahidin Cyber

Minggu, 28 Januari 2018

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, umat Islam kembali kehilangan pewaris Nabi yang mendunia. Salah seorang ulama Ahlussunnah dunia di Damaskus Suriah Syekh Wahbah Az-Zuhaili atau Wahbah bin Musthofa Az-Zuhaili wafat pada Sabtu sore (8/8) pada usianya yang ke 83 tahun. Syekh Wahbah merupakan salah satu ulama terkemuka asal Suriah diabad ini, anggota daripada Dewan Fiqh di Makkah, Jeddah, India, Amerika dan Sudan.

Syekh Prof.Dr.Wahbah Az Zuhaili adalah cerdik cendikia (alim allamah) yang menguasai berbagai disiplin ilmu (mutafannin). seorang ulama fikih kontemporer peringkat dunia, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam melalui kitab-kitab fikihnya. Beliau dilahirkan di desa Dir `Athiah, utara Damaskus, Syiria pada tahun 1932 M. dari pasangan Mustafa dan Fatimah binti Mustafa Sa`dah.Ayah beliau berprofesi sebagai pedagang sekaligus seorang petani. Beliau mulai belajar Al Quran dan sekolah ibtidaiyah di kampungnya. Dan setelah menamatkan ibtidaiyah di Damaskus pada tahun 1946 M. beliau melanjutkan pendidikannya di Kuliah Syar`iyah dan tamat pada 1952 M. Ketika pindah ke Kairo beliau mengikuti kuliah di beberapa fakultas secara bersamaan, yaitu di Fakultas Syariah, Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al Azhar dan Fakultas Hukum Universitas `Ain Syams.

Syekh memperoleh ijazah sarjana syariah di Al Azhar dan juga memperoleh ijazah takhassus pengajaran bahasa Arab di Al Azhar pada tahun 1956 M. Kemudian memperoleh ijazah Licence (Lc) bidang hukum di Universitas `Ain Syams pada tahun 1957 M, Magister Syariah dari Fakultas Hukum Universitas Kairo pada tahun 1959 M dan Doktor pada tahun 1963 M. Gelar doktor di bidang hukum (Syariat Islam) beliau peroleh dengan predikat summa cum laude (Martabatus Syarof Al-Ula) dengan disertasi berjudul "Atsarul Harbi Fil Fiqhil Islami, Dirosah Muqoronah Bainal Madzahib Ats-Tsamaniyah Wal Qonun Ad-Dauli Al-Am" (Beberapa pengaruh perang dalam fiqih Islam, Kajian perbandingan antara delapan madzhab dan undang-undang internasional).

Sungguh catatan prestasi yang sangat cemerlang. Satu catatan penting bahwa, Syekh Wahbah Az Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Ini semua menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Menurut beliau, rahasia kesuksesannya dalam belajar terletak pada kesungguhannya menekuni pelajaran dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengganggu belajar. Moto hidupnya adalah, “Inna sirron najah fil-hayat, ihsanus shilah billahi `azza wa jalla”, (Sesungguhnya, rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Alloh `Azza wa jalla). Karir Akademis Setelah memperoleh ijazah Doktor, pekerjaan pertama Syekh Wahbah Az Zuhailli adalah staf pengajar pada Fakultas Syariah, Universitas Damaskus pada tahun 1963 M, kemudian menjadi asisten dosen pada tahun 1969 M dan menjadi profesor pada tahun 1975 M.

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)
Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Sebagai guru besar, ia menjadi dosen tamu pada sejumlah univesritas di negara-negara Arab, seperti pada Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Adab Pascasarjana Universitas Benghazi, Libya; pada Universitas Khurtum, Universitas Ummu Darman, Universitas Afrika yang ketiganya berada di Sudan. Beliau juga pernah mengajar pada Universitas Emirat Arab. Beliau juga menghadiri berbagai seminar internasional dan mempresentasikan makalah dalam berbagai forum ilmiah di negara-negara Arab termasuk di Malaysia dan Indonesia. Akan tetapi, di Medan belum pernah. Ia juga menjadi anggota tim redaksi berbagai jurnal dan majalah, dan staf ahli pada berbagai lembaga riset fikih dan peradaban Islam di Siria,Yordania, ArabSaudi,Sudan, India, dan Amerika.

Syekh Wahbah Az Zuhaili sangat produktif menulis, mulai dari artikel dan makalah sampai kepada kitab besar yang terdiri atas beberapa jilid. Baru-baru ini beliau merampungkan penulisan ensiklopedia fiqih yang beliau tulis sendiri brjudul, "Mausatul Fiqhil Islami Wal-Qodhoya Al-Muashiroh" yang telah diterbitkan Darul Fikr dalam 14 jilid.

Di antara karya-karya beliau adalah Al Fiqhul Islami wa AdillatuhAt Tafsir Al MunirAl Fiqhul Islami fi uslubih Al JadidNadhoariyatudh Dhorurot Asy Syari`yahUshuul Fiqh Al IslamiAdz-Dzarai`ah fs Siyasah Asy Syari`ahAl `Alaqot ad-Dualiyah fil IslamJuhud Taqnin Al Fiqh Al IslamiAl Fiqhul Hanbali Al Muyassar.Al Fiqhul Hanafi Al MuyassarAl Fiqhus Syafii Al Muyassar Dr.Badi` As Sayyid Al Lahham dalam biografi Syekh Wahbah yang ditulisnya dalam buku yang berjudul, "Wahbah Az Zuhaili al -`Alim, Al Faqih, Al Mufassir" menyebutkan 199 karya tulis Syekh Wahbah selain jurnal, beliau juga500-an karya dalam bentuk makalah ilmiah. Demikian produktifnya Syekh Wahbah dalam menulis sehingga Dr. Badi` mengumpamakannya seperti Imam As Suyuthi dimasa lampau. (Red: Anam)

Mujahidin Cyber

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Ulama, Hikmah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga

Tuban,Mujahidin Cyber. Banyak generasi muda yang mulai melupakan makanan khas Nusantara. Satu demi satu sejumlah menu andalan daerah akhirnya hilang dari peredaran. Berganti dengan makanan cepat saji yang sebenarnya kurang baik bagi kesehatan.

Kondisi ini mengundang keprihatinan. "Padahal makanan tradisional sebagai makanan khas daerah merupakan salah satu peninggalan dari nenek moyang yang perlu dikenal, dilestarikan serta dikembangkan," kata? Hj Khoiriyah (29/9). Ketua Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU? Widang Tuban Jawa Timur ini bahkan menandaskan bahwa makanan tidak hanya berfungsi untuk mempertahankan kesehatan, akan tetapi memiliki fungsi sosial budaya yang dapat dijual dan dipromosikan untuk keperluan peningkatan devisa negara dari sektor non migas.

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga

Akan tetapi di era globalisasi, makanan tradisional muncul berdampingan dengan makanan modern produk negara lain dan bahkan hampir tergusur. "Berbagai faktor yang dapat menyebabkan lunturnya kecintaan akan makanan tradisional antara lain kurangnya pengenalan dan pengetahuan tentang makanan tradisional, adanya perubahan gaya hidup, perkembangan ekonomi, dan gencarnya promosi," tandas alumnus Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Mujahidin Cyber

Sadar dengan keadaan ini nampaknya perlu dilakukan langkah-langkah sebagai upaya yang tidak sekedar melestarikan, tapi mempromosikan secara lebih gencar dengan harapan agar makanan tradisional nantinya tetap digemari masyarakat. Bahkan bila dikelola dengan baik tidak hanya member kebanggaan bagi masyarakat lokal hingga manca negara.

Apalagi Kabupaten Tuban yang terletak di pesisir pantai utara memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pariwisata. "Sumber daya alam yang tersedia sangat mendukung kewirausahaan bagi masyarakat, khususnya di sektor kuliner" kata alumnus Pasca Sarjana Universitas Islam Lamongan ini. Tuban yang memiliki menu kuliner beragam, dapat dikembangkan dengan baik tentunya apabila didukung kemampuan masyarakat yang memadai, lanjutnya.

Mujahidin Cyber

Sehingga pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan, salah satunya dengan memberikan keterampilan sebagai modal membuka sebuah usaha sesuai dengan potensi yang ada. "Hal inilah yang menggerakkan kami menyelenggarakan kegiatan ini," tandasnya.

Karenanya, semenjak Ahad hingga Senin (28-29/9) dilangsungkan pelatihan tata boga. Kegiatan yang berlangsung di kantor PAC Fatayat NU Widang Tuban ini diikuti sejumlah utusan dari pengurus ranting dan pengusaha kuliner setempat.

Kegiatan yang mengambil tema kreasi aneka masakan tradisional Nusantara ini tidak semata memberikan teori bagi peserta, juga langsung melakukan praktik bagaimana mempersiapkan menu hingga penyajian yang sesuai dengan standar layanan.

Diharapkan dengan kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai berbagai masakan tradisional yang ada di Tuban. Demikian juga yang tidak kalah penting adalah melestarikan budaya tradisional bangsa melalui kuliner.

"Dari pelatihan intensif ini diharapkan akan mampu meningkatkan keterampilan di bidang kuliner dengan sumber daya lokal yang ada," katanya. Yang juga tidak dilupakan selama kegiatan peserta selalu didorong serta dimotivasi untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui keterampilan di sektor kuliner.

Karena para peserta adalah utusan dari sejumlah kepengurusan ranting maupun masyarakat yang memiliki usaha kuliner, maka diharapkan mereka juga bisa menularkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan kepada komunitas setempat. "Agar pengetahuan dan pelatihan ini bisa lebih memberikan manfaat kepada masyarakat secara lebih luas," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Ulama Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock