Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Jakarta, Mujahidin Cyber

Para pemuka agama Kristen menyatakan penyesalannya atas penodaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang terjadi di Batu Malang. Aksi pelecehan tersebut disebarkan dalam sebuah VCD yang kini mulai beredar di Batu dan sekitarnya.

Dalam pernyataan lembaga geraja tingkat nasional terhadap isu SARA di Malang. Para pimpinan geraja menyatakan penyesalannya sehubungan terjadinya peristiwa di Batu-Malang yang benuansa SARA, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan tidak sejalan dengan semangat kerukunan antar umat beragama yang kini sedang dibangun dalam kehidupan masyarakat majemuk Indonesia.

Selanjutnya pimpinan geraja-geraja di Indonesia menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Batu-Malang tidak berada dalam koordinasi pimpinan gereja-geraja di Indonesia.

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Pimpinan gereja-geraja di Indonesia mengharapkan agar peristiwa tersebut tidak mencederai hubungan antara umat beragama di Indonesia dalam upaya bersama untuk memberi kontribusi bagi kehidupan bangsa, dan meminta pejabat berwenang untuk memproses mereka yang terlibat, secara hukum.

Peryataan tersebut diungkapkan dalam kunjungan para pemuka geraja ke PBNU dan ditandatangani oleh Ketua Umum Persatuan Gereja-Geraja Indonesia Pdt. Dr. AA. Yewangoe, Wakil Sekum Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indonesia Pdt. Ing Dahlan Setiawan dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia Pdt. Suhandoko Wirhaspati, Kamis, 5 April 2005.

Mujahidin Cyber

Baik fihak geraja maupun PBNU berharap agar masalah tersebut tidak berubah menjadi masalah nasional. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah meminta fihak keamanan di Malang dan NU di Batu untuk menganbil tindakan antisipasi agar masalah ini tidak membesar.

“Kami takut masalah ini menjadi besar karena saat ini informasi bisa menyebar dengan cepat,” tutur Yewangoe.

Ditambahkannya bahwa tindakan sekelompok orang radikal tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. “Untuk menunjukkan keluhuran agama, tidak boleh dengan melecehkan agama lain. Untuk menegangi tidak dengan mematikan lilin orang lain,” tuturnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi. “Pemeluk agama yang sholeh tidak akan merusak agama lainnya. Karena itu, pembuat provokasi ini harus ditindak,” paparnya.

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut menuturkan jika dua kelompok agama yang radikal bertemu, mereka bisa menimbulkan pertentangan dan anarkisme yang akan mendorong umat pada tindakan kekerasan. “Karena itu polisi harus bertindak agar kesalahan ini tidak ditimpakan pada umat,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

World Conference on Religion and Peace tersebut meminta agar masing-masing agama bisa menakan terjadinya radikalisme dimasing-masing agama. Ia juga meminta agar dakwah dilakukan dengan memperhatikan budaya yang Indonesiawi.

“Jangan sampai kalau umat Islam ada masalah, lapornya ke Arab Saudi, demikian juga kalau Kristen ada masalah, lapornya ke Amerika. Nanti situasinya malah semakin ruwet,” katanya.

Karena itu proses dialog antar para pemimpin agama dan saling menjaga kerukunan menjadi sangat penting dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik SARA di Indonesia. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Internasional Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius

Semarang, Mujahidin Cyber. Jumlah muslim di dunia saat ini mencapai tidak kurang dari 2 milyar. Dengan kuantitas itu tidak ayal masyarakat muslim merupakan pasar potensial khususnya dalam pengembangan produk halal dan wisata syariah. Bagaimanapun kebutuhan untuk memiliki rasa nyaman dalam mengonsumsi makanan dan perjalanan yang syari ? adalah dambaan yang tidak saja untuk memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga perwujudan nilai-nilai keislaman.

Demikian diutarakan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Riyanto Sofyan dalam pembukaan Seminar Internasional bertajuk "The Role of Islamic Higher Education on Development of Halal System and Sharia Tourism in Indonesia" di Auditorium I UIN Walisongo Semarang, Kamis (31/3).

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius

Dalam seminar yang diselenggarakan Program Pascasarjana UIN Walisongo ini, Riyanto menyatakan bahwa bisnis dalam kaitannya dengan produk halal dan wisata syariah memiliki potensi yang besar. "GDP (Gross Domestic Product) dari negara-negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Kerjasama Islam) saja sebesar 9,8 triliyun dolar," ungkapnya.?

Dengan pendapatan sebesar itu, lanjut Riyanto, produk halal dan wisata syariah saat ini tidak hanya menjadi perhatian bagi negara-negara mayoritas berpenduduk muslim, tetapi juga negara-negara seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa. Negara-negara ini saling bersaing dan berebut menggarap pasar. Tentunya hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia. "Kami masih minim promosi. Karena itu inisiasi seminar internasional Pascasarjana UIN Walisongo sangat kami apresiasi," imbuhnya.?

Menurut Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, Ahmad Rofiq pemerintah memang telah menerbitkan Undang-undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, tetapi UU ini belum memiliki peraturan yang mengatur lebih teknis seperti Peraturan Pemerintah atau hingga terbentuknya badan tertentu. Sehingga perlu berkontribusi dalam pengembangan produk halal dan juga wisata syariah. "Perguruan tinggi perlu mendorong bagaimana caranya agar masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya produk halal dan wisata yang syari. Ini butuh keseriusan," tutur Guru Besar bidang Hukum Islam ini.?

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Walisongo, Imam Taufiq menyatakan, beberapa program studi di UIN Walisongo sangat potensial untuk melahirkan kajian dan penelitian yang tepat guna untuk mendukung produk halal dan wisata syariah. "Prodi-prodi seperti Kimia, Gizi dan Kesehatan misalnya, tentu akan tepat dalam persoalan ini," terangnya saat membuka acara seminar. Hal ini selaras dengan visi UIN Walisongo yang berpedoman pada paradigma kesatuan ilmu (unity of sciences) untuk kemanusiaan dan peradaban.?

Sementara itu hadir sebagai pembicara dalam seminar internasional Pascasarjana UIN Walisongo ini adalah Irwandi Jaswir dari International Islamic University Malaysia (IIUM Malaysia), Asrorun Niam Sholeh (MUI) Lukmanul Hakim (Direktur LPPOM MUI-President of World Halal Food Council), dan Achmad Gunaryo selaku Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama. (Red-Zunus)?

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, PonPes Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Solo, Mujahidin Cyber. Akhir pekan lalu (24/5), Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menggelar acara kontes pemilihan ajang Puteri Fatayat NU wilayah Jawa Tengah yang bertempat di Gedung Asrama Haji Islamic Centre Manyaran, Semarang.

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Dalam kesempatan tersebut, peserta dari perwakilan Fatayat Magelang, Aini Chabibah, berhasil mengalahkan para pesaingnya dan berhak untuk dinobatkan menjadi Puteri Fatayat NU Jawa Tengah tahun 2015.

Ketua Umum PW Fatayat NU Jawa Tengah Khizanaturrohmah menjelaskan, kegiatan Kontes Puteri Fatayat 2015 ini, masih menjadi rangkaian dari kegiatan Harlah Fatayat NU yang diperingati pada 24 April lalu.

Mujahidin Cyber

“Acara ini diikuti 60-an peserta dari 35 pengurus cabang Fatayat se-Jawa Tengah. Seleksi peserta sudah dilaksanakan sejak bulan April. Dari jumlah tersebut kemudian dipilih 25 finalis yang tampil dalam acara final pemilihan Puteri Fatayat NU,” terang Khizanaturrohmah, saat ditemui Mujahidin Cyber di Solo belum lama ini.

Mujahidin Cyber

Ditambahkan dia, pihak panitia juga membuka kesempatan bagi para wanita di luar Fatayat yang ingin mengikuti kegiatan ini. “Tujuan kita, juga untuk mengenalkan Fatayat NU kepada masyarakat, agar mereka juga tertarik untuk masuk Fatayat,” ujar dia.

Meski demikian, lanjut Khiz, para peserta yang mengikuti kegiatan ini mesti memiliki beberapa kriteria. Kriteria tersebut antara lain brain, beauty, religius, dan berakhlakul karimah. “Yang tidak kalah penting mereka juga mesti menguasai materi Aswaja,” imbuhnya.

Selain kegiatan pemilihan Puteri Fatayat NU 2015 ini, Fatayat Jateng juga menggelar berbagai event kegiatan “Festival Budaya Islami 2015” yang berupa ? fashion show, seminar beauty class, focus group discussion, dan festival hadroh. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 07 Februari 2018

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar

Majalengka, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PC PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Majalengka menggelar latihan rutin bagi pelajar di Majalengka untuk belajar seni bela diri NU. 

Kegiatan kali ini bertempat di halaman Balai Desa Banjaransari, Cikijing, Majalengka, Selasa (10/2) pagi dan diikuti oleh 30 siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Cikijing.

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar

Maman Rais Ketua Pagar Nusa Majalengka mengatakan, agenda ini dilaksanakan setiap hari selasa untuk SD, sabtu untuk SMP, dan ahad untuk SMA tiap seminggu sekali.

Mujahidin Cyber

"Memang kegiatan ini sudah berjalan selama 4 bulan dan baru fokus menggarap Kecamatan Cikijing untuk mengenalkan seni bela diri NU pada pelajar," ujar Maman disela-sela melatih.

Mujahidin Cyber

Maman menambahkan, garapannya ini baru sebatas melatih anak-anak usia pelajar, belum menggarap ke level mahasiswa dan kecamatan-kecamatan lain.

Ia berharap, kedepan unit kegiatan mahasiswa perguruan tinggi di Majalengka bisa bekerjasama dengan PMII Majalengka karena baru kader IPNU dan IPPNU yang menyatakan siap berlatih pencak silat.

“Kami juga berharap, PCNU Majalengka dan pihak pemerintah daerah bisa membantu memfasilitasi kami untuk menyosialisasikan kegiatan ini pada masyarakat,” harapnya. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Pengalaman Mengurusi NU Penuh Keberkahan

Sejak tahun 1998 saya aktif dikepengurusan NU. Yaitu sebagai Sekretaris MWC NU. Bahkan jabatan itu sampai sekarang masih disandang saya. Setiap 5 tahun? konferensi MWC saya selalu diminta untuk menjadi Sekretaris di Jam`iyah para Ulama itu.

Suka duka ngurus NU di daerah saya tidak semulus di daerah lain. Banyak pengorbanan yang saya keluarkan baik korban waktu maupun korban keuangan. Padahal sebagai seorang ustadz kampung penghasilan saya tidak seberapa. Tapi alhamdulillah lima tahun terakhir saya sering menerima undangan ceramah di pengajian-pengajian sebagai muballigh.

Pengalaman Mengurusi NU Penuh Keberkahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman Mengurusi NU Penuh Keberkahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman Mengurusi NU Penuh Keberkahan

Bersama dengan pengurus yang lain saya terus menjalankan roda jam`iyah ini. Dari bahtsul masa`il, lailatul ijtima` sampai rapat-rapat kordinasi dengan pengurus ranting. Bahkan kegiatan di PCNU kami tidak pernah absen. Beruntung ketua tanfidziyah kami seorang yang kaya raya. Selain seorang pengusaha beliau juga seorang politisi yang pernah duduk sebagai anggota DPRD dua periode. Sehingga sebagaian besar biaya operasional kegiatan beliau yang menanggung.

Mujahidin Cyber

Yang namanya sekretaris adalah roda penggerak sebuah organisasi. Apalagi ketua kami selalu sibuk dengan kegiatan-kegiatan baik kegiatan usaha maupun kegiatan agenda DPRD. Sehingga walaupun sebagai Sekretaris MWCNU, banyak tugas-tugas ketua yang beralih ke pundak saya. Banyak pengurus yang lain, tetapi saya yang selalu ditunjuk untuk melakukan tugas-tugas ke-NU-an baik di lingkungan MWC, PC bahkan di atas PC.? Sehinga banyak menyita waktu saya. Bukan hanya waktu yang tersita finansial pun banyak keluar untuk operasional kegiatan tersebut.

Mujahidin Cyber

Semua itu saya lakukan dengan ikhlas. Yang ada dalam benak saya adalah pengabdian terhadap NU. Terhadap Ulama yang telah menjadikan saya seperti ini.

Pada konferensi yang kedua MWCNU, dari komisi program mencetuskan bahwa MWCNU kami mendidirikan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yaitu oragnisasi yang menyelengarakan manasik tingkat dasar untuk calon jama`ah haji.

Keputusan konferensi tersebut ditindaklanjuti dengan rapat kerja MWCNU. Pada akhirnya ketika rapat pembentukan pengurus KBIH saya ditunjuk untuk menjadi sekretaris. Padahal saya waktu itu belum menunaikan ibadah haji. Tapi, lagi-lagi pengabdian. Amanat itu saya emban dengan ikhlas di pundak saya.

Pada tahun 2011 KBIH kami mulai beroperasi. Waktu itu jama`ah yang kami rekrut hanya 16 jama`ah. Kami berusaha melayani jama`ah dengan? sebaik mungkin. Sehinga pada musim haji tahun 2012 kami harus melayani 46 orang calon jama`ah haji. Dari tahun ke tahun jama`ah calon haji yang kami urus selalu bertambah. Tapi bukan itu yang membanggakan untuk saya.

Yang sangat membanggakan untuk saya, dari yang tidak tahu saya menjadi tahu tentang ilmu manasik haji. Bahkan setiap kegiatan latihan manasik haji saya seolah sebagai pelatih profesional. Banyak calon jama`ah haji yang memanggil saya haji. Waktu itu saya hanya amin saja. Dan setiap saat saya berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar saya dan keluarga saya di izinkan oleh Allah SWT agar dapat menunaikan ibadah haji. Bahkan saya sering berdoa agar saya dapat beribadah haji setiap saat.

Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkan doa saya. Pada tahun? 2014 saya diberi kesempatan dapat menunaikan ibadah umroh. Subhanallah, padahal waktu itu secara finansial saya? tidak punya uang. Tapi nyatanya saya bisa melunasi biaya umroh sebesar Rp 26.975.000. Allah telah memberikan kemudahan untuk saya. Ya benar, Allah telah memberikan kemudahan untuk saya. Kalau tidak, bagaimana mungkin saya bisa membayar biaya umroh yang sebesar itu? Sungguh menakjubkan.

Bahkan yang lebih menakjubkan lagi, ketika saya berdoa di Multazam. Doa saya dua macam. Pertama saya ingin sepulang dari umroh saya bisa mendaftarkan diri saya dan isteri saya untuk beribadah haji agar saya dan isteri saya bisa bersimpuh dihadapan Ka’bah. Dan yang kedua saya pengen membeli kendaraan roda empat agar saya lebih mudah memenuhi undangan pengajian apabila masyarakat membutuhkan saya.

Subhanallah.... setelah beberapa bulan sepulang dari tanah suci. Doa itu benar-benar terkabulkan. Saya dan isteri saya dapat mendaftar sebagai calon jama`ah haji, walaupun melalui dana talangan dari salah satu bank syari`ah di kota saya. Saya dan isteri saya menunggu antrian tahun pemberangkatan bersama dengan calon jama`ah yang lain.

Lagi-lagi saya membaca tasbih, subhanallah... tahun depan saya diusulkan untuk mendampingi jama`ah haji di KBIH yang saya urus. Berbarengan dengan penantian ini saya juga sedang menanti kedatangan mobil avanza. Alhamdulillah permohonan kredit mobil saya di acc.

Begitulah,? dengan mengurus NU saya mendapatkan keberkahan yang sangat luar biasa dari Allah SWT. Terimakasih ya Allah... terimakasih juga kepada guru-guru saya...dan terimakasih juga untuk orang-orang yang telah berjasa mendorong saya sehingga saya bisa seperti sekarang ini. (Kamali Noor, Sekretaris MWCNU Losarang Indramayu)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang menjadi rujukan para ahli hadis maupun lembaga pendidikan Islam di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari merupakan jalur pertama dari sanad kitab hadis masyhur tersebut.

? ?

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Berikut ini sanad Kitab Shahih Bukhari, dari KH Hasyim Asy’ari melalui jalur Syaikh Mahfud Termas sampai kepada penulis hadits, yakni Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari yang terdiri dari jalur pertama dan kedua:

Jalur pertama:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfud Termas.?

Mujahidin Cyber

3. Dari Syaikh Muhammad Abu Bakar Syatha Al-Makki.?

4. Dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

5. Dari Syaikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi

6. Dari Syaikh Muhammad bin Ali As-Syinwani

Mujahidin Cyber

7. Dari Syaikh Isa bin Ahmad Al-Barawi

8. Dari Syaikh Muhammad Ad-Dafri

9. Dari Syaikh Salim bin Abdillah Al-Bashri

10. Dari ayahnya: Abdillah bin Salim Al-Bashri

11. Dari Syaikh Muhammad bin Alaudin Al-Babili

12. Dari Syaikh Salim bin Muhammad As-Sanhuri

13. Dari Najm Muhammad bin Ahmad Al-Ghaytho

14. Dari Syaikh Al-Islam Zakariya bin Muhammad Al-Anshari

15. Dari Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani

16. Dari Ibrahim bin Ahmad At-Tanukhi

17. Dari Abil Abbas Ahmad bin Thalib Al-Hajar

18. Dari Husain bin Mubarak Az-Zabidi Al-Hambali

19. Dari Abil Waqt Abdil Awwal bin Isa As-Sijzi

20. Dari Abil Hasan Abdul Rahman bin Mudzaffar bin Dawud Ad-Dawudi

21. Dari Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad As-Srakhsi

22. Dari Abi Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar Al-Firabri

23. Dari Penyusunnya (orang yang menghimpun hadits), yakni: Al-Imam Al-Hafid Al-Hujjah Abi Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim Al-Bukhari

Jalur kedua:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfudz Termas

3. Dari Sayyid Husain Al-Habsyi

4. Dari Ayahnya Muhammad Husain Al-Habsyi

5. Dari Umar bin Abdul Karim Al-Attar

6. Dari Sayyid Ali bin Abdil Bar Al-Wina’i

7. Dari Abdil Qadir bin Ahmad bin Muhammad Al-Andalusi

8. Dari Muhammad bin Abdillah Al-Idirsi

9. Dari Al-Quthb Muhammad bin Alauddin An-Nahruwali

10. Dari ayahnya

11. Dari Abil Futuh Ahmad bin Abdillah At-Thawusi

12. Dari Baba Yusuf Al-Hirawi

13. Dari Muhammad bin Syadzikhat Al-Farghani

14. Dai Abi Luqman Yahya bin Ammar Al-Khuttalani

15. Dari Muhammad bin Yusuf Al-Farbary

16. Dari Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari

Demikianlah sanad Kitab Shahih sampai KH Hasyim Asy’ari. Dari KH Hasyim Asy’ari inilah kebanyakan para ulama Indonesia setelahnya menimba ilmu.

Sumber:

Kitab Kifayatul Mustafid li Ma Ala minal Asanid, Karya Syaikh Mahfud Termas.

(Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Sabtu, 27 Januari 2018

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tahun ini diprediksi mengalami perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan. Namun demikian, keputusan dua ormas terbesar di Indonesia ini tentang 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri diperkirakan serentak 28 Juli 2014.

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Warga NU diperkirakan akan mulai berpuasa pada 29 Juni 2014. Sementara Muhammadiyah sudah lebih dulu memastikan akan berpuasa pada 28 Juni 2014.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Hadi mengungkapkan bahwa penetapan sementara itu berdasarkan pada hasil rapat koordinasi (Rakor) PWNU Jawa Timur pada 2 Juni lalu. Pada rapat tersebut, diperkirakan awal bulan Ramadhan jatuh pada Ahad 29 Juni 2014.

Mujahidin Cyber

“Hal itu karena berdasarkan metode rukyatul hilal (melihat langsung bulan sabit). Posisi hilal ada pada titik 0,085 derajat. Perlu dicatat, ini penghitungan sementara,” ujarnya, Jumat (20/6) sore di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Probolinggo.

Pada posisi itu kata Kiai Syaiful Hadi, pada posisi itu bulan sangat dimungkinkan tidak terlihat secara kasat mata. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. “Sehingga terlihatnya hilal pada posisi 0,085 derajat itu yang tepat di hari Ahad, pertanda dimulainya puasa,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Pandangan itu berdasarkan hasil pemaparan tim rukyatul hilal PWNU Jawa Timur. Menurut Ketua Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur KH. Sholeh Hayat, posisi itu berdasarkan peredaran bulan pada awal Sya’ban.

“Penetapan sementara ini berdasarkan pergeseran bulan. Tetapi keputusan resminya tunggu nanti, pada 29 Sya’ban atau 27 Juni. Saat itu NU akan melakukan rukyatul hilal,” tegasnya.

Diketahui, selama ini selain menggunakan metode hisab (penghitungan matematis) untuk memprediksi, NU juga memakai metode rukyat atau melihat langsung hilal untuk memastikan hasil akhir. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock