Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Pilihlah Pemimpinmu dengan Bebas Merdeka

Jakarta,Mujahidin Cyber

Ketua PBNU Robikin Emhas mengajak masyarakat yang memiliki hak pilih pada Pilkada serentak di 101 daerah Indonesia Rabu (15/2) untuk menentukan pemimpin lima tahun mendatang dengan cara bebas dan merdeka.

Bebas dan merdeka tersebut, menurut dia, tanpa ada intimidasi dari pihak mana pun. “Artinya keputusan pemilih untuk memilih pasangan calon tidak dipengaruhi hal-hal yang dilarang ketentuan berlaku termasuk money politic,” ujarnya di gedung PBNU, Jakarta Selasa (14/2).

Pilihlah Pemimpinmu dengan Bebas Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilihlah Pemimpinmu dengan Bebas Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilihlah Pemimpinmu dengan Bebas Merdeka

Semakin bebas merdeka menjatuhkam pilihan para pemilik hak pilih, kata Managing Director pada ART PARTNER Law Firm tersebut, maka akan jelas hasilnya, yaitu kepemimpinan yang maslahat bagi masyarakat di daerah masing-masing.

Mujahidin Cyber

Selain bebas merdeka, lanjutnya, pengguna hak pilih harus latar belakang kandidat. Boleh saja orang punya program yang baik, tapi perlu dilihat track recordnya. Apakah visi dan misinya memcerminkan otentisitas gagasan kandidat atau sekadar pencitraan?” kata alumni Pondok Pesantren Qiyamul Manar Gresik dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang tersebut.

Hal itu, menurut dia, bisa dilihat dari perilku sosial, politik, keagamaan pasangan calon tersebut. “Perilaku sehari-sehari pasangan calon sebagai warga negara, bisa dijadikan petunjuk utk melihat apakah visi dan misi dan program itu pencitraan atau sesuatu yang lahir dari hati dan pikirannya,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara bagi penyelenggara Pilkada di 101 daerah tersebut, Robikin meminta supaya berlaku adil sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Selama ini yang menjadi momok Pilkada adalah di penghitungan suara. Diharapkan masyarakat berperan aktif melakukan pengawasan, baik proses berjalan pemungutan suara, maupun saat penghitungan suara di TPS. Dan saat proses tabulasi perolehan masing-masing paslon hingga tabulasi suara di kabupaten,” pintanya.

Menurut dia, makin tinggi masyarakat memantau pemungutan, penghitungan dan tabulasi suara, maka semakin rendah kesempatan pihak tertentu untuk melakukan kecurangan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak

Blitar, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar mengeluarkan instruksi agar seluruh pengurus harian NU, lembaga dan badan otonom (banom) NU untuk mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang akan diselenggarakan pada akhir Agustus 2016 mendatang di Blitar.

“Kita intruksikan semua pengurus dan banom untuk mengikutinya. Masing-masing banom harus mengirim minimal tiga orang,” ujar Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat (Gus Dain) kepada Mujahidin Cyber, Kamis (11/8) pagi.

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak

Menurut Gus Dain, PKPNU ini merupakan langkah konkret bagi NU untuk mencetak kader-kader NU yang berkualitas dan mampu untuk memahami tatakelola organisasi dengan baik dan benar sebagai modal untuk mengembangkan NU agar menjadi organisasi yang berdaya guna.

Mujahidin Cyber

“Selain itu juga sebagai upaya mengader para calon pimpinan NU melalui kegiatan yang terarah dan terukur supaya bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan NU ke depan. Karena kemajuan NU ke depan juga berada di tangan para pengurus dan kader-kader muda NU,” terangnya.

Pendidikan ini diadakan dalam rangka memberikan bekal dan wawasan khazanah keilmuan yang luas. “Dari pelatihan ini. Harapannya kader NU mampu melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan yang dilanggengkan oleh para masyayikh pendiri NU. Terlebih belakangan ini banyak bermunculan ajaran atau kelompok radikal yang mencoba menyerang ajaran-ajaran NU yang dianggap menghalang-halangi langkah dan gerakan ajarannya.”

Tujuan lainnya untuk memberikan wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlus sunah wal Jamaah (Aswaja), keorganisasian, wawasan global, spiritual, serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme, fundamentalisme, tambahnya.

Mujahidin Cyber

Kaderisasi adalah salah satu hal terpenting dalam proses pengembangan organisasi. Tanpa kaderisasi, organisasi bertumbuh dengan sendirinya tanpa adanya kepahaman yang sama tentang visi dan misi organisasi di antara para kader.

"Fungsi dari jamiyyah (organisasi) NU yang terpenting adalah melindungi jamaahnya. Bila jamiyyah tak mampu melindungi kesatuan dan cita-cita jamaahnya, maka organisasi telah kehilangan arti pentingnya," terangnya.

Untuk itu semua pengurus dan badan otonom cabang kita wajibkan untuk ikut dalam pendidikan ini supaya ada pemahaman yang tentang  visi dan misi organisasi, tegasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Ubudiyah, Pesantren Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

Depok,Mujahidin Cyber. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa merangkul para Ulama untuk mensosialisasikan program pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Terlebih lagi, pengurangan tersebut telah menimbulkan goncangan dan dampak bagi warga miskin. 

Menurutnya, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) diyakini menjadi penguat atas keberlanjutan mencapai kebutuhan dasar, seperti sekolah, ekonomi rumah tangga, serta layanan kesehatan. Terlebih lagi, di kalangan para Ulama biasa bersentuhan dan mengelola diniyah atau madrasah. Untuk itu, mereka bisa merespon dan memberikan data siswa di madrasah yang mungkin di lingkungannya tidak terdaftar formal dalam  pendidikan atau di bawah umur 18 tahun.  

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

"Tentunya, bisa  diintegrasikan melalui Kementerian Agama. Harapannya, supaya dapat Kartu Indonesia  Pintar supaya dapat dana operasional dan agar  dapat dana tunjangan fungsional. Kategori itu kan sudah ada di Mendibud dan Menag. Kita dari Kemensos hanya  approfal jumlahnya. Tapi, pendataannya di Dikbud dan Depag.  Kalau yayasan  langsung ke Kementerian Sosial atau mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial tingkat 2,"ujarnya dalam  Rapat Kerja Nasional Jamiyyatul Qurro wal Huffazh Nahdlatul Ulama dan Peresmian Gedung Al-Quran Centre, Al-Hikam, Beji.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, pada  tahun 2015  alokasi untuk  KIP sebesar 16,5 juta. Dengan jumlah tersebut, dia mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta anggaran agar dinaikkan menjadi 20 juta dengan asumsi cakupannya diperluas. Padahal, tahun 2014 sebanyak 11,5 juta dan tak terserap sebesar 4,5 juta.  

Mujahidin Cyber

"Ini PR kita bagaimana agar bisa dipercepat. Saya mencontohkan, Menkumham saja  minta  untuk 160 ribu  narapidana agar mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan dapat 30 ribu.  Kalau dulu semuanya berbasis rumah tangga. Sekarang cakupannya luas  sampai anak drop out dan anak terlantar,"paparnya.

Mimpi Khofifah

Dirinya berimpi saat berada  di tim transisi, agar pendidikan Diniyah, Madrasah dan ustad bisa menjadi target. Terlebih lagi, peran dan posisinya sangat strategis. Yaitu mewujudkan Islam  Rahmatan lil Alamin (Islam rahmat bagi alam semesta).  

"Perannya agar bisa dirasakan sampai ke  Asia. Mestinya  ini kita tangkap dalam mewujudkan peradaban keemasan Islam Rahmatan lil Alami di Asia. Kalau teror bom, kan bukan dari  Islam. Sebagai catatan peradaban Islam tampak di Pesantren yang  menghadirkan Islam penuh damai," paparnya.

Dalam acara tersebut, selain para alim ulama juga  tampak hadir Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin juga menjadi narasumber. (aan humaidi/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Ubudiyah, Halaqoh Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Menulis Itu Seperti Memasak

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber. Saat ditanya terkait penulisan dan perkembangan media sosial pada Forum Dialog Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyyah di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu (16/10), Direktur Mujahidin Cyber Savic Ali mengibaratkan sebuah tulisan seperti sebuah makanan.

"Ada makanan yang sehat tapi nggak enak. Ada juga makanan enak tapi nggak sehat. Begitu juga sebuah tulisan. Ada yang sebenarnya menarik isinya tapi tidak dikemas dengan baik. Ada tulisan yang isinya sebenarnya biasa saja tapi karena dikemas dengan baik maka jadi menarik," terangnya.

Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menulis Itu Seperti Memasak

Savic menambahkan bahwa dalam menulis diperlukan tahapan-tahapan seperti memasak diantaranya mengumpulkan bahan, meracik bumbu dan memasaknya. "Menulis juga harus mampu mempertimbangkan bahan-bahannya dan melihat sisi aktualitas apa yang sedang menjadi permasalahan hangat ditengah-tengah masyarakat," tambahnya.

Terkait dengan platform tulisan diinternet, founder islami.co ini mengajak kepada segenap praktisi media untuk mengisi konten dunia maya dengan platform yang mudah diakses seperti website dengan berbagai jenis domain.

Ia juga mengajak kepada netizen untuk bersindikasi dalam mengisi konten-konten positif didunia maya. "Silahkan saling berbagi konten baik itu tulisan berita, artikel dan sejenisnya untuk lebih menyiarkan konten sejuk didunia maya dan tentunya mencantumkan sumber aslinya," ajaknya.

Mujahidin Cyber

Disamping untuk mewarnai dunia maya dengan konten positif, sindikasi dan kerjasama ini dilakukan sebagai upaya antisipasi jika ada informasi penting di website hilang karena website tersebut mati. Jika sudah menyebar lanjutnya, maka informasi penting tersebut masih dapat diakses di situs lainnya.

Mujahidin Cyber

Pada kesempatan tersebut Savic juga memaparkan kondisi bagaimana saat ini internet menjadi media yang sangat praktis untuk menyebarkan ide dan syiar. Dengan kreativitas simpel dan murah siapapun saat ini dapat menyebarkan informasi dengan mudah.

"Kalau kita ngadakan pengajian, kita harus mengumpulkan orang dengan melakukan persiapan tempat, biaya, waktu dan lain sebagainya. Namun melalui media dunia maya kita dapat menggelar pengajian yang jumlah penontonnya malah bisa lebih banyak," ujarnya.

Metode dakwah via online inilah menurutnya yang digunakan oleh sebagian kelompok konservatif dalam menyebarkan pemikiran-pemikirannya. "Saat ini 20 video di you tube dikuasai oleh kelompok ultra konservatif," katanya selain website keagamaan pun masih dikuasai oleh kelompok ini.

Oleh karenanya Ia mengajak netizen khususnya para kiai dan tokoh agama untuk mewarnai dunia maya saat ini dengan konten positif. "Silahkan para kiai memberikan pencerahan melalui dunia maya. Biar yang muda mengolah dan mempublikasikannya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Ulama, PonPes Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur

Kudus, Mujahidin Cyber. Selama bulan Muharram, banyak masyarakat mengadakan peringatan haul makam leluhur, seperti para wali, pendiri desa/kota, atau lainnya. Mereka mengemas acara dengan berbagai bentuk, dari tahtimul Quran, tahlilan, hingga ganti luwur (penutup makam) dan pengajian umum.

Di Kudus, kegiatan haul tradisi buka luwur makam para wali atau ulama besar sudah menjadi kebiasaan yang turun-temurun. Sejak awal Muharram, buka luwur makam Sunan Kudus diadakan selama sepekan mulai 1-10 Muharram. Kemudian berlanjut pada haul santrinya Sunan Kedu di Desa Gribig (13 muharram), dan buka luwur Sunan Muria setiap 15 Muharram sebagai puncak acaranya.

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Haul, Wujud Penghormatan terhadap Leluhur

Di sejumlah desa, masyarakat hampir secara? berurutan waktunya juga memperingati? haul. Terakhir, tepatnya Sabtu-Ahad (22-23/11) ini, warga desa Padurenan Gebog Kudus memperingati haul ulama asal Madura, Raden Muhammad Syarif, di Kompleks Makam dan Masjid Asy-syarief desa setempat.

?

Mujahidin Cyber

Menurut pengurus Syuriah PCNU Kudus KH Ahmad Asnawi, tradisi haul para wali atau ulama besar merupakan wujud rasa menghormati dan mencintai para leluhur. Dikatakan, ulama yang peringati haul ini diyakini memiliki peran penting terhadap tumbuh kembangnya ajaran Islam di masing-masing tempat.

Mujahidin Cyber

"Sudah sewajarnya, masyarakat menghormatinya karena waliyullah berdakwah agama Islam yang dibawa dari pendahulunya, termasuk ajaran Rasulullah guna mencerahkan semua umat," katanya di depan jamaah Masjid Asysyarif Padurenan Gebog Kudus, Jumat (21/11).

KH. Ahmad Asnawi mengajak masyarakat melanjutkan estafet perjuangan para wali atau ulama pendahulu seraya menjaga warisannya seperti pendidikan, madrasah, ajaran ilmunya ataupun amalannya.

"Sikap menjaga warisannya inilah yang sebetulnya menjadi hakekat cinta (haqiqatul mahabbah) yang sebenarnya kepada para wali, ulama dan leluhur. Ini harus kita uri-uri (lestarikan) dan lestarikan dalam bentuk tradisi haul," tandasnya.

?

Pernyataan senada juga disampaikan Sekretaris PCNU Kudus Agus Hari Ageng. Menurutnya, di samping harus dijaga sebagai budaya, haul memiliki nilai-nilai budi luhur terkait ajaran? wali. ?

?

"Karena haul atau buka luwur jangan hanya dimaknai sebatas tradisi ritual belaka. Tetapi terkandung makna meneladanitokoh atau wali? Allah," terangnya kepada Mujahidin Cyber.

Ia mengharapkan tradisi ini harus dilestarikan sebagai upaya mengingatkan ajaran atau amalam dari sosok? yang penuh budi pekerti. Dengan demikian, tidak kehilangan jati dirinya dalam mengaktualisasikan nilai-nilai agama. (Qomarul Adib/Mahbib)

?



Foto: Suasana? acara khatmil Quran sebagai rangkaian peringatan haul Raden Muhammad Syarief desa Padurenan Gebog Kudus, Sabtu (22/11).

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Kamis, 25 Januari 2018

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader

Bandung Barat, Mujahidin Cyber. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Bandung Barat sedang gencar menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) untuk Anak Cabang. Akhir pekan ini baru selesai PKD dan Diklatsar di Pimpinan Anak Cabang Gunung Halu.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Bandung Barat, Cecep Nedi Sugilar mengatakan, kegiatan berlangsung dari Jumat (31/1) sampai Ahad (2/2) tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hikmah, Desa Tamanjaya.? ?

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bandung Barat Gencar Pelatihan Kader

Kegiatan tersebut, kata Cecep, diikuti 90 peserta PKD dan 30 peserta Diklatsar. “Mereka perwakilan dari anak Ranting/Rw se-Kecamatan Gununghalu,” katanya melalui pers rilis yang dikirim ke Mujahidin Cyber Ahad (2/2).

Mujahidin Cyber

Cecep menambahkan, pelatihan semacam ini sudah empat kali dilakukan di tingkat cabang, kemudian akan diwajibkan untuk setiap Pimpinan Anak Cabang, “Bulan Februari ini, insya Allah PAC Cipeundeuy,” kata ketua periode 2013- 2017 ini.

Mujahidin Cyber

Pada pembukaan, kata Cecep, hadir Ketua Majelis Musyawarah Cabang NU Kecamatan Gunung Halu KH Dadan M. Daud. Kiai Dadan menyampaikan kebanggaanya bahwa PC Ansor Bandung Barat menjadi nominator PC GP Ansor terbaik se-indonesia pada Harlah GP Ansor di Surabaya lalu.

Kemudian Kiai Dadan mengatakan, sudah saatnya pengkaderan mulai menyentuh grassroot karena merekalah yang akan berperang langsung dengan faham-faham baru yang menentang Islam Ahlussunah wal-Jamaah.

Kiai Dadan juga mengimbau anak-anak muda NU tersebut membentengi para kader di tingkat bawah dengan paham Aswaja An-Nahdiyah. “Jadikan PKD di PAC dengan peserta anak ranting ini sebagai momentum kebangkitan Ansor di Bandung Barat,” pinta Kiai Dadan.

Hadir pada pembukan Sekretari Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat Deni Ahmad Haidar dan H Ali Kurniawan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Humor Islam, Berita, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Senin, 08 Januari 2018

Pelajar NU Kota Tangerang Kembangkan Media Cetak dan Online

Tangerang, Mujahidin Cyber. Pelajar NU Kota Tangerang mengembangkan media cetak dan online untuk kalangan pelajar dan santri. Media ini diberi nama MAJAS (Media Pelajar dan Santri) Kota Tangerang yang diharapkan mampu memberikan informasi mengenai kegiatan pelajar dan santri di Kotanya serta sarana dakwah Ahlusunnah wal Jamaah di era teknologi.

“Kehadiran MAJAS merupakan sarana untuk menginformasikan kegiatan pelajar dan santri Kota Tangerang dan sarana menjaga paham Ahlusunnah wal Jamaah di arus Teknologi dan Globalisasi yang semakin canggih,” ujar Zulbiyadi Fadlan, Pemimpin Umum MAJAS Kota Tangerang juga Ketua PAC IPNU Neglasari Kota Tangerang, Selasa (17/11).

Pelajar NU Kota Tangerang Kembangkan Media Cetak dan Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Kota Tangerang Kembangkan Media Cetak dan Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Kota Tangerang Kembangkan Media Cetak dan Online

Sebelumnya Tim Redaksi MAJAS bertemu dan diberi arahan oleh Redaktur Mujahidin Cyber, Mahbib Khoiron dan Abdullah Alawi. Mereka berpesan untuk mengembangkan media baca dan tulis di era serba teknologi, saat bertemu Kantor Redaksi Mujahidin Cyber, Gedung PBNU lt. 5, Sabtu, 14 November 2015 lalu.

Mujahidin Cyber

Pimpinan Redaksi MAJAS Kota Tangerang, Ayu Dahlia juga menjelaskan,MAJAS berupaya membuat tampilan beritanya semenarik mungkin dan kedepannya akan menambah media-media lain seperti Tabloid dan Majalah.

Mujahidin Cyber

“Saat ini media yang dikembangkan baru Buletin, kedepannya Kami akan menambah media lain seperti Tabliod dan Majalah,” jelas Ayu.?

Siti Rosdiana selaku Redaktur MAJAS Kota Tangerang dan Pengurus PAC IPPNU Neglasari Kota Tangerang berharap, agar pelajar dan santri Kota Tangerang tumbuh jiwa baca dan tulis.?

“Kami juga akan memberikan pelatihan jurnalistik kepada pelajar dan santri dengan masuk ke sekolah dan pesantren di Kota Tangerang dengan menyosialisasikan MAJAS sebagai sarana dakwah Aswaja,” ujarnya.?

Saat ini Kantor Redaksi MAJAS berada di Kantor PCNU Kota Tangerang, Jl Mayjend Soetoyo No16, Komplek Alun-alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Humor Islam, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock