Minggu, 31 Desember 2017

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Jepara, Mujahidin Cyber. KH Ahmad Kholil, Rais Syuriah PCNU kabupaten Jepara meninggal dunia di RS Telogorejo Semarang, Kamis (4/9) malam. Pengasuh pesantren Al-Falah Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, itu wafat dalam usia 72 tahun.

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Dari Telogorejo jenazah dipulangkan pukul 11.00 wib sampai di kediamannya 00.30 WIB. Jum’at (5/9) pagi prosesi pemakaman jenazah. Dalam prosesi itu hadir ribuan jamaah memadati kompleks pesantren putra-putri.

Sederet ulama yang turut hadir diantaranya KH Asyhari Syamsuri, KH Asynawi, KH Abi Jamroh, KH Kamil Ahmad dan masih banyak lagi. Sejumlah pejabat juga hadir H Subroto Wakil Bupati Jepara, H Muhdi Kankemenag Jepara, Muhammad Zahid Kepala Dikpora Jepara, H Muhtarom Rektor Unisnu, H Hendro Martojo mantan Bupati Jepara dan sederet nama lain.

Mujahidin Cyber

H Ali Irfan Muhtar, ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara mengemukakan almarhum merupakan sosok yang rendah diri. Hal lain diuraikan Subroto. Menurut Wakil Bupati Jepara itu Kyai Kholil sosok yang bijaksana dan mempunyai etos kerja tinggi.

Mujahidin Cyber

Disamping itu, Subroto menyebut ia sosok panutan bagi siapapun. KH Kamil Ahmad, mewakili PCNU Jepara menambahkan, Kyai Kholil yang menjadi Rais Syuriah PCNU 3 periode itu pribadi tawaduk nan santun.

“Hari ini kita kehilangan tokoh tauladan,” paparnya saat memberikan ucap sambutan di aula pesantren putra.

Sementara itu, KH Makmun Abdullah Hadziq memberikan pesan kepada santri. Agar tetap ngremboko (eksis, red) pesantren harus tetap dihidupkan. Yang menghidupkan tambah pengasuh pesantren Balekambang itu adalah santri, alumni dan umat.

“Jangan sampai sepeninggal kyai, santri boyong. Pesantren harus tetap dilestarikan. Nyantrinya ditambah minimal 2 tahun. Kalo boyong dosa,” pesannya pada santri.

Almarhum dishalatkan 23 kali di pesantren dan Masjid Baitus Salam. Jenazahnya dikebumikan di makam Syaikhona desa Bakalan bersama nyai Hj. Halimah. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock