Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Di NTT Pawai Takbir Libatkan Semua Tokoh Agama

Kupang, Mujahidin Cyber



Pawai takbir yang akan dikumandangkan pada Senin malam oleh ? Badan Komunikasi Pemuda Remaja masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Kupang, akan dihadiri seluruh perwakilan lintas agama. Pasalnya, pawai takbir merupakan pesan moral dan mempererat kerukunan umat beragama yang ada di wilayah NTT.

Di NTT Pawai Takbir Libatkan Semua Tokoh Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Di NTT Pawai Takbir Libatkan Semua Tokoh Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Di NTT Pawai Takbir Libatkan Semua Tokoh Agama

Ketua BKPMRI Kota Kupang, H Sahrun Nurawi, kepada media dalam jumpa pers yang berlangsung pada Ahad (03/07), mengatakan pawai takbir yang diadakan oleh pemuda dan remaja masjid serta OKP Islam Kota Kupang, akan berlangsung secara serentak pada malam terakhir bulan suci Ramadhan.?

"Pawai takbir ini merupakan agenda rutinan bagi umat Islam Kota Kupang, dan Kegiatan ini melibatkan semua perwakilan tokoh agama dan tokoh pemuda se-Kota Kupang," katanya.

Kehadiran perwakilan tokoh agama, kata Nurawi, agar mempererat dan terus-menerus untuk memperkokoh toleransi antarsesama agama. Pawai takbir yang melibatkan seluruh perwakilan seluruh masjid se-Kota Kupang dengan tema Kupang Bertakb?r.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Pawai Takbir Sokan Taibang, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk mempererat tali silaturahmi antara satu dengan yang lain. Pawai juga diikuti oleh beberapa unsur pemuda antaranya, PC Ansor Kota Kupang, GMIT Kota Kupang, dan beberapa undangan lainnya serta majelis taalim Kota Kupang, instansi terkait Kota Kupang, dan diikuti 45 remaja masjid Kota Kupang.

Mujahidin Cyber

Dikatakan Sokan, pawai kali ini akan diikuti sebanyak 1,200 orang dengan rute titik keberangkatan di Mesjid Raya Nurusaadah Kota Kupang, Halte, Pasir panjang, Pulau Indah, Bundaran PU, Asrama Haji, Terminal Oepura, Kuanino dan terakhir kembali ke Masjid Raya Kota Kupang.

Ketua PHBI Kota Kupang Ambo Ana Mbojo, mengatakan pawai akan dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya dan Walikota Kupang Jonas Salean. Sementara shalat Id akan diadakan 10 titik sesuai dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. (Ajhar Jowe/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sunnah, Warta Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

Jakarta, Mujahidin Cyber - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan bahwa peristiwa gerhana matahari total jatuh pada Rabu pagi, 9 Maret 2016. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab Lembaga Falakiyah PBNU dengan menggunakan markaz Jakarta.

“Gerhana matahari total (GMT) insya Allah terjadi pada 9 Maret yang bertepatan dengan 29 Jumadil Ulam 1437 H,” kata Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH A Ghazali Masroeri.

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Maklumat Lembaga Falakiyah PBNU tentang Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016

Berdasarkan hisab lembaga ini, gerhana matahari total yang akan terlihat dari Indonesia terjadi dalam beberapa fase dengan Waktu Indonesia Barat.

Mujahidin Cyber

Fase pertama adalah awal gerhana matahari sebagian yang jatuh pada pukul 6:30. Sementara fase awal gerhana matahari total bertepatan pada pukul 7:22. Fase pertengahan gerhana matahari total berlangsung pada pukul 7:23. Sementara akhir gerhana matahari total jatuh pada jam 7:24. Sedangkan akhir gerhana matahari sebagian berlangsung pada jam 8:34.

Di luar daerah WIB gerhana matahari terjadi sesuai dengan waktu setempat. Menurut Lembaga Falakiyah PBNU, GMT akan melewati wilayah di Indonesia antara lain Palembang, Bangka Belitung, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate, dan Halmahera. Sedangkan wilayah Indonesia lainnya akan mengalami gerhana matahari sebagian.

LF PBNU mengajak umat Islam secara umum memanfaatkan momen ini untuk melakukan pengamatan, shalat gerhana, dzikir, kegiatan sosial, atau aktivitas kefalakiyahan lainnya.

Mujahidin Cyber

Gerhana matahari merupakan fenomena yang sangat langka terjadi. Dalam setahun fenomena gerhana matahari terjadi 2-5 kali. Fenomena ini bisa hanya disaksikan oleh warga di beberapa tempat di belahan bumi,” kata staf harian LF PBNU Khairurraji di Jakarta, Kamis (18/2) siang.

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang jika diamati dari bumi terlihat bulan menutupi matahari sehingga terjadi kontak yang disebut dengan gerhana matahari. Gerhana matahari akan terjadi pada saat ijtima (konjungsi) di mana bulan dan matahari berada pada salah satu titik simpul atau di dekatnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Meme Islam, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara?

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber. Kenapa kalangan santri begitu intensif dan berkomitmen kuat dalam membela bangsa dan negara? Pertanyaan tersebut dilontarkan oleh Wakil Sekjen PBNU KH Abdul Mun’im Dz, Rabu (22/2) dalam diskusi yang digelar Islam Nusantara Center, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.?

Mun’im mengutip potongan-potongan ayat dalam surat Al-Balad berbunyi, la uqsimu bihadzal balad, faqqur roqobah, au ith’amun. Maqrabah.

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Kaum Santri Begitu Kuat Bela Bangsa dan Negara?

“Makanya aneh jika ada yang mengharamkan nyanyi lagu padamu negeri, itu kan mereka tidak membaca surat ini. Allah saja bersumpah pada negeri, kok kita berjanji pada negara tidak boleh,” terang penulis buku Fragmen Sejarah NU ini.

Kemudian, lagu kebangsaan Shubbanul Wathan yang diciptakan oleh KH Wahab Chasbullah semakin memperkuat komitmen kebangsaan santri. Berisi seruan pembelaan terhadap tanah air dan ancaman jika ada yang berani mengganggu negeri Indonesia.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut, Kiai Mun’im menjelaskan kenapa NU begitu kuat memegang tradisi. Dalam Aswaja ada kaidah Al-’Adah Muhakkamah, sebagaimana juga dikutip dari Al-Imam asy-Syafi’i dalam Kitab al-Umm, Jilid 7, hal. 246 yang berbunyi, “Dalam setiap membangun komunitas muslim, di dalamnya selalu terdapat budaya yang telah mapan, maka hormatilah tradisi yang ? telah berjalan tersebut.”?

Oleh karen itu, sejak dulu para Wali dan ulama di Nusantara sudah paham betul dalam menyikapi tradisi yang kuat di wilayah penyebaran Islam. Para wali punya strategi dakwah menghormati budaya nasional, yaitu tadrij: bersifat gradual tidak instan, taklilut taklif: tidak memberatkan masyarakat, ‘adamul haraj: tidak mengancam siapapun.

Keakraban dengan tradisi lokal tersebut menjadi modal kuat perjuangan para ulama-ulama selanjutnya. Sehingga tidak heran jika para ulama mengajarkan kecintaan terhadap tanah air dan menolak segala bentuk penajajahan.

Mujahidin Cyber

“Artinya sanad perjuangan itu terus bersambung. Ini berkaitan dengan sanad tadi, Sanad itu perlu disambung, tidak hanya berhenti di Bung Karno. Bagaimana Islam Nusantara itu anti terhadap kolonialisme,” tukas Mun’im.

Untuk membuktikannya Kiai Mun’im menjelaskan garis besar sejarah ketersambungan sanad perjuangan itu. Ia menyebutkan bahwa Anti kolonialisme ini sudah dimulai sejak perjuangan awal para wali dan pejuang Islam abad ke 16 hingga abad ke-19 Pangeran Diponegoro. Kemudian dilanjutkan oleh para pasukkannya di mana Pesantren menjadi pusat perlawanan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Meme Islam, Pertandingan Mujahidin Cyber

Selasa, 16 Januari 2018

Memahami Aswaja ala NU

Oleh Ach Tirmidzi Munahwan*

Judul: Aswaja An-Nahdliyah, Ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah yang Berlaku di Lingkungan Nahdlatul Ulama

Penulis: Masyhudi Muchtar

Memahami Aswaja ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Aswaja ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Aswaja ala NU

Pengantar: Dr KH Ali Maschan Moesa, M.Si

Penerbit: Khalista Surabaya

Cetakan: I, Maret 2007

Tebal: vii+56 hal
Nahdlatul Ulama (NU) didirikan sebagai jamiyah diniyah al-ijtimaiyyah (organisasi keagamaan dan kemasyarakatan). Jamiyah ini dibentuk untuk menjadi wadah perjuangan para ulama dan para pengikutnya, yang di dalamnya memiliki konsep dan ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Mujahidin Cyber

Kamis, 11 Januari 2018

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran

Rembang, Mujahidin Cyber - Ribuan pelajar dan warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang menggelar aksi damai tolak penerapan Full Day School (FDS) yang tertera dalam Permendikbud No 23 tahun 2017, Rabu (30/8). Kebijakan yang ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dinilai menimbulkan keributan dalam sistem pendidikan sekarang ini.

Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Rembang Ahmad Faiq Bariklana mengatakan, kebijkan sekolah lima hari sekolah dianggap memberangus pendidikan madarasah diniyyah dan pondok pesantren. Kebijakan ini juga mengedepankan kepentingan sepihak dan menyampingkan pemebelajaran moral keagamaan.

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak FDS, Pelajar di Rembang Larut dalam Ribuan Demonstran

"Madarasah dan pondok pesantren terancam tutup akibat FDS ini, selain itu anak-anak tidak lagi berpikir pelajaran agama Islam karena lelah seharian belajar di sekolah. Seharusnya sudah menjadi tradisi NU kalau sore hari waktu untuk belajar agama," ungkapnya.

Dalam aksi penolakan sekolah lima hari ini, peserta berjalan dan mengumandangkan mars syubbanul wathon serta Shalawat Badar yang dimulai dari Gedung Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang di jalan Pemuda Rembang bersama-sama ke utara menyusuri Jalan Kartini kemudian berjalan ke arah timur menuju alun-alu Kota Rembang guna melakukan istighotsah bersama.

Mujahidin Cyber

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rembang KH Ahmad Sunarto mengatakan, PCNU Kabupaten Rembang menolak dengan tegas kebijakan Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang sekolah lima hari. Selain itu Bupati Rembang Abdul Hafid juga menolak akan kebijakan yang ditetapkan mentri pendidikan dan kebudayaan tersebut.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, pemberlakuan kebijakan itu lebih banyak mengandung mudarat daripada mashlahatnya. Dari sisi kultural kebijakan lima hari sekolah mengancam pendidikan karakter yang selama ini diajarkan di madarasah diniyyah. Selain itu kebijakan ini dilakukan sewenang- wenang dengan memaksakan kehendak menerapkan sekolah lima.

Dalam aksi itu, para pelajar dan warga nahdliyin bersama Bupati Kabupaten Rembang mendesak Mendikbud dan Presiden RI untuk segera mencabut Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari sekolah tersebut.

Aksi ini dilanjutkan dengan penandatanganan bersama atas penolakan kebijakan itu oleh banom NU dari Muslimat, Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, LP Maarif, Pagar Nusa, Banser, serta warga nahdliyin se-Kabupaten Rembang.

Turut hadir pada kesempatan itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz beserta wakilnya Bayu Andrianto, Ketua DPRD Rembang Majid Kamil, Ketua PCNU Rembang KH Ahmad Sunarto, Ketua PCNU Lasem. (Onji/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Sunnah Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai

Tangerang, Mujahidin Cyber. Dalam rangka menyambut hari lahir NU yang ke-88, Pengurus Ranting NU Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang menyelenggarakan nonton bareng film Sang Kiai di aula Kelurahan Binong pada Sabtu, (1/2) pukul 20.00 wib.

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai

“Pemutaran film ini dipilih karena menjadi sarana dakwah yang strategis dan inovatif dalam  mengenalkan lebih dekat dan meneladani perjuangan para ulama dan santri NU, khususnya di masa revolusi,” kata Mukhlisin, Sekretaris NU Binong kepada Mujahidin Cyber melalui pers rilis Ahad (2/2).

Sebelum pemutaran film Sang Kiai, acara diawali dengan tahlil bersama untuk mendoakan dan menghormati atas wafatnya Rois Syuriyah PBNU dan Ketua MUI Pusat DR KHM. A. Sahal Mahfudz yang dipimpin oleh ustad Ramdhani Alhafidz.

Mujahidin Cyber

Usai pemutaran film tersebut, pengurus Ranting NU Binong langsung mendapat permintaan untuk melakukan pemutaran film yang sama di salah satu masjid di kelurahan Binong.

“Kami sangat menyambut dan siap merealisasikan permintaan tersebut bahkan tanpa diminta juga kami sudah merencakan akan melakukan pemutaran film itu di beberapa pesantren di wilayah Curug ,” kata Mukhlisin.

Mujahidin Cyber

Hal itu, menurut dia, untuk mengenalkan dan menularkan semangat juang santri dalam membela bangsa dan agama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Sunnah Mujahidin Cyber

Kamis, 28 Desember 2017

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik

Jakarta, Mujahidin Cyber. Komite Persiapan Penegakan Syariah Islam (KPPSI) yang memiliki misi penegakan syariat Islam di Sulawesi Selatan yang sebelumnya murni gerakan keagamaan tampaknya telah mengalami dan cenderung bermutasi bahkan bermetamorfosis menjadi gerakan pragmatisme politik.

Demikian dituturkan oleh Andi Muawiyah Ramly, salah satu penulis buku “Demi Ayat Tuhan” dalam acara bedah buku di Hotel Acacia Jakarta, Sabtu. Hadir dalam acara tersebut Dekan Fak Syariah UIN Sunan Kalijaga Malik Madany, Sekjen KPPSI Aswar Hasan, Peneliti LP3ES Enceng Sobirin Nadj, dan Pengamat Intelejen Malik Haramain.

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik

Merespon keinginan KPPSI untuk meminta otonomi khusus di Sulsel sebagai strategi penegakan syariah Islam, telah dilakukan survey dikalangan Bupati, anggota DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menghasilkan 91,11 persen mendukung pelaksanaan syariat Islam. Namun tak semuanya setuju dengan ide formalisasinya.

Menurutnya, solidaritas, kehesitas sosial, dan fundamentalisme yang begitu kuat bersemangat di awal berdirinya, dengan sejumlah orang-orang miskin berekatologis mendukungnya, ada kecenderungan berubah menjadi organisasi elit yang kian berfikir dan berperilaku pragmatis untuk meraih mencapaian-capaian antara.

Dikatakan oleh mantan ketua LKKNU ini bahwa mutasi dan metamorfosis ini bisa jadi timbul akibat kontraversi wacana syariat Islam yang diusung jatuh ke dalam polemik publik yang melelahkan, disertai dengan tekanan-tekanan sosial politik. Pada akhirnya KPPSI segera menjadi gerakan mapan sebagaiman organisasi keagamaan lain dengan segenap kepentingan politik praktis yang tentu saja turut menyertainya.

Mujahidin Cyber

Salah satu ketua PKB ini juga mengkritisi beberapa Dokumen Inti Sari Syariat Islam yang menjadi pedoman dasar persiapan penegakan syariat Islam ini yang salah satunya menentukan bahwa pemimpin harus berasal dari Quraisy tanpa mempertimbangkan aspek nash, sosiologis maupun realitas yang ada. “Nanti hanya pak Alwi Syihab yang bisa menjadi pemimpin di Sulsel,” paparnya.

 

Mujahidin Cyber

Ia menjelaskan bahwa nabi sendiri berkata bahwa tidak ada bedanya antara orang Arab dan Ajam” Rasulullah sendiri pernah berkata “Perhatikanlah dan taatilah, meskipun saya mengangkat seorang budak Habsyi yang rambutnya seperti kismis menjadi pemimpinmu.

Rumusan tugas imam yang menyatakan dapat memerangi golongan lain demi dapat ditegakkan hak Allah atas mereka dinilainya cukup membahayakan dalam lingkup lokal maupun global dan dapat merusak tatanan kehidupan dunia yang damai.

Dijelaskannya bahwa dalam al Qur’an Allah berfirman “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”

Beberapa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Laskar Jundullah dalam memberantas kemaksiatan maupun beberapa pengeboman yang terbukti melibatkan para aktivits KPPSI telah menurunkan citranya dalam upaya menegakkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamiin.

Sementara itu, Enceng Sobirin menjelaskan gerakan-gerakan Islam fundamentalis yang menginginkan pelaksanaan syariat Islam di Indonesia akan terus bertahan di Indonesia baik untuk kepentingan politik maupun alasan ideologis. (mkf) 



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Sunnah, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian

Surabaya, Mujahidin Cyber 



Pengurus Lakpesdam NU Surabaya, M. Najih Arromadloni berpendapat, dari sekian banyak pengguna media sosial hanya sebagian kecil yang menciptakan konten. Sisanya konsumen. Ia menyampaikan hal itu saat menjadi moderator Pelatihan Dai Zaman Now yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Surabaya di Pena Room gedung Graha Pena Surabaya, Ahad pagi, (17/12) .

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian

Sekitar 100 peserta Pelatihan Dai Zaman Now tidak hanya mendengarkan ceramah dari para praktisi yang ahli di bidangnya. Mereka juga diajari dan langsung praktik membuat berbagai macam design meme untuk disebarluaskan di medsos.

Ketua Lakpesdam NU Surabaya Imam Syafii, ketika membuka kegiatan itu mengatakan bahwa para dai harus menyesuaikan perkembangan zaman dalam menyampaikan dakwahnya. 

Mereka juga harus mengetahui isu-isu kekinian dengan agar tidak ketinggalan dari jamaahnya. "Karena sekarang zamannya internet dan medsos, para dai juga harus melek internet dan medsos. Jika tidak, akan ditinggal jamaahnya," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Saat ini, menurut Imam, jumlah pengguna internet di Indonesia sangat besar. Dari 262 juta jumlah penduduk, ada 132,7 juta pengguna internet, 106 juta pengguna medsos, dan 92 juta pemakai ponsel aktif. 

"Para dai harus melihat realita ini sebagai medan dakwahnya yang baru sekaligus melengkapi diri mereka dengan keterampilan dan strategi yang tepat agar bisa berdakwah kepada warganet tersebut," papar Direktur Pemberitaan dan Produksi JTV ini.   

Sururi Arumbani, salah seorang pemateri, menerangkan bahwa berdakwah tidak harus berpidato atau berceramah di depan jamaah pengajian. Berdakwah juga bisa dengan cara lain yaitu berdakwa dengan cara menyebarkan meme atau nge-vlog di medsos. 

"Dakwah itu yang penting menyampaikan kebaikan (hasanah). Bukan menyebar kebencian terhadap orang lain," ujar Sururi. "Kalau semua pendakwah ingin ceramah di depan jamaah pengajian, nanti bisa rebutan panggung," sambung mantan Pemimpin Redaksi TV9 ini dengan nada guyon, sehingga membuat peserta workshop tertawa.

Mujahidin Cyber

Pembicara lainnya, Judy Djoko Wahyono memberikan sejumlah kiat agar para dai bisa tampil mempesona di depan jamaahnya melalui gesture dan suara. Termasuk para dai yang ingin nge-vlog atau membuat video ceramahnya untuk ditampilkan di medsos. 

"Para dai jangan hanya memikirkan what to say. Tapi juga how to say-nya," kata doktor sekaligus praktisi media yang suka dipanggil Bung Djoko ini.

Dia menegaskan ada dua faktor dalam berkomunikasi antara komunikator (pembicara) dengan komunikan (yang diajak bicara) yaitu faktor verbal dan non verbal. 

"Sekitar 80 persen keberhasilan berkomunikasi ditentukan faktor nonverbal. Pangaruh faktor verbal hanya 20 persen," jelas Direktur Radio El Bayu, Gresik, ini.

Faktor nonverbal itu, lanjut dia, di antaranya meliputi gestur dan vokal (suara). "Sementara suara terdiri dari unsur intonasi (naik turun), artikulasi (pelafalan), aksentuasi (penekanan), phrase, speed, pace (ketukan) dan power," ujarnya.

Narasumber lainnya, Arya Muhammad, mengatakan medsos sebagai media baru untuk berdakwah. Ini karena pengaruh media sosial yang sangat besar sekarang. Kalau dulu ada jargon mulutmu harimaumu. Sekarang ganti menjadi medsosmu harimaumu. "Sekarang ini, semuanya tergantung kepada apa yang disampaikan di medsos," kata Arya dari Santri Community Design.

Menurut Arya, dai dan calon dai zaman now harus melek medsos dan melek design. "Supaya mereka bisa melakukan dakwah bil lisan dan bil design," kata lulusan design grafis Universitas Negeri Malang ini.  Dia mengungkapkan, saat ini, konten dakwah di medsos dilakukan dengan menyebar meme sebanyak-banyaknya. "Mulai dari poster dakwah hingga quote ulama," tambah Arya.

 Arya mengajari peserta workshop bagaimana membuat berbagai design meme menarik dengan aplikasi corel. Mulai dari pilihan warna hingga font hurufnya. "Yang sederhana saja. Yang penting jelas. Jangan berbelit-belit," sarannya kepada peserta pelatihan yang kebanyakan mahasiswa dan sarjana tersebut.

Lakpesdam Sehari sebelumnya, di tempat dan waktu yang sama, sehari sebelumnya, mengadakan Workshop Jurnalistik dan Karya Tulis Ilmiah. Pesertanya 200 lebih siswa SMA dan mahasiswa. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Kajian Sunnah, Meme Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 14 Desember 2017

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember

Jember, Mujahidin Cyber

Para personel Banser Tanggap Bencana (Baga) Gerakan Pemuda Ansor Jember bahu-membahu bersama anggota TNI dan Polri melakukan sterilisasi pasca banjir dan longsor di Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Sabtu (28/01).

Tidak kurang dari 80 personel Bagana diturunkan. Sebelumnya, Pimpinan Cabang GP Ansor Jember HM.Ayub Junaidi dihubungi camat setempat yang meminta bantuan agar menurunkan personel Bagana untuk melakukan sterilisasi material longsor setinggi 20 meter dan menutup jalur irigasi di Dusun Rayap Desa Kemuning Lor.

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser, Polri, TNI Bahu-membahu Bantu Korban Longsor di Jember

Dalam aksi sosial tersebut tampak beberapa pengurus dari Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Jember, di antaranya Wakasatkorcab Banser Jember Alfin Kurnia Elfani, Kasetma Banser M. Sholeh Huddin, Kabiro Bagana Muhammad Lefand, dan Kabiro Logistik Moch. Rhasidy.

Mujahidin Cyber

"Bagana Jember akan selalu siap sedia memantau keadaan di lapangan, bahkan tak segan untuk turun langsung baik diminta ataupun tidak," kata Sekretaris PC GP Ansor Jember H Kholidi Zaini yang saat itu turun langsung memimpin jalannya aksi. (Red: Mahbib)

Mujahidin Cyber



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Doa Mujahidin Cyber

Rabu, 13 Desember 2017

NU Sulsel Ditantang Majukan Pendidikan NU

Makassar, Mujahidin Cyber. Pukul 14.00 (6/6/2013) Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud tiba di Makassar, dijemput langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel Iskandar Idy dan Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Ir Hj Majdah Agus Arifin Numang. 

NU Sulsel Ditantang Majukan Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel Ditantang Majukan Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel Ditantang Majukan Pendidikan NU

Setiba di kampus ia langsung diantar memasuki ruangan aula Universitas Islam Makassar yang sudah penuh diisi oleh para Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan, Pejabat UIM, para Ketua Lembaga, Lajnah, dan Banom PWNU Sulawesi Selatan.

Sebelum prosesi pelantikan pukul 15.00 di UIM, PWNU Sulsel menggelar diskusi dan masukan dari Sekjen untuk PWNU Sulsel, UIM, Lembaga, Lajnah, dan Banom PWNU Sulawesi Selatan. 

Mujahidin Cyber

Dalam arahannya Sekjen PBNU mengatakan, “PWNU Sulsel ditantang untuk berkonsentrasi memajukan pendidikan NU di Sulawesi Selatan dan memberikan masukan untuk setiap cabang NU Sulsel untuk mendirikan sekolah dan pesantren untuk mengembangkan paham Aswaja”.

Menanggapi arahan Sekjen PBNU, dalam sambutan Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel mengatakan dalam kurung waktu 3 hari akan membangun SMK NU dan membangun kantor baru PWNU Sulsel dilahan Kantor NU yang sekarang. 

Mujahidin Cyber

“Hal ini sebagai tanggung jawab amanah dari masyarakat Nahdliyin dan PCNU se-Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Andi Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, Kajian Islam, Sunnah Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Jakarta, Mujahidin Cyber



Kapolri Tito Karnavian bersama jajarannya melakukan kunjungan ke PBNU pada Kamis (18/8). Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi PBNU Kapolri Diskusikan HTI, FPI, sampai MTA

Dalam pertemuan yang berlangsung di lt 3 gedung PBNU ini, baik Tito maupun Kiai Said membicarakan berbagai persoalan kebangsaan, seperti terorisme dan radikalisme, narkotika, dan lain sebagainya.

Kiai Said menyampaikan persoalan adanya gerakan antinasionalisme Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sampai sekarang masih bergerak dengan bebas. Gerakan tersebut saat ini masih kecil dan lemah, tetapi jika tidak diantisipasi lebih dini bisa mengancam keutuhan bangsa.

Mengenai Front Pembela Islam (FPI), Kiai Said menyampaikan bahwa gerakan ini bukan gerakan Wahabi atau ingin mendirikan negara Islam, tetapi misinya ingin menegakkan amar makruf nahi mungkar. Sayangnya apa yang dilakukan tidak terkoordinasi dengan aparat keamanan.



Mujahidin Cyber

"Jadinya malah merusak citra Islam yang damai," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Tito meminta pandangan PBNU tentang Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) yang baru-baru ini bertemu dengannya. Ia meminta penjelasan tentang kasus antara Banser dan MTA baru-baru ini di Boyolali.

Kiai Said menjelaskan, ajaran MTA banyak yang membidah-bidahkan amaliah NU, salah satunya mengharamkan tahlil. "Berbeda itu biasa, tetapi kalau sampai menyalah-nyalahkan amaliah orang lain, itu yang tidak benar," paparnya.

Mujahidin Cyber

Robikin MH, salah satu ketua PBNU memberikan penjelasan tambahan mengenai kasus di Boyolali. Kelompok MTA sebelumnya sudah diingatkan untuk tidak membikin provokasi di lingkungan warga NU, tetapi mereka tetap memaksa. Yang dilakukan Banser hanya upaya penghadangan saja, sampai akhirnya terjadi bentrokan kecil.?

Kiai Said menekankan, NU dari dulu sudah terlibat dalam banyak program pembangunan pemerintah. Tanpa diminta, para kiai NU sudah membimbing masyarakat. Ia mencontohkan kesuksesan program KB salah satunya berkat dukungan para kiai NU yang menjelaskan bahwa mengatur kelahiran tidak haram dalam Islam.

Kepada Tito, Kiai Said juga siap membantu program pemerintah seperti pentingnya membangun kesadaran hukum dengan melibatkan Ansor, Banser, dan Pagar Nusa. NU saat ini juga sedang membikin buku Fikih Bela Negara. MoU kerjasama tersebut akan dibuat dalam waktu dekat seusai pertemuan ini. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Warta Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur

Bantul, Mujahidin Cyber. Korp Dakwah Mahasiswa (Kodama) Yogyakarta mengadakan ngaji sehari pemikiran Gus Dur, Ahad (28/6). Bekerja sama dengan Gusdurian Yogyakarta, Kodama yang terdiri atas para santri Al-Munawir dan Ali Maksum Krapyak ini mengkaji biografi, pemikiran dan warisan pemikiran Gus Dur baik soal pesantren, NU, maupun negara.

"Selama satu hari untuk mengisi kegiatan Ramadhan, Kodama mengisi acara dengan mengkaji pemikiran Gus Dur, dengan diikuti oleh anggota Kodama. Semoga adanya kegiatan ini, kita bisa menggali lebih jauh pemikiran-pemikiran Gus Dur," kata Jamil, aktivis senior Kodama saat memberikan sambutan pembukaan.

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur

Ia juga berharap jaringan Gusdurian Yogyakarta bisa berbagi atas pemikiran-pemikiran Gus Dur. Para peserta yang berjumlah 18 orang ini antusias mengikuti kegiatan yang dinamai Tadarus Gus Dur.

Mujahidin Cyber

Hafidz, salah satu peserta menanggapi atas penjelasan fasilitator saat sesi pengenalan biografi Gus Dur dan perjalanan intelektual Gus Dur. "Terkait visi dan visi, apakah pernah Gus Dur mengungkapkan visi dan misinya atas pemikiran-pemikirannya?" tanya Hafidz.

Mujahidin Cyber

"Secara langsung, Gus Dur belum pernah mengungkapkan visi-misinya atas apa yang diperjuangkan. Yang merangkum atas nilai-nilai perjuangan Gus Dur adalah kerabat, murid, dan keluarganya," kata Ubaidillah Fatawi, fasilitator yang menanggapi pertanyaan peserta.

Rifqi Fairus, koordinator Tadarus Gus Dur juga mengungkapkan, sebagai santri harus sadar atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat sekitar di luar pesantren.

"Karena Gus Dur lahir dari pesantren, dia juga santri pesantren. Bahkan pesantren menjadi basis perjuangan Gus Dur di segala bidang, hingga menjadi presiden," tandas Fairuz. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Khutbah, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme

Jakarta, Mujahidin Cyber. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengharapkan Islam yang moderat di Indonesia yang menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perlu dijaga.

"Indonesia juga perlu konsiten menjaga sistem moderasi karena kalau sampai lengah dapat menyebabkan ekstremisme. Tidak ada yang menginginkan ini terjadi," kata Susi dalam Forum Perdamaian Dunia (World Peace Forum/WPF) ke-6 di Jakarta, Kamis (3/11).

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Menteri Susi Bicara Islam Moderat dan Ekstremisme

Dia menilai Indonesia, yang lebih dari 80 persen penduduknya beragama Islam, terbukti mengakomodasi perbedaan dengan baik.

"Ini adalah tugas kita bersama meyakinkan bahwa tidak ada yang menganggu, mengacaukan, memengaruhi atau memicu ancaman terhadap perdamaian dan kemoderatan. Ekstremisme tidak boleh tumbuh di negeri ini," tegas Susi.

Mujahidin Cyber

Indonesia juga wajib mempromosikan kemoderatan sekaligus mendukung setiap negara menjalankan kedaulatan dalam menyejahterakan rakyatnya, mengingat salah satu ancaman ekstremisme muncul akibat kondisi ekonomi yang buruk seperti pada negara yang gagal menyediakan kebutuhan dasar warganya.

Susi berpesan, setiap negara bangsa harus mampu menjaga komunikasi untuk bekerja sama mengentaskan kemiskinan dan membangun pondasi ekonomi dunia.

"Kalau saling menghargai dan toleransi terjadi, negara dapat menyejahterakan keluarga dan menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda untuk memahami perbedaan dan belajar toleransi," kata Susi. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sunnah, Kiai Mujahidin Cyber

Kamis, 30 November 2017

Ansor Targetkan Enam Juta Kader Aktif

Lombok, Mujahidin Cyber. Ansor saat ini secara nasional menargetkan 6 juta kader aktif untuk lima tahun ke depan. Dengan memulai dari sekarang, Pimpinan Pusat gencar mendorong kepada Cabang maupun Wilayah se Indonesia agar target tersebut dapat terwujud berbasis data yang jelas seperti nomor kontak dan alamat lengkap kader.  

Hal ini disampaikan oleh Risqon Syah, wakil Sekjen PP GP Ansor kepada Mujahidin Cyber disela-sela Pelatihan Kader Dasar (PKD)dan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Sabtu 23/05 di pesantren Darul Quran Bengkel Lombok Barat.

Ansor Targetkan Enam Juta Kader Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Targetkan Enam Juta Kader Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Targetkan Enam Juta Kader Aktif

Istilah kepemimpinan dalam pelatihan Ansor ini bertujuan untuk melatih dan mencetak pemimpin, baik pemimpin Ansor, NU ke depan secara organisasi dan pemimpinan daerah maupun nasional ke depan.

Mujahidin Cyber

Selain itu, Ansor di tingkat pusat sedang merevitalisasi kegiatan Ansor untuk membuat kader-kader tangguh dan mendorong kepada Pimpinan Wilayah yang ada di tingkat Propinsi dan Pimpinan Cabang yang ada di tingkat Kabupaten/kota se Indonesia untuk membentuk Rijalul Ansor yang akan mempertahankan tradisi-tradisi Ahlussunah wal Jamaah seperti tahlilan, srakalan, maulidan dan tradisi-tradisi NU lainnya.

Mujahidin Cyber

Rijalul Ansor nanti akan melakukan kegiatan di masjid-masjid agung kabupaten/kota setempat dengan mengumpulkan 200-300 anggota maupun kader Ansor. Sumber peserta ini akan disupport oleh Ranting-Ranting Ansor yang ada di kecamatan maupun desa/kelurahan.

Ini semua menjadi upaya Ansor secara nasional untuk membantu dakwah dan kemajuan bagi NU itu sendiri.

Ia menambahkan, Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok yang menjadi pulau seribu masjid harus diisi oleh kegiatan-kegiatan keagamaan ala NU agar masjid yang ada tidak vakum dan tidak diambil oleh kelompok-kelompok garis keras yang berpotensi melahirkan terorisme.

Ini penting dan cara inilah Ansor menjaga eksistensi Pancasila dan komitmen memepertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Dan kami dari Pimpinan Pusat Ansor akan memantau dan monitoring dari Jakarta melalui Wilayah dan Cabang yang ada,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Lombok Barat Mujahid Ahmad mengaku siap mempertahankan tradisi-tradisi yang dimaksud oleh Pimpinan Pusat. “Karena saat ini sudah kami lakukan hanya saja memang belum terbentuk Rijalul Ansor secara formal,” tandasnya.

“Tapi yang jelas, menjadi tanggung jawab kami saat ini adalah bagaimana membentuk Ranting-Ranting di tingkat desa/kelurahan. Dan dalam waktu dekat setelah kegiatan PKD ini kami akan membentuk dan menajalankan aman organisasi tersebut,” janjinya. (hadi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Hikmah Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

Obama Harus Lepas Sepatu di Istiqlal

Jakarta, Mujahidin Cyber. Presiden AS Barack Obama harus melepas sepatu ketika masuk Masjid Istiqlal. Pernyataan ini sekaligus menjawab munculnya rumor bahwa Obama akan masuk Istiqlal dengan tetap mengenakan sepatu.  Sebetulnya Istiqlal sudah biasa menerima tamu negara. Karena itu, segala persiapan penyambutan seperti karpet merah dan lainnya sudah disiapkan.

“Bahkan, sarana penyambutan seperti itu sudah siap digunakan kapan pun ketika ada tamu negara yang datang ke Istiqlal. Hanya saja seperti tamu-tamu lain, Obama juga harus melepas sepatunya. Malahan Istiqlal sekarang ini batas sucinya sudah sampai depan teras, luar sana,”tandas Mubarok selaku Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal pada wartawan di Jakarta, Selasa (9/11).

Obama Harus Lepas Sepatu di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Harus Lepas Sepatu di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Harus Lepas Sepatu di Istiqlal

Yang jelas katanya, Istiqlal ini sudah sering menerima tamu kepala-kepala negara. “Mereka semua ikut aturan kami, Kalau soal karpet merah dan lainnya, tentu Istiqlal sudah menyiapkan. Kami sudah pasang permanen di pintu VVIP karena memang tamu kehormatan yang datang ke sini tidak sedikit. Paling kalau warnanya sudah rada pudar, kami ganti yang baru,”ujar Mubarok.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, jika dilihat sepintas, Istiqlal seolah tidak mengadakan persiapan apa pun terkait kedatangan Obama. Namun, Mubarok menegaskan, untuk standar pelayanan dan persiapan penyambutan tamu negara, Istiqlal telah lebih dahulu siap ketimbang lokasi-lokasi lain.

Mujahidin Cyber

"Soal nantinya Obama mau diajak ke mana, sudah kami siapkan. Terus juga ada cindera mata dan sebagainya, termasuk melihat beduk raksasa Istiqlal.. Jadi Istiqlal telah siap kapan pun tamu datang. Setelah Obama ke sini nanti, sorenya juga datang rombongan kenegaraan dari Austria. Mereka bahkan lebih banyak,"katanya. (amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Sunnah Mujahidin Cyber

Kamis, 16 November 2017

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris

Tasikmalaya, Mujahidin Cyber

Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari Kota Tasikmalaya KH Cecep Ridwan Bustomi berpesan kepada para alumni dan santri untuk tidak terbujuk atas maraknya terorisme yang mengatasnamakan Islam. Pasalnya, sudah jelas segala bentuk perusakan di bumi ini tidak disukai Allah SWT.

KH Cecep Bustomi menyampaikan hal itu dalam peringatan haul ke-48 pendiri NU di Tasikmalaya, Almarhum KH Bustomi, sekaligus peringatan hari lahir ke-96 Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kamis (14/7) malam.

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri dan Alumni Diimbau Tak Terbujuk Gerakan Teroris

Cecep berharap tidak ada alumni dan santri yang bertentangan dengan haluan Negara. Bagi pesantren, ujarnya, yang terpenting damai dan seandainya ada yang mengajak masuk organisasi yang sudah jelas menjurus hal di luar ketentuan Negara, maka segera lapor ke pesantren atau kepolisian. "Terpenting mengamalkan ilmu. Meski sedikit tapi bermanfaat," ucapnya.

Mujahidin Cyber

Haul dan Milad dihadiri ribuan santri dan alumni dari berbagai kota di Jawa Barat dan luar Jawa. Termasuk para pejabat setempat seperti Bupati Ciamis Iing Syam Arifin, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Ketua PCNU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya, ketua alumni Pesantren Bahrul Ulum yang juga Ketua Forum Sikaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Tasikmalaya KH Nono Nurul Hidayat, mantan Kepala Kemenag Kabupaten Tasikmalaya H Adang Ismail, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Arief Fajarudin beserta Wakapolres, serta Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya Haris Sanjaya.

Cecep juga menyinggung soal kasus penghinaan melalui media sosial Facebook kepada Pesantren Bahrul Ulum oleh oknum ormas Islam radikal yang menyatakan bahwa pesantren yang berdiri tahun 1920 itu membiarkan peredaran miras di Tasikmalaya. Hal ini, kata Cecep, pihaknya maklumi dan maafkan. Namun proses hukum harus terus berlanjut.

Mujahidin Cyber

"Maka mumpung ada Kapolres di sini, jangan sampai santri dan alumni yang bergerak menangkap oknum ormas itu. Silakan tegakkan hukum karena menghina apalagi fitnah meski di media sosial ada undang-undangnya," tutur Cecep.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Arief Faharudin yang saat itu hadir menjamin proses hukum terus berlanjut dan saat ini sedang menunggu keterangan ahli dari ahli bahasa terkait pendiskreditan oknum ormas yang suka melakukan swiping diberbagai kota. (Nurjani/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Sunnah, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Kamis, 21 September 2017

Di Hadapan Manaker RI, Bupati Bondowoso Minta PMII Lebih Kreatif

Bondowoso, Mujahidin Cyber 

Bupati Bondowo, Amin Said Husni meminta Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( IKA PMII)  untuk lebih kreatif dan lebih progresif mengisi setiap roh kehidupan dan memanggil bakti dari alumni pergerakan. 

Hal ini disampaikannya saat pengukuhan IKA PMII Bondowoso, Jumat (2/6) di pendopo kabupaten setempat yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI yang juga Sekjen PB IKA PMII, Muhammad Hanif Dhakiri

Di Hadapan Manaker RI,  Bupati Bondowoso Minta PMII Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Hadapan Manaker RI, Bupati Bondowoso Minta PMII Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Hadapan Manaker RI, Bupati Bondowoso Minta PMII Lebih Kreatif

“ Alumni PMII saat ini sudah banyak tersebar masyarakat, dan paling besar itu ada di jalur edukatif . Namun tidak sedikit yang berada di jalur legeslatif menjadi anggota DPRD. Bahkan ada yang menjadi kepala desa,” bebernya.

Para alumni ini, lanjut Amin Said yang juga Ketua IKA PMII Jawa Timur, harus terus meningkatkan kualitas dan profesionalitasnya. Hal ini dikarenakan, tantangan yang akan dihadapi semakin berat. Dan hal ini menuntut kiprah dan khidmat Alumni PMII sebagaimana slogannya Ilmu dan Bhakti Kuberikan

" Untuk mewujudkan masyarakat yang dicita-citakan ini,  menuntut khidmat sahabat-sahabat pergerakan sebagaimana tujuan perjuangan bangsa yang jaya,  Islam yang benar," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI,  Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, bahwa saat ini negara Indonesia masih terus menghadapi ujian dan juga tantangan, Salah satu ujian yang mencuat adalah menyangkut soal tatakelola kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.” Kita hidup dalam sebuah negara yang plural, hidup dalam sebuah negara yang majemuk yang semestinya kita sudah selesai bagi sebuah bangsa,”ujarnya. 

Namun lanjut Hanif, hari-hari ini orang lebih suka memperbincangkan yang tidak penting bagi bangsa dan Negara. Jadi semua hal dipertanyakan, semua hal diperbincangkan, semua hal diomongkan bahkan hal yang semestinya seharus selesai juga masih diomongkan sehingga memancing perdepatan.

"Kalau seperti ini, kita rindu pada Rhoma Irama dengan lagunya Stop Perdebatan," kata Sekjen PB IKA PMII, sambil melantunkan syair raja dangdut tersebut. ( Ade nurwahyudi / Muslim Abdurahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Hadits, Sunnah, RMI NU Mujahidin Cyber

Rabu, 26 Juli 2017

Malam Kebudayaan Ansor di Aceh Meriah

Banda Aceh, Mujahidin Cyber. Pelaksanaan Malam Kebudayaan Ansor yang digelar Jumat (14/6) kemarin di Hotel Hermes Palace berlangsung meriah. Sejumlah atraksi budaya yang berisikan pesan-pesan moral dan agama dikemas dalam sebuah panggung yang menghibur.

Malam Kebudayaan Ansor di Aceh Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Kebudayaan Ansor di Aceh Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Kebudayaan Ansor di Aceh Meriah

Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aceh Zulfikar Djamaluddin yang juga panitia acara tersebut menerangkan, kegiatan itu dilakukan untuk merefleksi masalah-masalah social yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Aceh. Hanya saja, penyampaian pesan-pesan moral dan agama itu tidak disampaikan dalam bentuk seminar atau pidato-pidato politik.

"Biar tidak bosan, kita kemas dalam bentuk panggung budaya. Ada penampilan puisi dan syair, barongsai, hiphop, Saman, Zikir dan Shalawat, pertunjukan ilusi, serta beberapa lainnya," jelas Zulfikar.

Mujahidin Cyber

"Ini salah satu bukti betapa Aceh merupakan daerah yang kaya dengan khazanah budaya," sambungnya lagi.

Kekayaan khazanah budaya Aceh sambung Samsul B Ibrahim, Ketua GP Ansor Aceh, acap kali dilihat dalam konteks mikro. Budaya tidak dilihat sebagai modal pembangunan Aceh dalam konteks makro. Padahal di beberapa daerah lain seperti di Bali, masyarakat dapat menggantungkan hidupnya dengan nilai-nilai budaya. Pada faktanya, sector pariwisata Bali tidak dapat berdiri sendiri tanpa penguatan nilai-nilai budaya yang membuat Bali kian unik.

Mujahidin Cyber

Aceh sebagai salah satu wilayah yang otonom harusnya bisa lebih baik dari daerah lainnya. Sayangnya acap kali, masyarakat Aceh mengenyampingkan nilai-nilai budaya. Samsul menyebutkan, tradisi mengucapkan salam di antara sesama masyarakat sudah terdegradasi. 

"Mungkin ada yang melihat salam itu sebagai hal kecil. Padahal itu unik. Mungkin itu dapat menjadi salah satu ikon wisata religi kita berkaitan dengan adanya pesta wisata baik Banda Aceh Visit Years maupun Aceh Visit Years 2013 yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Aceh," katanya.

"Ini modal. Nggak boleh disepelekan. Jadi mari kita gerakkan kembali gerakan kebudayaan di Aceh," pintanya menyambung pembicaraan.

Pernyataan Samsul dibenarkan oleh Wakil Bendahara PP Ansor, Faisal Ali Hasyim yang datang mewakili ketua PP Ansor Nusron Wahid. Gerakan kebudayaan katanya memiliki peran yang cukup besar untuk mengoptimalkan pembangunan. 

Dia berharap, Ansor sebagai salah satu elemen masyarakat di Aceh dapat berkontribusi lebih banyak di setiap tahapan pembangunan. "Ansor Pusat akan selalu mendukung kerja-kerja Ansor wilayah," ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali yang menjadi tamu khusus dalam acara itu juga mengakui masyarakat Aceh begitu mudah melupakan budaya lokal. Ironisnya di lain sisi, masyarakat justru lebih terbuka dengan budaya-budaya asing. Dalam keseharian, aktifitas social antara warga sudah menurun. Masyarakat Aceh sudah menjadi komunitas warga yang sangat individualistis.

"Anak-anak sudah lupa pada bulukat kuah tuhe karena sudah ada pizza hut, halua bertukar Mc Donald, geukarah berganti KFC dan lainnya," itu contoh lainnya sebut Faisal yang juga Wakil Ketua MPU Aceh.

Malam kebudayaan Ansor dihadiri sekitar 250 tamu undangan yang merupakan representasi Pemerintah Aceh, Anggota DPR Aceh Hj Nurleila, Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Saadudin Djamal, Rektor Unsyiah Prof DR Samsul Rizal, representasi pemerintah Aceh Besar, kalangan politisi, musisi Aceh Rafli, budayawan Aceh Ayi Sarjev, dan sejumlah organisasi serta komunitas kepemudaan.

Redaktur: A, Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pesantren, Sunnah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

GP Ansor Way Kanan Canangkan “Ansor Digdaya”

Way Kanan, Mujahidin Cyber

Pendidikan bukan peristiwa semacam transfer uang dengan nominal tertentu antar rekening. Pendidikan adalah proses pendampingan bagi anak-anak untuk berani melakukan pencarian agar menjadi pribadi tangguh. Demikian disampaikan Ketua PC GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (27/4).

"Ansor Way Kanan mempunyai program Digdaya yang merupakan singkatan dari Mendidik Generasi, Memberdayakan Masyarakat. BPUN adalah pelaksanaan Ansor Digdaya. Kami berkomitmen mendorong pelajar kurang mampu secara finansial, namun mampu secara intelektual untuk bisa memasuki Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SBMPTN," ujar Gatot lagi.

GP Ansor Way Kanan Canangkan “Ansor Digdaya” (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Way Kanan Canangkan “Ansor Digdaya” (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Way Kanan Canangkan “Ansor Digdaya”

BPUN Way Kanan 2016 diberi tema "Bakti Ansor untuk Way Kanan dan Indonesia". Hal tersebut, ujar Gatot yang juga Manajer BPUN Way Kanan itu, merupakan cara memperingati hari lahir ke-82 GP Ansor tahun dan hari ulang tahun Way Kanan ke 17 tahun.

"Kegagalan menutup mata dari persoalan kemanusiaan adalah hal membahagiakan. Tapi itulah sikap yang harus Ansor ambil sebagai organisasi pemuda Nahlatul Ulama," katanya.

Mujahidin Cyber

Sebagai organisasi yang memiliki arti penolong, imbuh Gatot, Ansor tidak akan memicingkan mata terhadap persoalan kemanusiaan dan kesetaraan. "Pendidikan adalah investasi kemanusiaan. Pendidikan adalah kata kunci regenerasi suatu bangsa, dan anak-anak muda berprestasi namun kurang mampu juga berhak mengenyam pendidikan lebih tinggi," kata dia lagi.

Penyelenggaraan BPUN Way Kanan 2016 digelar di Pesantren Assiddiqiyah 11, Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan. Diikuti 19 pelajar dari sejumlah sekolah yang berada di tiga kabupaten di Provinsi Lampung, yakni Way Kanan, Lampung Utara, dan Bandar Lampung.

"Ada sekitar enam puluh peserta yang mendaftarkan diri baik online maupun offline. Namun yang memiliki kemauan keras, bermental baja dan berani dikarantina satu bulan penuh hanya sembilan belas orang. Artinya, mereka telah menyeleksi diri mereka untuk menjadi hebat. Karena itu, Ansor berkomitmen memfasilitasi mereka untuk bisa Digdaya dalam tempaan satu bulan," demikian Gatot Arifianto. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, Sunnah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Kamis, 18 Mei 2017

Pelajar NU Tulangan Sidoarjo Adakan Pelatihan MC

Sidoarjo, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengadakan pelatihan Master of Ceremony (MC) atau Host atau Pembawa Acara di Kantor Kepala Desa Tlasih Tulangan Sidoarjo, Ahad (1/11).

"Pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas dan skill IPNU-IPPNU se-Kecamatan Tulangan dalam bidang MC. Karena kita ketahui, MC sangat diperlukan dalam berbagai acara, baik tingkat formal, semi formal, dan non formal," kata Ketua PAC IPNU Tulangan Muhammad Fauzi.

Pelajar NU Tulangan Sidoarjo Adakan Pelatihan MC (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Tulangan Sidoarjo Adakan Pelatihan MC (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Tulangan Sidoarjo Adakan Pelatihan MC

Pelatihan yang mengambil tema ‘Pemberdayaan Kader yang Intelektual, Percaya Diri dan Kreatif dalam Berkomunikasi sebagai Pengawal Kaderisasi IPNU-IPPNU’  itu diharapkan bisa menjadi bekal ilmu dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam ranah komunikasi.

Mujahidin Cyber

"Semoga dengan adanya pelatihan ini dapat melahirkan kader MC yang utama, berkualitas sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas, semoga kader IPNU-IPPNU dapat menerapkan dan mengaplikasikannya dengan baik dan benar," harap Fauzi.

Mujahidin Cyber

Dalam pelatihan tersebut, sekitar 80 peserta mendapatkan materi MC dari Yuliastutik salah satu presenter TV9 Nusantara Surabaya. Para peserta mendapatkan materi seputar MC formal, MC non formal, MC 3 bahasa (Bahasa Inggris, Indonesi dan Arab), siaran radio, ujian teori dan praktik. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, News Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock