Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator

Bekasi, Mujahidin Cyber

Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi sepakat menjalin kerjasama dengan PT  Berca Schindler Lifts (BSL) untuk menyelenggarakan program pemagangan kerja (Apprentice Program). Kerja sama bertujuan menyiapkan tenaga kerja kompeten di bidang lift dan eskalator melalui pelaksanaan pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja.

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator (Sumber Gambar : Nu Online)
BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator (Sumber Gambar : Nu Online)

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator

Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini dilakukan Kepala BBPLK Bekasi, Helmiaty Basri dengan Presiden Direktur PT BSL Phua Yin Liang Willis  dan disaksikan oleh Sekretaris  Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Kunjung Masehat  di kantor BBPLK Bekasi, pada Senin (9/10).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini  merupakan langkah nyata antara pemerintah dengan dunia industri untuk menciptakan tenaga kerja terampil serta penyerapan tenaga kerja di dunia industri,” kata Kunjung Masehat.

Kerjasama pelatihan ini akan memberikan program magang mencakup pelatihan berbasis kerja, kurikulum dan sertifikasi dan pengembangan karier. Para peserta magang akan mengikuti pelatihan keterampilan yang relevan dan khusus dibutuhkan di industri lift dan eskalator.

Keterampilan yang dipelajari  meliputi aspek instalasi, pemeliharaan dan perbaikan lift dan eskalator. Peserta juga bisa memperoleh kesempatan kerja di seluruh bisnis Schindler.

Mujahidin Cyber

“Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan berlanjut setiap tahun serta PT. Berca Schindler Lifts dapat melakukan rekrutmen karyawan yang lebih banyak melalui program pelatihan ini,” kata Kunjung.

Kunjung mengatakan melalui program pelatihan antara BBPLK-BSL, para peserta akan dilatih sesuai dengan pengetahuan yang sebenarnya dan dalam metode dunia kerja yang modern. Hal ini dilaksanakan untuk mensinkronkan teknologi antara materi pelatihan dengan dunia kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kunjung mengatakan, Kemnaker memberikan apresiasi PT BSL dan perusahaan-perusahaan swasta lainnya  yang telah  ikut peran serta dan peduli dalam upaya penyiapan tenaga kerja terampil.

“Untuk  meningkatkan produktivitas tenaga kerja yang kompeten, maka perlu dilakukan kerjasama, koordinasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan terkait pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja," kata Kunjung.

Mujahidin Cyber

Kunjung mengatakan melalui Schindler-BLK Apprentice Program ini  para peserta dapat menjalani program pelatihan dua tahun yang terdiri dari rangkaian pelatihan yang dilakukan di BLK, pelatihan On The Job Training (OJT) yang   diatur oleh PT. BSL.

“Setelah menyelesaikan program pelatihan magang  ini, para peserta harus mencapai persyaratan akademik yang ditetapkan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) dan persyaratan kerja standar yang ditetapkan PT. BSL untuk memenuhi syarat kontrak kerja dengan masa percobaan satu tahun dengan PT. BSL,” ujar Kunjung.

Sementara itu, Presiden Direktur PT BSL Phua Yin Liang Willis menambahkan program magang gabungan ini bersama BBPLK Bekasi ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah karyawan muda berbakat di bidang teknis industri lift.

“Kerjasama ini juga diharapkan akan bisa membantu para pebisnis di industri lift dan escalator untuk meningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sesuai dengan standar industri,” kata Phua. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Kajian Islam, Pendidikan Mujahidin Cyber

Minggu, 18 Februari 2018

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk

Sumenep, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Pragaan Kabupaten Sumenep terus mengepakkan sayapnya dalam menjalankan ragam program kerja. Salah satunya, rutin menggemakan zikir dan shalawat di desa-desa.

Program tersebut ditangani Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor Pragaan. Terbaru, mereka menggemakan shalawat di Balai Desa Karduluk, Pragaan, Sunenep, Jumat (13/1) siang.

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk

Acara tersebut melibatkan Pimpinan Cabang GP Ansor Sumenep, MDS Rijalul Ansor Sumenep, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Sumenep, Pimpinan Ranting GP Ansor sse-Pragaan, dan Satkoryon Banser Pragaan.

Selain berzikir dan bershalawat, GP Ansor Sumenep juga mengetengahkan diskusi keagamaan dan kebangsaan. Terdapat dua pembicara, yaitu sahabat Abdul Wasid, M.Pd selaku Sekretaris PC GP Ansor Sumenep dan sahabat Ahmad Rasidi, S.Pd yang kini mengemban amanah sebagai Bendahara PC GP Ansor Sumenep.

Kegiatan yang dihadiri perangkat dan tokoh desa setempat tersebut berlangsung khidmah. Tak seorang pun beranjak pulang sebelum acara selesai.

Mujahidin Cyber

"Ini tradisi baru, yaitu menggemakan zikir dan shalawat di balai-balai desa. Kita Ansorkan masyarakat beserta perangkat desa melalui penguatan zikir dan shalat beserta diskusi keagamaan dan kebangsann," tukas Ketua GP Ansor Pragaan Moh Qudsi. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber RMI NU Mujahidin Cyber

Senin, 12 Februari 2018

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Air yang dihirup ke dalam hidung saat berwudhu, dihembuskan kembali. Doa ini dibaca sesaat sebelum pengembusan air dari hidung. Doa ini dibaca dengan harapan air membawa kotoran, setan, dan penyakit yang bersarang di dalam hidung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika min rawâ’ihin nâri wa min sû’id dâri

Mujahidin Cyber

Artinya, “Hai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan dari kejahatan neraka itu sendiri,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Humor Islam, Cerita Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Jakarta, Mujahidin Cyber - Panitia Hari Santri 2016 bersama para juri kompetisi film pendek dokumenter menyeleksi 42 karya yang memenuhi kriteria yang dibuat panitia. Para juri setelah menonton film berkali-kali akhirnya memilih empat karya yang layak menyandang juara.

“Sebenarnya ada 57 karya kiriman peserta. Hanya saja dari 57 itu, yang masuk kriteria hanya 42 karya. Yang lain tidak masuk karena tidak menandatangani surat pernyataan,” kata Hamzah Sahal, salah seorang panitia yang menangani kompetisi film pendek dokumenter saat penyeleksian berlangsung di Kantor Mujahidin Cyber, Gedung PBNU Lantai Lima, Jakarta Pusat, Jumat (27/1) siang.

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)
Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Juri kompetisi yang tampak hadir antara lain adalah Susi Ivvaty (wartawan), Nurman Hakim (sutradara), dan Savic Ali (Direktur Mujahidin Cyber).

Mujahidin Cyber

Mereka awalnya memilih lima karya nominator. Tetapi para juri setelah melewati perdebatan dan pertimbangan matang kemudian menganulir satu dari lima karya tersebut. Dengan demikian nominator tersisa hanya empat karya.

Menurut para juri, pemilihan nominator ini lebih ditentukan oleh kesesuaian konten dengan tema.

Mujahidin Cyber

Panitia kompetisi yang terbuka untuk umum ini menyediakan hadiah total sebesar Rp 50 juta. Juara pertama 25 juta. Juara kedua 15 juta. Juara ketiga 10 juta.

Panitia kompetisi mengangkat tiga tema yang dapat dipilih para peserta. Pertama, Kita dan Pancasila. Kedua, Islam Menerima Perbedaan. Ketiga, Pesantren dan Agenda Perubahan.

Pengiriman karya dialamatkan ke kantor Redaksi Mujahidin Cyber, Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Penerimaan karya dimulai sejak 25 September 2016. Kompetisi film pendek dokumenter ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri 2016.

“Tadinya peserta harus kirim karyanya via pos. Ini agak sulit. Tapi kami pikir cukup kirim via email atau link pribadi. Penerimaan karya ditutup pada 10 Januari 2017 kemarin,” kata Hamzah.

Para juri menyebutkan empat nominator yang lolos kriteria berdasarkan tema adalah karya film pendek dokumenter dengan judul Iman Berbagi, Satu Jalan, Bukan K Tapi U, dan Jihad Sosial. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Nusantara, RMI NU Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber. Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Lampung melalui Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) menandatangani tanah hibah dari KH. Muhsin Abdillah Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung Tengah sebagai aset milik PWNU Lampung.

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Terima Hibah Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah

Kedatangan rombongan PWNU Lampung mendapat sambutan hangat hangat oleh KH. Muhsin Abdillah di kediamannya Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung Tengah, Selasa (13/1).

“Saya sangat berbahagia hari ini karena keluargaku di PWNU Lampung datang di ponpes kami. Ini sebuah kehormatan bagi saya dikunjungi PWNU Lampung dengan semangat dedikasi yang tinggi. Sebenarnya saya juga ikut memikirkan perkembangan NU di Lampung meski tidak secara langsung berjuang bersama panjenengan, hingga saat ini hati saya masih sangat dekat, doa saya selalu menyertakan panjenengan sedoyo (anda semua) di PWNU Lampung,” kata KH. Muhsin Abdillah.

Mujahidin Cyber

Ketua LWPNU Lampung yang juga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) H. Muhammad Reza Berawi mengatakan, tanah hibah dari KH. Muhsin Abdillah yang saat ini menjadi lokasi pembangnan Kantor PWNU Lampung harus segera diinventarisasi sebagai aset milik Nahdlatul Ulama.

Mujahidin Cyber

“Agar ke depan aset-aset NU di Lampung ini memiliki dokumen yang berbadan hukum kuat sehingga tidak ada masalah kepemilikannya. Kami berterima kasih kepada KH. Muhsin Abdillah yang sudah menghibahkan tanah miliknya,” tutur Reza.

Wakil Ketua LWPNU Lampung yang juga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Ayi Ruhiat menegaskan, “Kami siap membantu sepenuh hati, apabila ada aset PWNU Lampung yang belum memiliki dokumen agar segera dibuatkan dokumen supaya setiap aset yang menjadi milik NU tetap menjadi milik NU.”

Sementara KH. Soleh Bajuri, Ketua PWNU Lampung mengatakan, langkah inventarisasi ini dimaksudkan untuk menjaga aset NU Lampung dari kemungkinan direbut pihak lain. “Maka dari itu Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama menginventarisasi aset NU Lampung,” imbuhnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu Sekertaris PWNU Lampung H Aryanto Munawar, Bendahara PWNU Lampung Muhammad Tio Aliansyah, dan sejumlah pengurus NU Lampung lainnya. (Rudi Santoso/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Pertandingan Mujahidin Cyber

Senin, 15 Januari 2018

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan

Oleh Achmad Sahri ?





Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan



Sebuah koran pada tanggal 7 Oktober 2016 memberitakan tujuh dari 25 santri Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di Bengawan Solo. Sebelumnya, sejak Januari 2016, koran Tempo telah memuat dua berita tentang santri tenggelam, yaitu: Hanyut Setelah Cuci Jeroan Kurban, 3 Santri Ditemukan Tewas (14 September 2016) dan Lima Santri Tewas Tenggelam di Sungai Waduk Cangklik (20 Januari 2016).

Kabar tentang kurangnya jaminan keamanan santri saat mereka beraktivitas di lingkungan luar pondok pesantren seperti ini bisa menjadi pertimbangan yang memberatkan di tengah gencarnya gerakan “Ayo-Mondok” yang digalakkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan diamini oleh Kementerian Agama agar orang tua mau mengirimkan anaknya untuk belajar di pondok pesantren.

Kurikulum pondok pesantren saat ini sebenarnya sudah jauh lebih variatif daripada pesantren zaman dulu. Selain ilmu agama, santri kontemporer juga dibekali dengan ilmu dunia yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masa depan mereka. Beberapa pesantren, sejak beberapa dekade terakhir juga membuka sekolah kejuruan atau memiliki kegiatan ekstra-kulikuler yang memungkinkan santri mereka belajar ilmu non-agama dan ketrampilan praktis lainnya seperti otomotif, tata boga, tata busana, bela diri dan sebagainya.?

Mujahidin Cyber

Namun ketrampilan bertahan hidup di alam terbuka seperti renang dan search and rescue (SAR) di perairan (seperti bagaimana mencari dan menyelamatkan orang tenggelam) sangat minim diajarkan di pesantren, jika tidak boleh dikatakan tidak ada.

Anjuran tentang renang

Benarkah renang merupakan sunnah Nabi? Kalau kita telusuri, memang ada beberapa hadits Nabi SAW yang menyinggung perihal renang ini, salah satunya adalah hadits dari Jabir bin Abdillah r.a yang redaksionalnya kurang lebih: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah (mengingat Allah) merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang” (HR. An-Nasa’i).

Mujahidin Cyber

Kalau kita perhatikan teks hadits tersebut, mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia. Hanya saja Rasulullah SAW tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan. Para ulama umumnya menyebut perintah belajar berenang merupakan perintah dari Umar bin Al-Khattab r.a yang berbunyi: “Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda", sehingga umumnya para ulama sampai kepada kesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah (dibolehkan).

Butuh praktik

Tidak seperti ilmu-ilmu agama yang umumnya dipelajari, dikaji dan didiskusikan dengan membedah kitab tertentu, renang apalagi search and rescue (SAR) di perairan, karena merupakan ketrampilan praktis, tidak hanya selesai pada tataran dipelajari atau dikaji di majelis atau ruang kelas. Renang dan SAR perairan memerlukan praktik dan latihan yang disiplin dan terjadwal untuk dapat dikuasai.?

Sebagai bagian dari kurikulum, jika ke depan akhirnya perlu diajarkan di pesantren, materi ajar seperti buku atau referensi juga perlu diformulasikan. Tentunya yang sejalan dengan lingkup lingkungan pesantren. Tak ketinggalan, guru ‘ngaji’ tentang renang dan SAR perairan ini juga perlu disiapkan. Guru ngaji ini selain harus memahami teknik praktis tentang renang dan SAR perairan, mereka juga harus memahami ketentuan syar’i agar berenang tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti misalnya bagaimana menyikapi aurat.

Sulitnya realisasi praktik renang islami

Memang agak sulit untuk menerapkan praktek renang islami, dimana laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur dalam satu tempat, apalagi jika proses pembelajaran renang dilakukan di kolam renang umum yang tidak membedakan pengunjung berdasarkan jenis kelamin, sebab konsepnya memang dibuat untuk umum, dimana laki-laki dan perempuan dibiarkan berenang dalam satu kolam renang. Kalaupun harus dipisah, pengadaan infrasutruktur kolam renang menjadi berlipat biayanya.

Saat ini, sebagian kalangan sudah mulai sepakat paling tidak sampai ke level memisahkan tempat antara laki-laki dan perempuan sebagai syarat kebolehan. Pengaturan waktu berenang antara laki-laki dan perempuan juga sempat menjadi usulan. Tujuannya bukan sekadar terjaganya aurat, tetapi juga agar tidak terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Satu hal lain yang juga penting adalah belajar berenang diutamakan dilakukan sejak usia dini. Setidaknya ada dua alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan saat usia kanak-kanak, sehingga nasehat Umar bin Al-Khattab r.a untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil menjadi sangat tepat. Kedua, anak yang masih kecil belum terikat dengan aturan membuka aurat dan keharusan menjaga pandangan.

Jadi, apakah sudah saatnya santri juga perlu ‘ngaji’ renang dan search and rescue perairan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.





Penulis adalah calon PhD Student di Marine Animal Ecology Wageningen University & Research Belanda, Alumnus Ponpes Kyai Galang Sewu, Jurang Blimbing, Tembalang, Kota Semarang, Jamaah PCI-NU Belanda, tinggal di Wageningen-Belanda

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Sholawat, Tokoh Mujahidin Cyber

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan diri siap memenuhi undangan Kementerian Agama (Kemenag) pada sidang itsbat penentuan awal Ramadhan 1435 H yang berlangsung Jumat (27/6), sekitar pukul 16.30 WIB, di Jakarta.

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag

Hal ini berbeda dari sikap PP Muhammadiyah tahun lalu yang menolak hadir pada forum tahunan yang diikuti perwakilan ormas-ormas Islam tersebut.

Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengungkapkan, iktikad untuk turut serta dalam sidang itsbat tahun ini karena ada permintaan khusus dari pihak Kemenag kepada organisasinya. Menteri agama yang baru, Lukman Hakim Saifuddin, menemui langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan anggota PP Muhammadiyah.

Mujahidin Cyber

“Menteri Agama mengajak kembali Muhammadiyah untuk ikut sidang itsbat yang dilaksanakan besok (Jumat),” kata Yunahar sebagaimana dilansir situs resmi Muhammadiyah, Kamis (26/6).

Mujahidin Cyber

Tetapi, menurut Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, Muhammadiyah melalui Din Syamsuddin mengajukan syarat penting dalam pelaksanaan sidang itsbat.

Muhammadiyah menuntut Menteri Agama mampu bersikap adil ketika ada perbedaan pandangan terhadap Pemerintah. Menteri Agama harus menghormati metode hisab yang digunakan Muhammadiyah dan saat ini telah menghasilkan keputusan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1435H.

PP Muhammadiyah juga meminta agar sidang itsbat tidak disiarkan secara terbuka, dan baru setelahnya Menteri Agama cukup mengadakan konferensi pers terkait hasil sidang Itsbat.

Yunahar mengatakan, Menteri Agama menyanggupi syarat tersebut dan PP Muhammadiyah yang dipimpin Din Syamsuddin akan mengirim utusannya ke sidang itsbat. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Kiai Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock