Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU Robikin Emhas menilai pembatasan umur Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) selama 12 tahun dalam draf revisi UU KPK tengah masih maraknya praktik korupsi tidak mencerminkan kesadaran kolektif antikorupsi masyarakat yang menempatkan tindak pidana itu sebagai kejahatan luar biasa.

“Bahkan boleh dikatakan tidak memiliki basis argumentasi dan rasio logis yang memadai. Oleh karena itu sangat bisa dipahami apabila terjadi penolakan publik terhadap gagasan itu. Berbeda seandainya pembubaran KPK yang memang bersifat ad hoc itu didasarkan pada indeks korupsi? dengan parameter yang akuntabel, misalnya,” tuturnya dalam siaran pers, Kamis (8/10).

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis

Ketua PBNU bidang hukum, perundang-undangan dan hak asasi manusia ini menambahan, Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-33 di Jombang awal Agustus lalu bahkan merekomendasi agar koruptor dihukum mati. Rekomendasi itu dilakukan setelah melalui kajian mendalam dan sangat hati-hati, termasuk dari sisi hak asasi manusia mengingat menyangkut hak hidup manusia.

Mujahidin Cyber

“Di antara pertimbangan faktual Nahdlatul Ulama merekomendasi hukuman mati terhadap koruptor adalah karena daya rusak korupsi yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Menurut Robikin, dalam keadaan seperti ini, politik pembangunan hukum harus memperkuat institusi penegak hukum di bidang pemberantasan korupsi, baik kepolisian, kejaksaan, ataupun KPK. Selain itu pembentuk undang-undang melalui proses legislasi yang ada perlu terus mendorong tata kelola pemerintahan yang makin akuntabel dan transparan, serta terus mengupayakan tumbuh-berkembangnya budaya antikorupsi di masyarakat.

Mujahidin Cyber

Sebelumnya, pada Selasa (6/10), DPR membahas usulan Rancangan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) untuk masuk ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2015. Wacana pembatasan tertulis pada Pasal 5 RUU KPK yang menyatakan bahwa KPK dibentuk untuk masa waktu 12 tahun sejak undang-undang itu diundangkan. (Mahbib Khoiron)

Ilustrasi: caesarleo.deviantart.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, Habib Mujahidin Cyber

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator

Bekasi, Mujahidin Cyber

Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi sepakat menjalin kerjasama dengan PT  Berca Schindler Lifts (BSL) untuk menyelenggarakan program pemagangan kerja (Apprentice Program). Kerja sama bertujuan menyiapkan tenaga kerja kompeten di bidang lift dan eskalator melalui pelaksanaan pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja.

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator (Sumber Gambar : Nu Online)
BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator (Sumber Gambar : Nu Online)

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator

Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini dilakukan Kepala BBPLK Bekasi, Helmiaty Basri dengan Presiden Direktur PT BSL Phua Yin Liang Willis  dan disaksikan oleh Sekretaris  Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Kunjung Masehat  di kantor BBPLK Bekasi, pada Senin (9/10).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini  merupakan langkah nyata antara pemerintah dengan dunia industri untuk menciptakan tenaga kerja terampil serta penyerapan tenaga kerja di dunia industri,” kata Kunjung Masehat.

Kerjasama pelatihan ini akan memberikan program magang mencakup pelatihan berbasis kerja, kurikulum dan sertifikasi dan pengembangan karier. Para peserta magang akan mengikuti pelatihan keterampilan yang relevan dan khusus dibutuhkan di industri lift dan eskalator.

Keterampilan yang dipelajari  meliputi aspek instalasi, pemeliharaan dan perbaikan lift dan eskalator. Peserta juga bisa memperoleh kesempatan kerja di seluruh bisnis Schindler.

Mujahidin Cyber

“Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan berlanjut setiap tahun serta PT. Berca Schindler Lifts dapat melakukan rekrutmen karyawan yang lebih banyak melalui program pelatihan ini,” kata Kunjung.

Kunjung mengatakan melalui program pelatihan antara BBPLK-BSL, para peserta akan dilatih sesuai dengan pengetahuan yang sebenarnya dan dalam metode dunia kerja yang modern. Hal ini dilaksanakan untuk mensinkronkan teknologi antara materi pelatihan dengan dunia kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kunjung mengatakan, Kemnaker memberikan apresiasi PT BSL dan perusahaan-perusahaan swasta lainnya  yang telah  ikut peran serta dan peduli dalam upaya penyiapan tenaga kerja terampil.

“Untuk  meningkatkan produktivitas tenaga kerja yang kompeten, maka perlu dilakukan kerjasama, koordinasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan terkait pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja," kata Kunjung.

Mujahidin Cyber

Kunjung mengatakan melalui Schindler-BLK Apprentice Program ini  para peserta dapat menjalani program pelatihan dua tahun yang terdiri dari rangkaian pelatihan yang dilakukan di BLK, pelatihan On The Job Training (OJT) yang   diatur oleh PT. BSL.

“Setelah menyelesaikan program pelatihan magang  ini, para peserta harus mencapai persyaratan akademik yang ditetapkan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) dan persyaratan kerja standar yang ditetapkan PT. BSL untuk memenuhi syarat kontrak kerja dengan masa percobaan satu tahun dengan PT. BSL,” ujar Kunjung.

Sementara itu, Presiden Direktur PT BSL Phua Yin Liang Willis menambahkan program magang gabungan ini bersama BBPLK Bekasi ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah karyawan muda berbakat di bidang teknis industri lift.

“Kerjasama ini juga diharapkan akan bisa membantu para pebisnis di industri lift dan escalator untuk meningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sesuai dengan standar industri,” kata Phua. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Kajian Islam, Pendidikan Mujahidin Cyber

Kamis, 22 Februari 2018

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara

Kudus, Mujahidin Cyber. Dalam rangka menyambut 90 tahun usia madrasah, alumni Madrasah TBS (Tasywiquth Thullab Salafiyyah) Kudus berencana mengadakan Silaturrahim Nasional (Silatnas) dan Ngaji Bareng Masyayikh TBS yang rencana diselenggarakan pada 23 Juli 2016 atau bertepatan dengan 18 Syawal 1437 H mendatang.?

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara

Kegiatan ini sendiri akan bertempat di Gedung Madrasah TBS Kudus, Jl KH Turaichan Adjhuri No 23 yang Insyaallah akan dihadiri oleh ribuan alumni yang berasal dari berbagai angkatan. Kegiatan ini sendiri mengangkat tema “Aswaja Pagar Nusantara”.

Selain dihadiri oleh alumni dari berbagai generasi, para masyayikh dan guru Madrasah TBS Kudus juga akan menghadiri acara ini. Di antaranya adalah KH Choirozyad TA (putera almarhum KH Turaichan Adjhuri, ahli falak nasional), KH Muhammad Ulil Albab Arwani (putera almarhum KH Arwani Amin, ulama kharismatik Kudus bidang Al-Qur’an), KH Muhammad Arifin Fanani, KH Hasan Fauzi, KH Musthofa Imron SHI dan masih banyak lagi lainnya.

Kegiatan silaturrahim nasional ini tak hanya berupa silaturrahim dan ngaji bareng saja. Kegiatan yang rencanyanya dilaksanakan sejak sore hari hingga malam ini juga akan ada beberapa bahasan yang nantinya akan membahas bagaimana peran alumni kepada madrasah. Nantinya akan dimasukkan dalam Forum Grup Discussion (FGD) yang jumlahnya sebanyak empat buah FGD.?

Mujahidin Cyber

Diantara poin dalam FGD tersebut adalah pembahasan jaringan alumni, upgrade database alumni Madrasah TBS Kudus tiap angkatan, kemandirian ekonomi dan konseling aswaja kepada alumni. "Forum ini diadakan sebelum acara ngaji bareng masyayikh Madrasah TBS pada malam harinya hingga selesai," jelas Arif Mustain, ketua panitia acara ini.?

Pada malam harinya akan dilanjutkan dengan kegiatan ngaji bareng Masyayikh TBS yang juga akan diagendakan pula peluncuran website www.santrimenara.com dan buku bertajuk Madzhab Santri Menara yang berisi sekitar 20 esai yang berasal dari alumni sendiri. “Semua ini pastinya atas restu dari para masyayikh kami,” imbuh Arif.

Bila ada alumni Madrasah TBS Kudus yang bersedia membantu kelancaran acara, panitia menyediakan rekening transfer untuk pendanaan acara tersebut melalui rekening bendahara panitia. Ada dua rekening yang bisa dituju, BRI: 5928-01-002637-52-9 (An. Charis Rohman) atau ke BNI: 0335317112 (An. Charis Rohman). Jika sudah melakukan transfer, silahkan konfirmasi langsung ke 085726826747 (SMS/WA). (Hanan/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, IMNU Mujahidin Cyber

Minggu, 18 Februari 2018

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus

Jombang, Mujahidin Cyber. Tantangan yang dihadapi generasi muda kian keras dan mengkhawatirkan. Diperlukan persiapan ekstra sebelum mereka berkiprah di masyarakat atau berbaur dengan komunitas baru.

KH Zaimuddin As’ad Wijaya SU, Sabtu (27/7) kemarin mengingatkan sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri Darul Ulum (MAN DU) Rejoso Peterongan Jombang bahwa generasi muda menghadapi tantangan yang tidak ringan, khususnya dalam hal akidah.

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus

Saat memastikan diri untuk melanjutkan studi ke sejumlah kampus di kota-kota terkenal, maka yang akan dihadapi adalah banyaknya ideologi Islam transnasional.?

Mujahidin Cyber

Salah seorang Majlis Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) ini mengingatkan bahwa di sejumlah kampus ternama itu sudah jamak ditemukan aliran yang akan mengenalkan Islam secara puritan.?

“Mereka akan mempersoalkan amaliah yang sebelumnya telah terbiasa dilakukan di lingkungan pesantren dan sekolah,” katanya saat membuka kegiatan Nuzulul Qu’an di Islamic Center PPDU.?

Mujahidin Cyber

Gus Zu’em, sapaan akrabnya juga mengingatkan bahwa tidak sedikit kalangan yang akan “meminang” mahasiswa baru menjadi pengantin dan diajak untuk melakukan tinbdakan terorisme dengan pendekatan agama.

“Karena itulah pemahaman keislaman ala aswaja hendaknya menjadi pengetahuan dasar bagi para siswa khususnya alumnus pesantren Darul Ulum,” ungkapnya pada acara yang dihadiri para guru, karyawan dan siswa-siswi MAN DU ini.

Ustadz Yusuf Suharto sebagai narasumber pertama memberikan gambaran sekilas tentang sejarah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja). Alumnus Ma’had Ali ini menandaskan bahwa pilihan untuk berada di barisan Aswaja adalah tepat karena telah sesuai dengan pendapat mayoritas ulama yang bisa dipertanggungjawabkan integritasnya.

“Aswaja lebih menekankan kepada akidah dengan melakukan kritik terhadap aliran qadariyah dan jabariyah yang cenderung berseberangan,” tandas Direktur Aswaja Center PCNU Jombang ini.

Namun ketika Aswaja dibawa ke Indonesia, telah melakukan sejumlah modivikasi dengan memperhatikan dan menghargai kearifan lokal berupa budaya dan hal lain yang telah melekat di bumi Nusantara.?

Narasumber kedua, Ustadz Sholihuddin tidak menampik kalau klaim yang disandarkan kepada amaliyah NU dengan tahayyul bid’ah dan churafat atau TBC. Sehingga tidak sedikit yang mengajak warga NU termasuk para mahasiswa dan kalangan terpelajar untuk “kembali kepada al-Qur’an”.

Terhadap hal ini, Ketua PC Lembaga Ta’lif wan Nashr (LTN) NU Jombang ini justru mengharapkan para siswa MAN DU untuk meladeni tantangan tersebut. Dengan sedikit berseloroh, Gus Sholihuddin mengatakan bahwa “Yang dimaksud dengan kembali kepada al-Qur’an itu adalah kembali kepada terjemahan al-Qur’an,” tandasnya.

Sebenarnya kalau mau melakukan klarifikasi maupun debat dengan kelompok ini sangatlah mudah. “Mereka tidak memiliki kapasitas untuk mendalami al-Qur’an secara benar dan pandangannya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Bedah buku “Landasan Amaliah NU” ini merupakan rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an yang sebelumnya diisi khatmil Qur’an dan dilanjutkan buka puasa bersama.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Pendidikan Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sidang lanjutan kasus penggelapan aset tanah milik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan terdakwa Salim Muhammad (75) diisi dengan kesaksian oleh 2 orang saksi yang diajukan terdakwa. Salim mengajukan saksi yang meringankan dalam sidang yang dipimpin Heru Pramono SH di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu.

Saksi pertama, H. Luwandi, salah seorang guru, menjelaskan, sekolah di bawah Yayasan Waqfiyah yang dimiliki PBNU itu telah dipindah. Ia mengaku telah menerima uang sebesar Rp 2 Milyar untuk pendirian bangunan dan sewa tanah selama 30 tahun.

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan (Sumber Gambar : Nu Online)
Salim Ajukan Saksi yang Meringankan (Sumber Gambar : Nu Online)

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan



Dalam negosiasi awal, ia meminta dana sebesar Rp 9 Milyar untuk merenovasi bangunan dan pembelian tanah. Namun, akhirnya tercapai kesepakatan sebesar Rp 2 Milyar. Sebenarnya ia masih membutuhkan dana untuk membangun tiga kelas, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh Salim.

Saksi kedua, Liacun menjelaskan bahwa ia telah menerima uang sebesar Rp 1.25 Milyar dari Salim untuk pembelian tanah yang dimilikinya.

Kesaksian-kesaksian tersebut menguatkan bukti yang memang sudah ada sebelumnya. Namun, perihal penarikan deposito sebesar Rp 10 Milyar, pembelian rumah di Jalan KS Tubun senilai lebih dari Rp 1.2 M, pembelian rumah di Jalan MT Haryono dan Kedoya yang semuanya tidak ada kaitannya dengan kepentingan Yayasan Waqfiyah NU tidak dijelaskan.

Mujahidin Cyber

Kasus ini bermula dari surat dari Pemerintah DKI Jakarta agar Yayasan Waqfiyah NU yang berlokasi di Kuningan Selatan meminta agar lembaga pendidikan ini dipindah karena lokasi tersebut ditetapkan bukan untuk daerah pendidikan. Dalam prosesnya, terdapat dana yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga PBNU, selaku pemilik yayasan mengajukan tuntutan. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pendidikan, Pemurnian Aqidah, Internasional Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Ulama Maroko Masuk Kepengurusan PCINU

Rabat, Mujahidin Cyber?

Rais Syuriah PBNU Prof. Dr. Masykuri Abdillah melantik kepengurusan Pengurus Cabang Istlimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko periode 2016-2018. Pelantikan berlangsung di gedung serbaguna KBRI di ibu kota Maroko, Rabat pada Rabu 30 November.?

Ulama Maroko Masuk Kepengurusan PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Maroko Masuk Kepengurusan PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Maroko Masuk Kepengurusan PCINU

Pelantikan dimulai pukul 09.00 tersebut dihadiri beberapa ulama Maroko, Nahdliyyin, juga ? Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Maroko merangkap Republik Islam Maurutinia H.E.D Syarief Syamsyuri beserta jajarannya.?

Pelantikan ini dimulai dengan serah terima jabatan dari ketua PCINU Periode 2014-2016 Kusnadi kepada Ketua PCINU periode 2016-2018 Abdullah Aniq Nawawi. Lalu Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung Masykuri Abdillah.?

Seperti periode sebelumnya, dalam periode ini pun Pengurus PCINU Maroko tidak hanya diisi warga negara Indonesia. Beberapa ulama terkenal Maroko seperti Dr. Ahmad Roisuni, Dr. Yusuf Kallam, Dr. Nadia Syarqoui, dan Syekh Rodi Genun juga berada dalam jajaran kepengurusan.?

Masykuri Abdillah meminta kepada Nahdliyyin di Maroko untuk terus menjaga paham Islam Ahlussunnah wal-Jamaah dan menegaskan pentingnya belajar setinggi-tingginya. Tak cukup hanya bermodal S1 saja.

Mujahidin Cyber

Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Maroko merangkap Republik Islam Mauritania mengingatkan kepada organisasi PCINU Maroko untuk terus menjaga hubungan baik dengan KBRI ? Rabat yang sudah terjalin sejak lama.?

Pelantikan ini juga diisi dengan penyerahan buku antologi cerpen “Sepenggal Cerita Di Lorong Pesantren”, yang merupakan 20 cerpen terbaik pilihan PCINU Maroko. Buku ini diserahkan Ketua PCINU Maroko Aniq Nawawi kepada KBRI Rabat sebagai cenderamata sekaligus ucapan terimakasih atas bantuan KBRI Rabat selama ini. Acara yang berlangsung sekitar 120 menit ini kemudian ditutup oleh doa dari ulama Maroko Dr. Yusuf Kallam. (Sirojudin Ahmad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pendidikan, AlaSantri Mujahidin Cyber

Sabtu, 13 Januari 2018

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah

Pagi dan sore merupakan waktu di mana warga bumi sibuk. Pagi ialah waktu matahari mengintip. Lazimnya orang-orang mengawali aktivitas. Sementara sore kawanan burung bergegas pulang. Dan orang-orang membawa pulang keletihannya seharian.

Namun demikian, dua waktu ini bisa diisi dengan wiridan singkat yang diharapkan memberikan manfaat besar. Tentu pahala penting, tetapi siapa berani menyalahkan Allah bila Dia hendak memberikan anugerah-Nya kepada hamba yang dikehendaki.

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bocoran dari Allah agar Selamat di Hari Qiyamah

Bujairimi dalam Hasyiyah alal Iqna’ menceritakan pengalaman Imam Hanafi RA yang melihat Allah SWT dalam mimpi. Ketika sudah 99 kali bermimpi melihat Allah, Imam Hanafi RA berencana menanyakan sebuah amal yang menyelamatkan seorang hamba dari siksa dahsyat hari Qiyamah. Allah kemudian menjawab pertanyaan sang Imam RA di mimpinya yang ke-100.

Mujahidin Cyber

? ? ?: ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ?. ? ? ? ?.

Mujahidin Cyber

Allah berfirman, “Siapa saja yang membaca di pagi dan sore ‘Subhanal abadiyyil abad, subhanal wahidil ahad, subhanal fardis shomad, subhana man rofa’as sama’a bi ghoiri ‘amad, subhana man basathol ardho ‘ala ma’in jamad, subhana man khalaqol khalqo wa ahshohum ‘adad, subhana man qosamar rizqo wa lam yansa ahad, subhanal ladzi lam yattakhidz shohibatan wa la walad, subhanal ladzi lam yalid wa lam yulad wa lam yaqul lahu kufuwan ahad’, maka akan selamat dari siksa-Ku.” Demikian disebutkan oleh penulis Mu’jamul Ahbab.

Sepadat apapun, kita sebaiknya tidak membiarkan pagi dan sore meluncur tanpa mengucapkan pujian tasbih ini. Untuk menambah manis pagi dan sore, perlu juga menebarkan senyum kepada sesama makhluq. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock