Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Jakarta, Mujahidin Cyber

Para pemuka agama Kristen menyatakan penyesalannya atas penodaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang terjadi di Batu Malang. Aksi pelecehan tersebut disebarkan dalam sebuah VCD yang kini mulai beredar di Batu dan sekitarnya.

Dalam pernyataan lembaga geraja tingkat nasional terhadap isu SARA di Malang. Para pimpinan geraja menyatakan penyesalannya sehubungan terjadinya peristiwa di Batu-Malang yang benuansa SARA, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan tidak sejalan dengan semangat kerukunan antar umat beragama yang kini sedang dibangun dalam kehidupan masyarakat majemuk Indonesia.

Selanjutnya pimpinan geraja-geraja di Indonesia menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Batu-Malang tidak berada dalam koordinasi pimpinan gereja-geraja di Indonesia.

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Pimpinan gereja-geraja di Indonesia mengharapkan agar peristiwa tersebut tidak mencederai hubungan antara umat beragama di Indonesia dalam upaya bersama untuk memberi kontribusi bagi kehidupan bangsa, dan meminta pejabat berwenang untuk memproses mereka yang terlibat, secara hukum.

Peryataan tersebut diungkapkan dalam kunjungan para pemuka geraja ke PBNU dan ditandatangani oleh Ketua Umum Persatuan Gereja-Geraja Indonesia Pdt. Dr. AA. Yewangoe, Wakil Sekum Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indonesia Pdt. Ing Dahlan Setiawan dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia Pdt. Suhandoko Wirhaspati, Kamis, 5 April 2005.

Mujahidin Cyber

Baik fihak geraja maupun PBNU berharap agar masalah tersebut tidak berubah menjadi masalah nasional. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah meminta fihak keamanan di Malang dan NU di Batu untuk menganbil tindakan antisipasi agar masalah ini tidak membesar.

“Kami takut masalah ini menjadi besar karena saat ini informasi bisa menyebar dengan cepat,” tutur Yewangoe.

Ditambahkannya bahwa tindakan sekelompok orang radikal tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. “Untuk menunjukkan keluhuran agama, tidak boleh dengan melecehkan agama lain. Untuk menegangi tidak dengan mematikan lilin orang lain,” tuturnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi. “Pemeluk agama yang sholeh tidak akan merusak agama lainnya. Karena itu, pembuat provokasi ini harus ditindak,” paparnya.

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut menuturkan jika dua kelompok agama yang radikal bertemu, mereka bisa menimbulkan pertentangan dan anarkisme yang akan mendorong umat pada tindakan kekerasan. “Karena itu polisi harus bertindak agar kesalahan ini tidak ditimpakan pada umat,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

World Conference on Religion and Peace tersebut meminta agar masing-masing agama bisa menakan terjadinya radikalisme dimasing-masing agama. Ia juga meminta agar dakwah dilakukan dengan memperhatikan budaya yang Indonesiawi.

“Jangan sampai kalau umat Islam ada masalah, lapornya ke Arab Saudi, demikian juga kalau Kristen ada masalah, lapornya ke Amerika. Nanti situasinya malah semakin ruwet,” katanya.

Karena itu proses dialog antar para pemimpin agama dan saling menjaga kerukunan menjadi sangat penting dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik SARA di Indonesia. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Internasional Mujahidin Cyber

Selasa, 23 Januari 2018

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Jepara, Mujahidin Cyber. Tujuh puluhan santri dari Jepara dan Kudus siap mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Pasca UN (BPUN) tahun 2013 Komunitas Mata Air Cabang Jepara di Pesantren Walisongo Pecangaan Jepara, selama sebulan (17/5-18/6) mendatang. Tujuh puluh santri itu dibagi 2 kelas IPA dan IPS. 

Mereka diantaranya dari MA/ SMA/ SMK Walisongo Pecangaan, MA Darul Hikmah, MA Mathaliul Huda Bugel, MA Mathalibul Ulum Lebak, MA Mafatihul Akhlak Demangan, SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Mayong, SMAN 1 Mlonggo dan SMKN 3 Jepara. Dari Kudus semisal SMAN 1 Gebog dan MA NU TBS Kudus. 

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Selama sebulan santri diberi materi Matematika dasar, Bahasa Indonesia dan Inggris sebagai materi dasar. Untuk kelas IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sedangkan kelas IPS mencakup Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah. 

Mujahidin Cyber

“Materi lain yang tidak kalah pentingnya Psikologi, Kewirausahaan, Kepemimpinan, Ke-Aswaja-an, Ke-NU-an dan Try out sepekan sekali,” kata M Jazilun Niam, pendamping Mata Air Jepara, saat technical meeting Ahad (12/5) pagi. 

Mujahidin Cyber

Sementara itu, koordinator Mata Air Jepara, Adib Khoiruzzaman menyatakan dirinya mendorong santri agar bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diidamkan. Triknya menurut Gus Adib, sapaan akrabnya harus bersungguh-sungguh mengikuti BPUN.  Apalagi santri alumni Mata Air Jepara, terangnya ada yang diterima di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta maupun PTN yang lain. 

Masih menurutnya selain belajar sungguh-sungguh juga akidah Aswajanya tetap dipertahankan jangan sampai direnggut oleh ideologi lain. “Karena itu, selama nyantri maupun kuliah kami akan tetap mengawal ideologi NU mereka,” tandasnya. 

Guru SMK Walisongo Pecangaan itu menandaskan di PT banyak aliran-aliran yang perlu diwaspadai. Jika tidak diwaspadai mahasiswa NU mudah katut, (ikut, red) aliran tersebut. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Anti Hoax, Santri Mujahidin Cyber

Sabtu, 30 Desember 2017

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat

Tegal, Mujahidin Cyber - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal periode 2017-2018, Ahad (15/10) dilantik.

Kegiatan yang dipusatkan di BMT SM NU Kramat dihadiri pengurus MWC NU Kramat, pengurus IPNU-IPPNU terpilih dan undangan lainnya.

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat

Ketua IPNU Kecamatan Kramat Bagus Widi didampingi Ketua IPPNU Azizatul Munawaroh mengatakan, amanah yang diberikan kepada keduanya akan dijalankan sesuai dengan program kerja yang ada.

Mujahidin Cyber

Itu semua, kata dia, tidak akan berhasil tanpa dukungan dari pimpinan cabang serta pengurus di tingkat kecamatan hingga desa.

Dengan demikian, IPNU-IPPNU bisa menjadi sarana bagi kalangan muda untuk berorganisasi dengan baik dan benar serta memiliki jenjang ke atas yang jelas.

Mujahidin Cyber

Sebagai kader muda NU yang saat ini masih duduk di bangku sekolah, tentu saja kesempatan yang diberikan kepada dia dan seluruh jajaran pengurus akan dijalankan dengan baik. Tujuannya adalah agar IPNU-IPPNU bisa memberikan kontribusi secara nyata bagi masyarakat luas.

Pembina IPNU-IPPNU Kramat Suharno mengingatkan kembali kepada pengurus terpilih agar dapat menjalankan tugas sekaligus roda organisasi dengan baik.

Ketua IPNU, kata dia, merupakan wakil dari Desa Jatilawang. Sementara Ketua IPPNU merupakan wakil dari Desa Plumbungan.

Sebagai pembina, ia juga berharap agar pengurus terpilih bisa berkoordinasi dengan pimpinan ranting di setiap desa yang ada di Kecamatan Kramat agar semua kegiatan bisa mendapatkan dukungan dari seluruh anggota.

Selain ke bawah, pengurus harus bisa berkoordinasi dengan pimpinan cabang agar setiap kegiatan di tingkat kabupaten dapat didukung.

Sebagai generasi muda, peran serta pengurus dan seluruh anggota IPNU-IPPNU tentu saja sangat diharapkan karena di tangan mereka tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini akan diserahkan. Itulah sebabnya, kiprah mereka harus dilatih sejak dini sehingga bisa menghasilkan karya terbaik.

"Kami akan terus memberikan dukunan agar IPNU-IPPNU Kecamatan Kramat bisa aktif di dalam berbagai kegiatan," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, News, Sholawat Mujahidin Cyber

Kamis, 28 Desember 2017

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik

Jakarta, Mujahidin Cyber. Komite Persiapan Penegakan Syariah Islam (KPPSI) yang memiliki misi penegakan syariat Islam di Sulawesi Selatan yang sebelumnya murni gerakan keagamaan tampaknya telah mengalami dan cenderung bermutasi bahkan bermetamorfosis menjadi gerakan pragmatisme politik.

Demikian dituturkan oleh Andi Muawiyah Ramly, salah satu penulis buku “Demi Ayat Tuhan” dalam acara bedah buku di Hotel Acacia Jakarta, Sabtu. Hadir dalam acara tersebut Dekan Fak Syariah UIN Sunan Kalijaga Malik Madany, Sekjen KPPSI Aswar Hasan, Peneliti LP3ES Enceng Sobirin Nadj, dan Pengamat Intelejen Malik Haramain.

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik

Merespon keinginan KPPSI untuk meminta otonomi khusus di Sulsel sebagai strategi penegakan syariah Islam, telah dilakukan survey dikalangan Bupati, anggota DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menghasilkan 91,11 persen mendukung pelaksanaan syariat Islam. Namun tak semuanya setuju dengan ide formalisasinya.

Menurutnya, solidaritas, kehesitas sosial, dan fundamentalisme yang begitu kuat bersemangat di awal berdirinya, dengan sejumlah orang-orang miskin berekatologis mendukungnya, ada kecenderungan berubah menjadi organisasi elit yang kian berfikir dan berperilaku pragmatis untuk meraih mencapaian-capaian antara.

Dikatakan oleh mantan ketua LKKNU ini bahwa mutasi dan metamorfosis ini bisa jadi timbul akibat kontraversi wacana syariat Islam yang diusung jatuh ke dalam polemik publik yang melelahkan, disertai dengan tekanan-tekanan sosial politik. Pada akhirnya KPPSI segera menjadi gerakan mapan sebagaiman organisasi keagamaan lain dengan segenap kepentingan politik praktis yang tentu saja turut menyertainya.

Mujahidin Cyber

Salah satu ketua PKB ini juga mengkritisi beberapa Dokumen Inti Sari Syariat Islam yang menjadi pedoman dasar persiapan penegakan syariat Islam ini yang salah satunya menentukan bahwa pemimpin harus berasal dari Quraisy tanpa mempertimbangkan aspek nash, sosiologis maupun realitas yang ada. “Nanti hanya pak Alwi Syihab yang bisa menjadi pemimpin di Sulsel,” paparnya.

 

Mujahidin Cyber

Ia menjelaskan bahwa nabi sendiri berkata bahwa tidak ada bedanya antara orang Arab dan Ajam” Rasulullah sendiri pernah berkata “Perhatikanlah dan taatilah, meskipun saya mengangkat seorang budak Habsyi yang rambutnya seperti kismis menjadi pemimpinmu.

Rumusan tugas imam yang menyatakan dapat memerangi golongan lain demi dapat ditegakkan hak Allah atas mereka dinilainya cukup membahayakan dalam lingkup lokal maupun global dan dapat merusak tatanan kehidupan dunia yang damai.

Dijelaskannya bahwa dalam al Qur’an Allah berfirman “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”

Beberapa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Laskar Jundullah dalam memberantas kemaksiatan maupun beberapa pengeboman yang terbukti melibatkan para aktivits KPPSI telah menurunkan citranya dalam upaya menegakkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamiin.

Sementara itu, Enceng Sobirin menjelaskan gerakan-gerakan Islam fundamentalis yang menginginkan pelaksanaan syariat Islam di Indonesia akan terus bertahan di Indonesia baik untuk kepentingan politik maupun alasan ideologis. (mkf) 



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Sunnah, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Kamis, 21 Desember 2017

JQH Pringsewu Gelar Semaan Rutin

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Bertempat di Masjid Hidayatulloh Gadingrejo, Jam’iyyatul Quro’ Wal Hufadz (JQH) Kabupaten Pringsewu mengadakan salah satu program rutin yaitu Semaan Al-Qur’an, Ahad (22/4). Kegiatan ini didukung oleh MWC Gadingrejo selaku tuan rumah. 

JQH Pringsewu Gelar Semaan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Pringsewu Gelar Semaan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Pringsewu Gelar Semaan Rutin

Nampak hadir dalam kegiatan ini, Ustadz Munawwir Katib Syuriyah PCNU Pringsewu, Sekretaris Tanfidziyyah Adi Bin Slamet serta segenap pengurus jam’iyyahtul Quro wal Hufadz Kabupaten Pringsewu dan Pengurus MWCNU Gadingrejo. 

Kegiatan yang dimulai Ba’da Shalat Isya’ ini dihadiri sebanyak 21 Hafidz dan Hafidzoh se-Kabupaten Pringsewu. Acara dibuka dengan hadloroh kubro yang dipimpin oleh KH Hambali selaku Koordinator Kegiatan Semaan. 

Mujahidin Cyber

"Kegiatan ini akan menjadi salah satu acuan program-program MWCNU Gadingrejo untuk kegiatan rutin di Segenap Ranting NU," tutur Mukhlis Sekretaris MWC NU Gadingrejo. 

Mujahidin Cyber

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyyah MWC Gadingrejo H Agus Khloiq berharap, semaan Al-Quran dapat menambah semangat untuk semakin membumikan Al-Qur’an, khususnya dalam kehidupan warga Nahdliyyin di Kecamatan Gading Rejo dan umumnya warga Kabupaten Pringsewu. 

Dalam mauidzoh hasanahnya, Ustadz Muhadin mengajak segenap warga Nahdliyyin untuk mencintai Al-Qur’an serta mengajak kepada seluruh orang tua yang ada di kecamatan Gadingrejo untuk memberikan pendidikan Al-Qur’an secara intensif.

"Pendidikan Al-Quran dapat diperoleh oleh anak-anak dengan modok ke Pesantren. Khususnya di Pesantren yang menfokuskan hafalan Al-Qur’an sehingga dapat menciptakan Hafidz-hafidzoh untuk masa mendatang," tandas Muhadin. 

 

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : Muhammad Faizin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax Mujahidin Cyber

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan

Rembang, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Fatayat NU Rembang menunda prosesi pelantikan sampai musim haji usai. Hal tersebut dilakukan mengingat sebagian pengurus berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini, termasuk ketua cabangnya.?

Ketua PC Fatayat Rembang, Bisriyah mengungkapkan, ada sejumlah agenda cabang yang ditunda salah satunya pelantikan. Selain menghormati pengurus cabang yang sedang menunaikan ibadah haji, putri ke-4 KH Ahmad Musthofa Bisri ini juga mengaku dirinya juga akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 27 Agustus mendatang bersama ? 215 jamah calon haji dibawah bimbingan Al Ibriz.?

"Maunya sih kita pelantikan setelah saya pulang haji. Dan terpaksa menunda pelantikan untuk sementara," jelasnya kepada Mujahidin Cyber, Rabu (23/8).?

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan

Selama menunaikan ibadah haji, Bisriah mengaku sudah menyerahkan kepengurusan kepada Wakil Ketua, Muchsinah Afifa, dan Eva Nur Latifa sebagai Ketua Dua.

Sebelum berangkat kegiatan yang dilakukan Bisriyah sebagai ketua terpilih pada konferensi 6 Mei 2016 di gedung serbaguna YKM NU melakukan ziarah haji ke sejumlah kiai dan sesepuh NU Rembang, serta pengurus dan anggota Fatayat yang akan berangkat haji pada tahun ini. (Asmui/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Anti Hoax, Cerita Mujahidin Cyber

Minggu, 17 Desember 2017

Santri CSSMoRA Luncurkan Santri Pejuang Mimpi

Yogyakarta, Mujahidin Cyber



Pada momentum Hari Santri 2017, tidak sedikit lapisan masyarakat Muslim Indonesia bersuka cita memperingatinya, tak terkecuali para mahasantri CSSMoRA, yang meluncurkan buku Santri Pejuang Mimpi, Ahad (22/10) di  Teatrikal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.



Santri CSSMoRA Luncurkan Santri Pejuang Mimpi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri CSSMoRA Luncurkan Santri Pejuang Mimpi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri CSSMoRA Luncurkan Santri Pejuang Mimpi



Santri Pejuang Mimpi merupakan sebuah karya kolaboratif santri se-Indonesia tentang arti mimpi, perjuangan, dan pengabdian. Terdapat 22 cerita para santri dari berbagai penjuru Indonesia tentang arti mimpi, perjuangan, dan pengabdian.

“Buku ini sengaja kami tulis dan persembahkan untuk menyambut Hari Santri Nasional 2017. Di dalamnya berisi cerita-cerita para santri dalam melakukan pengabdian kepada pesantren dan masyarakat, cerita tentang perjuangan meraih mimpi hingga upaya mendakwahkan pesantren ke dunia internasional,”  sebut Annas Rolli Muchlisin, Ketua CSSMoRA Nasional periode 2017-2018.

Mujahidin Cyber

Lebih jauh, Annas mengatakan, buku ini juga ditulis dengan tujuan untuk menjawab pernyataan orang-orang yang menuduh santri itu ndeso, dan hanya bisa mengaji.

“Buku ini untuk membuktikan bahwa santri juga bisa berkiprah dalam hal yang lebih luas,” tambah Annas.

Annas berharap walaupun ukuran buku tipis, semoga dapat berkontribusi dalam memperkenalkan wajah santri ke kalangan yang lebih luas.

“Sebagaimana dawuh (perkataan) Gus Rozin, Ketua RMI Pusat saat kami ke kediaman beliau beberapa saat setelah kami dilantik sebagai Pengurus Nasional CSSMoRA,” tandas Annas.

Mujahidin Cyber

Acara peluncuran buku dimulai pada pukul 09.30, didahului pembacaan Maulid Diba’i dan dialog Santri Inspiratif bersama Duta Santri Nasional 2016. Peluncuran dan bedah buku diakhiri dengan pembacaan shalawat, mahallul qiyam, dan doa.

Sebagai informasi, CSSMoRA yang merupakan organisasi para santri penerima beasiswa PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) Kementerian Agama RI. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock