Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Jakarta, Mujahidin Cyber

Para pemuka agama Kristen menyatakan penyesalannya atas penodaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang terjadi di Batu Malang. Aksi pelecehan tersebut disebarkan dalam sebuah VCD yang kini mulai beredar di Batu dan sekitarnya.

Dalam pernyataan lembaga geraja tingkat nasional terhadap isu SARA di Malang. Para pimpinan geraja menyatakan penyesalannya sehubungan terjadinya peristiwa di Batu-Malang yang benuansa SARA, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan tidak sejalan dengan semangat kerukunan antar umat beragama yang kini sedang dibangun dalam kehidupan masyarakat majemuk Indonesia.

Selanjutnya pimpinan geraja-geraja di Indonesia menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Batu-Malang tidak berada dalam koordinasi pimpinan gereja-geraja di Indonesia.

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Pimpinan gereja-geraja di Indonesia mengharapkan agar peristiwa tersebut tidak mencederai hubungan antara umat beragama di Indonesia dalam upaya bersama untuk memberi kontribusi bagi kehidupan bangsa, dan meminta pejabat berwenang untuk memproses mereka yang terlibat, secara hukum.

Peryataan tersebut diungkapkan dalam kunjungan para pemuka geraja ke PBNU dan ditandatangani oleh Ketua Umum Persatuan Gereja-Geraja Indonesia Pdt. Dr. AA. Yewangoe, Wakil Sekum Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indonesia Pdt. Ing Dahlan Setiawan dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia Pdt. Suhandoko Wirhaspati, Kamis, 5 April 2005.

Mujahidin Cyber

Baik fihak geraja maupun PBNU berharap agar masalah tersebut tidak berubah menjadi masalah nasional. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah meminta fihak keamanan di Malang dan NU di Batu untuk menganbil tindakan antisipasi agar masalah ini tidak membesar.

“Kami takut masalah ini menjadi besar karena saat ini informasi bisa menyebar dengan cepat,” tutur Yewangoe.

Ditambahkannya bahwa tindakan sekelompok orang radikal tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. “Untuk menunjukkan keluhuran agama, tidak boleh dengan melecehkan agama lain. Untuk menegangi tidak dengan mematikan lilin orang lain,” tuturnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi. “Pemeluk agama yang sholeh tidak akan merusak agama lainnya. Karena itu, pembuat provokasi ini harus ditindak,” paparnya.

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut menuturkan jika dua kelompok agama yang radikal bertemu, mereka bisa menimbulkan pertentangan dan anarkisme yang akan mendorong umat pada tindakan kekerasan. “Karena itu polisi harus bertindak agar kesalahan ini tidak ditimpakan pada umat,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

World Conference on Religion and Peace tersebut meminta agar masing-masing agama bisa menakan terjadinya radikalisme dimasing-masing agama. Ia juga meminta agar dakwah dilakukan dengan memperhatikan budaya yang Indonesiawi.

“Jangan sampai kalau umat Islam ada masalah, lapornya ke Arab Saudi, demikian juga kalau Kristen ada masalah, lapornya ke Amerika. Nanti situasinya malah semakin ruwet,” katanya.

Karena itu proses dialog antar para pemimpin agama dan saling menjaga kerukunan menjadi sangat penting dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik SARA di Indonesia. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Internasional Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius

Semarang, Mujahidin Cyber. Jumlah muslim di dunia saat ini mencapai tidak kurang dari 2 milyar. Dengan kuantitas itu tidak ayal masyarakat muslim merupakan pasar potensial khususnya dalam pengembangan produk halal dan wisata syariah. Bagaimanapun kebutuhan untuk memiliki rasa nyaman dalam mengonsumsi makanan dan perjalanan yang syari ? adalah dambaan yang tidak saja untuk memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga perwujudan nilai-nilai keislaman.

Demikian diutarakan Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata Republik Indonesia Riyanto Sofyan dalam pembukaan Seminar Internasional bertajuk "The Role of Islamic Higher Education on Development of Halal System and Sharia Tourism in Indonesia" di Auditorium I UIN Walisongo Semarang, Kamis (31/3).

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengembangan Produk Halal dan Wisata Syariah Perlu Digarap Lebih Serius

Dalam seminar yang diselenggarakan Program Pascasarjana UIN Walisongo ini, Riyanto menyatakan bahwa bisnis dalam kaitannya dengan produk halal dan wisata syariah memiliki potensi yang besar. "GDP (Gross Domestic Product) dari negara-negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Kerjasama Islam) saja sebesar 9,8 triliyun dolar," ungkapnya.?

Dengan pendapatan sebesar itu, lanjut Riyanto, produk halal dan wisata syariah saat ini tidak hanya menjadi perhatian bagi negara-negara mayoritas berpenduduk muslim, tetapi juga negara-negara seperti Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa. Negara-negara ini saling bersaing dan berebut menggarap pasar. Tentunya hal tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia. "Kami masih minim promosi. Karena itu inisiasi seminar internasional Pascasarjana UIN Walisongo sangat kami apresiasi," imbuhnya.?

Menurut Direktur Pascasarjana UIN Walisongo, Ahmad Rofiq pemerintah memang telah menerbitkan Undang-undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, tetapi UU ini belum memiliki peraturan yang mengatur lebih teknis seperti Peraturan Pemerintah atau hingga terbentuknya badan tertentu. Sehingga perlu berkontribusi dalam pengembangan produk halal dan juga wisata syariah. "Perguruan tinggi perlu mendorong bagaimana caranya agar masyarakat memiliki kesadaran akan pentingnya produk halal dan wisata yang syari. Ini butuh keseriusan," tutur Guru Besar bidang Hukum Islam ini.?

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Walisongo, Imam Taufiq menyatakan, beberapa program studi di UIN Walisongo sangat potensial untuk melahirkan kajian dan penelitian yang tepat guna untuk mendukung produk halal dan wisata syariah. "Prodi-prodi seperti Kimia, Gizi dan Kesehatan misalnya, tentu akan tepat dalam persoalan ini," terangnya saat membuka acara seminar. Hal ini selaras dengan visi UIN Walisongo yang berpedoman pada paradigma kesatuan ilmu (unity of sciences) untuk kemanusiaan dan peradaban.?

Sementara itu hadir sebagai pembicara dalam seminar internasional Pascasarjana UIN Walisongo ini adalah Irwandi Jaswir dari International Islamic University Malaysia (IIUM Malaysia), Asrorun Niam Sholeh (MUI) Lukmanul Hakim (Direktur LPPOM MUI-President of World Halal Food Council), dan Achmad Gunaryo selaku Kepala Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama. (Red-Zunus)?

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, PonPes Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Solo, Mujahidin Cyber. Akhir pekan lalu (24/5), Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menggelar acara kontes pemilihan ajang Puteri Fatayat NU wilayah Jawa Tengah yang bertempat di Gedung Asrama Haji Islamic Centre Manyaran, Semarang.

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jateng Gelar Kontes Puteri Fatayat 2015

Dalam kesempatan tersebut, peserta dari perwakilan Fatayat Magelang, Aini Chabibah, berhasil mengalahkan para pesaingnya dan berhak untuk dinobatkan menjadi Puteri Fatayat NU Jawa Tengah tahun 2015.

Ketua Umum PW Fatayat NU Jawa Tengah Khizanaturrohmah menjelaskan, kegiatan Kontes Puteri Fatayat 2015 ini, masih menjadi rangkaian dari kegiatan Harlah Fatayat NU yang diperingati pada 24 April lalu.

Mujahidin Cyber

“Acara ini diikuti 60-an peserta dari 35 pengurus cabang Fatayat se-Jawa Tengah. Seleksi peserta sudah dilaksanakan sejak bulan April. Dari jumlah tersebut kemudian dipilih 25 finalis yang tampil dalam acara final pemilihan Puteri Fatayat NU,” terang Khizanaturrohmah, saat ditemui Mujahidin Cyber di Solo belum lama ini.

Mujahidin Cyber

Ditambahkan dia, pihak panitia juga membuka kesempatan bagi para wanita di luar Fatayat yang ingin mengikuti kegiatan ini. “Tujuan kita, juga untuk mengenalkan Fatayat NU kepada masyarakat, agar mereka juga tertarik untuk masuk Fatayat,” ujar dia.

Meski demikian, lanjut Khiz, para peserta yang mengikuti kegiatan ini mesti memiliki beberapa kriteria. Kriteria tersebut antara lain brain, beauty, religius, dan berakhlakul karimah. “Yang tidak kalah penting mereka juga mesti menguasai materi Aswaja,” imbuhnya.

Selain kegiatan pemilihan Puteri Fatayat NU 2015 ini, Fatayat Jateng juga menggelar berbagai event kegiatan “Festival Budaya Islami 2015” yang berupa ? fashion show, seminar beauty class, focus group discussion, dan festival hadroh. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 07 Februari 2018

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar

Majalengka, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PC PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Majalengka menggelar latihan rutin bagi pelajar di Majalengka untuk belajar seni bela diri NU. 

Kegiatan kali ini bertempat di halaman Balai Desa Banjaransari, Cikijing, Majalengka, Selasa (10/2) pagi dan diikuti oleh 30 siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Cikijing.

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar

Maman Rais Ketua Pagar Nusa Majalengka mengatakan, agenda ini dilaksanakan setiap hari selasa untuk SD, sabtu untuk SMP, dan ahad untuk SMA tiap seminggu sekali.

Mujahidin Cyber

"Memang kegiatan ini sudah berjalan selama 4 bulan dan baru fokus menggarap Kecamatan Cikijing untuk mengenalkan seni bela diri NU pada pelajar," ujar Maman disela-sela melatih.

Mujahidin Cyber

Maman menambahkan, garapannya ini baru sebatas melatih anak-anak usia pelajar, belum menggarap ke level mahasiswa dan kecamatan-kecamatan lain.

Ia berharap, kedepan unit kegiatan mahasiswa perguruan tinggi di Majalengka bisa bekerjasama dengan PMII Majalengka karena baru kader IPNU dan IPPNU yang menyatakan siap berlatih pencak silat.

“Kami juga berharap, PCNU Majalengka dan pihak pemerintah daerah bisa membantu memfasilitasi kami untuk menyosialisasikan kegiatan ini pada masyarakat,” harapnya. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Pengalaman Mengurusi NU Penuh Keberkahan

Sejak tahun 1998 saya aktif dikepengurusan NU. Yaitu sebagai Sekretaris MWC NU. Bahkan jabatan itu sampai sekarang masih disandang saya. Setiap 5 tahun? konferensi MWC saya selalu diminta untuk menjadi Sekretaris di Jam`iyah para Ulama itu.

Suka duka ngurus NU di daerah saya tidak semulus di daerah lain. Banyak pengorbanan yang saya keluarkan baik korban waktu maupun korban keuangan. Padahal sebagai seorang ustadz kampung penghasilan saya tidak seberapa. Tapi alhamdulillah lima tahun terakhir saya sering menerima undangan ceramah di pengajian-pengajian sebagai muballigh.

Pengalaman Mengurusi NU Penuh Keberkahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman Mengurusi NU Penuh Keberkahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman Mengurusi NU Penuh Keberkahan

Bersama dengan pengurus yang lain saya terus menjalankan roda jam`iyah ini. Dari bahtsul masa`il, lailatul ijtima` sampai rapat-rapat kordinasi dengan pengurus ranting. Bahkan kegiatan di PCNU kami tidak pernah absen. Beruntung ketua tanfidziyah kami seorang yang kaya raya. Selain seorang pengusaha beliau juga seorang politisi yang pernah duduk sebagai anggota DPRD dua periode. Sehingga sebagaian besar biaya operasional kegiatan beliau yang menanggung.

Mujahidin Cyber

Yang namanya sekretaris adalah roda penggerak sebuah organisasi. Apalagi ketua kami selalu sibuk dengan kegiatan-kegiatan baik kegiatan usaha maupun kegiatan agenda DPRD. Sehingga walaupun sebagai Sekretaris MWCNU, banyak tugas-tugas ketua yang beralih ke pundak saya. Banyak pengurus yang lain, tetapi saya yang selalu ditunjuk untuk melakukan tugas-tugas ke-NU-an baik di lingkungan MWC, PC bahkan di atas PC.? Sehinga banyak menyita waktu saya. Bukan hanya waktu yang tersita finansial pun banyak keluar untuk operasional kegiatan tersebut.

Mujahidin Cyber

Semua itu saya lakukan dengan ikhlas. Yang ada dalam benak saya adalah pengabdian terhadap NU. Terhadap Ulama yang telah menjadikan saya seperti ini.

Pada konferensi yang kedua MWCNU, dari komisi program mencetuskan bahwa MWCNU kami mendidirikan KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) yaitu oragnisasi yang menyelengarakan manasik tingkat dasar untuk calon jama`ah haji.

Keputusan konferensi tersebut ditindaklanjuti dengan rapat kerja MWCNU. Pada akhirnya ketika rapat pembentukan pengurus KBIH saya ditunjuk untuk menjadi sekretaris. Padahal saya waktu itu belum menunaikan ibadah haji. Tapi, lagi-lagi pengabdian. Amanat itu saya emban dengan ikhlas di pundak saya.

Pada tahun 2011 KBIH kami mulai beroperasi. Waktu itu jama`ah yang kami rekrut hanya 16 jama`ah. Kami berusaha melayani jama`ah dengan? sebaik mungkin. Sehinga pada musim haji tahun 2012 kami harus melayani 46 orang calon jama`ah haji. Dari tahun ke tahun jama`ah calon haji yang kami urus selalu bertambah. Tapi bukan itu yang membanggakan untuk saya.

Yang sangat membanggakan untuk saya, dari yang tidak tahu saya menjadi tahu tentang ilmu manasik haji. Bahkan setiap kegiatan latihan manasik haji saya seolah sebagai pelatih profesional. Banyak calon jama`ah haji yang memanggil saya haji. Waktu itu saya hanya amin saja. Dan setiap saat saya berdoa dan meminta kepada Allah SWT agar saya dan keluarga saya di izinkan oleh Allah SWT agar dapat menunaikan ibadah haji. Bahkan saya sering berdoa agar saya dapat beribadah haji setiap saat.

Alhamdulillah, Allah SWT mengabulkan doa saya. Pada tahun? 2014 saya diberi kesempatan dapat menunaikan ibadah umroh. Subhanallah, padahal waktu itu secara finansial saya? tidak punya uang. Tapi nyatanya saya bisa melunasi biaya umroh sebesar Rp 26.975.000. Allah telah memberikan kemudahan untuk saya. Ya benar, Allah telah memberikan kemudahan untuk saya. Kalau tidak, bagaimana mungkin saya bisa membayar biaya umroh yang sebesar itu? Sungguh menakjubkan.

Bahkan yang lebih menakjubkan lagi, ketika saya berdoa di Multazam. Doa saya dua macam. Pertama saya ingin sepulang dari umroh saya bisa mendaftarkan diri saya dan isteri saya untuk beribadah haji agar saya dan isteri saya bisa bersimpuh dihadapan Ka’bah. Dan yang kedua saya pengen membeli kendaraan roda empat agar saya lebih mudah memenuhi undangan pengajian apabila masyarakat membutuhkan saya.

Subhanallah.... setelah beberapa bulan sepulang dari tanah suci. Doa itu benar-benar terkabulkan. Saya dan isteri saya dapat mendaftar sebagai calon jama`ah haji, walaupun melalui dana talangan dari salah satu bank syari`ah di kota saya. Saya dan isteri saya menunggu antrian tahun pemberangkatan bersama dengan calon jama`ah yang lain.

Lagi-lagi saya membaca tasbih, subhanallah... tahun depan saya diusulkan untuk mendampingi jama`ah haji di KBIH yang saya urus. Berbarengan dengan penantian ini saya juga sedang menanti kedatangan mobil avanza. Alhamdulillah permohonan kredit mobil saya di acc.

Begitulah,? dengan mengurus NU saya mendapatkan keberkahan yang sangat luar biasa dari Allah SWT. Terimakasih ya Allah... terimakasih juga kepada guru-guru saya...dan terimakasih juga untuk orang-orang yang telah berjasa mendorong saya sehingga saya bisa seperti sekarang ini. (Kamali Noor, Sekretaris MWCNU Losarang Indramayu)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang menjadi rujukan para ahli hadis maupun lembaga pendidikan Islam di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari merupakan jalur pertama dari sanad kitab hadis masyhur tersebut.

? ?

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Berikut ini sanad Kitab Shahih Bukhari, dari KH Hasyim Asy’ari melalui jalur Syaikh Mahfud Termas sampai kepada penulis hadits, yakni Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari yang terdiri dari jalur pertama dan kedua:

Jalur pertama:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfud Termas.?

Mujahidin Cyber

3. Dari Syaikh Muhammad Abu Bakar Syatha Al-Makki.?

4. Dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

5. Dari Syaikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi

6. Dari Syaikh Muhammad bin Ali As-Syinwani

Mujahidin Cyber

7. Dari Syaikh Isa bin Ahmad Al-Barawi

8. Dari Syaikh Muhammad Ad-Dafri

9. Dari Syaikh Salim bin Abdillah Al-Bashri

10. Dari ayahnya: Abdillah bin Salim Al-Bashri

11. Dari Syaikh Muhammad bin Alaudin Al-Babili

12. Dari Syaikh Salim bin Muhammad As-Sanhuri

13. Dari Najm Muhammad bin Ahmad Al-Ghaytho

14. Dari Syaikh Al-Islam Zakariya bin Muhammad Al-Anshari

15. Dari Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani

16. Dari Ibrahim bin Ahmad At-Tanukhi

17. Dari Abil Abbas Ahmad bin Thalib Al-Hajar

18. Dari Husain bin Mubarak Az-Zabidi Al-Hambali

19. Dari Abil Waqt Abdil Awwal bin Isa As-Sijzi

20. Dari Abil Hasan Abdul Rahman bin Mudzaffar bin Dawud Ad-Dawudi

21. Dari Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad As-Srakhsi

22. Dari Abi Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar Al-Firabri

23. Dari Penyusunnya (orang yang menghimpun hadits), yakni: Al-Imam Al-Hafid Al-Hujjah Abi Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim Al-Bukhari

Jalur kedua:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfudz Termas

3. Dari Sayyid Husain Al-Habsyi

4. Dari Ayahnya Muhammad Husain Al-Habsyi

5. Dari Umar bin Abdul Karim Al-Attar

6. Dari Sayyid Ali bin Abdil Bar Al-Wina’i

7. Dari Abdil Qadir bin Ahmad bin Muhammad Al-Andalusi

8. Dari Muhammad bin Abdillah Al-Idirsi

9. Dari Al-Quthb Muhammad bin Alauddin An-Nahruwali

10. Dari ayahnya

11. Dari Abil Futuh Ahmad bin Abdillah At-Thawusi

12. Dari Baba Yusuf Al-Hirawi

13. Dari Muhammad bin Syadzikhat Al-Farghani

14. Dai Abi Luqman Yahya bin Ammar Al-Khuttalani

15. Dari Muhammad bin Yusuf Al-Farbary

16. Dari Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari

Demikianlah sanad Kitab Shahih sampai KH Hasyim Asy’ari. Dari KH Hasyim Asy’ari inilah kebanyakan para ulama Indonesia setelahnya menimba ilmu.

Sumber:

Kitab Kifayatul Mustafid li Ma Ala minal Asanid, Karya Syaikh Mahfud Termas.

(Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Sabtu, 27 Januari 2018

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tahun ini diprediksi mengalami perbedaan dalam penetapan awal puasa Ramadhan. Namun demikian, keputusan dua ormas terbesar di Indonesia ini tentang 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri diperkirakan serentak 28 Juli 2014.

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Puasa NU-Muhammadiyah Diprediksi Beda, Lebaran Sama

Warga NU diperkirakan akan mulai berpuasa pada 29 Juni 2014. Sementara Muhammadiyah sudah lebih dulu memastikan akan berpuasa pada 28 Juni 2014.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Syaiful Hadi mengungkapkan bahwa penetapan sementara itu berdasarkan pada hasil rapat koordinasi (Rakor) PWNU Jawa Timur pada 2 Juni lalu. Pada rapat tersebut, diperkirakan awal bulan Ramadhan jatuh pada Ahad 29 Juni 2014.

Mujahidin Cyber

“Hal itu karena berdasarkan metode rukyatul hilal (melihat langsung bulan sabit). Posisi hilal ada pada titik 0,085 derajat. Perlu dicatat, ini penghitungan sementara,” ujarnya, Jumat (20/6) sore di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces, Probolinggo.

Pada posisi itu kata Kiai Syaiful Hadi, pada posisi itu bulan sangat dimungkinkan tidak terlihat secara kasat mata. Dengan demikian, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari. “Sehingga terlihatnya hilal pada posisi 0,085 derajat itu yang tepat di hari Ahad, pertanda dimulainya puasa,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Pandangan itu berdasarkan hasil pemaparan tim rukyatul hilal PWNU Jawa Timur. Menurut Ketua Tim Rukyatul Hilal PWNU Jawa Timur KH. Sholeh Hayat, posisi itu berdasarkan peredaran bulan pada awal Sya’ban.

“Penetapan sementara ini berdasarkan pergeseran bulan. Tetapi keputusan resminya tunggu nanti, pada 29 Sya’ban atau 27 Juni. Saat itu NU akan melakukan rukyatul hilal,” tegasnya.

Diketahui, selama ini selain menggunakan metode hisab (penghitungan matematis) untuk memprediksi, NU juga memakai metode rukyat atau melihat langsung hilal untuk memastikan hasil akhir. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Lebih dari Sekadar Aqidah, Islam itu Agama Peradaban

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang akrab disapa Kang Said menyatakan, agama Islam tidak hanya menyangkut pada ? persoalan aqidah. Aqidah hanya bagian kecil dari ajaran Islam. Karena, masih banyak persoalan lain yang harus dikaji lagi guna membangun peradaban Islam di dunia ini.

Lebih dari Sekadar Aqidah, Islam itu Agama Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebih dari Sekadar Aqidah, Islam itu Agama Peradaban (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebih dari Sekadar Aqidah, Islam itu Agama Peradaban

"Islam itu bukan hanya kafir-kafiran begitu, mukmin-kafir. Bukan hanya itu. Islam bukan hanya bicara aqidah saja, bukan hanya memvonis mukmin-kafir," terang Kang Said dalam sambutan penutupan kursus singkat Tasawuf sebagai Etika Sosial di Pesantren Ats-tsaqafah, Jakarta, Jumat (20/12).

Islam itu, lanjut Kang Said, adalah agama ilmu dan peradaban. Islam agama kebudayaan dan kemajuan. "Islam itu agama ilmu, agama intelektual, agama kemajuan, agama peradaban," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Kang Said menceritakan, orang pertama kali yang menegaskan Islam bukan hanya aqidah adalah Imam Hasan Bashri. Saat itu Imam Hasan Bashri dihadapkan pada fenomena saling mengafirkan di antara sesama muslim. Ia kemudian menyadari, Islam tidak akan maju jika hanya saling mengafirkan.

Mujahidin Cyber

Imam Hasan Al-Bashri yang lahir tahun 21 dan wafat 110 H, tokoh sentral tabiin, itu menyelamatkan umat Islam. Ia sudah melupakan aktivitas saling mengafirkan. Ia lalu mengajak umat Islam untuk membangun ilmu pengetahuan, peradaban, dan kemajuan Islam, ujar Kang Said meniru seruan Imam Hasan Bashri kepada umat Islam di zamannya.

Setelah kampanye Imam Hasan Bashri bahwa Islam itu bukan hanya aqidah, mulai bermunculan ulama-ulama yang menggagas dan berkreasi membangun ilmu pengetahuan.

"Dari situ muncul ilmu hadits, ilmu tafsir, ilmu nahwu, shorof, balaghah setelah Imam Hasan Basri berteriak keras; apa-apaan ini? Kok umat islam bisanya hanya mengafirkan," tegas Kang Said.

Untuk itu, perbedaan yang ada tidak perlu dibesar-besarkan. Alangkah baiknya yang dikedepankan umat Islam adalah persamaannya. Karena, kejayaan Islam tidak akan hadir kembali jika umatnya sibuk membesarkan perbedaan, saling membidahkan atau mengafirkan sesama muslim. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Senin, 15 Januari 2018

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras

Yogyakarta, Mujahidin Cyber



Maraknya kasus minuman keras oplosan belakangan ini yang telah banyak merenggut banyak nyawa terutama dikalangan muda, membuat keprihatian dari Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) D.I.Yogyakarta.

Dalam release yang dikirimkan ke Mujahidin Cyber, mereka menyatakan bahwa konsumsi minuman keras, jelas dan nyata telah merugikan dan merusak masyarakat terutama anak-anak dan remaja yang seharusnya dilindungi oleh negara sebagaimana amanah Konstitusi UUD 1945 dan UU Perlindungan Anak.

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras (Sumber Gambar : Nu Online)

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras

Selama ini APSI menilai peredaran minuman keras semakin hari semakin mencemaskan, namun ternyata tidak ada langkah nyata dari pemerintah untuk mencegah kerusakan akibat peredaran minuman keras.

Tewasnya puluhan remaja di D.I. Yogyakarta akibat minuman keras oplosan, merupakan fenomena gunung es. Pada faktanya produsen merupakan pemain lama yang sudah keluar masuk tahanan karena hanya dijerat dan diputus hukuman ringan.

Mujahidin Cyber

Untuk mensikapi kondisi ini, APSI D.I.Yogyakarta meminta:

1. Mendesak Kepolisian RI untuk menegakkan hukum dengan menerapkan Pasal-Pasal pidana yang bukan termasuk Tindak Pidana Ringan kepada Produsen dan Distributor Minuman Keras yang telah menewaskan banyak remaja dan pemuda

2. Mendesak kepada Pemerintah RI dan DPR RI untuk membuat peraturan perundang-undangan yang melarang produksi dan pengedaran minuman keras dengan menerapkan sanksi pidana yang berat dengan ketentuan minimum khusus

3. Mendesak kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Pemerintah Kabupaten/Kota di D.I.Yogyakarta untuk membuat peraturan daerah yang melarang produksi dan peredaran minuman keras di wilayahnya masing-masing

4. Mengajak masyarakat luas untuk saling menjaga dari bahaya minuman keras terutama bagi anak-anak dan remaja serta memberikan pengawasan bersama terhadap peredaran minuman keras di masyarakat. Red: Mukafi Niam

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Jumat, 22 Desember 2017

PW IPNU-IPPNU Bali Gelar Makesta untuk Penguatan Kader

Denpasar, Mujahidin Cyber



Pimpinan Wilayah IPNU–IPPNU Provinsi Bali menyelenggarakan acara Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) yang dilaksanakan di Gedung PWNU di Denpasar Bali pada tanggal 24-25 Mei 2017.?

PW IPNU-IPPNU Bali Gelar Makesta untuk Penguatan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
PW IPNU-IPPNU Bali Gelar Makesta untuk Penguatan Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

PW IPNU-IPPNU Bali Gelar Makesta untuk Penguatan Kader

Peserta merupakan delegasi dari beberapa kabupaten di provinsi Bali di antaranya Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng. Acara Makesta tersebut merupakan kegiatan Kaderisasi Perdana PW IPNU-IPPNU Bali.?

Rifqi Derry selaku ketua penyelenggara menjelaskan, "Kita sebagai pemuda, santri, mahasiswa maupun pekerja yang sedang belajar juga termasuk pelajar bukan hanya siswa. Jadi manfaatkan acara ini sebaik mungkin. Karena setelah ini kalianlah yang akan membimbing adik-adik berorganisasi," paparnya.

Acara yang berjalan selama dua hari itu diisi dengan kegiatan pengenalan, pretest, serta diskusi ringan. Pengenalan tentang IPNU-IPPNU disampaikan oleh perwakilan PW IPNU Jawa Timur, serta Aini Silvy Arofah Ketua demisioner PW IPPNU D.I.Yogyakarta.?

Mujahidin Cyber

Materi analisis diri difasilitatori Deny Gunawan dari LTN NU Bali. Keorganisasian oleh.Suparto selaku Sekretaris PW Ansor Bali. Materi keislaman ala Ahlussunnah wal Jamaah disampaikan oleh Maimun Nur selaku Katib PWNU Bali. Serta ke-NU-an yang disampaikan Muhammad Fawaiz selaku Wakil Katib Suriah PWNU Bali.

Sebelum acara ditutup juga diberikan motivasi yang disampaikan langsung oleh H Abdul Aziz selaku ketua PWNU Bali sekaligus perumusan rencana tindak lanjut (RTL) bersama Sulaimi, wakil Sekretaris PWNU Bali. Red: Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Sabtu, 02 Desember 2017

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran

Bandung, Mujahidin Cyber. Warga bisa menikmati pemandangan pusat Kota Bandung dari ketinggian sekitar 87 meter melalui Menara Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat memasuki libur Lebaran 2016.

Penjaga tiket Menara Masjid Raya Bandung Yayat Ruhiyat, Jumat, mengatakan jumlah pengunjung mengalami peningkatan selama libur Lebaran ini yakni mencapai 1.000 orang per harinya.

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran

"Kalau libur hari biasa paling banyak itu 400 orang, tapi satu hari setelah Lebaran kemarin jumlah pengunjungnya naik drastis yakni bisa 1.000 orang," kata Yayat sambil melayani pembelian tiket.

Untuk bisa naik ke Menara Masjid Raya Bandung, pengunjung harus antre dan kapasitas lift untuk menuju menara bisa menampung hingga 10 orang.

"Satu lift menampung sampai 10 orang, dari lantai dasar sampai ke puncak menara dibutuhkan waktu sekitar satu menitan," kata Yayat.

Mujahidin Cyber

Selama libur Lebaran ini, harga tiket untuk menikmati pemandangan Kota Bandung dari Menara Masjid Raya Bandung adalah Rp5.000 per orang.

"Cuma selama libur Lebaran saja harga tiketnya menjadi Rp5.000. Tapi kalau hari bisa harga tiket untuk dewasa itu Rp4.000 dan anak kecil Rp3.000 ribu," kata dia.

Salah seorang warga yakni Asep Arif mengatakan ia sengaja naik menara tersebut karena ketika di atas menara dirinya bisa melihat pemandangan Kota Bandung secara keseluruhan.

"Ini saya datang sama sembilan anggota keluarga lainnya. Ada anak dan istri saya, mertua, orang tua saya sama adik saya. Sebenarnya sudah beberapa kali saya ke tempat menara ini dan kalau sudah sampai k puncaknya. Subhanallah lah pokoknya. Pemandangan Bandung dari atas indah pisan pokoknya," kata Asep. (Antara/Mukafi Niam)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 29 November 2017

ISNU Cirebon Dukung Para Kuwu Ajukan Uji Materi ke MK

Cirebon, Mujahidin Cyber?



Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mendukung Forum Kuwu-kuwu Kabupaten Cirebon (FKKC) yang akan mengajukan uji materi (judicial review) terkait Undang-Undang Desa. ?

ISNU Cirebon Dukung Para Kuwu Ajukan Uji Materi ke MK (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Cirebon Dukung Para Kuwu Ajukan Uji Materi ke MK (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Cirebon Dukung Para Kuwu Ajukan Uji Materi ke MK

Dukungan tersebut, menurut PC ISNU Kabupaten Cirebon Abdul Muiz Syaerozie adalah menurunkan pakar akademisi dan praktisi hukum guna mengawal uji materi FKKC ke Mahkamah Konstitusi.

Menurut dia, dukungan tersebut disampaikan pada rapat koordinasi antara ISNU, FKKC dan Pemda di Kabag Hukum Kabupaten Cirebon pada Kamis 9 Maret 2017.

“Kami diminta FKKC menyediakan pakar yang mengerti tentang kecirebonan, baik dari filolog, antropolog dan pakar filsafat tradisi, serta pakar filsafat budaya lokal Cirebon. Selain pakar-pakar akademik, kami juga di minta FKKC untuk menyediakan pakar dan praktisi hukum,” jelasnya kepada Mujahidin Cyber.?

Rencananya, kata dia, dari praktisi hukum dari ISNU akan bergabung dengan tim pengacara yang ditunjuk Bupati Cirebon.

Mujahidin Cyber

Ia menambahkan, jauh sebelumnya, ISNU juga sudah berkeinginan mengajukan gagasan sistem pemerintahan lokal atau pakuwon dengan dipimpin oleh seorang kuwu (kepala desa dalam bahasa Cirebon) sebagai kekayaan budaya lokal ke UNESCO.?

Mujahidin Cyber

“Kami melihat sistem pemerintahan lokal (Pakuwon) yang dipimpin oleh seorang kuwu memilki karakter dan khas tersendiri yang berbeda dengan sisitem pemerintahan desa yang sekarang diberlakukan,” katanya. ?

Menurut dia, kuwu seperti subak di Bali, murni karya masyarakat Cirebon masa lalu sebagai salah satu warisan budaya dunia yang harus diakui dunia.?

“Kami akan mengkajinya lagi lebih serius,” tegasnya. (Red: Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Senin, 27 November 2017

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Jember, Mujahidin Cyber. Anak-anak harus dikenalkan pada agama sedini mungkin. Sebab, jika terlambat akan sulit membina dan mengarahkan mereka menuju pribadi yang berakhlaq mulia.

Demikian dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberi sambutan dalam Pesta Lomba 2013 yang digelar Madrasah Ibtidaiyah (MI) ? Unggulan Nuris (full day school) di halaman SMP-SMA Nuris Jember, Ahad (12/5) kemarin.

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Menurut Kiai Muhyiddin, penanaman aqidah sedini mungkin dalam diri anak-anak, menjadi kunci atau dasar dari pembinaan selanjutnya. “Karena anak-anak itu apa yang dialami dan diterima itulah yang akanmembekas,” tuturnya.

Mujahidin Cyber

Rais Syuriyah PCNU Jember itu menambahkan, saat ini kondisi pembinaan anak-anak cukup memprihatinkan. Betapa tidak, tidak jarang prilaku nakal anak-anak justru seperti orang dewasa, misalnya merokok, minum-minuman keras dan sebagainya.

“Maka salah satu obatnya adalah ? menggiring mereka pada suasana yang agamis,” jelas Kai Muhyiddin sebelum membuka lomba secara resmi.

Mujahidin Cyber

Pesta Lomba 2013 tersebut diikuti tak kurang dari seratus peserta dari seluruh TK-PAUD se-Kabupaten Jember. Adapun jenis lomba meliputi mewarnai kaligrafi, kolase, ? tahfidzul quran nasyid dan fashion show muslim.

Menurut Ketua Panitia, Sayyidah, kelima jenis lomba itu memang dipilih untuk menanamkan kecintaan anak-anak, khususnya peserta lomba terhadap hal-hal yang bernuansa islami. “Missi lomba ini salah satunya adalah mengenalkan agama pada anak-anak,” ucapnya.

Juara umum dalam lomba tersebut diraih oleh TK BIna Anaprasa Nuris dengan menyabet empat juara, yaitu tahfidzul qur’an, fashion show muslim, mewarnai kaligrafi dan ? kolase. Sedangakn lomba Nasyid diraih anak dari ? PAUD Catleya 62 Antirogo.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, IMNU, Khutbah Mujahidin Cyber

Jumat, 03 November 2017

Buku “Fiqih Tradisionalis” Segera Jadi Kitab Kuning

Jember, Mujahidin Cyber. Cita-cita membumikan ajaran-ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU di Indonesia semakin dikuatkan oleh upaya KH Muhyiddin Abdusshomad. Jika sebelumnya ia menulis buku "Fiqih Tradisionalis" dalam huruf latin, kali ini akan ditulis dengan huruf arab gundul, atau kitab kuning.

Sengaja ditulis berbeda, karena segmen yang dituju juga beda. Jika buku sebelumnya lebih difokuskan untuk kalangan umum, kali ini untuk siswa madrasah, santri pesantren dan kiai.

Buku “Fiqih Tradisionalis” Segera Jadi Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Buku “Fiqih Tradisionalis” Segera Jadi Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Buku “Fiqih Tradisionalis” Segera Jadi Kitab Kuning

“Sebab di pesantren itu kalau tidak pakai kitab dalam huruf Arab, terasa kurang mantap,” kata Kiai Muhyiddin, saat ditemui di kediamannya, Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Antirogo, Jember, Sabtu (29/9) lalu. “Orang pesantren kurang puas kalau mengambil rujukan dari kitab yang ditulis dari arah kiri,” lanjutnya bergurau.

Buku dalam edisi kitab kuning itu nantinya akan diberi judul Al-Hujajul Qath’iyah fi Shihhatil Mu’taqadat wal Amaliyat an-Nahdliyah (Argumentasi-argumentasi kuat tentang kebenaran akidah dan amaliah warga NU). Edisi kitab kuning nanti akan lebih lengkap dari edisi dalam bahasa Indonesia yang sudah terbit, karena ada penambahan di sana-sini dan diketemukannya dalil-dalil lain.

Di antaranya tentang dalil perlunya berjabat tangan setelah shalat berjamaah. “Ternyata jabat tangan usai shalat itu ada dalilnya, dari Hadits Shohih Bukhori lagi,” tutur Kiai Muhyiddin, yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember.

Mujahidin Cyber

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris itu memastikan bahwa naskah itu sudah dikirim ke penerbit, setidaknya dalam awal Oktober ini. Semuanya sudah siap. Termasuk pengantar dari KH Abdullah Faqih (Langitan), KH Bashori Alwi (Singosari), Habib Hasan Baharun (Bangil), KH Maimun Zubair (Sarang) dan Prof Dr Khotibul Umam (UIN Jakarta).

Buku ini lebih terasa istimewa karena juga telah mendapatkan tashih dari Syeikh Abdullah Mujawir Husein (Kepala Staf Kantor Syaikhul Al-Azhar, Mesir). Juga telah mendapatkan pengantar dari Ketua Umum PBNU, DR KH A Hasyim Muzadi.

Bahkan, menurut Kiai Muhyiddin, Syeikh Mujawir menyambut baik penulisan buku yang berisi dalil-dalil amaliah orang NU tersebut. Selain memberikan koreksi, juga pujian untuk sang penulis. “Masa dari 60 juta umat NU tidak ada yang menulis dalam huruf Arab,” kata Syeikh Mujawir, seperti yang ditirukan Kiai Muhyiddin.

Ia mengaku perlu terus menyebarkan dalil-dalil amaliah warga NU ke semua lapisan kaum nahdliyin, karena saat ini serangan dari kelompok lain semakin gencar. Mereka menggunakan dalil-dalil yang sudah dipersiapkan untuk ‘menghabisi’ amaliah orang NU. Ironisnya, tidak semua santri memahami tentang dasar-dasar amaliah mereka. Apalagi yang bukan santri. “Para kiai tidak sempat menjelaskan dasar-dasar itu, sebab sudah terlalu asyik dengan membaca kitabnya,” tutur Kiai Muhyiddin.

Selain itu, waktu belajar di pesantren saat ini semakin pendek. Paling hanya dalam usia SMP-SMA. “Kecuali di pesantren-pesantren yang murni salaf, biasanya waktu belajar mereka lebih panjang,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

Dengan adanya kitab kuning yang menjelaskan tentang dasar-dasar amaliah warga NU dan dijadikan pedoman di pesantren, ia berharap nantinya semua santri memahami dan tidak perlu minder ketika berhadapan dengan kelompok lain. “Lho wong sebenarnya dalil-dalil kita itu lebih kuat kok dari dalil mereka. Kita saja yang banyak belum tahu,” kata Kiai Muhyiddin meyakinkan. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Selasa, 31 Oktober 2017

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar tahlil dan membaca surat Yasin selama tujuh hari untuk mendoakan Wakil Ketua Umum (PBNU), H. Slamet Efendi Yusuf, Waketum PBNU yang meninggal dunia di Bandung pada Rabu (2/12) malam, pukul 23.00 WIB.

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Takmir Masjid an-Nahdlah, Tobaq Muria menjelaskan tahlil dan Yasin ini akan dimulai Kamis malam (3/12) seusai shalat Maghrib yang akan diikuti oleh para pengurus, karyawan PBNU, staf kantor, lembaga, badan otonom, dan masyarakat sekitar serta para pedagang di sekitar gedung PBNU.

Lebih lanjut Tobaq mengatakan ia merasa kehilangan atas meninggalnya H. Slamet Effendy Yusuf yang merupakan salah satu kader terbaik NU. Selain konsisten dalam memperjuangkan Islam toleran, ia juga ramah terhadap karyawan serta staf yang ada di lingkungan PBNU.

Mujahidin Cyber

“Pada hari ketujuh nanti akan ditambahkan dengan khataman Al-Qur’an,” kata Tobaq.

H. Slamet Effendy Yusuf selain menjabat sebagai Waketum PBNU juga menjabat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat dan Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Dia juga pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor dua periode. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 25 Oktober 2017

Presiden Buka Munas IX MUI

Surabaya, Mujahidin Cyber. Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Muktamar Nasional (Munas) ke-IX Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pembukaan dilakukan ? di Gedung Grahadi, Komplek Rumah Dinas Gubernur Jawa Timur, di Surabaya, ? Selasa (25/8).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan jajaran, Pengurus MUI se-Indonesia, para ketua Ormas Islam, para ulama, dan tokoh nasional lainnya sebagaimana dilansir oleh situs kemenag.go.id.

Presiden Buka Munas IX MUI (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Buka Munas IX MUI (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Buka Munas IX MUI

Dalam Munas yang mengangkat tema; “Islam Wasathiyah untuk Indonesia dan Dunia yang Berkeadilan dan Berkeadaban” tersebut, Presiden menyatakan bahwa di Indonesia ada dua arus besar Islam; Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan Presiden mengatakan bahwa dua sungai yang tidak pernah kering ini, pada akhirnya akan bertemu dalam satu muara yang mulia tujuannya, yakni untuk Indonesia dan Dunia yang berkeadilan, berkeadaban dan Rahmatan lil alamin.

Mujahidin Cyber

Presiden melihat, MUI sebagai wadah berbagai ormas Islam, mampu menjadi pelopor Umat Tengahan.

Mujahidin Cyber

“Umat Tengahan yang menjunjung nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, inklusif, rukin dan damai. MUI akan mampu menjadi tenda besar sejati untuk umat Islam yang majemuk. Dialog sangat penting demi tegaknya Umat Tengahan,” kata Presiden

Presiden berharap, MUI mampu menjadi pelopor untuk mewujudkan Umat Tengahan tersebut. Pemerintah siap menjadikan MUI sebagai mitra strategis. Pemerintah terbuka untuk mendapat masukan dan bertukar pikiran.

Selanjutnya, Presiden mengajak masyarakat untuk tetap optimis dan pro aktif untuk menjaga kondisi Indonesia untuk tetap stabil.

“Jika kita stabil, maka keilmuan Islam akan berkembang dan maju. Kita harus meningkatkan dzikir, fikir, kerja keras dan beramal shaleh untuk mengimplementasikan cita-cita kita sebagai masyarakat yang mandiri, bermartabat, dan berperadaban tinggi,” urai Presiden. ? Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tokoh, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 18 Oktober 2017

Calon Presiden Pun Mulai Dekati IPNU-IPPNU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Para calon presiden memanfaatkan Ramadhan untuk mendekati kelompok masyarakat. Sebagaimana yang dilakukan oleh Djoko Susanto, mantan panglima TNI dihadapan kader-kader IPNU-IPPNU di gedung PBNU, Senin (29/7).

Calon Presiden Pun Mulai Dekati IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Presiden Pun Mulai Dekati IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Presiden Pun Mulai Dekati IPNU-IPPNU

Dalam pertemuan yang diberi tajuk “imspiring lecture & buka puasa bersama” ini, Djoko menjelaskan berbagai pemikirannya seperti dalam bidang pendidikan, pembangunan yang lebih berkeadilan antara Jawa dan luar Jawa, penyelesaian masalah krisis pupuk yang selalu berulang ketika masa tanam, dan lainnya. 

Sebelumnya, Djoko, yang juga ketua dewan pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ini telah mengadakan dialog dengan kader IPNU-IPPNU Banten dan berencana berkeliling Indonesia untuk bertemu dengan IPNU-IPPNU yang merupakan pemilih pemula ini.

Mujahidin Cyber

Ketua IPPNU Farida Farichah mengaku, sejumlah politisi yang ingin berkiprah dalam perebutan kepemimpinan nasional 2014 meminta waktu untuk dialog, namun tidak semua diterima.

“Pada prinsipnya IPPNU netral dalam perpolitikan, tetapi kita perlu memberi panduan kepada kader, kriteria pemimpin seperti apa yang pantas menjadi pemimpin di Indonesia. Tapi sejauh ini belum diputuskan,” katanya.

Mujahidin Cyber

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 September 2017

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar

Tasikmalaya, Mujahidin Cyber. Corps Brigade Pembangunan IPNU seprovinsi Jawa Barat mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Utama (Diklatama) I dan Kemah Bakti Santri dan Pelajar sepanjang Kamis-Ahad (14-17/5) siang. pada kegiatan di Bumi Perkemahan Situ Sanghyang Cilolohan, Tanjung Jaya, kabupaten Tasikmalaya, sebanyak 300 pelajar delegasi kabupaten se-Jawa Barat ini menyatakan ikrar untuk mengampanyekan Islam rahmatan lil alamin.

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

300 Pelajar NU Jabar Gelar Kemah Pelajar

Peserta diberikan materi tentang ideologisasi mengenai ke-NUan, Aswaja, ke-IPNUan, dan ke-CBPan serta materi pilihan lainnya seperti SAR, Navigasi Darat, ? Sosiologi Pedesaan, dan Baris Berbaris.

Komandan CBP IPNU Jabar Dede Rusyadi mengatakan, Diklatama ini sedapat mungkin mengarahkan peserta untuk menjadi kader muda yang berjiwa sosial dan loyal dalam berbangsa dan bernegara serta berakhlakul karimah.

Mujahidin Cyber

"Selain mendidik anggota untuk menjadi disiplin, juga merekrut mereka menjadi anggota baru CBP.”

Mujahidin Cyber

Ketua IPNU Jabar Asep Irfan Mujahid mengatakan para anggota baru CBP bisa menjadi kader yang ideologis dengan menghalau masuknya paham-paham radikal di daerahnya masing-masing serta menjadi penggerak pembangunan di sekolah maupun masyarakat.

Asep berharap peserta lulusan Diklatama ini lebih matang baik dalam hal mental maupun materi. “Sehingga, mereka ke depan bisa mengembangkan dan berbagi kepada rekan dan rekanita lainnya," kata Asep.

Pembukaan dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya Uu Rizanul Ulum, Dewan Pembina IPNU Jawa Barat Abdul Haris, Dewan Koordinasi Nasional CBP IPNU Asyriqin, dan Banom NU se-Jawa Barat. Mereka menggelar apel penutupan di lapangan Kapolres Tasikmalaya yang dipimpin oleh Kapolres kabupaten Majalengka dengan tertib dan disiplin. (Aries Purnama/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 26 Juli 2017

Malam Kebudayaan Ansor di Aceh Meriah

Banda Aceh, Mujahidin Cyber. Pelaksanaan Malam Kebudayaan Ansor yang digelar Jumat (14/6) kemarin di Hotel Hermes Palace berlangsung meriah. Sejumlah atraksi budaya yang berisikan pesan-pesan moral dan agama dikemas dalam sebuah panggung yang menghibur.

Malam Kebudayaan Ansor di Aceh Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Kebudayaan Ansor di Aceh Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Kebudayaan Ansor di Aceh Meriah

Sekretaris Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aceh Zulfikar Djamaluddin yang juga panitia acara tersebut menerangkan, kegiatan itu dilakukan untuk merefleksi masalah-masalah social yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Aceh. Hanya saja, penyampaian pesan-pesan moral dan agama itu tidak disampaikan dalam bentuk seminar atau pidato-pidato politik.

"Biar tidak bosan, kita kemas dalam bentuk panggung budaya. Ada penampilan puisi dan syair, barongsai, hiphop, Saman, Zikir dan Shalawat, pertunjukan ilusi, serta beberapa lainnya," jelas Zulfikar.

Mujahidin Cyber

"Ini salah satu bukti betapa Aceh merupakan daerah yang kaya dengan khazanah budaya," sambungnya lagi.

Kekayaan khazanah budaya Aceh sambung Samsul B Ibrahim, Ketua GP Ansor Aceh, acap kali dilihat dalam konteks mikro. Budaya tidak dilihat sebagai modal pembangunan Aceh dalam konteks makro. Padahal di beberapa daerah lain seperti di Bali, masyarakat dapat menggantungkan hidupnya dengan nilai-nilai budaya. Pada faktanya, sector pariwisata Bali tidak dapat berdiri sendiri tanpa penguatan nilai-nilai budaya yang membuat Bali kian unik.

Mujahidin Cyber

Aceh sebagai salah satu wilayah yang otonom harusnya bisa lebih baik dari daerah lainnya. Sayangnya acap kali, masyarakat Aceh mengenyampingkan nilai-nilai budaya. Samsul menyebutkan, tradisi mengucapkan salam di antara sesama masyarakat sudah terdegradasi. 

"Mungkin ada yang melihat salam itu sebagai hal kecil. Padahal itu unik. Mungkin itu dapat menjadi salah satu ikon wisata religi kita berkaitan dengan adanya pesta wisata baik Banda Aceh Visit Years maupun Aceh Visit Years 2013 yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Aceh," katanya.

"Ini modal. Nggak boleh disepelekan. Jadi mari kita gerakkan kembali gerakan kebudayaan di Aceh," pintanya menyambung pembicaraan.

Pernyataan Samsul dibenarkan oleh Wakil Bendahara PP Ansor, Faisal Ali Hasyim yang datang mewakili ketua PP Ansor Nusron Wahid. Gerakan kebudayaan katanya memiliki peran yang cukup besar untuk mengoptimalkan pembangunan. 

Dia berharap, Ansor sebagai salah satu elemen masyarakat di Aceh dapat berkontribusi lebih banyak di setiap tahapan pembangunan. "Ansor Pusat akan selalu mendukung kerja-kerja Ansor wilayah," ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ketua PWNU Aceh Tgk H Faisal Ali yang menjadi tamu khusus dalam acara itu juga mengakui masyarakat Aceh begitu mudah melupakan budaya lokal. Ironisnya di lain sisi, masyarakat justru lebih terbuka dengan budaya-budaya asing. Dalam keseharian, aktifitas social antara warga sudah menurun. Masyarakat Aceh sudah menjadi komunitas warga yang sangat individualistis.

"Anak-anak sudah lupa pada bulukat kuah tuhe karena sudah ada pizza hut, halua bertukar Mc Donald, geukarah berganti KFC dan lainnya," itu contoh lainnya sebut Faisal yang juga Wakil Ketua MPU Aceh.

Malam kebudayaan Ansor dihadiri sekitar 250 tamu undangan yang merupakan representasi Pemerintah Aceh, Anggota DPR Aceh Hj Nurleila, Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Saadudin Djamal, Rektor Unsyiah Prof DR Samsul Rizal, representasi pemerintah Aceh Besar, kalangan politisi, musisi Aceh Rafli, budayawan Aceh Ayi Sarjev, dan sejumlah organisasi serta komunitas kepemudaan.

Redaktur: A, Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pesantren, Sunnah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

GP Ansor Way Kanan Canangkan “Ansor Digdaya”

Way Kanan, Mujahidin Cyber

Pendidikan bukan peristiwa semacam transfer uang dengan nominal tertentu antar rekening. Pendidikan adalah proses pendampingan bagi anak-anak untuk berani melakukan pencarian agar menjadi pribadi tangguh. Demikian disampaikan Ketua PC GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (27/4).

"Ansor Way Kanan mempunyai program Digdaya yang merupakan singkatan dari Mendidik Generasi, Memberdayakan Masyarakat. BPUN adalah pelaksanaan Ansor Digdaya. Kami berkomitmen mendorong pelajar kurang mampu secara finansial, namun mampu secara intelektual untuk bisa memasuki Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SBMPTN," ujar Gatot lagi.

GP Ansor Way Kanan Canangkan “Ansor Digdaya” (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Way Kanan Canangkan “Ansor Digdaya” (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Way Kanan Canangkan “Ansor Digdaya”

BPUN Way Kanan 2016 diberi tema "Bakti Ansor untuk Way Kanan dan Indonesia". Hal tersebut, ujar Gatot yang juga Manajer BPUN Way Kanan itu, merupakan cara memperingati hari lahir ke-82 GP Ansor tahun dan hari ulang tahun Way Kanan ke 17 tahun.

"Kegagalan menutup mata dari persoalan kemanusiaan adalah hal membahagiakan. Tapi itulah sikap yang harus Ansor ambil sebagai organisasi pemuda Nahlatul Ulama," katanya.

Mujahidin Cyber

Sebagai organisasi yang memiliki arti penolong, imbuh Gatot, Ansor tidak akan memicingkan mata terhadap persoalan kemanusiaan dan kesetaraan. "Pendidikan adalah investasi kemanusiaan. Pendidikan adalah kata kunci regenerasi suatu bangsa, dan anak-anak muda berprestasi namun kurang mampu juga berhak mengenyam pendidikan lebih tinggi," kata dia lagi.

Penyelenggaraan BPUN Way Kanan 2016 digelar di Pesantren Assiddiqiyah 11, Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan. Diikuti 19 pelajar dari sejumlah sekolah yang berada di tiga kabupaten di Provinsi Lampung, yakni Way Kanan, Lampung Utara, dan Bandar Lampung.

"Ada sekitar enam puluh peserta yang mendaftarkan diri baik online maupun offline. Namun yang memiliki kemauan keras, bermental baja dan berani dikarantina satu bulan penuh hanya sembilan belas orang. Artinya, mereka telah menyeleksi diri mereka untuk menjadi hebat. Karena itu, Ansor berkomitmen memfasilitasi mereka untuk bisa Digdaya dalam tempaan satu bulan," demikian Gatot Arifianto. (Disisi Saidi Fatah/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, Sunnah, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock