Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani

Surabaya, Mujahidin Cyber. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) prihatin atas menurunnya minat pemuda menjadi petani. Hal itu disampaikan oleh Djunaidi, Asdep Peningkatan Sumber Daya Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga atas hasil beberapa penelitian yang menunjukkan pemuda cenderung pergi kota.

"Memang dari hasil penelitian ada kecenderungan para pemuda kita pergi ke kota. Kalau mereka pergi ke kota terus bagaimana dengan desa (bertani)," tanyanya usai mengisi Workshop bertema Isu-Isu Kepemudan dan Tantangan Globalisasi bagi Penerima Beasiswa (Kemenpora) Program Studi Magister (S2) Dirasah Islamiyah Konsentrasi Kepemudaan di Gedung Twin Tower B UINSA Surabaya, Kamis (5/10).

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani

Ia mempertanyakan generasi petani di desa jika pemuda banyak memilih pergi ke kota, sebab orang tua yang bekerja sebagai petani tidak bisa bertahan selamanya.

"Dan akhirnya mereka meninggalkan desa. Tidak mungkin orang tua terus bekerja, lama-lama akan tua. Siapa penerusnya?" ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut Kemenpora sudah menyiapkan berbagai program. Salah satunya program pemuda mandiri desa yang sudah terbentuk diharapkan bisa berperan untuk memberdayakan pemuda di desa.

Mujahidin Cyber

"Kita punya beberapa program terkait itu tidak menutup kemungkinan pemuda mandiri desa bisa menghimbau atau mengajak suapaya ada pemuda yang turun ke desa lagi. Mungkin tidak melulu mencangkul, bagi yang berpendidikan bisa mengelola sebagai pimpinan atau manajer," ujarnya.

Selain itu Ia juga menambahkan bahwa Kemenpora memiliki pelatihan berupa kemandirian ekonomi, ketahanan pangan. Melalui pelatihan itu dihimbau juga supaya para pemuda bisa memunculkan kepedulian terhadap pedesaan.

"Sebetulnya tidak hanya dibidang pertanian tapi bidang yang lain juga," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Jumat, 23 Februari 2018

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian

Pamekasan, Mujahidin Cyber. Bertempat di Gedung Multi Centre Lantai II, STAIN Pamekasan melangsungkan ekspos hasil penelitian internasional Indonesia-Malaysia, Kamis (29/12). Penelitian tersebut mengerucut pada pengaruh human capital, structural capital, dan customer capital terhadap informasi asimetris dan akuntabilitas kinerja anggaran bank umum syariah di negara negara Indonesia dan Malaysia.

Acara tersebut menghadirkan peneliti dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Prof Madya Dr Shofian Ahmad selaku Deputy Dean for Graduate Studies and International Relations, Faculty of Islamic Studies UKM. Selain itu, terlihat Eric Kurniawan selaku pimpinam BRIS KC Pamekasan. Tampak pula Ketua STAIN Pamekasan Dr H Muhammad Kosim beserta jajaran petinggi kampus dan para mahasiswa.

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIN Pamekasan-Universitas Kebangsaan Malaysia Jalin Kerja Sama Penelitian

Penelitian unggulan internasional yang diungkap dalam kesempatan itu merupakan hasil jerih payah Sri Handayani, Shofian Ahmad, Fatati Nuryana, dan Ainurrahman Hidayat. Latar belakang penelitian tidak lepas dari bank umum syariah di Indonesia yang meningkat tajam mulai 1992 sampai 2016, menjadi 13 bank yang hampir menyamai jumlah bank syariah di Malaysia.

"Perkembangan bank umum syariah seyogyanya diikuti dengan pengelolaan yang sesuai dengan kepentingan nasabah dan bank," ujar Sri Handayani.

Ditegaskan, bank syariah akan menjadi besar jika didukung dengan modal intelektual yang meliputi human capital, structural capital, structural capital, dan customer capital. Akan tetapi, penilaian kinerja perusahaan seringkali hanya didasarkan pada aktiva berwujud (tangible assets), sementara aktiva tidak berwujud (intangible assets) kurang diperhatikan.

Mujahidin Cyber

Dalam sambutannya, Ketua STAIN Pamekasan Muhammad Kosim menegaskan, pihaknya pernah ke Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM). Meskipun secara fisik kampus UKM tidak semegah STAIN, tetapi fasilitas keilmuannya cukup memadai.

"Seperti perpustakaan UKM yang cukup lengkap dan canggih. Ke depannya kita akan terus menjalin kerja sama dalam bidang penelitian maupun forum ilmiah," tukasnya.

Usai memberi sambutan, Muhammad Kosim dan Shofian Ahmad teken kontrak MoU. Itu sebagai wujud nyata jalinan kerja sama STAIN Pamekasan dengan UKM secara berkesinambungan. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber AlaNu, Tokoh Mujahidin Cyber

Sabtu, 17 Februari 2018

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi

Damaskus, Mujahidin Cyber. Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah, mengapresiasi sikap politik Indonesia yang ikut membantu dalam upaya rekonsiliasi terhadap konflik yang terjadi di Suriah.

?

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi

"Saya kagum atas sikap Indonesia dalam menyikapi krisis di Suriah, dimana selalu menekankan mendorong solusi politik dan rekonsiliasi dengan tetap menghormati kedaulatan Suriah. Indonesia adalah contoh negara Muslim moderat yang dapat diterima oleh semua pihak,” ungkap Ketua Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah, Syeikh Jabir Mahmud Isa saat buka bersama di hotel Damarose, Damaskus, Jumat (25/6) waktu setempat.?

Menurut Syeikh Jabir, sikap politik Indonesia terhadap konflik Suriah sangat berbeda dengan negara lain yang justru malah mengintervensi sehingga hanya memperlambat proses rekonsiliasi dan perdamaian, memperpanjang krisis serta penderitaan di Suriah.?

Dijelaskan pula oleh Syeikh Jabir bahwa Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah merupakan inisiatif sipil independen kemanusiaan, bukan dibawah Pemerintah Suriah, yang bertujuan untuk membantu para warga Suriah yang bergabung dengan pemberontak agar dapat reintegrasi dan hidup normal kembali sebagai rakyat sipil setelah menyerahkan diri kepada pemerintah. Organisasi ini juga membantu membebaskan tentara atau warga Suriah yang diculik atau ditahan oleh para pihak yang bertikai.?

Mujahidin Cyber

Menanggapi sambutan hangat dari Syeikh Jabir Mahmud Isa, Dubes RI Suriah, Djoko Harjanto mengharapkan semoga inisiatif dan upaya mulia yang dilakukan oleh Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional ini terus dapat menghasilkan capaian-capaian yang signifikan dalam membantu penyelesaian secara politik dalam krisis yang telah berlangsung lebih dari lima tahun ini.

“Sejak meletusnya krisis di Suriah, Indonesia terus mendukung segala solusi politik diplomasi damai, dan menolak segala intervensi asing,” ujar Dubes Djoko. “Indonesia juga terus mendukung Suriah dalam perang melawan terorisme.”

Buka puasa bersama berlangsung penuh kekeluargaan itu berlangsung dengan diiringi musik religi dan tari sufi maulawiyah yang menambah semarak dan syahdunya sore hari di bulan Ramadhan itu.(Red-Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Hikmah, Pesantren, AlaNu Mujahidin Cyber

Senin, 12 Februari 2018

Mahasiswa STAINU Jakarta Gelar Sidang Itsbat Nikah Massal

Bogor, Mujahidin Cyber. Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta bekerja sama dengan Pengadilan Agama Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar sidang itsbat nikah massal di Kampung Pulo Desa Cibeuteung Udik, Kecamatan Ciseeng Bogor, Jumat (2/9). Sidang itsbat nikah ini diperuntukkan bagi pasangan suami-istri yang telah menikah secara Islam namun belum mempunyai buku nikah.

Peserta sidang itsbat nikah berjumlah 15 pasangan yang rata-rata berusia di atas 40 tahun. Mereka sudah menikah dan tinggal bersama sejak lama serta sudah dikaruniai anak namun belum memperoleh legalitas dari negara.

Mahasiswa STAINU Jakarta Gelar Sidang Itsbat Nikah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa STAINU Jakarta Gelar Sidang Itsbat Nikah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa STAINU Jakarta Gelar Sidang Itsbat Nikah Massal

Ketua Program Studi Ahwal Syakhsiyah Irfan Hasanuddin mengatakan, kegiatan sidang itsbat nikah itu merupakan bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAINU Jakarta, menjadi bagian dari tugas akademik pengabdian masyarakat.

"Sebenarnya para pasangan yang mengikuti sidang itsbat sudah sah menurut syariat hanya saja menurut hukum negara belum sah. Kami sudah melakukan sosialisasi itsbat nikah sejak 2013. Kalau masyarakat sudah mempunyai akte nikah atau mendapatkan pengakuan nikah dari negara maka negara akan mudah melakukan pelayanan," katanya.

Mujahidin Cyber

Taufik Hidayat, pejabat Desa Cibeteung Udik mengungkapkan, dari sekitar 3000 kepala keluarga (KK) di desa setempat, sekitar 1500 KK belum mempunyai buku nikah. Akibatnya banyak sekali pasangan yang kesulitan mendapatkan pelayanan administratif dari desa mulai dari kartu keluarga, kartu tanda penduduk sampai akses kesehatan. Mereka juga terkendala dalam melakukan aktifitas ekonomi dan perbankan.

Nawawi (40) salah seorang peserta isbat nikah mengatakan, ia tidak menguruskan pernikahannya ke Kantor Urusan Agama (KUA) karena alasan ekonomi. Nawawi yang mengikuti sidang bersama istrinya dan dua orang saksi mengeluhkan biaya nikah yang besar waktu itu, yakni pada saat ia melangsungkan akad nikah.

Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Bogor yang memimpin sidang itsbat nikah di Desa Cibeuteung Udik memastikan, proses sidang itsbat nikah sangat mudah dan bisa dilakukan dalam sekali sidang. Proses sidang juga bisa dilakukan secara kolektif yang difasilitasi oleh pihak tertentu seperti STAINU.

Mujahidin Cyber

Ditambahkan, untuk masyarakat miskin, proses sidang bisa bebas biaya sama sekali. Selanjutnya pasangan yang telah diitsbatkan akan memperoleh surat itsbat yang akan digunakan oleh pihak KUA dalam memproses buku nikah. (Deni Hariman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, AlaNu Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Jakarta, Mujahidin Cyber

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menilai bahwa berbagai bencana bisa ditimbulkan hanya karena membiarkan sampah tanpa bisa memanfaatkannya. Sebab itu, LPBINU berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan meluncurkan gerakan nasional ‘Mengubah Sampah Menjadi Berkah’.

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Kegiatan peluncuran dilakukan di halaman Gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2/2016) serta dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dalam gerakan ini, Ketua Pengurus Pusat LPBINU M Ali Yusuf mengatakan bahwa kegiatan ini akan didukung oleh berbagai program produktif seperti Bank Sampah, Shadaqah Sampah, Daur Ulang, Komposting, Biopori, dan Urban Farming.

“Istilah Bank Sampah kami pilih untuk memahamkan kepada masyarakat bahwa sampah juga mempunyai nilai dan menyimpan pendapatan,” ujar M Ali Yusuf di sela-sela kegiatan.

Mujahidin Cyber

Ali Yusuf menjelaskan, sampah juga menjadi problem darurat mengingat Indonesia berada di urutan kedua penghasil sampah terbanyak di laut setelah Filipina. “Padahal di laut, sampah baru bisa hancur setelah 50-100 tahun,” terang Yusuf.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya memaparkan, LPBINU telah meluncurkan ide cerada terkait penanganan sampah. Menurut Kang Said, persoalan sampah tidak akan pernah selesai mengingat gaya hidup masyarakat yang semakin hedonis dan materialis.

“PBNU mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergabung bersama NU melalui LPBINU dengan memanfaatkan sampah menjadi barang-barang kerajinan, kompos, dan lain-lain,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Dalam kegiatan tersebut, juga berdiri stan-stan yang menampilkan produk-produk kreatif hasil olahan sampah. Bahkan untuk program Bank Sampah, LPBINU juga meluncurkan Buku Tabungan. Nasabah dari program ini tak lain yaitu masyarakat pengumpul sampah itu sendiri.

Kegiatan ini juga menampilkan fashion show dengan memakai baju-baju cantik hasil olahan sampah.?

Agenda ke depan, PBNU dan LPBINU juga akan mengadakan pertemuan dengan salah satu kelurahan di Jakarta, yaitu Kelurahan Kenari Kecamatan Senen, Jakarta Pusat untuk menyosialisasikan programprogram tersebut. Dalam agenda yang akan dilaksanakan 3 Maret 2016 tersebut, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama direncakan akan hadir. Sosialisasi kegiatan konkret serupa akan digencarkan di setiap daerah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, AlaNu, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis

Jakarta, Mujahidin Cyber. Orang Iran membaca Islam yang berkembang di Indonesia dari sumber-sumber yang ditulis para orientalis. Oleh karena itu, orang Iran menyadari ada kemungkinan pemahaman mereka atas Islam Indonesia tidak tepat.

Demikian dinyatakan Atase Kebudayaan Republik Islam Iran Muhammad Ali Rabbani, saat bertemu dengan Agus Sunyoto di Jakarta, Kamis (20/12). Ali Rabbani mengatakan bahwa kondisi seperti itu dikarenakan minimnya buku-buku yang ditulis Intelektual yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia ataupun bahasa Arab.

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis (Sumber Gambar : Nu Online)
Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis (Sumber Gambar : Nu Online)

Iran Baca Islam Indonesia dari Orientalis

"Kami tidak punya banyak rujukan yang meyakinkan tentang Islam Indonesia, karena kebanyakan bacaan kami dari para orientalis. Oleh karena itu, kami menyambut dengan baik buku Atlas Walisongo yang ditulis Agus Sunyoto. Beliau orang Indonesia dan menulis Islam di negerinya dari sumber awal. Kami berminat menerjemahkan dan disebarkan di Iran," Ali Rabbani memaparkan.

Mujahidin Cyber

Dia juga menyatakan bahwa buku Agus Sunyoto memiliki persamaan dengan pemikiran orang Iran, tentang tasawuf, tentang nilai-nilai kebudayaan. "Orang Iran perlu tahu buku tersebut," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Agus Sunyoto menyatakan bahwa buku Atlas Walisongo ingin menunjukkan watak Islam Indonesia, yakni menghargai lokalitas-lokalitas yang beragam. 

"Penghargaan pada lokalitas yang beragam ini tidak ada di negeri lain. Itu watak utama Islam kita yang sangat penting. Watak itu yang menyababan Islam Indonesia kenyal dari ajaran-ajaran dari luar," jelasnya.

"Kalau ajaran dari luar datang, mereka harus beradaptasi, jika tidak masyarakat akan menolak," tambah Agus Sunyoto yang juga menulis dalam bidang sastra.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Amalan Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang menjadi rujukan para ahli hadis maupun lembaga pendidikan Islam di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari merupakan jalur pertama dari sanad kitab hadis masyhur tersebut.

? ?

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Berikut ini sanad Kitab Shahih Bukhari, dari KH Hasyim Asy’ari melalui jalur Syaikh Mahfud Termas sampai kepada penulis hadits, yakni Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari yang terdiri dari jalur pertama dan kedua:

Jalur pertama:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfud Termas.?

Mujahidin Cyber

3. Dari Syaikh Muhammad Abu Bakar Syatha Al-Makki.?

4. Dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

5. Dari Syaikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi

6. Dari Syaikh Muhammad bin Ali As-Syinwani

Mujahidin Cyber

7. Dari Syaikh Isa bin Ahmad Al-Barawi

8. Dari Syaikh Muhammad Ad-Dafri

9. Dari Syaikh Salim bin Abdillah Al-Bashri

10. Dari ayahnya: Abdillah bin Salim Al-Bashri

11. Dari Syaikh Muhammad bin Alaudin Al-Babili

12. Dari Syaikh Salim bin Muhammad As-Sanhuri

13. Dari Najm Muhammad bin Ahmad Al-Ghaytho

14. Dari Syaikh Al-Islam Zakariya bin Muhammad Al-Anshari

15. Dari Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani

16. Dari Ibrahim bin Ahmad At-Tanukhi

17. Dari Abil Abbas Ahmad bin Thalib Al-Hajar

18. Dari Husain bin Mubarak Az-Zabidi Al-Hambali

19. Dari Abil Waqt Abdil Awwal bin Isa As-Sijzi

20. Dari Abil Hasan Abdul Rahman bin Mudzaffar bin Dawud Ad-Dawudi

21. Dari Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad As-Srakhsi

22. Dari Abi Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar Al-Firabri

23. Dari Penyusunnya (orang yang menghimpun hadits), yakni: Al-Imam Al-Hafid Al-Hujjah Abi Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim Al-Bukhari

Jalur kedua:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfudz Termas

3. Dari Sayyid Husain Al-Habsyi

4. Dari Ayahnya Muhammad Husain Al-Habsyi

5. Dari Umar bin Abdul Karim Al-Attar

6. Dari Sayyid Ali bin Abdil Bar Al-Wina’i

7. Dari Abdil Qadir bin Ahmad bin Muhammad Al-Andalusi

8. Dari Muhammad bin Abdillah Al-Idirsi

9. Dari Al-Quthb Muhammad bin Alauddin An-Nahruwali

10. Dari ayahnya

11. Dari Abil Futuh Ahmad bin Abdillah At-Thawusi

12. Dari Baba Yusuf Al-Hirawi

13. Dari Muhammad bin Syadzikhat Al-Farghani

14. Dai Abi Luqman Yahya bin Ammar Al-Khuttalani

15. Dari Muhammad bin Yusuf Al-Farbary

16. Dari Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari

Demikianlah sanad Kitab Shahih sampai KH Hasyim Asy’ari. Dari KH Hasyim Asy’ari inilah kebanyakan para ulama Indonesia setelahnya menimba ilmu.

Sumber:

Kitab Kifayatul Mustafid li Ma Ala minal Asanid, Karya Syaikh Mahfud Termas.

(Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock