Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Jepara, Mujahidin Cyber. …Ya Rabbi shalli ala rasul/ Muhammadin sirril ula/ wal anbiya’ wal mursalin/ al ghurri khatman awwala// when we are meeting/ everything will be beautiful/ one of heart one of the soul/ for studying together// disaat kita sedang berkumpul/ semua menjadi indah/ satu hati satu jiwa/ belajar bersama-sama…?



Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Penggalan salawat Asnawiyah mahakarya KH Raden Asnawi, Kudus diaransemen menjadi salawat bertajuk “Soulmate”—gubahan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia oleh Ali Mahmudi (37).

Lantunan salawat dalam 3 bahasa itu nyaring berkumandang usai materi bahasa Inggris di MTs Nurul Islam Kriyan, MTs/ MA Miftahul Ulum Sukosono, MTs Mathaliul Huda Bugel, pesantren Nurul Huda Bugel dan Universal English Course (UEC).

Ya, begitulah English Salawat yang dipopulerkan lelaki kelahiran Jepara 18 Juli 1976 yang juga memperoleh restu langsung dari Ketua LP Maarif NU kabupaten Jepara, H Zubaidi Masyhud, Juli 2011 lalu. Kemudian salawat yang merupakan salah satu ? bentuk wujud nyata mahabbah kepada Rasulullah dilanggengkan di tempat ia mengajar bahasa Inggris, hingga kini.

Mujahidin Cyber

Awal mula suami Sofiatun (30) terinspirasi tatkala di rumah mertuanya desa Troso RT.04 RW.10 kecamatan Pecangaan dilaksanakan pertemuan selapanan Jamiyyah Qurra’ Wal Huffadz (JQH) kecamatan Pecangaan-Kalinyamatan. Usai mendengar salawat Asnawiyah itu ia pun memperoleh insiprasi kemudian menggubah salawat itu menjadi soulmate.

Tak hanya salawat karya mbah Asnawi, “Syiir tanpo waton” Gus Dur dan “Dauni” pun digubahnya—menjadi salawat Arab-Inggris yang isinya bentuk penghormatan kepada guru maupun spirit belajar.

Tujuannya kata Ali, lulusan IKIP PGRI Semarang ingin meminimalisir pandangan Bahasa Inggris adalah murni pelajaran umum. Menurutnya lewat Bahasa Inggris bisa juga untuk menyampaikan moral value (pesan moral) kepada peserta didik. Sama seperti Habib Syekh menyampaikan pesan moral melalui salawat dan syiiran bahasa Jawanya.

Hal itu baginya juga sejalan dengan pendidikan karakter yang didengung-dengungkan oleh pemerintah. “Karakter yang dimiliki oleh siswa madrasah dan santri berbeda dengan siswa umum. Siswa yang membaca English salawat dan dipahami isinya bisa saja meneteskan air mata,” akunya.

Mujahidin Cyber

Lewat English Salawat ayah dari Ulya Fairuz Zahiro (5) hendak membuktikan Bahasa Inggris bukanlah pelajaran yang menakutkan tetapi akan menjadi mapel disukai. Apalagi dengan membaca salawat selain untuk mengharapkan syafaat dunia akhirat juga untuk kesuksesan dalam belajar.?

Kontributor: ? Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Nahdlatul, Olahraga Mujahidin Cyber

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Media pemberitaan di lingkungan NU harus menjadi tradisi dan gerakan di masa depan. Globalisasi yang ditandai dengan makin kuatnya peran media harus dimanfaatkan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk mengukuhkan gerakan.

Ketua Lajnah Talif wan Nasyr (LTN) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta HM. Lutfi Hamid mengatakan di Graha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta (12/12).

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat

Ia menambahkan, memasuki era yang penuh tantangan tersebut jangan sampai NU menjadi orang pasif, melainkan aktif untuk mengisi globalisasi. Untuk itu, NU harus bergerak berani dan cepat melalui media pemberitaan.

Mujahidin Cyber

"Jangan sampai kaum muda menjadi pemain pasif. Kita harus aktif. Mari gerakkan semua potensi, khususnya media untuk mengisi peradaban di masa depan," tegas Lutfi yang juga Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sleman DIY.

Mujahidin Cyber

Lutfi juga menegaskan bahwa media NU DIY, yakni Majalah Bangkit, dengan mengangkat tema "Koruptor Mati tak perlu Disholati" mendapatkan apresiasi sangat besar dari pengunjung Expo KPK beberapa hari lalu (9-11 Desember).

"Hampir semua pengunjung sangat apresiasi dengan tema Majalah Bangkit. Karena stand Bangkit juga dikunjungi oleh Presiden Jokowi," tegas Lutfi yang juga santri KH Ali Maksum Krapyak.

Dalam Expo KPK tersebut, lanjut Lutfi, Bangkit hadir dibagikan gratis, termasuk kepada para Menteri yang hadir, komisioner KPK, peserta acara Mata Najwa, para gubernur, bupati, walikota, dan lainnya.

"Ini membuktikan bahwa komitmen NU sangat besar dalam memberantas korupsi. Majalah Bangkit akan selalu hadir memberikan yang terbaik kepada bangsa ini," tegas Lutfi yang juga aktif dalam menulis berbagai buku. (madun/abdullah alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pemurnian Aqidah, AlaSantri, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Rabu, 07 Februari 2018

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar

Majalengka, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PC PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Majalengka menggelar latihan rutin bagi pelajar di Majalengka untuk belajar seni bela diri NU. 

Kegiatan kali ini bertempat di halaman Balai Desa Banjaransari, Cikijing, Majalengka, Selasa (10/2) pagi dan diikuti oleh 30 siswa sekolah dasar di wilayah Kecamatan Cikijing.

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Majalengka Rutin Latih Pelajar

Maman Rais Ketua Pagar Nusa Majalengka mengatakan, agenda ini dilaksanakan setiap hari selasa untuk SD, sabtu untuk SMP, dan ahad untuk SMA tiap seminggu sekali.

Mujahidin Cyber

"Memang kegiatan ini sudah berjalan selama 4 bulan dan baru fokus menggarap Kecamatan Cikijing untuk mengenalkan seni bela diri NU pada pelajar," ujar Maman disela-sela melatih.

Mujahidin Cyber

Maman menambahkan, garapannya ini baru sebatas melatih anak-anak usia pelajar, belum menggarap ke level mahasiswa dan kecamatan-kecamatan lain.

Ia berharap, kedepan unit kegiatan mahasiswa perguruan tinggi di Majalengka bisa bekerjasama dengan PMII Majalengka karena baru kader IPNU dan IPPNU yang menyatakan siap berlatih pencak silat.

“Kami juga berharap, PCNU Majalengka dan pihak pemerintah daerah bisa membantu memfasilitasi kami untuk menyosialisasikan kegiatan ini pada masyarakat,” harapnya. (Aris Prayuda/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan GP Ansor Probolinggo menggelar jalan sehat bertajuk Mlaku Bareng Bersama Rakyat, Ahad (23/7) pagi. Pihak Pemkab juga menyediakan hadiah utama berupa dua paket umrah yang akan berangkat ke tanah suci Desember 2017 mendatang.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 ribu peserta yang terdiri atas semua elemen masyarakat baik dari dalam maupun luar Kabupaten Probolinggo. Pihak panitia juga menyiapkan ratusan hadiah hiburan yang disediakan oleh panitia.

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat

Mlaku Bareng ini mengambil rute sejauh 5 kilometer dengan start di halaman depan Eks-Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu dan finish di obyek wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending.

Mujahidin Cyber

Turut serta dalam kesempatan ini Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari dan jajaran Forkopimda, Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin beserta segenap jajaran pengurus PCNU Probolinggo serta Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis, dan Komandan Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.

Mujahidin Cyber

Mlaku Bareng yang digagas oleh GP Ansor Probolinggo ini disambut antusias oleh segenap elemen masyarakat. Tidak hanya peserta, pengguna jalanpun turut menikmati aksi peserta yang menggunakan kostum unik mulai dari bersarung hingga memakai blangkon.

Muchlis mengatakan, event jalan sehat Mlaku Bareng Bersama Rakyat ini untuk semakin mempererat tali silatirahmi usai Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. “Momentum usai lebaran, kita isi dengan silaturahmi dan mempererat tali silaturahmi. Serta untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Sementara Hj Puput Tantriana Sari mengatakan, kegiatan mlaku bareng ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan banyak membawa nilai positif. “Kegiatan semacam ini tentunya memberikan banyak manfaat. Selain menyehatkan juga dapat semakin mempererat tali silaturrahmi,” ujarnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Internasional Mujahidin Cyber

Sabtu, 27 Januari 2018

PMII UPI Kirim Qunut Nazilah untuk Pendidikan Nasional

Bandung, Mujahidin Cyber. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung menggelar aksi qunut nazilah untuk pendidikan nasional, di kampus mereka, Bandung, pada Kamis siang (2/5).

PMII UPI Kirim Qunut Nazilah untuk Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UPI Kirim Qunut Nazilah untuk Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UPI Kirim Qunut Nazilah untuk Pendidikan Nasional

PMII UPI menilai, pendidikan nasional dalam keadaan carut-marut sehingga layak dikirim qunut nazilah, “Pembacaan qunut nazilah menjadi simbol dari sikap perlawanan atas berbagai kejahatan dan kecurangan yang dilakukan para pejabat di lingkungan pendidikan,” kata Asep Abdul Aziz selaku humas aksi kepada Mujahidin Cyber melalui pers rilis yang dikirim Kamis malam (2/5).

Aziz, begitu ia disapa, menambahkan, Rasulullah melakukan qunut nazilah pada saat peperangan dan terkena musibah, “Saat ini dunia pendidikan mengalami krisis yang sama,” terangnya.

Mujahidin Cyber

Ketua Komisaritat PMII UPI, M. Ridwan Hidayatulloh, mewakili teman-temannya menyatakan sikap, yaitu, pertama PMII mendukung UPI sebagai lembaga pendidikan yang mencetak kader pendidik.

Mujahidin Cyber

Kedua, PMII mengecam UPI yang telah melakukan praktik komersialisasi, liberalisasi dan kapitalisasi pendidikan. Ketiga, PMII akan mengawal keberlangsungan pendidikan di UPI sampai titik penghabisan.

Sementara kordinator aksi, Surya Dienulloh mengatakan, perlu ada reorientasi dan rekonstruksi pendidikan, baik dalam sistem maupun dalam manajemennya, “Apalagi di UPI yang notabene merupakan kampus pendidikan,” katanya.

Ia berharap Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang biasa diperingati tiap 2 Mei, jadi awal kebangkitan pendidikan Indonesia yang sedang terpuruk.

Aksi yang diikuti 50 orang tersebut ditutup dengan pembacaan doa bersama. Kemudian mereka membubarkan diri dengan tertib.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Kemenag Antusias dengan Gerakan Ansor Way Kanan

Way Kanan, Mujahidin Cyber. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung H Helmi, di Blambangan Umpu, Senin (12/10), menyatakan pihaknya menyambut baik hal-hal positif dilakukan gerakan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di daerah itu.

"Kami sambut baik penyerahan buku migrasi aman dari GP Ansor dan penjelasan program Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional atau Sanlat BPUN. Kami tentu akan teruskan informasi program pendidikan tersebut kepada seluruh madrasah aliyah yang ada di Way Kanan," ujar Helmi.

Kemenag Antusias dengan Gerakan Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Antusias dengan Gerakan Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Antusias dengan Gerakan Ansor Way Kanan

Menggandeng alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), dan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Way Kanan. PC GP Ansor Way Kanan berbagi ratusan buku dari International Organization for Migration (IOM) ke sejumlah perpustakaan. Selain itu, penjelasan singkat mengenai Sanlat BPUN juga dilampirkan pada setiap buku dibagikan.

Mujahidin Cyber

BPUN  merupakan program utama dari Yayasan Mata Air. Secara garis besar BPUN berbicara tentang tiga hal: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah. Di Way Kanan, program yang diselenggarakan melalui GP Ansor digelar pertama kali pada pertengahan 2015, diikuti 14 alumni pelajar SMA dan meloloskan lima pelajar.

Mujahidin Cyber

Sejumlah kepala sekolah dan para peserta program yang memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui pendampingan dibidang akademik dan penguatan soft skill tersebut menyatakan angkat topi.  

Helmi yang mengaku mulai paham dengan Sanlat BPUN mengapresiasi positif. "Kita selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama sangat antusias menyambut baik hal-hal semacam dilakukan Gerakan Pemuda Ansor ini," ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah MA di Way Kanan sekitar 17. Rata-rata siswa kelas 12 per tahun sekitar 500 orang. "Kami berharap peserta BPUN di 2016 semakin meningkat. Apalagi pemerintah pusat menyediakan bea siswa yang tinggal dijemput namun tentunya perlu persiapan salah satunya melalui Sanlat BPUN," ujar Ketua Alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 Disisi Saidi Fatah menambahkan.

Karena itu, sebagai upaya mengenalkan BPUN yang bermanfaat, GP Ansor dan alumni Sanlat BPUN bergerak memasuki institusi terkait supaya pada 2016 puluhan anak-anak muda Way Kanan bisa kuliah ke PTN dan jurusan diinginkan. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)

Foto: Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung H Helmi (kiri) menerima buku migrasi aman dan lampiran penjelasan program Sanlat BPUN dari Ketua Alumni Sanlat BPUN Way Kanan 2015 Disisi Saidi Fatah (kanan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Mujahidin Cyber

Minggu, 24 Desember 2017

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

Pada tahun 1988, sastrawan Ahmad Tohari (AT) berada di Tanah Suci Mekkah bersama Gus Dur, Cak Nur, juga Prof Quraish Shihab. Bersama-sama mereka menunaikan ibadah haji. Di Masjidil Haram, usai melaksanakan Thawaf Wada, Gus Dur mendekati Pak AT, dan terjadilah percakapan.

"Ehmm, ehmm, Sampeyan sekarang sudah bergelar KH ya, Kang?" Tutur Gus Dur, sambil mengulum senyum.

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

"Ah, bisa saja Sampeyan ini, Gus," timpal AT.

Mujahidin Cyber

"Eh, Sampeyan jangan Ge-eR dulu!"

Mujahidin Cyber

"Kenapa, Gus?"

"Gelar KH buat Sampeyan itu bukan Kiai Haji, tapi Kang Haji," seloroh Gus Dur, yang kemudian dilanjut tawa keduanya. (Wahyu Noerhadi)

*Kisah di atas diceritakan langsung oleh Pak AT ketika beliau sedang di Jakarta, sebelum menghadiri undangan dari Sekretaris Negara pada Selasa (3/05/2017).



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Nahdlatul, Pesantren Mujahidin Cyber

Minggu, 10 Desember 2017

Parade Musik Islami ala IPNU Malang

Malang, Mujahidin Cyber. Berpuasa bukan satu alas an untuk menghentikan berbagai kegiatan kreatif warga NU Kota Malang. Parade Musik Islami salah satu contohnya. Kegiatan yang diselenggarakan IPNU Blimbing ini menghipnotis para pengunjung dan warga Malang yang lalu lalang di samping Masjid Sabilillah.

Parade Musik Islami ala IPNU Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Parade Musik Islami ala IPNU Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Parade Musik Islami ala IPNU Malang

Sabtu (27/7) beberapa warga se-Malang Raya berpartisipasi aktif dalam Parade Music Islami ini, diantaranya;  masyarakat Polowijen, Sanan, Arjosari, Pandean, dan Kedung Kandang.

Sambil menunggu waktu berbuka, warga Malang asik ngabuburit bersama sambil menikmati para peserta lomba yang membawakan lagu-lagu penyejuk hati.

Mujahidin Cyber

Tidak hanya itu, acara yang bertempat di Pelataran Masjid Sabilillah ini, menyediakan takjil gratis bagi peserta dan penonton yang hadir, alhasil masyarakat setempat yang berdatangan tidak harus keliling mencari pembatal puasa saat adzan dikumandangkan.

Menurut Lia, sapa akrab Nurul Aprilia salah seorang panitia dari IPNU, acara ini sudah menjadi rutinan setiap puasa, denngan bertajuk “Safari Ramadhan” IPNU ingin member warna tersendiri dalam setiap Ramadhan, hanya saja perlombaan yang dihadirkan tidak sama setiap tahunnya, 

Mujahidin Cyber

“Kami jelas akan melihat contks yang lagi marak tahun ini, untuk menarik minat masyarakat untuk ikut serta meramaikan acara kita,” ujar Lia.

Acara yang berlangsung dari pukul 15.30 tersebut, menyedot banyak penonton dan peserta untuk ngabuburit bersama IPNU Blimbing di Masjid Sabilillah, Jalan Jend A Yani 15, Malang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Ulama, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur

Bantul, Mujahidin Cyber. Korp Dakwah Mahasiswa (Kodama) Yogyakarta mengadakan ngaji sehari pemikiran Gus Dur, Ahad (28/6). Bekerja sama dengan Gusdurian Yogyakarta, Kodama yang terdiri atas para santri Al-Munawir dan Ali Maksum Krapyak ini mengkaji biografi, pemikiran dan warisan pemikiran Gus Dur baik soal pesantren, NU, maupun negara.

"Selama satu hari untuk mengisi kegiatan Ramadhan, Kodama mengisi acara dengan mengkaji pemikiran Gus Dur, dengan diikuti oleh anggota Kodama. Semoga adanya kegiatan ini, kita bisa menggali lebih jauh pemikiran-pemikiran Gus Dur," kata Jamil, aktivis senior Kodama saat memberikan sambutan pembukaan.

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kodama Yogyakarta Ngaji Sehari Pemikiran Gus Dur

Ia juga berharap jaringan Gusdurian Yogyakarta bisa berbagi atas pemikiran-pemikiran Gus Dur. Para peserta yang berjumlah 18 orang ini antusias mengikuti kegiatan yang dinamai Tadarus Gus Dur.

Mujahidin Cyber

Hafidz, salah satu peserta menanggapi atas penjelasan fasilitator saat sesi pengenalan biografi Gus Dur dan perjalanan intelektual Gus Dur. "Terkait visi dan visi, apakah pernah Gus Dur mengungkapkan visi dan misinya atas pemikiran-pemikirannya?" tanya Hafidz.

Mujahidin Cyber

"Secara langsung, Gus Dur belum pernah mengungkapkan visi-misinya atas apa yang diperjuangkan. Yang merangkum atas nilai-nilai perjuangan Gus Dur adalah kerabat, murid, dan keluarganya," kata Ubaidillah Fatawi, fasilitator yang menanggapi pertanyaan peserta.

Rifqi Fairus, koordinator Tadarus Gus Dur juga mengungkapkan, sebagai santri harus sadar atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat sekitar di luar pesantren.

"Karena Gus Dur lahir dari pesantren, dia juga santri pesantren. Bahkan pesantren menjadi basis perjuangan Gus Dur di segala bidang, hingga menjadi presiden," tandas Fairuz. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Khutbah, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Minggu, 26 November 2017

Seminar Internasional Pra-Muktamar Angkat Tema Islam Nusantara

Surabaya, Mujahidin Cyber. Awal Juli (1/7) Panitia Daerah (Panda) Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama kembali mengadakan kegiatan Pra-Muktamar. Kegiataan ini berbeda dengan yang sebelumnya. Panda menggelar seminar internasional bekerja sama dengan Kompas dan UIN Sunan Ampel. Seminar yang kembali mengangkat tema NU dan Islam Nusantara ini digelar di GreenSA di Jalan Juanda, Surabaya.

Seminar Internasional Pra-Muktamar Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Seminar Internasional Pra-Muktamar Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Seminar Internasional Pra-Muktamar Angkat Tema Islam Nusantara

Hadir dalam seminar itu, Ketua Panitia Daerah, H Syaifullah Yusuf yang didampingi Sekertaris Panda H Thoriqul Haq. Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah didampingi sekertaris PWNU Jatim yang sekaligus ketua Panitia acara seminar Internasional. Dari Cabang juga terlihat PCNU Lumajang, PCNU Bondowoso, PCNU Surabaya dan beberapa mahasiswa UIN Sunan Ampel.

Dalam sambutannya Ketua PWNU Jatim mengatakan Islam Nusantara adalah Islam yang harus kita suarakan bersama. Islam di Indonesia ini diharapkan membersihkan nama Islam yang telah dinodai oleh darah (ISIS). "Islam Nusantara saat ini menjadi harapan Islam dunia. Islam di dunia telah menunggu Islam Nusantara," lanjutnya.

Mujahidin Cyber

Gus Ipul menyampaikan lslam Nusantara akan menjadi kiblat beradaban Islam dunia. "Negeri Islam di timur tengah tidak sama sekali menunjukkan islam yang sesungguhnya, Islam yang ramah hanya ada di Indonesia, itulah Islam Nusantara yang digagas oleh Nahdlatul Ulama warisan wali songo," jelas Gus Ipul sebelum membuka acara seminat Internasional.

Mujahidin Cyber

Prof Dr H Abdul Ala, MA sebagai tuan rumah juga menjadi narasumber, didampingi dosen UIN Sunan Ampel, Imam Ghozali. Sedangkan narasumber dari luar negeri, Prof Greg Barton pengamat NU dari Australia. (Rofii Boenawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, Nahdlatul, Olahraga Mujahidin Cyber

Senin, 20 November 2017

Yakin Hilal Tak Terlihat Berdasar Hisab, PBNU Tunggu Hasil Rukyat

Jakarta, Mujahidin Cyber - Tim dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) memaparkan data hisab lembaga ini bahwa posisi hilal pada 29 Ramadhan 1437 H yang bertepatan dengan Senin Kliwon, 4 Juli 2016 M berada pada ketinggian -01 derajat 05 menit 13 detik, waktu Ijtima’ 18:04:09 WIB, dan letak matahari 22 derajat 50 menit 20 detik. Mereka menyimpulkan bahwa hilal mustahil terlihat.

Kendati demikian, LF PBNU tetap akan mengawal pelaksanaan rukyat di lapangan.

Yakin Hilal Tak Terlihat Berdasar Hisab, PBNU Tunggu Hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Yakin Hilal Tak Terlihat Berdasar Hisab, PBNU Tunggu Hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Yakin Hilal Tak Terlihat Berdasar Hisab, PBNU Tunggu Hasil Rukyat

Nahdlatul Ulama berpendapat bahwa hitungan hisab bersifat prediktif. Kesahihannya harus diuji dengan observasi hilal di lapangan (rukyatul hilal bil fili) sebagai asas ta’abbudi yakni patuh menjalankan seluruh nash yang ada dalam Al-Qur’an dan As-sunah serta kontrol terhadap pelaporan rukyat yang tidak akurat.

“Bagaimanapun, penetapan awal Syawal 1437 H bagi NU rukyat itu metode primer,” kata Sekretaris LF PBNU KH Nahari kepada Mujahidin Cyber di Jakarta, Senin (4/7) sore.

Mujahidin Cyber

Berdasar hasil kesaksian rukyat di lapangan itu, PBNU akan mengikhbarkan kepastian Idul Fithri berdasarkan seluruh hasil rukyat tersebut. Karenanya, PBNU melalui lembaga falakiyahnya akan mengikhbarkan awal Syawwal 1437 H pada 29 Ramadhan 1437 H bertepatan dengan tanggal 04 Juli 2016 M setelah maghrib.

Mujahidin Cyber

Proses penentuan Idul Fithri itu didasarkan pada ajaran Rasulullah SAW. Penentuan berdasarkan rukyat itu juga merupakan bentuk komitmen PBNU untuk melaksanakan kesepakatan ijtima ulama Komisi Fatwa MUI dan ormas Islam se-Indonesia tahun 2003. Kesepakatan itu menyatakan bahwa penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah didasarkan pada metode rukyat dan hisab.

Kiai Nahari juga mengingatkan warga NU untuk tidak menerima laporan pihak manapun yang mengatasnamakan Lembaga Falakiyah PBNU.

“Karena memang kita tidak pernah mengeluarkan rilis apapun. Jadi informasi yang beredar atas nama Lembaga Falakiyah PBNU tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Kiai Nahari. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Nahdlatul, Humor Islam Mujahidin Cyber

Minggu, 19 November 2017

Bersama TNI, Banser Siap Jaga Keutuhan NKRI dari Ormas Anti-Pancasila

Surabaya, Mujahidin Cyber. Satuan Koordinasi Wilayah (Satkoorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam menghadapi gerakan radikal dan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang bertentangan dengan ideologi Pancasila.

Bersama TNI, Banser Siap Jaga Keutuhan NKRI dari Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama TNI, Banser Siap Jaga Keutuhan NKRI dari Ormas Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama TNI, Banser Siap Jaga Keutuhan NKRI dari Ormas Anti-Pancasila

?

"Banser Jatim berkomitmen mendukung langkah TNI menghadapi semua Ormas yang anti Pancasila dan gerakan radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI," kata Kasatkorwil Banser Jatim, H Abid Umar, ? di sela memimpin Rapat Persiapan Pemantapan Banser Jatim tahun 2017, di Graha Ansor Jatim, Surabaya, Selasa (17/1).

?

Abid Umar menjelaskan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh kader Banser di Jawa Timur untuk selalu siap menghadapi Ormas yang mengancaman keutuhan NKRI serta menekan bibit kebencian yang disebarkan oleh pihak-pihak yang merusak harmoni kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Mujahidin Cyber

?

"Keluarga besar Banser lahir batin setia bahwa Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 (PBNU) adalah harga mati dan keputusan final," tegas Abid Umar.

Mujahidin Cyber

?

Menurut dia, gejolak yang terjadi belakangan ini, utamanya perang opini bernada kebencian di media sosial, telah berpengaruh besar dalam mengubah mindset masyarakat Indonesia. Padahal, lanjut dia, budaya Indonesia adalah santun dan damai.

?

"Ini wajib kita antisipasi. Dan Banser sudah Ikrar Setia bersama TNI-Polri untuk jaga keutuhan dan kedamaian NKRI, lahir batin," pungkasnya.?

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI siap menghadapi Ormas yang gerakannya bertentangan dengan Pancasila dan Radikalisme. "Kalau ada Ormas yang bertentangan dengan Pancasila, tujuan akhir pasti mengubah Pancasila, itu berbahaya," tegas Jenderal TNI Gatot di sela Rapat Pimpinan TNI di Jakarta. (Abdul Hady JM/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Hikmah Mujahidin Cyber

Rabu, 08 November 2017

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Perpustakaan PBNU yang bertempat di Kantor PBNU Jakarta Pusat sedang mengarah pada program digitalisasi arsip-arsip NU. Program digitalisasi sudah menjadi kebutuhan mendasar dalam merawat koleksi Perpustakaan PBNU.

Perihal itu disampaikan oleh Ketua Pengelola Perpustakaan PBNU Syatiri Ahmad kepada Mujahidin Cyber di Ruang Perpustakaan PBNU, Jalan Kramat Raya Nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (14/3) siang.

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Arsip NU Menuju Program Digitalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Arsip NU Menuju Program Digitalisasi

“Dalam proses digitalisasi, kita terutama mendahulukan arsip-arsip primer NU seperti hasil Muktamar NU, Munas NU, dan putusan-putusan lain produk NU,” ungkap Syatiri Ahmad yang tengah menghadapi tumpukan majalah lama NU.

Syatiri Ahmad menambahkan usia organisasi NU tidak lagi muda. Sementara banyak dokumen-dokumennya sudah rapuh. Kalau tidak memiliki dokumen itu dalam bentuk digital, perpustakaan ini berisiko akan kehilangan isi dokumen itu selamanya.

Mujahidin Cyber

Kondisi fisik kebanyakan dokumen dan arsip NU itu sudah memperihatinkan. Kondisi demikian tidak memungkinkan bagi para pengunjung untuk mengakses fisik dokumen aslinya. Namun, dalam kondisi itu pengunjung masih tetap bisa mengakses dokumen itu dalam bentuk digital, tegas Syatiri Ahmad.

Syatiri Ahmad menyatakan selain mengawetkan dokumen lama NU, program digitalisasi juga memudahkan pengunjung perpustakaan dalam mengakses dokumen yang sama tanpa harus menunggu antrean pengunjung lain.

Mujahidin Cyber

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Kamis, 19 Oktober 2017

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Brebes, Mujahidin Cyber. Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU dengan menggunakan fasilitas gadget mampu menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Lewat program Pilihanku, selama setahun ini Mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget, para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Dalam refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Nia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu merubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.?

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoaks tentang KB,” pujinya.

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS saja tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.?

Mujahidin Cyber

Kusnia yang juga Ketua 2 Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dipersilahkan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk mensukseskan program KB.

Sebab, BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurang 65 ribu PLKB. “Kehadiran Motivator di tengah-tengan masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.?

Mujahidin Cyber

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU, karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.?

Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota PC Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama hanya mensosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB. Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu.

Sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensive. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK dan dasa wisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk melakukan ajakan ber KB. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Nahdlatul, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Rabu, 27 September 2017

Suasana Khidmat Upacara HUT RI di Pesantren Al-Badriyyah Mranggen

Demak, Mujahidin Cyber. Berbeda dengan upacara-upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 RI pada umumnya, dengan berpakaian khas ala santri, ratusan santri Pondok Pesantren Al-Badriyyah Suburan Mranggen, Demak, Jawa Tengah menggelar upacara bendera di komplek pondok pesantren setempat, Kamis (17/8).

Dengan kostum khas ala santri, yakni sarungan dan berpeci, ratusan santri dengan penuh khidmat mengikuti prosesi upacara bendera. Meski terkesan sangat sederhana namun ratusan santri tersebut tampak begitu khidmat, terutama ketika diingatkan soal perjuangan ulama zaman perjuangan.

Suasana Khidmat Upacara HUT RI di Pesantren Al-Badriyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Suasana Khidmat Upacara HUT RI di Pesantren Al-Badriyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Suasana Khidmat Upacara HUT RI di Pesantren Al-Badriyyah Mranggen

Dalam prosesi acara yang disiapkan, juga tidak kalah dengan upacara resmi pada umumnya. Ada pengibaran bendera, mengheningkan cipta sampai selesai. Begitu bendera merah putih berkibar di tiang yang berada di tengah lapangan, gerak hormat dilakukan secara tegas oleh peserta upacara.

Suasana khidmat tambah terasa ketika pemimpin upacara meminta peserta untuk mendoakan para pahlawan kemerdekaan yang gugur saat melawan penjajah. Santri peserta upacara khusyuk saat berdoa.

Mujahidin Cyber

"Upacara ini memang sengaja kami gelar agar para santri memiliki jiwa patriotisme. Kegiatan ini juga ? merupakan kegiatan pondok pesantren yang diadakan secara rutin setiap HUT RI di dalam pesantren. Tanpa mengurangi esensi nilai peringatan, pesertanya keluarga pesantren dan para santri," kata Abdul Fattah, salah seorang santri.

Pengasuh Pondok pesantren Al Badriyyah Mranggen Demak, KH Muhibbin Muhsin al-hafidz, dalam amanatnya yang disampaikan oleh Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa perjuangan kemerdekaan rakyat Indonesia tidak bisa terlepas dari jerih payah para ulama dan santri.

Ia menambahkan upacara seperti ini sangat penting dilakukan. Harapannya, santri juga bisa memiliki nilai patriotisme dan memiliki rasa kecintaan kepada tanah air. Pemakaian atribut santri dalam upacara HUT RI sekaligus mengingatkan mereka tentang sejarah perebutan kemerdekaan yang tidak lepas dari peran ulama dan santri.

“KH Hasyim Asyari adalah contoh ulama yang mampu menggelorakan semangat jihad bagi santri untuk melawan penjajah. Bung Tomo adalah satu diantara ribuan santri yang terbakar semangat jihadnya untuk berjuang melawan penjajah. Pencipta lagu 17 Agustus 1945 juga seorang ulama, Habieb Husein Al-Mutahar. Mranggen adalah basis perjuangan para santri di Jateng. Semua ulama dan santri berkomitmen menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Upacara ini juga bermaksud ingin memperlihatkan bahwa santri komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI. Penguatan nasionalisme untuk santri juga penting dalam rangka menangkal penyebaran paham radikal, khususnya di lingkungan pesentren. Maka, dalam visi misinya, pesantren berkomitmen kuat memegang ajaran Ahlussunah Waljamaah ala NU. Ajaran itu sejalan dengan semangat Pancasila dalam menjaga keutuhan NKRI.

"Santri harus memiliki nasionalisme. Kalau tidak berbahaya, NKRI bisa hancur. Sehingga santri tidak hanya melulu belajar kitab. Tetapi, bisa mengingat bahwa kemerdekaan ini juga tidak lepas dari perjuangan para syuhada’ yang berasal dari pondok pesantren, dan kita wajib mengingat perjuangannya,” imbuhnya.?

Upacara ditutup dengan menyanyikan bersama ‘Yalal Wathon’ membakar semangat ratusan santri Al-Badriyyah. Di bawah terik yang menyengat, mereka menyanyikannya dengan suara lantang sambil mengepal tangan. (Ben Zabidy/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Doa, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Kamis, 14 September 2017

Kaum Muda NU Didorong Pahami Politik Keumatan

Jombang, Mujahidin Cyber. Kaum muda Nahdlatul Ulama (NU) harus peka dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat bawah. Keilmuan, pengetahuan dan pengalaman mereka hendaknya juga disinggungkan langsung kepada keadaan warga masyarakat. Hal ini akan semakin membantu mepertajam analisa kaum muda dalam merespon dinamika yang terjadi di masyarakat.

Demikian yang disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang, Jawa Timur KH Abdul Nashir Fattah. Ia mengungkapkan bahwa kepekaan pemuda NU terhadap kondisi masyarakat adalah salah satu bentuk dari politik keumatan yang diistilahkan kiai Sahal.?

Kaum Muda NU Didorong Pahami Politik Keumatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Muda NU Didorong Pahami Politik Keumatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Muda NU Didorong Pahami Politik Keumatan

“Semacam ini yang biasa diistilahkan oleh Kiai Sahal dengan politik kerakyatan atau politik keumatan,” katanya kepada Mujahidin Cyber saat ditemui di kediamannya, Rabu (13/1).

Mujahidin Cyber

Untuk itu, lanjut Kiai Nashir, semua program yang dirumuskan harus terstruktur baik di tingkat daerah, wilayah hingga pusat harus memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat dan upaya menanamkan nilai-nilai tersebut. “Agenda-agenda yang diselenggarakan mereka bersinggungan pula dengan masyarakat. Lagi-lagi hal ini menjadi kepakaan tersendiri bagi mereka,” lanjutnya.

Mujahidin Cyber

Ia mengaku semenjak waktu mudanya selalu melakukan pendampingan-pendampingan secara langsung dengan masyarakat, bahkan sebelum masuk di kepengurusan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), kiai Nashir sudah melakukan hal yang serupa. “Harus bisa mendengarkan aspirasi-aspirasi masyarakat kemudian dibawa ke atas melalui lobi-lobi, peran NU harusnya begitu. Dan hal ini yang saya terima dan saya rasakan dari petinggi-petinggi NU dulu,” ungkapnya.

Keterlibatan warga nahdliyin untuk mendmpingi masyarkat dalam masa ke masa semakin berkurang, hingga pemuda-pemua NU khususnya enggan melakukan pengabdian yang lebih pada mereka. “Rata-rata sekarang kan tidak, sehingga kepekaannya juga tidak ada, jeritan rakyat masih banyak yang belum didngarkan, yang banyak kan begitu rata-arata sekarang,” ujarnya.

Dengan demikian untuk memulihkan kondisi tersebut kepada peran NU yang seharusnya, Kiai Nashir menuturkan, setidaknya membentuk pelatihan-pelatihan khusus dimulai dari tingkat pelajar tentang pola pengabdian kepada masyarakat dan upaya-upaya untuk menanamkan nilai-nilai ke-NUan.?

“Menurut saya harus membentuk pelatihan-pelatihan khusus untuk generasi muda, minimal mulai dari tingkat IPNU-IPPNU dengan melakukan pengabdian-pengabdian kepada masyarakat sehingga tertanam rasa kepekaan, dan ketika mereka sudah menjadi pimpinan mereka betul-betul memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Nahdlatul, Tegal Mujahidin Cyber

Senin, 28 Agustus 2017

KH Sanusi Baco: "Bismillah" dan "Insya Allah" Mulai Luntur

Makassar, Mujahidin Cyber. Rais Syuriyah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH Sanusi Baco melihat masyarakat saat ini sudah tidak lagi mengawali setiap kegiatannya dengan “Bismillah”. Demikian juga dengan “Insya Allah” untuk memasang tekad tertentu. Kiai Sanusi mengatakan, ucapan ringan itu berdampak kebaikan luar biasa.

KH Sanusi Baco: Bismillah dan Insya Allah Mulai Luntur (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sanusi Baco: Bismillah dan Insya Allah Mulai Luntur (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sanusi Baco: "Bismillah" dan "Insya Allah" Mulai Luntur

“Bahkan Nabi Muhammad Saw sendiri dalam sabdanya mengaitkan manfaat kegiatan dengan lafal ‘Bismillah’. Ini menunjukkan pentingnya Bismillah itu,” kata Kiai Sanusi di hadapan hadirin lailatul ijtima’ di masjid Darul Hijrah jalan Rajawali nomor 1 kelurahan Lette kecamatan Mariso, Makassar, Kamis (18/9) malam.

Anregurutta Sanusi menerangkan perlunya lafal “Insya Allah”. Kalimat itu, menurutnya, merupakan wujud pengakuan kelemahan dan keterbatasan manusia.

Mujahidin Cyber

“Kenapa harus membiasakan ‘Insya Allah’? Ini sebuah ikrar kehambaan bahwa hanya Allah lah yang Maha Kuasa. Sebagai makhluk yang lemah, manusia dalam segala aktivitas dan upayanya haruslah pasrah kepada Allah,” Anregurutta Sanusi mengimbau hadirin.

Lailatul ijtima’ kesempatan ini digelar untuk pertama kali oleh PCNU kota Makassar. Ketua PCNU Makassar Abdul Wahid Thahir berjanji akan menggelar rutin malam lailatul ijtima’ pada pekan ketiga setiap bulannya.

Mujahidin Cyber

“Lailatul Ijtima ini merupakan program wajib dari masjid ke masjid, lorong ke lorong, untuk menyapa warga NU dengan segala tradisi ke-NUan seperti antara lain menghormati makam ulama, wali, Yasinan, Tahlilan, Barzanjian, Burdahan, dan lainnya,” kata Abdul Wahid dalam sambutan. (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Mujahidin Cyber

Sabtu, 19 Agustus 2017

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada

Banyumas, Mujahidin Cyber. Dua hari jelang pemungutan suara, Pilkada Banyumas 2013, warga NU mengadakan doa bersama di Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Cikembulan Kecamatan Pekuncen, Jumat (15/2).

Doa bersama itu diawali dengan pembacaan Ratib Al Hadad yang dipimpin Pengasuh Pesantren Darul Falah, Cikembulan, Pekuncen, Kyai Chayatul Makky yang akrab disapa Gus Hayat.

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Doa Bersama untuk Keamanan Pilkada

Turut hadir dalam kegiatan tersebut elemen generasi muda Nahdlatul Ulama mulai dari Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, Forum Komunitas Galau Nahdlatul Ulama dan alumni Pesantren Darul Falah.

Mujahidin Cyber

Koordinator FKGMNU, Mahbub Wibowo mendukung berbagai gerakan yang mendorong netralitas NU. Ia berharap semakin banyak pihak yang menyuarakan kembalinya Khittah NU sebagai organisasi kemasyarakatan, kebangsaan dan keumatan.

Ia berharap generasi muda NU juga turut serta mendorong terciptanya suasana kondusif terselenggaranya Pilkada Banyumas.

Mujahidin Cyber

"Kami juga berharap momen Pilkada Banyumas kali ini dapat memberikan pelajaran yang sangat berharga semua pihak. Banyak hal yang perlu dilakukan oleh dan untuk NU. Aspek keilmuan dan pemberdayaan ekonomi juga sangat penting untuk terus ditingkatkan," katanya.

Gus Hayat mengajak seluruh jamaah yang hadir untuk senantiasa berpegang teguh dan menjaga  loyalitas terhadap institusi, faham dan nilai yang dianut oleh Nahdlatul Ulama. Penguatan faham dan nilai Ahlussunnah Wal Jamaah hendaknya dipegang teguh agar warga NU tidak dapat dipecah belah.

Ia juga mengajak untuk mendoakan dan menyukseskan Pilkada Banyumas 2013 yang akan dilaksanakan Ahad (17/2). Bersama dengan para peserta yang hadir ia berdoa agar proses Pilkada Banyumas dapat berlangsung lancar dan aman.  Seperti diketahui proses demokrasi ini akan diikuti oleh enam pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Silakan mempergunakan hak pilih masing-masing. Yang penting kita terus menjaga loyalitas kita kepada NU secara institusi, nilai dan faham Ahlussunnah Wal Jamaah. Netralitas NU harus tetap dijaga," jelasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Susanto

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Mujahidin Cyber

Sabtu, 05 Agustus 2017

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara

Bogor, Mujahidin Cyber. Sekitar 250 kader KMNU dari 12 perguruan tinggi negeri di Indonesia dan Malaysia siap meramaikan acara Nahdlatul Ulama-Science and Cultural Art Olympiade (NU-santara) pada 16-18 Oktober 2015 di Bogor, Jawa Barat. Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dijadwalkan hadir dalam kegiatan berskala nasional ini.

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader KMNU dari 12 Kampus Siap Ramaikan Ajang NU-santara

Keduabelas perguruan tinggi yang dimaksud antara lain Universitas Lampung? (Unila), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia? (UI), Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN), Universitas Padjadjaran? (Unpad), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi? Bandung (ITB), Univesitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri? Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas? Diponegoro (Undip),? dan International Islamic University Malaysia (IIUM).

Rangkaian acara terdiri? dari lomba hadrah dan esai. Selain? itu digelar pula? Pelatihan Nasional yang meliputi pendidikan ke-NU-an dan Ke-KMNU-an, administrasi keuangan, teknologi informasi, jurnalistik, dan? NU-Training. Forum Pembina KMNU Nasional serta Seminar Kebangsaan dan? Kontemplasi Budaya juga turut digelar dalam memeriahkan acara? Nusantara 2015.

Mujahidin Cyber

Kiki dari bagian kesekretariatan mengatakan, antusiasme para kader KMNU sangat tinggi. Hal ini menunjukkan kader KMNU cukup militan? untuk belajar dan berlomba pada perhelatan NU-santara kali ini. “Kami selaku? panitia akan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik guna menyambut? kader-kader tebaik KMNU,” ujarnya.

Puguh, koordinator acara, menambahkan, seminar? kebangsaan dan kontemplasi budaya akan dihadiri oleh? Menteri Pemuda? dan Olahraga Imam Nahrowi, KH D Zawawi Imran, dan mantan ketua Lesbumi Sastro al-Ngatawi.

Mujahidin Cyber

“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mewadahi dan? memfasilitasi pemikiran-pemikiran ilmiah para mahasiswa Nahdlatul? Ulama, potensi non-akademik bidang keagamaan dan pelestarian tradisi, serta sebagai bentuk apresiasi? terhadap prestasi para mahasiswa? Nahdlatul Ulama,” ujarnya. (Irfan Sofyan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Bahtsul Masail, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Senin, 31 Juli 2017

Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa

Jakarta, Mujahidin Cyber. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang yang mampu membuka pancaindra bangsa ini. Ia mencerdaskan pendengaran dengan kata-kata cerdas, kata-kata yang membikin perbendaharaan makna di kepala kita.

Kalimat itu disampaikan Agus Nuramal, seorang pegiat seni tutur Pmtoh dari Nanggroe Aceh Darussalam, selepas tampil di peringatan seribu hari wafat Gus Dur di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat malam, akhir pekan lalu. ? Ia memukau penonton atas penampilannya yang berjudul "Seandainya Gus Dur Masih Ada".

Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Membuka Pancaindra Bangsa

“Dia juga orang yang membuka mata dan hati seluruh bangsa ini tentang apa itu kejujuran, apa sih politik itu. Politik itu nggak adalah sesuatu yang sederhana saja. Ia membuka pancaindra bangsa ini,” ungkapnya.

Mujahidin Cyber

Jebolan Jurusan Teater Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini kemudian bercerita perkenalannya dengan putera sulung KH Wahid Hasyim ini, “Kenal Gus Dur zaman-zamannya aku membaca Tempo tahun 80-an. Waktu itu aku di kampung membaca catatan-catatan Gus Dur di majalah itu.”

Kemudian, seniman yang menekuni Pmtoh sejak 25 tahun lalu ini, bertemu Gus Dur langsung di TIM ketika ia kuliah di IKJ. Ia menyaksikan Gus Dur sering nongkrong bersama seniman di warung makan.

Mujahidin Cyber

Ada satu pendapat Gus Dur yang masih dikenang Agus hingga sekarang. Waktu krisis ekonomi tahun 1997, Agus jalan-jalan ke salah satu kampung di Jawa Barat.?

“Aku menemukan ada seorang anak yang, maaf cakap, busung lapar. Tinggalnya di sebuah kandang ayam, kalau aku bilang. Sementara tetangga rumahnya naik haji, dipestakan; pesta satu kampung, pakai rebana,” terangnya.

Agus melanjutkan, kemudian kembali ke Jakarta. Kebetulan bertemu Gus Dur yang sedang dialog di warung makan, sekitar TIM.?

“Kemudian aku tanya, ‘Gus, apakah orang-orang yang naik haji zaman krismon ini masuk surga atau nggak’, aku tanya begitu.”

Menurut Agus, Gus Dur menjawab seperti ini, “Bagaimana mereka mau masuk surga, orang tetangga mereka kelaparan, kok mereka naik haji. Selesaikan dulu yang kelaparan. Barulah naik haji.”?

“Itu kata Gus Dur yang teringat olehku,” pungkas seniman yang memilih Pmtoh sebagai jalan hidup.

?

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, Bahtsul Masail, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock