Senin, 20 November 2017

Yakin Hilal Tak Terlihat Berdasar Hisab, PBNU Tunggu Hasil Rukyat

Jakarta, Mujahidin Cyber - Tim dari Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) memaparkan data hisab lembaga ini bahwa posisi hilal pada 29 Ramadhan 1437 H yang bertepatan dengan Senin Kliwon, 4 Juli 2016 M berada pada ketinggian -01 derajat 05 menit 13 detik, waktu Ijtima’ 18:04:09 WIB, dan letak matahari 22 derajat 50 menit 20 detik. Mereka menyimpulkan bahwa hilal mustahil terlihat.

Kendati demikian, LF PBNU tetap akan mengawal pelaksanaan rukyat di lapangan.

Yakin Hilal Tak Terlihat Berdasar Hisab, PBNU Tunggu Hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Yakin Hilal Tak Terlihat Berdasar Hisab, PBNU Tunggu Hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Yakin Hilal Tak Terlihat Berdasar Hisab, PBNU Tunggu Hasil Rukyat

Nahdlatul Ulama berpendapat bahwa hitungan hisab bersifat prediktif. Kesahihannya harus diuji dengan observasi hilal di lapangan (rukyatul hilal bil fili) sebagai asas ta’abbudi yakni patuh menjalankan seluruh nash yang ada dalam Al-Qur’an dan As-sunah serta kontrol terhadap pelaporan rukyat yang tidak akurat.

“Bagaimanapun, penetapan awal Syawal 1437 H bagi NU rukyat itu metode primer,” kata Sekretaris LF PBNU KH Nahari kepada Mujahidin Cyber di Jakarta, Senin (4/7) sore.

Mujahidin Cyber

Berdasar hasil kesaksian rukyat di lapangan itu, PBNU akan mengikhbarkan kepastian Idul Fithri berdasarkan seluruh hasil rukyat tersebut. Karenanya, PBNU melalui lembaga falakiyahnya akan mengikhbarkan awal Syawwal 1437 H pada 29 Ramadhan 1437 H bertepatan dengan tanggal 04 Juli 2016 M setelah maghrib.

Mujahidin Cyber

Proses penentuan Idul Fithri itu didasarkan pada ajaran Rasulullah SAW. Penentuan berdasarkan rukyat itu juga merupakan bentuk komitmen PBNU untuk melaksanakan kesepakatan ijtima ulama Komisi Fatwa MUI dan ormas Islam se-Indonesia tahun 2003. Kesepakatan itu menyatakan bahwa penentuan awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah didasarkan pada metode rukyat dan hisab.

Kiai Nahari juga mengingatkan warga NU untuk tidak menerima laporan pihak manapun yang mengatasnamakan Lembaga Falakiyah PBNU.

“Karena memang kita tidak pernah mengeluarkan rilis apapun. Jadi informasi yang beredar atas nama Lembaga Falakiyah PBNU tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Kiai Nahari. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Nahdlatul, Humor Islam Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock