Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Para pengikut Saddam disingkirkan

Jakarta, NU.Online
Amerika ingin mencegah Partai Baath menjadi kekuatan yang teratur. Ribuan anggota partai Baath pimpinan Saddam Husein dilarang memegang jabatan di pemerintahan. Langkah ini akan memberantas Partai Baath, dengan menancapkan "sebuah pancang di jantungnya", seorang pejabat senior dari kantor pemerintah sipil baru Amerika di Irak mengatakan kepada wartawan.

Peraturan pemerintah dikeluarkan sehari setelah kepala pemerintahan baru, Paul Bremer, mengatakan bahwa pasukan koalisi yang menduduki Irak bertekad untuk membasmi partai mantan Presiden Saddam Hussein itu.

Pasukan Amerika di Irak juga telah melancarkan misi untuk menghentikan kekacauan, yang telah melanda negeri itu sejak rezim lama disingkirkan lima minggu yang lalu.

Pejabat dari Kantor Pembangunan Kembali dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika (ORHA) di Irak mengatakan, para mantan anggota partai Baath menyulut aksi kejahatan dan demonstrasi anti Amerika di Irak.

Perkembangan lainnya

- Kanselir Jerman Gerhard Schroeder menyatakan dukungannya terhadap usulan resolusi yang menyerukan diakhirinya sanksi terhadap Irak.

- Amnesti Internasional menyelidiki tuduhan sejumlah tawanan perang Irak bahwa mereka disiksa oleh pasukan Amerika dan Inggris.

- Kerangka 45 orang dikeluarkan dari kuburan massal di Karbala, demikian laporan kantor berita Associated Press.

Penjarah ditangkap

Amerika Serikat dituduh gagal mengembalikan ketenangan dan ketertiban sejak perang berakhir.
Ratusan penjarah ditangkap. Namun salah satu jendral senior Amerika di Baghdad, Mayjen Buford Blunt mengatakan, jumlah polisi militer di Baghdad akan bertambah dua kali lipat, menjadi sekitar 4000 di akhir bulan ini.

Pasukan Amerika meningkatkan operasi melawan penjarahan, menangkap sekitar 300 orang sejak hari Rabu, sebagian dilaporkan berusia 10 tahun.

Mayjen Blount mengatakan bahwa di masa depan para penjarah akan ditahan selama tiga minggu, bukan beberapa jam atau beberapa hari seperti sekarang.

Pasukan Amerika juga telah memasang berbagai poster dalam bahasa Arab di sekitar ibukota untuk memperingatkan para penjarah kerugian terhadap upaya pembangunan kembali akibat perbuatan mereka.

"Pilihannya ada di tangan anda, anda dapat membantu pembangunan kembali Irak dan membantu membangun Irak yang makmur, atau anda dapat menyebabkan generasi masa depan hidup dalam kemiskinan. Lakukanlah apa yang disarankan akal sehat anda," kata poster tersebut.

Blount mengatakan bahwa sekitar 90% masalah keamanan disebabkan oleh penjahat biasa, yang sebagian dibebaskan dari penjara oleh Saddam Hussein dalam amnesti massal tahun 2002.

Pembasmian massal

Larangan terhadap anggota Partai Baath bekerja untuk pemerintah itu akan berdampak pada antara 15,000 dan 30,000 pengikut setia Saddam Hussein, kata pejabat ORHA itu.

Sebuah proses penyaringan teratur akan dimulai hari Sabtu, termasuk wawancara dan pemeriksaan catatan resmi, katanya.

Sampai 2000 anggota Partai Baath senior masih bekerja sebagai pejabat tinggi di berbagai departemen Irak, tambahnya.

Ia mengakui bahwa pembasmian orang-orang Baath berarti akan ada inefisiensi dalam sektor publik untuk beberapa lama.(BBC/Cih)
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Para pengikut Saddam disingkirkan

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

Bondowoso,Mujahidin Cyber. Pengurus PCNU Bondowoso H Matkur menerima penghargaan dari Pemerintah RI atas dedikasi dan prestasi dalam dunia pendidikan. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Ahad 27 November lalu.

Ia bersama pendidik lainnya yang terpilih menerima penghargaan Satya Lencana Pendidikan yang diberikan Presiden RI Joko Widodo.

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

"Alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan Satya lencana Pendidikan. Ini sebuah penghargaan yang diberikan Presiden RI pada orang-orang yang dianggap berprestasi luar biasa di bidang pendidikan," ungkapnya Ahad (27/11) malam.

Mujahidin Cyber

Menurut Wakil Rais Syuriah MWCNU Kota Bondowoso, ada 40 orang yang menerima penghargaan tersebut, tapi yang disematkan langsung Presiden RI ada 15 orang perwakilan di antaranya dari Gorontalo, Yogyakarta, Maluku.

Mujahidin Cyber

Bapak beranak lima bersyukur kepada Allah, orang tua, keluarga, para guru dan sahabat-sahabat dengan penghargaan ini. “Semoga menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak, murid dan teman guru,” katanya.

Salah satu prestasi yang pernah diraihnya juara satu lomba Kepala Madrasah berprestasi tingkat nasional dan Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2016 dari Menteri Agama. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Sabtu, 10 Februari 2018

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Berbagai cara dilakukan dalam praktek money politic, tak terkecuali dalam kemasan sedekah dan zakat. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai civil society berbasis massa Islam terbesar di Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam, dan berencana mengeluarkan fatwa atas tindakan tersebut. ?

Money politic dalam Islam disebut riswah (suap), yang dalam prakteknya bisa berbentuk sedekah dan zakat yang belakangan ini marak terjadi di tengah masyarakat, maupun pemberian uang secara langsung dan tak langsung, komitmen pada sebuah janji, ataupun cara-cara lain yang bertujuan mempengaruhi pilihan dalam sebuah pesta demokrasi, baik pemilihan presiden, kepala daerah, dan legislatif.

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan

"Riswah(suap) dalam politik sama halnya dengan melakukan korupsi yang merupakan perbuatan keji dan diharamkan oleh agama," tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (10/9).

Mujahidin Cyber

Wacana fatwa halal atau haram sedekah untuk kepentingan politik itu sendiri akan dibahas dan dipertegas dalam forum bahtsul masail diniyah waqiiyyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 15-17 September mendatang.

Dalam keterangannya Kiai Said yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI), mengutip sebuah ayat Al Quran yang menyebutkan pelaku korupsi layak mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Mulai dari dipotong kedua tangan dan kakinya, hingga dimusnahkan dari muka bumi.

Mujahidin Cyber

"Korupsi masuk dalam kategori perbuatan fasad, perbuatan yang merusak tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hukuman untuk pelakunya adalah dipotong kedua tangan dan kakinya, atau dimusnahkan dari muka bumi," urai Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya.

Praktek riswah politik juga dinilai menjadikan demokrasi di Indonesia tidak ideal, karena kandidat yang terpilih pada umumnya hanya bermodalkan materi, tanpa adanya kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan catatan tersebut politikus yang melakukannya, baik dalam Pemilu presiden, kepala daerah, maupun legislatif, NU menegaskan tidak sepatutnya masyarakat memilih.

"Pemilu langsung adalah produk di era reformasi. Dengan maraknya politik uang, di sinilah tugas kita semua untuk bersama-sama bersikap dewasa dan mendewasakan masyarakat, jangan memilih pemimpin hanya karena adanya uang," tandas Kiai Said.

?

Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan membahas sejumlah hal yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu masail diniyah maudluiyah yang berkenaan dengan rujukan dasar seperti konsep negara, hukum bentuk negara, kekayaan negara, pengalihan kekayaan negara, dan warga negara.

Berikutnya masail diniyah qanuniyah yang berkaitan dengan perundang-undangan. Beberapa UU yang akan dibahas dari segi Islam adalah korelasi UU BI, UU Penanaman Modal Asing, UU Air, UU Migas dan UUD 1945 dengan kesejahteraan rakyat.

Selanjutnya masail diniyah waqi`iyah atau isu-isu faktual, seperti hukum pilkada langsung, hukuman mati bagi koruptor, hukum pajak, hukum anak di luar nikah, hukum ekonomi rakyat, dan hukum pematokan keuntungan saham BUMN.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Sunnah, News Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

KH Idris Marzuki Wafat

?Jakarta, Mujahidin Cyber. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita duka datang lagi dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pengasuh Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Idris Marzuki meninggal dunia.

KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Idris Marzuki Wafat

Kiai Idris Marzuki kembali ke Rahmatullah pada sekitar pukul 09.45 WIB di Rumah Sakit Graha Amarta Surabaya selama beberapa hari.

Sementara itu dihubungi Mujahidin Cyber, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang juga alumni Pesantren Lirboyo sedang dalam perjalanan bertakziyah ke Kediri, Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Allahummaghfirahu warhamhu waafihi wafu anhu. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Kiai, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Selasa, 23 Januari 2018

Ketua Baru Mahasiswa Nahdliyin STAN Terpilih lewat Mufakat

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber

Para mahasiswa di kampus Politeknik Keuangan Negara STAN yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Nahdliyin (Iman) memilih ketua baru dalam Muktamar Ke-24 yang di Masjid Al-Barkah, Tangerang Selatan, Banten.

Metode pemilihan kali ini lebih mengedepankan musyawarah dibandingkan pemungutan suara atau voting. Sidang pemilihan ketua dipimpin ketua demisioner, M Roid Nashiruddin. Ia menjelaskan, beberapa hari sebelum acara Muktamar, pihaknya sudah meminta kepada masing-masing angkatan untuk mengusulkan nama-nama bakal calon ketua.

Ketua Baru Mahasiswa Nahdliyin STAN Terpilih lewat Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Mahasiswa Nahdliyin STAN Terpilih lewat Mufakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Mahasiswa Nahdliyin STAN Terpilih lewat Mufakat

Dari ketiga angkatan ternyata mengerucut pada dua nama untuk calon ketua Iman dan Imanisa (sebutan untuk ikatan mahasiswa Nahdliyin putri). Namun, pada waktu penyampaian visi-misi, calon ketua Iman yang satu mengundurkan diri dan muktamirin menyepakati untuk mengangkat calon tunggal, yaitu Achmad Fahmi Abdullah, ketua Iman periode 2016-2017.

Mujahidin Cyber

Sementara dari sisi Imanisa, setelah mendengar penyampaian visi-misi kedua calon dan dilakukan musyawarah internal anggota Imanisa, akhirnya terpilihlah Mei Nur Hakiki sebagai ketua baru Imanisa.

Sebelumnya, suksesi kepemimpinan didahului dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kinerja oleh kepengurusan Iman tahun 2015-2016. Dimulai dengan penyampaian dari Badan Pengurus Harian yang dikomandoi M Roid Nashiruddin, sidang LPJ berlangsung cukup hangat hingga pukul 23.00 WIB.

Mujahidin Cyber

Sidang LPJ semakin memuncak saat tiba giliran pengurus bidang Dana Usaha (Danus) Iman menyampaikan pertanggungjawabannya. Wildan Basri selaku kepala bidang (kabid) menyampaikan bahwa Danus menjadi salah satu bidang yang cukup penting dalam menopang kebutuhan finansial Iman. Pada tahun ini, bidang Danus sudah mencetak buku USM yang menjadi produk unggulannya sebanyak 5000 eksemplar.

Di sela-sela penyampaian LPJ, mahasiswa asal Pemalang ini masih sempat mempromosikan buku dan produk danus lainnya. Sontak kejadian itu mampu memecahkan tawa di antara para muktamirin. Sidang ditutup dengan penyampaian LPJ dari Ketua Imanisa.

Acara yang berlangsung Sabtu (30/1) malam itu dihadiri pengurus jamaah aktif, beberapa alumni Iman. Muktamar diawali dengan penampilan tim hadrah Badruttamam yang melantunkan lagu Yaa Hanaana dan Abatiy.

“Mereka yang mau mengurusi Iman, insyaa Allah akan menuai berkahnya,” ujar Ustad Faris dalam sambutannya mewakili dewan alumni Iman. Setelah resmi dilakukan prosesi serah terima jabatan, Muktamar Ke-24 Iman ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu alumni.

Selamat kepada ketua Iman dan Imanisa yang baru terpilih. Semoga amanah dan mendapat barokah! (Fauziyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Kajian Sunnah, Humor Islam Mujahidin Cyber

Senin, 22 Januari 2018

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam

Mataram,? Mujahidin Cyber

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Pondok Pesantren Nurul Islam NU Sekarbele, Kota Mataram, menggelar pelatihan jurnalistik untuk para santri. ?

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam

Kegiatan yang diikuti 50 ? orang tersebut dilaksanakan di pesantren tersebut pada Ahad (17/1) lalu. Para santri diajarkan dasar-dasar menulis yang dipandu Ketua Bidang Media dan Jaringan PW IPNU NTB Yas Arman.

Pada permulaan latihan, para santri diminta menulis namanya sendiri, kemudian mengartikannya dalam bentuk tulisan yang semenarik mungkin minimal satu paragraf.

Salah seorang santriwati, ? Asroyani mengatakan, sangat senang belajar menulis. “Harapan saya semoga dengan pelatihan ini saya bisa menuliskan segala bentuk aktivitas yang saya lakukan sehari-hari dalam bentuk tulisan,” kata Ketua Pimpinan Komisariat IPPNU Nurul Islam ini.? (Fauzan Basri/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber IMNU, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Selasa, 02 Januari 2018

Tutup Pra-Munas, Kiai Musthofa Aqil Harap Bahtsul Masail Hidup di Jabar

Purwakarta, Mujahidin Cyber - Rais Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj menutup forum bahtsul masail pra-Munas NU 2017 di Pesantren Al-Muhajirin 3, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (11/11) sore. Ia berharap forum ini menjadi tonggak kebangkitan kajian bahtsul masail di Jawa Barat.

“Semoga ini menjadi tonggak ilmiah bagi Jabar. Selama ini Jabar sepi dari forum ilmiah bahtsul masail. Hasil kajian di sini baru draf. Nanti kita akan sempurnakan kembali,” kata Kiai Musthofa Aqil.

Tutup Pra-Munas, Kiai Musthofa Aqil Harap Bahtsul Masail Hidup di Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Pra-Munas, Kiai Musthofa Aqil Harap Bahtsul Masail Hidup di Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Pra-Munas, Kiai Musthofa Aqil Harap Bahtsul Masail Hidup di Jabar

Pengasuh Pesantren Kempek Cirebon ini juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada tuan rumah KH Abun Bunyamin atas kesediaannya menjadi tuan rumah bahtsul masail pra-Munas NU 2017.

Mujahidin Cyber

KH Abun Bunyamin berharap hasil forum kajian ini bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, umat Islam, dan juga nahdliyin. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaSantri, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Allah SWT sudah menentukan bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah diatur dan dibagi sesuai qodrat irodat-Nya. Manusia hanya berusaha untuk melakukan ikhtiar dan tawakkal terhadap ketentuan ini. Bentuk usaha tersebut dapat dilakukan dengan berdoa agar diberi yang terbaik oleh-Nya.

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

"Perlu dipahami bahwa pada dasarnya doa yang kita panjatkan tidak akan mempengaruhi apa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Itu adalah hak prerogratif-Nya dan kita harus menyadarinya jika doa kita tidak dikabulkan oleh Allah SWT," demikian pernyataan Mustasyar MWCNU Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, KH Solikhin Thohir dalam Jihad Pagi di Gedung NU Pringsewu, Minggu (24/1).

Lalu kenapa kita dianjurkan dalam Al-Quran untuk berdoa dan selalu mengharapkan ridho dari Allah SWT? "Kita ini makhluk yang lemah. Karena kelemahan itulah maka kita minta perlindungan dan pertolongan Allah dengan berdoa," lanjut alumni Pesantren Lirboyo Jawa Timur ini.

Mujahidin Cyber

Selain karena manusia makhluk yang lemah, berdoa juga merupakan sebuah perintah langsung dari Allah. Karenanya, maka prinsip kita adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “Perkara hasil serahkan kepada-Nya," ujarnya.

Tema tasawuf yang diangkat pada kesempatan tersebut mengingatkan segenap jamaah untuk menyadari bahwa Allah berkehendak untuk memberikan Rahmat-Nya kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan sebaliknya Allah juga berkehendak untuk mencabut rahmat dari orang yang diinginkannya.

Mujahidin Cyber

Jadi, kata dia, jangan merasa Amal kita sudah baik dan diterima. Bisa jadi amal yang kita lakukan akan ditolak semua di akhir hidup kita. Dan juga jangan menganggap amal orang lain tidak baik karena bisa jadi mereka akan dirahmati Allah dengan husnul khotimah.

Oleh karenanya, Kiai Solihin mengajak jamaah untuk senantiasa berdoa agar kehidupan yang sedang dijalani ini bermuara kepada kondisi akhir yang husnul khotimah. "Mari sisa umur yang kita miliki digunakan untuk menuju keridoan-Nya. Segala yang di dunia ini bukan milik kita. Kita hanya mengaku-ngaku, tapi sebenarnya tidak memiliki. Semua akan kembali kepada Nya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian

Surabaya, Mujahidin Cyber 



Pengurus Lakpesdam NU Surabaya, M. Najih Arromadloni berpendapat, dari sekian banyak pengguna media sosial hanya sebagian kecil yang menciptakan konten. Sisanya konsumen. Ia menyampaikan hal itu saat menjadi moderator Pelatihan Dai Zaman Now yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Surabaya di Pena Room gedung Graha Pena Surabaya, Ahad pagi, (17/12) .

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam Surabaya: Dai Harus Melek Perkembangan Kekinian

Sekitar 100 peserta Pelatihan Dai Zaman Now tidak hanya mendengarkan ceramah dari para praktisi yang ahli di bidangnya. Mereka juga diajari dan langsung praktik membuat berbagai macam design meme untuk disebarluaskan di medsos.

Ketua Lakpesdam NU Surabaya Imam Syafii, ketika membuka kegiatan itu mengatakan bahwa para dai harus menyesuaikan perkembangan zaman dalam menyampaikan dakwahnya. 

Mereka juga harus mengetahui isu-isu kekinian dengan agar tidak ketinggalan dari jamaahnya. "Karena sekarang zamannya internet dan medsos, para dai juga harus melek internet dan medsos. Jika tidak, akan ditinggal jamaahnya," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Saat ini, menurut Imam, jumlah pengguna internet di Indonesia sangat besar. Dari 262 juta jumlah penduduk, ada 132,7 juta pengguna internet, 106 juta pengguna medsos, dan 92 juta pemakai ponsel aktif. 

"Para dai harus melihat realita ini sebagai medan dakwahnya yang baru sekaligus melengkapi diri mereka dengan keterampilan dan strategi yang tepat agar bisa berdakwah kepada warganet tersebut," papar Direktur Pemberitaan dan Produksi JTV ini.   

Sururi Arumbani, salah seorang pemateri, menerangkan bahwa berdakwah tidak harus berpidato atau berceramah di depan jamaah pengajian. Berdakwah juga bisa dengan cara lain yaitu berdakwa dengan cara menyebarkan meme atau nge-vlog di medsos. 

"Dakwah itu yang penting menyampaikan kebaikan (hasanah). Bukan menyebar kebencian terhadap orang lain," ujar Sururi. "Kalau semua pendakwah ingin ceramah di depan jamaah pengajian, nanti bisa rebutan panggung," sambung mantan Pemimpin Redaksi TV9 ini dengan nada guyon, sehingga membuat peserta workshop tertawa.

Mujahidin Cyber

Pembicara lainnya, Judy Djoko Wahyono memberikan sejumlah kiat agar para dai bisa tampil mempesona di depan jamaahnya melalui gesture dan suara. Termasuk para dai yang ingin nge-vlog atau membuat video ceramahnya untuk ditampilkan di medsos. 

"Para dai jangan hanya memikirkan what to say. Tapi juga how to say-nya," kata doktor sekaligus praktisi media yang suka dipanggil Bung Djoko ini.

Dia menegaskan ada dua faktor dalam berkomunikasi antara komunikator (pembicara) dengan komunikan (yang diajak bicara) yaitu faktor verbal dan non verbal. 

"Sekitar 80 persen keberhasilan berkomunikasi ditentukan faktor nonverbal. Pangaruh faktor verbal hanya 20 persen," jelas Direktur Radio El Bayu, Gresik, ini.

Faktor nonverbal itu, lanjut dia, di antaranya meliputi gestur dan vokal (suara). "Sementara suara terdiri dari unsur intonasi (naik turun), artikulasi (pelafalan), aksentuasi (penekanan), phrase, speed, pace (ketukan) dan power," ujarnya.

Narasumber lainnya, Arya Muhammad, mengatakan medsos sebagai media baru untuk berdakwah. Ini karena pengaruh media sosial yang sangat besar sekarang. Kalau dulu ada jargon mulutmu harimaumu. Sekarang ganti menjadi medsosmu harimaumu. "Sekarang ini, semuanya tergantung kepada apa yang disampaikan di medsos," kata Arya dari Santri Community Design.

Menurut Arya, dai dan calon dai zaman now harus melek medsos dan melek design. "Supaya mereka bisa melakukan dakwah bil lisan dan bil design," kata lulusan design grafis Universitas Negeri Malang ini.  Dia mengungkapkan, saat ini, konten dakwah di medsos dilakukan dengan menyebar meme sebanyak-banyaknya. "Mulai dari poster dakwah hingga quote ulama," tambah Arya.

 Arya mengajari peserta workshop bagaimana membuat berbagai design meme menarik dengan aplikasi corel. Mulai dari pilihan warna hingga font hurufnya. "Yang sederhana saja. Yang penting jelas. Jangan berbelit-belit," sarannya kepada peserta pelatihan yang kebanyakan mahasiswa dan sarjana tersebut.

Lakpesdam Sehari sebelumnya, di tempat dan waktu yang sama, sehari sebelumnya, mengadakan Workshop Jurnalistik dan Karya Tulis Ilmiah. Pesertanya 200 lebih siswa SMA dan mahasiswa. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Kajian Sunnah, Meme Islam Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan

Jakarta, Mujahidin Cyber



Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan fokus pada perlindungan terhadap pelajar dan perempuan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PP. IPPNU Puti Hasni dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang bertempat di Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, Jumat (23/12).

“PP. IPPNU saat ini sedang berpikir dan juga berfokus pada perlindungan pelajar dan perempuan,” ujarnya.

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan

Hal ini dipertegas dengan tema rakernas yang diusung, yakni Sinergitas Pelajar Putri dalam Memperjuangkan Perdamaian terhadap Perempuan.

Sebagai langkah praktisnya, IPPNU akan mendirikan Rumah Ramah Pelajar Perempuan. Ini yang mengantarkan PP. IPPNU meraih juara 1 Organisasi Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Selain perlindungan perempuan yang menjadi fokus utama, IPPNU juga akan memperkuat kaderisasi, baik di sekolah maarif dan pesantren, maupun di sekolah umum.

Mujahidin Cyber

Rakernas kali ini akan mengadakan forum laporan kinerja selama setahun kepengurusan PP. IPPNU, baik dari pimpinan pusat sendiri, maupun dari 24 perwakilan pimpinan wilayah yang hadir.

Mujahidin Cyber

Diadakannya rakernas di pesantren, menurut Puti, merupakan kesadaran IPPNU karena basis kadernya terdapat di pondok pesantren.

“Rakernas diselenggarakan di pondok pesantren karena IPPNU menyadari, bahwa basis kader IPPNU adalah pondok pesantren,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pemurnian Aqidah, RMI NU, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Selasa, 07 November 2017

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

Jakarta, Mujahidin Cyber. Santri Pondok Pesantren Luhur Ciganjur berangkat ziarah Wali Songo dari Kompleks Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (23/12) siang. Selain makam, rombongan akan mengunjungi sejumlah pesantren.

"Tak sebatas ziarah. Ini merupakan silaturahim santri kepada para kiai dan wali baik yang masih hidup maupun sudah wafat," kata ketua rombongan Ahmad Khoiri.

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

Kegiatan hasil kerjasama dengan Pahala Kencana Transportation ini dimulai dengan sowan ke kediaman Rois Aam Jamiyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan. Bus kemudian menuju makam Wali Songo dan beberapa tokoh penting NU, seperti KH Kholil di Bangkalan, Madura; KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid di Jombang Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

Panitia telah menjadwalkan, 30 peserta ziarah akan bersilaturahim ke Pesantren Al-Anwar asuhan KH Maimun Zubair dan Pesantren Raudlatut Thalibin milik KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah, serta beberapa pesantren di Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

"Selama perjalanan di bus, peserta akan sibuk membaca al-Quran yang dibagi perjuz. Targetnya sepuluh makam sepuluh khataman," tutur Khoiri.

?

Foto: Makam Gus Dur

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Kajian Sunnah, Warta Mujahidin Cyber

Kamis, 12 Oktober 2017

Hadapi Bencana, Banyak Pemkab dan Pemkot Tidak Serius

Situbondo, Mujahidin Cyber. Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Avianto Muhtadi melihat kompleksitas permasalahan bencana menuntut perencanaan yang baik dan terintegrasi dengan rencana pembangunan. Namun banyak pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia tidak memiliki persiapan yang cukup.

“Upaya pencegahan bencana belum dapat dilakukan secara sistematis, terarah, dan terpadu. Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) merupakan perangkat kunci dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Banyak kabupaten belum menyusun RPB,” kata Avianto di hadapan 30 peserta kegiatan sosialisasi penyusunan RPB dan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RAD-PRB) di Baluran Pemkab Situbondo, Kamis (8/1).

Hadapi Bencana, Banyak Pemkab dan Pemkot Tidak Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Bencana, Banyak Pemkab dan Pemkot Tidak Serius (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Bencana, Banyak Pemkab dan Pemkot Tidak Serius

Menurut Avianto, ketiadaan RPB dan RAD-PRB menunjukkan ketidakseriusan pemkab setempat dalam mengurangi risiko bencana.

Mujahidin Cyber

“Di samping itu, tanpa memiliki RPB penanggulangan bencana yang dilakukan seringkali tumpang tindih,” imbuhnya.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Avianto berharap, semoga penyusunan RPB dan RAD-PRB ini dapat mewujudkan penanggulangan bencana yang sistematis, terarah dan terpadu di Kabupaten Situbondo.

RPB dan RAD-PRB merupakan bagian dari perencanaan pembangunan yang diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Jangka Menengah, dan Rencana Kerja Pemerintah Tahunan. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana mengamanahkan agar setiap daerah dalam upaya penanggulangan bencana mempunyai perencanaan penanggulangan bencana, terutama RPB dan RAD-PRB. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Kajian Sunnah, Daerah Mujahidin Cyber

Selasa, 05 September 2017

Kang Said: Hormati Kebhinnekaan, Jaga Keharmonisan

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang lazim disapa Kang Said mengingatkan warga NU untuk selalu terdepan menjaga kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Menurutnya, warga NU terutama para pengurusnya harus mengedepankan nilai-nilai ke-Nuan di tengah masyarakat.

Demikian disampaikan Kang Said dalam acara khotmil kutub santri pondok pesantren Riyadlotut Tholibin Sidomukti Pringsewu, Sabtu (3/5) malam.

Kang Said: Hormati Kebhinnekaan, Jaga Keharmonisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Hormati Kebhinnekaan, Jaga Keharmonisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Hormati Kebhinnekaan, Jaga Keharmonisan

Kang Said mengatakan, semangat kebhinekaan itu merupakan karakter dasar Nahdlatul Ulama selama ini. “NU akan bermanfaat bagi umat Islam dan menjadi benteng bagi bangsa Indonesia serta benteng pertahanan Islam Ahlus sunnah wal jamaah manakala NU mampu memenuhi empat syarat.”

Mujahidin Cyber

Di hadapan segenap santri dan masyarakat Pringsewu, Kang Said menyebutkan empat syarat yang meliputi pengembangan kajian agama, semangat kebangsaan, peningkatan ketakwaan, dan semangat kemanusiaan.

Mujahidin Cyber

Selain menghadiri khatmil kutub, Kang Said melanjutkan perjalanannya ke kecamatan Gading Rejo, Pringsewu untuk menyampaikan taushiyah pada harlah Muslimat NU, Ahad (4/5). (M Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Kajian Sunnah, Aswaja Mujahidin Cyber

Minggu, 06 Agustus 2017

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita

Jepara, Mujahidin Cyber. Ibu Negara RI keempat, Isteri Almarhum KH Abdurrahman Wahid, Sinta Nuriyah yang berkesempatan hadir di pesantren Az-Zahra desa Sekuro kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara, Kamis (20/6) kemarin menyemangati para santri agar tidak patah semangat dalam menggapai cita-cita. Kehadiran istri almarhum Gus Dur dalam silaturrahim tersebut disambut hangat keluarga besar Az-Zahra, santri, siswa, guru dan tokoh masyarakat setempat. 

Menurut perempuan kelahiran Jombang, Jawa Timur itu dengan tetap semangat menggapai cita-cita niscaya apa yang diharapkan akan terkabul. Usai menggapai cita-cita setinggi langit, tegasnya santri harus memberikan kontribusi positif ditengah-tengah masyarakat. 

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita (Sumber Gambar : Nu Online)
Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita (Sumber Gambar : Nu Online)

Isteri Gus Dur Semangati Santri Gapai Cita-cita

“Kelak jika kalian sudah berjuang ditengah-tengah masyarakat jadilah agen perubahan yang baik,” ajaknya.

Mujahidin Cyber

Ibu dengan 4 anak itu terus memantik semangat santri. Ia pun menyontohkan dirinya yang kini mengalami kelumpuhan usai tertimpa kecelakaan 20 tahunan silam. Meski dalam beraktivitas Sinta selalu ditemani kursi roda namun ia tetap mengajak agar tetap mempunyai semangat tinggi, tetap menjalankan aktivitas dan tujuannya tidak lain tetap bermanfaat bagi orang lain. 

Sebagai perempuan yang harus melanjutkan perjuangan suaminya, Gus Dur, dirinya menyinggung peran dan kodrat seorang wanita yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dalam mengisi dan mengembangkan bangsa. Apalagi di Jepara lanjut ibu dari Alissa Qatrunnada mempunyai pahlawan emansipasi wanita, RA Kartini. Karenanya, semangat RA Kartini tegasnya harus dilanjutkan. 

Mujahidin Cyber

Disamping itu, perempuan 65 tahun itu juga memberi apresiasi kepada Pesantren Az-Zahra. Ia menyatakan Azzahra yang mengelola Pesantren, SMP dan SMK merupakan lembaga yang mewah, santri-santrinya antusias dalam belajar dan sangat ada harapan menjadi besar karena memiliki potensi untuk maju dan berkembang.

Sementera itu, H Mukhlisin selaku Dewan Pembina dan Pendiri Lembaga Pendidikan Az-Zahra mengungkapkan santri Pesantren Az-Zahra terdiri dari 400an yang berasal dari Jepara maupun luar daerah. Dalam mengelola pendidikan pihaknya dibantu tenaga pendidik yang kompeten di bidangnya juga didukung dengan guru dari lulusan pesantren.  

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Kajian Sunnah, Budaya Mujahidin Cyber

Kamis, 29 Juni 2017

Empat Golongan Inilah Dirindukan Surga

Brebes, Mujahidin Cyber - Ada empat golongan manusia yang dirindukan surga, di antaranya orang yang berpuasa Ramadhan. Puasa menuntun manusia menjadi jujur, sabar, takwa, berjalan dijalur kebaikan. Dan jalur kebaikan itulah yang menjadi bekal menuju ke surga.

Demikian disampaikan KH Syamsul Falah dari Ketanggungan saat mengisi ceramah tarawih dan silaturahim Bupati Brebes beserta Forkopimda dan masyarakat di Masjid At Takwa Desa Limbangan, Kecamatan Kersana, Brebes, Jumat (15/6).

Empat Golongan Inilah Dirindukan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Golongan Inilah Dirindukan Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Golongan Inilah Dirindukan Surga

Mereka yang berpuasa di bulan Ramadhan, kata Kiai Syamsul, tidak hanya dihadiahi berkah, rahmat dan ampunan dari Allah saja. Namun juga dijanjikan dari panas api neraka.

Mereka yang berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiraah dan khalwat serta ibadah lain dengan hanya mengharap ridho-Nya; dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, karena iman dan ikhlas, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari Muslim)

Mujahidin Cyber

Kedua, lanjut Kiai Syamsul, golongan yang dirindukan oleh surga ialah mereka yang senantiasa membaca Al-Qur’an.

Mujahidin Cyber

Al-Qur’an merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi umat manusia. Bahkan begitu besarnya pahala orang yang membaca Al-Qur’an, sehingga setiap huruf yang dibacanya, Allah akan membalasnya dengan 10 kebaikan.

Ketiga, mereka yang selalu menjaga lidahnya. Lidah memang merupakan bagian tubuh yang tidak bertulang akan tetapi ia lebih tajan dari sebilah pedang. Bahkan ada dampak sangat luar biasa yang bisa ditimbulkan karena lidah seperti pertengkaran suami istri, antarkelompok, bahkan antar bangsa.

“Orang yang mampu menjaga lidahnya, tidak akan menyakiti orang lain dengan bahasa yang digunakan, akan dirindukan surga,” tuturnya.

Keempat, golongan yang dirindukan surga adalah pemberi makan orang yang kelaparan. Allah SWT adalah Zat Maha Pengasih dan Penyayang yang memberikan balasan atas sekecil apa pun amalan kebaikan yang dilakukan oleh umat-Nya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dalam kesempatan tersebut memberikan bantuan paket alat sholat dan Al-Qur’an kepada pengurus masjid serta mentasyarufkan zakat dari BAZNAS Kabupaten Brebes kepada 10 orang perwakilan warga kurang mampu juga diberikan santunan.

Tampak hadir para kepala OPD Kabupaten Brebes, anggota DPRD dan ribuan warga masyarakat Kersana. Sebelum acara, penyambutan Bupati dan para petinggi Brebes diadakan secara meriah berupa obrok, terbang genjring, marawis anak-anak muda NU dan ibu-ibu yang berkrudung putih dengan logo NU. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Senin, 29 Mei 2017

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sejumlah alumni perguruan tinggi dan ma’had di Suriah yang berasal dari Indonesia mengadakan pertemuan di Jakarta, Sabtu-Ahad (28-29/3). Mereka memastikan tidak ada alumni yang terlibat dalam kelompok teroris ISIS yang berpusat di Suriah dan Irak.

Pertemuan juga dihadiri sejumlah warga dan pengajar asal Suriah. Berikut ini bunyi lengkap rekomendasi pertemuan alumni tersebut:

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Terlibat ISIS, Ini Pernyataan Lengkap Pertemuan Alumni Suriah IV

--

Pada acara pertemuan dan silaturahim nasional yang ke-4, dilaksanakan di Villa SM. Cisarua Bogor tanggal 28-29 Maret 2015, kami perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah (al-Syami) menyatakan:

Mengecam setiap tindakan yang dilakukan pihak-pihak yang berkonflik, yang menciderai nilai-nilai agama dan kemanusian. Perhimpunan alumni pelajar Indonesia di Suriah tidak pernah bergabung, mendukung atau berafiliasi dengan kelompok-kelompok teroris dan separatis apa pun di Suriah. Pertemuan dan silaturahim juga mengeluarkan rekomendasi sebagai berikut:

Mendorong pemerintah Indonesia, dalam hal ini presiden melalui kementerian luar negeri, untuk berperan aktif dalam proses perdamaian di Suriah. Mendukung sepenuhnya sikap pemerintah Indonesia agar terus bersikap netral dalam menyikapi konflik di Suriah dan selalu mengedapankan human security. Aktivitas Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Suriah hendaknya dilandasi dengan keyakinan bahwa dialog dan pemilu serta solusi politik merupakan cara terbaik dalam penyelesaian konflik, bukan solusi militer. Memohon pemerintah Indonesia untuk turut serta dalam membantu penanganan korban konflik dalam bentuk misi-misi kemanusian. Mendukung organisasi dan lembaga kemanusian dan perdamaian, baik lokal maupun internasional, sebagai second track diplomacy, untuk terus mengusahakan masuknya bantuan-bantuan kemanusian yang strategis, agar tidak terjadi konflik yang terus berkepanjangan. Meminta pers media agar tidak mengaitkan peristiwa dan aktor pertikaian dan teror di Suriah dan Timur Tengah secara umum dengan aliran atau agama Islam. ?

Mujahidin Cyber

Red: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Kajian Sunnah, Syariah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo secara resmi meluncurkan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU, Ahad (13/12) sore. Peluncuran ini disaksikan kurang lebih 127 orang calon jamaah haji yang akan berangkat tahun 2016 mendatang.

Kegiatan yang dilakukan di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo di Desa Warujinggo Kecamatan Leces ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al Hariri, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi, Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor, Ketua KBIH NU KH Taufiq Sholih dan Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Probolinggo H Atok Illah.

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Luncurkan KBIH NU

Ketua KBIH NU Kabupaten Probolinggo KH Taufiq Sholih mengatakan, KBIH NU akan siap mengantarkan para jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo supaya bisa memahami manasik, tata cara ibadah haji, rukun dan wajib haji.

Mujahidin Cyber

“Petugas KBIH NU juga akan mengawal perjalanan calon jamaah haji sampai perjalanan di tanah suci, termasuk ziarah ke beberapa tempat bersejarah di Makkah dan Madinah,” katanya.

Menurut Kiai Taufiq, launching sendiri bertujuan untuk mengenalkan bahwa PCNU Kabupaten Probolinggo sudah mempunyai KBIH sendiri dan siap memahamkan warga NU yang akan menunaikan ibadah haji. “Bergabung dengan KBIH NU berarti ikut berperan serta membesarkan NU,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi meminta agar calon jamaah haji mulai memperbaiki niat haji sejak awal. “Jangan haji karena faktor ingin disebut pak haji, abah atau sebutan lainnya. Intinya harus benar-benar diniati dari hati untuk beribadah kepada Allah SWT,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri. Dirinya berharap agar semua calon jamaah haji nantinya bisa menjalankan ibadah haji dengan baik. “Insya Allah para pembimbing di KBIH NU akan memberikan bimbingan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Sedangkan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Masrur Nashor menyampaikan bahwa merupakan sebuah langkah tepat jika para calon jamaah haji bergabung dengan KBIH NU. Sebab para tutor di PCNU Kabupaten Probolinggo sudah berpengalaman. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Sunnah, Halaqoh, News Mujahidin Cyber

Kamis, 15 Desember 2016

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono

Pekalongan, Mujahidin Cyber. Sepekan setelah Lebaran warga Pekalongan dan sekitarnya biasanya merayakan Syawalan atau ‘Lebaran’ kedua, setelah sebagian warga yang berpuasa sunah selama enam hari, mulai pada tanggal 2 Syawal. Syawalan inilah yang menjadi pertanda puasa mereka berakhir. Di daerah lain Syawalan ini disebut pula dengan nama Lebaran Ketupat.

Syawalan di Pekalongan, beberapa tahun belakangan ini terpusat di dua tempat, di Krapyak dan Linggoasri. Meskipun esensinya sama, yakni merayakan Syawalan, akan tetapi keduanya dikemas dengan cara berbeda.

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono (Sumber Gambar : Nu Online)
Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono (Sumber Gambar : Nu Online)

Syawalan, Lopis Raksasa dan Gunungan Megono

Di Krapyak Lor Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan, tradisi Syawalan yang digelar pada hari Kamis (15/8) dimeriahkan dengan dua lopis raksasa. Dua lopis raksasa dengan berat masing-masing 1,3 ton dan 900 kilogram itu mulai dimasak oleh warga Gang VIII dan warga di Gang III Kelurahan Krapyak Lor tiga hari sebelum hari-H.

Mujahidin Cyber

"Lopis diangkat dengan bantuan mobil derek. Lopis ini dimasak selama empat hari tiga malam," terang Syaiful, Sekretaris Panitia Syawalan dan Lopis Ageng.

Mujahidin Cyber

Simbol perekat silaturahmi

Pada hari-H, dua lopis sudah ditempatkan di tempat pemotongan. Walikota Pekalongan, HM Basyir Ahmad, secara simbolis memotong kedua lopis kemudian membagikan kepada warga. Selang kemudian, para pengunjung yang datang dari berbagai daerah berebut lopis raksasa tersebut.

Para pengunjung memperebutkan Lopis tersebut yang maksudnya untuk mendapat berkah. Pembuatan Lopis dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antar masyarakat Krapyak dan dengan masyarakat daerah sekitarnya, hal ini diidentikkan dengan sifat lopis yang lengket.

Warga sekitar biasanya menyediakan makanan ringan dan minuman secara gratis kepada para pengunjung. Setelah pembagian lopis selesai, biasanya para pengunjung berbondong-bondong ke obyek wisata Pantai Slamaran Indah untuk menikmati pantai atau menikmati meriahnya hiburan gratis. Sebelumnya acara juga dimeriahkan dengan acara kirab budaya yang menampilkan berbagai macam kebudayaan.

Gunungan Megono

Berbeda dengan warga Krapyak yang menampilkan lupis raksasa, masyarakat Kabupaten Pekalongan memeriahkan Syawalan dengan membuat gunungan nasi megono. Megono adalah nama kuliner khas Pekalongan, yang bahannya dari buah nangka.

Objek Wisata Linggo Asri Kecamatan Kajen menjadi lokasi rebutan gunungan warga. Ribuan warga yang hadir rela berdesak-desakan memperebutkan makanan khas berasal dari Kabupaten Pekalongan itu.

Seorang warga, Tuti, mengaku ikut senang berebut gunungan nasi megono sebagai upaya mendapatkan berkah dalam hidupnya. 

"Gunungan nasi megono ini dipercaya masyarakat mempunyai kelebihan jika orang itu mampu makan nasi itu sehingga saya ikut berebut supaya dapat berkah dan tambah rejeki," ungkapnya.

Acara ini juga dimeriahkan kirab dan pertunjukan tari "Kuda Lumping" dan "Jatilan Satriyo Budoyo" dari Karanggondang, Kecamatan Karanganyar. Sedangkan kirab diikuti peserta yang terdiri atas "cucuk lampah" sebagai pimpinan rombongan yang diikuti rombongan silat temanten, grup rebana, kesenian "ngarak pengatin sunat", kuda kepang, egrang, dan sepasang gajah membawa gunungan nasi megono dan hasil bumi dari Balai Desa Linggoasri menuju lapangan parkir Wana Wisata.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Islam, Kajian Sunnah, AlaSantri Mujahidin Cyber

Selasa, 03 Maret 2015

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Demak, NU Online . Ratusan santri Suburan, Mranggen, Demak, menyatakan ikrar antinarkoba, antiminuman keras dan antiajaran yang berbau radikal. Hal itu dilakukan setelah mereka mendapatkan pembinaan dan pengarahan dalam diskusi bertema ”Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba” di aula pondok pesantren Futuhiyyah. Seharian, para pelajar mendapat pembekalan materi dari Kepala RSI NU Demak dokter Abdul Aziz.

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Futuhiyyah Ikrar Antinarkoba dan Gelar Pengobatan Gratis

Pembicara lainnya yaitu dokter Imam Purwohadi dan Siti Khoirul Umiyati. ”Kami senang mendapat pengarahan secara jelas bahaya penyalahgunaan narkoba, dan ternyata mengerikan,” kata Ahmad salah satu pelajar yang mengikuti acara itu pada kegiatan Kamis (27/10).

Ketua Yayasan Futuhiyyah, KH Said Lafif berpesan agar generasi muda, khususnya pelajar dan alumni Futuhiyyah tidak mencicipi dan coba-coba narkoba, minuman keras dan obat-obatan lain yang bersifat adiktif.

Mujahidin Cyber

Pengobatan Gratis

Mujahidin Cyber

”Obat-obatan itu semuanya mengakibatkan ketergantungan atau kecanduan. Maka, jangan sampai santri atau pelajar Futuhiyyah mencobanya,” kata Ustadz Lafif.

Ketua Panitia Expo 115 Tahun Futuhiyyah, Faizurrohman Hanif menjelaskan, rangkaian kegiatan penyuluhan antinarkoba, pengobatan gratis dan khitan massal merupakan kerja sama RSI NU Demak dengan Pesantren Futuhiyyah dalam rangka Expo Futuhiyyah Refleksi 115 tahun Kiprah Untuk Bangsa.

”Kebetulan Kepala RSI NU Demak juga alumnus Futuhiyyah,” katanya sambil tertawa.

Khusus untuk Pengobatan gratis dan khitanan massal, Abdul Aziz menjelaskan, pihaknya mengerahkan tim beranggotakan 30 orang dilengkapi dua apoteker dan tujuh petugas medis dan perawat. Masyarakat di sekitar Kampung Suburan Mranggen tak menyianyiakan kesempatan itu. Mereka ramai-ramai mendatangi tempat pengobatan gratis yang ditempatkan tepat di halaman pondok pesantren tersebut.

Terjadi antrean panjang para pengunjung yang ingin berobat secara gratis. Adapun, khitanan massal diikuti 42 anak. Selain memberikan pengobatan gratis, tim RSI NU Demak juga menyampaikan penyuluhan dan konsultasi kesehatan.

”Mereka diajari bagaimana hidup sehat,” kata Aziz. (Ben Zabidy/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, Kajian Sunnah, Pertandingan Mujahidin Cyber

Kamis, 18 Desember 2014

IPNU-IPPNU Mojowarno Rutin Gelar Kajian Kitab Kuning

Jombang, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamtan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur berupaya meningkatkan pemahaman keagamaan kader melalui salah satu program “Kajian Kitab Riyadlul Badi’ah” bersama segenap ranting IPNU-IPPNU setempat.

IPNU-IPPNU Mojowarno Rutin Gelar Kajian Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Mojowarno Rutin Gelar Kajian Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Mojowarno Rutin Gelar Kajian Kitab Kuning

Kegiatan ini termasuk program yang rutin dilakukan setiap minggu di aula kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) Mojowarno. “Setiap hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB kita biasa ngaos (ngaji) bersama pelajar sekecamatan Mojowarno di kantor MWC,” kata Yanuar Ketua PAC IPNU Mojowarno kepada Mujahidin Cyber saat dihubungi, Sabtu (21/11).

Sebagai pengajar, pihaknya mendatangkan tenaga ahli dalam bidang baca kitab kuning dari pengurus MWCNU setempat. Tidak kurang dari 40 pelajar mengikuti acara rutinan ini setiap kali digelar.

Mujahidin Cyber

Saat ditanya kenapa harus kitab “Riyadlul Badi’ah”, Yanuar menjawab ada beberapa pembahasan penting yang harus dipahami untuk mengetahui dasar-dasar hukum Islam dan tata cara meningkatkan kualitas ibadah manusia kepada Allah SWT. “Di kitab itu kita diajarkan beberapa hukum Islam dan bagaimana cara meningkatkan ibadah kita kepada sang kholiq,” ungkapnya.

Mujahidin Cyber

Selain pendalaman sisi keagamaan bisa diperoleh secara kolektif, Yanuar menjelaskan kesolidan dari masing-masing pengurus dan anggota setiap ranting bisa dijalin. Mereka bisa salaing bershilaturrahim antar sesama. “Ranting Mojoduwur, Ranting Gedangan dan Ranting Gondek bisa saling bertemu dan menjalin shilaturrahmi bersama,” tandasnya. (Syamsul/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Sunnah, Kiai Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock