Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi

Damaskus, Mujahidin Cyber. Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah, mengapresiasi sikap politik Indonesia yang ikut membantu dalam upaya rekonsiliasi terhadap konflik yang terjadi di Suriah.

?

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Organisasi Sipil Suriah Puji Peran Indonesia dalam Upaya Rekonsiliasi

"Saya kagum atas sikap Indonesia dalam menyikapi krisis di Suriah, dimana selalu menekankan mendorong solusi politik dan rekonsiliasi dengan tetap menghormati kedaulatan Suriah. Indonesia adalah contoh negara Muslim moderat yang dapat diterima oleh semua pihak,” ungkap Ketua Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah, Syeikh Jabir Mahmud Isa saat buka bersama di hotel Damarose, Damaskus, Jumat (25/6) waktu setempat.?

Menurut Syeikh Jabir, sikap politik Indonesia terhadap konflik Suriah sangat berbeda dengan negara lain yang justru malah mengintervensi sehingga hanya memperlambat proses rekonsiliasi dan perdamaian, memperpanjang krisis serta penderitaan di Suriah.?

Dijelaskan pula oleh Syeikh Jabir bahwa Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional Suriah merupakan inisiatif sipil independen kemanusiaan, bukan dibawah Pemerintah Suriah, yang bertujuan untuk membantu para warga Suriah yang bergabung dengan pemberontak agar dapat reintegrasi dan hidup normal kembali sebagai rakyat sipil setelah menyerahkan diri kepada pemerintah. Organisasi ini juga membantu membebaskan tentara atau warga Suriah yang diculik atau ditahan oleh para pihak yang bertikai.?

Mujahidin Cyber

Menanggapi sambutan hangat dari Syeikh Jabir Mahmud Isa, Dubes RI Suriah, Djoko Harjanto mengharapkan semoga inisiatif dan upaya mulia yang dilakukan oleh Organisasi Inisiatif Sipil untuk Rekonsiliasi Nasional ini terus dapat menghasilkan capaian-capaian yang signifikan dalam membantu penyelesaian secara politik dalam krisis yang telah berlangsung lebih dari lima tahun ini.

“Sejak meletusnya krisis di Suriah, Indonesia terus mendukung segala solusi politik diplomasi damai, dan menolak segala intervensi asing,” ujar Dubes Djoko. “Indonesia juga terus mendukung Suriah dalam perang melawan terorisme.”

Buka puasa bersama berlangsung penuh kekeluargaan itu berlangsung dengan diiringi musik religi dan tari sufi maulawiyah yang menambah semarak dan syahdunya sore hari di bulan Ramadhan itu.(Red-Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Hikmah, Pesantren, AlaNu Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Pengasuh pesantren Walisongo Sragen Kiai Ma’ruf Islamuddin menyampaikan begitu besarnya peran pesantren mulai dari pendidikan hingga penghematan BBM. Dengan konsep mukim pesantren, para santri dengan sendirinya, kata Kiai Ma’ruf, tidak membutuhkan kendaraan bermotor untuk sampai ke ruang belajar mereka.

Demikian disampaikan Kiai Ma’ruf saat mengisi pengajian MWCNU Mojogedang, Jum’at (29/8).

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Ambil Peran Penghematan Subsidi BBM

Kiai Ma’ruf melanjutkan, sebenarnya menitipkan putra-putri belajar di pesantren mengandung banyak sekali manfaat. Di pesantren para santri tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam. Di sini saja, terdapat penghematan biaya jajan pulsa.

Mujahidin Cyber

“Sekolah mereka juga ada di dalam kompleks pesantren. jadi mereka tidak perlu bingung lagi bagaimana berangkat ke sekolah saat terjadi kelangkaan BBM. Mereka cukup berjalan kaki. Kecuali penghematan stok BBM, pesantren dengan demikian turut serta menghemat subsidi BBM,” ujar Kiai Ma’ruf.

Hanya saja biaya pendidikan di pesantren masih terkesan mahal. Pasalnya, biayanya per bulan itu dengan angka. Sementara pengeluaran biaya pendidikan di sekolah nonpesantren tidak tertera sekaligus sehingga terkesan kecil.

Mujahidin Cyber

Namun coba sekarang dihitung lagi, kata Kiai Ma’ruf yang kini diamanahkan sebagai Ketua RMI NU Sragen di tengah ratusan warga. Misalnya biaya per bulan di pesantren sebesar 400.000 yang mencakup biaya ngaji, sekolah, makan,tidur, air dan listrik.

“Sementara di rumah bapak-ibu tidak pernah menghitung biaya makan sehari, kemudian sekolah, uang saku, uang bensin, uang pulsa, dan uang bermain. Sekarang bapak-ibu sudah bisa membandingkan, murah mana sebenarnya biaya pesantren dengan nonpesantren?” tandas Kiai Ma’ruf. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah Mujahidin Cyber

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah

Oleh H. Mahbub Djunaidi

Anak-anak, kasih unjuk rapor kepada orang tuamu. Bagi yang naik kelas, boleh bersenang hati. Bagi yang tidak, boleh murung, asal tidak banyak. Ini merupakan pentung ke kepalamu supaya lain kali belajar lebih baik. sekarang kamu boleh pulang, sampai ketemu habis lebaran,” kata menir van Daalen seraya mengusap batang hidupnya, suatu kebiasaan sebagian besar bangsa Belanda yang hidup di bawah permukaan laut.

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah

Beresoknya, beduk puasa berdentam-dentam. Lepas sahur, anak-anak senewen itu masuk keluar kampung menabuh kaleng rombeng, kemudian duduk berjuntai di batang belimbing hingga lohor, sesudah itu tidur telungkup menekan perut keras-keras ke ubin langgar hingga hampir maghrib. Jika saat berbuka puasa tiba, mereka nyaris menelan seluruh isi bumi. Tapi ini tidak berlangsung lama, sembahyang tarawih, yang mereka lakukan sambil sekali dua menyikut rusuk temannya.

Mujahidin Cyber

Dalam hubungan ini C. Snouk Hurgronje benar: pokoknya jangan sentuh agama Islam, bisa berabe. Toh kultur Jawa masih kuat, mampu memproduksi penduduk paling taat kepada atasannya seluruh dunia. Jangan main paksa - seperti disaksikan Van der Plas di Madura tahun 1919 - murid sekolah bolos disuruh bersila di pendapa asisten Wedana seraya dicoreti punggungnya dengan tulisan “Je Maintiendrai”. Kapan pun juga main paksa tidak bisa menyelesaikan soal.

Dan dalam hubungan sentuh agama Islam ini, kolonialisme Belanda pada umumnya cukup bijak. Buat apa bikin perkara dengan mereka kalau maksud sedalam-dalamnya adalah soal rezeki, urusan perdagangan, een mercantile betrekking? Seyogianya menghormati pesantren-pesantren di Jawa pada umumnya terletak di tengah lautan kebun tebu agar supaya santri Buntet di Cirebon atau Tebuireng di Jombang tidak mengobrak-abrik pabrik sambil menggulung kain sarung hingga lutut. Gula, yang merupakan gabus tempat kerajaan Belanda mengapung, tidak boleh terancam.

Mujahidin Cyber

Zaman berganti, dan kini giliran Kawasaki-san berdiri di depan kelas. “Anak-anak, kasih unjuk rapor kepada orang tuamu. Bagi yang naik kelas, boleh bersenang hati. Bagi yang tidak, boleh murung, asal jangan banyak-banyak. Ini merupakan pentung ke kepalamu supaya lain kali belajar lebih baik. Sekarang kamu boleh pulang, sampai ketemu habis lebaran.” Sesudah menyanyikan lagu kebangsaan Kimigayo dan Seikerei itu berhamburan ke luar kelas bagai kelereng tumpah dari dosnya. Seperti biasa, esok hari beduk puasa berdentam-dentam, dan seperti biasa mereka bergolek-golek di lantai langgar. Satu dua juga yang diam-diam menggigit mangga muda di belakang kakus.

Dalam hubungan ini, H.J. Benda dalam ‘The Cresent and The Rising Sun’ benar: biarpun Bupati Bandung Wiranatakusumah menyimpan motif tersendiri menggalakkan Baitul Mal di beberapa keresidenan Jawa Barat, pemerintah Dai Nippon mendiamkan saja demi mencegah kortsluiting dengan Islam. Dan biarpun pemuka Islam menyimpan keinginan sendiri menghadapi latihan Hizbullah di Lemahabang, Jepara pura-pura bersungguh hati demi “Asia Timur Raya”.

Di alam merdeka tentu keadaan berbeda. Anak-anak sekolah tambah jangkung, lebar dada dan tebal pantatnya. Ini berkat gizi cukup dan kemakmuran yang makin merata, terutama berkat kegesitan orang tua masing-masing. Jangan dibilang lagi tingkat kecerdasan mereka yang semakin meninggi, sebagian disebabkan karena orang sekarang mempunyai cara mengukurnya, dengan bantuan mesin yang tidak bisa dibantah. Akibat mereka yang ingin sekolah jauh lebih banyak jumlahnya dari bangku yang tersedia, maka yang berhasil duduk dengan sendirinya merupakan makhluk pilihan, bagai ayam Bangkok di antara ayam kampung.

Betapa istimewanya, mereka punya guru, baik lelaki maupun perempuan. Menjelang hari puasa, pendidik itu tegak berdiri di depan kelas. ”Anak-anak, sesuai panggilan zaman, kamu dpersiapkan untuk berjalan-jalan dari planet ke planet, atau menyuruk jauh ke dalam perut bumi. Karena itu, kamu musti belajar keras, tak terkecuali di bulan puasa. Satu hari terlewat berarti rugi dua puluh lima tahun.”

Tempo, 26 Mei 1979

 

H. MAHBUB DJUNAIDI, dijuluki pendekar pena. Menulis naskah drama, cerpen, novel, dan terutama kolom; penulis tetap rubrik Asal-Usul di Kompas selama 7 tahun. Juga penerjemah. Selain itu, ia  politikus, tapi lebih suka dibilang sastrawan. Ditunjuk KH Saifuddin Zuhri memimpin harian Duta Masyarakat. Dalam urusan jurnalistik, ia pernah bilang, "Fakta harus dijunjung tinggi sebagaimana mertua".

Anak Betawi kelahiran Tanah Abang, Jakarta, 1933, ini pernah aktif di IPNU, PMII, GP Ansor, Pertanu, Lesbumi, hingga salah seorang ketua PBNU. Mahbub wafat tahun 1995. Pramudya Ananta Toer, orang yang dikaguminya di samping Soekarno, berkenan menyampaikan sambutan perpisahan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Minggu, 28 Januari 2018

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, umat Islam kembali kehilangan pewaris Nabi yang mendunia. Salah seorang ulama Ahlussunnah dunia di Damaskus Suriah Syekh Wahbah Az-Zuhaili atau Wahbah bin Musthofa Az-Zuhaili wafat pada Sabtu sore (8/8) pada usianya yang ke 83 tahun. Syekh Wahbah merupakan salah satu ulama terkemuka asal Suriah diabad ini, anggota daripada Dewan Fiqh di Makkah, Jeddah, India, Amerika dan Sudan.

Syekh Prof.Dr.Wahbah Az Zuhaili adalah cerdik cendikia (alim allamah) yang menguasai berbagai disiplin ilmu (mutafannin). seorang ulama fikih kontemporer peringkat dunia, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam melalui kitab-kitab fikihnya. Beliau dilahirkan di desa Dir `Athiah, utara Damaskus, Syiria pada tahun 1932 M. dari pasangan Mustafa dan Fatimah binti Mustafa Sa`dah.Ayah beliau berprofesi sebagai pedagang sekaligus seorang petani. Beliau mulai belajar Al Quran dan sekolah ibtidaiyah di kampungnya. Dan setelah menamatkan ibtidaiyah di Damaskus pada tahun 1946 M. beliau melanjutkan pendidikannya di Kuliah Syar`iyah dan tamat pada 1952 M. Ketika pindah ke Kairo beliau mengikuti kuliah di beberapa fakultas secara bersamaan, yaitu di Fakultas Syariah, Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al Azhar dan Fakultas Hukum Universitas `Ain Syams.

Syekh memperoleh ijazah sarjana syariah di Al Azhar dan juga memperoleh ijazah takhassus pengajaran bahasa Arab di Al Azhar pada tahun 1956 M. Kemudian memperoleh ijazah Licence (Lc) bidang hukum di Universitas `Ain Syams pada tahun 1957 M, Magister Syariah dari Fakultas Hukum Universitas Kairo pada tahun 1959 M dan Doktor pada tahun 1963 M. Gelar doktor di bidang hukum (Syariat Islam) beliau peroleh dengan predikat summa cum laude (Martabatus Syarof Al-Ula) dengan disertasi berjudul "Atsarul Harbi Fil Fiqhil Islami, Dirosah Muqoronah Bainal Madzahib Ats-Tsamaniyah Wal Qonun Ad-Dauli Al-Am" (Beberapa pengaruh perang dalam fiqih Islam, Kajian perbandingan antara delapan madzhab dan undang-undang internasional).

Sungguh catatan prestasi yang sangat cemerlang. Satu catatan penting bahwa, Syekh Wahbah Az Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Ini semua menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Menurut beliau, rahasia kesuksesannya dalam belajar terletak pada kesungguhannya menekuni pelajaran dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengganggu belajar. Moto hidupnya adalah, “Inna sirron najah fil-hayat, ihsanus shilah billahi `azza wa jalla”, (Sesungguhnya, rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Alloh `Azza wa jalla). Karir Akademis Setelah memperoleh ijazah Doktor, pekerjaan pertama Syekh Wahbah Az Zuhailli adalah staf pengajar pada Fakultas Syariah, Universitas Damaskus pada tahun 1963 M, kemudian menjadi asisten dosen pada tahun 1969 M dan menjadi profesor pada tahun 1975 M.

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)
Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Sebagai guru besar, ia menjadi dosen tamu pada sejumlah univesritas di negara-negara Arab, seperti pada Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Adab Pascasarjana Universitas Benghazi, Libya; pada Universitas Khurtum, Universitas Ummu Darman, Universitas Afrika yang ketiganya berada di Sudan. Beliau juga pernah mengajar pada Universitas Emirat Arab. Beliau juga menghadiri berbagai seminar internasional dan mempresentasikan makalah dalam berbagai forum ilmiah di negara-negara Arab termasuk di Malaysia dan Indonesia. Akan tetapi, di Medan belum pernah. Ia juga menjadi anggota tim redaksi berbagai jurnal dan majalah, dan staf ahli pada berbagai lembaga riset fikih dan peradaban Islam di Siria,Yordania, ArabSaudi,Sudan, India, dan Amerika.

Syekh Wahbah Az Zuhaili sangat produktif menulis, mulai dari artikel dan makalah sampai kepada kitab besar yang terdiri atas beberapa jilid. Baru-baru ini beliau merampungkan penulisan ensiklopedia fiqih yang beliau tulis sendiri brjudul, "Mausatul Fiqhil Islami Wal-Qodhoya Al-Muashiroh" yang telah diterbitkan Darul Fikr dalam 14 jilid.

Di antara karya-karya beliau adalah Al Fiqhul Islami wa AdillatuhAt Tafsir Al MunirAl Fiqhul Islami fi uslubih Al JadidNadhoariyatudh Dhorurot Asy Syari`yahUshuul Fiqh Al IslamiAdz-Dzarai`ah fs Siyasah Asy Syari`ahAl `Alaqot ad-Dualiyah fil IslamJuhud Taqnin Al Fiqh Al IslamiAl Fiqhul Hanbali Al Muyassar.Al Fiqhul Hanafi Al MuyassarAl Fiqhus Syafii Al Muyassar Dr.Badi` As Sayyid Al Lahham dalam biografi Syekh Wahbah yang ditulisnya dalam buku yang berjudul, "Wahbah Az Zuhaili al -`Alim, Al Faqih, Al Mufassir" menyebutkan 199 karya tulis Syekh Wahbah selain jurnal, beliau juga500-an karya dalam bentuk makalah ilmiah. Demikian produktifnya Syekh Wahbah dalam menulis sehingga Dr. Badi` mengumpamakannya seperti Imam As Suyuthi dimasa lampau. (Red: Anam)

Mujahidin Cyber

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Ulama, Hikmah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Kamis, 25 Januari 2018

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber - Rabu, jam tiga sore Perpustakaan PBNU tampak lengang. Tampak dua pengunjung yang sedang membaca, Kepala Perpustakaan H Syatiri, dan pegawai yang sedang berkutat dengan kerjanya. Berbagai buku, dokumen-dokumen NU dan banom-banomnya memenuhi rak-rak buku yang berjajar, foto tokoh-tokoh NU terpasang ditembok dengan gagah.

Pelayanannya sangat ramah, pegawai perpustakaan yang dipimpin H Syatiri akan dengan senang hati membantu para pengunjung yang membutuhkan bahan-bahan tentang ke-NUan.

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

H Syatiri saat ditemui di ruangan yang dikelolanya, Rabu (8/2) mengatakan bahwa pengunjung yang datang ke perpustakaan adalah orang yang betul-betul mencari informasi tentang ke-Nuan di antaranya: peneliti, mahasiswa, dan ada wartawan. Karena menurutnya, sumber rujukan informasi tentang ke-Nuan yang cukup memadai dapat ditemukan di perpustakaan PBNU.

Sejak perpustakaan pindah secara fisik dari Kantor Lakpesdam NU di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 2006, kini perkembangan koleksi perpustakaan sangat pesat. Dari 2500 koleksi tahun 2006, koleksi berkembang menjadi 9000 koleksi pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 ini meningkat lagi mencapai 12000 koleksi.

Mujahidin Cyber

Tapi peningkatan dan pengembangan Perpustakaan PBNU tidak berjalan mulus, karena persoalan terus menghampiri. Sebagaimana persoalan pendanaan yang diutarakannya.

Menurutnya, saat perpustakaan dikelola Lakpesdam, pendanaannya berasal dari Asia Foundation, tapi di tengah jalan bantuan untuk program pengembangan perpustakaan tersebut terhenti.

Mujahidin Cyber

“Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Sejak pemutusan bantuan tersebut otomatis perpustakaan yang dikelolanya terkena dampak, tidak ada lagi biaya operasional.

“Sekarang belum bisa membeli buku baru secara rutin. Padahal buku-buku tentang ke-NUan, karya tokoh-tokoh banyak terbit setiap bulan,” imbuhnya.

Tapi H Syatiri tidak kehilangan akal demi berkembangnya Perpustakaan PBNU. Ia berinisiatif dengan cara memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti menghadiri Kongres Muslimat November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan pameran NU Expo di Surabaya Desember 2016.

Tidak berhenti di pameran dan acara-acara seremonial, ia juga menjalin hubungan secara personal dengan para penulis, penerbit, dan pengamat untuk terus mengembangkan perpustakaan PBNU.

“Banyak yang men-support, banyak yang membantu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih punya obsesi mengembangkan perpustakaan untuk dijadikan pilot project. Hal tersebut supaya bisa dikembangkan di perpustakaan wilayah, dan cabang NU. Perpustakaan masing-masing daerah nantinya memiliki khazanah ke-Nuan daerahnya, karya-karya ulama daerahnya, dan juga sejarah NU daerahnya.

“Itu yang masih sangat minim sekali, dan yang harus digarap NU di daerah-daerah,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Hikmah, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Rabu, 03 Januari 2018

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) akan memberi pengarahan kepada peserta Pendidikan Kader Dai NU yang berjumlah 95 orang. Mereka akan dibekali materi untuk mematangkan persiapan menghadapi Ramadhan.

“Tujuannya agar mereka menyiapkan diri pada Ramadhan ini secara maksimal. Bulan suci ini jangan sampai berlalu begitu saja, harus diisi amal shalih sebanyak-banyaknya, seperti tadarrus, sedekah, qiyamul lail (ibadah malam), i’tikaf, dan lain-lain,” kata Pengurus Pusat LDNU KH Zakky Mubarak di Jakarta, Selasa (25/6).

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai

Menurut dia, pengarahan ini efektif dilakukan karena para dai didikan LDNU mayoritas memiliki majelis taklim. Para dai diharapkan akan membangkitkan semangat masyarakat untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan positif.

Mujahidin Cyber

Zakky juga mendorong warga NU untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual saja. “Saya mengharap Nahdliyin juga memanfaatkan waktu ini untuk menambah pengetahuan agama baik dengan mendatangi forum kajian atau membaca buku,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

LDNU pada Ramadhan tahun akan kembali menggelar kajian kitab kuning secara rutin, di samping mengelola sejumlah kegiatan keagamaan lain, sepeti tarawih, kultum, dan bukan bersama, di Masjid an-Nahdlah di gedung PBNU, Jakarta.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Bahtsul Masail, Hikmah Mujahidin Cyber

Senin, 01 Januari 2018

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat

Pamekasan, Mujahidin Cyber. Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Toronan Barak Leke, Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, RKH Ahmad Mawardi Baidlawi, wafat, Selasa (16/2). Rois Syuriah PCNU Pamekasan yang berumur 74 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir di kediamannya sekitar pukul 00.30 WIB.

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat

Sebelum wafat, almarhum sempat dirawat di klinik kesehatan di Kelurahan Kangenan. Sebab, penyakit maagnya kambuh.





Atas persetujuan keluarga, almarhum dibawa pulang dari klinik sekitar sejam sebelum wafat. Kondisi fisik yang kritis, membuat dirinya menghadap Sang Pencipta.

Mujahidin Cyber

Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Pesantren Miftahul Ulum Toronan Berek Leke, Selasa pagi. Sejumlah ulama dari berbagai pesantren di Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan kepulauan mengikuti prosesi pemakaman.

Mujahidin Cyber

Kiai Ahmad Mawardi Baidlawi selama dua periode menjabat sebagai Rois Syuriah NU Cabang Pamekasan bersama KH. Abdul Ghaffar Muzakki. Selama pengabdiannya di PCNU Pamekasan, almarhum dikenal memiliki kepribadian yang baik.

"Beliau ulama yang tawadhu, alim, dan sabar selama memimpin NU di Pamekasan. Termasuk mungkin Rois yang paling sabar adalah beliau. Penuh kesederhanaan," ujar tokoh pemuda NU Madura, Dr. Muhammad Fudoli. (Hairul Anam/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Halaqoh Mujahidin Cyber

Kamis, 28 Desember 2017

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik

Jakarta, Mujahidin Cyber. Komite Persiapan Penegakan Syariah Islam (KPPSI) yang memiliki misi penegakan syariat Islam di Sulawesi Selatan yang sebelumnya murni gerakan keagamaan tampaknya telah mengalami dan cenderung bermutasi bahkan bermetamorfosis menjadi gerakan pragmatisme politik.

Demikian dituturkan oleh Andi Muawiyah Ramly, salah satu penulis buku “Demi Ayat Tuhan” dalam acara bedah buku di Hotel Acacia Jakarta, Sabtu. Hadir dalam acara tersebut Dekan Fak Syariah UIN Sunan Kalijaga Malik Madany, Sekjen KPPSI Aswar Hasan, Peneliti LP3ES Enceng Sobirin Nadj, dan Pengamat Intelejen Malik Haramain.

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik

Merespon keinginan KPPSI untuk meminta otonomi khusus di Sulsel sebagai strategi penegakan syariah Islam, telah dilakukan survey dikalangan Bupati, anggota DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menghasilkan 91,11 persen mendukung pelaksanaan syariat Islam. Namun tak semuanya setuju dengan ide formalisasinya.

Menurutnya, solidaritas, kehesitas sosial, dan fundamentalisme yang begitu kuat bersemangat di awal berdirinya, dengan sejumlah orang-orang miskin berekatologis mendukungnya, ada kecenderungan berubah menjadi organisasi elit yang kian berfikir dan berperilaku pragmatis untuk meraih mencapaian-capaian antara.

Dikatakan oleh mantan ketua LKKNU ini bahwa mutasi dan metamorfosis ini bisa jadi timbul akibat kontraversi wacana syariat Islam yang diusung jatuh ke dalam polemik publik yang melelahkan, disertai dengan tekanan-tekanan sosial politik. Pada akhirnya KPPSI segera menjadi gerakan mapan sebagaiman organisasi keagamaan lain dengan segenap kepentingan politik praktis yang tentu saja turut menyertainya.

Mujahidin Cyber

Salah satu ketua PKB ini juga mengkritisi beberapa Dokumen Inti Sari Syariat Islam yang menjadi pedoman dasar persiapan penegakan syariat Islam ini yang salah satunya menentukan bahwa pemimpin harus berasal dari Quraisy tanpa mempertimbangkan aspek nash, sosiologis maupun realitas yang ada. “Nanti hanya pak Alwi Syihab yang bisa menjadi pemimpin di Sulsel,” paparnya.

 

Mujahidin Cyber

Ia menjelaskan bahwa nabi sendiri berkata bahwa tidak ada bedanya antara orang Arab dan Ajam” Rasulullah sendiri pernah berkata “Perhatikanlah dan taatilah, meskipun saya mengangkat seorang budak Habsyi yang rambutnya seperti kismis menjadi pemimpinmu.

Rumusan tugas imam yang menyatakan dapat memerangi golongan lain demi dapat ditegakkan hak Allah atas mereka dinilainya cukup membahayakan dalam lingkup lokal maupun global dan dapat merusak tatanan kehidupan dunia yang damai.

Dijelaskannya bahwa dalam al Qur’an Allah berfirman “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”

Beberapa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Laskar Jundullah dalam memberantas kemaksiatan maupun beberapa pengeboman yang terbukti melibatkan para aktivits KPPSI telah menurunkan citranya dalam upaya menegakkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamiin.

Sementara itu, Enceng Sobirin menjelaskan gerakan-gerakan Islam fundamentalis yang menginginkan pelaksanaan syariat Islam di Indonesia akan terus bertahan di Indonesia baik untuk kepentingan politik maupun alasan ideologis. (mkf) 



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Sunnah, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Jumat, 22 Desember 2017

KH Khairuddin Tahmid; Islam Wasathiyah Harus Jadi Mainstream Islam Indonesia

Tanggamus, Mujahidin Cyber. Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung Dr KH Khairuddin Tahmid mengatakan Paradigma Islam Wasathiyah harus bisa menjadi paham keagamaan ? mainstream umat Islam di Indonesia. Hal ini penting karena kemajemukan agama, budaya dan suku yang ada di Indonesia.

"Paradigma Islam Wasathiyah harus bisa menjadi paham keagamaan ? mainstream umat Islam di Indonesia," tegasnya saat menjadi pemateri pada Silaturahmi Tokoh Agama dan Sarasehan tentang Radikalisme di Aula Serumpun Padi, Gisting Kabupaten Tanggamus, Rabu (9/8).

KH Khairuddin Tahmid; Islam Wasathiyah Harus Jadi Mainstream Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Khairuddin Tahmid; Islam Wasathiyah Harus Jadi Mainstream Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Khairuddin Tahmid; Islam Wasathiyah Harus Jadi Mainstream Islam Indonesia

Dikatakan KH Khairuddin Tahmid yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung, ditengah kemajemukan agama, budaya dan suku yang ada di Indonesia, bangsa Indoensia mampu menjaga kesejukan dan kedamaian dengan mengedepankan toleransi yang tinggi baik dengan sesama agama maupun dengan pemeluk agama lainnya.

:Hal ini harus terus dipertahankan oleh bangsa Indonesia khususnya umat Islam dengan memegang prinsip paham Washatiyah (moderat),” imbuhnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa saat ini sudah terjadi pergeseran gerakan keislaman di indonesia kearah yang jika dibiarkan akan rentan memunculkan perselisihan antar ummat Islam maupun dengan umat lain agama.

Mujahidin Cyber

"Gerakan keislaman di negeri ini mulai bergeser ke kutub ekstrim, baik yang ke kiri maupun yang ke kanan," jelasnya pada Acara yang dibuka langsung oleh Bupati Tanggamus H. Samsul Hadi dan dihadiri oleh ratusan tokoh agama dari beberapa ormas Islam.

Sehingga menurutnya perlu Islam Wasathiyah untuk membendung pergeseran tersebut sehingga kedamaian dan kesejukan yang selama ini dirasakan akan dapat dipertahankan.

Paradigma Islam Wasathiyyah lanjutnya memegang prinsip bahwa NKRI dengan Pancasila sebagai dasarnya adalah sah menurut pandangan Islam.

Mujahidin Cyber

"Islam Wasatiyyah juga menjadikan ijtihad sebagai otoritas dan aktifitas khusus bagi orang yang memenuhi syarat-syarat tertentu yang tidak mudah untuk dipenuhi," ujarnya.

Pemahaman keagamaan Islam Wasathiyah menekankan pentingnya toleransi dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, tanpa kekerasan.?

"Islam tidak membenarkan kekerasan, baik kekerasan pemikiran maupun kekerasan tindakan. Islam juga tidak membenarkan terorisme serta menilainya sebagai tindakan yang tidak manusiawi. " katanya.

Islam wasatiyah tegasnya menyelesaikan permasalahan perbedaan dan konflik dengan melalui cara-cara perdamaian. (Muhammad Faizin/Muslim Abdurrahman).

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah Mujahidin Cyber

Rabu, 13 Desember 2017

Tahlilan ala Gorontalo, Meroji dan Langga

Ekspedisi Islam Nusantara mendapat jamuan dari Ketua Muslimat NU Gorontalo. Di situ mereka menyaksikan prosesi tahlilan ala Gorontalo yang biasa dilakukan warga Ahlussunah wal Jamaah. Prosesi dilakukan dimulai dengan membakar kemenyan oleh seorang pemimpin doa.

Kemudian disajikan makanan yang dialasi kain putih. Makanan tersebut disajikan dengan jumlah serba tujuh. Di antaranya tumpeng tujuh piring, tili ayam 7 gelas, garam dan cabe rawit merah 7 piring kecil, air putih 7 gelas, pisang 7 sisir, dan srikaya 7.

Tahlilan ala Gorontalo, Meroji dan Langga (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahlilan ala Gorontalo, Meroji dan Langga (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahlilan ala Gorontalo, Meroji dan Langga

Setelah berdoa, Ekspedisi Islam Nusantara dipersilakan mencicipi sajian tersebut. Sementara makan malam disajikan terpisah.

Sebagaimana di daerah-daerah lain, di Gorontalo ada peringatan kematian atau doa arwah atau tahlilan pada hari pertama, ketiga, ketujuh, kesepuluh, kedua puluh, keempat puluh, keseratus, keseribu.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Menurut pemimpin doa, DK Utsman, di Gorontalo upacara semacam itu masih tetap dilakukan karena masyarakat mempercayai bahwa doa kepada arwah akan sampai. “Di sini, yang melakukan silakan yang tidak melakukan silakan,” katanya.

Kemudian karena kebetulan malam Jumat, Ekspedisi Islam Nusantara bisa menyaksikan pembacaan Meroji, atau kisah Isra’ Mi’raj dalam bahasa Gorontalo.

Setelah itu menontok pertunjukkan seni beladiri langga. Pelaku seni beladiri tersebut diawali dengan wudlu, shalat sunat, dzikir, berdoa, kemudian beraksi. Seseorang yang sudah melewati prasyarat itu bisa melakukan hal-hal yang di luar nalar dan bisa memiliki kekuatan berlebih.

Aksi yang dipertontonkan kepada Ekspedisi Islam Nusantara seseorang diserang oleh dua orang. Tapi dia tak bisa mendekatinya. Bahkan dua orang itu terjungkal tapa ada kontak fisik.

Kemudian atraksi selanjutnya, orang yang bisa tahan api termasuk pakaiannya, juga kebal senjata tajam. Konon ketika terjadi perkelahian sesungguhnya dengan orang yang memiliki silat langga, ketika tangannya menyentuh kulit musuh, tidak bisa dilepaskan lagi, kecuali kulit itu sendiri yang terbawa.

Puluhan warga, mulai anak-anak sampai dewasa, menonton atraksi tersebut, menyatu bersama tim Ekspedisi Islam Nusantara. Hadir beberapa pengurus PWNU Gorontalo, Muslimat NU, Lakpesdam dan GP Ansor, pengurus Gusdurian, serta beberapa pengurus PMII.

Kemudian ekspedisi dilepas Ketua PWNU Gorontalo H Muhajirin Yanis setelah dijamu makan malam. Lantas bertolak ke kota Manado, Sulawesi Utara, dengan satu armada bus untuk melakukan penjalajahan yang baru. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, News, Internasional Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Islam Nusantara, Islam yang Merangkul Nusantara

Solo, Mujahidin Cyber. Model Islam yang dibawa para walisongo ke Nusantara, atau kemudian populer disebut sebagai istilah Islam Nusantara, menjadikan kebudayaan Nusantara sebagai sarana untuk berdakwah.

Islam Nusantara, Islam yang Merangkul Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara, Islam yang Merangkul Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara, Islam yang Merangkul Nusantara

Demikian menurut Wakil Ketua Pengurus Cabang Internasional Nahdlatul Ulama (PCINU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal pada kegiatan bedah buku Islam Nusantara yang diselenggarakan Lakpesdam NU Surakarta, di Kantor NU setempat, Kamis (27/8) malam.

“Islam Nusantara itu Islam yang merangkul Nusantara. Maksudnya, dalam pendekatan terhadap kenyataan kebudayaan Nusantara ini tidak memakai cara tumpas kelor, tetapi dijadikan sarana untuk pengislaman, dan selaras dengan Islam,”

Mujahidin Cyber

Ditambahkan Sahal, model Islam Nusantara yang membawa nilai dakwah yang santun dan damai, merupakan perwujudan dari Islam yang kaffah (menyeluruh) dan rahmatan lil alamin. “Islam Nusantara ini Islam yang kaffah dan memakai ilmu, bukan sekedar pokoe (yang penting) memakai istilah kaffah,” jelas Sahal.

Lebih lanjut diungkapkan Sahal, para ulama Islam Nusantara ini memiliki sanad keilmuan yang bersambung hingga Rasulullah saw. “Jadi sanadnya bukan dari Syekh Google. Tapi mereka mendapatkannya dari para guru yang memiliki mata rantai keilmuan hingga Rasulullah,” ujar dia.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, menurut narasumber lainnya, KH Abdullah Sa’ad, munculnya istilah Islam Nusantara masih perlu dikaji lebih lanjut, khususnya yang perlu dicari pertama kali adalah siapa yang memulai memperkenalkan istilah ini.

“Kalau dalam bahasa pesantren, perlu diketahui dulu siapa mushanifnya dari mana asalnya, agar lebih jelas ketika kita akan memberikan hukum terhadap sesuatu, termasuk Islam Nusantara ini,” ujar Pengasuh Pesantren Al-Inshof Karanganyar, Jawa Tengah itu. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Sejarah Mujahidin Cyber

BMT SM NU Pekalongan Berangkatkan 14 Bis Wisata Religi

Pekalongan, Mujahidin Cyber. Baitul Maal Wat Tamwil Syirkah Muawanah Nahdlatul Ulama (BMT SM NU) Pekalongan Sabtu (12/1) memberangkatkan 14 bis peserta ziarah wisata religi dengan makam Habib Ahmad Alatas Pekalongan, Sunan Gunungjati Cirebon, Syech Panjalu Ciamis dan makam Syech Haji Abdul Muhyi Tasikmalaya.?

Keempatbelas bis peserta wisata religi merupakan anggota dan calon anggota yang mengikuti program simpanan religi dengan bonus ziarah gratis berfasilitas bis AC.

BMT SM NU Pekalongan Berangkatkan 14 Bis Wisata Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT SM NU Pekalongan Berangkatkan 14 Bis Wisata Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT SM NU Pekalongan Berangkatkan 14 Bis Wisata Religi

Wakil Sekretaris BMT SM NU Pekalongan Chofif Yahya mengatakan, program wisata religi merupakan salah satu produk simpanan yang banyak peminatnya dari tahun ke tahun. Pasalnya, dalam program ini peserta tidak perlu lagi mengeluarkan biasa untuk ongkos perjalanan. Hanya dengan menyimpan dana rutin tiap bulan dalam jumlah tertentu dalam waktu dua tahun simpanannya dikembalikan secara utuh peserta bisa menikmati paket ziarah ke tempat tempat yang ditentukan.

Mujahidin Cyber

"Wisata religi salah satu paket program simpanan yang pesertanya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan," ujar Chofif.

Mujahidin Cyber

Salah satu tujuan wisata ziarah paket wisata religi keempat ialah mengunjungi Pondok Pesantren Inabah Suryalaya Tasikmalaya asuhan Abah Anom yang cukup terkenal dengan model penyembuhan kecanduan narkoba dengan model dzikir.

Sesepuh Ponpes Suryalaya dan juga cucu dari Kiai Haji Abdullah Mubarok (Abah Anom), KH Zainal Abidin, menjelaskan bahwa penyembuhan narkoba di Suryalaya adalah upaya pembetulan pikiran dengan cara-cara Islam. Yang dibetulkan di sini, kata dia, ? adalah cipta melalui akidah, rasa melalui akhlak dan perbuatan melalui syariat.

"Salah satu metode yang dilakukan adalah dengan pensucian melalui mandi. Mandi adalah pencuci hadas besar yang paling manjur," kata Zainal. Begitu ketagihan langsung dimandikan lalu menjalankan ibadah shalat dan zikir

Metode yang diterapkan di pusat rehabilitas narkoba Suryalaya dijalankan minimal selama tiga bulan dan melalui tiga tahap. Yaitu penyembuhan, rehabilitasi, dan bina lanjut. Sebelum menjalani rangkaian penyembuhan, si pecandu dimandikan pada pukul 02.00 WIB. Setelah mandi, metode yang dilakukan adalah pelaksanaan ibadah terus menerus sampai pukul 21.00 WIB.

Tahapan yang dilakukan diantaranya menjalankan seluruh shalat wajib, shalat sunat sebelum dan sesudah shalat wajib, shalat sunnat khusus seperti taubat, awabin, birrulwalidaini dan lihifdhil iman.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz PKL

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

Tionghoa Minta Gus Dur Dinobatkan Pahlawan Nasional

Jombang, Mujahidin Cyber. Warga Tionghoa dari sejumlah daerah di Jawa Timur ikut turut serta memperingati seribu hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang dengan menggelar festival liong.

Tionghoa Minta Gus Dur Dinobatkan Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tionghoa Minta Gus Dur Dinobatkan Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tionghoa Minta Gus Dur Dinobatkan Pahlawan Nasional

"Kami sengaja ikut memeriahkan acara peringatan ini. Kami sangat mengapresiasi Gus Dur. Beliau adalah sosok Presiden yang sangat menunjung tinggi kemajemukan," kata Candra Iwanto, salah seorang koordinator kesenian liong asal Jombang, Sabtu (29/9).

Ia mengaku, sangat senang dengan kepemimpinan Gus Dur. Gus Dur dinilai sebagai sosok yang tidak membeda-bedakan antara kelompok satu dengan lainnya. Bahkan, pada kelompok minoritas seperti warga Tionghoa pun, sangat diperhatikan.

Mujahidin Cyber

"Beliau selalu membantu setiap elemen masyarakat, dan tidak pernah membeda-bedakan etnis. Beliau tidak pernah membedakan suku, agama, ras, dan budaya," katanya.

Mujahidin Cyber

Pihaknya juga mendesak kepada pemerintah agar segera menetapkan status Gus Dur sebagai pahlawan nasional.?

Sementara itu, panitia acara peringatan seribu hari wafatnya Gus Dur, Lukman mengaku sangat berterima kasih dengan dukungan dari warga Tionghoa yang ikut memeriahkan acara dengan menggelar festival liong.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih dengan bantuan yang diberikan. Hiburan ini tentunya sangat berarti untuk masyarakat dan ini luar biasa," katanya.

Ia mengatakan, sosok Gus Dur masih memiliki arti mendalam di hati seluruh masyarakat. Bukan hanya umat Muslim, melainkan juga warga lain, seperti Tionghoa. Ia berharap, pemikiran Gus Dur, seperti kemajemukan, egaliter dijunjung tinggi. Hal itu sebagai rujukan, agar negara ini semakin baik.

Sejumlah acara telah dilakukan untuk peringatan 1.000 hari wafatnya Gus Dur. Selain acara diskusi ensiklopedi, acara lainnya adalah bakti sosial pemberian bantuan air bersih di daerah yang mengalami kekeringan, pengajian, khataman kitab suci Al-Quran, serta festival liong. Kegiatan ini diselenggarakan di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Nusantara, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Kamis, 30 November 2017

Ansor Targetkan Enam Juta Kader Aktif

Lombok, Mujahidin Cyber. Ansor saat ini secara nasional menargetkan 6 juta kader aktif untuk lima tahun ke depan. Dengan memulai dari sekarang, Pimpinan Pusat gencar mendorong kepada Cabang maupun Wilayah se Indonesia agar target tersebut dapat terwujud berbasis data yang jelas seperti nomor kontak dan alamat lengkap kader.  

Hal ini disampaikan oleh Risqon Syah, wakil Sekjen PP GP Ansor kepada Mujahidin Cyber disela-sela Pelatihan Kader Dasar (PKD)dan Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL), Sabtu 23/05 di pesantren Darul Quran Bengkel Lombok Barat.

Ansor Targetkan Enam Juta Kader Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Targetkan Enam Juta Kader Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Targetkan Enam Juta Kader Aktif

Istilah kepemimpinan dalam pelatihan Ansor ini bertujuan untuk melatih dan mencetak pemimpin, baik pemimpin Ansor, NU ke depan secara organisasi dan pemimpinan daerah maupun nasional ke depan.

Mujahidin Cyber

Selain itu, Ansor di tingkat pusat sedang merevitalisasi kegiatan Ansor untuk membuat kader-kader tangguh dan mendorong kepada Pimpinan Wilayah yang ada di tingkat Propinsi dan Pimpinan Cabang yang ada di tingkat Kabupaten/kota se Indonesia untuk membentuk Rijalul Ansor yang akan mempertahankan tradisi-tradisi Ahlussunah wal Jamaah seperti tahlilan, srakalan, maulidan dan tradisi-tradisi NU lainnya.

Mujahidin Cyber

Rijalul Ansor nanti akan melakukan kegiatan di masjid-masjid agung kabupaten/kota setempat dengan mengumpulkan 200-300 anggota maupun kader Ansor. Sumber peserta ini akan disupport oleh Ranting-Ranting Ansor yang ada di kecamatan maupun desa/kelurahan.

Ini semua menjadi upaya Ansor secara nasional untuk membantu dakwah dan kemajuan bagi NU itu sendiri.

Ia menambahkan, Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok yang menjadi pulau seribu masjid harus diisi oleh kegiatan-kegiatan keagamaan ala NU agar masjid yang ada tidak vakum dan tidak diambil oleh kelompok-kelompok garis keras yang berpotensi melahirkan terorisme.

Ini penting dan cara inilah Ansor menjaga eksistensi Pancasila dan komitmen memepertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Dan kami dari Pimpinan Pusat Ansor akan memantau dan monitoring dari Jakarta melalui Wilayah dan Cabang yang ada,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua PC GP Ansor Lombok Barat Mujahid Ahmad mengaku siap mempertahankan tradisi-tradisi yang dimaksud oleh Pimpinan Pusat. “Karena saat ini sudah kami lakukan hanya saja memang belum terbentuk Rijalul Ansor secara formal,” tandasnya.

“Tapi yang jelas, menjadi tanggung jawab kami saat ini adalah bagaimana membentuk Ranting-Ranting di tingkat desa/kelurahan. Dan dalam waktu dekat setelah kegiatan PKD ini kami akan membentuk dan menajalankan aman organisasi tersebut,” janjinya. (hadi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sunnah, Hikmah Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar peringatan Maulid Nabi dan Sarasehan di Aula Pesantren As-Shofie Nologaten Yogyakarta, Kamis malam (7/2/2013).?

Katib Aam PBNU, Dr KH A Malik Madany MA dalam kesempatan tersebut memaparkan bahwa setidaknya ada dua hal yang dapat dipetik dari peringatan maulid nabi. Pertama, ? menunjukkan rasa cinta kita kepada Nabi. Salah satu bukti bahwa kita cinta kepada Nabi adalah dengan memperbanyak puji-pujian, baca shalawat, seperti yang dilakukan sahabat-sahabat PMII.?

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam PBNU Ajak Muhasabah untuk Perbaiki Diri

“Kedua, pengajian maulid nabi dapat dijadikan momentum muhasabah. Bagaimana kita menjadi umat yang taat,” papar Pak Malik, panggilan akrab beliau.

Mujahidin Cyber

Menurut Pak Malik, muhasabah sangat penting karena selama ini perilaku masyarakat cenderung arogan, tidak mengakui kelemahan diri.?

Mujahidin Cyber

“Sekarang ini kita kurang melakukan muhasabah, cenderung mencari kesalahan orang lain Contohnya seperti yang dilakukan salah satu partai yang pemimpinnya tertangkap KPK, kemudian bilang bahwa penangkapan tersebut adalah konspirasi. Padahal di partai apapun potensi untuk korupsi sangat besar,” tegasnya.

Selain itu Pak Malik juga memaparkan bahwa merayakan maulid nabi juga demi mempererat ukhuwah islamiyah. Menurutnya, ukhuwah islamiyah tidak selalu harus dimaknai sebagai persaudaraan antar sesama umat Islam. Ukhuwah Islamiyah memiliki makna persaudaraan yang islami, dan hal itu bahkan bisa dilakukan dengan umat Islam yang lainnya.?

“Ukhuwah islamiyah berbeda dengan ukhuwah bainal muslimin. Ukhuwah bainal muslimin seperti yang dilakukan Imam Samudra, Ali Ghufron, Mukhlas, dan Amrozi untuk menebar teror dan mengebom, bukanlah termasuk ukhuwah islamiyah, melainkan ukhuwah jahiliyah, ukhuwah iblisyiyah-syaithoniyah,” paparnya.?

Selepas pengajian, dilanjutkan dengan sarasehan membahas pola kederisasi PMII DIY yang dipandu langsung oleh Ketum PC PMII DIY, Imam S Arizal. Dalam kesempatan tersebut, Prof Dr Nizar Ali dan Dr Ahmad Rifa’i menegaskan bahwa PMII DIY harus menyiapkan resources guna mengisi peluang-peluang yang ada, seperti menyiapkan kader intelektual yang bisa diprioritaskan jadi dosen dan kader dakwah yang bisa diabdikan di masyarakat.?

Sementara Dr KH Shofiyullah MZ mengungkapkan bahwa dalam upaya menguatkan kaderisasi dalam bidang dakwah, dirinya siap membantu sahabat-sahabat PMII dan menegaskan bahwa pesantrennya terbuka kapan saja untuk PMII.?

Dalam sambutannya, Ketua Umum PC PMII DIY, Imam S Arizal menuturkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan selain sebagai rasa cinta kepada Nabi Muhammad juga dalam rangka menghidupkan tradisi PMII seperti tahlilan dan diba’an serta mempererat tali silaturrahim antar sahabat-sahabat PMII DIY, baik yang masih berproses sebagai kader atau pun sudah alumni.

“Forum pengajian dan shalawatan seperti ini kita harap tidak hanya dilakukan lantaran ada momentum maulid Nabi, melainkan berlanjut secara kontinyu, dari pesantren yang satu ke pesantren yang lain, bahkan dari rumah alumni yang satu ke yang lainnya, baik tiap bulan atau pun dua bulan sekali,” tegasnya di hadapan para kader PMII se-DIY.

Hadir dalam acara tersebut Dr KH A Malik Madany (Katib Aam PBNU), Prof Dr Nizar Ali (PR II UIN Sunan Kalijaga), Dr Ahmad Rifa’i, MPhil. (PR III UIN Sunan Kalijaga) dan Dr KH Shofiyullah MZ, MAg. (PWNU DIY dan Pengasuh PP As-Shofie Yogyakarta). Acara ini dimulai jam 08.00 dan disudahi pada jam 00.30.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Junaidi Ibnurraham

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Hikmah, Olahraga Mujahidin Cyber

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran

Solo, Mujahidin Cyber. Di penghujung Februari tahun 2013 ini, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf (Solo) melakukan berbagai tour ke beberapa negeri tetangga (jiran). Habib Syech melakukan sejumlah lawatan tersebut bersama majelis Ahbabul Musthofa.

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran

“Tenggaroh Malaysia Bershalawat,  malam ini (25/2) bersama Habib Syekh Abdul Qadir As-Segaf,” begitu bunyi salah satu tulisan yang dilansir pada situs resmi Syekhermaniapusat.

Keterangan pada situs tersebut diantaranya Habib Syech dijadwalkan akan menggemakan shalawat di Malaysia dan Singapura, pada tanggal 22-25 Februari. Dalam sejumlah kunjungan tersebut Tokoh Qasidah Nusantara, begitu sebutan Habib Syech di Negeri Jiran, juga akan disertai para habib, ulama dan umara dari Singapura-Malaysia.

Mujahidin Cyber

Lokasi acara sholawat diantaranya adalah Masjd Al-Muttaqien Taman Sutra Johor Malaysia, Masjid An-Nahdhah Bishan, dan SMK Tan Sri Abdul Kadir Felda Tenggaroh 5 Mersing Johor.

Mujahidin Cyber

Selain acara shalawat, ia juga dijadwalkan akan berziarah bersama rombongan ke bebrapa makam para wali di Malaysia dan Singapura, diantaranya yakni makam Habib Nuh bin Muhammad Al-Habsyi Singapura.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Aswaja, Hikmah Mujahidin Cyber

Senin, 27 November 2017

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Purwakarta, Mujahidin Cyber. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purwakarta, Jawa Barat, bersama para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta, menggelar buka bersama di Aula Gereja Yosudarso Purwakarta, Kamis (1/8) kemarin.

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Purwakarta Jalin Silaturrrahim dengan Pengurus Gereja

Sambil menunggu jam berbuka untuk puasa, dua organisasi tersebut banyak membahas tentang beberapa program yang sudah disepakati untuk dilakukan secara bersama-sama. Karena, pertemuan antara GP Ansor dengan para Pengurus Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta bukan kali pertama dilaksanakan, melainkan pertemuan ketiga untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan secara bersama-sama, yang akan diselenggarakan di TPA Cikolotok, Kecamatan Pondoksalam.

“Sambil buka bersama, kami juga merumuskan tentang persiapan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus mendatang. Adapun untuk kegiatannya, nanti akan banyak performance dari Ansor maupun dari Salib Suci. Ada organ tunggal, band, pentas seni, dan pada malam harinya ada penampilan marawis, dan pengajian islami,” terang Asep Saepudin, Wakil Sekretaris GP Ansor Purwakarta.

Mujahidin Cyber

Selain mempersiapkan kegiatan agenda bersama, Ansor dan Salib Suci juga berdiskusi tentang sikap yang mesti diterapkan di tengah kehidupan masyarakat yang memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Yaitu sikap toleran, saling menghormati antar umat beragama. Dengan menggunakan pendekatan, silaturahmi dan secara terus menerus berkomunikasi, maka masyarakat akan paham arti sebuah perbedaan sebuah keyakinan. 

“Di tengah FPI yang menggembor-gemborkan sikap arogan dan ektrimis. GP. Ansor melakukan pola komunikasi yang moderat dan kompromistis,” ujar Asep.

Mujahidin Cyber

Di tempat yang sama, Pastur Mikael Adisiswanto, mengemukakan, pihaknya merasa senang dengan komunikasi yang terus dibangun Ansor Purwakarta. Karena pada dasarnya Gereja Yosudarso sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin datang. Karena semakin banyak pihak yang datang ke Gerejanya, maka akan memperbanyak saudara. “Kegiatan ini sangat positif, sangat perlu terus dilakukan untuk menciptakan kerukunan antar umat beragama,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Hikmah, Kajian Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Coba Mandiri, Pelajar NU Mojoduwur Luncurkan Badan Usaha Kecil

Jombang, Mujahidin Cyber - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Mojoduwur Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tengah mengembangkan badan usaha rintisannya, Badan Usaha Milik Ikatan (BUMI). Mereka menjadikan badan usaha ini sebagai penyokong keuangan dan penguat kemandirian ekonomi organisasi.

Direktur Utama BUMI Nurul Mufidah mengatakan, pihaknya dari awal telah berkomitmen untuk mengembangkan badan usaha tersebut.

Coba Mandiri, Pelajar NU Mojoduwur Luncurkan Badan Usaha Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)
Coba Mandiri, Pelajar NU Mojoduwur Luncurkan Badan Usaha Kecil (Sumber Gambar : Nu Online)

Coba Mandiri, Pelajar NU Mojoduwur Luncurkan Badan Usaha Kecil

Alhamdulillah kami sering melakukan konsolidasi dengan para pengurus BUMI. Di situ kami membahas kemajuan badan usaha ini. Termasuk agenda kami adalah pelatihan entrepeneur. Di situ kami melatih kader-kader pelajar berwirausaha agar mereka punya skil yang mumpuni dalam berwirausaha,” kata Nurul.

Menurutnya, BUMI sering mengirimkan delegasi dalam acara pelatihan wirausaha yang diadakan pihak luar.

Mujahidin Cyber

Badan usaha ini melayani transaksi penjualan pulsa all operator, kaos, cetak undangan, gantungan kunci, banner, batik dan lain sebagainya. Sabtu (17/9) mereka baru saja meluncurkan jasa desain, juga layanan perbaikan HP dan laptop.

Mujahidin Cyber

Ketika disinggung mengenai omset, rekanita yang juga siswi MA Roudlotul Ulum ini mengatakan, “Cukup untuk menghidupi organisasi. Alhamdulillah kalau untuk pulsa saja kami bisa untung Rp. 100.000,- per bulan. Itu belum usaha yang lain. Sistem kerja kami ada tiga. Misal, kalau sablon hasil penjualannya sebagian ada yang untuk belanja bahan, ada untuk rekan-rekan yang nyablon dan juga ada yang masuk kas.”

Sementara Ketua IPNU Mojoduwur Haidar mengatakan, kemajuan BUMI luar biasa. BUMI mengirimkan delegasi untuk mengikuti pelatihan direct selling dan online marketing di Jombang.

“Dari pengurus harian sendiri kami mendukung penuh kegiatan BUMI. Semoga organisasi ini benar-benar kuat secara ekonomi, juga dapat menjadikannya sebagai bekal dalam menghadapi MEA sekarang ini,” kata Haidar. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Hikmah Mujahidin Cyber

Rabu, 22 November 2017

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

Jakarta, Mujahidin Cyber. Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke Mujahidin Cyber, Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menerangkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 41 ayat (1) dan (2) dinyatakan bahwa guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. ?

Pengertian independen antara lain:

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

1. Organisasi profesi tidak berafiliasi atau merupakan kelengkapan aparatur pemerintah,?

2. Keberadaan masing-masing organisasi profesi guru, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) adalah setara. Dengan demikian, pemerintah harus memperlakukan semua organisasi profesi guru harus adil dan tidak memihak (equal treatment).

3. Pemerintah tidak diperbolehkan memberikan fasilitas secara sepihak kepada organisasi profesi guru tertentu, misalnya: melakukan pemotongan gaji para guru untuk kepentingan organisasi profesi guru tertentu, memberikan kemudahan kepada pihak tertentu, sementara lainnya tidak, dan sebagainya.

Mujahidin Cyber

Ketika perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 ini, ternyata pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memberikan keistimewaan pada PGRI dengan menuliskan Hari Ulang Tahun PGRI pada logo HGN 2016, maka sudah barang tentu hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagaimana tersebut di atas.

Jika dalam penulisan “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016 tersebut, pemerintah mendasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang penetapan Hari Guru Nasional (HGN), maka hal ini adalah tidak benar, karena:

1. Dalam tata hukum di Indonesia, kedudukan Undang-Undang sudah barang tentu adalah lebih tinggi daripada Keputusan Presiden.

2. Disamping itu, dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tersebut, ternyata dari 3 amar atau poin keputusannya tidak satupun menyebutkan “HUT PGRI”, kecuali pada aspek pertimbangan/konsideran saja.

Mujahidin Cyber

3. Pemerintah tidak boleh merayakan HUT sebuah organisasi profesi tertentu, yaitu PGRI (yang berdasarkan Undang-Undang seharusnya independen) dengan menggunakan fasilitas negara, baik sumber-daya uang maupun lainnya yang memberati keuangan negara. ? Dengan kata lain, biarkan PGRI merayakan sendiri hari ulang tahunnya, seperti halnya organisasi profesi guru lainnya, bukan dengan membebani sumber-daya negara.?

Berdasarkan hal tersebut, kami Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta kepada pemerintah (cq. Ketua Panitia Hari Guru Nasional 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) untuk segera mencabut kalimat atau frase “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016.?

Demikian pula halnya dengan berbagai atribut, dokumen, rekaman suara, dan lainnya dalam event HGN 2016 yang mengindikasikan tentang HUT PGRI ke 71.

Dalam kesempatan ini, Pergunu yang kembali dinahkodai oleh Dr KH Asep Saifuddin Chalim mengusulkan perlunya dilakukan peninjauan kembali terhadap Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional agar tidak terjadi salah tafsir bagi sebagian pihak.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Daerah, Meme Islam Mujahidin Cyber

Senin, 20 November 2017

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Bogor, Mujahidin Cyber. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Makruf Amin menegaskan bahwa penetapan hari santri penting karena merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap peran ulama dan santri.

“Penetapan hari santri itu berarti ada pengakuan terhadap peran santri, tentu saja peran ulama, di dalam kehidupan berbangs adan bernegara, baik sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan. Itu yang penting,” demikian penegasan KH. Makruf Amin saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Pendidik dan Kependidikan Keagamaan dengan tema “Hari Santri dalam Perspektif Lembaga Keagamaan”, Bogor, Kamis (23/04) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Menurut Kiai Makruf, penanaman rasa cinta tanah air sudah ditanamkan sejak dulu kepada para santri di lingkungan pesantren. Bahkan, lanjut Kiai Makruf, di pesantren dikenal ungkapan hubbul wathan minal Iman. “Intinya cinta Tanah Air itu termasuk dari pada iman. Itu penanaman yang hidup di dalam pesantren,” jelas Kiai Makruf.

Mujahidin Cyber

“Oleh karena itu, para ulama mengajarkan kita untuk mencintai Tanah Air dan merasa memiliki. Kalau orang jawa istilahnya handarbeni negara,” tambahnya.

Kiai Makruf menggarisbawahi bahwa semangat membela tanah air yang diyakini para ulama dan santri bahkan terus dipegang erat ketika Indonesia merdeka. Ini ditunjukan ketika proses pembahasan dasar negara, demi kemaslahatan yang lebih luas, para ulama dan santri mau berkompromi untuk tidak menjadikan negaranya sebagai negara Islam. “Jika ulama ingin negara ini negara Islam, tentu tidak akan terbentuk NKRI,” tegasnya.?

Mujahidin Cyber

Momentum

Disinggung mengenai waktu yang akan ditetapkan sebagai hari santri, Kiai Makruf mengaku tidak mempunyai pilihan tertentu. “Bagi saya tanggal tidak penting, yang penting ada hari santri, perlu ada ittifak,” tegasnya.

Namun demikian, Kiai Makruf mengingatkan para peserta FGD dengan dua momentum besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Momentum yang pertama adalah tahapan perjuangan yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai kebangkitan agama (religious revival).

Menurutnya, perjuangan ulama dan santri di Indonesia ? dalam membebaskan negara dari kolonialisme sudah dilakukan jauh sebelum lahirnya ? Kebangkitan Nasional. ? “Sebelum itu (Kebangkitan Nasional), sudah ada perlawanan-perlawanan terhadap Belanda yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai religious revival atau kebangkitan agama, mulai dari Diponegoro, Imam Bonjol, dan lainnya,” jelasnya.?

“Pemberontakan yang terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, seperti Geger Cilegon itu adalah pemberontakan kaum ulama,” tambahnya.?

Momentum kedua adalah Resolusi Jihad. Menurut Kiai Makruf, Kebangkitan Nasional tidak serta merta muncul, tapi ada prolognya berupa proses kebangkitan ulama. Dari proses itu, lahirlah apa yang kita sebut dengan fatwa jihad yang kemudian menjadi Resolusi Jihad yang memberikan dorongan kepada para santri dan ulama berjuang melawan penjajahan.

“Karena itu saya sependapat perlu ada penetapan hari santri karena adanya gerakan para ulama sampai munculnya kebangkitan nasional dan gerakan mempertahankan pemerintahan,” tegasnya.?

Kiai Makruf menambahkan bahwa semangat para ulama untuk bela Tanah Air dan mengusir penjajah ini terus terpelihara sampai era setelahnya, yaitu revolusi kemerdekaan dan pesantren tetap menjadi basis perlawanan kolonialisme. Menurutnya, santri dan ulama menjadi faktor penting perlawanan penjajahan, baik Belanda maupun Jepang. Mereka mempunyai pengaruh kuat untuk menggerakakan perlawanan.?

“Fatwa ulama menjadi faktor penting tumbuhnya jiwa pantang menyerah para laskar. Dalam kontek inilah fatwa jihad Syekh Hasyim yang kemudian menjadi Resolusi Jihad menjadi faktor penting dalam setiap perlawanan,” tuturnya.

Kiai Makruf membuka ruang pertimbangan untuk penetapan ? hari santri, apakah akan mengambil momentum Resolusi Jihad, atau ditarik ke belakang ketika terjadi kebangkitan awal. “Tentang hari itu tinggal dipilih saja. Ada beberapa momentum: Resolusi Jihad, momentum ketika terjadi gerakan yang oleh Sartono disebut sebagai kebangkitan agama. Semua menggambarkan bahwa itu perjuangan dan pergerakan para ulama dan santri di Indonesia,” tutupnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Hikmah, Aswaja Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock