Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

Jember, Mujahidin Cyber. Seorang pendeta Kotlik di Jember, Jawa Timur, Romo Deni menyambut posisitf acara Refleksi 1 Tahun Asparagus Jember yang digelar di Pondok Pesantren AlFauzan Ajung, Jumat (13/10) malam.

Menurut Romo Deni, dengan diundang dan hadir pada kegiatan tersebut, dirinya bisa menjalin komunikasi dan tukar informasi, sehingga tahu keberadaan Islam dan pesantren yang sebenarnya.

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

"Kita semua saudara. Kebetulan kami Katolik, dan Saudara Islam. Perbedaan itu tidak boleh memecah belah,” katanya.

Ia menegaskan perbedaan merupakan keindahan. Dengan bertemu, bisa saling menghargai, dan berusaha mengenal pesantren.

Mujahidin Cyber

“Agar kami tidak takut sama kiai, dan kiai tidak takut sama kami,” jelasnya.

Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kembali mengingatkan pentingnya kesederhanaan yang diperolah dari pesantren. Dengan kesederhanaan dan kemandirian, pesantren tetap bertahan dalam  situasi dan kondisi bagaimanapun.

“Dengan kemandirian, kesederhanan serta keikhlasan para Kiai NU, pesantren jadi  basis kekuatan besar perjuangan merebut kemerdekaan, jadi kesetiaan para kiai dan pesantren terhadap negara tidak bisa diragukan lagi," tegas alumni Pesantren Annuqoyah di Guluk-Guluk Sumenep Madura.

Pengasuh Pesantren Silo ini berharap nilai-nilai yang dimiliki oleh para kiai terdahulu tetap dipertahankan oleh para Lora-lora dan Gus-gus.

"Moto Asparagus, Menjaga tradisi menjalin silaturahmi. Itu sangat tepat," tegasnya.

Mujahidin Cyber

 

Kembangkan Potensi 

Menurut Wabup, potensi yang dimiliki pesantren di Jember sangat besar. 

“Ada 570 lebih pesantren di Jember, dengan ratusan ribu santri. Potensi inilah yang harus banyak menjadi renungan oleh para Lora-lora dan Gus-gus,” katanya. 

Salah satu contoh, sambung Wabup, berapa kwintal jumlah kebutuhan beras per hari, berapa banyak buku-buku yang dibutuhkan, dan kebutuhan lainnya.

“Kalau Asparagus bisa  merajut  potensi ekonomi itu, sungguh akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Masalah managemen itu bisa dilakukan, ada Universitas Jember di sini,"  lanjutnya.

Hal yang penting adalah bagaimana tetap merajut potensi yang ada, lantaran para santri biasanya sangat kreatif.

“Dalam keadaan terjepit akan muncul kreatifitas,” kata Wabup.

Menurutnya masalah bantuan hanyalah suplemen.

“Jika bergantung ke atas, akan rapuh. Tapi kalau kita mandiri akan bisa bertahan,” tandasnya. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, Internasional, Doa Mujahidin Cyber

Sabtu, 10 Februari 2018

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah

Blora, Mujahidin Cyber



Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor kembali mengadakan pelatihan pengembangan budidaya tanaman buah, Jumat (30/9). Kali ini kegiatan digelar di Pondok Pesantren al Banjari Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemenaker dan Pemerintah Kabupaten Blora.

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gelar Pelatihan Budi Daya Buah

Di acara pembukaan, Wakil Bupati Blora menyampaikan tentang pentingnya mengembalikan kedaulatan pangan di Indonesia, dengan memanfaatkan segala potensi pertanian yang ada di daerah masing-masing. Blora, katanya, bisa menjadi sentra buah-buahan dari berbagai macam jenis, deperti kelengkeng, pepaya, mangga, dan lainya.

Ketua PP GP Ansor Bidang Pertanian, Kedaulatan Pangan dan ESDM Hadi Musa Said mengatakan pihaknya akan terus melakukan kaderisasi di berbagai bidang, termasuk dengan mengadakan pelatihan budidaya tanaman buah. Ia berharap, persepsi bahwa pertanian identik dengan kemiskinan dapat hilang.

“Menjadi petani juga bisa menjadi kaya kalau tahu ilmunya. Siapa bilang jadi petani itu miskin, sekarang sudah banyak petani dan menjadi pengusaha sukses. Indonesia adalah negeri agraris yang seharusnya kaya raya dengan alam yang sangat subur,” ujar pria yang akrab disapa Adhe ini.

Menurutnya, GP Ansor harus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan menghidupkan kembali semangat bertani di masyarakat. Kader-kader Ansor, lanjut Adhe, harus menjadi pelopor di semua lini, tak terkecuali di sektor kedaulatan pangan.

Mujahidin Cyber

“Pemerintah punya kewajiban untuk bersama-bersama membangun kembali kebangkitan petani Indonesia. Hasil-hasil pertanian dan buah lokal harus menjadi tuan di Indonesia,” tuturnya.

Para peserta pelatihan diajarkan bagaimana bertani buah dengan baik disertai praktik langsung di sentra buah Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. Adhe menjelaskan, GP Ansor juga berencana akan membuat kelompok-kelompok tani yang dikoordinasi cabang-cabang sampai tingkat ranting GP Ansor.

Kepala BBPP Kemenaker Sri Indarti yang hadir pada kesempatan itu mengatakan bahwa generasi muda harus bangkit dari tidurnya dan menjadi pengusaha-pengusaha yang sukses. “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” katanya. (Red: Mahbib)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Ulama Mujahidin Cyber

Sabtu, 03 Februari 2018

PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman

Jember, Mujahidin Cyber. PCNU Jember membuka pelaung ? bagi Nahdliyin untuk menempuh pendidikan di Yaman secara gratis. "Ini program nyata untuk meningkatkan kemampuan kader NU atau santri."?

PCNU Jember Buka  Beasiswa ke Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Jember Buka Beasiswa ke Yaman

Demikian disampaikan oleh Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad usai menerima kunjungan Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al-Iman Al-Syafii di Mukalla, Hadramut, Yaman, Syaikh Muhammad bin Ali Ba’athiyyah Al-Dau’ani, di aula PCNU Jember, Senin malam (11/3).?

Menurut Kiai Muhyiddin, pihak Yaman akan menanggung biaya akomodasi dan pendidikan selama kuliah.?

Mujahidin Cyber

“Jadi calon mahasiswa hanya menanggung tiket sekitar Rp. 18 juta. Itu saja. Di sana semuanya ditanggung perguruan tinggi bersangkutan,” jelasnya pada Mujahidin Cyber.

Mujahidin Cyber

Penulis beberapa buku tentang Aswaja itu menambahkan, pendidikan yang disediakan bagi program beasiswa tersebut setingkat dengan program D2 dan S1. Dikatakannya, tidak ada syarat khusus bagi calon ? mahasiswa untuk menempuh pendidikan di negara tersebut kecuali syarat-syarat yang dibutuhkan untuk melanjutkan ke strata D2 dan S1.?

“Tapi yang pasti, harus bisa bahasa Arab dan baca kitab kuning,” ungkapnya.

Tawaran peluang tersebut mendapat sambutan hangat dari salah seorang pengurus MWCNU Ajung, Nurhadi. Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan betul oleh kader NU. Sebab, tidak banyak orang yang berkesempatan menimba ilmu di Yaman secara gratis.?

“Ini kesempatan emas. Saya kira kita mempunyai cukup banyak kader yang memenuhi syarat untuk sekoah di Yaman,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Syaikh Muhammad bin Ali dan rombongan juga bertemu dengan para kiai dan Ketua MWCNU. Dalam kesempatan itu, Syaikh Muhammad bin Ali juga memberikan ijazah kepada para hadirin untuk mengaji kitab-kitab yang ditulisnya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Aryudi A. Razaq

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Menulis Itu Seperti Memasak

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber. Saat ditanya terkait penulisan dan perkembangan media sosial pada Forum Dialog Literasi Media Sosial Berbasis Islam Wasathiyyah di Hotel Novotel Bandar Lampung, Sabtu (16/10), Direktur Mujahidin Cyber Savic Ali mengibaratkan sebuah tulisan seperti sebuah makanan.

"Ada makanan yang sehat tapi nggak enak. Ada juga makanan enak tapi nggak sehat. Begitu juga sebuah tulisan. Ada yang sebenarnya menarik isinya tapi tidak dikemas dengan baik. Ada tulisan yang isinya sebenarnya biasa saja tapi karena dikemas dengan baik maka jadi menarik," terangnya.

Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menulis Itu Seperti Memasak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menulis Itu Seperti Memasak

Savic menambahkan bahwa dalam menulis diperlukan tahapan-tahapan seperti memasak diantaranya mengumpulkan bahan, meracik bumbu dan memasaknya. "Menulis juga harus mampu mempertimbangkan bahan-bahannya dan melihat sisi aktualitas apa yang sedang menjadi permasalahan hangat ditengah-tengah masyarakat," tambahnya.

Terkait dengan platform tulisan diinternet, founder islami.co ini mengajak kepada segenap praktisi media untuk mengisi konten dunia maya dengan platform yang mudah diakses seperti website dengan berbagai jenis domain.

Ia juga mengajak kepada netizen untuk bersindikasi dalam mengisi konten-konten positif didunia maya. "Silahkan saling berbagi konten baik itu tulisan berita, artikel dan sejenisnya untuk lebih menyiarkan konten sejuk didunia maya dan tentunya mencantumkan sumber aslinya," ajaknya.

Mujahidin Cyber

Disamping untuk mewarnai dunia maya dengan konten positif, sindikasi dan kerjasama ini dilakukan sebagai upaya antisipasi jika ada informasi penting di website hilang karena website tersebut mati. Jika sudah menyebar lanjutnya, maka informasi penting tersebut masih dapat diakses di situs lainnya.

Mujahidin Cyber

Pada kesempatan tersebut Savic juga memaparkan kondisi bagaimana saat ini internet menjadi media yang sangat praktis untuk menyebarkan ide dan syiar. Dengan kreativitas simpel dan murah siapapun saat ini dapat menyebarkan informasi dengan mudah.

"Kalau kita ngadakan pengajian, kita harus mengumpulkan orang dengan melakukan persiapan tempat, biaya, waktu dan lain sebagainya. Namun melalui media dunia maya kita dapat menggelar pengajian yang jumlah penontonnya malah bisa lebih banyak," ujarnya.

Metode dakwah via online inilah menurutnya yang digunakan oleh sebagian kelompok konservatif dalam menyebarkan pemikiran-pemikirannya. "Saat ini 20 video di you tube dikuasai oleh kelompok ultra konservatif," katanya selain website keagamaan pun masih dikuasai oleh kelompok ini.

Oleh karenanya Ia mengajak netizen khususnya para kiai dan tokoh agama untuk mewarnai dunia maya saat ini dengan konten positif. "Silahkan para kiai memberikan pencerahan melalui dunia maya. Biar yang muda mengolah dan mempublikasikannya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Ulama, PonPes Mujahidin Cyber

Rabu, 31 Januari 2018

Seribu Pelajar-Santri Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng

Rembang, Mujahidin Cyber. Terbitnya Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Nomor 420/006752/2015 tentang penyelenggaraan sekolah lima hari di seluruh Kabupaten se-Jateng membuat pelajar dan santri di Lasem melakukan aksi protes.

Pada Ahad (27/9) pagi sedikitnya seribu pelajar sekolah NU dan santri sejumlah pondok pesantren menggelar apel serta deklarasi penolakan terhadap kebijakan tersebut yang mulai diujicobakan di beberapa daerah.



Seribu Pelajar-Santri Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Seribu Pelajar-Santri Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Seribu Pelajar-Santri Deklarasi Tolak Surat Edaran Gubernur Jateng

Khoirul Anwar, pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) Lasem berpendapat, jika sekolah lima hari diterapkan dan siswa harus berangkat pagi pulang sore, kemungkinan besar mereka tidak mempunyai waktu belajar di madrasah atau mengaji.

Mujahidin Cyber

Menurut Anwar, kebijakan tersebut merugikan anak. Karena, tambahnya, bila pelajar dipaksa belajar hingga sore hari, dengan sendirinya waktu untuk mereka mengaji juga terkurangi.

Mujahidin Cyber

"Kalau sekolah cuma lima hari, kami sebagai pelajar akan merasa dirugikan. Apalagi kalau mereka sampai tidak bisa sekolah madrasah, tentu akan lebih merugikan lagi. Jika kepandaian tidak dibekali dengan akhlak yang baik besar kemungkinan akan melahirkan koruptor,” tuturnya.

Sebagai simbol penolakan, seribu pelajar menandatangani lembaran kain putih 1 kali lima meter. Mereka berharap, dengan adanya aksi ini, Gubernur Jawa Tengah mau meninjau ulang surat edaran, yang disebut sebagian pihak dibuat secara sepihak oleh Ganjar Pranowo. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama Mujahidin Cyber

Minggu, 28 Januari 2018

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, umat Islam kembali kehilangan pewaris Nabi yang mendunia. Salah seorang ulama Ahlussunnah dunia di Damaskus Suriah Syekh Wahbah Az-Zuhaili atau Wahbah bin Musthofa Az-Zuhaili wafat pada Sabtu sore (8/8) pada usianya yang ke 83 tahun. Syekh Wahbah merupakan salah satu ulama terkemuka asal Suriah diabad ini, anggota daripada Dewan Fiqh di Makkah, Jeddah, India, Amerika dan Sudan.

Syekh Prof.Dr.Wahbah Az Zuhaili adalah cerdik cendikia (alim allamah) yang menguasai berbagai disiplin ilmu (mutafannin). seorang ulama fikih kontemporer peringkat dunia, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam melalui kitab-kitab fikihnya. Beliau dilahirkan di desa Dir `Athiah, utara Damaskus, Syiria pada tahun 1932 M. dari pasangan Mustafa dan Fatimah binti Mustafa Sa`dah.Ayah beliau berprofesi sebagai pedagang sekaligus seorang petani. Beliau mulai belajar Al Quran dan sekolah ibtidaiyah di kampungnya. Dan setelah menamatkan ibtidaiyah di Damaskus pada tahun 1946 M. beliau melanjutkan pendidikannya di Kuliah Syar`iyah dan tamat pada 1952 M. Ketika pindah ke Kairo beliau mengikuti kuliah di beberapa fakultas secara bersamaan, yaitu di Fakultas Syariah, Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al Azhar dan Fakultas Hukum Universitas `Ain Syams.

Syekh memperoleh ijazah sarjana syariah di Al Azhar dan juga memperoleh ijazah takhassus pengajaran bahasa Arab di Al Azhar pada tahun 1956 M. Kemudian memperoleh ijazah Licence (Lc) bidang hukum di Universitas `Ain Syams pada tahun 1957 M, Magister Syariah dari Fakultas Hukum Universitas Kairo pada tahun 1959 M dan Doktor pada tahun 1963 M. Gelar doktor di bidang hukum (Syariat Islam) beliau peroleh dengan predikat summa cum laude (Martabatus Syarof Al-Ula) dengan disertasi berjudul "Atsarul Harbi Fil Fiqhil Islami, Dirosah Muqoronah Bainal Madzahib Ats-Tsamaniyah Wal Qonun Ad-Dauli Al-Am" (Beberapa pengaruh perang dalam fiqih Islam, Kajian perbandingan antara delapan madzhab dan undang-undang internasional).

Sungguh catatan prestasi yang sangat cemerlang. Satu catatan penting bahwa, Syekh Wahbah Az Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Ini semua menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Menurut beliau, rahasia kesuksesannya dalam belajar terletak pada kesungguhannya menekuni pelajaran dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengganggu belajar. Moto hidupnya adalah, “Inna sirron najah fil-hayat, ihsanus shilah billahi `azza wa jalla”, (Sesungguhnya, rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Alloh `Azza wa jalla). Karir Akademis Setelah memperoleh ijazah Doktor, pekerjaan pertama Syekh Wahbah Az Zuhailli adalah staf pengajar pada Fakultas Syariah, Universitas Damaskus pada tahun 1963 M, kemudian menjadi asisten dosen pada tahun 1969 M dan menjadi profesor pada tahun 1975 M.

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)
Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Sebagai guru besar, ia menjadi dosen tamu pada sejumlah univesritas di negara-negara Arab, seperti pada Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Adab Pascasarjana Universitas Benghazi, Libya; pada Universitas Khurtum, Universitas Ummu Darman, Universitas Afrika yang ketiganya berada di Sudan. Beliau juga pernah mengajar pada Universitas Emirat Arab. Beliau juga menghadiri berbagai seminar internasional dan mempresentasikan makalah dalam berbagai forum ilmiah di negara-negara Arab termasuk di Malaysia dan Indonesia. Akan tetapi, di Medan belum pernah. Ia juga menjadi anggota tim redaksi berbagai jurnal dan majalah, dan staf ahli pada berbagai lembaga riset fikih dan peradaban Islam di Siria,Yordania, ArabSaudi,Sudan, India, dan Amerika.

Syekh Wahbah Az Zuhaili sangat produktif menulis, mulai dari artikel dan makalah sampai kepada kitab besar yang terdiri atas beberapa jilid. Baru-baru ini beliau merampungkan penulisan ensiklopedia fiqih yang beliau tulis sendiri brjudul, "Mausatul Fiqhil Islami Wal-Qodhoya Al-Muashiroh" yang telah diterbitkan Darul Fikr dalam 14 jilid.

Di antara karya-karya beliau adalah Al Fiqhul Islami wa AdillatuhAt Tafsir Al MunirAl Fiqhul Islami fi uslubih Al JadidNadhoariyatudh Dhorurot Asy Syari`yahUshuul Fiqh Al IslamiAdz-Dzarai`ah fs Siyasah Asy Syari`ahAl `Alaqot ad-Dualiyah fil IslamJuhud Taqnin Al Fiqh Al IslamiAl Fiqhul Hanbali Al Muyassar.Al Fiqhul Hanafi Al MuyassarAl Fiqhus Syafii Al Muyassar Dr.Badi` As Sayyid Al Lahham dalam biografi Syekh Wahbah yang ditulisnya dalam buku yang berjudul, "Wahbah Az Zuhaili al -`Alim, Al Faqih, Al Mufassir" menyebutkan 199 karya tulis Syekh Wahbah selain jurnal, beliau juga500-an karya dalam bentuk makalah ilmiah. Demikian produktifnya Syekh Wahbah dalam menulis sehingga Dr. Badi` mengumpamakannya seperti Imam As Suyuthi dimasa lampau. (Red: Anam)

Mujahidin Cyber

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Ulama, Hikmah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga

Tuban,Mujahidin Cyber. Banyak generasi muda yang mulai melupakan makanan khas Nusantara. Satu demi satu sejumlah menu andalan daerah akhirnya hilang dari peredaran. Berganti dengan makanan cepat saji yang sebenarnya kurang baik bagi kesehatan.

Kondisi ini mengundang keprihatinan. "Padahal makanan tradisional sebagai makanan khas daerah merupakan salah satu peninggalan dari nenek moyang yang perlu dikenal, dilestarikan serta dikembangkan," kata? Hj Khoiriyah (29/9). Ketua Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU? Widang Tuban Jawa Timur ini bahkan menandaskan bahwa makanan tidak hanya berfungsi untuk mempertahankan kesehatan, akan tetapi memiliki fungsi sosial budaya yang dapat dijual dan dipromosikan untuk keperluan peningkatan devisa negara dari sektor non migas.

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Persaingan Kuliner, Fatayat Adakan Pelatihan Tata Boga

Akan tetapi di era globalisasi, makanan tradisional muncul berdampingan dengan makanan modern produk negara lain dan bahkan hampir tergusur. "Berbagai faktor yang dapat menyebabkan lunturnya kecintaan akan makanan tradisional antara lain kurangnya pengenalan dan pengetahuan tentang makanan tradisional, adanya perubahan gaya hidup, perkembangan ekonomi, dan gencarnya promosi," tandas alumnus Fakultas Adab Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Mujahidin Cyber

Sadar dengan keadaan ini nampaknya perlu dilakukan langkah-langkah sebagai upaya yang tidak sekedar melestarikan, tapi mempromosikan secara lebih gencar dengan harapan agar makanan tradisional nantinya tetap digemari masyarakat. Bahkan bila dikelola dengan baik tidak hanya member kebanggaan bagi masyarakat lokal hingga manca negara.

Apalagi Kabupaten Tuban yang terletak di pesisir pantai utara memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pariwisata. "Sumber daya alam yang tersedia sangat mendukung kewirausahaan bagi masyarakat, khususnya di sektor kuliner" kata alumnus Pasca Sarjana Universitas Islam Lamongan ini. Tuban yang memiliki menu kuliner beragam, dapat dikembangkan dengan baik tentunya apabila didukung kemampuan masyarakat yang memadai, lanjutnya.

Mujahidin Cyber

Sehingga pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan, salah satunya dengan memberikan keterampilan sebagai modal membuka sebuah usaha sesuai dengan potensi yang ada. "Hal inilah yang menggerakkan kami menyelenggarakan kegiatan ini," tandasnya.

Karenanya, semenjak Ahad hingga Senin (28-29/9) dilangsungkan pelatihan tata boga. Kegiatan yang berlangsung di kantor PAC Fatayat NU Widang Tuban ini diikuti sejumlah utusan dari pengurus ranting dan pengusaha kuliner setempat.

Kegiatan yang mengambil tema kreasi aneka masakan tradisional Nusantara ini tidak semata memberikan teori bagi peserta, juga langsung melakukan praktik bagaimana mempersiapkan menu hingga penyajian yang sesuai dengan standar layanan.

Diharapkan dengan kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan mengenai berbagai masakan tradisional yang ada di Tuban. Demikian juga yang tidak kalah penting adalah melestarikan budaya tradisional bangsa melalui kuliner.

"Dari pelatihan intensif ini diharapkan akan mampu meningkatkan keterampilan di bidang kuliner dengan sumber daya lokal yang ada," katanya. Yang juga tidak dilupakan selama kegiatan peserta selalu didorong serta dimotivasi untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga melalui keterampilan di sektor kuliner.

Karena para peserta adalah utusan dari sejumlah kepengurusan ranting maupun masyarakat yang memiliki usaha kuliner, maka diharapkan mereka juga bisa menularkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan kepada komunitas setempat. "Agar pengetahuan dan pelatihan ini bisa lebih memberikan manfaat kepada masyarakat secara lebih luas," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Ulama Mujahidin Cyber

Senin, 22 Januari 2018

Mendes Minta Dukungan NU dalam Pembangunan Desa

Jakarta,Mujahidin Cyber. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang baru dilantik Presiden Joko Widodo, Eko Putro Sandjojo bersilaturahim ke gedung PBNU, Jakarta, pada Jumat (5/8). Ia diterima Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Katib ‘Aam PBNU KH Yahya C. Staquf di lantai 3. ?

Ia yang ditemani rombongan menyampaikan permintaan agar NU turut mendukung dan berpartisipasi dalam percepatan pembangunan daerah yang tertinggal. Hal itu karena Indonesia memiliki sekitar 70. 700 desa lebih sehingga harus bekerja sama dengan semua pihak.

Mendes Minta Dukungan NU dalam Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes Minta Dukungan NU dalam Pembangunan Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes Minta Dukungan NU dalam Pembangunan Desa

Menurut dia, dari jumlah desa dengan jumlah seperti itu, hanya sekitar 2.000 yang bisa dikatakan desa maju. Sisanya desa berkembang dan desa tertinggal.

Mujahidin Cyber

Salah satu, untuk merangsang desa menjadi maju adalah menciptakan desa “tematik”. Artinya desa di Indonesia tidak seragam dalam menghasilkan produk. Ada desa yang nantinya di desain menghasilkan pertanian, perikanan, dan pariwisata. Misalnya di Karawang unggulannya padi di Lampung sebagian unggulannya jagung. ?

“Masing-masing desa ada ciri khasnya,” kata menteri yang baru saja diangkat Presiden menggantikan Marwan Ja’far belum lama ini.

Mujahidin Cyber

Menurut dia, dana 1 miliar rupiah itu, penggunaannya berbeda antara desa yang maju dan tertinggal. Uang tersebut untuk sebagian desa ada yang diarahkan memperbaiki infrastruktur, sementara yang lain untuk keterampilan penduduknya. Desa yang sudah infrastrukturnya akan didorong punya unit usaha seperti BPR yang bisa bekerja sama dengan BRI, BNI.

Pada kesempatan itu Kiai Said mengamini apa yang akan dijalankan kementerian tersebut. Tapi ia juga mengingatkan untuk memperhatikan desa-desa terluar atau desa perbatasan dengan negara lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Ulama Mujahidin Cyber

Kamis, 04 Januari 2018

Dakwah Perlu Kontektualisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Perubahan situasi dan lingkungan masyarakat perlu diantisipasi oleh para dai dalam menjalankan dakwahnya. Ajaran agama harus dikontekstualisasi sesuai dengan kondisi yang ada saat ini.

Wakil Rais Aam PBNU KH Tolchah Hasan menjelaskan terdapat ayat-ayat yang memang sifatnya permanent, namun juga terdapat ayat yang dipengaruhi oleh kondisi tempat dan waktu.

Senin, 01 Januari 2018

Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional

Jakarta, Mujahidin Cyber. Banyaknya persoalan yang mendera bangsa Indonesia mulai dari korupsi, suap, asusila, kekerasan rumah tangga, dan segudang persoalan lainnya, menuntut warga Indonesia yang mayoritas beragama untuk mengintrospeksi diri. Mereka perlu mempertanyakan kembali sejauh mana makna keberagamaan itu sendiri.

Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Malik Madani Ajak Muhasabah Nasional

Demikian dikatakan Katib Aam PBNU KH Malik Madani ketika ditanya Mujahidin Cyber perihal semangat harlah 91 tahun NU, Senin (19/5) malam.

Kiai Malik menilai perhatian umat beragama terfokus pada kesalehan ritual. “Umat beragama di Indonesia tampak hanya mengejar peribadatan formal. Mereka sudah merasa cukup beragama hanya dengan melakukan rutinitas ibadah formal.”

Mujahidin Cyber

Padahal, tujuan puncak dari agama ialah kesalehan moral baik secara individu maupun sosial. Tujuan pengutusan Nabi Muhammad Saw dimaksudkan untuk membenahi moral masyarakat yang bobrok.

Mujahidin Cyber

“Selain ‘makarimal akhlaq’, riwayat Ahmad menyatakan Rasulullah diutus untuk menyempurnakan shalihal akhlaq, kesalehan moral. Karena ritual itu wasilah, bukan tujuan,” terang Kiai Malik.

Kalau pengamalan beragama berhenti pada kesalehan ritual, maka tidak heran banyak orang yang tampak rajin ibadah tetapi terjerumus dalam kejahatan sosial seperti korupsi atau melakukan praktik suap.

Mereka yang tidak pernah absen dalam ibadah formal, justru di lain pihak melakukan kejahatan-kejahatan, penipuan, dan kekerasan, kata Kiai Malik memberi contoh. Ia mengajak segenap warga Indonesia yang terkenal sebagai umat beragama untuk menyoal keberagamaannya.

“Introspeksi ini bukan hanya ditujukan kepada para politikus dan pengusaha, tetapi juga masyarakat secara umum,” tandas Kiai Malik. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pesantren, Ulama Mujahidin Cyber

Minggu, 31 Desember 2017

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng

Demak, Mujahidin Cyber. Mustasyar NU Demak KH Dachirin Said dan Rais Syuriah NU Demak KH Alawy Mas’udi tahun ini menuju tanah suci untuk menjalankan Rukun Islam kelima. Bersama 350 calon haji kloter 15 SOC Solo, kedua diberangkatkan dari Masjid Agung Demak sebagai petugas Tim Pemandu Haji Daerah  (TPHD) Demak, Sabtu (6/9) pagi.

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar dan Rais Syuriah NU Demak Berangkat Haji Bareng

Kiai Dachirin Said yang kini diamanahkan sebagai Bupati Demak memohon do’a restu kepada warga agar jama’ah asal Demak sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan baik.

Ia juga mengharapkan calon jamaah haji asal Demak untuk mendoakan di tempat mustajab nanti agar Demak menjadi daerah makmur dan sejahtera.

Mujahidin Cyber

Keberangkatan calon haji asal kota wali tahun ini, diikuti 3 kloter, yakni kloter 16 dan 17 SOC Solo yang dilepas hari ini. Sementara sebelumnya kloter 14 telah diberangkatkan Jumat, (5/9).

Jumlah calon haji asal Demak tahun 2014 tercatat sebanyak 1.014 orang. Namun, sejumlah 5 orang batal berangkat karena meninggal dunia dan sakit. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama Mujahidin Cyber

Selasa, 12 Desember 2017

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan

Matahari dipaksa berkemas oleh petang. Satu keluarga kecil petani Tebet-Jakarta Selatan, di sela kesibukan matahari, beriringan membelah hamparan sawah. Mereka meluncur tanpa sebuah kesulitan yang penting.

Luas sawah yang membuat putus asa para pemantau, tetap memeluk tepi sebagai nasib. Apa maunya sawah yang tidak bertepi? Lebih baik ia gulung tikar ganti profesi menjadi cakrawala keheningan.

Sementara di satu sudut sawah dua jejaka entah keturunan siapa menghalau kawanan kerbau yang sebentar sekali mogok berjalan. Tanpa pengalaman bergaul dengan hewan bau khas lumpur sawah itu, keduanya akan duduk frustasi menghitung langkah sang surya. Apa yang bisa dilakukan kalau kerbau mogok jalan lalu menegangkan otot pada empat kakinya di muka bumi? Artinya, mereka perlu memutar jalan untuk menaklukkan kerbau. Sedangkan mendorong kinerja perangkat kelurahan selalu ada jalan memutar, apalagi mendorong kerbau yang mogok.

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muallim Syafii dan Kitab Terjemahan

Dengan kesabaran tiada tara, keduanya memandu kerbau masuk keluar kandang. Sabar bagi keduanya mengalahkan resep penyakit kulit yang diteriakkan tukang obat di pasar. Karena, menghadapi kerbau tidak serupa dengan mengatasi kudis, kurap, atau panau baik yang menjamur tahunan maupun baru berbulan madu.

Di sudut jalan pertemuan sawah, terdengar muallim Abdullah Syafi‘i mengajar para santrinya. Kalau dengar muallim Abdullah Syafi‘i mengeluarkan suara halilintar, itu bukan seperti barang baru di toko. Karena, muallim Abdullah Syafi‘I hampir setiap hari mengeluarkan suara kuat seakan tenggorokan yang hampir ikut keluar.

Tetapi sore itu cukup istimewa. Persis seperti kampung Bali Matraman yang dimasuki telepon yang terhitung langka di tahun 1960-an dan tahun 2000-an. Sore ini, ia tidak hanya main bentak. Muallim Abdullah Syafi‘i juga pakai acara banting-bantingan kitab segala. Membanting kitab bagi seorang guru Betawi, perkara langka dalam kurun satu abad sekalipun.

Mujahidin Cyber

Apa sebab muallim Abdullah Syafi‘i banting-banting kitab di hadapan santrinya. Banting kitab bagi kalangan muallim, sama bahayanya kalau si muallim membanting kartu domino atau remi di sudut pasar. Muallim Abdullah Syafi‘i membanting kitab Riyadlussholihin versi terjemahan.

Ia marah bukan lantaran kitabnya, tetapi lantaran menemukan kitab terjemahan itu di atas lekar salah seorang santrinya.

Lu bodo lantaran ini (kitab terjemahan). Lu itu santri, paham kagak lu! Kitab beginian cuma pantas buat orang umum, bukan spesialis kayak lu!” bentak Abdullah Syafi‘i dengan mata melotot.

Mendengar bentakan muallimnya, santri tersebut hanya terdiam menyadari kesalahannya. Menurut pemahaman santri pada umumnya, muallim punya pandangan yang jauh ke depan dan mengetahui apa yang terbaik bagi santrinya. Apa jadinya seorang santri kalau terus menggunakan kitab terjemahan? Selain tidak mengerti kitab lain yang belum diterjemahkan, ia pun tidak mengerti maksud pasti isi kitab tersebut.

Mujahidin Cyber

Cerita Singkat

KH Abdullah Syafi’i yang lazim dipanggil muallim Syafii? terlahir pada 10 Agustus 1910 di Bali Matraman, Tebet, Jakarta Selatan. Bapaknya bernama Syafi‘i bin Sairan, pedagang buah-buahan. Sementara ibunya bernama Nona binti Sya‘ari. Keduanya melahirkan Abdullah, Ruqoyyah, dan Aminah.

Abdullah muda perintis perguruan As-Syafi‘iyah Jakarta, menikahi Siti Rogayah, puteri KH Ahmad Mukhtar. Keduanya dikaruniai lima anak; Muhibbah, Tuty Alawiyah, Abdur Rasyid, Abdul Hakim, dan Ida Farida.

Ia yang lazim dipanggil ‘Dulloh’ pernah mengenyam pendidikan Sekolah Rakyat, SR selama dua tahun. Pada saat bersamaan, Dulloh berguru agama kepada banyak ustaz, guru, dan habib.

Guru-gurunya antara lain adalah mualim Mushonif, guru Abdul Majid, guru Marzuki, habib Ali bin Husein Al Attas, habib Alwi Al-Haddad, habib Salim bin Jindan, guru Mansur, habib Ali Kwitang.

Ia berjasa besar dalam pengembangan agama Islam di tanah Jakarta. Dakwahnya berkembang pesat. Ia dikenal sebagai penceramah andal. Dakwahnya ditunjang oleh Radio As-Syafiyah stasiun radio yang didirikannya.

Selain berdakwah, ia dikenal sebagai penulis yang produktif mulai dari kitab berbahasa Arab sampai berbahasa Melayu Jakarta. Ia wafat 3 September 1985. muallim Syafi’i dimakamkan di kompleks Perguruan Islam As-Syafi ‘iyah, Jatiwaringin, Pondok Gede. (Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Olahraga, Ulama Mujahidin Cyber

Senin, 11 Desember 2017

Ketua Lesbumi Kota Tegal Raih Penghargaan Budaya

Tegal,Mujahidin Cyber. Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia PCNU Kota Tegal Drs Atmo Tan Sidik meraih penghargaan Pelestari Dan Pengembang Warisan Budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Ketua Lesbumi Kota Tegal Raih Penghargaan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lesbumi Kota Tegal Raih Penghargaan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lesbumi Kota Tegal Raih Penghargaan Budaya

Atmo dipandang layak sebagai penerima penghargaan tersebut karena telah komitemen pada dunia seni dan budaya di Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Budayawan pantura ini mengaku terkaget-kaget bercampur bahagia. Bukan tanpa alasan, kedatangan surat dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI menyentak dirinya. "Jujur saja, saya kaget sekali. Awalnya, saya kira ini hanya guyonan saja, tapi sepertinya memang betul," kata Atmo di ruang kerjanya bagian Humas dan Protokol Setda Kab Brebes ketika menerima surat pemberitahuan Jumat (8/8/14) Senin (4/8).

Mujahidin Cyber

Dalam surat pertanggal 24 Juli 2014 itu, Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kemendikbud menunjuk Atmo Tan Sidik sebagai salah satu penerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi (AKPM) tahun 2014, dalam kategori Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya.

Dia akan berjejer bersama sejumlah tokoh dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya Gol A Agong (sastrawan), Merdeka Gedoan (Sulawesi Utara), Sorimangaraja Sitanggang (Samosir, Sumatera Utara), Tengku Nasarudin Said Efendi (Pekanbaru, Riau) dan sebagainya.

Mujahidin Cyber

Secara resmi, Atmo akan menerima anugerah tersebut melalui SK Mendikbud yang rencananya akan digelar pada 3 Oktober 2014 mendatang di Pusat Perfilman Usmar Ismail Jakarta. Atmo mengaku haru dan berbangga hati. Perjuangan dan perhatiannya yang besar terhadap kearifan budaya lokal Brebes-Tegalan mendapat perhatian dari khalayak nasional.

Apalagi di tengah kebangkitan kearifan lokal, bahasa lokal daerahnya yang selama ini kerap dijadikan bahan olok-olok dan pelecehan pihak tertentu. Di sela kesibukannya mengabdi sebagai PNS di Pemkab Brebes, Atmo yang juga Kabag Humas dan Protokol itu tetap bergeliat dalam ruang ekspresi berkesenian, khususnya sastra Tegalan.

Dirinya juga kerap menghidupkan tradisi nenek moyang yang nyaris dilupakan orang kekinian, sebut saja boyong kentongan, manten sunat, puputan langgar dan tradisi lainnya.

Penulis buku berbahasa daerah, Dikendangi Wong Edan Aja Njoged ini? juga kerap mencetuskan ide segar terkait aktivitas seni budaya di daerahnya. Ia juga menjadi obor bagi geliat kebangkitan revolusi bahasa daerahnya.

Atmo sendiri dikenal sebagai maniak buku sejak masa mudanya. Perbendaharaan dan koleksi bukunya sudah ribuan jenis. Tak heran jika Atmo bisa memahami banyak pengetahuan. Ia pun banyak disebut-sebut sebagai Ensiklopedia yang berjalan. Soal menulis, karyanya pun banyak berserakan di sejumlah media cetak. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, Kyai Mujahidin Cyber

Minggu, 10 Desember 2017

Angka Kawin Sirri Tinggi, Ketua PA Brebes Inisiasi Sidang Itsbat Nikah

Brebes, Mujahidin Cyber - Ribuan pasangan nikah sirri yang tersebar di wilayah Kabupaten Brebes menjadi keprihatinan tersendiri bagi Ketua Pengadilan Agama (PA) Brebes H Abdul Basyir. Ia mengusulkan solusi untuk mengangkat derajat mereka dengan menggelar sidang itsbat nikah agar statusnya menjadi jelas.

“Kita perlu mengangkat status mereka dengan menggelar sidang itsbat nikah, di sini negara harus hadir,” kata H Abdul Basyir saat mengisi Tarawih dan Silaturahmi di Masjid Baitussajidin, Senin (12/6).

Angka Kawin Sirri Tinggi, Ketua PA Brebes Inisiasi Sidang Itsbat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Angka Kawin Sirri Tinggi, Ketua PA Brebes Inisiasi Sidang Itsbat Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Angka Kawin Sirri Tinggi, Ketua PA Brebes Inisiasi Sidang Itsbat Nikah

Sidang itsbat nikah harus dilakukan karena banyak masyarakat yang nikah sirri, juga karena berbelit hukum. Maka sesuai Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 tahun 2015 harus digelar sidang itsbat nikah terpadu dan di luar Pengadilan Agama. Sidang digelar di tempat yang lebih dekat dengan masyarakat.

Mujahidin Cyber

Keterpaduan, kata Basyir, ditopang bersama PA, Kementerian Agama (Kemenag), Pemkab dalam hal ini Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil). Kemenag sebelumnya harus memverifikasi persyaratan apakah yang bersangkutan sudah tercatat dalam pernikahan di KUA atau belum.

Pemkab, lanjutnya, harus membiayai sidang tersebut karena masyarakat tidak boleh dipungut biaya sidang.

Mujahidin Cyber

“Beberapa daerah sudah melaksanakan sidang Itsbat nikah seperti Kajen, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Kuningan. Sementara di Brebes belum pernah diselenggarakan, direncanakan pada tahun 2018,” ujarnya.

Sidang itsbat nikah boleh sidang tunggal dan karena terpadu maka hari itu juga sudah berkekuatan hukum tetap, tidak perlu menunggu waktu 14 hari kemudian sebagaimana sidang-sidang lainnya.

Dengan sidang Itsbat, peserta sidang saat itu juga akan mendapatkan akta nikah, akta kelahiran bagi keluarga mereka dan juga kartu keluarga. Maka jauh hari sebelum sidang itsbat nikah digelar, Kemenag dan Dindukcapil harus menyiapkan segala administrasi sehingga selesai sidang langsung dibagi berkas administrasi kependudukan dan status pernikahannya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Islam, Ulama Mujahidin Cyber

Parade Musik Islami ala IPNU Malang

Malang, Mujahidin Cyber. Berpuasa bukan satu alas an untuk menghentikan berbagai kegiatan kreatif warga NU Kota Malang. Parade Musik Islami salah satu contohnya. Kegiatan yang diselenggarakan IPNU Blimbing ini menghipnotis para pengunjung dan warga Malang yang lalu lalang di samping Masjid Sabilillah.

Parade Musik Islami ala IPNU Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Parade Musik Islami ala IPNU Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Parade Musik Islami ala IPNU Malang

Sabtu (27/7) beberapa warga se-Malang Raya berpartisipasi aktif dalam Parade Music Islami ini, diantaranya;  masyarakat Polowijen, Sanan, Arjosari, Pandean, dan Kedung Kandang.

Sambil menunggu waktu berbuka, warga Malang asik ngabuburit bersama sambil menikmati para peserta lomba yang membawakan lagu-lagu penyejuk hati.

Mujahidin Cyber

Tidak hanya itu, acara yang bertempat di Pelataran Masjid Sabilillah ini, menyediakan takjil gratis bagi peserta dan penonton yang hadir, alhasil masyarakat setempat yang berdatangan tidak harus keliling mencari pembatal puasa saat adzan dikumandangkan.

Menurut Lia, sapa akrab Nurul Aprilia salah seorang panitia dari IPNU, acara ini sudah menjadi rutinan setiap puasa, denngan bertajuk “Safari Ramadhan” IPNU ingin member warna tersendiri dalam setiap Ramadhan, hanya saja perlombaan yang dihadirkan tidak sama setiap tahunnya, 

Mujahidin Cyber

“Kami jelas akan melihat contks yang lagi marak tahun ini, untuk menarik minat masyarakat untuk ikut serta meramaikan acara kita,” ujar Lia.

Acara yang berlangsung dari pukul 15.30 tersebut, menyedot banyak penonton dan peserta untuk ngabuburit bersama IPNU Blimbing di Masjid Sabilillah, Jalan Jend A Yani 15, Malang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Ulama, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang Muslimat NU Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan pengajian-pengajian di desa yang belum terbentuk Pimpinan Ranting Muslimat NU. Tujuan kegiatan tersebut yaitu agar terkumpul jamaah, sehingga munculah kader muslimat yang kelak jika sudah siap akan dibetuk pengurus Ranting.

“Diselenggarakannya pengajian Muslimat di desa yang belum mempunyai kepengurusan adalah sebagai sarana untuk kulon nuwun (permisi) ketika akan memasuki desa orang lain. Sesudah dipersilahkan oleh para warga, maka Muslimat pun akan memperkenalkan diri dan membaur dalam masyarakat,” ungkap Umi Kulsum, Ketua PAC Muslimat NU Mojogedang saat menghadiri pengajian Muslimat di Dukuh Penggungrejo Desa Ngadirejo, Jumat (20/6).

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Muslimat NU Mojogedang Rintis Pendirian Ranting

Ketika kita melihat keberadaan Muslimat dengan kegiatannya sudah bisa diterima dan diikuti maka barulah akan dibentuk kepengurusan di desa tersebut, imbuhnya.

Mujahidin Cyber

Menurut istri ketua MWC NU Mojogedang ini, membentuk kepengurusan harus dilakukan dengan cara memilih kader terbaik yang mana salah satunya dapat diperoleh dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan dari dusun ke dusun. “Dari situ nanti akan kelihatan, mana kader yang kelihatan berpotensi dan pantas untuk menjadi pengurus.”

Berdasarkan pantauan Mujahidin Cyber dalam pengajian yang di gelar di Dusun Penggungrejo, tercatat sekitar 3.000 jamaah mengikuti pengajian di salah satu desa yang belum terdapat pimpinan ranting Muslimat.

Mujahidin Cyber

“Meskipun ini merupakan pengajian musimat perdana di desa ini namun antusias warga cukup tinggi. Dengan keadaan ini, maka dalam waktu dekat maka kepengurusan akan dikukuhkan karena ini sebagai salah satu pertanda bahwa keberadaan muslimat sudah bisa diterima dengan baik”, pungkas Umi. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Ulama, AlaNu Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon

Rembang, Mujahidin Cyber



Di kalangan Nahdlatul Ulama berlaku pameo, jika tidak ada guyonan atau ledekan, maka itu bukan pertemuannya NU. Demikiian lekat pameo itu melekat NU, sehingga bisa dipastikan setiap ada pertemuan ulama atau para kiai NU, pasti ada humor segar yang terlontar. Spontan dan tentu saja menggelikan.?

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon

Seperti terjadi di acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang, Kamis (16/3. Meski masalah yang dibahas para kiai khos (kiai sepuh) NU adalah masalah genting negara dan bangsa, tetap saja terjadi ger-geran karena adanya guyonan yang dilontarkan.?

Bahkan guyonan itu juga terjadi ketika pembacaan naskah deklarasi hasil pertemuan yang dinamai Risalah Sarang. Di penghujung acara, ketika para kiai mendapuk Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri untuk membacakan naskah risalah, mantan Rais Am PBNU yang biasa dipanggil Gus Mus ini pun membacakan naskah dengan gaya pidatonya yang puitis.?

Dengan nada sastra yang tartil, ia membacakan mukaddimah yang berisi ayat ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian ayat yang dikutip dari naskah Muqoddimah Qonun Asasi NU yang disusun Hadratusyekh KH Hasyim Asyari, dibacakan Gus Mus dengan penuh khidmat. Hadirin dan para wartawan pun seksama mendengarkan, seraya merekam suara atau merekam video dengan kamera profesional atau smarthphone masing masing.?

Tiba tiba, pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin ini nyeletuk: "WAH, di sini gak ada Al Maidah ini...."

Mujahidin Cyber

Spontan hadirin pun tertawa; "Gerrr... Hahahaa...."

Beberapa orang di barisan belakang menyeletuk: Wah, ini menohok ini... Hehehe....

Mujahidin Cyber

Dan Gus Mus pun melanjutkan membaca poin-poin naskah risalah itu sambil sesekali melontarkan canda. Seperti ketika membacakan tentang komitmen terhadap NKRI, kiai yang pandai bersyair ini mencandai tuan rumah, Kiai Maimun Zubair.?

Mbah Maimun itu suka menyebut saya orang NU nomor satu. Karena saya dinilai selalu menomorsatukan NU. Sedangkan bagi beliau, nomor satu itu Garuda Pancasila, nomor dua baru NU. Tapi saya kan selalu bilang bahwa NU itu selalu ada dan selalu berada di depan untuk NKRI. Jadi tetap saja Republik Indonesia adalah nomor satu.?

"Gerrrr..." lagi lagi hadirin tertawa. Mbah Maimun yang persis berada di sampingnya ikut terkekeh meski tak sampai bersuara.?

Wah...mbulet tenan iki, sahut seorang peserta Silatnas. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Santri, Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 29 November 2017

Abdul Mun’im DZ Luncurkan Buku Fragmen Sejarah NU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Serpihan sejarah Nahdlatul Ulama (NU) menjadi bagian penting untuk dipahami secara menyeluruh oleh warga NU. Langkah ini penting agar gerak langkah NU, baik secara jamaah maupun jam’iyah mempunyai pijakan kokoh dan tidak tergoyahkan oleh berbagai persoalan yang muncul.

Abdul Mun’im DZ Luncurkan Buku Fragmen Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Abdul Mun’im DZ Luncurkan Buku Fragmen Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Abdul Mun’im DZ Luncurkan Buku Fragmen Sejarah NU

Terkait hal itu, Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdul Mun’im DZ kembali menelurkan sebuah buku sejarah tentang NU yang diberi judul Fragmen Sejarah NU: Menyambung Akar Budaya Nusantara.

Buku setebal 413 halaman terbitan Pustaka Compass, Februari 2017 tersebut berisi serpihan-serpihan sejarah NU di segala bidang yang ditulis secara apik, tematik, dan sistematis oleh Mun’im. Buku tersebut diluncurkan dan dibedah pertama kali di Aula Gedung PP GP Ansor Jakarta Pusat, Rabu (1/2).

Dalam bedah buku yang diselenggarakan PP GP Ansor tersebut menghadirkan narasumber KH Cholid Mawardi (sesepuh NU) dan penulis buku itu sendiri. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas beserta Sekjen Adung Abdurrahman, Kepala Satkornas Banser Alfa Isnaeni, dan sejumlah pengurus GP Ansor di DKI Jakarta.

Dalam pemaparannya, Mun’im selama ini penulisa buku sejarah khususnya NU belum sepenuhnya merujuk ke sumber asli sehingga yang terjadi hanya pengulangan penulisan, tidak ada hal baru yang ditemukan secara historis.

Mujahidin Cyber

“Buku ini salah satu upaya merawat pemikiran kiai di segala bidang tak terkecuali politik. Bisa saya katakan, buku ini merupakan pedoman politik warga NU,” jelas Mun’im.

Politik yang dimaksud salah seorang Anggota Asosiasi Peneliti LIPI ini adalah politik kebangsaan karena NU merupakan salah satu organisasi sosial kegamaan yang mempunyai andil besar dalam pendirian negara ini.

“Jika literatur-literatur sejarah NU ditelusuri secara mendalam, ternyata pemikiran politik kader NU dan para kiai luar biasa. Tak kalah hebat dan cemerlangnya dibanding pemikir-pemikir politik yang selama ini menghiasi buku-buku sejarah fenomenal,” papar mantan Ketua LTN PBNU ini.

Mujahidin Cyber

Namun, kata Mun’im, sumber-sumber tulisan sejarah pemikiran politik banyak yang tidak mencantumkan tokoh-tokoh NU. Padahal, orang seperti KH Wahid Hasyim sendiri secara komprehensif pernah menulis sejumlah pemikiran politik seperti kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dan lain-lain pada tahun 1945.

Ia menekankan bahwa buku yang ditulisnya menjadi pedoman penting warga NU untuk menghadapi berbagai persoalan kebangsaan yang selama ini berkembang agar tidak melenceng dari pondasi yang dari dulu sudah ditancapkan oleh para pendiri NU. (Fathoni)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama Mujahidin Cyber

Minggu, 26 November 2017

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional

Jakarta, Mujahidin Cyber

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng untuk memerangi terorisme internasional yang mengganggu kedamaian dan menimbulkan berbagai persoalan kemanusiaan.?

Hal ini disampaikan dalam acara buka bersama dan santunan bagi yatim piatu yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok untuk Indonesia di di pesantren Al-Tsaqafah di bilangan Ciganjur Jakarta Selatan, Kamis (16/6).

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ajak Tiongkok Perangi Terorisme Internasional

Kiai Said juga menuturkan, setelah melihat kehidupa pesantren dan mendapat penjelasan tentang konsep pendidikan yang diajarkan di dalamnya, Dubes Tiongkok itu menyatakan apresiasinya. "Dubes Cina sangat kagum dengan konsep pendidikan pesantren terkait dalam konsernnya untuk membangun karakter bangsa," ujarnya.

Dubes Tiongkok Xie Feng dalam sambutannya menjelaskan setiap tahun Kedutaan Tiongkok setiap tahun menyelenggarakan buka puasa bersama sebagai salah satu bentuk persahabatan antara Tiongkok dengan masyarakat Muslim di Indonesia. Ia juga menegaskan, masyarakat Tiongkok mementingkan memberi pertolongan kepada orang yang tidak mampu.?

Xie Feng menjelaskan, komunikasi antara Muslim Indonesia dan Muslim Tiongkok sudah terjalin sejak 600 tahun yang lalu ketika ekspedisi kerajaan Tiongkok yang dipimpin oleh Cheng Ho datang ke wilayah Nusantara. Untuk itu, ia berharap komunikasi tersebut terus dilanjutkan seperti dalam pemberian sertifikasi makanan halal, peneliti Muslim, pelatihan guru, dan pengiriman mahasiswa.

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan tentang kabar adanya larangan bagi Muslim di wilayah Xinjiang untuk melaksanakan ibadah. “Pemerintah Tiongkok selalu mementingkan, menghormati, dan melindungi kebebasan beragama. Sebagai hak sipil paling mendasar, kebebasan beragama tercantum dalam UUD Tiongkok,” katanya.

Ia juga menuturkan, rumahnya di Beijing dekat dengan salah satu masjid paling terkenal di Tiongkok yang memiliki sejarah panjang perkembangan Islam di negeri tersebut. Bahkan ia mengaku suka membeli makanan halal di sekitar lokasi tersebut.?

Mujahidin Cyber

? “Cerita tentang pemerintah Tiongkok melarang Muslim untuk beribadah ternyata bukan fakta. Sama dengan di Indonesia, ketika terdengar suara azan dari masjid, para Muslim yang berada di sekitarnya berdatangan ke masjid,” paparnya.?

Ditegaskannya, menjelang Ramadhan, di Xinjian, pemerintah menekankan bahwa perasaan, kepercayaan, dan adat istiadat warga beragama harus dipahami, dihormati, dan diperhatikan sepenuh-penuhnya.

?

Ia mengajak Muslim dan ulama dari Indonesia untuk melihat secara langsung kehidupan Muslim di Tiongkok untuk melihat dengan mata kepala sendiri kondisi di sana. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Amalan, Ulama Mujahidin Cyber

Rabu, 22 November 2017

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar

Depok, Mujahidin Cyber

Malam 21 Ramadhan 1437 H, langit di Kecamatan Bojongsari Kota Depok terlihat gelap. Hujan rintik-rintik. “Berarti malam ini tidak ada lailatul qadar,” kata KH Ahsin Sakho Muhammad, Sabtu (25/6) malam, mengawali ceramahnya pada peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Puri Bali, Depok.

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar

Menurut Rais Majelis Ilmi Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadzh Nahdlatul Ulama itu, salah satu ciri datangnya malam lailatul qadar atau malam seribu bulan, menurut para ulama, adalah suatu malam dengan cuacanya yang cerah dengan anginnya yang semilir.

Apa itu malam lailatul qadar dan mengapa umat Nabi Muhammad SAW diberikan keistimewaan berupa malam seribu bulan itu?

Mujahidin Cyber

Pertama-tama KH Ahsin Sakho menjelaskan bahwa istilah seribu bulan untuk malam lailatul qadar yang disebutkan dalam surat Al-Qadar (97): 3, tidak sekedar angka 1000 atau angka satu dengan tiga nol di belakangnya. Orang-orang Arab biasa menggunakan istilah seribu (alfun) sebagai angka yang besar dan luar biasa banyaknya, sama seperti orang orang Indonesia mengatakan “seribu candi”.

Mujahidin Cyber

Bahwa malam lailatul qadar itu lebih utama dari pada seribu bulan, maksudnya adalah malam itu mempunyai keutamaan yang berlipat-lipat dibandingkan dengan malam-malam lain dan tidak harus kita hitung atau kita tuliskan dalam angka-angka kuantitatif.

Menurut guru besar Ilmu Al-Qur’an itu, adanya malam lailatul qadar adalah jasa dari Nabi Muhammad SAW. Beliau senantiasa menginginkan umatnya mendapatkan nilai lebih meskipun hanya menjalankan amal ibadah yang sedikit. Seperti shalat wajib lima waktu yang asalnya sebanyak limapuluh waktu. Nabi meminta keringanan agar umatnya menjalankan kewajiban shalat lima waktu saja dengan keutamaan yang sama. Seperti itulah malam lailatul qadar.

Namun malam lailatul qadar ini tidak untuk semua orang. Malam ini khusus bagi umat Islam yang pada malam itu ia berada dalam keadaan terjaga dan ia sedang menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Kapan tepatnya malam lailatul qadar memang tidak disebutkan secara pasti, agar umat Islam tidak pragmatis; tidak serta merta hanya menjalankan ibadah dengan mengincar satu malam itu saja. Namun para ulama memberikan ancang-ancang, malam lailatul qadar jatuh pada malam ganjil pada sepertiga malam terakhir di bulan Ramadhan, yakni pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29, lalau disertai ciri-ciri atau gambaran suasana malam yang cerah.

Salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan bagi aumat Islam agar mendapat lailatul qadar adalah i’tikaf, yakni berdiam diri di masjid walaupun hanya sejenak. “Saya niat menjalankan i’tikaf hanya semata-mata karena Allah.”

Betapa mulianya jika sepanjang malam kita beri’ikaf di masjid sampai datangnya waktu sahur kemudian menjalankan shalat subuh. Namun manusia selalu mengajukan penawaran-penawaran baik karena alasan mengantuk, kesibukan kerja esok hari dan segala macamnya.

Kata KH Ahsin Sakho, jika tidak bisa beri’tikaf sepanjang malam, maka pastikan bahwa kita menjalankan shalat Isya’ dan tarawih secara berjamaan, kemudian selepas sahur juga berjamaah shalat subuh di masjid. Menurut riwayat para ulama, siapa saja yang berjamaah isya’ maka ia menghabiskan separuh malam, dan jika ia menutup malam dengan menjalankan shalat subuh berjamaah di masjid maka ia menyepurnakan separuh malam yang lain.

Bacaan yang paling utama untuk menyambut malam lailatul qadar, baik pada saat melakukan i’tikaf di masjid maupun sedang? berada di rumah adalah membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Peristiwa lailatul qadar itu sendiri juga sebenarnya terkait dengan moment turunnya Al-Qur’an dari lauh mahfudz ke langit dunia.

Nabi Muhammad SAW juga sangat berbahagia karena pada bulan Ramadhan beliau dapat berinteraksi langsung dengan Malaikat Jibril, melafalkan Al-Qur’an secara bergantian. Mungkin seperti itulah kebahagiaan kita pada saat melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama rekan-rekan di masjid kita setiap malam Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Semoga! (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, RMI NU, Internasional Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock