Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Maret 2018

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

Jember, Mujahidin Cyber. Seorang pendeta Kotlik di Jember, Jawa Timur, Romo Deni menyambut posisitf acara Refleksi 1 Tahun Asparagus Jember yang digelar di Pondok Pesantren AlFauzan Ajung, Jumat (13/10) malam.

Menurut Romo Deni, dengan diundang dan hadir pada kegiatan tersebut, dirinya bisa menjalin komunikasi dan tukar informasi, sehingga tahu keberadaan Islam dan pesantren yang sebenarnya.

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

"Kita semua saudara. Kebetulan kami Katolik, dan Saudara Islam. Perbedaan itu tidak boleh memecah belah,” katanya.

Ia menegaskan perbedaan merupakan keindahan. Dengan bertemu, bisa saling menghargai, dan berusaha mengenal pesantren.

Mujahidin Cyber

“Agar kami tidak takut sama kiai, dan kiai tidak takut sama kami,” jelasnya.

Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kembali mengingatkan pentingnya kesederhanaan yang diperolah dari pesantren. Dengan kesederhanaan dan kemandirian, pesantren tetap bertahan dalam  situasi dan kondisi bagaimanapun.

“Dengan kemandirian, kesederhanan serta keikhlasan para Kiai NU, pesantren jadi  basis kekuatan besar perjuangan merebut kemerdekaan, jadi kesetiaan para kiai dan pesantren terhadap negara tidak bisa diragukan lagi," tegas alumni Pesantren Annuqoyah di Guluk-Guluk Sumenep Madura.

Pengasuh Pesantren Silo ini berharap nilai-nilai yang dimiliki oleh para kiai terdahulu tetap dipertahankan oleh para Lora-lora dan Gus-gus.

"Moto Asparagus, Menjaga tradisi menjalin silaturahmi. Itu sangat tepat," tegasnya.

Mujahidin Cyber

 

Kembangkan Potensi 

Menurut Wabup, potensi yang dimiliki pesantren di Jember sangat besar. 

“Ada 570 lebih pesantren di Jember, dengan ratusan ribu santri. Potensi inilah yang harus banyak menjadi renungan oleh para Lora-lora dan Gus-gus,” katanya. 

Salah satu contoh, sambung Wabup, berapa kwintal jumlah kebutuhan beras per hari, berapa banyak buku-buku yang dibutuhkan, dan kebutuhan lainnya.

“Kalau Asparagus bisa  merajut  potensi ekonomi itu, sungguh akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Masalah managemen itu bisa dilakukan, ada Universitas Jember di sini,"  lanjutnya.

Hal yang penting adalah bagaimana tetap merajut potensi yang ada, lantaran para santri biasanya sangat kreatif.

“Dalam keadaan terjepit akan muncul kreatifitas,” kata Wabup.

Menurutnya masalah bantuan hanyalah suplemen.

“Jika bergantung ke atas, akan rapuh. Tapi kalau kita mandiri akan bisa bertahan,” tandasnya. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, Internasional, Doa Mujahidin Cyber

Jumat, 23 Februari 2018

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Jakarta, Mujahidin Cyber

Para pemuka agama Kristen menyatakan penyesalannya atas penodaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang terjadi di Batu Malang. Aksi pelecehan tersebut disebarkan dalam sebuah VCD yang kini mulai beredar di Batu dan sekitarnya.

Dalam pernyataan lembaga geraja tingkat nasional terhadap isu SARA di Malang. Para pimpinan geraja menyatakan penyesalannya sehubungan terjadinya peristiwa di Batu-Malang yang benuansa SARA, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan tidak sejalan dengan semangat kerukunan antar umat beragama yang kini sedang dibangun dalam kehidupan masyarakat majemuk Indonesia.

Selanjutnya pimpinan geraja-geraja di Indonesia menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Batu-Malang tidak berada dalam koordinasi pimpinan gereja-geraja di Indonesia.

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Pimpinan gereja-geraja di Indonesia mengharapkan agar peristiwa tersebut tidak mencederai hubungan antara umat beragama di Indonesia dalam upaya bersama untuk memberi kontribusi bagi kehidupan bangsa, dan meminta pejabat berwenang untuk memproses mereka yang terlibat, secara hukum.

Peryataan tersebut diungkapkan dalam kunjungan para pemuka geraja ke PBNU dan ditandatangani oleh Ketua Umum Persatuan Gereja-Geraja Indonesia Pdt. Dr. AA. Yewangoe, Wakil Sekum Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indonesia Pdt. Ing Dahlan Setiawan dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia Pdt. Suhandoko Wirhaspati, Kamis, 5 April 2005.

Mujahidin Cyber

Baik fihak geraja maupun PBNU berharap agar masalah tersebut tidak berubah menjadi masalah nasional. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah meminta fihak keamanan di Malang dan NU di Batu untuk menganbil tindakan antisipasi agar masalah ini tidak membesar.

“Kami takut masalah ini menjadi besar karena saat ini informasi bisa menyebar dengan cepat,” tutur Yewangoe.

Ditambahkannya bahwa tindakan sekelompok orang radikal tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. “Untuk menunjukkan keluhuran agama, tidak boleh dengan melecehkan agama lain. Untuk menegangi tidak dengan mematikan lilin orang lain,” tuturnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi. “Pemeluk agama yang sholeh tidak akan merusak agama lainnya. Karena itu, pembuat provokasi ini harus ditindak,” paparnya.

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut menuturkan jika dua kelompok agama yang radikal bertemu, mereka bisa menimbulkan pertentangan dan anarkisme yang akan mendorong umat pada tindakan kekerasan. “Karena itu polisi harus bertindak agar kesalahan ini tidak ditimpakan pada umat,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

World Conference on Religion and Peace tersebut meminta agar masing-masing agama bisa menakan terjadinya radikalisme dimasing-masing agama. Ia juga meminta agar dakwah dilakukan dengan memperhatikan budaya yang Indonesiawi.

“Jangan sampai kalau umat Islam ada masalah, lapornya ke Arab Saudi, demikian juga kalau Kristen ada masalah, lapornya ke Amerika. Nanti situasinya malah semakin ruwet,” katanya.

Karena itu proses dialog antar para pemimpin agama dan saling menjaga kerukunan menjadi sangat penting dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik SARA di Indonesia. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Internasional Mujahidin Cyber

Kamis, 15 Februari 2018

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Makassar, Mujahidin Cyber?



KH Abdullah Syamsul Arifin mengajak kepada seluruh kader Muslimat Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan untuk selalu menjaga karakter keaswajaan dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai cita-cita luhur para pendiri NU.

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Penjelasan Karakter Aswaja NU

Hal ini disampaikan di hadapan 100 pengurus Muslimat NU se-Sulawesi Selatan yang mengikuti Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda), Ahad (23/4) yang dilaksanakan selama tiga hari 22-24 di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM.

Karakter Aswaja, menurut kiai yang akrab disapa Gus Aab itu, di antaranya, attwassuth yakni sikap tengah, sedang-sedang, tidak ekstrem kiri dan kanan, kedua tawazun yakni keseimbangan, ketiga tasamuh yakni toleransi.

Berbicara toleransi, kata Gus Aab, tentunya tidak harus meninggalkan garis hablum minallah, dengan menggadaikan aqidah.

Mujahidin Cyber

"Dan yang keempat adalah itidal yang berarti tegak lurus. Ibarat NU adalah kereta, sebagai penumpang, jangan membawa NU menuruti kemauan penumpang, tetapi penumpang harus mengikuti sopirnya," tambah Ketua PCNUJember.

Di sisi lain dalam memahami sunnah Nabi yang terpenting adalah esensinya, tanpa harus membenturkan antara sahabat dengan Nabi. Hal ini bisa dijumpai dalam pengamalan shalat sunnah Tarawih, azan dua kali pada shalat Jumat dan lain sebagainya.?

Tak hanya itu, Gus Aab menyoroti keberadaan organisasi sempalan. Menurutnya, jangan karena baru membaca satu dua buku, seenaknya saja membidaahkan amalan NU. Padahal tidak menguasai ilmu ijtihadi sebagaimana yang selalu disampaikan para ulama NU.

Pengajian akbar aswaja ini selain dihadiri peserta Rakorda Muslimat NU, juga dihadiri pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan di antaranya Wakil Ketua Arfah Shiddiq, Wakil Ketua Abd Rahim Mas P Sanjata, dan sivitas akademika Universitas Islam Makassar. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional Mujahidin Cyber

Khatam Al-Qur’an, Santri TPQ Nurus Shibyan Ziarahi KH Arwani

Kudus, Mujahidin Cyber. Setelah khatam belajar Al-Qur’an, sebanyak 23 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurus Shibyan Dusun Sudimoro Karangmalang Gebog Kudus berziarah ke makam ulama ahli Al-Qur’an KH Arwani Amin Sabtu (19/4).

Didampingi para guru, mereka tahlilan dan berdo’a bersama di atas makam yang berada satu Komplek Pondok Yanbu’ul Qur’an Kudus, Jawa Tengah.

Khatam Al-Qur’an, Santri TPQ Nurus Shibyan Ziarahi KH Arwani (Sumber Gambar : Nu Online)
Khatam Al-Qur’an, Santri TPQ Nurus Shibyan Ziarahi KH Arwani (Sumber Gambar : Nu Online)

Khatam Al-Qur’an, Santri TPQ Nurus Shibyan Ziarahi KH Arwani

Salah seorang guru yang mendampingi, Mahfudz Nahrowi, mengatakan kegiatan ziarah ini merupakan rangkaian acara peringatan Khatmil Qur’an TPQ Nurus Shibyan yang biasa diadakan setiap tahun sekali. Tujuannya, untuk mengenalkan lebih dekat KH Arwani, sosok ulama dan? guru Al-Qur’an yang sangat ikhlas dan tawadhu supaya dapat menginspirasi santri sebagai teladan.

Mujahidin Cyber

“Ziarah ini dikhususkan santri yang sudah khatam belajar Al-Qur’an. Apalagi kesehariannya belajar Al-Qur’an menggunakan kitab Yanbu’a karangan Pengasuh pesantren Yanbu’ul Qur’an sini sehingga kita juga untuk tabarrukan kepada beliau,” terangnya kepada Mujahidin Cyber usai ziarah.

?

Kegiatan ini, imbuh Nahrowi, sebagai upaya menanamkan amaliah aswaja sejak dini serta menambah semangat belajar menuntut ilmu dengan dorongan spiritual. “Dengan Demikian, santri TPQ ini akan terbiasa melakukan aktivitas ziarah karena sudah pernah mempraktikkannya,” ujarnya.

?

Mujahidin Cyber

Kepada yang khatam, Nahrowi mengharapkan santri selalu tetap belajar Al-Qur’an dan tidak merasa cukup dengan ilmu yang diperoleh dari TPQ. “Lanjutkan belajar di Madrasah Diniyah maupun pesantren dan jangan lupa deres Qur’an setiap hari,” harapnya.

?

Peringatan khotmil Qur’an di TPQ Nurus Shibyan ini akan ditutup dengan pengajian khataman pada Sabtu malam (26/4) bersama pembicara KH Sunarto Abdurrahman dari Kudus. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sidang lanjutan kasus penggelapan aset tanah milik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan terdakwa Salim Muhammad (75) diisi dengan kesaksian oleh 2 orang saksi yang diajukan terdakwa. Salim mengajukan saksi yang meringankan dalam sidang yang dipimpin Heru Pramono SH di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu.

Saksi pertama, H. Luwandi, salah seorang guru, menjelaskan, sekolah di bawah Yayasan Waqfiyah yang dimiliki PBNU itu telah dipindah. Ia mengaku telah menerima uang sebesar Rp 2 Milyar untuk pendirian bangunan dan sewa tanah selama 30 tahun.

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan (Sumber Gambar : Nu Online)
Salim Ajukan Saksi yang Meringankan (Sumber Gambar : Nu Online)

Salim Ajukan Saksi yang Meringankan



Dalam negosiasi awal, ia meminta dana sebesar Rp 9 Milyar untuk merenovasi bangunan dan pembelian tanah. Namun, akhirnya tercapai kesepakatan sebesar Rp 2 Milyar. Sebenarnya ia masih membutuhkan dana untuk membangun tiga kelas, namun permintaan tersebut tidak dipenuhi oleh Salim.

Saksi kedua, Liacun menjelaskan bahwa ia telah menerima uang sebesar Rp 1.25 Milyar dari Salim untuk pembelian tanah yang dimilikinya.

Kesaksian-kesaksian tersebut menguatkan bukti yang memang sudah ada sebelumnya. Namun, perihal penarikan deposito sebesar Rp 10 Milyar, pembelian rumah di Jalan KS Tubun senilai lebih dari Rp 1.2 M, pembelian rumah di Jalan MT Haryono dan Kedoya yang semuanya tidak ada kaitannya dengan kepentingan Yayasan Waqfiyah NU tidak dijelaskan.

Mujahidin Cyber

Kasus ini bermula dari surat dari Pemerintah DKI Jakarta agar Yayasan Waqfiyah NU yang berlokasi di Kuningan Selatan meminta agar lembaga pendidikan ini dipindah karena lokasi tersebut ditetapkan bukan untuk daerah pendidikan. Dalam prosesnya, terdapat dana yang digunakan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, sehingga PBNU, selaku pemilik yayasan mengajukan tuntutan. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pendidikan, Pemurnian Aqidah, Internasional Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Februari 2018

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan GP Ansor Probolinggo menggelar jalan sehat bertajuk Mlaku Bareng Bersama Rakyat, Ahad (23/7) pagi. Pihak Pemkab juga menyediakan hadiah utama berupa dua paket umrah yang akan berangkat ke tanah suci Desember 2017 mendatang.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 ribu peserta yang terdiri atas semua elemen masyarakat baik dari dalam maupun luar Kabupaten Probolinggo. Pihak panitia juga menyiapkan ratusan hadiah hiburan yang disediakan oleh panitia.

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab-Ansor Probolinggo Mlaku Bareng Bersama Rakyat

Mlaku Bareng ini mengambil rute sejauh 5 kilometer dengan start di halaman depan Eks-Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu dan finish di obyek wisata Pantai Bentar Desa Curahsawo Kecamatan Gending.

Mujahidin Cyber

Turut serta dalam kesempatan ini Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari dan jajaran Forkopimda, Mustasyar PCNU Probolinggo H Hasan Aminuddin beserta segenap jajaran pengurus PCNU Probolinggo serta Ketua GP Ansor Probolinggo Muchlis, dan Komandan Satkorcab Banser Probolinggo Adimas Lutfi Putra Jaya.

Mujahidin Cyber

Mlaku Bareng yang digagas oleh GP Ansor Probolinggo ini disambut antusias oleh segenap elemen masyarakat. Tidak hanya peserta, pengguna jalanpun turut menikmati aksi peserta yang menggunakan kostum unik mulai dari bersarung hingga memakai blangkon.

Muchlis mengatakan, event jalan sehat Mlaku Bareng Bersama Rakyat ini untuk semakin mempererat tali silatirahmi usai Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah. “Momentum usai lebaran, kita isi dengan silaturahmi dan mempererat tali silaturahmi. Serta untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya.

Sementara Hj Puput Tantriana Sari mengatakan, kegiatan mlaku bareng ini dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan banyak membawa nilai positif. “Kegiatan semacam ini tentunya memberikan banyak manfaat. Selain menyehatkan juga dapat semakin mempererat tali silaturrahmi,” ujarnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul, Internasional Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Sebuah kebahagiaan bagi orang tuanya yang masih dalam keadaan sehat dan masih bersama kita. Terlebih sosok ibu yang telah susah payah melahirkan ke dunia ini. Ibu adalah sosok yang paling berjasa dan dapat menghantarkan ke surga.

"Apa kabar ia hari ini? Sudahkah kita menjenguknya? Semakin hari semakin bertambah tua umurnya. Hari-harinya sudah mulai ditinggal pergi anak-anaknya. Di rumah sendiri tak berdaya dengan kondisi kesehatan yang semakin membuatnya tak berdaya. Keinginan bekerja masih ada, namun tenaga sudah tidak mendukung keinginannya. Akhirnya hanya bisa mengubur semua isi hatinya sambil berharap ada anak yang memperhatikan dan peduli dengannya. Apakah kita peduli dengan hal ini? Apakah kita merasakan apa yang mereka inginkan dan rasakan selama ini?" demikian ajakan renungan yang disampaikan Basridho saat menjadi khotib pada Shalat Idul Fitri 1438 H yang dilaksanakan di Halaman Pendopo Pringsewu, Ahad (25/6).

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua

Menurut Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sukoharjo ini, Idul Fitri merupakan waktu tepat bagi kita untuk memberikan perhatian lebih dengan mengunjungi dan bersimpuh di depan mereka, meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kita buat selama ini kepada mereka.

"Inilah saat penting bagi kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita. Inilah ladang amal bagi kita selaku anak yang berbakti kepada orang tua. Jika kita dengan ikhlas peduli, memberi kasih sayang dan membantu meringankan beban hidupnya, yakinlah, surga balasannya. Jasa dan perjuangan mereka tidak akan bisa kita balas dan bayar lunas. Demi Allah, sebanyak apa pun yang pernah kita berikan, apa pun yang pernah kita serahkan kepada orang tua kita, tidak akan setimpal dengan perjuangan dan pengorbanan mereka membesarkan kita," kata Ketua Ranting NU Kelurahan Pringsewu Barat ini.

Mujahidin Cyber

Ia juga mengajak untuk mengingat perjuangan orang tua ketika kita masih kecil tak bisa berbuat apa-apa. Dengan penuh cinta orang tua kita menggendong kita, mencium kita dan merawat kita sampai kita bisa seperti sekarang ini.

"Bagaimana sebaliknya ketika saat ini mereka tergeletak sakit sendirian di rumahnya? Sempatkah kita menengoknya? Berapa kali kita mengusap keningnya, menyuapinya dan menggantikan pakaiannya ketika ia terbaring sakit diatas tempat tidurnya? Seringkah kita memeluknya dengan penuh cinta sembari tersenyum sebagaimana ia lakukan saat kita kecil di pangkuannya?" tanyanya.

Di hari nan fitri inilah lanjutnya waktu yang tepat bagi seorang anak untuk meraih kedua tangannya yang sudah nampak keriput dimakan usia. "Rengkuhlah tubuhnya, ciumlah tangan yang dulu kekar mengasuh kita, namun sekarang sudah lemah seraya bersimpuh meminta maaf kepadanya. Mintalah keridhoan dan keikhlasannya untuk bekal hidup kita. Dan marilah berdoa agar ia selalu mendapatkan perlindungan dan kesehatan serta kemudahan dari Allah SWT. Semoga mereka tetap terjaga iman islamnya dan ketika ia dipanggil oleh Allah SWT mereka menjadi hamba yang husnul khatimah dan kita diberikan ketabahan dalam menghadapinya," katanya dengan nada suara yang bergetar.

Namun jika orang tua kita saat ini sudah tidak bersama kita lagi di dunia, ia mengajak untuk meluangkan waktu untuk berziarah ke makam mereka. "Lihat dan bersihkanlah pusara mereka yang menunggu doa dari kita dan keluarga. Ia pastinya akan tersenyum melihat kehadiran dan doa yang kita kirimkan. Sebaliknya mereka pasti akan sangat bersedih ketika kita tidak datang mendoakan karena hanya itulah yang mereka harapkan dialam sana," ajaknya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pondok Pesantren, Santri, Internasional Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Januari 2018

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri

Wonogiri, Mujahidin Cyber. NU Care-LAZISNU Jawa Tengah bekerjasama dengan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jateng, dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Wonogiri membuka posko Sahabat Sehat NU Care-LAZISNU, Sabtu (16/12) di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, Jawa Tengah.

Posko merupakan wujud program Layanan Kesehatan Gratis (LKG) yang kali itu merupakan tahap kedua dari posko yang dibuka pasca kejadian bencana alam Wonogiri.

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Buka Posko Sahabat Sehat di Lokasi Bencana Wonogiri

"Untuk tahap kedua ini, tim kami ada 14 orang di posko kesehatan. Nanti ada penyerahan donasi untuk renovasi rumah ibadah, penyerahan Al-Quran, mukena, dan bantuan untuk warga," ujar Zainuddin, Sekretaris NU Care-LAZISNU Jateng.

Beberapa dokter dan tenaga medis dari LKKNU Jateng dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Wonogiri digandeng untuk kepentingan layanan tersebut.

Koordinator tim NU Care-LAZISNU, Dewi Nafisa menjelaskan agenda pada hari itu dimulai dengan upacara pembukaan, penyerahan bantuan untuk rumah ibadah maupun warga, penyerahan bantuan Al Quran dan mukena, dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan serta pemberian makanan tambahan.

Mujahidin Cyber

"Satu hari ini kami maksimalkan dengan layanan kesehatan, serah terima donasi dan ada PMT (pemberian makanan tambahan)," tutur Dewi.

Dewi menambahkan acara ini didukung oleh beberapa instansi maupun organisasi.

"Yang juga ikut dari RSI Sultan Agung Semarang, BEM Universitas Semarang, Muslimat NU Jateng," tambahnya.

Mujahidin Cyber

Selain itu, beberapa relawan dari UIN Walisongo Semarang dan Sahabat NU Care-LAZISNU Wonogiri.

"Beberapa relawan ada yang dari UIN Walisongo. Untuk tuan rumahnya LAZISNU Wonogiri," papar Dewi. (Muhammad Riza Syauqi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Sejarah, Amalan Mujahidin Cyber

Selasa, 19 Desember 2017

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin

Semarang, Mujahidin Cyber 

Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Genuk ngaji sosial budaya. Kegiatan ini mengambil pokok pembahasan ma’rifat suku Samin hingga simpang siur sejarah Walisongo, Islam, dan kebudayaan Jawa; serta sejarah akulturasi dan sejarah nilai.

Kegiatan atas kerjasama dengan Rumah Pendidikan Sciena Madani tersebut bertempat di rumah Pak RT  Zainun Kamil yang beralamatkan Penggaron Rt 6 Rw 1 Genuk, Semarang, Jawa Tengah, pada Ahad (13/10).

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin

Dipandu Lukni Maulana, Pengasuh Rumah Pendidikan Sciena Madani kegiatan tersebut,  mulai gemuruh ketika Martin Moethadhim SM, selaku pembicara, bercerita lika-liku hidupnya. Seperti kisah spiritualnya ketika Shalat di Gereja Pangkalan Militer Amerika Serikat.

Mujahidin Cyber

Pembicara asli Blora ini, mengemukakan berbagai hal rancaunya dalam membahas sejarah. Ketika akan merunut sebuah sejarah, semisalkan sejarah tokoh itu seperti ingin menemukan sanad hadist. 

“Dengan belajar sejarah, kita diajak untuk selalu mengumpulkan dokumentasi dan banyak membaca, karena sejarah selalu saja bisa berubah ketika ada bukti baru,” kata Martin.

Mujahidin Cyber

“Sedangkan Samin bukanlah sebuah suku, melainkan laku hidup yang dinisbatkan kepada pendiri saminisme. Dalam pergolakkannya saminisme ini muncul sebagai sebuah gerakan untuk melawan penjajah,” lanjutnya.

Kegiatan Lesehan Ansor ini merupakan wadah gerakan wacana dan intelektual PAC GP Ansor Genuk yang diadakan setiap 2 bulan sekali dengan menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya. Selain itu juga Lesehan Ansor menengahkan grup musik Ansor Nada, sebagai pemantik kemeriahan.

“Selain mendapatkan ilmu dari pakarnya, ada bonus mendenggarkan Grup Musik Ansorun Nada sebauh grup musik dakwah dan sedekah,” tutur Muhammad Sodri Ketua PAC GP Ansor Genuk. (Lukni Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Internasional, Halaqoh Mujahidin Cyber

Rabu, 13 Desember 2017

Tahlilan ala Gorontalo, Meroji dan Langga

Ekspedisi Islam Nusantara mendapat jamuan dari Ketua Muslimat NU Gorontalo. Di situ mereka menyaksikan prosesi tahlilan ala Gorontalo yang biasa dilakukan warga Ahlussunah wal Jamaah. Prosesi dilakukan dimulai dengan membakar kemenyan oleh seorang pemimpin doa.

Kemudian disajikan makanan yang dialasi kain putih. Makanan tersebut disajikan dengan jumlah serba tujuh. Di antaranya tumpeng tujuh piring, tili ayam 7 gelas, garam dan cabe rawit merah 7 piring kecil, air putih 7 gelas, pisang 7 sisir, dan srikaya 7.

Tahlilan ala Gorontalo, Meroji dan Langga (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahlilan ala Gorontalo, Meroji dan Langga (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahlilan ala Gorontalo, Meroji dan Langga

Setelah berdoa, Ekspedisi Islam Nusantara dipersilakan mencicipi sajian tersebut. Sementara makan malam disajikan terpisah.

Sebagaimana di daerah-daerah lain, di Gorontalo ada peringatan kematian atau doa arwah atau tahlilan pada hari pertama, ketiga, ketujuh, kesepuluh, kedua puluh, keempat puluh, keseratus, keseribu.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Menurut pemimpin doa, DK Utsman, di Gorontalo upacara semacam itu masih tetap dilakukan karena masyarakat mempercayai bahwa doa kepada arwah akan sampai. “Di sini, yang melakukan silakan yang tidak melakukan silakan,” katanya.

Kemudian karena kebetulan malam Jumat, Ekspedisi Islam Nusantara bisa menyaksikan pembacaan Meroji, atau kisah Isra’ Mi’raj dalam bahasa Gorontalo.

Setelah itu menontok pertunjukkan seni beladiri langga. Pelaku seni beladiri tersebut diawali dengan wudlu, shalat sunat, dzikir, berdoa, kemudian beraksi. Seseorang yang sudah melewati prasyarat itu bisa melakukan hal-hal yang di luar nalar dan bisa memiliki kekuatan berlebih.

Aksi yang dipertontonkan kepada Ekspedisi Islam Nusantara seseorang diserang oleh dua orang. Tapi dia tak bisa mendekatinya. Bahkan dua orang itu terjungkal tapa ada kontak fisik.

Kemudian atraksi selanjutnya, orang yang bisa tahan api termasuk pakaiannya, juga kebal senjata tajam. Konon ketika terjadi perkelahian sesungguhnya dengan orang yang memiliki silat langga, ketika tangannya menyentuh kulit musuh, tidak bisa dilepaskan lagi, kecuali kulit itu sendiri yang terbawa.

Puluhan warga, mulai anak-anak sampai dewasa, menonton atraksi tersebut, menyatu bersama tim Ekspedisi Islam Nusantara. Hadir beberapa pengurus PWNU Gorontalo, Muslimat NU, Lakpesdam dan GP Ansor, pengurus Gusdurian, serta beberapa pengurus PMII.

Kemudian ekspedisi dilepas Ketua PWNU Gorontalo H Muhajirin Yanis setelah dijamu makan malam. Lantas bertolak ke kota Manado, Sulawesi Utara, dengan satu armada bus untuk melakukan penjalajahan yang baru. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, News, Internasional Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Miami, Mujahidin Cyber. Para peneliti mengungkapkan analisis DNA gigi berusia 2.000 tahun yang digali dari satu kuburan di Italia menunjukkan bukti kuat bahwa malaria sudah ada selama Kekaisaran Romawi.

Temuan itu berdasarkan pada DNA mitokondria - materi genetik yang diturunkan dari ibu seseorang - yang diambil dari gigi milik 58 orang dewasa dan 10 anak-anak di tiga pemakaman Italia yang sudah ada sejak periode kekaisaran menurut para peneliti dalam laporan mereka di Jurnal Current Biology.

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Penelitian: Malaria Sudah Ada Sejak Zaman Kekaisaran Romawi

Dua di antara jasad orang dewasa di kuburan itu, yang sudah ada sejak abad ke-1 dan ke-3, ditemukan memiliki bukti genom adanya malaria. Khususnya, itu adalah jenis parasit Plasmodium Falciparum yang menyebabkan malaria saat ini menurut para peneliti, Senin (5/12).

"Ada bukti tertulis panjang yang menggambarkan demam seperti malaria di zaman Yunani kuno dan Romawi, tetapi spesies malaria tertentu yang menyebabkan demam itu tidak diketahui," kata Stephanie Marciniak dari Pennsylvania State University.

Mujahidin Cyber

"Data kami menegaskan bahwa spesies tersebut kemungkinan Plasmodium Falciparum, dan parasit itu memengaruhi orang-orang di lingkungan ekologi dan budaya yang berbeda," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Malaria saat ini telah menewaskan hampir 450.000 orang setiap tahun, sebagian besar anak-anak berusia di bawah lima tahun. Para peneliti masih belum tahu seberapa besar kasus malaria yang pernah terjadi di Kekaisaran Romawi, termasuk apakah itu penyakit alami atau kasus impor sporadis.

Mujahidin Cyber

Bukti DNA pertama terkait malaria di Romawi Kuno dideteksi pada 2001 pada kerangka anak yang menurut perkiraan berusia 1.500 tahun. Studi terkini menunjukkan malaria menyebar lebih luas dari yang diketahui sebelumnya.

"Malaria tampaknya patogen bersejarah bermakna yang menyebabkan banyak kematian di Romawi Kuno," kata penulis hasil studi Hendrik Poinar, Direktur Ancient DNA Centre pada McMaster University. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Internasional, Makam Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Fatayat NU Maroko Gelar Kajian Kewanitaan

Kenitra, Mujahidin Cyber. Perempuan berdaya adalah perempuan yang tidak hanya memenuhi takdir feminitasnya. Ia juga memiliki sisi maskulin yang membuatnya sanggup menjalankan banyak peran sekaligus, baik dalam kehidupan keluarga, dunia akademik, dan kemasyarakatan secara luas.

Hal ini muncuat dalam disukusi seputar kewanitaan yang digelar Pimpinan Cabang Istimewa Fatayat Nahdlatul Ulama Maroko dalam rangka memperingati tahun baru hijriah 1436 H di griya STAINU Kenitra, Ahad (26/10). Acara ini menghadirkan mahasiswi doktoral di Universitas Moulay Ismail Meknes Maroko, Subi Nur Isnaini.

Fatayat NU Maroko Gelar Kajian Kewanitaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Maroko Gelar Kajian Kewanitaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Maroko Gelar Kajian Kewanitaan

Isna menyampaikan tentang bagaimana seorang perempuan mampu menjalankan banyak peran mulai dari ibu rumah tangga, istri, ibu, mahasiswi, dan orang yang berperan aktif di lingkup sosial.

Mujahidin Cyber

Isna yang sedang menunggu kelahiran anak kedua ini meraih gelar masternya di Universitas Sidi Mohamed Ben Abdillah Fes Maroko dalam kurun waktu kurang 2, tahun saat mengandung anak pertama. Dan sebelum mengenyam pendidikan tinggi di Maroko, ia adalah sarjana lulusan Universitas Al Azhar sekaligus aktivis Fatayat PCINU Mesir.

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan diskusi kali ini, Isna berbagi pengalaman dan kiat kepada para mahasiswi dan mahasiswa perihal takdir feminitas perempuan dan usaha menampilkan ruh maskulin dalam berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, akademik, dan sosial.

Diskusi yang dimoderatori Ketua Fatayat NU Maroko Sarah Lathoiful Isyaroh kali ini juga menghadirkan dosen pengajar bahasa Indonesia di Maroko, Marmuah.

Menurutnya, ada dua faktor penting perempuan dapat memberdayakan dirinya sendiri. Marmuah menyebut faktor internal dari perempuan adalah penentu garis takdir yang akan dihadapinya, selain faktor eksternal yang juga tak kalah penting dalam rangka meneguhkan langkah.

"Faktor internal yang dimaksud adalah kemauan, usaha, dan doa. Seorang perempuan harus memiliki kemauan untuk mengubah nasib dirinya dan orang sekelilingnya menuju ke arah yang lebih baik. Dalam rangka mengimplementasikan apa yang diinginkan maka seorang perempuan mesti melakukan langkah konkret untuk mencapai tujuannya,” tuturnya.

Faktor eksternal pun tak kalah penting. Dukungan seorang suami yang mampu mengerti cita-cita mulia seorang istri dalam pendidikan menjadi kunci dari semua hal yang akan dijalani. Jika restu dari suami tak didapatkan, maka tak akan ada apa-apa kecuali angan-angan yang tak kunjung mengkristal.

Dalam kesempatan ini, ibu Marmuah menambahkan bahwa dalam hal berkeluarga, seorang perempuan harus menjadi ibu yang cerdas, jujur dan terbuka bagi anak-anaknya agar mampu menjadi teladan yang baik bagi pendidikan dan perilaku anak-anaknya ke depan.

Pada penghujung acara Ketua Fatayat NU Maroko menyerahkan sertifikat kepada narasumber kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Turut hadir Wakil Rais Syuriah PCINU Maroko H. Ali Syahbana, Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko Kusnadi El Ghezwa, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, dan sejumlah staf KBRI Rabat. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Hadits Mujahidin Cyber

Kamis, 23 November 2017

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengadakan Rapat Pleno di Pondok Pesantren Mahasiswa Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo, Jawa Tengah, 6-8 September 2013. Rapat Pleno dihadiri pengurus PBNU lengkap dari jajaran Syuriyah, A’wan dan Tanfidziyah, serta para ketua lembaga, lajnah dan badan otonom.

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo

Dalam AD/ART NU disebutkan, Rapat Pleno diadakan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali. Rapat Pleno membicarakan pelaksanaan program kerja.

Sekretaris Panitia Rapat Pleno PBNU, H Sulthon Fathoni kepada Mujahidin Cyber Rabu (14/8) mengatakan, Rapat Pleno kali ini akan membahas beberapa hal penting, antara lain penataan organisasi, inventarisasi dan pengembangan aset NU, tata laksana kelembagaan, kaderisasi, dan evaluasi program sebagaimana amanat Muktamar NU di Makassar 2010.

Mujahidin Cyber

Rapat juga rencananya akan mematangkan konsep Ahlul Halli wal Aqdi, atau model pemilihan baru Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk disahkan dalam Muktamar mendatang. Atas berbagai pertimbangan, pada Muktamar 2015 nanti direncanakan pemilihan pucuk pimpinan NU tidak akan dilakukan dengan model pemilihan langsung.

Mujahidin Cyber

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional Mujahidin Cyber

Rabu, 22 November 2017

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar

Depok, Mujahidin Cyber

Malam 21 Ramadhan 1437 H, langit di Kecamatan Bojongsari Kota Depok terlihat gelap. Hujan rintik-rintik. “Berarti malam ini tidak ada lailatul qadar,” kata KH Ahsin Sakho Muhammad, Sabtu (25/6) malam, mengawali ceramahnya pada peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Puri Bali, Depok.

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar

Menurut Rais Majelis Ilmi Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadzh Nahdlatul Ulama itu, salah satu ciri datangnya malam lailatul qadar atau malam seribu bulan, menurut para ulama, adalah suatu malam dengan cuacanya yang cerah dengan anginnya yang semilir.

Apa itu malam lailatul qadar dan mengapa umat Nabi Muhammad SAW diberikan keistimewaan berupa malam seribu bulan itu?

Mujahidin Cyber

Pertama-tama KH Ahsin Sakho menjelaskan bahwa istilah seribu bulan untuk malam lailatul qadar yang disebutkan dalam surat Al-Qadar (97): 3, tidak sekedar angka 1000 atau angka satu dengan tiga nol di belakangnya. Orang-orang Arab biasa menggunakan istilah seribu (alfun) sebagai angka yang besar dan luar biasa banyaknya, sama seperti orang orang Indonesia mengatakan “seribu candi”.

Mujahidin Cyber

Bahwa malam lailatul qadar itu lebih utama dari pada seribu bulan, maksudnya adalah malam itu mempunyai keutamaan yang berlipat-lipat dibandingkan dengan malam-malam lain dan tidak harus kita hitung atau kita tuliskan dalam angka-angka kuantitatif.

Menurut guru besar Ilmu Al-Qur’an itu, adanya malam lailatul qadar adalah jasa dari Nabi Muhammad SAW. Beliau senantiasa menginginkan umatnya mendapatkan nilai lebih meskipun hanya menjalankan amal ibadah yang sedikit. Seperti shalat wajib lima waktu yang asalnya sebanyak limapuluh waktu. Nabi meminta keringanan agar umatnya menjalankan kewajiban shalat lima waktu saja dengan keutamaan yang sama. Seperti itulah malam lailatul qadar.

Namun malam lailatul qadar ini tidak untuk semua orang. Malam ini khusus bagi umat Islam yang pada malam itu ia berada dalam keadaan terjaga dan ia sedang menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Kapan tepatnya malam lailatul qadar memang tidak disebutkan secara pasti, agar umat Islam tidak pragmatis; tidak serta merta hanya menjalankan ibadah dengan mengincar satu malam itu saja. Namun para ulama memberikan ancang-ancang, malam lailatul qadar jatuh pada malam ganjil pada sepertiga malam terakhir di bulan Ramadhan, yakni pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29, lalau disertai ciri-ciri atau gambaran suasana malam yang cerah.

Salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan bagi aumat Islam agar mendapat lailatul qadar adalah i’tikaf, yakni berdiam diri di masjid walaupun hanya sejenak. “Saya niat menjalankan i’tikaf hanya semata-mata karena Allah.”

Betapa mulianya jika sepanjang malam kita beri’ikaf di masjid sampai datangnya waktu sahur kemudian menjalankan shalat subuh. Namun manusia selalu mengajukan penawaran-penawaran baik karena alasan mengantuk, kesibukan kerja esok hari dan segala macamnya.

Kata KH Ahsin Sakho, jika tidak bisa beri’tikaf sepanjang malam, maka pastikan bahwa kita menjalankan shalat Isya’ dan tarawih secara berjamaan, kemudian selepas sahur juga berjamaah shalat subuh di masjid. Menurut riwayat para ulama, siapa saja yang berjamaah isya’ maka ia menghabiskan separuh malam, dan jika ia menutup malam dengan menjalankan shalat subuh berjamaah di masjid maka ia menyepurnakan separuh malam yang lain.

Bacaan yang paling utama untuk menyambut malam lailatul qadar, baik pada saat melakukan i’tikaf di masjid maupun sedang? berada di rumah adalah membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Peristiwa lailatul qadar itu sendiri juga sebenarnya terkait dengan moment turunnya Al-Qur’an dari lauh mahfudz ke langit dunia.

Nabi Muhammad SAW juga sangat berbahagia karena pada bulan Ramadhan beliau dapat berinteraksi langsung dengan Malaikat Jibril, melafalkan Al-Qur’an secara bergantian. Mungkin seperti itulah kebahagiaan kita pada saat melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama rekan-rekan di masjid kita setiap malam Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Semoga! (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, RMI NU, Internasional Mujahidin Cyber

Kamis, 26 Oktober 2017

PBNU: Gerakan Politik Harus Berasaskan Pancasila

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta masyarakat Indonesia untuk mewaspadai gerakan yang berideologi trans-nasional (antar-negara) yang marak belakangan ini. Pasalnya, gerakan dari ideologi tersebut tidak bersumber dari akar budaya Indonesia sehingga berbahaya bagi keutuhan bangsa.

“Seperti Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Al-Qaeda, dan lain-lain. Mereka itu bagian dari international political movement (gerakan politik dunia). Mereka menggunakan agama Islam sebagai ideologi politik, bukan sebagai way of life (jalan hidup),” terang Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (23/4)

Karena itu, menurutnya, jika ideologi dari kelompok-kelompok tersebut diterapkan di Indonesia, maka tidak akan cocok karena tidak lahir dari akar budaya, visi kebangsaan, visi keumatan setempat. Jika dipaksakan, maka akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PBNU: Gerakan Politik Harus Berasaskan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Gerakan Politik Harus Berasaskan Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Gerakan Politik Harus Berasaskan Pancasila

Hasyim mengatakan, gerakan ideologi trans-nasional itu mulai kuat menggejala di negeri ini. Di antaranya bisa dilihat dari maraknya peraturan-peraturan daerah yang kuat sekali nuansa agamanya, tidak saja Islam, tapi juga agama lain. “Formalisasi seperti ini mestinya dicegah. Seharusnya yang dilakukan bukan formalisasi, tapi substansialisasi agama,” jelasnya.

Untuk mencegah meluas dan berkembangnya ideologi trans-nasional itu, kata Hasyim, solusinya adalah memantapkan penggunaan ideologi yang berasal dari Indonesia sendiri, yakni Pancasila. “Semua gerakan politik harus berasaskan atau berdasarkan Pancasila, tidak boleh ideologi lain,” pungkasnya.

Mujahidin Cyber

“Bukan bermaksud menyeragamkan seperti Orde Baru, tapi mencegah meluasnya ideologi trans-nasional yang bisa mengancam integritas bangsa. Jangan karena Pancasila itu dianggap produk Orde Baru, lantas kita tidak mau berasaskan Pancasila,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jatim, itu.

Khusus bagi Islam sendiri, tambah Hasyim, yang harus dilakukan adalah memperkuat gerakan Islam moderat. Islam moderat, seperti NU, merupakan gerakan yang khas, berasal dan berkembang di domestik Indonesia. “Islam moderat seperti NU adalah domestik nasional,” tandasnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pendidikan, Internasional Mujahidin Cyber

Rabu, 25 Oktober 2017

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

Dokki, Mujahidin Cyber

Bulan Ramadan, tidak ada alasan di bulan penuh hikmah ini untuk tidak menghormati pemeluk agama lain. Syiar Islam di bulan suci ini haruslah tetap menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme (kemanusiaan). Dengan demikian, warga non-muslim pun akan merasakan nyaman dengan kehadiran Islam.

Demikian dikatakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir Fahruddin Aziz Lc saat menjadi penceramah pada acara buka puasa bersama yang digelar oleh PCINU Mesir di kediaman Atase Pendidikan RI di Mesir Drs H Slamet Sholeh, M.Ed, di Dokki, Senin, (9/10) lalu.

Mas Azis, demikian panggilan akrab Fahruddin Aziz, mengkritik tradisi tadarrus di tanah air yang dilakukan hingga larut malam. Menurutnya, meski kegiatan itu bernilai ibadah dalam rangka memanfaatkan momen emas di bulan penuh rahmat ini, namun hendaknya dilakukan dengan tetap menghargai keberadaan umat beragama lainnya.

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiar Ramadan Tetap Junjung Tinggi Nilai-nilai Humanisme

“Harapannya, kita bisa menambah ‘poin’ dan ‘koin’ di hadapan Ilahi Rabbi. Kepentingan politis yang bersifat transenden-vertikal, memang bisa terpenuhi. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebagai muslim yang baik, harus ada keterpanggilan untuk memenuhi kesalehan sosial,” ungkap Fahruddin.

Ditambahkan Fahruddin, hal yang perlu menjadi renungan adalah bahwa syiar Ramadan yang diekspresikan umat Islam di Indonesia terkesan berlebihan dan tak jarang menerjang sisi-sisi humanisme (sosial).

“Kalau tadarrus dengan pengeras suara itu dilakukan di desa-desa, mungkin masih mending, karena mayoritas beragama Islam. Lain halnya dengan masyarakat perkotaan. Sangat mungkin di sana banyak anggota masyarakat non-muslim, yang butuh ketenangan istirahat di malam hari,” terangnya.

Mujahidin Cyber

Hal itu, imbuhnya, juga menjadi kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang muslim sebagai sesama anggota masyarakat. “Bukankah tetangga kita (yang non-muslim, red) juga punya hak menikmati mimpi malamnya yang begitu romantis. Jangan sampai tadarrus kita malah membuat malam pertama sepasang pengantin menjadi hambar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan keutamaan turunnya al-Quran dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, diturunkannya al-Quran tentu tidak lepas dari kondisi keadaan (sejarah) pada saat itu, sehingga saat ini masih dibutuhkan penafsiran dan pemahaman kembali sesuai dengan asbabun nuzul-nya. “Agar kita tidak secara mentah menerima teks al-Quran dan menjadikannya bisa terus diterima oleh masyarakat,” jelasnya.

Acara buka bersama itu dilakukan sekaligus merupakan perkenalan kepengurusan baru PCINU Mesir periode 2006-2008 yang baru dilantik beberapa waktu lalu. “Selain itu, acara ini bertujuan untuk lebih mempererat tali silaturahmi antara sesepuh NU Mesir dengan para jajaran PCINU,” kata Tobroni Basya Koordinator Lembaga Dakwah NU sekaligus penangungjawab acara tersebut. (aan/rif)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional Mujahidin Cyber

Kamis, 19 Oktober 2017

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Brebes, Mujahidin Cyber. Meski berusia tidak lagi muda, para ibu Muslimat NU dengan menggunakan fasilitas gadget mampu menggaet pasangan usia subur (PUS) untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Lewat program Pilihanku, selama setahun ini Mereka berhasil mengajak ribuan PUS di Kabupaten Brebes untuk memasang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

“Progresnya bagus banget, para motivator Muslimat NU dalam perkembangannya tidak hanya sosialisasi tetapi juga menjadi pengantar, penjemput bahkan hingga menunggui sampai selesainya pemasangan alat kontrasepsi,” tutur Ketua Pelaksana Program Pilihanku PP Muslimat NU Hj Kusnia Nasser di sela Refresh Training Motivator KB Muslimat NU di Grand Dian Hotel Jalan Jenderal Sudirman Brebes, Selasa (9/5).

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Brebes Manfaatkan Gadget untuk Jaring Akseptor KB

Dalam refresh ini, kata Nia, dimaksudkan untuk menggali pengalaman motivator, kendali dan kendali, serta berbagai pengalaman bagus sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan langkah berikutnya.

Nia mengaku bangga dengan capaian yang telah dilakukan oleh para motivator Muslimat NU Brebes. Tidak harus dengan dana yang besar, ternyata ajakan dari para motivator mampu merubah perilaku PUS. Yang tidak peduli jadi peduli, yang acuh jadi semangat.?

“Muslimat bisa menjadi penangkal hoaks tentang KB,” pujinya.

Sebanyak 60 motivator Muslimat NU dalam praktiknya tidak sekadar memberi saran, mengajak atau memotivasi PUS saja tetapi juga aksi turun ke lapangan dengan semangat membara.?

Mujahidin Cyber

Kusnia yang juga Ketua 2 Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU Pusat mengatakan program ini akan berakhir pada Oktober 2017. Untuk itu kepada Pemerintah Kabupaten Brebes dipersilahkan untuk memanfaatkan keberadaan motivator KB Muslimat NU untuk mensukseskan program KB.

Sebab, BKKBN Pusat, lanjutnya, Indonesia membutuhkan 85.000 Penyuluh Lapangan KB. Sedangkan PLKB yang dimiliki pemerintah berkisar antara 15-20 ribu orang penyuluh, sehingga kekurang 65 ribu PLKB. “Kehadiran Motivator di tengah-tengan masyarakat perlu dirawat dan dijaga keberlanjutan kerjanya,” tandasnya.

Selain di Brebes para motivator KB Muslimat NU yang dibekali tablet ini, juga tersebar di Cilacap, Klaten, Jakarta Utara dan Jakarta Timur.?

Mujahidin Cyber

Kepala DP3KB Khambali mengaku bangga dengan adanya motivator Muslimat NU, karena bisa membantu PLKB dalam menyukseskan program KB. Terbukti, Muslimat NU selalu menjadi juara 1 dalam perolehan akseptor KB tingkat Provinsi Jawa Tengah.?

Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh menambahkan, 60 motivator direkrut dari anggota PC Muslimat NU yang tersebar di 17 Kecamatan Brebes. Tugas pokok utama hanya mensosialisasikan dan mengajak akseptor untuk ber-KB. Mereka dibekali tablet yang sudah diisi aplikasi tertentu.

Sehingga motivator bisa menggunakannya secara intensive. Selain itu, metode ceramah di pengajian, perkumpulan PKK dan dasa wisma menjadi tempat yang dimanfaatkan oleh ibu-ibu Muslimat untuk melakukan ajakan ber KB. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Nahdlatul, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Selasa, 10 Oktober 2017

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Kairo, Mujahidin Cyber. Warga Mesir telah menyetujui amandemen konstitusi negara tersebut, dan ini merupakan kemenangan elektoral pertama bagi rezim yang didukung militer menyusul lengsernya Muhammad Mursi Juli lalu.

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)
98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir (Sumber Gambar : Nu Online)

98,1% Pemilih Setujui Referendum Konstitusi Mesir

Amandemen konstitusi tersebut mendapat persetujuan 98,1% dari 38,6% pemilih yang hadir, ujar kepala Komisi Tinggi Pemilihan Umum Mesir. Angka itu melampaui jumlah orang yang setuju dan hadir dalam penyusunan piagam dalam masa satu tahun pemerintahan Presiden Muhammad Mursi.

Mujahidin Cyber

Hasil itu setidaknya menunjukkan adanya fajar baru bagi Mesir, ujar Ehab Badawy, juru bicara kantor kepresidenan. Demikian dilaporkan oleh laman wall stret journal.

Setelah amandemen disetujui, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry meminta para pejabat Mesir menerapkan ketentuan hak asasi manusia.

Mujahidin Cyber

“Amerika Serikat mendesak pemerintahan sementara Mesir menerapkan ketentuan mengenai HAM dan kebebasan yang dijamin oleh Undang Undang Dasar baru,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kementerian Luar Negeri. Ia pun berkata, “bukan satu satu suara yang menjadi penentu demokrasi, namun pelbagai langkah yang ditentukan setelahnya.”

Menurut sejumlah kelompok dan aktivitas kemanusiaan, rendahnya jumlah pemilih golput menjadi gambaran mengenai berlanjutnya tekanan kepada kelompok penentang.

Isi UUD perubahan dipandang sama dengan sebelumnya dengan penekanan kekuatan militer, judisial, dan kepolisian.

Militer Mesir mengumumkan peta jalan setelah Mursi dilengserkan lewat kudeta berdarah.

Bulan lalu, pemerintahan sementara mengganggap Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris.

Pemerintah pun mengeluarkan aturan unjuk rasa yang telah menjebak puluhan aktivis sekuler penentang peta jalan militer.

Kelompok kemanusiaan dan pengamat independen mengecam pemilu yang legitimasinya rusak berkat adanya kelompok dan suara penentang.

Sebelum referendum Selasa, sejumlah orang yang menyerukan golput ditangkap.

“Transisi demokratis harus ditandai dengan adanya kebebasan lebih luas. Namun, hak demokratis warga sangat terhambat oleh warga Mesir sendiri,” ujar Eric Bjornlund kepala misi pengamatan Demokrasi International. “Tapi, masa pasca-referendum memberi peluang bagi adanya partisipasi politik lebih luas.”

Menurut kelompok tersebut, tidak terdapat bukti penyelewengan sistematis. Namun, terdapat sejumlah cacat pemilu yang dapat berujung pada kondisi golput seperti jarak antarbilik pencoblosan yang terlalu dekat. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Hikmah Mujahidin Cyber

Kamis, 14 September 2017

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Setelah sempat vakum, akhirnya kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo periode 2015-2017 terbentuk. Kepengurusan ini pun resmi dilantik di pesantren Zainul Hasan IV desa Boto kecamatan Lumbang, Ahad (1/1).

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Vakum, Pelajar NU Lumbang Kembali Gerak

Pelantikan yang dipimpin oleh Ketua IPNU Probolinggo Eko Cahyono ini dihadiri oleh para pengurus IPNU Probolinggo, pengurus IPNU Lumbang, IPNU Kuripan dan seluruh pengurus Pimpinan Ranting IPNU sekecamatan Lumbang.

Dalam kepengurusan ini, Multazam diberi amanah untuk memimpin organisasi pelajar NU di Lumbang dua tahun mendatang. “Alhamdulillah, setelah sempat vakum kepengurusan PAC IPNU Lumbang bisa terbentuk kembali,” kata Eko Cahyono.

Mujahidin Cyber

Eko berharap pengurus yang baru dilantik ini dapat betul-betul menjalankan roda organisasi sesuai dengan tupoksinya sebaik-baiknya demi memajukan IPNU di Probolinggo.

Mujahidin Cyber

“Selamat bergabung dan berjuang bersama kami dengan rekan dari kecamatan lain untuk membina watak generasi muda. Kami juga memohon agar para ulama, pejabat serta tokoh masyarakat turut serta mendukung kegiatan kepemudaan,” ungkapnya.

Multazam menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan yakin bisa lebih eksis lagi serta lebih maju lagi dari sebelum-sebelumnya.

”Semoga kita terbang dengan ilmunya dan kita berlayar dengan pengalamannya serta kita tercantum sebagai sosok yang berakhlaqul karimah. Mohon doa dan dukungannya supaya kami bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Sejarah, Internasional Mujahidin Cyber

Minggu, 11 Juni 2017

Radio Komunitas Pesantren Qi Falah Lebak "Mengudara"

Banten, Mujahidin Cyber. Pesantren di Jalan Sampay-Cileles Km. 5 Desa Sumurbandung, Cikulur, Lebak, Banten itu akhirnya "mengudara". Selasa malam (7/2), radio komunitas yang diberi nama Qi FM Radio Pesantren Qothrotul Falah mulai menyapa pendengarnya.

Menempati frekuensi 107.70 FM, siaran perdana malam itu ternyata dibanjiri respon pendengar. Ada yang memuji, mengirim salam, kangen-kangenan, dan lain. Pendengar berasal dari seputar desa tak jauh dari pesantren seperti Tajur, Cibuah, Muncang Kopong, bahkan Mandala.

Radio Komunitas Pesantren Qi Falah Lebak Mengudara (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Komunitas Pesantren Qi Falah Lebak Mengudara (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Komunitas Pesantren Qi Falah Lebak "Mengudara"

"Alhamdulillah, mulai siaran sudah ada respon dari pendengar. Ini menyenangkan," ujar Agus F. Awaluddin, penyiar perdana malam itu. Sehari-hari Kang Agus -demikian biasa dipanggil-adalah guru di pesantren pimpinan KH Achmad Syatibi Hanbali.

Mujahidin Cyber

Qi FM berdiri atas kerjasama pesantren yang didirikan sejak 1991 ini dengan Search for Common Ground (SFCG) Jakarta, the Wahid Institute dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Jakarta.

Lewat kerjasama itu Qi FM diharapkan menjadi media penyebar informasi publik yang dirasakan manfaatnya bagi masyarakat seperti info kesehatan, pertanian, agama, dan lain-lain. Bahkan di antara yang menjadi konsen Qi FM adalah menyebarkan ajaran agama yang ramah lingkungan dan menjunjung tinggi penghargaan pada kebhinekaan. Termasuk juga sebagai ajang curhat positif bagi muda-muda.

Mujahidin Cyber

Beragam acarapun dikemas. Ada info pagi, diskusi tokoh, bedah buku, info kesehatan, dan banyak lagi. "Semoga ke depan, acara-acara lain bisa terus kita kembangkan sehingga keberadaan radio ini kian bermanfaat bagi masyarakat," ujar Eneng Atikoh penyiar perempuan? malam itu. Seperti Kang Agus, Miss Eneng -panggilan akrabnya- juga guru pesanten Qatrul Falah dan pernah magang di Prambors FM. Perempuan itu juga didapuk menjadi Ketua Radio Komunitas Qi FM.

Sebelum mengudara, sejumlah persiapan dilakukan. Dari Jakarta, tim terdiri empat orang dari SFCG dan konsultan Radio Komunitas dikirim ke pesantren: staf program SFCG Suraji dari Ketua Jaringan Radio Komunitas Jawa Barat Adi, Penyiar Radio Pass Bandung Dani, dan Penyiar Radio Cibangkong, Roni.

Di sana tim bergerak cepat, melakukan instalasi radio untuk memasang alat pemancar dan alat-alat siaran, hingga memberi pelatihan bagi pengelola Qi FM. Pelatihan sendiri digelar tiga hari, sejak Senin-Rabu (6-8/2). Materinya beragam. Peserta dilatih mengenai tekhnik penyiaran, pembuatan berita, jinggel dan lain-lain. Selama pelatihan, peserta tampak antusias. "Terima kasih akang-akang yang bekerja keras untuk Qi FM. Dahsyat pokoknya," ujar Miss Eneng sumringah.

Di samping menyampaikan siaran agama yang toleran, Qi FM juga mengampanyekan sebagai Green Radio, radio peduli lingkungan. Harapannya, bisa berdampak luas bagi masyarakat sekitar.

?

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber? ? : wahidinstitute.org

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Santri Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock