Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Globalisasi yang menyentuh seluruh aspek kehidupan umat manusia merupakan sesuatu yang tak dapat dihindari. Namun demikian, aspek negatif yang dibawanya dapat dinetralisir dengan nilai-nilai keagamaan.



Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diharapakan Mampu Netralisir Pengaruh Buruk Globalisasi

“Madrasah berada diantara kompetisi peradaban, ia sangat diharapkan untuk menetralisir pengaruh globalisasi melalui pendidikan Islam yang didasarkan rahmatan lil alamiin,” kata Prof Dr Muhammad Firdaus dalam acara seminar Pendidikan Madrasah dan Tantangan Global di Jakarta, Rabu (23/7).

Pendidikan madrasah diharapkan mampu mengkombinasikan antara kemampuan akademik dan profesionalitas dengan nilai-nilai spiritual sehingga menjadi pribadi yang utuh dan tangguh.

Mujahidin Cyber

“Bagaimana mengisi spiritualitas yang memberi keseimbangan baru sebagai SDM yang professional, kreatif, inovatif, tetapi religius dan memiliki akhlakul karimah,” tandasnya.

Hal tersebut bisa dicapai dengan desain kurikulum akademik dan non akademik yang baik dan fasilitas proses belajar yang mendukung. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kiai, Hadits, Sholawat Mujahidin Cyber

Kamis, 15 Februari 2018

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Mujahidin Cyber. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Mujahidin Cyber

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Mujahidin Cyber

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, IMNU, Hadits Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah

Jakarta, Mujahidin Cyber. Panitia Muktamar Ke-33 NU menyatakan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat baik di twitter maupun di fesbuk perihal sayembara logo Muktamar NU 2015. Pihak panitia hingga kini masih menerima sambutan positif dan dukungan dari publik.

Melihat besarnya perhatian dan apresiasi masyarakat, pihak panitia membuka sebesar-besarnya partisipasi publik dalam sayembara ini. Panitia dengan senang hati menerima kiriman karya-karya dari masyarakat.

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah

“Sayembara logo terbuka untuk umum tanpa latar belakang apapun demi syi‘ar melihat NU sebagai organisasi besar,” kata salah seorang dewan juri sayembara logo Muktamar Ke-33 NU, Hamzah Sahal di Jakarta, Rabu (4/2) siang.

Mujahidin Cyber

Selain via website Mujahidin Cyber, TV 9 Surabaya, twitter, dan fesbuk, pihak panitia juga mencetak poster sayembara untuk disebarkan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

“Kita akan sebarkan poster ini ke semua PWNU, komunitas-komunitas kreatif, para pegiat desain, kampus-kampus, dan lembaga-lembaga sosial lainnya,” ujar Hamzah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Santri, Hadits Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan

Bojonegoro, Mujahidin Cyber. Merasa prihatin melihat bobroknya pendidikan di Indonesia, terutama di Kabupaten Bojonegoro Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia? Bojonegoro melakukan aksi turun jalan, Kamis (8/5). Mereka menuntut perbaikan pendidikan.

Puluhan aktivis PMII memulai aksinya dari sekretariat PC PMII di jalan Pondok Pindang, dilanjutkan melakukan orasi di Bunderan Adi Pura. Rencananya aksi tersebut berpindah ke kantor Dinas Pendidikan, DPRD dan diakhiri di Pemkab Bojonegoro.

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Tuntut Pemerintah Bojonegoro Perbaiki Pendidikan

Korlap kasi demo, Akhmad Zainul Hasan mengakan, aksi demo ini menutut pemerinh, agar menuntaskan pembangunan infrastruktur pendidikan di Bojonegoro. Serta meningkatkan moralitas elemen dunia pendidikan di Bojonegoro.

Mujahidin Cyber

"Jadikan Bojonegoro sebagai kota pendidikan, perjelas kinerja guru PNS, perbaiki pembangunan infrastruktur di pedesaaan," teriaknya saat berorasi di Bunderan Adipura.

Selain itu para aktivis mahasiswa itu menilai kurukulum berbasis muatan lokalitas dan moralitas, serta permasalahan kejujuran UN. Makanya PC PMII Bojonegoro turun jalan.

Mujahidin Cyber

Mereka juga meminta kepada pemerintah agar segera, untuk pembenahan sistem pendidikan yang terpaku oleh kepentingan globalisasi dan Industralisasi. Jadikan UN sebagai tolak ukur dan pemetaan pendidikan nasional bukan sebagai syarat kelulusan siswa semata. "Perhatikan kesejahteraan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Guru Honorer," jelasnya.

Ditambahkan, merosotnya moral pendidikan di Bojonegoro, karena penegakkan dasar sila Pancasila kemanusiaan yang adil dan beradab tidak diterapkan. Oleh sebab itu sistemnya tidak ada yang benar dan menyesatkan, pendidikan di Indonesia ini bukan mendidik tapi meruntuhkan alias pembodohan.

"Karena tidak menerapkan budaya lokal dan karakter orang Indonesia adab tidak lagi dipakai melainkan hanya sebagai simbol semata," pungkasnya.[Muhammad Yazid/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Sejarah, Lomba Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Januari 2018

PMII Bandung Yakinkan Mahasiswa Baru soal Aswaja

Bandung, Mujahidin Cyber. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terus menjalankan proses kaderisasi, di antaranya dengan cara menjaring mahasiswa-mahasiswa baru pada momen masa orientasi, khususnya di Perguruan Tinggi Islam.

Rahmat Hidayatullah, Ketua 1 Bidang Pengaderan PMII UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengatakan, dalam memenuhi usaha ini di tubuh PMII perlu adanya perekrutan kader-kader anggota baru. Seperti halnya yang dilakukan oleh PMII Cabang Bandung yang memanfaatkan momen orientasi mahasiswa baru.

PMII Bandung Yakinkan Mahasiswa Baru soal Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bandung Yakinkan Mahasiswa Baru soal Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bandung Yakinkan Mahasiswa Baru soal Aswaja

“Masa-masa orientasi mahasiswa baru sangat efektif dan strategis. Apalagi PMII sebagai organisasi pengaderan tentu memanfaatkan momen ini untuk merekrut kader-kader baru,” ujarnya saat menjaga stan PMII di sela-sela Orientasi Pengenalan Akademik (Opak) di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat.

Mujahidin Cyber

Teknis penjaringan calon anggota baru, menurut mahasiswa Fakultas Ushuluddin ini mengungkapkan, mahasiswa setidaknya sadar dengan kondisi kampus dengan cara memberikan pernyataan-pernyataan kritis soal cakrawala kampus, baik itu di tataran birokrasi maupun organisasi-organisasi kemahasiswaan. “Baru diberikan formulir pendaftaran anggota baru,” cetusnya.

Rahmat meyakini, penjaringan anggota baru pada masa orientasi menurutnya sangat efektif. “Kita menempatkan koordinator-koordinator anggota PMII di tempat-tempat strategis lingkungan kampus,” tambahnya kepada Mujahidin Cyber, Sabtu sore lalu (30/8).

Mujahidin Cyber

Selain itu, strategi tim bidang pengaderan dalam merekrut anggota baru, di antaranya dengan cara membawa trik primordial, misalnya hubungan kedekataan kerabat, karena adanya persamaan jurusan, asal pondok pesantren, asal pondok sekolah atau asal daerah, dan lain-lain.

Supaya mahasiswa baru yakin bahwa pilihannya mengikuti PMII itu tepat, Rahmat meyakinkan kepada mahasiswa untuk dapat masuk ke PMII. Misalnya ia mencontohkan memberi pengarahan berfikir kritis kepada mahasiswa baru seputar kondisi kampus lewat diskusi terbuka.

“PMII kan ideologi ahlussunnah wal jamaah (Aswaja) kita meyakinkan kepada mereka yang notabene mereka yang berasal dari latar belakang kultur ahlussunnah atau nahdliyyin,” imbuh santri pesantren Al-Ihsan, Bandung.

Berangkat dari tujuan PMII yang berbudi pekerti luhur dalam menjaga keutuhan NKRI, Rahmat mengharapkan kepada calon anggota baru supaya memahami kondisi dalam kampus sebagai objek strategis yang ia ibaratkan sebagai miniatur negara.

“Minimal mereka sadar sebagai atas peran, fungsi dan objek kajian mahasiswa dalam berfikir kritis,” pungkasnya. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri

Lampung Tengah, Mujahidin Cyber - Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Halal Bihalal sekaligus koordinasi di halaman Pesantren Nurul Qodiri Kecamatan Way Pangubuan Kabupaten Lampung Tengah, Ahad (16/7).

Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Slamet Anwar mengatakan, “Agenda halal bihalal tahun initelah dihadiri oleh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Tengah meliputi Mustasyar, Syuriyah, tanfidziyah, lembaga, dan badan otonom dan MWCNU.”

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lampung Tengah Gelar Halal Bihalal di Pesantren Nurul Qodiri

“Yang teristimewa lagi halal bihalal NU Kabupaten Lampung Tengah juga dihadiri dari unsur pengurus Pimpinan Pusat Fatayat NU, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim.

Mujahidin Cyber

Pengasuh Pesantren Nurul Qodiri yang juga Ketua PCNU Lampung Tengah KH Imam Suhadi mengucapkan rasa syukur karena bisa bersilaturahmi kembali dengan keluarga besar NU Lampung Tengah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada dzuriyyah almaghfurlah KH Abdul Chalim (kiai kharismatik di Lampung), Hj Chusnunia Chalim.

Hj Chusnunia menyampaikan terima kasih. Ia mengatakan, ia gembira bisa sowan di Pesantren Nurul Qodiri Lampung Tengah ini sekaligus halal bihalal.

“Semoga dalam momen bulan Syawwal ini dan selanjutnya kita kembali dalam keadaan fitri. Semoga jajaran pengurus keluarga besar NU Kabupaten Lampung Tengah senantiasa istiqamah mengawal dan melestarikan ajaran ahlussunah wal jamaah an-nahdliyyah,” kata mantan aktivis PB PMII ini.

Mujahidin Cyber

Hadir dalam halal bihalal PCNU Lampung Tengah Mustasyar NU Lampung Tengah KH Ikhwanul Faruq, para kiai pesantren, Ketua GP Ansor Lampung Tengah Saryono, Ketua Pagar Nusa Lampung Tengah Saprin, Ketua ISNU Lampung Tengah M Nasir, Ketua IPNU Lampung Tengah Andi Sobihin, pengurus Fatayat NU Lampung Tengah, pengurus Pergunu Lampung Tengah, anggota DPRD Lampung H Midi Iswanto, dan warga NU Way Pangubuan dan ratusan santri Nurul Qodiri. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pemurnian Aqidah, Bahtsul Masail, Hadits Mujahidin Cyber

Rabu, 03 Januari 2018

Hasyim: AS Tak Berani Serang Iran

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menduga kuat Amerika Serikat (AS) tak akan berani menyerang Iran secara militer meski sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) telah dijatuhkan.

“Kalau menyerang secara militer, sepertinya (AS, Red) tidak berani. Tapi kalau secara ekonomi atau blokade, mungkin saja,” kata Hasyim kepada wartawan usai menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Catehrine Boivineau, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (23/4)

Hasyim: AS Tak Berani Serang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: AS Tak Berani Serang Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: AS Tak Berani Serang Iran

Alasannya, ujar Hasyim, Iran yang sekarang menjadi sorotan dunia terkait program nuklirnya, adalah negara yang utuh dan kuat. Selain dukungan penuh dari rakyatnya, Iran juga memiliki dukungan politik yang luas dari sejumlah negara dan kelompok-kelompok militan lain.

“Iran ini negara utuh yang tidak tergantung pada negara lain. Juga punya ‘kaki’ (jaringan dan pengaruh) di mana-mana (terutama di Timur Tengah). Dan kaki-kakinya ini nekat-nekat (militan),” terang Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace.

Hasyim menambahkan, negeri Kaum Mullah itu berbeda dengan Irak yang sekarang sudah berhasil dihancurkan oleh AS. “Beda dengan Irak. Irak itu rapuh, dimiskinkan terlebih dahulu, dibuat konflik di dalamnya dan tidak punya kaki di mana-mana. Sehingga mudah untuk dihancurkan,” urainya.

Hal yang sama, katanya, juga tak akan dilakukan negara-negara Barat yang selama menjadi sekutu AS terhadap Iran. Menurutnya, negara-negara Barat pun akan berpikir ulang jika Iran semakin meningkatkan perlawanan dan menolak tunduk pada sanksi DK PBB, terutama dalam prorgram pengayaan uraniumnya. “Rupanya Barat mikir-mikir kalau Iran tambah kenceng,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

Terkait pertemuannya dengan Dubes Prancis, Hasyim menceritakan bahwa Prancis dan Uni Eropa yang mendukung Resolusi DK PBB bernomer 1747 itu, pada dasarnya untuk membuka ruang dialog antara Iran dan DK PBB. “Dubes Prancis berpendapat bahwa resolusi itu sesungguhnya lebih merupakan uluran tangan dari Uni Eropa (UE) untuk dialog dari pada sanksi itu sendiri,” ujarnya.

Namun demikian, bagi Hasyim, pendapat tersebut merupakan pendapat atau hal baru yang memerlukan diskusi dan penjelasan lebih lengkap lagi. Pasalnya, di dalam negeri, resolusi DK PBB yang disepakati secara bulat oleh 15 negara anggota DK PBB, termasuk Indonesia, pada 25 Maret lalu, itu, dinilai sebagai sebuah bentuk tekanan terhadap Iran.

“Di Indonesia, resolusi itu dinilai bukan uluran tangan untuk dialog, tapi membuka jalan bagi Amerika Serikat lewat DK PBB untuk meningkatkan tekanan ke tingkat yang lebih berat. Kalau Prancis punya pendapat seperti itu (uluran tangan untuk dialog), maka menarik buat saya,” jelas Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Mujahidin Cyber

Pendapat tersebut, bagi Doktor Kehormatan bidang Peradaban Islam itu, tidak lebih dari upaya UE untuk menyatakan diri berbeda dengan AS sekalipun pada dasarnya juga khawatir terhadap program nuklir Iran. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits Mujahidin Cyber

Jumat, 29 Desember 2017

Konsep Ahwa Menurut Anak Muda NU

Sleman, Mujahidin Cyber

Sekumpulan anak muda NU yang difasilitasi Jamaah Nahdliyin Yogyakarta (JNY) menggelar Musyawaroh Kubro 2015 di Masjid Pathok Negara, Dusun Mlangi, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman, Jum’at-Sabtu (22-23/5).

Mereka sepakat mendesak Muktamar ke-33 NU menerapkan konsep Ahlul Halli wal Aqdi dalam pemilihan pemimpin baru di Nahdlatul Ulama. Lalu, bagaimana konsep Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) menurut anak muda NU?

Menurut forum Musyawaroh Kubro itu, struktur Kepemimpinan NU saat ini terdiri dari Mustasyar, Syuriyah dan Tanfidziyah. Mustasyar adalah badan penasihat yang dipilih oleh Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah bersama tim formatur.

Konsep Ahwa Menurut Anak Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Konsep Ahwa Menurut Anak Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Konsep Ahwa Menurut Anak Muda NU

Syuriyah sebagai pemimpin tertinggi dipilih langsung oleh muktamirin atau peserta konferensi. Ketua tanfidziyah selaku pelaksana NU, juga dipilih langsung dengan persetujuan Rais Syuriyah terpilih.

Dalam praktiknya, Mustasyar yang berisi para ulama mumpuni, bertindak sebagai penasihat yang diperankan sebagai simbol semata. Mereka menyebut “seperti menempatkan ulama sepuh di parkiran”.

Mustasyar tidak memiliki fungsi sebagai mahkamah di internal jam’iyyah, karena fungsinya hanya penasihat. Nasihatnya bisa dipakai bisa tidak. Sementara organisasi NU berkembang sedemikian rupa di tengah situasi sosial dan politik, memerlukan kontrol dan dorongan dari para ulama. Namun ini tidak diperankan dan tidak terakomodasi dalam badan Mustasyar.

Mujahidin Cyber

Adapun Rais Aam Syuriyah yang merupakan pemimpin tertinggi dengan legitimasi kuat hasil muktamar, juga tidak penah menjalankan fungsi mahkamah ketika ada pelanggaran khittah nahdliyah yang dilakukan oleh pengurus NU. Yang ada hanya teguran atau nasihat saja yang tidak membawa efek jera.

Akibat tidak pernah mendapat sanksi, kesalahan itu terus terulang, dan terulang. Hal ini tentu tidak boleh dibiarkan.

“Atas identifikasi masalah inilah diperlukan Ahlul Halli wal Aqdi,” tutur Muhammad Ali Usman, sekrataris tim perumus dokumen Musyawaroh Kubro.

Dia paparkan, Ahwa yang diharapkan dibentuk di Muktamar ke-33 NU Tahun 2015 nanti, berfungsi sebagai mahkamah organisasi, sekaligus menjadi ahul ihtiyar untuk memilih pengurus harian. Yaitu ketua dan wakil ketua tanfidziyah, katib syuriyah, dan pengurus harian lainnya. Pengurus harian yang telah dipilih tersebut, menyusun kepengurusan lengkap, termasuk di lembaga dan lajnah.

Mujahidin Cyber

Siapa yang memilih anggota Ahwa?

Yaitu peserta muktamar (muktamirin) yang memilih dari usulan pengurus cabang NU. Ahwa ini pula yang bermusyawarah untuk memilih Rais Am. Dan bersama Rais Am terpilih, Ahwa menyodorkan calon Ketua Umum PBNU untuk dipilih langsung oleh muktamirin.

“Ada dua alternatif bentuk Ahwa,” lanjut Usman.

Alternatif pertama, jelasnya, Ahwa adalah wadah berkumpul orang-orang terpilih yang keanggotaanya bersifat tetap di struktur NU. Sebagai badan informal namun dilegalkan dalam AD/ART NU. Boleh juga sebagai lembaga ad hoc untuk keperluan muktamar.

Kedua, Ahwa adalah lembaga syuriyah yang diberi kewenangan tambahan sebagai mahkamah organisasi. Juga memiliki hak veto untuk membatalkan struktur pengurus NU maupun badan otonom NU yang tidak sesuai dengan khittah NU.

Hak veto meliputi hak membatalkan program kerja lembaga, lajnah maupun banom yang tidak sejalan dengan khittah NU. Dalam penjatuhan sanksi tersebut harus melalui musyawarah Ahwa dan memberi kesempatan kepada pihak yang diduga melanggar untuk memberi klarifikasi dalam suatu sidang mahkamah.

Jadi nantinya diharapkan tidak lagi ada cerita banom NU menjalankan “proyek” dari lembaga donor luar negeri yang programnya tidak sesuai syariat Islam atau melanggar khittah nahdliyah.

Berapa orang yang duduk di lembaga Ahwa?

Diusulkan 9 atau 21 orang, terdiri para ulama punya kehormatan (karomah) tinggi dengan legitimasi moral yang sangat kuat. Atau dalam bahasa sederhana adalah ulama kredibel.

“Nah, syarat untuk diusulkan dan dipilih menjadi anggota Ahwa ada lima,” tulisnya.

Lebih lanjut dia jelaskan, lima syarat tersebut adalah 1). pengikut ahlussunnah wal jamaah, 2). Tidak pernah melanggar khittah NU, 3). Zuhud, 4). Alimun bi ulumid-dunya wal akhiroh, 5). Tidak pernah terlibat dalam kejahatan perdata atau pidana. (Ichwan/Mahbib)

 

Foto: Gambar wajah Rais Akbar Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asyari dan enam ulama kharismatik lain yang pernah menjadi pemimpin tertinggi NU sebagai rais aam.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Bahtsul Masail Mujahidin Cyber

Minggu, 24 Desember 2017

Khotbah Berisi Hujatan dan Provokasi Bukan Ajaran Islam

Jakarta, Mujahidin Cyber. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi mengamati khotbah Juma’t bernada hujatan terhadap suatu kelompok tertentu bukan hal baru. Hanya saja Kiai Masdar menyayangkan, frekuensi khotbah yang bertentangan dengan semangat khotbah itu sendiri, semakin meningkat belakangan ini.

“Khotbah Jum’at yang berisi provokasi terhadap umat, bukan hal baru itu. Dari dulu ada memang beberapa khotib yang menyampaikan hasutan-hasutan. Semua itu bertentangan dengan ajaran Islam,” kata Kiai Masdar kepada Mujahidin Cyber, Jumat, (9/1) siang.

Khotbah Berisi Hujatan dan Provokasi Bukan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Khotbah Berisi Hujatan dan Provokasi Bukan Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Khotbah Berisi Hujatan dan Provokasi Bukan Ajaran Islam

Kiai Masdar lalu menyebutkan sejumlah tugas para khotib dalam berkhotbah. Menurutnya, kewajiban mereka yang paling mendasar sekali ialah mengerti syarat untuk menjadi seorang khotib. Berikutnya, mereka mesti memahami betul rukun dan hal-hal yang membatalkan khotbah.

Mujahidin Cyber

“Setelah itu, tugas para khotib memberikan penyadaran kepada umat, menyebarkan bibit-bibit perdamaian. Ajaklah umat kepada hal-hal positif. Jangan sampai menyulut kebencian atau konflik. Ini sudah di luar jalur,” tegas Kiai Masdar.

Mujahidin Cyber

Ketika ditanya perihal intrupsi terhadap khotbah berisi hujatan, Kiai Masdar menyatakan, “Intrupsi itu memang kurang lazim di kalangan masyarakat kita.” Baiknya ditegur dengan baik selepas sembahyang Jumat.

Pernyataan Kiai Masdar ini merupakan tanggapan terhadap isu intrupsi khotbah yang kini ramai diperbincangkan di media massa. Isu ini mengemuka ketika diangkat Mujahidin Cyber dalam rubrik Bahtsul Masail pada akhir Juli 2014 lalu. Baca selengkapnya di alamat situs Mujahidin Cyber http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,59-id,53576-lang,id-c,bahtsul+masail-t,Bolehkah+Menginterupsi+Khutbah+Jum%E2%80%99at+-.phpx. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1)

Selain keistiqamahan, almarhum KH Zainal Abidin Munawwir juga meneladankan semangat literasi. Membaca buku adalah aktivitas yang sangat ia  anjurkan bagi para santri. Di samping itu, ia  meninggalkan beberapa karya dalam berbagai disiplin ilmu agama. Di antaranya:

1. Wadhaifu al-Muta’allim.
Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya-karya KH Zainal Abidin Krapyak (1)

Kitab ini menjadi petunjuk teknis bagi para penuntut ilmu. Mbah Zainal menerangkan bagaimana semestinya seorang pelajar berniat, berperilaku, bergaul, belajar dan berdoa. Ia mengingatkan bahwa ilmu bukan sekadar asupan bagi akal, tak hanya pengisi kepala, tetapi juga muatan batin yang harus membekas dalam perilaku keseharian. 

Mbah Zainal membuka pembahasan di awal bab dengan urgensi niat dalam menuntut ilmu. Ketakwaan harus didasari dengan ilmu, sedangkan ilmu semestinya mengantar penuntutnya menuju ketakwaan. 

Mujahidin Cyber

Di dalam 4 bab dengan 32 sub-bab, kitab ini menunjukkan betapa pentingnya keridhaan orang tua bagi seorang pelajar dalam proses belajar. Bagaimana seharusnya seorang pelajar berperilaku di dalam maupun di luar kegiatan pembelajaran, baik bersama guru maupun kawan-kawannya. Serta apa yang harus diupayakan oleh seorang pelajar dalam aspek spiritual melalui munajat di kala sendiri. 

Mujahidin Cyber

Selesai ditulis pada 10 Muharram 1384 H, kitab setebal 85 halaman ini mengambil referensi dari beberapa kitab besar, seperti al-Jami’us Shaghir karya as-Suyuthi, Manhaj Dzawin Nadzar karya Syekh Mahfudh at-Tarmasi, Ihya’ ‘Uluumiddiin karya al-Ghazali, dan ‘Umdatul Qari karya al-Badru al-‘Ayni. 

2. Al-Muqtathafaat. Sebanyak 568 untai hadits tersusun dalam al-Muqtathafat fi Jami’i Kalaamihi Shalla Allahu ‘Alayhi wa Sallam. Keseluruhan hadits ini dipilih oleh Mbah Zainal dari kitab al-Jami’us Shaghir karya al-Imam al-Hafidh Jalalud -Din as-Suyuthi beserta kitab syarahnya, Faidhul Qadir, karya al-Manawi.

Juz awal kumpulan hadits ini selesaiditulispada 1 Ramadhan 1388 H dalam kitab setebal 197 halaman ini tercantum hadits-hadits Rasulullah dari abjad alif sampai tsa. Setiap nomor berisi redaksi matan hadits, kode periwayat, serta sekilas penjelasan hadits tersebut. 

3. Al-Furuuq. Apa bedanya aqiqah dan qurban? Apa pula bedanya bay’u dan ijaroh? Lalu bagaimana perbedaan jizyah, hadanah dan aman? Tak sedikit dari kita yang kebingungan saat membedakan istilah-istilah teknis peribadatan tersebut, baik mahdhah maupun muamalah. 

Inilah keunikan kitab al-Furuuq susunan Mbah Zainal. Berisi 40 poin tentang definisi dan diferensiasi istilah-istilah syari’at yang tampak serupa tetapi berbeda. Semua istilah tersebut mengacu pada al-Asybah wan Nadzair karya as-Suyuthi. Sebagaimana dalam kitab-kitabnya yang lain, pembahasan dalam kitab yang selesai ditulis pada 15 Sya’ban 1378 ini juga singkat, padat dan tidak bertele-tele. 

4. Taariikhu al-Hadharati al-Islamiyyah. Di dalam kitab ini, Mbah Zainal benar-benar menunjukkan bahwa Islam bukan hanya agama tauhid dan fitrah, tetapi juga agama akal dan ilmu. Penghargaan yang tinggi dari Islam terhadap ilmu menjadi pemantik kemajuanumat Islam dalam berbagai bidang. Demikian arah penekanan Mbah Zainal. 

Perjalanan keilmuan dalam peradaban Islam tertoreh dalam kitab ini mulai dari zaman Rasulullah hingga masa ‘Abbasiyyah II. Mulai dari ilmu-ilmu pokok agama hingga ilmu-ilmu alam dan terapan. Mbah Zainal mengemukakan tiga kategori ilmu menurut wilayah kajiannya, yakni al-‘ulumus syar’iyyah, al-‘ulumul lisaaniyyah dan al-‘uluumul kauniyyah.

Dalam bab al-‘ulumus syar’iyyah, Mbah Zainal mengelompokkan tafsir, hadits , ushul fiqh, fiqh, dan kalam. Adapun ilmu nahwu, sharaf, matnul lughah, ‘arudh, balaghah, sastra dan tarikh digolongkan dalam al-‘ulumul lisaaniyyah. Sedangkan kedokteran, astronomi, matematika, kimia dan geografi termasuk dalam kategori al-‘uluumul kauniyyah. Masing-masing cabang ilmu tersebut diterangkan secara gamblang berikut perkembangan dan tokoh-tokohnya. 

Di paruh kedua kitab, tercatat kemajuan peradaban bangsa Arab setelah kedatangan Islam, pengaruh ilmu dalam peradaban, serta beberapa penjelasan atas prinsip dasar peribadatan dalam Islam. Di akhir kitab , Mbah Zainal membubuhkan tiga data informatif singkat. Yakni Awwaliyyat, berisi 20 nama pelopor dalam berbagai hal. Ada pula Sijillut Tasyrii’, mencatat 17 peristiwa penting dalam 8 tahun hijriah. Dan al-Maqaadir, tentang ukuran-ukuran perhitungan syariat dengan perbandingan modern. 

Dari tarikh yang tertera dalam keempat karya di atas, maka dapat diketahui bahwa Mbah Zainal menuliskannya pada saat ia belum genap 40 tahun. Dengan ukuran saat itu, sekitar 50 tahun yang lalu, tentu kitab-kitab ensiklopedis karya Mbah Zainal di atas termasuk barang langka dan bermutu. Karya-karyanya yang lain semisal Kitaabu al-Shiyam, Masaailu al-Waqi’iyyah, Majmu’u al-Rasail, Al-Ta’riifu bi Ahli al-Sunnatiwa al-Jama’ah, dan Manaasiku al-Hajjakan dibahas dalam kesempatan selanjutnya. Insyaallah. (Zia UlHaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Bahtsul Masail, Hadits Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Kudus, Mujahidin Cyber

Festival Tongtek yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah. Kegiatan yang baru dihelat kali pertama ini diikuti 33 kontingen dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kudus.

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Di sepanjang jalan dari start Lapangan Kongsi Desa Loram hingga Masjid Wali, mereka Sabtu (25/6) malam itu memainkan musik kentongan yang dipadukan alat-alat seadanya lainya seperti galon, kaleng biskuit, tong, dan lainnya. Dengan berjalan kaki, tetabuhan musik kentongan ini mengiringi lagu-lagu religi yang mereka nyanyikan.

Festival yang dimulai selepas tarawih ini mendapat sambutan warga dan tokoh masyarakat desa setempat. Ratusan masyarakat berjajar di pinggir jalan menanti kontingen tongtek melewati jalan raya Desa Loram.

Ketua panitia Syaifuddin Najib mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya melestarikan musik kentongan yang belakangan ini hampir punah. Musik kentongan, katanya, memiliki manfaat sebagai perangkat untuk kepentingan patroli (ronda) malam menjaga keamanan desa.

Mujahidin Cyber

?

"Ansor ingin mencoba menumbuhkan kembali melalui lomba tongtek sehingga musik tradisional tetap lestari. Apalagi selama Ramadhan seringkali dimanfaatkan untuk membangunkan orang sahur puasa," katanya.

Mujahidin Cyber

?

Melihat antusiasme warga dan peserta, kata dia, kegiatan festival tongtek menunjukkan adanya respon positif. Karenanya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan budaya yang diagendakan rutin setiap tahun.? "Kita akan melanjutkan festival tongtek ini sebagai kegiatan rutin setiap tahun di Kecamatan Jati," tutur Najib.

?

Pembina Banser Kudus H.Akhwan Sukandar mengapresiasi kegiatan bernuansa seni tradisional ini. Menurutnya, kesenian tongtek sudah berlangsung lama muncul di lingkungan masyarakat pedesaan sebagai musik ronda. Namun belakangan musik seperti ini hampir hilang.

?

"Kegiatan festival tongktek patut didukung sehingga musik tradisional ini tetap lestari," ujar Akhwan yang juga mantan Komandan Satkorcab Banser Kudus ini.

?

Pernyataan senada juga disampaikan Kapolsek Jati yang hadir mulai awal hingga selesainya acara pukul 24.00 WIB. Dikatakan, sejarah musik tongtek berawal dari cerita adanya orang bermain judi gaple. Karena judi mengganggu masyarakat, akhirnya para pemainnya diusir oleh para pemain tongtek.

"Oleh karena itu saya sangat berharap kegiatan tongtek tetap dilaksanakan dengan kemeriahan," katanya seraya meminta masyarakat menjaga lingkungan sekitarnya.

Festival tongtek ini diikuti 33 kontingen yang berasal dari 6 kecamatan yakni Gebog, Jati, Bae, Kaliwungu, Mejobo dan Undaan. Dari hasil penilaian juri terpilih kontingen terbaik masing-masing juara 1 grup dari Kaliwungu, Juara 2 (Jepang Pakis, Jati), Juara 3 (Payaman, Mejobo), Juara harapan 1 dan 2 adalah Loram Wetan dan Undaan Lor. Masing-masing juara mendapat penghargaan piala dan uang pembinaan yang nilainya beragam. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Pertandingan Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran

Solo, Mujahidin Cyber. Di penghujung Februari tahun 2013 ini, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf (Solo) melakukan berbagai tour ke beberapa negeri tetangga (jiran). Habib Syech melakukan sejumlah lawatan tersebut bersama majelis Ahbabul Musthofa.

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran

“Tenggaroh Malaysia Bershalawat,  malam ini (25/2) bersama Habib Syekh Abdul Qadir As-Segaf,” begitu bunyi salah satu tulisan yang dilansir pada situs resmi Syekhermaniapusat.

Keterangan pada situs tersebut diantaranya Habib Syech dijadwalkan akan menggemakan shalawat di Malaysia dan Singapura, pada tanggal 22-25 Februari. Dalam sejumlah kunjungan tersebut Tokoh Qasidah Nusantara, begitu sebutan Habib Syech di Negeri Jiran, juga akan disertai para habib, ulama dan umara dari Singapura-Malaysia.

Mujahidin Cyber

Lokasi acara sholawat diantaranya adalah Masjd Al-Muttaqien Taman Sutra Johor Malaysia, Masjid An-Nahdhah Bishan, dan SMK Tan Sri Abdul Kadir Felda Tenggaroh 5 Mersing Johor.

Mujahidin Cyber

Selain acara shalawat, ia juga dijadwalkan akan berziarah bersama rombongan ke bebrapa makam para wali di Malaysia dan Singapura, diantaranya yakni makam Habib Nuh bin Muhammad Al-Habsyi Singapura.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Aswaja, Hikmah Mujahidin Cyber

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

Surabaya, Mujahidin Cyber. Sejumlah alim ulama se-Surabaya mengadakan halaqoh membangun gerakan pesantren anti korupsi, Ahad (30/8). Kegiatan dipungkasi dengan deklarasi sebagai komitmen mereka mengawal perbaikan di negeri ini lewat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

Dalam pandangan Wuryono Prakoso, Indonesia memiliki kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat luar biasa. Bahkan dalam pandangan devisi pendidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, banyak hal yang membuat Indonesia sebenarnya bisa lebih unggul dari negara manapun di dunia.?

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Optimalkan Jaringan Pesantren untuk Gerakan Anti-Korupsi

"Tapi mengapa kita tertinggal? Tidak lain karena korupsi telah menggerogoti negeri ini," katanya.

Mujahidin Cyber

Namun demikian, ada potensi besar yang dapat dioptimalkan untuk meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali korupsi di negeri ini yakni dengan tersebarnya ribuan pesantren. "Ada sekitar 27 ribu pesantren di Indonesia," katanya. Kalau setiap pesantren memiliki 300 santri saja, maka akan tersedia 8 juta lebih elemen yang bisa digerakkan untuk tujuan pemberantasan korupsi tersebut.

Pandangan lain disampaikan Laode M Syarif dari Partnership. Tahun 1961, Mohammad Hatta telah mengingatkan korupsi jangan sampai dibiarkan menjadi budaya di Indonesia. Karena itu sejumlah ikhtiar harus dilakukan agar kejahatan ini tidak merusak pembangunan dan capaian yang harus diraih bangsa.

Mujahidin Cyber

"Kita masih memiliki harapan karena dalam pandangan masyarakat, ada beberapa elemen yang dipercaya masih bersih dari tidakan korupsi," kata salah seorang kandidat komisioner KPK ini. Secara rinci, ia menyebutkan masjid, gereja, pura, kantor pos, media dan lembaga swadaya masyarakat sebagai pihak yang bersih.?

Kondisi ini sangat berbalik dengan keberadaan kepolisian, kejaksaan, pengadilan, kantor imigrasi, kantor pajak, dan partai politik yang sudah dianggap sebagai sarang tindakan korupsi.

Baginya, keberadaan pesantren masih dipercaya masyarakat untuk bisa melakukan perbaikan di negeri ini dari tindakan korupsi. "Karena itu, pesantren harus berani mempertanyakan sejumlah bantuan yang akan diterima dari berbagai kalangan," terangnya.

Narasumber lain yakni Kiai Maruf Khozin mengemukakan hasil keputusan pertemuan sejumlah kiai dan ulama di Yogyakarta serta Muktamar Ke-33 NU yang memberikan perhatian kepada tindakan korupsi. "Bahkan NU telah menyepakati, dalam kondisi negeri yang sedang genting, maka para koruptor dan pelaku pencucian uang layak mendapat hukuman mati," kata aktivis bahtsul masail ini.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama gerakan pesantren anti-korupsi. Tampak bergabung Ahmad Suaedy dari Gusdurian, sejumlah pengasuh pesantren serta alim ulama dari Sidoarjo dan Surabaya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Hadits, Olahraga Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Fatayat NU Maroko Gelar Kajian Kewanitaan

Kenitra, Mujahidin Cyber. Perempuan berdaya adalah perempuan yang tidak hanya memenuhi takdir feminitasnya. Ia juga memiliki sisi maskulin yang membuatnya sanggup menjalankan banyak peran sekaligus, baik dalam kehidupan keluarga, dunia akademik, dan kemasyarakatan secara luas.

Hal ini muncuat dalam disukusi seputar kewanitaan yang digelar Pimpinan Cabang Istimewa Fatayat Nahdlatul Ulama Maroko dalam rangka memperingati tahun baru hijriah 1436 H di griya STAINU Kenitra, Ahad (26/10). Acara ini menghadirkan mahasiswi doktoral di Universitas Moulay Ismail Meknes Maroko, Subi Nur Isnaini.

Fatayat NU Maroko Gelar Kajian Kewanitaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Maroko Gelar Kajian Kewanitaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Maroko Gelar Kajian Kewanitaan

Isna menyampaikan tentang bagaimana seorang perempuan mampu menjalankan banyak peran mulai dari ibu rumah tangga, istri, ibu, mahasiswi, dan orang yang berperan aktif di lingkup sosial.

Mujahidin Cyber

Isna yang sedang menunggu kelahiran anak kedua ini meraih gelar masternya di Universitas Sidi Mohamed Ben Abdillah Fes Maroko dalam kurun waktu kurang 2, tahun saat mengandung anak pertama. Dan sebelum mengenyam pendidikan tinggi di Maroko, ia adalah sarjana lulusan Universitas Al Azhar sekaligus aktivis Fatayat PCINU Mesir.

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan diskusi kali ini, Isna berbagi pengalaman dan kiat kepada para mahasiswi dan mahasiswa perihal takdir feminitas perempuan dan usaha menampilkan ruh maskulin dalam berbagai aspek kehidupan, seperti keluarga, akademik, dan sosial.

Diskusi yang dimoderatori Ketua Fatayat NU Maroko Sarah Lathoiful Isyaroh kali ini juga menghadirkan dosen pengajar bahasa Indonesia di Maroko, Marmuah.

Menurutnya, ada dua faktor penting perempuan dapat memberdayakan dirinya sendiri. Marmuah menyebut faktor internal dari perempuan adalah penentu garis takdir yang akan dihadapinya, selain faktor eksternal yang juga tak kalah penting dalam rangka meneguhkan langkah.

"Faktor internal yang dimaksud adalah kemauan, usaha, dan doa. Seorang perempuan harus memiliki kemauan untuk mengubah nasib dirinya dan orang sekelilingnya menuju ke arah yang lebih baik. Dalam rangka mengimplementasikan apa yang diinginkan maka seorang perempuan mesti melakukan langkah konkret untuk mencapai tujuannya,” tuturnya.

Faktor eksternal pun tak kalah penting. Dukungan seorang suami yang mampu mengerti cita-cita mulia seorang istri dalam pendidikan menjadi kunci dari semua hal yang akan dijalani. Jika restu dari suami tak didapatkan, maka tak akan ada apa-apa kecuali angan-angan yang tak kunjung mengkristal.

Dalam kesempatan ini, ibu Marmuah menambahkan bahwa dalam hal berkeluarga, seorang perempuan harus menjadi ibu yang cerdas, jujur dan terbuka bagi anak-anaknya agar mampu menjadi teladan yang baik bagi pendidikan dan perilaku anak-anaknya ke depan.

Pada penghujung acara Ketua Fatayat NU Maroko menyerahkan sertifikat kepada narasumber kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Turut hadir Wakil Rais Syuriah PCINU Maroko H. Ali Syahbana, Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko Kusnadi El Ghezwa, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, dan sejumlah staf KBRI Rabat. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Internasional, Hadits Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

Obama Harus Lepas Sepatu di Istiqlal

Jakarta, Mujahidin Cyber. Presiden AS Barack Obama harus melepas sepatu ketika masuk Masjid Istiqlal. Pernyataan ini sekaligus menjawab munculnya rumor bahwa Obama akan masuk Istiqlal dengan tetap mengenakan sepatu.  Sebetulnya Istiqlal sudah biasa menerima tamu negara. Karena itu, segala persiapan penyambutan seperti karpet merah dan lainnya sudah disiapkan.

“Bahkan, sarana penyambutan seperti itu sudah siap digunakan kapan pun ketika ada tamu negara yang datang ke Istiqlal. Hanya saja seperti tamu-tamu lain, Obama juga harus melepas sepatunya. Malahan Istiqlal sekarang ini batas sucinya sudah sampai depan teras, luar sana,”tandas Mubarok selaku Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal pada wartawan di Jakarta, Selasa (9/11).

Obama Harus Lepas Sepatu di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)
Obama Harus Lepas Sepatu di Istiqlal (Sumber Gambar : Nu Online)

Obama Harus Lepas Sepatu di Istiqlal

Yang jelas katanya, Istiqlal ini sudah sering menerima tamu kepala-kepala negara. “Mereka semua ikut aturan kami, Kalau soal karpet merah dan lainnya, tentu Istiqlal sudah menyiapkan. Kami sudah pasang permanen di pintu VVIP karena memang tamu kehormatan yang datang ke sini tidak sedikit. Paling kalau warnanya sudah rada pudar, kami ganti yang baru,”ujar Mubarok.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, jika dilihat sepintas, Istiqlal seolah tidak mengadakan persiapan apa pun terkait kedatangan Obama. Namun, Mubarok menegaskan, untuk standar pelayanan dan persiapan penyambutan tamu negara, Istiqlal telah lebih dahulu siap ketimbang lokasi-lokasi lain.

Mujahidin Cyber

"Soal nantinya Obama mau diajak ke mana, sudah kami siapkan. Terus juga ada cindera mata dan sebagainya, termasuk melihat beduk raksasa Istiqlal.. Jadi Istiqlal telah siap kapan pun tamu datang. Setelah Obama ke sini nanti, sorenya juga datang rombongan kenegaraan dari Austria. Mereka bahkan lebih banyak,"katanya. (amf)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Sunnah Mujahidin Cyber

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kiai Said: Kita Disiapkan Tuhan Jadi Bangsa Majemuk

Jakarta, Mujahidin Cyber. Indonesia sudah ditakdirkan dan disiapkan Allah menjadi negara yang bhinneka atau majemuk. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia seharusnya menerima itu dengan rasa gembira dan bangga karena mendapat penghargaan dari Allah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Buku Miqat Kebinekaan di Gedung PBNU, Jumat (9/6).?

Menyitir salah Surat Al Hujurat ayat 13, Kiai Said menerangkan, Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar mereka saling mengenal, bukan saling membunuh atau bermusuhan.

Kiai Said: Kita Disiapkan Tuhan Jadi Bangsa Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kita Disiapkan Tuhan Jadi Bangsa Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kita Disiapkan Tuhan Jadi Bangsa Majemuk

“Kita disiapkan Tuhan untuk menjadi bangsa yang bhinneka,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah itu.

Ia mengaku, tidak semua orang sadar dan bisa mengelola akan keberagaam yang ada dengan baik dan tepat. Terkait hal itu, ia menilai masyarakat muslim Indonesia harus bersyukur karena ada salah satu ulama yang mampu menangkap keberagaam itu. Diantara keberagamaan yang masih dipersoalkan di beberapa negara Islam adalah soal Islam dan nasionalisme.

“Keberagaman ini sudah ditangkap oleh KH Hasyim Asyari. Menurutnya, Islam dan nasioanlisme harus saling memperkuat. Nasionalisme ada di Islam, dan Islam ada di nasionalisme,” urainya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, RMI NU Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Jumat, 20 Oktober 2017

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser "Turun Tangan

Ponorogo, Mujahidin Cyber. Satkorcab Banser Ponorogo mengerahkan para alumni Diklatsar Banser di Pudak, Ponorogo, untuk mengikuti Kerja Bakti membuat taman di Akafarma-Insuri, Senin (14/1). Sekitar 50 orang alumni Diklatsar Banser dengan penuh semangat membersihkan rumput liar di sisi kanan dan kiri jalan masuk kampus Akafarma-Insuri, salah satu perguruan tinggi NU terkemuka di Ponorogo.

Tidak hanya itu, tanah yang tadinya ditumbuhi rumput digali lalu ditimbun sepanjang sisi kanan dan kiri jalan. Timbunan tanah itu nantinya akan ditanami tanaman bunga dan tali rafia. 

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser "Turun Tangan

Menurut H Sugeng Hariyono, fungsionaris Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yapertimu) Batoro Katong Ponorogo yang menaungi Akafarma dan Insuri, pembuatan taman ini telah menjadi impian sejak lama. H. Sugeng mengaku risih jika jalan masuk kampus tampak kumuh dan gersang. Apalagi jalan masuk kampus merupakan wajah kampus, jika kumuh akan menimbulkan persepsi negatif pada masyarakat.

Mujahidin Cyber

“Jalan masuk kampus ini cukup panjang dan dapat dilihat langsung oleh pengguna jalan raya yang melintas depan area kampus. Jika tidak dipercantik dengan taman masyarakat akan memiliki persepsi bahwa kampus tidak terurus. Maka kami tidak mau berlama-lama lagi untuk membuat taman di sepanjang jalan ini,” Kata H. Sugeng yang juga dipercaya menjadi Komisaris Utama PT. Radio Aswaja FM ini.

Mujahidin Cyber

Kegiatan kerja bakti semacam ini bukan hal baru lagi bagi Banser Ponorogo. Sebelumnya sudah tidak terhitung lagi Banser Ponorogo membantu Takmir Masjid, Madrasah, Pesantren dan masyarakat memperbaiki fasilitas yang mereka miliki. Bahkan kegiatan bedah rumah juga sering diadakan. Ahmad Subkhi alias Kalibek selaku Kasatkorcab Banser Ponorogo mengatakan, atas permintaan masyarakat khususnya warga NU dan keinginan sendiri Banser Ponorogo selalu ingin hadir mendarma baktikan tenaganya untuk aksi sosial.

“Saya sampai lupa sudah berapa kali Banser Ponorogo terjun di masyarakat untuk kerja bakti baik sekedar membersihkan lingkungan fasilitas ibadah dan sekolah sampai bedah rumah warga NU yang tidak layak. Kami senantiasa menyadarkan anggota Banser untuk selalu siap mendarma baktikan tenaganya untuk kepentingan masyarakat terutama warga NU” ungkap Kalibek penuh kebanggaan,

Pernyataan Kalibek diamini oleh Idam Mustofa selaku Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo. Lebih lanjut pria berkecamata minus ini menyatakan, program kerja bakti seperti di Akafarma-Insuri itu juga menjadi implementasi program bidang lingkungan hidup PC GP Ansor. Ke depan pihaknya ingin sekali membantu Pemda melestarikan lingkungan hidup lewat program penghijauan atau sejenisnya.

“Kami sangat berharap Pemda Ponorogo melalui Satker terkait bisa membantu menyediakan bibit tanaman produktif agar bisa ditanam melalui kegiatan penghijauan. Menilik output program bidang lingkungan hidup, PC GP Ansor Ponorogo menginginkan adanya kerjasama dengan Pemda. Pemda menyediakan bibitnya, kami yang menanamnya.” Kata Idam Mustofa penuh harap.

Untuk merealisasikan program penghijauan ini, PC GP Ansor Ponorogo sejauh ini tengah mengadakan pendekatan dengan Dinas Pertanian Pemda Ponorogo untuk membantu penyaluran bibit tanaman produktif senyampang musim hujan. Pihak Dinas Pertanian tampaknya menyambut baik, namun masih menunggu waktu yang tepat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Noor Abidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Berita, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Rabu, 18 Oktober 2017

Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab

Jombang, Mujahidin Cyber. Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan wafatnya istri KH A Wahab Chasbullah, Nyai Rohma Wahab, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mendaulat Habib Ahmad bin Ismail Al-Idrus, Rabu malam (17/12), untuk memimpin pembacaan shalawat.

Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Ahmad Jakarta Pimpin Shalawat di Haul Nyai Rohma Wahab

Pembacaan shalawat habib asal Jakarta itu dipusatkan di kediaman Mbah Wahab Chasbullah ini. “Malam ini tidak ada ceramah, kita akan bershalawat bersama yang akan dipimpin oleh Habib Ahmad bin Ismail Al-Idrus,” kata KH Hasib Wahab, Ketua Majelis Pengasuh Pondok Bahrul Ulum Tambakberas.

Menurut kiai yang akrab disapa Gus Hasib, Habib Ahmad merupakan salah satu spiritualis. “Mudah-mudahan kehadiran beliau membawa semangat kepada kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dan senantiasa memperoleh syafaat nabi,” sambungnya.

Mujahidin Cyber

Ratusan orang memadati tempat yang disediakan panitia. Mulai dari seluruh keluarga besar pondok tersebut, para santri, jama’ah muslimat se-Kabupaten Jombang, serta beberapa jajaran pemerintah daerah, termasuk Drs H Alimudin yang mewakili bupati Jombang.

Mujahidin Cyber

Menurut Alimudin, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko tidak bisa hadir karena sedang melaksanakan ibadah umroh ke tanah suci. “Kami mohon maaf kepada semuanya atas berhalangan hadirnya bupati Jombang dikarenakan sedang umroh,” katanya.

Tidak hanya bupati, Wakil Bupati Jombang Hj Munjidah Wahab juga tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugas ke Jakarta.

Walaupun demikian, acara ini tetap lebih meriah dari pelaksanaan sebelumnya. "Acara peringatan haul ini berbeda, dan lebih semarak dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya hanya diperingati oleh santri dan alumni dari Pondok Pesantren Al-Lathifiyah 1, tanpa mengundang ratusan orang seperti malam hari ini,” tandas Fithrotin Nahdhiyah panitia pada acara haul itu. (Romza/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Hadits Mujahidin Cyber

Senin, 02 Oktober 2017

Dilantik, IPNU dan IPPNU Karawang Siap Perluas Kaderisasi

Karawang, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Karawang, Jawa Barat dilantik di aula Husni Hamid Pemda Karawang. Pelantikan ini dihadiri ratusan pelajar, ?PCNU Karawang, PC PMII Karawang, serta Ikatan Mahasiswa Karawang (Imaka).

Dilantik, IPNU dan IPPNU Karawang Siap Perluas Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU dan IPPNU Karawang Siap Perluas Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU dan IPPNU Karawang Siap Perluas Kaderisasi

Ketua PC IPNU Karawang Kiki Nugraha mengatakan, ?saat ini degradasi moral para pelajar yang semakin marak, mulai kenakalan pelajar, narkoba, serta lainnya. ?Maka dari itu, kader-kader IPNU dan IPPNU Kabupaten Karawang harus mampu mengimplementasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal-Jamaah.

“Pelantikan ini akan dijadikan momentum untuk mempeluas kaderisasi mulai dari lembaga-lembaga sekolah, pesantren, sampai pembentukan tingkat ranting. IPNU dan IPPNU Kabupaten Karawang akan terus melakukan kaderisasi, dan pembinaan secara berkelanjutan di masing-masing tingkatan kepengurusan," katanya pada pelantikan Sabtu (10/9).

Mujahidin Cyber

Dalam kegiatan kaderisasi nantinya, lanjut dia, akan dengan dikembangkan pelatihan dan pembinaan sesuai dengan tuntutan pelajar.? ?"Tetap semangat, bulatkan tekad, satu periode ke depan mari kita bekerja bersama-sama menghidupi organisasi ini dengan niat yang tulus," ujarnya.

Mujahidin Cyber

Sambung Kiki, para pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Karawang yang baru saja dilantik, agar terus melakukan komunikasi dengan membuat kegiatan yang bermanfaat bagi pelajar Karawang agar menjadi generasi muda yang cerdas dan berbudaya?. Semua harus sejalan untuk mampu berkontribusi untuk kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Karawang di masa depan.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Muslim Pulungan meminta untuk menjalankan roda organisasi sesuai dengan PD/PRT.? Semua kader harus kerja keras untuk? mewujudkan IPNU menjadi sentrum kaderisasi pelajar di Indonesia. Untuk itu, konsentrasi IPNU harus mengusung kualitas kader, keaswajaan dan intelektualitas.

Lanjut dia, kader pelajar NU harus mempunyai output yang bisa dirasakan oleh masyarakat, dengan meningkatkan kualitas SDM pelajar Karawang. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Sholawat Mujahidin Cyber

Kamis, 21 September 2017

Di Hadapan Manaker RI, Bupati Bondowoso Minta PMII Lebih Kreatif

Bondowoso, Mujahidin Cyber 

Bupati Bondowo, Amin Said Husni meminta Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( IKA PMII)  untuk lebih kreatif dan lebih progresif mengisi setiap roh kehidupan dan memanggil bakti dari alumni pergerakan. 

Hal ini disampaikannya saat pengukuhan IKA PMII Bondowoso, Jumat (2/6) di pendopo kabupaten setempat yang dihadiri Menteri Ketenagakerjaan RI yang juga Sekjen PB IKA PMII, Muhammad Hanif Dhakiri

Di Hadapan Manaker RI,  Bupati Bondowoso Minta PMII Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Hadapan Manaker RI, Bupati Bondowoso Minta PMII Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Hadapan Manaker RI, Bupati Bondowoso Minta PMII Lebih Kreatif

“ Alumni PMII saat ini sudah banyak tersebar masyarakat, dan paling besar itu ada di jalur edukatif . Namun tidak sedikit yang berada di jalur legeslatif menjadi anggota DPRD. Bahkan ada yang menjadi kepala desa,” bebernya.

Para alumni ini, lanjut Amin Said yang juga Ketua IKA PMII Jawa Timur, harus terus meningkatkan kualitas dan profesionalitasnya. Hal ini dikarenakan, tantangan yang akan dihadapi semakin berat. Dan hal ini menuntut kiprah dan khidmat Alumni PMII sebagaimana slogannya Ilmu dan Bhakti Kuberikan

" Untuk mewujudkan masyarakat yang dicita-citakan ini,  menuntut khidmat sahabat-sahabat pergerakan sebagaimana tujuan perjuangan bangsa yang jaya,  Islam yang benar," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI,  Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan, bahwa saat ini negara Indonesia masih terus menghadapi ujian dan juga tantangan, Salah satu ujian yang mencuat adalah menyangkut soal tatakelola kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.” Kita hidup dalam sebuah negara yang plural, hidup dalam sebuah negara yang majemuk yang semestinya kita sudah selesai bagi sebuah bangsa,”ujarnya. 

Namun lanjut Hanif, hari-hari ini orang lebih suka memperbincangkan yang tidak penting bagi bangsa dan Negara. Jadi semua hal dipertanyakan, semua hal diperbincangkan, semua hal diomongkan bahkan hal yang semestinya seharus selesai juga masih diomongkan sehingga memancing perdepatan.

"Kalau seperti ini, kita rindu pada Rhoma Irama dengan lagunya Stop Perdebatan," kata Sekjen PB IKA PMII, sambil melantunkan syair raja dangdut tersebut. ( Ade nurwahyudi / Muslim Abdurahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Hadits, Sunnah, RMI NU Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock