Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep

Sumenep – Kepengurusan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (PC ISNU) Sumenep Jawa Timur masa khidmat 2017-2021 akhirnya dilantik hari ini, Rabu (31/1). Kegiatan dilangsungkan di gedung Islamic Centre, Batuan.

Achmad Junaidi dalam sambutan atas nama panitia menyampaikan bahwa semestinya pelantikan lebih awal. Apalagi kepengurusan telah berjalan satu tahun. “Namun karena ada sejumlah kendala, baru bisa dilakukan awal tahun ini,” katanya. 

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep

Sedangkan Ketua PC ISNU Sumenep H. Muhammad Husnan mengemukakan bahwa pengurus yang baru harus menjalankan apa yang telah diikrarkan. Sejumlah tugas berat sesuai kapasitas sarjana NU menjadi perhatiannya bersama pengurus. 

Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana kiprah para sarjana mampu memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan daerah, khususnya Sumenep. "Kita harus terus memberikan sumbangan pemikiran kepada pemangku kebijakan di Kabupaten Sumenep," tegas M Husnan.

Pelantikan dihadiri Pimpinan Pusat ISNU yang diwakili Sekretaris Jenderal Mohammad Kholid Syeirozi. Pada kegiatan tersebut juga diselenggarakan dialog dengan tema  Tata Kelola Migas Merah Putih dalam Bingkai Nawacita. (Mahrus/Ibnu Nawawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Aswaja Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Sabtu, 03 Februari 2018

Di Jatibarang, Madrasah Jadi Pilihan Orang Tua untuk Didik Anak

Brebes, Mujahidin Cyber. Kendati bukan pilihan utama, namun madrasah masih menjadi pilihan orang tua untuk pendidikan anak-anak Jatibarang, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Madrasah Tsanawiyah Asy Syafi’iyyah Jatibarang, misalnya, masih jadi pilihan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Demikian disampaikan Kepala MTs Asy Syafi’iyyah Jatibarang H Akhmad Rosyidi saat berbincang dengan Mujahidin Cyber di ruang kerjanya, Kamis (26/1).

Terbukti, lanjut Rosyidi, di madrasah tersebut mampu menggaet 764 siswa dan siswi pada tahun pelajaran 2016/2017 ini. Bahkan sempat mencapai rekor jumlah 1004 murid tahun 2004. “Kami juga mewajibkan seluruh keluarga besar madrasah maupun yayasan wajib memasukan anak-anaknya ke madrasah ini,” tuturnya.?

Di Jatibarang, Madrasah Jadi Pilihan Orang Tua untuk Didik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jatibarang, Madrasah Jadi Pilihan Orang Tua untuk Didik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jatibarang, Madrasah Jadi Pilihan Orang Tua untuk Didik Anak

Madrasah yang terletak di Jalan Raya Timur no 10 Jatibarang, Brebes memiliki 44 guru dan 16 TU. Sebanyak 33 guru sudah bersertifikasi dan 16 guru juga sudah impassing. Dari perjuangan keras para pejuang pendidikan, telah membuktikan prestasi akademik dengan meraih NEM tertinggi tingkat MTs se-Kabupaten Brebes atas nama Syaiful Alami pada ujian nasional 2015/2016 lalu.

Madrasah yang berdiri sejak Juni 1974 tersebut, pada awalnya menempati MI Asy Asyafi’iyyah di Jatibarang Kidul selama tiga tahun. Kemudian pindah lagi ke MI Asy Syafiiyah 2 di Jatibarang Lor. Lima tahun kemudian, baru mampu membeli tanah berikut bangunan kelasnya. “Alhamdulillah, sekarang memiliki tanah seluas 20.000 meter persegi,” ungkapnya.

Sekolah dibawah naungan Yayasan Asy Syafi’iyyah Jatibarang memiliki 23 rombongan belajar (rombel) dengan rincian Kelas 7 sebanyak 6 rombel, kelas 8 sebanyak 9 rombel dan kelas 9 sebanyak 8 rombel.?

Mujahidin Cyber

Madrasah ini juga memiliki keunggulan berupa muatan lokal Baca Tulis Quran (BTQ), life skill tambal ban, membuat telur asin, memasak dan wira usaha lainnya. “Sebelum memulai pelajaran, para siswa membaca Asmaul Husna, dan setiap Jumat ngaji baca Al-Quran bareng,” terangnya.

Menyinggung persiapan Ujian Nasional, Rosyidi menjelaskan, kalau madrasahnya belum bisa mengikuti UNBK karena siswa belum bisa menyesuaikan akibat dihapusnya mata pelajaran TIK. “Anak-anak banyak yang mahir pegang ponsel, tapi untuk mengoperasikan laptop maupun komputer,” ucapnya beralasan.

Mujahidin Cyber

Sekabupaten Brebes, kata Rosyidi baru empat MTs yang ditunjuk untuk UNBK. “Tapi kami menyanggupi baru tahun 2019,” pungkasnya. (Wasdiun)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Aswaja Mujahidin Cyber

Rabu, 31 Januari 2018

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Menjelang datangnya bulan Ramadhan, kalangan abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta yang diutus langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X mengadakan Upacara Labuhan di Gunung Lawu, Jumat (30/5) sore. Dipilihnya Gunung Lawu sebagai lokasi upacara karena dulu sempat dijadikan tempat pertapaan para Raja Mataram.

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu

Dalam Upacara Labuhan ini, juru kunci Gunung Lawu dipasrahi ubo rampe atau sesaji oleh para abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta. Ubo rampe tersebut dimaksudkan sebagai lambang terima kasih kepada Allah swt. yang memberi keberkahan bagi masyarakat setempat.

Tradisi ini rutin dilakukan setiap tanggal 30 Rajab atau sebulan sebelum memasuki bulan Ramadan. “Ini juga sebagai ungkapan syukur kepada leluhur yang telah membantu berjuang untuk Kerajaan Mataram di masa lalu,” kata Abdi Dalem Widyo Budoyo, Kanjeng Mas Tumenggung Hardoyudo.

Mujahidin Cyber

Abdi dalem telah menyiapkan ubo rampe yang dimasukkan dalam dua kotak kayu berwarna merah yang bertuliskan Redi Lawu Kanemah dan Redi Lawu Kasepuhan. Selain ubo rampe, juru kunci gunung setinggi 3.265 meter ini juga diberikan kain adat jawa oleh abdi dalem.

Mujahidin Cyber

Setelah diterima, aneka ubo rampe dibawa ke Pepunden di Dusun Nano, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu untuk diarak bersama warga setempat. Untuk kemudian tepat pada pertengahan malam, dibawa naik ke puncak Lawu.

Kepala Lingkungan Dusun Nano, Surono mengaku senang bisa menyambut para utusan Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Ini memang sebuah tradisi yang harus dipertahankan,” tuturnya. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Pemurnian Aqidah, Aswaja Mujahidin Cyber

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

Jepara, Mujahidin Cyber. Pengasuh pesantren Hasyim Asyari Bangsri Jepara KH Nuruddin Amin (Gus Nung) membawa sedikitnya 125 jamaah haji asal Jepara. Salah satu ciri khas dari Jamaah Haji Nusantara KBIH Arafah Bangsri Jepara untuk jamaah laki-laki yang berjumlah 58 orang ialah blangkon.

Gus Nung menyatakan bahwa jamaah haji tidak melulu menggunakan kopiah haji. Menurutnya, jamaah haji tetapi boleh mengenakan blangkon sebagai tutup kepala.

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Blangkon, Ciri Khas Jamaah KBIH Arafah Jepara

“Wong kaji ora kudu nganggo kopiah putih tapi ugo oleh nganggo blangkon,” kata Gus Nung.

Mujahidin Cyber

Sementara 67 jamaah putri belum mengenakan ciri khusus.

Mujahidin Cyber

Sejak dipublikasikan di jejaring sosial fesbuk, penanda khusus ini banyak menuai apresiasi dari pelbagai kalangan netizen.

Dipilihnya blangkon sebagai identitas bukan tanpa alasan. Menurut Gus Nung, blangkon memiliki ciri yang sangat spesifik dan tiada duanya. Saat dihubungi via jejaring sosial suami Hj Hindun Anisah ini menjawab bahwa blangkon dari segi bentuknya sudah mirip dengan sorban hanya saja motifnya kain batik.

“Blangkon ini ciri khas Keraton Mataram Ngayogyokarto Hadiningrat. Kerajaan ini merupakan salah satu kerajaan Islam Jawa yang ada di tanah Nusantara,” tutur Ketua KBIH Arafah.

Sejak digulirkan ide menarik ini, puluhan jamaah memberi respon yang positif. Tujuannya selain memudahkan untuk mengidentifikasi teman di tanah haramain juga mereka nyaman memakainya setiap ada aktivitas maupun jamaah rutin di masjid.

Identitas blangkon masih terinspirasi dari Islam Nusantara yang dikonseptualisasikan Muktamar Ke-33 NU. Dengan memakai blangkon pihaknya ingin menunjukkan corak keislaman yang spesifik di salah satu bagian Indonesia yang diidentifikasi sebagai Islam Nusantara.

“Makanya kami sengaja mempraktikkan pengamalan Islam Nusantara dengan wujud memakai blangkon,” terangnya, Kamis (27/8) lalu.

Tutup kepala ini dikenakan ketika berangkat ke masjid serta kegiatan-kegiatan KBIH di tanah suci kecuali saat sedang ihram. Misalnya saat Arbain, ziarah ke Jabal Uhud, Ziarah ke Masjid Quba, Jannatul Baqi Al-Ghorqod, Ziarah Madinah serta aktivitas ibadah yang lain.

Tahun ini KBIH Arafah berangkat dari 24 Agustus hingga 4 Oktober 2015. KBIH ini menempati Kloter 12 SOC (sebelumnya kloter 13) dari Jepara. Maju satu kloter akibat akumulasi jamaah yang belum keluar visa hajinya. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Olahraga Mujahidin Cyber

Minggu, 28 Januari 2018

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, umat Islam kembali kehilangan pewaris Nabi yang mendunia. Salah seorang ulama Ahlussunnah dunia di Damaskus Suriah Syekh Wahbah Az-Zuhaili atau Wahbah bin Musthofa Az-Zuhaili wafat pada Sabtu sore (8/8) pada usianya yang ke 83 tahun. Syekh Wahbah merupakan salah satu ulama terkemuka asal Suriah diabad ini, anggota daripada Dewan Fiqh di Makkah, Jeddah, India, Amerika dan Sudan.

Syekh Prof.Dr.Wahbah Az Zuhaili adalah cerdik cendikia (alim allamah) yang menguasai berbagai disiplin ilmu (mutafannin). seorang ulama fikih kontemporer peringkat dunia, pemikiran fikihnya menyebar ke seluruh dunia Islam melalui kitab-kitab fikihnya. Beliau dilahirkan di desa Dir `Athiah, utara Damaskus, Syiria pada tahun 1932 M. dari pasangan Mustafa dan Fatimah binti Mustafa Sa`dah.Ayah beliau berprofesi sebagai pedagang sekaligus seorang petani. Beliau mulai belajar Al Quran dan sekolah ibtidaiyah di kampungnya. Dan setelah menamatkan ibtidaiyah di Damaskus pada tahun 1946 M. beliau melanjutkan pendidikannya di Kuliah Syar`iyah dan tamat pada 1952 M. Ketika pindah ke Kairo beliau mengikuti kuliah di beberapa fakultas secara bersamaan, yaitu di Fakultas Syariah, Fakultas Bahasa Arab di Universitas Al Azhar dan Fakultas Hukum Universitas `Ain Syams.

Syekh memperoleh ijazah sarjana syariah di Al Azhar dan juga memperoleh ijazah takhassus pengajaran bahasa Arab di Al Azhar pada tahun 1956 M. Kemudian memperoleh ijazah Licence (Lc) bidang hukum di Universitas `Ain Syams pada tahun 1957 M, Magister Syariah dari Fakultas Hukum Universitas Kairo pada tahun 1959 M dan Doktor pada tahun 1963 M. Gelar doktor di bidang hukum (Syariat Islam) beliau peroleh dengan predikat summa cum laude (Martabatus Syarof Al-Ula) dengan disertasi berjudul "Atsarul Harbi Fil Fiqhil Islami, Dirosah Muqoronah Bainal Madzahib Ats-Tsamaniyah Wal Qonun Ad-Dauli Al-Am" (Beberapa pengaruh perang dalam fiqih Islam, Kajian perbandingan antara delapan madzhab dan undang-undang internasional).

Sungguh catatan prestasi yang sangat cemerlang. Satu catatan penting bahwa, Syekh Wahbah Az Zuhaili senantiasa menduduki ranking teratas pada semua jenjang pendidikannya. Ini semua menunjukkan ketekunan beliau dalam belajar. Menurut beliau, rahasia kesuksesannya dalam belajar terletak pada kesungguhannya menekuni pelajaran dan menjauhkan diri dari segala hal yang mengganggu belajar. Moto hidupnya adalah, “Inna sirron najah fil-hayat, ihsanus shilah billahi `azza wa jalla”, (Sesungguhnya, rahasia kesuksesan dalam hidup adalah membaikkan hubungan dengan Alloh `Azza wa jalla). Karir Akademis Setelah memperoleh ijazah Doktor, pekerjaan pertama Syekh Wahbah Az Zuhailli adalah staf pengajar pada Fakultas Syariah, Universitas Damaskus pada tahun 1963 M, kemudian menjadi asisten dosen pada tahun 1969 M dan menjadi profesor pada tahun 1975 M.

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)
Warisan Syekh Wahbah Zuhaili (Sumber Gambar : Nu Online)

Warisan Syekh Wahbah Zuhaili

Sebagai guru besar, ia menjadi dosen tamu pada sejumlah univesritas di negara-negara Arab, seperti pada Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Adab Pascasarjana Universitas Benghazi, Libya; pada Universitas Khurtum, Universitas Ummu Darman, Universitas Afrika yang ketiganya berada di Sudan. Beliau juga pernah mengajar pada Universitas Emirat Arab. Beliau juga menghadiri berbagai seminar internasional dan mempresentasikan makalah dalam berbagai forum ilmiah di negara-negara Arab termasuk di Malaysia dan Indonesia. Akan tetapi, di Medan belum pernah. Ia juga menjadi anggota tim redaksi berbagai jurnal dan majalah, dan staf ahli pada berbagai lembaga riset fikih dan peradaban Islam di Siria,Yordania, ArabSaudi,Sudan, India, dan Amerika.

Syekh Wahbah Az Zuhaili sangat produktif menulis, mulai dari artikel dan makalah sampai kepada kitab besar yang terdiri atas beberapa jilid. Baru-baru ini beliau merampungkan penulisan ensiklopedia fiqih yang beliau tulis sendiri brjudul, "Mausatul Fiqhil Islami Wal-Qodhoya Al-Muashiroh" yang telah diterbitkan Darul Fikr dalam 14 jilid.

Di antara karya-karya beliau adalah Al Fiqhul Islami wa AdillatuhAt Tafsir Al MunirAl Fiqhul Islami fi uslubih Al JadidNadhoariyatudh Dhorurot Asy Syari`yahUshuul Fiqh Al IslamiAdz-Dzarai`ah fs Siyasah Asy Syari`ahAl `Alaqot ad-Dualiyah fil IslamJuhud Taqnin Al Fiqh Al IslamiAl Fiqhul Hanbali Al Muyassar.Al Fiqhul Hanafi Al MuyassarAl Fiqhus Syafii Al Muyassar Dr.Badi` As Sayyid Al Lahham dalam biografi Syekh Wahbah yang ditulisnya dalam buku yang berjudul, "Wahbah Az Zuhaili al -`Alim, Al Faqih, Al Mufassir" menyebutkan 199 karya tulis Syekh Wahbah selain jurnal, beliau juga500-an karya dalam bentuk makalah ilmiah. Demikian produktifnya Syekh Wahbah dalam menulis sehingga Dr. Badi` mengumpamakannya seperti Imam As Suyuthi dimasa lampau. (Red: Anam)

Mujahidin Cyber

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Ulama, Hikmah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom

Jakarta, Mujahidin Cyber

Vivi Normasari, salah satu korban pengeboman Hotel JW Marriott tahun 2003 silam mengeluhkan sikap wartawan. Menurutnya para wartawan seperti tidak punya hati nurani saat korban pengeboman dalam keadaan luka parah dan meminta tolong wartawan hanya sibuk mengambil gambar atau merekam video.

Vivi menceritakan hal tersebut dalam Short Course “Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media” di Hotel Ibis Budget, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (25/5).

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)
Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom (Sumber Gambar : Nu Online)

Korban Aksi Terorisme Ini Keluhkan Wartawan dalam Liputan Serangan Bom

Diceritakan Vivi, akibat peristiwa JW Marriott, ia menghadapi situasi hilangnya rasa percaya diri. Sebelum pengeboman JW Marriott, ia sedang menyiapkan rencana pernikahannya. Ia juga sebagai karyawan sebuah bank. 

Peristiwa pengeboman Hotel JW Marriott menyebabkan Vivi harus menjalani masa sulit. Vivi mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, rasa takut menghadapi pernikahan, termasuk kehilangan pekerjaan. Vivi pun harus menjalani fisioterapi untuk menyembuhkan luka fisiknya dan memulihkan trauma psikologis melalui Bimbingan dan Konseling.

Mujahidin Cyber

Luka batin dan trauma yang dialami Vivi akhirnya perlahan mencair. Bersama Aliansi Indonesia Damai (AIDA), kini Vivi menjadi salah satu agen perdamaian yang salah satu kegiatannya mengampanyekan pesan damai ke sekolah-sekolah menengah di Indonesia.

Kepada masyarakat, Vivi menyampaikan pesan moral, dampak tragedi bom sangat mengubah kehidupa seseorang; aksi kekerasan di belahan bumi mana pun tidak dapat ditolerir baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan beragama yang kita anut. 

“Kita hidup tidak sendirian, oleh karena itu kepedulian terhadap sesama menjadi penting,” tandasnya. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Aswaja, AlaSantri, Olahraga Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Solo, Mujahidin Cyber. Setelah beberapa bulan dinanti, majalah Serambi Al-Muayyad kembali terbit. Majalah yang dikelola para santri pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo ini, akan diluncurkan saat peringatan haul KH Umar Abdul Mannan, Jumat (18/7) mendatang.

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)
Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur (Sumber Gambar : Nu Online)

Edisi Keenam ‘Serambi Al-Muayyad’ Segera Meluncur

Kepada Mujahidin Cyber, seorang redaktur Serambi Al-Muayyad Miftahul Abrori menuturkan, edisi keenam ini membahas hubungan antara tiga sesepuh sekaligus pendiri pesantren Al-Muayyad. Mereka ialah KH Abdul Mannan, KH Ahmad Umar dan KH Ahmad Shofawi.

“Salah satu penulis Muhammad Ishom mengangkat tulisan ini agar lebih banyak orang memahami hubungan para sesepuh. Sebab sebelumnya, kami sering ditanya perihal tersebut. Mereka yang bertanya tidak hanya dari kalangan internal pesantren Al-Muayyad, tetapi juga dari kalangan masyarakat luas,” terang Miftah.

Mujahidin Cyber

Redaksi Serambi Al-Muayyad kali ini, Miftah melanjutkan, menyajikan kisah inspiratif seseorang warga negara Indonesia dalam menjaga keimanannya selama tinggal di Negeri Paman Sam. Redaksi juga mengulas tema terkait Pilpres, Ramadhan, dan Piala Dunia. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Aswaja, Amalan Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sejak tahun 2010, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Takmir Masjid (LTM) konsisten melayani warganya saat pulang kampung tiba melalui program mudik gratis. Tahun 2017 ini, panitia menyediakan total 2400 kursi atau sekitar 40 bus menuju ke sejumlah kota di Indonesia.

Wakil Ketua LTM PBNU Ali Shobirin menjelaskan, tahun ini pihaknya mengambil tema mudik berkah bareng NU. Menurutnya, konsistensi program ini menunjukkan bahwa NU hadir untuk warganya di tengah biaya mudik yang makin mahal dan kurang terjangkau.

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017

“Kami akan senantiasa hadir mendukung warga NU yang ingin pulang kampung bersilaturrahim dengan keluarga dan saudara,” ujar Ali Shobirin, Selasa (30/5) saat dimintai keterangan di Kantor LTM.

Ia menerangkan, ada tiga tahap terkait mekanisme mudik gratis ini. Pertama, pengambilan formulir pendaftaran dilakukan pada Sabtu, 3 Juni 2017 pukul 09.00 WIB di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Mujahidin Cyber

1. Peserta terlebih dahulu mengambil nomor antrian.

2. Menyerahkan fotokopi KTP dan kartu keluarga (KK).

3. Satu formulir berlaku untuk satu kursi/seat.

Mujahidin Cyber

4. Formulir diisi dengan mencantumkan: nama, nomor kontak, NIK KTP/KK, dan kota tujuan.

5. Calon peserta akan mendapatkan potongan resi formulir kepesrtaan untuk pengambilan tiket asli.

Kedua, penukaran/pengambilan tiket dilakukan pada Sabtu, 10 Juni 2017 mulai pukul 09.00-20.00 WIB bertempat di masjid An-Nahdlah Gedung PBNU Jakarta dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Menyerahkan resi formulir calon peserta+kupon infaq dari LAZISNU sebesar 30.000 per kursi/seat untuk ditukar dengan tiket asli.

2. Dalam tiket tertera nama, nomor kontak, tujuan, dan nomor kursi/seat.

3. Apabila penukran tiket tidak dilakukan sampai pukul 20.00 WIB, maka haknya sebagai peserta mudik gugur, kecuali ada pemberitahuan kepada panitia.

4. Tiket mudik tidak bisa dipindahtangankan. Jika peserta mudik membatalkan keberangkatannya, maka tiket tersebut wajib dikembalikan kepada panitian.

Ketiga, keberangkatkan seluruh pemudik/bus dipusatkan di halaman gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat dibarengi dengan acara seremonial pelepasan oleh Pengurus PBNU.

Selain ketiga tahapan di atas, Ali Shobirin juga menerangkan tahap cadangan. Dalam tahapan ini, peserta yang tidak mendapat formulir pada Sabtu, 3 Juni 2017, maka boleh mendaftarkan diri sebagai calon Peserta Cadangan.

“Kepastian ketersediaan kursi untuk calon peserta cadangan akan diberitahukan pada Selasa, 13 Juni 2017 melalui WA atau SMS,” tandas Ali Shobirin. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Aswaja, Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Minggu, 14 Januari 2018

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat

Semarang, Mujahidin Cyber - Wali Kota Semarang, Jawa Tengah Hendrar Prihadi berkomitmen memberi dukungan (support) kegiatan yang terkait Kiai Sholeh Darat. Pria yang biasa disapa Mas Hendi ini mengatakan, Kiai Sholeh Darat adalah tokoh besar, ulama yang menjadi aset Kota Semarang sehingga sudah sepantasnya warga dan pemerintah Kota Semarang nguri-nguri peninggalan beliau termasuk melalui kegiatan pengajian Haul setiap tanggal 10 Syawal.

"Kiai Sholeh Darat adalah tokoh besar. Ulama besar yang jadi rujukan ilmu para ulama tokoh nasional. Pemkot Semarang siap memberi support selalu atas kegiatan terkait beliau karena Kiai Sholeh Darat adalah aset Kota Semarang," kata Hendi di hadapan ribuan hadirin saat dalam pengajian Haul ke-116 Kiai Sholeh Darat Darat di halaman Masjid Darat, Jumat malam (15/7).

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Kota Semarang Siap Support Kegiatan Terkait Kiai Sholeh Darat

Ia mengajak masyarakat meneladani Kiai Sholeh Darat yang mengajarkan agama Islam dan membangun kedamaiaan. Hal itu menurutnya yang membuat Semarang sejak dulu hingga kini terjaga kondusivitasnya.

Peran Mbah Sholeh Darat, kata Hendi, sangat besar membawa nama baik Semarang sehingga banyak orang berdatangan di pesantren Darat. Banyak di antara santri Mbah Sholeh yang menjadi tokoh besar panutan umat. Di antaranya KH Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama, KH Ahmad Dahlan pendiri Muhamadiyah, dan RA Kartini pahlawan pendidikan wanita.

Mujahidin Cyber

"Karena peran besar Kiai Sholeh Darat, Semarang menjadi jujugan mencari ilmu. Ini menbawa nama baik kota Semarang.? Kita jaga dan warisi amal baik Kiai Sholeh Darat itu," ajaknya.

Mujahidin Cyber

Wali Kota yang hadir bersama camat Semarang Utara, Lurah Dadapsari dan beberapa pejabat Pemkot Semarang juga menyampaikan permohonan maaf lahir batin atas nama pribadi maupun pemerintah.

Dia meminta maaf atas kebijakan Pemkot yang kurang atau belum memberikan kebahagiaan untuk masyarakat atau yang tidak membuat warga berkenan.

"Dalam kesempatan haul yang ada suasana Syawal ini, saya atas nama pribadi dan pemerintah Kota Semarang memohon maaf lahir batin atas segala keputusan saya maupun kebijakan saya yang kurang atau tidak membat Bapak Ibu berkenan," ujarnya. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Pondok Pesantren, Cerita Mujahidin Cyber

Kamis, 04 Januari 2018

Ini Diskusi Menag dengan WNI Jepang tentang Moderasi Islam

Tokyo, Mujahidin Cyber 



Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin didampingi Staf Balitbang-Diklat Kementerian Agama Abdurrahman Mas’ud dan Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Muharram Marzuki melakukan kunjungan kerja di Jepang, Senin (13/11). Salah satu agendanya pertemuan dan dialog dengan warga Indonesia yang difasilitasi Kedubes RI Jepang di Sekolah Republik Indonesia Tokyo.

Ini Diskusi Menag dengan WNI Jepang tentang Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Diskusi Menag dengan WNI Jepang tentang Moderasi Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Diskusi Menag dengan WNI Jepang tentang Moderasi Islam

Acara yang diawali ramah-tamah dan makan malam bersama ini dihadiri berbagai kalangan diaspora Indonesia yang menetap di Jepang. 

Menteri Agama memulai perbincangan dengan penyampaian kisah menarik jalinan persahabatan dua orang berbeda agama yang mengundang gelak tawa para hadirin. Ia  menegaskan bahwa dirinya adalah menteri semua agama (tidak hanya Islam), yang melayani kehidupan beragama seluruh warga Indonesia. 

Menurut salah satu hasil penelitian, lanjutnya, dampak dari era globalisasi menjadikan kompetisi hidup semakin ketat dan perkembangan media sosial yang amat pesat, ada kecenderungan corak beragama menjadi semakin kaku dan formal. 

Mujahidin Cyber

“Kecenderungan sekarang karena pengaruh kondisi dan berbagai kepentingan pragmatis, agama seringkali dilihat dari sisi luar maka hanya akan menimbulkan gesekan,” katanya. 

Padahal, jika agama dilihat dari segi substansinya tentunya kita tidak akan menemukan perbedaan, tetapi akan bertemu pada esensi kesamaan. Misalnya bagaimana keadilan ditegakkan, HAM tetap terlindungi dan terjaga baik, jangan membunuh, jangan menipu, jangan mencuri, dan sebagainya. 

Mujahidin Cyber

Para pengurus dan anggota PCINU Jepang juga turut hadir dan terlibat aktif dalam diskusi hangat ini. Rais Syuriah Ali Amin mengungkapkan pendapatnya bahwa kesempatan dan tantangan Muslim serta warga beragama Indonesia di Jepang saat ini adalah bagaimana bisa berbaur dan menyatu dengan warga setempat (Jepang). Salah satunya dengan mengedepankan nilai-nilai kesamaan berupa kebajikan. 

Pendapatnya itu disambut dengan hal senada oleh Pak Menteri bahwa saat ini Kementerian Agama sedang melakukan pengembangan moderasi agama. 

Menurut Menag, poinnya adalah agama lebih didekati pada sisi substantif, pada sisi dalamnya, bukan sisi luarnya yang malah berpotensi melibatkan silang sengketa. 

Karena, lanjutnya, tugas setiap manusia adalah menebarkan kebajikan untuk mewujudkan kasih sayang dan dharma. Dan juga pemahaman agama secara inklusif, tidak hanya kepada Tuhan tapi juga kepada sesama manusia itu sendiri. Itulah kenapa bahwa pesan dalam semua agama, sebaik-baik manusia adalah yang paling baik yang kebermanfaatannya kepada sesama manusia lainnya. 

Sementara Ketua PCINU Jepang Miftakhul Huda menanyakan program Kementerian Agama untuk WNI di luar negeri, khususnya di Jepang dalam rangka menyikapi kecenderungan pemahaman beragama ekstrem yang berkembang akhir-akhir ini? 

“Sejauh ini belum ada, namun bisa diupayakan kerja sama dengan organisasi keagamaan yang ada di masa mendatang,” jawab Menag. 

PCINU mengharapkan ada kerjasama mendatangkan dai-dai dari Indonesia untuk mengisi kekosongan dan membina majelis-majelis pengajian dan dzikir yang telah berjalan dan dibentuk di seluruh Jepang, mulai Hokkaido, Fukushima, Niigata, Tokyo, Chiba, Hiroshima dan daerah-daerah lainnya. 

Diskusi itu diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Ali Amin. Kemudian ditutup dengan foto bersama. (Wahyu Purnomo/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Aswaja Mujahidin Cyber

Rabu, 03 Januari 2018

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) akan memberi pengarahan kepada peserta Pendidikan Kader Dai NU yang berjumlah 95 orang. Mereka akan dibekali materi untuk mematangkan persiapan menghadapi Ramadhan.

“Tujuannya agar mereka menyiapkan diri pada Ramadhan ini secara maksimal. Bulan suci ini jangan sampai berlalu begitu saja, harus diisi amal shalih sebanyak-banyaknya, seperti tadarrus, sedekah, qiyamul lail (ibadah malam), i’tikaf, dan lain-lain,” kata Pengurus Pusat LDNU KH Zakky Mubarak di Jakarta, Selasa (25/6).

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Bulan Suci, LDNU Beri Arahan Para Dai

Menurut dia, pengarahan ini efektif dilakukan karena para dai didikan LDNU mayoritas memiliki majelis taklim. Para dai diharapkan akan membangkitkan semangat masyarakat untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan positif.

Mujahidin Cyber

Zakky juga mendorong warga NU untuk tidak hanya fokus pada ibadah ritual saja. “Saya mengharap Nahdliyin juga memanfaatkan waktu ini untuk menambah pengetahuan agama baik dengan mendatangi forum kajian atau membaca buku,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

LDNU pada Ramadhan tahun akan kembali menggelar kajian kitab kuning secara rutin, di samping mengelola sejumlah kegiatan keagamaan lain, sepeti tarawih, kultum, dan bukan bersama, di Masjid an-Nahdlah di gedung PBNU, Jakarta.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Bahtsul Masail, Hikmah Mujahidin Cyber

Jumat, 29 Desember 2017

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PBB PMII) Hery Haryanto Azumi menyatakan keberadaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak akan efektif.

"Lembaga ini tidak akan efektif," kata Hery di sela-sela seminar "Kontroversi Amandemen UUD 45 dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia" yang digelar PMII di Jakarta, Kamis.

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif

Menurut Hery, ada beberapa alasan Wantimpres, yang sembilan orang anggotanya dilantik Presiden Susilo Bambang Yuhoyono, Rabu (11/4), tidak efektif.

Pertama, Presiden Yudhoyono sendiri sudah punya tim yang bertugas memberi masukan padanya sebelum membuat suatu kebijakan. Artinya, bisa jadi keberadaan Wantimpres hanya formalitas.

Kedua, meski pembentukan Wantimpres merupakan amanat UU No 19/2006, namun pengisian personilnya tergantung presiden. Hal itu membuka peluang terjadinya akomodasi kepentingan politik tertentu.

"Saya tidak meragukan kapasitas dan kompetensi orang-orang yang dipilih. Hanya saja, karena ini adalah proses politik, maka anggota Wantimpres mewakili golongan tertentu. Ini hanyalah soal legitimasi," kata Hery.

Mujahidin Cyber

Akibatnya, lanjut Hery, posisi Presiden Yudhoyono bisa makin sulit dan terjepit dengan kepentingan yang dibawa masing-masing kelompok yang diwakili anggota Wantimpres.

Sebenarnya, kata Hery, soal Wantimpres tak perlu diangkat ke permukaan. Jika butuh masukan bisa saja Presiden meminta nasihat kepada elemen masyarakat, seperti ormas, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa. 

Mujahidin Cyber

"Dengan begitu, Presiden benar-benar tahu apa yang masyarakat inginkan, jadi responsif. Tidak seperti sekarang," katanya.

Pada bagian lain Hery menilai penunjukan orang-orang yang duduk di Wantipres lebih didasari pada upaya konsolidasi politik menjelang Pemilu 2009.

"SBY (Presiden Yudhoyono, red) tentu ingin menjabat dua periode. Sebagai orang yang paham komunikasi politik, tentu orang-orang yang dipilih adalah mereka yang punya akses politik," katanya.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Lukman Hakim Saefudin menyatakan, sembilan orang yang telah ditunjuk sebagai anggota Wantimpres harus bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya..

"Jika Wantimpres tidak berhasil maka otomatis presiden juga tidak berhasil," kata Ketua Pimpinan Harian Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PHP PPP) itu. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Pahlawan, IMNU Mujahidin Cyber

Minggu, 17 Desember 2017

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru

Subang, Mujahidin Cyber. Sebanyak 100 orang dari 30 Kecamatan di Kabupaten Subang resmi dilantik sebagai anggota baru Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Subang di Masjid Pondok Pesantren Al-Muniriyah, Ahad (6/4) dini hari.

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru

Pelantikan tersebut dilakukan dalam sebuah baiat kesetiaan mengabdi kepada organisasi, negara dan Pancasila yang dipandu oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muniriyah KH Muniruddin.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata mengatakan jika baiat tersebut dilakukan setelah ratusan peserta tersebut digembleng baik secara mental maupun pengetahuan tentang ke-Ansor-an, ke-NU-an, dan ke-Indonesia-an dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang dilakukan selama 3 hari sejak Jumat (3/4) kemarin.

Mujahidin Cyber

"Karena PKD ini sebagai syarat menjadi anggota Ansor. Tidak sembarang menerima anggota baru begitu saja. Mereka setidaknya harus mengerti bagaimana hubungan Ansor dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Asep kepada wartawan.

Ditegaskan Asep, rekruitmen kaderisasi di GP Ansor Cabang Subang sendiri rutin digelar secara berkala. Karena, tambah Asep, hal itu merupakan amanat dari AD/ART organisasi yang pernah terlibat aksi heroik perang Surabaya 1945 tersebut.

Mujahidin Cyber

"PKD ini merupakan angkatan ke II setelah yang pertama kita laksanakan di Ponpes As-Salafiyah, Ciasem pada akhir tahun 2013 beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan, kita bisa laksanakan PKD angakatan ke III," jelas Mantan Ketua Umum PMII Subang tersebut.

Sebagai tujuan dari pelaksnaan PKD GP Ansor sendiri, Asep menjelaskan bahwa eksistensi GP Ansor siap mengawal cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia dan para ulama. "Siapapun yang mencoba mengganggu Pancasila dan NKRI, GP Ansor siap menjadi tamengnya. Begitupun terhadap para Ulama di negeri ini," jelasnya.

Tampil beberapa pemateri dalam pelaksanaan PKD tersebut diantaranya, Katib Syuriyah PC NU Subang yang juga merupakan Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Cabang Subang, KH Anang Jauharuddin, Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah, Ketua DPRD Subang Ir Beni Rudiono, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Hendrik Kurniawan, dan beberapa tokoh lainnya.

Setelah prosesi pelantikan, penutupan kegiatan dilakukan di Masjid Pesantren Al-Muniriyah sekaligus acara mujahadah dan dzikir bersama ribuan warga Nahdliyin lainnya yang langsung dipimpin oleh KH. Muniruddin. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Aswaja, Kyai Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor

Surabaya, Mujahidin Cyber

Sidang pleno pemilihan ketua umum GP Ansor putaran kedua menetapkan Nusron Wahid sebagai ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor menggantikan Saifullah Yusuf yang telah menjabat selama dua periode.



Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Wahid Terpilih Ketua Umum Ansor

Nusron memeroleh 345 suara, unggul atas Warwan Ja’far yang hanya memeroleh 161 suara dari total 512 suara. Sementara 6 suara lainnya dinyatakan blangko.

Nusron yang juga mantan ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan memimpin Ansor selama lima tahun mendatang, periode 2011-2016.

Mujahidin Cyber

Usai terpilih, Nusron menyatakan akan membawa Ansor tidak hanya berkutat pada persoalan nasional, tetapi juga internasional,“Ke depan, Ansor tidak hanya akan ikut memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia, melainkan juga bangsa dunia,” katanya bersemangat.

Mujahidin Cyber

Dikatakannya, Islam Indonesia adalah potret Islam dunia yang direpresentasikan oleh NU. Maka Ansor harus siap mengawal ajaran-ajaran Islam yang telah dikembangkan oleh NU.

Kepada para peserta kongres ia berharap dapat terus mengawal hasil-hasil kongres agar bisa direalisasikan dalam kepengurusan Ansor yang ia pimpin. “Ke depan saya tidak perlu dipuji tapi kritik saya, tagih janji-janji saya,” katanya.

Sebelumnya pada pemilihan putaran pertama memunculkan lima nama Yakni Nusron Wahud, Marwan Ja’far, Khotibul Umam Wiranu, Syaifullah Tamliha, Munawar Fuad Noeh, Malik Haramain dan Chairul Shaleh Rasyid.

Sesuai ketentuan bahwa calon yang bisa maju putaran kedua adalah memeroleh minimal 99 suara maka dipastikan calon ketua umum mengkrucut pada nama Nusron dan Marwan. Pada putaran kedua Nusron yang juga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menang atas Marwan yang juga anggota DPR dari Fraksi PKB. (hdy/nam/was/arm/ful)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Amalan Mujahidin Cyber

Sabtu, 09 Desember 2017

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan

Jombang, Mujahidin Cyber?

Masyarakat memperingati Hari Pahlawan dengan beragam cara. Puluhan pelukis yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lukis (KOPI) di kota santri, Jombang, Jawa Timur memperingatinya dengan cara tersendiri.

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan

Di area Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Jombang, mereka melukis beberapa pahlawan Indonesia. Beberapa gambar yang dilukis, di antaranya Soekarno, Jendral Sudirman, KH Hasyim Asyari. Bupati pertama Kabupaten Jombang R.A.A. Soeroadiningrat tak luput dari goresan pensil mereka.?

Suger Hartobi, salah satu pelukis yang ikut dalam aksi itu mengungkapkan, pagelaran ini dilakukan tiap tahun di setiap Hari Pahlawan. Kali ini adalah tahun kedelapan.?

"Kurang lebih selama delapan tahun, agenda melukis di Taman Makam Pahlawan ini dilakukan setiap memperingati Hari Pahlawan, dan usai melukis maka lukisan akan dipajang atau dipamerkan di depan makam," ujarnya, Kamis (10/11).?

Mujahidin Cyber

Tobi, panggilan akrabnya, menambahkan, pelukis dari berbagai aliran ikut serta dalam aksi kali ini, mulai dari realis, abstrak, dekoratif, temporer serta kubisme.

"Kami para pelukis memperingati dan menghargai jasa pahlawan dengan cara kami, dan dengan acara ini semangat dan nilai cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat kami pupuk dan kami sampaikan melalui lukisan," imbuhnya.?

Usai melukis, mereka meletakkan lukisanya secara berjajar di sepanjang trotoar makam sehingga menjadi pemandangan menarik para pengguna jalan yang melintas. Kadang ada yang tertarik dengan lukisan kemudian membelinya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Aswaja, Santri Mujahidin Cyber

Minggu, 03 Desember 2017

Penuhi Kebutuhan Pendidikan Islam, NU Dirikan Madrasah di Paniai Papua

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Paniai tengah membangun madrasah di daerah setempat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan agama Islam di kawasan pedalaman ini. Usaha tersebut ditandai dengan koordnasi antara PCNU Paniai dan PBNU.

Penuhi Kebutuhan Pendidikan Islam, NU Dirikan Madrasah di Paniai Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Penuhi Kebutuhan Pendidikan Islam, NU Dirikan Madrasah di Paniai Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Penuhi Kebutuhan Pendidikan Islam, NU Dirikan Madrasah di Paniai Papua

Senin (27/7), rombongan PCNU Paniai bertandang ke Jakarta untuk berkoordinasi dengan jajaran Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif NU. Sebelumnya, Sabtu, mereka bertemu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, didampingi Bendahara Umum PBNU Bina Suhendra serta Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif H Arifin Junaidi.

Menurut Ketua PCNU Paniai Shodiqin, ketersediaan lembaga pendidikan agama Islam di Papua sangat terbatas. Dalam kondisi ini, cabang NU yang baru menerima Surat Keputusan (SK) pada Desember lalu ini ingin berkontribusi nyata membantu pemerintah dalam bidang pendidikan.

Mujahidin Cyber

“Maka PCNU Kabupaten Paniai beriktikad kuat untuk dapat mendirikan satuan pendidikan Islam yang bernaung di bawah NU," ujarnya.

Mujahidin Cyber

Sekertaris PC LP Ma’arif NU Kabupaten Paniai Ahamd Syaiful Mujib menambahkan, ke depan pihaknya akan mendirikan madrasah ibtidaiyah yang bernaung di LP Maarif NU dengan tentap menyelngarakan pendidikan nonformal seperti TPQ dan Madin berbadan Hukum NU.

Pertemuan yang dilakukan di ruang kerja ketua umum PBNU berlangsung hangat. Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, menyampaikan keinginannya untuk datang ke Paniai dan membantu perkembangan NU di daerah pedalaman tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan Rais Suriyah PCNU Kabupaten Paniai KH Dahlan Kader dan Wakil Ketua PCNU Kabupaten Paniai Ahmad Muslih. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Aswaja, Makam Mujahidin Cyber

Sabtu, 02 Desember 2017

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran

Bandung, Mujahidin Cyber. Warga bisa menikmati pemandangan pusat Kota Bandung dari ketinggian sekitar 87 meter melalui Menara Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat memasuki libur Lebaran 2016.

Penjaga tiket Menara Masjid Raya Bandung Yayat Ruhiyat, Jumat, mengatakan jumlah pengunjung mengalami peningkatan selama libur Lebaran ini yakni mencapai 1.000 orang per harinya.

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Menikmati Keindahan Bandung dari Menara Masjid Raya Saat Lebaran

"Kalau libur hari biasa paling banyak itu 400 orang, tapi satu hari setelah Lebaran kemarin jumlah pengunjungnya naik drastis yakni bisa 1.000 orang," kata Yayat sambil melayani pembelian tiket.

Untuk bisa naik ke Menara Masjid Raya Bandung, pengunjung harus antre dan kapasitas lift untuk menuju menara bisa menampung hingga 10 orang.

"Satu lift menampung sampai 10 orang, dari lantai dasar sampai ke puncak menara dibutuhkan waktu sekitar satu menitan," kata Yayat.

Mujahidin Cyber

Selama libur Lebaran ini, harga tiket untuk menikmati pemandangan Kota Bandung dari Menara Masjid Raya Bandung adalah Rp5.000 per orang.

"Cuma selama libur Lebaran saja harga tiketnya menjadi Rp5.000. Tapi kalau hari bisa harga tiket untuk dewasa itu Rp4.000 dan anak kecil Rp3.000 ribu," kata dia.

Salah seorang warga yakni Asep Arif mengatakan ia sengaja naik menara tersebut karena ketika di atas menara dirinya bisa melihat pemandangan Kota Bandung secara keseluruhan.

"Ini saya datang sama sembilan anggota keluarga lainnya. Ada anak dan istri saya, mertua, orang tua saya sama adik saya. Sebenarnya sudah beberapa kali saya ke tempat menara ini dan kalau sudah sampai k puncaknya. Subhanallah lah pokoknya. Pemandangan Bandung dari atas indah pisan pokoknya," kata Asep. (Antara/Mukafi Niam)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran

Solo, Mujahidin Cyber. Di penghujung Februari tahun 2013 ini, Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf (Solo) melakukan berbagai tour ke beberapa negeri tetangga (jiran). Habib Syech melakukan sejumlah lawatan tersebut bersama majelis Ahbabul Musthofa.

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Bershalawat Sampai ke Negeri Jiran

“Tenggaroh Malaysia Bershalawat,  malam ini (25/2) bersama Habib Syekh Abdul Qadir As-Segaf,” begitu bunyi salah satu tulisan yang dilansir pada situs resmi Syekhermaniapusat.

Keterangan pada situs tersebut diantaranya Habib Syech dijadwalkan akan menggemakan shalawat di Malaysia dan Singapura, pada tanggal 22-25 Februari. Dalam sejumlah kunjungan tersebut Tokoh Qasidah Nusantara, begitu sebutan Habib Syech di Negeri Jiran, juga akan disertai para habib, ulama dan umara dari Singapura-Malaysia.

Mujahidin Cyber

Lokasi acara sholawat diantaranya adalah Masjd Al-Muttaqien Taman Sutra Johor Malaysia, Masjid An-Nahdhah Bishan, dan SMK Tan Sri Abdul Kadir Felda Tenggaroh 5 Mersing Johor.

Mujahidin Cyber

Selain acara shalawat, ia juga dijadwalkan akan berziarah bersama rombongan ke bebrapa makam para wali di Malaysia dan Singapura, diantaranya yakni makam Habib Nuh bin Muhammad Al-Habsyi Singapura.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Aswaja, Hikmah Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar menjelaskan, pembangunan yang dilakukan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di tanah Papua bukan saja pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menekankan kepada pembangunan manusia atau masyarakat Papua.

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Gus Dur Membangun Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Gus Dur Membangun Papua

Pria yang akrab disapa Cak Imin menegaskan, Gus Dur dalam pembangunan Papua juga memperhatikan konteks sejarah Papua.

"Membangun Papua tidak bisa lepas dari sejarah Papua," kata Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara diskusi “Gus Dur, Papua, dan Paradigma Pembangunan di Graha Gus Dur” di Jakarta, Rabu (26/7).

Gus Dur, imbuh Cak Imin, berusaha untuk membangun kembali kepercayaan diri masyarakat Papua. Salah satu upaya yang dilakukan Gus Dur adalah dengan mengganti nama Irian dengan Papua.

Mujahidin Cyber

"Ketika Gus Dur merubah Irian menjadi Papua banyak perdebatan," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Selain itu, lanjut dia, Gus Dur juga menekankan dialog dan menampung aspirasi masyarakat Papua seperti memperbolehkan masyarakat Papua untuk mengibarkan Bendera Bintang Kejora.

"Gus Dur membolehkan Bendera Bintang Kejora dikibarkan (di Papua) tetapi tingginya di bawah Bendera Merah Putih," terangnya.

"Ketika ditanya (soal kebolehan mengibarkan Bendera Bintang Kejora, Gus Dur menjawab dengan enteng: persatuan sepak bola saja boleh mengibarkan bendera klub," lanjut Cak Imin.

Cak Imin menilai, Gus Dur meletakkan manusia di atas segala-galanya. Oleh karena itu, Gus Dur membangun Papua dengan membangun manusianya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Nasional, Aswaja Mujahidin Cyber

Senin, 20 November 2017

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Bogor, Mujahidin Cyber. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Makruf Amin menegaskan bahwa penetapan hari santri penting karena merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap peran ulama dan santri.

“Penetapan hari santri itu berarti ada pengakuan terhadap peran santri, tentu saja peran ulama, di dalam kehidupan berbangs adan bernegara, baik sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan. Itu yang penting,” demikian penegasan KH. Makruf Amin saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Pendidik dan Kependidikan Keagamaan dengan tema “Hari Santri dalam Perspektif Lembaga Keagamaan”, Bogor, Kamis (23/04) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Menurut Kiai Makruf, penanaman rasa cinta tanah air sudah ditanamkan sejak dulu kepada para santri di lingkungan pesantren. Bahkan, lanjut Kiai Makruf, di pesantren dikenal ungkapan hubbul wathan minal Iman. “Intinya cinta Tanah Air itu termasuk dari pada iman. Itu penanaman yang hidup di dalam pesantren,” jelas Kiai Makruf.

Mujahidin Cyber

“Oleh karena itu, para ulama mengajarkan kita untuk mencintai Tanah Air dan merasa memiliki. Kalau orang jawa istilahnya handarbeni negara,” tambahnya.

Kiai Makruf menggarisbawahi bahwa semangat membela tanah air yang diyakini para ulama dan santri bahkan terus dipegang erat ketika Indonesia merdeka. Ini ditunjukan ketika proses pembahasan dasar negara, demi kemaslahatan yang lebih luas, para ulama dan santri mau berkompromi untuk tidak menjadikan negaranya sebagai negara Islam. “Jika ulama ingin negara ini negara Islam, tentu tidak akan terbentuk NKRI,” tegasnya.?

Mujahidin Cyber

Momentum

Disinggung mengenai waktu yang akan ditetapkan sebagai hari santri, Kiai Makruf mengaku tidak mempunyai pilihan tertentu. “Bagi saya tanggal tidak penting, yang penting ada hari santri, perlu ada ittifak,” tegasnya.

Namun demikian, Kiai Makruf mengingatkan para peserta FGD dengan dua momentum besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Momentum yang pertama adalah tahapan perjuangan yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai kebangkitan agama (religious revival).

Menurutnya, perjuangan ulama dan santri di Indonesia ? dalam membebaskan negara dari kolonialisme sudah dilakukan jauh sebelum lahirnya ? Kebangkitan Nasional. ? “Sebelum itu (Kebangkitan Nasional), sudah ada perlawanan-perlawanan terhadap Belanda yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai religious revival atau kebangkitan agama, mulai dari Diponegoro, Imam Bonjol, dan lainnya,” jelasnya.?

“Pemberontakan yang terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, seperti Geger Cilegon itu adalah pemberontakan kaum ulama,” tambahnya.?

Momentum kedua adalah Resolusi Jihad. Menurut Kiai Makruf, Kebangkitan Nasional tidak serta merta muncul, tapi ada prolognya berupa proses kebangkitan ulama. Dari proses itu, lahirlah apa yang kita sebut dengan fatwa jihad yang kemudian menjadi Resolusi Jihad yang memberikan dorongan kepada para santri dan ulama berjuang melawan penjajahan.

“Karena itu saya sependapat perlu ada penetapan hari santri karena adanya gerakan para ulama sampai munculnya kebangkitan nasional dan gerakan mempertahankan pemerintahan,” tegasnya.?

Kiai Makruf menambahkan bahwa semangat para ulama untuk bela Tanah Air dan mengusir penjajah ini terus terpelihara sampai era setelahnya, yaitu revolusi kemerdekaan dan pesantren tetap menjadi basis perlawanan kolonialisme. Menurutnya, santri dan ulama menjadi faktor penting perlawanan penjajahan, baik Belanda maupun Jepang. Mereka mempunyai pengaruh kuat untuk menggerakakan perlawanan.?

“Fatwa ulama menjadi faktor penting tumbuhnya jiwa pantang menyerah para laskar. Dalam kontek inilah fatwa jihad Syekh Hasyim yang kemudian menjadi Resolusi Jihad menjadi faktor penting dalam setiap perlawanan,” tuturnya.

Kiai Makruf membuka ruang pertimbangan untuk penetapan ? hari santri, apakah akan mengambil momentum Resolusi Jihad, atau ditarik ke belakang ketika terjadi kebangkitan awal. “Tentang hari itu tinggal dipilih saja. Ada beberapa momentum: Resolusi Jihad, momentum ketika terjadi gerakan yang oleh Sartono disebut sebagai kebangkitan agama. Semua menggambarkan bahwa itu perjuangan dan pergerakan para ulama dan santri di Indonesia,” tutupnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pahlawan, Hikmah, Aswaja Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock