Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Syukur Alhamdulillah, Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh kembali sehat setelah selama beberapa hari berada di RS Karyadi Semarang. Ia kembali ke kediamannya di pesantren Maslahul Huda, Pati, Rabu (18/9).

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat

Muhammad Najid, sekretaris syuriyah PBNU mengatakan, Kamis (19/9), Kiai Sahal kesehatannya menurun setelah mengikuti Rapat Pleno PBNU di Wonosobo, 6-9 September lalu.

“Mungkin karena perjalanan darat yang panjang antara Wonosobo-Pati sekitar 6-7 jam yang melelahkan, sehingga kondisi fisiknya menurun,” paparnya.

Mujahidin Cyber

Alumni pesantren Ciganjur ini menuturkan, selama sidang pleno, kondisi kesehatan Kiai Sahal sangat baik dan mampu memberikan tausiyah serta menerima laporan keorganisasian dengan kondisi sangat prima.

Mujahidin Cyber

“Beliau sangat menjaga kondisi kesehatannya, mengikuti saran dari dokter, apa yang boleh dimakan dan tidak, serta bagaimana berperilaku hidup sehat,” tuturnya.?

Ia menambahkan, meskipun tinggal di Pati, Kiai Sahal tetap mengontrol perkembangan organisasi, dan meminta laporan perkembangannya secara rutin. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Jakarta, Mujahidin Cyber

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menilai bahwa berbagai bencana bisa ditimbulkan hanya karena membiarkan sampah tanpa bisa memanfaatkannya. Sebab itu, LPBINU berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan meluncurkan gerakan nasional ‘Mengubah Sampah Menjadi Berkah’.

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Kegiatan peluncuran dilakukan di halaman Gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2/2016) serta dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dalam gerakan ini, Ketua Pengurus Pusat LPBINU M Ali Yusuf mengatakan bahwa kegiatan ini akan didukung oleh berbagai program produktif seperti Bank Sampah, Shadaqah Sampah, Daur Ulang, Komposting, Biopori, dan Urban Farming.

“Istilah Bank Sampah kami pilih untuk memahamkan kepada masyarakat bahwa sampah juga mempunyai nilai dan menyimpan pendapatan,” ujar M Ali Yusuf di sela-sela kegiatan.

Mujahidin Cyber

Ali Yusuf menjelaskan, sampah juga menjadi problem darurat mengingat Indonesia berada di urutan kedua penghasil sampah terbanyak di laut setelah Filipina. “Padahal di laut, sampah baru bisa hancur setelah 50-100 tahun,” terang Yusuf.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya memaparkan, LPBINU telah meluncurkan ide cerada terkait penanganan sampah. Menurut Kang Said, persoalan sampah tidak akan pernah selesai mengingat gaya hidup masyarakat yang semakin hedonis dan materialis.

“PBNU mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergabung bersama NU melalui LPBINU dengan memanfaatkan sampah menjadi barang-barang kerajinan, kompos, dan lain-lain,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Dalam kegiatan tersebut, juga berdiri stan-stan yang menampilkan produk-produk kreatif hasil olahan sampah. Bahkan untuk program Bank Sampah, LPBINU juga meluncurkan Buku Tabungan. Nasabah dari program ini tak lain yaitu masyarakat pengumpul sampah itu sendiri.

Kegiatan ini juga menampilkan fashion show dengan memakai baju-baju cantik hasil olahan sampah.?

Agenda ke depan, PBNU dan LPBINU juga akan mengadakan pertemuan dengan salah satu kelurahan di Jakarta, yaitu Kelurahan Kenari Kecamatan Senen, Jakarta Pusat untuk menyosialisasikan programprogram tersebut. Dalam agenda yang akan dilaksanakan 3 Maret 2016 tersebut, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama direncakan akan hadir. Sosialisasi kegiatan konkret serupa akan digencarkan di setiap daerah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, AlaNu, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU

Tangerang, Mujahidin Cyber. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang memberikan beasiswa bagi kader muda NU yang berniat melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar cukup membawa bukti sertifikat mengikuti pengkaderan atau surat rekomendasi dari pimpinan cabang atau ranting.?

Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU, Muhamad Qustulani menjelaskan program beasiswa ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan sumber daya generasi muda NU di Tangerang.

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Tangerang Gelontorkan Beasiswa untuk Kader Muda NU

"Seperti Banser, Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU atau IPPNU diharapkan bisa kuliah di kampus NU," kata Qustulani, Rabu (1/6).

STISNU akan memberikan diskon pendaftaran kuliah hingga 35% dari total awal studi Rp 650.000. Mereka cukup membayar Rp 400.000 serta gratis infaq gedung sebesar Rp 2.000.000.

KH A. Baijuri Khotib, Ketua STISNU Nusantara menambahkan, program ini juga berlaku untuk kalangan santri dan masyarakat umum. Syaratnya hampir sama, bagi santri cukup membawa surat rekomendasi dari pesantren. Sedangkan untuk masyarakat umum, mendapat rekomendasi dari pengurus NU atau pesantren setempat.

"Ini adalah komitmen kampus terhadap NU dan pesantren di Tangerang," ujar Baijuri.

Mujahidin Cyber

Saat ini STISNU Nusantara Tangerang memiliki dua program studi, yaitu Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga. Program keahlian khusus mahasiswa untuk Hukum Ekonomi Syariah (Syariat Virtual) merupakan program sertifikasi keahlian dari bank dan lembaga ekonomi lain. Sedangkan program Hukum Keluarga, yaitu syariah pendidikan, mahasiswa akan dibekali materi kependidikan yang disertifikasi oleh Badan Akreditasi Provinsi. (Qustulani Muhamad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Quote, Sejarah Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Haruskah Shalat Menghadap Persis ke Ka’bah?

Jumhur atau mayoritas ulama bersepakat bahwa menghadap kiblat adalah salah satu syarat sahnya umat Islam dalam menunaikan sembahyang. Artinya, mengabaikan urusan ini berpotensi merusak keabsahan shalat secara keseluruhan. Sebagaimana pula mengabaikan menutup aurat masuknya waktu shalat, atau kesucian dari hadats kecil dan besar.

Namun demikian, pertanyaannya adalah apakah istilah “menghadap kiblat” di sini dimaknai menghadap persis ke bangunan fisik Ka’bah (‘ainul ka’bah) atau sekadar arahnya (jihatul ka’bah)?

Haruskah Shalat Menghadap Persis ke Ka’bah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Haruskah Shalat Menghadap Persis ke Ka’bah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Haruskah Shalat Menghadap Persis ke Ka’bah?

Menghadap persis ke bangunan fisik Ka’bah tentu mudah bagi orang-orang yang berada di Masjidil Haram dan sekitarnya. Tapi tidak demikian bagi orang-orang yang berada di luar Arab Saudi. Butuh pengetahuan khusus atau peralatan tertentu untuk bisa pada kesimpulan telah benar-benar persis menghadap bangunan Ka’bah.

Kecuali Imam Sayfi’i, mayoritas madzhab fiqih berpandangan bahwa umat Islam cukup menghadap arah kiblat (jihah)—tidak harus persis ke bangunan Ka’bah. Namun, ulama dari kalangan madzhab Syafi’i, Abdurrahman Ba’alawi, dalam Bughyah al-Mustarsyidin berpendapat boleh sekadar menghadap arah Ka’bah (jihatul ka’bah) bila seseorang tidak mengetahui tanda-tanda letak geografis persis Ka’bah.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Cukup menghadap arah (Ka’bah ke barat saja, misalnya) adalah saat tidak mengetahui tanda-tanda keberadaan bentuk fisik Ka’bah (a’inul Ka’bah). Orang yang mampu mengetahui Ka’bah bila diandaikan bisa dihasilkan dengan berijtihad, maka ia tidak cukup menghadap arah saja secara pasti (tanpa khilafiyah). Tidak ada yang mendorong ulama yang membolehkan menghadap ke arah Ka’bah melainkan mereka memandang bahwa menghadap Ka’bah dengan berijtihad itu sulit dilakukan. (Abdurrahman Ba’alawi, Bughyah al-Mustarsyidin [Mesir: Musthafa al-Halabi, 1371 H/1952 M)], h. 39-40)

Kesimpulan ini juga pernah dilontarkan dalam keputusan Muktamar ke-9 Nahdlatul Ulama di Banyuwangi pada tahun 1934. Dengan demikian, ada toleransi bagi mereka yang memiliki keterbatasan pengetahuan untuk sampai pada arah persis ke bangunan Ka’bah. Ia cukup menentukan posisi menghadap arah kiblat yang diyakini sambil berniat menghadap kiblat (mustaqbilal qiblati) ketika memulai shalat.

Dalam konteks zaman sekarang, perkembangan teknologi sangat membantu untuk menentukan arah kiblat, bahkan pada titik koordinat keberadaan Ka’bah yang akurat. Berbagai fasilitas seperti GPS, kompas, theodolit, dan sejumlah aplikasi di android seyogianya dimanfaatkan untuk usaha pencarian posisi kiblat yang tepat. Dengan berbagai kemudahan ini, keterbatasan pengetahuan untuk mengetahui posisi Ka’bah bisa diminimalisasi. Wallahu a’lam. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Kamis, 25 Januari 2018

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber - Rabu, jam tiga sore Perpustakaan PBNU tampak lengang. Tampak dua pengunjung yang sedang membaca, Kepala Perpustakaan H Syatiri, dan pegawai yang sedang berkutat dengan kerjanya. Berbagai buku, dokumen-dokumen NU dan banom-banomnya memenuhi rak-rak buku yang berjajar, foto tokoh-tokoh NU terpasang ditembok dengan gagah.

Pelayanannya sangat ramah, pegawai perpustakaan yang dipimpin H Syatiri akan dengan senang hati membantu para pengunjung yang membutuhkan bahan-bahan tentang ke-NUan.

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

H Syatiri saat ditemui di ruangan yang dikelolanya, Rabu (8/2) mengatakan bahwa pengunjung yang datang ke perpustakaan adalah orang yang betul-betul mencari informasi tentang ke-Nuan di antaranya: peneliti, mahasiswa, dan ada wartawan. Karena menurutnya, sumber rujukan informasi tentang ke-Nuan yang cukup memadai dapat ditemukan di perpustakaan PBNU.

Sejak perpustakaan pindah secara fisik dari Kantor Lakpesdam NU di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 2006, kini perkembangan koleksi perpustakaan sangat pesat. Dari 2500 koleksi tahun 2006, koleksi berkembang menjadi 9000 koleksi pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 ini meningkat lagi mencapai 12000 koleksi.

Mujahidin Cyber

Tapi peningkatan dan pengembangan Perpustakaan PBNU tidak berjalan mulus, karena persoalan terus menghampiri. Sebagaimana persoalan pendanaan yang diutarakannya.

Menurutnya, saat perpustakaan dikelola Lakpesdam, pendanaannya berasal dari Asia Foundation, tapi di tengah jalan bantuan untuk program pengembangan perpustakaan tersebut terhenti.

Mujahidin Cyber

“Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Sejak pemutusan bantuan tersebut otomatis perpustakaan yang dikelolanya terkena dampak, tidak ada lagi biaya operasional.

“Sekarang belum bisa membeli buku baru secara rutin. Padahal buku-buku tentang ke-NUan, karya tokoh-tokoh banyak terbit setiap bulan,” imbuhnya.

Tapi H Syatiri tidak kehilangan akal demi berkembangnya Perpustakaan PBNU. Ia berinisiatif dengan cara memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti menghadiri Kongres Muslimat November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan pameran NU Expo di Surabaya Desember 2016.

Tidak berhenti di pameran dan acara-acara seremonial, ia juga menjalin hubungan secara personal dengan para penulis, penerbit, dan pengamat untuk terus mengembangkan perpustakaan PBNU.

“Banyak yang men-support, banyak yang membantu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih punya obsesi mengembangkan perpustakaan untuk dijadikan pilot project. Hal tersebut supaya bisa dikembangkan di perpustakaan wilayah, dan cabang NU. Perpustakaan masing-masing daerah nantinya memiliki khazanah ke-Nuan daerahnya, karya-karya ulama daerahnya, dan juga sejarah NU daerahnya.

“Itu yang masih sangat minim sekali, dan yang harus digarap NU di daerah-daerah,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Hikmah, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

Anak-anak Ini Sudah Diajarkan Cinta Nabi

Bojonegoro, Mujahidin Cyber. Mengawali kegiatan masuk pelajaran semester genap Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Walisongo Sumberrejo Bojonegoro mengadakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama PAUD dan TK Muslimat NU 28 Sumberrejo.

Anak-anak Ini Sudah Diajarkan Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak-anak Ini Sudah Diajarkan Cinta Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak-anak Ini Sudah Diajarkan Cinta Nabi

Anak-anak diajak membaca riwayat Nabi dari kitab Barjanzi dan Dzibai Selasa (6/1) kemarin di Masjid Jami’ Walisongo Sumuragung Sumberrejo.

Sebagai bentuk ta’dzim kepada Nabi Muhammad SAW dan juga untuk memupuk karakter ahlussunnah wal jamaah, MINU Walisongo genap tujuh tahun ini melaksanakan peringatan hari besar umat Islam ini dengan membaca beragam riwayat Nabi Muhammad saw. Hal ini untuk menanamkan cinta kepada baginda Nabi Muhammad saw.

Mujahidin Cyber

Degredasi moral anak-anak sekarang lebih banyak terjadi karena kekurangan rasa hormat dan prilaku ketauladanan yang diberikan oleh stake holder lembaga pendidikan baik yang formal maupun yang non formal. Maka lembaga yang berada dibawah naungan LP Ma’arif NU kecamatan Sumberrejo ini menggelorakan dan memberikan tauladan cara mencintai nabi Muhammad saw.

Mujahidin Cyber

“Dengan membaca riwayat Nabi Muhammad dari masa balita sampai akhir riwayatnya beliau harapan kami anak-anak memiliki idola yang tiada tergantikan sepanjang hidupnya,” tutur Ahmad Taufik yang memandu acara pagi Mauludan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut.

Keiatan ini diikuti lebih dari 300 anak didik dan ditutup dengan pembagian sedekah bersama berupa nasi kuning dan ketan putih yang dibawa oleh anak didik dari rumah masing-masing. (Satria Amelina/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Pesantren Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

Tauhid yang Benar akan Tumbuhkan Kepekaan Sosial

Arafah, Mujahidin Cyber. Gerakan rohani yang seimbang dan terpadu berdasarkan tauhid dan hidayah Allah akan menumbuhkan rasa kemanusiaan dan kepekaan sosial.

Tauhid yang Benar akan Tumbuhkan Kepekaan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Tauhid yang Benar akan Tumbuhkan Kepekaan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Tauhid yang Benar akan Tumbuhkan Kepekaan Sosial

Tauhid dan ibadah yang benar haruslah menumbuhkan kemaslahatan sosial antar sesama. Dari sinilah bisa dipahami hakekat Islam yang rahmatan lil alamin, kata KH. A. Hasyim Muzadi, wakil amirul haj Indonesia pada khutbah Wukuf di Arafah Tahun, 9 Dzulhijjah 1433 H, Kamis (25/10) di tenda misi haji Indonesia, Arafah.

Ia mengatakan, penataan tauhid ritual dan sosial yang dibangun oleh agama secara permanen dan abadi akan terus menghadapi gempuran-gempuran setan, yang bisa berbentuk jin dan manusia. Maka manusia harus terus menerus berlindung kepada Allah.

Mujahidin Cyber

Sebab, katanya, tipu daya setan jauh lebih besar dan berat dibanding kemampuan manusia untuk mengatasinya sendiri. Daya tahan orang terhadap gempuran gangguan itu ditentukan oleh tingkat kedekata umatnya kepada Allah Swt. Hablun minallah (ibadah) dan hablun minannas (interaksi sosial) sebagai cerminan dari tauhid ibadah dan perilaku sosial akan membentuk karakter Islami yang spesifik.

Setiap manusia secara alamiah telah diperlengkapi oleh Allah instrumen-instrumen kemanusian yang dapat mengangkat hakat dan martabat manusia itu. Namun, potensi karakter tersebut belumlah sempurna sebelum ada sentuhan tauhid dan ibadah serta norma sosial Islam.

Mujahidin Cyber

Hal ini disebabkan karena manusia tak hanya hidup di sini (alam dunia). Namun juga akan hidup dalam kehidupan selanjutnya yakni hidup dalam alam barzah dan alam akhirat. Maka tauhid dan takwa kepada Allah yang akan melestarikan amal itu sampai di alam akhirat tidak hanya terputus manfaatnya di alam dunia saja.

Pada kesempatan itu ia memaparkan bahwa seiring dengan proses internalisasi karakter Islami, manusia mempunyai tugas sebagai khalifah di bumi yang menyangkut dua aspek besar yakni aspek pengelolaan alam (bumi) dan kepemimpinan sosial.

Dalam aspek sumberdaya alam Allah menyerahkannya kepada manusia jadi sumberdaya alam diserahkan kepada sumberdaya manusia dan bukan sumberdaya manusia yang diserahkan kepada sumberdaya alam.

Dari posisi manusia dan alam (bumi) seperti tertera di dalam Al Quran, maka baik buruknya sumber daya alam ditentukan oleh cara pengelolaan manusia.

Apabila pengelolaannya benar maka akan terjadi berkah kemanfaatan bumi kepada manusia. Dan, apabila sebaliknya maka yang akan terjadi adalah kerusakan bumi itu. Kerusakan bumi pada gilirannya akan meumukul balik manusia yang merusaknya dengan kerugian-kerugian pada kehidupan.

Dalam Al Quran, menurut KH Hasyim Muzadi, kerusakan dan goncangan di bumi dapat dibedakan dalam beberapa jenis: Pertama: kerusakan yang timbul karena ulah manusia misalnya kerusakan lingkungan alam/cuaca.

Kedua, goncangan alam yang semata-mata hanya Allah yang bisa menggerakannya karena di luar kemampuan tangan manusia misalnya tsunami, gunung meletus, gempa dan semacamnya. Ketiga, goncangan alam yang dikehendaki Allah guna mengingatkan umat Nya atas kekuasaan Allah yang tiada terbatas dan atau mengingatkan perilaku hamba-Nya yang keliru.

Selanjutnya, Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku bangsa serta ditempatkannya di bagian belahan dunia masing-masing. Logikanya bahwa lingkungan alam utamanya digunakan untuk kelompok, suku bangsa dan bangsa-bangsa yang menempatinya. Sehingga rezeki yang ada di dalam kawasan sumber daya natural seharusnyalah menjadi rezeki bangsa dan suku bangsa yang menempatinya.

Hal ini tidak berarti agama mengajarkan eksklusifisme (pengasingan) masing-masing bangsa karena dengan tegas Al Quran memerintahkan ta’aruf (saling mengenal dan menghargai serta memenuhi kebutuhan antar bangsa) namun pergaulan antar bangsa itu haruslah dalam posisi ta’aruf kesejajaran bukan dalam eksploitasi kehidupan dan penghidupan.

Di sinilah bangsa-bangsa termasuk bangsa Indonesia seharusnya mensyukuri nikmat pemberian Allah berupa kawasan alam itu.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Olahraga Mujahidin Cyber

Selasa, 02 Januari 2018

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk

Ponorogo, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sampung berkolaborasi dengan PAC GP Ansor Sukorejo menyelenggarakan rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selama tiga hari berturut-turut, mulai Jum’at (1/2) sampai dengan Ahad (3/2). Tiga acara besar dilaksanakan dengan sukses.

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk

Pada hari Jum’at, pengajian maulid menghadirkan pembicara KH Marzuki Mustamar (Ketua PCNU Kota Malang). Bersama masyarakat Desa Poh Ijo didukung oleh Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Ponoro pada hari Sabtu (2/2) malam digelar Istighostah dalam rangka haul Gus Dur.

Pada Ahad (3/2) giliran Satkorcab Banser Ponorogo menggelar pembaretan alumni Diklatsar Banser. Acara terakhir ini tidak lepas dari campur tangan dua PAC di wilayah barat laut Ponorogo ini.

Mujahidin Cyber

Pengajian bersama KH Marzuki Mustamar menyisakan kesan tersendiri bagi masyarakat. Betapa tidak, lazimnya pengajian baru dimulai pukul 20.00 WIB, tapi kali ini pada pukul 18.30 dimulai dan pukul 20.00 WIB pengajian sudah selesai. Pasalnya, KH. Marzuki Mustamar masih harus tampil di dua tempat, di Pendopo Kabupaten Ponorogo dan Desa Josari dalam tema yang sama.

Mujahidin Cyber

“Seumur-umur baru kali ini saya mengikuti pengajian yang selesai pada pukul 20.00 WIB. Alhamdulillah, pengunjung membludak dan kerja panitia memuaskan,” ungkap Soegijanto, Kepala Desa Poh Ijo. Pria bertubuh tinggi besar yang terkenal dermawan ini sangat berperan penting atas kesuksesan acara ini.

Gairah pengajian sehari sebelumnya rupanya berimbas pada acara hari kedua. Jama’ah Istighosah sudah mulai menyemut selepas maghrib meskipun acara baru direncanakan setelah Isya’. Syaiful Islam selaku koordinator Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Ponorogo memimpin istighostah disambung dengan lantunan shalawat al-banjari yang dipersembahkan oleh PAC IPNU Sukorejo. Jama’ah istigostah begitu larut menghayati setiap bait lantunan shalawat. Acara ini juga dihadiri Syamsul Ma’arif Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo. 

Hari terakhir menjadi puncak kesuksesan acara. Supriyanto selaku Ketua PAC GP Ansor Sukorejo terlihat bersemangat memimpin barisan parade budaya mengiringi barisan alumni Diklatsar yang melakukan long march dari Desa Poh Ijo menuju Desa Tulung. Rute ini menempuh jarak 16 km.

“Capek rasanya tidak terasa begitu kaki menginjakkan kaki di Tulung. Semula diperkirakan 5-6 jam baru sampai, ini 4 jam lebih sedikit sudah finish, padahal peserta berjalan pelan karena harus mengiringi parade budaya,” kata Supriyanto yang sehari-hari bekerja sebagai guru MA ini.

Parade budaya yang pelaksanaannya dibawah kendali Muhaimin dari PAC Sukorejo menampilkan kesenian Gajah-gajahan dan drumband dari 4 sekolah, yaitu SDN Pohijo, MTsN Bogem Sampung, MTs Al-Azhar Carangrejo dan RA Muslimat Tulung. Menurut Moh. Mas’ud Ketua PAC Sukorejo, para peserta parade budaya menawarkan diri ikut tampil tanpa dihubungi panitia.

“Awalnya kami merasa bingung, bagaimana mengemasnya, tapi akhirnya lancar juga,” kata pria yang baru saja menikah ini.

Sebanyak 100 orang alumni Diklatsar mengikuti pembaretan dipimpin Ahmad Subkhi al Kalibek Kasatkorcab Banser Ponorogo. Sebelumnya Idam Mustofa Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo didaulat menyampaikan sambutan. Semua Kasatkoryon dan jajaran Satkorcab berkenan menyematkan baret kepada 10 anggota yang pada malam sebelumnya berhasil menemukan pin Diklatsar.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : M. Wahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Mujahidin Cyber

Sabtu, 30 Desember 2017

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya

Pekalongan, Mujahidin Cyber - Ribuan umat Islam asal Pekalongan dan sekitarnya sejak pagi memadati Gedung Kanzus Sholawat yang terletak di Jalan dr Wahidin Pekalongan, Senin (26/6). Mereka menghadiri kegiatan open house Habib Muhammad luthfy bin Yahya yang digelar setiap tanggal 2 Syawwal.

Pada agenda rutin tahunan itu Habib Luthfy memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin bertemu dengan beliau. Pasalnya, di tengah jadwal yang sangat padat, tanggal 2 Syawwal menjadi agenda khusus Habib Luthfy untuk bertemu dengan masyarakat secara luas.

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya

Kesempatan ini tidak disia-siakan ribuan anggota masyarakat. Mereka yang hadir dari berbagai daerah sejak pagi mendengarkan pengajian dan taushiyah Habib Luthfy dan diteruskan bersalaman yang baru berakhir jam 12.30 wib.

Mujahidin Cyber

Selain masyarakat, tampak hadir di Kanzus Sholawat beberapa kiai NU, Bupati Pekalongan H Asif Qolbihi, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, serta jajaran TNI dan Polri. Mereka memanfaatkan open house ini untuk bertemu secara langsung dengan Habib Luthfy bin Yahya, kiai kharismatik yang kini diamanahi sebagai Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN).

Khoiruman asal Kudus menuturkan kepada Mujahidin Cyber bahwa dirinya bersama keluarga hadir secara khusus memanfaatkan lebaran di hari kedua untuk bertemu dengan Habib Luthfy. Ia sudah beberapa kali hadir bersama keluarga dengan menyewa kendaraan roda empat. Bahkan pada tahun sebelumnya ia bersama teman-teman yang lain selalu hadir di acara open house yang digelar Habib Luthfy.

Mujahidin Cyber

Hal yang sama disampaikan Abdurroman asal Bojong Kabupaten Pekalongan. Ia bersama keluarganya tidak pernah absen pada acara open house Habib Luthfy. Menurutnya, ada perasaan bangga dan gembira serta perasaan nyaman setelah bisa bersalaman dengan Habib Luthfy.

Untuk kali ini ia hadir di samping untuk meminta maaf juga meminta obat dengan membawa sebotol air mineral untuk dimintakan doa kepada Habib Luthfy. Ia meminta doa melalui air ini untuk obat bagi kakaknya yang saat ini sedang sakit. (Iz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Ahlussunnah, Kyai Mujahidin Cyber

Senin, 25 Desember 2017

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang

Pringsewu, Mujahidin Cyber - Agama-Agama masuk ke Nusantara menggunakan jalan damai dengan tidak menggunakan kekerasan. Setiap pencegahan terhadap kekerasan selalu mendapatkan dukungan dari seluruh agama karena semua agama tidak mengajarkan kekerasan. Sementara mereka yang mengajarkan kekerasan berawal dari semangat mengoreksi agama yang dipahami orang lain.

"Bila ada kekerasan dan radikalisme di Indonesia, maka dipastikan itu adalah impor. Bukan asli budaya anak negeri," tegas Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Syahrin Harahap pada Dialog Pencegahan Terorisme di Kabupaten Pringsewu, Kamis (11/8).

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Ekstrem Cenderung Semangat Koreksi Paham Agama Orang

Pada dialog yang melibatkan para dai dan praktisi pendidikan di Kabupaten Pringsewu ini, Prof Syahrin menegaskan bahwa radikalisme bukanlah ajaran agama. Menurutnya, pencegahan terhadap radikalisme merupakan bagian integral dari pengamalan agama.

Mujahidin Cyber

Pencegahan dapat dilakukan dengan mengetahui ciri-ciri orang-orang yang memiliki pemikiran radikal. Menurutnya, ciri-ciri mereka antara lain memiliki prinsip yang kaku dan tektualitas dalam memahami agama, bersifat ekstrem dan eksklusif, merasa dirinya yang paling paham agama sementara yang lain salah, selalu bersemangat mengoreksi orang lain, dan membenarkan cara-cara kekerasan dalam mengembangkan pahamnya.

Ciri lainnya adalah memiliki kesetiaan lintas negara, menganggap musuh kepada orang yang tidak sepaham, dan melakukan perang mati-matian terhadap yang tidak memiliki paham yang sama.

Mujahidin Cyber

Prof Syahrin melanjutkan bahwa berbagai motif dapat menyebabkan seseorang menjadi radikal. Motif itu antara lain impitan social, politik dan keadilan, emosi dan solidaritas keagamaan, menolak kultural sekularis, anti-Barat, tidak setuju dengan kebijakan pemerintah, pemahaman secara tekstual terhadap teks-teks suci dan tidak adanya daya banding terhadap paham lain. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Quote, Lomba Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Tasikmalaya,? Mujahidin Cyber. Pada era banjirnya informasi yang masuk dan gerakan radikal yang mulai kelihatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian khusus untuk menjaga tradisi agar masyarakat memiliki pegangan. PCNU Tasikmalaya berupaya untuk menyemarakkan tradisi Aswaja dengan melibatkan pemuda dan remaja setempat.

Ketua Panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Tatang Sunarya mengatakan, gerakan-gerakan ormas yang mencoba menyebarkan paham radikalisme mulai masuk di tengah-tengah warga NU. Mereka sedikit-banyak mengubah segala tradisi dan pemikiran warga. Ini membuat pengurus harian NU Tasikmalaya resah.

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

“Seperti halnya dulu di masjid-masjid kampung itu marhabaan, dibaan, pengajian dan memakmurkan masjid itu gampang dijumpai dan kaum muda menjadi aktornya. Namun susah kita mencari hal-hal seperti itu sekarang,” kata Tatang ketika ditemui Mujahidin Cyber di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmlaya, Senin (26/12).

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalya ini melanjutkan, di era global ini apapun bisa masuk tanpa ada filter seperti isu-isu yang berseliweran di media sosial. Tak sedikit orang koar-koar tak jelas dan termakan isu sehingga membuatnya tak karuan mencaci sana-sini dan membabi buta. Bahkan paham-paham radikal dan sebagainya sangat deras masuk ke tengah masyarakat.

Hal-hal semacam ini terjadi karena tak kuatnya basis keilmuan dan pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mantap. Kelemahan inilah yang membuat mereka mudah terbakar emosi.

Mujahidin Cyber

Karenanya pembinaan-pembinaan itu sangat dibutuhkan. PCNU Tasikmalaya memilih pembinaan itu dalam bentuk syiar terhadap tradisi dan lewat cara yang massif mengikuti cara global sekarang harus dilakukan.

Konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Cipasung, Kamis (29/12) kali ini menitikberatkan pada hal-hal itu. Panitia mengusung tema Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global.?

Mujahidin Cyber

“Tema ini menjadi PR besar buat kami. Dalam persidangan nanti kami berharap ditemukan keputusan-keputusan terbaik untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota santri lahir dan batin,” kata Tatang. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Pahlawan, Nasional Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

Pimpinan Umat Islam Dunia Harus Berani Wujudkan Damai di Irak

Bogor, Mujahidin Cyber. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, pimpinan umat Islam seluruh dunia harus berani mewujudkan perdamaian berkelanjutan di Irak.

"Perdamaian dan perang, hanya dapat dilaksanakan oleh para pemimpin yang terbaik. Dan saya yakin para pemimpin umat Islam di Timur Tengah memiliki keberanian untuk wujudkan damai di Irak," katanya, sesaat sebelum menutup Konferensi Internasional Para Pemimpin Umat Islam untuk Rekonsiliasi Irak di Istana Bogor, Rabu.

Pimpinan Umat Islam Dunia Harus Berani Wujudkan Damai di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpinan Umat Islam Dunia Harus Berani Wujudkan Damai di Irak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpinan Umat Islam Dunia Harus Berani Wujudkan Damai di Irak

Ia mengatakan, persoalan yang berujung konflik di Irak merupakan permasalahan pula bagi umat Islam di seluruh dunia. Persoalan dan konflik di Irak merupakan persoalan yang kompleks karena melibatkan banyak hal, banyak negara dan kepentingan.

Namun, tambah Jusuf Kalla, yang penting adalah bagaimana umat Islam dunia bersatu untuk menyelesaikan konflik di Irak. Hal itu, hanya dapat dicapai melalui dialog yang tulus serta komitmen yang kuat.

"Dialog antarumat Islam yang dilandasi niat tulus, merupakan kunci penting bagi penyelesaian masalah termasuk konflik yang terjadi di Irak," katanya.

Mujahidin Cyber

Wapres mengatakan, dialog merupakan langkah awal untuk memetakan perkembangan yang ada termasuk dalam mengembangkan mekanisme penyelesaian konflik, pemahaman tata nilai dan ajaran Islam, agar tercipta persepsi dan komitmen kuat untuk mewujudkan perdamaian di Irak.

"Ini yang harus kita lalui bersama, yakni menyepakati hal-hal yang telah diamanatkan dalam deklarasi konferensi, untuk memajukan langkah kita bersama menciptakan perdamaian di Irak," kata Wapres.

Mujahidin Cyber

Jusuf Kalla menambahkan, perbedaan pandang dalam setiap dialog merupakan bukti bahwa perbedaan adalah rahmat dari Allah SWT dan harus disikapi secara positif.

"Dengan niat tulus dan komitmen yang kuat maka nilai-nilai dan semangat perdamaian dapat diteruskan oleh para pemimpin kepada seluruh umat Islam di dunia, hingga perdamaian di Irak dapat benar-benar terwujud secara berkelanjutan," ujarnya menambahkan.

Jusuf Kalla mengatakan, perdamaian di Irak masih memerlukan jalan panjang, kerja keras, pengorbanan keberanian. Tetapi kalau niat dan komitmen seluruh pemimpin dan umat Islam kuat maka perubahan akan segera terwujud di Irak. (ant/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Amalan, Pesantren Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

PBNU Desak Pejabat Kembalikan Aset Negara

Jakarta, Mujahidin Cyber. PBNU menyepakati pengelolaan kekayaan negara Indonesia diserahkan kepada para pejabat. Pengelolaan segala bentuk kekayaan dan aset negara Indonesia baik di laut maupun di darat, sepenuhnya dipercayakan kepada pejabat pemerintah berwenang.

Namun, sejumlah pembuktian hukum berbicara lain. Sebagian pejabat yang berwenang tidak mengelola kekayaan dan aset negara secara proporsional dan benar. Hal ini disebabkan salah satunya akibat kelalaian pejabat berwenang.

PBNU Desak Pejabat Kembalikan Aset Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pejabat Kembalikan Aset Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pejabat Kembalikan Aset Negara

Dalam hal ini, Panitia Munas dan Konbes NU 2012 telah membahas antara lain persoalan tersebut. Persoalan kelalaian pejabat yang berpotensi merugikan negara ini menjadi perhatian Panitia sebelum acara puncak Munas dan Konbes yang akan diadakan 14-17 September mendatang di Pesantren Kempek, Cirebon.

Mujahidin Cyber

KH Arwani Faishal, perumus komisi Bahtul Masail Diniyyah Waqi‘iyyah Munas dan Konbes 2012, memasukan persoalan gejala penyimpangan wewenang pejabat yang dapat merugikan aset negara. “Persoalan ini diambil sebagai satu dari persoalan yang mendesak bagi bangsa ini,” katanya.

Para kiai yang terkumpul dalam komisi ini menetapkan bahwa pejabat berwenang yang bertanggung jawab wajib mengganti kerugian negara tersebut yang diakibatkan kesalahan pengelolaan dengan sengaja dan gegabah.

Mujahidin Cyber

Kerugian negara karena salah urus seperti ini harus segera dihentikan. PBNU sebagai kekuatan masyarakat turut mendorong langkah pencegahan dengan penjatuhan sanksi berupa pertanggungjawaban bagi pejabat terkait.

Rekomendasi semacam ini dirasa cukup efektif setelah melewati pembahasan yang panjang. Hasil putusan ini kemudian akan digali dalam Munas dan Konbes 2012 di Pesantren Kempek, Cirebon.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Lomba Mujahidin Cyber

Kamis, 30 November 2017

Detik-detik Wafatnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Jasadnya memang sudah terkubur lebih dari delapan abad. Namun nama dan tauladan hidupnya tetap membekas kuat di kalangan umat Islam. Dialah Syekh Abdul Qadir al-Jailani, ulama sufi kelahiran Persia yang kemasyhurannya setingkat dunia.

Syekh Abdul Qadir terkenal sebagai pribadi yang teguh dalam berprinsip, sang pencari sejati, dan penyuara kebenaran kepada siapapun, dan dengan risiko apapun. Usianya dihabiskan untuk menekuni jalan tasawuf, hingga ia mengalami pengalaman spiritual dahsyat yang mempengaruhi keseluruhan hidupnya. Jejak Syekh Abdul Qadir juga dijumpai dalam belasan karya orisinalnya.

Detik-detik Wafatnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)
Detik-detik Wafatnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani (Sumber Gambar : Nu Online)

Detik-detik Wafatnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani

Selain mewarisi banyak karya tulisan, Syekh Abdul Qadir meninggalkan beberapa buah nasehat menjelang kewafatannya. Akhir hayat Syekh didahului dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Kala itu putra-putranya menghampiri dan mengajukan sejumlah pertanyaan.

”Berilah aku wasiat, wahai ayahku. Apa yang harus aku kerjakan sepergian ayah nanti?” tanya putra sulungnya, Abdul Wahab.

Mujahidin Cyber

”Engkau harus senantiasa bertaqwa kepada Allah. Jangan takut kepada siapapun, kecuali Allah. Setiap kebutuhan mintalah kepada-Nya. Jangan berpegang selain kepada tali-Nya. Carilah segalanya dari Allah,” jawab sang ayah.

Mujahidin Cyber

”Aku diumpamakan seperti batang yang tanpa kulit,” sambung Syekh Abdul Qadir. ”Menjauhlah kalian dari sisiku sebab yang bersamamu itu hanyalah tubuh lahiriah saja, sementara selain kalian, aku bersama dengan batinku.”

Putra lainnya, Abdul Azis, bertanya tentang keadaannya. ”Jangan bertanya tentang apapun dan siapapun kepadaku. Aku sedang kembali dalam ilmu Allah,” sahut Syekh Abdul Qadir.

Ketika ditanya Abdul Jabar, putranya yang lain, ”Apakah yang dapat ayahanda rasakan dari tubuh ayahanda?” Syekh Abdul Qadir menjawab, ”Seluruh anggota tubuhku terasa sakit kecuali hatiku. Bagaimana ia dapat sakit, sedang ia benar-benar bersama dengan Allah.”

”Mintalah tolong kepada Tuhan yang tiada tuhan yang wajib disembah kecuali Dia. Dialah Dzat yang hidup, tidak akan mati, tidak pernah takut karena kehilangannya.” Kematian pun segera menghampiri Syekh Abdul Qadir. 

Syekh Abdul Qadir al-Jainlani menghembuskan nafas terakhir di Baghdad, Sabtu bakda maghrib, 9 Rabiul Akhir 561 H atau 15 Januari 1166 M, pada usia 89 tahun. Dunia berduka atas kepulangannya, tapi generasi penerus hingga sekarang tetap setia melanjutkan ajaran dan perjuangannya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Rabu, 29 November 2017

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih

Kutai Kartanegara, Mujahidin Cyber. Puluhan mahasiswa PMII Kutai Kartanegara Kalimantan Timur  berencana menggelar aksi damai menjelang pemilu di bundaran Jembatan Bongkok, Kamis (3/4).  Aksi damai yang dimulai pukul 14.00 akan mengusung isu tentang pemilu bersih, jujur dan adil untuk Kutai Kartanegara.

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kutai Kartanegara Gelar Aksi Damai Pemilu Bersih

Dalam aksi ini PMII Kutai Kartanegara berencana membagikan brosur yang berisi tentang masalah yang dihadapi dalam pemilu kali ini.

Koorlap aksi M Ali Akbar menjelaskan, apabila proses kampanye dan pencoblosan terdapat kecurangan atau tindakan buruk, maka pemilu akan menghasilkan anggota DPR yang hanya memikirkan kepentingan pribadi atau golongan saja.

Mujahidin Cyber

“Apabila ada caleg yang menjanjikan uang, tolak uangnya, jangan pilih orangnya, dan laporkan!” tutur M Ali Akbar.

Mujahidin Cyber

Sedangkan Ketua PC PMII Kutai Kartanegara Muhammad Sulaiman dalam orasi nanti akan memaparkan masalah-masalah pemilu yang dihadapi.

“Pemilu kali ini tidak akan jauh berbeda permasalahanya dari pemilu-pemilu sebelumnya, yakni masalah golput yang tinggi, kampanye hitam yang makin marak, jumlah DPT bermasalah dan politik uang yang seakan sudah melekat pada proses pemilu di Indonesia,” kata Sulaiman dalam pers rilisnya.

PMII Kutai Kartanegara juga mengimbau warga untuk tidak golput, menolak politik uang, dan meminta KPU dan aparatur Negara (PNS) untuk tetap menjaga netralitas dalam pemilu kali ini.

“Kita juga mengingatkan masyarakat, ketika sudah mencoblos dan mendapati wakil mereka duduk di kursi DPR untuk jangan melupakan janjijanji caleg saat kampanye. Kita tagih janji mereka ketika mereka terpilih!” tegas Sulaiman.

PMII Kutai Kartenegara juga menegaskan akan mengawasi dan memantau pileg kali ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang

Subang, Mujahidin Cyber. Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin dijadualkan akan menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke 94 NU yang akan digelar oleh PCNU Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Masjid As-Saadah Ciater, Subang, Kamis (13/4) besok.

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang

Ustadz Toto Ubaidillah Haz, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan mengatakan, peringatan Harlah NU ini mulanya akan digelar di halaman kantor PCNU Subang namun karena kendala teknis akhirnya pengurus sepakat untuk memindahkan tempatnya di Masjid As-Saadah Ciater, masjid tersebut sangat mencolok karena lokasinya tidak jauh dari tempat wisata pemandian air hangat Sari Ater Subang.

"Sesuai AD/ART, harlah NU diperingati berdasarkan kalender hijriyah, 16 rajab, kebetulan itu bertepatan dengan hari kamis besok, 13 April," tambah Toto yang juga Ketua Lembaga Dakwah PCNU Subang itu

Selain Rais Aam, kata dia, peringatan Harlah NU ini juga dijadwalkan akan diisi dengan Taushiyah Kebangsaan oleh KH Maman Imanulhaq, Ketua Lembaga Dakwah PBNU.

Mujahidin Cyber

"Rais Aam Insyaallah siap hadir, setelah acara dari Malang langsung ke Subang, Kiai Maman juga menyatakan siap hadir pulang tugas dinas dari Mekkah langsung meluncur ke Subang," tambahnya.

Demi suksesnya kegiatan peringatan harlah NU ini, Ustadz Toto pun mengharapkan kepada seluruh warga NU yang ada di Kabupaten Subang dan sekitarnya untuk hadir dalam kegiatan tersebut. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Kyai, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Selasa, 21 November 2017

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Grobogan, Mujahidin Cyber. Dalam rangka Sumpah Pemuda, sebanyak  3.000 pelajar NU mengikuti apel kesetiaan Negara kesatuan republic Indonesia yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Grobogan di alun-alun Purwodadi, Ahad (28/10) kemarin. 

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Mereka yang sebagian besar pelajar MTs-MA dan perwakilan Pimpinan anak Cabang IPNU-IPPNU se-Grobogan itu mengucapkan ikrar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Dalam naskah  ikrar kesetian NKRI yang dibacakan ketua PC IPNU Grobogan, Fathoni itu menyatakan pelajar NU akan selalu melaksanakan syariat Islam, berpedoman pada garis perjuangan NU, menjaga generasi muda dari pengaruh buruk narkoba. 

"Pelajar NU Grobogan berikrar akan selalu berkomitmen terhadap Pancasila sebagai azas kehidupan berbangsa dan akan tetap setia terhadap NKRI", kata Fathoni yang ditirukan seluruh peserta apel.

Mujahidin Cyber

Dalam keterangannya, Fathoni menjelaskan pelaksanaan apel ikrar setia terhadap NKRI ini berdasarkan situasi sekarang dengan banyaknya faham-faham Islam aliran kiri yang dengan mengatasnamakan jihad, namun justru melakukan aksi terorisme dan mengganggu kedaulatan NKRI. 

“Selain itu, dengan momentum hari sumpah pemuda, dirinya mengajak kepada seluruh kalangan muda khususnya kalangan pelajar untuk ikut meneruskan semangat perjuangan Budi Utomo, atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo.”katanya usai acara apel tersebut. 

Ia menegaskan bagi pelajar NU,  NKRI adalah harga mati. Hal ini didasari pada perjuangan Nahdlatul Ulama yang tidak bisa dipisahkan NKRI. 

Mujahidin Cyber

“Momentum sumpah pemuda ini, kita mengajak para pemuda untuk benar-benar memahami dan mengimplementasikan makna sumpah pemuda dalam diri masing-masing. Sehingga tidak akan ada lagi pemuda yang menjadi pelaku aksi terorisme", tambah Fathoni. 

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo juga hadir dan menyampaikan orasi kebangsaannya. Dalam orasinya, Heri Prakoso mengatakan pernyataan ikrar setia NKRI yang dilakukan oleh ribuan pelajar ini  hendaknya benar-benar menjadi pedoman. Penanaman sikap disiplin dan rukun sangat diperlukan untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh.

"Apalagi pemuda adalah sebagai motor penggerak bangsa. Mari kita isi dengan belajar dan berlatih untuk menjadikan NKRI lebih maju dan beradab,"tandas Dandim di depan ribuan pelajar NU. 

Sedangkan koordinator  Badan NK Grobogan Johari Angkasa berharap sebagai generasi penerus bangsa tidak melakukan kegiatan-kegiatan negative yang  membahayakan diri sendiri seperti menjadi pecandu narkoba. 

"Pemuda yang sudah kecanduan dengan obat-obat terlarang maka akan hancur pula masa depannya. Jauhi narkoba dan semua hal yang merugikan diri kalian", pesan Johari saat berorasi. 

Selain ribuan peserta, kegiatan yang merupakan rangkaian konperensi cabang IPNU Grobogan ini  dihadiri pula DANDIM 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo, Kepala Kesbangpolinmas Yudi Sudarmunanto, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Grobogan Johari Angkasa, dan ketua PC NU Grobogan Mat Said. 

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Bahtsul Masail, Budaya Mujahidin Cyber

Rabu, 15 November 2017

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk

Sidoarjo,? Mujahidin Cyber?



Upaya melestarikan budaya lokal, santri dan ulama Sidoarjo menggelar kesenian ludruk ? Jawa Timur di alun-alun Sidoarjo. Kesenian ludruk ini merupakan rangkaian acara peringatan Hari Santri Nasional 2016.

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Sidoarjo Lestarikan Seni Ludruk

Dalam kesenian drama ini, Bupati Sidoarjo, Kepala BNN dan Ketua DPRD Sidoarjo berkomedi bersama Kartolo cs. Dengan diiringi irama khas musik gamelan yang diberi nama iaram gending, Kartolo pemain pelawak senior Jawa Timur memainkan drama ala santri di alun-alun Sidoarjo. Parikan yang dibawakan melalui kesenian teater ini mampu menyedot tawa lepas dari para santri dan ulama Sidoarjo yang hadir di alun-alun Sidoarjo.

Drama teater Kartolo cs berkolaborasi dengan Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, Ketua BNN dan Ketua DPRD Sidoarjo membahas sejumlah permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya terkait banjir yang melanda Sidoarjo beberapa hari terakhir.

Menurut Bupati Sidoarjo, H Saiful Ilah, bahwa saat melawak banjir di Sidoarjo disebabkan air laut pasang sehinga air yang dari laut mengarah ke pemukiman warga. Sedangkan untuk penggunaan obat-obatan jenis narkoba hendaknya masyarakat menjahui barang haram tersebut karena bisa berurusan dengan aparat kepolisian.

Mujahidin Cyber

Hikmah drama teater ludruk ini, agar para santri khususnya remaja untuk segera melakukan pendidikan karakter di pondok pesantren agar terhindar dari bahaya narkoba serta kenakalan remaja yang dinilai sangat merugikan diri sendiri terutama bangsa Indonesia.

?

"Dari hikmah drama ludurk ini agar masyarakat tidak menggunakan narkoba dan segera belajar di pondok pesantren salah satunya mencegah dari kenakalan remaja," kata Abah Ipul, Jumat (21/10) malam. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Mujahidin Cyber

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Jumat, 03 November 2017

Tasyakuran Harlah, PCNU Jaksel Gelar Santunan dan Istighotsah

Jakarta, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Selatan menggelar tasyakuran Harlah Ke-94 NU di aula Yayasan Darul Marfu, Jalan H Zainudin, Radio Dalam, Jakarta Selatan, Ahad (9/4) malam. Sebelumnya pengurus harian PCNU Jaksel meminta MWCNU se-Jaksel untuk mengkhatamkan Al-Quran di masing-masing kecamatan.

“Kita minta pengurus-pengurus MWCNU untuk mengkhatamkan Al-Quran agar pengurus NU di kecamatan memiliki peran dalam harlah NU ini,” kata Ketua PCNU Jaksel KH Abdurrazak Alwi dalam sambutannya di hadapan ratusan hadirin.

Tasyakuran Harlah, PCNU Jaksel Gelar Santunan dan Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasyakuran Harlah, PCNU Jaksel Gelar Santunan dan Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasyakuran Harlah, PCNU Jaksel Gelar Santunan dan Istighotsah

Para hadirin menutup khataman ini dengan istighotsah dengan harapan Allah memberikan keberkahan bagi seluruh warga NU. Pada kesempatan ini pengurus harian PCNU Jaksel menyerahkan santunan untuk puluhan anak-anak tidak mampu.

“Tidak perlu khawatir, forum ini tidak terkait sama sekali dengan hiruk-pikuk pilkada DKI Jakarta. Forum ini murni untuk memperingati Harlah Ke-94 NU sebagai bentuk tasyakur kita kepada para pendahulu dan ulama-ulama,” kata Kiai Abdurrazak.

Mujahidin Cyber

Kiai Abdurrazak menambahkan, NU secara kelembagaan berdiri pada 1926. Tetapi sejatinya praktik keagamaan yang diamalkan oleh warga NU sudah berusia ratusan tahun bahkan sejak Rasulullah dan salafus saleh. "Dan tentu saja kontribusi NU terhadap pendirian Republik Indonesia ini tidak perlu disangsikan."

Mujahidin Cyber

Tampak hadir Direktorat Kamtibmas Polda Metro Jaya Gunadi, Kapolres Jaksel Kombes Iwan, Dandim Jakarta Selatan, Walikota Jakarta Selatan. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Syariah, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Jumat, 06 Oktober 2017

Kiai Said Ajak Santrinya Bangga Jadi IPNU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak para santrinya di pesantren Ats-Tsaqofah bangga menjadi kader IPNU sebagai tahap pertama proses pengkaderan di lingkungan? Nahdlatul Ulama.?

Kiai Said Ajak Santrinya Bangga Jadi IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Ajak Santrinya Bangga Jadi IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Ajak Santrinya Bangga Jadi IPNU

"Kita harus bangga menjadi kader IPNU, nanti selanjutnya akan menjadi PMII, Ansor, dan NU. siapa tahun di sini nanti ada yang jadi rais aam atau ketua umum," katanya? saat memberi bekal dalam Pelantikan Komisarian IPNU Ats-Tsaqofah yang diasuhnya dan Lakmuda Akbar IPNU DKI, SAbtu malam (10/10).

Kepada para kader muda itu, ia menyampaikan pesan tentang pentingnya pendidikan agar bisa mengambil peran penting dalam berbagai bidang. Proses pengasingan para kiai? zaman dahulu yang memilih tinggal di desa ternyata membawa dampak besar karena tidak bisa ikut dalam dinamika yang terjadi di kota sebagai pusat kekuasaan seperti? dalam bidang politik dan ekonomi. Sektor strategis dikuasai oleh orang Kristen, China, dan priayi abangan yang mampu mengases pendidikan umum lebih awal.

Mujahidin Cyber

Kelompok terdidik NU, baru belakangan masuk dalam sektor pendidikan umum, meskipun ada satu atau dua keluarga kiai yang pintar seperti bapaknya Gus Dur, KH Wahid? Hasyim. Baru pada tahun 50an, rata-rata pendidikan anak kiai setara dengan SR, tahun 60-an tamat SMA, tahun 65 mulai ada yang BA dan tahun 1971 mulai ada doktor, yaitu? Dr Tolhah Mansur.

Mujahidin Cyber

"Alhamdulillah, sekarang yang sarjana saja sudah tak terhitung," tandasnya.

Namun demikian, ia juga mengingatkan bagi yang mempelajari kajian agama, pendidikan di IAIN atau di UIN saja tidak memadai pengetahuan agamanya untuk bisa berperan di? masyarakat, tapi Harus digabungkan dengan pendidikan pesantren.

"Kalau hanya mengandalkan sekolah tanpa bekal pesantren, tidak memadai. Khutbah saja tidak lancar, padahal ini paling gampang," tandasnya.

Ia menegaskan, amaliyah NU merupakan ajaran yang ramah dan sanadnya bersambung sampai ke Rasulullah. Islam ala NU ini terbukti memberikan suasana yang sejuk di? tengah-tengah konflik umat Islam yang melanda Timur Tengah.? Ia mencontohkan cara dakwah sejuk ala ? ayahnya, Kiai Aqil yang merupakan salah satu cerminan model dakwah yang akhirnya mampu mengislamkan Nusantara. Di Kempek? Cirebon, dulu ada ada sinder yang sangat benci kepada santri, tetapi ayahnya selalu silaturrahmi ke rumah sinder tersebut untuk sekedar menyapa. Lalu gantilah sinder? yang pergi ke rumah Kiai Agil. Pertama, tentu saja tidak shalat, tetapi karena dekat dengan kiai, kemudian tak shalat, sinder tersebut menjadi malu. Demikian akhirnya? proses keislamannya terus meningkat.?

"Coba kalau dibawai pentung, pasti lari," paparnya.?

Di depan kader-kader muda ? NU ini, Kiai Said juga mengisahkan bagaimana NU disingkirkan oleh Orde Baru. Partai Persatuan Pembangungn (PPP) yang didominasi oleh orang NU? tidak boleh dipimpin oleh kader NU, menteri agama tidak boleh dipimpin oleh orang NU. Ketua umum MUI juga tidak boleh dipimpin orang NU. Situasi ini berubah sejak? reformasi dimana mulai banyak orang NU menduduki posisi strategis.

"Sejak reformasi, tak ada yang berani meninggalkan NU," tegasnya. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Pertandingan Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock