Jumat, 23 Maret 2018

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai

Karanganyar, Mujahidin Cyber. PAC GP Ansor Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti dalam rangka pelebaran sungai yang berlokasi di Dukuh Ngobaran Desa Pojok Mojogedang, Ahad (22/2) lalu.

Perlebaran sungai tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dampak longsor yang sering terjadi pada saat air memenuhi sungai.

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai

Menurut Ketua PAC Ansor Mojogedang Danang, mengungkapkan, bahwa hujan deras yang terjadi beberapa saat lalu mengakibatkan sungai di Dukuh Ngobaran tersebut penuh air atau banjir. 

Mujahidin Cyber

“Saking derasnya aliran air hingga mengakibatkan tanah disamping sungai tersebut ikut longsor”, ungkapnya kepada Mujahidin Cyber, Senin (23/2) lalu.

Padahal, lanjutnya, tepat pinggiran sungai yang tanahnya longsor tersebut terdapat rumah. Sehingga jika hal ini tidak segera diantisipasi, maka dikhawatirkan rumah tersebut akan amblas terbawa longsor yang disebabkan banjir.

Mujahidin Cyber

“Saat ini jarak rumah dan sungai tinggal sekitar satu meter, jika sungai tidak segera dilebarkan ke arah pinggiran sawah disebelahnya, maka rumah tersebut bisa saja tergerus air,” imbuhnya.

Dirinya berharap dengan pelebaran sungai ini akan meminimalisir dampak banjir, sehingga dalam hal tidak ada pihak yang dirugikan. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Meme Islam Mujahidin Cyber

Selasa, 13 Maret 2018

Kini Terbit Buku Fiqih Jenazah ala NU

Surabaya, Mujahidin Cyber. Tidak banyak yang bisa merawat jenazah. Praktis dalam keseharian, "tugas" ini hanya dibebankan kepada para modin dan tokoh agama setempat. Inilah yang mendorong Kiai Maruf Khozin menulis buku tentang itu agar semua orang mudah melaksanakannya dan tetap sesuai syariat.

Kini Terbit Buku Fiqih Jenazah ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kini Terbit Buku Fiqih Jenazah ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kini Terbit Buku Fiqih Jenazah ala NU

Ia menerbitkan buku berjudul "Fikih Jenazah An-Nadliyah". Kelebihannya antara lain di samping berbicara teknis pelaksanaan, juga mengulas dalil amaliah, baik sebelum serta sesudah kematian. "Melengkapi dan penyempurnaan dari sejumlah buku serupa yang beredar di pasaran," kata Kiai Maruf Khozin saat dihubungi Mujahidin Cyber, Senin (23/2).

Keterpanggilan menerbitkan buku ini juga berdasarkan masukan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak. "Bahan yang saya peroleh adalah dari sejumlah pengajian ke sejumlah masjid, mushalla maupun pengurus MWCNU serta bahan tambahan dari pertanyaan yang disampaikan jamaah," kata salah seorang fungsionaris Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim ini.

Mujahidin Cyber

"Buku ini juga secara khusus dijadikan sebagai bantahan terhadap maraknya buku-buku Wahabi tentang masalah kematian," terangnya. Pada saat yang sama, buku yang diterbitkan Muara Progresif Surabaya ini diharapkan kian memantapkan bagi warga NU bahwa apa yang dilakukan selama ini memiliki keabsahan dalil sehingga diamalkan oleh ulama salaf, lanjutnya.

Mujahidin Cyber

Dalam pandangan aktivis PW Aswaja NU Center Jatim tersebut,? "Justru seperti kelompok Wahabi lah yang tidak memiliki catatan historis dengan ulama salaf dan cenderung memutus amaliah dari ulama terdahulu," ungkapnya.

Kiai Maruf Khozin menandaskan bahwa amaliah yang dilakukan Nahdliyin cukup banyak, mulai membacakan Yasin, kesaksian, tahlilan, membaca al-Quran di makam, sedekah atas nama al-marhum dan sebagainya.

"Tujuan utamanya yaitu agar mendapat ampunan karena orang meninggal sangat membutuhkan rahmat dari Allah, terlebih lagi kuburan adalah jalan penentu keselamatan seseorang ke alam barzah," katanya sembari menyitir hadits shaheh dari Turmudzi.

Kiai Maruf Khozin menyadari bahwa sejumlah dalil dan hujjah yang dicantumkan dalam bukunya adalah rangkuman dari beberapa kitab ulama salaf. Tidak berhenti sampai di situ, sebelum buku diterbitkan, naskah yang ada dimintakan tashih kepada sejumlah kiai dan ulama terkemuka.

"Khusus kepada KH Muhyiddin Abdusshomad yang juga menjabat Rais Syuriah PCNU Jember serta KH Asyhar Shafwan selaku Ketua LBM PWNU Jatim saya mengucapkan terima kasih karena berkenan memberi kata sambutan," katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada KH Abdurrahman Navis (Direktur PW Aswaja NU Center Jatim), Ustadz Idrus Ramli, serta sejumlah pihak yang telah mendukung percepatatan bagi terbitnya buku tersebut.

Tirmidzi Munahwan selaku pemilik Penerbit Muara Progresif menandaskan bahwa kehadiran buku dengan muatan fikih praktis sangat ditunggu masyarakat. "Apalagi dengan disertai dalil baik dari al-Quran maupun hadits, serta pendapat ulama tentu sangat bermanfaat bagi umat," katanya.

Bagi Tirmidzi, sapaan akrabnya, warga NU dan juga umat Islam harus selalu diberikan pendampingan dan pengetahuan atas sejumlah amaliyah yang selama ini menjadi kebiasaan sehari-hari. "Agar ada kemantapan dalam menjalankan ibadah, bukan semata ikut-ikutan," pungkas alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. (Syaifullah/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Islam Mujahidin Cyber

Minggu, 11 Maret 2018

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

Jember, Mujahidin Cyber. Seorang pendeta Kotlik di Jember, Jawa Timur, Romo Deni menyambut posisitf acara Refleksi 1 Tahun Asparagus Jember yang digelar di Pondok Pesantren AlFauzan Ajung, Jumat (13/10) malam.

Menurut Romo Deni, dengan diundang dan hadir pada kegiatan tersebut, dirinya bisa menjalin komunikasi dan tukar informasi, sehingga tahu keberadaan Islam dan pesantren yang sebenarnya.

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendeta Katolik Jember Tegaskan Perbedaan adalah Keindahan

"Kita semua saudara. Kebetulan kami Katolik, dan Saudara Islam. Perbedaan itu tidak boleh memecah belah,” katanya.

Ia menegaskan perbedaan merupakan keindahan. Dengan bertemu, bisa saling menghargai, dan berusaha mengenal pesantren.

Mujahidin Cyber

“Agar kami tidak takut sama kiai, dan kiai tidak takut sama kami,” jelasnya.

Wakil Bupati Jember Abdul Muqit Arief, kembali mengingatkan pentingnya kesederhanaan yang diperolah dari pesantren. Dengan kesederhanaan dan kemandirian, pesantren tetap bertahan dalam  situasi dan kondisi bagaimanapun.

“Dengan kemandirian, kesederhanan serta keikhlasan para Kiai NU, pesantren jadi  basis kekuatan besar perjuangan merebut kemerdekaan, jadi kesetiaan para kiai dan pesantren terhadap negara tidak bisa diragukan lagi," tegas alumni Pesantren Annuqoyah di Guluk-Guluk Sumenep Madura.

Pengasuh Pesantren Silo ini berharap nilai-nilai yang dimiliki oleh para kiai terdahulu tetap dipertahankan oleh para Lora-lora dan Gus-gus.

"Moto Asparagus, Menjaga tradisi menjalin silaturahmi. Itu sangat tepat," tegasnya.

Mujahidin Cyber

 

Kembangkan Potensi 

Menurut Wabup, potensi yang dimiliki pesantren di Jember sangat besar. 

“Ada 570 lebih pesantren di Jember, dengan ratusan ribu santri. Potensi inilah yang harus banyak menjadi renungan oleh para Lora-lora dan Gus-gus,” katanya. 

Salah satu contoh, sambung Wabup, berapa kwintal jumlah kebutuhan beras per hari, berapa banyak buku-buku yang dibutuhkan, dan kebutuhan lainnya.

“Kalau Asparagus bisa  merajut  potensi ekonomi itu, sungguh akan menjadi sesuatu yang luar biasa. Masalah managemen itu bisa dilakukan, ada Universitas Jember di sini,"  lanjutnya.

Hal yang penting adalah bagaimana tetap merajut potensi yang ada, lantaran para santri biasanya sangat kreatif.

“Dalam keadaan terjepit akan muncul kreatifitas,” kata Wabup.

Menurutnya masalah bantuan hanyalah suplemen.

“Jika bergantung ke atas, akan rapuh. Tapi kalau kita mandiri akan bisa bertahan,” tandasnya. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, Internasional, Doa Mujahidin Cyber

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak bisa dipungkiri, pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia telah banyak mencetak generasi yang justru mampu merawat tradisi masyarakat lokal. Tak hanya itu, para lulusan lembaga pendidikan Islam klasik tersebut juga telah melahirkan banyak pejuang kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang menginisiasi masyarakat untuk mendirikan madrasah formal sebagai tindak lanjut pendidikan di pesantren.

Masyarakat di Desa Prapag Kidul, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah misalnya. Diadvokasi oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU setempat, masyarakat di desa tersebut berhasil mendirikan madrasah pertama di pesisir pantai utara Kecamatan Losari pada tahun 1975 dengan nama Madrasah Ibtidaiyah Al-Islamiyah Prapag Kidul, Losari. Selama 40 tahun, madrasah ini dipercaya oleh masyarakat di empat desa, yakni Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Limbangan untuk mengisi pendidikan agama kepada anak-anak di pesisir pantai utara.

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Tahun Isi Pendidikan Agama di Pesisir Pantai Utara

Tak banyak juga yang mengetahui, bahwa MI Al-Islamiyah Prapag Kidul ini merupakan salah satu madrasah tertua di Kecamatan Losari. Meskipun di Desa Prapag Kidul saat ini terdapat 3 Sekolah Dasar (SD), masyarakat lebih memilih madrasah ini untuk pendidikan anak-anaknya karena sudah dipercaya masyarakat selama puluhan tahun.

Mujahidin Cyber

“Madrasah ini terus berusaha mengembangkan diri dari berbagai aspek dan keterampilan pendidikan untuk memenuhi aspirasi masyarakat juga, karena MI ini lahir dari masyarakat,” ujar Kepala MI Al-Islamiyah Prapag Kidul Losari, Burhanuddin, SPdI.

Setiap tahun, MI Al-Islamiyah Prapag Kidul selalu dipenuhi dengan pendaftar. Sehingga terkadang harus menolak calon siswa baru. Untuk menyikapi persoalan ini, MI Al-Islamiyah terus berusaha mengembangkan sarana dan prasarana berupa penambahan ruang belajar siswa. Perkembangan pesat ini bisa dikatakan dimulai sejak tahun 1995. Terhitung sejak tahun tersebut, MI Al-Islamiyah telah memperluas lahan untuk dibangun ruang kelas baru.

Perkembangan sarana dan prasarana itulah yang bisa dikatakan, bahwa MI Al-Islamiyah lebih maju dibanding 3 sekolah umum setingkatnya di Desa Prapag Kidul. Jadi, jika di SD ruang kelas 1 hanya ada 1 kelas, di MI Al-Islamiyah telah menyediakan 2 kelas. Hingga 2015 sekarang, perkembangan madrasah yang menjadi primadona warga pesisir ini cukup representatif dalam memajukan pendidikan Islam di tengah masyarakat.

Mujahidin Cyber

Iklim pengajaran berbasis lingkungan

Sarana yang semakin banyak membuat masyarakat juga tak perlu khawatir untuk memasukkan anaknya ke MI Al-Islamiyah Prapag Kidul. Kini, madrasah sedang mengembangkan lingkungan yang ramah anak untuk proses pengembangan pendidikannya. Lingkungan yang memadai menjadi salah satu perhatian utama madrasah untuk mewujudkan iklim pengajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dengan lingkungan yang memadai, MI Al-Islamiyah memanfaatkan keragaman lingkungan seperti membuat taman dengan berbagai penghijauan. Selain itu, madrasah juga memanfaatkan lingkungan sekitar yang masih asri untuk sarana outdoor learning para siswanya dalam memahami keanekaragaman hayati. Khususnya karakter daerah pesisir pantai dengan khazanah historis yang melingkupinya. Untuk menunjang hal tersebut, madrasah juga menggunakan instrumen tradisi masyarakat lokal dalam rangka pemahaman budaya berbasis lingkungan, seperti sedekah bumi dan sedekah laut.

Sedekah bumi memiliki nilai-nilai luhur yang memberi pesan kepada peserta didik, bahwa bumi yang kaya harus dikelola dengan baik dan benar. Dari bumilah tumbuh berbagai macam tanaman, baik yang masyarakat tanam atau yang tumbuh secara alami di pekarangan atau kebun. Dari tradisi ini, peserta didik juga diajarkan untuk selalu bersyukur atas apa yang dianugerahkan Tuhan dalam bentuk tanaman atau pepohonan yang menghasilkan bahan makanan sehari-hari. Hal tersebut menjadi media belajar siswa, bahwa menanam, menjaga, dan memelihara tumbuhan menjadi kewajiban manusia agar bumi selalu subur.

Demikian pula dengan tradisi sedekah laut, peserta didik juga dikenalkan dengan konsep pelestarian alam berbasis laut. Sehingga turut menjaga keanekaragaman laut untuk kehidupan di masa mendatang. Berangkat dari tradisi sedekah laut juga, para siswa diberikan pelajaran, bahwa mensyukuri anugerah Tuhan atas kekayaan melimpah di laut perlu dijaga, dilestarikan, dan disyukuri. 

Nilai-nilai pendidikan berbasis lingkungan tersebut sejalan dengan ajaran agama, ‘Kerusakan di laut dan di bumi merupakan ulah tangan para manusia.’ Sehingga generasi muda sebagai modal pembangunan perlu diberikan kesadaran sejak dini untuk melesatarikan lingkungan, baik di bumi maupun laut. Hal inilah yang mendorong MI Al-Islamiyah untuk mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan. Apalagi sekarang, di tepi pantai, daratan semakin tergerus oleh laut yang berpotensi menggerus pemukiman sehingga masyarakat sudah harus sadar mengisi pesisir dengan penanaman pepohonan seperti mangrove.

Selain outdoor learning sebagai basis pengajaran, MI Al-Islamiyah juga mengembangkan keterampilan siswa dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Madrasah ini menerapkan sistem ngaji bareng hingga shalat berjamaah sebagai ekstrakurikuler agama. Selain itu, kecerdasan psikomotorik juga dikembangkan oleh MI Al-Islamiyah melalui berbagai kegiatan olahraga, seperti ekstrakurikuler bola voli. Selain itu, medan daerah pesisir juga sangat cocok untuk mengembangkan berbagai keterampilan yang dilakukan oleh gerakan pramuka MI Al-Islamiyah.

Saat ini, MI Al-Islamiyah dikelola oleh Yayasan Al-Islah Prapag Kidul, Losari, Brebes. Madrasah ini juga salah satu madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Sebab itu, pola pengajaran paham keagamaan mengacu pada prinsip Aswaja NU yang konsisten dengan prinsip dan paham Islam yang ramah dan toleran. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Quote Mujahidin Cyber

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Jepara, Mujahidin Cyber. …Ya Rabbi shalli ala rasul/ Muhammadin sirril ula/ wal anbiya’ wal mursalin/ al ghurri khatman awwala// when we are meeting/ everything will be beautiful/ one of heart one of the soul/ for studying together// disaat kita sedang berkumpul/ semua menjadi indah/ satu hati satu jiwa/ belajar bersama-sama…?



Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika English Shalawat Dikumandangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika English Shalawat Dikumandangkan

Penggalan salawat Asnawiyah mahakarya KH Raden Asnawi, Kudus diaransemen menjadi salawat bertajuk “Soulmate”—gubahan bahasa Arab, Inggris dan Indonesia oleh Ali Mahmudi (37).

Lantunan salawat dalam 3 bahasa itu nyaring berkumandang usai materi bahasa Inggris di MTs Nurul Islam Kriyan, MTs/ MA Miftahul Ulum Sukosono, MTs Mathaliul Huda Bugel, pesantren Nurul Huda Bugel dan Universal English Course (UEC).

Ya, begitulah English Salawat yang dipopulerkan lelaki kelahiran Jepara 18 Juli 1976 yang juga memperoleh restu langsung dari Ketua LP Maarif NU kabupaten Jepara, H Zubaidi Masyhud, Juli 2011 lalu. Kemudian salawat yang merupakan salah satu ? bentuk wujud nyata mahabbah kepada Rasulullah dilanggengkan di tempat ia mengajar bahasa Inggris, hingga kini.

Mujahidin Cyber

Awal mula suami Sofiatun (30) terinspirasi tatkala di rumah mertuanya desa Troso RT.04 RW.10 kecamatan Pecangaan dilaksanakan pertemuan selapanan Jamiyyah Qurra’ Wal Huffadz (JQH) kecamatan Pecangaan-Kalinyamatan. Usai mendengar salawat Asnawiyah itu ia pun memperoleh insiprasi kemudian menggubah salawat itu menjadi soulmate.

Tak hanya salawat karya mbah Asnawi, “Syiir tanpo waton” Gus Dur dan “Dauni” pun digubahnya—menjadi salawat Arab-Inggris yang isinya bentuk penghormatan kepada guru maupun spirit belajar.

Tujuannya kata Ali, lulusan IKIP PGRI Semarang ingin meminimalisir pandangan Bahasa Inggris adalah murni pelajaran umum. Menurutnya lewat Bahasa Inggris bisa juga untuk menyampaikan moral value (pesan moral) kepada peserta didik. Sama seperti Habib Syekh menyampaikan pesan moral melalui salawat dan syiiran bahasa Jawanya.

Hal itu baginya juga sejalan dengan pendidikan karakter yang didengung-dengungkan oleh pemerintah. “Karakter yang dimiliki oleh siswa madrasah dan santri berbeda dengan siswa umum. Siswa yang membaca English salawat dan dipahami isinya bisa saja meneteskan air mata,” akunya.

Mujahidin Cyber

Lewat English Salawat ayah dari Ulya Fairuz Zahiro (5) hendak membuktikan Bahasa Inggris bukanlah pelajaran yang menakutkan tetapi akan menjadi mapel disukai. Apalagi dengan membaca salawat selain untuk mengharapkan syafaat dunia akhirat juga untuk kesuksesan dalam belajar.?

Kontributor: ? Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Nahdlatul, Olahraga Mujahidin Cyber

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat

Yogyakarta, Mujahidin Cyber. Media pemberitaan di lingkungan NU harus menjadi tradisi dan gerakan di masa depan. Globalisasi yang ditandai dengan makin kuatnya peran media harus dimanfaatkan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk mengukuhkan gerakan.

Ketua Lajnah Talif wan Nasyr (LTN) PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta HM. Lutfi Hamid mengatakan di Graha Sabha Pramana, UGM Yogyakarta (12/12).

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Pemberitaan NU Harus Berani dan Cepat

Ia menambahkan, memasuki era yang penuh tantangan tersebut jangan sampai NU menjadi orang pasif, melainkan aktif untuk mengisi globalisasi. Untuk itu, NU harus bergerak berani dan cepat melalui media pemberitaan.

Mujahidin Cyber

"Jangan sampai kaum muda menjadi pemain pasif. Kita harus aktif. Mari gerakkan semua potensi, khususnya media untuk mengisi peradaban di masa depan," tegas Lutfi yang juga Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sleman DIY.

Mujahidin Cyber

Lutfi juga menegaskan bahwa media NU DIY, yakni Majalah Bangkit, dengan mengangkat tema "Koruptor Mati tak perlu Disholati" mendapatkan apresiasi sangat besar dari pengunjung Expo KPK beberapa hari lalu (9-11 Desember).

"Hampir semua pengunjung sangat apresiasi dengan tema Majalah Bangkit. Karena stand Bangkit juga dikunjungi oleh Presiden Jokowi," tegas Lutfi yang juga santri KH Ali Maksum Krapyak.

Dalam Expo KPK tersebut, lanjut Lutfi, Bangkit hadir dibagikan gratis, termasuk kepada para Menteri yang hadir, komisioner KPK, peserta acara Mata Najwa, para gubernur, bupati, walikota, dan lainnya.

"Ini membuktikan bahwa komitmen NU sangat besar dalam memberantas korupsi. Majalah Bangkit akan selalu hadir memberikan yang terbaik kepada bangsa ini," tegas Lutfi yang juga aktif dalam menulis berbagai buku. (madun/abdullah alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pemurnian Aqidah, AlaSantri, Nahdlatul Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Maret 2018

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep

Sumenep – Kepengurusan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (PC ISNU) Sumenep Jawa Timur masa khidmat 2017-2021 akhirnya dilantik hari ini, Rabu (31/1). Kegiatan dilangsungkan di gedung Islamic Centre, Batuan.

Achmad Junaidi dalam sambutan atas nama panitia menyampaikan bahwa semestinya pelantikan lebih awal. Apalagi kepengurusan telah berjalan satu tahun. “Namun karena ada sejumlah kendala, baru bisa dilakukan awal tahun ini,” katanya. 

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep

Sedangkan Ketua PC ISNU Sumenep H. Muhammad Husnan mengemukakan bahwa pengurus yang baru harus menjalankan apa yang telah diikrarkan. Sejumlah tugas berat sesuai kapasitas sarjana NU menjadi perhatiannya bersama pengurus. 

Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana kiprah para sarjana mampu memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan daerah, khususnya Sumenep. "Kita harus terus memberikan sumbangan pemikiran kepada pemangku kebijakan di Kabupaten Sumenep," tegas M Husnan.

Pelantikan dihadiri Pimpinan Pusat ISNU yang diwakili Sekretaris Jenderal Mohammad Kholid Syeirozi. Pada kegiatan tersebut juga diselenggarakan dialog dengan tema  Tata Kelola Migas Merah Putih dalam Bingkai Nawacita. (Mahrus/Ibnu Nawawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Aswaja Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Berbagai terobosan terus dilakukan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo dalam melakukan pengkaderan. Hal ini dilakukan demi keberlangsungan organisasi pelajar NU tersebut.

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng lembaga pendidikan untuk mensosialisasikan pembentukan IPNU-IPPNU kepada kalangan pelajar. Terobosan ini merupakan upaya nyata dalam rangka terus mencetak kader berkualitas demi keberlangsungan organisasi.

Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan Nur Indah Muktamaroh mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya terus memperkuat diri sebagai organisasi kader di lingkungan NU dengan berupaya membentuk komisariat di sekolah atau madrasah.

Mujahidin Cyber

“Sosialisasi pembentukan IPNU-IPPNU ini dilakukan dalam rangka penguatan organisasi disamping juga mempermudah koordinasi. Dengan banyaknya kader, maka proses regenerasi di IPNU-IPPNU akan berjalan dengan baik,” ungkapnya, Selasa (13/1).

Mujahidin Cyber

Nur Indah Muktamaroh mengakui jika saat ini PC IPNU-IPPNU Kota Kraksaan kesulitan mencari kader yang benar-benar berkualitas dan mampu menjalankan roda organisasi dengan baik. Sebab rata-rata diantara kader NU ini tidak semua bisa terjun dalam kepengurusan karena alasan ijin dari keluarga.

“Salah satu upaya yang kami lakukan untuk menyiapkan dan mencetak kader militan ini adalah dengan membentuk kepengurusan komisariat sebanyak-banyaknya sebagai embrio kepengurusan selanjutnya. Jika sudah terlanjur cinta menjadi pengurus, maka nantinya secara sukarela akan bergabung menjadi pengurus di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali. Menurutnya, dengan dibentuknya kepengurusan di tingkat komisariat maka siswa akan aktif belajar berorganisasi.

“Setelah terbentuk, tentunya kami akan rutin melakukan pembinaan sehingga siswa bisa lebih cepat untuk mengenal dan memahami organisasi IPNU-IPPNU. Intinya di komisariat ini hanya sebatas pengenalan organisasi IPNU-IPPNU saja. Ujian sebenarnya adalah saat mereka bergabung di level ranting, anak cabang maupun cabang,” ungkapnya.

Menurut Ghazali, kepengurusan komisariat IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah merupakan sebuah wadah pengkaderan pengurus dengan cara menggali potensi siswa agar mau belajar berorganisasi.

“Semoga dengan dibentuknya komisariat IPNU-IPPNU, organisasi di sekolah dan madrasah akan lebih hidup lagi. Pasalnya disini siswa akan mendapatkan pengalaman yang lebih luas,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Doa, Lomba Mujahidin Cyber

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Lampung, Mujahidin Cyber - Pertandingan LSN Regional Sumatera V Zona Lampung resmi dibuka oleh Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Pol Dr Ike Edwin di Lapangan Sepakbola Pahoman Bandar Lampung, Senin (19/9). Brigjen Pol Ike Edwin sangat mengapresiasi LSN Zonal Lampung sebagai langkah baik untuk pembinaan dan pembibitan pesepak bola kalangan pesantren.

"Ini merupakan langkah yang bagus untuk terus menggelorakan sepakbola kepada masyarakat luas," katanya.

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Untuk itu, Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin mendukung penuh kegiatan Liga Santri Nusantra khususnya di zona Lampung.

Langkah nyata dukungan itu diwujudkan dengan pemberian hadiah uang pembinaan untuk para pemenang untuk LSN Regional Sumatera V Zona Lampung.

Mujahidin Cyber

Juara I akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta. Juara II sebesar 4 juta. Sedangkan juara III mendapatkan 3 juta rupiah.

Mujahidin Cyber

Pembukaan turnamen yang akan berlangsung hingga 23 September 2016 ini dihadiri Sekretaris LSN 2016 Khoirudin Abbas, Kakanwil Kemenag Lampung, Fokompinda Lampung, serta Ketua KNPI, serta panpel regional Sumatera V Zona Lampung. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Makam, Kajian, Fragmen Mujahidin Cyber

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern

Jakarta, Mujahidin Cyber

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia menggelar stadium generale atau kuliah umum, Jumat (26/2/2016) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, kedua perguruan tinggi NU ini juga menggelar diskusi dengan membahas persoalan sufisme modern.

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuliah Umum, STAINU Jakarta-UNU Indonesia Bahas Sufisme Modern

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertajuk ‘Sufism in the Modern World’ Direktur Pascasarjana Islam Nusantara H Mastuki Hs, dari Sadra Institute, Abdul Aziz Abbaci yang juga intelektual asal Aljazair, dan Direktur PT Mizan Publika Haidar Bagir. Adapun moderatornya yaitu Ajat Sudrajat.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan bedah buku berjudul ‘Pergulatan Islam di Dunia Kontemporer’. Buku yang ditulis oleh Carl W Ernst setelah Peristiwa 11 September itu merupakan pengantar ringkas kepada Islam dan peradaban muslim bagi publik luas, berbasis pada semangat ilmiah, mengangkat isu-isu kunci tentang doktrin dan peradaban Islam sejak kelahiran hingga perkembangan mutahirnya.

Mastuki Hs sekilas menerangkan tentang diskursus tasawuf di Nusantara sejak abad 15 (zaman Wali Songo) berlanjut munculnya ulama-ulama kesohor dari ranah Melayu seperti Hamzah Fansuri, Syamsuddin Sumatrani, Nuruddin Ar-Raniry, Abdurrauf Singkil, dan lain-lain beserta pemikiran tasawuf yang mewarnai sejarah mereka.?

Mastuki juga memaparkan tengang neo-sufisme dan ‘urban sufism”. ? Sementara itu, Haidar Bagir menyampaikan tasawuf sangat relevan dengan zaman sekarang, di mana kehidupan manusia yang semakin materilistis dan hedonis. Hal ini juga diamini oleh narasumber ketiga Abdul Aziz Abacci yang berusaha menerangkan hasil penelitian tentang Wahdatul Wujud.

Mujahidin Cyber

Seminar dihadiri oleh Ketua PP ISNU Ali Masykur Musa, Ketua Lakpesdam PBNU H Rumadi, Ketua PBNU H M Sulton Fatoni, pengurus bidang penjaminan mutu LPTNU Mansur Maksum, Wakil Rektor UNU Indonesi, Ketua I Bidang Akademik STAINU Jakarta Imam Bukhori, dan para mahsiswa yang memadati aula lantai 8 Gedung PBNU Jakarta.

Mujahidin Cyber

Dalam kesempatan ini, STAINU Jakarta dan UNU Indonesia juga meresmikan Pusat kajian Islam Nusantara yang akan menjadi corong akademis tentang khazanah Islam Nusantara.

Secara khusus, Haidar Bagir sebagai Direktur Mizan mengatakan bahwa di masa yang kana depan mendatang, sangat mungkin dilakukan kerja sama penerbitan buku-buku karangan intelektual Nahdlatul Ulama dan lembaga-lembaga yang bernaung di bawahnya. Tujuannya agar pemikiran-pemikiran intelektual NU dapat dibaca kalangan luas, tidak hanya dalam bentuk disertasi-disertasi. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Maret 2018

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback)

Garut, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut mengangkat fenomena pengembalian sebagian uang sebagai bentuk potongan harga dari barang yang dibeli warga (cashback) pada musyawarah kerja cabang II di Pesantren Al-Huda, Selasa (17/1). Mereka mencoba mengupas masalah sistem potongan harga yang masih belum jelas hukumnya dari segi pandangan syari’at Islam.

Cashback ini model transaksi seperti apa, boleh atau tidak. Sebenarnya itu milik siapa. Hal itu akan coba dirumuskan supaya jelas halal atau haramnya. Agar orang tidak ragu menerima itu,” kata Sekretaris Panitia Muskercab II Aceng Hilman Umar Bashori saat dijumpai di Pesantren Al-Huda.

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback) (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback) (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback)

Ia mengatakan, hasil bahtsul masail yang digelar pada Selasa malam ini akan dipublikasikan usai Muskercab II. Pihak panitia akan menggelar jumpa pers agar semua masyarakat mengetahui hukum masalah-masalah yang dibahas tersebut.

Mujahidin Cyber

“Kita akan mengundang media untuk mengetahui pandangan PCNU melihat itu seperti apa. Mudah-mudahan bisa sangat membantu masyarakat sehingga ketika ada fenomena seperti yang terjadi di Jakarta orang sudah tidak mempertanyakan lagi terkait hukumnya dari pandangan agama,” ujarnya.

Pertemuan ini dihadiri sekira 200 peserta. Mereka datang dari 42 lebih kecamatan di Kabupaten Garut. Musyawarah ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Harlah Ke-91 NU.

Aceng berharap masyarakat memahami komitmen kebangsaan NU yang semakin dewasa ini meskipun di tengah rongrongan isu-isu negatif terhadapnya. (Rohmah Nashruddin/Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Syariah Mujahidin Cyber

Senin, 05 Maret 2018

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Nahdlatul Ulama memprediksi hari pertama puasa Ramadlan 1433 H jatuh pada Sabtu tanggal 21 Juli 2012.?

“Tapi NU melalui Lajnah Falakiyah, belum menentukan, karena NU akan merukyah. Prediksi kan boleh, tapi tidak boleh memastikan karena menunggu hasil rukyah tanggal 19 Juli.”?

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Prediksi Sabtu, Kepastian Tunggu hasil Rukyat

Demikian ditegaskan Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama KH A. Ghazali Masroeri di hadapan pengurus lajnah, banom, dan lembaga NU, serta para wartawan dari berbagai media, di gedung PBNU, (18/7) dengan tema Menyambut Ramadlan 1433 H.?

Mujahidin Cyber

Menurut prediksi hisab NU, pada Jumat (20/7) nanti, hilal masih belum sampai kriteria visible. “Prediksinya tinggi hilal baru 1 derajat 38 menit 26 detik. Jadi, belum memenuhi kriteria visibilitas hilal.”

Mujahidin Cyber

Sesuai kesepakatan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) visibilitas hilal adalah dua derajat.

“NU tidak menentukan jauh-jauh hari karena Rasulullah tidak mengajarkannya. Selain itu, ilmu hisab bagi NU adalah untuk memandu mengarahkan dan mengontrol rukyah. Atau dengan ? lain perkataan untuk menghasilkan rukyah yang berkualitas,” tambahnya.

Di sisi lain, sambung Kiai Ghazali, rukyah sebagai instrumen pula untuk uji verifikasi atas hipotesis hisab. “Hitungan manusia itu bener apa nggak?” ujarnya.?

Kalau kita hanya menggunakan hisabnya saja, tidak mau melakukan rukyah atau observasi langsung, ilmu hisab jadi stagnan dan mandeg.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Maret 2018

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika

Probolinggo, Mujahidin Cyber - Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyampaikan, seorang pemimpin jangan terlalu banyak beretorika. Pemimpin harus memperbanyak berbuat baik dan berperilaku baik sebagai contoh kepada anak-anak yang merupakan calon pemimpin untuk meneruskan perjuangan pembangunan.

Hal ini disampaikan Hasan Aminuddin dalam peletakan batu pertama pembangunan Masjid Darul Muttaqin di Desa Alastengah Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo, Jum’at (17/2) sore.

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika (Sumber Gambar : Nu Online)
Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika (Sumber Gambar : Nu Online)

Seorang Pemimpin Jangan Hanya Beretorika

“Seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh nyata dan tidak hanya sekedar berwacana,” katanya.

Mujahidin Cyber

Hasan menjelaskan, bersedekah merupakan hal dan perilaku yang sangat penting. Seseorang yang ikhlas untuk bersedekah, niscaya akan dilipatgandakan rezekinya. “Janganlah pernah mengemis di jalan-jalan untuk kepentingan pembangunan masjid,” pintanya.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Hasan meminta para panitia pembangunan masjid agar senantiasa mendatangi dan bertamu kepada para dermawan yang benar-benar ikhlas, “Terima kasih kepada orang yang pernah berjasa dan menyerahkan pelaksanaan pembangunan ini pada ahlinya, sehingga masjid ini bermanfaat sebagai tempat ibadah untuk generasi sampai ke generasi,” pungkasnya.

Ketua panitia Taufik menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap panitia dan masyarakat yang mau mendukung pelaksanaan pembangunan Masjid Darul Muttaqin tersebut. “Mudah-mudahan pembangunan masjid ini bisa selesai sesuai dengan harapan bersama sehingga bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk upacara serah-terima akta ikrar wakaf untuk pembangunan Masjid Darul Muttaqin oleh Kepala KUA/PPAIW Kecamatan Paiton Sahro kepada ketua nadzir (pengelola wakaf) Kusnadi.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, Ketua MWCNU Paiton Moh Barzan, dan sejumlah kiai yang ada di Kecamatan Paiton. Serta para pengurus badan otonom NU, baik IPNU-IPPNU serta GP Ansor. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Kiai Mujahidin Cyber

Jumat, 02 Maret 2018

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani

Surabaya, Mujahidin Cyber. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) prihatin atas menurunnya minat pemuda menjadi petani. Hal itu disampaikan oleh Djunaidi, Asdep Peningkatan Sumber Daya Pemuda, Kementerian Pemuda dan Olahraga atas hasil beberapa penelitian yang menunjukkan pemuda cenderung pergi kota.

"Memang dari hasil penelitian ada kecenderungan para pemuda kita pergi ke kota. Kalau mereka pergi ke kota terus bagaimana dengan desa (bertani)," tanyanya usai mengisi Workshop bertema Isu-Isu Kepemudan dan Tantangan Globalisasi bagi Penerima Beasiswa (Kemenpora) Program Studi Magister (S2) Dirasah Islamiyah Konsentrasi Kepemudaan di Gedung Twin Tower B UINSA Surabaya, Kamis (5/10).

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora Prihatin atas Menurunnya Minat Pemuda Jadi Petani

Ia mempertanyakan generasi petani di desa jika pemuda banyak memilih pergi ke kota, sebab orang tua yang bekerja sebagai petani tidak bisa bertahan selamanya.

"Dan akhirnya mereka meninggalkan desa. Tidak mungkin orang tua terus bekerja, lama-lama akan tua. Siapa penerusnya?" ungkapnya.

Untuk mengatasi hal tersebut Kemenpora sudah menyiapkan berbagai program. Salah satunya program pemuda mandiri desa yang sudah terbentuk diharapkan bisa berperan untuk memberdayakan pemuda di desa.

Mujahidin Cyber

"Kita punya beberapa program terkait itu tidak menutup kemungkinan pemuda mandiri desa bisa menghimbau atau mengajak suapaya ada pemuda yang turun ke desa lagi. Mungkin tidak melulu mencangkul, bagi yang berpendidikan bisa mengelola sebagai pimpinan atau manajer," ujarnya.

Selain itu Ia juga menambahkan bahwa Kemenpora memiliki pelatihan berupa kemandirian ekonomi, ketahanan pangan. Melalui pelatihan itu dihimbau juga supaya para pemuda bisa memunculkan kepedulian terhadap pedesaan.

"Sebetulnya tidak hanya dibidang pertanian tapi bidang yang lain juga," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu Mujahidin Cyber

Rabu, 28 Februari 2018

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako

Way Kanan, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Negeri Besar, Way Kanan, Lampung, batal menggelar pasar murah yang rencananya digelar, Rabu (21/6). Bahkan bahan pokok yang sedianya dijual justru langsung dibagikan kepada warga yang kurang mampu.

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)
Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako (Sumber Gambar : Nu Online)

Batal Gelar Pasar Murah, GP Ansor Negeri Besar Langsung Bagi Sembako

“ Ada 50 paket bahan pokok, berisi gula pasir dua kilogram, satu kilogram tepung terigu dan satu liter minyak goreng. Setiap paket rencananya dijual dengan harga Rp35 ribu,” ujar Ketua PAC Ansor Negeri Besar Imam Muhtadi melalui Ketua Ranting Ansor Tegal Mukti, Filial Saadilah.

Namun paket sembako murah itu, yang rencananya dijual dikatakannya tidak jadi dijual. Justru dibagikan secara cuma-cuma 50 paket Sembako kepada masyarakat kurang mampu di Kampung Tegal Mukti Bahkan.?

“Semua paket sembako murah dibeli Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) yang ada di Negeri Besar dan sembako langsung dibagi kepada warga yang kurang mampu,”bebernya.?

Masih menurut Saat, dari hasil penjulan sembako murah itu, keuntungannya, didonasikan untuk ? pembangunan sarana air wudhu Masjid Al Falakusaadah Kampung Way Pisang Kecamatan Way Tuba yang digalang bersama komunitas Kampung Lebah.

Mujahidin Cyber

” Satu paket disepakati dibeli KBNU tetap dengan harga Rp50 ribu, sesuai harga pasar. ? Dan Rp5 ribu untuk donasi pembangunan sarana air wudhu. ? Kami doakan semua donatur mendapat berkah dunia dan akhirat”tandasnya.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto mengapresiasi kemampuan kader Ansor Negeri Besar menangkap gagasan dan mengucapkan terima kasih atas semangat, energi dan keberanian kader PAC Ansor Negeri Besar.

"Kader Ansor harus selalu memberi manfaat dengan segala keterbatasan yang ada. Satu syaratnya memiliki kreativitas. Atas nama organisasi, saya menghaturkan terima kasih kepada jajaran KBNU Negeri Besar yang terus memfasilitasi eksistensi Gerakan Pemuda Ansor. Yakinlah, catatan kebaikan tak akan pernah terlewatkan dari Malaikat Raqib," kata Gatot. (Erli Badra / Muslim Abdurrahman)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai Mujahidin Cyber

Selasa, 27 Februari 2018

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU Robikin Emhas menilai pembatasan umur Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) selama 12 tahun dalam draf revisi UU KPK tengah masih maraknya praktik korupsi tidak mencerminkan kesadaran kolektif antikorupsi masyarakat yang menempatkan tindak pidana itu sebagai kejahatan luar biasa.

“Bahkan boleh dikatakan tidak memiliki basis argumentasi dan rasio logis yang memadai. Oleh karena itu sangat bisa dipahami apabila terjadi penolakan publik terhadap gagasan itu. Berbeda seandainya pembubaran KPK yang memang bersifat ad hoc itu didasarkan pada indeks korupsi? dengan parameter yang akuntabel, misalnya,” tuturnya dalam siaran pers, Kamis (8/10).

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis

Ketua PBNU bidang hukum, perundang-undangan dan hak asasi manusia ini menambahan, Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-33 di Jombang awal Agustus lalu bahkan merekomendasi agar koruptor dihukum mati. Rekomendasi itu dilakukan setelah melalui kajian mendalam dan sangat hati-hati, termasuk dari sisi hak asasi manusia mengingat menyangkut hak hidup manusia.

Mujahidin Cyber

“Di antara pertimbangan faktual Nahdlatul Ulama merekomendasi hukuman mati terhadap koruptor adalah karena daya rusak korupsi yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Menurut Robikin, dalam keadaan seperti ini, politik pembangunan hukum harus memperkuat institusi penegak hukum di bidang pemberantasan korupsi, baik kepolisian, kejaksaan, ataupun KPK. Selain itu pembentuk undang-undang melalui proses legislasi yang ada perlu terus mendorong tata kelola pemerintahan yang makin akuntabel dan transparan, serta terus mengupayakan tumbuh-berkembangnya budaya antikorupsi di masyarakat.

Mujahidin Cyber

Sebelumnya, pada Selasa (6/10), DPR membahas usulan Rancangan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) untuk masuk ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2015. Wacana pembatasan tertulis pada Pasal 5 RUU KPK yang menyatakan bahwa KPK dibentuk untuk masa waktu 12 tahun sejak undang-undang itu diundangkan. (Mahbib Khoiron)

Ilustrasi: caesarleo.deviantart.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, Habib Mujahidin Cyber

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya

Pekalongan, Mujahidin Cyber.

NU Care-LAZISNU Kapupaten Pekalongan menyalurkan dana bantuan untuk muslim Rohingya, Sabtu (21/10) di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Pengurus Wilayah NU Care-LAZISNU Jawa Tengah, disaksikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi. Penyerahan dilakukan di sela-sela acara Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2017.

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya

Sekretaris NU Care-LAZISNU Jateng Zainuddin Zein menjelaskan bantuan yang terhimpun di PW NU Care-LAZISNU Jawa Tengah nantinya akan diteruskan ke Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU di Jakarta, untuk kemudian diserahkan kepada Muslim Rohingya.

“Ini merupakan penghimpunan dana Rohingya tahap kedua,” kata Zainuddin.

Mujahidin Cyber

Jika ditotal, dana yang terkumpul di tahap kedua ini sudah mencapai 320-an juta. Lebih besar jika dibandingkan dengan tahap yang pertama, yang hanya mencapai 132 juta rupiah. 

Mujahidin Cyber

Ketua NU Care LAZISNU Kabupaten Pekalongan, H Suhaimi mengatakan penghimpunan dilakukan dengan menginstruksikan ke masjid-masjid NU di seluruh Kabupaten Pekalongan agar memberikan satu kali Kotak Jumat untuk  disediakan secara khusus membantu muslim Rohingya. 

“Waktunya kurang dari satu bulan, ” imbuh Suhaimi. 

Dewan Penasihat NU Care-LAZISNU Kabupaten Pekalongan, KH Imronuddin menambahkan, bahwa dengan keberadaan penggalangan dana tersebut semakin menampakkan peran serta kepedulian warga Nahdliyyin dalam isu-isu kemanusiaan di tingkat internasional.

“100 juta ini adalah aksi nyata kita untuk Rohingya. Semoga dengan semakin pedulinya kita terhadap saudara-saudara muslim kita, itu menunjukkan semakin menguatnya ukhuwah islamiyah serta ukhuwah basyariyah kita,” tambahnya. 

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi mengatakan kepada 1200 an santri yang hadir dalam acara tersebut bahwa tragedi Rohingya mengingatkan kepada kita mengenai pentingnya sebuah negara yang aman, tertib, serta kondusif. 

“Maka para santri harus senantiasa cinta kepada NKRI dan sekuat mungkin untuk ikut menjaganya dari berbagai bentuk perpecahan,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan pendidikan kepada 10 santri yang masing-masing menerima 500 ribu rupiah, serta bantuan kewirausahaan kepada 2 santri masing-masing bernilai 1, 5 juta rupaih. Bantuan tersebut sebagai bentuk dorongan dalam bidang pendidikan dan ekonomi santri. (Riza/Kendi Setiawan)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Warta Mujahidin Cyber

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator

Bekasi, Mujahidin Cyber

Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi sepakat menjalin kerjasama dengan PT  Berca Schindler Lifts (BSL) untuk menyelenggarakan program pemagangan kerja (Apprentice Program). Kerja sama bertujuan menyiapkan tenaga kerja kompeten di bidang lift dan eskalator melalui pelaksanaan pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja.

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator (Sumber Gambar : Nu Online)
BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator (Sumber Gambar : Nu Online)

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator

Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini dilakukan Kepala BBPLK Bekasi, Helmiaty Basri dengan Presiden Direktur PT BSL Phua Yin Liang Willis  dan disaksikan oleh Sekretaris  Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Kunjung Masehat  di kantor BBPLK Bekasi, pada Senin (9/10).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini  merupakan langkah nyata antara pemerintah dengan dunia industri untuk menciptakan tenaga kerja terampil serta penyerapan tenaga kerja di dunia industri,” kata Kunjung Masehat.

Kerjasama pelatihan ini akan memberikan program magang mencakup pelatihan berbasis kerja, kurikulum dan sertifikasi dan pengembangan karier. Para peserta magang akan mengikuti pelatihan keterampilan yang relevan dan khusus dibutuhkan di industri lift dan eskalator.

Keterampilan yang dipelajari  meliputi aspek instalasi, pemeliharaan dan perbaikan lift dan eskalator. Peserta juga bisa memperoleh kesempatan kerja di seluruh bisnis Schindler.

Mujahidin Cyber

“Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan berlanjut setiap tahun serta PT. Berca Schindler Lifts dapat melakukan rekrutmen karyawan yang lebih banyak melalui program pelatihan ini,” kata Kunjung.

Kunjung mengatakan melalui program pelatihan antara BBPLK-BSL, para peserta akan dilatih sesuai dengan pengetahuan yang sebenarnya dan dalam metode dunia kerja yang modern. Hal ini dilaksanakan untuk mensinkronkan teknologi antara materi pelatihan dengan dunia kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kunjung mengatakan, Kemnaker memberikan apresiasi PT BSL dan perusahaan-perusahaan swasta lainnya  yang telah  ikut peran serta dan peduli dalam upaya penyiapan tenaga kerja terampil.

“Untuk  meningkatkan produktivitas tenaga kerja yang kompeten, maka perlu dilakukan kerjasama, koordinasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan terkait pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja," kata Kunjung.

Mujahidin Cyber

Kunjung mengatakan melalui Schindler-BLK Apprentice Program ini  para peserta dapat menjalani program pelatihan dua tahun yang terdiri dari rangkaian pelatihan yang dilakukan di BLK, pelatihan On The Job Training (OJT) yang   diatur oleh PT. BSL.

“Setelah menyelesaikan program pelatihan magang  ini, para peserta harus mencapai persyaratan akademik yang ditetapkan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) dan persyaratan kerja standar yang ditetapkan PT. BSL untuk memenuhi syarat kontrak kerja dengan masa percobaan satu tahun dengan PT. BSL,” ujar Kunjung.

Sementara itu, Presiden Direktur PT BSL Phua Yin Liang Willis menambahkan program magang gabungan ini bersama BBPLK Bekasi ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah karyawan muda berbakat di bidang teknis industri lift.

“Kerjasama ini juga diharapkan akan bisa membantu para pebisnis di industri lift dan escalator untuk meningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sesuai dengan standar industri,” kata Phua. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Kajian Islam, Pendidikan Mujahidin Cyber

Minggu, 25 Februari 2018

Para pengikut Saddam disingkirkan

Jakarta, NU.Online
Amerika ingin mencegah Partai Baath menjadi kekuatan yang teratur. Ribuan anggota partai Baath pimpinan Saddam Husein dilarang memegang jabatan di pemerintahan. Langkah ini akan memberantas Partai Baath, dengan menancapkan "sebuah pancang di jantungnya", seorang pejabat senior dari kantor pemerintah sipil baru Amerika di Irak mengatakan kepada wartawan.

Peraturan pemerintah dikeluarkan sehari setelah kepala pemerintahan baru, Paul Bremer, mengatakan bahwa pasukan koalisi yang menduduki Irak bertekad untuk membasmi partai mantan Presiden Saddam Hussein itu.

Pasukan Amerika di Irak juga telah melancarkan misi untuk menghentikan kekacauan, yang telah melanda negeri itu sejak rezim lama disingkirkan lima minggu yang lalu.

Pejabat dari Kantor Pembangunan Kembali dan Pelayanan Kemanusiaan Amerika (ORHA) di Irak mengatakan, para mantan anggota partai Baath menyulut aksi kejahatan dan demonstrasi anti Amerika di Irak.

Perkembangan lainnya

- Kanselir Jerman Gerhard Schroeder menyatakan dukungannya terhadap usulan resolusi yang menyerukan diakhirinya sanksi terhadap Irak.

- Amnesti Internasional menyelidiki tuduhan sejumlah tawanan perang Irak bahwa mereka disiksa oleh pasukan Amerika dan Inggris.

- Kerangka 45 orang dikeluarkan dari kuburan massal di Karbala, demikian laporan kantor berita Associated Press.

Penjarah ditangkap

Amerika Serikat dituduh gagal mengembalikan ketenangan dan ketertiban sejak perang berakhir.
Ratusan penjarah ditangkap. Namun salah satu jendral senior Amerika di Baghdad, Mayjen Buford Blunt mengatakan, jumlah polisi militer di Baghdad akan bertambah dua kali lipat, menjadi sekitar 4000 di akhir bulan ini.

Pasukan Amerika meningkatkan operasi melawan penjarahan, menangkap sekitar 300 orang sejak hari Rabu, sebagian dilaporkan berusia 10 tahun.

Mayjen Blount mengatakan bahwa di masa depan para penjarah akan ditahan selama tiga minggu, bukan beberapa jam atau beberapa hari seperti sekarang.

Pasukan Amerika juga telah memasang berbagai poster dalam bahasa Arab di sekitar ibukota untuk memperingatkan para penjarah kerugian terhadap upaya pembangunan kembali akibat perbuatan mereka.

"Pilihannya ada di tangan anda, anda dapat membantu pembangunan kembali Irak dan membantu membangun Irak yang makmur, atau anda dapat menyebabkan generasi masa depan hidup dalam kemiskinan. Lakukanlah apa yang disarankan akal sehat anda," kata poster tersebut.

Blount mengatakan bahwa sekitar 90% masalah keamanan disebabkan oleh penjahat biasa, yang sebagian dibebaskan dari penjara oleh Saddam Hussein dalam amnesti massal tahun 2002.

Pembasmian massal

Larangan terhadap anggota Partai Baath bekerja untuk pemerintah itu akan berdampak pada antara 15,000 dan 30,000 pengikut setia Saddam Hussein, kata pejabat ORHA itu.

Sebuah proses penyaringan teratur akan dimulai hari Sabtu, termasuk wawancara dan pemeriksaan catatan resmi, katanya.

Sampai 2000 anggota Partai Baath senior masih bekerja sebagai pejabat tinggi di berbagai departemen Irak, tambahnya.

Ia mengakui bahwa pembasmian orang-orang Baath berarti akan ada inefisiensi dalam sektor publik untuk beberapa lama.(BBC/Cih)
 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Para pengikut Saddam disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Para pengikut Saddam disingkirkan

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

Bondowoso,Mujahidin Cyber. Pengurus PCNU Bondowoso H Matkur menerima penghargaan dari Pemerintah RI atas dedikasi dan prestasi dalam dunia pendidikan. Penghargaan diberikan pada puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor pada Ahad 27 November lalu.

Ia bersama pendidik lainnya yang terpilih menerima penghargaan Satya Lencana Pendidikan yang diberikan Presiden RI Joko Widodo.

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Bondowoso H Matkur Terima Satya Lencana Pendidikan

"Alhamdulillah saya mendapatkan penghargaan Satya lencana Pendidikan. Ini sebuah penghargaan yang diberikan Presiden RI pada orang-orang yang dianggap berprestasi luar biasa di bidang pendidikan," ungkapnya Ahad (27/11) malam.

Mujahidin Cyber

Menurut Wakil Rais Syuriah MWCNU Kota Bondowoso, ada 40 orang yang menerima penghargaan tersebut, tapi yang disematkan langsung Presiden RI ada 15 orang perwakilan di antaranya dari Gorontalo, Yogyakarta, Maluku.

Mujahidin Cyber

Bapak beranak lima bersyukur kepada Allah, orang tua, keluarga, para guru dan sahabat-sahabat dengan penghargaan ini. “Semoga menjadi motivasi dan inspirasi bagi anak-anak, murid dan teman guru,” katanya.

Salah satu prestasi yang pernah diraihnya juara satu lomba Kepala Madrasah berprestasi tingkat nasional dan Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2016 dari Menteri Agama. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock