Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator

Bekasi, Mujahidin Cyber

Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi sepakat menjalin kerjasama dengan PT  Berca Schindler Lifts (BSL) untuk menyelenggarakan program pemagangan kerja (Apprentice Program). Kerja sama bertujuan menyiapkan tenaga kerja kompeten di bidang lift dan eskalator melalui pelaksanaan pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja.

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator (Sumber Gambar : Nu Online)
BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator (Sumber Gambar : Nu Online)

BBPLK Bekasi-PT Berca Kerja Sama Program Pemagangan Bidang Lift dan Eskalator

Penandatanganan kesepakatan kerjasama ini dilakukan Kepala BBPLK Bekasi, Helmiaty Basri dengan Presiden Direktur PT BSL Phua Yin Liang Willis  dan disaksikan oleh Sekretaris  Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Binalattas) Kemnaker Kunjung Masehat  di kantor BBPLK Bekasi, pada Senin (9/10).

“Penandatanganan nota kesepahaman ini  merupakan langkah nyata antara pemerintah dengan dunia industri untuk menciptakan tenaga kerja terampil serta penyerapan tenaga kerja di dunia industri,” kata Kunjung Masehat.

Kerjasama pelatihan ini akan memberikan program magang mencakup pelatihan berbasis kerja, kurikulum dan sertifikasi dan pengembangan karier. Para peserta magang akan mengikuti pelatihan keterampilan yang relevan dan khusus dibutuhkan di industri lift dan eskalator.

Keterampilan yang dipelajari  meliputi aspek instalasi, pemeliharaan dan perbaikan lift dan eskalator. Peserta juga bisa memperoleh kesempatan kerja di seluruh bisnis Schindler.

Mujahidin Cyber

“Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan berlanjut setiap tahun serta PT. Berca Schindler Lifts dapat melakukan rekrutmen karyawan yang lebih banyak melalui program pelatihan ini,” kata Kunjung.

Kunjung mengatakan melalui program pelatihan antara BBPLK-BSL, para peserta akan dilatih sesuai dengan pengetahuan yang sebenarnya dan dalam metode dunia kerja yang modern. Hal ini dilaksanakan untuk mensinkronkan teknologi antara materi pelatihan dengan dunia kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kunjung mengatakan, Kemnaker memberikan apresiasi PT BSL dan perusahaan-perusahaan swasta lainnya  yang telah  ikut peran serta dan peduli dalam upaya penyiapan tenaga kerja terampil.

“Untuk  meningkatkan produktivitas tenaga kerja yang kompeten, maka perlu dilakukan kerjasama, koordinasi dan sinergitas antar pemangku kepentingan terkait pelatihan, sertifikasi dan penempatan tenaga kerja," kata Kunjung.

Mujahidin Cyber

Kunjung mengatakan melalui Schindler-BLK Apprentice Program ini  para peserta dapat menjalani program pelatihan dua tahun yang terdiri dari rangkaian pelatihan yang dilakukan di BLK, pelatihan On The Job Training (OJT) yang   diatur oleh PT. BSL.

“Setelah menyelesaikan program pelatihan magang  ini, para peserta harus mencapai persyaratan akademik yang ditetapkan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) dan persyaratan kerja standar yang ditetapkan PT. BSL untuk memenuhi syarat kontrak kerja dengan masa percobaan satu tahun dengan PT. BSL,” ujar Kunjung.

Sementara itu, Presiden Direktur PT BSL Phua Yin Liang Willis menambahkan program magang gabungan ini bersama BBPLK Bekasi ini diharapkan akan menghasilkan sejumlah karyawan muda berbakat di bidang teknis industri lift.

“Kerjasama ini juga diharapkan akan bisa membantu para pebisnis di industri lift dan escalator untuk meningkatan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sesuai dengan standar industri,” kata Phua. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Kajian Islam, Pendidikan Mujahidin Cyber

Minggu, 18 Februari 2018

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk

Sumenep, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Pragaan Kabupaten Sumenep terus mengepakkan sayapnya dalam menjalankan ragam program kerja. Salah satunya, rutin menggemakan zikir dan shalawat di desa-desa.

Program tersebut ditangani Majelis Zikir dan Shalawat Rijalul Ansor Pragaan. Terbaru, mereka menggemakan shalawat di Balai Desa Karduluk, Pragaan, Sunenep, Jumat (13/1) siang.

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pragaan Gemakan Shalawat di Balai Desa Karduluk

Acara tersebut melibatkan Pimpinan Cabang GP Ansor Sumenep, MDS Rijalul Ansor Sumenep, Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Sumenep, Pimpinan Ranting GP Ansor sse-Pragaan, dan Satkoryon Banser Pragaan.

Selain berzikir dan bershalawat, GP Ansor Sumenep juga mengetengahkan diskusi keagamaan dan kebangsaan. Terdapat dua pembicara, yaitu sahabat Abdul Wasid, M.Pd selaku Sekretaris PC GP Ansor Sumenep dan sahabat Ahmad Rasidi, S.Pd yang kini mengemban amanah sebagai Bendahara PC GP Ansor Sumenep.

Kegiatan yang dihadiri perangkat dan tokoh desa setempat tersebut berlangsung khidmah. Tak seorang pun beranjak pulang sebelum acara selesai.

Mujahidin Cyber

"Ini tradisi baru, yaitu menggemakan zikir dan shalawat di balai-balai desa. Kita Ansorkan masyarakat beserta perangkat desa melalui penguatan zikir dan shalat beserta diskusi keagamaan dan kebangsann," tukas Ketua GP Ansor Pragaan Moh Qudsi. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber RMI NU Mujahidin Cyber

Senin, 12 Februari 2018

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Air yang dihirup ke dalam hidung saat berwudhu, dihembuskan kembali. Doa ini dibaca sesaat sebelum pengembusan air dari hidung. Doa ini dibaca dengan harapan air membawa kotoran, setan, dan penyakit yang bersarang di dalam hidung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika min rawâ’ihin nâri wa min sû’id dâri

Mujahidin Cyber

Artinya, “Hai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan dari kejahatan neraka itu sendiri,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Humor Islam, Cerita Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Jakarta, Mujahidin Cyber - Panitia Hari Santri 2016 bersama para juri kompetisi film pendek dokumenter menyeleksi 42 karya yang memenuhi kriteria yang dibuat panitia. Para juri setelah menonton film berkali-kali akhirnya memilih empat karya yang layak menyandang juara.

“Sebenarnya ada 57 karya kiriman peserta. Hanya saja dari 57 itu, yang masuk kriteria hanya 42 karya. Yang lain tidak masuk karena tidak menandatangani surat pernyataan,” kata Hamzah Sahal, salah seorang panitia yang menangani kompetisi film pendek dokumenter saat penyeleksian berlangsung di Kantor Mujahidin Cyber, Gedung PBNU Lantai Lima, Jakarta Pusat, Jumat (27/1) siang.

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)
Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Juri kompetisi yang tampak hadir antara lain adalah Susi Ivvaty (wartawan), Nurman Hakim (sutradara), dan Savic Ali (Direktur Mujahidin Cyber).

Mujahidin Cyber

Mereka awalnya memilih lima karya nominator. Tetapi para juri setelah melewati perdebatan dan pertimbangan matang kemudian menganulir satu dari lima karya tersebut. Dengan demikian nominator tersisa hanya empat karya.

Menurut para juri, pemilihan nominator ini lebih ditentukan oleh kesesuaian konten dengan tema.

Mujahidin Cyber

Panitia kompetisi yang terbuka untuk umum ini menyediakan hadiah total sebesar Rp 50 juta. Juara pertama 25 juta. Juara kedua 15 juta. Juara ketiga 10 juta.

Panitia kompetisi mengangkat tiga tema yang dapat dipilih para peserta. Pertama, Kita dan Pancasila. Kedua, Islam Menerima Perbedaan. Ketiga, Pesantren dan Agenda Perubahan.

Pengiriman karya dialamatkan ke kantor Redaksi Mujahidin Cyber, Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Penerimaan karya dimulai sejak 25 September 2016. Kompetisi film pendek dokumenter ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri 2016.

“Tadinya peserta harus kirim karyanya via pos. Ini agak sulit. Tapi kami pikir cukup kirim via email atau link pribadi. Penerimaan karya ditutup pada 10 Januari 2017 kemarin,” kata Hamzah.

Para juri menyebutkan empat nominator yang lolos kriteria berdasarkan tema adalah karya film pendek dokumenter dengan judul Iman Berbagi, Satu Jalan, Bukan K Tapi U, dan Jihad Sosial. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Nusantara, RMI NU Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber. Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Lampung melalui Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) menandatangani tanah hibah dari KH. Muhsin Abdillah Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung Tengah sebagai aset milik PWNU Lampung.

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung Terima Hibah Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung Terima Hibah Tanah

Kedatangan rombongan PWNU Lampung mendapat sambutan hangat hangat oleh KH. Muhsin Abdillah di kediamannya Pondok Pesantren Darussa’adah Lampung Tengah, Selasa (13/1).

“Saya sangat berbahagia hari ini karena keluargaku di PWNU Lampung datang di ponpes kami. Ini sebuah kehormatan bagi saya dikunjungi PWNU Lampung dengan semangat dedikasi yang tinggi. Sebenarnya saya juga ikut memikirkan perkembangan NU di Lampung meski tidak secara langsung berjuang bersama panjenengan, hingga saat ini hati saya masih sangat dekat, doa saya selalu menyertakan panjenengan sedoyo (anda semua) di PWNU Lampung,” kata KH. Muhsin Abdillah.

Mujahidin Cyber

Ketua LWPNU Lampung yang juga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) H. Muhammad Reza Berawi mengatakan, tanah hibah dari KH. Muhsin Abdillah yang saat ini menjadi lokasi pembangnan Kantor PWNU Lampung harus segera diinventarisasi sebagai aset milik Nahdlatul Ulama.

Mujahidin Cyber

“Agar ke depan aset-aset NU di Lampung ini memiliki dokumen yang berbadan hukum kuat sehingga tidak ada masalah kepemilikannya. Kami berterima kasih kepada KH. Muhsin Abdillah yang sudah menghibahkan tanah miliknya,” tutur Reza.

Wakil Ketua LWPNU Lampung yang juga Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Ayi Ruhiat menegaskan, “Kami siap membantu sepenuh hati, apabila ada aset PWNU Lampung yang belum memiliki dokumen agar segera dibuatkan dokumen supaya setiap aset yang menjadi milik NU tetap menjadi milik NU.”

Sementara KH. Soleh Bajuri, Ketua PWNU Lampung mengatakan, langkah inventarisasi ini dimaksudkan untuk menjaga aset NU Lampung dari kemungkinan direbut pihak lain. “Maka dari itu Lembaga Waqaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama menginventarisasi aset NU Lampung,” imbuhnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu Sekertaris PWNU Lampung H Aryanto Munawar, Bendahara PWNU Lampung Muhammad Tio Aliansyah, dan sejumlah pengurus NU Lampung lainnya. (Rudi Santoso/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Pertandingan Mujahidin Cyber

Senin, 15 Januari 2018

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan

Oleh Achmad Sahri ?





Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Perlu ‘Ngaji’ Renang dan SAR Perairan



Sebuah koran pada tanggal 7 Oktober 2016 memberitakan tujuh dari 25 santri Pondok Pesantren Langitan, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur hilang setelah perahu yang mereka tumpangi terbalik di Bengawan Solo. Sebelumnya, sejak Januari 2016, koran Tempo telah memuat dua berita tentang santri tenggelam, yaitu: Hanyut Setelah Cuci Jeroan Kurban, 3 Santri Ditemukan Tewas (14 September 2016) dan Lima Santri Tewas Tenggelam di Sungai Waduk Cangklik (20 Januari 2016).

Kabar tentang kurangnya jaminan keamanan santri saat mereka beraktivitas di lingkungan luar pondok pesantren seperti ini bisa menjadi pertimbangan yang memberatkan di tengah gencarnya gerakan “Ayo-Mondok” yang digalakkan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan diamini oleh Kementerian Agama agar orang tua mau mengirimkan anaknya untuk belajar di pondok pesantren.

Kurikulum pondok pesantren saat ini sebenarnya sudah jauh lebih variatif daripada pesantren zaman dulu. Selain ilmu agama, santri kontemporer juga dibekali dengan ilmu dunia yang diharapkan dapat bermanfaat untuk masa depan mereka. Beberapa pesantren, sejak beberapa dekade terakhir juga membuka sekolah kejuruan atau memiliki kegiatan ekstra-kulikuler yang memungkinkan santri mereka belajar ilmu non-agama dan ketrampilan praktis lainnya seperti otomotif, tata boga, tata busana, bela diri dan sebagainya.?

Mujahidin Cyber

Namun ketrampilan bertahan hidup di alam terbuka seperti renang dan search and rescue (SAR) di perairan (seperti bagaimana mencari dan menyelamatkan orang tenggelam) sangat minim diajarkan di pesantren, jika tidak boleh dikatakan tidak ada.

Anjuran tentang renang

Benarkah renang merupakan sunnah Nabi? Kalau kita telusuri, memang ada beberapa hadits Nabi SAW yang menyinggung perihal renang ini, salah satunya adalah hadits dari Jabir bin Abdillah r.a yang redaksionalnya kurang lebih: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah (mengingat Allah) merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang” (HR. An-Nasa’i).

Mujahidin Cyber

Kalau kita perhatikan teks hadits tersebut, mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia. Hanya saja Rasulullah SAW tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan. Para ulama umumnya menyebut perintah belajar berenang merupakan perintah dari Umar bin Al-Khattab r.a yang berbunyi: “Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda", sehingga umumnya para ulama sampai kepada kesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah (dibolehkan).

Butuh praktik

Tidak seperti ilmu-ilmu agama yang umumnya dipelajari, dikaji dan didiskusikan dengan membedah kitab tertentu, renang apalagi search and rescue (SAR) di perairan, karena merupakan ketrampilan praktis, tidak hanya selesai pada tataran dipelajari atau dikaji di majelis atau ruang kelas. Renang dan SAR perairan memerlukan praktik dan latihan yang disiplin dan terjadwal untuk dapat dikuasai.?

Sebagai bagian dari kurikulum, jika ke depan akhirnya perlu diajarkan di pesantren, materi ajar seperti buku atau referensi juga perlu diformulasikan. Tentunya yang sejalan dengan lingkup lingkungan pesantren. Tak ketinggalan, guru ‘ngaji’ tentang renang dan SAR perairan ini juga perlu disiapkan. Guru ngaji ini selain harus memahami teknik praktis tentang renang dan SAR perairan, mereka juga harus memahami ketentuan syar’i agar berenang tidak menyalahi ketentuan syariat, seperti misalnya bagaimana menyikapi aurat.

Sulitnya realisasi praktik renang islami

Memang agak sulit untuk menerapkan praktek renang islami, dimana laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur dalam satu tempat, apalagi jika proses pembelajaran renang dilakukan di kolam renang umum yang tidak membedakan pengunjung berdasarkan jenis kelamin, sebab konsepnya memang dibuat untuk umum, dimana laki-laki dan perempuan dibiarkan berenang dalam satu kolam renang. Kalaupun harus dipisah, pengadaan infrasutruktur kolam renang menjadi berlipat biayanya.

Saat ini, sebagian kalangan sudah mulai sepakat paling tidak sampai ke level memisahkan tempat antara laki-laki dan perempuan sebagai syarat kebolehan. Pengaturan waktu berenang antara laki-laki dan perempuan juga sempat menjadi usulan. Tujuannya bukan sekadar terjaganya aurat, tetapi juga agar tidak terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Satu hal lain yang juga penting adalah belajar berenang diutamakan dilakukan sejak usia dini. Setidaknya ada dua alasan yang melatarbelakanginya. Pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan saat usia kanak-kanak, sehingga nasehat Umar bin Al-Khattab r.a untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil menjadi sangat tepat. Kedua, anak yang masih kecil belum terikat dengan aturan membuka aurat dan keharusan menjaga pandangan.

Jadi, apakah sudah saatnya santri juga perlu ‘ngaji’ renang dan search and rescue perairan? Hanya waktu yang akan menjawabnya.





Penulis adalah calon PhD Student di Marine Animal Ecology Wageningen University & Research Belanda, Alumnus Ponpes Kyai Galang Sewu, Jurang Blimbing, Tembalang, Kota Semarang, Jamaah PCI-NU Belanda, tinggal di Wageningen-Belanda

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Sholawat, Tokoh Mujahidin Cyber

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyatakan diri siap memenuhi undangan Kementerian Agama (Kemenag) pada sidang itsbat penentuan awal Ramadhan 1435 H yang berlangsung Jumat (27/6), sekitar pukul 16.30 WIB, di Jakarta.

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammadiyah Akan Hadiri Sidang Itsbat Kemenag

Hal ini berbeda dari sikap PP Muhammadiyah tahun lalu yang menolak hadir pada forum tahunan yang diikuti perwakilan ormas-ormas Islam tersebut.

Ketua PP Muhammadiyah Yunahar Ilyas mengungkapkan, iktikad untuk turut serta dalam sidang itsbat tahun ini karena ada permintaan khusus dari pihak Kemenag kepada organisasinya. Menteri agama yang baru, Lukman Hakim Saifuddin, menemui langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin dan anggota PP Muhammadiyah.

Mujahidin Cyber

“Menteri Agama mengajak kembali Muhammadiyah untuk ikut sidang itsbat yang dilaksanakan besok (Jumat),” kata Yunahar sebagaimana dilansir situs resmi Muhammadiyah, Kamis (26/6).

Mujahidin Cyber

Tetapi, menurut Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, Muhammadiyah melalui Din Syamsuddin mengajukan syarat penting dalam pelaksanaan sidang itsbat.

Muhammadiyah menuntut Menteri Agama mampu bersikap adil ketika ada perbedaan pandangan terhadap Pemerintah. Menteri Agama harus menghormati metode hisab yang digunakan Muhammadiyah dan saat ini telah menghasilkan keputusan awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijah 1435H.

PP Muhammadiyah juga meminta agar sidang itsbat tidak disiarkan secara terbuka, dan baru setelahnya Menteri Agama cukup mengadakan konferensi pers terkait hasil sidang Itsbat.

Yunahar mengatakan, Menteri Agama menyanggupi syarat tersebut dan PP Muhammadiyah yang dipimpin Din Syamsuddin akan mengirim utusannya ke sidang itsbat. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Kiai Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik

Jakarta, Mujahidin Cyber. Tanda-tanda orang yang ibadah hajinya mabrur bisa diketahui, bisa dilihat secara fisik. Di antaranya, prilakunya setelah berhaji semakin baik.

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanda Haji Mabrur Bisa Dilihat secara Fisik

Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama KH Nuril Huda, mencontohkan sikap-sikap haji mabrur.

“Setelah kembali berhaji. Dulu tak pernah shalat jamaah, pulang haji, shalat jamaah terus. Dulu medit atau? kikir, pulang haji sering menolong orang. Ini secara lahiriyah mabrur,” katanya di kantor redaksi Mujahidin Cyber, Sabtu (20/10) lalu.

Mujahidin Cyber

Sebaliknya, sambung kiai kelahiran Lamongan 1938, ada haji yang mardud. Pulang berhaji malah sering melakukan kemaksiatan. Tertolak hajinya.

“Mengapa tertolak? Bisa dilihat dari cara ia berhaji. Ia tidak menepati syarat dan rukunnya. Biaya keberangkatannya dengan uang haram. Kalau haji yang koruptor, hajinya jadi, tapi nggak ada pahalanya. Siksanya akan datang. Nabi itu pernah nggak menshalati orang koruptor di Madinah. Jangan dishalati! Bajingan itu!”

Mujahidin Cyber

Salah seorang pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII) ini, menjelaskan cara mendapat haji mabrur. Cara yang pertama adalah memastikan niat berhaji semata-mata karena Allah.

“Di dalam Al-Quran dijelaskan, Semprnakan niat haji dan umrohmu semata-mata karena Allah,”

Yang kedua, perjalanan haji dengan biaya yang halal. Yang ketiga, melaksanakan syarat dan rukun haji. Tahu tata cara tawaf, wukuf sesuai dengan aturan sesuai Al-Quran.

“Haji mabrur ? tidak ada balasannya, selain surga. Ini diriwayatkan Bukhori dan Muslim. Hadits sahih,” pungkasnya

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Amalan Mujahidin Cyber

Jumat, 05 Januari 2018

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul

Seoul, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj didaulat menjadi pembicara utama dalam konferensi internasional para pemimpin agama di Kota Seoul, Korea Selatan, Sabtu (17/9) atau yang disebut Internatioanl Religious Leaders Conference untuk memperingati 2 tahun Commemoration of WARP Summit.

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul

Keterangan ini diperoleh dari Staf Ahli Ketum PBNU Muhammad Nabil Haroen dalam akun twitter pribadinya @nabil_haroen. Dia ikut mendampingi Kiai Said dalam lawatan international yang diantaranya membahas perdamaian dunia melalui peran para tokoh agama.

Dalam cuitannya itu, pria yang kerap disapa Nabil ini mengunggah 3 buah foto yang diantaranya memperlihatkan Kiai Said sedang menyampaikan pidato di atas podium dan di hadapan para pemimpin agama se-dunia.?

Foto-foto lainnya memperlihatkan para pembicara utama lainnya selain Ketum PBNU diantaranya Martin de Jesus Barahona Pascacios (El-Salvador) dia adalah Archbishop Emeritus of the El Salvador Anglican Church, Dr Itthapana Dhamalankara Thero (Sri Lanka), ia merupakan Mahanayaka of the Kotte Sri Kalyani Samagridharma Maha Sanga Sabha, dan Nikhil Chandra Narayanbhai Trivedi (USA), saat ini dia menjabat sebagai High Priest of the International Society for Krishna Consciousness (SKCON), Brooklyn.?

Dari para pembicara utama tersebut, masing-masing menyampaikan tema tersendiri terkait peran para pemimpin agama, HAM international, kemanusiaan, perdamaian dunia, radikalisme global, dan lain-lain. Kiai Said sendiri menyampaikan pidato bertema: Religious Leader’s Solidarity in Truth, The World Peace and Cessation of War.?

Mujahidin Cyber

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga perdamaian dunia HWPL, International Women’s Peace Group (IWPG), International Youth Peace Gruop (IPYG), dan didukung oleh Seoul Metropolitan Goverment. (Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Kyai, RMI NU Mujahidin Cyber

Rabu, 13 Desember 2017

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik

Sidoarjo, Mujahidin Cyber. Faktor resiko utama terjadinya kaki diabet adalah adanya gangguan saraf dan gangguan aliran darah pada penderita diabetes mellitus. Di mana hal tersebut biasanya dialami oleh penderita diabetes mellitus yang sudah lama, serta diperberat oleh pengendalian gula darah yang tidak baik. Pernyataan tersebut disampaikan dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Atik Yuniani kepada Mujahidin Cyber, Selasa (27/9).

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Deteksi Dini dan Pencegahan Kaki Diabetik

?

Dijelaskan Atik, ada beberapa keadaan yang mempermudah terjadinya kaki diabet, yaitu kelainan bentuk kaki, kelainan tulang kaki, peningkatan tekanan atau beban pada kaki, kelainan pertumbuhan kuku, pemakaian sepatu yang tidak sesuai, riwayat luka pada kaki serta kurangnya perhatian penderita terhadap perawatan kaki.

?

"Bagi penyandang diabetes mellitus, masalah kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi penyakit yang paling ditakuti, karena dapat menyebabkan pembusukan dan amputasi kaki, belum lagi mengingat dampak ekonomis yang sangat besar, baik terhadap pasien, keluarga, maupun pemerintah," jelas Atik.

Mujahidin Cyber

?

Mujahidin Cyber

Pasien dengan kaki diabetik membutuhkan perawatan yang lama, biaya yang tidak sedikit serta risiko amputasi yang cukup besar. Kaki diabetes biasanya diawali adanya luka. Pengenalan terhadap faktor-faktor risiko dan pengenalan kelainan dini pada kaki diabetik akan sangat bermanfaat terhadap usaha pencegahan atau menurunkan kejadian kaki diabetik.

?

Gangguan saraf yang sering dikeluhkan penderita diabetes mellitus yakni rasa nyeri pada kaki seperti rasa terbakar, rasa tebal pada kaki, perasaan panas atau dingin, penurunan ambang rasa sakit-mati rasa terhadap suhu, rasa getar, produksi keringat yang menurun, kulit yang kering dan pecah-pecah dan kaki terasa lebih hangat.

?

Lebih lanjut Atik menjelaskan, gangguan aliran darah pada penderita diabetes di karenakan adanya pengerasan pada dinding pembuluh darah, penyempitan lubang pembuluh darah maupun adanya sumbatan pembuluh darah. Selain tingginya kadar gula darah, faktor tekanan darah, kadar kolesterol serta merokok merupakan faktor resiko untuk timbulnya sumbatan pada pembuluh darah. Sehinggga pengendalian yang optimal terhadap kadar gula darah, kolesterol, tekanan darah serta berhenti merokok merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh penderita diabetes mellitus.

?

"Gangguan aliran darah pada penderita diabetes mellitus ditandai nyeri saat istirahat, terutama malam hari, ujung-ujung jari yang menghitam, luka yang tidak sembuh-sembuh, luka pada kaki atau jari-jari, kaki yang pucat saat diangkat ke atas, kulit kering dan bersisik, otot kaki yang mengecil, bulu-bulu rambut yang menipis," ungkapnya.

?

Upaya pencegahan kaki diabetik menjadi sangat penting. Beberapa upaya yang bisa dilakukan di antaranya memeriksaan kaki secara berkala, mengenali faktor resiko terjadinya kaki diabetic, edukasi pada pasien, keluarga dan petugas kesehatan, gunakan alas kaki yang sesuai, atasi kelainan kaki yang ada sebelum timbul luka serta penanganan luka segera.

?

"Materi edukasi yang harus disampaikan kepada penyandang diabetes mellitus dan keluarga yakni melakukan pemeriksaan kaki setiap hari, jika pasien tidak dapat melakukannya harus ada seseorang yang melakukannya, cuci kaki setiap hari secara teratur dan langsung dikeringkan sampai sela-sela jari, selalu gunakan alas kaki saat berjalan baik saat di dalam maupun di luar rumah," katanya.

?

Tak hanya itu saja, sambung dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini, gunakan kaos kaki yang menyerap keringat jika memakai sepatu, jika menggunakan air hangat untuk mandi atau mencuci kaki, temperatur air tidak boleh lebih dari 37 derajat Celcius, gunakan thermometer untuk mengukur temperatur air, jangan gunakan bahan-bahan kimia untuk menghilangkan kalus (penebalan pada telapak kaki), periksa bagian dalam sepatu setiap akan dipakai, jika ada gangguan pada penglihatan, sebaiknya jangan memotong kuku sendiri.

?

Selain itu, gunakan pelembab atau krim untuk kulit kaki yang kering kecuali pada sela jari kaki, hindari penggunaan krim yang mengandung alkohol, ganti kaos kaki setiap hari, gunakan kaos kaki dengan lipatan menghadap keluar atau pilih kaos kaki yang tanpa lipatan.

?

"Penggunaan alas kaki yang tidak sesuai dengan bentuk kaki, merupakan salah satu faktor penting timbulnya luka diabetik. Penyandang diabetes mellitus yang belum mengalami gangguan saraf, gangguan aliran darah maupun yang belum mengalami kelainan biomekanik pada kaki. Sepatu tidak boleh terlalu sempit atau terlalu longgar. Pilih sepatu yang lebih panjang sekitar 1-2 centimeter dari panjang telapak kaki. Lebar sepatuh arus sama dengan lebar kaki," ujarnya.

?

Mencoba sepatu baru sebaiknya pada posisi berdiri dan dilakukan pada sore hari. Cobalah sepatu pada kedua ? kaki. Jangan memilih bentuk sepatu yang runcing pada bagian depan. Untuk wanita hindari pemakaian sepatu dengan hak tinggi. Jika sudah terdapat tanda- tanda kelainan pada kaki, seperti terdapatnya penonjolan tulang sebaiknya pasien disarankan untuk konsultasi pada seorang ahli pembuat sepatu pada unit rehabilitasi medik Rumah Sakit terdekat. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan

Jakarta, Mujahidin Cyber



Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) akan fokus pada perlindungan terhadap pelajar dan perempuan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PP. IPPNU Puti Hasni dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang bertempat di Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta, Jumat (23/12).

“PP. IPPNU saat ini sedang berpikir dan juga berfokus pada perlindungan pelajar dan perempuan,” ujarnya.

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Fokus pada Perlindungan Pelajar dan Perempuan

Hal ini dipertegas dengan tema rakernas yang diusung, yakni Sinergitas Pelajar Putri dalam Memperjuangkan Perdamaian terhadap Perempuan.

Sebagai langkah praktisnya, IPPNU akan mendirikan Rumah Ramah Pelajar Perempuan. Ini yang mengantarkan PP. IPPNU meraih juara 1 Organisasi Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Selain perlindungan perempuan yang menjadi fokus utama, IPPNU juga akan memperkuat kaderisasi, baik di sekolah maarif dan pesantren, maupun di sekolah umum.

Mujahidin Cyber

Rakernas kali ini akan mengadakan forum laporan kinerja selama setahun kepengurusan PP. IPPNU, baik dari pimpinan pusat sendiri, maupun dari 24 perwakilan pimpinan wilayah yang hadir.

Mujahidin Cyber

Diadakannya rakernas di pesantren, menurut Puti, merupakan kesadaran IPPNU karena basis kadernya terdapat di pondok pesantren.

“Rakernas diselenggarakan di pondok pesantren karena IPPNU menyadari, bahwa basis kader IPPNU adalah pondok pesantren,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pemurnian Aqidah, RMI NU, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Rabu, 22 November 2017

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar

Depok, Mujahidin Cyber

Malam 21 Ramadhan 1437 H, langit di Kecamatan Bojongsari Kota Depok terlihat gelap. Hujan rintik-rintik. “Berarti malam ini tidak ada lailatul qadar,” kata KH Ahsin Sakho Muhammad, Sabtu (25/6) malam, mengawali ceramahnya pada peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Puri Bali, Depok.

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan KH Ahsin Sakho tentang Lailatul Qadar

Menurut Rais Majelis Ilmi Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadzh Nahdlatul Ulama itu, salah satu ciri datangnya malam lailatul qadar atau malam seribu bulan, menurut para ulama, adalah suatu malam dengan cuacanya yang cerah dengan anginnya yang semilir.

Apa itu malam lailatul qadar dan mengapa umat Nabi Muhammad SAW diberikan keistimewaan berupa malam seribu bulan itu?

Mujahidin Cyber

Pertama-tama KH Ahsin Sakho menjelaskan bahwa istilah seribu bulan untuk malam lailatul qadar yang disebutkan dalam surat Al-Qadar (97): 3, tidak sekedar angka 1000 atau angka satu dengan tiga nol di belakangnya. Orang-orang Arab biasa menggunakan istilah seribu (alfun) sebagai angka yang besar dan luar biasa banyaknya, sama seperti orang orang Indonesia mengatakan “seribu candi”.

Mujahidin Cyber

Bahwa malam lailatul qadar itu lebih utama dari pada seribu bulan, maksudnya adalah malam itu mempunyai keutamaan yang berlipat-lipat dibandingkan dengan malam-malam lain dan tidak harus kita hitung atau kita tuliskan dalam angka-angka kuantitatif.

Menurut guru besar Ilmu Al-Qur’an itu, adanya malam lailatul qadar adalah jasa dari Nabi Muhammad SAW. Beliau senantiasa menginginkan umatnya mendapatkan nilai lebih meskipun hanya menjalankan amal ibadah yang sedikit. Seperti shalat wajib lima waktu yang asalnya sebanyak limapuluh waktu. Nabi meminta keringanan agar umatnya menjalankan kewajiban shalat lima waktu saja dengan keutamaan yang sama. Seperti itulah malam lailatul qadar.

Namun malam lailatul qadar ini tidak untuk semua orang. Malam ini khusus bagi umat Islam yang pada malam itu ia berada dalam keadaan terjaga dan ia sedang menjalankan ibadah kepada Allah SWT.

Kapan tepatnya malam lailatul qadar memang tidak disebutkan secara pasti, agar umat Islam tidak pragmatis; tidak serta merta hanya menjalankan ibadah dengan mengincar satu malam itu saja. Namun para ulama memberikan ancang-ancang, malam lailatul qadar jatuh pada malam ganjil pada sepertiga malam terakhir di bulan Ramadhan, yakni pada malam 21, 23, 25, 27 dan 29, lalau disertai ciri-ciri atau gambaran suasana malam yang cerah.

Salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan bagi aumat Islam agar mendapat lailatul qadar adalah i’tikaf, yakni berdiam diri di masjid walaupun hanya sejenak. “Saya niat menjalankan i’tikaf hanya semata-mata karena Allah.”

Betapa mulianya jika sepanjang malam kita beri’ikaf di masjid sampai datangnya waktu sahur kemudian menjalankan shalat subuh. Namun manusia selalu mengajukan penawaran-penawaran baik karena alasan mengantuk, kesibukan kerja esok hari dan segala macamnya.

Kata KH Ahsin Sakho, jika tidak bisa beri’tikaf sepanjang malam, maka pastikan bahwa kita menjalankan shalat Isya’ dan tarawih secara berjamaan, kemudian selepas sahur juga berjamaah shalat subuh di masjid. Menurut riwayat para ulama, siapa saja yang berjamaah isya’ maka ia menghabiskan separuh malam, dan jika ia menutup malam dengan menjalankan shalat subuh berjamaah di masjid maka ia menyepurnakan separuh malam yang lain.

Bacaan yang paling utama untuk menyambut malam lailatul qadar, baik pada saat melakukan i’tikaf di masjid maupun sedang? berada di rumah adalah membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an. Peristiwa lailatul qadar itu sendiri juga sebenarnya terkait dengan moment turunnya Al-Qur’an dari lauh mahfudz ke langit dunia.

Nabi Muhammad SAW juga sangat berbahagia karena pada bulan Ramadhan beliau dapat berinteraksi langsung dengan Malaikat Jibril, melafalkan Al-Qur’an secara bergantian. Mungkin seperti itulah kebahagiaan kita pada saat melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama rekan-rekan di masjid kita setiap malam Ramadhan, terutama di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Semoga! (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, RMI NU, Internasional Mujahidin Cyber

Selasa, 21 November 2017

Doktor Humoris Causa Gus Dur

Saat kunjungan kenegaraan di Kuba, Fidel Castro mendatangi hotel tempat Gus Dur dan rombongannya menginap. Mereka pun terlibat pembicaraan hangat, menjurus serius. Agar pembicaraan tidak terlalu membosankan, Presiden Gus Dur pun mengeluarkan jurus andalannya, yaitu guyonan.

Beliau bercerita pada Fidel Castro, bahwa ada tiga orang tahanan yang berada dalam satu sel. Para tahanan itu saling memberitahu bagaimana mereka bisa sampai ditahan. "Saya dipenjara karena saya anti dengan Che Guevara," kata tahanan pertama. Seperti diketahui Che Guevara memimpin perjuangan kaum sosialis di Kuba.

Doktor Humoris Causa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Doktor Humoris Causa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Doktor Humoris Causa Gus Dur

Tahanan kedua berkata geram."Oh kalau saya dipenjara karena saya pengikut Che Guevara!”

Mereka berdua terlibat perang mulut. Tapi mendadak mereka teringat tahanan ketiga yang belum ditanya. "Kalau kamu kenapa sampai di penjara di sini?” tanya mereka berdua kepada tahanan ketiga.

Mujahidin Cyber

Lalu tahanan ketiga itu menjawab dengan berat hati.

"Karena saya Che Guevara…”

Fidel Castro pun tertawa tergelak-gelak mendengar guyonan Gus Dur tersebut.

Mujahidin Cyber

--------------------

Pembaca tentu masih ingat sosok Gus Pur, tokoh ”tembakan” Gus Dur dalam acara parodi politik di sebuah stasiun TV? Gus Pur, yang diperankan dr. Handoyo, dalam salah satu episode Kick Andy, mengakui satu hal yang tidak bisa ”dijiplak” dari Gus Dur adalah kecerdasan membikin humor segar.

Ya, salah satu ciri khas yang melekat pada jatidiri Gus Dur adalah sifat humorisnya. Tak heran jika selain dikenal sebagai produsen gagasan, Gus Dur juga dikenal sebagai pabrik joke. Bahkan ketika tergolek sakit, Gus Dur masih sempat-sempatnya melontarkan guyonan.

Secara lengkap humor Gus Dur maupun anekdot mengenai dirinya telah dikodifikasikan dalam buku Gitu Aja Kok Repot ( 1999) dan Saya Nggak Mau Jadi Presiden Kok! (2001), keduanya karya Hamid Basyaib. Gus Dur Taruhan Kathok Kolor (Tim Tabloid Warta: 1999), serta Presiden Gus Yang Dur Itu (Mas’ud Adnan: 2000). Yang berbahasa Jerman juga ada, yaitu karya Johanna Pangestian-Harahap berjudul Lachen mit Gus Dur: Islamischer Humor aus Indonesien. Sebagian lagi tercecer di Tawashow Di Pesantren (Fikri AF : 1999), Kelakar Madura Buat Gus Dur (Sujiwo Tejo: 2001) dan Humor Kiai (Ahmad Mustofa : 2005). Di website Gusdur.net serta okezone.com juga rutin dimuncukan humor-humor menggelitik dari Gus Dur.

Memang, membuat humor yang mampu meledakkan tawa pendengar membutuhkan keahlian khusus. Misalnya menembakkan lelucon pada saat yang tepat, lalu mengakhirinya dengan kejutan yang menggegerkan. Humor juga butuh daya kejut dan berdaya cegat (unsur sensasional), merangsang penikmat untuk berpikir (olah intelejensia), melakukan kontrol dan kritik sosial, serta tentu saja mengandung aspek edukatif. Itulah tantangannya. Untunglah, Gus Dur berhasil memenuhi pra-syarat ini.

Suatu saat, ketika ditanya tentang "hobinya" ini, bagi Gus Dur, humor sudah menjadi makanan sehari-harinya. "Gus, kok suka humor terus sih?" tanya seseorang, yang kagum karena humor Gus Dur selalu berganti-ganti. "Di pesantren, humor itu jadi kegiatan sehari-hari," jelasnya. "Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat," sambungnya.

Seorang kiai memang ”wajib” memiliki sense of humor, baik dalam konteks kepekaan dan keahlian untuk melontarkan humor, maupun dalam rangka menertawakan diri sendiri, agar terhindar dari sikap takabur. Di dunia pesantren, selain merupakan bagian dari karakter kearifan yang khas, humor juga merupakan kiat tersendiri; terutama sebagai siasat agar suasana tidak monoton, tegang, dan sumpek. Sikap ini tentu berkaitan dengan tugas kiai di bidang dakwah, agar lebih mudah diterima oleh masyarakat. Inilah mengapa, humor bisa menjad oase maupun katarsis masyarakat untuk melepaskan diri dari belenggu ketegangan hidup.

Para pemimpin dunia, yang berpikir besar dan memiliki wawasan kenegaraan, bisa dipastikan punya sense of humor yang tinggi. Churchill, Nehru, Soekarno, adalah di antaranya. Di dunia Islam sendiri, khalifah Harun Arrasyid juga dikenal memiliki cita rasa humor yang tinggi. Khusus nama terakhir, memiliki punakawan eksentrik bernama Abunawas. Ia cerdik, lugu, legawa, luhur, dan tentu saja kocak. Abunawas-lah yang dalam kisah-kisah folklore, bisa leluasa menyindir, mengkritik, dan berani menertawakan sang khalifah bijak itu. Di dunia pewayangan kita, sosok Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong “bertugas” mencairkan ketegangan di istana. Ya, seorang pemimpin bisa bersi-kap adigang adigung adiguna, manakala tidak memiliki sense of humor.

Dari fungsinya, humor merupakan mekanisme penyalur dari apa yang disebut Arthur Koestler kandungan sifat agresif dan defensif dalam jiwa manusia. Agar kandungan defensif ini tidak tercetus dalam tindakan yang destruktif, ia harus disalurkan lewat humor. Untuk itulah Immanuel Kant menyebut humor sebagai sumber kekuatan yang memberi pengaruh kuat dalam mencairkan manusia dari ketegangan.

Abunawas Modern

Setiap kali kritik menghantam Gus Dur, selalu saja ada jawaban spontan yang tak terduga, yang membut pendengarnya tergelak. Sehingga, M Lukman Hakim, praktisi suf-istik itu, menjuluki Gus Dur sebagai Kiai Super Khos di Bidang Humorologi. Pakar ke-lirumologi Jaya Suprana, malah melekatkan gelar Doktor Humoris Causa, setelah berkali-kali Gus Dur mendapatkan gelar doktor honoris causa dari berbagai universitas di dunia.

Sikap humoris Gus Dur, harus dilihat dalam konteks pengereman diri agar tak terjebak sikap mengangungkan diri sendiri. Hal ini bisa dilihat dari keterbukaan dirinya menerima siapapun, tanpa membedakan latarbelakangnya. Melalui humor cerdasnya, Gus Dur bisa melontarkan kritik sosial-politik tanpa beban, sekaligus menjadikan dirinya ba-han lawakan. Melalui humor Gus Dur, pula kita bisa terhibur di tengah kondisi bangsa yang memiliki trauma politik-ideologis maupun krisis spiritual.

Tanpa kita sadari, Gus Dur telah menerapkan politik Abunawas. Jika kehidupan dianggap mempermainkan manusia, tidak bagi Abunawas. Ia malah mempermainkan ke-hidupan dan menyikapinya secara jenaka. Maka, wajar jika Abunawas menjadi referensi katarsis tatkala kepengapan sosial politik dan ekonomi menyekap masyarakat. Sosok Abunawas bukanlah sosok yang “kurang waras” dan kontroversial, sebab dia mendekati setiap masalah dari sudut pandang masalah itu sendiri. Maka ia bebas dari belenggu perasaan takut dan khawatir, sehingga ia tampak lebih kuat dibandingkan dengan orang lain.

Dan, sosok Abunawas tampaknya menjelma pada diri Gus Dur yang selama menjabat sebagai presiden memporakporandakan nilai-nilai politik yang selama ini dianggap “sakral”. Maka, ia melakukan demiliterisasi, desakralisasi kekuasaan, dan deformalisasi kepresidenan. Bisa jadi, bagi seorang doktor humoris causa seperti Gus Dur, humor adalah politik, dan politik adalah humor yang lain. Ah, gitu aja kok repot!

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, AlaSantri Mujahidin Cyber

Selasa, 07 November 2017

Pemerintah Bisa Jatuh karena Lumpur Lapindo

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi menegaskan, jika tidak segera menyelesaikan persoalan sosial terkait semburan lumpur Lapindo, maka tidak tertutup kemungkinan pemerintah bakal turut menjadi korban lumpur panas tersebut.

"Pemerintah bisa jatuh karena lumpur Lapindo. Minimal jatuh namanya. Maksimalnya bisa jatuh beneran," tegas Hasyim menjawab pertanyaan wartawan usai menerima kunjungan Kepala Perwakilan PBB untuk Urusan Kemanusiaan (United Nations Office for Coordinator of Humanitarian Affairs-UNOCHA) untuk Indonesia Fernando Hesse di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (20/3).

Pemerintah Bisa Jatuh karena Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Bisa Jatuh karena Lumpur Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Bisa Jatuh karena Lumpur Lapindo

Karena itu, kata Hasyim, pemerintah sebaiknya lebih berkonsentrasi pada upaya konkret penyelesaian berbagai persoalan yang secara langsung menimbulkan kesengsaraan rakyat, seperti korban lumpur Lapindo misalnya.

Riuh-rendah wacana reshuffle kabinet, baik yang disuarakan kalangan pengamat maupun partai politik, menurut Hasyim, tidak perlu ditanggapi pemerintah dengan menguras energi.

Sebab, kata pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, ada atau tidak ada reshuffle, tidak akan mengubah keadaan. "Pemerintah juga tidak akan jatuh karena ada atau tidak ada reshuffle," kata Presiden Dewan Dunia Agama-agama untuk Perdamaian tersebut.

Mujahidin Cyber

Oleh karena itu, kata Hasyim, PBNU menganggap wacana reshuffle, bahkan reshuffle itu sendiri, dalam kondisi bangsa saat ini sama sekali tidak penting. "Jauh lebih penting ngurus rakyat," tandasnya.

Sementara itu, ketika ditanya soal syarat minimal pendidikan sarjana (S1) bagi calon presiden dan calon wakil presiden, Hasyim menyatakan, hal itu sama tidak pentingnya dengan isu reshuffe saat ini.

"Jangan-jangan nanti kalau disetujui (syarat sarjana tersebut), terus disyaratkan lagi jurusannya harus ini, harus itu. Memangnya kita mau cari pegawai negeri sipil (PNS)?" katanya sembari tersenyum.

Mujahidin Cyber

Menurut Doktor Honoris Causa Bidang Peradaban Islam itu, syarat terpenting seorang capres atau cawapres adalah memiliki kepedulian yang tinggi dan kemauan bekerja keras untuk rakyat. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, AlaSantri, Nasional Mujahidin Cyber

Sabtu, 28 Oktober 2017

Bangun Mesjid Penting, Lebih Penting Memakmurkannya

Padang, Mujahidin Cyber. Membangun mesjid adalah suatu hal yang penting, namun yang lebih penting adalah memakmurkan mesjid tersebut.

"Kalau perlu mesjid dibuat seperti halnya supermarket, dapat menampung semua aktivitas masyarakat," kata Wapres di Padang.

Menurut Wakil Presiden Yusuf Kalla, kalau membuat mesjid, hendaknya ukurannya disesuaikan dengan jamaah sholat Jumat, di mana pada sholat Jumat, jumlahnya agak terbatas karena perempuan tidak ada.

Bangun Mesjid Penting, Lebih Penting Memakmurkannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Mesjid Penting, Lebih Penting Memakmurkannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Mesjid Penting, Lebih Penting Memakmurkannya

"Janganlah daerah-daerah membangun masjid dengan ukuran sholat Idul Fitri, di mana jamaah pada sholat Idul Fitri jumlahnya sangat banyak, karena dilakukan secara massal," kata Wapres, ketika meresmikan pemugaran masjid Nurul Iman.?

Wapres pada kesempatan itu juga menguraikan bahwa jamaah sholat terbagi dalam empat hal. Di mana, menurut Wapres, hal ini juga dapat dipertimbangkan sebagai rumusan dalam membangun sebuah masjid.

Mujahidin Cyber

Empat hal atau tingkatan sholat, menurut Wapres, yakni Sholat subuh, di mana jumlah jamaahnya hanya berkisar satu shaf saja. Kemudian Sholat Jumat, di mana jumlah jamaahnya lebih banyak, namun masih agak terbatas karena wanitanya tidak ada.

Sedangkan ke tiga adalah sholat tarawih, di mana jamaahnya lebih banyak karena anak-anak dan wanita ikut serta. Sementara yang keempat adalah sholat Idul Fitri.

"Karena dilakukan setahun sekali maka jamaahnya massal dan biasanya dilakukan tidak di masjid tetapi di lapangan," tambahnya. Oleh karena itu, menurut Kalla, jika membangun masjid sebaiknya ukurannya disesuaikan dengan jamaah pada sholat Jumat. (ant/suh)



Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU Mujahidin Cyber

Rabu, 25 Oktober 2017

Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan

Bandar Lampung, Mujahidin Cyber 



Mustasyar PWNU Provinsi Lampung Prof. Muhammad Mukri mengatakan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini memiliki perbedaan masing-masing baik dari segi fisik, pemikiran maupun tingkah laku.

"Manusia itu ditakdirkan untuk berbeda," tegas Rektor UIN Raden Intan Lampung saat memberikan hikmah Halal Bihalal Keluarga Besar Universitas Lampung di Kampus Jl. Brojonegoro, Bandar Lampung, Selasa (11/7).

Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hargai Perbedaan, Jangan Paksakan Persamaan

Namun, perbedaan yang sudah merupakan sunnatullah ini, jangan sampai dijadikan dasar untuk kemudian terpecah belah dan saling bermusuhan. Perbedaan yang dimiliki masing-masing individu manusia haruslah dimanfaatkan untuk saling dan tolong menolong.

Contoh nyata yang bisa dilihat saat ini adalah bagaimana bangsa Indonesia damai dan tetap eksis sampai dengan saat ini karena lebih mengedepankan untuk menghargai perbedaan dan tidak memaksakan persamaan. 

Mujahidin Cyber

Hal ini berbeda dengan bangsa timur tengah yang selalu bergejolak dan terjadi peperangan dengan sesama saudara karena menginginkan semuanya sama.

"Kita bangsa Indonesia harus banyak bersyukur dibandingkan dengan negara-negara Timur Tengah yang bergejolak karena lebih mengedepankan perbedaan tidak mencari persamaan," katanya di depan rektor, dekan dan para karyawan Unila.

Prof. Mukri mengajak seluruh ummat Islam untuk saling memberikan dan mengedepankan pengertian kepada sesama manusia. Apalagi dimomen Idul Fitri yang merupakan saat tepat untuk saling memaafkan. 

"Melalui halal bihalal ini mari kita saling memaafkan, kita perkuat iman kita setelah digembleng selama satu bulan dalam puasa Ramadhan," imbaunya. “Karena sejatinya manusia akan kembali pada penciptanya," ujarnya pada kegiatan yang bertema “Merajut Kebersamaan dalam Bingkai Keragaman”. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Nasional Mujahidin Cyber

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I

Subang, Mujahidin Cyber. Setelah resmi dilantik akhir Januari lalu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Subang Jawa Barat siap bekerja dan mengabdi kepada masyarakat. Konsep pengabdian itu akan dirumuskan dalam agenda Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I PCNU Subang pada Senin (31/3).

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilantik, PCNU Subang Susul Muskercab I

Demikian disampaikan Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah di sela rapat koordinasi panitia muskercab di Kantor PCNU Subang, Rabu (26/3).

"Nanti akan dibagi tiga komisi, komisi A Program kerja, Komisi B keorganisasian, , terakhir Komisi C Rekomendasi," ungkap Kiai Musyfiq. Sebelum sidang komisi, lanjut pengasuh pesantren At-Tawazun ini, kita menggelar seminar yang menghadirkan Bupati Subang dan Wasekjen PBNU sebagai narasumber.

Mujahidin Cyber

"Nanti Bupati akan orasi tentang konstruksi Gapura (Gerakan Pembangunan untuk Rakyat) dalam bingkai aswaja ala NU agar program pemkab beririsan dengan program PCNU. Sementara Wasekjen PBNU Abdul Munim DZ akan menyampaikan Konsepsi NU terhadap pemenuhan kebutuhan masyarakat kini," tambahnya.

Sejumlah kekurangan-kekurangan terkait program periode lalu, kata Kiai Musyfiq, akan disempurnakan pada muskercab kali ini. Pada muskercab ini, program kerja bidikan PCNU Subang menyangkut sembilan bidang.

Mujahidin Cyber

Bidang-bidang itu meliputi Bidang Pendidikan dan Pesantren, Pengayoman dan Pemberdayaan MWCNU, Pemberdayaan Lembaga dan Lajnah, Ekonomi, Sosial dan Budaya, Kesejahteraan dan Kesehatan, SDM dan Kaderisasi, Pemberdayaan Dai dan Masjid, Hukum dan Humas, juga Pertanian dan Penanganan Bencana.

"Undangan sekitar 300 peserta, kita prediksi akan hadir dalam muskercab nanti setengahnya," tukasnya.

Muskercab I PCNU Subang ini berlokasi di pesantren At-Tawazun Kalijati, Subang (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Santri, RMI NU Mujahidin Cyber

Sabtu, 21 Oktober 2017

Kiai Said: Kita Disiapkan Tuhan Jadi Bangsa Majemuk

Jakarta, Mujahidin Cyber. Indonesia sudah ditakdirkan dan disiapkan Allah menjadi negara yang bhinneka atau majemuk. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia seharusnya menerima itu dengan rasa gembira dan bangga karena mendapat penghargaan dari Allah.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Buku Miqat Kebinekaan di Gedung PBNU, Jumat (9/6).?

Menyitir salah Surat Al Hujurat ayat 13, Kiai Said menerangkan, Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar mereka saling mengenal, bukan saling membunuh atau bermusuhan.

Kiai Said: Kita Disiapkan Tuhan Jadi Bangsa Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Kita Disiapkan Tuhan Jadi Bangsa Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Kita Disiapkan Tuhan Jadi Bangsa Majemuk

“Kita disiapkan Tuhan untuk menjadi bangsa yang bhinneka,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah itu.

Ia mengaku, tidak semua orang sadar dan bisa mengelola akan keberagaam yang ada dengan baik dan tepat. Terkait hal itu, ia menilai masyarakat muslim Indonesia harus bersyukur karena ada salah satu ulama yang mampu menangkap keberagaam itu. Diantara keberagamaan yang masih dipersoalkan di beberapa negara Islam adalah soal Islam dan nasionalisme.

“Keberagaman ini sudah ditangkap oleh KH Hasyim Asyari. Menurutnya, Islam dan nasioanlisme harus saling memperkuat. Nasionalisme ada di Islam, dan Islam ada di nasionalisme,” urainya. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, RMI NU Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Rabu, 18 Oktober 2017

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa

Jakarta, Mujahidin Cyber? . Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa melakukan serah terima jabatan Ketua Umum dari H Aizuddin Abdurrahman kepada Ajengan Mimih Hoiruman di Masjid An-Nahdlah, lantai 1 gedung PBNU, Jakarta pada Rabu (23/12).

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa

Aizuddin Abdurrahman merupakan ketua umum hasil kongres di Lamongan, Jawa Timur, pada tahun 2012. Seharusnya, ia memimpin sampai tahun 2017. Namun karena diangkat menjadi salah seorang ketua di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, terjadi kekosongan di Ketua Umum Pagar Nusa. Hasil rapat Pimpinan Pusat mengamanahkan kepada Mimih Haeruman.?

Serah terima ditandai dengan penyerahan jas putih Pagar Nusa Aizuddin kepada Mimim Haeruman yang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan beberapa Wakil Ketua PBNU Imam Pituduh dan Suadi Pranoto.?

Mujahidin Cyber

Aizuddin berharap, peralihan antar waktu jabatan ketua umum tersebut akan menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Mimih. “Organisasi Pagar Nusa menjadi lebih baik, lebih besar sebgaimana dicita-citakan pendiri NU pada umumnya, dan pendiri Pagar Nusa pada khususnya,” katanya.

Mujahidin Cyber

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Pagar Nusa yang memilihnya pada 2012. Serta memohon maaf tidak memimpin sampai selesai karena amanah barunya sebagai Ketua PBNU.?

Sementara Mimih Haeruman dalam sambutannya berjanji akan mengemban amanah sebagai Plt Ketua Umum Pagar Nusa. Dia berjanji akan mewakafkan jiwa dan raganya untuk membesarkan organisasi tersebut dan menjaga NU.?

Mengenai peralihan jabatan tersebut, Sekretaris Jenderal PSNU Pagar Nusa Muhammad Nabil Harun mengatakan, jabatan yang diemban Mimimh adalah Plt Ketua Umum karena bukan hasil kongres. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU, Meme Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 12 Oktober 2017

Film Sang Kiai Pelurusan Sejarah

Purwokerto, Mujahidin Cyber. Film Sang Kiai yang menceritakan perjuangan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari menjadi pelurusan atas penulisan sejarah yang diduga mencoba menghilangkan peran para ulama dalam mengusir penjajah dari bumi Nusantara.

Film Sang Kiai Pelurusan Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Sang Kiai Pelurusan Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Sang Kiai Pelurusan Sejarah

Hal itu dikatakan oleh para penonton Rajawali Theatre Purwokerto usai menyaksikan pemutaran film Sang Kiai baru-baru ini.?

Menurut salah seorang penonton H Musadad Bikri Nur setidaknya dengan menyaksikan film Sang Kiai terkuak bahwa banyak santri yang terjun ke medan perang bersama para kiai.

Mujahidin Cyber

“Nah tidak dimengerti mengapa KH Hasyim Asy’ari diangkat menjadi pahlawan namun dalam cerita sejarah sama sekali tidak pernah disinggung soal perjuangannya. Apa ini ada kesengajaan untuk membelokkan sejarah,” kata dia.

Mujahidin Cyber

Mantan anggota DPRD Banyumas asal PKB ini mengatakan jika film Sang Kiai menjadi salah satu media untuk belajar sejarah. Salah satunya dari film Sang Kiai itu menjadi tahu siapa yang membunuh Jendral Mallaby ternyata santri Tebuireng.

“Dalam sejarah kan hanya disebutkan jendral Mallaby tewas oleh arek-arek Surabaya tetapi tidak pernah menyebutkan peran santri pada saat itu jadi ini seperti sudah diluruskan,” ujar dia.

Hal yang sama dikatakan oleh Kholid Masykur asal Cilacap yang mengatakan jika melihat dari perannya ternyata KH Hasyim Asy’ari lebih besar dari peran Bung Tomo namun dalam sejarah tidak pernah terungkap.

“Ini yang membuat mengapa film Sang Kiai perlu ditonton oleh generasi NU maupun anak bangsa agar sejarah tidak bisa dibelok-belokan lagi,” tandas dia.

Sementara itu Bambang Eko Suratmoko dan Sidi Mawardi yang menjadi pemprakarsa nonton bareng film Sang Kiai mengatakan ada semangat untuk menjadikan film Sang Kiai menjadi spirit perjuangan anak-anak muda sekarang ini.

“Sejak dulu itu anak muda ada yang berjuang dan ada juga yang suka hura-hura, nah potret anak-anak muda di pesantren bisa menjadi spirit seperti anak-anak muda dulu yang terjun ke medan perang untuk membela tanah airnya,” kata Sidi Mawardi.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Daryanto ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber RMI NU Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock