Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuran Ambarawa (1)

Pada usia 19 tahun KH Saifuddin Zuhri dipilih menjadi pemimpin Gerakan Pemuda Ansor Nahdlatul Ulama Daerah Jawa Tengah Selatan, dan Konsul Nahdlatul Ulama Daerah Kedu merangkap guru madrasah. Berbarengan dengan itu, ia aktif dalam dunia kewartawanan, menjadi koresponden kantor berita Antara dan beberapa harian dan majalah.

Sebagai Komandan Divisi Hizbullah Jawa tengah dan Anggota Dewan Pertahanan Daerah Kedu, ia memimpin laskar Hizbullah untuk bersama-sama pasukan TKR dibawah pimpinan Kolonel Soedirman dan berbagai kelaskaran rakyat lainnya, ikut bertempur di Ambarawa yang terkenal dan berhasil mengusir penjajah.

KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuran Ambarawa (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuran Ambarawa (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Saifuddin Zuhri dan Pertempuran Ambarawa (1)

Pertempuran Ambarawa sendiri terjadi karena Sekutu harus segera mengungsikan orang-orang Eropa di Ambarawa dan sekitarnya yang berjumlah sekitae 10.000 orang. Sebenranya, Sekutu dan Pemerintah Indonesia sudah sepakat untuk mengungsikan orang-orang Eropa tersebut secara damai, namun dalam praktiknya Sekutu mempersenjatai mereka. Sudah begitu, Belanda dengan NICA membonceng pasukan Sekutu untuk kembalo menjajah Indonesia. Mau tidak mau, rakyat Indonesia harus memberikan perlawanan secara maksimal.

Mujahidin Cyber

Dalam perang Ambarawa yang berlangsung hampir 20 hari tersebut, pasukan Sekutu yang dibantu sedadu-serdadu NICA dan bekas tentara Nippon tidak mampu menahan serangan-serangan rakyat dan akhirnya terpukul mundur ke arah Semarang.

Mujahidin Cyber

KH Saifuddin Zuhri bersama pasukan tempurnya dari Hizbullah, sebelum bergabung dengan TKR dan tentara kelaskaran rakyat lainnya dalam perang Ambarawa, terlebih dahulu telah melakukan mobilisasi kekuatan tempur untuk menyerang Inggris di Magelang. Magelang jatuh ke tangan Sekutu satu minggu setelah berkobarnya pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945. Tentara Inggris yang membawa bendera Sekutu itu menguasai jalan raya Ambarawa-Semarang dan Ambarawa-Magelang berkat pasukan tank dan pesawat terbang mereka.

Namun, ketika KH Saifuddin Zuhri bersama Letkol M. Sarbini dan Letkol A. Yani membicarakan tentang rencanan serangan serentak mengepung markas Sekutu di Magelang, dengan membuat gerakan ‘mencekik leher’ dari berbagai arah, tiba-tiba datang kuriri mengabarkan bahwa Sekutu sedang membuat gerakan mundur meninggalkan Magelang menuju Ambarawa.

Bersama-sama pasukan lain dari TKR dan laskar lainnya, Hizbullah melakukan pengejaran terhadap tentara Inggroos untuk membebaskan kota Ambarawa dan sekitarnya.

Dari tanggal 23 November hingga 12 Desember 1945, terjadilah pengepungan dan serangan rakyat Indonesia terhadap Sekutu yang menduduki Ambarawa. Berbagai pasukan rakyat yang terdiri atas TKR, Hizbullah, Sabilillah, Barisan Pemberontakan, Laskar Rakyat, dan lain-lain mengepung Ambarawa dari berbagai jurusan. Tembak-menembak terjadi di desa Jambu, Bedono, Pringsurat, Ngipik, dan Suruh.

Setelah hampir 20 hari pertempuran sengit itulah, akhirnya pada 15 Desember 1945, Ambarawa kembali ke pelukan Republik Indonesia dan membuktikan kepada internasional bahwa bangsa Indonesia akan mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dengan sungguh-sungguh.

Disarikan dari, “Riwayat Perjuangan dan Pengabdian Prof KH Saifuddin Zuhri untuk Negara dan Bangsa”

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara Mujahidin Cyber

Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan

Jember, Mujahidin Cyber - Perhatian Pemkab Jember terhadap guru ngaji cukup tinggi. Selain memperoleh insentif Rp. 1,2 juta per tahun, sekitar 13.500 guru ngaji yang telah terverifikasi juga menerima insentif lain. Para guru ngaji berhak menerima layanan kesehatan gratis dari rumah sakit milik pemerintah daerah dan Puskesmas.

"Kalau bapak-bapak sakit, langsung ke rumah sakit. Gratis. Kalau petugas rumah sakit tidak mau melayani, silakan kasih tahu buku tabungannya," kata Bupati Jember Faida saat menyerahkan honor guru ngaji tahap kedua di Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Sukowono, Jember, Ahad (18/6).

Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Insentif Bulanan, Guru Ngaji di Jember Gratis Biaya Kesehatan

Buku tabungan yang dimaksud adalah buku tabungan BRI yang telah diperoleh guru ngaji untuk mencairkan honor, dan itu menjadi identitas yang bersangkutan sebagai guru ngaji yang telah terverifikasi.

Selain insentif uang, Pemkab Jember juga membuka peluang bagi anak-anak guru ngaji untuk mendapatkan beasiswa pendidikan di perguruan tinggi. Sebab Pemkab Jember telah mengalokasikan anggaran beasiswa bagi 5.000 orang.

Mujahidin Cyber

"Saya berharap dari 5.000 itu nantinya ada anak-anak dari para guru ngaji," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Itu semua, menurut Faida, merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada para guru ngaji yang telah berjuang untuk membentuk generasi yang Qurani.

"Sebab sejatinya, membangun Jember adalah membangun sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang unggul adalah sumber daya yang Qurani," kata Faida. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Jakarta, Mujahidin Cyber - Panitia Hari Santri 2016 bersama para juri kompetisi film pendek dokumenter menyeleksi 42 karya yang memenuhi kriteria yang dibuat panitia. Para juri setelah menonton film berkali-kali akhirnya memilih empat karya yang layak menyandang juara.

“Sebenarnya ada 57 karya kiriman peserta. Hanya saja dari 57 itu, yang masuk kriteria hanya 42 karya. Yang lain tidak masuk karena tidak menandatangani surat pernyataan,” kata Hamzah Sahal, salah seorang panitia yang menangani kompetisi film pendek dokumenter saat penyeleksian berlangsung di Kantor Mujahidin Cyber, Gedung PBNU Lantai Lima, Jakarta Pusat, Jumat (27/1) siang.

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)
Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Juri kompetisi yang tampak hadir antara lain adalah Susi Ivvaty (wartawan), Nurman Hakim (sutradara), dan Savic Ali (Direktur Mujahidin Cyber).

Mujahidin Cyber

Mereka awalnya memilih lima karya nominator. Tetapi para juri setelah melewati perdebatan dan pertimbangan matang kemudian menganulir satu dari lima karya tersebut. Dengan demikian nominator tersisa hanya empat karya.

Menurut para juri, pemilihan nominator ini lebih ditentukan oleh kesesuaian konten dengan tema.

Mujahidin Cyber

Panitia kompetisi yang terbuka untuk umum ini menyediakan hadiah total sebesar Rp 50 juta. Juara pertama 25 juta. Juara kedua 15 juta. Juara ketiga 10 juta.

Panitia kompetisi mengangkat tiga tema yang dapat dipilih para peserta. Pertama, Kita dan Pancasila. Kedua, Islam Menerima Perbedaan. Ketiga, Pesantren dan Agenda Perubahan.

Pengiriman karya dialamatkan ke kantor Redaksi Mujahidin Cyber, Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Penerimaan karya dimulai sejak 25 September 2016. Kompetisi film pendek dokumenter ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri 2016.

“Tadinya peserta harus kirim karyanya via pos. Ini agak sulit. Tapi kami pikir cukup kirim via email atau link pribadi. Penerimaan karya ditutup pada 10 Januari 2017 kemarin,” kata Hamzah.

Para juri menyebutkan empat nominator yang lolos kriteria berdasarkan tema adalah karya film pendek dokumenter dengan judul Iman Berbagi, Satu Jalan, Bukan K Tapi U, dan Jihad Sosial. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Nusantara, RMI NU Mujahidin Cyber

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin

Jepara, Mujahidin Cyber

Haul merupakan peringatan untuk menceritakan keistimewaan salafus sholikhin tujuannya agar umat yang mendengar kisah ulama masa silam memperoleh pelajaran berharga dan semakin termotivasi mengikuti jejak-jejak yang dikisahkan. 

Demikian inti ceramah Habib Umar Muthohar dalam Haul Sultan Hadlirin ke-479 yang dilaksanakan di halaman Masjid Astana desa Mantingan kecamatan Tahunan, Jum’at (29/3). 

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul, Ceritakan Keistimewaan Salafus Sholihin

Menurutnya hal itu sejalan dengan yang dikatakan Imam Junaid bahwasanya menceritakan orang sholih akan menjadi tentara Allah. 

Mujahidin Cyber

Selanjutnya, Habib Umar suatu ketika ditanya kelompok yang tidak sejalan. “Habib kenapa orang-orang NU memperingati Haul. Itu bid’ah Bib,” tirunya. 

Kemudian penceramah asal Semarang menerangkan bahwasanya salafus sholihin memiliki banyak keistimewaan yang patut diceritakan. 

Mujahidin Cyber

“Tidak seperti kelompokmu tidak ada yang pantas dihaulkan. Apa mau menghaulkan upin-ipin,” terangnya seraya disambut gelak tawa ribuan jamaah yang hadir. 

Nabi Muhammad imbuh Syuriyah PCNU kota Semarang menjelaskan bahwa setiap tahun ia merayakan haul sayyidus suhada, Hamzah. Hal itu lanjutnya Nabi juga memperingati Haul. Karenanya, dengan memperingati haul sambungnya akan menambah berkah. Berkah dalam segala hal.   

Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi mengungkapkan melalui kegiatan tersebut merupakan bukti untuk nguri-nguri jasa pendahulu. Marzuqi menyatakan jika memperoleh urusan tidak ada salahnya tawasul dengan salafus sholihin. Karena mereka lanjutnya dekat dengan Allah. 

Sementara itu atas nama prakata panitia, H Sutarya mengatakan haul demi haul pihaknya bermaksud meningkatkan kualitas kegiatan. Tahun ini katanya kegiatan ditambah dengan lomba mewarnai, shalawat dan presentasi sejarah Sultan Hadlirin. 

“Hal itu kami laksanakan agar anak cucu nanti semakin kenal dengan sosok Sultan Hadlirin,”  harapnya. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Humor Islam, Pahlawan Mujahidin Cyber

Senin, 01 Januari 2018

Mapaba PMII Umar Tamim Unipdu Jombang Usung Tema "Cinta"

Jombang, Mujahidin Cyber?

Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba), merupakan kaderisasi formal tingkat pertama di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dalam momen tersebut, nilai kepercayaan juga keyakinan peserta terhadap PMII harus benar-benar sampai.

Mapaba PMII Umar Tamim Unipdu Jombang Usung Tema Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba PMII Umar Tamim Unipdu Jombang Usung Tema Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba PMII Umar Tamim Unipdu Jombang Usung Tema "Cinta"

Seperti halnya Mapaba yang digelar Rayon Fakultas MIPA Komisariat Umar Tamim Unipdu Jombang dengan mengusung tema "Cinta" sebagai indikator kegiatan dianggap sangat tepat untuk menanamkan nilai kepercayaan dan keyakinan anggota dalam memilih PMII sebagai wadah berproses di luar dunia akademiknya.?

"Cinta yaitu Cerdas, Ilmiah, Nasionalis, Tanggung Jawab dan Agamis, seperti yang tertera dalam tema Mapaba," kata Rista Handani, Ketua PMII Rayon Fakultas MIPA Komisariat Umar Tamim Unipdu Jombang, Kamis (13/10).?

Sementara upaya untuk menanamkan nilai-nilai tersebut, Rista mengungkapkan, salah satunya terdapat pada konsep atau teknis panitia Mapaba, yaitu membentuk tim fasilitator, penerapan beragam model di forum, juga didukung dengan sejumlah materi Mapaba.?

Mujahidin Cyber

"Dalam tema panjang kita, yakni "Menyiapkan Geneasi Setia Organisasi yang Berjiwa Cinta" itu, memang membutuhkan berbagai upaya dari panitia Mapaba, juga kerja sama yang baik dengan Pengurus Cabang PMII," ujarnya.?

Sekedar diketahui, Mapaba berlangsung di Graha Gus Dur Jombang selama kurang lebih dua hari, Kamis-Jumat (13-14/10). Pantauan Mujahidin Cyber, segenap peserta tampak antusias mengikuti rentetan acara. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Nusantara Mujahidin Cyber

Sabtu, 23 Desember 2017

Kader Prematur Tanpa Peran

Oleh Muhammad Aras Prabowo?



Radikalisme dan terorisme adalah sebuah permasalahan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, hal tersebut bisa mengancam kedaulatan negara. Apa lagi radikalisme yang telah berkamuflase menjadi kelompok terorisme. Betul, bahwa tidak semua radikalisme adalah terorisme, namun awal dari terorisme adalah radikalisme.?

Kader Prematur Tanpa Peran (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Prematur Tanpa Peran (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Prematur Tanpa Peran

Seperti yang diketahui bahwa aksi terorisme adalah perilaku melanggar undang-undang, oleh sebab itu terorisme adalah kelompok terlarang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Beberapa tahun terakhir kelompok yang merasa dirinya paling benar ini kadang mengusik ketentraman masyarakat Indonesia. Aksi terornya menimbulkan kepanikan, bahkan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.

Aksinya yang brutal membuat terorisme manjadi kejahatan luar biasa yang harus diperangi oleh setiap elemen di dalam masyarakat. Peran aktif masyarakat akan mempersempit perkembangan kelompok tersebut. Keikutsertaan masyarakat dalam menghambat kelompok terorisme akan banyak membantu pemerintah dalam melakukan pencegahan radikal-terorisme di setiap wilayah.

Berdasarkan data dari riset terhadap 110 pelaku tindak pidana terorisme Research on Motivation and Root Causes of Terorism yang dilaksanakan oleh The Indonesian Research Team tahun 2012; Kementerian Luar Negeri, INSEP, dan Densus 88 menunjukkan profil pelaku aksi terorisme menurut usia sebagai berikut : di bawah 21 tahun 11,8%, 21 sampai dengan 30 tahun 47,3%, 31 sampai dengan 40 tahun 29,1% dan 40 tahu ke atas 11,8%. Data tersebut menunjukkan bahwa usia 21 sampai dengan 30 tahun yang mendominasi pelaku aksi terorisme. Berdasarkan usianya, pelaku ini banyak dari kalangan pemuda dan usia produktif dan sebagian dari mereka pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Disinyalir bahwa perguruan tinggi tidak lupuk dari virus radikalisme, termasuk organisasi yang akhir-akhir ini masih hangat dan menjadi pembicaraan atas pembubarannya dikarenakan menentang Pancasila serta ingin mengganti sistem pemerintahan menjadi khilafah.

Mujahidin Cyber

Melihat fenomena tersebut, pemerintah lewat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) begitu massif menggalang peran dan pelibatan masyarakat dalam pencegahan radikal-terorisme. Salah satu program BNPT adalah pelibatan mahasiswa dalam menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme di perguruan tinggi. Program ini diharapkan dapat memberikan kesadaran dan pengetahuan mahasiswa mengenai radikalisme dan terorisme. Pada akhirnya peran aktif mahasiswa di dalam kampus sangat dibutuhkan untuk menghambat dan mempersempit perkembangan kelompok tersebut.

Mahasiwa sebagai kelompok intelektual kampus dengan jiwa nasionalisme bisa membantu peran pemerintah dalam melakukan pencegahan radikalisme di perguruan tinggi. Selain sikap nasionalisme, sikap toleransi menjadi salah satu sikap yang harus terus dijaga dan dihidupkan dalam setiap diskusi-diskusi dalam kampus. Beberapa organisasi kemahasiswan dalam kampus juga diharapkan perannya dalam malakukan pencegahan dan menghambat paham radikal dan intoleransi di dalam kampus.

Mujahidin Cyber

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah salah satu organisasi kemahasiwaan yang sangat diharapkan untuk mengemban peran tersebut. ? Mencegah radikalisme, terorisme dan kelompok-kelompok ekstrim yang berniat menggantikan Pancasila sebagai dasar negara adalah asas dan tertuang dalam tujuan PMII yaitu komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya itu, dalam asas PMII sangat jelas bahwa PMII berasaskan Pancasila. Oleh karenanya, PMII harus menjadi garda terdepan di perguruan tinggi dalam menghambat perkembangan radikalisme dan terorisme.

PMII harus menguatkan Ahlussunnah wal Jamaah sebagai ideologi untuk mengemban peran tersebut. ? Tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Itidal atau tegak lurus. Tasamuh atau toleransi, yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama.

Pemahaman kader PMII mengenai konsep Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) menjadi sangat penting, sebab ini dilakukan demi merajut ukhuwah kelompok Ahlussunnah, memantapkan dan meluruskan pemahaman, memadamkan fitnah, serta membentengi diri dari akidah di luar Ahlussunnah wal Jama’ah, termasuk dari kelompok radikalisme dan terorisme.

Kederisasi tanpa penguatan ideologi yang matang, PMII hanya akan menciptakan kader prematur tanpa peran. Bukan tidak mungkin, jika kader PMII juga terjangkit virus radikalisme dan terorisme. Saat ini bukan hanya kuantitas yang dibutuhkan dalam setiap kaderisasi PMII, tetapi kualitas adalah hal yang harus di kedepankan. Apa lagi PMII telah terkontaminasi dengan politik praktis, maka peran tersebut akan menjadi mustahil untuk diembannya. Mereka hanya sibuk mengurusi politisi dan pemenangan partai dan calon kepala daerah.

Fenomena tersebut diharapkan dapat menyadarkan PMII untuk kembali ke kampus dan mengemban perannya dalam membumikan aswaja, tidak memberikan ruang bagi paham radikal di kampus. Masjid kampus harus diambil alih dan diisi dengan paham moderat yang telah lama dikembangkan dan diajarkan oleh para ulama di Nahdatul Ulama (NU). Tabayyun kepada para ulama NU setempat di seluruh wilayah harus ditingkatkan oleh PMII, bukan justru menghadap kepada para politikus yang meracuni dengan pemikiran politik praktis.

Penulis adalah kader PMII Makassar (PMII RE UMI Makassar)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Bahtsul Masail, Olahraga Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) akan menebar 1000 bunga di Bundaran Hotel Indonesia, jalan raya MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/6). Tebar bunga merupakan bagian dari aksi damai PP IPPNU dengan tajuk ‘1000 Bunga Untuk Indonesia Bebas Narkoba’.

Aksi damai ini rencananya akan diikuti oleh sedikitnya 80 orang. Mereka terdiri dari pengurus PP IPPNU, kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba, rombongan dan kader Badan Narkotika Nasional (BNN).

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Selain membagikan bunga, peserta aksi ini membagikan stiker dan liflet yang bertuliskan semangat antinarkoba. Pembagian bunga dan stiker dimaksudkan untuk menyadarkan publik bahwa gerakan antinarkoba merupakan tanggung jawab semua pihak selain pemerintah.

Mujahidin Cyber

Aksi damai ini juga akan diramaikan dengan orasi oleh kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba Angkatan I. Orasi mereka bertajuk ‘Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’.

Mujahidin Cyber

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pelajar NU atas masalah narkoba yang penyalahgunaannya terus meningkat terutama di kalangan remaja,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah, Senin (24/6).

Tujuan aksi ini, menurut Farida, diharapkan dapat menggugah kepedulian publik terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kalangan pelajar NU ingin mengajak masyarakat untuk menyelamatkan remaja Indonesia sebagai generasi bangsa agar terbebas dari pengaruh narkoba dan imbasnya.

Imbasnya antara lain, penularan HIV/AIDS dan penurunan daya pikir, tutup Farida.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Fragmen, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Minggu, 17 Desember 2017

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru

Subang, Mujahidin Cyber. Sebanyak 100 orang dari 30 Kecamatan di Kabupaten Subang resmi dilantik sebagai anggota baru Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Subang di Masjid Pondok Pesantren Al-Muniriyah, Ahad (6/4) dini hari.

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru

Pelantikan tersebut dilakukan dalam sebuah baiat kesetiaan mengabdi kepada organisasi, negara dan Pancasila yang dipandu oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muniriyah KH Muniruddin.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata mengatakan jika baiat tersebut dilakukan setelah ratusan peserta tersebut digembleng baik secara mental maupun pengetahuan tentang ke-Ansor-an, ke-NU-an, dan ke-Indonesia-an dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang dilakukan selama 3 hari sejak Jumat (3/4) kemarin.

Mujahidin Cyber

"Karena PKD ini sebagai syarat menjadi anggota Ansor. Tidak sembarang menerima anggota baru begitu saja. Mereka setidaknya harus mengerti bagaimana hubungan Ansor dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Asep kepada wartawan.

Ditegaskan Asep, rekruitmen kaderisasi di GP Ansor Cabang Subang sendiri rutin digelar secara berkala. Karena, tambah Asep, hal itu merupakan amanat dari AD/ART organisasi yang pernah terlibat aksi heroik perang Surabaya 1945 tersebut.

Mujahidin Cyber

"PKD ini merupakan angkatan ke II setelah yang pertama kita laksanakan di Ponpes As-Salafiyah, Ciasem pada akhir tahun 2013 beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan, kita bisa laksanakan PKD angakatan ke III," jelas Mantan Ketua Umum PMII Subang tersebut.

Sebagai tujuan dari pelaksnaan PKD GP Ansor sendiri, Asep menjelaskan bahwa eksistensi GP Ansor siap mengawal cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia dan para ulama. "Siapapun yang mencoba mengganggu Pancasila dan NKRI, GP Ansor siap menjadi tamengnya. Begitupun terhadap para Ulama di negeri ini," jelasnya.

Tampil beberapa pemateri dalam pelaksanaan PKD tersebut diantaranya, Katib Syuriyah PC NU Subang yang juga merupakan Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Cabang Subang, KH Anang Jauharuddin, Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah, Ketua DPRD Subang Ir Beni Rudiono, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Hendrik Kurniawan, dan beberapa tokoh lainnya.

Setelah prosesi pelantikan, penutupan kegiatan dilakukan di Masjid Pesantren Al-Muniriyah sekaligus acara mujahadah dan dzikir bersama ribuan warga Nahdliyin lainnya yang langsung dipimpin oleh KH. Muniruddin. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Aswaja, Kyai Mujahidin Cyber

Rabu, 13 Desember 2017

Ahok Akan Sampaikan Testimoni di Haul Gus Dur

Jakarta, Mujahidin Cyber. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama dijadwalkan akan menghadiri peringatan haul ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), 28 Desember 2013, di kediaman keluarga Gus Dur, Jalan Warung Silah 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pria yang akrab disapa Ahok itu akan memberikan testimoni di hadapan para pengunjung. Perhelatan haul akan digelar mulai bakda zuhur hingga tengah malam.

Ahok Akan Sampaikan Testimoni di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahok Akan Sampaikan Testimoni di Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahok Akan Sampaikan Testimoni di Haul Gus Dur

“Pak Ahok memenuhi undangan keluarga untuk hadir dan akan berbagi cerita mengenai sosok Gus Dur di acara Haul Gus Dur akhir Desember ini. Seperti biasa, selain beliau ada juga kiai dan tokoh yang kami undang,” terang Ketua Panitia Haul Yenny Zannuba Wahid, Senin (16/12).

Mujahidin Cyber

Ahok dikenal sebagai salah seorang yang memiliki pengalaman pribadi dengan Gus Dur. Mantan Bupati Belitung Timur ini pernah mendapat pujian dari Gus Dur karena membebaskan biaya kesehatan saat memimpin Kabupaten Belitung Timur. Gus Dur pun mendukung ketika Ahok mencalonkan diri menjadi gubernur Bangka Belitung pada 2007.

Semasa Gus Dur hidup, Ahok juga sempat mengisi program talkshow radio “Kongkow Bareng Gus Dur” yang disiarkan dari kantor berita Radio 68H Jakarta.

Mujahidin Cyber

Haul keempat Gus Dur diperkirakan akan dikunjungi sekitar 4000 orang dari sejumlah pesantren, majlis taklim, dan kalangan umum di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Seperti haul-hal sebelumnya, kali ini haul juga akan dihadiri sejumlah kiai, tokoh, dan teman-teman dekat Gus Dur. (Alamsyah M. Dja’far/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara Mujahidin Cyber

Sabtu, 09 Desember 2017

Bupati Pekalongan Harapkan Konferwil Semakin Angkat Marwah Ansor

Pekalongan, Mujahidin Cyber - Konferensi Wilayah (Konferwil) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah digelar di GPU Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11). Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi berharap momen Konferwil ini dapat semakin mengangkat marwah gerakan pemuda NU.

"Saya berharap konferwil Ansor Jateng di Kota Kajen Kabupaten Pekalongan menjadikan marwah Gerakan Pemuda Ansor semakin terangkat, terhormat, dan tentu saja sarat manfaat," kata Asip saat dihubungi Mujahidin Cyber, Jumat (10/11).

Bupati Pekalongan Harapkan Konferwil Semakin Angkat Marwah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Pekalongan Harapkan Konferwil Semakin Angkat Marwah Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Pekalongan Harapkan Konferwil Semakin Angkat Marwah Ansor

Selain itu pihaknya juga menitipkan asa pada kegiatan ini sebagai wahana pembinaan generasi.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jateng Ikhwanudin menjelaskan, Konferensi Wilayah merupakan forum tertinggi di tingkat wilayah atau provinsi, dengan agenda utama yaitu pemilihan ketua baru untuk masa khidmah empat tahun ke depan (2017-2012).

Mujahidin Cyber

Sejauh ini, lanjut Ikhwan, sudah ada sedikitnya tiga nama calon yang muncul sebagai kandidat. Antara lain Wahidin Said (kader dari Kendal), Sholahuddin Aly (kader dari Jepara) dan Fahsin M Faal (kader dari Demak).

Mujahidin Cyber

"Secara umum persyaratan seseorang untuk dapat berkompetisi adalah yang bersangkutan harus benar-benar kader Ansor dan berprestasi," kata Ikhwan.

Untuk persyaratan administrasi, antara lain kandidat sudah menempuh jenjang kaderisasi tertinggi, yakni Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN). (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Nusantara, Tokoh Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf berpendapat organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah yang telah memberikan kontribusi kongkret kepada masyarakat lebih berhak mendapatkan dukungan daripada partai politik melalui sekolah, pesantren, rumah sakit, rumah yatim dan layanan sosial lainnya.

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol

Sebelumnya Mendagri Cahyo Kumolo mengusulkan dukungan pembiayaan sebesar 1 trilyun rupiah kepada partai politik untuk mengurangi kemungkinan penyalahgunaan kekuasaaan saat para politisi menjabat.

“Jadi kalau parpol menurut idenya mendagri akan diberikan bantuan cukup besar, saya kira dalam waktu yang bersamaan, ormas keagamaan yang langsung membina bangsa, seperti NU dan Muhammadiyah di lingkungan Islam, demikian juga temen-temen dari agama lain, itu juga diberi bantuan langsung dari alokasi APBN,” katanya di gedung PBNU, Selasa (10/3).?

Mujahidin Cyber

Dengan demikian, pembangunan ini berjalan secara serempak pada sektor-sektor yang dibiayai dan digarap oleh pemerintah maupun sektor yang digarap oleh swasta.?

Mujahidin Cyber

“NU melalui pesantren dan madrasah, Muhammadiyah melalui sekolahnya, begitu juga Persis, juga ormas Islam yang lain bisa menjangkau kalangan yang selama ini terabaikan dari program pemerintah. Jadi menjadi kekuatan yang menjamah sebagian besar porsi yang seharusnya menjadi porsi pemerintah.”

Ia menjelaskan, ormas seperti NU juga mendapat bantuan dari pemerintah, tetapi ibarat kata, kebutuhannya seribu, tetapi bantuan yang diberikan hanya beberapa sen.?

“Kita membantu aktifitas pendidikan, keagamaan, termasuk aktifitas penyadaran kesadaran kewarganegaraan yang dilakukan oleh ormas seperti NU dan Muhammadiyah luar biasa akibatnya.”

Ia mencontohkan andaikan tidak ada NU dan Muhammadiyah, kemudian ada bahaya internasionalisme Islam, negara tidak akan bisa berbuat banyak. “Ini saatnya negara berterima kasih pada mereka, termasuk memberikan anggaran yang signifikan sebagai bagian anggaran negara untuk pembinaan masyarakat.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, PonPes, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

Tionghoa Minta Gus Dur Dinobatkan Pahlawan Nasional

Jombang, Mujahidin Cyber. Warga Tionghoa dari sejumlah daerah di Jawa Timur ikut turut serta memperingati seribu hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang dengan menggelar festival liong.

Tionghoa Minta Gus Dur Dinobatkan Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Tionghoa Minta Gus Dur Dinobatkan Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Tionghoa Minta Gus Dur Dinobatkan Pahlawan Nasional

"Kami sengaja ikut memeriahkan acara peringatan ini. Kami sangat mengapresiasi Gus Dur. Beliau adalah sosok Presiden yang sangat menunjung tinggi kemajemukan," kata Candra Iwanto, salah seorang koordinator kesenian liong asal Jombang, Sabtu (29/9).

Ia mengaku, sangat senang dengan kepemimpinan Gus Dur. Gus Dur dinilai sebagai sosok yang tidak membeda-bedakan antara kelompok satu dengan lainnya. Bahkan, pada kelompok minoritas seperti warga Tionghoa pun, sangat diperhatikan.

Mujahidin Cyber

"Beliau selalu membantu setiap elemen masyarakat, dan tidak pernah membeda-bedakan etnis. Beliau tidak pernah membedakan suku, agama, ras, dan budaya," katanya.

Mujahidin Cyber

Pihaknya juga mendesak kepada pemerintah agar segera menetapkan status Gus Dur sebagai pahlawan nasional.?

Sementara itu, panitia acara peringatan seribu hari wafatnya Gus Dur, Lukman mengaku sangat berterima kasih dengan dukungan dari warga Tionghoa yang ikut memeriahkan acara dengan menggelar festival liong.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih dengan bantuan yang diberikan. Hiburan ini tentunya sangat berarti untuk masyarakat dan ini luar biasa," katanya.

Ia mengatakan, sosok Gus Dur masih memiliki arti mendalam di hati seluruh masyarakat. Bukan hanya umat Muslim, melainkan juga warga lain, seperti Tionghoa. Ia berharap, pemikiran Gus Dur, seperti kemajemukan, egaliter dijunjung tinggi. Hal itu sebagai rujukan, agar negara ini semakin baik.

Sejumlah acara telah dilakukan untuk peringatan 1.000 hari wafatnya Gus Dur. Selain acara diskusi ensiklopedi, acara lainnya adalah bakti sosial pemberian bantuan air bersih di daerah yang mengalami kekeringan, pengajian, khataman kitab suci Al-Quran, serta festival liong. Kegiatan ini diselenggarakan di Pesantren Tebuireng, Jombang.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Nusantara, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Kamis, 23 November 2017

Awali Ramadhan, Tunggu Sidang Itsbat

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Lampung, KH Munawwir, mengimbau warga menunggu hasil sidang itsbat Kementerian Agama bersama NU dan ormas Islam lainnya dalam mengawali bulan suci Ramadhan 1436 H.

Demikian disampaikannya dalam Ngaji Ahad atau Jihad pagi (7/6). Kegiatan ini rutin dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu Lampung.

Awali Ramadhan, Tunggu Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)
Awali Ramadhan, Tunggu Sidang Itsbat (Sumber Gambar : Nu Online)

Awali Ramadhan, Tunggu Sidang Itsbat

Menurutnya dalam mengawali puasa bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba, seluruh umat Islam seharusnya ikut memantau melalui media cetak dan elektronik proses rukyatul hilal yang dilakukan oleh NU dan Kementerian Agama RI.

Mujahidin Cyber

"Awal puasa Ramadhan tahun ini diperkirakan jatuh pada hari Kamis 18 Juni 2015. Ini ada kemungkinan berbeda antara Hasil Keputusan Sidang Itsbat dengan Ormas keagamaan tertentu yang sudah mengumumkan awal Ramadhan terlebih dahulu " terangnya.

Namun menurutnya, sebagai umat Islam yang memiliki Ulul Amri yaitu Pemerintah, hendaknya dalam mengawali puasa Ramadhan sesuai dengan hasil keputusan pemerintah melalui sidang Itsbat.

Mujahidin Cyber

Menurutnya Sidang Itsbat merupakan sidang yang sangat ideal dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Hal ini dikarenakan didalam sidang Itsbat melibatkan berbagai unsur ormas keagamaan di Indonesia dan juga menggunakan berbagai macam metode mulai dari rukyah sampai dengan hisab.

"Dari komposisi ini sudah jelaslah kalau hasil sidang itsbat dapat menghasilkan keputusan yang lebih baik dan dapat dipertanggungjawabkan kemaslahatannya bagi umat," tegasnya.

Selain itu, Munawwir juga mengajak kepada seluruh umat Islam untuk dapat memanfaatkan Bulan Ramadhan dengan semaksimal mungkin. " Isi kegiatan kegiatan yang bermanfaat dan tingkatkan kualitas serta kuantitas Ibadah dibulan ramadhan seperti Baca Quran, Shalat malam dan bersedekah " ajaknya. Dengan maksimalnya Ibadah di Bulan Ramadhan kali ini diharapkan fadilah bulan puasa dapat diraih dan akhirnya segala dosa yang telah dilakukan sebelum Ramadhan akan diampuni.

Ditemui setelah kegiatan Jihad Pagi, Sekretaris LTN NU Pringsewu M. Mustanir mengatakan, dalam rangka memberikan panduan waktu Bulan Ramadhan 1436 H, pihaknya sudah mencetak Jadwal Imsakiyyah Bulan Ramadhan 1436 H. Menurutnya Jadwal Imsakiyyah ini merupakan hasil dari Winhisab Lajnah Falakiyah PWNU Provinsi Lampung.

"Jadwal ini kami distribusikan ke Masjid dan Musholla dan juga ke setiap Pengurus MWC sampai dengan Ranting NU di Kabupaten Pringsewu dan perlu diingat bahwa keputusan Awal 1 Ramadhan tetap mengacu kepada hasil keputusan sidang itsbat pemerintah," terangnya. (Muhammad Faizin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Jadwal Kajian, Santri, Nusantara Mujahidin Cyber

Kamis, 02 November 2017

Memadukan Pencak Silat dan Koreografi

Sukoharjo, Mujahidin Cyber. Pencak Silat, selain dapat dijadikan sebagai beladiri, namun sebetulnya juga mengandung unsur seni. Unsur tersebut apabila dapat dikemas sedemikian rupa, dapat menjadikan pencak silat menjadi sesuatu yang unik, lebih menarik dan enak ditonton.

Untuk itulah, belum lama ini, sejumlah perguruan Pencak Silat Pagar Nusa di Soloraya, mempelajari ilmu koreografi, dengan mendatangkan salah satu narasumber dari “Sabuk Janur” Ponorogo, Wisnu HP.

Memadukan Pencak Silat dan Koreografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Memadukan Pencak Silat dan Koreografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Memadukan Pencak Silat dan Koreografi

“Kami melihat ilmu silat apabila dipadukan dengan ilmu pementasan, akan tercipta gerakan yang lebih bervariasi,” terang Arifin, pengurus Pagar Nusa UNU Surakarta, Sabtu (17/1).

Mujahidin Cyber

Menurutnya hal tersebut juga akan membuat gerakan silat menjadi lebih indah. “Jadi dalam pelatihan tersebut, tak hanya belajar pukulan dan tendangan saja, tetapi juga diajari bagaimana supaya gerakan kita bisa menampilkan unsur estetika,” ungkap dia.

Lebih lanjut diterangkan oleh mahasiswa UNU Surakarta itu, dengan mendapatkan tambahan materi ilmu tentang koreografi, dapat dimanfaatkan untuk membuat konsep penampilan yang menarik untuk ditonton.

Mujahidin Cyber

“Bagaimana supaya aksi kelihatan kompak, bagaimana aksi kami disukai penonton. Menurut saya itu juga penting untuk membuat masyarakat lebih tertarik dengan Pagar Nusa,” ujarnya.

Arifin menambahkan dalam kegiatan yang diadakan di Pesantren Al-Fattah itu, juga dihadiri perwakilan kader Pagar Nusa IAIN Sukoharjo dan Klaten. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Khutbah, Nusantara Mujahidin Cyber

Rabu, 18 Oktober 2017

Para Orang Tua Diimbau Selektif Pilih Pendidikan Anak

Subang, Mujahidin Cyber

Menjelang tahun ajaran baru, para orang tua diingatkan untuk senantiasa berhati-hati dalam memilihkan pendidikan untuk anak. Kurikulum dan pengajar lembaga pendidikan yang dituju harus dikenali terlebih dahulu.

Para Orang Tua Diimbau Selektif Pilih Pendidikan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Orang Tua Diimbau Selektif Pilih Pendidikan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Orang Tua Diimbau Selektif Pilih Pendidikan Anak

Peringatan tersebut salah satunya diungkapkan Ketua PCNU Kabupaten Subang KH Musyfiq Amrullah. Ia mengajak warga untuk selektif dalam memilihkan sekolah dan pendidikan anak. Salah memilih lembaga pendidikan, menurutnya, bisa berakibat fatal.

“Banyak anak yang pulang dari pesantren malah menyalahkan orang tuanya,” ujarnya di hadapan ribuan warga dalam acara Isra’ dan Mi’raj di halaman Masjid Jami’ An Nur, Kampung Bungur Gede, Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat, Rabu (11/5).

Mujahidin Cyber

Ia berpendapat, kini mulai ada anak sepulang dari lembaga pendidikan gemar memvonis bid’ah orang lain, bahkan kepada orang tuannya sendiri. Yang lebih parah, kasus anak yang disusupi ideologi terorisme.

Mujahidin Cyber

“Padahal perjuang Rasulullah dalam menjalankan dakwah tidak memakai memojokan golongan apalagi dengan membunuh seperti teroris, tapi dengan lemah lembut,” paparnya dalam acara yang digelar Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Subang ini.

Isra’ dan Mi’raj kali ini mengusung tema “Mempererat Silaturahim dan Ukhuwah Islamiyah dalam Bingkai NKRI”. Hadir juga dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kementerain Agama Kabupaten Subang H Sukandar, Rais Syuriyah PCNU Subang KH Agus Salim, serta pejabat dari kepolisian dan TNI.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Subang Asep Alamsyah Heridinata mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan pada setiap tahun seperti halnya Maulid Nabi, Halal bi Halal, dan lain sebagainya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Nusantara Mujahidin Cyber

Minggu, 15 Oktober 2017

Ranting NU di Jatim Mendapatkan Hak Suara di Konfercab

Surabaya, Mujahidin Cyber. Sekitar 122 Ranting dan 12 MWC NU sekabupaten Trenggalek hadir di PWNU Jatim, Selasa (22/12). Mereka datang sebelum Konfercab NU Trenggalek yang akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Rombongan berjumlah sekitar 200 orang itu mengeluh soal pengurus ranting tidak mendapatkan hak suara di Konfercab NU Trenggalek.

Ranting NU di Jatim Mendapatkan Hak Suara di Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting NU di Jatim Mendapatkan Hak Suara di Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting NU di Jatim Mendapatkan Hak Suara di Konfercab

"Kami khawatir apabila konfercab tidak mengakomodir suara dari ranting-ranting," jelas ketua rombongan Gus Makki.

Hal itu langsung mendapatkan respon positif ? dari Ketua PWNU Jatim. "Ini merupakan suara dan dukungan terhadap apa yang telah menjadi rekomendasi PWNU kepada PBNU supaya di konfercab ranting mendapatkan hak suara," kata Kiai Mutawakkil saat ditemui di ruangannya.

Mujahidin Cyber

PWNU Jatim mendukung penuh keputusan AD/ART hasil Muktamar Jombang yang mengatakan hak suara di konfercab hanya MWCNU. PWNU Jatim menyadari apa yang menjadi pertimbangan PBNU yaitu kondisi di luar Jawa. Antara cabang, MWCNU hingga ranting jarak tempuhnya jauh dan sulit transportasi. Kalau ranting menjadi syarat quorum, konferensi di luar Jawa akan mengalami kesulitan.

Maka dari itu, "Khusus di Jatim dan mungkin di Jawa-Jawa lain, akan meminta surat keputusan PBNU yang mengatakan ranting mendapatkan hak suara," jelasnya.

Mujahidin Cyber

Bagimana pun ranting ini merupakan garda terdepan dalam mensosialisasikan aswaja dan program-program NU. "Karena mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bawah," ungkap kiai yang juga pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong itu.

Kiai Mutawakkil khawatir kalau ranting tidak dapat memilih Ketua PCNU Trenggalek dalam konfercab akan berdampak pada hubungan batin sehingga akan terjadi kesenjangan. Lebih aneh lagi, di Jatim itu ada PCNU kota madya yang hanya memiliki lima, dua dan tiga MWCNU. "Kalau hanya tiga atau lima itu bukan konferensi tapi jangongan," lanjutnya.

Di Jatim sendiri ada tujuh cabang yang akan menggelar konfrensi di bulan Desember dan Januari. "Kita akan memberikan edaran surat instruksi untuk menunda konfrencab sampai turunnya surat keputusan dari PBNU yang mengatur petunjuk teknis pelaksanaan Ahwa dan konfrensi," pungkasnya.?

Kiai Mutawakkil didampingi Prof Akh Muzakki Sekretaris, H Rasidi Wakil Bendahara dan Hasan Ubaidillah Wakil Sekretaris PWNU Jatim. (Rof Maulana/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Warta, Nusantara Mujahidin Cyber

Sabtu, 24 Juni 2017

Hasyim Muzadi Tokoh Paling Berpengaruh dari Indonesia

Jakarta, Mujahidin Cyber. Indonesia dianggap memiliki cukup banyak tokoh yang memiliki pengaruh penting di dunia Muslim. Dari 500 tokoh yang disebut dalam buku The 500 Most Influential Muslim 2009, terdapat 15 tokoh Indonesia, dengan KH Hasyim Muzadi sebagai tokoh terpenting yang menduduki urutan ke 18 tokoh dunia atau urutan pertama untuk Indonesia. Tokoh paling berpengaruh adalah Raja Abdullah dan dilanjutkan dengan Ayatullah Khamanei.



Hasyim Muzadi Tokoh Paling Berpengaruh dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi Tokoh Paling Berpengaruh dari Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi Tokoh Paling Berpengaruh dari Indonesia

Buku yang baru diterbitkan untuk edisi pertama ini diterbitkan oleh The Royal Islamic Strategic Studies Center (di Jordan) bekerjasama dengan Georgetown’s Prince Alwaleed bin Talal Center for Muslim-Christian Understanding.

Kamis, 01 Juni 2017

Aneka Lomba Iringi Peringatan Maulid dan Haul Pengasuh

Pacitan, Mujahidin Cyber. Ribuan santri dan masyarakat menghadiri puncak acara peringatan haul ke-16 salah satu pengasuh, Almahgurlah KH Habib Dimyathi, dan pengajian akbar peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Perguruan Islam Pondok Tremas, Pacitan, Jawa Timur, Rabu Malam(29/01).

Aneka Lomba Iringi Peringatan Maulid dan Haul Pengasuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Aneka Lomba Iringi Peringatan Maulid dan Haul Pengasuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Aneka Lomba Iringi Peringatan Maulid dan Haul Pengasuh

Rangkaian kegiatan Haul dan Haflah Maulid yang telah berlangsung sejak Sabtu siang (27/01) diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya Turnamen Bola Volly se-Pacitan, Lomba Praktik Ibadah, Lomba Exspo Hasta Karya Santri, Lomba Pencak Silat, Drama Islami dan Tradisi Ngipa.

Sementara itu, peringatan haul diisi dengan semaan Al-Quran oleh para santri, ziarah ke makam masyayikh di maqbaroh Gunung Lembu dan pembacaan tahlil akbar bersama santri, alumni dan masyarakat.

Mujahidin Cyber

Selain ribuan masyarakat sekitar, kegiatan ini juga dihadiri para alumni dari berbagai periode dan wali santri dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga semakin menambah semarak acara yang berlangsung sekali dalam setahun itu.

Pengajian Akbar menutup rangkaian Puncak acara Haul KH.Habib Dimyathi ke-16 dan Haflah Maulid Nabi Muhammad SAW. Panitia menghadirkan penceramah dari Solo, Jawa Tengah, KH. Abdul Karim Ahmad, pengasuh Pesantren Al-Qurany Mangkuyudan dan pimpinan majelis Jamah Muji Rasul (Jamuro).

Mujahidin Cyber

KH. Fuad Habib Dimyathi, Pengasuh Pondok Tremas dalam sambutanya menyampaikan bahwa kecintaan (mahabbah) kita kepada Nabi diwujudkan dengan kehadiran kita di majelis peringatan maulid. Mahabbah ini dapat mengantarkan seseorang berjumpa dan bersama Rasulullah SAW, sebagaimana pernyataan, antum ma’a man ahbabtum (kalian bersama orang yang kalian cintai).

“Suatu hal yang luar biasa ketika kita bisa bersama Rasulullah karena ketika Nabi? Adam, semua nabi, semua rasul sudah tidak ada lagi yang sanggup memberi pertolongan. Hanya Gusti Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang memberi kesanggupan? untuk memberi syafaat kepada kita,” ungkapnya.

Konsekuensi mencintai Nabi Muhammad SAW adalah meneladani beliau dalam setiap ucapan, tindakan, dan perilaku. Hal demikian sekaligus menunjukkan bahwa sang pecinta adalah umat yang berbakti kepada nabi dan Allah SWT

“Mudah mudahan kita semua, anak turun kita semua menjadi orang-orang yang mempunyai mahabbah, rasa cinta dan rasa sayang kepada baginda Nabi Muhammad SAW” harap beliau.

Sementara itu, Gus Karim dalam ceramahnya menyampaikan tentang keutamaan orang-orang yang dicintai olen Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, orang yang selalu membaca shalawat adalah orang-orang yang sangat dirindukan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tengah mengadakan halaqah, tiba-tiba Nabi Muhammad SAW menangis, lalu para sahabat bertanya kepada Nabi, ‘Yaa Nabi, kenapa engkau menangis. Lalu Nabi menjawab, ‘Aku menagis karena merindukan orang-orang yang mencintaiku. Shabat bertanya kembali, ‘Apakah kami ini tidak termasuk orang yang engkau rindukan? Nabi Muhammad SAW menjawab, ‘Man amana bii walam yaranii, aku merindukan orang-orang yang tidak pernah berjumpa kepadaku namun mereka percaya dan mereka mencintaiku.”

Orang yang selalu membaca shalawat, lanjur Gus Karim, hidupnya akan selalu merasa tenang dan tentram karena shalawat adalah sebagai obat bagi hati yang tengah gundah. (Zaenal Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Meme Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Mei 2017

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim

Klaten, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Klaten kembali menggelar kajian rutin kitab Irsyadus Sari karya KH M Hasyim Asy’ari, Ahad (19/10). Kajian yang biasanya digelar setiap Ahad Pahing ini,  mundur dua pekan karena salah satu Ahad Pahing yang dijadwalkan bertepatan dengan hari raya Idul Adha.

“Kami sangat bersyukur kajian rutin ini tetap istiqamah, meskipun mundur dari jadwal,” kata Ketua IPNU Klaten Ahmad Saifuddin.

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Klaten Awali Kembali Kajian Kitab Mbah Hasyim

Kajian kali ini memasuki putaran kelima. Kajian yang dipandu Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Muhammad Nawawi Syafi’i, mendorong para hadirin untuk menghormati orang alim.

Mujahidin Cyber

“Penghormatan ini bukan pengkultusan, namun lebih pada pemuliaan ilmu Allah SWT yang ada dalam diri orang ‘alim tersebut’,” ujar pengasuh pesantren Roudlotush Sholihin dan Roudlotush Sholihat Batur Ceper Klaten.

Melalui karyanya, Mbah Hasyim mengatakan, “Dekat dengan ulama itu perhiasan. Bercampur dengan mereka adalah keuntungan. Ulama termasuk dari tiga golongan selain para Nabi dan syuhada yang diijinkan memberi syafa’at di hari Kiamat kelak.”

Mujahidin Cyber

“Maka dari itu, jangan sampai kita jauh dari ulama,” imbau Kiai Nawawi.

Kiai Nawawi juga mengajak pelajar NU untuk selalu mencari ilmu. Karena, orang berilmu itu seolah abadi. Meskipun sudah wafat, mereka akan tetap dikenang dan diingat lantaran kemuliaan ilmu yang dimilikinya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Kajian Islam Mujahidin Cyber

Rabu, 10 Mei 2017

PCNU Pontianak Sosialisasikan Pembuatan Kartanu

Pontianak, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pontianak menerima kunjungan Manager Bank Mandiri Pontianak di Kantor Sekretariat PCNU Pontianak Jalan Paralel, Kota Pontianak, Senin (19/9). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama PBNU yang diwakili KH Said Aqil Siroj dan Direktur Bank Mandiri Budi Gunadi di Jakarta pertengahan Maret lalu.

Pertemuan itu menjadi bagian kerja sama antara NU dan Bank Mandiri dalam mempermudah inklusi keuangan berupa penerbitan kartu tanda anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu).

PCNU Pontianak Sosialisasikan Pembuatan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pontianak Sosialisasikan Pembuatan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pontianak Sosialisasikan Pembuatan Kartanu

Menurut Ketua PCNU Pontianak H Faruki, hasil kerja sama ini sangat bagus karena mempermudah dalam pelayanan jasa keuangan.

Setelah pertemuan ini, “Kami akan terjun langsung untuk menggalakkan program Kartanu di seluruh jajaran pengurus cabang, wakil cabang hingga ranting NU serta kaum nahdliyin,” ujar H Faruki.

Mujahidin Cyber

Sementara Manajer Bank Mandiri Cabang Pontianak Fatia Ajeng Lestari menjelaskan, “Selain kemudahan dalam pelayanan, Kartanu juga bisa mengecek saldo melalu e-banking (hp), serta tidak dikenai potongan pajak,” tambahnya.

Hadir dalam pertemuan ini Drs H Faruki, Wakil Ketua PCNU Pontianak M Jafar Siddiq, Wakil Bendahara PCNU Pontianak Muhammad Syukron, dan konsultan UKM Fauzi Faiz. Sementara pihak Bank Mandiri Pontianak adalah Fatia Ajeng Lestari dan customer service Sari Aprilestari. (Muhammad Syukron/Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Nusantara Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock