Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri

Kediri, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bojonegoro, Selasa (18/2), membantu korban letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bantuan tersebut disalurkan melalui Pengurus Cabang NU (PCNU) Kediri yang membuka posko di Desa Pandantoyo, Kecamatan Gancar, Kabupaten Kediri.?

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri

Ketua PC LPBI NU Bojonegoro Rakhmad Maulana menjelaskan, pihaknya melakukan aksi kemanusiaan di lokasi berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Kelud, tepatnya di daerah Tegalrejo, Babadan, Kediri. Lokasi tersebut dipilih setelah berkoordinasi dengan Ketua PCNU Kabupaten Kediri HM Sulaiman Lubis.

"Para relawan akan melakukan bersih-bersih sisa abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud. Serta akan dilakukan pula pembagian bingkisan. 562 bungkus," sambungnya sembari berharap pemberian bantuan tersebut dapat meringankan beban penderitaan korban bencana alam letusan Gunung Kelud.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Kediri HM Sulaiman Lubis yang menerima langsung bantuan tersebut berterima kasih kepada LPBINU Bojonegoro yang turut peduli terhadap kesulitan masyarakat Kediri.

Mujahidin Cyber

"Saya juga minta doa restunya, mudah-mudahan Kediri diberi kekuatan oleh Allah, agar mampu menyikapi bencana alam dengan bijaksana," harapnya.

Ditambahkan, letusan Gunung Kelud di Kediri ini mengakibatkan sekitar sekitar 65 ribu warga Kediri menjadi korban, seitar 37 ribu di antaranya adalah Nahdliyin. Mereka tersebar di beberapa lokasi yang jaraknya berdekatan dengan gunung. Setelah terjadi letusan Jumat (14/2) malam, Sabtu berikutnya PCNU mendirikan posko peduli bencana.

"Posko ini didirikan Sabtu hingga selesai dinyatakan Kelud aman," jelas Sulaiman.

Menurut Sulaiman, masyarakat masih membutuhkan sembako, susu anak-anak, pembalut wanita dan lainnya. Bantuan dari LPBINU Bojonegoro langsung didistribusikan ke masyararakat setempat.

Informasi yang didapat Mujahidin Cyber di lapangan menyebutkan, Gunung Kelud sudah mengalami letusan sebanyak tujuh kali ini, di antaranya pada tahun 1586, 1901, 1919, 1951, 1966, 1999 dan 2014 sekarang ini. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Kyai, Humor Islam Mujahidin Cyber

Selasa, 13 Februari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Mujahidin Cyber dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Mujahidin Cyber

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Mujahidin Cyber

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Kyai Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak

Blitar, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Blitar mengeluarkan instruksi agar seluruh pengurus harian NU, lembaga dan badan otonom (banom) NU untuk mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) yang akan diselenggarakan pada akhir Agustus 2016 mendatang di Blitar.

“Kita intruksikan semua pengurus dan banom untuk mengikutinya. Masing-masing banom harus mengirim minimal tiga orang,” ujar Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat (Gus Dain) kepada Mujahidin Cyber, Kamis (11/8) pagi.

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh Pengurus NU Blitar dan Banom Wajib Ikuti Pendidikan Penggerak

Menurut Gus Dain, PKPNU ini merupakan langkah konkret bagi NU untuk mencetak kader-kader NU yang berkualitas dan mampu untuk memahami tatakelola organisasi dengan baik dan benar sebagai modal untuk mengembangkan NU agar menjadi organisasi yang berdaya guna.

Mujahidin Cyber

“Selain itu juga sebagai upaya mengader para calon pimpinan NU melalui kegiatan yang terarah dan terukur supaya bisa memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan NU ke depan. Karena kemajuan NU ke depan juga berada di tangan para pengurus dan kader-kader muda NU,” terangnya.

Pendidikan ini diadakan dalam rangka memberikan bekal dan wawasan khazanah keilmuan yang luas. “Dari pelatihan ini. Harapannya kader NU mampu melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan yang dilanggengkan oleh para masyayikh pendiri NU. Terlebih belakangan ini banyak bermunculan ajaran atau kelompok radikal yang mencoba menyerang ajaran-ajaran NU yang dianggap menghalang-halangi langkah dan gerakan ajarannya.”

Tujuan lainnya untuk memberikan wawasan pengetahuan yang mendalam tentang pemahaman Ahlus sunah wal Jamaah (Aswaja), keorganisasian, wawasan global, spiritual, serta penguatan tentang maraknya bahaya radikalisme, fundamentalisme, tambahnya.

Mujahidin Cyber

Kaderisasi adalah salah satu hal terpenting dalam proses pengembangan organisasi. Tanpa kaderisasi, organisasi bertumbuh dengan sendirinya tanpa adanya kepahaman yang sama tentang visi dan misi organisasi di antara para kader.

"Fungsi dari jamiyyah (organisasi) NU yang terpenting adalah melindungi jamaahnya. Bila jamiyyah tak mampu melindungi kesatuan dan cita-cita jamaahnya, maka organisasi telah kehilangan arti pentingnya," terangnya.

Untuk itu semua pengurus dan badan otonom cabang kita wajibkan untuk ikut dalam pendidikan ini supaya ada pemahaman yang tentang  visi dan misi organisasi, tegasnya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Ubudiyah, Pesantren Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

KH Idris Marzuki Wafat

?Jakarta, Mujahidin Cyber. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Berita duka datang lagi dari Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pengasuh Pesantren yang juga Mustasyar PBNU KH Idris Marzuki meninggal dunia.

KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Idris Marzuki Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Idris Marzuki Wafat

Kiai Idris Marzuki kembali ke Rahmatullah pada sekitar pukul 09.45 WIB di Rumah Sakit Graha Amarta Surabaya selama beberapa hari.

Sementara itu dihubungi Mujahidin Cyber, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang juga alumni Pesantren Lirboyo sedang dalam perjalanan bertakziyah ke Kediri, Jawa Timur.

Mujahidin Cyber

Semoga amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Allahummaghfirahu warhamhu waafihi wafu anhu. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Kiai, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Jumat, 05 Januari 2018

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

Surabaya, Mujahidin Cyber. Menjadi pegiat organisasi di Nahdlatul Ulama hendaknya diniati untuk berkhidmat demi meninggikan panji dan kalimat Allah SWT, bukan untuk memperoleh kedudukan apalagi keuntungan materi. Hal inilah yang membedakan dengan para aktivis di organisasi lain.

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Berorganisasi, Aktivis NU Jangan Salah Niat

"Saat aktif di NU, jangan sekali-kali memiliki motivasi merebut jabatan, apalagi untuk mendapatkan keuntungan materi," kata Nyai Hj Nur Zainab Nur, Ahad (24/7). Pesan ini disampaikannya saat acara halal bi halal dan silaturrahim Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Puteri Pelajar Nahdlatul Ulama lintas generasi di aula PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya.

Mantan Ketua Pimpinan Wilayah ? Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jatim yang tetap semangat meskipun hadir dengan menggunakan kursi roda tersebut mengingatkan para aktifis kekinian untuk bisa belajar ketulusan kepada para pendahulu. "Untuk dapat melakukan konsolidasi, dulu kami harus rela numpang truk karena kendaraan memang terbatas dan tidak memiliki ongkos yang cukup," terangnya.

Demikian pula untuk memantau perkembangan organisasi, undangan rapat sering dititipkan lewat secarik kertas untuk dapat memastikan akan melaksanakan koordinasi di waktu dan tempat yang ? telah ditentukan. "Kami sangat menghargai kesempatan bertemu," kenangnya.

Mujahidin Cyber

Meskipun sebagai pelajar perempuan, para pegiat IPPNU kala itu tidak ingin dipandang sebelah mata oleh kalangan Ikatan Pelajar NU atau IPNU. "Saat akan ada rapat bersama IPNU, kami melakukan rapat sebelumnya untuk membahas sejumlah persoalan sekaligus membagi siapa yang akan menjadi juru bicara," katanya disambut aplaus hadirin.

Nyai Hj Nur Zainab Nur kemudian menceritakan bagaimana para pelajar perempuan NU kala itu harus mendatangi para pengusaha dan kantor pemerintah untuk mendapatkan dana ketika hendak menyelenggarakan kegiatan. "Satu demi satu kami datangi," kata perempuan yang kini tinggal di Sidoarjo tersebut.

Di akhir paparannya, kembali mantan Ketua PW Muslimat NU Jatim ini mengingatkan para aktifis IPNU dan IPPNU era kekinian untuk menjaga ketulusan niat dan juga kekompakan. "Jaga terus niat kalian dan tetap kompak," pungkasnya.

Mujahidin Cyber

Sejumlah ketua dan aktifis PW IPNU dan IPPNU Jatim dari berbagai angkatan hadir pada kegiatan tersebut. Bahkan mantan Ketua Umum PP IPNU, H Abdullah Azwar Anas turut hadir dan memberikan sambutan. Bupati Banyuwangi dua periode tersebut juga mengundang seluruh hadirin untuk bergabung pada acara halal bihalal yang diselenggarakan Majelis Alumni IPNU tingkat nasional, 28 Juli mendatang. Kegiatan akan dilaksanakan di Banyuwangi sekaligus mengenalkan sejumlah destinasi wisata kebanggaan kota paling timur di Jatim tersebut. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai Mujahidin Cyber

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba

Sidoarjo, Mujahidin Cyber. Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2015, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo meminta dukungan kepada pemerintah dan pihak terkait untuk menghentikan peredaran narkoba. Pihak pimpinan PMII setempat menganggap di beberapa titik di Sidoarjo masih merupakan kawasan rawan narkoba.

Ketua PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa menegaskan, melalui momentum peringatan HANI yang jatuh setiap 26 Juni, PMII berharap supaya daerah rawan itu mendapatkan penanganan secara serius.

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sidoarjo Minta Pemerintah Basmi Narkoba

"Bahwasanya Sidoarjo masih sangat rawan akan peredaran gelap narkoba. Seperti di kecamatan Tarik, Taman, dan Krian merupakan daerah rawan yang perlu penanganan secara serius oleh pihak terkait," ungkap Gigin, Jumat (26/6).

Mujahidin Cyber

Selain itu, lanjut Gigin, gerakan bersama untuk melakukan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dalam menyadarkan masyarakat, dan harus didukung oleh pemerintah.

Mujahidin Cyber

"Kami berharap, tahun 2015 ini, di Sidoarjo penggunanya semakin berkurang dan yang sudah terlanjur menggunakan narkoba supaya segera direhabilitasi. Pengguna narkoba itu lebih baik direhabilitasi daripada dipenjarakan," tegas Gigin.

Selain meminta dukungan pihak terkait, pimpinan PMII Sidoarjo juga membalut peringatan hari anti narkoba internasional dengan bagi-bagi takjil kepada para pengendara di jalan A Yani, sebelah timur alun-alun Sidoarjo. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Khutbah, Kyai Mujahidin Cyber

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul

Seoul, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj didaulat menjadi pembicara utama dalam konferensi internasional para pemimpin agama di Kota Seoul, Korea Selatan, Sabtu (17/9) atau yang disebut Internatioanl Religious Leaders Conference untuk memperingati 2 tahun Commemoration of WARP Summit.

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul

Keterangan ini diperoleh dari Staf Ahli Ketum PBNU Muhammad Nabil Haroen dalam akun twitter pribadinya @nabil_haroen. Dia ikut mendampingi Kiai Said dalam lawatan international yang diantaranya membahas perdamaian dunia melalui peran para tokoh agama.

Dalam cuitannya itu, pria yang kerap disapa Nabil ini mengunggah 3 buah foto yang diantaranya memperlihatkan Kiai Said sedang menyampaikan pidato di atas podium dan di hadapan para pemimpin agama se-dunia.?

Foto-foto lainnya memperlihatkan para pembicara utama lainnya selain Ketum PBNU diantaranya Martin de Jesus Barahona Pascacios (El-Salvador) dia adalah Archbishop Emeritus of the El Salvador Anglican Church, Dr Itthapana Dhamalankara Thero (Sri Lanka), ia merupakan Mahanayaka of the Kotte Sri Kalyani Samagridharma Maha Sanga Sabha, dan Nikhil Chandra Narayanbhai Trivedi (USA), saat ini dia menjabat sebagai High Priest of the International Society for Krishna Consciousness (SKCON), Brooklyn.?

Dari para pembicara utama tersebut, masing-masing menyampaikan tema tersendiri terkait peran para pemimpin agama, HAM international, kemanusiaan, perdamaian dunia, radikalisme global, dan lain-lain. Kiai Said sendiri menyampaikan pidato bertema: Religious Leader’s Solidarity in Truth, The World Peace and Cessation of War.?

Mujahidin Cyber

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga perdamaian dunia HWPL, International Women’s Peace Group (IWPG), International Youth Peace Gruop (IPYG), dan didukung oleh Seoul Metropolitan Goverment. (Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Kyai, RMI NU Mujahidin Cyber

Sabtu, 30 Desember 2017

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya

Pekalongan, Mujahidin Cyber - Ribuan umat Islam asal Pekalongan dan sekitarnya sejak pagi memadati Gedung Kanzus Sholawat yang terletak di Jalan dr Wahidin Pekalongan, Senin (26/6). Mereka menghadiri kegiatan open house Habib Muhammad luthfy bin Yahya yang digelar setiap tanggal 2 Syawwal.

Pada agenda rutin tahunan itu Habib Luthfy memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin bertemu dengan beliau. Pasalnya, di tengah jadwal yang sangat padat, tanggal 2 Syawwal menjadi agenda khusus Habib Luthfy untuk bertemu dengan masyarakat secara luas.

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Umat Islam Hadiri Open House Habib Luthfy bin Yahya

Kesempatan ini tidak disia-siakan ribuan anggota masyarakat. Mereka yang hadir dari berbagai daerah sejak pagi mendengarkan pengajian dan taushiyah Habib Luthfy dan diteruskan bersalaman yang baru berakhir jam 12.30 wib.

Mujahidin Cyber

Selain masyarakat, tampak hadir di Kanzus Sholawat beberapa kiai NU, Bupati Pekalongan H Asif Qolbihi, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, serta jajaran TNI dan Polri. Mereka memanfaatkan open house ini untuk bertemu secara langsung dengan Habib Luthfy bin Yahya, kiai kharismatik yang kini diamanahi sebagai Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN).

Khoiruman asal Kudus menuturkan kepada Mujahidin Cyber bahwa dirinya bersama keluarga hadir secara khusus memanfaatkan lebaran di hari kedua untuk bertemu dengan Habib Luthfy. Ia sudah beberapa kali hadir bersama keluarga dengan menyewa kendaraan roda empat. Bahkan pada tahun sebelumnya ia bersama teman-teman yang lain selalu hadir di acara open house yang digelar Habib Luthfy.

Mujahidin Cyber

Hal yang sama disampaikan Abdurroman asal Bojong Kabupaten Pekalongan. Ia bersama keluarganya tidak pernah absen pada acara open house Habib Luthfy. Menurutnya, ada perasaan bangga dan gembira serta perasaan nyaman setelah bisa bersalaman dengan Habib Luthfy.

Untuk kali ini ia hadir di samping untuk meminta maaf juga meminta obat dengan membawa sebotol air mineral untuk dimintakan doa kepada Habib Luthfy. Ia meminta doa melalui air ini untuk obat bagi kakaknya yang saat ini sedang sakit. (Iz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Ahlussunnah, Kyai Mujahidin Cyber

Minggu, 17 Desember 2017

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru

Subang, Mujahidin Cyber. Sebanyak 100 orang dari 30 Kecamatan di Kabupaten Subang resmi dilantik sebagai anggota baru Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Subang di Masjid Pondok Pesantren Al-Muniriyah, Ahad (6/4) dini hari.

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Subang Resmikan Seratus Anggota Baru

Pelantikan tersebut dilakukan dalam sebuah baiat kesetiaan mengabdi kepada organisasi, negara dan Pancasila yang dipandu oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muniriyah KH Muniruddin.

Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata mengatakan jika baiat tersebut dilakukan setelah ratusan peserta tersebut digembleng baik secara mental maupun pengetahuan tentang ke-Ansor-an, ke-NU-an, dan ke-Indonesia-an dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang dilakukan selama 3 hari sejak Jumat (3/4) kemarin.

Mujahidin Cyber

"Karena PKD ini sebagai syarat menjadi anggota Ansor. Tidak sembarang menerima anggota baru begitu saja. Mereka setidaknya harus mengerti bagaimana hubungan Ansor dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Asep kepada wartawan.

Ditegaskan Asep, rekruitmen kaderisasi di GP Ansor Cabang Subang sendiri rutin digelar secara berkala. Karena, tambah Asep, hal itu merupakan amanat dari AD/ART organisasi yang pernah terlibat aksi heroik perang Surabaya 1945 tersebut.

Mujahidin Cyber

"PKD ini merupakan angkatan ke II setelah yang pertama kita laksanakan di Ponpes As-Salafiyah, Ciasem pada akhir tahun 2013 beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan, kita bisa laksanakan PKD angakatan ke III," jelas Mantan Ketua Umum PMII Subang tersebut.

Sebagai tujuan dari pelaksnaan PKD GP Ansor sendiri, Asep menjelaskan bahwa eksistensi GP Ansor siap mengawal cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia dan para ulama. "Siapapun yang mencoba mengganggu Pancasila dan NKRI, GP Ansor siap menjadi tamengnya. Begitupun terhadap para Ulama di negeri ini," jelasnya.

Tampil beberapa pemateri dalam pelaksanaan PKD tersebut diantaranya, Katib Syuriyah PC NU Subang yang juga merupakan Ketua Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Cabang Subang, KH Anang Jauharuddin, Ketua PCNU Subang KH. Musyfiq Amrullah, Ketua DPRD Subang Ir Beni Rudiono, Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Hendrik Kurniawan, dan beberapa tokoh lainnya.

Setelah prosesi pelantikan, penutupan kegiatan dilakukan di Masjid Pesantren Al-Muniriyah sekaligus acara mujahadah dan dzikir bersama ribuan warga Nahdliyin lainnya yang langsung dipimpin oleh KH. Muniruddin. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Aswaja, Kyai Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Memahami Makna Sujud

"Wasjud Waqtarib" demikianlah Allah swt menutup firmannya dalam surat al-Alaq. Suatu statemen yang tegas dan gamblang. Bahwa sujud merupakan wahana paling efesien untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Memang secara psiklogis sujud memiliki nilai lebih dibandingkan dengan rukun shalat yang lain. Karena ketika sujud posisi seseorang benar-benar mununjukkan kerendahannya di hadapan Sang Khaliq. Bagaimana tidak, kepala yang menjadi bagian paling istimewa dalam tubuh manusia dan tempat bersemayamnya pancaindera. Juga anggota tubuh yang paling dimuliakan oleh manusia, tiba-tiba diposisikan begitu rendahnya hingga rata dengan tanah, tempat kaki berpijak.

Sebenarnya sujud menjadi wahana intim antara hamba dengan Allah swt. Pada saat itulah mereka merasakan ke-hinaannya dan sekaligus ke-agungan Allah swt. Begitulah yang diisyaratkan Rasulullah saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?.

Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Makna Sujud

Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Allah swt adalah ketika (hamba tersebut) sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika sujud.

Oleh karena sujud menjadi ruang meditasi yang paling intim, maka dianjurkan ketika bersujud untuk memperbanyak doa.

Mujahidin Cyber

Demi mengkondisikan kehinaan dirinya sebagai hamba dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz selalu sujud di atas tanah. Sehingga kulit jidatnya bertemu langsung dengan tanah dan hidungnya dapat mencium bumi.rdo

Kehinaan seorang hamba ketika bersujud tidaklah sia-sia, karena Allah swt berjanji akan menaikkan derajat orang tersebut dan sujud itu akan menyingkirkan berbagai macam keburukan darinya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dengan kata lain sujud juga dapat menjadi salah satu terapi menghindarkan diri dari berbagai keburukan dan kemaksiatan, sebagaimana shalat dapat mencegah diri dari kekejian dan kemungkaran.

Mujahidin Cyber

Begitu pentingnya makna sujud sehingga Rasulullah saw pernah berwasiat kepada salah satu sahabatnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? "? ? ?". Bahwasannya seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw, "doakanlah aku agar dapat menjadi orang yang menerima syafaatmu (di hari kiamat) dan mendapatkan rizqi dengan menemanimu di surga" kemudian Rasulullah saw menjawab "maka aku perintahkan untuk memperbanyak sujud"

Sebagai bukti penguat betapa pentingnya sujud adalah cerita penderitaan setan ketika seseorang melakukan sujud tilawah (sujud yang diperintahkan ketika membaca ayat tertentu dalam al-quran). maka setanpun berkata "sungguh beruntung hamba ini yang diperinthakn bersujud, kemudian ia bersujud. Maka surge akan menjadi bagiannya. Dan sungguh celaka diriku ini (setan) yang diperintahkan sujud, tetapi malah membangkang. Maka aku akan kebagian neraka.

Redaktur: Ulil Hadrawy.



. Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kyai, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Kamis, 14 Desember 2017

MTs NU Sitail, Tanamkan Nilai Agamis Melalui Pesantren Ramadhan

Tegal, Mujahidin Cyber. Dalam rangka syiar bulan Ramadhan dan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai agamis bagi siswa dan guru, ? MTs NU Sitail Jatinegara, Tegal menggelar Pesantren Kilat Ramadhan. Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa itu berlangsung selama 4 hari, yakni sejak, ? Selasa (13/6) dan akan berakhir Jumat (16/6) mendatang.

Kepala MTs NU Sitail Jatinegara, ? Imron SPd.I mengemukakan, kegiatan pesantren Ramadhan kali ini dalam rangka memotivasi dan sekaligus menanamkan nilai-nilai agamis pada diri siswa dan guru. Sehingga dalam menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan ini tidak sia-sia.?

MTs NU Sitail, Tanamkan Nilai Agamis Melalui Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs NU Sitail, Tanamkan Nilai Agamis Melalui Pesantren Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs NU Sitail, Tanamkan Nilai Agamis Melalui Pesantren Ramadhan

"Karena makna dari puasa tidak cuma menahan diri untuk tidak makan dan minum, akan tetapi yang terpenting mampu menahan dan mengendalikan hawa nafsu," ungkapnya, Kamis (15/6).

Menurutnya, puasa mengajarkan banyak hal, ? antara lain agar kita memiliki sifat jujur, disiplin dan tawadhu, serta memiliki sifat perduli dengan orang-orang miskin di sekitar kita.?

"Mari kita berpuasa dengan penuh keikhlasan mengharap ridho Allah SWT," ujar Imron.

Pesantren Kilat Ramadhan di MTs NU Sitail Jatinegara, dimulai pukul 07.30 -10.15 WIB dan diisi beberapa materi oleh Narasumber dari guru pembimbing.

Mujahidin Cyber

Kegiatan diawali pembacaan Tadarus Al-Quran selama 30 menit oleh siswa-siswi secara bergantian, ? sementara siswa lain menyimak. Usai tadarus diisi materi keagamaan dari para guru pembimbing.

”Adapun materi-materi pada pesantren kilat ini antara lain mengupas tentang akhlak, seputar ibadah puasa, dan zakat dan lainnya,”pungkas Imron. (Hasan /Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Warta Mujahidin Cyber

Rabu, 13 Desember 2017

Ini Pemaknaan Simbol Pacul, Pedang, dan Keris

Sukoharjo, Mujahidin Cyber. Kepolisian Resort (Polres) kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah menggelar acara bershalawat bersama Emha Ainun Nadjib dan Kiai Kanjengnya. Acara yang dihadiri oleh ribuan masyarakat setempat tersebut digelar di halaman polres Jln. Jaksa Agung R. Suprapto 15 Grogol Sukoharjo, Jum’at (9/1).

Ini Pemaknaan Simbol Pacul, Pedang, dan Keris (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pemaknaan Simbol Pacul, Pedang, dan Keris (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pemaknaan Simbol Pacul, Pedang, dan Keris

Kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad 1436 H bertema “Jadikanlah akhlak dan kepemimpinan Nabi Muhammad sebagai pijakan melakukan revolusi mental dalam pelaksanaan tugas”.

Tema tersebut dimaksudkan untuk mengajak? para pengemban amanah baik itu di lingkungan Polres, pejabat pemerintah, serta profesi apapun, untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai teladan? yang utama dalam bertindak, bertutur kata, maupun melaksanakan tugas kedinasan.

Mujahidin Cyber

Emha Ainun Nadjib menyampaikan tema pusaka sebagai simbol kemuliaan yang ada didalam diri masing-masing. Dalem kesempatan itu, pria yang akrab disapa Cak Nun menjelaskan filosofi pacul, pedang, keris yang menjadi tiga simbol fungsi.

“Pacul atau cangkul itu adalah simbol dari fungsi ekonomi karena pacul biasa dipakai oleh petani untuk menggarap sawah,” katanya.

Mujahidin Cyber

Sedangkan pedang, kata dia, biasa digunakan dalam peperangan. Benda itu merupakan simbol dari fungsi kekuasaan.

Sementara keris, lanjut dia, adalah simbol dari fungsi pusaka. “Nah kalau manusia ingin mulia harus punya pusaka, dan pusaka itu tidak harus keris namun amalan-amalan ringan yang dilakukan secara istiqomah itu bisa menjadi pusaka,” ungkap Cak Nun diiringi riuh tepuk tangan jama’ah.

Acara sholawatan dan taushiah pada malam tersebut menghadirkan keluasan dan kedalaman ilmu, juga kegembiraan bersama. Bahkan sebagian jama’ah tertahan di jalan dan mengikuti melalui proyektor yang disediakan. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai Mujahidin Cyber

Senin, 11 Desember 2017

Ketua Lesbumi Kota Tegal Raih Penghargaan Budaya

Tegal,Mujahidin Cyber. Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia PCNU Kota Tegal Drs Atmo Tan Sidik meraih penghargaan Pelestari Dan Pengembang Warisan Budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Ketua Lesbumi Kota Tegal Raih Penghargaan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lesbumi Kota Tegal Raih Penghargaan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lesbumi Kota Tegal Raih Penghargaan Budaya

Atmo dipandang layak sebagai penerima penghargaan tersebut karena telah komitemen pada dunia seni dan budaya di Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Budayawan pantura ini mengaku terkaget-kaget bercampur bahagia. Bukan tanpa alasan, kedatangan surat dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI menyentak dirinya. "Jujur saja, saya kaget sekali. Awalnya, saya kira ini hanya guyonan saja, tapi sepertinya memang betul," kata Atmo di ruang kerjanya bagian Humas dan Protokol Setda Kab Brebes ketika menerima surat pemberitahuan Jumat (8/8/14) Senin (4/8).

Mujahidin Cyber

Dalam surat pertanggal 24 Juli 2014 itu, Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya, Kemendikbud menunjuk Atmo Tan Sidik sebagai salah satu penerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi (AKPM) tahun 2014, dalam kategori Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya.

Dia akan berjejer bersama sejumlah tokoh dari berbagai daerah di Indonesia, diantaranya Gol A Agong (sastrawan), Merdeka Gedoan (Sulawesi Utara), Sorimangaraja Sitanggang (Samosir, Sumatera Utara), Tengku Nasarudin Said Efendi (Pekanbaru, Riau) dan sebagainya.

Mujahidin Cyber

Secara resmi, Atmo akan menerima anugerah tersebut melalui SK Mendikbud yang rencananya akan digelar pada 3 Oktober 2014 mendatang di Pusat Perfilman Usmar Ismail Jakarta. Atmo mengaku haru dan berbangga hati. Perjuangan dan perhatiannya yang besar terhadap kearifan budaya lokal Brebes-Tegalan mendapat perhatian dari khalayak nasional.

Apalagi di tengah kebangkitan kearifan lokal, bahasa lokal daerahnya yang selama ini kerap dijadikan bahan olok-olok dan pelecehan pihak tertentu. Di sela kesibukannya mengabdi sebagai PNS di Pemkab Brebes, Atmo yang juga Kabag Humas dan Protokol itu tetap bergeliat dalam ruang ekspresi berkesenian, khususnya sastra Tegalan.

Dirinya juga kerap menghidupkan tradisi nenek moyang yang nyaris dilupakan orang kekinian, sebut saja boyong kentongan, manten sunat, puputan langgar dan tradisi lainnya.

Penulis buku berbahasa daerah, Dikendangi Wong Edan Aja Njoged ini? juga kerap mencetuskan ide segar terkait aktivitas seni budaya di daerahnya. Ia juga menjadi obor bagi geliat kebangkitan revolusi bahasa daerahnya.

Atmo sendiri dikenal sebagai maniak buku sejak masa mudanya. Perbendaharaan dan koleksi bukunya sudah ribuan jenis. Tak heran jika Atmo bisa memahami banyak pengetahuan. Ia pun banyak disebut-sebut sebagai Ensiklopedia yang berjalan. Soal menulis, karyanya pun banyak berserakan di sejumlah media cetak. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ulama, Kyai Mujahidin Cyber

Jumat, 08 Desember 2017

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pendidikan agama saat ini masih terhenti pada pengajaran ilmu agama, belum mencapai internalisasi nilai.? Pendidikan agama masih lebih terfokus pada aspek afektif, bukan kognitif.

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Tholchah: Guru Agama Tak Sekedar Pendidik Profesional

“Pendekatannya masih pada a’malul jawarih (gerak tubuh), tidak sampai a’malul qulub (ketergerakan hati: red),” kata Mustasyar PBNU KH Tholchah Hasan, ketika menjadi narasumber dalam Temu Pakar Pendidikan Islam: Deradikalisasi, Multikultural, Wawasan Kebangsaan, serta PenguatanAkhlakul Karimah, di Jakarta, Senin (24/9).

Dalam kesempatan itu, Kiai Tholchah mempertanyakan pencapaian pendidikan agama selama ini. “Banyaknya perilaku menyimpang di kalangan pemuda pelajar, seperti radikalisasi, narkoba, pergaulan bebas, dan kriminalitas, memunculkan pertanyaan tentang sampai di mana capaian dan pengaruh pendidikan Islam terhadap perubahan perilaku dan sikap peserta didik di sekolah,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, tidak semua guru agama di sekolah mempunyai kelayakan mengajar agama, baik dari segi penguasaan bahan ajar, performa dalam menjalankan tugas, maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, perlu adanya pembekalan berkesinambungan bagi peguatan penguasaan guru terhadap materi ajar.

“Guru agama selama ini lebih mencerminkan dirinya sebatas sebagai pendidik professional, tidak bisa menjadi pendakwah yang bertanggungjawab terhadap pendidikan spiritual,” katanya.?

Mujahidin Cyber

Menurut Kiai Tholchah, di luar kompetensi pendidik yang diatur dalam PP 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, khusus guru agama, harus ada 2 kompetensi yang dikuasai, yaitu: leadership dan spiritual. Jika tidak ada 2 kompetensi ini, pendidikan agama di sekolah terasa kering.

Ditambahkan, guru agama selama ini juga kurang menggunakan soft-skill secara kreatif sehingga sulit dalam membentuk lingkungan keagamaan yang mendukung. Selain itu, apresiasi dan dukungan komunitas sekolah juga sering kurang memadai. Akibatnya fasilitas dan sarana pembelajaran pendidikan agama sangat terbatas.

Lebih dari itu, pendidikan agama sebagai saranan pembentukan karakter luhur, membutuhkan figur keteladanan (uswah hasanah). Tanpa itu, pendidikan agama akan kering dan hambar.?

Sayangnya, tambah Kiai Tholchah, keteladanan justru mulai langka di sekolah. Guru agama bahkan tidak mampu menjadi teladan di sekolahnya. Banyak guru agama yang minder di sekolahnya, dan merasa lebih rendah di banding guru lain.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : Kementerian Agama

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali

Bekasi, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa 2012-2017 akan menggelar kejuaraan pencak silat tingkat nasional (Kejurnas) maksimal dua kali selama 5 tahun ke depan.

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali

Menurut Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurrahman, Kejurnas merupakan ajang pencarian bakat dan mengembangkan pencak silat. Selain itu, juga merupakan sillaturrahim antar-perguruan pencak silat di bawah naungan Pagar Nusa.

“Maksimal dua kali selama kepengurusan saya,” katanya kepada Mujahidin Cyber, di sela-sela Rapat Kerja Pimpinan Pusat Pagar Nusa 2012-2017, di Bekasi, Senin (22/10).

Mujahidin Cyber

Ketua Umum Pagar Nusa yang baru dilantik Ahad, (21/10) di pesantren Al-Hamid tersebut menambahkan, dalam Pagar Nusa, silat itu sebagai olah raga, budaya dan bela diri. “Kejurnas merupakan pengembangan silat dari sisi olah raga,” katanya.

Mujahidin Cyber

Untuk itu, PP Pagar Nusa berniat akan membangun sebuah padepokan untuk menggembleng dan mengembangkan pencak silat. Juga melatih atlet dan wasit.

Awal tahun 2012, PP Pagar Nusa sukses menggelar Kejurnas pertama di Oso Sprot Ceter Bekasi, diikuti sekitar 500 atlet yang dikirim sekitar 21 pengurus wilayah se-Indonesia.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Syariah, Olahraga Mujahidin Cyber

Rabu, 29 November 2017

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang

Subang, Mujahidin Cyber. Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin dijadualkan akan menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke 94 NU yang akan digelar oleh PCNU Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Masjid As-Saadah Ciater, Subang, Kamis (13/4) besok.

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang

Ustadz Toto Ubaidillah Haz, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan mengatakan, peringatan Harlah NU ini mulanya akan digelar di halaman kantor PCNU Subang namun karena kendala teknis akhirnya pengurus sepakat untuk memindahkan tempatnya di Masjid As-Saadah Ciater, masjid tersebut sangat mencolok karena lokasinya tidak jauh dari tempat wisata pemandian air hangat Sari Ater Subang.

"Sesuai AD/ART, harlah NU diperingati berdasarkan kalender hijriyah, 16 rajab, kebetulan itu bertepatan dengan hari kamis besok, 13 April," tambah Toto yang juga Ketua Lembaga Dakwah PCNU Subang itu

Selain Rais Aam, kata dia, peringatan Harlah NU ini juga dijadwalkan akan diisi dengan Taushiyah Kebangsaan oleh KH Maman Imanulhaq, Ketua Lembaga Dakwah PBNU.

Mujahidin Cyber

"Rais Aam Insyaallah siap hadir, setelah acara dari Malang langsung ke Subang, Kiai Maman juga menyatakan siap hadir pulang tugas dinas dari Mekkah langsung meluncur ke Subang," tambahnya.

Demi suksesnya kegiatan peringatan harlah NU ini, Ustadz Toto pun mengharapkan kepada seluruh warga NU yang ada di Kabupaten Subang dan sekitarnya untuk hadir dalam kegiatan tersebut. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Kyai, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Sabtu, 25 November 2017

Melawan Narasi ISIS

Oleh Azis Anwar Fachrudin?



Bagaimana melawan ISIS secara kultural agar upaya mencegah berkembangnya bibit-bibit kekerasan dan terorisme atas nama agama bukan hanya agenda pemerintah tapi juga publik secara umum? Jawabannya tak lain adalah dengan mengidentifikasi ideologi dan melawan narasi yang dibangun ISIS. Dalam hal ini, ada dua jenis narasi ISIS yang patut diidentifikasi: narasi ideologis dan narasi politis.

Melawan Narasi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Melawan Narasi ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Melawan Narasi ISIS

Ideologi penting karena ia punya kontribusi sepertiga, kalau bukan malah setengah, dari faktor yang? berkontribusi terhadap kemunculan ISIS. Dalam studi agama dan kekerasan (religious violence), biasanya dikaji tiga faktor yang ketika terakumulasi akan membuat (pemeluk) agama mengalami “radikalisasi” dan rentan memilih jalan kekerasan: (1) ideologi; (2) sosial-ekonomi-psikologi; dan (3) faktor yang dikembangkan dalam teori gerakan sosial, yaitu “struktur kesempatan politik” (political opportunity structure).

Hanya saja, dalam kasus ISIS faktor kedua tampaknya kurang begitu berpengaruh—meski tak berarti tak ada sama sekali. Banyak pasukan asing ISIS justru berasal dari Eropa, yang jauh lebih banyak jumlahnya jika dibanding Indonesia. Tak sedikit pula dari mereka yang bergabung dengan ISIS justru berasal dari kalangan menengah bahkan kaum muda terdidik. Artinya, mereka yang bergabung ini bukan dari kelas sosial marginal atau ekonomi bawah.

Karena itu, di samping ideologi, faktor lain yang kuat berpengaruh adalah struktur kesempatan politik. Analisis tentang ini bertesis bahwa pilihan untuk mendukung dan/atau melakukan kekerasan sangat bergantung pada gelanggang aksi (“repertoire”) yang dikondisikan oleh konteks politik setempat. ISIS bisa tumbuh subur karena diamplifikasi konteks politik tempat lahirnya: rezim Suriah yang represif (setidaknya bagi kaum pemberontak/oposisi), rezim Irak yang dipandang loyalis Saddam dan beberapa kelompok Sunni sebagai sektarian, dan kondisi politik setempat yang kacau-balau (chaotic) sebagai imbas dari fenomena yang disebut “Musim Semi Arab” (ar-Rabi’ al-‘Arabiy). Tamsilnya kira-kira seperti pegas: semakin suatu rezim politik menekan kuat ke bawah, daya balik ke atas untuk memberontak semakin kuat dan pilihan untuk melakukan kekerasan semakin terjustifikasi.

Hal yang terakhir ini turut menjadi penjelesan mengapa pasokan jihadis ISIS dari Indonesia, sebagai negara (relatif) demokratis dengan penduduk Muslim terbesar sedunia, sebenarnya sangat sedikit bila dibanding negara-negara mayoritas Muslim lainnya. Penjelasan inilah yang belum lama diangkat dan diulas dalam “Why are so few Indonesians joining the Islamic State” (www.theatlantic.com).

Mujahidin Cyber

Mengamini penjelasan ini, semakin suatu rezim represif dan kondisi politik kacau-balau, potensi untuk munculnya ISIS dan gerakan serupa semakin besar. Karen itu, Indonesia selayaknya menjaga alam demokrasi agar aspirasi bisa tersalurkan melalui jalan yang beradab dengan, tentu saja, tetap menjaga kekuatan pengawal keamanan dan keterjaminan kebebasan sipil.



Wahhabisme dan Qutbisme

Terkait perlawanan terhadap narasi ideologis, hal pertama yang jelas teridentifikasi dari ISIS adalah akar teologisnya. Secara teologis, sulit untuk menampik bahwa ISIS merupakan percabangan (ramification) dari Wahhabisme. Ini sangat jelas, terutama bila melihat beberapa selebaran (baik pamflet atau booklet) yang dipublikasikan ISIS sendiri.

Mujahidin Cyber

Salah satu pamflet ISIS yang menjadi semacam manifesto teologisnya, yakni? Hadzihi ‘Aqidatuna wa Hadza Manhajuna (Ini Akidah Kami dan Ini Jalan Kami), menunjukkan indikasi kuat ke arah itu: kebencian terhadap kuburan, patung (yang dianggap berhala), praktik-praktik tradisional (yang dianggap syirik), pemerintahan yang mengadopsi sistem politik sekuler (yang disebut thaghut) dan, tak kalah penting, Syiah (yang diangap kafir). Ini semua karakter tipikal—meski tak seluruhnya—Wahhabisme. Agaknya tak berlebihan kalau dikatakan bahwa ‘DNA’ Wahhabisme memang anti-Syiah, sehingga di mana Wahhabisme tumbuh subur, narasi anti-Syiah akan menguat.

Namun ISIS bukan semata Wahhabisme. Dalam ranah teologi-politik, ISIS adalah racikan antara Wahhabisme dan Qutbisme. Yang terakhir ini terkenal dengan ide tentang “jahiliyah modern” dan dipancangkan dasarnya oleh Sayyid Qutb, figur yang acap disebut meradikalkan satu faksi dalam Jama’ah al-Ikhwan al-Muslimin dan membidani gerakan ‘salafi-jihadi’ seperti al-Qaeda. Qutbisme membagi dunia menjadi dua saja: negara Islam (darul-Islam) dan negara kafir (darul-kufr). Dengan pondasi Qutbisme ini ISIS bercita-cita mendirikan khilafah global, melintasi sekat-sekat negara modern, dan mendeklarasikan perang kepada siapapun selainnya.

Hal yang terakhir ini juga terindikasi kuat dari salah satu booklet ISIS yang berjudul Muqarrar fit-Tauhid (Buku Daras Tauhid). Satu konsep kunci dalam booklet ini adalah ideologi “nawaqidh al-Islam” (hal-hal yang membatalkan keislaman), yang berisi 10 poin, yang jika seorang Muslim menyentuh satu saja dari 10 poin itu maka dia otomatis kafir, auto-murtad, dan karena itu layak diperangi. Satu catatan penting dalam hal ini: Muhammad ibn Abdil Wahhab, pengasas Wahhabisme itu, punya risalah kecil dengan judul yang sama, “Nawaqidh al-Islam”, yang 10 poin isinya diadopsi dengan sedikit modifikasi oleh ISIS—di samping juga risalah kecil berjudul “Masa’il Jahiliyyah”, yang dipublikasikan ISIS dengan subjudul yang mengarahkan makna “jahiliah” di situ kepada “jahiliah kontemporer” (jahiliyyah al-‘ashr), yakni apalagi kalau bukan ide-ide sekuler seperti demokrasi, HAM, dll. Di antara yang bisa masuk dalam 10 poin itu ialah: para penghina Islam dan Nabi Muhammad (ingat kasus Charlie Hebdo di Perancis), para pemimpin yang mengadopsi ideologi sekuler (dan karena itu masuk dalam kategori darul-kufr), dan Syiah-Rafidhah (dengan dakwaan klasik: mencaci para Sahabat Nabi).

Ideologi “pembatal keislaman” inilah yang pada gilirannya membuat ISIS membuat distingsi antara “musuh jauh” (al-‘aduww al-ba’id) dan “musuh dekat” (al-‘aduww al-qarib)—di sinilah signifikansi Qutbisme. Musuh jauh adalah yang sejak awal sudah ‘kafir’ (bagi ISIS semua non-Muslim adalah kafir). Musuh dekat adalah Muslim yang menyentuh salah satu poin “pembatal keislaman” itu. Distingsi ini turut menjelaskan mengapa mayoritas korban ISIS justru adalah Muslim, yakni karena dianggap sebagai musuh dekat.

Kategorisasi “musuh dekat”-“musuh jauh” dapat ditemukan muasalnya, antara lain, dari buku kecil berjudul “Al-Jihad: al-Faridhah al-Ghaibah” (Jihad: Kewajiban yang Hilang) ditulis Muhammad Abdus-Salam Faraj, otak serangan asasinasi Presiden Mesir Anwar Sadat pada 1981. Narasi yang dibangun di buku kecil itu berupa analogi, seraya mengutip fatwa Ibn Taimiyyah, dengan rezim Tartar (Mongol) yang telah menginvasi dan meluluhlantakkan Baghdad dan dianggap menjajah umat Islam pada abad pertengahan lalu. Fatwa Ibn Taimiyah saat itu kurang lebih ialah siapapun yang mengaku Muslim tapi berdamai atau mengungkapkan dukungan (muwalah) terhadap rezim Tartar, maka dia hakikatnya zindiq dan layak diperangi. Dengan analogi ini, Presiden Sadat dianggap kafir karena telah melakukan perjanjian damai Camp David dengan Israel,? yang disamakan belaka dengan mereka yang ber-muwalah pada rezim Tartar di zaman Ibn Taimiyah. Karena inilah lalu Presiden Sadat dibunuh oleh Khalid Islambouli dari kelompok al-Jihad al-Islamiy. Abdus-Salam Faraj, ideolog al-Jihad al-Islamiy, terinsipirasi kuat oleh Sayyid Qutb, dan karena inilah apa yang disebut “salafi-jihadisme” kerap ternisbahkan padanya dan disebut pula Qutbisme.

Demikianlah ringkasan substansi ideologi ISIS—lebih jauh, Anda bisa menelusurinya dengan melacak tokoh-tokoh di atas serta tulisan-tulisannya. Setiap narasi keislaman yang mengacu ke ideologi itu adalah indikator yang potensial menjadi lahan persemaian ISIS.

Sektarianisme

Secara politis, narasi yang dikembangkan ISIS adalah mengeksploitasi kasus Timur Tengah, terutama di Suriah, yang dibingkai sebagai perang Sunni-Syiah. Narasinya: rezim Assad adalah representasi kejahatan Syiah dan ISIS adalah pejuang pembela Sunni. Kekacauan politik di Suriah dinarasikan ISIS dengan bungkus sektarian untuk mendapat simpati massa Muslim dari gerakan-gerakan lain yang memiliki kecenderung politik yang sama dengan ISIS: menjatuhkan rezim Assad. Framing seperti inilah yang diimpor ke mana-mana, tak terkecuali ke Indonesia.

Ideologi “takfiri” dan jihadisme ala ISIS bisa tumbuh subur ketika lahan sektarianisme “permusuhan abadi Sunni-Syiah” sudah disemai terlebih dahulu. Metode semacam ini cukup terkonfirmasi bila kita membaca antara lain buku Idarah al-Tawahhusy (Manajemen Brutalisme), karya orang yang menyebut dirinya Abu Bakar Naji, yang menjadi panduan strategis ISIS untuk masuk ke lahan baru. Tahapannya secara ringkas: kobarkan kekacuan politik (terutama di kawasan yang rezimnya lemah), buat umat Islam merasa terkepung, lalu datang sebagai ‘penyelamat’. Dalam konteks hari ini, salah satu isu yang paling gampang untuk mengobarkan chaos di kawasan mayoritas Muslim tapi rezimnya lemah adalah isu sektarianisme. Di Indonesia, hal ini sudah terjadi, meski eskalasinya belum—dan semoga tidak sampai—separah di Timur Tengah; yakni dengan adanya satu-dua pemerintah lokal yang jatuh ke dalam kubangan politik sektarian.



Begitulah dua narasi utama ISIS, secara ideologis (Wahhabisme dan Qutbisme) dan politis (sektarianisme). Melawan ISIS secara kultural, baik oleh ormas keislaman moderat maupun masyarakat Indonesia secara umum, bisa dimulai dengan mengidentifikasi kemudian melawan narasi itu. Langkah pertama antara lain dengan memperkuat narasi tandingan sebagai antidote-nya, yakni narasi anti sektarianisme, yang bisa dilakukan antara lain dengan memperkuat upaya pendekatan (taqrib) Sunni-Syiah. Kalau terwujud, ini bisa menjadi narasi tandingan dengan pesan kultural yang kuat. Tapi kalau tidak, dan malah memilih memanas-manasi sengketa sektarian yang sudah berusia berabad-abad ini, bibit “ISIS-isme” masih mendapat lahan subur untuk ditanami.?



Mahasiswa S2 Center for Religious and Cross-cultural Studies (CRCS), Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, News, Kyai Mujahidin Cyber

Kamis, 02 November 2017

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII

Bandarlampung, Mujahidin Cyber. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulam (KMNU) harus menjadi motor dakwah Islam ramah di kampus, sehingga KMNU harus tetep semangat, istiqomah dan ikhlas dalam berjuang. Hal ini diungkapkan salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum Pertama KMNU Universitas Lampung (Unila), M. Aris Ridho.?

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII

“KMNU Universitas Lampung sudah genap berumur 6 tahun, melihat perkembangan organisasi ini, saya yakin Insya Allah KMNU kedepan akan semakin eksis dalam mewarnai, menjaga, dan melestarikan amaliah ahlussunah waljamaah di kampus,” ujar Aris.?

Aris mengatakan, KMNU harus terus mengembangkan sayap dakwahnya dan memaksimalkankan pengakderan. KMNU juga harus selalu bersinergi dengan saudara tuanya, yaitu PMII, meski berbeda, tidak boleh berseberangan apalagi berbenturan.

Untuk meng-counter isu-isu tertentu, tambah Aris, Kader KMNU harus bersatu, jangan bergerak sendiri-sendiri. Sudah saatnya kader-kader KMNU memberikan warna media sosial dengan menyebarkan gagasan-gagasan Islam moderatnya, bukan hanya penikmat saja.?

Mujahidin Cyber

Menurut Aris, Gerakan dan paham-paham anti NU dan NKRI sudah begitu masif mempengaruhi mayoritas muslim Indonesia, khususnya anak muda dan kalangan mahasiswa. Gerakan ini berkembang melalui penggiringan opini dan isu-isu provokatif yang sangat mudah berkembang di masyarakat.?

“Itulah tugas anak-anak muda NU untuk memberikan pemahaman agama yang baik dan benar,” Aris. (Ahmad Saroji/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Habib, AlaNu Mujahidin Cyber

Jumat, 27 Oktober 2017

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan

Kudus, Mujahidin Cyber. Setelah menerima SK pengesahan dari Pimpinan Pusat (PP), pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kudus langsung bergerak membangun konsolidasi dan menyiapkan pengkaderan. Dalam rapat koordinasi pengurus di Kantor NU Kudus, Sabtu (18/4) kemarin, mereka mempersiapkan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di 9 Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kudus.

Menurut sekretaris PC GP Ansor Kudus Suparno, program pengkaderan ini merupakan amanat pengurus cabang yang harus dilaksanakan dalam waktu satu tahun ini. Tidak hanya itu, pengkaderan ini adalah program prioritas yang menjadi prasarat akreditasi organisasi yang akan dilakukan Pimpinan Pusat terhadap semua PC GP Ansor.

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kudus Siapkan Pengkaderan di Sembilan Kecamatan

"Karenanya, masa kepengurusan ini kita upayakan semua PAC sudah melaksanakan PKD Ansor dan Diklatsar Banser. Kita jadwalkan mulai awal Mei ini hingga Agustus," katanya.

Mujahidin Cyber

Pada rapat yang dihadiri juga pembina Ansor H Asyrofi Masyito ini, ? Ansor Kudus juga membentuk tim pelatih kaderisasi guna menangani pelaksanaan PKD. Tim kaderisasi ini beranggotakan alumni Pelatihan Kader Lanjutan (PKL) ? dengan ketua Supriyono.

"Sebelumnya, tim akan dibekali melalui pelatihan instruktur yang rencananya diadakan 26 April di kediaman Ketua Umum PP GP Ansor di Mejobo," terang Suparno.

Mujahidin Cyber

Sementara dalam pengarahannya, H Asyrofi mengatakan, Ansor memiliki peran sebagai di tengah-tengah dalam membangun kaderisasi NU. Di satu sisi, mempunyai tanggung jawab mengatrol kader IPNU, di sisi lain menyiapkan kaderisasi di tubuh NU.

"Berada di tengah itu memang berat sehingga bila berhasil mencetak kader itu sangat luar biasa. Makanya, Ansor sekarang harus mampu mencetak sejarah membangun kaderisasi Ansor dan NU," tegasnya penuh harap. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Santri Mujahidin Cyber

Rabu, 18 Oktober 2017

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

Jakarta, Mujahidin Cyber - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melalui Bank Sampah Nusantara (BSN) memulai upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan berbasis komunitas dan pesantren. Pengurus LPBI NU membuka BSN Cabang Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari dan BSN Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Ahad (12/2).

Tim BSN LPBI NU berharap dua cabang ini menjadi embrio BSN lain untuk selalu menyuarakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Brebes.

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

BSN sudah mempunyai 15 cabang di seluruh di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh bulan. Bulan lalu BSN membuka cabang di Bogor. Sebelum mendirikan cabang baru, Tim BSN melakukan kajian tentang potensi perhitungan sampah per orang, potensi bisnis yang dihasilkan dari pengelolaan sampah dan potensi sumberdaya manusia yang ada di sebuah wilayah.

Mujahidin Cyber

Sebelum pembukaan dua cabang baru di Brebes Tim BSN LPBI NU melakukan sosialisasi materi penyelamatan dan pelestarian lingkungan untuk masa depan. Mereka juga menjelaskan manajemen BSN mulai dari manajemen operasional, manajemen produksi, dan manajemen pemasaran.

Sosialisasi pertama diadakan di Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari yang dihadiri 30 orang warga yang mayoritas pengurus ranting Muslimat NU. Pendirian BSN ini ditandai dengan dokumentasi hasil karya kerajinan tangan dari koran bekas dan terpilihnya Rodhia sebagai Kepala BSN Cabang Desa Kertabesuki.

Mujahidin Cyber

"Acara ini merupakan rangkaian roadshow dalam rangka merayakan Hari Peduli Sampah Nasional 2017. Setelah ini, pembentukan BSN akan terus dilakukan, karena di tahun 2017 ini? kita mempunyai target pembentukan 40 cabang BSN di seluruh Indonesia", kata Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI NU Fitria Ariyani.

Sosialisasi BSN dilanjutkan ke Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. Kegiatan yang dihadiri dihadiri 90 orang ibu-ibu PKK bertempat di balai desa. Sambutan dukungan diberikan oleh kepala desa, Saifuddin Trirosanto yang akan menganggarkan dana untuk kegiatan BSN di Desa Bulusari.

"Bank Sampah Nusantara kita ini baru berjalan, kami sangat butuh bantuan untuk ke depannya supaya BSN di desa kita ini berjalan terus tanpa hambatan," kata Kepala BSN Cabang Desa Bulusari Endang Supri Lestari. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Makam Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock