Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara

Kudus, Mujahidin Cyber. Dalam rangka menyambut 90 tahun usia madrasah, alumni Madrasah TBS (Tasywiquth Thullab Salafiyyah) Kudus berencana mengadakan Silaturrahim Nasional (Silatnas) dan Ngaji Bareng Masyayikh TBS yang rencana diselenggarakan pada 23 Juli 2016 atau bertepatan dengan 18 Syawal 1437 H mendatang.?

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Temu Alumni Madrasah TBS Kudus Angkat Aswaja sebagai Pagar Nusantara

Kegiatan ini sendiri akan bertempat di Gedung Madrasah TBS Kudus, Jl KH Turaichan Adjhuri No 23 yang Insyaallah akan dihadiri oleh ribuan alumni yang berasal dari berbagai angkatan. Kegiatan ini sendiri mengangkat tema “Aswaja Pagar Nusantara”.

Selain dihadiri oleh alumni dari berbagai generasi, para masyayikh dan guru Madrasah TBS Kudus juga akan menghadiri acara ini. Di antaranya adalah KH Choirozyad TA (putera almarhum KH Turaichan Adjhuri, ahli falak nasional), KH Muhammad Ulil Albab Arwani (putera almarhum KH Arwani Amin, ulama kharismatik Kudus bidang Al-Qur’an), KH Muhammad Arifin Fanani, KH Hasan Fauzi, KH Musthofa Imron SHI dan masih banyak lagi lainnya.

Kegiatan silaturrahim nasional ini tak hanya berupa silaturrahim dan ngaji bareng saja. Kegiatan yang rencanyanya dilaksanakan sejak sore hari hingga malam ini juga akan ada beberapa bahasan yang nantinya akan membahas bagaimana peran alumni kepada madrasah. Nantinya akan dimasukkan dalam Forum Grup Discussion (FGD) yang jumlahnya sebanyak empat buah FGD.?

Mujahidin Cyber

Diantara poin dalam FGD tersebut adalah pembahasan jaringan alumni, upgrade database alumni Madrasah TBS Kudus tiap angkatan, kemandirian ekonomi dan konseling aswaja kepada alumni. "Forum ini diadakan sebelum acara ngaji bareng masyayikh Madrasah TBS pada malam harinya hingga selesai," jelas Arif Mustain, ketua panitia acara ini.?

Pada malam harinya akan dilanjutkan dengan kegiatan ngaji bareng Masyayikh TBS yang juga akan diagendakan pula peluncuran website www.santrimenara.com dan buku bertajuk Madzhab Santri Menara yang berisi sekitar 20 esai yang berasal dari alumni sendiri. “Semua ini pastinya atas restu dari para masyayikh kami,” imbuh Arif.

Bila ada alumni Madrasah TBS Kudus yang bersedia membantu kelancaran acara, panitia menyediakan rekening transfer untuk pendanaan acara tersebut melalui rekening bendahara panitia. Ada dua rekening yang bisa dituju, BRI: 5928-01-002637-52-9 (An. Charis Rohman) atau ke BNI: 0335317112 (An. Charis Rohman). Jika sudah melakukan transfer, silahkan konfirmasi langsung ke 085726826747 (SMS/WA). (Hanan/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, IMNU Mujahidin Cyber

Jumat, 16 Februari 2018

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Ngawi, Mujahidin Cyber. Pesantren tidak dapat dipisahkan dengan kitab kuning. Lewat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, diadakan lomba hafalan nadzom yang diikuti ratusan santri dari berbagai pesantren.

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga Marwah Pesantren dengan Nadzoman

Lomba tersebut dikemas dalam acara Festival Sastra Religi, musabaqah hafalan nadzom yang dibagi menjadi 3 tingkatan yakni ula, wustho dan ulya.

Saat membuka acara, penggagas kegiatan ini, H Abdul Halim Iskandar mengemukakan, "Ini untuk memelihara dan menjaga tradisi keilmuan pesantren," katanya, Kamis (17/11).

Menurut Ketua DPRD Jatim tersebut, tradisi menghafal nadzom gramatika Bahasa Arab baik Imrithi, Jurmiyah hingga Alfiyah sudah sedikit lemah. "Kegiatan ini untuk menghidupkan kembali tradisi keilmuan yang mempersatukan pesantren," ungkapnya.

Mujahidin Cyber

Bagi Gus Halim (sapaan akrabnya), menghidupkan tradisi tersebut sangat penting tidak semata bagi keberlangsungan di pondok. "Yang juga penting adalah sebagai jaminan bahwa kajian di pesantren NU selalu menjaga persatuan dan keutuhan NKRI," sergahnya.

Mujahidin Cyber

Lomba nadzom ini sudah berlangsung di 3 pesantren lain di Jatim yang dibedakan menjadi 4 zona.

Para pemenang dari berbagai zona nantinya akan bertemu kembali di babak final. "Pelaksanaannya tanggal 24 November di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang," jelas Gus Halim.

Babak penyisihan zona 4 ini berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amnaniyah 2 Bangor Karangjati Ngawi. Para peserta adalah utusan 32 pesantren dari 10 kabupaten dan kota. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Kajian Mujahidin Cyber

Kamis, 15 Februari 2018

Peduli Lingkungan, Ansor Dringu Bersihkan Sampah Sungai

Probolinggo, Mujahidin Cyber. Sebagai bentuk kepedulian dalam menjaga kebersihan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar kerja bakti bersih-bersih lingkungan, Ahad (1/2).

Peduli Lingkungan, Ansor Dringu Bersihkan Sampah Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Lingkungan, Ansor Dringu Bersihkan Sampah Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Lingkungan, Ansor Dringu Bersihkan Sampah Sungai

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus GP Ansor di semua tingkatan mulai dari anak cabang hingga ranting. Kerja bakti ini dilakukan di beberapa titik yang dianggap rawan menjadi penyebab terjadinya bencana. Mulai dari banjir hingga tanah longsor.

“Kami ingin lingkungan menjadi bersih dan terbebas dari bencana. Sebab sungai yang penuh dengan sampah bisa menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir. Begitu pula jika tanah tandus bisa mengakibatkan longsor,” ungkap Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Dringu, Mahfud Hidayatullah.

Mujahidin Cyber

Sejak pagi hari, puluhan pengurus GP Ansor ini sudah mulai bergerak ke titik-titik yang sudah ditentukan. Beberapa peralatan mulai dari sapu dan sabit tidak lupa mereka bawa. Bahkan ada juga yang membawa cangkul.

“Pada intinya bersih-bersih lingkungan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian para pemuda Ansor terhadap kebersihan lingkungan. Kalau lingkungan dijaga dengan baik, maka bencana alam bisa kita cegah. Di sinilah bentuk kebersamaan dari para pengurus GP Ansor di Kecamatan Dringu,” jelasnya.

Mujahidin Cyber

Mahfud menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk menggugah masyarakat supaya bersama-sama bisa menjaga kebersihan lingkungan. Sebab kerusakan alam terjadi karena ulah dari manusia yang tidak dapat menjaga lingkungannya dengan baik. Lebih-lebih lagi bagi mereka yang sengaja merusaknya.

“Dengan adanya kegiatan ini setidaknya masyarakat bisa tergugah untuk ikut membersihkan lingkungan. Salah satunya dengan selalu membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya dan menghindari penebangan liar di lahan-lahan miring,” tegasnya.

Dalam kegiatan ini, para pemuda Ansor dibantu masyarakat cukup cekatan turun ke sungai dan membuang sampahnya supaya air hujan bisa mengalir dengan lancar. Yang terpenting lagi, sungai terlihat lebih bersih dan enak dipandang bagi masyarakat yang melintas.

“Air yang tersumbat tentunya akan memenuhi badan jalan. Jika dibiarkan maka jalan akan rusak dan dapat menghambat kelancaran perekonomian masyarakat. Marilah bersama-sama selalu menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari musibah dan bencana,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU Mujahidin Cyber

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Rabat, Mujahidin Cyber. Pemimpin Libya Muammar Khadhafy, meminta negara lain Arab untuk tidak turut campur dalam perebutan kekuasaan antara HAMAS dan Fatah. Campur tangan negara-negara Arab dikhawatirkan akan diboncengi kepentingan Israel.

"Masalah Palestina harus diserahkan kepada rakyat Palestina untuk menyelesaikannya. Negara Arab harus menjauhkan diri dari masalah tersebut. Apa yang telah dilakukan negara Arab untuk rakyat Palestina? Mereka hanya mengeksploitasi masalah itu demi kepentingan mereka sendiri," kata Khadhafy seperti dikutip Al-Jazeera, Jumat (16/6).

Ketika ditanya mengenai tindakan HAMAS menggusur faksi Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas, di Jalur Gaza, Khadhafy mengatakan, "Pertempuran antar-faksi yang bertikai biasa terjadi dalam kondisi semacam itu. Pergolakan ini dilatarbelakangi oleh ideologi."

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Khadafy Minta Negara Arab Tak Campuri Konflik Palestina

Khadhafy tidak merasa khawatir pertempuran tersebut bakal mengakibatkan ada dua wilayah yang terpisah; Jalur Gaza dikuasai HAMAS dan Tepi Barat Sungai Jordan di bawah kekuasaan Fatah; dan terhapusnya harapan bagi negara Palestina pada masa depan.

"Pemimpin HAMAS Khaled Meshaal menelefon saya hari ini untuk memberitahu saya bahwa HAMAS tak memiliki rencana semacam itu di Jalur Gaza. Ia mengatakan satu negara di Jalur Gaza akan merupakan pengkhianatan dan tindakan gila," katanya.

Mujahidin Cyber

Khadhafy menyeru rakyat Palestina untuk memperbarui Organisasi Pembebasan Palestina guna menghidupkan kembali persatuan mereka.

Khadhafy juga menolak berbagai upaya oleh pemerintah Arab, termasuk satu gagasan tanah-bagi-perdamaian yang diluncurkan kembali pada konferensi tingkat tinggi Liga Arab tahun ini, guna mengakhiri konflik Palestina-Israel.

"Negara Arab tak memiliki hak untuk mencampuri urusan Palestina. Siapa yang telah mengatakan bahwa dunia Arab akan menerima Israel? Setiap negara Arab harus berbicara bagi dirinya sendiri," katanya.

Khadhafy menyampaikan kembali rencana perdamaiannya sendiri bagi konflik tersebut. "Satu-satunya penyelesaian ialah berdirinya satu negara demokratis, tempat rakyat Israel dan Palestina akan hidup bersama."

Mujahidin Cyber

Di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), blok Muslim terbesar di dunia, Ekmeleddin Ihsanoglu, Jumat, menyampaikan keprihatinan sehubungan dengan kerusuhan politik di Jalur Gaza, tempat Fatah dan HAMAS terlibat pertikaian sengit untuk memperebutkan kekuasaan, dan mendesak kedua pihak tersebut agar menahan diri.

Ia mengatakan ia telah mengadakan kontak dengan para pemimpin HAMAS, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Ismail Haniya, dan Fatah yang mendukung Presiden Mahmoud Abbas.(ant/era/nur)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, IMNU, Hadits Mujahidin Cyber

Senin, 12 Februari 2018

Kiai, Santri, Pejabat, Seniman Sambut Ekspedisi Islam Nusantara

Lumajang,Mujahidin Cyber

Tim Ekspedisi Islam Nusantara disambut dengan beragam cara ketika tiba di sebuah kota. Sebelum dilepas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, mereka disuguhi kesenian genjering akrobat dari kelompok Kuda Kecil pimpinan Karyadi.

Kiai, Santri, Pejabat, Seniman Sambut Ekspedisi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai, Santri, Pejabat, Seniman Sambut Ekspedisi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai, Santri, Pejabat, Seniman Sambut Ekspedisi Islam Nusantara

Di Semarang disambut tari gembyong Semarang oleh mahasiswi-mahasiswi asal Thailand di Universitas Wahid Hasyim. Kemudian diterima Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Heru Sudjatmoko di Semarang.

Di Demak disambut Wakil Bupati dan Bupati di tempat terpisah. Kemudian disambut beragam atraksi pencak silat santriwan-santriwati Pesantren Miftahul Ulum. Di Kudus, karena berbarengan dengan peringatan 100 tahun Madrasah Qudsyiyah, disambut dengan mencicipi makanan ingkung. Esok harinya disambut Bupati Kudus di pendopo.  

Mujahidin Cyber

Masuk ke Kota Rembang, mereka dikawal puluhan Banser Lalu Lintas (Balantas) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang. Di rumah dinas Wakil Bupati Rembang, Bupati Rembang menyambut kedatangan mereka setelah penampilan terbangan.  

Mujahidin Cyber

Di Tuban, mereka disambut Bupati Fathul Huda yang berbaju putih dan bersarung dan peci hitam. Kemudian disambut tarian-tarian khas daerah. Di makam Sunan Bejagung, mereka disambut di ruang penadaran dengan suguhan rebusan hasil-hasil bumi.

Di Lamongan tim ekspedisi dibagi tiga. Masing-masing tim diarak puluhan warga NU tanpa dipinta. Sepanjang jalan mereka mengibar-kibarkan bendera banom NU, mulai IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, RMINU, Banser, dan GP Ansor dari pagi sampai malam.

Di Gresik disambut tari-tarian daerah dan santri-santri Pesantren Anak Sidaya Mambaul Hisan. Malam harinya ditutup dengan penampilan kentrung di sekitar makam Maulan Ishaq.

Sementara di Surabaya, mereka disambut dengan rebana dan pasukan baris-berbaris di SMK Wahid Hasyim. Sebelumnya disambut Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Sukarwo dan Saifullah Yusuf.

Sementara di Lumajang hari ini Jumat (15/4), disambut kiai, warga, dan pelajar mulai dari PAUD, TK, SD, MTS, SMK, MA, dan mahasiswa-mahasiswi Institut Agama Islam Syarifuddin. Kanan dan kiri jalan menuju Yayasan Syarifuddin sejauh 300 meter dipenuhi pelajar dengan mengacung-acungkan bendera segi tiga lambang lembaga mereka. Di depan tim Ekspedisi Islam Nusantara yang dipimpin Imam Pituduh dan Ketua PBNU Sulthan Fathoni terdapat iringan pasukan drumband. Mendekati tempat penyambutan, disambut tim rebana.

Selepas acara, menjelang Shalat Jumat, drumband kembali melakukan atraksi di halaman yayasan yang pondok pesantrennya berdiri tahun 1912 M. Kemudian mercon dibunyikan dan balon diterbangkan.  Malam ini rencananya akan disambut Bupati Lumajang di pendopo. (Abdullah Alawi)     

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

Doa saat Dengar Gonggong Anjing

Anjing adakalanya menggonggong demikian rupa. Konon hewan yang bisa dilatih manusia menjadi pemburu, penjaga rumah, atau pelacak tengah melihat setan. Tetapi adakalanya saat itu ia melihat calon maling atau gerak orang? mencurigakan.

Sebaiknya doa ini dibaca ketika anjing menggonggong apapun penyebab gonggongannya.

Doa saat Dengar Gonggong Anjing (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa saat Dengar Gonggong Anjing (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa saat Dengar Gonggong Anjing

? ? ? ? ?

Mujahidin Cyber

A‘ûdzubillâhi minas syaithânir rajîm.

Mujahidin Cyber

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah SWT dari penggoda setan yang terlontar (jauh dari rahmat Allah),” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Anjing merupakan hewan dengan sepuluh keistimewaan. Seperti disebutkan secara rinci oleh Syekh M Nawawi Banten dalam Kasyifatus Saja, anjing memiliki sifat istimewa yang patut disandang oleh bangsa manusia seperti zuhud, tawakal, ridha, sabar, syukur, dan seterusnya. Perihal ini kita pernah ulas dalam sebuah rubrik keagamaan di Mujahidin Cyber. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Jakarta, Mujahidin Cyber - Panitia Hari Santri 2016 bersama para juri kompetisi film pendek dokumenter menyeleksi 42 karya yang memenuhi kriteria yang dibuat panitia. Para juri setelah menonton film berkali-kali akhirnya memilih empat karya yang layak menyandang juara.

“Sebenarnya ada 57 karya kiriman peserta. Hanya saja dari 57 itu, yang masuk kriteria hanya 42 karya. Yang lain tidak masuk karena tidak menandatangani surat pernyataan,” kata Hamzah Sahal, salah seorang panitia yang menangani kompetisi film pendek dokumenter saat penyeleksian berlangsung di Kantor Mujahidin Cyber, Gedung PBNU Lantai Lima, Jakarta Pusat, Jumat (27/1) siang.

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)
Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator (Sumber Gambar : Nu Online)

Juri Kompetisi Film Dokumenter Hari Santri Tetapkan 4 Nominator

Juri kompetisi yang tampak hadir antara lain adalah Susi Ivvaty (wartawan), Nurman Hakim (sutradara), dan Savic Ali (Direktur Mujahidin Cyber).

Mujahidin Cyber

Mereka awalnya memilih lima karya nominator. Tetapi para juri setelah melewati perdebatan dan pertimbangan matang kemudian menganulir satu dari lima karya tersebut. Dengan demikian nominator tersisa hanya empat karya.

Menurut para juri, pemilihan nominator ini lebih ditentukan oleh kesesuaian konten dengan tema.

Mujahidin Cyber

Panitia kompetisi yang terbuka untuk umum ini menyediakan hadiah total sebesar Rp 50 juta. Juara pertama 25 juta. Juara kedua 15 juta. Juara ketiga 10 juta.

Panitia kompetisi mengangkat tiga tema yang dapat dipilih para peserta. Pertama, Kita dan Pancasila. Kedua, Islam Menerima Perbedaan. Ketiga, Pesantren dan Agenda Perubahan.

Pengiriman karya dialamatkan ke kantor Redaksi Mujahidin Cyber, Gedung PBNU lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Penerimaan karya dimulai sejak 25 September 2016. Kompetisi film pendek dokumenter ini diadakan dalam rangka memeriahkan Hari Santri 2016.

“Tadinya peserta harus kirim karyanya via pos. Ini agak sulit. Tapi kami pikir cukup kirim via email atau link pribadi. Penerimaan karya ditutup pada 10 Januari 2017 kemarin,” kata Hamzah.

Para juri menyebutkan empat nominator yang lolos kriteria berdasarkan tema adalah karya film pendek dokumenter dengan judul Iman Berbagi, Satu Jalan, Bukan K Tapi U, dan Jihad Sosial. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Nusantara, RMI NU Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah

Oleh H. Mahbub Djunaidi

Anak-anak, kasih unjuk rapor kepada orang tuamu. Bagi yang naik kelas, boleh bersenang hati. Bagi yang tidak, boleh murung, asal tidak banyak. Ini merupakan pentung ke kepalamu supaya lain kali belajar lebih baik. sekarang kamu boleh pulang, sampai ketemu habis lebaran,” kata menir van Daalen seraya mengusap batang hidupnya, suatu kebiasaan sebagian besar bangsa Belanda yang hidup di bawah permukaan laut.

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Puasa Anak-Anak Sekolah

Beresoknya, beduk puasa berdentam-dentam. Lepas sahur, anak-anak senewen itu masuk keluar kampung menabuh kaleng rombeng, kemudian duduk berjuntai di batang belimbing hingga lohor, sesudah itu tidur telungkup menekan perut keras-keras ke ubin langgar hingga hampir maghrib. Jika saat berbuka puasa tiba, mereka nyaris menelan seluruh isi bumi. Tapi ini tidak berlangsung lama, sembahyang tarawih, yang mereka lakukan sambil sekali dua menyikut rusuk temannya.

Mujahidin Cyber

Dalam hubungan ini C. Snouk Hurgronje benar: pokoknya jangan sentuh agama Islam, bisa berabe. Toh kultur Jawa masih kuat, mampu memproduksi penduduk paling taat kepada atasannya seluruh dunia. Jangan main paksa - seperti disaksikan Van der Plas di Madura tahun 1919 - murid sekolah bolos disuruh bersila di pendapa asisten Wedana seraya dicoreti punggungnya dengan tulisan “Je Maintiendrai”. Kapan pun juga main paksa tidak bisa menyelesaikan soal.

Dan dalam hubungan sentuh agama Islam ini, kolonialisme Belanda pada umumnya cukup bijak. Buat apa bikin perkara dengan mereka kalau maksud sedalam-dalamnya adalah soal rezeki, urusan perdagangan, een mercantile betrekking? Seyogianya menghormati pesantren-pesantren di Jawa pada umumnya terletak di tengah lautan kebun tebu agar supaya santri Buntet di Cirebon atau Tebuireng di Jombang tidak mengobrak-abrik pabrik sambil menggulung kain sarung hingga lutut. Gula, yang merupakan gabus tempat kerajaan Belanda mengapung, tidak boleh terancam.

Mujahidin Cyber

Zaman berganti, dan kini giliran Kawasaki-san berdiri di depan kelas. “Anak-anak, kasih unjuk rapor kepada orang tuamu. Bagi yang naik kelas, boleh bersenang hati. Bagi yang tidak, boleh murung, asal jangan banyak-banyak. Ini merupakan pentung ke kepalamu supaya lain kali belajar lebih baik. Sekarang kamu boleh pulang, sampai ketemu habis lebaran.” Sesudah menyanyikan lagu kebangsaan Kimigayo dan Seikerei itu berhamburan ke luar kelas bagai kelereng tumpah dari dosnya. Seperti biasa, esok hari beduk puasa berdentam-dentam, dan seperti biasa mereka bergolek-golek di lantai langgar. Satu dua juga yang diam-diam menggigit mangga muda di belakang kakus.

Dalam hubungan ini, H.J. Benda dalam ‘The Cresent and The Rising Sun’ benar: biarpun Bupati Bandung Wiranatakusumah menyimpan motif tersendiri menggalakkan Baitul Mal di beberapa keresidenan Jawa Barat, pemerintah Dai Nippon mendiamkan saja demi mencegah kortsluiting dengan Islam. Dan biarpun pemuka Islam menyimpan keinginan sendiri menghadapi latihan Hizbullah di Lemahabang, Jepara pura-pura bersungguh hati demi “Asia Timur Raya”.

Di alam merdeka tentu keadaan berbeda. Anak-anak sekolah tambah jangkung, lebar dada dan tebal pantatnya. Ini berkat gizi cukup dan kemakmuran yang makin merata, terutama berkat kegesitan orang tua masing-masing. Jangan dibilang lagi tingkat kecerdasan mereka yang semakin meninggi, sebagian disebabkan karena orang sekarang mempunyai cara mengukurnya, dengan bantuan mesin yang tidak bisa dibantah. Akibat mereka yang ingin sekolah jauh lebih banyak jumlahnya dari bangku yang tersedia, maka yang berhasil duduk dengan sendirinya merupakan makhluk pilihan, bagai ayam Bangkok di antara ayam kampung.

Betapa istimewanya, mereka punya guru, baik lelaki maupun perempuan. Menjelang hari puasa, pendidik itu tegak berdiri di depan kelas. ”Anak-anak, sesuai panggilan zaman, kamu dpersiapkan untuk berjalan-jalan dari planet ke planet, atau menyuruk jauh ke dalam perut bumi. Karena itu, kamu musti belajar keras, tak terkecuali di bulan puasa. Satu hari terlewat berarti rugi dua puluh lima tahun.”

Tempo, 26 Mei 1979

 

H. MAHBUB DJUNAIDI, dijuluki pendekar pena. Menulis naskah drama, cerpen, novel, dan terutama kolom; penulis tetap rubrik Asal-Usul di Kompas selama 7 tahun. Juga penerjemah. Selain itu, ia  politikus, tapi lebih suka dibilang sastrawan. Ditunjuk KH Saifuddin Zuhri memimpin harian Duta Masyarakat. Dalam urusan jurnalistik, ia pernah bilang, "Fakta harus dijunjung tinggi sebagaimana mertua".

Anak Betawi kelahiran Tanah Abang, Jakarta, 1933, ini pernah aktif di IPNU, PMII, GP Ansor, Pertanu, Lesbumi, hingga salah seorang ketua PBNU. Mahbub wafat tahun 1995. Pramudya Ananta Toer, orang yang dikaguminya di samping Soekarno, berkenan menyampaikan sambutan perpisahan.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif

Way Kanan, Mujahidin Cyber. Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya pasca upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 tahun di Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung, Selasa (28/10), mengapresiasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan itu.

"Ansor sebagai organisasi kepemudaan atau OKP yang hidup atau tidak mati. Kami membutuhkan bantuan Ansor untuk membangun Way Kanan dan organisasi kepemudaan yang lain. Sinergi dan silaturahim untuk pembangunan daerah dan bangsa senantiasa kita perlukan," kata Adipati yang juga Ketua DPD KNPI Way Kanan itu pula.

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif

Pada pertemuan itu, sejumlah pengurus PC GP Ansor Way Kanan seperti Sekretaris Eko Wahyudi, Kasatkorcab Banser Alex Al Mukin mengucapkan selamat kepada Adipati yang baru saja dilantik menjadi pimpinan DPRD Way Kanan definitif itu.

Mujahidin Cyber

"Terima kasih. Selamat juga untuk GP Ansor yang memiliki pemimpin baru, sahabat Gatot Arifianto, saya sudah lama kenal beliau. Saya optimistis GP Ansor akan semakin maju di bawah kepemimpinannya," ujar Adipati lagi.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 86 tahun di lapangan Pemkab setempat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan dihadiri Kapolres AKBP Kunto Prasetya dan diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai unsur seperti PNS, pelajar dan organisasi kepemudaan itu Raden Adipati Surya, adapun Komandan Upacara Rusli Ali Sadewa dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Pakuanratu.

Mujahidin Cyber

"Kami berima kasih atas amanah dan penunjukan yang diberikan, semoga ke depan GP Ansor dipercaya kembali sebagai komandan upacara di hari-hari nasional lainya," ujar Rusli singkat.

Permintaan GP Ansor menjadi Komandan Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober disampaikan Bupati Way Kanan Bustami Zainudin. (Hasyim Asari/Mahbib)

Foto: Rusli Ali Sadewa anggota Banser Satkoryon Pakuan Ratu Way Kanan menjadi Komandan Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014 yang ke-86 di Waykanan, Lampung.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, IMNU Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU

Martapura, Mujahidin Cyber. Sejumlah warga Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan mengaku senang bertemu Banser di acara Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) setempat yang menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan nonmedis Aji Tapak Sesontengan (ATS), Ahad (1/10).

Srianah, warga Trimoharjo, Semendawai Suku III, bertahun-tahun mengidap penyakit vertigo dan maag. Dua tahun terakhir, perempuan berusia 41 tahun itu tiga kali keluar masuk rumah sakit.

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU

"Badan enteng dan pusing di kepala berkurang drastis," ujar Srianah menanggapi terapi beberapa menit ATS oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung, Gatot Arifianto.

Selain itu, Srianah juga sudah bisa sedikit demi sedikit melepas kaca mata minus yang 12 tahun terakhir sama sekali tidak bisa dilepasnya.

Mujahidin Cyber

Tanggapan serupa juga disampaikan Masudah, warga Darirejo, Belitang III, yang menderita penyakit kanker kolorektal atau kanker usus besar yang secara medis merupakan pertumbuhan sel kanker pada usus, anus dan usus buntu.

"Ada benjolan pada usus berdasarkan pemeriksaan dokter. Setiap magrib perut sering sakit dan usus seperti diremas, badan tidak nyaman, nafas sesak, kepala dan kaki kiri sering sakit. Alhamdulillah diterapi tiga kali perut sudah nyaman, termasuk bagian tubuh sakit lainnya. Sekarang untuk mengatasi pekerjaan rumah tidak terlampau sakit seperti biasanya, rasa sakit pada benjolan sekarang juga berkurang jauh," kata dia lagi.

Bekerjasama dengan Gusdurian Lampung dan Tim Swarna Raya Yayasan ATS Global Indonesia, IPNU OKUT menggelar baksos di Yayasan Pondok Pesantren Mafatihul Huda, Comal, Yosowinangun, Belitang Madang Raya, asuhan Kiai Syaiful Anam.

Dalam kegiatan baksos dihadiri 56 masyarakat itu, Gatot didampingi? sejumlah kader Ansor yang juga praktisi ATS dari Sumatera Selatan. Supriyanto dari OKI Selatan dan Ririz, dari Musi Banyuasin.

"Setelah aktivasi ATS, saya jarang memberi obat atau menyuntik pasien dengan beragam penyakit," ujar Supriyanto, kader Ansor Cahaya Mas, Ogan Komering Ilir (OKI) yang berprofesi sebagai mantri di Puskesmas di daerah itu. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, IMNU, AlaSantri Mujahidin Cyber

Senin, 22 Januari 2018

Hasyim Ingatkan Kembali Seruan PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi berpendapat bencana yang datang silih berganti melanda Indonesia masih akan terus terjadi selama bangsa Indonesia tidak merubah perilakunya. Karena itu, ia mengingatkan kembali kepada Nahdliyyin untuk melaksanakan seruan PBNU menjelang awal tahun baru 1427 H.

“Tampaknya belum ada tanda-tanda peredaan bencana, Saya mengingatkan kembali seruan PBNU yang dikeluarkan 2 Desember 2006 lalu untuk prihatin, jujur, tidak serakah dan menjalankan puasa sebagai upaya untuk menghindari terjadinya bencana,” tuturnya.

Entah apa lagi yang akan terjadi, setelah tenggelamnya kapal laut Levina I yang menelan puluhan korban, secara beruntun terjadi tanah longsor di Manggarai NTT, gempa di Sumatra Barat dan terbakarnya pesawat Garuda di Jogja.

Hasyim Ingatkan Kembali Seruan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Ingatkan Kembali Seruan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Ingatkan Kembali Seruan PBNU

Kiai Hasyim meminta introspeksi tersebut harus melibatkan semua golongan, bukan sekedar pemimpin atau rakyatnya saja. “Ini merupakan akibat dari ulah kita semua. Bagaimana mungkin hutan digunduli sebanyak 59 juta hektar sampai nga ketahuan,” tuturnya memberi contoh.

Menurutnya bencana bisa dikategorikan dalam dua hal, pertama memang karena sudah takdir sehingga manusia tak bisa campur tangan dan kedua karena ulah manusia. “Kalau yang ini, kita tak cukup dengan doa. Tak mungkin kita berdoa sambil nebangi hutan, ya tetap banjir,” tambahnya.

Aspek lain yang menurutnya menimbulkan bencana adalah masalah moralitas. Korupsi yang terjadi di Indonesia telah menyebabkan kemiskinan yang akhirnya menimbulkan berbagai konflik sosial.

Mujahidin Cyber

Tentang kecelakaan yang menimpa pesawat Garuda, Kiai Hasyim meminta adanya penyelidikan lebih lanjut. “Dilihat dulu, pesawatnya baik apa tidak, kalau memang laik jalan apa, bisa diteliti apa ada faktor human error. Di Indonesia ini kan yang senior pesawatnya, bukan pilotnya,” tandasnya.

Mengenai dugaan adanya sabotase dalam kecelakaan Garuda yang ditumpangi oleh para wartawan dan staff kedutaan Australia, ia meminta aparat intelejen untuk menelitinya lebih lanjut. (mkf)

 

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU Mujahidin Cyber

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam

Mataram,? Mujahidin Cyber

Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) bekerja sama dengan Pondok Pesantren Nurul Islam NU Sekarbele, Kota Mataram, menggelar pelatihan jurnalistik untuk para santri. ?

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU NTB Latih Jurnalistik Santri Nurul Islam

Kegiatan yang diikuti 50 ? orang tersebut dilaksanakan di pesantren tersebut pada Ahad (17/1) lalu. Para santri diajarkan dasar-dasar menulis yang dipandu Ketua Bidang Media dan Jaringan PW IPNU NTB Yas Arman.

Pada permulaan latihan, para santri diminta menulis namanya sendiri, kemudian mengartikannya dalam bentuk tulisan yang semenarik mungkin minimal satu paragraf.

Salah seorang santriwati, ? Asroyani mengatakan, sangat senang belajar menulis. “Harapan saya semoga dengan pelatihan ini saya bisa menuliskan segala bentuk aktivitas yang saya lakukan sehari-hari dalam bentuk tulisan,” kata Ketua Pimpinan Komisariat IPPNU Nurul Islam ini.? (Fauzan Basri/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber IMNU, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Kamis, 18 Januari 2018

Jelang Rapimwil, IPNU dan IPPNU Banyuwangi Adakan Rapimcab

Banyuwangi, Mujahidin Cyber - Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyuwangi menggelar Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab), Ahad (27/11) pagi. Organisasi paelajar NU tersbeut berharap dengan pelatihantersebut dapat memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) di setiap pengurus Pimpinan Anak Cabang se-kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung A4, Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Karangdoro, Tegalsari, Banyuwangi ini, diikuti para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU se-Kabupaten Banyuwangi. Sebagai keynote speaker hadir wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi, H. M. Khozin Kharis.

Jelang Rapimwil, IPNU dan IPPNU Banyuwangi Adakan Rapimcab (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Rapimwil, IPNU dan IPPNU Banyuwangi Adakan Rapimcab (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Rapimwil, IPNU dan IPPNU Banyuwangi Adakan Rapimcab

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah mengatakan, kegiatan ini digunakan sebagai wadah shilaturrahim dengan seluruh ketua dan pengurus Pimpinan Anak Cabang.

Mujahidin Cyber

“Agenda kita di sini juga mengamalkan salah satu lirik mars IPPNU. Salah satunya penekanan di setiap kader dalam mencari ilmu dan memberikan amal untuk agama bangsa negeri,” katanya.

Mujahidin Cyber

Menurut Halimah, jika amanah ini memang benar-benar dilakukan, sebuah keniscayaan bahwa Nahdlatul Ulama ke depan akan semakin berkembang dan maju.

Sementara Ketua Pengurus Cabang IPNU Banyuwangi, Yahya Muzakki menambahkan pentingnya Rapimcab saat ini dilakukan untuk menyampaikan garis besar aspirasi-aspirasi seluruh kader dari setiap kecamatan atau komisariat usai Rapimcab di Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) tanggal 2-4 Desember 2016 mendatang di Jombang.

H. M. Khozin kharis mengatakan, perlu diketahui oleh kalian bahwa, kami atas nama perwakilan dari PCNU Banyuwangi berkenan hadir dan memberikan hadir sebagai wujud kepedulian kami kepada kaum muda yang berproses di BANOM IPNU IPPNU.

"Berangkat dari maqolah, la iqdam illa bil fatah (tidak akan ada kemajuan kecuali dengan peran generasi muda). Dari sini kita selalu berikan atensi kepada pemuda untuk selalu mengembangkan program organisasi. Dan tak luput kita sebagai senior di organisasi Nahdlatul Ulama untuk memberikan arahan-arahan kepada generasi muda," tutup Khozin yang waktu itu memakai pakaian nuansa hitam putih.

Usai beberapa sambutan, dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Gus umam dan foto bersama. (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, IMNU Mujahidin Cyber

Jumat, 29 Desember 2017

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PBB PMII) Hery Haryanto Azumi menyatakan keberadaan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak akan efektif.

"Lembaga ini tidak akan efektif," kata Hery di sela-sela seminar "Kontroversi Amandemen UUD 45 dan Pengaruhnya Terhadap Sistem Ketatanegaraan Republik Indonesia" yang digelar PMII di Jakarta, Kamis.

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Wantimpres Tidak akan Efektif

Menurut Hery, ada beberapa alasan Wantimpres, yang sembilan orang anggotanya dilantik Presiden Susilo Bambang Yuhoyono, Rabu (11/4), tidak efektif.

Pertama, Presiden Yudhoyono sendiri sudah punya tim yang bertugas memberi masukan padanya sebelum membuat suatu kebijakan. Artinya, bisa jadi keberadaan Wantimpres hanya formalitas.

Kedua, meski pembentukan Wantimpres merupakan amanat UU No 19/2006, namun pengisian personilnya tergantung presiden. Hal itu membuka peluang terjadinya akomodasi kepentingan politik tertentu.

"Saya tidak meragukan kapasitas dan kompetensi orang-orang yang dipilih. Hanya saja, karena ini adalah proses politik, maka anggota Wantimpres mewakili golongan tertentu. Ini hanyalah soal legitimasi," kata Hery.

Mujahidin Cyber

Akibatnya, lanjut Hery, posisi Presiden Yudhoyono bisa makin sulit dan terjepit dengan kepentingan yang dibawa masing-masing kelompok yang diwakili anggota Wantimpres.

Sebenarnya, kata Hery, soal Wantimpres tak perlu diangkat ke permukaan. Jika butuh masukan bisa saja Presiden meminta nasihat kepada elemen masyarakat, seperti ormas, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa. 

Mujahidin Cyber

"Dengan begitu, Presiden benar-benar tahu apa yang masyarakat inginkan, jadi responsif. Tidak seperti sekarang," katanya.

Pada bagian lain Hery menilai penunjukan orang-orang yang duduk di Wantipres lebih didasari pada upaya konsolidasi politik menjelang Pemilu 2009.

"SBY (Presiden Yudhoyono, red) tentu ingin menjabat dua periode. Sebagai orang yang paham komunikasi politik, tentu orang-orang yang dipilih adalah mereka yang punya akses politik," katanya.

Sementara itu anggota Komisi III DPR RI Lukman Hakim Saefudin menyatakan, sembilan orang yang telah ditunjuk sebagai anggota Wantimpres harus bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya..

"Jika Wantimpres tidak berhasil maka otomatis presiden juga tidak berhasil," kata Ketua Pimpinan Harian Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PHP PPP) itu. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Pahlawan, IMNU Mujahidin Cyber

Senin, 27 November 2017

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Jember, Mujahidin Cyber. Anak-anak harus dikenalkan pada agama sedini mungkin. Sebab, jika terlambat akan sulit membina dan mengarahkan mereka menuju pribadi yang berakhlaq mulia.

Demikian dikemukakan Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad saat memberi sambutan dalam Pesta Lomba 2013 yang digelar Madrasah Ibtidaiyah (MI) ? Unggulan Nuris (full day school) di halaman SMP-SMA Nuris Jember, Ahad (12/5) kemarin.

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Muhyiddin: Kenalkan Suasana Agamis pada Anak

Menurut Kiai Muhyiddin, penanaman aqidah sedini mungkin dalam diri anak-anak, menjadi kunci atau dasar dari pembinaan selanjutnya. “Karena anak-anak itu apa yang dialami dan diterima itulah yang akanmembekas,” tuturnya.

Mujahidin Cyber

Rais Syuriyah PCNU Jember itu menambahkan, saat ini kondisi pembinaan anak-anak cukup memprihatinkan. Betapa tidak, tidak jarang prilaku nakal anak-anak justru seperti orang dewasa, misalnya merokok, minum-minuman keras dan sebagainya.

“Maka salah satu obatnya adalah ? menggiring mereka pada suasana yang agamis,” jelas Kai Muhyiddin sebelum membuka lomba secara resmi.

Mujahidin Cyber

Pesta Lomba 2013 tersebut diikuti tak kurang dari seratus peserta dari seluruh TK-PAUD se-Kabupaten Jember. Adapun jenis lomba meliputi mewarnai kaligrafi, kolase, ? tahfidzul quran nasyid dan fashion show muslim.

Menurut Ketua Panitia, Sayyidah, kelima jenis lomba itu memang dipilih untuk menanamkan kecintaan anak-anak, khususnya peserta lomba terhadap hal-hal yang bernuansa islami. “Missi lomba ini salah satunya adalah mengenalkan agama pada anak-anak,” ucapnya.

Juara umum dalam lomba tersebut diraih oleh TK BIna Anaprasa Nuris dengan menyabet empat juara, yaitu tahfidzul qur’an, fashion show muslim, mewarnai kaligrafi dan ? kolase. Sedangakn lomba Nasyid diraih anak dari ? PAUD Catleya 62 Antirogo.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, IMNU, Khutbah Mujahidin Cyber

Minggu, 26 November 2017

Radio NU Online Siaran Berita Perdana

Jakarta, Mujahidin Cyber

Radio Mujahidin Cyber yang beralamat di radio.nu.or.id terus berbenah dan berupaya meningkatkan kualitas siarannya. Usai menyediakan sejumlah rubrikasi yang kian memanjakan pendengar, kini radio berbasis internet ini mulai siaran berita.

Siaran perdana bertajuk ”Warta Malam Nahdlatul Ulama” tersebut dimulai hari ini, Selasa (24/4), pukul 19.30 WIB, dari studio Mujahidin Cyber, gedung PBNU, Lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Berita seputar NU dan lainnya akan dibacakan presenter Puti Hasni.

Radio NU Online Siaran Berita Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio NU Online Siaran Berita Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio NU Online Siaran Berita Perdana

”Respon positif dari pendengar setia memang harus dijawab dengan peningkatan mutu. Kami merasa, selain pengajian dan hiburan, Radio Mujahidin Cyber akan lebih bermanfaat jika menyediakan pula kabar-kabar dalam bentuk suara,” kata manajer program, Mustiko Dwipoyono

Mustiko mengatakan, program siaran berita akan berlangsung rutin dalam satu minggu kecuali hari Sabtu dan Ahad. Sebagai usaha perbaikan kualitas, pihaknya akan melengkapi berbagai fasilitas dan tampilan Radio Mujahidin Cyber.

Mujahidin Cyber

Seperti diwartakan, sejak awal 2013 lalu Radio Mujahidin Cyber melengkapi tampilannya dengan sejumlah rubrik yang membantu pendengar untuk melihat program yang akan disiarkan. Kolom khusus juga dibuat guna memfasilitasi para pengunjung situs yang ingin mengunduh berbagai rekaman pengajian, video, gambar, musik, dan data lainnya.

”Kami mengajak seluruh pendengar untuk turut mendukung radio streaming ini. Saran dan kritik sangat dibutuhkan untuk kemajuan media kita bersama,”pungkasnya.

 

Mujahidin Cyber

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, IMNU Mujahidin Cyber

Kamis, 23 November 2017

YPM NU Beri Ribuan Sembako Murah bagi Korban Banjir

Sidoarjo, Mujahidin Cyber

Ribuan warga korban banjir dari empat desa di Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menerima bantuan sembako murah dari Yayasan Pendidikan Maarif (YPM) Nahdlatul Ulama Taman, Sidoarjo.

YPM NU Beri Ribuan Sembako Murah bagi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
YPM NU Beri Ribuan Sembako Murah bagi Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

YPM NU Beri Ribuan Sembako Murah bagi Korban Banjir

Pemberian bingkisan sembako itu bertujuan untuk membantu meringankan beban warga pasca terkena musibah banjir yang melanda desa mereka.? Pembagian bingkisan sembako itu berlangsung di sejumlah titik di Kecamatan Taman, di antaranya Desa Keramat Jegu Bringen Bendo, Desa Sambiroto, Desa Bambe Rejo, dan Desa Wage.

"Kami menyediakan empat ribu paket bingkisan sembako murah bagi para korban banjir, yang tersebar di empat lokasi. Masing-masing lokasi mendapatkan seribu paket. Hal ini kami lakukan untuk meringankan beban mereka pasca rumah mereka terkena bencana banjir," terang ketua panitia, Moh Nasir Nasir, Sabtu (20/2).

Mujahidin Cyber

Selain menyerahkan empat ribu paket sembako, pihak Yayasan Pendidikan Maarif NU juga memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi para korban banjir.

Mujahidin Cyber

Ibu Wahyu salah satu korban banjir dari Desa Wage Kecamatan Taman menyatakan, bantuan sembako murah dari YPM Nahdlatul Ulama itu sangat membantu meringankan beban penderitaan para korban banjir.

Ia juga mengaku harga sembako dilokasi itu terbilang sangat murah yaitu Rp 20 ribu rupiah per paketnya. Sedangkan jika dibandingkan dengan harga pada umumnya Rp. 32,500 rupiah yang berupa 1 kilo gram minyak goreng, 1 kilo gram gula pasir, 55 bungkus mie instan dan tiga buah sabun mandi.

"Alhamdulillah Mas, ini sangat murah sekali, kebetulan tanggal tua jadi bisa digunakan untuk menyambung hidup ke depan," ujarnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Minggu, 19 November 2017

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Ngawi, Mujahidin Cyber. Puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi ddigembleng ilmu kanuragan. Penggemblengan dirangkai pada Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan,

Agus Wahyudi, Panitia Penylenggara kegiatan yang berlangsung Selasa (27-28/5) tersebut mengatakan, penggemblengan ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan radikal yang berusaha merongrong NKRI.

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Penggemblengan dilaksanan di akhir rangakaian Diklat, setelah digelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron. “Gemblengan kanuragan dipimpin Kiai Dumami, agar Banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” katanya.

Mujahidin Cyber

Agus menambahkan, dalam Diklat Banser kali ini, sebelumnya peserta dilatih Peraturan Lalu Lintas, Keorganisasian, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan materi ke-Nu-an/keAswajaan.

“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk tujuan itu, Diklat Banser tersebut mengundang Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron. (Agus Susanto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Budaya, Pertandingan Mujahidin Cyber

Sabtu, 18 November 2017

Gus Rozin: Sepakbola Sarana Silaturahim dan dan Jaga NKRI

Jepara, Mujahidin Cyber



KH Abdul Ghaffar Rozin, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) memuji peserta Liga Santri Nusantara (LSN). Menurut dia mereka bermain secara sportif sesuai dengan regulasi yang ada. Di samping itu yang tak kalah penting adalah mengedepankan akhlak santri yakni akhlakul karimah. 

Gus Rozin: Sepakbola Sarana Silaturahim dan dan Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Rozin: Sepakbola Sarana Silaturahim dan dan Jaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Rozin: Sepakbola Sarana Silaturahim dan dan Jaga NKRI

Sambutan itu disampaikan Gus Rozin dalam penutupan babak final LSN Region 1 Jateng yang berlangsung di stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara, Sabtu (30/9) sore. 

Dikemukakannya, dari tahun ke tahun peserta LSN terus bertambah. “Tahun 2015 ada 320 peserta, 2016 ada 830 dan tahun ini 1480 pesantren.”

Gus Rozin yang juga Ketua Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati itu menambahkan event LSN sebagai wahana silaturrahim antarpesantren juga untuk menjaga NKRI. 

Ia meyakini dengan sumbangsih skill (kemampuan) yang baik dengan didukung akhlak, region-region muda akan memperkuat timnas. 

Mujahidin Cyber

Rafli yang merupakan jebolan LSN telah memperkuat garuda muda. “Ke depan Indonesia bakal menang melawan Malaysia yang pemainnya tentu dari liga santri,” doa Gus Rozin. 

Mayjend TNI Purn. Sunindyo, salah seorang pengamat sepakbola mengatakan, dirinya tidak menyangka pemain liga santri bisa bermain dengan sportif. Menurut mantan Panglima Kodam IV Diponegoro itu sportivitas memang diajarkan di pondok. 

“Peserta liga santri adalah intelektual yang hafal Al-Qur’an dan pinter main sepakbola,” tandasnya. 

Mujahidin Cyber

Dirinya mengemukakan, santri zaman dulu memperjuangkan negara sekarang santri memperjuangkan timnas. 

KH Ubaidillah Noor Umar, Rais Syuriah PCNU Jepara menyatakan menjadi santri harus bangga karena bulan Oktober ini akan diperingati hari santri nasional (HSN) ketiga. “Jika santri di Indonesia diperhatikan NKRI semakin utuh dengan bersatunya pesantren-pesantren di Indonesia,” papar Mbah Ubaid.

Dalam laga final LSN Region 1 Jateng yang memperebutkan piala Bupati Jepara keluar sebagai juara I An Nur FC (Blora), disusul juara 2 Manhik United (Kendal) dan sebagai juara III Alfalah FC (Salatiga). 

Konfigurasi MOB 1000 santri dan drum band dari pesantren Balekambang Jepara juga turut memeriahkan kegiatan tersebut. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Makam Mujahidin Cyber

Kamis, 09 November 2017

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia

Penyataan Donald Trump, kandidat presiden Amerika Serikat, yang ingin melarang Muslim masuk ke Amerika Serikat menjadi sorotan dunia. Banyak sekali institusi atau tokoh yang mengecam apa yang disampaikannya. Bahkan apa yang disampaikannya menimbulkan permasahan di Partai Republik dimana ia berusaha mendapatkan kendaraan politik untuk nyalon presiden. Ini adalah kali kesekian milyarder ini mendiskreditkan Muslim. Dalam dunia yang semakin terbuka, semakin menghargai keberadaan kelompok lain, pernyataan tersebut menjadi absurd.

Sesungguhnya fenomena islamophobia ini bukanlah hal yang aneh di Amerika Serikat, Eropa atau tempat di mana Muslim menjadi minoritas. Di Belanda terdapat nama Geert Wilders yang terus-menerus menghina Islam dan antiimigran untuk meraih simpati. Ketidakpahaman akan ajaran Islam yang utuh pada sebagian besar masyarakat di Barat dieksploitasi oleh kelompok-kelompok ekstrem yang membenci Muslim sehingga menjadikan wajah Islam terlihat buruk. Posisi Muslim di daerah minoritas akhirnya semakin menderita dengan adanya upaya pembiasan pandangan yang dilakukan secara sistematis ini. Memiliki identitas Muslim kini menjadi sesuatu yang bisa menyulitkan. Ketika masuk negara tertentu, orang dari negara mayoritas Muslim mendapat perlakukan dan pengawasan yang tidak mengenakkan.?

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)
Donald Trump dan Kampanye Islamophobia (Sumber Gambar : Nu Online)

Donald Trump dan Kampanye Islamophobia

Para politisi tersebut hanya mengejar popularitas untuk mendulang suara dengan menggunakan sentimen kebencian terhadap Muslim sampa memperdulikan harmoni dalam bermasyarakat. Mereka mendapat amunisi dari tindakan ekstremis Muslim yang menggunakan kekerasan atas nama agama yang sesungguhnya tidak mencerminkan nilai-nilai Islam, bahkan mayoritas Muslim sendiri menolak apa yang dilakukan oleh para ekstremis tersebut.?

Kelompok garis keras ada dalam setiap agama dan siapapun bisa menjadi korbannya. Di beberapa negara seperti Myanmar dan Tiongkok, Muslim mendapat kesulitan menjalankan hak-haknya beribadah. Di Indonesia, para ekstrimis menganggap sesat dan kafir orang di luar kelompoknya dan bahkan menganggap halal darahnya.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Banyak faktor yang menjadi penyebab ekstremisme. Selain karena pemahaman ajaran agama yang salah, bisa juga disebabkan oleh faktor eksternal. Dalam konteks dunia Muslim, persoalan di Palestina yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak selesai dan adanya pandangan bahwa Amerika lebih membela Israel daripada sebuah negara yang bertindak secara adil menjadi salah satu penyebab munculnya ekstremisme. Invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003 telah menimbulkan ratusan ribu korban dan menyebabkan luka mendalam di negeri tersebut yang sampai sekarang belum sembuh. Kelompok-kelompok ekstrem di Irak saat ini, sebagian merupakan buah dari tindakan sembrono AS tersebut. Tetapi tidak berarti dengan perlakuan tersebut bisa menjadi pembenar melakukan tindakan kekerasan.?

Apapun itu, upaya mendiskreditkan Muslim harus dilawan, tetapi dengan cara yang santun dan cerdik. Jika apa yang disampaikan itu melanggar hukum, maka pendekatan hukum yang harus dilakukan. Jika upaya pendiskreditan itu untuk meraih dukungan politik, maka upaya politik menjadi jalannya. Seperti di Amerika Serikat sekarang, kelompok Muslim bersatu dan bereaksi keras atas ucapan Trump tersebut. Dukungan yang diberikan kepada Muslim oleh berbagai kelompok akan membuat upaya kapitalisasi kebencian terhadap Muslim bisa mereda. Muslim di Timur Tengah memboikat produk-produk dengan label Trump. Upaya pembelaan dengan cara kekerasan akan menunjukkan bahwa apa yang disampaikan oleh orang-orang yang membenci Muslim tersebut tampak benar. Upaya paling penting serta memiliki efek jangka panjang dalam melawan islamophobia adalah membangun sebuah tradisi keislaman yang toleran dan cinta damai seperti di Indonesia. Disinilah NU bisa berperan.

Di luar kekerasan yang terus terjadi di beberapa negara di Timur Tengah, Indonesia merupakan negara Muslim yang hidup dengan damai dan menjaga hubungan yang harmonis dengan agama lain. Ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam dengan mengedepankan prinsip moderat dan toleran menjadi dasar dalam kehidupan. Inilah prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh NU sebagai kelompok Muslim terbesar di Indonesia yang mampu menyelaraskan antara ajaran agama dengan nilai-nilai lokal. Para ulama NU mampu membaca Qur’an dan Hadits tidak sekedar teks dan memaknainya secara tekstual, tetapi telah mampu menyerap substansi dari ajaran tersebut sehingga agama bisa menyatu dengan budaya setempat. ?

Prinsip seperti inilah yang harus dikembangkan dan disebarkan ke seluruh dunia untuk mewujudkan wajah Islam yang ramah, bukan wajah Islam yang marah. Sejatinya Allah telah menjadikan manusia dalam berbagai macam golongan dan bangsa agar bisa saling mengenal dan belajar. Faktor kondisi geografis, budaya, politik dan lainnya yang membedakan menjadikan Islam bisa memiliki banyak warna, tidak berwajah tunggal sebagai sesuatu yang harus berciri Arab. Substansi dari nilai-nilai Islam seperti keadilan, kejujuran, penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, dan lainnya yang harus dijaga, bukan di tataran kulitnya yang seringkali menimbulkan perpecahan dan kekerasan sehingga menghalangi proses kemajuan umat Islam. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, IMNU, Pertandingan Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock