Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU Robikin Emhas menilai pembatasan umur Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) selama 12 tahun dalam draf revisi UU KPK tengah masih maraknya praktik korupsi tidak mencerminkan kesadaran kolektif antikorupsi masyarakat yang menempatkan tindak pidana itu sebagai kejahatan luar biasa.

“Bahkan boleh dikatakan tidak memiliki basis argumentasi dan rasio logis yang memadai. Oleh karena itu sangat bisa dipahami apabila terjadi penolakan publik terhadap gagasan itu. Berbeda seandainya pembubaran KPK yang memang bersifat ad hoc itu didasarkan pada indeks korupsi? dengan parameter yang akuntabel, misalnya,” tuturnya dalam siaran pers, Kamis (8/10).

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Pembatasan Umur KPK Tidak Logis

Ketua PBNU bidang hukum, perundang-undangan dan hak asasi manusia ini menambahan, Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-33 di Jombang awal Agustus lalu bahkan merekomendasi agar koruptor dihukum mati. Rekomendasi itu dilakukan setelah melalui kajian mendalam dan sangat hati-hati, termasuk dari sisi hak asasi manusia mengingat menyangkut hak hidup manusia.

Mujahidin Cyber

“Di antara pertimbangan faktual Nahdlatul Ulama merekomendasi hukuman mati terhadap koruptor adalah karena daya rusak korupsi yang langsung menyentuh kehidupan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Menurut Robikin, dalam keadaan seperti ini, politik pembangunan hukum harus memperkuat institusi penegak hukum di bidang pemberantasan korupsi, baik kepolisian, kejaksaan, ataupun KPK. Selain itu pembentuk undang-undang melalui proses legislasi yang ada perlu terus mendorong tata kelola pemerintahan yang makin akuntabel dan transparan, serta terus mengupayakan tumbuh-berkembangnya budaya antikorupsi di masyarakat.

Mujahidin Cyber

Sebelumnya, pada Selasa (6/10), DPR membahas usulan Rancangan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) untuk masuk ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas 2015. Wacana pembatasan tertulis pada Pasal 5 RUU KPK yang menyatakan bahwa KPK dibentuk untuk masa waktu 12 tahun sejak undang-undang itu diundangkan. (Mahbib Khoiron)

Ilustrasi: caesarleo.deviantart.com

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, Habib Mujahidin Cyber

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya

Pekalongan, Mujahidin Cyber.

NU Care-LAZISNU Kapupaten Pekalongan menyalurkan dana bantuan untuk muslim Rohingya, Sabtu (21/10) di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan kepada Pengurus Wilayah NU Care-LAZISNU Jawa Tengah, disaksikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan, H Asip Kholbihi. Penyerahan dilakukan di sela-sela acara Pembacaan 1 Milyar Shalawat Nariyah dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2017.

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pekalongan Salurkan 100 Juta untuk Muslim Rohingya

Sekretaris NU Care-LAZISNU Jateng Zainuddin Zein menjelaskan bantuan yang terhimpun di PW NU Care-LAZISNU Jawa Tengah nantinya akan diteruskan ke Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU di Jakarta, untuk kemudian diserahkan kepada Muslim Rohingya.

“Ini merupakan penghimpunan dana Rohingya tahap kedua,” kata Zainuddin.

Mujahidin Cyber

Jika ditotal, dana yang terkumpul di tahap kedua ini sudah mencapai 320-an juta. Lebih besar jika dibandingkan dengan tahap yang pertama, yang hanya mencapai 132 juta rupiah. 

Mujahidin Cyber

Ketua NU Care LAZISNU Kabupaten Pekalongan, H Suhaimi mengatakan penghimpunan dilakukan dengan menginstruksikan ke masjid-masjid NU di seluruh Kabupaten Pekalongan agar memberikan satu kali Kotak Jumat untuk  disediakan secara khusus membantu muslim Rohingya. 

“Waktunya kurang dari satu bulan, ” imbuh Suhaimi. 

Dewan Penasihat NU Care-LAZISNU Kabupaten Pekalongan, KH Imronuddin menambahkan, bahwa dengan keberadaan penggalangan dana tersebut semakin menampakkan peran serta kepedulian warga Nahdliyyin dalam isu-isu kemanusiaan di tingkat internasional.

“100 juta ini adalah aksi nyata kita untuk Rohingya. Semoga dengan semakin pedulinya kita terhadap saudara-saudara muslim kita, itu menunjukkan semakin menguatnya ukhuwah islamiyah serta ukhuwah basyariyah kita,” tambahnya. 

Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi mengatakan kepada 1200 an santri yang hadir dalam acara tersebut bahwa tragedi Rohingya mengingatkan kepada kita mengenai pentingnya sebuah negara yang aman, tertib, serta kondusif. 

“Maka para santri harus senantiasa cinta kepada NKRI dan sekuat mungkin untuk ikut menjaganya dari berbagai bentuk perpecahan,” ujar Bupati.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan pendidikan kepada 10 santri yang masing-masing menerima 500 ribu rupiah, serta bantuan kewirausahaan kepada 2 santri masing-masing bernilai 1, 5 juta rupaih. Bantuan tersebut sebagai bentuk dorongan dalam bidang pendidikan dan ekonomi santri. (Riza/Kendi Setiawan)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Warta Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah

Mekkah, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara menggelar acara Silaturrahim dan Musyawarah di Rubath Jawa yang terletak di distrik Misfalah, Kota Mekkah, Arab Saudi. Musyawarah antara lain membahas rencana pelaksanaan Konferensi Internasional NU.

Kegiatan yang digelar Kamis (30/10) malam lalu merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan bertepatan dengan musim haji. Hadir perwakilan PCINU dari berbagai negara, antara lain, Ahmad Fuad Abd Wahab (Ketua Tanfidziyah PCINU Arab Saudi), Miftakhul Munif (Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan), Landy T. Abdurrahman (Ketua tanfidziyah PCINU Mesir), Muhammad Taqi (PCINU Syiria), La Ressa Beddu Kulasse (PCINU Lebanon), Rifqi Maula (Sekretaris PCINU Maroko dan  juga ketua PPI Maroko).

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU dari Berbagai Negara Kumpul di Mekkah

Silaturrahim ini  juga dihadiri berbagai pelajar Indonesia yang sedang menimba ilmu di negara-negara Timur Tengah dan dari Kota Mekkah sendiri. Tampak kader-kader GP Ansor dari Kota Jeddah juga turut menghadiri acara.

Mujahidin Cyber

Selain menjadi ajang ramah-tamah dan sambung rasa antar pelajar, aktivis dan pengurus cabang istimewa Nahdlatul Ulama dari berbagai negara, forum  ini juga membahas hasil Konferensi Internasional NU yang telah digelar di Istanbul, Turki (18-19 Mei 2014) tentang optimalisasi Forkor PCINU LN (Forum Koordinasi Pengurus Cabang Istimewa NU Luar Negeri) sebagai wadah diskusi online antar pengurus dan tentang lokasi Konferensi Internasional selanjutnya tahun 2015 yang diusulkan dengan pilihan lokasi, Eropa di Jerman, Timur Tengah di Mesir atau Asia di Jepang.

Mujahidin Cyber

Dengan berbagai pertimbangan terutama visa sebagai syarat utama masuk negara lain. Forum musyawarah merekomendasikan lokasi Konferensi Internasional PCINU Luar Negeri yang rencananya akan digelar di medio antara Mei atau Juni tahun 2015 untuk digelar di Jepang.

Yang tak kalah penting, menyikapi berbagai gerakan radikal yang mewabah di negara-negara timur tengah dan upaya mengcounter paham-paham radikal untuk tidak berkembang luas. dalam forum ini, PCINU Mesir mengemukakan pembuatan Jurnal Ilmiah dengan topik Deradikalisasi Agama yang ditulis dengan tiga bahasa, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Pengurus yang hadir dan berkompeten dalam masalah ini bersedia akan menyumbangkan karya ilmiahnya. Dalam hal ini, PCINU Mesir menyatakan kesanggupan untuk menjadi penanggung jawab dalam proses terbit dan publikasi.

Usai musyawarah, acara dilanjutkan dengan pemberian ijazah sanad Asmaul-Husna, ijazah sanad Al-Quranul-Karim dan doa penutup oleh Syekh KH Jamhuri Al-Banjari Al-Makky yang merupakan salah satu Ulama Kota Makkah asal Indonesia. (Ridho El-Qudsy/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib Mujahidin Cyber

Senin, 22 Januari 2018

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona

Bondowoso, Mujahidin Cyber

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Bondowoso bersama Majelis Dzikir dan Shalawat dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) membagi wilayah Safari Ramadhannya menjadi lima zona. Tiap zona, forum diikuti tiga hingga lima pimpinan anak cabang GP Ansor setempat.

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan Ansor Bondowoso Terbagi dalam 5 Zona

Senin (13/6) malam giliran Pondok Pesantren Raudatul Ulum Dusun Bata, RW 29 RW 05, Desa Tegaljati, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang menjadi tempat Safari Ramadhan dan masuk Zona III.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari safari Ramadhan sebelumnya di Masjid Al-Mukhar Tenggarang yang merupakan Zona I, dan akan berlanjut ke Zona II yang akan dirangkai dengan peringatan Nuzulul Quran.

Mujahidin Cyber

"Acara ini adalah dalam rangka untuk silaturahim Pemuda Ansor dan Gerakan Lembaga Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor kepada masyarakat dan akan mengenalkan bahwasanya kegiatan-kegiatan silaturahim itu sangat penting, terutama dari tingkat atas ke tingkat bawah untuk saling mengenal," jelas Ketua Rijaul Ansor Bondowoso Junaidi atau Gus Jun di depan jamaah yang hadir malam itu.

Rijalul Ansor, katanya, merupakan lembaga semiotonom dari GP Ansor yang bergerak di bidang majelis dzikir dan shalawat serta melestarikan amaliah-amaliah yang sudah dilakukan oleh para masyayikh Nahdlatul Ulama.

Mujahidin Cyber

Ketua GP Ansor Bondowoso Muzammil menjelaskan, Zona I diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tenggarang,? Kecamatan Wonosari, dan Kecamatan Kota Bondowoso; Zona II diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tapen, Kecamatan Prajekan, dan Kecamatan Klabang,? Kecamatan Botolinggo dan? Kecamatan Cerme; Zona III diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Pujer, Kecamatan Tlogosari, Kecamatan Sukosari, Kecamatan Sumber Wringin, dan Kecamatan Sempol.

Sementara Zona IV diikuti oleh PAC GP Ansor Kecamatan Tamanan, Kecamatan Grujugan, Kecamatan Jambisari dan Kecamatan Maesan; dan Zona V diikuti PAC GP Ansor Kecamatan Taman Krocok, Kecamatan Tegalampel, Kecamatan Binakal, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Wringin.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudatul Ulum Kiai Hosnan menyambut positif acara tersebut. Menurutnya, masyarakat sangat antusias mengikuti acara Gerakan Pemuda Ansor. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Amalan, Warta Mujahidin Cyber

Jumat, 22 Desember 2017

Nyai Hj Machfudhoh, Usia Tak Halangi Berantas Narkoba

Bekasi, Mujahidin Cyber



Luar biasa semangat ibu-ibu Muslimat NU dalam memerangi bahaya narkoba. Tak berhenti pada deklarasi dan bimtek, mereka juga mengikuti workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Napza yang digelar Direktorat RSKP (Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan) Napza Kemensos RI di Bekasi, Jawa Barat, 3-6 November.

“Jangan lihat usia kami, tapi lihatlah semangat kami dalam mencegah bahaya narkoba,” kata Ketua I PP Muslimat NU, Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid saat acara pembukaan, Kamis (3/10) malam.

Nyai Hj Machfudhoh, Usia Tak Halangi Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Hj Machfudhoh, Usia Tak Halangi Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Hj Machfudhoh, Usia Tak Halangi Berantas Narkoba

Menurut Machfudhoh, memberantas narkoba tak cukup dilakukan aparat atau Kemensos tapi juga butuh dukungan masyarakat, para tokoh agama termasuk Muslimat NU yang punya kepengurusan hingga anak ranting (dusun). “Insyaallah kami semua siap menanggulangi bahaya narkoba,” tegasnya.

Muslimat NU tergerak memberantas narkoba, lanjut Machfudhoh, karena punya tanggung jawab untuk memikirkan masa depan generasi bangsa.

“Kita melakukan ini tiada lain karena cinta pada bangsa dan negara, hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman),” tandasnya seperti kutip dari laman resmi Muslimat NU.

Mujahidin Cyber

Karena itu, katanya, tugas ibu-ibu yang pertama harus diselamatkan yakni lingkungan keluarga sendiri, lingkungan masyarakat baru anggota.

Mujahidin Cyber

“Tidak hanya Muslimat NU saja yang kita sasar, tapi masyarakat sekitar adalah tanggung jawab bersama. Tanggung jawab kita pada Allah Swt,” ujarnya.

Tak lupa Machfudhoh berterima kasih pada Kemensos, pengurus wilayah dan cabang Muslimat NU yang telah meluangkan waktu untuk datang, walaupun pada 23-27 November akan kembali berkumpul dalam arena kongres ke-17.

“Inilah yang menjadi kebanggan kami, inilah hebatnya Muslimat NU. Walau hanya diundang lewat SMS mereka bisa datang padahal sebentar lagi kami akan berkongres. Dan saya lihat mulai dari pojok belakang sampai depan, wajah ibu-ibu tegar dan segar,” katanya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Fragmen, Khutbah Mujahidin Cyber

Selasa, 19 Desember 2017

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin

Semarang, Mujahidin Cyber 

Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Genuk ngaji sosial budaya. Kegiatan ini mengambil pokok pembahasan ma’rifat suku Samin hingga simpang siur sejarah Walisongo, Islam, dan kebudayaan Jawa; serta sejarah akulturasi dan sejarah nilai.

Kegiatan atas kerjasama dengan Rumah Pendidikan Sciena Madani tersebut bertempat di rumah Pak RT  Zainun Kamil yang beralamatkan Penggaron Rt 6 Rw 1 Genuk, Semarang, Jawa Tengah, pada Ahad (13/10).

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin

Dipandu Lukni Maulana, Pengasuh Rumah Pendidikan Sciena Madani kegiatan tersebut,  mulai gemuruh ketika Martin Moethadhim SM, selaku pembicara, bercerita lika-liku hidupnya. Seperti kisah spiritualnya ketika Shalat di Gereja Pangkalan Militer Amerika Serikat.

Mujahidin Cyber

Pembicara asli Blora ini, mengemukakan berbagai hal rancaunya dalam membahas sejarah. Ketika akan merunut sebuah sejarah, semisalkan sejarah tokoh itu seperti ingin menemukan sanad hadist. 

“Dengan belajar sejarah, kita diajak untuk selalu mengumpulkan dokumentasi dan banyak membaca, karena sejarah selalu saja bisa berubah ketika ada bukti baru,” kata Martin.

Mujahidin Cyber

“Sedangkan Samin bukanlah sebuah suku, melainkan laku hidup yang dinisbatkan kepada pendiri saminisme. Dalam pergolakkannya saminisme ini muncul sebagai sebuah gerakan untuk melawan penjajah,” lanjutnya.

Kegiatan Lesehan Ansor ini merupakan wadah gerakan wacana dan intelektual PAC GP Ansor Genuk yang diadakan setiap 2 bulan sekali dengan menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya. Selain itu juga Lesehan Ansor menengahkan grup musik Ansor Nada, sebagai pemantik kemeriahan.

“Selain mendapatkan ilmu dari pakarnya, ada bonus mendenggarkan Grup Musik Ansorun Nada sebauh grup musik dakwah dan sedekah,” tutur Muhammad Sodri Ketua PAC GP Ansor Genuk. (Lukni Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Internasional, Halaqoh Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu

Konflik tanah di Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah berlangsung sejak penggabungan desa 1920. Pada 1932 pemerintah Kolonial Belanda mengadakan klangsiran tanah yang membagi tanah berdasarkan nilai ekonomisnya, dengan tujuan akhir menetapkan pajak yang harus dibayar oleh masyarakat.

Penjajah Belanda mengklaim tanah pada jarak ± 150—200 m dari garis pantai sebagai milik Belanda. Masyarakat menyebutnya sebagai “Tanah Kompeni”, dan melawan Belanda untuk merebut kembali tanah-tanah ini. Pada 1937, Tentara Kolonial Belanda memakai pesisir Urutsewu sebagai arena latihan militer, dan dilanjutkan oleh Jepang pada 1942-5.

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Tuntut TNI AD Hentikan Pemagaran Pesisir Urut Sewu

Maret-April 1998 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) melakukan pemetaan sepihak dan melabeli area lapangan tembak dengan “Tanah TNI-AD”, dan meminta tandatangan dari kepala desa di kawasan Urutsewu. Belakangan tanda tangan ini dipakai oleh TNI-AD sebagai klaim pengalihan status kepemilikan tanah, sesuatu yang tidak pernah dibicarakan sebelumnya. Pada 2006, TNI kembali melakukan klaim lewat mekanisme tanah berasengaja yang dipakai untuk lapangan tembak. Dalam persepsi warga berasengaja adalah tanah yang sengaja di-bera-kan (tidak ditanami) dan digunakan sebagai penggembalaan ternak.

TNI AD meluaskan klaimnya menjadi 1000 m dari garis pantai pada 2007 dan meminta ganti rugi dalam proses pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan Pulau Jawa. Klaim TNI AD ini memicu perlawanan keras dari masyarakat dalam bentuk pencabutan patok radius 1000 m dari garis pantai. TNI AD mengancam warga terkait perlawanan ini. Belakangan, klaim “jarak 1000 m” TNI AD diakomodir dalam Draft Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kebumen.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Pada 2008 Kodam IV Diponegoro mengeluarkan surat Persetujuan Pemanfaatan Tanah TNI AD di Kecamatan Mirit untuk Penambangan Pasir Besi kepada PT Mitra Niagatama Cemerlang (MNC). Artinya, TNI AD meneruskan klaimnya terhadap tanah di pesisir Urutsewu, sekaligus terlibat dalam bisnis pertambangan pasir besi. Hal terakhir ini diperkuat dengan terlibatnya salah seorang pensiunan TNI-AD sebagai komisaris PT MNC. Per Januari 2011, pemerintah mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi kepada PT MNC selama 10 tahun, tanpa sosialisasi. Dalam surat ini dinyatakan bahwa luasan lahan yang akan ditambang adalah 591,07 ha dengan 317,48 ha diantaranya adalah tanah milik TNI AD.

Hal ini memicu reaksi keras dari warga yang disusul dengan penyerangan warga oleh TNI AD dan berujung pada 6 orang petani dikriminalisasi, 13 orang luka-luka, 6 orang diantara luka akibat tembakan peluru karet dan di dalam tubuh seorang petani lainnya bersarang peluru karet dan timah, 12 sepeda motor milik warga dirusak dan? beberapa barang, seperti handphone, kamera dan data digital dirampas oleh tentara. Tetapi pada Mei 2011, melalui surat Kodam IV Diponegoro, TNI AD mencabut persetujuan penambangan pasir besi yang telah diberikan kepada PT MNC.

Pada 2012, warga menolak pengesahan perda RTRW yang menjadikan Urutsewu sebagai kawasan pertambangan pasir besi dan area latihan dan uji coba senjata berat. Alternatif tuntutan warga adalah “jadikan Urutsewu hanya sebagai kawasan pertanian dan pariwisata”. Masih dalam fase yang sama, warga mengusir PT MNC dari Kecamatan Mirit, meskipun izin pertambangan belum dicabut sampai sekarang (Januari 2014).

Pada Desember 2013, TNI AD melakukan pemagaran dan sudah merambah 2 desa di Kecamatan Mirit, yaitu Desa Tlogodepok dan Mirit Petikusan. Meskipun sudah mendapatkan penolakan yang sangat keras dari masyarakat, tetapi TNI AD tetap melanjutkannya.

Karena itu, kami dari Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) dengan ini menuntut kepada Panglima TNI untuk :

1. Memerintahkan penghentian pemagaran di sepanjang pesisir Urutsewu, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jateng oleh TNI AD.

2. Memerintahkan untuk membersihkan semua material, baik yang sudah terpasang maupun belum terpasang dari lokasi pemagaran.

Mengingat mayoritas petani adalah Nahdliyin, kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, kami memohon perlindungan terhadap warga di Urutsewu sehubungan dengan konflik tanah yang berkepanjangan di daerah ini.

Dalam konteks yang lebih luas, mengingat tata kelola sumber daya alam (SDA) yang sebagain besar dikuasai oleh perusahaan asing dan maraknya konflik berbasis SDA di Indonesia dewasa ini, maka FNKSDA:

1. Menuntut Pemerintahan Republik Indonesia supaya menentukan sikap dan tindakan nyata dan sepadan terhadap usaha-usaha yang membahayakan KEDAULATAN NKRI MERDEKA dan AGAMA.

2. Menuntut Nahdlatul Ulama agar memerintahkan perjuangan “fi sabilillah” guna merebut penguasaan sumber daya alam demi tegaknya KEDAULATAN NKRI MERDEKA dan Agama Islam.

3. Menyerukan kepada semua warga Nahdliyin dan ummat Islam untuk mempertahankan tanah air dari rongrongan kapitalisme ekstraktif dengan merebut dan menasionalisasi penguasaan Sumber Daya Alam.

________

Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) adalah wadah koordinasi antara Jamaah NU yang memiliki kehirauan mengenai permasalahan konflik pengelolaan sumberdaya alam (SDA), seperti udara, air, tanah, dan segala yang terkandung di dalamnya, terutama yang terjadi di basis NU.

Kelahiran Front ini diawali oleh diskusi tematik bertajuk “NU dan Konflik Tata Kelola SDA” yang diadakan di Pendopo LKiS, Yogyakarta pada tanggal 4 Juli 2013 dengan pembahasan kasus di berbagai daerah di Indonesia. Diskusan sepakat untuk membentuk aliansi dengan tujuan menyiapkan media jaringan untuk kelancaran sirkulasi informasi dan kemudahan pengorganisasian serta mengarusutamakan tata kelola SDA di kalangan NU. (Red: Abdullah Alawi)

Keterangan foto: Warga NU diskusi Fiqih dan Kedaulatan Sumber Daya Alam di PCNU Kebumen, Ahad (26/1).

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Habib Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

Peduli Aceh, Muslimat NU Karimun Siapkan 1000 Mukena dan Sarung

Karimun,Mujahidin Cyber

Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Karimun melakukan penggalangan bantuan untuk korban gempa di Aceh. Mereka mengumpulkan bantuan berupa mukena dan sarung. Mereka berharap bantuan yang tersalurkan dapat bermanfaat untuk ibadah, mengingat Aceh masyarakatnya beragama Islam.

Peduli Aceh, Muslimat NU Karimun Siapkan 1000 Mukena dan Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Aceh, Muslimat NU Karimun Siapkan 1000 Mukena dan Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Aceh, Muslimat NU Karimun Siapkan 1000 Mukena dan Sarung

"Kita menggalang bantuan yang dapat bermanfaat untuk ibadah, berupa mukena dan sarung. Target kita seribu," ungkap Nyimas Novi Ujiani, ketua Muslimat NU Kabupaten Karimun.

Muslimat NU yang anggotanya kaum ibu Nahdatul Ulama ini, menggalang bantuan pada momentum peringatan hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember. Sehingga nantinya yang bergerak menggalang dana kesemuanya anggota Muslimat NU dari pengurus ranting hingga cabang.

Mujahidin Cyber

"Penggalangan mukena dan sarung dilakukan oleh anggota dan pengurus Muslimat dari ranting hingga cabang," tambahnya.

Penggalangan alat ibadah tersebut, nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun, yang nantinya akan di gabung dengan penggalangan bantuan dari organisasi masyarakat lainnya. Selanjutnya akan dikirim ke Aceh.

Mujahidin Cyber

"Organisasi lainnya di Karimun juga melakukan penghalangan bantuan, baik itu organisasi berbasis kepemudaan maupun kedaerahan. Nanti bantuan termasuk dari kita (Muslimat NU) akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten untuk selanjutnya dikirim ke Aceh," ungkap Ketua Fraksi PKB DPRD Karimun ini.

Sebelum menentukan bantuan yang digalang lanjut Nyimas, mereka telah melakukan komunikasi dengan korban mengenai kebutuhan yang diperlukan. Sehingga bantuan tepat sasaran dan tepat guna.

Selain mukena dan sarung, mulai Rabu (14/12) Muslimat NU akan melakukan penggalangan dana. Hasil yang terkumpul akan mereka belikan susu untuk anak, makanan ringan serta mainan anak-anak. Hal itu sebagai wujud kepedulian kaum ibu terhadap dampak psikis bagi anak-anak korban gempa.

"Kita telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk penggalangan dana. Hasilnya kita belanjakan untuk kebutuhan anak-anak. Baik itu susu, makanan ringan maupun mainan. Anak-anak membutuhkan perhatian agar trauma atas bencana yang menimpa mereka dapat dilupakan" tambahnya.

Untuk memudahkan para dermawan menyampaikan bantuan, Muslimat NU mendirikan posko peduli Aceh. Diantaranya, untuk Kecamatan Karimun dikumpulkan di kediaman Sri Rubi samping Indo A Yani, dengan nomor ponsel 082392812230, Kecamatan Meral dikumpulkan di depot air Gang Awang Nur dengan nomor ponsel 085272182576 atas nama Yuliana, Kecamatan Tebing dikumpulkan di kediaman Emi Agustiani dengan nomor ponsel 081261828462, Kecamatan Meral Barat dikumpulkan di PKBM Sinar Bangsa Centre dengan nomor ponsel 081277558000 atas nama Erwin, di Masjid Agung dikumpulkan dengan Aan, nomor ponsel? 085356933993. Sedangkan untuk masyarakat di luar pulau Karimun agar dapat dikumpulkan di kediaman ketua PAC dan ranting Muslimat NU setempat.

"Saya selaku ketua Muslimat NU Kabupaten Karimun sangat berharap, agar para dermawan yang memiliki rejeki lebih dapat membantu derita korban gempa Aceh. Sekecil apapun bantuan insya allah akan berarti bagi mereka dan tercatat sebagai amal jariyah," pungkas Nyimas. (Sularno Menot/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Pertandingan, Habib Mujahidin Cyber

Sabtu, 02 Desember 2017

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini

Bondowoso, Mujahidin Cyber - Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir menghibahkan sebuah bis mini kepada PCNU Bondowoso. Dhafir berharap sebagai warga NU bagaimana roda organisasi NU itu bisa berjalan seiringan kebutuhan masyarakat Bondowoso yang mayoritas warga NU.

"Maka ini tentu diperlukan transportasi, itulah kemudian saya secara ikhlas dan tulus menyerahkan bis mini satu untuk operasional NU," katanya saat diwawacarai Mujahidin Cyber setelah acara rutin Lailatul Ijtima di Mushalla Kantor NU Bondowoso, Selasa (15/8) malam.

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bondowoso Terima Bantuan Hibah Bus Mini

Menurut penasihat GP Ansor Bondowoso, “Ini bantuan secara pribadi dan kebetulan saya ada untuk digunakan untuk operasional NU dan tentu saya minta bagaimana bis itu dikating hanya gambar NU, mungkin para pendiri NU dan sekaligus juga ditulisin jas hijau.”

Mujahidin Cyber

Selain itu mobil ini digunakan untuk operasional NU, kepentingan Nahdlatul Ulama dan bagaimana pun juga saya begini karena keberkahan NU.

Di samping itu ia juga mengajak sahabat anggota fraksi yang lain untuk peduli dan membesarkan NU. “Bagaimana kita menghidupkan organisasi NU ini yang harus kita lakukan semua termasuk kader-kader NU.”

Mujahidin Cyber

Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan, kebetulan Ketua DPRD Bondowoso itu memiliki mobil. Sementara NU memiliki kebutuhan mobilasi anak-anak SMA serta lainnya.

“Saya? juga mengucapkan banyak terima kasih kepadanya. Alhamdulillah NU punya mobil untuk operasional," ucapnya Kiai Qodir.

Penyerahan simbolis bantuan ini dilakukan secara langsung oleh H Ahmad Dhafir kepada Rais Syuriyah NU Bondowoso KH Asyari Phasa berupa BPKB bus mini. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Warta Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Jakarta, Mujahidin Cyber. Urusan penistaan dan penodaan agama selalu muncul dan berulang dari zaman ke zaman. Salah satu yang cukup menghebohkan era 90-an adalah ketika Tabloid Monitor yang dipimpin oleh Aswendo Atmowiloto menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan ke-11 sebagai tokoh yang dikagumi publik, kalah populer dengan artis-artis seronok asal Hollywood.?

Umat Islam merasa terhina dan sejumlah organisasi pemuda turun ke lapangan dan mengobrak-abrik kantor tabloid tersebut. Diantara yang ikut dalam rombongan pendemo tersebut seorang remaja tanggung usia SMP asal Priok, Abi, yang memiliki semangat besar membela Islam.

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Bukan hanya di jalanan, Abi juga mengikuti berbagai pertemuan dan diskusi yang digelar membahas kasus tersebut. Semuanya dilakukan atas nama membela martabat Islam. Salah satu yang dihadiri adalah kajian Paramadina di hotel Kartika Chandra Jakarta. Abi menyaksikan perdebatan sengit antara Nurcholis Madjid dan Djalaluddin Rahmat dengan peserta bernama Hasan Dalil, yang dengan berapi-api menggugat sikap kedua tokoh tersebut yang dianggapnya membela Wendo.?

Mujahidin Cyber

Hasan Dalil memanaskan situasi dengan berkali-kali meneriakkan kalimat takbir. Abi pun merasa terprovokasi dan semakin gemas ingin menyeret Aswendo.

Mujahidin Cyber

Informasi lain, Abi juga mendengarkan selentingan dari kiri dan kanan bahwa Gus Dur di majalah Tempo menuliskan pandangannya dan pembelaannya atas apa yang dilakukan Aswendo, sebuah pemikiran yang tidak populer di kalangan aktifis yang pada saat itu umumnya sangat geram.

Ia sendiri mengaku tidak membaca tulisan tersebut, maklum masih SMP, hanya diceritakan oleh seorang novelis populer yang dikaguminya dan terlibat dalam aksi massa menentang Aswendo.

Di kediaman penulis tersebut di bilangan Utan Kayu Jakarta, malam tersebut, mereka berbincang tentang kasus tabloid tersebut dan rencana kelanjutan aksinya, termasuk membahas pembelaan Gus Dur terhadap Aswendo. Satu kata-kata yang diingat dari sahibul bait adalah “tokoh zionis yang wajib dibunuh itu bernama Gus Dur!"?

Sejak saat itulah tertanam kebencian di lubuk Abi pada sosok bernama Gus Dur, dan berbisik dalam hati, "Saya harus membunuhnya!"

Selang satu tahun kira-kira setelah kejadian itu, di kediaman duta besar Iran, diselenggarakan acara Majelis Taziyah Syahadah Al Husain. Ia merupakan salah satu pesertanya karena sedang bergelora mempelajari ajaran ahlul bait.?

Ketika sedang menunggu pintu utama dibuka, seseorang turun dari mobil dan berjalan mendekatinya, persis di sebelah kanannya, berkacamata tebal dengan rambut belah pinggir, gemuk, berkemeja lengan pendek, GUS DUR!

Ia merasa bergetar, salah tingkah, “Bukankah orang ini yang ingin saya bunuh?” bisiknya dalam hati, konyolnya ia malah menunduk taziem dan menarik telapak tangan kanan Gus Dur, seraya menciumnya dengan penuh rasa hormat.

Dan, hawa benci yang sempat tertanam itu rontok menjadi rasa kagum dan penuh penyesalan, apalagi di dalam Majelis Asyuro yang hanya dihadiri kurang lebih 50 orang itu, ia duduk persis di sebelah Gus Dur.

Ia tidak dapat mengikuti majelis dengan khusyu, karena perhatian hati dan pikirannya terampas oleh sosok di sebelahnya yang khusyu mendendangkan shalawat Nabi.

“Bagaimana mungkin orang yang sebegitu mencintai Nabi bisa saya benci?”

Pada hari itu pula, ia merasa terberkati, selain berada di majelis doa, tapi juga karena hingga tuntas majelis itu, ia berada di sisi ulama yang banyak disalahfahami orang, juga begitu banyak di cintai umat, sungguh sebuah perkenalan yang indah.

Apalagi setelah mendalami tasawuf, ia semakin menghormati Gus Dur dan menganggapnya sebagai orang yang alim dan mulia, yang tidak bisa dilihat dengan kaca mata biasa. Ia beberapa kali datang ke kediaman Gus Dur di Ciganjur dan dibantu dalam menyelenggarakan acara pengajian. “Gus Dur orang yang tabarruki.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Habib Mujahidin Cyber

Kamis, 30 November 2017

PBNU Imbau Masyarakat Sempurnakan Ibadah Puasa 30 Hari

Jakarta, Mujahidin Cyber - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak umat Islam di Indonesia untuk tetap melangsungkan ibadah puasa Ramadhan 1437 H pada Selasa 5 Juli 2016. Pengurus harian PBNU berdasarkan laporan rukyat Lembaga Falakiyah PBNU menetapkan satu Syawal 1437 H jatuh pada Rabu 6 Juli 2016.

“Kepada warga NU dan umat Islam pada umumnya, kami mengimbau untuk menyempurnakan ibadah puasa 30 hari dan berhari raya pada Rabu 6 Juli 2016,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/7) petang.

PBNU Imbau Masyarakat Sempurnakan Ibadah Puasa 30 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Masyarakat Sempurnakan Ibadah Puasa 30 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Masyarakat Sempurnakan Ibadah Puasa 30 Hari

Putusan ini didasarkan pada pelaksanaan rukyatul hilal bil fi‘li tim falakiyah NU di sejumlah lokasi rukyat yang telah ditentukan. Hasilnya tim dari Lembaga Falakiyah PBNU tidak berhasil melihat hilal. Dengan demikian umur bulan Ramadhan 1437 H adalah 30 hari (istikmal).

Mujahidin Cyber

“Kami mengucapkan selamat merayakan hari Idhul Fithri satu Syawal 1437 H dengan penuh suka cita. Mohon maaf lahir dan batin,” kata Kang Said didampingi Sekjen PBNU H Helmy Faisal Zaini dan Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra.

Ia berdoa agara ibadah puasa umat Islam dan amal ibadah lainnya selama Ramadhan diterima Allah SWT. “Semoga ibadah selama Ramadhan dapat diamalkan pada bulan di luar Ramadhan,” tandas Kang Said. (Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib Mujahidin Cyber

Minggu, 19 November 2017

Ribuan Imam, Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan Pemerintah

Tegal, Mujahidin Cyber



Sebagai wujud apresiasi atas pengabdiannya kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tegal memberikan bantuan kepada ribuan imam shalat rawatib, guru TPQ dan Guru Madrasah Diniyah (Madin). Penyerahan bantuan dilakukan oleh Bupati Tegal, Enthus Susmono, Selasa (11/7) di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal .

Ribuan Imam, Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Imam, Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Imam, Guru TPQ dan Madin Terima Bantuan Pemerintah

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Tegal Fakihurrohman mengatakan, pemberian bantuan ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tegal Nomor 177/2017 tanggal 31 Januari 2017 tentang belanja hibah dan bansos tahun 2017 yang berasal dari APBD Kabupaten Tegal tahun 2017.

"Untuk dana hibah dan bansos untuk ? imam rawatib yang mendapatkan bantuan sebanyak 1.000 orang. Setiap imam rowatib mendapat Rp 300.000 yang disalurkan melalui Forum Komuniasi Imam Rowatib (FKIR) Kabupaten Tegal," ujarnya.

Bantuan untuk guru TPQ, lanjutnya, disalurkan melalui Badko TPQ sebesar Rp 5 Miliar. sedangkan Guru Madin disalurkan melalui Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) sebesar Rp 4 Miliar. ?

"Bantuan tersebut diperuntukan bagi 7970 guru TPQ dan Madin, besarannya setiap orang sebesar Rp 1,2 juta," terangnya.

Mujahidin Cyber

Sementara Bupati Tegal, Enthus Susmono mengungkapkan, bantuan yang diberikan Pemkab belum mampu mencukupi kebutuhan operasional penerima, dikarenakan keterbatasan kemampuan keuangan daerah. ?

"Kami akan upayakan bantuan bagi imam rawatib untuk ditambah tahun depan. Ini sebagai bentuk apresiasi Pemkab Tegal kepada para guru TPQ dan madrasah serta imam rowatib yang telah mengabdikan diri kepada masyarakat," ujarnya.

Mujahidin Cyber

Mantan Ka Satkorcab Banser Tegal itu juga menyampaikan, bantuan hibah dan bansos untuk Badko TPQ, Badko Forum Komunikasi Dinniyah Takmiliah (FKDT) dan Imam Rawatib sempat terkendala tidak dapat dicairkan pada tahun 2015 dan 2016.?

"Hal tersebut semata-mata karena perubahan kebijakan Pemerintah Pusat terkait hibah dan Bansos melalui pelaksanaan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda," pungkas Enthus. (Hasan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Cerita Mujahidin Cyber

Rabu, 15 November 2017

Chavez Usir Penginjil AS

Venezuela, Mujahidin Cyber
Presiden Venezuela  Hugo Chavez, Rabu memerintahkan misi pengabar injil Suku Baru AS  yang bekerja dengan kelompok-kelompok  pribumi untuk meninggalkan negara itu setelah menuduh mereka sebagai "penyusupan imperialis" dan mata-mata.

Chavez, mantan anggota pasukan payung, yang mengatakan revolusi sosialisnya melawan pengaruh AS, menangguhkan izin misionari asing  Agustus setelah pengabar injil AS Pat Robertson mengimbau Washington untuk membunuh pemimpin sayap kiri itu. Robertson kemudian meminta maaf.

"Saya telah memberikan perintah itu, Suku-Suku Baru, apa yang disebut Suku-Suku Baru, harus meninggalkan Venezuela. Ini adalah benar-benar penyusupan imperialis, yang membuat saya malu," kata Chavez yang mengenakan seragam militer dan baret merah.

"Ini adalah penyusupan imperialis, CIA , mereka mengumpulkan informasi penting dan strategis,  disamping itu mereka juga  mengeksploitir  penduduk pribumi kita," katanya. "Kita tidak ingin memperlakukan mereka dengan kasar, tapi hanya  memberikan mereka  waktu untuk berkemas-kemas dan pulang."

Ia tidak mengatakan kapan misi itu akan meninggalkan Venezuela  dan tidak mengungkapkan bukti tuduhan-tuduhannya. Chavez, yang  dipuji oleh para pendukungnya karena memperjuangkan kaum miskin, mengemukakan hal itu dalam satu acara  di Negara bagian Apure untuk menyerahkan tanah, traktor dan kredit untuk membantu kelompok pribumi.

Misi Suku Baru yang berpusat di Florida, sebuah kelompok pengabar injil  yang melatih dan mengkoordinasi misi-misi untuk mengajar di daerah-daerah terpencil, memiliki 160 pengabar injil di Venezuela  yang bekerja dengan 12 kelompok pribumi, kata Situsnya.

Pengumuman itu dikeluarkan beberapa hari setelah Robertson, seorang pemimpin konservatif Kristen  yang mendukung Presiden AS George W.Bush yang mengecam Chavez, menuduh dia mendanai Osama bin Laden dan berusaha memperoleh bahan atom dari Iran. "Para pejabat Venezuela menolak tuduhan-tuduhan baru itu sebagai " tak masuk akal."

Chavez sering menuduh Washington berusaha menggulingkan atau membunuhnya. Para pejabat AS membantah tuduhan itu sebagai sembarangan, retorika untuk mencari kepopuleran, tapi mengatakan pemimpin Venezuela itu bekerjasama dengan Presiden Kuba Fidel Castro untuk merusak demokrasi rejional.

Kendatipun hubungan politik yang tegang dan saling kecam tidak membuat Venezuela, ekporter nomor lima minyak dunia, menghentikan penjualan sebagian besar minyaknya ke AS.
(atr/cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Bahtsul Masail, Habib, Ulama Mujahidin Cyber

Chavez Usir Penginjil AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Chavez Usir Penginjil AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Chavez Usir Penginjil AS

Kamis, 02 November 2017

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII

Bandarlampung, Mujahidin Cyber. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulam (KMNU) harus menjadi motor dakwah Islam ramah di kampus, sehingga KMNU harus tetep semangat, istiqomah dan ikhlas dalam berjuang. Hal ini diungkapkan salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum Pertama KMNU Universitas Lampung (Unila), M. Aris Ridho.?

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Aswaja di Kampus, KMNU Harus Sinergi dengan PMII

“KMNU Universitas Lampung sudah genap berumur 6 tahun, melihat perkembangan organisasi ini, saya yakin Insya Allah KMNU kedepan akan semakin eksis dalam mewarnai, menjaga, dan melestarikan amaliah ahlussunah waljamaah di kampus,” ujar Aris.?

Aris mengatakan, KMNU harus terus mengembangkan sayap dakwahnya dan memaksimalkankan pengakderan. KMNU juga harus selalu bersinergi dengan saudara tuanya, yaitu PMII, meski berbeda, tidak boleh berseberangan apalagi berbenturan.

Untuk meng-counter isu-isu tertentu, tambah Aris, Kader KMNU harus bersatu, jangan bergerak sendiri-sendiri. Sudah saatnya kader-kader KMNU memberikan warna media sosial dengan menyebarkan gagasan-gagasan Islam moderatnya, bukan hanya penikmat saja.?

Mujahidin Cyber

Menurut Aris, Gerakan dan paham-paham anti NU dan NKRI sudah begitu masif mempengaruhi mayoritas muslim Indonesia, khususnya anak muda dan kalangan mahasiswa. Gerakan ini berkembang melalui penggiringan opini dan isu-isu provokatif yang sangat mudah berkembang di masyarakat.?

“Itulah tugas anak-anak muda NU untuk memberikan pemahaman agama yang baik dan benar,” Aris. (Ahmad Saroji/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Kyai, Habib, AlaNu Mujahidin Cyber

Selasa, 31 Oktober 2017

PMII Soroti Pola Kepemimpinan Soekarno dan Mbah Wahab

Jombang, Mujahidin Cyber

Pola kepemimpinan Soekarno atau Bung Karno dan Mbah Wahab (KH Abdul Wahab Hasbullah) menjadi sorotan para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang. Pengurus komisariat berupaya membedah secara gamblang pola kepemimpinan mereka dengan kegiatan seminar kepemimpinan kedua tokoh tersebut, Sabtu (27/2) di Aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Dalam seminar itu disebutkan bahwa Bung Karno dalam kepemimpinannya sudah memberikan banyak kontribusi bagi bangsa dan Negara, sehingga sampai saat ini ia selalu menjadi teladan para elit pemimpin kekinian. Selain itu, ia juga dekat dengan sejumlah kiai di Nusantara, termasuk Mbah Wahab sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).?

PMII Soroti Pola Kepemimpinan Soekarno dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Soroti Pola Kepemimpinan Soekarno dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Soroti Pola Kepemimpinan Soekarno dan Mbah Wahab

Sebagai pembicara, pengurus komisariat menghadirkan Dian Sukarno, penulis buku sekaligus pegiat sejarah tokoh di Indonesia. Pada kesempatan itu Ia membahas tentang perjalanan hidup Bung Karno dan sejarah kepemimpinannya.?

Sedangkan tentang kepemimpinan Mbah Wahab disajikan Ahmad Samsul Rijal, Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang. Dan pemateri ketiga yakni Gus Fadlullah, keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum berhalangan hadir.

Dari Perbincangan tentang kedua sosok istimewa tersebut, ditemukannya garis besar kesamaan tujuan dalam kepemimpinannya, yaitu mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Perjuangan mereka pada ahirnya kita bisa memahami bahwa keduanya melakukan upaya-upaya menyetahterakan umat atau bangsa Indonesia dari penindasan,” kata Samsul Rijal di tengah-tengah seminar berlangsung.

Mujahidin Cyber

Di samping itu, Rijal sapaan akrabnya berharap seminar tersebut bisa memberikan nilai manfaat bagi mahasiswa pergerakan dalam menjalankan mandat organisasi, ia juga mengimbau kepada aktivis PMII menauladani pola kepemimpinan dua tokoh tersebut di tengah-tengah Indonesia saat ini diguncang oleh beberapa kelompok anti pancasila dan NKRI. Sudah semestinya PMII dan NU yang sama-sama memiliki paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) membangun kekuatan dalam visi yang sama, yakni mempertahnkan NKRI dan pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Abdul Aziz Ketua Mandataris PC PMII Jombang mengungkapkan bahwa perjuangan dua tokoh itu masih sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, kalangan mahasiswa sebagai kaum intelektual dan agent perubahan hendaknya mampu menerusakan perjuangan mereka.

Mujahidin Cyber

"Dengan langkah ini, saya berharap kader PMII dalam setiap gerakannya mampu mencontoh kedua tokoh tersebut. Dan saat ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari langkah kita semua untuk lebih semasngat dalam memperjuangkan Bangsa ini," ujarnya.

Seminar ini diikuti perwakilan dari pengurus komisariat dan rayon PMII se-Jombang, juga utusan beberapa mahasiswa setempat. Menurut pantauan Mujahidin Cyber, puluhan peserta mengikutinya dengan antusias dan mencermatinya hingga acara rampung. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Minggu, 15 Oktober 2017

Fatayat NU Aceh Latih Guru PAUD di 12 Kabupaten

Aceh Besar, Mujahidin Cyber. Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama (PW Fatayat NU) Provinsi Aceh menggelar pelatihan kapasitas tenaga guru PAUD untuk 12 kabupaten/kota se-Provinsi Aceh.

Fatayat NU Aceh Latih Guru PAUD di 12 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Aceh Latih Guru PAUD di 12 Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Aceh Latih Guru PAUD di 12 Kabupaten

“Ini merupakan program yang terakhir PW Fatayat NU Aceh kerjasama dengan The Global Fund for Children, yang sebelunya sejak 2006 juga telah dilaksanakan 4 kali di Banda Aceh, Aceh Utara, Aceh Tengah,” kata Ketua PW Fatayat NU Hj. Abriati Yusuf, SE.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Drs. Anas M. Adam memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas tenaga pendidik PAUD/TK dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di Aceh, Kamis (18/4), di Permata Hati Training Center, Aceh Besar.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, setiap guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus mempunyai kapasitas dalam mendidik anak-anak, karena gurulah yang akan membentuk karakter bagi siswanya.

Anas M. Adam menambahkan, Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak ini sangat penting, namun sampai saat ini masih banyak guru yang belum memiliki kapasitas untuk mengelola PAUD.

Mujahidin Cyber

“Banyak yang belum memiliki konsep tentang apa yang ingin diraih, guru yang membentuk karakter anak, di PAUD juga diajarkan bagaimana cara berinteraksi, ini hal kecil namun jika tidak memiliki kemampuan, akan berakibat fatal bagi anak”, ujar Anas

Menurutnya, usia anak-anak cenderung meniru apa yang dilihat dan didengar, otak mereka harus dirangsang, maka penting hal ini diketahui oleh para pendidik di PAUD dan TK, maka sebelumnya guru harus benar-benar mampu.

“Pelatihan ini diharapkan akan melahirkan trainer-trainer baru yang mampu mentransfer ilmunya kepada guru-guru lain daerah, sehingga pendidikan di Aceh akan lebih baik dimasa mendatang”, pungkas Anas

Hj. Abriati Yusuf mengatakan, pelatihan menghadirkan beberapa pemateri, diantaranya Denny Kadarusman dari Yayasan Anak Bangsa Indonesia (YABI) Jakarta, Agus Fatah, Budi, Nurul Azmi dari Fatayat NU dan dari Instansi Pemerintah.

Menurut Abriati, training ini dilaksanakan selama empat hari empat malam, peserta diberi pendidikan kurikulum pendidikan PAUD, praktik lapangan pada sabtu esok, serta diberikan makanan tambahan susu, kacang hijau, kedelai, sabun, agar dapat dijadikan sebagai contoh yang akan diberikan di sekolah nantinya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Nat Riwat

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Habib Mujahidin Cyber

Rabu, 04 Oktober 2017

Muslimat NU Jember Tekankan Pendidikan Agama Sejak Dini

Jember, Mujahidin Cyber. Penanaman nilai-nilai agama terhadap anak sejak dini adalah suatu keniscayaan. Sebab, nilai tersebut akan menjadi dasar pembangunan karakter mengiringi masa pertumbuhan anak. Hal tersebut dikemukakan Ketua PC Muslimat NU Jember, Nyai Hj Emi Kusminarni saat menyampaikan sambutan dalam acara pelatihan manasik haji kecil di masjid Pondok Pesantren Darus Sholah, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Rabu (14/9).

Muslimat NU Jember Tekankan Pendidikan Agama Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jember Tekankan Pendidikan Agama Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jember Tekankan Pendidikan Agama Sejak Dini

Menurut Nyai Emi, dewasa ini tantangan orang tua dalam mendidik anak, semakin berat dan kompleks. Pasalnya, anak-anak jaman sekarang mempunyai banyak "godaan" yang cukup menggiurkan, misalnya tontonan televisi, permainan game dan sebagainya. "Tugas kita, tugas orang tua semakin berat. Namun kita wajib yang memberikan yang terbaik bagi anak," tukasnya.

Nyai Emi menambahkan, pelatihan manasik haji kecil tersebut tak lepas dari tujuan pembentukan akhlaq anak. Selain mereka bisa praktek langsung soal manasik haji, juga terdapat hal lain yang bisa ditangkap. Yaitu kebersamaan dan kerukunan anak-anak dalam bermasyarakat. "Yang penting juga memacu dan mengasah kecerdasan anak serta menumbuhkan kesadaran beragama yang baik," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Nyai Hj. Maimunah Muqit Arif ? dalam sambutannya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Persatuan Guru TK Muslimat NU atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap agar ? pelatihan manasik haji kecil itu tidak hanya memacu keinginan anak-anak untuk menunaikan rukun Islam yang kelima pada saatnya nanti, tapi juga memberi hiburan yang bernuansa mendidik atau pendidikan yang menghibur.?

Mujahidin Cyber

"Pelatihan ini memberikan hiburan bagi anak-anak sekaligus melatih disiplin dan bergaul lebih luas," urai alumni Universitas Islam Jember ? (UIJ) itu.

Istri Wakil Bupati Jember, KH Muqit Arif ? tersebut, selanjutnya berkenan menggunting pita sebagai tanda dimulainya pelatihan, didampingi pengurus Muslimat NU, pengurus PGTK dan ? wakil Kementerian Agama Kabupaten Jember.

Acara tersebut diikuti oleh 700 peserta. Sebagian besar mereka berasal dari TK di bawah naungan Musilmat NU Jember. Sebagian lagi berasal ? dari TK di luar Muslimat NU Jember. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Habib, Santri, Khutbah Mujahidin Cyber

Minggu, 10 September 2017

Mustasyar PBNU: Malas Berinfak Termasuk Golongan Tertipu

Kudus, Mujahidin Cyber. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sya’roni Ahmadi mengajak umat melaksanakan dengan harta. Sebab, harta benda seisinya adalah titipan dari Allah yang pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.

“Bila manusia sudah mati, harta benda dari bumi dan langit seisinya menjadi kekuasaannya Allah. Makanya mumpung masih hidup, berinfaklah untuk sabilillah,” katanya saat melanjutkan keterangan ayat 10-15 Surat Al-Hadid dalam pengajian Tafsir Al-Qur’an di Masjid al-Aqsha Menara Kudus, Selasa (23/7) pagi.

Mustasyar PBNU: Malas Berinfak Termasuk Golongan Tertipu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustasyar PBNU: Malas Berinfak Termasuk Golongan Tertipu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustasyar PBNU: Malas Berinfak Termasuk Golongan Tertipu

Di depan ribuan jamaah, ulama kharismatik tersebut menjelaskan, berinfak kepada sabililah adalah menyumbangkan harta benda untuk kepentingan menegakkan agama Allah. Kategori sabilillah itu berupa untuk pembangunan masjid, musholla, pondok pesantren, madrasah, tempat-tempat pengajian, dan bentuk kebaikan lainya.

Mujahidin Cyber

Berinfak, terang Mbah Sya’roni, akan mendapat pahala (balasan) dari Allah. Orang berinfak pahalanya berbeda-beda antara besar dan kecil sesuai kadar infaknya. Diceritakan dalam ayat ini, beinfak sebelum kota Makkah dikuasai Nabi Muhammad itu lebih besar pahalanya setelah Makkah dikuasai.

Mujahidin Cyber

“Meskipun berbeda-beda pahalanya, semua yang berinfak mendapat pahala di surga. Pahala itu tergantung amalannya, namun meski berinfak banyak maupun sedikit tetap ada balasannya,” jelasnya.

Orang yang tidak mau berinfak, kata Mbah Sya’roni, termasuk golongan yang tertipu. Dengan mengutip syair Ba’dhul Fudhola’, ia menerangkan orang yang selalu mengumpulkan dan memikirkan harta benda untuk angan-angan yang belum diketahui waktunya.

“Misalnya, orang berlimpah harta sudah merancang membuatkan rumah untuk cucunya padahal belum jelas lahirnya seorang cucu. Orang yang demikian tertipu oleh angan terlalu tinggi, ini tidak baik,” terangnya.

Pada penjelasan ayat lainnya, Mbah Sya’roni menerangkan hidup di dunia pasti akan selalu ribut (rekoso) sebagaimana nash Al-Qur’an. “Oleh karenanya, kita harus selalu bersabar,” imbaunya.

Mbah Sya’roni melanjutkan, barang siapa yang mau mengutangi Allah maka bakal dibalas berlipat-lipat oleh Allah. Kata utang merupakan kiasan menyuruh berinfak yang pada akhirnya nanti Allah akan mengganti.

Kenapa Allah tidak memberikan balasan sekarang? Mbah Sya’roni menerangkan Allah memberikan balasan di surga supaya manusia tidak kaget dan disibukkan dengan balasan-Nya tersebut.

“Bayangkan saja, bila balasan Allah dengan gedung berupa emas diberikan langsung di dunia, manusia pasti sibuk ngrumati pemberian-Nya. Jadi, Allah menyimpannya untuk di akhirat nanti,” terangnya.

Pengajian tafsir yang berlangsung tiap hari selama bulan Ramadhan ini,diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah Kudus,Jepara dan sekitarnya.Saking membludaknya jamaah, pihak pengurus masjid menyediakan layar lebar di tempat parkir dan jalan depan Menara Kudus.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Habib Mujahidin Cyber

Kumpul Maulid, GP Ansor Tlanakan Kampanye Bahaya Narkoba

Pamekasan, Mujahidin Cyber - Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Tlanakan Kabupaten Pamekasan melangsungkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (27/12) malam. Selain zikir dan shalawat yang menggema, mereka melalui Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) menyosialisasikan bahaya narkoba.

Acara yang ditempatkan Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan ini, dihadiri pengurus MWCNU Tlanakan, Kepolisian Sektor (Polsek) Tlanakan, anggota TNI dari Koramil, dan sejumlah tokoh setempat.

Kumpul Maulid, GP Ansor Tlanakan Kampanye Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumpul Maulid, GP Ansor Tlanakan Kampanye Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumpul Maulid, GP Ansor Tlanakan Kampanye Bahaya Narkoba

"Memerangi narkoba adalah kewajiban kita sebagai umat Islam. Sebab, itu bagian dari jihad melawan kemungkaran," tegas Kepala Baanar Tlanakan Moh Rokib.

Baanar Tlanakan akan terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba di seluruh wilayah Kecamatan Tlanakan.

Mujahidin Cyber

"Kami atas nama pengurus Baanar GP Ansor Tlanakan akan terus berusaha melakukan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat luas. Tentu dengan menggandeng instansi pemerintah, baik dari pejabat di lingkungan Kecamatan Tlanakan, Polsek Tlanakan Koramil, tokoh masyarakat dan organisasi non-pemerintah lainnya," kata Rokib.

Mujahidin Cyber

Gencarnya sosialisasi bahaya barang haram itu diharapkan dapat menekan angka peredaran narkoba di wilayah hukum Kabupaten Pamekasan khususnya Kecamatan Tlanakan yang tergolong darurat narkoba.

"Karena narkoba dapat merusak fisik dan mental generasi bangsa. Sekali mengonsumsinya, masa depan pasti langsung buram," tandasnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Santri Mujahidin Cyber

Kamis, 07 September 2017

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

Subang, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Subang yang diwakili oleh beberapa pengurusnya menerima wakaf dari pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah di Lembah Sarimas Hotel, lingkungan kompleks masjid As-Sa’adah, Kabupaten Subang, Rabu (2/2). Proses serah terima wakaf ini berlanjut dengan pembahasan teknis pengelolaan masjid.

Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah mengatakan, pendiri dan pemilik Masjid As-Saadah H Ibrahim diketahui sudah lama ingin mewakafkan masjidnya ke PCNU Subang karena memang leluhur H Ibrahim adalah orang NU.

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Subang Terima Wakaf Masjid Assaadah Ciater

"Tadinya pihak keluarga setuju masjid As-Sadah? diwakafkan. Walaupun ada sedikit keberatan dari salah satu ahli waris, tapi kemudian pada akhirnya mereka semua setuju," kata Kiai Musyfiq usai rapat.

Ia menambahkan, dalam pertemuan ini disepakati bahwa Nadhir Masjid Assaadah ini adalah Yayasan As-Saadah yang akan segera diurus pembuatan Akta Yayasannya di Notaris dan Akta Wakaf Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Mujahidin Cyber

"Susunan pengurusnya kebanyakan dari PCNU Subang," katanya.

Sebagaimana diketahui Masdij As-Sa’adah adalah salah satu masjid yang cukup megah di Kabupaten Subang. Masjid ini didirikan oleh pengusaha bernama H Ibrahim. Masjid ini terletak di daerah pegunungan sehingga membuat masjid yang berdekatan dengan tempat wisata air hangat itu memiliki keindahan tersendiri. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid yang memiliki kubah berwarna biru ini menelan biaya hingga miliaran rupiah. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Habib, Amalan Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock