Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

STAINU Jakarta Gelar Bazar dan Bedah Buku Fiqih Indonesia

Bogor, Mujahidin Cyber. Program studi ahwal syakhsiyah STAINU Jakarta menggelar bazar dan bedah buku fikih Indonesia. Kegiatan diadakan di Gedung Kampus B Stainu Jakarta, Parung Bogor, Kamis (29/5).

STAINU Jakarta Gelar Bazar dan Bedah Buku Fiqih Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Gelar Bazar dan Bedah Buku Fiqih Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Gelar Bazar dan Bedah Buku Fiqih Indonesia

Kegiatan yang diawali dengan bazar buku ini sudah dimulai sejak tanggal 20 dan diakhiri dengan bedah buku yang berjudul “Fiqih Indonesia” yang di karang oleh Marzuki Wahid dengan pemateri Ulil Absar Abdala dan KH Husein Muhammad.

Ketua Panitia Bazar dan Bedah buku, Muhammad Nabil mengatakan, kegiatan dilatarbelakangi masih sering terjadinya dualisme hukum yang di alami oleh umat muslim di Indonesia, yaitu antara hukum Islam dan hukum negara.

Mujahidin Cyber

Buku yang ditulis Maruki Wahid menjelaskan perihal CLD-KHI (Counter Leegal Draf Kompilasi Hukum Islam) yang dinilai sesuai dengan dinamika sosial masyarakat Indonesia. CLD merupaan counter dari KHI (Kompilasi Hukum Islam) yang sudah terbentuk pada zaman Orde Baru,” kata Nabil menambahkan.

Mujahidin Cyber

Acara bazar dan bedah buku dihadiri oleh Ketua STAINU Jakarta, Drs Mujib Qolyubi MH dan segenap civitas akademika STAINU serta mahasiswa dari kampus lainnya seperti UIN Jakarta dan PTIQ. (Nizar Presto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian, Daerah Mujahidin Cyber

Rabu, 31 Januari 2018

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu

Karanganyar, Mujahidin Cyber. Menjelang datangnya bulan Ramadhan, kalangan abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta yang diutus langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X mengadakan Upacara Labuhan di Gunung Lawu, Jumat (30/5) sore. Dipilihnya Gunung Lawu sebagai lokasi upacara karena dulu sempat dijadikan tempat pertapaan para Raja Mataram.

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Ada Upacara ‘Labuhan’ di Puncak Lawu

Dalam Upacara Labuhan ini, juru kunci Gunung Lawu dipasrahi ubo rampe atau sesaji oleh para abdi dalem Keraton Kasultanan Yogyakarta. Ubo rampe tersebut dimaksudkan sebagai lambang terima kasih kepada Allah swt. yang memberi keberkahan bagi masyarakat setempat.

Tradisi ini rutin dilakukan setiap tanggal 30 Rajab atau sebulan sebelum memasuki bulan Ramadan. “Ini juga sebagai ungkapan syukur kepada leluhur yang telah membantu berjuang untuk Kerajaan Mataram di masa lalu,” kata Abdi Dalem Widyo Budoyo, Kanjeng Mas Tumenggung Hardoyudo.

Mujahidin Cyber

Abdi dalem telah menyiapkan ubo rampe yang dimasukkan dalam dua kotak kayu berwarna merah yang bertuliskan Redi Lawu Kanemah dan Redi Lawu Kasepuhan. Selain ubo rampe, juru kunci gunung setinggi 3.265 meter ini juga diberikan kain adat jawa oleh abdi dalem.

Mujahidin Cyber

Setelah diterima, aneka ubo rampe dibawa ke Pepunden di Dusun Nano, Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu untuk diarak bersama warga setempat. Untuk kemudian tepat pada pertengahan malam, dibawa naik ke puncak Lawu.

Kepala Lingkungan Dusun Nano, Surono mengaku senang bisa menyambut para utusan Sri Sultan Hamengku Buwono X. “Ini memang sebuah tradisi yang harus dipertahankan,” tuturnya. (Rodif/Ajie/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Pemurnian Aqidah, Aswaja Mujahidin Cyber

Kamis, 11 Januari 2018

Mbah Moen: Kiai Harus Pandai Baca Tanda-tanda Zaman

Salatiga, Mujahidin Cyber - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang KH Maimoen Zubair hadir dalam acara Multaqo Kebangsaan, di Pondok Pesantren Wakaf Literasi Islam Indonesia (WALI) Candirejo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Sabtu (2/12).

Dalam kesempatan itu, Mbah Moen berpesan kepada para peserta yang terdiri atas kiai muda pengasuh pondok pesantren se-Jawa Tengah. Menurutnya, sebagai calon pengganti kiai yang sudah sepuh, mereka yang masih muda mesti mengantisipasi perubahan zaman.

Mbah Moen: Kiai Harus Pandai Baca Tanda-tanda Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Kiai Harus Pandai Baca Tanda-tanda Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Kiai Harus Pandai Baca Tanda-tanda Zaman

“Para kiai muda adalah calon pengganti kiai-kiai yang sudah senior. Karenanya para kiai muda harus pandai membaca tanda-tanda zaman dan mempersiapkan antisipasi perubahan zaman,” tutur Mustasyar PBNU itu.

Mujahidin Cyber

Selain itu, para kiai muda harus juga harus selalu siap dalam menghadapi ujian-ujian di masa mendatang yang saat ini mungkin belum kelihatan.

Mbah Moen memberikan semangat kepada para kiai muda agar tetap optimis dalam menyebarkan ajaran Islam rahmatan lil alamin.

Mujahidin Cyber

“Saya mendukung setiap langkah para kiai muda dalam menempa diri dan menjalin komunikasi untuk menghadapi masa depan dengan optimis dan penuh semangat,” katanya.

Forum Multaqo Kebangsaan ini juga diselenggarakan beberapa rangkaian kegiatan, antara lain Ngaji Jurnalistik dan Seminar Regional yang mengangkat tema Nilai-Nilai Ukhuwah dalam Tradisi Pendidikan Pesantren. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kiai, Daerah, Tokoh Mujahidin Cyber

Selasa, 02 Januari 2018

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk

Ponorogo, Mujahidin Cyber. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sampung berkolaborasi dengan PAC GP Ansor Sukorejo menyelenggarakan rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selama tiga hari berturut-turut, mulai Jum’at (1/2) sampai dengan Ahad (3/2). Tiga acara besar dilaksanakan dengan sukses.

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hari, PAC Ansor Sampung-Sukorejo Sibuk

Pada hari Jum’at, pengajian maulid menghadirkan pembicara KH Marzuki Mustamar (Ketua PCNU Kota Malang). Bersama masyarakat Desa Poh Ijo didukung oleh Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Ponoro pada hari Sabtu (2/2) malam digelar Istighostah dalam rangka haul Gus Dur.

Pada Ahad (3/2) giliran Satkorcab Banser Ponorogo menggelar pembaretan alumni Diklatsar Banser. Acara terakhir ini tidak lepas dari campur tangan dua PAC di wilayah barat laut Ponorogo ini.

Mujahidin Cyber

Pengajian bersama KH Marzuki Mustamar menyisakan kesan tersendiri bagi masyarakat. Betapa tidak, lazimnya pengajian baru dimulai pukul 20.00 WIB, tapi kali ini pada pukul 18.30 dimulai dan pukul 20.00 WIB pengajian sudah selesai. Pasalnya, KH. Marzuki Mustamar masih harus tampil di dua tempat, di Pendopo Kabupaten Ponorogo dan Desa Josari dalam tema yang sama.

Mujahidin Cyber

“Seumur-umur baru kali ini saya mengikuti pengajian yang selesai pada pukul 20.00 WIB. Alhamdulillah, pengunjung membludak dan kerja panitia memuaskan,” ungkap Soegijanto, Kepala Desa Poh Ijo. Pria bertubuh tinggi besar yang terkenal dermawan ini sangat berperan penting atas kesuksesan acara ini.

Gairah pengajian sehari sebelumnya rupanya berimbas pada acara hari kedua. Jama’ah Istighosah sudah mulai menyemut selepas maghrib meskipun acara baru direncanakan setelah Isya’. Syaiful Islam selaku koordinator Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor PC GP Ansor Ponorogo memimpin istighostah disambung dengan lantunan shalawat al-banjari yang dipersembahkan oleh PAC IPNU Sukorejo. Jama’ah istigostah begitu larut menghayati setiap bait lantunan shalawat. Acara ini juga dihadiri Syamsul Ma’arif Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo. 

Hari terakhir menjadi puncak kesuksesan acara. Supriyanto selaku Ketua PAC GP Ansor Sukorejo terlihat bersemangat memimpin barisan parade budaya mengiringi barisan alumni Diklatsar yang melakukan long march dari Desa Poh Ijo menuju Desa Tulung. Rute ini menempuh jarak 16 km.

“Capek rasanya tidak terasa begitu kaki menginjakkan kaki di Tulung. Semula diperkirakan 5-6 jam baru sampai, ini 4 jam lebih sedikit sudah finish, padahal peserta berjalan pelan karena harus mengiringi parade budaya,” kata Supriyanto yang sehari-hari bekerja sebagai guru MA ini.

Parade budaya yang pelaksanaannya dibawah kendali Muhaimin dari PAC Sukorejo menampilkan kesenian Gajah-gajahan dan drumband dari 4 sekolah, yaitu SDN Pohijo, MTsN Bogem Sampung, MTs Al-Azhar Carangrejo dan RA Muslimat Tulung. Menurut Moh. Mas’ud Ketua PAC Sukorejo, para peserta parade budaya menawarkan diri ikut tampil tanpa dihubungi panitia.

“Awalnya kami merasa bingung, bagaimana mengemasnya, tapi akhirnya lancar juga,” kata pria yang baru saja menikah ini.

Sebanyak 100 orang alumni Diklatsar mengikuti pembaretan dipimpin Ahmad Subkhi al Kalibek Kasatkorcab Banser Ponorogo. Sebelumnya Idam Mustofa Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo didaulat menyampaikan sambutan. Semua Kasatkoryon dan jajaran Satkorcab berkenan menyematkan baret kepada 10 anggota yang pada malam sebelumnya berhasil menemukan pin Diklatsar.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : M. Wahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Ahlussunnah, Daerah Mujahidin Cyber

Sabtu, 30 Desember 2017

14 Tahun Mengabarkan, NU Online Butuh Teman

Jakarta, Mujahidin Cyber?



Direktur Mujahidin Cyber Savic Ali mengatakan, di usia 14 tahun, Mujahidin Cyber terus konsisten untuk menyampaikan konten Islam Ahlussunah wal-Jama’ah yang bervisi damai dan kebangsaan. Saat ini, Mujahidin Cyber berada pada posisi lima besar media Islam dan mengatasnamakan Islam di Indonesia.?

Hal itu, di satu sisi menggembirakan, tapi di sisi lain sangat disayangkan. Menurut Savic, disebut menggembirakan karena itu berarti Mujahidin Cyber masih diterima pembaca dan terus meningkat.?

14 Tahun Mengabarkan, NU Online Butuh Teman (Sumber Gambar : Nu Online)
14 Tahun Mengabarkan, NU Online Butuh Teman (Sumber Gambar : Nu Online)

14 Tahun Mengabarkan, NU Online Butuh Teman

Disebut disayangkan karena pada lima besar situs populer Islam itu, hanya Mujahidin Cyber yang memiliki komitmen Islam Ahlussunah wal-Jama’ah yang bervisi damai dan kebangsaan. Bahkan, hingga posisi 20, tak ada yang sevisi dengan Mujahidin Cyber. ? ?

Mujahidin Cyber butuh teman,” katanya pada saat ia menjadi moderator Halal Bihalal dan Sarasehan Netizen NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (12/7) sore.

Mujahidin Cyber

Hal ini, menjadi tantangan besar para netizen NU untuk tetap menjaga konsistensi NU dan mengupayakan menemaninya dengan situs-situs lain yang bervisi serupa. Karena, kalau dibiarkan, masyarakat Muslim Indonesia akan mengkonsumsi konten-konten dari kelompok yang tidak bervisi Islam damai dan kebangsaan.

Menurut dia, jika situs-situs semacam itu menjadi konsumen masyarakat kota, terutama anak muda, terbukti melahirkan generasi muda yang merasa paling islami, merasa paling benar dan perilaku kasar jika bertemu dengan pendapat yang berbeda dengannya.

“Kita berharap Mujahidin Cyber jadi nomor satu dan punya teman, jaringannya,” kata peria kelahiran Pati, Jawa Tengah itu. ?

Soal jaringan, menurut dia, NU besar bukan karena strukturnya, tapi jaringan pesantrennya yang ada di mana-mana.?

Mujahidin Cyber

“NU besar karena jaringan pesantren. Keberhasilan Mujahidin Cyber juga karena jaringan,” pungkasnya.?

Pemimpin Redaksi Mujahidin Cyber A. Mukafi Niam juga berharap hal yang sama, sebagai sumber informasi warga NU dan Muslim moderat, Mujahidin Cyber akan bersinergi dengan para netizen NU untuk membangun kekuatan dengan untuk Islam rahmatan lilalamin dan Indonesia damai.

“Empat belas tahun, Mujahidin Cyber memasuki usia remaja, harus banyak belajar,” katanya. ? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Pondok Pesantren Mujahidin Cyber

Selasa, 26 Desember 2017

GP Ansor Songgom Isi HUT RI dengan Pelantikan Pengurus Baru

Brebes, Mujahidin Cyber    . Pemuda Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Songgom  mengadakan pengajian umum sekaligus pelantikan pengurus baru masa khidmah 2015–2018.

GP Ansor Songgom Isi HUT RI dengan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Songgom Isi HUT RI dengan Pelantikan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Songgom Isi HUT RI dengan Pelantikan Pengurus Baru

Pelantikan yang mewarnai peringatan HUT ke-70 kemerdekaan RI di halaman masjid Uswatun Khasanah Desa Dukuhmaja, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes (16/8), ini mengambil tema  “Menjaga Aswaja Nahdlatul Ulama untuk Kejayaan NKRI”.

Ketua Panitia Ahmad Zacky Al Aman berharap, pelantikan yang sengaja digelar dalam momentum HUT RI ke-70 bisa mengingatkan generasi muda tentang beratnya peran pahlawan dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

Mujahidin Cyber

“Mulai hari ini momentum 70 tahun Indonesia merdeka sesuai dengan tema nasional Gerakan Ayo Kerja  kita bantu pemerintah menyukseskan pembangunan daerah juga pembangunan nasional,” teriak Zacky sambil mengepalkan tangan.

KH Syarifudin yang juga pengurus wilayah GP Ansor Jawa Tengah dalam mauidzoh khasanahnya mengatakan bahwa GP ANSOR adalah tulang punggung Jam’iyah Nahdlatul Ulama sekaligus tulang punggung Bangsa. Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa Indonesia merupakan jerih payah rakyat Indonesia bukan pemberian dari penjajah. Peran Ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan NKRI tidak bisa dipandang remeh. Begitu vitalnya peran Ulama dan Santri khususnya pada peristiwa resolusi jihad Nahdlatul Ulama yang dicetuskan Hadrotus Syeikh KH Hasyim Asyari.

Mujahidin Cyber

“Oleh karena itu, salah satu rekomendasi dari Muktamar NU ke-33 di Jombang, Jawa Timur, yang lalu salah satunya agar tanggal 22 Oktober diperingati sebagai hari Santri Nasional untuk menghargai jasa santri di seluruh Indonesia dan juga 1 Juni sebagai hari lahirnya pancasila,” kata Gus Syarif, panggilan akrabnya.

“Sekali lagi momentum HUT RI ke 70 dan pelantikan GP Ansor  Kecamatan Songgom kita bangun generasi muda yang siap mempertahankan Aqidah Ahlussunah Wal Jama’ah Annahdliyah. GP Ansor dan Banser siap jadi garda terdepan untuk mempertahankan NKRI dari faham radikalisme yang akan menggangu kedaulatan Negara kita. PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD’45)  adalah harga mati,” tandasnya.

Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Songgom masa khidmat 2015–2018 yang dilantik antara lain Ketua Kholidin, Sekretaris Ahmad Zacky Al Aman dan Bendahara Andi Purnomo.

Turut hadir dalam acara tersebut Camat Songgom Gunarto, Ketua MWCNU Songgom H Harun, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Brebes Ahmad Munsip,  keluarga besar Nahdlatul Ulama Songgom, Muslimat, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, dan ratusan warga Dukuhmaja Songgom. (Wasdiun/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah Mujahidin Cyber

Sabtu, 23 Desember 2017

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Yogyakarta, Mujahidin Cyber? . Diskusi, aksi dan refleksi merupakan trias organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tradisi diskusi merupakan agenda rutin malam Jumatan PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Yogyakarta yang dilaksanakan setelah Yasinan.?

Kamis (12/3) jam 19.30 WIB PMII Humaniora Park kembali mengadakan diskusi yang dipandu langsung oleh pengurus Rayon. Ahmad Riyanto membahas tentang konsep ashabiyah Ibnu Khaldun yang berkaitan dengan solidaritas kelompok.?

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Yasinan, PMII Diskusi Pemikiran Ibnu Khaldun

Referensi buku yang digunakan dalam diskusi tersebut berjudul “Muqaddimah: karya Ibnu Khaldun”. Dalam buku tersebut memiliki banyak bahasan, diantaranya adalah sejarah, ekonomi, politik dan lingkungan sosial. ?

Mujahidin Cyber

Ahmad Riyanto menegaskan konsep ashabiyah hanya berlaku bagi masyarakat nomaden. Dalam masyarakat Arab lebih dikenal dengan istilah kafilah. Namun masyarakat yang nomaden pada akhirnya akan menetap jika menemukan tempat yang membuatnya bertahan hidup. Apabila masyarakat mulai menetap maka dengan sendirinya Ashabiyah sedikit demi sedikit akan hilang.?

Mujahidin Cyber

Ia menambahkan, pemikiran Ibnu Khaldun memiliki kemiripan dengan pemikirannya Emile Durkheim. ”Pemikirannya Ibnu khaldun sama dengan pemikirannya Durkheim tentang solidaritas mekanik dan organik”. Hanya saja, lanjut dia, pada waktu itu Ibnu Khaldun belum membagi secara spesifik masyarakat desa dan kota.?

Sementara Asep Mahfud selaku peserta diskusi mebenarkan hal yang demikian. Karena Ibnu Khaldun lahir duluan dibandingkan dengan Durkheim. ”Saya ingat perkataaannya dosen saya Pak Andi, bahwasanya Durkheim dicurigai menjiplak pemikiran Ibnu khaldun”.

Dalam teorinya Ibnu Khaldun disebutkan ketika masyarakat berada dalam tatanan masyarakat yang berkelompok. Maka kehidupan masyarakat penuh dengan berbagai aturan dan kesepakatan bersama dalam masyarakat. ? Untuk mengkontektualisasikan teori ? Durkheim secara geografis ? antara kota dan desa saat ini mengalami kesulitan. “Apalagi saat ini juga ada istilah masyarakat pinggiran kota”, ungkap Ahmad Riyanto.

Thoriq, peserta diskusi juga berpendapat, untuk membedakan masyarakat kota dan desa secara sistem sosial adalah dengan cara melihat perilaku masyarakat yang ada. “Kalau di desa sangat kental dengan istilah gotong-royong, sedangkan di kota sudah terkotak-kotak sesuai dengan pekerjaan. Hal itulah yang menjadi ciri khas kota dan desa”,ujarnya. (Hendris/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Cerita Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah

Jakarta, Mujahidin Cyber. Bekerja sama dengan PMI Tegal, Pimpinan Ranting GP Ansor Balapulang Wetang kabupaten Tegal membuka kesempatan kepada warga untuk mendonorkan darahnya di gedung MWCNU Balapulang di jalan raya timur Balapulang, Tegal, Jawa Tengah, Ahad (26/1).

Ketua Ranting GP Ansor Balapulang Wetan Abdul Latif mengatakan, aksi donor ini merupakan agenda rutin GP Ansor yang rencananya digelar 3 kali setahun. Dari aksi kedua donor darah ini sudah terkumpul 40 kantung darah.

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Balapulang Wetan Gelar Aksi Donor Darah

“Selain agenda rutin, aksi ini diadakan untuk memeriahkan Harlah ke-88 NU yang jatuh pada 31 Januari mendatang,” kata Latif.

Mujahidin Cyber

Aksi donor darah ini, terang Ketua panitia aksi M Ali Imron, lebih didorong oleh kurangnya stok darah di PMI Tegal. Sementara kebutuhan darah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien yang membutuhkan darah di berbagai rumah sakit di Tegal.

Mujahidin Cyber

Koordinator acara Mochamad Fahmi menambahkan, kegiatan donor darah juga menyehatkan pendonor karena secara ilmiah donor darah mempunyai manfaat sebagai pembaruan sel-sel darah dalam tubuh. Pembentukan sel darah baru sebagai penganti sel darah yang dikeluarkan berjalan lebih cepat.

Sel-sel baru, lanjut Fahmi dalam rilisnya, membawa perubahan positif pada tubuh antara lain meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, mendorong metabolisme lebih baik, dan tubuh yang lebih bugar.

“Aksi ini juga merupakan kegiatan sarat misi sosial dan kemanusiaan. Karena, setetes darah yang didonorkan akan berharga sekali bagi lain orang,” terang Fahmi.

Fahmi berharap semakin banyak warga yang berpartisipasi ke depan menyumbangkan darah bagi masyarakat luas melalui aksi rutin kemanusiaan GP Ansor ini. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Daerah, Lomba Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Bandung, Mujahidin Cyber - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat berharap pemerintah mengambil langkah pencegahan melalui kurikulum berkaitan dengan propaganda Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Pasalnya pendidikan cukup efektif dalam menangkal fenomena LGBT ini baik di dunia pendidikan maupun di masyarakat secara luas.

Demikian disampaikan Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh di Kantor PWNU Jawa Barat Jalan Terusan Galunggung Nomor 09 Bandung, Kamis (25/02).

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar Minta Pemerintah Masukkan Materi Anti-LGBT di Kurikulum

Lebih lanjut H Saepuloh menyatakan bahwa Pergunuu Jawa Barat berharap pemerintah memasukkan masalah serius ini ke dalam kurikulum nasional untuk memberikan pemahaman yang benar tentang LGBT kepada siswa.

“Dengan demikian diharapkan pelajar dan mahasiswa bisa memahami dengan betul bahwa LGBT bukan merupakan perilaku yang normal melainkan perilaku yang menyimpang bahkan bertentangan dengan norma agama, sosial, dan budaya Indonesia,” tutur H Saepuloh

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Ia mengimbau guru-guru yang tergabung dalam Pergunu untuk terlibat aktif mengamati sikap dan perilaku peserta didik dalam proses pembelajaran.

Jika ada indikasi penyimpangan terutama ke arah LGBT, peserta didik ini harus segera didampingi dengan memberikan layanan konseling yang berkesinambungan. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Pertandingan Mujahidin Cyber

Rabu, 29 November 2017

Silaturahim Lima Ribu Pendekar, Pagar Nusa Konsolidasi di Jawa Timur

Lamongan, Mujahidin Cyber



Ribuan pendekar Pagar Nusa berkumpul di tiga daerah: Tuban, Babat dan Lamongan, Jawa Timur, pada Ahad (01/10). Silaturahim pendekar dan pengurus tiga Cabang Pagar Nusa, dalam rangka konsolidasi dan penguatan jaringan.?

Silaturahim ini, sekaligus agenda "Pembaiatan Pendekar dan Pelantikan Pengurus Cabang Pagar Nusa Tuban", "Silaturahim Kader dan Pendekar Pagar Nusa Cabang Babat" dan "Silaturahim Santri Pendekar-Pengurus Cabang Pagar Nusa Lamongan". Agenda ini dihadiri pimpinan daerah, Wakil Bupati, Ketua Pagar Nusa Jawa Timur, H. Faidhol Manan, sesepuh Nahdlatul Ulama, pihak kepolisian, SKPD setempat, pengurus KONI, dan pendekar-pendekar Pagar Nusa.?

Silaturahim Lima Ribu Pendekar, Pagar Nusa Konsolidasi di Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturahim Lima Ribu Pendekar, Pagar Nusa Konsolidasi di Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturahim Lima Ribu Pendekar, Pagar Nusa Konsolidasi di Jawa Timur

Ketua Umum Pagar Nusa, M. Nabil Haroen menegaskan pentingnya pendekar Pagar Nusa untuk bangkit dan bergerak. "Sekarang sudah saatnya Pagar Nusa bangkit, bergerak, menjadi inisiator. Tidak lagi hanya bereaksi, kita harus bergerak aktif mengkonsolidasi gerakan. Untuk apa? Mengabdi pada kiai, menjaga pesantren dan NKRI," jelas Nabil.?

Di hadapan ribuan pendekar, Nabil Haroen menegaskan pentingnya Silaturahim, meningkatkan kualitas persaudaraan dan berlatih meningkatkan skill. "Pagar Nusa tidak hanya pencak silat, di dalamnya ada Silaturahim, pengetahuan, sanad keilmuan, sekaligus juga hubungan guru murid khas pesantren. Inilah yang menjadikan kita kuat dan bersatu," jelas Nabil.?

Dalam pidatonya, Nabil mengajak agar pendekar Pagar Nusa di Jawa Timur bersatu dan saling mendukung. "Jawa Timur akan menghadapi perhelatan politik besar, pendekar-pendekar Pagar Nusa harus bersatu, solid, dan patuh pada komando. Ini semua untuk kebaikan bersama, untuk persatuan pesantren dan Nahdlatul Ulama, untuk kemaslahatan bangsa. Untuk siapa pemimpin terbaik, kita harus melihat secara jernih, menggunakan semua indra agar mendapatkan hasil terbaik juga menunggu dawuh para kiai," terang Nabil.?

Mujahidin Cyber

Dalam agenda di tiga Pengurus Cabang, Ketua Umum Pagar Nusa menegaskan pentingnya persatuan antar pendekar Pagar Nusa. "Pada prinsipnya, pendekar Pagar Nusa harus mengutamakan maslahah, mengutamakan dawuh dari kiai-kiai untuk kepentingan bersama. Jangan sampai tercerai berai hanya karena urusan politik," tegas Nabil Haroen, yang pernah nyantri di pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.?

Pimpinan Pusat Pagar Nusa selama ini bergerak cepat dengan konsolidasi kader dan Silaturahim pendekar. Kepengurusan Pimpinan Pusat Pagar Nusa, akan diumumkan dalam waktu dekat, yang diharapkan menjadi tim solid untuk menggerakkan Pagar Nusa di seluruh Indonesia dan beberapa cabang internasional. (Red: Abdullah Alawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah Mujahidin Cyber

Selasa, 28 November 2017

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Bandung, Mujahidin Cyber?



Muharik (penggerak) NU Kota Bandung ialah program penggerak dakwah dan masjid yang dianungi oleh PCNU Kota Bandung. Secara garis besar, program kerja Muharik NU Kota Bandung terdiri dari 6 program yaitu Bersih-Bersih Masjid Berkah, Gerakan Mukenah Bersih, Gerakan Sarung Bersih, Kaderisasi Muharik, dan Program satu jamaah satu wakaf.?

Selain itu, untuk membangkitkan semangat kemandirian ekonomi, kader Muharik NU Kota Bandung menyelenggarakan Diskusi Kemandirian Ekonomi dan Rapat Gerak Muharik NU se-Jawa Barat di Aula PCNU Kota Bandung, Ahad (19/2).

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Muharik NU Bandung, Program untuk Kemandirian Ekonomi Nahdliyin

Diskusi tersebut mengangkat kemandirian ekonomi karena saat NU perlu terobosan agar mampu membantu masyarakat secara luas sehingga diperlukan kemandirian ekonomi di tubuh NU.?

Demi suksesnya misi tersebut, perlu digali sumber dana awal yaitu dari potensi zakat, infaq dan sedekah dari jamaah NU. Selain itu juga pemanfaatan dana CSR dari perusahaan yang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga NU.?

Mujahidin Cyber

Menurut Ketua Panitia, Nasrulloh, Muharik Masjid dan Dakwah Jawa Barat harus mampu mandiri secara ekonomi dan bisa menggerakkan kegiatan masjid melalui program utama yaitu Bersih-Bersih Masjid (BBM) Berkah.?

Pada diskusi tersebut dihadirkan pemateri dari PCNU Sukabumi yang telah sukses menerapkan ZIS. Dimana dari 2 kecamatan di Sukabumi mampu meraih dana ZIS 5,6 Milyar. Selain materi tentang ZIS dibahas juga materi tentang CSR, bagaimana peruntukan dan pengajuan CSR itu.?

Pada acara diskusi juga dihadiri pemateri dari LTM PBNU Ali Shobirin yang membahas tentang Gerakan Infaq Sodaqoh Masjid (GISMAS).?

Mujahidin Cyber

Acara tersebut dihadiri kader muharik se Jawa Barat diantaranya dari Bandung, Cimahi, Bogor, Bekasi, Subang, Sumedang, Cirebon, Ciamis, Purwakarta, dan Tasikmalaya. (Aidy Firda/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Daerah, Quote Mujahidin Cyber

Jumat, 24 November 2017

Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah

Tegal, Mujahidin Cyber. Rais Syuriah MWCNU Kecamatan Dukuhturi KH Muhmmad Abdu Su’ud menuturkan bahwa ajaran Ahlusunah wal Jama’ah (Aswaja) sangat penting diterapkan di Sekolah. Pasalnya, Aswaja merupakan ruh islam rahmatan lil alamin.

“Kita jangan terjebak dengan statemen atau omongan orang yang tidak tahu persis masalah agama, karena sebagain orang memeringati maulid Nabi seperti ini dianggap bi’ah,“ tutur KH Muhammad Abdus Su’ud ketika mengisi acara peringatan Maulid Nabi Muhmmad SAW di SMP N1 Dukuhturi, Tegal Jawa Tengah, Kamis (6/2).

Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Penting Diterapkan di Sekolah

Kegiatan yang dibalut dalam tema "Ngaji Bareng Para Kiai" itu dihadiri oleh para pejabat yang semuanya adalah alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi. Terlihat kepala desa Kepandean, pengawas dikpora kecamatan, kepala seksi SMP Dinas Dikpora, guru alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi, hingga kepala sekolah SMP Negeri 1 Dukuhturi .

Mujahidin Cyber

Sementara ketua PCNU Kabupaten Tegal H Ahmad Wasy’ari yang juga kepala bidang pendidikan dasar Dikpora Kabupaten Tegal memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada SMP Negeri 1 Dukuhturi yang berhasil menyelenggarakan peringatan maulud Nabi Muhammad SAW yang menurutnya spektakuler.

Mujahidin Cyber

“Saya terus terang saja merasa prihatin terhadap dunia pendidikan yang berkembang saat ini, yang makin jauh dari pendidikan moral agama Islam. Oleh karena itu, kegiatan seperti inilah yang mesti dicontoh oleh sekolah sekolah lain di Kabupaten Tegal. Kegiatan keagamaan terutama ‘Ngaji Bareng Para Kiai’ yang  dilaksanakan SMP Negeri 1 Dukuhturi saat ini merupakan sebuah kebutuhan. “ katanya

Wasy’ari juga berharap pendidikan moral keagamaan terus dikembangkan di SMP Negeri Dukuhturi supaya mampu mencetak generasi bangsa yang berwawasan moral agama. Ia juga menegaskan bahwa yang hadir dalam acara ini adalah semua pejabat-pejabat yang semuanya adalah alumni SMP Negeri 1 Dukuhturi.

Kepala SMP Negeri 1 Dukuhturi Drs. H Alfatah mengucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pengurus Osis SMP Negeri 1 Dukuhturi, yang telah bekerja keras dalam mensukseskan acara ini. Ia juga menyampaikan prestasi yang telah diraih SMP Negeri 1 Dukuhturi dalam berbagai hal.

“Insyaallah kedepan apa yang telah disampaikan oleh orang tua kita, baik para kia atau pun pejabat akan kami jadikan pegangan untuk menentukan kebijakan di sekolah,” kata Alfatah yang juga Kabid Pendidkan Dasar PC Ma’arif NU Kabupaten Tegal. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah, Pertandingan Mujahidin Cyber

Rabu, 22 November 2017

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

Jakarta, Mujahidin Cyber. Dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke Mujahidin Cyber, Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) menerangkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 41 ayat (1) dan (2) dinyatakan bahwa guru membentuk organisasi profesi yang bersifat independen. ?

Pengertian independen antara lain:

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Kritisi Pemerintah yang Menganakemaskan PGRI, Mengapa?

1. Organisasi profesi tidak berafiliasi atau merupakan kelengkapan aparatur pemerintah,?

2. Keberadaan masing-masing organisasi profesi guru, seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) adalah setara. Dengan demikian, pemerintah harus memperlakukan semua organisasi profesi guru harus adil dan tidak memihak (equal treatment).

3. Pemerintah tidak diperbolehkan memberikan fasilitas secara sepihak kepada organisasi profesi guru tertentu, misalnya: melakukan pemotongan gaji para guru untuk kepentingan organisasi profesi guru tertentu, memberikan kemudahan kepada pihak tertentu, sementara lainnya tidak, dan sebagainya.

Mujahidin Cyber

Ketika perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 ini, ternyata pemerintah (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) memberikan keistimewaan pada PGRI dengan menuliskan Hari Ulang Tahun PGRI pada logo HGN 2016, maka sudah barang tentu hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagaimana tersebut di atas.

Jika dalam penulisan “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016 tersebut, pemerintah mendasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang penetapan Hari Guru Nasional (HGN), maka hal ini adalah tidak benar, karena:

1. Dalam tata hukum di Indonesia, kedudukan Undang-Undang sudah barang tentu adalah lebih tinggi daripada Keputusan Presiden.

2. Disamping itu, dalam Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tersebut, ternyata dari 3 amar atau poin keputusannya tidak satupun menyebutkan “HUT PGRI”, kecuali pada aspek pertimbangan/konsideran saja.

Mujahidin Cyber

3. Pemerintah tidak boleh merayakan HUT sebuah organisasi profesi tertentu, yaitu PGRI (yang berdasarkan Undang-Undang seharusnya independen) dengan menggunakan fasilitas negara, baik sumber-daya uang maupun lainnya yang memberati keuangan negara. ? Dengan kata lain, biarkan PGRI merayakan sendiri hari ulang tahunnya, seperti halnya organisasi profesi guru lainnya, bukan dengan membebani sumber-daya negara.?

Berdasarkan hal tersebut, kami Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta kepada pemerintah (cq. Ketua Panitia Hari Guru Nasional 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) untuk segera mencabut kalimat atau frase “HUT PGRI ke 71” pada logo HGN 2016.?

Demikian pula halnya dengan berbagai atribut, dokumen, rekaman suara, dan lainnya dalam event HGN 2016 yang mengindikasikan tentang HUT PGRI ke 71.

Dalam kesempatan ini, Pergunu yang kembali dinahkodai oleh Dr KH Asep Saifuddin Chalim mengusulkan perlunya dilakukan peninjauan kembali terhadap Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional agar tidak terjadi salah tafsir bagi sebagian pihak.?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Daerah, Meme Islam Mujahidin Cyber

Senin, 06 November 2017

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Rembang, Mujahidin Cyber - Ratusan warga menerima sembako murah pada acara bakti sosial yang dilaksanakan Pramuka Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (26/3).

Kegiatan dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Dadapan, Kecamatan Sedan dan Desa Mojokerto Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang itu, panitia membagikan sebanyak 800 paket sembako yang berisi gula, minyak goreng, mie instan dan sabun.

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Kepala MA YSPIS Muhtar Nur Halim mengatakan, bahwa pramuka ini bagian dari pada santri, IPNU dan IPPNU juga bagian dari santri.

"Pramuka bagian dari santri, IPNU-IPPNU juga bagian dari santri. Maka kita harus menanamkan cinta alam, pengembangan pribadi dan menggalakkan sosial," ungkap Muhtar yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Sedan.

Mujahidin Cyber

Ia melanjutkan, bahwa ini merupakan media yang ideal untuk menggarap mereka (peserta didik), bagaimana didalam dirinya tertanam jiwa intelektual, jiwa sosial dan cinta lingkungan.

Mujahidin Cyber

Salah satu warga penerima paket sembako, Suminah mengungkapkan sangat senang menerima paket sembako. Ia mengatakan bahwa ini dapat meringankan beban perekonomian warga.

"Terima kasih kepada panitia. Semoga acara seperti ini sering dilaksanakan," kata warga Desa Mojokerto, Kecamatan Kragan yang kini berusia 62 tahun tersebut. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Warta, Daerah Mujahidin Cyber

Kamis, 19 Oktober 2017

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Jakarta, Mujahidin Cyber. Peraih Nobel Perdamaian 2006 asal Banglades, Muhammad Yunus, menilai pemerintah Indonesia berada di jalur tepat untuk memberantas kemiskinan, sehingga kemiskinan di Indonesia dapat berada di titik nol pada 2030.



Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030 (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Nobel: RI Berada di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan pada 2030

Penilaian itu dikemukakan Yunus seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Negara Selasa sore.

Penilaian Yunus itu didasarkan atas pengamatan bankir tersebut atas rekam jejak perjalanan Indonesia dalam memenuhi sasaran tujuan pembangunan milenium (MDGs) guna mengurangi kemiskinan hingga separuhnya pada 2015.

Mujahidin Cyber

"Kalkulasi saya berasal dari kenyataan bahwa kita sudah bertekad mengurangi kemiskinan separuhnya pada tahun 2015, seperti dalam MDGs. Nalar saya, bila kita bisa mengurangi sesuatu separuhnya dalam 15 tahun, maka kita akan bisa menguranginya menjadi nol pada 15 tahun berikutnya. Jadi, itu adalah proses secara keseluruhan. Bila kita percaya bahwa kita akan mengurangi kemiskinan separuh pada 2015, kita bisa percaya bahwa kita menjadikannya nol pada tahun 2030," katanya.

Yunus menegaskan bahwa Indonesia dan Banglades berada di jalur tepat, yaitu mengurangi separuh kemiskinan pada 2030.

Mujahidin Cyber

"Jadi, kita bisa melakukannya pada tahun 2030 dan saya bisa mengatakan, kemiskinan setelah itu hanya bisa dilihat di museum, tidak dalam masyarakat lagi, karena sudah hilang," kata Yunus.

Saat ditanya mengenai saran bagi pemerintah Indonesia untuk mempercepat penghapusan kemiskinan, Yunus mengatakan bahwa penghapusan kemiskinan dapat dipercepat dengan memperluas jangkauan kredit, mempermudah layanan dan melakukan lebih banyak kegiatan kemanusiaan untuk menghapus kemiskinan.

Pemerintah, tambah dia, dapat menyediakan kerangka hukum guna memfasilitasi pembentukan bank kredit mikro bagi orang miskin serta menyediakan lembaga mandiri, yang akan mengawasi pelaksanaannya.

Badan pengawas mandiri itu, menurut Yunus, harus bebas dari kekuasaan dan bisa memantau perkembangan dan penyimpangan dari aturan kredit mikro.

"Saya kira ada hal bisa kita ambil pelajaran, terutama tentang penanggulangan kemiskinan," katanya.

Menteri Koordinator Perekonomian Boediono menggarisbawahi pengalaman Yunus memperluas kredit hingga menjangkau kalangan pengemis. Namun, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai cara Indonesia menggunakan pengalaman Yunus untuk proses penghapusan kemiskinan di negeri ini.

Sementara itu, Presiden Yudhoyono dalam sambutannya mengatakan pemerintah Indonesia telah memperluas akses kredit kepada penduduk berpenghasilan rendah untuk mendukung upaya pemerintah mengurangi kemiskinan.

"Dalam upaya memperluas akses pada perusahaan kecil dan rumah tangga, Indonesia telah mencatat sukses dengan keberadaan Bank Rakyat Indonesia unit desa. Sekalipun Indonesia masih memiliki tantangan untuk menjangkau perusahaan kecil dan menengah, yang masih belum memiliki akses terhadap lembaga resmi," katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia saat ini berada dalam keadaan sehat.

"Produk domestik bruto Indonesia mencapai tingkat enam persen awal tahun ini dan kami harap tumbuh menjadi 6,3 persen pada akhir tahun ini dan pemerintah berharap dapat mencapai mendekati tujuh persen pada tahun depan," katanya seperti dilansir sumber Antara.

Sebagai hasil dari pertumbuhan ekonomi, sambungnya, terjadi pengurangan pengangguran terbuka 550 ribu orang pada masa Febuari 2006-Febuari 2007.

Presiden juga menyebutkan bahwa jumlah penduduk miskin pada Maret 2007 turun 2,14 juta orang bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Pada kesempatan itu, Yunus mengisahkan pengalamannya terjun langsung memerangi kemiskinan dengan cara memberikan pinjaman jumlah kecil kepada rakyat miskin, yang membutuhkan, saat Banglades dilanda bencana kelaparan tahun 1974.

Pria kelahiran Chittagong, Banglades, tersbut mengungkapkan keyakinannya bahwa pinjaman sangat kecil itu dapat membuat perubahan besar terhadap kemampuan kaum miskin bertahan hidup.

Pada tahun 1976, Yunus mendirikan bank Grameen, yang memberi pinjaman kepada kaum miskin di Banglades. Hingga kini, Grameen telah menyalurkan pinjaman lebih dari tiga miliar dolar Amerika Serikat kepada sekitar 2,4 juta peminjam.

Untuk menjamin pembayaran utang, Grameen menggunakan sistem "kelompok setiakawan", yang mengajukan permohonan pinjaman bersama-sama dan setiap anggotanya bertugas sebagai penjamin anggota lain, sehingga mereka dapat berkembang bersama.

Salah satu pesan dipopulerkan Yunus adalah impiannya bahwa pada suatu hari, angkatan muda harus pergi ke museum untuk melihat seperti apa kemiskinan itu.

Menurut Jurubicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, undangan untuk Muhammad Yunus ke Jakarta ditulis tangan sendiri oleh Presiden Yudhoyono pada 13 Februari 2007. Realisasi lama dari tanggal pengiriman surat adalah upaya menyesuaikan tanggal antara kedua belah pihak. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah Mujahidin Cyber

Kamis, 12 Oktober 2017

Hadapi Bencana, Banyak Pemkab dan Pemkot Tidak Serius

Situbondo, Mujahidin Cyber. Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Avianto Muhtadi melihat kompleksitas permasalahan bencana menuntut perencanaan yang baik dan terintegrasi dengan rencana pembangunan. Namun banyak pemerintah kabupaten dan kota di Indonesia tidak memiliki persiapan yang cukup.

“Upaya pencegahan bencana belum dapat dilakukan secara sistematis, terarah, dan terpadu. Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) merupakan perangkat kunci dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Banyak kabupaten belum menyusun RPB,” kata Avianto di hadapan 30 peserta kegiatan sosialisasi penyusunan RPB dan Rencana Aksi Daerah Pengurangan Risiko Bencana (RAD-PRB) di Baluran Pemkab Situbondo, Kamis (8/1).

Hadapi Bencana, Banyak Pemkab dan Pemkot Tidak Serius (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi Bencana, Banyak Pemkab dan Pemkot Tidak Serius (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi Bencana, Banyak Pemkab dan Pemkot Tidak Serius

Menurut Avianto, ketiadaan RPB dan RAD-PRB menunjukkan ketidakseriusan pemkab setempat dalam mengurangi risiko bencana.

Mujahidin Cyber

“Di samping itu, tanpa memiliki RPB penanggulangan bencana yang dilakukan seringkali tumpang tindih,” imbuhnya.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Avianto berharap, semoga penyusunan RPB dan RAD-PRB ini dapat mewujudkan penanggulangan bencana yang sistematis, terarah dan terpadu di Kabupaten Situbondo.

RPB dan RAD-PRB merupakan bagian dari perencanaan pembangunan yang diintegrasikan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang, Jangka Menengah, dan Rencana Kerja Pemerintah Tahunan. Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana mengamanahkan agar setiap daerah dalam upaya penanggulangan bencana mempunyai perencanaan penanggulangan bencana, terutama RPB dan RAD-PRB. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Kajian Sunnah, Daerah Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 September 2017

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal

Majalengka, Mujahidin Cyber. Pondok Pesantren al-Mizan yang tergabung ke dalam Yayasan al-Mizan, Langengsari, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat menyelenggarakan sunatan massal bagi 30 anak dari keluarga tidak mampu dan kaum dhu’afa, Selasa, (27/1) dalam rangka harlah Al-Mizan dan lembaga-lembaganya seperti SMA, SMK, MTs dan pondok pesantren.

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal

Pembina Yayasan al-Mizan Zaenal Muhyidin, S.Ag. mengatakan, kegiatan ini agar al-Mizan lebih mendekatkan diri pada pelayanan masyarakat khususnya akan kebutuhan sunatan.?

“Mahalnya biaya sunatan bagi keluarga tidak mampu menjadi beban tersendiri sehingga kita tergerak untuk membantu kebutuhan mereka,” tuturnya.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, orang tua dari Prasetio Putra Asofa, Ahmad Sahir mengatakan, masyarakat merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini dan berharap al-Mizan selalu bisa berkontribusi melayani masyarakat kecil.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini beban kami menjadi ringan dan semoga amal pengurus al-Mizan serta guru-guru menjadi barokah,” ungkapnya. (Tata Irawan/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Daerah, Pahlawan Mujahidin Cyber

Minggu, 10 September 2017

Kiai Sepuh NTB dan Aktifis Buruh Berziarah ke Tebuireng

Jombang, Mujahidin Cyber?

Muktamar NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur membuat kota tersebut dikunjungi puluhan ribu orang dari berbagai disiplin ilmu, profesi dan suku di Indonesia. Di sela kegiatan, sebagian peserta muktamar menyempatkan diri ziarah ke makam pendiri NU, seperti KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Wahab Chasbullah, termasuk presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.?

Tidak seperti peziarah lain yang langsung duduk dan berdoa dari luar pagar begitu sampai di areal makam Tebu Ireng. Seorang sepuh bersorban putih, mengenakan jas biru tua, bersarung kelabu dan bertongkat serta berkalung selempang hijau dipersilakan masuk oleh petugas keamanan dan langsung duduk bersila di tepi makam Gus Dur.

Kiai Sepuh NTB dan Aktifis Buruh Berziarah ke Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sepuh NTB dan Aktifis Buruh Berziarah ke Tebuireng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sepuh NTB dan Aktifis Buruh Berziarah ke Tebuireng

"Itu Tuan Guru Turmudzi," seru Ketua Bidang Kaderisasi DPP Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) NU Baitul Khoiri, Ahad (2/8).

Mujahidin Cyber

Tuan Guru Turmudzi Badruddin merupakan ulama terkemuka dari Nusa Tenggara Barat (NTB) yang merupakan sahabat Gus Dur dan sangat mempercayai kewalian Gus Dur.

"Beliau sahabat Gus Dur," ujar Baitul di komplek pemakaman di Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Mujahidin Cyber

Pantauan, selain Tuan Guru Turmudzi dan sejumlah aktivis buruh Sarbumusi, puluhan masyarakat juga tumpah ruah menziarahi makam Gus Dur. Selain itu, terlihat pula Sekretaris PW GP Ansor Lampung Muhyidin Thohir, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pesawaran Lampung Ahmad Jazuli. Lantunan Surat Yasin dan kalimat tahlil seolah tak putus terdengar di area makam.

"Gus Dur bagi saya tokoh yang memiliki kharisma dan sekaligus dapat menjadi contoh perilaku bahwa orang baik akan menadi contoh bagi orang lain. Kita dapat berdoa dan termotivasi menjadi baik seperti Gus Dur," ujar Baitul menjelaskan alasannya menziarahi makam Gus Dur. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Santri, Daerah Mujahidin Cyber

Sabtu, 09 September 2017

Vatikan-Al Azhar Hidupkan Lagi Dialog yang Terputus

Kairo, Mujahidin Cyber

Tahta Suci Vatikan dan Al Azhar Mesir kembali menghidupkan dialog antar-iman setelah lebih dua tahun terputus akibat tuduhan campur tangan dalam negeri Mesir.

Vatikan-Al Azhar Hidupkan Lagi Dialog yang Terputus (Sumber Gambar : Nu Online)
Vatikan-Al Azhar Hidupkan Lagi Dialog yang Terputus (Sumber Gambar : Nu Online)

Vatikan-Al Azhar Hidupkan Lagi Dialog yang Terputus

Satu delegasi Vatikan telah bertemu dengan Syeikh Agung Al Azhar Prof Dr Ahmed Al Tayeb untuk menyampaikan undangan dari Paus Francis, kantor berita Mesir, MENA, melaporkan, Senin.

Disebutkan, surat tertulis Paus Francis tersebut isinya mengundang Syeikh Tayeb untuk menghadiri konferensi internasional yang akan digelar di Roma mengenai perdamaian dan perkuat jalinan persaudaran antar-agama.

Mujahidin Cyber

Menanggapi surat undangan pemimpin Tahta Suci Vatikan itu, Syeikh Tayeb menyatakan akan memenuhinya, demikian MENA.

Mujahidin Cyber

Sejak awal tahun 1990-an, Al Azhar dan Vatikan melakukan kontak rutin untuk dialog antar iman, namun kontak itu terputus menyusul revolusi 25 Januari 2011.

Al Azhar secara sepihak memutuskan hubungan dengan Vatikan karena menuduh Paus sebelumnya, Benediktus XVI, mencampuri urusan dalam Mesir. 

Mufti Nasional Mesir, Prof Dr Syeikh Shawki Allam, menyambut baik sikap Al Azhar dan Vatikan dan menilainya sebagai perwujudan niat baik untuk kemaslahatan umat manusia.

"Hidup berdampingan secara damai sesama umat manusia lewat dialog berkesinambungan merupakan perwujudan hak asasi manusia," kata Syeikh Shawki.

Posisi Syeikh Agung Al Azhar dalam struktur protokol negara Mesir setara dengan perdana Menteri. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Daerah Mujahidin Cyber

Kamis, 07 September 2017

Masih Ada Ketidaktepatan Pengutipan Qur’an dalam Buku Teks Agama Islam

Jakarta, Mujahidin Cyber. Penelitian yang dilakukan oleh Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kementerian Agama pada 2015 terkait dengan isi buku teks pelajaran agama Islam (PAI) menemukan masih munculnya sejumlah kesalahan.

?

Masih Ada Ketidaktepatan Pengutipan Qur’an dalam Buku Teks Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Ada Ketidaktepatan Pengutipan Qur’an dalam Buku Teks Agama Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Ada Ketidaktepatan Pengutipan Qur’an dalam Buku Teks Agama Islam

Keputusan Menteri Agama (KMA) 437 menetapkan bahwa buku-buku yang dibeli dan diadakan oleh Departemen Agama harus di-tashih (=dikoreksi, divalidasi, dibenarkan substansinya) terlebih dahulu sebelum diedarkan kepada peserta didik baik yang berada dilingkungan Departemen Agama maupun Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nasional. Namun hal tersebut tidak bisa berjalan karena buku-buku tersebut bukan dibeli dan diadakan oleh Kementerian Agama. Dengan adanya program BOS pengadaan dan pembelian buku-buku pelajaran agama Islam diadakan dan dibeli langsung oleh Komite Sekolah.

Sejumlah kesalahan tersebut meliputi:?

1) ketidaktepatan pengutipan teks ayat Al-Qur’an;?

Mujahidin Cyber

2) ketidaktepatan pengutipan teks hadis;?

Mujahidin Cyber

3) ketidaktepatan pengutipan terjemah ayat Al-Qur’an;?

4) ketidaktepatan penerjemahan hadis;?

5) inkonsistensi dalam penggunaan transliterasi Arab-Latin;?

6) ketidaktepatan penulisan Bahasa Indonesia;?

7) ketidaksesuaian antara pengutipan ayat Al- Qur’an atau hadis dengan topik bahasan;?

8) ketidaksesuaian antara materi dengan gambar (ilustrasi), dan;?

9) ilustrasi yang ditampilkan sering tidak sesuai dengan konteks pembahasan atau usia anak didik; daftar pustaka yang dicantumkan sering tidak dirujuk karena sering menggunakan sumber yang ? tidak kredibel seperti internet.?

Puslitbang LKK berpendapat kesalahan atau kekeliruan penulisan yang terdapat dalam buku pelajaran SD, SMP, dan SMA tersebut, akan mengakibatkan “penyesatan” di samping pemahaman yang keliru bagi peserta didik.?

Untuk itu, Puslitbang mengusulkan agar pemerintah perlu menarik penggunaan buku pelajaran Pendidikan Agama yang memuat kesalahan “berat” untuk dilakukan revisi terlebih dahulu agar dapat dipergunakan pada waktu mendatang;

Selanjutnya, diperlukan pengembangan KMA 437 (yang membatasi kewenangan untuk menilai buku-buku yang dibeli dan diadakan oleh Departemen Agama) diperluas wilayah otoritasnya hingga memiliki kewenangan untuk menilai buku-buku yang diadakan oleh Kemendikbud juga. Selain itu, perlu dibuat MoU antara Kementerian Dikbud dalam menangani buku-buku pelajaran agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Khonghucu. Terakhir, terkait dengan temuan kontemporer, perlu dilakukan langkah pemberian teguran, atau perintah untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi. Bahkan pada tingkat kesalahan yang “tinggi”, perlu dilakukan penarikan dari pasar. (Mukafi Niam) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Daerah, Kajian Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock