Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Persoalan sampah tidak akan pernah habis karena manusia setiap hari memproduksinya. Sebab barang-barang yang tidak terpakai ini, berbagai bencana pun sering terjadi. Untuk mengurai persoalan ini, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) berupaya melakukan berbagai langkah konkret terkait penanganan sampah.?

Berikut wawancara Mujahidin Cyber dengan Ketua Pengurus Pusat LPBINU, M Ali Yusuf, Selasa (23/2/2016) di halaman Gedung PBNU Jakarta dalam peluncuran program Gerakan Nasional “Ubah Sampah Jadi Berkah” yang juga untuk memperingati Hari Sampah Nasioanl 21 Februari.

Pak Ali, bagaimana kondisi sampah di Indonesia saat ini?

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengubah Pola Pikir Masyarakat Terkait Sampah

Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak di dunia. Bahkan, Indonesia juga penghasil sampah laut terbanyak di dunia setelah Filipina.

Sebenarnya seperti apa sih langkah pemerintah selama ini terkait sampah?

Kami di LPBINU terus berupaya melakukan sinergi dengan pemerintah. Saya pikir, jika pemerintah tak mampu mengubah pola pikir masyarakat terkait sampah, maka program tahun 2020 bebas akan sulit tercapai.

Mujahidin Cyber

Bagaimana langkah LPBINU sendiri untuk mengubah pola pikir masyarakat tersebut?

Dari tahun 2009, LPBINU sudah melakukan berbagai langkah terkait penanganan dan pemanfaatan sampah. Karena walau bagaimana pun, sampah merupakan sumber bencana dan penyakit. Sampah yang juga mengandung gas metana akan mempengaruhi iklim dan cuaca, hingga pemanasan global. Nah, Gerakan Nasional Ubah Sampah jadi Berkah ini merupakan salah satu langkah PBNU dan LPBINU untuk mengedukasi masyarakat, bahwa sampah dapat menimbulkan masalah sehingga perlu dikurangi, ditangani, bahkan dimanfaatkan sehingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. (Baca:? LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah)

Gerakan ini terdiri dari berbagai program, seperti apa teknis perwujudannya?

Ya, dalam gerakan ini, LPBINU mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program-program gerakan nasional ini, seperti Bank Sampah, Daur Ulang, Komposting, Shodaqoh Sampah, Urban Farming, dan Biopori, kami menggandeng lembaga-lembaga lain di NU yang mempunyai fokus ke sampah. Seperti LTMNU dengan ‘Bersih-bersih Masjid’-nya dan RMINU dengan program ‘Pesantren Hijau’-nya. Di Pesantren, kami sudah beberapa kali memberikan pendampingan seperti di Pesantren Gedongan, Cirebon. Alhamdulillah, selama beberapa tahun ini, pesantren tersebut sudah mampu menangani dan memanfaatkan sampah dengan baik.

Mujahidin Cyber

Lalu, sosialisasi gerakan nasional ini kepada masyarakat sendiri seperti apa?

Tentu kami melakukan koordinasi dengan LPBINU di berbagai daerah dan wilayah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menangani dan memanfaatkan sampah melalui program-program yang kami canangkan.

Menarik terkait mengubah pola pikir masyarakat tadi, memang selama ini pikiran masyarakat seperti apa terkait sampah?

Mayoritas masyarakat masih berpikir bahwa sampah adalah barang tidak terpakai yang harus dibuang begitu saja. Sedikit masyarakat yang mempunyai kesadaran bahwa sampah dapat menimbulkan berbagai masalah dan bencana. Sebab itu, di setiap tempat, kami bertanya dahulu ke meraka, sampah di sini menimbulkan masalah atau tidak? Kalau iya, mari tangani bersama dengan benar. Susah jika masyarakat masih menganggap bahwa keberadaan sampah tidak menimbulkan masalah. Setidaknya hal ini yang kita sadarkan dulu.

Kami juga tidak ingin hanya mengadakan kegiatan-kegiatan dan seminar-seminar. Kami terus berupaya melakukan edukasi dan keterampilan mengolah sampah menjadi barang-barang kerajinan, pupuk kompos, biogas, dan lain-lain. Sumber daya manusia sudah ada untuk mendampingi dan melatih. Jika kesadaran masyarakat sudah mengakar, mereka akan jalan secara mandiri. (Baca:? Komitmen Jaga Lingkungan, LPBINU Ajak Masyarakat Olah Sampah)

Oke Pak Ali, optimis bebas sampah tahun 2020?

Sebetulnya bebas sampah sih nggak, minimal dengan langkah dan program yang kami canangkan, setidaknya bisa mengurangi sampah dengan menanganinya secara baik dan benar serta berkelanjutan. Menurut saya, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat terlebih dahulu sehingga program-program penanganan sampah akan jalan sendiri.

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Kyai Mujahidin Cyber

Senin, 12 Februari 2018

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Banyuwangi, Mujahidin Cyber - Rasa syukur dan terima kasih terucap di bibir M Sholeh Mubarok selepas terpilih sebagai juara pertama pemilihan duta kang santri (kategori laki-laki), saat dimintai keterangan Mujahidin Cyber Banyuwangi via telpon, Senin (25/9) pagi.

"Alhamdulillah. Saya bersyukur terutama kepada Allah SWT dan kepada segenap panitia, guru, dan dewan juri pemilihan duta kang dan mbak santri tahun 2017. Karena saya menjadi juara pertama pemilihan duta kang santri," kata Sholeh.

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Sholeh Mubarok, Duta Santri Banyuwangi 2017

Santri yang masih menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Darussalam ini mengatakan, dengan menjadi juara tahun ini menjadi sebuah tantangan dan spirit untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

"Juara kali ini bukan untuk kesombongan, melainkan untuk memacu saya menjadi lebih berprestasi kembali. Menjadi lebih giat untuk belajar di pesantren. Karena di atas langit masih ada langit. Saya siap untuk menjadi yang lebih baik," tutur santri semester tiga, Jurusan Pendidikan Bahasa Arab.

Mujahidin Cyber

Selain itu, menurut Sholeh, segala bentuk takdir dan kelebihan butuh diimbangi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah.

Mujahidin Cyber

"Kosong. Jika banyaknya kelebihan dan ilmu yang dimiliki seseorang tanpa dihiasi dengan nilai-nilai akhlaqul karimah. Karena ini saling berkaitan. Tidak dapat dipisahkan. Bukankah akhlaq, perhiasan bagi seseorang yang memiliki ilmu?" tutur santri yang mondok di Pesantren Darussalam, Tegalsari selama empat tahun.

Dalam hal penyampaian manfaat dan keilmuan di masyarakat luas, Sholeh menegaskan butuh wadah organisasi sebagai wasilah.

"Organisasi ideal bagi saya adalah terlibat dalam Nahdlatul Ulama. Karena NU memiliki kelengkapan di setiap lembaga dan badan otonomnya. Juga ditambah organisasi sosial kemasyarakatan ini memiliki basis massa terbesar di Indonesia, bahkan di dunia," jelas santri yang juga aktif dalam organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).

Terkait dengan hal yang persiapan materi pelajaran yang dibutuhkan untuk pemilihan duta kang dan mbak santri, Sholeh lebih banyak belajar masalah wawasan kebangsaan, sejarah, dan ke-NUan.

"Firasat saya benar. Ternyata banyak teman-teman santri yang berguguran karena minimnya wawasan kebangsaan, sejarah, dan keorganisasian, khususnya terkait ke-NUan. Ini adalah cambuk bagi santri-santri sudah saatnya untuk bangkit dengan keseimbangan ilmu-ilmu yang kontekstual. Bukan hanya unggul dalam keilmuan khas pesantren," tegasnya.

Hadiah yang diberikan oleh panitia akan digunakan untuk hal-hal kebaikan yang dapat meringankan dan membuat tersenyum kedua orang tuanya.

"Uang pembinaan ini akan saya gunakan untuk melunasi biaya administrasi kuliah yang masih kurang. Saya ingin meringankan beban kedua orang tua saya. Pun sudah waktunya untuk melatih hidup mandiri, tanpa bersandar di balik punggung kedua orang tua," kata Sholeh.

"Semoga ini memberikan kemanfaatan dan keberkahan untuk diri saya dan orang tua menjadi lebih baik ke depannya," harap santri yang berusia 20 tahun ini. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Makam, Santri Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi

Surabaya, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya? meminta Wali Kota Tri Rismaharini untuk segera merealisasikan janjinya menata ulang Taman Bungkul menjadi ruang terbuka hijau bernuansa religi.

Demikian salah satu hasil keputusan Komisi Rekomendasi Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Kota Surabaya yang digelar pada 26-27 Maret 2016, di salah satu hotel di Trawas Mojokerto.

PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi

“Dulu Bu Risma juga pernah mengatakan akan meminta bantuan tim dari ITS untuk membuat design Taman Bungkul dengan nuansa religi. Kami ingin tahu sejauh mana progress-nya,” kata Ketua PCNU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/3)

Mujahidin Cyber

Muhibbin mengaku sangat bangga dengan keberadaan Taman Bungkul seperti sekarang ini. Tamannya rindang dan lebih tertata rapi. Hingga mendapat penghargaan kelas dunia sebagai salah satu taman kota terbaik. Hanya saja, dia mengingatkan kalau di dekat Taman Bungkul ada makam seorang waliyullah yang sangat dihormati oleh warga Nahdliyin.

“Peziarah merasa terganggu dengan acara-acara yang diadakan di Taman Bungkul.? Sound system ribuan watt mengusik kekhusukan peziarah yang sedang berdoa, berzikir dan membaca Al-Quran di Taman Bungkul,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Karena itu, dia meminta polisi tidak memberikan izin keramaian untuk acara yang menggunakan pengeras suara yang memekakkan telinga di Taman Bungkul. Selain itu, Taman Bungkul juga masih jadi tempat jujugan muda mudi untuk pacaran yang cenderung ke perbuatan maksiat.

Muskercab NU Kota Surabaya itu dibuka oleh Sekretaris PWNU Jatim Muzakki dan dihadiri sejumlah kiai NU. Di antaranya KH Asep Syaifuddin Chalim, KH Mas Sulaiman, dan KH Mas Yusuf Muhajir, KH Mas Mahfudz.

Muskercab diikuti sekitar 170 peserta dari 24 pengurus MWC (Majelis Wakil Cabang), lembaga dan badan otonom (Banom) NU Surabaya. Mereka sangat antusias membahas program-program untuk masa khidmad selama 5 tahun ke depan.

Sejumlah program itu dibahas di Komisi Pengembangan Dakwah dan Budaya, Komisi Pengembangan Pendidikan, Komisi Pengembangan Perekonomian, Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Umat, Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Komisi Pengembangan paham Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), Komisi Advokasi dan Optimalisasi Aset, dan Komisi Rekomendasi. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Jakarta, Mujahidin Cyber

Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menilai bahwa berbagai bencana bisa ditimbulkan hanya karena membiarkan sampah tanpa bisa memanfaatkannya. Sebab itu, LPBINU berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan meluncurkan gerakan nasional ‘Mengubah Sampah Menjadi Berkah’.

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Kegiatan peluncuran dilakukan di halaman Gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2/2016) serta dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dalam gerakan ini, Ketua Pengurus Pusat LPBINU M Ali Yusuf mengatakan bahwa kegiatan ini akan didukung oleh berbagai program produktif seperti Bank Sampah, Shadaqah Sampah, Daur Ulang, Komposting, Biopori, dan Urban Farming.

“Istilah Bank Sampah kami pilih untuk memahamkan kepada masyarakat bahwa sampah juga mempunyai nilai dan menyimpan pendapatan,” ujar M Ali Yusuf di sela-sela kegiatan.

Mujahidin Cyber

Ali Yusuf menjelaskan, sampah juga menjadi problem darurat mengingat Indonesia berada di urutan kedua penghasil sampah terbanyak di laut setelah Filipina. “Padahal di laut, sampah baru bisa hancur setelah 50-100 tahun,” terang Yusuf.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya memaparkan, LPBINU telah meluncurkan ide cerada terkait penanganan sampah. Menurut Kang Said, persoalan sampah tidak akan pernah selesai mengingat gaya hidup masyarakat yang semakin hedonis dan materialis.

“PBNU mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergabung bersama NU melalui LPBINU dengan memanfaatkan sampah menjadi barang-barang kerajinan, kompos, dan lain-lain,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Dalam kegiatan tersebut, juga berdiri stan-stan yang menampilkan produk-produk kreatif hasil olahan sampah. Bahkan untuk program Bank Sampah, LPBINU juga meluncurkan Buku Tabungan. Nasabah dari program ini tak lain yaitu masyarakat pengumpul sampah itu sendiri.

Kegiatan ini juga menampilkan fashion show dengan memakai baju-baju cantik hasil olahan sampah.?

Agenda ke depan, PBNU dan LPBINU juga akan mengadakan pertemuan dengan salah satu kelurahan di Jakarta, yaitu Kelurahan Kenari Kecamatan Senen, Jakarta Pusat untuk menyosialisasikan programprogram tersebut. Dalam agenda yang akan dilaksanakan 3 Maret 2016 tersebut, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama direncakan akan hadir. Sosialisasi kegiatan konkret serupa akan digencarkan di setiap daerah. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, AlaNu, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Kamis, 01 Februari 2018

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah

Jakarta, Mujahidin Cyber. Panitia Muktamar Ke-33 NU menyatakan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat baik di twitter maupun di fesbuk perihal sayembara logo Muktamar NU 2015. Pihak panitia hingga kini masih menerima sambutan positif dan dukungan dari publik.

Melihat besarnya perhatian dan apresiasi masyarakat, pihak panitia membuka sebesar-besarnya partisipasi publik dalam sayembara ini. Panitia dengan senang hati menerima kiriman karya-karya dari masyarakat.

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayembara Logo Muktamar Ke-33 NU Disambut Meriah

“Sayembara logo terbuka untuk umum tanpa latar belakang apapun demi syi‘ar melihat NU sebagai organisasi besar,” kata salah seorang dewan juri sayembara logo Muktamar Ke-33 NU, Hamzah Sahal di Jakarta, Rabu (4/2) siang.

Mujahidin Cyber

Selain via website Mujahidin Cyber, TV 9 Surabaya, twitter, dan fesbuk, pihak panitia juga mencetak poster sayembara untuk disebarkan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia.

“Kita akan sebarkan poster ini ke semua PWNU, komunitas-komunitas kreatif, para pegiat desain, kampus-kampus, dan lembaga-lembaga sosial lainnya,” ujar Hamzah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Santri, Hadits Mujahidin Cyber

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia

Kuala Lumpur,Mujahidin Cyber? . Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia mengirimkan amggota 8 mobil untuk memeriahkan kemerdekaan negara tersebut. Perayaan bertajuk Sehati Sejiwa tersebut didukung 3 parlemen, yaitu Wangsa Maju, Setiawangsa, dan Titiwangsa.?

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Turut Meriahkan Kemerdekaan Malaysia

Konvoi yang dibuka Ketua Parlemen Wangsa Maju Datok Syafii sepanjang 35 km. Dimulai dari (Titiwangsa) dan berakhir di kmp sungai Mulia goMbak.

“Konvoi ini total diikuti 40 mobil, dan alhamdulillah kita berhasil mengirimkan 8 (mobil, red),” tutur Ketua PCI Muslimat NU Malaysia Mimin Mintarsih pada Ahad (13/9) petang.

Mujahidin Cyber

Muslimat juga mengadakan perlombaan untuk anak dan remaja. Di antaranya adalah mewarnai, sepeda hias, bersolek, dan beberapa acara olahraga.?

Mujahidin Cyber

“Kami fokus pada anak dan remaja karena merekalah sesungguhnya masa depan bangsa,” tambah Mimin berapi-api.?

Jika sedari awal dididik dan dibentuk dengan baik, lanjutnya, mereka pasti akan menjadi generasi yang baik di kemudian hari.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Pasomaja (Paguyuban Solidaritas Masyarakat Jawa) dan IKMP (Ikatan Keluarga Merah Putih). “Kami di Malaysia berusaha untuk saling bekerja sama, mengeratkan lagi tali kerukunan antara Indonesia dan Malaysia,” kata Tuan Hj Jakfar Pengerusi KRT kmp Sungai Mulia Gombak.

Dukungan penuh juga ditunjukkan lembaga pemerintahan, mulai dari DBKL (Dewan Bandaraya Kuala Lumpur), Baitul Mal, Jabatan Penerangan, Jabatan Keselamatan, Jabatan Kesehatan, JPJ (Jabatan Pengangkutan Jalan), dan beberapa instansi lainnya. Adapun semua pendanaan ditanggung Jabatan Penerangan. (Aziz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber PonPes, Santri Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Sebuah kebahagiaan bagi orang tuanya yang masih dalam keadaan sehat dan masih bersama kita. Terlebih sosok ibu yang telah susah payah melahirkan ke dunia ini. Ibu adalah sosok yang paling berjasa dan dapat menghantarkan ke surga.

"Apa kabar ia hari ini? Sudahkah kita menjenguknya? Semakin hari semakin bertambah tua umurnya. Hari-harinya sudah mulai ditinggal pergi anak-anaknya. Di rumah sendiri tak berdaya dengan kondisi kesehatan yang semakin membuatnya tak berdaya. Keinginan bekerja masih ada, namun tenaga sudah tidak mendukung keinginannya. Akhirnya hanya bisa mengubur semua isi hatinya sambil berharap ada anak yang memperhatikan dan peduli dengannya. Apakah kita peduli dengan hal ini? Apakah kita merasakan apa yang mereka inginkan dan rasakan selama ini?" demikian ajakan renungan yang disampaikan Basridho saat menjadi khotib pada Shalat Idul Fitri 1438 H yang dilaksanakan di Halaman Pendopo Pringsewu, Ahad (25/6).

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

Renungan Idul Fitri, Bersimpuhlah kepada Orang Tua

Menurut Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sukoharjo ini, Idul Fitri merupakan waktu tepat bagi kita untuk memberikan perhatian lebih dengan mengunjungi dan bersimpuh di depan mereka, meminta maaf atas segala kesalahan yang telah kita buat selama ini kepada mereka.

"Inilah saat penting bagi kita untuk berbuat baik kepada orang tua kita. Inilah ladang amal bagi kita selaku anak yang berbakti kepada orang tua. Jika kita dengan ikhlas peduli, memberi kasih sayang dan membantu meringankan beban hidupnya, yakinlah, surga balasannya. Jasa dan perjuangan mereka tidak akan bisa kita balas dan bayar lunas. Demi Allah, sebanyak apa pun yang pernah kita berikan, apa pun yang pernah kita serahkan kepada orang tua kita, tidak akan setimpal dengan perjuangan dan pengorbanan mereka membesarkan kita," kata Ketua Ranting NU Kelurahan Pringsewu Barat ini.

Mujahidin Cyber

Ia juga mengajak untuk mengingat perjuangan orang tua ketika kita masih kecil tak bisa berbuat apa-apa. Dengan penuh cinta orang tua kita menggendong kita, mencium kita dan merawat kita sampai kita bisa seperti sekarang ini.

"Bagaimana sebaliknya ketika saat ini mereka tergeletak sakit sendirian di rumahnya? Sempatkah kita menengoknya? Berapa kali kita mengusap keningnya, menyuapinya dan menggantikan pakaiannya ketika ia terbaring sakit diatas tempat tidurnya? Seringkah kita memeluknya dengan penuh cinta sembari tersenyum sebagaimana ia lakukan saat kita kecil di pangkuannya?" tanyanya.

Di hari nan fitri inilah lanjutnya waktu yang tepat bagi seorang anak untuk meraih kedua tangannya yang sudah nampak keriput dimakan usia. "Rengkuhlah tubuhnya, ciumlah tangan yang dulu kekar mengasuh kita, namun sekarang sudah lemah seraya bersimpuh meminta maaf kepadanya. Mintalah keridhoan dan keikhlasannya untuk bekal hidup kita. Dan marilah berdoa agar ia selalu mendapatkan perlindungan dan kesehatan serta kemudahan dari Allah SWT. Semoga mereka tetap terjaga iman islamnya dan ketika ia dipanggil oleh Allah SWT mereka menjadi hamba yang husnul khatimah dan kita diberikan ketabahan dalam menghadapinya," katanya dengan nada suara yang bergetar.

Namun jika orang tua kita saat ini sudah tidak bersama kita lagi di dunia, ia mengajak untuk meluangkan waktu untuk berziarah ke makam mereka. "Lihat dan bersihkanlah pusara mereka yang menunggu doa dari kita dan keluarga. Ia pastinya akan tersenyum melihat kehadiran dan doa yang kita kirimkan. Sebaliknya mereka pasti akan sangat bersedih ketika kita tidak datang mendoakan karena hanya itulah yang mereka harapkan dialam sana," ajaknya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Pondok Pesantren, Santri, Internasional Mujahidin Cyber

Jumat, 26 Januari 2018

Ansor Surabaya dan Bulog Kerja Sama Program ‘Rumah Pangan Kita’

Surabaya, Mujahidin Cyber. Angin segar datang bagi Pengurus Ranting GP Ansor se-Kota Surabaya. Sebab, mereka akan menindaklanjuti nota kesepahaman antara Pimpinan Pusat GP Ansor bersama Bulog. Kesepahaman tersebut untuk menjalankan misi kemandirian organisasi.

Sekadar diketahui, nota kesepahaman (MoU) antara Pimpinan Pusat GP Ansor dengan Perum BULOG Nomor: PK-178/DU.100/03/2017 tentang “Peningkatan Ketahanan Pangan Masyarakat dan Dalam Rangka Penegakan Kedaulatan Pangan Nasional”.

Ansor Surabaya dan Bulog Kerja Sama Program ‘Rumah Pangan Kita’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Surabaya dan Bulog Kerja Sama Program ‘Rumah Pangan Kita’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Surabaya dan Bulog Kerja Sama Program ‘Rumah Pangan Kita’

Untuk membahas itu, GP Ansor Surabaya mengadakan pertemuan pada Senin malam (17/7) di Gedung MWC NU Gubeng yang dihadiri oleh Pengurus MWCNU Gubeng, PC GP Ansor Kota Surabaya dan perwakilan PAC GP Ansor se-Surabaya. Kegiatan difasilitasi oleh Ketua PAC GP Ansor Gubeng, Andri Irawan.

Mujahidin Cyber

"Kegiatan ini adalah lanjutan program periode kami dengan berkolaborasi dengan Ansor cabang dan Bulog. Semoga berkah," kata alumnus UNAIR ini.

Mujahidin Cyber

Kasub Bulog Divre Surabaya Utara, Agus Sutarto, dalam acara tersebut memberikan penyuluhan dan sosialisasi terkait kerja sama program Ketahanan Pangan Masyarakat kepada para perwakilan pengurus Pimpinan Ranting dan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor di Surabaya.

"Kami berharap Ansor sebagai Ormas Kepemudaan yang memiliki potensi besar untuk menyukseskan program Rumah Pangan Kita di Kota Surabaya akan lebih maksimal mencapai Ketahanan Pangan Nasional," ujar Agus.

Ketua GP Ansor Kota Surabaya, Alaik S. Hadi memandang kerja sama ini sama-sama menguntungkan, dengan harapan terwujudnya kemandirian organisasi di bidang ekonomi.

"Kita akan segera menindaklajuti pertemuan malam ini, dan dalam minggu ini akan melaunching kerja sama Rumah Pangan Kita Kota Surabaya bersama Bulog. Lalu membentuk RPK di tiap ranting seluruh Kota Surabaya secara bertahap," kata Alaik.

Kedua pihak berharap kerja sama ini bisa mendorong Pengurus Cabang di Kota lain juga melakukan hal yang sama. Pengurus Cabang bisa membuat PAC dan Ranting mampu mandiri secara ekonomi, selain itu kerja sama ini diharapkan mensejahterakan kader ansor di Kota Surabaya. (Nasfa Uuth Akhmadie/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri Mujahidin Cyber

Selasa, 23 Januari 2018

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Jepara, Mujahidin Cyber. Tujuh puluhan santri dari Jepara dan Kudus siap mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Pasca UN (BPUN) tahun 2013 Komunitas Mata Air Cabang Jepara di Pesantren Walisongo Pecangaan Jepara, selama sebulan (17/5-18/6) mendatang. Tujuh puluh santri itu dibagi 2 kelas IPA dan IPS. 

Mereka diantaranya dari MA/ SMA/ SMK Walisongo Pecangaan, MA Darul Hikmah, MA Mathaliul Huda Bugel, MA Mathalibul Ulum Lebak, MA Mafatihul Akhlak Demangan, SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Mayong, SMAN 1 Mlonggo dan SMKN 3 Jepara. Dari Kudus semisal SMAN 1 Gebog dan MA NU TBS Kudus. 

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Selama sebulan santri diberi materi Matematika dasar, Bahasa Indonesia dan Inggris sebagai materi dasar. Untuk kelas IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sedangkan kelas IPS mencakup Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah. 

Mujahidin Cyber

“Materi lain yang tidak kalah pentingnya Psikologi, Kewirausahaan, Kepemimpinan, Ke-Aswaja-an, Ke-NU-an dan Try out sepekan sekali,” kata M Jazilun Niam, pendamping Mata Air Jepara, saat technical meeting Ahad (12/5) pagi. 

Mujahidin Cyber

Sementara itu, koordinator Mata Air Jepara, Adib Khoiruzzaman menyatakan dirinya mendorong santri agar bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diidamkan. Triknya menurut Gus Adib, sapaan akrabnya harus bersungguh-sungguh mengikuti BPUN.  Apalagi santri alumni Mata Air Jepara, terangnya ada yang diterima di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta maupun PTN yang lain. 

Masih menurutnya selain belajar sungguh-sungguh juga akidah Aswajanya tetap dipertahankan jangan sampai direnggut oleh ideologi lain. “Karena itu, selama nyantri maupun kuliah kami akan tetap mengawal ideologi NU mereka,” tandasnya. 

Guru SMK Walisongo Pecangaan itu menandaskan di PT banyak aliran-aliran yang perlu diwaspadai. Jika tidak diwaspadai mahasiswa NU mudah katut, (ikut, red) aliran tersebut. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Anti Hoax, Santri Mujahidin Cyber

Selasa, 09 Januari 2018

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai

Tangerang, Mujahidin Cyber. Dalam rangka menyambut hari lahir NU yang ke-88, Pengurus Ranting NU Kelurahan Binong Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang menyelenggarakan nonton bareng film Sang Kiai di aula Kelurahan Binong pada Sabtu, (1/2) pukul 20.00 wib.

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Binong Peringati Harlah ke-88 NU dengan Nobar Sang Kiai

“Pemutaran film ini dipilih karena menjadi sarana dakwah yang strategis dan inovatif dalam  mengenalkan lebih dekat dan meneladani perjuangan para ulama dan santri NU, khususnya di masa revolusi,” kata Mukhlisin, Sekretaris NU Binong kepada Mujahidin Cyber melalui pers rilis Ahad (2/2).

Sebelum pemutaran film Sang Kiai, acara diawali dengan tahlil bersama untuk mendoakan dan menghormati atas wafatnya Rois Syuriyah PBNU dan Ketua MUI Pusat DR KHM. A. Sahal Mahfudz yang dipimpin oleh ustad Ramdhani Alhafidz.

Mujahidin Cyber

Usai pemutaran film tersebut, pengurus Ranting NU Binong langsung mendapat permintaan untuk melakukan pemutaran film yang sama di salah satu masjid di kelurahan Binong.

“Kami sangat menyambut dan siap merealisasikan permintaan tersebut bahkan tanpa diminta juga kami sudah merencakan akan melakukan pemutaran film itu di beberapa pesantren di wilayah Curug ,” kata Mukhlisin.

Mujahidin Cyber

Hal itu, menurut dia, untuk mengenalkan dan menularkan semangat juang santri dalam membela bangsa dan agama. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Sunnah Mujahidin Cyber

Minggu, 07 Januari 2018

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun

Demak, Mujahidin Cyber. Ajaran Ahlusunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang melekat pada tradisi NU seperti tahlil dan maulid nabi wajib dipertahankan sampai kapanpun dan dimanapun. Warga tak perlu mendengarkan celotehan kelompok wahabi seperti MTA.

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Aswaja Wajib Dipertahankan Sampai Kapanpun

Demikian disampaikan ketua PCNU Demak KH Musyadad Syarif  pada acara Halal Bihalal dan pengajian akbar yang diselenggarakan oleh MWCNU Mranggen di lapangan desa Kembang Arum Kecamatan Mranggen Demak Jateng, Ahad 25/8 kemarin.

Mengumandangkan maulid nabi dan tahlil, menurut Musadad, merupakan bentuk dan cara meneguhkan eksistensi paham dan ajaran Aswaja di kalangan warga NU, dikarenakan Aswaja sudah ada sebelum adanya NU di bumi pertiwi.

Mujahidin Cyber

“Kenapa Aswaja harus dipertahankan NU, karena aswaja ada sebelum NU terbentuk dan menjadi idiologinya,” tutur Kiai Musadad.

Mujahidin Cyber

Menyinggung aksi damai yang di lakukan oleh Ansor dan Banser pada 22 Agustus lalu, ketua NU itu menyampaikan tindakan Ansor Banser sudah dianggap tepat dikarenakan akan dideklarasikannya MTA di desa Kedondong yang membawa ajaran sesat dan bertentangan dengan Aswaja.

“Dalam kondisi Demikian NU melalui Ansor dan Banser sebagai organisasi wajib turun gunung dengan cepat sigap dan tanggap untuk mencegah kegiatan MTA yang membuat lingkungan tidak kondusif,” tegas Musadad

Sementara itu ketua panitia H Slamet menyampaikan kegiatan MWC untuk mengumpulkan warga NU melalui Halal Bi Halal dan pengajian akbar sebagai sarana untuk membumikan Aswaja di bumi Demak,

“Alhamdulillah banyak yang hadir, dengan kehadiran mereka kita bisa menyampaikan pesan organisasi,” jelas H Slamet.

Menurut Mantan Ketua PAC Ansor Mranggen itu, pengajian akbar dan halal bi halal tersebut hasil kerjasama antara MWCNU Mranggen dan Rumah Sakit  NU Demak, bahkan sampai tim medis juga diterjunkan saat acara berlangsung.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributo: A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Kiai, Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Kamis, 04 Januari 2018

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

Solo, Mujahidin Cyber



Ratusan santri Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN), yang digelar di halaman pondok, Sabtu (22/10). Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah pengurus Muslimat NU Kota Solo, mahasiswa UNU Solo dan tamu undangan lainnya, antara lain Sekretaris Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Alissa Wahid.

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

Dalam amanatnya, pembina upacara, Mukhlis Suranto, mengungkapkan tugas yang semakin berat, diemban para santri di zaman sekarang.?

“Yang menjadi penekanan pada Hari Santri ini, tugas santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan Islam Aswaja, menangkis paham yang dapat merongrong bangsa, ini merupakan perjuangan yang sangat berat,” tegas Kepala SMA Al-Muayyad itu.

Pada kesempatan itu, Suranto juga memaparkan scara singkat kronologi terjadinya Resolusi Jihad. Dijelaskan bahwa menjelang meletusnya Perang 10 November 1945 di Kota Surabaya, serta peperangan melawan penjajah di daerah-daerah lainnya, Presiden Soekarno mengirim utusan ke Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menanyakan fatwa tentang berjihad demi membela bangsa.

Pertanyaan ini, kemudian dimusyawarahkan Hadratussyaikh bersama ulama lainnya, hingga akhirnya tercetuslah Resolusi Jihad, yang menjadi kobaran semangat para pejuang dalam melawan penjajah. “Resolusi Jihad ini dimotori oleh para ulama dan kiai,” kata Suranto.

Mujahidin Cyber

Upacara Hari Santri di Al-Muayyad juga dimeriahkan dengan pekikan mars lagu “Ayo Mondok” dan “Ya Ahlal Wathon". (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri, Pahlawan, Bahtsul Masail Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Selasa, 02 Januari 2018

Pertukaran Pemuda Internasional GP Ansor di Mata Peserta Asal Belanda

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) kembali menggelar agenda Pertukaran Pemua Antarbudaya. Kali ini, ada delapan puluh lima peserta yang berasal dari dua puluh tiga negara.?

Diantara sekian peserta, ada yang cukup mencuri perhatian karena tinggi badannya yang di atas rata-rata orang Asia dan berambut pirang. Xander Laurence V.C namanya. Seorang peserta dari negeri kincir angin, Belanda.

Pertukaran Pemuda Internasional GP Ansor di Mata Peserta Asal Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertukaran Pemuda Internasional GP Ansor di Mata Peserta Asal Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertukaran Pemuda Internasional GP Ansor di Mata Peserta Asal Belanda

Awalnya, ia mendapatkan info tentang agenda ini dari temannya yang membagikan info tersebut kepadanya. Lalu kemudian ia mendaftarkan diri dan diterima sebagai peserta. Ia mengaku sudah memiliki persiapan yang matang dalam menjalani setiap acara dalam agenda ini.

“Saya memiliki minggu-minggu yang sibuk untuk mempersiapkan diri mengikuti acara ini,” kata Xander selepas mengikuti Perayaan Pembukaan Global Intercultural Youth Exchange dengan tema Strengthening Global Bond for A Better World di Jakarta, Kamis (19/5).

Dengan mengikuti agendanya itu, mahasiswa Universitas Indonesia itu berharap, ia bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara dengan agama dan budaya yang berbeda-beda.?

Mujahidin Cyber

“Saya berharap bisa bertemu banyak orang di sini. Melewati batas-batas negara dan sekat yang ada di antara kita,” ujar laki-laki yang mengaku baru bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit itu.

Selama ini, ia mengaku fokus untuk bertemu dan bergabung dengan orang-orang di luar negaranya untuk menjelaskan batas-batasnya.?

Mujahidin Cyber

Rencananya, ada dua kota yang akan dijelajahi oleh peserta Global Intercultural Youth Exchange, yaitu Kebumen dan Yogyakarta. Di Kebumen, mereka akan mengunjungi Pondok Pesantren Al Kahfi, sementara di Yogyakarta mereka akan mengeksplorasi kota budaya tersebut dan dijadwalkan bertemu dengan Sri Sultan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pendidikan, Santri Mujahidin Cyber

Sabtu, 30 Desember 2017

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar

Situbondo, Mujahidin Cyber. Forum Pengasuh Pondok Pesantren dan tokoh NU mengingatkan agar muktamar Nahdlatul Ulama di Jombang, Agustus 2015 menjadi momentum untuk menjaga organisasi itu dari pengaruh paham lain yang tidak sejalan.

"Muktamar yang merupakan lembaga permusyawaratan tertinggi di dalam organisasi NU harus bersikap tegas dan kritis terhadap paham-paham yang mempengaruhi NU yang pada akhirnya akan mengubah haluan sejati NU," kata KH Misbahus Salam yang membacakan rekomendasi Forum Pengasuh Pondok Pesantren dan Tokoh NU Jawa, Madura, Bali dan NTB di Situbono, Jawa Timur, Jumat.

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Pengasuh Pondok Pesantren Beri Rekomendasi untuk Muktamar

Sekretaris Pengurus Cabang NU Jember ini menjelaskan bahwa para pengasuh pondok pesantren dan tokoh NU se Jawa, Madura, Bali dan NTB berkumpul di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Situbondo, Kamis (21/5) untuk mengikuti sarasehan.

Mujahidin Cyber

Dari sarasehan bertema "Meneguhkan Qanun Asasi sebagai Prinsip Jamiyah Nahdlatul Ulama" yang menghadirkan pembicara Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Hasyim Muzadi, Katib PBNU KH Afifuddin Muhajir dan KH Hasan Basri itu kemudian melahirkan sejumlah rekomendasi.

Sebelumnya Hasyim Muzadi juga menengarai bahwa kini ada upaya untuk mengubah NU dari dalam dengan tujuan akhir adalah melemahkan, bahkan menghancurkan organisasi yang didirikan oleh KH Hasyim Asyari tersebut. Padahal, kalau NU mundur, diyakini negara juga akan mundur.

Mujahidin Cyber

"Tanpa NU, NKRI (negara kesatuan Republik Indonesia) tidak ada jaminan. Bahkan kalau NU hancur, NKRI juga akan hancur. Yang made in Indonesia kan cuma NU dengan Muhammadiyah," ucapnya.

Sementara Misbahus Salam melanjutkan bahwa forum dan sarasehan ulama itu juga mengeluarkan rekomendasi lain, yakni anggaran dasar dan rumah tangga NU harus tetap merujuk kepada Qanun Asasi, terutama sistem bermazhab, baik dalam bidang akidah, fikih, dan tasawwuf.

"NU lahir dari para ulama pesantren, maka lembaga syuriyah yang merupakan reprensentasi dari ulama harus dikembalikan kepada visi awal pendirian NU, dan secara organisasi harus lebih kuat daripada tanfidziyah," tuturnya.

Dia mengatakan, rekomendasi itu juga mengingatkan bahwa NU harus selektif dalam menempatkan kader-kadernya di kepengurusan karena ada indikasi yang mengarah pada dugaan bahwa beberapa orang yang telah terpilih terbukti berafiliasi kepada kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan Qanun Asasi NU.

"NU dan pesantren dengan manhaj tasamuh (toleran) serta tawassuth (moderat) telah terbukti dapat mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara yang aman dan penuh toleransi. Oleh karena itu, muktamar NU bertanggung jawab untuk mempertahankan manhaj (jalan) ini dan menolak intervensi baik dari paham ekstrim kanan maupun kiri dan intervensi partai politik manapun," ujarnya.

Selain itu, forum juga meminta warga NU berkomitmen untuk mempertahankan eksistensi ahlussunnah wal jamaah di tempat berkhidmat masing-masing dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang tertuang dalam Qanun Asasi. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri Mujahidin Cyber

Sabtu, 23 Desember 2017

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat

Lamongan, Mujahidin Cyber

Menjelang perhelatan Ujian Nasional (UN) pada April mendatang, lebih dari 5000 pelajar dan santri menggelar shalawat di halaman kantor Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Acara ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan peringatan hari lahir Ikatan Pelajar NU (IPNU) yang ke 62 dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) yang ke-61.

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, 5000 Pelajar NU Lamongan Bershalawat

Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan mengadakan acara tersebut, Sabtu (26/3) malam, dengan mengambil tema "Dengan Harlah IPNU ke-62 dan IPPNU ke-61 Kita Teguhkan Pengabdian untuk Agama, Bangsa dan Negeri”. Penyelenggaraan berlangsung di sepanjang Jalan Lamongrejo.

Munadzirul Amin, salah seorang peserta dari Kecamatan Sekaran, mengaku acara ini, “Menjadikan motivasi bagi kader-kader IPNU-IPPNU yang akan melaksanakan UN tahun ini agar lebih bersemangat dan berharap bisa mendapatkan hasil yang baik."

Mujahidin Cyber

Dia juga berharap majelis sejenis bisa dilaksanakan setiap tahunnya, karena dengan lantunan shalawat hati menjadi teduh.

Mujahidin Cyber

Panitia menyelenggarakan acara tersebut untuk mengajak seluruh kader Nahdliyin, utamanya yang akan menghadapi UN tahun ini, agar mempersiapkan diri dengan baik, jujur dan tanpa adanya kecurangan.

? "Semoga lewat shalawat ini kita bisa mengambil manfaat, mendapatkan syafaat dari Rasulullah dan lewat shalawat ini kita ingin menyatukan umat,” ungkap Muhlisin, Ketua PC IPNU Kabupaten Lamongan. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri Mujahidin Cyber

Kamis, 21 Desember 2017

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan

Jombang, Mujahidin Cyber. Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto mengimbau kepada jajaran Pengurus Ansor se-Jombang bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) setempat untuk mendirikan Posko Pengamanan Ramadhan.?

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan serta memberikan kenyamanan kepada warga di masing-masing wilayah se-Jombang pada Bulan Ramadhan ini.

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan Banser Jombang Diimbau Dirikan Posko Pengamanan Ramadhan

Pendirian Posko Ramadhan ini menurutnya, bisa didirikan di tingkat kecamatan yang bekerjasama dengan Camat, Polsek serta Koramil melalui koordinasi yang baik. Begitu juga di tingkat desa atau ranting, Pengurus Ansor dan Banser berkoordinasi dengan setiap perangkat desa.

"Bagi Kader Ansor dan Banser di setiap Kecamatan (PAC) diimbau membuat Posko Pam Ramadhan, berkoordinasi dengan Camat, Polsek dan Koramil. Demikian di tingkat desa, bisa berkoordinasi dengan Kades, Babinkamtibmas dan Babinsa," ujarnya, Rabu (31/5).

Mujahidin Cyber

Lebih detail, pria yang kerab disapa Gus Antok ini kemudian menjelaskan terkait tugas dan tanggung jawa Ansor serta Banser. Menurutnya tugas utama Kader Ansor dan Banser meliputi peningkatan kegiatan keagamaan, sosial kemasyarakatan juga optimalisasi pengamanan di lingkungannya masing-masing serta mempertahankan keutuhan NKRI. Terlebih pada setiap Bulan Ramadhan angka kejahatan semakin meningkat.

"Tugas dan kegiatan utama Kader Ansor atau Banser diantaranya merealisasikan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan untuk pembangunan, selanjutnya, meningkatkan pengamanan lingkungan termasuk kegiatan bela Negara," jelasnya.

Sementara tanggung jawab Ansor dan Banser, tambah Gus Antok, meliputi berupaya menjaga, memelihara, menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan organisasi, terutama bagi keluarga Nahdlatul Ulama (NU), selain itu Ansor dan Banser bersama dengan kekuatan bangsa lain untuk menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segala ancaman, hambatan, gangguan dan tantangan.

Salah satu Posko Pam Ramadhan yang sudah dibentuk jajaran PAC Ansor dan ban Banser adalah di wilayah Mojoagung. Saat ini sejumlah Kader Ansor dan Banser secara rutin siaga di pos tersebut.

Dipilihnya Mojoagung sebagai awal didirikannya posko, sebab beberapa desa di Mojoagung selama ini terkenal rawan kejahatan, misalnya penjambretan atau perampasan barang-barang berharga milik warga. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA

Jakarta, Mujahidin Cyber. Mantan Pelaku Terorisme Kurnia Widodo mengaku mengenal dunia radikalisme dan jihad ekstrem sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) pada awal-awal tahun sembilan puluhan.

Ia menceritakan, awalnya temannya memberikan dia buku-buku tentang jihad ekstremis, tauhid, dan lainnya. Ia juga mengaku pernah bergabung dengan beberapa kelompok Islam radikal seperti Negara Islam Indonesia (NII), HTI, dan ISIS. 

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Mantan Pelaku Terorisme Mengenal Jihad Ekstrem Sejak SMA

“NII itu masih ada sel-selnya,” kata Kurnia saat menjadi narasumber dalam acara Ngobrol Bareng Merawat Keindonesian dengan tema Tolak Radikalisme, Lawan Terorisme, di Jakarta, Ahad (23/7).

  

Mujahidin Cyber

Lulusan Teknik Kimia Institur Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku belajar untuk merakit bom saat ia berada di ITB. Ia merancang bom dan mencari bahan-bahannya dari bacaan yang ada di perpustakaan.

“Membuat bom itu tidak sulit,” ungkapnya.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut, ia menjelaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang tua untuk mendeteksi apakah anaknya terkena paham radikal. Pertama, awasi anak dan jangan abaikan. Kalau orang tua abai dengan anaknya, maka itu adalah peluang yang bagus untuk para radikalis.

“(Kemudian) Ajak dialog anak. Kalau ada indikasi, maka orang tua harus selidiki dari mana anak mendapatknya paham radikal itu,” tuturnya.

Terakhir, kalau seandainya anak sudah terpapar dengan paham radikal, maka ia harus dibawa kepada para tokoh agama yang memiliki pemahaman yang moderat. 

Peran istri

Kurnia menjelaskan, para istri pelaku terorisme dengan pelaku kriminal lainnya itu memiliki sikap yang berbeda saat menjenguk suami mereka yang sedang mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Ketika menjenguk suami di Lapas, istri pelaku kriminal selain teroris biasanya minta cerai. Namun, hal itu tidak berlaku pada istri-istri pelaku terorisme. 

“Istri kasus terorisme minta cerai itu tidak terjadi (saat mereka menjenguk suaminya di penjara). Mereka setia,” ungkapnya.

Senada dengan Kurnia, Direktur The Asian Muslim Action Network Indonesia (AMAN Indonesia) Ruby Kholifah menyatakan, istri para pelaku teror biasanya mendukung apa yang dilakukan oleh suami mereka.

 

Bahkan mereka memiliki keyakinan bahwa rahim mereka adalah rahim yang akan melahirkan para jihadis-jihadis yang membela dan menegakkan Islam.

“Banyak yang percaya bahwa itu adalah cara untuk mengabdi kepada agama,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nasional, Santri Mujahidin Cyber

Sabtu, 09 Desember 2017

Khataman Al-Quran 40 Hari 40 Malam Digelar di Makam Mbah Sahal

Pati, Mujahidin Cyber. Sekitar 55 penghafal Al-Quran akan membaca ayat-ayat bi al-ghaib (dihafal) untuk Almaghfurlah KH MA Sahal Sahal Mahfudh. Kegiatan ini digelar di makam Rais Aam PBNU tiga periode tersebut yang wafat Jumat pekan lalu (24/1). Rencananya, semaan ini berlangsung selama 40 hari 24 jam nonstop.

Khataman Al-Quran 40 Hari 40 Malam Digelar di Makam Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran 40 Hari 40 Malam Digelar di Makam Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran 40 Hari 40 Malam Digelar di Makam Mbah Sahal

Di Pesantren Maslakul Huda (PMH), Kajen, ada tiga PMH: yaitu PMH Pusat, PMH Putri? yang dikelola KH A Nafi’ Abdillah, dan PMH Putra yang dikelola KH MA Sahal Mahfudh.

Di PMH Putra terdapat seorang santri yang hafal AL-Quran 30 juz bernama Ahmad Mutamakkin. Menurut dia, inisiatif awal kegiatan ini dari Gus Rozaq, putra menantu KH A Nafi’ Abdillah, Pengasuh PMH Putri.

Mujahidin Cyber

Setelah berkomunikasi intensif dengan Gus Rozaq, alumnus Matholi’ul Falah 2004 ini lalu mengkomunikasikan ide takhtiman dengan para anggota Jami’yyatul Qurro’ wal Huffadz (JQH) cabang Pati.

Mujahidin Cyber

Atas perintah dari guru Qurannya itu, Mutamakkin bersama para huffadz lalu memberanikan diri menggelar semaan selama 40 hari 40 malam nonstop. “Tiap harinya dari jam 6 pagi sampai jam 6 malam semaan oleh para anggota JQH, sementara dari jam 6 malam hingga jam 6 pagi giliran para santri,” ujarnya saat dihubungi Mujahidin Cyber melalui telepon seluler.

Takhtiman yang digelar seperti di makam Mbah Sahal ini, lanjut Mutamakkin, sebelumnya pernah dilaksanakan atas wafatnya KH Abdullah Salam dan Nyai Hj Aisyah. Menurut dia, kegiatan ini dilaksanakan lantaran para huffadz tersebut ingin ngalap berkah kepada sesepuh yang juga hafal Quran 30 juz tersebut.

Ahmad Mutamakkin bin Abdullah Afif adalah santri ndalem Mbah Sahal yang berasal dari Desa Karas, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Ia terhitung masih kerabat Rais Aam dari garis bapak. Kakeknya, KH Zubaidi, adalah adik kandung Nyai Badi’ah, ibunda Kiai Sahal.

“Saya berkhidmah di ndalem beliau sejak masuk Kajen pada 1997 silam hingga saya lulus pada 2004. Tiga tahun kemudian, saya dipanggil Mbah Sahal untuk di ndalem lagi,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Santri Mujahidin Cyber

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan

Jombang, Mujahidin Cyber?

Masyarakat memperingati Hari Pahlawan dengan beragam cara. Puluhan pelukis yang tergabung dalam Komunitas Pecinta Lukis (KOPI) di kota santri, Jombang, Jawa Timur memperingatinya dengan cara tersendiri.

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Pelukis Jombang Peringati Hari Pahlawan

Di area Taman Makam Pahlawan (TMP) Kabupaten Jombang, mereka melukis beberapa pahlawan Indonesia. Beberapa gambar yang dilukis, di antaranya Soekarno, Jendral Sudirman, KH Hasyim Asyari. Bupati pertama Kabupaten Jombang R.A.A. Soeroadiningrat tak luput dari goresan pensil mereka.?

Suger Hartobi, salah satu pelukis yang ikut dalam aksi itu mengungkapkan, pagelaran ini dilakukan tiap tahun di setiap Hari Pahlawan. Kali ini adalah tahun kedelapan.?

"Kurang lebih selama delapan tahun, agenda melukis di Taman Makam Pahlawan ini dilakukan setiap memperingati Hari Pahlawan, dan usai melukis maka lukisan akan dipajang atau dipamerkan di depan makam," ujarnya, Kamis (10/11).?

Mujahidin Cyber

Tobi, panggilan akrabnya, menambahkan, pelukis dari berbagai aliran ikut serta dalam aksi kali ini, mulai dari realis, abstrak, dekoratif, temporer serta kubisme.

"Kami para pelukis memperingati dan menghargai jasa pahlawan dengan cara kami, dan dengan acara ini semangat dan nilai cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat kami pupuk dan kami sampaikan melalui lukisan," imbuhnya.?

Usai melukis, mereka meletakkan lukisanya secara berjajar di sepanjang trotoar makam sehingga menjadi pemandangan menarik para pengguna jalan yang melintas. Kadang ada yang tertarik dengan lukisan kemudian membelinya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Aswaja, Santri Mujahidin Cyber

Senin, 04 Desember 2017

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon

Rembang, Mujahidin Cyber



Di kalangan Nahdlatul Ulama berlaku pameo, jika tidak ada guyonan atau ledekan, maka itu bukan pertemuannya NU. Demikiian lekat pameo itu melekat NU, sehingga bisa dipastikan setiap ada pertemuan ulama atau para kiai NU, pasti ada humor segar yang terlontar. Spontan dan tentu saja menggelikan.?

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai Khos NU Bahas Hal Serius, Tapi Penuh Guyon

Seperti terjadi di acara Silaturahim Nasional Alim Ulama Nusantara yang diadakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang, Kamis (16/3. Meski masalah yang dibahas para kiai khos (kiai sepuh) NU adalah masalah genting negara dan bangsa, tetap saja terjadi ger-geran karena adanya guyonan yang dilontarkan.?

Bahkan guyonan itu juga terjadi ketika pembacaan naskah deklarasi hasil pertemuan yang dinamai Risalah Sarang. Di penghujung acara, ketika para kiai mendapuk Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri untuk membacakan naskah risalah, mantan Rais Am PBNU yang biasa dipanggil Gus Mus ini pun membacakan naskah dengan gaya pidatonya yang puitis.?

Dengan nada sastra yang tartil, ia membacakan mukaddimah yang berisi ayat ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian ayat yang dikutip dari naskah Muqoddimah Qonun Asasi NU yang disusun Hadratusyekh KH Hasyim Asyari, dibacakan Gus Mus dengan penuh khidmat. Hadirin dan para wartawan pun seksama mendengarkan, seraya merekam suara atau merekam video dengan kamera profesional atau smarthphone masing masing.?

Tiba tiba, pengasuh Ponpes Roudlotut Tholibin ini nyeletuk: "WAH, di sini gak ada Al Maidah ini...."

Mujahidin Cyber

Spontan hadirin pun tertawa; "Gerrr... Hahahaa...."

Beberapa orang di barisan belakang menyeletuk: Wah, ini menohok ini... Hehehe....

Mujahidin Cyber

Dan Gus Mus pun melanjutkan membaca poin-poin naskah risalah itu sambil sesekali melontarkan canda. Seperti ketika membacakan tentang komitmen terhadap NKRI, kiai yang pandai bersyair ini mencandai tuan rumah, Kiai Maimun Zubair.?

Mbah Maimun itu suka menyebut saya orang NU nomor satu. Karena saya dinilai selalu menomorsatukan NU. Sedangkan bagi beliau, nomor satu itu Garuda Pancasila, nomor dua baru NU. Tapi saya kan selalu bilang bahwa NU itu selalu ada dan selalu berada di depan untuk NKRI. Jadi tetap saja Republik Indonesia adalah nomor satu.?

"Gerrrr..." lagi lagi hadirin tertawa. Mbah Maimun yang persis berada di sampingnya ikut terkekeh meski tak sampai bersuara.?

Wah...mbulet tenan iki, sahut seorang peserta Silatnas. (Ichwan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Santri, Ulama Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock