Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus

Jombang, Mujahidin Cyber. Tantangan yang dihadapi generasi muda kian keras dan mengkhawatirkan. Diperlukan persiapan ekstra sebelum mereka berkiprah di masyarakat atau berbaur dengan komunitas baru.

KH Zaimuddin As’ad Wijaya SU, Sabtu (27/7) kemarin mengingatkan sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri Darul Ulum (MAN DU) Rejoso Peterongan Jombang bahwa generasi muda menghadapi tantangan yang tidak ringan, khususnya dalam hal akidah.

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Mahasiswa Diingatkan Penyebaran Ideologi Transnasional di Kampus

Saat memastikan diri untuk melanjutkan studi ke sejumlah kampus di kota-kota terkenal, maka yang akan dihadapi adalah banyaknya ideologi Islam transnasional.?

Mujahidin Cyber

Salah seorang Majlis Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) ini mengingatkan bahwa di sejumlah kampus ternama itu sudah jamak ditemukan aliran yang akan mengenalkan Islam secara puritan.?

“Mereka akan mempersoalkan amaliah yang sebelumnya telah terbiasa dilakukan di lingkungan pesantren dan sekolah,” katanya saat membuka kegiatan Nuzulul Qu’an di Islamic Center PPDU.?

Mujahidin Cyber

Gus Zu’em, sapaan akrabnya juga mengingatkan bahwa tidak sedikit kalangan yang akan “meminang” mahasiswa baru menjadi pengantin dan diajak untuk melakukan tinbdakan terorisme dengan pendekatan agama.

“Karena itulah pemahaman keislaman ala aswaja hendaknya menjadi pengetahuan dasar bagi para siswa khususnya alumnus pesantren Darul Ulum,” ungkapnya pada acara yang dihadiri para guru, karyawan dan siswa-siswi MAN DU ini.

Ustadz Yusuf Suharto sebagai narasumber pertama memberikan gambaran sekilas tentang sejarah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja). Alumnus Ma’had Ali ini menandaskan bahwa pilihan untuk berada di barisan Aswaja adalah tepat karena telah sesuai dengan pendapat mayoritas ulama yang bisa dipertanggungjawabkan integritasnya.

“Aswaja lebih menekankan kepada akidah dengan melakukan kritik terhadap aliran qadariyah dan jabariyah yang cenderung berseberangan,” tandas Direktur Aswaja Center PCNU Jombang ini.

Namun ketika Aswaja dibawa ke Indonesia, telah melakukan sejumlah modivikasi dengan memperhatikan dan menghargai kearifan lokal berupa budaya dan hal lain yang telah melekat di bumi Nusantara.?

Narasumber kedua, Ustadz Sholihuddin tidak menampik kalau klaim yang disandarkan kepada amaliyah NU dengan tahayyul bid’ah dan churafat atau TBC. Sehingga tidak sedikit yang mengajak warga NU termasuk para mahasiswa dan kalangan terpelajar untuk “kembali kepada al-Qur’an”.

Terhadap hal ini, Ketua PC Lembaga Ta’lif wan Nashr (LTN) NU Jombang ini justru mengharapkan para siswa MAN DU untuk meladeni tantangan tersebut. Dengan sedikit berseloroh, Gus Sholihuddin mengatakan bahwa “Yang dimaksud dengan kembali kepada al-Qur’an itu adalah kembali kepada terjemahan al-Qur’an,” tandasnya.

Sebenarnya kalau mau melakukan klarifikasi maupun debat dengan kelompok ini sangatlah mudah. “Mereka tidak memiliki kapasitas untuk mendalami al-Qur’an secara benar dan pandangannya tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Bedah buku “Landasan Amaliah NU” ini merupakan rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an yang sebelumnya diisi khatmil Qur’an dan dilanjutkan buka puasa bersama.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Pendidikan Mujahidin Cyber

Sabtu, 17 Februari 2018

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri

Kediri, Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bojonegoro, Selasa (18/2), membantu korban letusan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bantuan tersebut disalurkan melalui Pengurus Cabang NU (PCNU) Kediri yang membuka posko di Desa Pandantoyo, Kecamatan Gancar, Kabupaten Kediri.?

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bojonegoro Bantu Korban Gunung Kelud di Kediri

Ketua PC LPBI NU Bojonegoro Rakhmad Maulana menjelaskan, pihaknya melakukan aksi kemanusiaan di lokasi berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Kelud, tepatnya di daerah Tegalrejo, Babadan, Kediri. Lokasi tersebut dipilih setelah berkoordinasi dengan Ketua PCNU Kabupaten Kediri HM Sulaiman Lubis.

"Para relawan akan melakukan bersih-bersih sisa abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud. Serta akan dilakukan pula pembagian bingkisan. 562 bungkus," sambungnya sembari berharap pemberian bantuan tersebut dapat meringankan beban penderitaan korban bencana alam letusan Gunung Kelud.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Kediri HM Sulaiman Lubis yang menerima langsung bantuan tersebut berterima kasih kepada LPBINU Bojonegoro yang turut peduli terhadap kesulitan masyarakat Kediri.

Mujahidin Cyber

"Saya juga minta doa restunya, mudah-mudahan Kediri diberi kekuatan oleh Allah, agar mampu menyikapi bencana alam dengan bijaksana," harapnya.

Ditambahkan, letusan Gunung Kelud di Kediri ini mengakibatkan sekitar sekitar 65 ribu warga Kediri menjadi korban, seitar 37 ribu di antaranya adalah Nahdliyin. Mereka tersebar di beberapa lokasi yang jaraknya berdekatan dengan gunung. Setelah terjadi letusan Jumat (14/2) malam, Sabtu berikutnya PCNU mendirikan posko peduli bencana.

"Posko ini didirikan Sabtu hingga selesai dinyatakan Kelud aman," jelas Sulaiman.

Menurut Sulaiman, masyarakat masih membutuhkan sembako, susu anak-anak, pembalut wanita dan lainnya. Bantuan dari LPBINU Bojonegoro langsung didistribusikan ke masyararakat setempat.

Informasi yang didapat Mujahidin Cyber di lapangan menyebutkan, Gunung Kelud sudah mengalami letusan sebanyak tujuh kali ini, di antaranya pada tahun 1586, 1901, 1919, 1951, 1966, 1999 dan 2014 sekarang ini. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Kyai, Humor Islam Mujahidin Cyber

Kamis, 08 Februari 2018

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengungkapkan wafatnya Rais ‘Aam KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan kehilangan besar bagi Nahdliyin. Mbah Sahal, demikian Kiai Sahal disapa di kesehariannya, dinilai sebagai sosok orang tua, guru, sekaligus panutan yang selalu bisa mengayomi.

?

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Nahdliyin Kehilangan Orang Tua, Guru, dan Panutan

“Nahdlatul Ulama dan seluruh keluarga besarnya, Nahdliyin, baru saja kehilangan orang tua, guru, dan juga panutan,” kata Kiai Said di Jakarta, Jumat (24/1/2014).

? Dalam kenangannya, Kiai Said sudah melihat begitu alimnya seorang Mbah Sahal dari karyanya, yaitu kitab Ushul Fiqh Thoriqotul Husul. Secara pribadi Kiai Said mengenal Mbah Sahal sebagai seorang ulama yang teguh dalam memegang pendirian.

Mujahidin Cyber

? “Sejak zaman Orde Baru sampai sekarang. Sejak eranya Gus Dur, Pak Hasyim, dan dengan saya, Beliau adalah Rais ‘Aam yang teguh memegang pendirian. Prinsipnya tidak pernah berubah, sekali bilang khitah ya tetap khitah. Beliau tidak takut dicerca dan dikritik, lurus, dan tidak sombong ketika dipuji,” kenang Kiai Said.

Mujahidin Cyber

? Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam keseharian berduet dengan Mbah Sahal sejak tahun 2010 yang merupakan hasil Muktamar ke-32 di Makasar, merasa senang karena di setiap agenda rapat dapat menjalankan tugas kepemimpinan secara bersama-sama.?

“Alhamdulillah, di era saya ini Mbah Sahal bisa selalu hadir setiap ada rapat. Itu yang tidak terjadi sebelumnya,” ujarnya.

?

Menegaskan kembali instruksi yang sudah dikeluarkan PBNU, Kang Said meminda seluruh Nahdliyin untuk melaksanakan salat ghaib dan membaca doa serta tahlil, sebagai bentuk penghormatan kepada Mbah Sahal.

?

“Insya Allah Mbah Sahal mendapatkan tempat terbaik,” tutup Kang Said.?

Rais ‘Aam PBNU KH Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh, meninggal dunia pada Jumat (24/1) dinihari sekitar pukul 01.15 WIB. Jenazah Kiai yang juga menjabat Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut dimakamkan pukul 09.25 WIB pagi tadi di kompleks pemakaman Syeikh Ahmad al-Mutamakkin, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sholawat, Halaqoh, Kajian Mujahidin Cyber

Rabu, 07 Februari 2018

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan!

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf mengatakan, organisasi-organisasi di bawah NU herus berpegang teguh pada keislaman dan keindonesian. Sangat tepat, dalam Harlah ke-63, Fatayat NU mengambil tema “Meneguhkan karakter keislaman dan keindonesiaan”.

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan! (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan! (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan!

Hal itu diungkapkan Slamet pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-63 Fatayat NU di gedung Langen Palikrama, Pegadaian, Jakarta Pusat, Rabu, (24/4).

Kata Slamet, keislaman dan keindonesiaan harus menjelma dalam pemikiran, pandangan, dan perrbuatan sehari-hari Fatayat NU, “Organisasi di bawah NU tak boleh mengabaikan kondisi bangsa, kondisi umat Islam,” katanya.

Mujahidin Cyber

Slamet juga mengatakan, bangsa ini tengah terjadi “pertarungan” antara pemikiran leberal dan fundamental. Kekuatan keduanya mempengaruhi persoalan-persoalan kebijakan negara dan perundang-undangan. Juga masuk ke dalam tradisi-tradisi dalam masyarakat, “NU, selalu berada di jalan tengah. Tidak liberal dan fundamental,” tegasnya.

Slamet berpesan, dalam konteks keindonesiaan, kader Fatayat NU harus waspada kepada pemikiran yang mengabaikan peran-peran umat Islam yang turut mendirikan bangsa ini. Juga organisasi yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar negara.

Mujahidin Cyber

Sekarang ada organisasi yang menganggap Indonesia hanya alamat, karena negara bangsa itu tidak. Demokrasi dianggap barang haram. Mereka berpandangan bahwa negara-negara Islam harus tergabung dalam kekhalifahan.

Tapi, sambung Slamet, bagi NU, Indonesia bukan sekadar alamat, “Indonesia adalah negara yang digayuh para ulama. Indonesia adalah prinsip-prinsip, termasuk di dalamnya Pancasila,” jelasnya.    

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Syariah Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

Depok,Mujahidin Cyber. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa merangkul para Ulama untuk mensosialisasikan program pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Terlebih lagi, pengurangan tersebut telah menimbulkan goncangan dan dampak bagi warga miskin. 

Menurutnya, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) diyakini menjadi penguat atas keberlanjutan mencapai kebutuhan dasar, seperti sekolah, ekonomi rumah tangga, serta layanan kesehatan. Terlebih lagi, di kalangan para Ulama biasa bersentuhan dan mengelola diniyah atau madrasah. Untuk itu, mereka bisa merespon dan memberikan data siswa di madrasah yang mungkin di lingkungannya tidak terdaftar formal dalam  pendidikan atau di bawah umur 18 tahun.  

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

"Tentunya, bisa  diintegrasikan melalui Kementerian Agama. Harapannya, supaya dapat Kartu Indonesia  Pintar supaya dapat dana operasional dan agar  dapat dana tunjangan fungsional. Kategori itu kan sudah ada di Mendibud dan Menag. Kita dari Kemensos hanya  approfal jumlahnya. Tapi, pendataannya di Dikbud dan Depag.  Kalau yayasan  langsung ke Kementerian Sosial atau mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial tingkat 2,"ujarnya dalam  Rapat Kerja Nasional Jamiyyatul Qurro wal Huffazh Nahdlatul Ulama dan Peresmian Gedung Al-Quran Centre, Al-Hikam, Beji.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, pada  tahun 2015  alokasi untuk  KIP sebesar 16,5 juta. Dengan jumlah tersebut, dia mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta anggaran agar dinaikkan menjadi 20 juta dengan asumsi cakupannya diperluas. Padahal, tahun 2014 sebanyak 11,5 juta dan tak terserap sebesar 4,5 juta.  

Mujahidin Cyber

"Ini PR kita bagaimana agar bisa dipercepat. Saya mencontohkan, Menkumham saja  minta  untuk 160 ribu  narapidana agar mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan dapat 30 ribu.  Kalau dulu semuanya berbasis rumah tangga. Sekarang cakupannya luas  sampai anak drop out dan anak terlantar,"paparnya.

Mimpi Khofifah

Dirinya berimpi saat berada  di tim transisi, agar pendidikan Diniyah, Madrasah dan ustad bisa menjadi target. Terlebih lagi, peran dan posisinya sangat strategis. Yaitu mewujudkan Islam  Rahmatan lil Alamin (Islam rahmat bagi alam semesta).  

"Perannya agar bisa dirasakan sampai ke  Asia. Mestinya  ini kita tangkap dalam mewujudkan peradaban keemasan Islam Rahmatan lil Alami di Asia. Kalau teror bom, kan bukan dari  Islam. Sebagai catatan peradaban Islam tampak di Pesantren yang  menghadirkan Islam penuh damai," paparnya.

Dalam acara tersebut, selain para alim ulama juga  tampak hadir Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin juga menjadi narasumber. (aan humaidi/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Ubudiyah, Halaqoh Mujahidin Cyber

Selasa, 30 Januari 2018

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Shahih Bukhari merupakan kitab hadis yang menjadi rujukan para ahli hadis maupun lembaga pendidikan Islam di berbagai penjuru dunia. Di Indonesia, pendiri NU KH Hasyim Asy’ari merupakan jalur pertama dari sanad kitab hadis masyhur tersebut.

? ?

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanad Kitab Shahih Bukhari KH Hasyim Asyari

Berikut ini sanad Kitab Shahih Bukhari, dari KH Hasyim Asy’ari melalui jalur Syaikh Mahfud Termas sampai kepada penulis hadits, yakni Imam Abi Abdillah Muhammad bin Ismail Al-Bukhari yang terdiri dari jalur pertama dan kedua:

Jalur pertama:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfud Termas.?

Mujahidin Cyber

3. Dari Syaikh Muhammad Abu Bakar Syatha Al-Makki.?

4. Dari Sayyid Ahmad Zaini Dahlan

5. Dari Syaikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi

6. Dari Syaikh Muhammad bin Ali As-Syinwani

Mujahidin Cyber

7. Dari Syaikh Isa bin Ahmad Al-Barawi

8. Dari Syaikh Muhammad Ad-Dafri

9. Dari Syaikh Salim bin Abdillah Al-Bashri

10. Dari ayahnya: Abdillah bin Salim Al-Bashri

11. Dari Syaikh Muhammad bin Alaudin Al-Babili

12. Dari Syaikh Salim bin Muhammad As-Sanhuri

13. Dari Najm Muhammad bin Ahmad Al-Ghaytho

14. Dari Syaikh Al-Islam Zakariya bin Muhammad Al-Anshari

15. Dari Al-Hafidh Ahmad bin Ali bin Hajar Al-Asqalani

16. Dari Ibrahim bin Ahmad At-Tanukhi

17. Dari Abil Abbas Ahmad bin Thalib Al-Hajar

18. Dari Husain bin Mubarak Az-Zabidi Al-Hambali

19. Dari Abil Waqt Abdil Awwal bin Isa As-Sijzi

20. Dari Abil Hasan Abdul Rahman bin Mudzaffar bin Dawud Ad-Dawudi

21. Dari Abi Muhammad Abdullah bin Ahmad As-Srakhsi

22. Dari Abi Abdillah Muhammad bin Yusuf bin Mathar Al-Firabri

23. Dari Penyusunnya (orang yang menghimpun hadits), yakni: Al-Imam Al-Hafid Al-Hujjah Abi Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim Al-Bukhari

Jalur kedua:

1. KH Hasyim Asy’ari

2. Dari Syaikh Mahfudz Termas

3. Dari Sayyid Husain Al-Habsyi

4. Dari Ayahnya Muhammad Husain Al-Habsyi

5. Dari Umar bin Abdul Karim Al-Attar

6. Dari Sayyid Ali bin Abdil Bar Al-Wina’i

7. Dari Abdil Qadir bin Ahmad bin Muhammad Al-Andalusi

8. Dari Muhammad bin Abdillah Al-Idirsi

9. Dari Al-Quthb Muhammad bin Alauddin An-Nahruwali

10. Dari ayahnya

11. Dari Abil Futuh Ahmad bin Abdillah At-Thawusi

12. Dari Baba Yusuf Al-Hirawi

13. Dari Muhammad bin Syadzikhat Al-Farghani

14. Dai Abi Luqman Yahya bin Ammar Al-Khuttalani

15. Dari Muhammad bin Yusuf Al-Farbary

16. Dari Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari

Demikianlah sanad Kitab Shahih sampai KH Hasyim Asy’ari. Dari KH Hasyim Asy’ari inilah kebanyakan para ulama Indonesia setelahnya menimba ilmu.

Sumber:

Kitab Kifayatul Mustafid li Ma Ala minal Asanid, Karya Syaikh Mahfud Termas.

(Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaNu, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Kamis, 25 Januari 2018

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber - Rabu, jam tiga sore Perpustakaan PBNU tampak lengang. Tampak dua pengunjung yang sedang membaca, Kepala Perpustakaan H Syatiri, dan pegawai yang sedang berkutat dengan kerjanya. Berbagai buku, dokumen-dokumen NU dan banom-banomnya memenuhi rak-rak buku yang berjajar, foto tokoh-tokoh NU terpasang ditembok dengan gagah.

Pelayanannya sangat ramah, pegawai perpustakaan yang dipimpin H Syatiri akan dengan senang hati membantu para pengunjung yang membutuhkan bahan-bahan tentang ke-NUan.

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Perkembangan Perpustakaan PBNU

H Syatiri saat ditemui di ruangan yang dikelolanya, Rabu (8/2) mengatakan bahwa pengunjung yang datang ke perpustakaan adalah orang yang betul-betul mencari informasi tentang ke-Nuan di antaranya: peneliti, mahasiswa, dan ada wartawan. Karena menurutnya, sumber rujukan informasi tentang ke-Nuan yang cukup memadai dapat ditemukan di perpustakaan PBNU.

Sejak perpustakaan pindah secara fisik dari Kantor Lakpesdam NU di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan pada tahun 2006, kini perkembangan koleksi perpustakaan sangat pesat. Dari 2500 koleksi tahun 2006, koleksi berkembang menjadi 9000 koleksi pada tahun 2012, dan pada tahun 2017 ini meningkat lagi mencapai 12000 koleksi.

Mujahidin Cyber

Tapi peningkatan dan pengembangan Perpustakaan PBNU tidak berjalan mulus, karena persoalan terus menghampiri. Sebagaimana persoalan pendanaan yang diutarakannya.

Menurutnya, saat perpustakaan dikelola Lakpesdam, pendanaannya berasal dari Asia Foundation, tapi di tengah jalan bantuan untuk program pengembangan perpustakaan tersebut terhenti.

Mujahidin Cyber

“Saya tidak tahu alasannya,” ujarnya.

Sejak pemutusan bantuan tersebut otomatis perpustakaan yang dikelolanya terkena dampak, tidak ada lagi biaya operasional.

“Sekarang belum bisa membeli buku baru secara rutin. Padahal buku-buku tentang ke-NUan, karya tokoh-tokoh banyak terbit setiap bulan,” imbuhnya.

Tapi H Syatiri tidak kehilangan akal demi berkembangnya Perpustakaan PBNU. Ia berinisiatif dengan cara memanfaatkan momen-momen tertentu, seperti menghadiri Kongres Muslimat November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta dan pameran NU Expo di Surabaya Desember 2016.

Tidak berhenti di pameran dan acara-acara seremonial, ia juga menjalin hubungan secara personal dengan para penulis, penerbit, dan pengamat untuk terus mengembangkan perpustakaan PBNU.

“Banyak yang men-support, banyak yang membantu,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya masih punya obsesi mengembangkan perpustakaan untuk dijadikan pilot project. Hal tersebut supaya bisa dikembangkan di perpustakaan wilayah, dan cabang NU. Perpustakaan masing-masing daerah nantinya memiliki khazanah ke-Nuan daerahnya, karya-karya ulama daerahnya, dan juga sejarah NU daerahnya.

“Itu yang masih sangat minim sekali, dan yang harus digarap NU di daerah-daerah,” tegasnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Hikmah, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Selasa, 16 Januari 2018

Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung

Jepara, Mujahidin Cyber. KH Dzikron Abdullah saat mengimbau supaya para santri tetap mendawamkan membaca istighfar. Dawam pada berbagai kondisi, baik dalam keadaan susah, senang, banyak maupun minim rezeki.

Menurut Pengasuh pesantren Addainuriyah Semarang ini kemudian menceritakan sesosok santri yang rajin membaca kalimat meminta ampunan kepada Tuhan tersebut.

Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Santri Istighfar dan Dua Burung

Kiai berusia 66 tahun itu menambahkan, santri yang sudah boyong ini sebut saja bernama si fulan. Usai boyong, ia nganggur sementara ia harus menafkahi istri dan tiga anaknya. Tapi ia masih tetap mendawamkan istighfar.

Mujahidin Cyber

Suatu ketika, si fulan berinisiatif membeli burung beo seharga Rp.400.000. Singkat kisah seorang Tionghoa mendengar ocehan burung itu. “Chino kepet. Chino kepet (tidak mandi, red),” terangnya pada ceramah di Haul I KH Ahmad Cholil (Rais Syuriah PCNU Jepara) di desa Bakalan kecamatan Kalinyamatan kabupaten Jepara, Jum’at (28/8) sore.

Sontak orang itu berkeinginan ingin membeli burung yang bisa ngoceh itu seharga RP 4.500.000. Maka, untunglah si fulan. Di lain hari, si fulan membeli burung derkuku atau tekukur atau dekukur.

Mujahidin Cyber

Suatu hari, datanglah seorang bos ke musholla yang tak jauh dari kediaman si fulan. “Bos ini punya penyakit imsonia. Tidak bisa tidur. Sudah diobatkan hingga ke luar negeri namun tak kunjung sembuh,” terang Ketua Idaroh Wustho Jatman Provinsi Jawa Tengah menambahkan.

Tiba-tiba saat si bos menunaikan shalat Dluha di musholla, ia mendengar kicauan burung tersebut. “Cekuter kuk. Cekuter kuk.” begitu bunyi kicauan burung milik si fulan.

Anehnya, penyakit imsonia yang sudah diobatkan ke sana ke mari bisa ditaklukkan hanya dengan kicauan burung derkuku. “Setiap si bos mendengar burung manggung cekuter kuk. Cekuter kuk lelaki kaya ini langsung tidur,” tambahnya juga disambut tawa hadirin.

Padahal sebelum-sebelumnya dari jam 9 pagi hingga 9 pagi ia sama sekali tidak bisa memejamkan matanya. Alhasil, atas berkah kicauan burung seharga Rp.100.000 dibeli oleh si bos dengan Rp.5.000.000 plus si fulan diberangkatkan haji ke tanah suci.

Dengan misal itu Kiai Dzikron mengimbau seluruh hadirin untuk memperbanyak istighfar dalam kondisi apa pun.

Hadir dalam Haul KH Ahmad Bukhori pengasuh Pesantren Al Falah, KH Imam Abi Jamrah Ketua LBM NU Jawa Tengah, KH Kamil Ahmad Rais Syuriah PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri Ketua PCNU Jepara dan H Ahmad Marzuqi Bupati Jepara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh Mujahidin Cyber

Senin, 15 Januari 2018

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras

Yogyakarta, Mujahidin Cyber



Maraknya kasus minuman keras oplosan belakangan ini yang telah banyak merenggut banyak nyawa terutama dikalangan muda, membuat keprihatian dari Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) D.I.Yogyakarta.

Dalam release yang dikirimkan ke Mujahidin Cyber, mereka menyatakan bahwa konsumsi minuman keras, jelas dan nyata telah merugikan dan merusak masyarakat terutama anak-anak dan remaja yang seharusnya dilindungi oleh negara sebagaimana amanah Konstitusi UUD 1945 dan UU Perlindungan Anak.

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras (Sumber Gambar : Nu Online)
Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras (Sumber Gambar : Nu Online)

Polisi dan Pemda Harus Tegas Larang Peredaran Miras

Selama ini APSI menilai peredaran minuman keras semakin hari semakin mencemaskan, namun ternyata tidak ada langkah nyata dari pemerintah untuk mencegah kerusakan akibat peredaran minuman keras.

Tewasnya puluhan remaja di D.I. Yogyakarta akibat minuman keras oplosan, merupakan fenomena gunung es. Pada faktanya produsen merupakan pemain lama yang sudah keluar masuk tahanan karena hanya dijerat dan diputus hukuman ringan.

Mujahidin Cyber

Untuk mensikapi kondisi ini, APSI D.I.Yogyakarta meminta:

1. Mendesak Kepolisian RI untuk menegakkan hukum dengan menerapkan Pasal-Pasal pidana yang bukan termasuk Tindak Pidana Ringan kepada Produsen dan Distributor Minuman Keras yang telah menewaskan banyak remaja dan pemuda

2. Mendesak kepada Pemerintah RI dan DPR RI untuk membuat peraturan perundang-undangan yang melarang produksi dan pengedaran minuman keras dengan menerapkan sanksi pidana yang berat dengan ketentuan minimum khusus

3. Mendesak kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Pemerintah Kabupaten/Kota di D.I.Yogyakarta untuk membuat peraturan daerah yang melarang produksi dan peredaran minuman keras di wilayahnya masing-masing

4. Mengajak masyarakat luas untuk saling menjaga dari bahaya minuman keras terutama bagi anak-anak dan remaja serta memberikan pengawasan bersama terhadap peredaran minuman keras di masyarakat. Red: Mukafi Niam

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Nahdlatul Ulama Mujahidin Cyber

Minggu, 14 Januari 2018

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional

Jombang, Mujahidin Cyber - Setidaknya ada enam lagu baru yang akan? ditetapkan sebagai lagu perjuangan nasional oleh Kementerian Sosial, salah satunya adalah "Ya Ahlal Wathan" atau yang kerap disebut “Ya ‘Lal Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah.

"Kini dalam proses penyelesaian oleh tim sebelum nanti ditetapkan jelang peringatan hari pahlawan, 10 November 2016," ujar Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansah saat menghadiri Haul pendiri , penggerak NU, KH Wahab Chasbullah ke-45 di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (13/8) malam.

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

“Ya Lal Wathan” Segera Jadi Lagu Perjuangan Nasional

Mensos menambahkan, lagu Cinta Tanah Air yang diciptakan KH Wahab Chasbullah ini menurutnya layak untuk menjadi salah satu lagu nasional. Karena menggelorakan semangat cinta tanah air yang sangat luar biasa. (Unduh Lagu Ya Lal Wathan di Sini)

Mujahidin Cyber

"Kita tahu lagu-lagu nasional sejak lama tidak ada perubahan, sejak saya duduk di SD lagu-lagu nasional tidak ada perubahan. Ketika lagu ini saya perdengarkan ke tim yang sudah menggodok ternyata layak untuk dijadikan lagu nasional," imbuh Khofifah yang datang bersama pejabat Direktorat Jenderal Kepahlawanan dari Kementerian Sosial.

Menurutnya, untuk dapat menjadi lagu perjuangan nasional, maka ada sejumlah syarat yang harus dilalui, di antaranya aransemen. "Kami telah menyiapkan aransemen dan partitur lagu tersebut," kata perempuan yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU ini.

Demikian pula syair lagu yang awalnya berbahasa Arab, maka harus digubah ke bahasa Indonesia. "Karena kalau tetap berbahasa Arab, kami khawatir ini dikira lagunya ISIS. Itu kan bahaya," katanya disambut tawa hadirin.

Persyaratan lain yang mesti dilalui dalam penetapan ini adalah izin dari pihak keluarga. Jika direstui untuk diubah, kata Khofifah, maka lagu Ya Ahlal Wathon akan menjadi salah satu dari 6 lagu yang sekarang dalam penyelesaian oleh tim.

Mujahidin Cyber

“Saat ini sudah ada 5 lagu, jika disetujui pihak keluarga maka akan ada 6 lagu nasional. Salah satunya lagu Ya Ahlal Wathan," kata Menteri yang dikenal dekat dengan Presiden KH Abdurrahman Wahidini.

Lagu Ya Ahlal Wathan diciptakan Mbah Wahab sekitar tahun 1916, saat aktif dalam dunia pergerakan kebangsaan di Surabaya. Lagu ini selalu dinyanyikan siswa atau santri Madrasah Nahdlatul Wathan di Surabaya.

?

Khofifah pun mengatakan, sebelumnya sudah meminta elemen yang ada di NU agar selalu menyanyikan lagu ini saat mengadakan acara. Seperti acara diklat, seminar, maupun lainnya. "PMII, Fatayat, Muslimat sudah kami minta menyanyikan lagu ini saat acara," katanya.

?

Haul Mbah Wahab kali ini mengambil tema mengukuhkan hubbul wathan minal iman. Tampak hadir Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan pejabat yang lain. (Muslim Abdurrahman/Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, AlaSantri Mujahidin Cyber

Senin, 01 Januari 2018

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat

Pamekasan, Mujahidin Cyber. Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Toronan Barak Leke, Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, RKH Ahmad Mawardi Baidlawi, wafat, Selasa (16/2). Rois Syuriah PCNU Pamekasan yang berumur 74 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir di kediamannya sekitar pukul 00.30 WIB.

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

RKH Ahmad Mawardi Baidlawi Wafat

Sebelum wafat, almarhum sempat dirawat di klinik kesehatan di Kelurahan Kangenan. Sebab, penyakit maagnya kambuh.





Atas persetujuan keluarga, almarhum dibawa pulang dari klinik sekitar sejam sebelum wafat. Kondisi fisik yang kritis, membuat dirinya menghadap Sang Pencipta.

Mujahidin Cyber

Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Pesantren Miftahul Ulum Toronan Berek Leke, Selasa pagi. Sejumlah ulama dari berbagai pesantren di Bangkalan, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan kepulauan mengikuti prosesi pemakaman.

Mujahidin Cyber

Kiai Ahmad Mawardi Baidlawi selama dua periode menjabat sebagai Rois Syuriah NU Cabang Pamekasan bersama KH. Abdul Ghaffar Muzakki. Selama pengabdiannya di PCNU Pamekasan, almarhum dikenal memiliki kepribadian yang baik.

"Beliau ulama yang tawadhu, alim, dan sabar selama memimpin NU di Pamekasan. Termasuk mungkin Rois yang paling sabar adalah beliau. Penuh kesederhanaan," ujar tokoh pemuda NU Madura, Dr. Muhammad Fudoli. (Hairul Anam/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Halaqoh Mujahidin Cyber

Selasa, 19 Desember 2017

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin

Semarang, Mujahidin Cyber 

Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Genuk ngaji sosial budaya. Kegiatan ini mengambil pokok pembahasan ma’rifat suku Samin hingga simpang siur sejarah Walisongo, Islam, dan kebudayaan Jawa; serta sejarah akulturasi dan sejarah nilai.

Kegiatan atas kerjasama dengan Rumah Pendidikan Sciena Madani tersebut bertempat di rumah Pak RT  Zainun Kamil yang beralamatkan Penggaron Rt 6 Rw 1 Genuk, Semarang, Jawa Tengah, pada Ahad (13/10).

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesehan Ansor Genuk Bincang Ma’rifat Samin

Dipandu Lukni Maulana, Pengasuh Rumah Pendidikan Sciena Madani kegiatan tersebut,  mulai gemuruh ketika Martin Moethadhim SM, selaku pembicara, bercerita lika-liku hidupnya. Seperti kisah spiritualnya ketika Shalat di Gereja Pangkalan Militer Amerika Serikat.

Mujahidin Cyber

Pembicara asli Blora ini, mengemukakan berbagai hal rancaunya dalam membahas sejarah. Ketika akan merunut sebuah sejarah, semisalkan sejarah tokoh itu seperti ingin menemukan sanad hadist. 

“Dengan belajar sejarah, kita diajak untuk selalu mengumpulkan dokumentasi dan banyak membaca, karena sejarah selalu saja bisa berubah ketika ada bukti baru,” kata Martin.

Mujahidin Cyber

“Sedangkan Samin bukanlah sebuah suku, melainkan laku hidup yang dinisbatkan kepada pendiri saminisme. Dalam pergolakkannya saminisme ini muncul sebagai sebuah gerakan untuk melawan penjajah,” lanjutnya.

Kegiatan Lesehan Ansor ini merupakan wadah gerakan wacana dan intelektual PAC GP Ansor Genuk yang diadakan setiap 2 bulan sekali dengan menghadirkan para pembicara yang berkompeten di bidangnya. Selain itu juga Lesehan Ansor menengahkan grup musik Ansor Nada, sebagai pemantik kemeriahan.

“Selain mendapatkan ilmu dari pakarnya, ada bonus mendenggarkan Grup Musik Ansorun Nada sebauh grup musik dakwah dan sedekah,” tutur Muhammad Sodri Ketua PAC GP Ansor Genuk. (Lukni Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Internasional, Halaqoh Mujahidin Cyber

Senin, 18 Desember 2017

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

Rejanglebong, Mujahidin Cyber. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa akan menyekolahkan Yayan, saudara kembar Yuyun, siswi SMP di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan.

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Akan Pesantrenkan Yayan, Saudara Kembar Yuyun

"Saudara kembaran laki-laki almarhumah Yuyun ini bernama Yayan, akan kita bawa ke Malang untuk masuk Pondok Pesantren sesuai dengan cita-cita ibu dan bapaknya," kata Mensos Khofifah saat berkunjung ke rumah orang tua Yuyun di Dusun V Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Jumat.

Yayan yang merupakan saudara kembar laki-laki dari almarhumah Yuyun akan masuk Pondok Pesantren di Malang, Jawa Timur, setelah selesainya 40 hari meninggalnya saudari perempuannya itu.

Di rumah duka ini, Mensos Khofifah selain memberikan semangat kepada orang tua korban yaitu Yakin (32) dan istrinya Yana (30).

Mujahidin Cyber

Menteri juga melakukan ziarah ke makam Yuyun. Selain itu Mensos memberikan sumbangan materiil guna membantu biaya persedekahan.(Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Halaqoh Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar

Jombang, Mujahidin Cyber. Pelaksanaan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Jombang cukup menggembirakan. Bahkan untuk wilayah kota, optimis bisa melampaui target yang ditetapkan.

Hal ini seperti hasil dari rapat evaluasi Kartanu PCNU dengan MWC NU se-Jombang, Kamis (28/3), di Aula Kantor PCNU Jombang. Bahkan strategi dan kiat khusus dari MWC NU Jombang dalam menjalankan program ini menginspirasi semua MWC NU untuk mencontoh agar bisa sukses .

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar

Panitia Kartanu sempat dibuat khawatir terhadap upaya sebagian pihak yang ingin menggagalkan program ini. Afandi, sekretaris Panitia tidak habis mengerti dengan beredarnya informasi tersebut di salah satu harian di Jombang. “Ini harus diklarifikasi,” katanya kepada Mujahidin Cyber.

Mujahidin Cyber

Dalam perjalanan Kartanu yang sudah memasuki empat MWC, memang untuk Jombang kota ada peningkatan yang membanggakan.?

“Beberapa kali pemotretan diselenggarakan di banyak tempat,” katanya. Dan pesertanya juga lumayan besar.?

Mujahidin Cyber

Bagi Afandi, hal ini tidak lain lantaran para pimpinan MWC NU Jombang cukup antusias. Ia mencatat, hampir di semua lokasi pemotretan, Ketua MWC NU dan sekretaris melakukan pemantauan.?

“Mereka selalu datang di lokasi pembuatan Kartanu,” kata alumnus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum ini. Hal ini sangat berbeda dengan MWC NU yang lain.?

Karena itu, seperti dinyatakan sebelumnya bahwa kunci sukses Kartanu adalah pada antusias para pengurus untuk meyakinkan warga.?

“Apalagi khusus di Jombang, ada sejumlah rumah sakit yang bekerjasama untuk memberikan keringanan biaya kepada mereka yang memiliki kartu identitas ini,” terangnya.?

Hingga kini, jumlah warga yang memiliki Kartanu di MWC NU Jombang mencapai sebelas ribu. Dan sosialisasi untuk suksesnya kegiatan masih terus berlangsung.?

Tak heran kalau Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar memberikan perhatian khusus dan meminta kepada semua MWC NU se-Jombang yang sudah dan belum untuk mengikuti cara yang sama dari MWC NU Jombang. Kiai Isrofil mengingatkan bahwa PCNU Jombang berkewajiban mensukseskan program ini. Karena NU didirikan para masyayikh dari Jombang.?

“Maka, Kartanu di Jombang harus menjadi contoh bagi Jawa Timur,” katanya. “Dan target kita adalah mencapai angkan 400 hingga 500 ribu,” lanjutnya.

Bagi Afandi, angka tersebut memang cukup besar. “Tapi kalau pengurus bisa bergerak dan meyakinkan warga, kita sebagai panitia optimis angka lima ratus ribu dapat terlampaui,” katanya. Keberadaan panitia hanya menfasilitasi kegiatan Kartanu.?

“Yang menjadi ujung tombak adalah para pengurus, khususnya pimpinan ranting,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kajian, Halaqoh Mujahidin Cyber

Kamis, 14 Desember 2017

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Yogyakarta, Mujahidin Cyber  

Dalam rangka memperingati hari pangan dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Forum Silaturrahmi Mahasiswa Pascasarjana Nahdlatul Ulama UGM bekerjasama dengan Pusat Studi Energi UGM menyelenggarakan diskusi bulanan ke-3 pada Rabu, (18/10). Diskusi ini mengusung tema “Peran Pangan Fungsional untuk Kesejahteraan Masyarakat.” 

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Pascasarjana NU di UGM Bahas Pangan Fungsional untuk Masyarakat

Hadir sebagai pembicara Satyaguna Rakhmatullah, alumni S2 Fakultas Peternakan UGM yang sekarang menjadi  peneliti di Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM. Selain itu ia juga aktif sebagai pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY. 

Satyaguna menyampaikan bahwa pangan fungsional itu erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Pangan fungsional ini adalah pangan yang tidak hanya memberikan nutrient atau nilai gizi, tetapi juga memberikan nilai kesehatan lebih bagi tubuh kita. 

Lebih lanjut, Satyaguna mengatakan bahwa pangan fungsional yang jumlahnya sangat banyak itu dapat kita temukan di lingkungan sekitar kita baik dalam bentuk umbi, sayur, maupun buah-buahan lokal. 

Mujahidin Cyber

Pemerintah diharapkan dapat mendorong kampanye pangan fungsional ini dalam rangka untuk meningkatkan taraf hidup masyarkat baik dalam sisi kesehatan maupun dalam konteks ekonomi. Setiap desa diharapkan dapat mengembangkan pangan fungsional yang berasal dari hasil alam yang organik sebagi ciri khas daerah tersebut dan sekaligus untuk menguatkan ketahanan pangan masyarakat.

Sementara Ahmad Rahma Wardhana, perwakilan Pusat Studi Energi menyampaikan bahwa yang terpenting dalam menyelenggarakan diskusi seperti ini adalah keistiqomahan. 

Mujahidin Cyber

Selain itu ia juga menyampaikan, sebagai forum yang berisi mahasiswa dari litas disiplin, forum ini memungkinkan kita untuk mengembangkan sudut pandang multi perspektif, untuk keluasan dan kedewasaan dalam mengambil keputusan. 

Diskusi ini diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa S2 dan S3 yang berasal dari bebagai jurusan di kampus UGM, UIN Sunan Kalijaga dan UNY.  Forum ini merupakan wadah diskusi untuk mengembangkan intelektualitas mahasiswa Pascasarjana dari berbagai disiplin ilmu yang terikat oleh satu rasa emosi yang sama, yakni sebagai keluarga besar Nahdhlatul Ulama. (Irsyadul Ibad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Meme Islam, Halaqoh Mujahidin Cyber

Senin, 11 Desember 2017

Sujiwo Tejo: NU Jangan Andalkan Donatur untuk Kebudayaan

Budayawan Sujiwo Tejo turut mengahadiri Silaturahim Budaya yang digelar Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia pada akhir bulan lalu, di gedung PBNU, Jakarta. Ia sempat bernyanyi beberapa lagu dan mengikuti sarasehan budaya. Selepas kegiatan itu, ia sempat diwawancarai Abdullah Alawi dari Mujahidin Cyber tentang beberapa hal terkait kebudayaan di NU. Berikut petikannya: 



Apa pendapat Anda tentang Lesbumi?

Sujiwo Tejo: NU Jangan Andalkan Donatur untuk Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sujiwo Tejo: NU Jangan Andalkan Donatur untuk Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sujiwo Tejo: NU Jangan Andalkan Donatur untuk Kebudayaan

Oh, saya pas kecil, kalau tidak ada Lesbumi, tidak ada hiburan di situbondo. Mereka bikin ludruk, bikin banyak hal. Di situbondo itu, kegiatannya, saya waktu SD, kalau enggak ada Lesbumi, ya sepi.  Lesbumi bikin ini, bikin itu, saya nonton; ketoprak. Itu yang saya selalu saya kenang. Makanya saya kan sekarang ditaro di Lesbumi juga. 

Itu peran yang paling konkret yang saya rasakan. Kalau tidak ada Lesbumi, Situbondo daerah yang sunyi dari kesenian-kesenian juga. Mereka nanggap wayang juga. Peran yang paling membekas bagi saya itu. 

Bagaimana peran Lesbumi saat ini? 

Kalau Pak Said (Ketua Umum PBNU) ngandikane (mengatakan, red.) pencapaian kebenaran yang mendekati lebih kebenaran bukan dari premis-premis, tapi dari kesenian. Jadi, kalau keseniannya makin tinggi bangsa ini, maka konflik antaragama, antarsekte di dalam agama juga bisa dikurangi karena mereka mencari kebenarannya tidak dari premis-premis, tidak dari anggapan-anggapan kebenaran itu, tetapi dari sesuatu yang lebih dari hati itu. Kalau dari hati kan pasti ketemu.

Mujahidin Cyber





Bagaimana saran untuk memaksimalkan peran dalam penataan kebudayaan di NU? 

Wah, itu yang agak angel (sulit, red.). Kalau aku secara garis besarnya, NU jangan ngurus komunitas tok. 

Mujahidin Cyber

Bagaimana itu?

Ya bisnis, bikin rumah sakit. Bukan bisnis, ya, bikin perguruan-perguruan tinggi, duitnya untuk menghidupkan kesenian, jangan dari donatur-donatur begitu. Ya. 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Pondok Pesantren, AlaSantri Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Jakarta, Mujahidin Cyber. Urusan penistaan dan penodaan agama selalu muncul dan berulang dari zaman ke zaman. Salah satu yang cukup menghebohkan era 90-an adalah ketika Tabloid Monitor yang dipimpin oleh Aswendo Atmowiloto menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan ke-11 sebagai tokoh yang dikagumi publik, kalah populer dengan artis-artis seronok asal Hollywood.?

Umat Islam merasa terhina dan sejumlah organisasi pemuda turun ke lapangan dan mengobrak-abrik kantor tabloid tersebut. Diantara yang ikut dalam rombongan pendemo tersebut seorang remaja tanggung usia SMP asal Priok, Abi, yang memiliki semangat besar membela Islam.

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Remaja yang Ingin Membunuh Gus Dur

Bukan hanya di jalanan, Abi juga mengikuti berbagai pertemuan dan diskusi yang digelar membahas kasus tersebut. Semuanya dilakukan atas nama membela martabat Islam. Salah satu yang dihadiri adalah kajian Paramadina di hotel Kartika Chandra Jakarta. Abi menyaksikan perdebatan sengit antara Nurcholis Madjid dan Djalaluddin Rahmat dengan peserta bernama Hasan Dalil, yang dengan berapi-api menggugat sikap kedua tokoh tersebut yang dianggapnya membela Wendo.?

Mujahidin Cyber

Hasan Dalil memanaskan situasi dengan berkali-kali meneriakkan kalimat takbir. Abi pun merasa terprovokasi dan semakin gemas ingin menyeret Aswendo.

Mujahidin Cyber

Informasi lain, Abi juga mendengarkan selentingan dari kiri dan kanan bahwa Gus Dur di majalah Tempo menuliskan pandangannya dan pembelaannya atas apa yang dilakukan Aswendo, sebuah pemikiran yang tidak populer di kalangan aktifis yang pada saat itu umumnya sangat geram.

Ia sendiri mengaku tidak membaca tulisan tersebut, maklum masih SMP, hanya diceritakan oleh seorang novelis populer yang dikaguminya dan terlibat dalam aksi massa menentang Aswendo.

Di kediaman penulis tersebut di bilangan Utan Kayu Jakarta, malam tersebut, mereka berbincang tentang kasus tabloid tersebut dan rencana kelanjutan aksinya, termasuk membahas pembelaan Gus Dur terhadap Aswendo. Satu kata-kata yang diingat dari sahibul bait adalah “tokoh zionis yang wajib dibunuh itu bernama Gus Dur!"?

Sejak saat itulah tertanam kebencian di lubuk Abi pada sosok bernama Gus Dur, dan berbisik dalam hati, "Saya harus membunuhnya!"

Selang satu tahun kira-kira setelah kejadian itu, di kediaman duta besar Iran, diselenggarakan acara Majelis Taziyah Syahadah Al Husain. Ia merupakan salah satu pesertanya karena sedang bergelora mempelajari ajaran ahlul bait.?

Ketika sedang menunggu pintu utama dibuka, seseorang turun dari mobil dan berjalan mendekatinya, persis di sebelah kanannya, berkacamata tebal dengan rambut belah pinggir, gemuk, berkemeja lengan pendek, GUS DUR!

Ia merasa bergetar, salah tingkah, “Bukankah orang ini yang ingin saya bunuh?” bisiknya dalam hati, konyolnya ia malah menunduk taziem dan menarik telapak tangan kanan Gus Dur, seraya menciumnya dengan penuh rasa hormat.

Dan, hawa benci yang sempat tertanam itu rontok menjadi rasa kagum dan penuh penyesalan, apalagi di dalam Majelis Asyuro yang hanya dihadiri kurang lebih 50 orang itu, ia duduk persis di sebelah Gus Dur.

Ia tidak dapat mengikuti majelis dengan khusyu, karena perhatian hati dan pikirannya terampas oleh sosok di sebelahnya yang khusyu mendendangkan shalawat Nabi.

“Bagaimana mungkin orang yang sebegitu mencintai Nabi bisa saya benci?”

Pada hari itu pula, ia merasa terberkati, selain berada di majelis doa, tapi juga karena hingga tuntas majelis itu, ia berada di sisi ulama yang banyak disalahfahami orang, juga begitu banyak di cintai umat, sungguh sebuah perkenalan yang indah.

Apalagi setelah mendalami tasawuf, ia semakin menghormati Gus Dur dan menganggapnya sebagai orang yang alim dan mulia, yang tidak bisa dilihat dengan kaca mata biasa. Ia beberapa kali datang ke kediaman Gus Dur di Ciganjur dan dibantu dalam menyelenggarakan acara pengajian. “Gus Dur orang yang tabarruki.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Habib Mujahidin Cyber

Senin, 30 Oktober 2017

NU Demak Selenggarakan Pendidikan Da’i Densus 26

Demak, Mujahidin Cyber. Nahdlatul Ulama sebagai penerus da’wah Walisongo dan para ulama terdahulu telah meletakkan dasar dasar kehidupan agama yang kuat dan menyatu dengan budaya masyarakat sekitar.

NU Demak Selenggarakan Pendidikan Da’i Densus 26 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Demak Selenggarakan Pendidikan Da’i Densus 26 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Demak Selenggarakan Pendidikan Da’i Densus 26

Dengan cara seperti inilah Islam bisa berkembang secara massif dan menjadi agama yang dipeluk oleh mayoritas warga Indonesia. Sayangnya, di awal abad 20 Wahabi masuk di Indonesia dengan dalih modernisasi Islam mulai mengusik dengan membid’ahkan, tahayyul, dan khurofat terhadap amaliah Aswaja yang pada waktu itu dianut masyarakat.

“Wahabi masuk ke Indonesia dengan dalih modernisasi Islam berani mengusik dan mengganggu amaliah ahlussunnah wal jamaah yang selama ini sudah mengakar dan berjalan ratusan tahun dengan kedamaian dan dinamika keislaman dan kebangsaan,” demikian disampaikan pengurus pusat LAZISNU H Fathan Subchi pada acara Pendidikan Khusus Da’i Ahlussunnah wal Jama’ah 26 (Densus 26) Sabtu 27/4 di gedung IHM NU Demunggalan Demak yang diselenggarakan oleh PCNU Demak dengan PP LAZISNU.

Mujahidin Cyber

Fathan menjelaskan pelaksanaan pendidikan ini menghadirkan narasumber yang sudah ditunjuk oleh PBNU sekaligus kitab yang dijadikan rujukan yaitu Al-Muqtathafat li Ahli Bidayaat.

“Kita menghadirkan KH Marzuki Mustamar karena beliau yang ditunjuk oleh PBNU dengan kitab karangannya Al-Muqtathafat li Ahli Bidayaat,” jelas Fathan.

Mujahidin Cyber

Dalam pengarahannya dihadapan 400-an kiai, pengurus NU Cabang hingga Ranting serta santri ketua PCNU Demak KH Musyadad Syarif mengatakan pelaksanaan Densus 26 dengan cara ngaji bareng tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan amaliah-amaliah Aswaja yang menjadi jantungnya NU dikarenakan menjadi keprihatinan dimana besarnya jumlah warga NU, namun sedikit dalam pemahaman ajaran NU itu sendiri. 

“Ngaji Aswaja ini untuk memahami jantungnya NU, dikarenakan banyak orang NU tapi sedikit sekali yang memahami inti ajaran NU itu sendiri.”

Lebih lanjut ketua NU tersebut menambahkan NU didirikan untuk menguatkan Aswaja yang terkait dalam sistem kenegaraan dikarenakan selama ini selalu merujuk pada Piagam Madinah, yaitu konsep yang termaktub dalam hidup kebersamaan dengan penuh toleransi, menghormati antar sesama. 

“Piagam Madinah itu kan rahmatan lil alamin. Jika ini terjadi dan berjalan terus maka akan terjadi negara yang kokoh dikarenakan ideologi faham aswaja,” tambah Musyadad 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh Mujahidin Cyber

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF

Jakarta, Mujahidin Cyber. Kelompok seniman yang menginginkan atau sekedar mendukung pembubaran Lembaga Sensor Film (LSF) secara tidak langsung telah memuluskan agenda penjajahan kultural di Indonesia, mengganti kultur masyarakat Indonesia dengan kultur asing.

"Target pembubaran LSF adalah asingisasi. Mereka mengadopsi liberalisme dan tidak mau mengakui akar kultur masyarakat Indonesia," kata Wowok Hesti Prabowo, anggota Pengurus Pusat Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi), di Jakarta, Selasa (26/2), menyikapi proses judicial review UU Film Nomor 8 tahun 1992 tentang keberadaan LSF.

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Agenda Asingisasi di Balik Tuntutan Pembubaran LSF

Pembubaran LSF, menurut Wowok, memang sangat tidak populis dan pemerintah tidak ada mengabulkannya. Tuntutan itu hanya terkait penarikan simpati masyarakat, yakni dengan memerankan diri sebagai kelompok yang berjuang demi kebebasan. Target pendeknya adalah membuka kran kebebasan berkesenian sedikit demi sedikit.

Mujahidin Cyber

"Namun target panjangnya adalah meniadakan LSF sama sekali. Mereka yang mengadopsi liberalisme itu menginginkan adanya kebebasan tanpa batas. Padahal jargon pembebasan masyarakat yang selama ini mereka dengungkan cuma retorika. Kita tahu betul bahwa pada saat masarakat keberatan dengan kenaikan harga bahan bakar minyak, kelompok seniman yang menginginkan pembubaran LSF ini justru menerbitkan iklan besar-besaran mendukung kenaikan BBM," kata Wowok.

Selama ini, lanjutnya, masyarakat hanya bisa menggerutu. Kalangan seniman dan pebisnis hiburan yang menginginkan liberalisme sebenarnya hanya segelintir orang namun mereka disuport oleh jaringan dana yang kuat dan media massa. "Jadi ada semacam diktator minoritas," kata Wowok yang juga ketua yayasan Komunitas Sastra Indonesia (KSI).

Mujahidin Cyber

Ditambahkannya kreasi seni untuk menyampaikan gagasan serta mengekspos nilai-nilai penting tidak harus dilakukan dengan aksi yang vulgar. Seni yang tinggi justru diperankan dengan bahasa simbol dan imajinasi. "Kebebasan yang diinginkan mereka itu justru kemunduran. Jadi perlu dibedakan antara kreasi seni dan sampah," katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi saat menandatangani MoU dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), di Jakarta, Selasa (26/2) mengeluhkan, saat ini muncul kecenderungan bahwa tayangan televisi atau film dengan penonton paling banyak, justru tidak memiliki unsur pendidikan dan pencerdasan kepada masyarakat.

Melalui kerja sama itu, NU dan KPI akan melakukan gerakan penyadaran kepada masyarakat tentang baik-buruknya dampak tayangan televisi. Saat ini sedang dilakukan inventarisasi terhadap seluruh tayangan televisi yang dinilai baik untuk masyarakat atau sebaliknya. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Aswaja, Halaqoh Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 September 2017

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal

Majalengka, Mujahidin Cyber. Pondok Pesantren al-Mizan yang tergabung ke dalam Yayasan al-Mizan, Langengsari, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat menyelenggarakan sunatan massal bagi 30 anak dari keluarga tidak mampu dan kaum dhu’afa, Selasa, (27/1) dalam rangka harlah Al-Mizan dan lembaga-lembaganya seperti SMA, SMK, MTs dan pondok pesantren.

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal

Pembina Yayasan al-Mizan Zaenal Muhyidin, S.Ag. mengatakan, kegiatan ini agar al-Mizan lebih mendekatkan diri pada pelayanan masyarakat khususnya akan kebutuhan sunatan.?

“Mahalnya biaya sunatan bagi keluarga tidak mampu menjadi beban tersendiri sehingga kita tergerak untuk membantu kebutuhan mereka,” tuturnya.

Mujahidin Cyber

Sementara itu, orang tua dari Prasetio Putra Asofa, Ahmad Sahir mengatakan, masyarakat merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini dan berharap al-Mizan selalu bisa berkontribusi melayani masyarakat kecil.

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini beban kami menjadi ringan dan semoga amal pengurus al-Mizan serta guru-guru menjadi barokah,” ungkapnya. (Tata Irawan/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Daerah, Pahlawan Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock