Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Maret 2018

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai

Karanganyar, Mujahidin Cyber. PAC GP Ansor Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar menggelar kerja bakti dalam rangka pelebaran sungai yang berlokasi di Dukuh Ngobaran Desa Pojok Mojogedang, Ahad (22/2) lalu.

Perlebaran sungai tersebut bertujuan untuk mengantisipasi dampak longsor yang sering terjadi pada saat air memenuhi sungai.

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Banjir dan Longsor, Ansor Mojogedang Kerja Bakti Perlebar Sungai

Menurut Ketua PAC Ansor Mojogedang Danang, mengungkapkan, bahwa hujan deras yang terjadi beberapa saat lalu mengakibatkan sungai di Dukuh Ngobaran tersebut penuh air atau banjir. 

Mujahidin Cyber

“Saking derasnya aliran air hingga mengakibatkan tanah disamping sungai tersebut ikut longsor”, ungkapnya kepada Mujahidin Cyber, Senin (23/2) lalu.

Padahal, lanjutnya, tepat pinggiran sungai yang tanahnya longsor tersebut terdapat rumah. Sehingga jika hal ini tidak segera diantisipasi, maka dikhawatirkan rumah tersebut akan amblas terbawa longsor yang disebabkan banjir.

Mujahidin Cyber

“Saat ini jarak rumah dan sungai tinggal sekitar satu meter, jika sungai tidak segera dilebarkan ke arah pinggiran sawah disebelahnya, maka rumah tersebut bisa saja tergerus air,” imbuhnya.

Dirinya berharap dengan pelebaran sungai ini akan meminimalisir dampak banjir, sehingga dalam hal tidak ada pihak yang dirugikan. (Ahmad Rosyidi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Meme Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Maret 2018

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep

Sumenep – Kepengurusan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nadhatul Ulama (PC ISNU) Sumenep Jawa Timur masa khidmat 2017-2021 akhirnya dilantik hari ini, Rabu (31/1). Kegiatan dilangsungkan di gedung Islamic Centre, Batuan.

Achmad Junaidi dalam sambutan atas nama panitia menyampaikan bahwa semestinya pelantikan lebih awal. Apalagi kepengurusan telah berjalan satu tahun. “Namun karena ada sejumlah kendala, baru bisa dilakukan awal tahun ini,” katanya. 

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, ISNU Akan Berikan Sumbangsih bagi Kemajuan Sumenep

Sedangkan Ketua PC ISNU Sumenep H. Muhammad Husnan mengemukakan bahwa pengurus yang baru harus menjalankan apa yang telah diikrarkan. Sejumlah tugas berat sesuai kapasitas sarjana NU menjadi perhatiannya bersama pengurus. 

Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana kiprah para sarjana mampu memberikan sumbangsih terbaik bagi kemajuan daerah, khususnya Sumenep. "Kita harus terus memberikan sumbangan pemikiran kepada pemangku kebijakan di Kabupaten Sumenep," tegas M Husnan.

Pelantikan dihadiri Pimpinan Pusat ISNU yang diwakili Sekretaris Jenderal Mohammad Kholid Syeirozi. Pada kegiatan tersebut juga diselenggarakan dialog dengan tema  Tata Kelola Migas Merah Putih dalam Bingkai Nawacita. (Mahrus/Ibnu Nawawi)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Aswaja Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Lampung, Mujahidin Cyber - Pertandingan LSN Regional Sumatera V Zona Lampung resmi dibuka oleh Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Pol Dr Ike Edwin di Lapangan Sepakbola Pahoman Bandar Lampung, Senin (19/9). Brigjen Pol Ike Edwin sangat mengapresiasi LSN Zonal Lampung sebagai langkah baik untuk pembinaan dan pembibitan pesepak bola kalangan pesantren.

"Ini merupakan langkah yang bagus untuk terus menggelorakan sepakbola kepada masyarakat luas," katanya.

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Berikan Uang Pembinan Untuk Pemenang LSN Zona Lampung

Untuk itu, Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin mendukung penuh kegiatan Liga Santri Nusantra khususnya di zona Lampung.

Langkah nyata dukungan itu diwujudkan dengan pemberian hadiah uang pembinaan untuk para pemenang untuk LSN Regional Sumatera V Zona Lampung.

Mujahidin Cyber

Juara I akan mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta. Juara II sebesar 4 juta. Sedangkan juara III mendapatkan 3 juta rupiah.

Mujahidin Cyber

Pembukaan turnamen yang akan berlangsung hingga 23 September 2016 ini dihadiri Sekretaris LSN 2016 Khoirudin Abbas, Kakanwil Kemenag Lampung, Fokompinda Lampung, serta Ketua KNPI, serta panpel regional Sumatera V Zona Lampung. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Makam, Kajian, Fragmen Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

Kawal Perda Mihol, NU Adakan Aksi Damai di Kantor DPRD Surabaya

Surabaya, Mujahidin Cyber. Untuk mengawal dan memberi dukungan moral kepada Panitia Khusus atau Pansus minuman beralkohol (Mihol) DPRD Surabaya, ratusan warga yang terdiri dari Badan Otonom Nahdlatul Ulama di antaranya Banser, Ansor, IPNU serta IPPNU mengadakan aksi di Gedung DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso 18-22 Surabaya, Senin (25/4).

Kawal Perda Mihol, NU Adakan Aksi Damai di Kantor DPRD Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kawal Perda Mihol, NU Adakan Aksi Damai di Kantor DPRD Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kawal Perda Mihol, NU Adakan Aksi Damai di Kantor DPRD Surabaya

"Kami datang mendukung Peraturan daerah atau Perda larangan Mihol di Kota Surabaya," kata Muhammad Asrori, Ketua PC GP Ansor Surabaya. Lebih lanjut Asrori mengatakan bahwa peredaran Mihol di Surabaya dipastikan akan merusak moral generasi muda.

Selain itu, Asrori menyerukan kepada seluruh warga Muslim untuk mendukung gerakan penolakan Mihol demi menyelamatkan generasi muda khusus di Kota Surabaya.

"Kami meminta seluruh warga muslim, terutama NU untuk ikut berjuang mengawal Perda Mihol. Jangan sampai minuman haram itu beredar di Surabaya," tegasnya.?

"Kawal terus pembahasan Perda Mihol di DPRD Surabaya. Jangan biarkan orang-orang tak bertanggung jawab bermain dalam masalah ini," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Pemurnian Aqidah, Lomba Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Senin, 29 Januari 2018

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif

Way Kanan, Mujahidin Cyber. Ketua DPRD Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya pasca upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-86 tahun di Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung, Selasa (28/10), mengapresiasi Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumatera Selatan itu.

"Ansor sebagai organisasi kepemudaan atau OKP yang hidup atau tidak mati. Kami membutuhkan bantuan Ansor untuk membangun Way Kanan dan organisasi kepemudaan yang lain. Sinergi dan silaturahim untuk pembangunan daerah dan bangsa senantiasa kita perlukan," kata Adipati yang juga Ketua DPD KNPI Way Kanan itu pula.

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua DPRD Nilai Ansor Way Kanan OKP Aktif

Pada pertemuan itu, sejumlah pengurus PC GP Ansor Way Kanan seperti Sekretaris Eko Wahyudi, Kasatkorcab Banser Alex Al Mukin mengucapkan selamat kepada Adipati yang baru saja dilantik menjadi pimpinan DPRD Way Kanan definitif itu.

Mujahidin Cyber

"Terima kasih. Selamat juga untuk GP Ansor yang memiliki pemimpin baru, sahabat Gatot Arifianto, saya sudah lama kenal beliau. Saya optimistis GP Ansor akan semakin maju di bawah kepemimpinannya," ujar Adipati lagi.

Pemerintah Kabupaten Way Kanan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 86 tahun di lapangan Pemkab setempat. Bertindak sebagai Inspektur Upacara pada kegiatan dihadiri Kapolres AKBP Kunto Prasetya dan diikuti sekitar seribu peserta dari berbagai unsur seperti PNS, pelajar dan organisasi kepemudaan itu Raden Adipati Surya, adapun Komandan Upacara Rusli Ali Sadewa dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Pakuanratu.

Mujahidin Cyber

"Kami berima kasih atas amanah dan penunjukan yang diberikan, semoga ke depan GP Ansor dipercaya kembali sebagai komandan upacara di hari-hari nasional lainya," ujar Rusli singkat.

Permintaan GP Ansor menjadi Komandan Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober disampaikan Bupati Way Kanan Bustami Zainudin. (Hasyim Asari/Mahbib)

Foto: Rusli Ali Sadewa anggota Banser Satkoryon Pakuan Ratu Way Kanan menjadi Komandan Upacara Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014 yang ke-86 di Waykanan, Lampung.

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, IMNU Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK

Jombang, Mujahidin Cyber. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Kaum Nahdliyin Peduli Desa (KNPD) Jombang mengkritisi penggunaan Dana Desa untuk kegiatan PKK. Kritik ini menyoal dana yang dikucurkan Kemendes digunakan "piknik" rombongan PKK ke TMII di Jakarta beberapa waktu lalu.

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK (Sumber Gambar : Nu Online)
Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK (Sumber Gambar : Nu Online)

Nahdliyin Jombang Kritik Penggunaan Dana Desa untuk “Piknik” Kegiatan PKK

"KNPD Jombang akan melayangkan gugatan secara hukum atas keberadaan Perbub No: 12/2016 tentang tata cara pengalokasian, penyaluran, penggunaan dan pertanggung jawaban Dana Desa (DD) yang dinilai salah sasaran," ujar Zainuddin Koordinator KNPD, Kamis (11/8).?

Dikatakannya, sejak mencuatnya rombongan PKK se-Jombang beserta rombongan SKPD dan juga dihadiri Bupati Nyono Suharli ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta dalam kegiatan yang dikabarkan untuk promosi tersebut, kalangan muda Nahdliyin intensif berdiskusi. "Dan tadi malam kesimpulan diskusi, kita akan lakukan gugatan atas Perbup itu," imbuhnya.

Tidak kurang 40 peserta diskusi dari kalangan muda Nahdliyin yang digelar di kantor Yalatif Foundation, Bandung Diwek Jombang, bersilang pendapat. Dan perlu mengingatkan kepada pemerintah daerah. "Karena dalam Perbup tersebut sudah ada penyebutan nominal angka dalam setiap alokasi penggunaan DD. Ini secara tidak langsung mengebiri kebebasan desa. Padahal desa yang mengetahui kebutuhan dalam menentukan penggunaan anggaran untuk kepentingan warganya," ungkap Zainudin menambahkan.

Mujahidin Cyber

Karena itu, menurut KNPD, Perbup yang dijadikan cantolan dalam pengalokasian kebutuhan program desa ini dinilai justru mengebiri desa. "Makanya KNPD mengambil kesimpulan, perlu melayangkan gugatan agar Perbup itu dicabut, dan perlu ada pembenahan," tambahnya.

Sekedar diketahui, diskusi tentang dana desa yang ia gelar sebenarnya sebagai tindak lanjut atas santernya kabar tentang acara PKK Kabupaten Jombang ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) Jakarata.?

Mujahidin Cyber

Sedikitnya 400 orang lebih yang terdiri, Pengurus TP PKK Kabupaten Jombang, Ketua TP PKK Kecamatan, serta TP PKK Desa se-Kabupaten Jombang yang berjumlah 306 desa serta dari Kepala SKPD Lingkup Pemkab Jombang memenuhi ? acara pagelaran seni budaya di Anjungan Daerah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Yang disesalkan, anggaran yang digunakan PKK dalam rangka memenuhi undangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Kepala Kantor Perwakilan Pemprov Jatim di Jakarta dengan surat Nomor 005/5423/218/2016 tertanggal 27 Juli 2016 itu berasal dari DD. Rinciannya, masing-masing desa mengalokasikan Rp3 juta untuk kegiatan ini. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Meme Islam, Fragmen Mujahidin Cyber

Jumat, 05 Januari 2018

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul

Seoul, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Pengurus Besar nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj didaulat menjadi pembicara utama dalam konferensi internasional para pemimpin agama di Kota Seoul, Korea Selatan, Sabtu (17/9) atau yang disebut Internatioanl Religious Leaders Conference untuk memperingati 2 tahun Commemoration of WARP Summit.

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Jadi Pembicara Utama dalam International Religious Leaders Conference di Seoul

Keterangan ini diperoleh dari Staf Ahli Ketum PBNU Muhammad Nabil Haroen dalam akun twitter pribadinya @nabil_haroen. Dia ikut mendampingi Kiai Said dalam lawatan international yang diantaranya membahas perdamaian dunia melalui peran para tokoh agama.

Dalam cuitannya itu, pria yang kerap disapa Nabil ini mengunggah 3 buah foto yang diantaranya memperlihatkan Kiai Said sedang menyampaikan pidato di atas podium dan di hadapan para pemimpin agama se-dunia.?

Foto-foto lainnya memperlihatkan para pembicara utama lainnya selain Ketum PBNU diantaranya Martin de Jesus Barahona Pascacios (El-Salvador) dia adalah Archbishop Emeritus of the El Salvador Anglican Church, Dr Itthapana Dhamalankara Thero (Sri Lanka), ia merupakan Mahanayaka of the Kotte Sri Kalyani Samagridharma Maha Sanga Sabha, dan Nikhil Chandra Narayanbhai Trivedi (USA), saat ini dia menjabat sebagai High Priest of the International Society for Krishna Consciousness (SKCON), Brooklyn.?

Dari para pembicara utama tersebut, masing-masing menyampaikan tema tersendiri terkait peran para pemimpin agama, HAM international, kemanusiaan, perdamaian dunia, radikalisme global, dan lain-lain. Kiai Said sendiri menyampaikan pidato bertema: Religious Leader’s Solidarity in Truth, The World Peace and Cessation of War.?

Mujahidin Cyber

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga perdamaian dunia HWPL, International Women’s Peace Group (IWPG), International Youth Peace Gruop (IPYG), dan didukung oleh Seoul Metropolitan Goverment. (Fathoni)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Kyai, RMI NU Mujahidin Cyber

Jumat, 29 Desember 2017

Pemimpin yang Adil

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?.

Pemimpin yang Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin yang Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin yang Adil

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Mujahidin Cyber

Rasulullah SAW bersabda bahwa kelak pada hari kiamat Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada tujuh (golongan) orang. Salah satunya adalah seorang pemimpin yang adil sebagaimana dikisahkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abi Hurairah r.a:

Mujahidin Cyber

: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Rasulullah SAW bersabda: Ada tujuh golongan orang yang akan mendapat perlindungan dari Allah (pada hari kiamat) di mana pada hari itu tidak ada perlindungan selain perlindungan-Nya. Salah satu dari ketujuh orang tersebut adalah pemimpin yang adil."

Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa seorang pemimpin yang adil akan dicintai oleh Allah SWT, tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat. Pemimpim yang adil sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, damai dan sejahtera. Pemimpin yang adil akan lebih menjamin ketentraman dalam masyarakat dibandingkan pemimpin yang tidak adil atau dzalim. Banyak pemimpin yang kehilangan legitimasinya dan kemudian jatuh karena ketidakadilannya. Pemimpin yang tidak adil sudah pasti tidak disuka oleh rakyatnya sehingga berpotensi menimbulkan ketidakpatuhan sipil dan instabilitas.

Dalam kaitan itu, Allah SWT dalam Surah Al Maidah, ayat 8, berfirman:

? ? ? ?

Artinya: "Berlakulah adil karena adil itu lebih dekat kepada ketakwaan kepada Allah."

Ayat di atas menegaskan bahwa berlaku adil sangat dekat dengan ketakwaan kepada Allah SWT. Bukanlah orang bertakwa apabila seseorang tidak bisa bersikap adil dalam kepemimpinannya. Padahal setiap dari kita adalah pemimpin. Oleh karena itu siapa pun dituntut berlaku adil terhadap orang-orang yang dipimpinnya. Dalam skala kecil, seperti keluarga, suami adalah pemimpin. Sebagai pemimpin, seorang suami harus berlaku adil kepada anggota keluarganya. Sebagai anak tertua dalam keluarga, seseorang harus adil terhadap adik-adik yang dipimpinnya. Sebagai pemimpin dalam suatu lembaga atau wilayah tertentu seperti kota, provinsi atau negara, seseorang harus berlaku adil terhadap orang-orang yang dipimpinnya.

Salah satu contoh sikap yang bertentangan dengan prinsip keadilan adalah sikap pilih kasih. Sikap seperti ini tidak adil karena berarti bersikap diskriminatif kepada yang lain. Islam menolak hal seperti itu sebab Islam menekankan keadilan meskipun terhadap orang yang kita benci sekalipun sebagaimana ditegaskan dalam Al Qur’an, Surah Al Maidah, ayat 8:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum mendorongmu berlaku tidak adil."

Ayat di atas sangat jelas menekankan bahwa keadilan tidak boleh pandang bulu. Tidak dibenarkan seseorang hanya berlaku adil kepada diri sendiri dan keluarga, sementara kepada orang lain bertindak tidak adil. Dalam Islam, keadilan berlaku untuk semua tanpa memandang asal usul keturunan, suku? maupun golongan. Seperti itulah yang diterapkan Rasulullah SAW dalam menangani masalah-masalah yang terjadi dalam masyarakat, seperti ketika menengahi ketegangan antar suku yang hampir menimbulkan pertumpahan darah diantara mereka.

Waktu itu, orang-orang Quraisy di Mekah berselisih tentang suku mana yang akan meletakkan hajar aswad ke tempatnya di dekat Ka’bah setelah pindah dari tempatnya karena terbawa arus banjir. Masing-masing suku mengklaim paling berhak mendapatkan kehormatan mengembalikan hajar aswad ke tempat semula. Ancaman pertumpahan darah akhirnya bisa dihindarkan setelah Rasulullah SAW dipercaya menengahi persoalan di atas. Beliau meletakkan hajar aswad di atas kain serbannya. Kemudian meminta semua pemimpin suku ikut mangangkat bersama-sama dengan memegangi kain tersebut. Cara seperti ini memungkinkan semua pihak terlibat. Keterlibatan semua pihak ini menjadikan mereka semua rukun dan bergotong royong untuk mencapai tujuan yang sama. Mereka semua puas dengan solusi yang ditawarkan Rasulullah SAW meski usia beliau waktu itu baru 35 tahun.

Cara mengatasi persoalan seperti itu sekarang ini dikenal dengan win win solution, dimana tidak ada satu pihak pun diantara pihak-pihak yang berselisih merasa dikalahkan. Sebaliknya mereka semua merasa menang meski tidak ada pihak yang mereka kalahkan. Win win solution adalah salah satu contoh dari Rasulullah SAW tentang bagaimana menyelesaikan suatu persoalan secara adil. Banyak kasus di dalam masyarakat, termasuk dalam keluarga, tidak bisa terselesaikan dengan baik atau mengalami kebuntuan karena memang penyelesaiannya tidak adil dan tidak pula memenuhi rasa keadilan. Memang keadilan hanya bisa diharapkan lahir dari para pemimpin,? termasuk para hakim, yang adil.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Rasulullah SAW sangat menekankan berlakunya prinsip keadilan di tengah-tengah masyarakat. Beliau menunjukkan kesalahan para pemimpin di zaman Jahiliyah yang tidak menghukum orang-orang elite yang mencuri. Tetapi apabila orang-orang rendahan atau rakyat jelata mencuri, mereka menjatuhkan hukuman. Beliau mengecam hal itu dan menyampaikannya dalam suatu khutbah sebagaimana tertuang dalam hadits beliau yang diriwayatkan Muslim:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya yang membuat rusak orang-orang sebelum kalian adalah, ketika orang-orang terpandang mencuri, mereka tidak menghukumnya, sementara jika orang-orang yg rendahan dari mereka mencuri mereka menegakkan hukuman had."

Apa yang dikecam Rasulullah SAW pada zaman Jahiliyah di atas terulang kembali di zaman kita, bahkan mungkin lebih parah. Di zaman kita sekarang, ada koruptor yang merugikan negara miliaran rupiah bebas dari hukuman karena tidak diproses sebagaimana mestinya, sementara rakyat jelata yang hanya mencuri seekor ayam atau kambing harus mendekam di penjara selama beberapa lama setelah menjalani proses hukum. Ini pertanda buruknya kepemimpinan di bidang penegakan hukum dimana hukum lebih ditegakkan untuk kalangan bawah, dan tidak untuk kalangan atas.

Keadaan seperti itu bisa meresahkan masyarakat yang berdampak pada instabilitas negara. Imam Ibnu Taimiyah pernah mengatakan, ”Seorang raja atau pemimpin yang adil akan bertahan dalam kepemimpinannya meskipun dia seorang kafir. Sedangkan raja atau pemimpin yang tidak adil atau dzalim tidak akan bertahan walau dia seorang Muslim.”

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Dalam hubungannya dengan keluarga terkait prinsip keadilan, Rasulullah SAW pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Demi Allah yang memegang jiwa Muhammad di dalam tangan-Nya! Jika seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri pasti aku akan memotong tangannya."

Hadits di atas merupakan komitmen beliau untuk tidak pandang bulu dalam menegakkan keadilan sekalipun terhadap anak turun beliau sendiri seperti Fathimah binti Muhammad. Beliau bersumpah akan memotong tangan Fatimah jika terbukti melakukan pencurian demi tegaknya keadilan dalam masyarakat yang beliau pimpin.

Sidang Jum’ah rahimakumullah,

Menjadi pemimpin yang adil memang tidak mudah karena berat sekali tantangannya. Tantangan bisa berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar dirinya. Justru karena itulah maka Allah SWT akan memberikan perlindungan kepada setiap pemimpin yang bisa menegakkan keadilan dengan baik kelak di hari Kiamat. Di saat itu, tidak ada perlindungan dari siapapun kecuali perlindungan yang diberikan oleh Allah SWT.

Mudah-mudah apa yang telah saya sampaikan di atas, dapat menginspirasi kita semua bagaimana menjadi pemimpin yang adil. Setiap orang adalah pemimpin, maka setiap orang akan dimintai pertanggung jawabannya dalam menegakkan keadilan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber News, Fragmen Mujahidin Cyber

Jumat, 22 Desember 2017

Nyai Hj Machfudhoh, Usia Tak Halangi Berantas Narkoba

Bekasi, Mujahidin Cyber



Luar biasa semangat ibu-ibu Muslimat NU dalam memerangi bahaya narkoba. Tak berhenti pada deklarasi dan bimtek, mereka juga mengikuti workshop Peningkatan Kapasitas Tokoh Agama dalam Penanggulangan Penyalahgunaan Napza yang digelar Direktorat RSKP (Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan) Napza Kemensos RI di Bekasi, Jawa Barat, 3-6 November.

“Jangan lihat usia kami, tapi lihatlah semangat kami dalam mencegah bahaya narkoba,” kata Ketua I PP Muslimat NU, Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid saat acara pembukaan, Kamis (3/10) malam.

Nyai Hj Machfudhoh, Usia Tak Halangi Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyai Hj Machfudhoh, Usia Tak Halangi Berantas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyai Hj Machfudhoh, Usia Tak Halangi Berantas Narkoba

Menurut Machfudhoh, memberantas narkoba tak cukup dilakukan aparat atau Kemensos tapi juga butuh dukungan masyarakat, para tokoh agama termasuk Muslimat NU yang punya kepengurusan hingga anak ranting (dusun). “Insyaallah kami semua siap menanggulangi bahaya narkoba,” tegasnya.

Muslimat NU tergerak memberantas narkoba, lanjut Machfudhoh, karena punya tanggung jawab untuk memikirkan masa depan generasi bangsa.

“Kita melakukan ini tiada lain karena cinta pada bangsa dan negara, hubbul wathan minal iman (cinta tanah air bagian dari iman),” tandasnya seperti kutip dari laman resmi Muslimat NU.

Mujahidin Cyber

Karena itu, katanya, tugas ibu-ibu yang pertama harus diselamatkan yakni lingkungan keluarga sendiri, lingkungan masyarakat baru anggota.

Mujahidin Cyber

“Tidak hanya Muslimat NU saja yang kita sasar, tapi masyarakat sekitar adalah tanggung jawab bersama. Tanggung jawab kita pada Allah Swt,” ujarnya.

Tak lupa Machfudhoh berterima kasih pada Kemensos, pengurus wilayah dan cabang Muslimat NU yang telah meluangkan waktu untuk datang, walaupun pada 23-27 November akan kembali berkumpul dalam arena kongres ke-17.

“Inilah yang menjadi kebanggan kami, inilah hebatnya Muslimat NU. Walau hanya diundang lewat SMS mereka bisa datang padahal sebentar lagi kami akan berkongres. Dan saya lihat mulai dari pojok belakang sampai depan, wajah ibu-ibu tegar dan segar,” katanya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Fragmen, Khutbah Mujahidin Cyber

Rabu, 20 Desember 2017

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Jakarta, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) akan menebar 1000 bunga di Bundaran Hotel Indonesia, jalan raya MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/6). Tebar bunga merupakan bagian dari aksi damai PP IPPNU dengan tajuk ‘1000 Bunga Untuk Indonesia Bebas Narkoba’.

Aksi damai ini rencananya akan diikuti oleh sedikitnya 80 orang. Mereka terdiri dari pengurus PP IPPNU, kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba, rombongan dan kader Badan Narkotika Nasional (BNN).

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Selain membagikan bunga, peserta aksi ini membagikan stiker dan liflet yang bertuliskan semangat antinarkoba. Pembagian bunga dan stiker dimaksudkan untuk menyadarkan publik bahwa gerakan antinarkoba merupakan tanggung jawab semua pihak selain pemerintah.

Mujahidin Cyber

Aksi damai ini juga akan diramaikan dengan orasi oleh kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba Angkatan I. Orasi mereka bertajuk ‘Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’.

Mujahidin Cyber

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pelajar NU atas masalah narkoba yang penyalahgunaannya terus meningkat terutama di kalangan remaja,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah, Senin (24/6).

Tujuan aksi ini, menurut Farida, diharapkan dapat menggugah kepedulian publik terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kalangan pelajar NU ingin mengajak masyarakat untuk menyelamatkan remaja Indonesia sebagai generasi bangsa agar terbebas dari pengaruh narkoba dan imbasnya.

Imbasnya antara lain, penularan HIV/AIDS dan penurunan daya pikir, tutup Farida.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, Fragmen, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Minggu, 10 Desember 2017

Guru Besar UIN Nilai, Karakterisasi Islam Sudah Ada Sejak Dulu

Jakarta, Mujahidin Cyber



Prof Masykuri Abdillah, Direktur Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menilai bahwa istilah-istilah untuk karakterisasi Islam sudah ada sejak dahulu kala. Menurutnya, ada karakterisasi yang diambil dari nama tokohnya walaupun tokoh tersebut tidak mendeklarasikan diri seperti mazhab Hanafi (yang dirujukkan dengan Imam Hanafi), mazhab Maliki (yang dirujukkan dengan Imam Maliki), mazhab Syafi’i (yang dirujukkan dengan Syafi’i), dan mazhab Hambali (yang dirujukkan dengan Imam Ahmad bin Hambal).?

Guru Besar UIN Nilai, Karakterisasi Islam Sudah Ada Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UIN Nilai, Karakterisasi Islam Sudah Ada Sejak Dulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UIN Nilai, Karakterisasi Islam Sudah Ada Sejak Dulu

“Namun juga ada yang menggunakan nama tokoh, tetapi tidak diterima oleh para pengikutnya misalnya Abdullah bin Abdul Wahab yang kemudian disebut Wahabi. Itu pengikutnya tidak mau disebut dengan Wahabi dan mereka lebih setuju dengan menggunakan istilah Salafi karena (istilah Wahabi) itu syirik,” jelasnya.

Hal tersebut disampaikan Prof Masykuri saat memberikan sambutan pada acara seminar internasional Islam Nusantara to World Civilization di Aula Harun Nasution UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat, Senin, (11/4) siang.

Selain diambil dari nama tokoh, lanjut Prof Masykuri, ada juga istilah karakterisasi yang diambil dari Al-Qur’an dan Hadist seperti Islam Wasatiyyah, Islam Rahmatal lil ‘Alamin, Islam Sunni, Islam Syiah.?

Mujahidin Cyber

“Ada juga sekarang (istilah karakterisasi Islam yang diambil) dari negara, ini Islam Nusantara. ini satu-satunya (karakterisasi) Islam yang menggunakan istilah negara,” paparnya. ?

Islam Nusantara untuk Peradaban Dunia

Prof Masykuri menjelaskan bahwa istilah Islam Nusantara itu sudah lama dibahas tetapi tidak ada perdebatan, namun baru sekarang lah istilah ini menjadi bahan perdebatan dan dibahas secara mendalam. Ia menjelaskan bahwa hadirnya Islam Nusantara adalah sebagai upaya untuk meneguhkan kembali karakteristik Islam yang ada di Nusantara dan yang tidak dimiliki oleh Islam di negara lain.

“Nusantara itu bukan hanya Indonesia, tapi Melayu termasuk Malaysia, Brunei, bahkan Filipina,” tegas Prof Masykuri.

Mujahidin Cyber

Direktur Pascasarjana UIN Jakarta tersebut mengajak umat Islam untuk memahami agama dan teks-teks agama secara menyeluruh dan menghargai perbedaan agar tidak memiliki pandangan dan tindakan yang ekstrim. ? ? ? ?

Sementara itu, Zainul Milal Bizawie penulis buku Masterpiece Islam Nusantara menjelaskan bahwa istilah Islam Nusantara itu merupakan hal yang penting sebagai citra Islam yang damai, toleran dan moderat. “Ini (Islam Nusantara) bukan sebagai Islam yang baru, bukan sebagai mazhab yang baru, tapi ini hanya sebatas identitas saja bahwa Islam di Indonesia ini berbeda,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Zainul Milal mencontohkan bahwa ketika orang Barat mendengar kata “Islam”, maka yang ada dalam bayangan orang Barat tersebut adalah peperangan yang ada di Timur Tengah, terorisme, dan radikalisme.?

“Ada orang Islam, tapi dimana. Itu penting sekali karena itu akan membuat pihak yang lain (memiliki pandangan yang) moderat kepada kita. Ketika mereka mendengar Islam Nusantara, Insyaallah mereka akan bersahabat dengan kita karena terkenal toleransi dan kemoderatannya,” terang Zainul.

Selain Zainul Milal Bizawie, yang menjadi narasumber acara seminar internasional ini adalah James B. Hoesterey (peneliti Emory University USA) dan Brian Lee (peneliti Heavenly Culture). (Muchlishon Rochmat/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Makam, Fragmen Mujahidin Cyber

Sabtu, 09 Desember 2017

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo

Sidoarjo, Mujahidin Cyber. Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo, Jawa Timur menggelar istighotsah (dzikir shalawat), shalawat Al-Banjari, ceramah, pentas seni dan bazar di mushalla dan halaman sekolah, Senin (11/1).

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Perayaan Maulid Nabi di Sekolah NU Sidoarjo

"Kegiatan ini merupakan momentum aktualisasi diri melalui unjuk kreativitas dan jiwa interpreneur dengan dzikir dan sholawat," kata ketua panitia acara peringatan Maulid Nabi Muhammad, Lukman Aji (30).

Lukman menegaskan bahwa dengan diadakannya acara itu membiasakan siswa dan civitas akademik untuk berdzikir dan bershalawat. Karena, di lembaganya merupakan Lembaga Pendidikan Islam dibawa naungan NU. Disamping itu, untuk mengimplementasikan nilai-nilai kejujuran.

Mujahidin Cyber

"Sebagai Lembaga Pendidikan Islam, dzikir dan shalawat harus dibiasakan. Anak-anak juga akan menampilkan kreativitasnya masing-masing. Untuk menguji mental mereka agar tidak demam panggung. Kami pun juga merangsang kreativitas mereka," terangnya.

Mujahidin Cyber

Pada bazar itu, para siswa membeli jajan atau sesuatu yang disukai tidak menggunakan uang. Tetapi mereka membelinya dengan kupon yang dibagikan sesudah dzikir bershalawat. Setiap kelas mempunyai ciri-ciri berbeda dan masing-masing kelas mempunyai stand sendiri-sendiri.

Menurut Lukman, pada acara bazar itu, para siswa menampilkan bazar yang menarik dan unik dari setiap produknya. Ada yang menjadi marketing bertugas mempromosikan atau menawarkan dagangannya, dan ada pula yang menjadi penjualnya.

"Kegiatan ini Insya Allah rutin diadakan setiap tahun. Namun inovasinya berbeda-beda setiap tahunnya. Bazar itu sendiri melibatkan siswa, guru serta wali kelas. Makanan yang ada pada bazar harus halal dan sehat. Kami juga mewanti-wanti pentol atau cilok. Karena sinyalir daging-daging atau mencegah hal-hal tidak diinginkan," jelasnya.

Acara yang diikuti sekitar 1450 siswa/i dari MINU Pucang, MTs/MA Bilingual Muslimat NU Pucang Sidoarjo dari kelas I-X berjalan lancar dan penuh khidmat. Para siswa mengikuti acara tersebut dengan tertib dan sungguh-sungguh. Bahkan mereka berharap, setelah mengikuti acara itu menjadi siswa yang berprestasi dan menjadi anak yang saleh.

Faliq Hildan siswa kelas IV mengaku senang dapat mengikuti acara itu. "Senang dan saya sama sekali tidak grogi. Semoga saya menjadi siswa yang terfaforit," ucap Faliq yang bertugas membaca shalawat dan kolaborasi dai cilik ini. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Sejarah, Amalan, Fragmen Mujahidin Cyber

Rabu, 06 Desember 2017

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai

Surabaya, Mujahidin Cyber
Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Kacung Maridjan MA, berpendapat kunci konflik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ada di tangan para kiai atau ulama.

"Kuncinya terletak pada kiai, apakah para kiai itu membuka diri atau merasa menang sendiri," kata kandidat doktor di Australian National University (ANU) itu di Surabaya, Senin.

Menurut pengamat NU itu, jika para kiai membuka diri tentu akan mengembalikan penyelesaian persoalan kepada tradisi atau kultur NU yakni para kiai melakukan silaturrahmi antar kiai dari kedua pihak.

"Tapi, kalau merasa menang sendiri, maka para kiai dapat saja memakai alasan hukum saat pertama kali ada konflik dan setelah kalah secara hukum di pengadilan maka dapat mencari alasan moral, dan seterusnya," katanya.

Dosen Fisip Unair Surabaya itu menilai konflik di tubuh partai yang kelahirannya dibidani PBNU itu sebenarnya dipicu dari konflik elit partai di Jakarta, bukan konflik kiai.

Namun, katanya, para elit PKB telah menyeret para kiai berpengaruh untuk masuk ke dalam pusaran konflik dan hal itu tak disadari para kiai yang sebenarnya tak terlalu politis itu.

"Para kiai itu sebenarnya hanya dijadikan semacam ’cantolan’ yang dibawa-bawa para elit partai. Seharusnya, para kiai itu tak ikut-ikut, tapi justru menjadi ’jembatan’ antar elit yang konflik," katanya.

Ia menyatakan terseretnya sejumlah nama kiai berpengaruh ke dalam pusaran konflik politik itu bukan tanpa dampak, karena dampak yang akan terlihat adalah menurunnya kepercayaan masyarakat atau kredibilitas kiai.

"Sebagai panutan umat, para kiai seharusnya mempu menyelesaikan konflik secara cantik sesuai kultur NU yang suka bersilaturrahmi, meski nama dan kebesarannya yang jadi pertaruhan," katanya.

Oleh karena itu, sebelum ada putusan MA diharapkan agar para kiai dari kedua pihak menjalin silaturrahmi untuk membuat komitmen dan konsesi-konsesi atas keputusan MA.

"Tanpa peran kiai seperti itu, saya kira konflik di PKB tidak akan selesai, terbukti mereka yang sebelumnya berjanji akan menerima apa pun keputusan pengadilan ’kan nggak menerima, karena komitmen bersama dan konsensi belum dibuat," katanya.

Senada dengan itu, pengamat politik Unair Surabaya lainnya Muhammad Asfar MSi menilai kompetisi pemilihan presiden pada tahun lalu berpengaruh pada konflik PKB kali ini.

"Konflik itu bukan hanya konflik politik, tapi juga konflik hubungan personal, sebab ada kiai yang merasa tak dihargai dan tak dihormati. Artinya, ada kepentingan politik beberapa kiai, selain dukungan kepada Alwi," katanya.

Oleh karena itu, islah akan sangat susah jika MA belum membuat keputusan final. "Menurut saya, para kiai itu sangat mudah dikompromi, karena sebetulnya mereka tak pernah melakukan aksi," katanya.(ant/mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen Mujahidin Cyber

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunci Konflik PKB Ada pada Kiai

Minggu, 03 Desember 2017

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar ikut kagum dengan kiprah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dalam berjuang untuk agama, bangsa, dan negara. Ia menyebut, kehadiran Muslimat sebagai Rahmat bagi umat.

“Kehadiran Muslimat adalah Rahmat. Selama ada Muslimat, Indonesia tidak akan ambruk,” ungkap Kiai Nasar, sapaanya, saat memberikan sambutan dalam peringatan Harlah ke-71 sekaligus pelantikan PP Muslimat NU periode 2016-2021, Selasa (28/3) di Masjid Istiqlal Jakarta.

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Besar Istiqlal: Kehadiran Muslimat adalah Rahmat

Pernyataan Kiai Nasar merujuk kepada khidmah atau pengabdian seluruh kader Muslimat NU di Indonesia dengan menyediakan berbagai layanan di bidang kesehatan, pendidikan, koperasi, dan dakwah.

Seperti diketahui, Muslimat NU mempunyai sejumlah perangkat organisasi yang selama ini telah berjalan dengan baik. Perangkat organisasi tersebut adalah Yayasan Himpunan Daiyah Muslimat (Hidmat) NU, Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKMNU), Yayasan Pendidikan Muslimat NU (YPMNU), dan Induk Koperasi Annisa (Inkopan) Muslimat NU yang terdiri dari pusat-pusat koperasi (Puskop) di wilayah dan cabang.

Dalam kesempatan Harlah dan pelantikan tersebut, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa menyebut, saat ini Muslimat memiliki sekitar 16.300 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), 13.000 lebih Raudlatul Athfal (RA), 9.800 RA, dan 4.600 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Mujahidin Cyber

Selain itu, Muslimat NU juga memiliki Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di Jombang dan Klinik Haemodialisis yang telah diakui secara nasional melalui sejumlah penghargaan. Khofifah juga menjelaskan, Muslimat juga memiliki 144 panti asuhan anak-anak dan 134 panti Lansia.

Untuk merawat generasi muda Indonesia, Muslimat NU juga fokus dalam pemberantasan Narkoba. Hal ini diwujudkan dengan membentuk Laskar Antinarkoba yang dideklarasikan pada 2016 lalu di Malang.?

Dalam kesempatan di Masjid Istiqlal tersebut, Khofifah secara resmi melantik Laskar Antinarkoba. Laskar ini dikomandani oleh para Ketua PP Muslimat NU dan Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU di 34 provinsi.

Mujahidin Cyber

Terkait perjuangan Muslimat itu, Kiai Nasar menyebut bahwa Muslimat dan Nahdlatul Ulama secara umum telah nyata mempraktikkan Islam sebagai rahmat bagi umat. Bukan hanya perjuangan menegakkan nilai-nilai agama, tetapi juga meneguhkan eksistensi bangsa dan negara lewat keadilan dan kemaslahatan umat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Meme Islam Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

Peneliti Paparkan Tiga Strategi Perkuat NU di DKI Jakarta

Jakarta, Mujahidin Cyber - Hasanudin Ali, peneliti di Al-Vara Riset Centre, mengungkapkan, secara umum karakteristik warga DKI Jakarta dilihat dari sisi ritual keagamaan masih bercirikan NU. Menurutnya, warga yang melakukan Tahlilan, Yasinan, dan Maulid mencapai 80 persen. Tetapi, katanya, secara formal apakah mereka terafiliasi dengan NU, belum kelihatan.

Kepada Mujahidin Cyber,? Ali menyebutkan ciri-ciri penganut Islam di kota tidak terlalu dekat dengan ormas tertentu. Ada kecenderungan Islam kota tergabung dengan kelompok berdasarkan interest atau ketertarikan kepada suatu bidang tertentu, misalnya jalan-jalan. Jadi, ormas tidak terlalu cair di perkotaan.

Peneliti Paparkan Tiga Strategi Perkuat NU di DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Peneliti Paparkan Tiga Strategi Perkuat NU di DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Peneliti Paparkan Tiga Strategi Perkuat NU di DKI Jakarta

Walaupun demikian, bukan artinya NU tidak bisa berkembang di DKI Jakarta. Upaya memperkuat NU bisa dilakukan dengan beberapa hal. Pertama, menurut Ali, adalah memperkuat basis kekuatan ideologis. Artinya, warga NU mesti diajarkan rujukan dalil amalan-amalan di NU,? misal dasar pengamalan tahlilan dan maulid. Jadi ketika ada pihak yang mempertanyakan apalagi menentang, warga NU lebih siap.

Kedua, NU mesti hadir dalam kehidupan keseharian masyarakat. Ini harus dimulai dari lingkup terkecil, misalnya RT. Kemudian agar NU mampu menjawab kebutuhan masyarakat, NU harus melayani mereka dalam berbagai hal.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Ketiga, terkait dengan generasi muda, NU juga harus mendatangi mereka. “Misalnya mereka kumpul di mana, lalu kita dekati dan pikirkan bagaimana komunikasinya. Dewasa ini generasi muda terbiasa dengan pola komunikasi di media sosial. Medsos-lah yang dikuasai mereka. Suka tidak suka kita harus masuk ke dalam dunia mereka,” tuturnya, Rabu (23/3).

Oleh karena itu, ujar Ali, NU harus punya strategi besar untuk melakukan dakwah dan menghadapi perubahan yang terjadi. Menurutnya, pola yang saat ini terjadi di DKI Jakarta, akan tersebar ke berbagai daerah di Indonesia. Ali memprediski 5-10 tahun lagi masyarakat perdesaan akan menjadi kota. Jadi strategi memperkuat NU DKI harus juga dilakukan di daerah lain, terang Ali yang aktif di GP Ansor.

Isu penguatan NU DKI Jakarta menghangat di tengah pelaksanaan konferensi wilayah (konferwil) NU DKI pada 25-27 Maret 2016. Forum permusyawaratan tertinggi NU di tingkat wilayah ini selain menggelar bahtsul masail juga menentukan pemumpin baru warga NU di Ibu Kota. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen Mujahidin Cyber

Rabu, 29 November 2017

Tolak Radikalisasi, Khofifah Ajak Mahasiswa Sebarkan Islam Damai

Makassar, Mujahidin Cyber. Ketua Umum Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mengutip Indeks Teroris Global (GTI) 2012 yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-31 dalam hal radikalisasi keagamaan. Menteri Sosial RI ini melihat dunia maya sebagai ruang pertarungan yang mesti direbut untuk menyebarkan konten-konten keagamaan yang toleran dan damai. Menurutnya, kalangan muda terutama mahasiswa berperan besar mewarnai dunia maya dengan ide-ide perdamaian.

Tolak Radikalisasi, Khofifah Ajak Mahasiswa Sebarkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak Radikalisasi, Khofifah Ajak Mahasiswa Sebarkan Islam Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak Radikalisasi, Khofifah Ajak Mahasiswa Sebarkan Islam Damai

Demikian disampaikan Hj Khofifah pada kuliah umum di hadapan peserta Training of Trainer (ToT) dan mahasiswa UIM dalam rangka ToT yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan bekerja Universitas Islam Makassar di Auditorium KH Muhyiddin Zain, Senin (28/9).

Bahkan dalam kasus terorisme di Indonesia, penggunaan internet telah digunakan untuk publikasi propaganda dan indoktrinasi pengikut. Publikasi propaganda ini, kata Khofifah, memunculkan pesan-pesan jihad dan perlawanan global yang dipasang jaringan teroris di berbagai situs internet yang dikelolanya.

Mujahidin Cyber

Di sisi lain sasaran indoktrinasi biasanya adalah anak-anak muda yang sedang mencari jati diri. Mereka adalah generasi yang belum memiliki keyakinan kuat dan identitas kokoh sehinggga mudah terbujuk oleh pemikiran-pemikiran baru yang dianggapnya benar dan mampu mengantarkannya kepada kehidupan lebih baik.

Mujahidin Cyber

"Tak lupa kami mengajak seluruh mahasiswa UIM untuk melawan pemahaman radikalisme dan terorisme," tambahnya.

Tampak hadir dalam kuliah umum ini Sektama BNPT RI Mayor Jenderal TNI Abdul Karim Kadir, Rektor UIM A Majdah M Zain, Ketua FKPT Sulsel Arfin Hamid, Nurul Fuadi sebagai moderator dan ribuan mahasiswa UIM. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Amalan, Fragmen Mujahidin Cyber

Minggu, 12 November 2017

Al Mahalli Juara Pertama Turnamen Futsal Santri Se-DIY

Yogyakarta, Mujahidin Cyber

Pondok Pesantren Al-Mahalli Bantul berhasil mengalahkan Pondok Pesantren Fadlum Minallah dengan skor 3-2 pada pertandingan final Turnamen Futsal Santri se-Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar Al-Luqmaniyyah pada Ahad sore (19/2).

Dengan demikian, Al-Mahalli meraih juara pertama. Sementara juara dua diraih tim futsal dari Pondok Pesantren Fadlumminallah dan juara ketiga diraih Pondok Pesantren Ali Maksum. Sedangkan best supporter diraih Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede.

Al Mahalli Juara Pertama Turnamen Futsal Santri Se-DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Mahalli Juara Pertama Turnamen Futsal Santri Se-DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Mahalli Juara Pertama Turnamen Futsal Santri Se-DIY

Juara pertama mendapatkan trophy Gubernur DIY dan uang pembinaan sebesar satu juta rupiah. Juara dua medapatkan trophy Wali Kota dan uang pembinaan sebesar tujuh ratus lima puluh ribu rupiah. Dan juara tiga mendapat trophy dan uang pembinaan sebesar lima ratus ribu rupiah. Sedangkan best supporter mendapat uang sebesar seratus ribu rupiah.

Mujahidin Cyber

Trophy juara diserahkan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah KH Na’imul Wa’in yang juga menyempatkan hadir pada laga final futsal santri tersebut.

Mujahidin Cyber

Satu perwakilan dari tim futsal Al-Mahalli berharap dengan adanya perlombaan futsal ini dapat semakin mempererat persaudaraan antarsantri di DIY. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber AlaSantri, Amalan, Fragmen Mujahidin Cyber

Kamis, 02 November 2017

Suap Politik Tetaplah Risywah, Bukan Sedekah

Bandung, Mujahidin Cyber. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengaku prihatin terhadap adanya upaya pengaburan status hukum suap (korupsi), di antaranya dengan pengalihan istilah dari risywah menjadi shadaqah, yang membuat orang semakin permisif terhadap praktik haram ini.

Suap Politik Tetaplah Risywah, Bukan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
Suap Politik Tetaplah Risywah, Bukan Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

Suap Politik Tetaplah Risywah, Bukan Sedekah

Keprihatinan ini muncul dalam seminar tentang Ahlul Halli wal Aqdi bersama para kiai Jawa Barat di Pondok Pesantren al-Falah II, Nagrek, Bandung, Ahad (18/5). Menurutnya, politik uang pada pemilu beberapa waktu lalu merebak luar biasa. Dan parahnya, di saat yang sama berkembang penggunaan istilah yang menyesatkan.

“Saya selaku? Katib Aam PBNU menegaskan bahwa money politic bukan shadaqah siyasah (sedekah politik), tapi risywah siyasah (suap politik). Berlaku baginya hadits Rasulullah SAW: ar-râsyi wal murtasyi fin nâr. Penyuap maupun yang disuap tempatnya di neraka,” tuturnya.

Mujahidin Cyber

Hukum ini, bagi Kiai Malik, juga berlaku bagi makelar atau tim sukses yag turut membantu praktik suap politik tersebut. Ia menyebut kelompok semacam ini sebagai tim sukses yang tidak bertanggung jawab.

Mujahidin Cyber

Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini juga mengutip hadits yang menjelaskan bahwa Allah tidak akan menurunkan rahmat kepada mereka yang mengangkat pemimpin hanya karena motivasi duniawi.

“Jadi kalau ini sampai terjadi di Pilpres, Pileg, dan pemilihan pemimpin di lingkungan Nahdlatul Ulama, berarti telah terjadi demoralisasi yang luar biasa,” ujarnya seraya menilai dampak ini lebih banyak ditimbulkan oleh demokrasi di Indonesia yang terlalu liberal.

Karenanya, di NU Kiai Malik mengusulkan adanya sistem ahlul halli wal aqdi, yakni sistem rekrutmen pemimpin yang melibatkan sekelompok orang terpilih. Sebagai ormas, NU lebih cocok menggunakan cara ini, mengingat kepentingannya berbeda dari kepentingan partai politik. (Mahbib Khorion)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Bahtsul Masail, Fragmen Mujahidin Cyber

Senin, 16 Oktober 2017

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Jakarta, Mujahidin Cyber



H Slamet Effendi Yusuf, salah seorang yang menyatakan diri siap menjadi calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Rabu (14/10) sore mengunjungi ruang redaksi Mujahidin Cyber, lantai 5 gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat.



Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi NU Online, Slamet Effendy Yusuf Sampaikan Maksud Pencalonannya

Slamet yang ditemui Pemimpin Redaksi Mujahidin Cyber Abdul Mun’im DZ dan Wakil Pemimpin Redaksi Mujahidin Cyber Suadi D. Pranoto menyampaikan keinginnya sebagai calon ketua umum PBNU.

Mujahidin Cyber

Slamet yang juga pentolan Partai Golkar menampik kesan sementara kalangan NU bahwa dirinya ingin melompat dari dunia politik ke dalam kepengurusan PBNU.

Ia menyatakan, dirinya bukan orang baru di lingkungan NU. Ia pernah aktif di IPNU, sempat memimpin GP Ansor, dan pada saat kepemimpinan Gus Dur, Slamet pernah menjabat sebagai salah satu pengurus di PBNU. Ia bahkan masuk dalam tim sembilan penyiapan kembalinya NU ke Khittahpada 1980-an.

Mujahidin Cyber

“Saya mencalonkan diri ini juga bukan karena tidak punya kerjaan lagi. Yang saya terima sekarang ini sudah cukup. Saya menolak ditawari sebagai duta besar. Saya merasa memimpin NU ini sebuah tantangan. Menurut saya setelah era Gus Dur, NU perlu ada sebuah lompatan,” katanya menunjuk pada dirinya yang menyatakan sanggup melakukan lompata itu.

Dalam kesempatan itu Slamet menyampaikan, Ketua Umum PBNU KH Muzadi berjasa besar dalam memimpin NU terutama dalam membawa NU ke kancah internasional dan mengaktifkan media informasi NU.

Tak lama berselang calon ketua umum PBNU lainnya KH Masdar Farid Mas’udi juga berkunjung ke redaksi Mujahidin Cyber. Dua calon ini berbincang dan berfoto bersama kru redaksi Mujahidin Cyber. (nam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Fragmen, Warta, Quote Mujahidin Cyber

Kamis, 24 Agustus 2017

Asal-Usul Islam Nusantara

Narasi besar Islam yang merentang selama ratusan tahun di bumi Nusantara harus diletakkan sebagai endapan ganjil dari pelbagai unsur yang hiruk. Islam yang kita saksikan sekarang merupakan hasil kloning sempurna dari kultur hibrida, dari lanskap budaya yang berbeda-beda.

Maka, ketika belakangan ini mencuat diskursus ‘Islam Nusantara’ yang diwedarkan sebagai bentuk capture identitas dalam konteks sosio-antropologis, argumen-argumen penolakan yang bersifat ambisius dan dadakan perlu segera diluruskan. Mengapa? Lewat Sejarah Islam di Nusantara, Michael Laffan menyediakan jawabannya.

Hasil riset profesor sejarah dari Universitas Princeton ini mendedahkan secara eksplisit bahwa ‘Islam (di) Nusantara’ memiliki akar-akar sejarah yang menghunjam jauh ke masa silam. Dengan lain kata, apa yang disebut sebagai ‘Islam Nusantara’ tak lain adalah salinan pucat dari sejarah Islam di Nusantara itu sendiri.

Di titimangsa ini, yang gamang mulai tampak terang: bahwa ‘Islam Nusantara’ bukanlah aliran sempal (firqah) yang mencoba memekarkan diri dari kelopak keislaman yang sudah menangkai lebih dulu. ‘Islam Nusantara’, seperti yang akan kita lihat, adalah ejawantah langsung dari relasi-relasi subtil antarmanusia, juga antarbangsa.

Asal-Usul Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Asal-Usul Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Asal-Usul Islam Nusantara

Peran Ordo Sufi

Seperti halnya kebanyakan sejarawan, Michael Laffan percaya bahwa kesuksesan Islam menapak bumi Nusantara sangat ditentukan oleh peran penting ordo-ordo sufi yang memiliki reputasi baik sejak awal kedatangannya. Namun ia masih ragu mengenai faktor paling dominan dalam proses islamisasi yang mencengangkan tersebut.

Namun yang pasti, sufi-sufi yang berdatangan dari seberang seperti Persia, India dan Afrika Utara kadang-kadang merupakan pedagang yang sekaligus juru dakwah Islam. Di abad-abad pertama milineum kedua, mudah sekali kita temukan sosok sufi yang nyambi jadi petani, pedagang, hakim, dan “profesi duniawi” lainnya.

Mujahidin Cyber

Para penyebar Islam yang umumnya multitalenta itu, telah mengejutkan dan membuat decak kagum orang-orang pribumi sehingga mereka cepat sekali beradaptasi. Uniknya, dalam temuan Michael Laffan, untaian kearifan-kearifan kaum sufi dengan mudah menjadi tren dan diadopsi oleh penguasa setempat (hal, 27).

Hal ini tidak lepas dari yang namanya—dalam istilah Michael Laffan—“gravitasi kecendekiaan” yang bersumber dari Mesir, Baghdad, Damaskus hingga Turki Utsmani. Terma-terma sufistik yang menjadi tren di Timur Tengah, lewat persilangan-persilangan mencengangkan, lalu dibawa dan akhirnya menjadi tren juga. Tren sufisme di abad-abad lampau sama pentingnya dengan tren mode zaman sekarang (hal, 253-254).

Mujahidin Cyber

Antara abad 15 hingga 18, ordo-ordo sufi dengan leluasa keluar-masuk istana. Tampaknya, penetrasi lembut antara ajaran sufi dan politik kekuasaan menjadi penyokong utama langgengnya agama Islam di Nusantara. Pola-pola semacam itu lazim terjadi di Asia Tenggara, terutama di sekitar poros Patani-Malaka-Jawa.

Islam yang Terus Berubah

Abad-abad berikutnya semakin rumit dan musykil. Ketika pondasi Islam boleh dibilang sudah kukuh, sengkarut yang silang menyilang gencar terjadi. Ordo-ordo sufi mulai menarik diri dari istana. Sementara itu, gerakan-gerakan revivalisme Islam mulai tumbuh dan langsung mengambil jalur politik-kekuasaan.

Di sisi lain, katup kolonialisme yang kian menganga turut membawa dampak buruk bagi posisi Islam Nusantara. Sejak itu, polarisasi dalam Islam tidak dapat dihindari lagi. Muncullah Wahhabisme, Pan-Islamisme, dan seterusnya.

Sementara Islam bersusah payah menghadapi perpecahan yang menggerogoti tubuhnya sendiri, dari luar tengah mengarah serbuan getol dari misionaris Kristen yang dibonceng pemerintah Hindia Belanda. Bab 6 dan 7 secara khusus memotret perseteruan dan perebutan panggung yang dramitis itu.

Dalam konteks yang lebih serius dan rumit, Christiaan Snouck Hurgronje hadir sebagai eksemplar yang sangat menentukan terhadap narasi Islam di dunia yang lebih modern kelak. Michael Laffan mencurahkan perhatiannya pada segmentasi ini secara detail di bab 8, 9, dan 10.?

Pada bab-bab berikutnya, Michael Laffan menyoroti setiap perubahan di dalam sejarah ‘Islam Nusantara’ yang arkaik dan tumpang tindih dengan pelbagai dimensi kecil namun penting. Dengan tetap meyakini bahwa sejarah tidak pernah final, Michael Laffan juga berkesimpulan bahwa ‘Islam Nusantara’ juga bukan adonan yang persis bulat dan final.

Sejak awal Michael Laffan mengingatkan bahwa yang khas bagi ‘Islam Nusantara’ justru karena ia tidak benar-benar khas (sejauh khas diidentikkan dengan orisinal). Sebab, ‘Islam Nusantara’ merupakan hasil tungkus-lumus, persentuhan, perpaduan dari ajaran, perilaku, budaya dan citarasa yang aduhai jamaknya. Dan itu mustahil dikrop untuk menjadi satu warna.

Apa yang ditulis Michael Laffan dalam buku ini, pada dasarnya, sekadar patahan-patahan sumir, potongan-potongan kecil, atau celah-celah mungil yang terjadi di dalam lipatan-lipatan sejarah yang enggan dibahas oleh sejarawan lain.Pembaca tidak akan menemukan keutuhan, misalnya, sebagaimana buku-buku M.C. Ricklefs.

Tetapi justru di situ nilai plusnya. Dengan gaya penulisan yang tidak konvensional, Michael Laffan berhasil memetakan serpihan-serpihan penting sejarah ‘Islam Nusantara’ ke dalam narasi yang enak dibaca. Hanya, pembaca yang belum tahu secara persis anatomi sejarah Indonesia, jelas akan kesulitan mencerna konteksnya.

Buku ini, saya kira, unggul di satu sisi, tapi lemah di sisi yang lain. Sebagai buku sejarah, buku ini sangat berharga karena keunikan data-data di dalamnya. Namun keunikan itu tidak akan sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang bercorak antropologis. Di sinilah reputasi Michael Laffan sebagai sejarawan tulen patut ditepuktangani.

Data Buku

Judul : Sejarah Islam di Nusantara

Penulis? : Michael Laffan

Penerjemah? : Indi Aunullah & Rini Nurul Badariah

Penerbit ? : Bentang Pustaka, Yogyakarta

Cetakan : September 2015

Tebal : xx + 328 halaman

ISBN : 978-602-291-058-9

Perensensi:? Naufil Istikhari Kr,? Aktif di Lingkaran Metalogi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, Berita, Fragmen Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock