Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengikuti shalat jenazah KH Muhammad Najid Muchtar, Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama tadi siang, Sabtu (14/4), di Masjid Syahid UIN Jakarta. Jajaran Bengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beserta dosen dan para petinggi UIN turut menyalatkan jenasah mantan Dekan Fakultas Ushuluddin UIN itu.

Salah seorang pembantu rektor UIN Sudarmanto saat memberikan sambutan atas nama UIN Jakarta mengatakan, Najid Muchtar adalah seorang guru sekaligus dai yang bersahaja. "Kesahajaan beliau telah mewariskan amal untuk Islam dan bangsa ini," katanya sembari merinci kiprah almarhum di bidang pendidikan Islam khususnya di lingkup UIN Jakarta.

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Kiai Memang Tak Harus Dipanggil Pak Kiai

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menambahkan, Najid Muchtar adalah seorang yang ihlas dalam mengabdikan dirinya untuk masyarakat. Almarhum tidak pernah mengejar kemasyhuran dan lebih suka menghindari perdebatan masalah-masalah keagamaan yang tidak penting. Dikatakan, almarhum adalah sosok yang tidak pernah mengeluh, sederhana dan apa adanya, serta tidak pernah memperturutkan keinginan.

"Satu persatu ulama telah dipanggil, dunia terasa berat. Beliau ini memang tidak pernah dipanggil "pak kiai" tapi itu tidak penting. Kiai kan tidak harus dipanggil kiai, hanya gelar saja. Panggilan kiai bukan merupakan standar keilmuan," kata Hasyim.

Jenazah dimakamkan di komplek pemakaman UIN Jakarta yang terletak tidak jauh dari kampus UIN.? Sejumlah mahasiswa, dosen dan petinggi UIN, keluarga almarhum, serta para pengurus NU mengikuti prosesi pemakaman, tabur bunga, dan pembacaan talqin atau upacara menuntun mayyit agar lancar ketika ditanya oleh Malaikat penanya, Mungkar-Nakir. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Sejarah, Budaya, Khutbah Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme

Pada tahun 1972, seorang pengusaha asal Surabaya bermaksud mengambil dua putra Mbah Ngismatun Sakdullah Solo–biasa dipanggil Mbah Ngis–untuk diambil menjadi anak asuh. Mbah Ngis dan Mbah Dullah sebagai orang tua setuju atas hal itu meski tempat pengasuhannya bukan di Surabaya, tetapi di Madiun. Beberapa saat sebelum kedua putra Mbah Ngis itu dibawa ke Madiun, Mbah Ngis dan Mbah Dullah memamitkan kepada Mbah Kiai Umar sekaligus memohon nasihat-nasihatnya. 

Hal pertama yang ditanyakan Mbah Kiai Umar (wafat 1980) kepada Mbah Ngis terkait pendidikan kedua putranya di Madiun adalah bagaimana dengan kegiatan mengaji Al-Qur’an.

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme

“Lha mengko piye ngajine anak-anakmu neng kana (nanti bagaimana kegiatan anak-anakmu mengaji di sana)?” tanya Mbah Kiai Umar.

Ngendikanipun bade dipun padosaken guru ngaji, Pakde (katanya akan dicarikan guru ngaji, Pakde), jawab Mbah Ngis).”

Kowe ya percaya anak-anakmu bakale digolekke guru ngaji (kamu ya percaya anak-anakmu akan dicarikan guru ngaji)?” tanya Mbah Kiai Umar lebih lanjut.

Mujahidin Cyber

Mendengar pertanyaan Mbah Kiai Umar yang seperti meragukan kesungguhan pengusaha itu dalam memenuhi janjinya, Mbah Ngis tidak berani menjawab sepatah kata pun. Mbah Ngis tidak mungkin menjawab, “Kula husnudhan mawon, Pakde (saya husnudhan [berbaik sangka] saja, Pakde).” 

Tentu bisa dipahami mengapa Mbah Ngis (wafat 1994) memilih diam. Bukankah seandainya Mbah Ngis menjawab seperti di atas akan sama saja mengatakan atau menganggap Mbah Kiai Umar melakukan su’udhan (berburuk sangka) terhadap pengusaha tersebut?

Maka pertanyaannya adalah apakah Mbah Kiai Umar telah melakukan su’udhan? Ataukah sebenarnya ini bukan persoalan husnudhan atau su’udhan, tetapi sekadar masalah metode bagaimana mendapatkan sebuah kebenaran atau kepastian bahwa suatu kesanggupan akan dipenuhi dengan cara mengawalnya secara kritis sehingga pengusaha itu benar-benar mendatangkan guru ngaji.

Bagi Mbah Kiai Umar, mengaji Al-Qu’ran bukanlah persoalan sepele. Mbah Kiai Umar tentu menginginkan meskipun kedua putra Mbah Ngis itu diasuh orang lain dan tinggal jauh dari rumah sendiri, mereka harus tetap mengaji Al-Qur’an sebagaimana santri-santri di Mangkuyudan.

(Baca juga: Sekilas Riwayat Kiai Umar Al-Muayyad Solo)Setelah kedua putra itu tiggal di Madiun, guru ngaji Al-Qur’an sebagaimana dijanjikan pengusaha tersebut tidak pernah ada. Memang kedua putra itu sempat dibawa ke sebuah masjid untuk dicarikan guru ngaji, tetapi hasilnya nihil.

Mujahidin Cyber

Mbah Kiai Umar benar. Bisa jadi beliau memiliki mukasyafah karena kejernihan mata batinnya sehingga tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi Mbah Kiai Umar tidak mengintervensi apa yang telah diputuskan Mbah Ngis, Mbah Dullah dan pengusaha itu. Beliau justru membiarkan Mbah Ngis dan Mbah Dullah berproses menapaki jalannya sendiri sebagai bagian dari pembelajaran mencari kebenaran. 

Empat bulan lamanya kedua putra Mbah Ngis itu tinggal di Madiun menyelesaikan satu kuartal pendidikan SD. Setelah itu ketika liburan panjang mereka diantar pulang ke Solo dan tidak pernah kembali lagi ke sana karena beberapa alasan. 

Sekembali mereka di Mangkuyudan, Mbah Kiai Umar memberikan perhatian yang besar kepada kedua putra Mbah Ngis itu daripada sebelumnya. Mereka diajari mengaji Al-Qur’an secara langsung oleh Mbah Kiai Umar sebagaimana santri-santri di pondok.

Sarung, Peci dan Masjid

Suatu hari Mbah Kiai Umar nimbali (memanggil) Mbah Ngis karena selama beberapa hari kedua putra Mbah Ngis tidak mengaji Al-Qur’an pada Mbah Kiai Umar sehabis Maghrib. Waktu jamaah shalat Maghrib pun, mereka juga tidak kelihatan di masjid. Kepada Mbah Ngis, Mbah Kiai Umar mengatakan:

Yen anak-anakmu pas wayah Maghrib metu soko ngomah kalungan sarung, nganggo kupluk, mlaku menyang mesjid, kuwi ojo kok anggep anak-anakmu bakale mesti munggah mesjid terus jamaah shalat. Coba tutna anak-anakmu kuwi pada menyang endi? (jika anak-anakmu di saat Maghrib keluar rumah berkalung sarung, memakai peci, berjalan menuju masjid, itu jangan kamu anggap anak-anakmu pasti naik ke masjid lalu shalat berjamaah. Coba dikuntit anak-anakmu kemana perginya).” 

Mbah Ngis paham dengan apa yang dimaksudkan Mbah Kiai Umar. Mbah Ngis tidak perlu menjawab dengan mengatakan, misalnya, “Kula husnudhan dateng lare-lare, Pakde  (saya husnudhan terhadap anak-anak, Pakde).”

Jawaban seperti itu pasti tidak diharapkan Mbah Kiai Umar karena yang dikehendaki beliau adalah Mbah Ngis bisa bersikap kritis dengan tidak percaya begitu saja terhadap apa yang ditangkap oleh indera mata karena penglihatan bisa terkecoh oleh anggapan-anggapan atau dugaan-dugaan yang ada dalam pikiran sebelum pembuktian. 

Dari ndalem Mbah Kiai Umar, Mbah Ngis pulang ke rumah dan melapor kepada Mbah Dullah sebagai suami. Disepakati Mbah Dullah (wafat 2005) akan menguntit kedua putranya itu dari belakang ketika mereka keluar rumah dengan berkalung sarung, mengenakan peci, dan berjalan menuju masjid menjelang adzan Maghrib. 

Benar, Mbah Dullah mendapati kedua putranya itu sampai di masjid, tetapi mereka tidak naik ke tempat itu untuk shalat Maghrib. Mbah Dullah melihat, dari samping selatan masjid kedua putranya itu mlipir-mlipir (berjalan secara hati-hati) ke arah barat hingga pintu keluar. Dari sana mereka belok ke selatan dan bergegas ke sebuah rumah di seberang jalan untuk menonton televisi yang sedang menyiarkan film “Rin Tin Tin”, sebuah film serial TV yang sangat disenangi anak-anak di zaman itu.

Melihat hal itu, Mbah Dullah menyadari bahwa selama ini telah keliru oleh anggapan-anggapan dalam pikiran ketika melihat sarung dan peci dikenakan kedua putranya itu di petang hari menjelang Maghrib dan berjalan menuju masjid. Sejak peristiwa ini, Mbah Ngis dan Mbah Dullah bersikap kritis dalam menghadapi hal-hal yang memang perlu pembuktian sebagaimana yang diharapkan Mbah Kiai Umar. 

Itulah metode keraguan (syak minhaji) yang diperkenalkan Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Munqidz minadl Dlalal (Pembebas dari Kesesatan) yang ditulisnya pada sekitar tahun 1097. Dengan metode itu Mbah Kiai Umar bermaksud memberikan pembelajaran kepada pasutri Mbah Dullah dan Mbah Ngis agar mereka memiliki sikap kritis dengan pendekatan keraguan metodis dalam mendidik putra-putranya demi keberhasilan mereka di kemudian hari. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Lomba, Syariah Mujahidin Cyber

Dibuka Anggia, Lomba Gobak Sodor Santri Tulungagung Diikuti 20 Tim

Tulungagung, Mujahidin Cyber. Di tengah pesatnya games online dan permainan modern, olahraga tradisional Indonesia terancam punah dan ditinggalkan generasi muda. Melihat tantangan itu, Kemenpora mengadakan Lomba Gobak Sodor, Sabtu-Seni, 9-12 Desember 2017.

Dibuka Anggia, Lomba Gobak Sodor Santri Tulungagung Diikuti 20 Tim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dibuka Anggia, Lomba Gobak Sodor Santri Tulungagung Diikuti 20 Tim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dibuka Anggia, Lomba Gobak Sodor Santri Tulungagung Diikuti 20 Tim

Kegiatan dibuka Staf Khusus Menpora Bidang Komunikasi dan Kemitraan, Anggia Ermarini di Pesantren Hidayatul Mubtadiin (PPHM Sunan Giri), Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (9/12). 

Gobak Sodor adalah sejenis permainan luar ruang tradisional di Indonesia. Cara bermainnya secara berkelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 3-5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik. Agar bisa menang, seluruh anggota kelompok harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. 

"Gobak sodor adalah permainan yang melatih ketangkasan, strategi, kecepatan, dan kecerdikan. Kemenpora sangat perhatian terhadap olahraga tradisional seperti gobak sodor ini. Harapannya, anak-anak kita tahu dan ikut melestarikan permainan yang sangat familiar di zaman orangtua mereka," ujar Anggia. 

Mujahidin Cyber

Perlombaan Gobak Sodor di Ngunut diikuti oleh 20 tim. Mereka adalah para santri dan pelajar se-Tulungagung.

"Kita ajak para santri dan pelajar Tulungagung bergembira dengan mengenal gobak sodor. Selain belajar agama, santri harus ikut menjaga keberlangsungan budaya nusantara melalui gobak sodor ini," ujar Anggia.

Mujahidin Cyber

Anggia mengatakan salah satu mandat Kemenpora adalah nguri-uri (menghidupkan) olahraga tradisional.

"Gobak sodor ini permainan saya sejak kecil. Olahraga tradisional di Indonesia sangat beragam. Semuanya menarik. Orang Eropa dan Amerika sangat bangga dengan olahraga tradisional," Anggia menambahkan. 

Salah satu upaya Anggia di Kemenpora dalam menghidupkan olahraga tradisional adalah mengadakan Pekan Olahraga Perempuan pada 2018.

"Nanti ada gobak sodor dalam cabang olahraganya," katanya. 

Anggia berharap lomba gobak sodor di PPHM Sunan Giri dapat juga diadopsi di pondok pesantren lainnya. 

Dalam perlombaan ini, hadir pengasuh PPHM KH Shodiq Uman dan KH Ghulam Al Aufal, serta Wakil Ketua DPRD Tulungagung Adib Makarim.

"Gobok sodor dipilih karena filosofinya permainan ini mempertahankan wilayah dari serbuan orang asing," kata Ghulam. 

PPHM Sunan Giri adalah salah satu dari lima asrama yang dimiliki PPHM, dan dikhususkan untuk santri putri dan anak-anak putri.

Di akhir acara, Anggia Ermarini mencoba kebolehan dalam lomba gobak sodor 

Acara menjadi semakin menarik dengan disampaikan ribuan santri dan ibu-ibu sekitar pondok pesantren. (Hasanudin Tiro/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya Mujahidin Cyber

Senin, 05 Februari 2018

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

Depok,Mujahidin Cyber. Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa merangkul para Ulama untuk mensosialisasikan program pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM). Terlebih lagi, pengurangan tersebut telah menimbulkan goncangan dan dampak bagi warga miskin. 

Menurutnya, melalui Program Keluarga Harapan (PKH) diyakini menjadi penguat atas keberlanjutan mencapai kebutuhan dasar, seperti sekolah, ekonomi rumah tangga, serta layanan kesehatan. Terlebih lagi, di kalangan para Ulama biasa bersentuhan dan mengelola diniyah atau madrasah. Untuk itu, mereka bisa merespon dan memberikan data siswa di madrasah yang mungkin di lingkungannya tidak terdaftar formal dalam  pendidikan atau di bawah umur 18 tahun.  

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Khofifah Rangkul Ulama Terkait Program Pengalihan Subsidi BBM

"Tentunya, bisa  diintegrasikan melalui Kementerian Agama. Harapannya, supaya dapat Kartu Indonesia  Pintar supaya dapat dana operasional dan agar  dapat dana tunjangan fungsional. Kategori itu kan sudah ada di Mendibud dan Menag. Kita dari Kemensos hanya  approfal jumlahnya. Tapi, pendataannya di Dikbud dan Depag.  Kalau yayasan  langsung ke Kementerian Sosial atau mendapat rekomendasi dari Dinas Sosial tingkat 2,"ujarnya dalam  Rapat Kerja Nasional Jamiyyatul Qurro wal Huffazh Nahdlatul Ulama dan Peresmian Gedung Al-Quran Centre, Al-Hikam, Beji.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, pada  tahun 2015  alokasi untuk  KIP sebesar 16,5 juta. Dengan jumlah tersebut, dia mengungkapkan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta anggaran agar dinaikkan menjadi 20 juta dengan asumsi cakupannya diperluas. Padahal, tahun 2014 sebanyak 11,5 juta dan tak terserap sebesar 4,5 juta.  

Mujahidin Cyber

"Ini PR kita bagaimana agar bisa dipercepat. Saya mencontohkan, Menkumham saja  minta  untuk 160 ribu  narapidana agar mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan dapat 30 ribu.  Kalau dulu semuanya berbasis rumah tangga. Sekarang cakupannya luas  sampai anak drop out dan anak terlantar,"paparnya.

Mimpi Khofifah

Dirinya berimpi saat berada  di tim transisi, agar pendidikan Diniyah, Madrasah dan ustad bisa menjadi target. Terlebih lagi, peran dan posisinya sangat strategis. Yaitu mewujudkan Islam  Rahmatan lil Alamin (Islam rahmat bagi alam semesta).  

"Perannya agar bisa dirasakan sampai ke  Asia. Mestinya  ini kita tangkap dalam mewujudkan peradaban keemasan Islam Rahmatan lil Alami di Asia. Kalau teror bom, kan bukan dari  Islam. Sebagai catatan peradaban Islam tampak di Pesantren yang  menghadirkan Islam penuh damai," paparnya.

Dalam acara tersebut, selain para alim ulama juga  tampak hadir Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin juga menjadi narasumber. (aan humaidi/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Ubudiyah, Halaqoh Mujahidin Cyber

Sabtu, 03 Februari 2018

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda

Jombang, Mujahidin Cyber. Sistem dan konsep kaderisasi Gerakan Pemuda (GP) masih perlu perbaikan. Fakta riil Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang merupakan organisasi pemuda justru banyak diisi kader berusia di atas 40-an.

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandu sebagai Solusi Kesenjangan Kader Tua dan Muda

Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto hal itu menyebabkan kesenjangan antara kader tua dan yang muda. Dan banyak kader Ansor maupun Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang enggan masuk ke NU.

Ia mengusulkan pada Kongres nanti ada pembahasan dan setrategi khusus dalam menyelesaikan kondisi demikian. Setidaknya dengan menghidupkan Pandu Ansor dapat memberikan solusi dalam menyelesaikan kesenjangan kaderisasi tersebut.

Mujahidin Cyber

“Pandu Ansor dapat menjadi magnet sendiri di kalangan para pemuda untuk tertarik masuk ke dalam Ansor atau NU. Pandu Ansor juga termasuk salah satu organisasi kepanduan di Indonesia yang diakui, bahkan pernah menjadi kontingen dalam Jambore Pandu Dunia,” katanya kepada Mujahidin Cyber, Senin pagi (23/11). ?

Mujahidin Cyber

Menurut pandangan Gus Antok, sapaan akrabnya keberlangsungan organisasi selain ditunjang oleh kekuatan ideologisasi juga ditunjang oleh adanya sistem kaderisasi yang peka zaman dan tertib. Kaderisasi adalah upaya regenerasi secara sempurna, organisai tanpa regenerasi akan mengalami stagnasi dan entropi (pembusukan).

“Maka harus ada upaya untuk membenahi permasalahan-permasalahan kaderisasi itu. Sistem kaderisasi di Ansor yang sudah ada sudah cukup baik, hanya perlu ada penekanan kembali pada kader muda yang baru hadir di Ansor, agar semangatnya tetap menggelora dan Ansor menjadi wadah yang menarik untuk diikuti dan beraktualisasi diri,” ungkapnya.

Sampai saat ini PC GP Ansor Jombang tengah merumuskan beberapa upaya untuk menghidupkan Pandu Ansor dengan intensif, mereka bertekad menyampaikan dan memperjuangkan buah hasil pikirannya mengingat organisasi kepanduan sangat dibutuhkan ke depan.

“Bahwa Pandu Ansor, juga merupakan gerakan yang sadar dan bertanggung jawab atas kelestarian Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Upaya menghidupkan Pandu Ansor ini untuk mengembalikan kaderisasi Ansor pada jenjang-jenjang usia tertentu. Hal ini dirasa sangat efektif menjawab permasalahan kaderisasi di tubuh Ansor.

“Pandu Ansor merupakan sebutan bagi kader dan anggota GP Ansor, yang meliputi usia? 18-25 tahun. Pada kelompok kader atau anggota usia di atas 25 tahun dapat tersebar dalam struktural Ansor maupun Banser di semua tingkatan,” terangnya.

Sementara proses pendidikan kepanduan Ansor ini mulai dikenalkan di lingkungan sekolah, kampus dan masyarakat umum sebab Pandu Ansor adalah sistem kaderisasi untuk pemula yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat.

Terahir Gus Antok menegaskan bahwa Pandu Ansor adalah jawaban atas problematika anak-anak muda kita, mengembalikan pada jati diri keislaman dan keindonesiaan, agar tidak tergerus pengaruh arus idelogi liberal, Wahabi, komunisme dan ideologi yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara kesatuan republik Indonesia. (Syamsul/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Bahtsul Masail, Nasional Mujahidin Cyber

Rabu, 24 Januari 2018

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog

Purworejo, Mujahidin Cyber. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi tahun ini, komunitas santri daerah mengikuti lomba blog yang digelar pesantren An-Nawawi, Purworejo, Jawa Tengah. Peserta perlombaan ini merupakan komunitas santri yang mewakili daerah masing-masing.

Seorang pengurus An-Nawawi Ridwan Haris mengatakan, perlombaan blog bukanlah perorangan, tetapi lebih merupakan tim organisasi daerah.

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulidan, Pesantren An-Nawawi Gelar Lomba Blog

"Di Pesantren ini seluruh santri terwadahi dalam organisasi berdasarkan asal daerahnya. Di antaranya KESSAP (Purworejo), Ikatrima (Magelang), Iktrimen (Kebumen), Hiswon (Wonosobo, Yogyakarta) Hisban (Banyumas, Cilacap, Jakarta) serta Hisanda (Luar Jawa)," terangnya, Jumat (17/1).

Mujahidin Cyber

Penilaian perlombaan ini, menurut Ridwan, diukur dari desain blog, konten foto serta naskah tulisan berita. Sementara itu panitia lomba membebaskan peserta untuk memilih tema di lingkungan mereka sehari-hari seperti tema kebersihan, mengaji, belajar, pondok pesantren, dan maulid nabi.

Mujahidin Cyber

Ridwan berharap para santri memiliki keterampilan menuangkan ide dan gagasannya di dunia maya. Menurutnya, percepatan arus informasi di dunia maya seperti saat ini harus diimbangi dengan pengisian konten-konten positif.

Meskipun menempuh pendidikan di pesantren, mereka memiliki kesempatan yang sama dengan pelajar sekolah mengingat santri sangat memiliki potensi untuk mengimbangi konten negatif yang marak di dunia maya.

Selain itu, lanjut Ridwan, dunia maya saat ini sangat efektif untuk dijadikan sebagai media dakwah. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kajian Islam, Budaya, Kiai Mujahidin Cyber

Jumat, 19 Januari 2018

Mengenang Subchan ZE

Oleh Yit Prayitno



teringat subchan ze anak negri

tabir talenta beraneka warni

Mengenang Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Subchan ZE (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Subchan ZE

simponi teduh kiai dan santri

terkenang orasi tak henti

di pangung politik bernyanyi?

Mujahidin Cyber

di panggung dansa lenggok menari

bersua kaum papa, sapa priyayi

mengenang pencinta harmoni

berhaji jiwa nyawa terhenti

Mujahidin Cyber

siapa menyudahi?

misteri

kudus, 14 Januari2017

Penulis lahir dan tinggal di Kudus, jurnalis Harian Suara Merdeka, sesekali menulis puisi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Pemurnian Aqidah Mujahidin Cyber

Sabtu, 13 Januari 2018

Lakpesdam NU dan 19 SKPD Sampang Turun ke Lokasi Konflik Sosial

Sampang, Mujahidin Cyber. Tim Lakpesdam NU Sampang beserta 19 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sampang pada Selasa (23/6) mendatangi lokasi konflik tepatnya di dusun Nangkernang Karang Gayam, Omben, dusun Gedding Laok, Bluuran, dan Karang Penang. Mereka mengidentifikasi kebutuhan warga setempat dan menyerap usulan warga.

Lakpesdam NU dan 19 SKPD Sampang Turun ke Lokasi Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU dan 19 SKPD Sampang Turun ke Lokasi Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU dan 19 SKPD Sampang Turun ke Lokasi Konflik Sosial

Aktivitas ini merupakan tindak lanjut dari workshop perencanaan pembangunan desa yang digelar oleh Lakpesdam NU Sampang di pesantren Darul Ulum Gersempal, Omben, beberapa waktu lalu.

Di lokasi itu, para pimpinan Lakpesdam dan delegasi SKPD itu selain melakukan survei potensi, mereka juga berdialog langsung dengan sejumlah warga terkait persoalan dan kebutuhan mereka.

Mujahidin Cyber

Sementara mayoritas warga ? mengeluhkan akses jalan yang rusak, kurangnya sarana penerangan listrik, bantuan pertanian, minimnya layanan kesehatan, layanan pendidikan, dan air bersih.

Mujahidin Cyber

"Masyarakat kami sangat membutuhkan pelayanan dasar seperti pelayanan pendidikan, kesehatan, air bersih, penerangan listrik dan jalan yang masih rusak," ujar H Malik, salah satu tokoh masyarakat setempat.

Kepala dusun Gedding Laok, Munaji mmengatakan bahwa di Gedding Laok ada sumber mata air yang sangat besar dan mencukupi untuk kebutuhan warga satu dusun. Namun pihaknya membutuhkan pipa untuk menyalurkan air ke rumah-rumah warga.

"Sumber air itu sudah lama tidak tergarap padahal sangat berpotensi untuk memenuhi kebutuhan warga akan ketersediaan air bersih. Kami berharap pemerintah bisa dengan segera membantu pengembangannya karena air ini menjadi kebutuhan prioritas warga," tegas Munaji.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sampang Hary Soeyanto berjanji akan merespon secara serius aspirasi warga.

"Kegiatan kunjungan kerja SKPD yang dilakukan saat ini ditujukan dalam rangka serap aspirasi dan keluhan warga konflik Syiah Sampang yang nantinya akan kami jadikan bahan untuk melakukan perencanaan dalam penetapan kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini dan kalau tidak bisa maka akan dimasukkan pada anggaran tahun depan," tegasnya.

Sementara itu Ketua Lakpesdam NU Sampang Faisol Ramdhoni mengapresiasi gebrakan jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Sampang. Sebab sudah lama warga konflik sosial sangat mendambakan ada peran nyata dari pemerintah daerah untuk mengobati luka dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Aksi 19 SKPD itu merupakan sebuah kepedulian yang indah, sehingga warga korban konflik sosial yang selama ini seringkali terabaikan akhirnya bisa merasakan sentuhan-sentuhan pemerintah dan semoga benar-benar terrealisasi untuk dijadikan momentum langkah bersama," tandas Faisol. (Hamid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya Mujahidin Cyber

Rabu, 10 Januari 2018

Malam Ini, Lajnah Falakiyah Amati Gerhana di Puncak PBNU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan melakukan observasi gerhana secara langsung di puncak lantai 9 kantor PBNU Jalan Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, Kamis (25/4) malam ini.

Demikian dalam rilis pers yang disampaikan Ali Maftukin, Staf Lajnah Falakiyah PBNU, kepada Mujahidin Cyber, Rabu (24/4).



Malam Ini, Lajnah Falakiyah Amati Gerhana di Puncak PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Ini, Lajnah Falakiyah Amati Gerhana di Puncak PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Ini, Lajnah Falakiyah Amati Gerhana di Puncak PBNU

Seperti diwartakan, gerhana bulan sebagian akan terjadi pada Kamis (26/4) malam atau Jum’at mulai sekitar pukul 3 dini hari. Gerhana bulan insyaalah akan bisa diamati di sebagaian besar kawasan di Tanah Air.

Mujahidin Cyber

Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih menuturkan, gerhana yang akan terjadi cukup lama, sehingga para pengamat akan bisa mengamati dengan seksama.

“Kesempatan ini bisa dijadikan sarana untuk mencocokkan dan mengoreksi hasil hisab yang telah dilakukan sebelumnya dengan kejadian alam secara langsung,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Data hisab dalam almanak NU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah menunjukkan, gerhana bulan Jum’at (26/4) dinihari dimulai dengan awal kontak penumbra pada pukul 01:03:38 WIB, sedangkan pertengahan Gerhana Bulan Sebagian terjadi pada pukul 03:07:30 WIB dan akhir kontak penumbra terjadi pada pukul 05:11:26 WIB.

Semua kejadian alam yang nampak di jagad raya ini merupakan bukti kebesaran Allah SWT. Gerhana bulan sendiri terjadi disebabkan matahari, bumi dan bulan berada pada satu garis lurus. Sehingga cahaya Bulan hasil pantulan dari cahaya Matahari tertutup oleh bayang-bayang Bumi. 

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazalie Masroeri mengatakan, sesuai ketentuan syariat Islam, ketika terjadi gerhana maka umat manusia diperintahkan untuk memperbanyak dzikir dan mengagungkan Sang Pencipta dengan mengucap takbir, tasbih, tahmid. Selanjutnya disunnahkan melakukan shalat gerhana bulan atau shalat khusuf sepanjang gerhananya masih ada.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya Mujahidin Cyber

Jumat, 29 Desember 2017

Perumpamaan Pohon dalam Memberantas Ideologi Radikal

Jakarta, Mujahidin Cyber. Radikalisme adalah selain gerakan juga ideologi. Ideologi ini tidak bisa dihancurkan. Bahkan bisa berkembang pesat jika berusaha dicabut. Jika radikalisme adalah sebuah pohon, yang perlu dilakukan adalah memperbanyak pohon-pohon lain yang dapat menangkal pohon dengan akar radikal tersebut.

Perumpamaan Pohon dalam Memberantas Ideologi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Perumpamaan Pohon dalam Memberantas Ideologi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Perumpamaan Pohon dalam Memberantas Ideologi Radikal

Hal itu disampaikan oleh Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Irfan Idris dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pembinaan Paham Keagamaan dan Penanganan Konflik, Selasa (12/12) yang digelar Bimas Islam Kementerian Agama RI di Jakarta.

Menurut Irfan, justru upaya mencabut dan menghancurkan pohon tersebut hanya akan menumbuhkan radikalisme baru, bahkan jumlahnya bisa lebih besar. Ia menawarkan apa yang disebutnya narasi alternatif.

“Narasi alternatif ini membiarkan pohon tersebut dengan menanami dan memperkuat pohon-pohon lain dengan narasi-narasi cinta kebangsaan, Islam ramah, kebersamaan, kebinekaan, toleransi, saling menghormati. Lama-lama, pohon dengan akar radikal tersebut akan mati sendiri,” urai doktor lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Irfan tidak memungkiri, upaya-upaya menghilangkan ideologi radikal itulah yang selama ini dilakukan sejumlah kalangan tanpa memahami dampak yang terjadi jika langkah yang ditempuh tidak bersifat persuasif.

Mujahidin Cyber

Narasi-narasi untuk meng-counter paham radikal bisa melalui dakwah secara luas, baik terjun ke lapangan mupun di media sosial.

“Kita juga harus terus memperkuat narasi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, cinta NKRI, dan meneguhkan UUD 1945 atau disingkat PBNU yang ditabur ke dalam pohon-pohon di sekitar pohon dengan akar radikal,” tukasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Budaya Mujahidin Cyber

Kamis, 28 Desember 2017

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa

Way Kanan,Mujahidin Cyber. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Way Kanan bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Cabang Way Kanan meluncurkan Kartu Komunitas Desa di sekretariat gedung PCNU Way Kanan Rabu (29/6).

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Way Kanan KH Nurhuda mengatakan bahwa kemandirian ekonomi warga nahdliyin perlu ditingkatkan dengan berbagai upaya agar kesejahteraan dapat terwujud.

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Way Kanan Luncurkan Kartu Komunitas Desa

“Melalui program Kartu Komunitas Desa ini akan banyak membantu warga nahdliyin yang terlibat didalamnya baik sebagai agen maupun sebagai tenaga marketing,” ujarnya.

Mujahidin Cyber

Nantinya hasil penjualan atau pun jasa yang dilakukan melalui outlet-outlet, NU mendapatkan royalti atas keuntungan yang didapat. Ini merupakan suatu trobosan nyata untuk warga nu khususnya dan umumnya masyarakat Way Kanan.

Sementara itu bupati Way Kanan H. Raden Adipati Surya mengapresiasi langkah kongret yang dilakukan pengurus NU Way Kanan. Dirinya berharap ke depan ada lagi inovasi yang bisa dikembangkan untuk mensejahterakan warga NU dan masyarakat Way Kanan.

Mujahidin Cyber

“Saya akan membuka pintu selebar-lebarnya apabila ada gagasan yang dapat berguna untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Kepala Cabang Indosat Ooredoo Way Kanan H. Ali Murtadho bahwa pihaknya bersama NU Way Kanan meluncurkan Kartu Komunitas Desa, satu akses beragam layanan yang saat ini telah berdiri 1 kantor cabang dan 11 outlet yang tersebar di masing-masing kecamatan.

Kartu Komunitas Desa, satu akses beragam layanan mempunyai program untuk transaksi online berbagai jenis pembayaran, di antaranya pembayaran listrik, transfer, pembayaran listrik,token, PDAM, Telpon, TV berlangganan, BPJS dan penjualan paket data maupun pulsa.

“Keuntungan kerja sama ini yakni untuk nu akan mendapatkan royalti yang dapat digunakan untuk operasional dan kegiatan-kegiatan NU lainnya,” pungkasnya. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Humor Islam, Budaya, Makam Mujahidin Cyber

Selasa, 19 Desember 2017

Mahasiswa Baru NU, dari Ijazahan Wirid hingga Sepakbola Api

Tangerang, Mujahidin Cyber. Di tahun ketiga, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten, akan melaksanakan kegiatan orientasi mahasiswa baru pada Sabtu-Minggu, 24-25 September 2016 di kampus setempat.

Mahasiswa Baru NU, dari Ijazahan Wirid hingga Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Baru NU, dari Ijazahan Wirid hingga Sepakbola Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Baru NU, dari Ijazahan Wirid hingga Sepakbola Api

HM. Qustulani, Wakil Ketua Bidang Akademik STISNU Nusantara memaparkan bahwa masa orientasi mahasiswa baru (Momru) akan diisi dengan beberapa kegiatan, di antaranya pengenalan akademik, ijazah awradul basyariyah dari kiai khos, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa perusahaan syariah serta notaris, Lailatul Ijtima, sepakbola api, aksi damai NKRI, pengambilan sumpah setia terhadap Nahdlatul Ulama, dan Mapaba PMII.

"Rencananya pagi, pengenalan kampus NU Tangerang, dan MoU dengan PT SBL terkait Manajemen Bisnis Berbasis Syariah, juga dengan notaris Abdul Azis, M.Kn terkait praktium dan pengembangan skill aplikatif mahasiswa," ujarnya, Jumat (23/9).

Mujahidin Cyber

"Malam,? lailatul ijtima. Diisi dengan dzikiran dan tawassulan dipimpin oleh KH. M. Mahrusillah, dilanjutkan dengan nasihat dan ijazah dari murabbi ruh STISNU Nusantara Abah Kiai Aliyuddin Zen Pandawa. Setelah itu, mahasiswa akan praktikum debus Banten dan bermain bola api. Di sepertiga malam, mereka (mahasiswa baru) akan diambil sumpah setiannya terhadap Nahdlatul Ulama. Tujuannya, STISNU istiqamah bersama tradisi shaleh ulama dalam tradisi akademik," kata Qustulani.

Terakhir, minggu pagi, diisi dengan kegiatan aksi damai car free day untuk NKRI dan Pancasila serta Islam Nusantara bersama komunitas pemuda Tionghoa, Nasrani, Hindu dan lain lain. Setelah itu, dilanjutkan kegiatan Mapaba PMII.

Mujahidin Cyber

Mahasiswa STISNU Nusantara diharapkan jadi basis atau laboratorium pengaderan generasi muda NU. “Harapannya ketika lulus mereka tidak hanya menjadi alumni dengan bergelar sarjana, akan tetapi mereka punya beban dan tanggungjawab membumikan Nahdlatul Ulama di daerahnya masing-masing,” tambahnya.

Hasanudin Petoy, ketua panitia Momru 2016 menambahkan bahwa tema kegiatan kali ini adalah Jawara Nahdlatul Ulama. Jawara artinya jujur, adil, berwibawa, agamis, religius dan akuntabel.

Pada acara tersebut diagendakan kegiatan pembuatan Kartanu (kantru tanda anggota NU) massal? khusus mahasiswa NU Tangerang Raya oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tangerang Raya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Pendidikan Mujahidin Cyber

Minggu, 10 Desember 2017

Alumni Juga Dorong PMII Kembali ke NU

Jakarta, Mujahidin Cyber. Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia cabang DI Yogyakarta mengajak berdiskusi puluhan kader PMII Jogja di Jakarta pada Rabu-Jumat (3-5/8). Ajang urun rembug yang mengusung tema "Kita Adalah Negara" ini bertujuan untuk merekonstruksi materi kaderisasi yang dianggap sudah tidak relevan lagi dalam konteks berbangsa dan bernegara saat ini.

Alumni Juga Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Juga Dorong PMII Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Juga Dorong PMII Kembali ke NU

Beberapa alumni yang ikut meramaikan acara dan terlibat langsung dalam perumusan itu antara lain, Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf, Wakil Sekjen PBNU H Abdul Munim DZ, Ketua Lesbumi Sastro Al Ngatawi, Ketum Garda Bangsa Eman Hermawan mantan, Anggota DPR RI Fraksi PPP Zaini Rahman, Direktur Sajadah Habib Soleh, dan Ketua LKK NU Sulthonul Huda.

Selain membahas soal pentingnya pembaruan format kaderisasi, forum juga menyinggung tentang perlunya PMII untuk kembali ke NU secara organisasi. Slamet menjelaskan, PMII tidak mungkin terlepas dari NU. Sejak PMII berdiri, secara kultural saja mereka sangat dekat.

Mujahidin Cyber

Mantan Ketum Gerakan Pemuda Ansor tersebut menceritakan, para pendiri PMII sejatinya adalah anak-anak muda NU. Gagasan-gagasan yang diusung pun pada waktu itu tidak jauh berbeda dengan NU. Menurutnya, para pendiri PMII seperti Mahbub Junaidi pun menyadari bahwa PMII itu memang seperti NU yang berpaham Ahlussunah wal Jamaah.

Mujahidin Cyber

"Bedanya dulu NU adalah sebuah partai, sementara PMII bukan partai. Makanya para pendiri pada waktu itu ingin lepas dari NU. Ingat ya, dulu Partai NU, bukan NU seperti sekarang ini yang sudah kembali ke khittah. Jadi sebaiknya sekarang, akan lebih elok jika PMII kembali ke NU," kata Slamet saat menjawab pertanyaan salah satu kader Jogja. Seperti diketahui, sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap PMII bersedia secara formal menjadi badan otonom NU.

Slamet dalam kesempatan tersebut juga berpesan kepada adik-adiknya di PMII untuk tidak berpikir terlalu sempit menghadapi globalisasi dan kemajuan zaman. PMII harus bisa berbenah di seluruh lini.

"Sekarang zaman modern, manfaatkanlah teknologi sebaik mungkin. Dulu saya nyari buku bacaan susah, sekarang tinggal tidur buka HP kita sudah bisa baca apapun sesuai yang kita inginkan," pesan Slamet. (Agus Bahaudin Anwar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya Mujahidin Cyber

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik

Surabaya, Mujahidin Cyber. Era terus berubah. Penetrasi pasar yang ditunjang dengan kemajuan teknologi mengharuskan manusia adaptasi dengan kecanggihan yang ada. Termasuk menyebarkan khazanah NU dan pesantren lewat teknologi buku elektronik.

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik (Sumber Gambar : Nu Online)
Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik (Sumber Gambar : Nu Online)

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik

Wawasan ini disampaikan Erlan Primansyah pada sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyin Jawa Timur di Museum NU, Ahad (8/11). Erlan mengemukakan banyak keuntungan bagi para pegiat penerbitan untuk memanfaatkan teknologi baru ini.

"Salah satu keuntungannya adalah penyebaran yang lebih luas di berbagai belahan dunia sekalipun," kata Ceo PT Buqu Jakarta ini. Demikian juga efisiensi dalam pembiyaan juga sebagai sebuah keuntungan yang menyertai, lanjutnya.?

Mujahidin Cyber

Apalagi pada era sekarang, masyarakat demikian dekat dengan teknologi. "Informasi sudah demikian mudah diakses karena internet telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari manusia sekarang," katanya.

Karena itu potensi penetrasi pasar dan kemudahan akses ini hendaknya dapat dioptimalkan penulis dan penerbit pesantren dan NU. "Pengalaman saya mengikuti pameran di sejumlah negara, ternyata kebutuhan akan Islam Nusantara yang di dalamnya adalah khazanah pesantren demikian tinggi," katanya.?

Mujahidin Cyber

Sejumlah kisah pesantren ternyata banyak ditunggu oleh berbagai kalangan. "Mereka ingin mendapatkan penjelasan bagaimana Islam Nusantara, seperti apa NU dengan ajaran yang dikembangkan sekarang sangat diminati," terangnya.

Erlan yakin bahwa di pesantren banyak mutiara yang kalau digali dengan optimal akan bisa mewarnai pemahaman bahkan peradaban dunia. "Persepsi masyarakat dunia tentang Islam masih didominasi oleh kelompok ektremis," katanya. Tentu saja hal ini sangat disayangkan kalau penulis dari NU dan pesantren tidak berkiprah di dalamnya.

Ia sangat terbuka dengan kalangan pesantren dan NU untuk bisa bekerjasama dalam penerbitan buku elektronik ini. "Terkait bagaimana teknologi buku elektronik, demikian juga skema bagi hasil dan sebagainya bisa dibicarakan secara khusus, tentunya dengan skema yang saling menguntungkan," pungkasnya.

Kehadirannya melengkapi sejumlah narasumber yang hadir pada acara yang diselenggarakan Lembaga Talif wan Nasyr NU Jawa Timur. Pembicara lainnya adalah M Maruf Asrori dari Khalista Surabaya, Achmad Fikri AF dari LKiS, serta HA Hakim Jayli dari TV9 Surabaya.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah utusan dari pesantren dan NU ini berhasil mengusung pendirian asosiasi penerbit tingkat provinsi Jatim. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Warta Mujahidin Cyber

Rabu, 29 November 2017

PSSI Probolinggo Lirik Pesepakbola Pesantren

Probolinggo, Mujahidin Cyber

Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Probolinggo menerjunkan tim pemandu bakat untuk memantau potensi pemain bola yang ikut Liga Santri Nusantara (LSN) Regional Jatim III yang dilangsungkan di tiga lapangan di Kota Probolinggo, Rabu hingga Senin (23-28/8).

PSSI Probolinggo Lirik Pesepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PSSI Probolinggo Lirik Pesepakbola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PSSI Probolinggo Lirik Pesepakbola Pesantren

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi PSSI Kota Probolinggo Haris Nasution saat menghadiri pembukaan LSN Regional Jatim III di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo, Rabu (23/8).

“Saya sudah bilang ke Pak Haryono sebagai pemandu bakat untuk memantau. Terutama pemain dari pesantren wilayah di Probolinggo. Nantinya pemain yang potensial akan direkrut klub dibawah PSSI,” katanya.

Mujahidin Cyber

Menurut Nasution, LSN berperan dalam menunjang PSSI dalam mengelola sepak bola di lingkungan pesantren. Karena itu sudah selayaknya PSSI mengakomodir liga yang berlangsung sejak 2015 ini. “Ini akan kami sampaikan ke Asprov Jawa Timur,” terangnya.

Pembukaan LSN Region Jatim III yang mempertemukan klub Pesantren Ummul Quro Kecamatan Bantaran melawan klub Pesantren Zainul Hasan Genggong Kecamatan Pajarakan ini dihadiri Asisten Pemerintahan Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, anggota DPR RI Fraksi PKB Hadi Zainal Abidin serta sejumlah pejabat di Pemkot Probolinggo.

Mujahidin Cyber

Koordinator LSN Regional Jatim III Abd. Azis mengatakan, LSN di Region III ini diikuti oleh 32 tim dari pondok pesantren mulai dari Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso dan Banyuwangi.

Dalam pertandingan pembuka LSN Regional Jawa Timur III ini, Tim Pesantren Zainul Hasan Genggong menang telak 5-0 atas Tim Pesantren Ummul Quro. Kemenangan dari Pesantren Zainul Hasan Genggong ini akan semakin mempermudah langkah pada pertandingan selanjutnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, News Mujahidin Cyber

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang

Subang, Mujahidin Cyber. Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin dijadualkan akan menghadiri peringatan hari lahir (Harlah) ke 94 NU yang akan digelar oleh PCNU Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Masjid As-Saadah Ciater, Subang, Kamis (13/4) besok.

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Rais Aam Dijadualkan Hadiri Peringatan Harlah NU di Subang

Ustadz Toto Ubaidillah Haz, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan mengatakan, peringatan Harlah NU ini mulanya akan digelar di halaman kantor PCNU Subang namun karena kendala teknis akhirnya pengurus sepakat untuk memindahkan tempatnya di Masjid As-Saadah Ciater, masjid tersebut sangat mencolok karena lokasinya tidak jauh dari tempat wisata pemandian air hangat Sari Ater Subang.

"Sesuai AD/ART, harlah NU diperingati berdasarkan kalender hijriyah, 16 rajab, kebetulan itu bertepatan dengan hari kamis besok, 13 April," tambah Toto yang juga Ketua Lembaga Dakwah PCNU Subang itu

Selain Rais Aam, kata dia, peringatan Harlah NU ini juga dijadwalkan akan diisi dengan Taushiyah Kebangsaan oleh KH Maman Imanulhaq, Ketua Lembaga Dakwah PBNU.

Mujahidin Cyber

"Rais Aam Insyaallah siap hadir, setelah acara dari Malang langsung ke Subang, Kiai Maman juga menyatakan siap hadir pulang tugas dinas dari Mekkah langsung meluncur ke Subang," tambahnya.

Demi suksesnya kegiatan peringatan harlah NU ini, Ustadz Toto pun mengharapkan kepada seluruh warga NU yang ada di Kabupaten Subang dan sekitarnya untuk hadir dalam kegiatan tersebut. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Kyai, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Sabtu, 25 November 2017

Aklamasi, Umi Ma’rifah Ketua Baru IPPNU Bojonegoro

Bojonegoro, Mujahidin Cyber

Konferensi Cabang XIV Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Bojonegoro menetapkan Umi Ma’rifah sebagai Ketua masa bakti 2016-2018 secara aklamasi, Ahad (29/5) di Pondok Pesantren Darul Ulum Baureno, Bojonegoro, Jawa Timur.

Pada sesi penentuan bakal calon muncul tiga nama kader yang diusulkan oleh forum pemilihan, Umi Ma’rifah kader Baureno; Nurul Afifah kader Balen, dan Zumrotul Ula kader Kanor.

Aklamasi, Umi Ma’rifah Ketua Baru IPPNU Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Umi Ma’rifah Ketua Baru IPPNU Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Umi Ma’rifah Ketua Baru IPPNU Bojonegoro

Pada tahap verifikasi sesuai dengan PD/PRT IPPNU Nurul Afifah gugur karena belum memenuhi satu persayaratan, dan kemudian disusul oleh Zumrotul Ula dengan menyatakan ketidaksiapannya. “Saya mengundurkan diri dari segala proses pemilihan dan memutuskan untuk mempercayakan amanah ini pada Ma’rifah,” ucap Zumrotul.

Mujahidin Cyber

Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Timur selaku pimpinan sidang pemilihan akhirnya menetapkan Umi Ma’rifah sebagai ketua IPPNU Kabupaten Bojonegoro masa bakti 2016-2018 secara aklamasi sesuai dengan PD/PRT IPPNU.

Pada akhir proses pemilihan, ketua terpilih memberikan sambutan pada forum dengan menegaskan visi dan misinya yang akan memfokuskan pemerataan kaderisasi. “Terima kasih kepada Rekanita semua, Insyaallah akan saya laksanakan amanah dengan sebaik-baiknya. Sesuai dengan permasalahan yang dibacakan pada Pleno Laporan Pertanggungjawaban tentang pemerataan kaderisasi, saya bersama rekanita periode ini akan fokuskan kaderisasi merata dari timur hingga barat Bojonegoro,” paparnya.

Mujahidin Cyber

Ia juga menambahkan bahwa PC IPPNU Bojonegoro masa bakti 2016-2018 sangat membutuhkan sinergitas semua pihak dan saling bahu membahu khususnya dari internal pengurus untuk memajukan IPPNU ke depan. (Afifah Marwa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Humor Islam, Budaya, Makam Mujahidin Cyber

Selasa, 21 November 2017

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Grobogan, Mujahidin Cyber. Dalam rangka Sumpah Pemuda, sebanyak  3.000 pelajar NU mengikuti apel kesetiaan Negara kesatuan republic Indonesia yang diselenggarakan PC IPNU-IPPNU Grobogan di alun-alun Purwodadi, Ahad (28/10) kemarin. 

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

3.000 Pelajar NU Grobogan Ikrar Setia NKRI

Mereka yang sebagian besar pelajar MTs-MA dan perwakilan Pimpinan anak Cabang IPNU-IPPNU se-Grobogan itu mengucapkan ikrar kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Dalam naskah  ikrar kesetian NKRI yang dibacakan ketua PC IPNU Grobogan, Fathoni itu menyatakan pelajar NU akan selalu melaksanakan syariat Islam, berpedoman pada garis perjuangan NU, menjaga generasi muda dari pengaruh buruk narkoba. 

"Pelajar NU Grobogan berikrar akan selalu berkomitmen terhadap Pancasila sebagai azas kehidupan berbangsa dan akan tetap setia terhadap NKRI", kata Fathoni yang ditirukan seluruh peserta apel.

Mujahidin Cyber

Dalam keterangannya, Fathoni menjelaskan pelaksanaan apel ikrar setia terhadap NKRI ini berdasarkan situasi sekarang dengan banyaknya faham-faham Islam aliran kiri yang dengan mengatasnamakan jihad, namun justru melakukan aksi terorisme dan mengganggu kedaulatan NKRI. 

“Selain itu, dengan momentum hari sumpah pemuda, dirinya mengajak kepada seluruh kalangan muda khususnya kalangan pelajar untuk ikut meneruskan semangat perjuangan Budi Utomo, atau yang lebih dikenal dengan Bung Tomo.”katanya usai acara apel tersebut. 

Ia menegaskan bagi pelajar NU,  NKRI adalah harga mati. Hal ini didasari pada perjuangan Nahdlatul Ulama yang tidak bisa dipisahkan NKRI. 

Mujahidin Cyber

“Momentum sumpah pemuda ini, kita mengajak para pemuda untuk benar-benar memahami dan mengimplementasikan makna sumpah pemuda dalam diri masing-masing. Sehingga tidak akan ada lagi pemuda yang menjadi pelaku aksi terorisme", tambah Fathoni. 

Dandim 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo juga hadir dan menyampaikan orasi kebangsaannya. Dalam orasinya, Heri Prakoso mengatakan pernyataan ikrar setia NKRI yang dilakukan oleh ribuan pelajar ini  hendaknya benar-benar menjadi pedoman. Penanaman sikap disiplin dan rukun sangat diperlukan untuk membentuk karakter pemuda yang tangguh.

"Apalagi pemuda adalah sebagai motor penggerak bangsa. Mari kita isi dengan belajar dan berlatih untuk menjadikan NKRI lebih maju dan beradab,"tandas Dandim di depan ribuan pelajar NU. 

Sedangkan koordinator  Badan NK Grobogan Johari Angkasa berharap sebagai generasi penerus bangsa tidak melakukan kegiatan-kegiatan negative yang  membahayakan diri sendiri seperti menjadi pecandu narkoba. 

"Pemuda yang sudah kecanduan dengan obat-obat terlarang maka akan hancur pula masa depannya. Jauhi narkoba dan semua hal yang merugikan diri kalian", pesan Johari saat berorasi. 

Selain ribuan peserta, kegiatan yang merupakan rangkaian konperensi cabang IPNU Grobogan ini  dihadiri pula DANDIM 0717 Purwodadi Letkol Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo, Kepala Kesbangpolinmas Yudi Sudarmunanto, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Grobogan Johari Angkasa, dan ketua PC NU Grobogan Mat Said. 

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ahlussunnah, Bahtsul Masail, Budaya Mujahidin Cyber

Minggu, 19 November 2017

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Ngawi, Mujahidin Cyber. Puluhan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi ddigembleng ilmu kanuragan. Penggemblengan dirangkai pada Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser di aula Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Desa Teguhan,

Agus Wahyudi, Panitia Penylenggara kegiatan yang berlangsung Selasa (27-28/5) tersebut mengatakan, penggemblengan ini dilaksanakan dalam rangka merespon munculnya gerakan-gerakan radikal yang berusaha merongrong NKRI.

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Banser Paron Digembleng Kanuragan

Penggemblengan dilaksanan di akhir rangakaian Diklat, setelah digelar pengajian akbar untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj di lapangan besar Kerten Paron. “Gemblengan kanuragan dipimpin Kiai Dumami, agar Banser kuat dan tangguh dalam membela NKRI,” katanya.

Mujahidin Cyber

Agus menambahkan, dalam Diklat Banser kali ini, sebelumnya peserta dilatih Peraturan Lalu Lintas, Keorganisasian, Wawasan Kebangsaan, Bela Negara dan materi ke-Nu-an/keAswajaan.

“Dalam Diklat kali ini, peserta dilatih untuk siap menjadi kader tangguh, profesional, religius, mandiri dan bermartabat,” kata Agus.

Mujahidin Cyber

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk tujuan itu, Diklat Banser tersebut mengundang Satuan Kepolisian Sektor Kecamatan dan Koramil Kecamatan Paron. (Agus Susanto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber IMNU, Budaya, Pertandingan Mujahidin Cyber

Rabu, 15 November 2017

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik

Tangerang, Mujahidin Cyber - Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang masa khidmat 2016-2018 dilantik di Ballroom Hotel Narita, Cipondoh Kota Tangerang, Sabtu (29/10). Isi SK resmi pelantikan ini dibacakan oleh Pengurus GP Ansor Banten H Syahroni.

Tampak hadir Ketua GP Ansor Kota Tangerang H Mustaya Hasyim, Ketua GP Ansor Banten H Ahmad Imron, Wakil Ketua PP GP Ansor H Lukmanul Hakim. Hadir juga Sekretaris PCNU Kota Tangerang, Camat Cipondoh Demi Koswara, Kapolsek Cipondoh, dan juga unsur tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepengurusan GP Ansor di Tepi Jakarta Dilantik

H Mustaya Hasyim mengatakan, Ansor bukan organisasi politik. "Ansor berdiri di atas semua kaki. Karena itulah, cara pandang politik Ansor adalah politik kebangsaan, bukan partisan. Itulah politik amar makruf nahi munkar yang menjadi haluan Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Sedangkan H Ahmad Imron menyatakan, Ansor adalah organisasi yang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah. Pemuda NU tidak perlu ditanya perihal apa yang telah diperbuat Ansor untuk bangsa ini. Sudah semestinya kita sebagai kader-kader penerus melanjutkan dan mempertahankan kedaulatan, kesatuan dan persatuan NKRI, ujarnya.

Mujahidin Cyber

Mewakili PP GP Ansor, H Lukmanul Hakim menyampaikan terkait isu demonstrasi yang akan terjadi pada 4 November 2016. Ia mengajak kader-kader Ansor, Banser, warga NU mengikuti arahan PBNU. Karena apa yang disampaikan PBNU didasarkan pada hasil kajian-kajian yang sumbernya dapat dipercaya.

Mujahidin Cyber

“Kita dorong melalui jalur hukum dalam kasus penistaan Al-Quran agar pihak terkait menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Kita percayakan kepada kiai-kiai kita di PBNU untuk menghadapi masalah ini secara elegan,” ujarnya.

Ketua GP Ansor Cipondoh Nur Asyik berjanji untuk memberikan yang terbaik pada Ansor. "Insya Allah apa-apa yang diamanahkan oleh pimpinan cabang akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," terangnya.

Nur Asyik berharap, kepengurusan baru ini terdiri atas personel-personel yang amanah dan profesional. "Tanpa hal ini, kerusakan yang akan terjadi. Semoga juga, pengurus memiliki karakter yang aktif, kreatif, inovatif, dan komunikatif," jelasnya.

Ia juga berharap semoga Ansor yang bermakna penolong itu bergerak untuk turut membantu semua pihak dalam mewujudkan kebaikan bagi masyarakat. "Kita membantu di bidang keagamaan dan kemasyarakatan. Inilah gerakan Ansor sebagai penolong," tandasnya. (Atho Al-Farhan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock