Minggu, 10 Desember 2017

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik

Surabaya, Mujahidin Cyber. Era terus berubah. Penetrasi pasar yang ditunjang dengan kemajuan teknologi mengharuskan manusia adaptasi dengan kecanggihan yang ada. Termasuk menyebarkan khazanah NU dan pesantren lewat teknologi buku elektronik.

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik (Sumber Gambar : Nu Online)
Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik (Sumber Gambar : Nu Online)

Penulis dan Penerbit NU Harus Berkiprah di Buku Elektronik

Wawasan ini disampaikan Erlan Primansyah pada sarasehan dan musyawarah penerbit pesantren dan nahdliyin Jawa Timur di Museum NU, Ahad (8/11). Erlan mengemukakan banyak keuntungan bagi para pegiat penerbitan untuk memanfaatkan teknologi baru ini.

"Salah satu keuntungannya adalah penyebaran yang lebih luas di berbagai belahan dunia sekalipun," kata Ceo PT Buqu Jakarta ini. Demikian juga efisiensi dalam pembiyaan juga sebagai sebuah keuntungan yang menyertai, lanjutnya.?

Mujahidin Cyber

Apalagi pada era sekarang, masyarakat demikian dekat dengan teknologi. "Informasi sudah demikian mudah diakses karena internet telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari manusia sekarang," katanya.

Karena itu potensi penetrasi pasar dan kemudahan akses ini hendaknya dapat dioptimalkan penulis dan penerbit pesantren dan NU. "Pengalaman saya mengikuti pameran di sejumlah negara, ternyata kebutuhan akan Islam Nusantara yang di dalamnya adalah khazanah pesantren demikian tinggi," katanya.?

Mujahidin Cyber

Sejumlah kisah pesantren ternyata banyak ditunggu oleh berbagai kalangan. "Mereka ingin mendapatkan penjelasan bagaimana Islam Nusantara, seperti apa NU dengan ajaran yang dikembangkan sekarang sangat diminati," terangnya.

Erlan yakin bahwa di pesantren banyak mutiara yang kalau digali dengan optimal akan bisa mewarnai pemahaman bahkan peradaban dunia. "Persepsi masyarakat dunia tentang Islam masih didominasi oleh kelompok ektremis," katanya. Tentu saja hal ini sangat disayangkan kalau penulis dari NU dan pesantren tidak berkiprah di dalamnya.

Ia sangat terbuka dengan kalangan pesantren dan NU untuk bisa bekerjasama dalam penerbitan buku elektronik ini. "Terkait bagaimana teknologi buku elektronik, demikian juga skema bagi hasil dan sebagainya bisa dibicarakan secara khusus, tentunya dengan skema yang saling menguntungkan," pungkasnya.

Kehadirannya melengkapi sejumlah narasumber yang hadir pada acara yang diselenggarakan Lembaga Talif wan Nasyr NU Jawa Timur. Pembicara lainnya adalah M Maruf Asrori dari Khalista Surabaya, Achmad Fikri AF dari LKiS, serta HA Hakim Jayli dari TV9 Surabaya.

Kegiatan yang dihadiri sejumlah utusan dari pesantren dan NU ini berhasil mengusung pendirian asosiasi penerbit tingkat provinsi Jatim. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Warta Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock