Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Jakarta, Mujahidin Cyber

Para pemuka agama Kristen menyatakan penyesalannya atas penodaan terhadap agama Islam yang dilakukan oleh sebuah kelompok yang terjadi di Batu Malang. Aksi pelecehan tersebut disebarkan dalam sebuah VCD yang kini mulai beredar di Batu dan sekitarnya.

Dalam pernyataan lembaga geraja tingkat nasional terhadap isu SARA di Malang. Para pimpinan geraja menyatakan penyesalannya sehubungan terjadinya peristiwa di Batu-Malang yang benuansa SARA, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 dan tidak sejalan dengan semangat kerukunan antar umat beragama yang kini sedang dibangun dalam kehidupan masyarakat majemuk Indonesia.

Selanjutnya pimpinan geraja-geraja di Indonesia menyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan di Batu-Malang tidak berada dalam koordinasi pimpinan gereja-geraja di Indonesia.

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuka Kristen Sesalkan Penodaan Islam di Batu

Pimpinan gereja-geraja di Indonesia mengharapkan agar peristiwa tersebut tidak mencederai hubungan antara umat beragama di Indonesia dalam upaya bersama untuk memberi kontribusi bagi kehidupan bangsa, dan meminta pejabat berwenang untuk memproses mereka yang terlibat, secara hukum.

Peryataan tersebut diungkapkan dalam kunjungan para pemuka geraja ke PBNU dan ditandatangani oleh Ketua Umum Persatuan Gereja-Geraja Indonesia Pdt. Dr. AA. Yewangoe, Wakil Sekum Persekutuan Gereja Lembaga Injili Indonesia Pdt. Ing Dahlan Setiawan dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia Pdt. Suhandoko Wirhaspati, Kamis, 5 April 2005.

Mujahidin Cyber

Baik fihak geraja maupun PBNU berharap agar masalah tersebut tidak berubah menjadi masalah nasional. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi telah meminta fihak keamanan di Malang dan NU di Batu untuk menganbil tindakan antisipasi agar masalah ini tidak membesar.

“Kami takut masalah ini menjadi besar karena saat ini informasi bisa menyebar dengan cepat,” tutur Yewangoe.

Ditambahkannya bahwa tindakan sekelompok orang radikal tersebut sangat tidak dapat dibenarkan. “Untuk menunjukkan keluhuran agama, tidak boleh dengan melecehkan agama lain. Untuk menegangi tidak dengan mematikan lilin orang lain,” tuturnya.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh KH Hasyim Muzadi. “Pemeluk agama yang sholeh tidak akan merusak agama lainnya. Karena itu, pembuat provokasi ini harus ditindak,” paparnya.

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang tersebut menuturkan jika dua kelompok agama yang radikal bertemu, mereka bisa menimbulkan pertentangan dan anarkisme yang akan mendorong umat pada tindakan kekerasan. “Karena itu polisi harus bertindak agar kesalahan ini tidak ditimpakan pada umat,” tandasnya.

Mujahidin Cyber

World Conference on Religion and Peace tersebut meminta agar masing-masing agama bisa menakan terjadinya radikalisme dimasing-masing agama. Ia juga meminta agar dakwah dilakukan dengan memperhatikan budaya yang Indonesiawi.

“Jangan sampai kalau umat Islam ada masalah, lapornya ke Arab Saudi, demikian juga kalau Kristen ada masalah, lapornya ke Amerika. Nanti situasinya malah semakin ruwet,” katanya.

Karena itu proses dialog antar para pemimpin agama dan saling menjaga kerukunan menjadi sangat penting dalam menjaga perdamaian dan menghindari konflik SARA di Indonesia. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Internasional Mujahidin Cyber

Selasa, 23 Januari 2018

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Jepara, Mujahidin Cyber. Tujuh puluhan santri dari Jepara dan Kudus siap mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat) Bimbingan Pasca UN (BPUN) tahun 2013 Komunitas Mata Air Cabang Jepara di Pesantren Walisongo Pecangaan Jepara, selama sebulan (17/5-18/6) mendatang. Tujuh puluh santri itu dibagi 2 kelas IPA dan IPS. 

Mereka diantaranya dari MA/ SMA/ SMK Walisongo Pecangaan, MA Darul Hikmah, MA Mathaliul Huda Bugel, MA Mathalibul Ulum Lebak, MA Mafatihul Akhlak Demangan, SMAN 1 Jepara, SMAN 1 Mayong, SMAN 1 Mlonggo dan SMKN 3 Jepara. Dari Kudus semisal SMAN 1 Gebog dan MA NU TBS Kudus. 

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

70 Santri Siap Ikuti Sanlat BPUN

Selama sebulan santri diberi materi Matematika dasar, Bahasa Indonesia dan Inggris sebagai materi dasar. Untuk kelas IPA meliputi Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi sedangkan kelas IPS mencakup Ekonomi, Sosiologi, Geografi dan Sejarah. 

Mujahidin Cyber

“Materi lain yang tidak kalah pentingnya Psikologi, Kewirausahaan, Kepemimpinan, Ke-Aswaja-an, Ke-NU-an dan Try out sepekan sekali,” kata M Jazilun Niam, pendamping Mata Air Jepara, saat technical meeting Ahad (12/5) pagi. 

Mujahidin Cyber

Sementara itu, koordinator Mata Air Jepara, Adib Khoiruzzaman menyatakan dirinya mendorong santri agar bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diidamkan. Triknya menurut Gus Adib, sapaan akrabnya harus bersungguh-sungguh mengikuti BPUN.  Apalagi santri alumni Mata Air Jepara, terangnya ada yang diterima di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta maupun PTN yang lain. 

Masih menurutnya selain belajar sungguh-sungguh juga akidah Aswajanya tetap dipertahankan jangan sampai direnggut oleh ideologi lain. “Karena itu, selama nyantri maupun kuliah kami akan tetap mengawal ideologi NU mereka,” tandasnya. 

Guru SMK Walisongo Pecangaan itu menandaskan di PT banyak aliran-aliran yang perlu diwaspadai. Jika tidak diwaspadai mahasiswa NU mudah katut, (ikut, red) aliran tersebut. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Tegal, Anti Hoax, Santri Mujahidin Cyber

Sabtu, 30 Desember 2017

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat

Tegal, Mujahidin Cyber - Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal periode 2017-2018, Ahad (15/10) dilantik.

Kegiatan yang dipusatkan di BMT SM NU Kramat dihadiri pengurus MWC NU Kramat, pengurus IPNU-IPPNU terpilih dan undangan lainnya.

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dilantik, IPNU-IPPNU Kramat Siap Kontribusi di Masyarakat

Ketua IPNU Kecamatan Kramat Bagus Widi didampingi Ketua IPPNU Azizatul Munawaroh mengatakan, amanah yang diberikan kepada keduanya akan dijalankan sesuai dengan program kerja yang ada.

Mujahidin Cyber

Itu semua, kata dia, tidak akan berhasil tanpa dukungan dari pimpinan cabang serta pengurus di tingkat kecamatan hingga desa.

Dengan demikian, IPNU-IPPNU bisa menjadi sarana bagi kalangan muda untuk berorganisasi dengan baik dan benar serta memiliki jenjang ke atas yang jelas.

Mujahidin Cyber

Sebagai kader muda NU yang saat ini masih duduk di bangku sekolah, tentu saja kesempatan yang diberikan kepada dia dan seluruh jajaran pengurus akan dijalankan dengan baik. Tujuannya adalah agar IPNU-IPPNU bisa memberikan kontribusi secara nyata bagi masyarakat luas.

Pembina IPNU-IPPNU Kramat Suharno mengingatkan kembali kepada pengurus terpilih agar dapat menjalankan tugas sekaligus roda organisasi dengan baik.

Ketua IPNU, kata dia, merupakan wakil dari Desa Jatilawang. Sementara Ketua IPPNU merupakan wakil dari Desa Plumbungan.

Sebagai pembina, ia juga berharap agar pengurus terpilih bisa berkoordinasi dengan pimpinan ranting di setiap desa yang ada di Kecamatan Kramat agar semua kegiatan bisa mendapatkan dukungan dari seluruh anggota.

Selain ke bawah, pengurus harus bisa berkoordinasi dengan pimpinan cabang agar setiap kegiatan di tingkat kabupaten dapat didukung.

Sebagai generasi muda, peran serta pengurus dan seluruh anggota IPNU-IPPNU tentu saja sangat diharapkan karena di tangan mereka tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini akan diserahkan. Itulah sebabnya, kiprah mereka harus dilatih sejak dini sehingga bisa menghasilkan karya terbaik.

"Kami akan terus memberikan dukunan agar IPNU-IPPNU Kecamatan Kramat bisa aktif di dalam berbagai kegiatan," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, News, Sholawat Mujahidin Cyber

Kamis, 28 Desember 2017

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik

Jakarta, Mujahidin Cyber. Komite Persiapan Penegakan Syariah Islam (KPPSI) yang memiliki misi penegakan syariat Islam di Sulawesi Selatan yang sebelumnya murni gerakan keagamaan tampaknya telah mengalami dan cenderung bermutasi bahkan bermetamorfosis menjadi gerakan pragmatisme politik.

Demikian dituturkan oleh Andi Muawiyah Ramly, salah satu penulis buku “Demi Ayat Tuhan” dalam acara bedah buku di Hotel Acacia Jakarta, Sabtu. Hadir dalam acara tersebut Dekan Fak Syariah UIN Sunan Kalijaga Malik Madany, Sekjen KPPSI Aswar Hasan, Peneliti LP3ES Enceng Sobirin Nadj, dan Pengamat Intelejen Malik Haramain.

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

KPPSI Bermetamorfosis dalam Gerakan Pragmatisme Politik

Merespon keinginan KPPSI untuk meminta otonomi khusus di Sulsel sebagai strategi penegakan syariah Islam, telah dilakukan survey dikalangan Bupati, anggota DPRD, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menghasilkan 91,11 persen mendukung pelaksanaan syariat Islam. Namun tak semuanya setuju dengan ide formalisasinya.

Menurutnya, solidaritas, kehesitas sosial, dan fundamentalisme yang begitu kuat bersemangat di awal berdirinya, dengan sejumlah orang-orang miskin berekatologis mendukungnya, ada kecenderungan berubah menjadi organisasi elit yang kian berfikir dan berperilaku pragmatis untuk meraih mencapaian-capaian antara.

Dikatakan oleh mantan ketua LKKNU ini bahwa mutasi dan metamorfosis ini bisa jadi timbul akibat kontraversi wacana syariat Islam yang diusung jatuh ke dalam polemik publik yang melelahkan, disertai dengan tekanan-tekanan sosial politik. Pada akhirnya KPPSI segera menjadi gerakan mapan sebagaiman organisasi keagamaan lain dengan segenap kepentingan politik praktis yang tentu saja turut menyertainya.

Mujahidin Cyber

Salah satu ketua PKB ini juga mengkritisi beberapa Dokumen Inti Sari Syariat Islam yang menjadi pedoman dasar persiapan penegakan syariat Islam ini yang salah satunya menentukan bahwa pemimpin harus berasal dari Quraisy tanpa mempertimbangkan aspek nash, sosiologis maupun realitas yang ada. “Nanti hanya pak Alwi Syihab yang bisa menjadi pemimpin di Sulsel,” paparnya.

 

Mujahidin Cyber

Ia menjelaskan bahwa nabi sendiri berkata bahwa tidak ada bedanya antara orang Arab dan Ajam” Rasulullah sendiri pernah berkata “Perhatikanlah dan taatilah, meskipun saya mengangkat seorang budak Habsyi yang rambutnya seperti kismis menjadi pemimpinmu.

Rumusan tugas imam yang menyatakan dapat memerangi golongan lain demi dapat ditegakkan hak Allah atas mereka dinilainya cukup membahayakan dalam lingkup lokal maupun global dan dapat merusak tatanan kehidupan dunia yang damai.

Dijelaskannya bahwa dalam al Qur’an Allah berfirman “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”

Beberapa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Laskar Jundullah dalam memberantas kemaksiatan maupun beberapa pengeboman yang terbukti melibatkan para aktivits KPPSI telah menurunkan citranya dalam upaya menegakkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamiin.

Sementara itu, Enceng Sobirin menjelaskan gerakan-gerakan Islam fundamentalis yang menginginkan pelaksanaan syariat Islam di Indonesia akan terus bertahan di Indonesia baik untuk kepentingan politik maupun alasan ideologis. (mkf) 



Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Sunnah, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Kamis, 21 Desember 2017

JQH Pringsewu Gelar Semaan Rutin

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Bertempat di Masjid Hidayatulloh Gadingrejo, Jam’iyyatul Quro’ Wal Hufadz (JQH) Kabupaten Pringsewu mengadakan salah satu program rutin yaitu Semaan Al-Qur’an, Ahad (22/4). Kegiatan ini didukung oleh MWC Gadingrejo selaku tuan rumah. 

JQH Pringsewu Gelar Semaan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Pringsewu Gelar Semaan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Pringsewu Gelar Semaan Rutin

Nampak hadir dalam kegiatan ini, Ustadz Munawwir Katib Syuriyah PCNU Pringsewu, Sekretaris Tanfidziyyah Adi Bin Slamet serta segenap pengurus jam’iyyahtul Quro wal Hufadz Kabupaten Pringsewu dan Pengurus MWCNU Gadingrejo. 

Kegiatan yang dimulai Ba’da Shalat Isya’ ini dihadiri sebanyak 21 Hafidz dan Hafidzoh se-Kabupaten Pringsewu. Acara dibuka dengan hadloroh kubro yang dipimpin oleh KH Hambali selaku Koordinator Kegiatan Semaan. 

Mujahidin Cyber

"Kegiatan ini akan menjadi salah satu acuan program-program MWCNU Gadingrejo untuk kegiatan rutin di Segenap Ranting NU," tutur Mukhlis Sekretaris MWC NU Gadingrejo. 

Mujahidin Cyber

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyyah MWC Gadingrejo H Agus Khloiq berharap, semaan Al-Quran dapat menambah semangat untuk semakin membumikan Al-Qur’an, khususnya dalam kehidupan warga Nahdliyyin di Kecamatan Gading Rejo dan umumnya warga Kabupaten Pringsewu. 

Dalam mauidzoh hasanahnya, Ustadz Muhadin mengajak segenap warga Nahdliyyin untuk mencintai Al-Qur’an serta mengajak kepada seluruh orang tua yang ada di kecamatan Gadingrejo untuk memberikan pendidikan Al-Qur’an secara intensif.

"Pendidikan Al-Quran dapat diperoleh oleh anak-anak dengan modok ke Pesantren. Khususnya di Pesantren yang menfokuskan hafalan Al-Qur’an sehingga dapat menciptakan Hafidz-hafidzoh untuk masa mendatang," tandas Muhadin. 

 

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : Muhammad Faizin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax Mujahidin Cyber

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan

Rembang, Mujahidin Cyber. Pimpinan Cabang Fatayat NU Rembang menunda prosesi pelantikan sampai musim haji usai. Hal tersebut dilakukan mengingat sebagian pengurus berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun ini, termasuk ketua cabangnya.?

Ketua PC Fatayat Rembang, Bisriyah mengungkapkan, ada sejumlah agenda cabang yang ditunda salah satunya pelantikan. Selain menghormati pengurus cabang yang sedang menunaikan ibadah haji, putri ke-4 KH Ahmad Musthofa Bisri ini juga mengaku dirinya juga akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 27 Agustus mendatang bersama ? 215 jamah calon haji dibawah bimbingan Al Ibriz.?

"Maunya sih kita pelantikan setelah saya pulang haji. Dan terpaksa menunda pelantikan untuk sementara," jelasnya kepada Mujahidin Cyber, Rabu (23/8).?

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebagian Pengurus Berangkat Haji, Fatayat NU Rembang Tunda Pelantikan

Selama menunaikan ibadah haji, Bisriah mengaku sudah menyerahkan kepengurusan kepada Wakil Ketua, Muchsinah Afifa, dan Eva Nur Latifa sebagai Ketua Dua.

Sebelum berangkat kegiatan yang dilakukan Bisriyah sebagai ketua terpilih pada konferensi 6 Mei 2016 di gedung serbaguna YKM NU melakukan ziarah haji ke sejumlah kiai dan sesepuh NU Rembang, serta pengurus dan anggota Fatayat yang akan berangkat haji pada tahun ini. (Asmui/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Anti Hoax, Cerita Mujahidin Cyber

Minggu, 17 Desember 2017

Santri CSSMoRA Luncurkan Santri Pejuang Mimpi

Yogyakarta, Mujahidin Cyber



Pada momentum Hari Santri 2017, tidak sedikit lapisan masyarakat Muslim Indonesia bersuka cita memperingatinya, tak terkecuali para mahasantri CSSMoRA, yang meluncurkan buku Santri Pejuang Mimpi, Ahad (22/10) di  Teatrikal Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.



Santri CSSMoRA Luncurkan Santri Pejuang Mimpi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri CSSMoRA Luncurkan Santri Pejuang Mimpi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri CSSMoRA Luncurkan Santri Pejuang Mimpi



Santri Pejuang Mimpi merupakan sebuah karya kolaboratif santri se-Indonesia tentang arti mimpi, perjuangan, dan pengabdian. Terdapat 22 cerita para santri dari berbagai penjuru Indonesia tentang arti mimpi, perjuangan, dan pengabdian.

“Buku ini sengaja kami tulis dan persembahkan untuk menyambut Hari Santri Nasional 2017. Di dalamnya berisi cerita-cerita para santri dalam melakukan pengabdian kepada pesantren dan masyarakat, cerita tentang perjuangan meraih mimpi hingga upaya mendakwahkan pesantren ke dunia internasional,”  sebut Annas Rolli Muchlisin, Ketua CSSMoRA Nasional periode 2017-2018.

Mujahidin Cyber

Lebih jauh, Annas mengatakan, buku ini juga ditulis dengan tujuan untuk menjawab pernyataan orang-orang yang menuduh santri itu ndeso, dan hanya bisa mengaji.

“Buku ini untuk membuktikan bahwa santri juga bisa berkiprah dalam hal yang lebih luas,” tambah Annas.

Annas berharap walaupun ukuran buku tipis, semoga dapat berkontribusi dalam memperkenalkan wajah santri ke kalangan yang lebih luas.

“Sebagaimana dawuh (perkataan) Gus Rozin, Ketua RMI Pusat saat kami ke kediaman beliau beberapa saat setelah kami dilantik sebagai Pengurus Nasional CSSMoRA,” tandas Annas.

Mujahidin Cyber

Acara peluncuran buku dimulai pada pukul 09.30, didahului pembacaan Maulid Diba’i dan dialog Santri Inspiratif bersama Duta Santri Nasional 2016. Peluncuran dan bedah buku diakhiri dengan pembacaan shalawat, mahallul qiyam, dan doa.

Sebagai informasi, CSSMoRA yang merupakan organisasi para santri penerima beasiswa PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) Kementerian Agama RI. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Memahami Makna Sujud

"Wasjud Waqtarib" demikianlah Allah swt menutup firmannya dalam surat al-Alaq. Suatu statemen yang tegas dan gamblang. Bahwa sujud merupakan wahana paling efesien untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Memang secara psiklogis sujud memiliki nilai lebih dibandingkan dengan rukun shalat yang lain. Karena ketika sujud posisi seseorang benar-benar mununjukkan kerendahannya di hadapan Sang Khaliq. Bagaimana tidak, kepala yang menjadi bagian paling istimewa dalam tubuh manusia dan tempat bersemayamnya pancaindera. Juga anggota tubuh yang paling dimuliakan oleh manusia, tiba-tiba diposisikan begitu rendahnya hingga rata dengan tanah, tempat kaki berpijak.

Sebenarnya sujud menjadi wahana intim antara hamba dengan Allah swt. Pada saat itulah mereka merasakan ke-hinaannya dan sekaligus ke-agungan Allah swt. Begitulah yang diisyaratkan Rasulullah saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?.

Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Makna Sujud

Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Allah swt adalah ketika (hamba tersebut) sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika sujud.

Oleh karena sujud menjadi ruang meditasi yang paling intim, maka dianjurkan ketika bersujud untuk memperbanyak doa.

Mujahidin Cyber

Demi mengkondisikan kehinaan dirinya sebagai hamba dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz selalu sujud di atas tanah. Sehingga kulit jidatnya bertemu langsung dengan tanah dan hidungnya dapat mencium bumi.rdo

Kehinaan seorang hamba ketika bersujud tidaklah sia-sia, karena Allah swt berjanji akan menaikkan derajat orang tersebut dan sujud itu akan menyingkirkan berbagai macam keburukan darinya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dengan kata lain sujud juga dapat menjadi salah satu terapi menghindarkan diri dari berbagai keburukan dan kemaksiatan, sebagaimana shalat dapat mencegah diri dari kekejian dan kemungkaran.

Mujahidin Cyber

Begitu pentingnya makna sujud sehingga Rasulullah saw pernah berwasiat kepada salah satu sahabatnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? "? ? ?". Bahwasannya seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw, "doakanlah aku agar dapat menjadi orang yang menerima syafaatmu (di hari kiamat) dan mendapatkan rizqi dengan menemanimu di surga" kemudian Rasulullah saw menjawab "maka aku perintahkan untuk memperbanyak sujud"

Sebagai bukti penguat betapa pentingnya sujud adalah cerita penderitaan setan ketika seseorang melakukan sujud tilawah (sujud yang diperintahkan ketika membaca ayat tertentu dalam al-quran). maka setanpun berkata "sungguh beruntung hamba ini yang diperinthakn bersujud, kemudian ia bersujud. Maka surge akan menjadi bagiannya. Dan sungguh celaka diriku ini (setan) yang diperintahkan sujud, tetapi malah membangkang. Maka aku akan kebagian neraka.

Redaktur: Ulil Hadrawy.



. Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kyai, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Kamis, 07 Desember 2017

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU H Slamet Effendy Yusuf berpendapat organisasi masyarakat seperti NU dan Muhammadiyah yang telah memberikan kontribusi kongkret kepada masyarakat lebih berhak mendapatkan dukungan daripada partai politik melalui sekolah, pesantren, rumah sakit, rumah yatim dan layanan sosial lainnya.

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Anggap Ormas Lebih Berhak Dukungan Pemerintah daripada Parpol

Sebelumnya Mendagri Cahyo Kumolo mengusulkan dukungan pembiayaan sebesar 1 trilyun rupiah kepada partai politik untuk mengurangi kemungkinan penyalahgunaan kekuasaaan saat para politisi menjabat.

“Jadi kalau parpol menurut idenya mendagri akan diberikan bantuan cukup besar, saya kira dalam waktu yang bersamaan, ormas keagamaan yang langsung membina bangsa, seperti NU dan Muhammadiyah di lingkungan Islam, demikian juga temen-temen dari agama lain, itu juga diberi bantuan langsung dari alokasi APBN,” katanya di gedung PBNU, Selasa (10/3).?

Mujahidin Cyber

Dengan demikian, pembangunan ini berjalan secara serempak pada sektor-sektor yang dibiayai dan digarap oleh pemerintah maupun sektor yang digarap oleh swasta.?

Mujahidin Cyber

“NU melalui pesantren dan madrasah, Muhammadiyah melalui sekolahnya, begitu juga Persis, juga ormas Islam yang lain bisa menjangkau kalangan yang selama ini terabaikan dari program pemerintah. Jadi menjadi kekuatan yang menjamah sebagian besar porsi yang seharusnya menjadi porsi pemerintah.”

Ia menjelaskan, ormas seperti NU juga mendapat bantuan dari pemerintah, tetapi ibarat kata, kebutuhannya seribu, tetapi bantuan yang diberikan hanya beberapa sen.?

“Kita membantu aktifitas pendidikan, keagamaan, termasuk aktifitas penyadaran kesadaran kewarganegaraan yang dilakukan oleh ormas seperti NU dan Muhammadiyah luar biasa akibatnya.”

Ia mencontohkan andaikan tidak ada NU dan Muhammadiyah, kemudian ada bahaya internasionalisme Islam, negara tidak akan bisa berbuat banyak. “Ini saatnya negara berterima kasih pada mereka, termasuk memberikan anggaran yang signifikan sebagai bagian anggaran negara untuk pembinaan masyarakat.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Nusantara, PonPes, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Jumat, 01 Desember 2017

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban

Jember, Mujahidin Cyber. LAZISNU Jember siap membagikan 500 paket daging kurban kepada warga masyarakat yang kurang mampu di Hari Raya Idul Adha Jumat (1/9). Sebagian bahan baku paket (kambing) tersebut berasal dari pengurus NU Jember dan sejumlah simpatisan.?

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Jember Siap Bagikan 500 Paket Daging Kurban

"Insyaallah di hari H nanti, target tersebut (500 paket) terpenuhi. Sebagian kambingnya sudah ada," terang Ketua LAZISNU Jember, H. Sanusi Mochtar Fadilah di kantor NU Jember, Rabu (30/8) malam.

Menurut H. Sanusi, kambing-kambing tersebut nanti akan disembelih di halaman kantor PCNU Jember. Kemudian dibagikan oleh petugas kepada warga yang kurang mampu secara door to door.?

Mujahidin Cyber

Sistem pembagian door to door tersebut, katanya, untuk memudahkan warga dalam menerima daging kurban. Sehingga warga tak perlu datang ke kantor NU, apalagi antre.?

"Warga terima beres, karena kami ada petuas khusus yang ngantarkan itu," lanjutnya.

Lebih jauh ia menyatakan bahwa LAZISNU Jember kedepan akan memaksimalkan potensi warga Nahdliyin, khususnya pengurus NU untuk pengumpulan zakat.?

Mujahidin Cyber

Dikatakannya, potensi zakat warga Nahdliyin sesungguhnya cukup besar karena memang jumlah warga NU adalah mayoritas. Namun, diakuinya bahwa tidaklah mudah untuk mengumpulkan zakat dari warga NU, karena mereka terbiasa menyalurkan zakatnya secara acak.?

"Tapi Jember ingin memulai itu. Insyaallah bisa, asalkan zakatnya dikelola secara transparan dan penuh tanggung jawab. Jika itu terjadi, bayak yang bisa kita lakukan, khususnya untuk pemberdardayaan warga," ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, AlaNu Mujahidin Cyber

Jumat, 17 November 2017

Musafir yang Bebas Shalat Jumat

Pada dasarnya shalat jum’at hukumnya adalah wajib bagi setaip muslim laki-laki. Hal ini berdasar pada firman Allah swt dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Musafir yang Bebas Shalat Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)
Musafir yang Bebas Shalat Jumat (Sumber Gambar : Nu Online)

Musafir yang Bebas Shalat Jumat

Demikianlah shalat jum’at menjadi salah satu momentum pertemuan antara umat muslim dalam sebuah komunitas tertentu. Diharapkan pertemuan fisik ini dapat menambah kwalitas ketaqwaan dan keimanan umat muslim. Karena itulah shalat jum’at didahului dengan khutbah yang berisi berbagai mauidhah. Di samping itu secara sosiologis sholat jum’at hendaknya menjadi satu media syi’ar Islam yang menunjukkan betapa besar dan kuwat persatuan umat.

Adapun syarat-syarat shalat jum’at seperti yang terturils dalam kitab Matnul Ghayah wat Taqrib karya Imam Abu Suja’

? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ?

Syarat wajib jum’at ada tujuh hal yaitu; Islam, baligh, berakal sehal, merdeka, laki-laki, sehat dan mustauthin (tidak sedang bepergian) 

Mujahidin Cyber

Dari ketujuh syarat tersebut, tiga syarat pertama Islam, baligh dan berakal dapat dianggap mafhum. Karena jelas tidak wajib shalat jum’at orang yang tidak beragama Islam, yang belum baligh, apalagi orang gila. Sedangkan mengenai empat syarat yang lain Rasulullah saw dalam hadits yang diriwayatkan oleh Daruquthny dan lainnya dari Jabir ra, Nabi saw bersabda:

Mujahidin Cyber

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka wajib baginya shalat jum’at kecuali perempuan, musafir, hamba sahaya dan orang yang sedang sakit.

Pada praktiknya, shalat jum’at sama seperti shalat-shalat fardhu lainnya. Hanya ada beberapa syarat khusus yang harus dipenuhi yaitu pertama  hendaklah diadakan di negeri, kota atau desa. kedua jumlah orang tidak kurng dari 40, dan ketiga masih adanya waktu untuk shalat jum’at, jika waktu telah habis atau syarat yang lain tidak terpenuhi maka dilaksanakanlah shalat dhuhur.

Dengan demikian shalat jum’at selalu dilakukan di masjid. Dan tidak boleh dilakukan sendirian di rumah seperti shalat fardhu yang lain. Hal ini tentunya menyulitkan mereka yang terbiasa bepergian jauh. Entah karena tugas negara atau tuntutan pekerjaan. Oleh karena itulah maka shalat jum’at tidak diwajibkan bagi mereka yang sedang sakit atau berada dalam perjalanan (musafir).

Khusus untuk musafir atau orang yang sedang berada dalam perjalanan ada beberapa ketentuan jarak tempuh. Tidak semua yang bepergian meninggalkan rumah bisa dianggap musafir. Sebagian ulama berpendapat bahwa seorang dianggap musafir apabila jarak perjalanan yang ditempuh mencapai 90 km, yaitu jarak diperbolehkannya meng-qashar shalat. Itupun dengan catatan agenda perjalanannya bersifat mubah (dibenarkan secara agama, tidak untuk ma’syiat ) dan sudah berangkat dari rumah sebelum fajar terbit.

Bolehnya meninggalkan shalat jum’at oleh musafir ini dalam wacana fiqih disebut dengan rukhshah (dispensasi). Yaitu perubahan hukum dari sulit menjadi mudah karena adanya udzur. Bepergian menjadi udzur seseorang untuk menjalankan shalat jum’at karena dalam perjalanan seseorang biasa mengalami kepayahan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup seseorang, tidak jarang mereka harus melakukan bepergian. Dan seringkali seseorang masih dalam perjalanan ketika waktu shalat jum’at tiba.

Akan tetapi keringanan –rukhshah- ini tidak berlaku jika status seorang musafir telah berbah menjadi mukim. Yaitu dengan berniat menetap ditempat tujuan selama minimal empat hari. Misalkan jika seorang dari Surabaya pergi ke Jakarta lalu niat menginap di rumah sanak famili selama lima hari, maka tidak berlaku lagi baginya keringanan bepergian –rukhsah al-safar-. Maka dia tidak diperbolehkan meninggalkan shalat jum’at, jama’ atau qashar shalat. Begitu pula jika seseorang berniat mukim saja tanpa tahu batas waktunya secara pasti, maka hukumnya sama dengan bermukim empat hari. Contohnya ketika seseorang dari Jawa Timur merantau ke Jakarta, dengan niat mencari pekerjaan yang dia sendiri tidak tahu pasti kapan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Maka dalam kacamata fiqih ia telah dianggap sebagai mukimin di Jakarta dan wajib mengikuti shalat Jum’at bila tiba waktunya.   

Lain halnya jika orang tersebut berniat untuk tinggal di Jakarta dalam jangka waktu maksimal tiga hari, maka baginya masih berlaku rukhshah. Hal mana juga berlaku bagi seseorang yang sengaja bermukim demi satu keperluan yang sewaktu-waktu selesai dan ia akan kembali pulang, tanpa mengetahui persis kapan waktunya selesai. Maka status musafir masih berlaku baginya dan masih mendapatkan rukhshah selama delapan belas hari.

Oleh karena itu untuk menentukan seorang sebagai musafir perlu ditentukan beberapa hal. Pertama jarak jauhnya harus telah mencapai masafatul qasr (kurang lebih 90 km). Kedua, tujuannya bukan untuk ma’syiat. Ketiga, mengetahui jumlah hari selama berpergian sebagai wisatawan yang hanya singgah satu atau dua hari, ataukah untuk studi atau bekerja yang lamanya sudah barang tentu diketahui (1 semester, 2 tahun dst) ataukah untuk satu urusan yang waktunya tidak diketahui dengan pasti. Semua ada aturan masing-masing. Demikian keterangan dari beberapa kitab Al-Madzahibul Arba’ah, Al-Hawasyiy Al-madaniyah dan Al-Fiqhul Islami)

(Red. Ulil H)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Quote, Anti Hoax, Hikmah Mujahidin Cyber

Rabu, 15 November 2017

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Ketika masyarakat menyimpan pertanyaan-pertanyaan yang dikaitkan dengan pandangan keagamaan, para ulama Nahdlatul Ulama selalu hadir memberikan jawaban dan sudut pandang. Seperti yang dilakukan para kiai Jombang. Mereka bahkan membuat forum musyawarah khusus, membahas berbagai persoalan, saling menyodorkan dalil, dan menjawab kegelisahan.

Dipimpin KH M Bisri Syansuri salah satu pendiri NU), para kiai Jombang tercatat beberapa kali mengadakan forum Musyawarah Ulama Jombang. Kegiatan ini dikoordinasi oleh Pengurus Imarah Masjid Jami Kauman Utara Jombang.

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Bisri dan Ulama Jombang tentang Hormat Bendera Merah Putih

Hasil dari musyawarah itu terbit menjadi buku berjudul “Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang” (Keputusan Musyawarah Ulama Jombang) yang berisikan lima puluh masalah agama. Di antara masalah yang dijawab adalah soal hormat terhadap bendera merah putih yang jamak dilakukan di zaman itu.

Mujahidin Cyber

Menjawab tentang hormat bendera Merah Putih, tersebutlah dalam tanya jawab bernomor 17, sebagai berikut:

“Bagaimana hukum hormat bendera merah putih lambang negara RI sebagaimana yang berlaku ketika upacara bendera merah putih diadakan?”

Jawaban:

Mujahidin Cyber

Mengingat bahwa bendera sang merah putih sebagai lambang negara RI  itu merupakan suatu anugerah Allah yang diberikan kepada bangsa Indonesia, maka hukum menghormati bendera itu adalah boleh, sebab disamakan dengan diperbolehkannya mencium peti (tabut) yang diletakkan di atas maqam para wali untuk diambil barokahnya.

Keterangan dari kitab:

Hasyiah al-Bajury ala Syarh Ibn Qasim,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Buku Muqarrarâtus Syûrâ min ‘Ulamâ Jombang yang memuat jawaban tentang persoalan tersebut diterbitkan pada 15 April 1981 M/ 10 Jumadil Akhir 1401 H dan ditandatangani oleh Ketua Musyawarah Ulama Jombang KH Mahfudz Anwar dan sekretarisnya H Abd. Aziz Masyhuri.

Adapun para ulama Jombang itu adalah:

1. K.H. M. Bisri Syansuri

2. K.H. Adlan Aly

3. K.H. Mahfudz Anwar

4. K.H. Syansuri Badawy

5. K. Muhdlor

6. K.H. Mansur Anwar

7. K.H. Abdul Fattah Hasyim

8. K.H. Cholil

9. K.H. Syansun

(Yusuf Suharto)



* Dikutip dari buku Hasil Keputusan Bahtsul Masail PCNU Jombang 2002-2015 Disertai Muqorrorot Ulama Jombang 1981





Baca juga: Ketika Kiai Umar Mangkuyudan Ditanya perihal Hormat Bendera

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax Mujahidin Cyber

Selasa, 31 Oktober 2017

PMII Soroti Pola Kepemimpinan Soekarno dan Mbah Wahab

Jombang, Mujahidin Cyber

Pola kepemimpinan Soekarno atau Bung Karno dan Mbah Wahab (KH Abdul Wahab Hasbullah) menjadi sorotan para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Wahab Chasbullah, Tambakberas, Jombang. Pengurus komisariat berupaya membedah secara gamblang pola kepemimpinan mereka dengan kegiatan seminar kepemimpinan kedua tokoh tersebut, Sabtu (27/2) di Aula Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Dalam seminar itu disebutkan bahwa Bung Karno dalam kepemimpinannya sudah memberikan banyak kontribusi bagi bangsa dan Negara, sehingga sampai saat ini ia selalu menjadi teladan para elit pemimpin kekinian. Selain itu, ia juga dekat dengan sejumlah kiai di Nusantara, termasuk Mbah Wahab sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU).?

PMII Soroti Pola Kepemimpinan Soekarno dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Soroti Pola Kepemimpinan Soekarno dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Soroti Pola Kepemimpinan Soekarno dan Mbah Wahab

Sebagai pembicara, pengurus komisariat menghadirkan Dian Sukarno, penulis buku sekaligus pegiat sejarah tokoh di Indonesia. Pada kesempatan itu Ia membahas tentang perjalanan hidup Bung Karno dan sejarah kepemimpinannya.?

Sedangkan tentang kepemimpinan Mbah Wahab disajikan Ahmad Samsul Rijal, Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang. Dan pemateri ketiga yakni Gus Fadlullah, keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum berhalangan hadir.

Dari Perbincangan tentang kedua sosok istimewa tersebut, ditemukannya garis besar kesamaan tujuan dalam kepemimpinannya, yaitu mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan memperjuangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Perjuangan mereka pada ahirnya kita bisa memahami bahwa keduanya melakukan upaya-upaya menyetahterakan umat atau bangsa Indonesia dari penindasan,” kata Samsul Rijal di tengah-tengah seminar berlangsung.

Mujahidin Cyber

Di samping itu, Rijal sapaan akrabnya berharap seminar tersebut bisa memberikan nilai manfaat bagi mahasiswa pergerakan dalam menjalankan mandat organisasi, ia juga mengimbau kepada aktivis PMII menauladani pola kepemimpinan dua tokoh tersebut di tengah-tengah Indonesia saat ini diguncang oleh beberapa kelompok anti pancasila dan NKRI. Sudah semestinya PMII dan NU yang sama-sama memiliki paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) membangun kekuatan dalam visi yang sama, yakni mempertahnkan NKRI dan pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

Senada dengan hal tersebut, Abdul Aziz Ketua Mandataris PC PMII Jombang mengungkapkan bahwa perjuangan dua tokoh itu masih sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, kalangan mahasiswa sebagai kaum intelektual dan agent perubahan hendaknya mampu menerusakan perjuangan mereka.

Mujahidin Cyber

"Dengan langkah ini, saya berharap kader PMII dalam setiap gerakannya mampu mencontoh kedua tokoh tersebut. Dan saat ini bukan akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari langkah kita semua untuk lebih semasngat dalam memperjuangkan Bangsa ini," ujarnya.

Seminar ini diikuti perwakilan dari pengurus komisariat dan rayon PMII se-Jombang, juga utusan beberapa mahasiswa setempat. Menurut pantauan Mujahidin Cyber, puluhan peserta mengikutinya dengan antusias dan mencermatinya hingga acara rampung. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Habib, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Jumat, 20 Oktober 2017

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser "Turun Tangan

Ponorogo, Mujahidin Cyber. Satkorcab Banser Ponorogo mengerahkan para alumni Diklatsar Banser di Pudak, Ponorogo, untuk mengikuti Kerja Bakti membuat taman di Akafarma-Insuri, Senin (14/1). Sekitar 50 orang alumni Diklatsar Banser dengan penuh semangat membersihkan rumput liar di sisi kanan dan kiri jalan masuk kampus Akafarma-Insuri, salah satu perguruan tinggi NU terkemuka di Ponorogo.

Tidak hanya itu, tanah yang tadinya ditumbuhi rumput digali lalu ditimbun sepanjang sisi kanan dan kiri jalan. Timbunan tanah itu nantinya akan ditanami tanaman bunga dan tali rafia. 

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan Tinggi NU, Banser "Turun Tangan

Menurut H Sugeng Hariyono, fungsionaris Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yapertimu) Batoro Katong Ponorogo yang menaungi Akafarma dan Insuri, pembuatan taman ini telah menjadi impian sejak lama. H. Sugeng mengaku risih jika jalan masuk kampus tampak kumuh dan gersang. Apalagi jalan masuk kampus merupakan wajah kampus, jika kumuh akan menimbulkan persepsi negatif pada masyarakat.

Mujahidin Cyber

“Jalan masuk kampus ini cukup panjang dan dapat dilihat langsung oleh pengguna jalan raya yang melintas depan area kampus. Jika tidak dipercantik dengan taman masyarakat akan memiliki persepsi bahwa kampus tidak terurus. Maka kami tidak mau berlama-lama lagi untuk membuat taman di sepanjang jalan ini,” Kata H. Sugeng yang juga dipercaya menjadi Komisaris Utama PT. Radio Aswaja FM ini.

Mujahidin Cyber

Kegiatan kerja bakti semacam ini bukan hal baru lagi bagi Banser Ponorogo. Sebelumnya sudah tidak terhitung lagi Banser Ponorogo membantu Takmir Masjid, Madrasah, Pesantren dan masyarakat memperbaiki fasilitas yang mereka miliki. Bahkan kegiatan bedah rumah juga sering diadakan. Ahmad Subkhi alias Kalibek selaku Kasatkorcab Banser Ponorogo mengatakan, atas permintaan masyarakat khususnya warga NU dan keinginan sendiri Banser Ponorogo selalu ingin hadir mendarma baktikan tenaganya untuk aksi sosial.

“Saya sampai lupa sudah berapa kali Banser Ponorogo terjun di masyarakat untuk kerja bakti baik sekedar membersihkan lingkungan fasilitas ibadah dan sekolah sampai bedah rumah warga NU yang tidak layak. Kami senantiasa menyadarkan anggota Banser untuk selalu siap mendarma baktikan tenaganya untuk kepentingan masyarakat terutama warga NU” ungkap Kalibek penuh kebanggaan,

Pernyataan Kalibek diamini oleh Idam Mustofa selaku Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo. Lebih lanjut pria berkecamata minus ini menyatakan, program kerja bakti seperti di Akafarma-Insuri itu juga menjadi implementasi program bidang lingkungan hidup PC GP Ansor. Ke depan pihaknya ingin sekali membantu Pemda melestarikan lingkungan hidup lewat program penghijauan atau sejenisnya.

“Kami sangat berharap Pemda Ponorogo melalui Satker terkait bisa membantu menyediakan bibit tanaman produktif agar bisa ditanam melalui kegiatan penghijauan. Menilik output program bidang lingkungan hidup, PC GP Ansor Ponorogo menginginkan adanya kerjasama dengan Pemda. Pemda menyediakan bibitnya, kami yang menanamnya.” Kata Idam Mustofa penuh harap.

Untuk merealisasikan program penghijauan ini, PC GP Ansor Ponorogo sejauh ini tengah mengadakan pendekatan dengan Dinas Pertanian Pemda Ponorogo untuk membantu penyaluran bibit tanaman produktif senyampang musim hujan. Pihak Dinas Pertanian tampaknya menyambut baik, namun masih menunggu waktu yang tepat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Noor Abidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hadits, Berita, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Minggu, 08 Oktober 2017

LPJ PB PMII Diterima, Sidang Berjalan Lancar

Jambi, Mujahidin Cyber. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2011-2013 berjalan lancar. Setiap Pengurus Cabang dari berbagai Nusantara memberikan pandangan dan sikap atas kinerja kepengurusan PB di bawah pimpinan Addin Jauharuddin.

"Kami yakin Pengurus Besar sudah memberikan komitmen untuk untuk mengabdi kepada PMII, mulai dari materi, tenaga dan pikiran untuk membesarkan PMII. Sehingga kami memberikan apresiasi yang sangat besar," kata Romel Masykuri, salah satu peserta Kongres PMII XVIII, Sabtu (7/6).

LPJ PB PMII Diterima, Sidang Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
LPJ PB PMII Diterima, Sidang Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

LPJ PB PMII Diterima, Sidang Berjalan Lancar

Dia mengatakan bahwa kepengurusan PB PMII selama dua tahun lebih sudah berjalan maksimal. Menurutnya, yang harus segera diperbaiki adalah? persoalan ketepatan dalam melaksakan Kongres. Pasalnya, lebih dari 200 cabang, 50 di antaranya mengkritik tentang ketidaktepan waktu Kongres.

Mujahidin Cyber

Kendati demikian, harus diakui bersama bahwa ada beberapa hal yang perlu diperbaharui tentang sistem dan management kaderisasi.

Mujahidin Cyber

Adapun dalam pernyataan sikapnya terhadap LPJ PB PMII, 157 Pengurus Cabang (PC) 17 Pengurus Koordinator Cabang (PKC) menerima, sementara 54 PC dan 2 PKC menolak. Sehingga dengan otomatis PB PMII yang dipimpin oleh Addin dengan resmi nyatakan diterima. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, Pesantren Mujahidin Cyber

Kamis, 24 Agustus 2017

Asal-Usul Islam Nusantara

Narasi besar Islam yang merentang selama ratusan tahun di bumi Nusantara harus diletakkan sebagai endapan ganjil dari pelbagai unsur yang hiruk. Islam yang kita saksikan sekarang merupakan hasil kloning sempurna dari kultur hibrida, dari lanskap budaya yang berbeda-beda.

Maka, ketika belakangan ini mencuat diskursus ‘Islam Nusantara’ yang diwedarkan sebagai bentuk capture identitas dalam konteks sosio-antropologis, argumen-argumen penolakan yang bersifat ambisius dan dadakan perlu segera diluruskan. Mengapa? Lewat Sejarah Islam di Nusantara, Michael Laffan menyediakan jawabannya.

Hasil riset profesor sejarah dari Universitas Princeton ini mendedahkan secara eksplisit bahwa ‘Islam (di) Nusantara’ memiliki akar-akar sejarah yang menghunjam jauh ke masa silam. Dengan lain kata, apa yang disebut sebagai ‘Islam Nusantara’ tak lain adalah salinan pucat dari sejarah Islam di Nusantara itu sendiri.

Di titimangsa ini, yang gamang mulai tampak terang: bahwa ‘Islam Nusantara’ bukanlah aliran sempal (firqah) yang mencoba memekarkan diri dari kelopak keislaman yang sudah menangkai lebih dulu. ‘Islam Nusantara’, seperti yang akan kita lihat, adalah ejawantah langsung dari relasi-relasi subtil antarmanusia, juga antarbangsa.

Asal-Usul Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Asal-Usul Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Asal-Usul Islam Nusantara

Peran Ordo Sufi

Seperti halnya kebanyakan sejarawan, Michael Laffan percaya bahwa kesuksesan Islam menapak bumi Nusantara sangat ditentukan oleh peran penting ordo-ordo sufi yang memiliki reputasi baik sejak awal kedatangannya. Namun ia masih ragu mengenai faktor paling dominan dalam proses islamisasi yang mencengangkan tersebut.

Namun yang pasti, sufi-sufi yang berdatangan dari seberang seperti Persia, India dan Afrika Utara kadang-kadang merupakan pedagang yang sekaligus juru dakwah Islam. Di abad-abad pertama milineum kedua, mudah sekali kita temukan sosok sufi yang nyambi jadi petani, pedagang, hakim, dan “profesi duniawi” lainnya.

Mujahidin Cyber

Para penyebar Islam yang umumnya multitalenta itu, telah mengejutkan dan membuat decak kagum orang-orang pribumi sehingga mereka cepat sekali beradaptasi. Uniknya, dalam temuan Michael Laffan, untaian kearifan-kearifan kaum sufi dengan mudah menjadi tren dan diadopsi oleh penguasa setempat (hal, 27).

Hal ini tidak lepas dari yang namanya—dalam istilah Michael Laffan—“gravitasi kecendekiaan” yang bersumber dari Mesir, Baghdad, Damaskus hingga Turki Utsmani. Terma-terma sufistik yang menjadi tren di Timur Tengah, lewat persilangan-persilangan mencengangkan, lalu dibawa dan akhirnya menjadi tren juga. Tren sufisme di abad-abad lampau sama pentingnya dengan tren mode zaman sekarang (hal, 253-254).

Mujahidin Cyber

Antara abad 15 hingga 18, ordo-ordo sufi dengan leluasa keluar-masuk istana. Tampaknya, penetrasi lembut antara ajaran sufi dan politik kekuasaan menjadi penyokong utama langgengnya agama Islam di Nusantara. Pola-pola semacam itu lazim terjadi di Asia Tenggara, terutama di sekitar poros Patani-Malaka-Jawa.

Islam yang Terus Berubah

Abad-abad berikutnya semakin rumit dan musykil. Ketika pondasi Islam boleh dibilang sudah kukuh, sengkarut yang silang menyilang gencar terjadi. Ordo-ordo sufi mulai menarik diri dari istana. Sementara itu, gerakan-gerakan revivalisme Islam mulai tumbuh dan langsung mengambil jalur politik-kekuasaan.

Di sisi lain, katup kolonialisme yang kian menganga turut membawa dampak buruk bagi posisi Islam Nusantara. Sejak itu, polarisasi dalam Islam tidak dapat dihindari lagi. Muncullah Wahhabisme, Pan-Islamisme, dan seterusnya.

Sementara Islam bersusah payah menghadapi perpecahan yang menggerogoti tubuhnya sendiri, dari luar tengah mengarah serbuan getol dari misionaris Kristen yang dibonceng pemerintah Hindia Belanda. Bab 6 dan 7 secara khusus memotret perseteruan dan perebutan panggung yang dramitis itu.

Dalam konteks yang lebih serius dan rumit, Christiaan Snouck Hurgronje hadir sebagai eksemplar yang sangat menentukan terhadap narasi Islam di dunia yang lebih modern kelak. Michael Laffan mencurahkan perhatiannya pada segmentasi ini secara detail di bab 8, 9, dan 10.?

Pada bab-bab berikutnya, Michael Laffan menyoroti setiap perubahan di dalam sejarah ‘Islam Nusantara’ yang arkaik dan tumpang tindih dengan pelbagai dimensi kecil namun penting. Dengan tetap meyakini bahwa sejarah tidak pernah final, Michael Laffan juga berkesimpulan bahwa ‘Islam Nusantara’ juga bukan adonan yang persis bulat dan final.

Sejak awal Michael Laffan mengingatkan bahwa yang khas bagi ‘Islam Nusantara’ justru karena ia tidak benar-benar khas (sejauh khas diidentikkan dengan orisinal). Sebab, ‘Islam Nusantara’ merupakan hasil tungkus-lumus, persentuhan, perpaduan dari ajaran, perilaku, budaya dan citarasa yang aduhai jamaknya. Dan itu mustahil dikrop untuk menjadi satu warna.

Apa yang ditulis Michael Laffan dalam buku ini, pada dasarnya, sekadar patahan-patahan sumir, potongan-potongan kecil, atau celah-celah mungil yang terjadi di dalam lipatan-lipatan sejarah yang enggan dibahas oleh sejarawan lain.Pembaca tidak akan menemukan keutuhan, misalnya, sebagaimana buku-buku M.C. Ricklefs.

Tetapi justru di situ nilai plusnya. Dengan gaya penulisan yang tidak konvensional, Michael Laffan berhasil memetakan serpihan-serpihan penting sejarah ‘Islam Nusantara’ ke dalam narasi yang enak dibaca. Hanya, pembaca yang belum tahu secara persis anatomi sejarah Indonesia, jelas akan kesulitan mencerna konteksnya.

Buku ini, saya kira, unggul di satu sisi, tapi lemah di sisi yang lain. Sebagai buku sejarah, buku ini sangat berharga karena keunikan data-data di dalamnya. Namun keunikan itu tidak akan sanggup menjawab pertanyaan-pertanyaan penting yang bercorak antropologis. Di sinilah reputasi Michael Laffan sebagai sejarawan tulen patut ditepuktangani.

Data Buku

Judul : Sejarah Islam di Nusantara

Penulis? : Michael Laffan

Penerjemah? : Indi Aunullah & Rini Nurul Badariah

Penerbit ? : Bentang Pustaka, Yogyakarta

Cetakan : September 2015

Tebal : xx + 328 halaman

ISBN : 978-602-291-058-9

Perensensi:? Naufil Istikhari Kr,? Aktif di Lingkaran Metalogi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax, Berita, Fragmen Mujahidin Cyber

Sabtu, 12 Agustus 2017

Jelang Rakernas, Pengurus KMNU Diimbau Kompak dan Siaga

Pringsewu, Mujahidin Cyber - Mantan Ketua KMNU Universitas Lampung periode 2016 Ahmad Saroji berharap kepada kepengurusan baru periode 2017 untuk menjaga kekompakan dalam berdakwah di tengah arus modernisasi yang sangat mempengaruhi para generasi muda khususnya para mahasiswa. Ia juga menyatakan kesiapan segenap jajaran panitia Rakernas KMNU 2016 yang akan digelar di Lampung selama 3 hari mulai 1-3 April 2016.

"Kami siap menyambut kedatangan sahabat-sahabat KMNU di Agenda Rakernas 2016 di Bumi Ruwai Jurai Lampung," kata Saroji yang sekarang diamanahi sebagai MPO KMNU Universitas Lampung, Jumat (25/3).

Jelang Rakernas, Pengurus KMNU Diimbau Kompak dan Siaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Rakernas, Pengurus KMNU Diimbau Kompak dan Siaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Rakernas, Pengurus KMNU Diimbau Kompak dan Siaga

Menurutnya, ladang dakwah sekarang ini sangat luas dan sangat kompleks. "Di sana nanti pasti ada tangisan, hambatan, badai yang akan menerjang."

Mujahidin Cyber

Dalam menghadapi semua itu, ia berharap para kader muda Mahasiswa NU harus tetap tenang dan selalu menjaga soliditas organisasi. Dalam mengemban dakwah hendaknya menanamkan prinsip untuk tidak menebar kebencian dan tidak mencari musuh dalam berdakwah.

"Tidak ada lawan dalam berdakwah. Lawanmu adalah nafsu dan dirimu sendiri. Jaga kebersamaan," ujar Saroji.

Mujahidin Cyber

Ia mengajak seluruh pengurus KMNU untuk senantiasa menjunjung tinggi akhlaq masing-masing sekaligus menjadi contoh bagi organisasi dakwah lainnya yang sekarang menjamur di berbagai kampus perguruan tinggi.

"Selamat berkhidmat untuk umat dan mengabdi pada negeri. Selamat atas dilantiknya Pengurus KMNU 2016," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Daerah, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Senin, 29 Mei 2017

Di Balik Pemblokiran 24 Situs Ekstrem

Jakarta, Mujahidin Cyber

Pasca serangan bom Thamrin, tanggal 14 Januari 2016, Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) dalam Siaran Pers No. 13/PIH/KOMINFO/1/2016, pada tanggal 25 Januari 2016 mengumumkan pemblokiran 24 situs yang dinyatakan terindikasi berisi konten radikal yang memberikan dukungan atas perjuangan ISIS (Islamic State of Iraq and al-Sham). 

Sebelumnya, pasca kejadian bom Thamrin tersebut, pada tanggal 15 Januari 2016, Kementrian Kominfo telah memblokir 11 situs yang dinilai beraliran radikal. Kebanyakan situs tersebut terdaftar dan beralamat di Indonesia dengan kode co.id. Kembali pada tanggal 28 Januari 2016 Kementerian Kominfo dalam siaran pers-nya No.14/PIH/KOMINFO/1/2016, mengumumkan pemblokiran 9 situs berisi konten radikal atau terorisme.

Tindakan reaktif pemerintah yang memblokir beberapa situs ‘Islam’ yang dinilai terindikasi mengandung konten radikal memperlihatkan fakta bahwa media online yang eksis melalui sambungan jaringan internet belakangan ini mulai dirasakan menjadi media yang aktif memproduksi wacana radikalisme keagamaan. Mudahnya memproduksi gagasan maupun pemikiran yang tersebar melalui media ini dan sekaligus mudahnya akses bagi pembaca, menyebabkan pesan penulis dan persepsi pembaca dapat langsung menghunus ke jantung pemahaman subjektif pembaca. 

Di Balik Pemblokiran 24 Situs Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Pemblokiran 24 Situs Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Pemblokiran 24 Situs Ekstrem

Kecuali media tertentu yang telah digarap secara profesional, kebanyakan media online digarap tanpa melalui seleksi maupun kontrol editing produksi berita yang semestinya berlapis. Inilah yang membedakan karakter media online dan media cetak pada umumnya. Hal tersebut terlihat dari jenis aplikasi yang digunakan, berbasis opensource, yaitu WordPress sebagai satu aplikasi atau script berbasis web yang dapat digunakan untuk membangun website atau blog.

Munculnya apa yang disebut new media dengan ciri utamanya digitalitas (digitality) telah demikian massif. Gelombang jenis media mutakhir ini hampir pasti sulit untuk dihadang. Di sinilah pentingnya untuk melihat gejala maraknya media-media online dan media sosial yang menggerakkan paham radikal serta diperlukan pemetaan karakteristik dan persebarannya. 

Mujahidin Cyber

Pada tahun 2016,  Balitbang Diklat Kemenag RI melakukan penelitian Wacana Ekstremisme Keagamaan dalam media online. Tujuan penelitian tersebut untuk mengidentifikasi pola wacana ekstremisme keagamaan dalam situs berita online, mengidentifikasi frekuensi pola ektrimisme keagamaan dalam situs berita online, dan mengindentifikasi perspektif masyarat tentang isu radikalisme keagamaan.

Out put yang dihasilkan dari penelitian tersebut adalah adanya peta pola wacana ektrimisme keagamaan situs berita online, frekuensi pola wacana ektrimisme keagamaan dalam situs berita online, dan perspektif masyarakat tentang isu radikalisme keagamaan. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Anti Hoax Mujahidin Cyber

Minggu, 21 Mei 2017

Tarekat sebagai Gerakan Progresif Revolusioner

Oleh Farid Dimyati

Mendengar kata tarekat, banyak orang beranggapan bahwa gerakan ini merupakan sebuah gerakan yang menjauhi hiruk pikuk kehidupan duniawi. Tidak ada kesan revolusioner, atau peduli terhadap kondisi sosial politik. Kebiasaan melakukan wirid-wirid tertentu dengan bimbingan seorang mursyid, membuat orang yang tidak terjun pada dunia tarekat menganggap bahwa gerakan ini hanya gerakan yang fokus pada tujuan akhirat semata. Harun Nasution mengatakan, tarekat berasal dari kata thariqah (jalan), yaitu jalan yang harus ditempuh seorang calon sufi dalam tujuan berada sedekat mungkin dengan Tuhan. Thariqah kemudian mengandung arti organisasi (tarekat). Tiap tarekat mempunyai syeikh, upacara ritual, dan bentuk dzikir sendiri (Harun Nasution, Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya Jilid II, 1985:89).

Tarekat sebagai Gerakan Progresif Revolusioner (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarekat sebagai Gerakan Progresif Revolusioner (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarekat sebagai Gerakan Progresif Revolusioner

Namun, jika kita menilik sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia, gerakan tarekat jutsru yang mula-mula menjadi gerakan paling utama dalam menentang kolonialisasi penjajahan Belanda di bumi Nusantara. Pada masa penjajahan kolonial, gerakaan tarekat merupakan salah satu gerakan yang ditakuti oleh pemerintah Hindia Belanda pada saat itu. Semangat Pan-Islamisme yang menggelora di benak para pengikut tarekat, dibuktikan dengan aksi-aksi pemberontakan yang dipimpin oleh para ulama tarekat.

Agus Riyadi dalam Jurnal at-Taqaddum, Volume 6, Nomor 2, Nopember 2014 menyatakan bahwa tarekat dalam tataran fungsional, dapat mengembangkan fungsi-fungsi strategis yang bervariasi, misalnya, sebagai lembaga pendidikan, lembaga dakwah Islam, lembaga ekonomi, dan bahkan lembaga sosial-politik yang menampung aspirasi para murid tarekat. Sebagai contoh konkret adalah kasus pemberontakan petani Banten, pada tahun 1888 M, yang disebabkan oleh ketidakpuasan para petani atas kebijakan pemerintah kolonial Belanda yang menindas. Melalui organisasi tarekat-sufi (Qadiriyyah wa Naqshabandiyyah) di bawah bimbingan syekh tarekat, mereka menggalang kekuatan kolektif menjadi gerakan massa menentang pemerintah.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Buku Pemberontakan Petani Banten 1888, yang ditulis oleh Prof. Sartono Katodirjo, menyatakan bahwa latar belakang pemberontakan diawali dari kesenjangan sosial-ekonomi, beban pajak yang terlalu tinggi, masuknya budaya barat di kehidupan masyarakat Banten, sampai persoalan keagamaan. Namun, dari sekian motif yang dijadikan alasan pemberontakan, alasan keyakinan adalah yang paling menonjol. Pada saat itu, melalui residen A.J. Spaan (1881-1884) melarang warga setempat untuk melakukan acara-acara keagamaan. Ini yang kemudian menimbulakan reaksi negatif dari masyarakat pribumi terhadap pemerintah.

Peristiwa tersebut membuktikan bahwa gerakan tarekat mampu menjadi sebuah lembaga sosial-politik yang dapat menampung aspirasi pengikutnya atas ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah Hindia Belanda yang diskriminatif terhadap hal keyakinan beragama. Tarekat yang semula hanya digunakan sebagai jalan mencari kesalehan individual, ternyata mampu menjadi gerakan kolektif yang digunakan sebagai aksi politik dalam melawan penindasan kaum penjajah Belanda terhadap penduduk lokal pribumi.

Pemberontakan petani Banten pada tahun 1888 merupakan satu dari sekian banyak peristiwa pemberontakan terhadap penjajah Belanda di bumi Nusantara. Contoh lain pemberontakan dalam skala yang lebih luas adalah Perang Jawa tahun 1825-1830 atau yang dikenal dengan nama Perang Diponegoro. Perang Jawa yang berlangsung selama 5 tahun, membuat Pemerintah Hindia Belanda harus merugi sebesar 20 juta gulden pada saat itu. Pemberontakan ini dimotori oleh Pangeran Diponegoro yang notabene pengikut tarekat Syattariyah yang taat.

Gerakan tarekat yang progresif revolusioner juga terjadi di benua Afrika. Gerakan tarekat Sanusiyah bahkan melahirkan sebuah negara. Tarekat Sanusiyah yang dipimpin Syaikh Muhammad al-Sanusi al-Kabir dan putranya al-Mahdi mampu menjadi jaring pemersatu hingga melahirkan sebuah negara yang kini bernama Libya. Para mursyid tarekatlah yang langsung memimpin gerliya pemberontakan terhadap penjajah Italia. Semangat anti penindasan yang dilandaskan pada semangat Pan-Islamisme tersebut akhirnya membuat bangsa yang kaya akan minyak itu menjadi negara merdeka.

Melihat dari berbagai peristiwa diatas, maka gerakan tarekat selain hanya menjadi jalan menuju pendekatan diri kepada Tuhan, pada kondisi tertentu juga mampu menjadi sebuah lembaga sosial-politik yang mampu mendobrak tatanan atas ketidakadilan yang terjadi ditengah masyarakat. Dalam hal ini, gerakan tarekat juga dapat dikatakan sebagai gerakan massa yang progresif revolusioner.



Penulis adalah warga Nahdliyin tinggal di Jakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Hikmah, Anti Hoax, News Mujahidin Cyber

Rabu, 03 Mei 2017

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

Jakarta, Mujahidin Cyber - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI? NU) DKI Jakarta bersama PLAN memberikan bantuan berupa 580 paket school kits untuk anak-anak terdampak banjir Februari 2017 di sembilan titik di Jakarta, Jumat (3/3). Bantuan ini diturunkan dalam rangka meringankan beban warga terdampak banjir khususnya anak-anak.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh H Mastur Anwar dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

H Mastur mengapresiasi LPBI NU DKI Jakarta yang tak henti-hentinya berkhidmat untuk meringankan beban umat terdampak bencana di Jakarta. PWNU DKI Jakarta akan terus mendukung kegiatan-kegiatan sosial LPBI NU DKI Jakarta.

Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah yang juga Sekda Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, aksi sosial LPBI NU DKI Jakarta adalah sesuatu yang riil dan menyentuh langsung pada kebutuhan umat. Inilah sebenarnya tujuan dari Nahdlatul Ulama.

Mujahidin Cyber

Bantuan diturunkan di Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Kedaung Kaliangke, Kapuk, Tegal Alur dan Tamansari? (Jakarta Barat), Manggarai (Jakarta Selatan), Kalimalang, Pinangranti, Pulogadung (Jakarta Timur).

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib mengatakan, apa yang dilaksanakan dalam penanggulangan bencana merupakan sebuah keniscayaan bekerja sama dengan berbagai lembaga dan para pihak.

Mujahidin Cyber

Penanggulangan bencana, kata Wahib, merupakan urusan semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun juga sektor privat/dunia usaha. Semuanya bertujuan untuk saling meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini terlaksana karena partisipasi dari PWNU, PLAN dan Santri Siaga Bencana (SSB)” ujar Wahib.

Bersamaan dengan acara penyerahan bantuan juga dilakukan psikososial melalui dongeng anak nusantara oleh Toni dari LPBI NU DKI Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Anti Hoax Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock