Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback)

Garut, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut mengangkat fenomena pengembalian sebagian uang sebagai bentuk potongan harga dari barang yang dibeli warga (cashback) pada musyawarah kerja cabang II di Pesantren Al-Huda, Selasa (17/1). Mereka mencoba mengupas masalah sistem potongan harga yang masih belum jelas hukumnya dari segi pandangan syari’at Islam.

Cashback ini model transaksi seperti apa, boleh atau tidak. Sebenarnya itu milik siapa. Hal itu akan coba dirumuskan supaya jelas halal atau haramnya. Agar orang tidak ragu menerima itu,” kata Sekretaris Panitia Muskercab II Aceng Hilman Umar Bashori saat dijumpai di Pesantren Al-Huda.

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback) (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback) (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail, PCNU Garut Angkat Masalah Potongan Harga (Cashback)

Ia mengatakan, hasil bahtsul masail yang digelar pada Selasa malam ini akan dipublikasikan usai Muskercab II. Pihak panitia akan menggelar jumpa pers agar semua masyarakat mengetahui hukum masalah-masalah yang dibahas tersebut.

Mujahidin Cyber

“Kita akan mengundang media untuk mengetahui pandangan PCNU melihat itu seperti apa. Mudah-mudahan bisa sangat membantu masyarakat sehingga ketika ada fenomena seperti yang terjadi di Jakarta orang sudah tidak mempertanyakan lagi terkait hukumnya dari pandangan agama,” ujarnya.

Pertemuan ini dihadiri sekira 200 peserta. Mereka datang dari 42 lebih kecamatan di Kabupaten Garut. Musyawarah ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Harlah Ke-91 NU.

Aceng berharap masyarakat memahami komitmen kebangsaan NU yang semakin dewasa ini meskipun di tengah rongrongan isu-isu negatif terhadapnya. (Rohmah Nashruddin/Alhafiz K)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Pertandingan, Syariah Mujahidin Cyber

Rabu, 21 Februari 2018

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat

Jakarta, Mujahidin Cyber. Syukur Alhamdulillah, Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh kembali sehat setelah selama beberapa hari berada di RS Karyadi Semarang. Ia kembali ke kediamannya di pesantren Maslahul Huda, Pati, Rabu (18/9).

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Alhamdulillah, Kiai Sahal Kembali Sehat

Muhammad Najid, sekretaris syuriyah PBNU mengatakan, Kamis (19/9), Kiai Sahal kesehatannya menurun setelah mengikuti Rapat Pleno PBNU di Wonosobo, 6-9 September lalu.

“Mungkin karena perjalanan darat yang panjang antara Wonosobo-Pati sekitar 6-7 jam yang melelahkan, sehingga kondisi fisiknya menurun,” paparnya.

Mujahidin Cyber

Alumni pesantren Ciganjur ini menuturkan, selama sidang pleno, kondisi kesehatan Kiai Sahal sangat baik dan mampu memberikan tausiyah serta menerima laporan keorganisasian dengan kondisi sangat prima.

Mujahidin Cyber

“Beliau sangat menjaga kondisi kesehatannya, mengikuti saran dari dokter, apa yang boleh dimakan dan tidak, serta bagaimana berperilaku hidup sehat,” tuturnya.?

Ia menambahkan, meskipun tinggal di Pati, Kiai Sahal tetap mengontrol perkembangan organisasi, dan meminta laporan perkembangannya secara rutin. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah Mujahidin Cyber

Jumat, 09 Februari 2018

PCNU Cirebon Gelar Pasar Murah Ramadhan NU

Cirebon, Mujahidin Cyber - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon bekerja sama dengan Polres Cirebon menggelar Operasi Pasar Ramadhan (OPR) 2017 untuk ketiga kalinya, Kamis (8/6). Kali ini penjualan sejumlah bahan pokok dengan harga murah ini diadakan di depan balai Desa Batembat, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon.

Hadir dalam kegiatan ini Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin, Wakil Syuriah PCNU Cirebon KH Niamillah Aqil Siraj, Wakil Ketua PCNU H Fuad dan pengurus harian lainnya. Tampak pula Wakapolres Kompol Wadi Sabani dan jajaran.

PCNU Cirebon Gelar Pasar Murah Ramadhan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Cirebon Gelar Pasar Murah Ramadhan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Cirebon Gelar Pasar Murah Ramadhan NU

Di tengah pelaksanaan, sejumlah pejabat dari kementerian dan Bulog juga dating, yaitu Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (PSPK) Kemensos Hartono Laras serta Kepala Bulog Sub Divre Cirebon Taufik Budi Santoso.

Mujahidin Cyber

Pantauan koresponden Mujahidin Cyber, lapak penjualan sejumlah kebutuhan pokok diserbu warga. Masyarakat yang didominasi ibu rumah tangga rela antre untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras premium, gula pasir, minyak goreng, telor, bawang, dan lainnya.

Rais Syuriyah PCNU Cirebon KH Wawan Arwani Amin mengatakan, NU harus hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu mencarikan solusi. Bukan hanya persoalan keagamaan dan moralitas, tetapi juga bidang lainnya seperti ekonomi dan ketahanan pangan.

Mujahidin Cyber

Menurutnya, Operasi Pasar Ramadhan yang dikerjasamakan dengan Polres dan Bulog sudah berjalan di tiga kecamatan. Rencananya akan terus dilakukan di kecamatan lainnya.

"Program ini sangat tepat di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok selama Ramadhan atau menjelang Idul Fitri. Kami mengerahkan jajaran pengurus PCNU dan MWC tiap kecamatan untuk terselenggaranya acara ini," tuturnya.

Ia berharap kerja sama NU dengan elemen lainnya terus terbangun dengan baik di berbagai bidang. Tujuannya sama, memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi masyarakat.

Sementara itu Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra melalui Wakapolres Kompol Wadi Sabani mengatakan, operasi pasar bukan dalam rangka menyaingi para pedagang, tetapi membantu masyarakat. Tujuannya, untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan yang terus naik.

Dikatakan, selama bulan Ramadhan, terutama menjelang lebaran harga-harga kebutuhan pokok naik. Kondisi ini menjadi peluang bagi para pengusaha nakal untuk menimbun barang dan mempermainkan harga di pasaran.

"Langkah hukum telah dan sedang dilakukan. Spekulan yang menimbun sudah ditindak dan kami berantas. Operasi pasar adalah upaya lain untuk menekan harga pasar," ujar Wakapolres Wadi.

Operasi pasar, lanjut dia, akan terus dilanjutkan di kecamatan-kecamatan yang menjadi wilayah hukum Polres Cirebon.

Diakui, selisih harganya tidak jauh dari harga pasar, tetapi lumayan lebih murah beberapa ribu dari harga di tempat lain dan kualitas barangnya setara premium. Jika ingin lebih murah lagi, maka harus ada peran pemerintah untuk menyubsidi. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah Mujahidin Cyber

Rabu, 07 Februari 2018

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan!

Jakarta, Mujahidin Cyber. Ketua PBNU Slamet Effendi Yusuf mengatakan, organisasi-organisasi di bawah NU herus berpegang teguh pada keislaman dan keindonesian. Sangat tepat, dalam Harlah ke-63, Fatayat NU mengambil tema “Meneguhkan karakter keislaman dan keindonesiaan”.

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan! (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan! (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pegang Teguh Keislaman dan Keindonesiaan!

Hal itu diungkapkan Slamet pada peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-63 Fatayat NU di gedung Langen Palikrama, Pegadaian, Jakarta Pusat, Rabu, (24/4).

Kata Slamet, keislaman dan keindonesiaan harus menjelma dalam pemikiran, pandangan, dan perrbuatan sehari-hari Fatayat NU, “Organisasi di bawah NU tak boleh mengabaikan kondisi bangsa, kondisi umat Islam,” katanya.

Mujahidin Cyber

Slamet juga mengatakan, bangsa ini tengah terjadi “pertarungan” antara pemikiran leberal dan fundamental. Kekuatan keduanya mempengaruhi persoalan-persoalan kebijakan negara dan perundang-undangan. Juga masuk ke dalam tradisi-tradisi dalam masyarakat, “NU, selalu berada di jalan tengah. Tidak liberal dan fundamental,” tegasnya.

Slamet berpesan, dalam konteks keindonesiaan, kader Fatayat NU harus waspada kepada pemikiran yang mengabaikan peran-peran umat Islam yang turut mendirikan bangsa ini. Juga organisasi yang ingin mengubah Pancasila sebagai dasar negara.

Mujahidin Cyber

Sekarang ada organisasi yang menganggap Indonesia hanya alamat, karena negara bangsa itu tidak. Demokrasi dianggap barang haram. Mereka berpandangan bahwa negara-negara Islam harus tergabung dalam kekhalifahan.

Tapi, sambung Slamet, bagi NU, Indonesia bukan sekadar alamat, “Indonesia adalah negara yang digayuh para ulama. Indonesia adalah prinsip-prinsip, termasuk di dalamnya Pancasila,” jelasnya.    

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Halaqoh, Syariah Mujahidin Cyber

Selasa, 06 Februari 2018

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme

Pada tahun 1972, seorang pengusaha asal Surabaya bermaksud mengambil dua putra Mbah Ngismatun Sakdullah Solo–biasa dipanggil Mbah Ngis–untuk diambil menjadi anak asuh. Mbah Ngis dan Mbah Dullah sebagai orang tua setuju atas hal itu meski tempat pengasuhannya bukan di Surabaya, tetapi di Madiun. Beberapa saat sebelum kedua putra Mbah Ngis itu dibawa ke Madiun, Mbah Ngis dan Mbah Dullah memamitkan kepada Mbah Kiai Umar sekaligus memohon nasihat-nasihatnya. 

Hal pertama yang ditanyakan Mbah Kiai Umar (wafat 1980) kepada Mbah Ngis terkait pendidikan kedua putranya di Madiun adalah bagaimana dengan kegiatan mengaji Al-Qur’an.

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mbah Kiai Umar Solo Ajarkan Kritisisme

“Lha mengko piye ngajine anak-anakmu neng kana (nanti bagaimana kegiatan anak-anakmu mengaji di sana)?” tanya Mbah Kiai Umar.

Ngendikanipun bade dipun padosaken guru ngaji, Pakde (katanya akan dicarikan guru ngaji, Pakde), jawab Mbah Ngis).”

Kowe ya percaya anak-anakmu bakale digolekke guru ngaji (kamu ya percaya anak-anakmu akan dicarikan guru ngaji)?” tanya Mbah Kiai Umar lebih lanjut.

Mujahidin Cyber

Mendengar pertanyaan Mbah Kiai Umar yang seperti meragukan kesungguhan pengusaha itu dalam memenuhi janjinya, Mbah Ngis tidak berani menjawab sepatah kata pun. Mbah Ngis tidak mungkin menjawab, “Kula husnudhan mawon, Pakde (saya husnudhan [berbaik sangka] saja, Pakde).” 

Tentu bisa dipahami mengapa Mbah Ngis (wafat 1994) memilih diam. Bukankah seandainya Mbah Ngis menjawab seperti di atas akan sama saja mengatakan atau menganggap Mbah Kiai Umar melakukan su’udhan (berburuk sangka) terhadap pengusaha tersebut?

Maka pertanyaannya adalah apakah Mbah Kiai Umar telah melakukan su’udhan? Ataukah sebenarnya ini bukan persoalan husnudhan atau su’udhan, tetapi sekadar masalah metode bagaimana mendapatkan sebuah kebenaran atau kepastian bahwa suatu kesanggupan akan dipenuhi dengan cara mengawalnya secara kritis sehingga pengusaha itu benar-benar mendatangkan guru ngaji.

Bagi Mbah Kiai Umar, mengaji Al-Qu’ran bukanlah persoalan sepele. Mbah Kiai Umar tentu menginginkan meskipun kedua putra Mbah Ngis itu diasuh orang lain dan tinggal jauh dari rumah sendiri, mereka harus tetap mengaji Al-Qur’an sebagaimana santri-santri di Mangkuyudan.

(Baca juga: Sekilas Riwayat Kiai Umar Al-Muayyad Solo)Setelah kedua putra itu tiggal di Madiun, guru ngaji Al-Qur’an sebagaimana dijanjikan pengusaha tersebut tidak pernah ada. Memang kedua putra itu sempat dibawa ke sebuah masjid untuk dicarikan guru ngaji, tetapi hasilnya nihil.

Mujahidin Cyber

Mbah Kiai Umar benar. Bisa jadi beliau memiliki mukasyafah karena kejernihan mata batinnya sehingga tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi Mbah Kiai Umar tidak mengintervensi apa yang telah diputuskan Mbah Ngis, Mbah Dullah dan pengusaha itu. Beliau justru membiarkan Mbah Ngis dan Mbah Dullah berproses menapaki jalannya sendiri sebagai bagian dari pembelajaran mencari kebenaran. 

Empat bulan lamanya kedua putra Mbah Ngis itu tinggal di Madiun menyelesaikan satu kuartal pendidikan SD. Setelah itu ketika liburan panjang mereka diantar pulang ke Solo dan tidak pernah kembali lagi ke sana karena beberapa alasan. 

Sekembali mereka di Mangkuyudan, Mbah Kiai Umar memberikan perhatian yang besar kepada kedua putra Mbah Ngis itu daripada sebelumnya. Mereka diajari mengaji Al-Qur’an secara langsung oleh Mbah Kiai Umar sebagaimana santri-santri di pondok.

Sarung, Peci dan Masjid

Suatu hari Mbah Kiai Umar nimbali (memanggil) Mbah Ngis karena selama beberapa hari kedua putra Mbah Ngis tidak mengaji Al-Qur’an pada Mbah Kiai Umar sehabis Maghrib. Waktu jamaah shalat Maghrib pun, mereka juga tidak kelihatan di masjid. Kepada Mbah Ngis, Mbah Kiai Umar mengatakan:

Yen anak-anakmu pas wayah Maghrib metu soko ngomah kalungan sarung, nganggo kupluk, mlaku menyang mesjid, kuwi ojo kok anggep anak-anakmu bakale mesti munggah mesjid terus jamaah shalat. Coba tutna anak-anakmu kuwi pada menyang endi? (jika anak-anakmu di saat Maghrib keluar rumah berkalung sarung, memakai peci, berjalan menuju masjid, itu jangan kamu anggap anak-anakmu pasti naik ke masjid lalu shalat berjamaah. Coba dikuntit anak-anakmu kemana perginya).” 

Mbah Ngis paham dengan apa yang dimaksudkan Mbah Kiai Umar. Mbah Ngis tidak perlu menjawab dengan mengatakan, misalnya, “Kula husnudhan dateng lare-lare, Pakde  (saya husnudhan terhadap anak-anak, Pakde).”

Jawaban seperti itu pasti tidak diharapkan Mbah Kiai Umar karena yang dikehendaki beliau adalah Mbah Ngis bisa bersikap kritis dengan tidak percaya begitu saja terhadap apa yang ditangkap oleh indera mata karena penglihatan bisa terkecoh oleh anggapan-anggapan atau dugaan-dugaan yang ada dalam pikiran sebelum pembuktian. 

Dari ndalem Mbah Kiai Umar, Mbah Ngis pulang ke rumah dan melapor kepada Mbah Dullah sebagai suami. Disepakati Mbah Dullah (wafat 2005) akan menguntit kedua putranya itu dari belakang ketika mereka keluar rumah dengan berkalung sarung, mengenakan peci, dan berjalan menuju masjid menjelang adzan Maghrib. 

Benar, Mbah Dullah mendapati kedua putranya itu sampai di masjid, tetapi mereka tidak naik ke tempat itu untuk shalat Maghrib. Mbah Dullah melihat, dari samping selatan masjid kedua putranya itu mlipir-mlipir (berjalan secara hati-hati) ke arah barat hingga pintu keluar. Dari sana mereka belok ke selatan dan bergegas ke sebuah rumah di seberang jalan untuk menonton televisi yang sedang menyiarkan film “Rin Tin Tin”, sebuah film serial TV yang sangat disenangi anak-anak di zaman itu.

Melihat hal itu, Mbah Dullah menyadari bahwa selama ini telah keliru oleh anggapan-anggapan dalam pikiran ketika melihat sarung dan peci dikenakan kedua putranya itu di petang hari menjelang Maghrib dan berjalan menuju masjid. Sejak peristiwa ini, Mbah Ngis dan Mbah Dullah bersikap kritis dalam menghadapi hal-hal yang memang perlu pembuktian sebagaimana yang diharapkan Mbah Kiai Umar. 

Itulah metode keraguan (syak minhaji) yang diperkenalkan Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Munqidz minadl Dlalal (Pembebas dari Kesesatan) yang ditulisnya pada sekitar tahun 1097. Dengan metode itu Mbah Kiai Umar bermaksud memberikan pembelajaran kepada pasutri Mbah Dullah dan Mbah Ngis agar mereka memiliki sikap kritis dengan pendekatan keraguan metodis dalam mendidik putra-putranya demi keberhasilan mereka di kemudian hari. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta 

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Budaya, Lomba, Syariah Mujahidin Cyber

Minggu, 04 Februari 2018

Jihad Sekarang Perangi Kemiskinan

Jombang, Mujahidin Cyber. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahudin Wahid (Gus Solah) meminta para ulama untuk bergiat melawan kemiskinan. Hal itu sebagai implementasi dari peringatan 65 tahun resolusi jihad yang pernah digagas oleh ulama NU yang dipimpin (Alm) KH Hasyim Asyari.



Jihad Sekarang Perangi Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad Sekarang Perangi Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad Sekarang Perangi Kemiskinan

Gus Solah menceritakan, munculnya resolusi jihad yang digagas kakeknya tidak lepas dari kondisi bangsa yang kritis. Saat itu tentara sekutu kembali masuk ke Indonesia dengan membonceng tentara NICA. Ironisnya, pada saat bersamaan, kekuatan BKR (Badan Keamanan Rakyat, sekarang TNI) masih minim.

KH Hasyim Asyari bersama para ulama NU tergerak untuk mempertahankan NKRI. Selanjutnya mereka bermusyawarah dan lahirlah resolusi jihad yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945. Isi dari resolusi tersebut seluruh umat Islam yang sudah baligh wajib turun ke medan laga mengusir penjajah. Jika mereka meninggal dalam perang maka akan mati syahid.

Mujahidin Cyber

Resolusi jihad itu berimbas cukup besar. Hal itu bisa dilihat dari semangat arek-arek Suroboyo dalam perang 10 November. Bahkan, lanjut Gus Solah, Bung Tomo salah satu tokoh dalam pertempuran 10 November juga terilhami fatwa resolusi dari para ulama itu.

Bagaimana dengan korelasi resolusi jihad dengan kondisi bangsa Indonesia kekinian? Adik kandung mantan presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengatakan, saat ini bangsa Indonesia juga dalam kondisi kritis. Hanya saja, kondisi itu bukan disebabkan oleh penjajahan secara fisik. Namun penjajahan itu lebih halus lagi, yakni penjajahan secara ekonomi.

Mujahidin Cyber

"Ekonomi liberal telah menghisap ekonomi lemah. Sehingga kemiskinan semakin merajalela," kata Gus Solah dalam sambutannya seperti dilansir beritajatim.com.

Nah, kondisi kritis tersebut sudah seharusnya memacu para ulama untuk mengobarkan jihad melawan kemiskinan. "Jadi ada korelasi 65 tahun resolusi jihad dengan kondisi saat ini. Kalau dulu kita jihad melawan penjajahan, kini kita jihad melawan kemiskinan," kata mantan wakil ketua Komnas HAM ini.

Hal senada juga dikatakan Lily Wahid, adik kandung Gus Dur lainnya. Moment yang paling tepat untuk mengilhami reolusi jihad saat ini adalah berjuang membangun kekuatan ekonomi rakyat yang selama ini terpinggirkan.

Acara yang digelar di halaman belakang pondok Tebuireng tersebut dihadiri oleh sejumlah ulama, semisal KH Masduqi Abdurrahman, KH Saiful Halim yang juga ketua PCNU kota Surabaya. Sedangkan budayawan KH Mustofa Bisri dari Rembang, Jawa Tengah, yang sebelumna dijadwalkan hadir, berhalangan. (mad)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Nasional Mujahidin Cyber

Rabu, 17 Januari 2018

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017

Jakarta, Mujahidin Cyber. Sejak tahun 2010, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Lembaga Takmir Masjid (LTM) konsisten melayani warganya saat pulang kampung tiba melalui program mudik gratis. Tahun 2017 ini, panitia menyediakan total 2400 kursi atau sekitar 40 bus menuju ke sejumlah kota di Indonesia.

Wakil Ketua LTM PBNU Ali Shobirin menjelaskan, tahun ini pihaknya mengambil tema mudik berkah bareng NU. Menurutnya, konsistensi program ini menunjukkan bahwa NU hadir untuk warganya di tengah biaya mudik yang makin mahal dan kurang terjangkau.

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tahap Pendaftaran Mudik Gratis Bareng NU 2017

“Kami akan senantiasa hadir mendukung warga NU yang ingin pulang kampung bersilaturrahim dengan keluarga dan saudara,” ujar Ali Shobirin, Selasa (30/5) saat dimintai keterangan di Kantor LTM.

Ia menerangkan, ada tiga tahap terkait mekanisme mudik gratis ini. Pertama, pengambilan formulir pendaftaran dilakukan pada Sabtu, 3 Juni 2017 pukul 09.00 WIB di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Mujahidin Cyber

1. Peserta terlebih dahulu mengambil nomor antrian.

2. Menyerahkan fotokopi KTP dan kartu keluarga (KK).

3. Satu formulir berlaku untuk satu kursi/seat.

Mujahidin Cyber

4. Formulir diisi dengan mencantumkan: nama, nomor kontak, NIK KTP/KK, dan kota tujuan.

5. Calon peserta akan mendapatkan potongan resi formulir kepesrtaan untuk pengambilan tiket asli.

Kedua, penukaran/pengambilan tiket dilakukan pada Sabtu, 10 Juni 2017 mulai pukul 09.00-20.00 WIB bertempat di masjid An-Nahdlah Gedung PBNU Jakarta dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Menyerahkan resi formulir calon peserta+kupon infaq dari LAZISNU sebesar 30.000 per kursi/seat untuk ditukar dengan tiket asli.

2. Dalam tiket tertera nama, nomor kontak, tujuan, dan nomor kursi/seat.

3. Apabila penukran tiket tidak dilakukan sampai pukul 20.00 WIB, maka haknya sebagai peserta mudik gugur, kecuali ada pemberitahuan kepada panitia.

4. Tiket mudik tidak bisa dipindahtangankan. Jika peserta mudik membatalkan keberangkatannya, maka tiket tersebut wajib dikembalikan kepada panitian.

Ketiga, keberangkatkan seluruh pemudik/bus dipusatkan di halaman gedung PBNU Jalan Kramat Raya Nomor 164 Jakarta Pusat dibarengi dengan acara seremonial pelepasan oleh Pengurus PBNU.

Selain ketiga tahapan di atas, Ali Shobirin juga menerangkan tahap cadangan. Dalam tahapan ini, peserta yang tidak mendapat formulir pada Sabtu, 3 Juni 2017, maka boleh mendaftarkan diri sebagai calon Peserta Cadangan.

“Kepastian ketersediaan kursi untuk calon peserta cadangan akan diberitahukan pada Selasa, 13 Juni 2017 melalui WA atau SMS,” tandas Ali Shobirin. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Aswaja, Jadwal Kajian Mujahidin Cyber

Minggu, 31 Desember 2017

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Jepara, Mujahidin Cyber. KH Ahmad Kholil, Rais Syuriah PCNU kabupaten Jepara meninggal dunia di RS Telogorejo Semarang, Kamis (4/9) malam. Pengasuh pesantren Al-Falah Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, itu wafat dalam usia 72 tahun.

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

Rubuan Orang Iringi Jenazah Rais Syuriah NU Jepara

Dari Telogorejo jenazah dipulangkan pukul 11.00 wib sampai di kediamannya 00.30 WIB. Jum’at (5/9) pagi prosesi pemakaman jenazah. Dalam prosesi itu hadir ribuan jamaah memadati kompleks pesantren putra-putri.

Sederet ulama yang turut hadir diantaranya KH Asyhari Syamsuri, KH Asynawi, KH Abi Jamroh, KH Kamil Ahmad dan masih banyak lagi. Sejumlah pejabat juga hadir H Subroto Wakil Bupati Jepara, H Muhdi Kankemenag Jepara, Muhammad Zahid Kepala Dikpora Jepara, H Muhtarom Rektor Unisnu, H Hendro Martojo mantan Bupati Jepara dan sederet nama lain.

Mujahidin Cyber

H Ali Irfan Muhtar, ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (Yaptinu) Jepara mengemukakan almarhum merupakan sosok yang rendah diri. Hal lain diuraikan Subroto. Menurut Wakil Bupati Jepara itu Kyai Kholil sosok yang bijaksana dan mempunyai etos kerja tinggi.

Mujahidin Cyber

Disamping itu, Subroto menyebut ia sosok panutan bagi siapapun. KH Kamil Ahmad, mewakili PCNU Jepara menambahkan, Kyai Kholil yang menjadi Rais Syuriah PCNU 3 periode itu pribadi tawaduk nan santun.

“Hari ini kita kehilangan tokoh tauladan,” paparnya saat memberikan ucap sambutan di aula pesantren putra.

Sementara itu, KH Makmun Abdullah Hadziq memberikan pesan kepada santri. Agar tetap ngremboko (eksis, red) pesantren harus tetap dihidupkan. Yang menghidupkan tambah pengasuh pesantren Balekambang itu adalah santri, alumni dan umat.

“Jangan sampai sepeninggal kyai, santri boyong. Pesantren harus tetap dilestarikan. Nyantrinya ditambah minimal 2 tahun. Kalo boyong dosa,” pesannya pada santri.

Almarhum dishalatkan 23 kali di pesantren dan Masjid Baitus Salam. Jenazahnya dikebumikan di makam Syaikhona desa Bakalan bersama nyai Hj. Halimah. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Ubudiyah Mujahidin Cyber

Sabtu, 30 Desember 2017

GP Ansor Jateng Dinobatkan Sebagai Ansor Terbaik Tingkat Nasional

Pekalongan, Mujahidin Cyber - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh PW Ansor Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ikhwanuddin. Dari 34 wilayah, Jawa Tengah menduduki rangking tertinggi dalam kemampuan mengelola organisasi dan menjalankan program.

Hal ini disampaikan Gus Tutut pada Konferwil GP Ansor Jawa Tengah 2017 di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11).

GP Ansor Jateng Dinobatkan Sebagai Ansor Terbaik Tingkat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Dinobatkan Sebagai Ansor Terbaik Tingkat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Dinobatkan Sebagai Ansor Terbaik Tingkat Nasional

Hingga saat ini GP Ansor Jawa Tengah menjadi salah satu PW yang memiliki gerakan aktif untuk membesarkan Ansor dan NU dalam masyarakat. Contoh lain, selama ini belum ada pelaksanaan konferensi wilayah semegah yang dilakukan Jawa Tengah.

“Di bawah kepemimpinan Ikhwanuddin Ansor Jawa Tengah lebih maju jauh dibanding sebelumnya. Buktinya adalah mampu membangkitkan semangat 69% PAC Ansor di seluruh wilayah Jawa Tengah Maka dari seluruh PW, saat ini yang terbaik adalah Ansor Jawa Tengah,” kata Gus Tutut.

Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber

Menurutnya, ia beberapa kali menghadiri Konferwil tetapi tidak pernah semegah ini. Biasanya cuma panggung kecil, tratak, tapi di sini di Kabupaten Pekalongan semua tamu undangan bisa duduk nyaman.

Gus Tutut berharap, apa yang telah diraih Ansor Jateng bisa jadi modal luar biasa bagi perkembangan Nahdlatul Ulama ke depannya. Apa yang telah diraih Ikhwanuddin dan kawan-kawan dapat diteruskan oleh pengurus selanjutnya untuk menyempurnakan menjadi 100 %.

“Sumber daya yang demikian hebatnya, kita optimis NU ke depan adalah NU yang luar biasa. Harapannya kepemimpinan selanjutnya mampu melampaui kinerja sahabat Ikhwanudin ini,” harapnya. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah Mujahidin Cyber

Sabtu, 16 Desember 2017

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar

Jombang, Mujahidin Cyber. Pelaksanaan Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Jombang cukup menggembirakan. Bahkan untuk wilayah kota, optimis bisa melampaui target yang ditetapkan.

Hal ini seperti hasil dari rapat evaluasi Kartanu PCNU dengan MWC NU se-Jombang, Kamis (28/3), di Aula Kantor PCNU Jombang. Bahkan strategi dan kiat khusus dari MWC NU Jombang dalam menjalankan program ini menginspirasi semua MWC NU untuk mencontoh agar bisa sukses .

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kartanu di Jombang Kota Sukses Besar

Panitia Kartanu sempat dibuat khawatir terhadap upaya sebagian pihak yang ingin menggagalkan program ini. Afandi, sekretaris Panitia tidak habis mengerti dengan beredarnya informasi tersebut di salah satu harian di Jombang. “Ini harus diklarifikasi,” katanya kepada Mujahidin Cyber.

Mujahidin Cyber

Dalam perjalanan Kartanu yang sudah memasuki empat MWC, memang untuk Jombang kota ada peningkatan yang membanggakan.?

“Beberapa kali pemotretan diselenggarakan di banyak tempat,” katanya. Dan pesertanya juga lumayan besar.?

Mujahidin Cyber

Bagi Afandi, hal ini tidak lain lantaran para pimpinan MWC NU Jombang cukup antusias. Ia mencatat, hampir di semua lokasi pemotretan, Ketua MWC NU dan sekretaris melakukan pemantauan.?

“Mereka selalu datang di lokasi pembuatan Kartanu,” kata alumnus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum ini. Hal ini sangat berbeda dengan MWC NU yang lain.?

Karena itu, seperti dinyatakan sebelumnya bahwa kunci sukses Kartanu adalah pada antusias para pengurus untuk meyakinkan warga.?

“Apalagi khusus di Jombang, ada sejumlah rumah sakit yang bekerjasama untuk memberikan keringanan biaya kepada mereka yang memiliki kartu identitas ini,” terangnya.?

Hingga kini, jumlah warga yang memiliki Kartanu di MWC NU Jombang mencapai sebelas ribu. Dan sosialisasi untuk suksesnya kegiatan masih terus berlangsung.?

Tak heran kalau Ketua PCNU Jombang, KH Isrofil Amar memberikan perhatian khusus dan meminta kepada semua MWC NU se-Jombang yang sudah dan belum untuk mengikuti cara yang sama dari MWC NU Jombang. Kiai Isrofil mengingatkan bahwa PCNU Jombang berkewajiban mensukseskan program ini. Karena NU didirikan para masyayikh dari Jombang.?

“Maka, Kartanu di Jombang harus menjadi contoh bagi Jawa Timur,” katanya. “Dan target kita adalah mencapai angkan 400 hingga 500 ribu,” lanjutnya.

Bagi Afandi, angka tersebut memang cukup besar. “Tapi kalau pengurus bisa bergerak dan meyakinkan warga, kita sebagai panitia optimis angka lima ratus ribu dapat terlampaui,” katanya. Keberadaan panitia hanya menfasilitasi kegiatan Kartanu.?

“Yang menjadi ujung tombak adalah para pengurus, khususnya pimpinan ranting,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kajian, Halaqoh Mujahidin Cyber

Jumat, 15 Desember 2017

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

Pringsewu, Mujahidin Cyber. Allah SWT sudah menentukan bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah diatur dan dibagi sesuai qodrat irodat-Nya. Manusia hanya berusaha untuk melakukan ikhtiar dan tawakkal terhadap ketentuan ini. Bentuk usaha tersebut dapat dilakukan dengan berdoa agar diberi yang terbaik oleh-Nya.

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdoalah, Perkara Terkabul Urusan Allah

"Perlu dipahami bahwa pada dasarnya doa yang kita panjatkan tidak akan mempengaruhi apa yang dikehendaki oleh Allah SWT. Itu adalah hak prerogratif-Nya dan kita harus menyadarinya jika doa kita tidak dikabulkan oleh Allah SWT," demikian pernyataan Mustasyar MWCNU Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, KH Solikhin Thohir dalam Jihad Pagi di Gedung NU Pringsewu, Minggu (24/1).

Lalu kenapa kita dianjurkan dalam Al-Quran untuk berdoa dan selalu mengharapkan ridho dari Allah SWT? "Kita ini makhluk yang lemah. Karena kelemahan itulah maka kita minta perlindungan dan pertolongan Allah dengan berdoa," lanjut alumni Pesantren Lirboyo Jawa Timur ini.

Mujahidin Cyber

Selain karena manusia makhluk yang lemah, berdoa juga merupakan sebuah perintah langsung dari Allah. Karenanya, maka prinsip kita adalah melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “Perkara hasil serahkan kepada-Nya," ujarnya.

Tema tasawuf yang diangkat pada kesempatan tersebut mengingatkan segenap jamaah untuk menyadari bahwa Allah berkehendak untuk memberikan Rahmat-Nya kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan sebaliknya Allah juga berkehendak untuk mencabut rahmat dari orang yang diinginkannya.

Mujahidin Cyber

Jadi, kata dia, jangan merasa Amal kita sudah baik dan diterima. Bisa jadi amal yang kita lakukan akan ditolak semua di akhir hidup kita. Dan juga jangan menganggap amal orang lain tidak baik karena bisa jadi mereka akan dirahmati Allah dengan husnul khotimah.

Oleh karenanya, Kiai Solihin mengajak jamaah untuk senantiasa berdoa agar kehidupan yang sedang dijalani ini bermuara kepada kondisi akhir yang husnul khotimah. "Mari sisa umur yang kita miliki digunakan untuk menuju keridoan-Nya. Segala yang di dunia ini bukan milik kita. Kita hanya mengaku-ngaku, tapi sebenarnya tidak memiliki. Semua akan kembali kepada Nya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kajian Sunnah Mujahidin Cyber

Memahami Makna Sujud

"Wasjud Waqtarib" demikianlah Allah swt menutup firmannya dalam surat al-Alaq. Suatu statemen yang tegas dan gamblang. Bahwa sujud merupakan wahana paling efesien untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Memang secara psiklogis sujud memiliki nilai lebih dibandingkan dengan rukun shalat yang lain. Karena ketika sujud posisi seseorang benar-benar mununjukkan kerendahannya di hadapan Sang Khaliq. Bagaimana tidak, kepala yang menjadi bagian paling istimewa dalam tubuh manusia dan tempat bersemayamnya pancaindera. Juga anggota tubuh yang paling dimuliakan oleh manusia, tiba-tiba diposisikan begitu rendahnya hingga rata dengan tanah, tempat kaki berpijak.

Sebenarnya sujud menjadi wahana intim antara hamba dengan Allah swt. Pada saat itulah mereka merasakan ke-hinaannya dan sekaligus ke-agungan Allah swt. Begitulah yang diisyaratkan Rasulullah saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?.

Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)
Memahami Makna Sujud (Sumber Gambar : Nu Online)

Memahami Makna Sujud

Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Allah swt adalah ketika (hamba tersebut) sedang sujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika sujud.

Oleh karena sujud menjadi ruang meditasi yang paling intim, maka dianjurkan ketika bersujud untuk memperbanyak doa.

Mujahidin Cyber

Demi mengkondisikan kehinaan dirinya sebagai hamba dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz selalu sujud di atas tanah. Sehingga kulit jidatnya bertemu langsung dengan tanah dan hidungnya dapat mencium bumi.rdo

Kehinaan seorang hamba ketika bersujud tidaklah sia-sia, karena Allah swt berjanji akan menaikkan derajat orang tersebut dan sujud itu akan menyingkirkan berbagai macam keburukan darinya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dengan kata lain sujud juga dapat menjadi salah satu terapi menghindarkan diri dari berbagai keburukan dan kemaksiatan, sebagaimana shalat dapat mencegah diri dari kekejian dan kemungkaran.

Mujahidin Cyber

Begitu pentingnya makna sujud sehingga Rasulullah saw pernah berwasiat kepada salah satu sahabatnya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? "? ? ?". Bahwasannya seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw, "doakanlah aku agar dapat menjadi orang yang menerima syafaatmu (di hari kiamat) dan mendapatkan rizqi dengan menemanimu di surga" kemudian Rasulullah saw menjawab "maka aku perintahkan untuk memperbanyak sujud"

Sebagai bukti penguat betapa pentingnya sujud adalah cerita penderitaan setan ketika seseorang melakukan sujud tilawah (sujud yang diperintahkan ketika membaca ayat tertentu dalam al-quran). maka setanpun berkata "sungguh beruntung hamba ini yang diperinthakn bersujud, kemudian ia bersujud. Maka surge akan menjadi bagiannya. Dan sungguh celaka diriku ini (setan) yang diperintahkan sujud, tetapi malah membangkang. Maka aku akan kebagian neraka.

Redaktur: Ulil Hadrawy.



. Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, Kyai, Anti Hoax Mujahidin Cyber

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU: Empat Pilar Negara adalah Ruh Bangsa

Jakarta, Mujahidin Cyber. “Empat pilar negara Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan ruh kehidupan bangsa Indonesia. Tanpa itu, mati kita!”

Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menerima kunjungan kerja Pimpinan MPR Taufik Kiemas, Hajriyanto Y. Thohari beserta rombongan, pada Selasa, (15/5) di gedung PBNU, Jakarta.   

PBNU: Empat Pilar Negara adalah Ruh Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Empat Pilar Negara adalah Ruh Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Empat Pilar Negara adalah Ruh Bangsa

Pada kesempatan itu, Pimpinan MPR mengundang Ketua PBNU untuk menyampaikan pidato dalam peringatan hari lahir Pancasila pada tanggal 1 Juni nanti. 

Mujahidin Cyber

Kang Said, sapaan akrab Ketua Umum PBNU, menyatakan siap memenuhi undangan tersebut. Ia menyatakan undangan itu merupakan kehormatan bagi NU. 

“Tapi sebenarnya bagi NU, ada undangan atau tidak, diajak atau nggak diajak, tetap saja setiap kesempatan bicara tentang empat pilar itu. Setiap Munas, setiap muktamar, kita selalu menegaskan empat pilar sudah final!” tegas Kiai Said.

Mujahidin Cyber

Karena bagi NU, sambung Kang Said, empat pilar negara sangat pas dengan jatidiri bangsa Indonesia. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, AlaSantri Mujahidin Cyber

Senin, 11 Desember 2017

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi

Jombang, Mujahidin Cyber. Pengurus Komisariat Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PKPTNU) STIT al-Urwatul Wutsqo (UW) Jombang memperkuat pola komunikasi dan menjaga kesolidan antar pengurus dengan berbagai cara, salah satunya khataman Al-Quran.

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran Sebagai Media Penguatan Organisasi

Kegiatan tersebut digelar pada Senin, (27/6 2016) di Taman Pendidikan Quran (TPQ) Nurul Ulum Dusun Ngasem, Desa Jombok, Ngoro, Jombang. Sejumlah pengurus PKPT setempat mengikutinya hingga rampung, kemudian dilanjutkan dengan buka bersama (bukber).

"Acara khataman dan bukber ini dilaksanakan tidak hanya sebagai bentuk suksesnya program Departemen Dakwah PKPT STIT UW, akan tetapi juga sebagai salah satu ajang mempererat silaturahim dan komunikasi anggota dan pengurus PKPT STIT UW Jombang," kata salah seorang Pengurus PKPTNU, Anna Uswatun Hasanah, Senin (27/6).

Sementara itu, inisiatif atau dorongan melaksanakan kegiatan, termotivasi dari salah satu ayat Al-Quran yang menganjurkan umat Islam agar melestarikannya.

Mujahidin Cyber

"Dan memang dalam QS Al-Fatir ayat 30 yang artinya, agar Allah menyempurnakan pahala kepada mereka dan menambah karunia Nya, sungguh Allah maha pengampun dan maha pemberi rasa syukur," ujarnya.

Terlebih lagi pada bulan Ramadhan ini, hendaknya memang dijadikan momentum menambah amal kebaikan.

"Disebutkan juga dalam hadits yang artinya, telah datang kepadamu bulan Ramadhan yang penuh berkah. Maka dengan bentuk acara khataman ini dapat kita gunakan sebagai rasa syukur atas karunia nikmat dan taqarrub illallah," imbuhnya.

Sementara Abdul haris, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jombang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan agar PKPTNU menggalakkan pengaderan warga NU di tingkat perguruan tinggi. (Syamsul Arifin/Mukafi Niam)

Mujahidin Cyber

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Olahraga, Syariah Mujahidin Cyber

Selasa, 05 Desember 2017

Status Puasa Orang Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadhan

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Mujahidin Cyber yang kami hormati. Langsung saja kami akan menanyakan mengenai keabsahan puasa orang yang tidur sepanjang hari di bulan puasa Ramadhan. Misalnya orang ini tidur sepanjang hari sampai Maghrib sehingga ia tidak merasakan beratnya berpuasa atau seolah-olah tidak berpuasa. Atas penjelasannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Faisal/Wonosobo)

Jawaban

Status Puasa Orang Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Status Puasa Orang Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Status Puasa Orang Tidur Sepanjang Hari di Bulan Ramadhan

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. secara pribadi kami tidak bisa membayangkan orang yang sedang menjalani puasa tidur mulai pagi sampai waktu Maghrib. Kalau toh itu memang ada, maka dalam pandangan kami tindakan ini termasuk kategori tindakan keterlaluan.

Mujahidin Cyber

Kendati demikian, tidur sepanjang hari di bulan Ramadhan tidak dengan serta merta mempengaruhi keabsahan puasa tersebut. Dengan kata lain, puasanya tetap dianggap sah. Setidaknya inilah menurut pandangan madzhab Syafi‘i dan mayoritas ulama.

Mujahidin Cyber

Tetapi ada pandangan lain yang dikemukakan oleh Abu Thayyib bin Salamah dan Abu Said Al-Ishthakhriy yang menyatakan tidak sah. Begitu juga Al-Bandaniji telah meriwayatkan pandangan ini dari Ibnu Suraij. Demikian dikemukakan Muhyiddin Syaraf An-Nawawi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Apabila seorang yang berpuasa tidur sepanjang hari sedangkankan ia telah berniat puasa pada malam harinya, maka puasanya sah. Demikian menurut pandangan madzhab Syafi‘i, dan pandangan ini juga dianut oleh mayoritas ulama. Tetapi, menurut Abu Thayyib bin Salamah dan Abu Said Al-Ishthakhriy puasa seperti itu tidaklah sah. Sedangkan Al-Bandaniji juga meriwayatkan pandangan ini dari Ibnu Suraij. Dalil semuanya bersumber dari Al-Quran,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz VI, halaman 384).

Kendati demikian, para ulama ini sepakat jika seseorang yang berpuasa tidur, kemudian bangun sebentar di siang hari, kemudian tidur lagi di seluruh waktu siang, maka puasanya tetap sah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dan mereka (para ulama) telah bersepakat bahwa apabila seorang yang berpuasa bangun sebentar dari tidur di siang hari, kemudian tidur lagi, maka sah puasanya,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majemuk Syarhul Muhadzdzab, juz VI, halaman 384).

Berangkat dari penjelasan singkat ini, maka orang yang berpuasa sebaiknya menghindari tidur seharian mulai fajar sampai waktu Maghrib. Meskipun mayoritas ulama menganggap sah puasanya tetapi ada beberapa ulama yang berpandangan sebaliknya.

Di samping itu, jika tidur selama seharian, maka jelas ia akan meninggalkan kewajiban lain yaitu shalat Zuhur dan Ashar sehingga jangan sampai puasa dijadikan alasan untuk meninggalkan kewajiban yang lain karena jelas hal ini tidak diperbolehkan.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Ubudiyah, Syariah Mujahidin Cyber

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali

Bekasi, Mujahidin Cyber. Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa 2012-2017 akan menggelar kejuaraan pencak silat tingkat nasional (Kejurnas) maksimal dua kali selama 5 tahun ke depan.

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Gelar Kejurnas 2 Kali

Menurut Ketua Umum PP Pagar Nusa Aizzuddin Abdurrahman, Kejurnas merupakan ajang pencarian bakat dan mengembangkan pencak silat. Selain itu, juga merupakan sillaturrahim antar-perguruan pencak silat di bawah naungan Pagar Nusa.

“Maksimal dua kali selama kepengurusan saya,” katanya kepada Mujahidin Cyber, di sela-sela Rapat Kerja Pimpinan Pusat Pagar Nusa 2012-2017, di Bekasi, Senin (22/10).

Mujahidin Cyber

Ketua Umum Pagar Nusa yang baru dilantik Ahad, (21/10) di pesantren Al-Hamid tersebut menambahkan, dalam Pagar Nusa, silat itu sebagai olah raga, budaya dan bela diri. “Kejurnas merupakan pengembangan silat dari sisi olah raga,” katanya.

Mujahidin Cyber

Untuk itu, PP Pagar Nusa berniat akan membangun sebuah padepokan untuk menggembleng dan mengembangkan pencak silat. Juga melatih atlet dan wasit.

Awal tahun 2012, PP Pagar Nusa sukses menggelar Kejurnas pertama di Oso Sprot Ceter Bekasi, diikuti sekitar 500 atlet yang dikirim sekitar 21 pengurus wilayah se-Indonesia.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Kyai, Syariah, Olahraga Mujahidin Cyber

Minggu, 26 November 2017

Radio NU Online Siaran Berita Perdana

Jakarta, Mujahidin Cyber

Radio Mujahidin Cyber yang beralamat di radio.nu.or.id terus berbenah dan berupaya meningkatkan kualitas siarannya. Usai menyediakan sejumlah rubrikasi yang kian memanjakan pendengar, kini radio berbasis internet ini mulai siaran berita.

Siaran perdana bertajuk ”Warta Malam Nahdlatul Ulama” tersebut dimulai hari ini, Selasa (24/4), pukul 19.30 WIB, dari studio Mujahidin Cyber, gedung PBNU, Lantai 5, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Berita seputar NU dan lainnya akan dibacakan presenter Puti Hasni.

Radio NU Online Siaran Berita Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio NU Online Siaran Berita Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio NU Online Siaran Berita Perdana

”Respon positif dari pendengar setia memang harus dijawab dengan peningkatan mutu. Kami merasa, selain pengajian dan hiburan, Radio Mujahidin Cyber akan lebih bermanfaat jika menyediakan pula kabar-kabar dalam bentuk suara,” kata manajer program, Mustiko Dwipoyono

Mustiko mengatakan, program siaran berita akan berlangsung rutin dalam satu minggu kecuali hari Sabtu dan Ahad. Sebagai usaha perbaikan kualitas, pihaknya akan melengkapi berbagai fasilitas dan tampilan Radio Mujahidin Cyber.

Mujahidin Cyber

Seperti diwartakan, sejak awal 2013 lalu Radio Mujahidin Cyber melengkapi tampilannya dengan sejumlah rubrik yang membantu pendengar untuk melihat program yang akan disiarkan. Kolom khusus juga dibuat guna memfasilitasi para pengunjung situs yang ingin mengunduh berbagai rekaman pengajian, video, gambar, musik, dan data lainnya.

”Kami mengajak seluruh pendengar untuk turut mendukung radio streaming ini. Saran dan kritik sangat dibutuhkan untuk kemajuan media kita bersama,”pungkasnya.

 

Mujahidin Cyber

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah, IMNU Mujahidin Cyber

Minggu, 19 November 2017

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Tangerang Selatan, Mujahidin Cyber. Menyambut dan memperingati Hari Pahlawan 10 November, NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan menggelar acara “Santunan dan Makan Bersama dengan Anak Yatim”. Kegiatan dijadwalkan dilaksanakan pada Ahad, 13 November 2016 di Restauran McD Perempatan Duren, Tangerang Selatan.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa dan peran para pahlawan dengan semangat berbagi, beramal dan berbahagia bersama anak yatim,” tutur Ketua Panitia Rizky Subagia, saat dihubungi Mujahidin Cyber, Selasa (2/11) malam.

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Pahlawan, LAZISNU Tangsel Adakan Santunan Anak Yatim

Rizky menambahkan sasaran peserta kegiatan ini adalah anak yatim berusia di bawah 12 tahun atau mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Rizky menyampaikan, untuk para Donatur yang ingin ikut berbagi kebahagian bersama dalam kegiatan tersebut, Panitia menyediakan Paket Infaq sekaligus undangan menghadiri kegiatan.?

Mujahidin Cyber

“Ada tiga Paket Infaq yang disediakan Panitia. Para Donatur dapat memilih salah satu dari Paket-paket Infaq yang kami sediakan,” lanjut Rizky.

Ada pun Paket Infaq yang dapat dipilih adalah:

Paket Infaq 1 dengan menyumbang senilai Rp. 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah). Dengan mengambil paket ini, donatur dapat mengikuti kegiatan makan bersama dengan anak yatim di lokasi kegiatan.

Paket Infaq 2 senilai Rp. 125. 000 (Seratus dua puluh lima ribu rupiah), yang akan memungkinkan para Donatur makan bersama dengan anak yatim, dan pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis untuk anak yatim.?

Mujahidin Cyber

Paket Infaq 3 senilai Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah). Donatur akan makan bersama dengan anak yatim, pemberian goodie bag berupa seperangkat alat tulis, dan pemberian uang santunan.

Sebanyak minimal 100 anak yatim ditargetkan akan terlibat dalam kegiatan ini. Paniti membuka layanan informasi dan pendaftaran Donatur melalui Kantor NU-Care Tangerang Selatan di nomor 081313165757 dan Rizky Subagia di nomor kontak 085730449167. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Lomba, Syariah, Pahlawan Mujahidin Cyber

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI

Demak, NUOnline



Ulama di seluruh Nusantara sejak tahun 1914 sudah punya komitmen tinggi terhadap keutuhan bangsanya. Nasionalisme ini sudah lahir sejak negara ini hidup dalam penjajahan yang begitu panjang dan melelahkan yang mengakibatkan penderitaan rakyat di dalam negerinya sendiri.

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI

Ulama NU di bawah komando Rais Akbar KH Hasyim Asyari bersama para ulama NU yang lain menggerakkan dan membangkitkan sifat nasionalis pada seluruh elemen masyarakat yang dimulai dari para kiai dan santri. Salah satunya yang dilakukannya adalah saat menerima utusan presiden Soekarno berkaitan hukum membela dan mempertahankan bangsa dan negara bagi warga oleh penjajah. KH Hasyim Asyari pun mengatakan wajib ain tanpa pengecualian untuk mempertahankannya. Mulai saat itulah dia mengeluarkan fatwa jargon hubbul wathon minal iman.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan tausiyah pada haul agung ke-514 raja Islam pertama Kanjeng Sultan Fattah di Alun Alun Masjid Agung Demak Sabtu, (11/3) malam.

“Ketika Mbah Hasyim menerima ajudan presiden Soekarno mengenai hukum warga membela bangsanya, beliau menjawab dengan tegas,? fardlu ain (tidak boleh tidak) dan saat itulah Mbah Hasyim berfatwa atau mengeluarkan jargon hubbul wathon minal iman. Ini bukan hadis tapi fatwa Mbah Hasyim,” ? kata KH Said Aqil Siroj.

Mujahidin Cyber

?

Kang Said begitu akrab dipanggil, menambah ada hal menarik yang dimiliki Ulama NU, yaitu ulama memiliki jiwa nasionalis yang tinggi sedangkan para eksekutif atau pemangku pemerintahan mempunyai jiwa nasionalis yang agamis ssehingga menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sulit diganggu dari pengacau bangsa. Ia contohkan negara di kawasan Timur Tengah yang berantakan karena para ulamanya tidak mempunyai sifat nasionalis yang tinggi dan pemerintahan yang berjalan cenderung mengutamakan kelompoknya.

“Kita patut bersyukur karena para ulama dan kiai kita mempunyai jiwa nasionalis yang kuat, para pemimpinnya punya jiwa nasionalis dan agamis yang menyatu. Negara lain tidak mempunyai hal semacam ini,” katanya.

Mujahidin Cyber

Dijelaskannya, agenda besar para ulama dalam menyatukan bangsa ? tidak perlu diragukan lagi. Sudah sewajarnya jika pemerintah bekerjasama dengan NU yang berkomitmen membangun integritas dan karakter bangsa.

“Dari dulu hingga sekarang kiai dan ulama punya andil besar untuk bangsa ini. Makanya NU siap melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat,” tambah Kiai Said

Haul agung ? yang dihadiri ribuan jamah tersebut juga dihadiri Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Kapolres, Dandim serta SKPD, Rais Syuriyah KH Alawy Masudi, Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif serta pengurus NU dari cabang sampai ranting se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Makam, Syariah Mujahidin Cyber

Rabu, 15 November 2017

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi

Jakarta, Mujahidin Cyber. Fatayat NU adalah organisasi beranggotakan para perempuan muda yang menjadi salah satu ujung tombak NU. Peran dan kerja nyata Fatayat sangat ditunggu masyarakat dan bangsa. Untuk itu, Fatayat selalu mengaji problem-problem serius yang dihadapi bangsa ini, baik secara nasional dan global. Fatayat juga selalu menyiapkan langkah nyata sebagai solusinya.

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Identifikasi Empat Tantangan yang Mesti Diatasi

Demikian yang dijelaskan Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini ketika memberikan sambutan pelantikan PP Fatayat NU periode 2015-2020 di Hotel Golden Boutique, Jakarta, Ahad (13/12).

Anggi, panggilan akrabnya, menandai beberapa tantangan nasional dan global yang sedang dihadapi Fatayat. "Pertama, di depan mata kita terjadi kekerasan seksual kepada anak, dan itu yang sangat mengenaskan. Berita kekerasan seksual pada anak terus terjadi. Ini menjadi problem serius, karena mengancam masa depan bangsa. Anak-anak adalah investasi dan harapan bangsa," tegasnya.

Mujahidin Cyber

Sedangkan yang kedua, lanjut Anggi, adalah angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi. Ini menjadi tantangan besar karena menyangkut kesehatan dan standar gizi yang baik. Jangan sampai ibu-ibu yang hamil justru terancam karena kekurangan gizi. Anak-anak juga harus mendapatkan asuhan gizi yang tercukupi. "Ini Fatayat akan selalu mengupayakan yang terbaik, bekerja sama dengan banyak pihak," katanya.

"Sementara yang ketiga adalah kasus radikalisme global. Ini juga cakupan Fatayat, karena perempuan NU juga harus siap menjawab stigma negatif yang dialamatkan kepada Islam. Fatayat juga mesti melahirkan kader-kader yang tangguh, sehingga bisa menghalau dan mencegah radikalisme berkembang luas. Ini tantangan global bagi semua, termasuk Fatayat," lanjutnya.

Mujahidin Cyber

"Yang terakhir, adalah MEA (masyarakat ekonomi ASEAN). Bonus demografi Indonesia harus dijawab dengan kerja-kerja produktif, dan Fatayat adalah bagian utama di dalamnya. Ini tantangan serius bagi Fatayat agar terus berkembang dalam membangun kemandirian perempuan Indonesia," tegasnya.

Dalam konteks ini, kata Anggi, Fatayat akan berusaha dengan sungguh-sungguh dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Pendidikan adalah kunci utama melahirkan SDM yang siap menjawab berbagai tantangan nasional dan global.

"SDM yang kuat dan tangguh harus kita ciptakan. SDM dalam segala bidang, baik dalam politik, budaya, kesehatan, ekonomi, agama, dan sebagainya," tegasnya.

"Perjuangan yang akan dilakukan Fatayat juga melalui pendekatan politik dan budaya. Fatayat akan memaksimalkan advokasi kebijakan yang pro kepada rakyat, khususnya perempuan. Fatayat juga akan memaksimalkan program kerja yang sudah berjalan, sehingga lebih efektif dan menjangkau lebih luas," pungkasnya. (Madun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Syariah Mujahidin Cyber

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock