Minggu, 19 November 2017

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI

Demak, NUOnline



Ulama di seluruh Nusantara sejak tahun 1914 sudah punya komitmen tinggi terhadap keutuhan bangsanya. Nasionalisme ini sudah lahir sejak negara ini hidup dalam penjajahan yang begitu panjang dan melelahkan yang mengakibatkan penderitaan rakyat di dalam negerinya sendiri.

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubbul Wathon Minal Iman, Jargon Pertahankan NKRI

Ulama NU di bawah komando Rais Akbar KH Hasyim Asyari bersama para ulama NU yang lain menggerakkan dan membangkitkan sifat nasionalis pada seluruh elemen masyarakat yang dimulai dari para kiai dan santri. Salah satunya yang dilakukannya adalah saat menerima utusan presiden Soekarno berkaitan hukum membela dan mempertahankan bangsa dan negara bagi warga oleh penjajah. KH Hasyim Asyari pun mengatakan wajib ain tanpa pengecualian untuk mempertahankannya. Mulai saat itulah dia mengeluarkan fatwa jargon hubbul wathon minal iman.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat memberikan tausiyah pada haul agung ke-514 raja Islam pertama Kanjeng Sultan Fattah di Alun Alun Masjid Agung Demak Sabtu, (11/3) malam.

“Ketika Mbah Hasyim menerima ajudan presiden Soekarno mengenai hukum warga membela bangsanya, beliau menjawab dengan tegas,? fardlu ain (tidak boleh tidak) dan saat itulah Mbah Hasyim berfatwa atau mengeluarkan jargon hubbul wathon minal iman. Ini bukan hadis tapi fatwa Mbah Hasyim,” ? kata KH Said Aqil Siroj.

Mujahidin Cyber

?

Kang Said begitu akrab dipanggil, menambah ada hal menarik yang dimiliki Ulama NU, yaitu ulama memiliki jiwa nasionalis yang tinggi sedangkan para eksekutif atau pemangku pemerintahan mempunyai jiwa nasionalis yang agamis ssehingga menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia sulit diganggu dari pengacau bangsa. Ia contohkan negara di kawasan Timur Tengah yang berantakan karena para ulamanya tidak mempunyai sifat nasionalis yang tinggi dan pemerintahan yang berjalan cenderung mengutamakan kelompoknya.

“Kita patut bersyukur karena para ulama dan kiai kita mempunyai jiwa nasionalis yang kuat, para pemimpinnya punya jiwa nasionalis dan agamis yang menyatu. Negara lain tidak mempunyai hal semacam ini,” katanya.

Mujahidin Cyber

Dijelaskannya, agenda besar para ulama dalam menyatukan bangsa ? tidak perlu diragukan lagi. Sudah sewajarnya jika pemerintah bekerjasama dengan NU yang berkomitmen membangun integritas dan karakter bangsa.

“Dari dulu hingga sekarang kiai dan ulama punya andil besar untuk bangsa ini. Makanya NU siap melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk kesejahteraan rakyat,” tambah Kiai Said

Haul agung ? yang dihadiri ribuan jamah tersebut juga dihadiri Bupati Demak HM Natsir, Wabup Joko Sutanto, ketua DPRD Demak H Nurul Muttaqin, Kapolres, Dandim serta SKPD, Rais Syuriyah KH Alawy Masudi, Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif serta pengurus NU dari cabang sampai ranting se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Mujahidin Cyber Cerita, Makam, Syariah Mujahidin Cyber

Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber Mujahidin Cyber.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Mujahidin Cyber sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Mujahidin Cyber. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Mujahidin Cyber dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock